Skip to content
Back to announcement

20250718_MHKI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31915754_lamp2.pdf

Other Text extracted MHKI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
Laporan Keuangan per 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025

   1. Berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 5 tentang Piutang Usaha,
      Perseroan mencatatkan piutang usaha sebesar Rp17,9 miliar atau mengalami penurunan
      sebesar 28,4% dibandingkan posisi per 31 Desember 2023 sebesar Rp25,07 miliar. Sejumlah
      Rp7 miliar atau 37,7% dari total piutang usaha per 31 Desember 2024 telah melewati jatuh
      tempo.

       Namun demikian pada 31 Maret 2025 Perseroan membukukan peningkatan piutang usaha
       menjadi Rp30,4 miliar dengan total piutang yang telah melewati jatuh tempo sebesar Rp18,3
       miliar atau mencapai 60,3% dari total piutang. Bursa meminta Perseroan untuk menjelaskan
       hal-hal sebagai berikut:
       a. Pertanyaan :
           Latar belakang peningkatan piutang usaha per 31 Maret 2025 bila dibandingkan dengan
           piutang usaha per 31 Desember 2024.
           Jawaban :
           Peningkatan piutang usaha per 31 Maret 2025 sejalan dengan peningkatan omzet yang
           dicapai oleh Perseroan. Target omzet sebesar Rp271 miliar pada tahun 2025 berdampak
           langsung terhadap bertambahnya nilai piutang usaha. Perseroan menetapkan tenggat
           waktu pembayaran (due date) kepada pelanggan dalam rentang 30 hingga 90 hari. Hal ini
           juga tercermin dari kenaikan omzet pada periode yang sama dibandingkan tahun
           sebelumnya, sehingga turut berkontribusi terhadap peningkatan piutang.

       b. Pertanyaan :
          Strategi Perseroan untuk melakukan kolektabilitas penagihan piutang usaha.
          Jawaban :
          Perseroan secara aktif menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan kolektabilitas
          piutang, antara lain melalui pengiriman pengingat kepada pelanggan menggunakan surat
          elektronik, mengirimkan pesan daring melalui media aplikasi, maupun kunjungan
          langsung ke kantor pelanggan apabila piutang telah melampaui jatuh tempo, dengan
          mempertimbangkan umur piutang yang bersangkutan.

       c. Pertanyaan :
          Apakah terdapat piutang usaha dengan jumlah 10% atau lebih? Agar dijelaskan.
          Jawaban :
          Pada kuartal I tahun 2025, PT PLN (Persero) Kantor Pusat tercatat sebagai pelanggan
          dengan kontribusi piutang usaha sebesar lebih dari 10%. Sementara pada laporan
          keuangan tahunan 2024, PT Sinarmas Bio Energy tercatat sebagai pelanggan dengan nilai
          piutang usaha sekitar 10% dari total piutang.
Page 2
   d. Berdasarkan profil piutang usaha per 31 Maret 2025, agar dapat dilengkapi 5 (lima)
      pelanggan terbesar atas piutang Perseroan di bawah sebagai berikut:
           No               Nama Pelanggan             Total Piutang     Tahun       Status Piutang
                                                           (Rp)         Piutang
           1      PT PLN (Persero) Kantor Pusat       10.852.927.240   2025       Piutang lancar
           2      Jinhua Zinc Technology (Thailand)   2.208.406.500    2025       Piutang lancar
                  Co., LTD
           3      PT Cipta Orion Metal                1.954.186.080    2025       Piutang lancar
           4      PT Hein Global Utama                1.123.689.352    2025       Piutang lancar
           5      PT ABC Kogen Dairy                  1.033.312.320    2025       Piutang lancar


   e. Status penagihan piutang tersebut hingga tanggal tanggapan surat permintaan penjelasan
      dengan mengisi tabel berikut:

               Keterangan            Jumlah             Total          Outstanding      Outstanding
                                 (31 Mar 2025)        Penagihan           (Rp)              (%)
         Lancar                  12.093.492.745       12,075,062,745      18,430,000           0.15%
         1-30 hari               17.140.114.801       17,088,014,801      52,100,000           0.30%
         31-60 hari                 483.195.079         396,034,381       87,160,698          18.04%
         61-90 hari                 269.442.644         179,990,163       89,452,481          33.20%
         91-120 hari                          0                                                0.00%
         Lebih dari 120 hari        455.926.600           18,000,000     437,926,600          96.05%
         Total                   30.442.171.869       29,757,102,090     685,069,779           2.25%


2. Pertanyaan :
   Kebijakan Perseroan dalam menentukan cadangan penurunan nilai piutang beserta
   pemenuhan standar akuntansi mengenai cadangan atas kerugian penurunan nilai. Mengingat
   Perseroan hanya membukukan penyisihan atas penurunan nilai sebesar Rp660,9 juta atau
   setara dengan 2,2% dari total piutang usaha per 31 Maret 2025.
   Jawaban :
   Perseroan menerapkan pendekatan historis berbasis risiko kredit dalam menetapkan
   cadangan penurunan nilai piutang. Perseroan menyisihkan sekitar 2,2% dari total piutang jatuh
   tempo sebagai penyisihan penurunan nilai, sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan ketentuan
   PSAK yang berlaku.

