Skip to content
Back to announcement

20250729_BBSS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31928127_lamp1.pdf

Other Text extracted BBSS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1
                                                                          Surabaya, 28 Juli 2025

Nomor : 024/DIR/BBSS/VII/2025

Hal      : Penjelasan atas surat BEI nomor
           S-08370/BEI.PP1/07-2025


Yth,
Divisi Penilaian Perusahaan 1 –
PT Bursa Efek indonesia
Indonesia Stock Echange Building,
Tower I , 6th Floor,
Jl. Jendral Sudirman Kav 52 – 53
Jakarta 12190


  Berikut ini kami sampaikan penjelasan atas hal-hal yang ditanyakan oleh BEI.

1. Berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Desember 2024, pada Catatan atas Laporan Keuangan
(CALK) Nomor 32 mengenai Kelangsungan Usaha, Bursa meminta penjelasan atas hal-hal berikut:

a. Disebutkan bahwa Perseroan tidak mencatatkan pendapatan utama dari penjualan gudang selama
tiga tahun berturut-turut, yang menimbulkan ketidakpastian yang signifikan terhadap kelangsungan
usaha Perseroan.

i. Agar dijelaskan latar belakang tidak tercapainya penjualan gudang selama tiga tahun terakhir,
   serta uraikan faktor-faktor eksternal maupun internal yang mempengaruhi kondisi tersebut (jika
   ada).
JAWAB :
Sudah dilakukan upaya untuk dapat merealisasikan penjualan gudang, namun kondisi ekonomi
makro saat ini sedang tidak mendukung untuk bisnis properti, bagaimanapun juga tetap kami
upayakan agar mendapatkan penghasilan, minimal terdapat realisasi pendapatan dari Sewa Gudang.


ii. Apakah terdapat rencana dari Perseroan untuk melakukan penyesuaian terhadap model bisnis
    agar lebih selaras dengan kondisi pasar saat ini? Jelaskan.
    JAWAB :

      Perseroan berencana memperluas jaringan dari kawasan pergudangan ke kawasan industri
      ringan dan fasilitas komersial.

b. Perseroan juga menyampaikan bahwa fokus utama diarahkan pada efisiensi biaya operasional.
Namun demikian, berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Maret 2025 dalam CALK Nomor 25
mengenai Beban Umum dan Administrasi, tercatat adanya peningkatan sebesar 40% pada pos
tersebut dibanding periode 31 Maret 2024. Agar dijelaskan penyebab dari peningkatan ini serta
bagaimana hal tersebut selaras dengan inisiatif efisiensi yang dimaksud.

JAWAB :
Penyebab peningkatan biaya operasional pada Laporan keuangan per 31 Maret 2025 dibanding per
31 Maret 2024 disebabkan beberapa hal sebagai berikut :
Page 2
       1.   Tunjangan Hari Raya pada tahun 2025 dibebankan di Triwulan 1, sementara pada tahun
            2024 hanya tercatat sebedsar Rp 5.000.000 yang dibebankan di triwulan 1, selebihnya
            dibebankan di Triwulan 2.

       2.   Terdapat peningkatan penyusutan aset hak guna seiring dengan kenaikan biaya sewa
            kantor.

       3.   Terdapat kenaikan biaya jasa profesional karena terdapat honor yang dibayarkan pada
            konsultan manajemen.

       4.   Terdapat kenaikan beban iuran tahunan karena kenaikan tagihan jasa pencatatan
            tahunan saham oleh BEI dari Rp 210.900.000 menjadi Rp 277.500.000.


2. Perseroan masih membukukan rugi periode 31 Maret 2025 sebesar Rp492 juta meningkat sebesar
48,82% jika dibandingkan dengan periode 31 Maret 2024. Bursa meminta penjelasan mengenai
rencana strategis manajemen untuk memperbaiki posisi keuangan dan mengurangi akumulasi
kerugian yang terus berlanjut.

JAWAB :

Rencana strategis manajemen untuk memperbaiki posisi keuangan dan mengurangi akumulasi
kerugian yang terus berlanjut adalah sebagai berikut :

    1. Melakukan Analisa Tren yang menunjukkan peningkatan minat pasca-pandemi, khususnya
       dari e-commerce dan logistik.
    2. Menonjolkan keunggulan Kawasan Benowo yang strategis karena dekat pelabuhan dan tol.
    3. Perseroan sedang pada tahap penjajakan awal dan evaluasi adanya minat kerja sama dari
       pelaku usaha lainnya.

