Back to announcement
Perubahan Lebih Dari 20 Persen Jun 2025.pdf
Financial statement Text extracted BUKKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Page 2
Analisa dan Penjelasan Kenaikan dan Penurunan
pada Laporan Posisi Keuangan Per 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dibandingkan
dengan Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2024 (Diaudit)
(disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
A. ASET
A1. Aset Lancar Selisih %
Per 30 Juni 2025 Rp. 2.344.843.726
Per 31 Desember 2024 Rp. 2.374.403.322 (29.559.596) -1,24%
A2. Aset Tidak Lancar
Per 30 Juni 2025 Rp. 7.175.402.717
Per 31 Desember 2024 Rp. 6.778.255.408 397.147.309 5,86%
A TOTAL ASET
Per 30 Juni 2025 Rp. 9.520.246.443
Per 31 Desember 2024 Rp. 9.152.658.730 367.587.713 4,02%
B LIABILITAS DAN EKUITAS
B1. LIABILITAS Selisih %
B1a. Liabilitas Jangka Pendek
Per 30 Juni 2025 Rp. 1.750.452.769
Per 31 Desember 2024 Rp. 2.069.574.879 (319.122.110) -15,42%
B1b. Liabilitas Jangka Panjang
Per 30 Juni 2025 Rp. 2.323.034.095
Per 31 Desember 2024 Rp. 1.997.728.925 325.305.170 16,28%
B1. Total Liabilitas
Per 30 Juni 2025 Rp. 4.073.486.864
Per 31 Desember 2024 Rp. 4.067.303.804 6.183.060 0,15%
B2. EKUITAS
Per 30 Juni 2025 Rp. 5.466.759.579
Per 31 Desember 2024 Rp. 5.085.354.926 381.404.653 7,50%
B TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
Per 30 Juni 2025 Rp. 9.540.246.443
Per 31 Desember 2024 Rp. 9.152.658.730 387.587.713 4,23%
Page 3
Detail Rasio Per 31 Desember 2024 dibandingkan dengan saldo Per 30 Juni 2025
A. Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar
No. Keterangan Per 31 Desember 2024 Per 30 Juni 2025 %
Kas dan Setara Kas 228.259.945 256.050.744 12,18%
Dana Yang Dibatasi Penggunaannya 163.468.104 287.344.327 75,78%
Piutang Usaha 470.452.860 563.277.667 19,73%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 394.191.342 156.434.249 -60,32%
Piutang Lain-Lain 2.516.418 3.290.042 30,74%
Persediaan 648.774.279 623.645.070 -3,87%
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 258.105.739 378.398.301 46,61%
Pajak Dibayar Dimuka 208.634.635 76.403.326 -63,38%
2.374.403.322 2.344.843.726 -1,24%
Uang Muka 255.465.546 224.560.188 -12,10%
Piutang Lainnya Pihak Berelasi 3.160.998 3.821.753 20,90%
Pinjaman Direksi dan Karyawan 1.443.237 1.399.407 -3,04%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 1.516.516.128 1.704.952.874 12,43%
Penyertaan pada Entitas Asosiasi 3.886.238.102 4.153.563.724 6,88%
Aset Pajak Tangguhan-Bersih 44.544.656 44.544.656 0,00%
Aset Tetap 1.061.710.918 1.033.757.191 -2,63%
Aset Lain-Lain 9.175.823 8.802.924 -4,06%
Goodwill - - 0,00%
6.778.255.408 7.175.402.717 5,86%
9.152.658.730 9.520.246.443 4,02%
B. Liabilitas
No. Keterangan Per 31 Desember 2024 Per 30 Juni 2025 %
Utang Bank 465.675.240 344.828.264 -25,95%
Utang Usaha 573.867.225 586.676.014 2,23%
Utang Lain-Lain 5.374.541 5.631.196 4,78%
Utang Pajak 54.572.113 23.302.477 -57,30%
Uang Muka Pelanggan 111.770.378 99.819.932 -10,69%
Beban Masih Harus Dibayar 610.424.341 553.517.546 -9,32%
Utang Jatuh Tempo Kurang Dari Satu Tahun
- Utang Bank 219.456.000 109.728.000 -50,00%
- Utang Pihak Yang Berelasi 18.227.019 18.227.019 0,00%
- Utang Sewa Pembiayaan 10.208.022 8.722.321 -14,55%
2.069.574.879 1.750.452.769 -15,42%
Utang Kepada Pihak Berelasi 258.989.490 257.493.063 -0,58%
Liabilitas Imbalan Kerja 10.035.618 12.377.684 23,34%
Utang Jatuh Tempo Lebih Dari Satu Tahun
- Pinjaman Bank 1.715.300.210 2.039.050.210 18,87%
- Utang Lain-Lain 9.702.228 13.704.499 41,25%
- Utang Sewa Pembiayaan 3.701.379 158.639 -95,71%
1.997.728.925 2.322.784.095 16,27%
4.067.303.804 4.073.236.864 0,15%
Page 4
Berikut penjelasan atas rasio diatas (nilai penuh) :
1. Dana Yang Dibatasi Penggunaannya
Saldo Deposito yang Dibatasi Penggunaannya mengalami kenaikan sebesar 75,78% dari sebesar Rp. 163,47 Milyar
menjadi Rp. 287,34 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya penempatan deposito yang dibatasi penggunaannya
sebesar Rp. 192,52 Milyar dari sebesar Rp. 75,52 Miliar yang salah satunya merupakan deposito di PT Bank
Mandiri atas dana cadangan DSRA untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga dari limit KMK Transaksional sesuai dengan
Perjanjian Kredit terakhir dan deposito yang digunakan sebagai jaminan kepada PT Bank Mandiri sehubungan
dengan permohonan Kredit Angunan Surat Berharga (KASB) Perusahaan.
