Back to announcement
20250729_MSJA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31928114_lamp1.pdf
Other Text extracted MSJASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
Surabaya, 29 Juli 2025
Nomor : MSJA-IDX/0725/002
Perihal : Tanggapan Perseroan Atas Permintaan Penjelasan dari Bursa
Efek Indonesia dengan surat bernomor S-08574/BEI.PP2/07-
2025 (pertanyaan 1 s/d 8)
Kepada yth:
Direktur
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
Bursa Efek Indonesia
Teriring salam kami haturkan, semoga Bapak/Ibu senantiasa diberikan kesehatan
dan kelancaran dalam mengemban tugas mulia untuk memajukan perekonomian
Indonesia melalui pasar modal.
Sehubungan dengan permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (selanjutnya
disebut “BEI”)kepada PT. Multi Spunindo Jaya, Tbk. (selanjutnyta disebut
“Perseroan”) terkait laporan keuangan per 31 Maret 2025, sebagaimana
dituangkan dalam pertanyaan nomor 1 s/d 8 Lampiran dari surat BEI kepada
Perseroan dengan nomor : S-08574/BEI.PP2/07-2025, berikut ini perkenankan
kami menyampaikan tanggapan kami:
1. Terkait peningkatan uang muka pembelian aset tetap sebesar 71,9% atau setara
dengan USD 1,20 juta, agar dijelaskan:
a. Apa jenis aset tetap yang sedang direncanakan untuk dibeli sehingga
menyebabkan kenaikan signifikan pada pos uang muka pembelian?
Tanggapan Perseroan:
Peningkatan uang muka aset tetap sebesar 71,9% atau setara dengan USD 1,2
juta merupakan uang muka untuk pembelian aset investasi, sebagai bagian
dari realisasi penggunaan dana hasil IPO.
b. Kapan aset tetap tersebut diperkirakan akan selesai dibeli dan diakui
sebagai aset tetap?
Tanggapan Perseroan:
Aset tetap telah selesai dibeli dan saat ini sedang dalam tahap pemasangan
mesin. Proses ini diperkirakan akan selesai pada akhir Agustus 2025,
dilanjutkan dengan masa uji coba (trial) pada bulan September 2025, dan
produksi komersial direncanakan dimulai pada bulan Oktober 2025. Pada saat
tersebut, uang muka aset tetap akan direklasifikasi dan diakui sebagai aset
tetap.
Page 2
c. Apakah pembelian ini terkait dengan ekspansi kapasitas operasional atau
pembaruan peralatan?
Tanggapan Perseroan:
Pembelian aset tetap tersebut merupakan bagian dari ekspansi kapasitas
operasional perusahaan.
2. Berdasarkan CALK nomor 14b – Estimasi tagihan restitusi pajak penghasilan,
diketahui bahwa tagihan atas restitusi pajak yang meningkat sebesar 29,3%
atau setara dengan USD 306,12 ribu, di mana hal tersebut diakibatkan karena
adanya peningkatan atas pajak penghasilan perusahaan sebesar USD 283,65
ribu, peningkatan atas pajak penghasilan badan atas entitas anak Perseroan
sebesar USD 8,50 ribu, dan pajak pertambahan nilai sebesar USD 13,96 ribu.
Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang kenaikan estimasi restitusi atas pajak penghasilan.
Tanggapan Perseroan:
Latar belakang dari kenaikan estimasi restitusi pajak penghasilan pada tahun
2025 berasal dari kelebihan kredit pajak yang terjadi di tahun berjalan,
sementara restitusi atas pajak penghasilan tahun 2024 masih belum
terealisasi.
b. Apakah estimasi restitusi PPN sebesar USD 13,96 ribu berasal dari
kegiatan ekspor, pembelian barang modal, atau transaksi lainnya?
Tanggapan Perseroan:
Estimasi restitusi PPN sebesar USD 13.96 ribu yang berasal dari kegiatan
impor bahan baku dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara
PPN masukan (dari impor bahan baku) dengan PPN keluaran (dari
penjualan).
c. Sudah sejauh mana proses restitusi tersebut ditindaklanjuti di otoritas
pajak?