3. Perseroan mencatatkan tanah belum dikembangkan per 31 Maret 2025 sebesar Rp155,9 miliar
yang tidak berubah saldonya sejak 31 Maret 2024. Hal mengindikasikan kurang optimalnya
pemanfaatan aset tersebut Bursa meminta penjelasan:

a.Latar belakang tanah tersebut belum dikembangkan dalam periode satu tahun terakhir? Jelaskan.

JAWAB :

Latar belakang tanah tersebut belum dikembangkan dalam periode satu tahun terakhir karena
Perseroan berencana menyelesaikan terlebih dahulu pembangunan Gudang yang belum selesai
karena tertunda saat Pandemi sampai sekarang.

b. Apakah ada rencana pengembangan untuk tanah tersebut dalam waktu dekat? Jelaskan.

JAWAB :

Rencana pengembangan untuk tanah tersebut belum akan dilakukan dalam waktu dekat dan
nantinya akan dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas dan permintaan pasar.
Page 3
c. Perseroan mengungkapkan bahwa tanah dengan sertifikat SHM Nomor 00113 dan SHM Nomor
725 merupakan tanah milik Perseroan. Jelaskan latar belakang Perseroan dapat memiliki tanah
dengan bentuk kepemilikan hak milik (bukan Hak Guna Bangunan).

JAWAB :

Tanah dengan sertifikat SHM nomor 00113 dan SHM nomor 725 merupakan tanah milik Perseroan,
namun masih belum dilakukan balik nama atas nama Perseroan sehingga belum beralih status
menjadi HGB.

4. Berdasarkan CALK 6 Perseroan mencatatkan uang muka per 31 Maret 2025 sebesar Rp12,7 miliar
yang tidak berubah saldonya dibandingkan 31 Desember 2024. Bursa meminta penjelasan:

a. Penyebab uang muka pembelian tanah di tahun 2024 belum terealisasi hingga tahun 2025.

JAWAB :

Penyebab uang muka pembelian tanah di tahun 2024 belum terealisasi hingga tahun 2025 karena
terkait dengan proses pengalihan status dari SHM nomor 00113 dan SHM nomor 725 menjadi SHGB
yang belum terealisasi.

b. Apakah pembelian tanah sebesar Rp9,2 miliar sudah sesuai dengan perencanaan bisnis jangka
panjang, dan apakah pengeluaran ini akan berkontribusi pada pengembangan yang direncanakan
oleh Perseroan?

JAWAB :

Pembelian tanah sebesar Rp9,2 miliar sudah sesuai dengan perencanaan bisnis jangka panjang dan
akan berkontribusi pada pengembangan yang direncanakan oleh Perseroan.

c. Apakah terdapat kendala atau perubahan dalam perizinan yang menyebabkan uang muka
pembelian tanah belum terealisasi?

JAWAB :

Seringnya terjadi pergantian pejabat di kantor BPN Gresik dan perubahan dalam perizinan dari
sertifikat manual menjadi E-Sertifikat merupakan kendala yang menyebabkan uang muka pembelian
tanah belum terealisasi.

d. Apakah total biaya pembangunan gudang sebesar Rp3,4 miliar sudah mencakup semua estimasi
yang diperlukan?

JAWAB :

Total biaya pembangunan gudang senilai 3,4 miliar untuk saat ini belum mencakup semua estimasi
yang diperlukan.

5. Perseroan mencatatkan utang lain-lain kepada pihak ketiga per 31 Maret 2025 sebesar Rp1,6
miliar yang tidak berubah saldonya dibandingkan 31 Desember 2024. Berdasarkan CALK 17, utang
lain-lain kepada pihak ketiga merupakan utang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas transaksi
penjualan gudang kepada PT Bina Bakti pada tahun 2019. Bursa meminta penjelasan:
Page 4
a. Pertimbangan mengapa utang PPN ini belum dibayarkan dan rencana pembayaran ke depan.