Selain itu peningkatan dikarenakan rekening yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp. 94,82 Milyar dari sebesar
Rp. 87,94 Milyar yang merupakan dana dalam bentuk rekening bank yang dimiliki di PT Bank Mandiri digunakan
sebagai jaminan cadangan Debt Service Reserve Account (DSRA) untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga triwulanan
dan 1 (satu) kali angsuran triwulanan maksimal pada saat efektif fasilitas sampai dengan fasilitas kredit lunas.
2. Aset Keuangan Dari Kontrak Konsesi - Aset Lancar
Penurunan saldo Aset keuangan dari kontrak konsesi sebesar 60,32% atau setara dengan Rp. 237,76 Milyar dari
semula sebesar Rp. 394,19 Milyar menjadi Rp. 156,43 Milyar. Merupakan nilai aset keuangan untuk proyek
konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, antara Entitas Anak –
PT Baja Titian Utama dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Republik Indonesia selama 12 tahun terhitung sejak tanggal efektif, berdasarkan perjanjian Kerjasama Pemerintah
dengan Badan Usaha (KPBU) No.12/PKS/Db/2021 dan No.001/PTBTU-DIR/XII/2021, yang telah diklasifikasikan
sebagai aset keuangan sebagai hasil penerapan ISAK 112. Masa kerjasama adalah selama 12 Tahun terhitung sejak
tanggal efektif dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2034, yang terdiri dari target penyelesaian masa konstruksi
selama 2 tahun dan masa layanan selama 10 tahun. Masa Layanan dapat diperpanjang dan/atau ditambah sesuai
kententuan dalam kontrak.
3. Piutang lain-lain
Kenaikan saldo Piutang Lain-Lain sebesar 30,74% dari saldo sebelumnya atau dari sebesar Rp. 2,52 Milyar menjadi
sebesar Rp. 3,29 Milyar. Hal ini dikarenakan penambahan pinjaman oleh pihak ketiga lainnya yang bukan dalam
transaksi usaha dan akan dikembalikan dalam jangka pendek.
4. Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka
Kenaikan saldo Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka sebesar 46,61% dari semula Rp. 258,11 Milyar menjadi
sebesar Rp. 378,39 Milyar karena peningkatan saldo/pembayaran dalam pos uang muka kepada pemasok dan
uang muka pembelian material untuk penyelesaian Proyek Garbarata, Proyek transmisi PLN, Proyek Oil dan Gas
yang saat ini sedang dalam proses pembangunan/pengerjaan, dan beberapa proyek lainnya.
5. Pajak Dibayar Dimuka
Penurunan saldo Pajak Dibayar Dimuka sebesar 63,38% atau setara dengan Rp. 132,23 Milyar dari saldo per 31
Desember 2024 sebesar Rp. 208,63 Milyar terjadi di pos Pajak Pertambahan Nilai.
6. Piutang Lainnya Pihak Berelasi
Kenaikan saldo Piutang Lainnya Pihak Berelasi sebesar 20,90% atau setara dengan Rp. 660,75 Juta karena adanya
penerimaan pinjaman Pihak Berelasi.
7. Utang Bank
Penurunan saldo Utang Bank sebesar 25,95% atau setara dengan Rp. 120,84 Milyar dari sebesar
Rp. 465,67 Milyar menjadi Rp. 344,82 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran atas pinjaman bank baik
milik Induk Perusahaan maupun Entitas Anak Perusahaan.
8. Utang Pajak
Penurunan saldo Utang Pajak sebesar 57,30% atau setara dengan Rp. 31,27 Milyar dari sebesar Rp. 54,57 Milyar
menjadi Rp. 23,30 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran utang PPh pasal 23, PPh pasal 29, PPh Pasal 21
dan pajak penghasilan lainnya.
Page 5
9. Utang Bank (Jangka Pendek)
Penurunan saldo Utang Bank sebesar 50,00% atau setara dengan Rp. 109,73 Milyar dari sebesar Rp. 219,46
Milyar menjadi Rp. 109,73 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran utang bank atas pinjaman baik milik
Induk Perusahaan maupun Entitas Anak Perusahaan.
10. Liabilitas Imbalan Kerja
Kenaikan saldo Liabilitas Imbalan Kerja sebesar 23,34% atau setara dengan Rp. 2,34 Milyar dari sebesar Rp. 10,03
Milyar menjadi Rp. 12,38 Milyar terjadi dikarenakan penambahan kewajiban imbalan kerja tahun berjalan.
11. Utang Lain-Lain (Jangka Panjang)
Kenaikan saldo Utang Lain-Lain sebesar 41,25% atau setara dengan Rp. 4,00 Milyar dari sebesar Rp. 9,70 Milyar
menjadi Rp. 13,70 Milyar. Hal dikarenakan adanya penambahan pinjaman dari pihak ketiga lainnya yang bukan
dalam transaksi usaha dan akan bayarkan dalam jangka panjang.
12. Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Panjang)
Penurunan utang sewa pembiayaan sebesar 97,71% atau setara dengan Rp. 3,54 Milyar karena pembayaran
cicilan kepada pihak leasing (Mandiri Tunas Finance, Astra Sedaya Finance serta beberapa pihak leasing lainnya)
atas pembelian aset tetap.
Demikian penjelasan kami atas terjadinya deviasi antara Saldo per 30 Juni 2025 dengan Saldo per 31 Desember 2024
yang melebihi 20% sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-E Ketentuan angka III.1.4.
Terima kasih
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Baja Titian Utama
p.4
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.