Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 14
Page 1
Public Expose Incidental
Selasa, 15 Juli 2025
1
Page 2
TENTANG PERSEROAN DAN KINERJA KEUANGAN 2
Page 3
3
Page 4
Struktur Pemegang Saham
Daftar Pemegang Saham Perseroan per 30 Juni 2025
Pemegang Saham Nilai Saham Nilai Nominal %
PT Nev Stored Energy 288,950,000 7,223,750,000 26.19%
PT Longping Investasi Indonesia 240,000,000 6,000,000,000 21.75%
Publik 574,452,553 14,361,313,825 52.06%
Total 1,103,402,553 27,585,063,825 100.00%
4
Page 5
Pergerakan Keuangan Q1 2025
31-Mar-25 31-Dec-24 Pergerakan (Rp) Pergerakan (%)
Aset Lancar 100,000,238,477 49,958,335,487 50,041,902,990 100.17%
Aset Tidak Lancar 41,460,177,372 43,065,272,081 (1,605,094,709) -3.73%
Total Aset 141,460,415,849 93,023,607,568 48,436,808,281 52.07%
Kewajiban Lancar 18,571,853,372 21,328,828,116 (2,756,974,744) -12.93%
Kewajiban Tidak Lancar 61,254,731,215 11,914,945,501 49,339,785,714 414.10%
Total Kewajiban 79,826,584,587 33,243,773,617 46,582,810,970 140.12%
Total Ekuitas 61,633,831,262 59,779,833,951 1,853,997,311 3.10%
31-Mar-25 31-Mar-24 Pergerakan (Rp) Pergerakan (%)
Penjualan 8,491,484,349 1,558,907,865 6,932,576,484 445%
Laba Kotor 5,523,590,759 3,721,109 5,519,869,650 148339%
Laba (Rugi) Operasional 1,906,967,911 (1,090,818,734) 2,997,786,645 275%
Laba (Rugi) Bersih 1,853,997,311 (1,168,442,649) 3,022,439,960 259%
5
Page 6
Kinerja Keuangan Q1 2025 6
Page 7
Kinerja Keuangan Q1 2025 7
Page 8
Ikhtisar Keuangan
Tinjauan Aset Tinjauan Liabilitas dan Ekuitas
• Total aset lancar per 31 Maret 2025 mencapai Rp100,0 miliar, • Total liabilitas jangka pendek per 31 Maret 2025 mencapai
meningkat Rp50,0 miliar atau +100% dibandingkan dengan per Rp18,6 miliar, turun Rp2,7 miliar atau -12,7% dibandingkan
31 Desember 2024 sebesar Rp50,0 miliar. Peningkatan ini dengan per 31 Desember 2024 sebesar Rp21,3 miliar.
terutama didorong oleh peningkatan signifikan pada kas dan Penurunan ini terutama disebabkan oleh pelunasan uang muka
setara kas serta uang muka pembelian, yang didukung oleh arus penjualan dan utang pajak, yang mencerminkan pengelolaan kas
kas masuk dari aktivitas pendanaan, termasuk pelaksanaan jangka pendek yang lebih baik.
waran, dan pembayaran di muka kepada pemasok untuk • Total liabilitas jangka panjang per 31 Maret 2025 mencapai
mendukung ekspansi operasional. Rp61,3 miliar, meningkat Rp49,4 miliar atau +414%
• Total aset tidak lancar per 31 Maret 2025 mencapai Rp41,5 dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp11,9 miliar.
miliar, turun Rp1,6 miliar atau -3,7% dibandingkan per 31 Peningkatan signifikan ini disebabkan oleh pencatatan pinjaman
Desember 2024 sebesar Rp43,1 miliar. Penurunan ini terutama pemegang saham sebesar Rp60 miliar, yang mencerminkan
disebabkan oleh penyusutan aset tetap dan aset hak guna serta dukungan modal untuk ekspansi dan kebutuhan modal kerja.
penurunan aset pajak tangguhan selama periode tersebut. • Total liabilitas per 31 Maret 2025 adalah sebesar Rp79,8 miliar,
• Total aset per 31 Maret 2025 mencapai Rp141,5 miliar, meningkat Rp46,6 miliar atau +140% dibandingkan dengan
meningkat Rp48,5 miliar atau +52,1% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp33,2 miliar, didorong oleh
Rp93,0 miliar per 31 Desember 2024. Peningkatan ini didorong tambahan pendanaan pemegang saham yang dicatat sebagai
oleh arus kas masuk yang signifikan dari pelaksanaan waran dan liabilitas jangka panjang.
penerimaan operasional, yang memperkuat posisi likuiditas • Total ekuitas per 31 Maret 2025 mencapai Rp61,6 miliar,
perusahaan. meningkat Rp25,3 miliar atau +69,7% dibandingkan dengan
Rp36,3 miliar per 31 Desember 2024. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih periode berjalan dan dukungan
modal yang dicatat dari pinjaman pemegang saham, sehingga
memperkuat struktur permodalan perusahaan.
