Back to announcement
IPCC_Penjelasan Perubahan Aset Liabilitas Q2 2025.pdf
Financial statement Text extracted IPCCSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1 OCR 0.932
JI PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN Nomor P Ka.01.01/124/7/NWERI/ DIRKAY PNKT 25 Lampiran : - Perihal : Penjelasan Perubahan Signifikan atas Aset dan/atau Liabilitas dalam Laporan Keuangan Kuartal II Tahun 2025 Jakarta, 21 Juli 2025 Kepada Yth. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Jl. Jend Jakarta leral Sudirman Kav. 52-53 12190 Dengan hormat, 1 Menindaklanjuti penyampaian Laporan Keuangan Kuartal II Tahun 2025 PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, bersama ini kami sampaikan penjelasan atas beberapa perubahan material dalam pos-pos aset dan liabilitas, khususnya yang mengalami pergerakan lebih dari 2096 dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya. Penjelasan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab Perseroan dalam mewujudkan prinsip transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik. Perubahan pada pos aset selama periode pelaporan mencerminkan respons Perusahaan terhadap pertumbuhan kegiatan usaha, strategi efisiensi fiskal, serta penyesuaian atas kerja sama operasional yang dijalankan. Pergerakan ini tidak hanya menggambarkan dinamika transaksi keuangan yang berlangsung, tetapi juga menunjukkan upaya perusahaan dalam mengelola likuiditas dan aset lancar secara adaptif dan terencana. Adapun rincian perubahan signifikan yang terjadi adalah sebagai berikut:: a. Terdapat pertumbuhan signifikan pada beberapa pos aset lancar. Salah satu perubahan utama terjadi pada Piutang Usaha Pihak Berelasi, yang mencatatkan kenaikan sebesar 395,054 dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan operasional yang signifikan di wilayah Satelit Banjarmasin, yang merupakan bagian dari kerja sama operasional antara Perseroan dengan Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT). Dalam mekanisme kerja sama tersebut, SPMT bertindak sebagai entitas yang menerbitkan tagihan kepada pihak ketiga atas jasa yang diberikan. Sementara itu, bagian pendapatan yang menjadi hak PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk atas jasa yang telah dilaksanakan dicatat sebagai piutang usaha pihak berelasi kepada SPMT. Seiring dengan meningkatnya volume kegiatan operasional di wilayah kerja sama tersebut, nilai pendapatan yang menjadi hak Perseroan turut mengalami peningkatan yang cukup besar, sehingga berdampak langsung pada kenaikan saldo piutang kepada pihak berelasi yang tercatat dalam laporan keuangan. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia www.indonesiacarterminal.co.id T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id
Page 2 OCR 0.951
PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN b. Beban Dibayar Dimuka mengalami peningkatan signifikan sebesar 2.734,4696 dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya dua transaksi utama yang dicatat di awal tahun 2025. Pertama, pembayaran beban cuti tahunan karyawan untuk tahun 2025 telah dilakukan secara penuh pada awal Januari. Sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku, beban tersebut dicatat sebagai beban dibayar di muka dan selanjutnya diamortisasi secara prorata selama periode tahun berjalan, sehingga mencerminkan pembebanan yang wajar dan sistematis terhadap laporan laba rugi. Kedua, Perseroan juga telah melakukan pembayaran atas kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada bulan April 2025, lebih awal dari jadwal pembayaran normal yang biasanya dilakukan pada bulan September. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi keuangan, karena pembayaran lebih awal memungkinkan Perseroan untuk memperoleh potongan atau insentif pembayaran yang diberikan oleh pemerintah daerah. c. Akun Uang Muka menunjukkan kenaikan sebesar 29,88, Peningkatan ini mencerminkan tingginya intensitas dan mobilitas kegiatan operasional serta administratif yang dilakukan secara lintas area. Uang muka diberikan sebagai dana pendahuluan untuk mendukung berbagai aktivitas perusahaan, termasuk kegiatan operasional, serta pelaksanaan program kerja yang masih berlangsung. Hingga tanggal pelaporan, sebagian dari kegiatan belum mencapai tahap penyelesaian, sehingga nilai uang muka masih tercatat dalam laporan keuangan. Kenaikan ini mencerminkan dinamika operasional perusahaan yang aktif serta pengelolaan keuangan yang adaptif dalam menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan lintas satelit atau wilayah secara tepat waktu. .d. Penurunan Aset Kontrak Pihak Ketiga sebesar 70,23 Y dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena aset kontrak yang sebelumnya dicatat yang pada dasarnya merupakan pendapatan atas jasa yang telah dilakukan namun belum diterbitkan notanya, telah berubah statusnya menjadi pendapatan usaha setelah nota diterbitkan. Dengan kata lain, hak atas pendapatan yang sebelumnya masih tertahan sebagai aset kontrak kini telah tercatat sebagai piutang karena pelanggan telah di terbitkan notanya. Perubahan ini mencerminkan bahwa proses operasional dan administrasi berjalan lebih cepat dan efisien di Kwartal Il tahun 2025, seiring dengan percepatan aktivitas layanan dan penyelesaian pekerjaan yang dilakukan oleh Perusahaan. Penurunan ini juga menunjukkan bahwa Perusahaan semakin responsif dalam menyelesaikan kewajiban kepada pelanggan, sehingga proses pencatatan pendapatan menjadi lebih real-time dan akurat. e. Setelah sebelumnya disampaikan mengenai perubahan signifikan pada pos-pos aset lancar, berikut ini dijelaskan mengenai perubahan pada pos Aset Tidak Lancar Perseroan selama periode pelaporan. Aset Tidak Lancar mengalami penurunan sebesar 21,6196, yang utamanya disebabkan oleh proses amortisasi atas aset kontrak sesuai dengan ketentuan dalam PSAK 73: Sewa. Aset kontrak yang dimaksud merupakan aset tetap milik Pelindo Regional 2 yang digunakan oleh Perusahaan berdasarkan perjanjian kerja sama operasional antara kedua entitas. Sesuai dengan PSAK 73, aset sewa yang diakui oleh pihak penyewa (dalam hal ini PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia www.indonesiacarterminal.co.id T 46221 43932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id sasa
Page 3 OCR 0.951
J PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN Perusahaan) harus diamortisasi secara sistematis selama masa manfaat ekonomisnya, sesuai jangka waktu sewa yang tercantum dalam perjanjian. Penurunan nilai aset tidak lancar ini mencerminkan pelaksanaan kewajiban akuntansi atas amortisasi tersebut, yang dilakukan secara konsisten dan sesuai prinsip kehati-hatian serta standar pelaporan keuangan yang berlaku. Penurunan ini bersifat wajar dan mencerminkan perlakuan akuntansi yang sesuai dengan prinsip right-of-use asset, yang mengatur bahwa aset sewa tidak menunjukkan penambahan nilai baru, melainkan mengalami penurunan secara periodik seiring dengan penggunaannya. 8: Perubahan pada pos liabilitas jangka pendek mencerminkan langkah strategis Perseroan dalam mengelola kewajiban jangka pendek secara efisien dan akuntabel. Dinamika ini juga mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip akuntansi yang berlaku serta komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik. Adapun rincian perubahan signifikan yang terjadi adalah sebagai berikut: a. Perubahan yang cukup Perubahan yang cukup signifikan terjadi pada pos Liabilitas Jangka Pendek, khususnya pada akun Utang Usaha kepada Pihak Ketiga, yang tercatat mengalami penurunan sebesar 24,5396 dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan peningkatan efektivitas pengelolaan arus kas serta kedisiplinan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan tepat waktu kepada para pemasok atau mitra penyedia barang dan jasa. Selama periode pelaporan, Perusahaan secara aktif telah melakukan pelunasan terhadap tagihan yang jatuh tempo, baik untuk pembelian barang, operasional, maupun jasa pendukung kegiatan usaha. Strategi pengelolaan utang usaha ini juga merupakan bagian dari upaya Perusahaan dalam menjaga reputasi dan hubungan kerja yang baik dengan para mitra, sekaligus menciptakan struktur liabilitas yang sehat dan berkelanjutan. Penurunan ini tidak