Tanggapan Perseroan:
Hingga laporan ini disusun, proses restitusi pajak penghasilan tahun 2024
masih belum dimulai dan saat ini masih menunggu diterbitkannya surat
pemeriksaan
d. Bagaimana Perseroan menilai tingkat kepastian pengakuan atas restitusi
tersebut di masa mendatang? Apakah terdapat risiko penolakan atau
koreksi dari DJP atas klaim restitusi ini?
Tanggapan Perseroan:
Perseroan sangat optimistis dalam menilai tingkat kepastian atas restitusi
tersebut. Namun, risiko penolakan atau koreksi merupakan hal yang wajar dan
selalu ada dalam setiap proses pemeriksaan. Meskipun demikian, Perseroan
meyakini bahwa potensi koreksi masih berada dalam kendali.
3. Aset lancar lainnya mengalami penurunan USD 1,17 juta (36,4%), namun tidak
terdapat informasi lebih lanjut atas penurunan aset lancar lainnya tersebut.
Agar dijelaskan latar belakang penurunan aset lancar lainnya tersebut.
Tanggapan Perseroan:
Penurunan aset lancar lainnya sebesar USD 1,17 juta (36,4%) disebabkan oleh
penjualan aset komoditas milik Perseroan.
Page 3
4. Berdasarkan CALK nomor 12 – Utang Bank, diketahui bahwa penurunan utang
bank jangka pendek sebesar 13,9% menjadi USD 7,07 juta per 31 Maret 2025
menunjukkan adanya pelunasan atau perubahan dalam struktur pembiayaan
jangka pendek Perseroan, agar dijelaskan:
a. Apakah penurunan tersebut disebabkan oleh perubahan dalam struktur
fasilitas kredit yang dimiliki Perseroan, seperti pencabutan, penyesuaian
plafon, atau adanya restrukturisasi menjadi pinjaman jangka panjang?
Terlebih mengingat bahwa fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri akan
jatuh tempo pada 12 Oktober 2025, serta fasilitas kredit dari PT Bank
UOB Indonesia telah jatuh tempo pada 27 Juni 2025.
Tanggapan Perseroan:
Tidak terdapat perubahan dalam struktur fasilitas kredit yang dimiliki
Perseroan. Penurunan utang bank jangka pendek sebesar 13,9% menjadi USD
7,07 juta per 31 Maret 2025 semata-mata disebabkan oleh siklus kebutuhan
modal kerja.
b. Apakah penurunan utang bank jangka pendek ini mencerminkan adanya
strategi pembiayaan baru, khususnya pergeseran dari penggunaan
sumber dana eksternal (utang bank) ke sumber dana internal, seperti kas
operasional atau arus kas masuk lainnya?
Tanggapan Perseroan:
Penurunan utang bank jangka pendek ini disertai dengan penurunan saldo kas
dan setara kas perusahaan. Hal tersebut disebabkan oleh siklus jatuh tempo
utang bank jangka pendek tersebut. Perseroan tidak menerapkan strategi
pembiayaan baru dalam periode ini.
5. Berdasarkan CALK nomor 20 – Penjualan Bersih, diketahui bahwa pendapatan
Perseroan pada triwulan pertama tahun 2025 mengalami penurunan sebesar
9,8% dibandingkan triwulan pertama tahun 2024, dari USD 17,35 juta menjadi
USD 15,66 juta. Penurunan tersebut disebabkan karena penurunan penjualan
pada pihak ketiga untuk domestik sebesar USD 1,61 juta dan USD 209,01 ribu
untuk penjualan ekspor. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Faktor yang menyebabkan penurunan penjualan kepada pihak ketiga di
pasar domestik sebesar USD 1,61 juta.
Tanggapan Perseroan:
Penurunan penjualan kepada pihak ketiga di pasar domestik sebesar USD 1,61
juta disebabkan oleh penurunan kuantitas penjualan serta penurunan harga
jual.
b. Apakah penurunan penjualan domestik tersebut bersifat musiman atau
ada indikasi perlambatan permintaan dari pelanggan utama tertentu?
Tanggapan Perseroan:
Penurunan penjualan domestik tersebut tidak bersifat musiman dan tidak
terdapat indikasi perlambatan permintaan dari pelanggan utama tertentu.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh lesunya pasar domestik, ketatnya
persaingan, kondisi oversupply, serta ketidakpastian situasi geopolitik.
c. Apakah terdapat perubahan strategi penjualan, distribusi, atau pola
Page 4
pemesanan dari pelanggan domestik selama triwulan pertama 2025 yang
turut memengaruhi angka penjualan?