8
Page 9
Tinjauan Laporan Laba (Rugi)
• Total penjualan untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 mencapai Rp8,49 miliar,
meningkat Rp6,93 miliar atau +444% dibandingkan dengan periode yang berakhir pada 31
Maret 2024 sebesar Rp1,56 miliar. Peningkatan ini didorong oleh peningkatan kapasitas
produksi dan permintaan pelanggan menyusul ekspansi operasional perusahaan.
• Laba kotor untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 sebesar Rp5,52 miliar,
meningkat Rp5,52 miliar dibandingkan dengan laba kotor pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar
Rp3,72 miliar, mencerminkan efisiensi biaya yang lebih baik dan volume produksi yang lebih
tinggi.
• Laba usaha untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 sebesar Rp1,91 miliar,
berbalik arah dari kerugian usaha sebesar Rp1,09 miliar pada periode yang sama tahun lalu,
didukung oleh peningkatan laba kotor dan leverage operasional meskipun beban operasional
lebih tinggi.
• Laba bersih untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2025 mencapai Rp1,85 miliar, berbalik
dari rugi bersih Rp1,17 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh
penjualan yang lebih tinggi, margin kotor yang lebih baik, dan pengendalian biaya yang efektif
selama kuartal tersebut.
9
Page 10
PENGEMBANGAN KEDEPAN DAN PERSPEKTIF MANAJEMEN 10
Page 11
Rencana Bisnis Masa Depan (Future Business Plan)
Bersinergi dengan Rich Step
• Rich Step dan afiliasinya berfokus pada investasi
Memperluas Jangkauan Pasar Baterai energi terbarukan di seluruh Asia Tenggara,
sejalan dengan misi LABA untuk mempercepat
• Mengembangkan dan mendistribusikan produk adopsi EBT di kawasan tersebut.
baterai untuk pasar industri dan komersial.
• LABA dan Rich Step akan memanfaat jaringan
• Fokus pada baterai untuk kendaraan listrik, dan sesama untuk memperluas portofolio proyeknya,
sistem penyimpanan energi atau energy termasuk usaha patungan dan investasi bersama
storage systems (ESS). dalam proyek EBT.
• Membangun jaringan penjualan dan distribusi Mendukung langkah Akuisisi KRYA oleh Rich Step
di kota-kota besar Indonesia dan menjajaki • Akuisisi PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA)
peluang ekspor di Asia Tenggara. akan memungkinkan LABA dan Rich Step
membangun rantai nilai EBT yang terintegrasi
Investasi di Industri Energi Baru Terbarukan (EBT) sepenuhnya, dari sumber bahan baku hulu hingga
untuk Memperkuat Rantai Pasok produksi dan distribusi baterai hilir.
• Akuisisi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi
• Berinvestasi dalam sumber bahan baku hulu
dalam manajemen rantai pasokan, mengurangi
untuk mengamankan pasokan yang hemat biaya produksi, dan memperkuat posisi pasar di
biaya untuk produksi baterai. sektor energi terbarukan.
• Menjajaki kemitraan dengan penyedia teknologi • LABA akan terus mengembangkan kapabilitas
untuk sistem manajemen baterai atau battery Research & Development (R&D) untuk
management system (BMS) canggih dan mendorong inovasi teknologi baterai serta
meningkatkan efisiensi operasional bagi para
inisiatif daur ulang agar selaras dengan praktik pelanggan. Komitmen ini sejalan dengan strategi
ekonomi sirkular (recycle). perseroan dalam menciptakan solusi
berkelanjutan dan memperkuat daya saing di
industri energi masa depan.
11
Page 12
Harga Saham LABA 12
Page 13
Perspektif Manajemen terhadap Pergerakan Harga Saham
• Manajemen menilai bahwa harga saham ditentukan oleh mekanisme pasar,
yang mencerminkan penawaran dan permintaan, sentimen investor, dan
fundamental perusahaan.
• Saat ini, harga saham LABA memiliki kemungkinan dipengaruhi oleh:
• Sentimen investor terhadap sektor energi terbarukan (EBT).
• Fundamental keuangan LABA yang membaik dengan lintasan pertumbuhan yang jelas.
• Masuknya pemegang saham strategis (Rich Step), yang kemungkinan meningkatkan kepercayaan
pasar terhadap arah bisnis LABA.
• Manajemen akan terus menjaga komunikasi yang transparan dan konsisten
dengan investor dan publik untuk memastikan informasi terkini yang jelas
mengenai perkembangan bisnis dan kinerja keuangan LABA.
13
Page 14
14
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Longping Investasi Indonesia
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.