hanya menunjukkan kemampuan keuangan perusahaan, tetapi juga komitmen dalam menjalankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) melalui pengelolaan kewajiban yang tepat waktu dan transparan. b. Liabilitas Jangka Pendek Pihak Ketiga Hutang Usaha lain-lain mengalami kenaikan signifikan sebesar 79,3096. Kenaikan ini utamanya berasal dari kewajiban atas pengadaan barang dan jasa yang bersifat investasi, seiring dengan semakin bertambahnya pengakuan fisik atas progres pekerjaan investasi yang dilakukan perusahaan. Hal ini mencerminkan akselerasi pelaksanaan proyek-proyek strategis perusahaan yang sedang berjalan, yang pembayaran tahapannya baru akan direalisasikan setelah penyelesaian pekerjaan sesuai kontrak. c. Di sisi lain, Utang Usaha lain-lain kepada pihak berelasi justru mencatat penurunan sebesar 77,1196. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rutinitas rekonsiliasi data yang dilakukan secara konsisten dan terstruktur antara perusahaan dengan group entitas berelasi. Melalui rekonsiliasi tersebut, diperoleh kesepahaman yang lebih cepat terkait nilai transaksi dan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. JL Sindang Laut No.10, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia www.indonesiacarterminal.co.id T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id y sisi
Page 4 OCR 0.948
PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN kewajiban masing-masing pihak, sehingga mempercepat proses penagihan dan penyelesaian kewajiban usaha. d. Pos Beban Akrual mengalami penurunan sebesar 27,554 pada Triwulan II Tahun 2025 jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Penurunan ini utamanya disebabkan oleh telah direalisasikannya pembayaran atas kewajiban kepada penyedia barang danatau jasa yang sebelumnya diakui sebagai beban akrual pada periode pelaporan sebelumnya. Dalam praktiknya, beban akrual merupakan bentuk pengakuan akuntansi atas kewajiban yang timbul karena perusahaan telah menerima barang atau jasa dari pihak ketiga, namun proses pembayarannya masih tertunda hingga setelah tanggal pelaporan. Pembayaran yang dilakukan pada Triwulan Il 2025 tersebut mencerminkan penyelesaian atas transaksi yang telah terjadi sebelumnya dan menunjukkan komitmen perusahaan dalam menunaikan kewajiban tepat waktu. Hal ini juga menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan kewajiban jangka pendek serta peningkatan koordinasi antara fungsi operasional dan keuangan dalam menyelaraskan realisasi belanja dengan pencatatan akuntansi. Dengan demikian, penurunan beban akrual ini merupakan indikator positif terhadap kesehatan keuangan perusahaan dan kepatuhan terhadap prinsip akuntansi yang berlaku umum. .e. Pos Utang Pajak mengalami penurunan sebesar 24,744 pada Triwulan II Tahun 2025 dibandingkan dengan periode sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh telah dilaksanakannya pembayaran PPh Pasal 29 atas kewajiban perpajakan yang timbul dari laba fiskal tahun buku 2024. Sebagaimana diketahui, PPh Pasal 29 merupakan pajak penghasilan yang dibayarkan sendiri oleh Wajib Pajak pada saat pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, setelah memperhitungkan total kredit pajak yang telah dilakukan sepanjang tahun berjalan. Pada periode sebelumnya, kewajiban tersebut telah diakui dan dicatat sebagai utang pajak, dan realisasi pembayarannya dilakukan pada Triwulan II 2025 sesuai ketentuan batas waktu pelaporan dan pembayaran pajak tahunan. Penurunan saldo utang pajak ini menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi kewajiban perpajakannya secara tepat waktu dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, hal ini juga mencerminkan komitmen perusahaan terhadap kepatuhan fiskal dan pengelolaan kewajiban perpajakan yang baik, serta meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata regulator dan pemangku kepentingan lainnya. f Pos Utang Dividen pada laporan keuangan Triwulan Il Tahun 2025 terbentuk berdasarkan hasil keputusan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 17 Juni 2025 Nomor 41, di mana disetujui pembagian dividen atas laba bersih tahun buku 2024 kepada para pemegang saham. Berdasarkan keputusan tersebut, perusahaan mencatat utang dividen sebesar Rp125.365.660.394,- yang terdiri dari: Rp90.263.258.459 kepada pihak berelasi yaitu PT Pelindo Multi Terminal dan PT Multi Terminal Indonesia dan sisanya kepada pemegang saham publik. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia www.indonesiacarterminal.co T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminakco.id Sa sena