Tanggapan Perseroan:
Tidak ada perubahan strategi penjualan, distribusi atau pola pemesanan dari
pelanggan domestic selama triwulan pertama 2025 yang ikut mempengaruhi
angka penjualan. Penurunan ini terutama disebabkan oleh lesunya pasar
domestik, ketatnya persaingan, kondisi oversupply, serta ketidakpastian
situasi geopolitik.
d. Latar belakang yang menyebabkan penurunan penjualan ekspor sebesar
USD 209,01 ribu.
Tanggapan Perseroan:
Penurunan penjualan ekspor sebesar USD 209,01 ribu disebabkan oleh
lesunya kondisi ekonomi global, ketatnya persaingan di pasar internasional,
oversupply secara global, serta ketidakstabilan situasi geopolitik.
e. Negara mana yang mengalami penurunan volume ekspor paling
signifikan dan apa penyebab utamanya?
Tanggapan Perseroan:
Negara yang mengalami penurunan volume export paling signifikan adalah
Jepang, Belanda dan China. Penyebab utama adalah lesunya ekonomi global,
ketatnya persaingan di pasar internasional, dan over supply secara global
serta ketidakpastian situasi geopolitik.
f. Apakah ada perubahan dalam produk yang dijual atau pergeseran
segmen pelanggan yang turut memengaruhi nilai penjualan pada periode
ini?
Tanggapan Perseroan:
Tidak ada perubahan dalam produk yang dijual atau pergeseran segmen
pelanggan yang turut memengaruhi nilai penjualan pada periode ini.
g. Apakah terdapat potensi pemulihan atas penurunan penjualan tersebut di
kuartal-kuartal berikutnya dan strategi apa yang sedang disiapkan
Perseroan untuk mengatasinya?
Tanggapan Perseroan:
Perseroan optimistis terhadap potensi pemulihan atas penurunan penjualan
tersebut. Strategi yang secara konsisten dijalankan oleh Perseroan adalah
peningkatan efisiensi produksi.
6. Berdasarkan CALK nomor 21 – Beban Pokok Penjualan, tercatat adanya
penurunan pada beberapa komponen atas beban pokok penjualan selama
triwulan pertama tahun 2025, khususnya pada pembelian bahan baku serta
beban produksi lainnya seperti energi, tenaga kerja langsung, dan biaya
outsourcing atau jasa maklon. Atas hal tersebut, mohon dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan pembelian bahan baku sebesar sekitar USD
506,80 ribu.
Tanggapan Perseroan:
Penurunan pembelian bahan baku sebesar USD 506,80 ribu terjadi seiring
dengan menurunnya kuantitas penjualan.
b. Apakah terdapat perubahan dalam strategi pengelolaan persediaan atau
Page 5
siklus produksi yang memengaruhi kebutuhan bahan baku selama kuartal
pertama 2025?
Tanggapan Perseroan:
Tidak terdapat perubahan dalam strategi pengelolaan persediaan atau siklus
produksi yang memengaruhi kebutuhan bahan baku selama kuartal pertama
2025
c. Faktor penyebab penurunan atas beban produksi, energi, biaya tenaga
kerja langsung, serta biaya outsourcing. Mohon dijelaskan secara terpisah
faktor penyebab penurunan dari masing-masing komponen tersebut.
Tanggapan Perseroan:
Faktor penyebab penurunan atas beban produksi, energi, biaya tenaga kerja
langsung, serta biaya outsourcing terjadi seriing dengan menurunnya kuantitas
penjualan.
d. Apakah efisiensi biaya produksi ini diharapkan berlanjut dalam kuartal-
kuartal berikutnya, atau bersifat temporer saja?
Tanggapan Perseroan:
Perseroan terus menerapkan langkah-langkah efisiensi produksi pada
kuartal-kuartal berikutnya guna memastikan daya saing Perseroan tetap
terjaga di tengah kondisi pasar yang sangat menantang.
e. Bagaimana analisa Perseroan terhadap penurunan beban pokok
penjualan? Apakah berdampak terhadap daya saing harga jual produk
dan profitabilitas ke depan?