3. Pertanyaan :
   Berdasarkan CALK nomor 7 tentang Persediaan, Perseroan membukukan peningkatan
   persediaan sebesar 23,5% atau menjadi Rp7,3 miliar per 31 Desember 2024. Kemudian per 31
   Maret 2025 Perseroan juga membukukan peningkatan persediaan menjadi Rp9,9 miliar. Atas
   hal tersebut, agar dijelaskan latar belakang peningkatan persediaan pada 31 Maret 2025.
   Jawaban :
   Peningkatan persediaan hingga mencapai Rp9,9 miliar per 31 Maret 2025 didorong oleh
   strategi pembelian bahan baku secara masif guna menunjang pencapaian target omzet
   tahunan. Pembelian ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi kebutuhan produksi yang
   meningkat.
Page 3
4. Berdasarkan CALK nomor 8, Uang Muka mengalami peningkatan sebesar 293,7% atau dari
   Rp14,4 miliar pada 31 Desember 2023 menjadi Rp55,4 miliar pada 31 Desember 2024.
   Selanjutnya pada 31 Maret 2025, Perseroan juga membukukan peningkatan uang muka
   menjadi Rp73,1 miliar. Peningkatan tersebut utamanya dikarenakan adanya peningkatan uang
   muka pembelian aset. Bursa meminta Perseroan untuk menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
   a. Pertanyaan :
       Rincian uang muka pembelian aset.
       Jawaban :
       Rincian uang muka disampaikan oleh Perseroan dalam lampiran terlampir (Lampiran 1).

    b. Pertanyaan :
       Latar belakang peningkatan akun uang muka pembelian aset yang relatif signifikan.
       Jawaban :
       Peningkatan signifikan terutama disebabkan oleh pembayaran uang muka pembelian
       lahan di Lamongan yang berkaitan dengan ekspansi usaha Perseroan.

5. Berdasarkan CALK nomor 12 tentang Aset Tetap terdapat informasi bahwa pada tahun 2024
   Perseroan melakukan reklasifikasi sebesar Rp489,2 juta dari sebelumnya mesin dan peralatan
   menjadi kendaraan. Atas hal tersebut, Bursa meminta Perseroan untuk menjelaskan hal-hal
   sebagai berikut:
   a. Pertanyaan :
       Latar belakang dari reklasifikasi tersebut.
       Jawaban :
       Reklasifikasi dari akun “mesin dan peralatan” ke “kendaraan” dilakukan agar nilai aset yang
       disajikan mencerminkan klasifikasi yang sesuai dengan objek dan sisa kewajiban leasing
       yang relevan.

    b. Pertanyaan :
       Saldo aset tetap bersih pada balance sheet per 31 Maret 2025 adalah sebesar
       Rp244.342.730.004 namun demikian pada CALK nomor 12 menunjukkan saldo aset tetap
       bersih (carrying value) sebesar Rp245.445.904.444. Atas hal tersebut, agar dijelaskan latar
       belakang terdapat perbedaan saldo aset tetap bersih antara laporan posisi keuangan dan
       CALK tersebut.
       Jawaban :
       Perbedaan saldo aset tetap antara neraca dan CALK telah dikoreksi dan disesuaikan
       Perseroan dalam pelaporan XBRL pada tanggal 6 Mei 2025.

    c. Pertanyaan :
       Mohon dijelaskan apa dampak dari perbedaan saldo aset tetap bersih, termasuk potensi
       pengaruhnya terhadap analisis keuangan, kepatuhan terhadap standar akuntansi, serta
       persepsi pemangku kepentingan.
Page 4
       Jawaban :
       Perbedaan tersebut tidak berdampak material terhadap laporan keuangan. Setelah
       koreksi, saldo aset tetap telah sesuai dengan laporan posisi keuangan dan tidak
       memengaruhi analisis keuangan, standar akuntansi, maupun persepsi pemangku
       kepentingan.