Page 5 OCR 0.952
4 I PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN Pengakuan atas utang dividen ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyalurkan hasil usaha secara transparan dan akuntabel kepada seluruh pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan dalam kondisi keuangan yang sehat sehingga mampu melakukan distribusi dividen, yang sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada investor atas kinerja dan profitabilitas perusahaan selama tahun buku sebelumnya. Selain itu, pencatatan utang dividen ini juga dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar pelaporan keuangan serta ketentuan regulasi pasar modal yang mengatur tentang kewajiban pengungkapan transaksi kepada pemegang saham. Pada pos Liabilitas Jangka Pendek Lainnya, khususnya yang berkaitan dengan pihak berelasi, tercatat penurunan sebesar 20,774 dibandingkan dengan periode sebelumnya. Pos ini umumnya mencerminkan kewajiban perusahaan atas dana titipan pegawai, yaitu sejumlah potongan dari penghasilan karyawan yang ditujukan untuk dibayarkan kepada pihak ketiga terkait, seperti lembaga penyelenggara jaminan sosial, asuransi, atau dana kesejahteraan lainnya. Liabilitas Sewa Jangka Pendek Liabilitas Sewa Jangka Pendek mengalami kenaikan sebesar 41,294 dibandingkan dengan periode sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan oleh pengakuan kewajiban perusahaan atas kerja sama penggunaan aset milik PT Pelindo Regional 2, dalam rangka operasional perusahaan. Berdasarkan ketentuan dalam PSAK 73 mengenai sewa, perusahaan wajib mengakui kewajiban sewa dan aset hak guna (right-of-use asset) sejak awal masa sewa, meskipun hingga periode pelaporan belum terdapat realisasi pembayaran ataupun tagihan dari pihak pemberi sewa. Sehubungan dengan hal tersebut, perusahaan mencatat liabilitas sewa jangka pendek sebagai bentuk pencadangan atas kewajiban yang secara substansi telah timbul, untuk memenuhi prinsip kehati-hatian dan keterbukaan informasi keuangan. Pencatatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjalankan perjanjian kerja sama secara akuntabel dan sesuai standar pelaporan keuangan yang berlaku. Dengan demikian, kenaikan pada pos ini tidak mencerminkan munculnya kewajiban baru secara komersial, melainkan merupakan penyesuaian akuntansi atas kewajiban sewa yang belum ditagihkan namun telah memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan. Kami percaya bahwa perubahan-perubahan ini mencerminkan dinamika operasional yang sehat, disiplin pengelolaan keuangan yang kuat, serta komitmen Perseroan dalam menjaga integritas, efisiensi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek operasional dan Keuangan. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia T 4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id www.indonesiacarterminal.co.id
Page 6 OCR 0.896
J PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN 5. Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Perusahaann akan terus menjaga kepercayaan para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan terhadap kinerja dan integritas yang dijalankan secara konsisten. Hormat kami. PT INDONESIA KENDARAAN TERMINAL Tbk Direktur Keuangan, SDM & Manajemen Risiko EBINDO MULTI TERMINAL ERMINATKENDARAAN WING MEGANTORO, ? PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia www.indonesiacarterminal.co.id T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Pelindo Multi Terminal
p.1 ×2
unresolved
org
PT Pelindo Regional
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 7
FinancialStatement-2025-II-IPCC.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done
IPCC_SPD Q2 2025.pdf
done