JAWAB :

Terkait utang PPN sebesar 1,6 miliar yang belum dibayarkan, rencana akan dibayarkan secara
bertahap.

b. Latar belakang mengapa utang PPN atas penjualan gedung dicatat terpisah dari utang PPN di akun
utang pajak.

JAWAB :

Latar belakang mengapa utang PPN atas penjualan gedung dicatat terpisah dari utang PPN di akun
utang pajak dikarenakan pada saat transaksi di tahun 2019, Perseroan tidak dapat menerbitkan
Faktur Pajak karena belum memiliki NSFP (Nomor Seri Faktur Pajak).

c. Apakah saat ini Perseroan sedang menjalani pemeriksaan pajak terkait utang ini?

JAWAB :

Perseroan saat ini tidak sedang menjalani pemeriksaan pajak terkait utang tersebut.

d. Apakah terdapat kurang bayar dari PT Bina Bakti kepada Perseroan, yang mengakibatkan
Perseroan belum menyetorkan PPN tersebut ke negara? Ataukah dana untuk pembayaran PPN
tersebut telah digunakan untuk operasional Perseroan?

JAWAB :

Tidak terdapat kurang bayar dari PT. Bina Bakti kepada Perseroan dan dana pembayaran PPN telah
digunakan untuk operasional perusahaan.

6. Berdasarkan CALK 7 persediaan aset real estat per 31 Maret 2025, bangunan dalam penyelesaian
pergudangan Bumi Benowo tahap II sebesar Rp64,91 miliar tidak berubah saldonya dibandingkan 31
Maret 2024. Bursa meminta penjelasan:

a. Latar belakang saldo tersebut tidak berubah.

JAWAB :

Saldo tidak berubah karena Perseroan untuk sementara menghentikan kegiatan pembangunan
gudang karena masih ada beberapa gudang jadi yang belum terjual dan sambil menunggu kondisi
ekonomi makro yang mendukung.

b. Merujuk pada laporan public expose, Perseroan menyampaikan rencana kerja 2025 yakni rencana
bisnis Perseroan 3-5 tahun ke depan akan menyelesaikan pembangunan unit gudang. Jelaskan
rencana Perseroan secara real dalam timeline yang jelas.

JAWAB :

Sesuai rencana kerja 2025 yakni rencana bisnis Perseroan 3 – 5 tahun ke depan, Perseroan
mengupayakan menyelesaikan unit gudang atau bangunan dalam penyelesaian sampai dengan akhir
tahun 2028 dan dapat diusahakan selesai lebih cepat jika ada stok gudang jadi yang terjual dalam
kurun waktu 2025 sampai dengan 2028.
Page 5
c. Berapa persen dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah terserap untuk bangunan dalam
penyelesaian tersebut?

JAWAB :

Bangunan dalam penyelesaian telah menyerap sekitar 76 persen dari Rencana Anggaran Biaya.

d. Bagaimana Perseroan memastikan persediaan tersebut akan terjual? Mengingat per 31 Desember
2024 saldo tersebut masih tetap di angka Rp64,91 miliar.

JAWAB :

Perseroan mengupayakan menjual secara bertahap seiring dengan bangunan dalam penyelesaian
yang juga akan diselesaikan secara bertahap pula.

e. Terdapat bangunan siap dijual sebesar per 31 Maret 2025 sebesar Rp2 miliar, apakah terdapat sisa
dari Tahap I blm terjual di sini?

JAWAB :

Ada sisa Gudang jadi dari Tahap I yang belum terjual yang saat ini sedang disewakan.

f. Apakah Perseroan telah menjajaki pencarian potential buyer?

JAWAB :

Perseroan senantiasa berusaha melakukan upaya menjajaki pencarian potensial buyer.

7. Merujuk ke laporan keuangan per 31 Desember 2024 CALK 7 persediaan aset real estat terdapat
penjelasan bahwa pada tahun 2024 dan 2023 tidak terdapat unit gudang yang terjual dan sisa unit
gudang yang belum terjual sebanyak 34 unit. Bursa meminta penjelasan:

a. Apa penyebab utama tidak terjualnya unit gudang pada tahun 2023 dan 2024?