6. Berdasarkan CALK nomor 15 tentang Utang Usaha, Perseroan membukukan penurunan utang
   usaha dengan pihak berelasi dan pihak ketiga, dimana masing-masing turun sebesar 1,8% dan
   5,5% per 31 Desember 2024 atau menjadi Rp2,47 miliar dan Rp5,5 miliar. Namun demikian
   pada 31 Maret 2025, Perseroan membukukan peningkatan utang usaha dengan pihak berelasi
   dan pihak ketiga, dimana masing-masing menjadi Rp3,2 miliar dan Rp12,2 miliar. Bursa
   meminta Perseroan untuk menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
   a. Pertanyaan :
       Latar belakang peningkatan utang usaha pada 31 Maret 2025.
       Jawaban :
       Peningkatan utang usaha pada 31 Maret 2025 terjadi seiring peningkatan aktivitas
       pembelian barang dan jasa sebagai bagian dari strategi untuk menunjang pertumbuhan
       omzet Perseroan.

   b. Pertanyaan :
      Rincian utang usaha pihak ketiga lain-lain per 31 Maret 2025.
      Jawaban :
      Rincian utang usaha pihak ketiga lain-lain per 31 Maret 2025, disampaikan dalam lampiran
      terlampir (Lampiran 2).

   c. Mohon untuk mengisi rincian utang usaha berdasarkan umur pada tabel berikut:
       Keterangan        31 Mar 2025        Realisasi      Sisa Utang       Persentase
                                          Pembayaran                      Pembayaran (%)
    Belum         Jatuh 4.785.833.369    4.785.833.369          -              100%
    Tempo
    1-30 hari           1.610.700.316    1.610.700.316          -              100%
    31-60 hari          9.080.362.019    9.080.362.019          -              100%
    61-90 hari
    Lebih dari 90 hari
    Total               15.476.895.704 15.476.895.704           -              100%



7. Pertanyaan :
   Berdasarkan CALK nomor 18 tentang Beban Akrual, terdapat kenaikan sebesar 2.665,5% dari
   Rp50,3 juta per 31 Desember 2023 menjadi Rp 1,39 miliar per 31 Desember 2024. Kenaikan
   beban akrual ini utamanya didasari pada kenaikan beban akrual gaji, dari sebelumnya Rp15,90
   juta per 31 Desember 2023 menjadi Rp1,31 miliar per 31 Desember 2024. Atas hal tersebut,
   agar dijelaskan latar belakang peningkatan beban akrual gaji tersebut.
Page 5
   Jawaban :
   Kenaikan signifikan beban akrual gaji disebabkan oleh pencatatan beban pesangon atas
   wafatnya Direktur Utama Perseroan pada tahun 2024. Beban tersebut diakui sesuai dengan
   ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku.

8. Berdasarkan CALK nomor 20 tentang Utang Bank, utang bank Perseroan mengalami kenaikan
   sebesar 401,51% dari sejumlah Rp824,68 juta per 31 Desember 2023 ke sejumlah Rp4,13
   miliar per 31 Desember 2024. Peningkatan utang bank tersebut disebabkan karena Perseroan
   memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk pada 18 Januari 2024.
   Bursa meminta Perseroan untuk menjelaskan hal-hal sebagai berikut.
   a. Pertanyaan :
       Latar belakang peningkatan utang bank Perseroan.
       Jawaban :
       Peningkatan utang bank berasal dari fasilitas pinjaman modal kerja yang diperoleh
       Perseroan dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk pada tanggal 18 Januari 2024.

   b. Pertanyaan :
      Sehubungan dengan pemenuhan rasio-rasio keuangan yang tercantum dalam perjanjian
      pinjaman, agar dijelaskan dengan melengkapi tabel berikut ini:
         Rasio Keuangan   Rasio pada perjanjian   Rasio Perseroan   Pemenuhan     Status Waiver (jika
                                                  Per 31 Des 2024   (Ya/ Tidak)   belum memenuhi)




       Jawaban :
       Perjanjian fasilitas pinjaman dari PT Bank Maybank Indonesia TBK kepada Perseroan tidak
       mencantumkan persyaratan pemenuhan rasio-rasio keuangan terkait pinjaman tersebut.