Tanggapan Perseroan:
Penurunan beban pokok penjualan yang sejalan dengan turunnya kuantitas
penjualan merupakan indikator positif bahwa Perseroan masih mampu
mempertahankan efisiensi produksinya. Hal ini memberikan dampak positif
terhadap daya saing harga jual produk dan prospek profitabilitas di masa
mendatang.
7. Berdsarkan CALK nomor 22 – Beban Penjualan, diketahui bahwa beban
penjualan Perseroan per 31 Maret 2025 mengalami penurunan sebesar 17,8%
atau setara dengan USD 96,23 ribu, sejalan dengan penurunan pendapatan atas
hasil penjualan dalam dan luar negeri. Penurunan ini terutama berasal dari
komisi penjualan sebesar USD 54,91 ribu dan beban lain-lain sebesar USD 21,11
ribu. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Apakah penurunan beban penjualan sepenuhnya dipicu oleh volume
penjualan yang menurun, atau terdapat efisiensi biaya lain yang
dilakukan Perseroan?
Tanggapan Perseroan:
Penurunan beban penjualan terutama disebabkan oleh menurunnya volume
penjualan. Perseroan secara konsisten berhasil mempertahankan efisiensi
produksi.
b. Apakah terdapat perubahan strategi pemasaran, distribusi, atau
kebijakan komisi yang berdampak langsung pada struktur beban
penjualan?
Page 6
Tanggapan Perseroan:
Tidak ada perubahan strategi pemasaran, distribusi, atau kebijakan komisi
yang berdampak langsung pada struktur beban penjualan.
c. Uraian lebih lanjut mengenai detail komponen “beban lain-lain” yang
turut menurun.
Tanggapan Perseroan:
Komponen “beban lain-lain” yang turut menurun pada periode 31 Maret 2025
ini dikarenakan oleh terjadinya laba dari penjualan asset komoditas
perseroan.
8. Sebagai tindak lanjut atas kenaikan signifikan beban administrasi bank dan
tekanan nilai tukar yang signifikan pada periode 31 Maret 2025, agar dijelaskan:
a. Latar belakang penyebab kenaikan beban administrasi bank sebesar
747,9% per Maret 2025.
Tanggapan Perseroan:
Kenaikan beban administrasi sebesar 747,9% per Maret 2025 disebabkan oleh
kesalahan pencatatan biaya. Seharusnya, per Maret 2025, beban administrasi
bank tercatat sebesar USD 28.624, sedangkan beban keuangan adalah sebesar
USD 222.123.
b. Apakah terdapat perubahan dalam struktur pendanaan yang
berkontribusi terhadap beban keuangan tersebut?
Tanggapan Perseroan:
Tidak terdapat perubahan dalam struktur pendanaan yang berkontribusi
terhadap beban keuangan tersebut. Kenaikan semata-mata disebabkan oleh
kesalahan pencatatn biaya dalam laporan, bukan karena adanya perubahan
fundamental dalam struktur pembiayaan Perseroan.
c. Mohon dijelaskan lebih lanjut mengenai sifat dan sumber kerugian selisih
kurs sebesar USD 797,24 ribu.
Tanggapan Perseroan:
Sifat dan sumber kerugian selisih kurs sebesar USD 797,24 ribu berasal dari
rugi kurs yang bersifat realisasi (realized) maupun belum direalisasi
(unrealized), yang disebabkan oleh pelemahan nilai tukar Rupiah (IDR)
terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), atas transaksi dan aset Perseroan yang
dicatat dalam mata uang Rupiah, sementara pembukuan Perseroan
menggunakan mata uang pelaporan USD.
d. Apakah Perseroan memiliki kebijakan hedging terhadap risiko selisih
kurs? Jika ada, mohon dijelaskan jenis instrumen hedging hingga periode
31 Maret 2025.
Tanggapan Perseroan:
Perseroan memiliki porsi penjualan ekspor yang berfungsi sebagai lindung
nilai alami (natural hedge) terhadap pembelian bahan baku impor. Selain itu,
Perseroan juga menerapkan kebijakan lindung nilai keuangan (financial
hedging) melalui pembelian kontrak forward.
e. Apakah manajemen telah melakukan penyesuaian strategi keuangan
untuk mengantisipasi fluktuasi nilai tukar dan tekanan beban keuangan
di kuartal-kuartal berikutnya?
Page 7
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.