JAWAB :

Penyebab utama tidak terjualnya unit Gudang pada tahun 2023 dan 2024 karena minimnya minat
pelaku usaha untuk membeli Gudang dan lebih memilih untuk menyewa dalam jangka pendek.

b. Persediaan real estat berupa bangunan siap jual, tidak termasuk nilai tanah, telah diasuransikan
kepada PT KSK Insurance Indonesia untuk tahun 2024 dan 2023, dengan nilai pertanggungan masing-
masing sebesar Rp2.400.000.000 dan Rp2.250.000.000. Mengingat nilai asuransi hanya sekitar Rp
2miliar, sementara total persediaan aset real estat mencapai Rp71 miliar, apa pertimbangan yang
mendasari penentuan nilai asuransi tersebut?

JAWAB :

Yang diasuransikan hanya unit Gudang jadi, sementara tanah dan bangunan dalam proses tidak
diasuransikan karena tidak memiliki risiko kebakaran.

8. Berdasarkan CALK 18 Liabilitas Imbalan Pascakerja, Perseroan mencatatkan saldo sebesar Rp165
juta yang tidak mengalami perubahan sejak 31 Desember 2024. Bursa meminta penjelasan:

a. Latar belakang terkait tidak adanya perubahan saldo tersebut.
Page 6
JAWAB :

Liabilitas Imbalan Pascakerja tidak mengalami perubahan karena menggunakan perhitungan oleh
Aktuaris yang dilakukan setiap akhir tahun.

b. Penjelasan mengenai langkah yang diambil oleh Perseroan untuk memastikan bahwa estimasi
aktuaria telah diperbarui, serta dampaknya terhadap risiko pelaporan keuangan.

JAWAB :

Estimasi aktuaria selalu diperbarui tiap akhir tahun serta tidak memiliki dampak yang signifikan
terhadap risiko pelaporan keuangan.

9. Berdasarkan CALK 12 Perseroan membukukan utang usaha per 31 Maret 2025 kepada PT Fortuna
Kontraktor (FK) sebesar Rp710,8 juta. Saldo tersebut termasuk ke dalam kategori liabilitas jangka
pendek dan tidak mengalami perubahan sejak 31 Desember 2024. Bursa meminta penjelasan:

a. Nature dari utang usaha kepada FK.

JAWAB :

Nature dari utang usaha kepada Fortuna Kontraktor adalah utang dagang biasa.

b. Latar belakang tidak diungkapkannya umur utang.

JAWAB                                                                                           :
Umur utang sudah diungkapkan via pelaporan XBRL (IDXnet) di sheet 2640200

c. Kapan utang usaha kepada FK jatuh tempo?

JAWAB :

Utang usaha ke Fortuna Kontraktor sudah jatuh tempo pada tahun 2021

d. Apakah terdapat potensi isu hukum atas belum dilunasinya utang usaha kepada FK per 31 Maret
2025? Jelaskan.

JAWAB :

Perseroan tidak melihat adanya potensi isu hukum atas belum dilunasinya utang usaha ke Fortuna
Kontraktor per 31 Maret 2025

e. Jelaskan rencana Perseroan untuk melunasi utang usaha kepada FK.

JAWAB :

Perseroan akan melakukan pendekatan kepada Fortuna Kontraktor agar Utang tersebut dapat
dilakukan pembayaran secara bertahap.

10. Berdasarkan CALK 14, Perseroan membukukan Beban Akrual Biaya Perizinan Rp184,1 juta. Agar
dijelaskan nature biaya perizinan tersebut.

JAWAB :

Beban Akrual Biaya Perizinan senilai Rp. 184,1 juta adalah biaya yang berkenaan dengan transaksi
jual beli Gudang dan di Triwulan ke 2 tahun 2025 sudah berkurang menjadi Rp.73,1 juta.
Page 7
11. Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan

JAWAB :

Tidak ada Informasi, fakta material, atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham
perusahaan.



Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami
ucapkan terima kasih.



Hormat kami,




Felix Soesanto
President Director

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.36 MB
Published29 Jul 2025
Pages7
Characters13,734
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Felix Soesanto · President Director p.7
possible org PT Bursa Efek indonesia p.1
unresolved org PT Bina Bakti p.3 ×3
unresolved org PT KSK Insurance Indonesia p.5
unresolved org PT Fortuna Kontraktor p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result