9. Pendapatan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, tercatat sebesar Rp172,3 miliar,
   meningkat sebesar 16,2% dibandingkan dengan periode yang sama pada 31 Desember 2023
   sebesar Rp148,3 miliar. Selanjutnya pada 31 Maret 2025, Perseroan juga membukukan
   peningkatan pendapatan menjadi Rp48,6 miliar dibandingkan dengan per 31 Maret 2024
   sebesar Rp33,4 miliar. Bursa meminta Perseroan untuk menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
   a. Pertanyaan :
      Latar belakang peningkatan pendapatan Perseroan.
      Jawaban :
      Peningkatan pendapatan hingga Maret 2025 didorong oleh strategi Perseroan dalam
      mencapai target tahunan. Perseroan telah memulai kegiatan penjualan dan pemasaran
      sejak awal tahun.

   b. Pertanyaan :
      Langkah-langkah Perseroan dalam meningkatkan penjualan di masa mendatang.
Page 6
       Jawaban :
       Strategi yang diterapkan antara lain adalah pengembangan produk dan ekspansi bisnis ke
       wilayah baru di luar area yang telah dilayani saat ini.

10. Berdasarkan CALK nomor 28 tentang Beban Pokok Pendapatan, Perseroan membukukan
    kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 20,3% atau menjadi Rp82,6 miliar per 31
    Desember 2024 dibandingkan dengan per 31 Desember 2023 sebesar Rp68,6 miliar. Bursa
    meminta Perseroan untuk menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
    a. Pertanyaan :
       Latar belakang peningkatan beban pokok pendapatan lebih tinggi dibandingkan dengan
       peningkatan pendapatan Perseroan sebesar 16,2% pada 31 Desember 2024.
       Jawaban :
       Peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 20,3% per 31 Desember 2024 disebabkan
       oleh meningkatnya aktivitas operasional untuk mendukung pertumbuhan penjualan. Hal
       ini mencakup penambahan tenaga kerja operasional dan biaya perbaikan mesin serta
       peralatan pabrik.

   b. Pertanyaan :
      Latar belakang tingginya beban pokok pendapatan dari jasa transportasi per 31 Desember
      2024.
      Jawaban :
      Kenaikan beban transportasi sejalan dengan peningkatan volume pendapatan dan
      penyebaran pelanggan yang lebih luas, sebagai konsekuensi langsung dari strategi
      pertumbuhan omzet.

11. Berdasarkan CALK 29 tentang Beban Usaha, beban administrasi dan umum Perseroan per 31
    Desember 2024 sebesar Rp41,7 miliar telah mengalami peningkatan sebesar 50,1% atau
    meningkat sejumlah Rp13,9 miliar jika dibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2023
    yakni sebesar Rp27,8 miliar. Bursa meminta Perseroan untuk menjelaskan hal-hal sebagai
    berikut:
    a. Pertanyaan :
        Latar belakang peningkatan beban gaji dan tunjangan sebesar 41,01% per 31 Desember
        2024. Apakah peningkatan tersebut disebabkan penambahan tenaga kerja baru atau
        kenaikan upah secara reguler/tahunan?
        Jawaban :
        Peningkatan beban gaji dan tunjangan sebesar 41,01% per 31 Desember 2024, terutama
        disebabkan oleh kenaikan upah secara reguler/tahunan dan adanya restrukturisasi
        organisasi pasca-IPO, termasuk penambahan personel kunci dalam rangka mendukung
        kegiatan operasional dan tata kelola perusahaan yang lebih profesional.

   b. Pertanyaan :
      Latar belakang peningkatan beban perizinan sebesar 1053,75% dari sejumlah Rp466 juta
      per 31 Desember 2023 menjadi Rp 5,3 miliar per 31 Desember 2024.
Page 7
         Jawaban :
         Kenaikan signifikan beban perizinan disebabkan oleh proses pemenuhan izin operasional
         sebagai bagian dari ekspansi usaha serta penyesuaian terhadap regulasi terbaru yang
         berlaku.

    c. Pertanyaan :
       Latar belakang peningkatan beban jasa profesional dari Rp1,8 miliar per 31 Desember
       2023 ke Rp4,7 miliar per 31 Desember 2024.
       Jawaban :
       Peningkatan beban biaya jasa profesional dari Rp1,8 miliar per 31 Desember 2023 menjadi
       Rp4,7 miliar per 31 Desember 2024, disebabkan oleh kebutuhan akan layanan konsultan,
       legal, dan audit eksternal untuk mendukung kepatuhan, ekspansi usaha, dan transformasi
       organisasi pasca-IPO.

    d. Pertanyaan :
       Nature dan rincian atas beban jasa profesional tersebut.
       Jawaban :
       Nature dan rincian atas beban jasa profesional tersebut mencakup jasa konsultan
       manajemen, jasa audit eksternal serta dukungan teknologi dan strategi korporasi.

    e. Pertanyaan :
       Apakah di masa mendatang beban jasa profesional tersebut diproyeksikan akan sebesar
       tahun 31 Desember 2024 atau bersifat one-time payment?
       Jawaban :
       Sebagian besar bersifat one-time payment, namun dapat berlanjut tergantung kebutuhan
       strategis Perseroan ke depan.

    f.   Pertanyaan :
         Berkenaan dengan peningkatan beban gaji, upah, dan tunjangan, apakah kenaikan
         tersebut disebabkan penambahan tenaga kerja baru atau kenaikan upah secara
         reguler/tahunan?
         Jawaban :
         Berkenaan dengan peningkatan beban gaji, upah, dan tunjangan disebabkan oleh adanya
         kenaikan upah secara reguler/tahunan dan adanya restrukturisasi organisasi pasca-IPO,
         termasuk penambahan personel kunci dalam rangka mendukung kegiatan operasional
         dan tata kelola perusahaan yang lebih profesional.

12. Berdasarkan laporan arus kas, arus kas dari aktivitas operasi Perseroan per 31 Desember 2024
    adalah sebesar Rp46,03 miliar dimana terdapat kenaikan sebesar 79% bila dibandingkan
    dengan arus kas dari aktivitas operasi per 31 Desember 2023. Selanjutnya arus kas dari
    aktivitas operasi per 31 Maret 2025 juga mengalami peningkatan menjadi Rp79,2 miiar dari
    sebelumnya Rp27,6 miliar per 31 Maret 2024. Atas hal tersebut, Bursa meminta Perseroan
    untuk menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
Page 8
   a. Pertanyaan :
      Latar belakang peningkatan arus kas operasi pada 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025
      dibandingkan tahun sebelumnya.
      Jawaban :
      Latar belakang peningkatan arus kas operasi pada 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025
      dibandingkan tahun sebelumnya disebabkan oleh perolehan kas dari hasil penjualan yang
      meningkat disertai dengan kolektobilitas piutang yang baik dan pengendalian biaya
      operasional secara ketat.

   b. Pertanyaan :
      Latar belakang Perseroan membukukan arus kas positif atas pembayaran kepada
      pemasok, karyawan dan beban usaha sebesar Rp47,2 miliar pada 31 Maret 2025.
      Jawaban :
      Perseroan menyampaikan dalam lampiran mengenai latar belakang Perseroan
      membukukan arus kas positif atas pembayaran kepada pemasok, karyawan dan beban
      usaha sebesar Rp47,2 miliar pada 31 Maret 2025. (Lampiran 3).

   c. Pertanyaan :
      Strategi Perseroan untuk dapat mempertahankan arus kas operasi positif di masa
      mendatang.
      Jawaban :
      Perseroan akan menjaga keseimbangan antara pendapatan, pembelian bahan baku, dan
      pengeluaran operasional, termasuk melalui pengawasan arus kas mingguan dan efisiensi
      proses produksi dan distribusi.

13. Pertanyaan :
    Perseroan membukukan utang pajak senilai Rp2,9 miliar per 31 Maret 2025, sebagian besar
    berupa utang Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Atas hal tersebut, Bursa meminta Perseroan
    untuk menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
    a. Pertanyaan :
        Latar belakang terdapatnya utang pajak pada periode 31 Maret 2025.
        Jawaban :
        Utang pajak sebesar Rp2,9 miliar per 31 Maret 2025 sebagian besar merupakan utang PPN
        dan mencerminkan peningkatan transaksi usaha.

   b. Pertanyaan :
      Status jatuh tempo dari seluruh utang pajak Perseroan.
      Jawaban :
      Status jatuh tempo dari seluruh utang pajak Perseroan masih dalam rentang waktu jatuh
      tempo.

   c. Pertanyaan :
      Pengenaan denda keterlambatan pembayaran pajak kepada Perseoran. Agar dielaborasi,
      jika ada.
      Jawaban :
      Tidak terdapat pengenaan denda keterlambatan pembayaran pajak kepada Perseoran.
Page 9
d. Pertanyaan :
   Rencana pelunasan utang pajak Perseroan.
   Jawaban :
   Pembayaran pelunasan utang pajak Perseroan masih dalam rentang waktu jatuh tempo,
   dan Perseroan akan melakukan pelunasan utang pajak sesuai dengan regulasi perpajakan
   yang berlaku.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.43 MB
Published18 Jul 2025
Pages9
Characters20,159
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.5 ×6
unresolved org PT PLN (Persero) p.1 ×2
unresolved org PT Sinarmas Bio Energy p.1
unresolved org PT Cipta Orion Metal p.2
unresolved org PT Hein Global Utama p.2
unresolved org PT ABC Kogen Dairy p.2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result