Skip to content
Back to announcement

20250710_PSAB_Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi_31913778_lamp1.pdf

Other Text extracted PSAB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
                        Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2025/VII/057 tanggal 10 Juli 2025
       Perihal Laporan Aktivitas Eksplorasi Pertambangan Periode Triwulan II Tahun 2025

Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3.2 Peraturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor
I-E Tanggal 19 Juli 2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi sebagaimana telah
diubah berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tentang
Perubahan Peraturan I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami
sampaikan laporan aktivitas eksplorasi di lingkungan anak-anak perusahaan dari PT J
Resources Asia Pasifik Tbk untuk periode bulan April, Mei dan Juni (“Triwulan II”) tahun
2025:

1. PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM)
   1.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi masih berlangsung
        pada Blok Bakan di Desa Bakan, Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan, Kabupaten
        Bolaang Mongondow dan Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah,
        Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

   1.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh senior geologist, geologist dan field assistant
        dari JRBM dan dibantu oleh kru lapangan dari karyawan kontraktor lokal dari CV.
        Tri Bersaudara, yang diawasi secara langsung oleh Superintendent Brownfield
        Exploration.

   1.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi masih dilakukan di
        area Bukit Berkah, Main Ridge dan Upper Tobayagan, dimana kegiatan yang
        dilakukan adalah melanjutkan kegiatan pengeboran dan pemetaan geologi
        permukaan dengan pengambilan contoh batuan dengan metode puritan dan
        dengan pengambilan data geofisika. Selain itu, dilakukan juga analisa spektral
        SWIR analisis dan XRF analisis pada contoh batuan hasil pengumpulan dari
        program pemetaan geologi dan pengeboran. Seluruh kegiatan eksplorasi yang
        dilakukan bertujuan untuk mencari area baru dan potensi penambahan sumber
        daya.

        Seperti yang telah disampaikan dalam laporan eksplorasi sebelumnya, metode
        geologi yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan detail dengan analisa
        geokimia bagi seluruh contoh dari lapangan, serta survey geofisika dengan
        menggunakan metode geolistrik IPDD–Dipole-Dipole juga dilakukan, dimana
                                                                                   Page 1 of 5
Page 2
    metode tersebut bertujuan untuk pengukuran resistivity dan chargebility untuk
    menafsirkan kondisi geologi di bawah permukaan untuk meningkatkan akurasi
    target pengeboran.

1.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
     Pada periode Triwulan II tahun 2025 ini kegiatan pengeboran masih dilanjutkan,
     dimana sebanyak 22 lubang pengeboran telah diselesaikan dan 3 lubang masih
     dalam proses pengeboran, dengan total kedalaman pengeboran adalah 4.396,1 m.
     Hasil analisa pada penampang geologi 63275N memperlihatkan penampang titik
     pengeboran BBD1870, dimana titik pengeboran BBD1870 mengindikasikan adanya
     peningkatan kadar emas dari blok model sebelumnya di area sebelah barat dari
     Main Ridge Pit dengan intercept 43m@0.5g/t AuFA-QLT 76% pada 0,0m-43,1m,
     125,75m@0.36g/t AuFA-QLT 83% pada 43,1-168,85m dan 28,25m@0.52g/t AuFA
     - QLT 55% pada 168,85-197,1. Dengan indikasi ini, maka terdapat potensi
     peningkatan kadar emas dengan sebaran lateral yang konsisten sepanjang minimal
     125m dibandingkan dengan blok model sebelumnya, serta adanya penambahan
     zona mineralisasi tambahan di zona yang lebih dalam yang tidak termasuk ke dalam
     blok model sebelumnya. Selain itu, pada penampang 63275N juga memperlihat
     zona sebaran tubuh mineralisasi yang menerus ke arah timur dari titik bor
     BBD1870 ke titik bor BBD1869 dengan 143.7m@0.35g/t AuFa-QLT 80% pada 0.0-
     143.7m. Hal tersebut menunjukan potensi penambahan kadar dan volume zona
     mineralisasi di area ini yang dimulai dari lantai pit berdasarkan peta topografi
     terbaru dan belum termodelkan di dalam blok model sebelumnya.

    Pada periode ini kegiatan pemetaan geologi telah dilakukan sepanjang 3 ha di area
    Main Ridge, dimana kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengetahui karakteristik
    struktur geologi di area tersebut. Selain itu, kegiatan survey geofisika juga dilakukan
    dan sampai dengan akhir periode Triwulan II ini telah diselesaikan pengukuran
    lapangan pada 4 lintasan, yaitu sepanjang 7.600m.

    Kegiatan jaminan dan kontrol kualitas contoh batuan masih dilakukan pada contoh
    kosong, contoh material tersertifikasi dan contoh batuan duplikat lapangan. Untuk
    contoh batuan dengan kadar kosong, dari sejumlah 181 contoh batuan kadar
    kosong, seluruhnya menunjukan hasil nilai assay di bawah detection limit <0.01g/t
    AuFA. Oleh karena itu, preparasi di area pemotongan batuan atau di area preparasi
    area Bakan dinyatakan layak dan baik, sehingga tidak ada kontaminasi di area
    tersebut.



                                                                                   Page 2 of 5
Page 3
    Untuk contoh material, sebanyak 123 contoh certified reference material (”CRM”)
    dianalisa dan hasil assay menunjukkan persentase varian yang masih berada dalam
    rentang +/-2 standar deviasi yang merupakan ambang batas toleransi data.
    Sedangkan untuk contoh batuan duplikat lapangan, sebanyak 87 contoh batuan
    duplikat menunjukkan kemiripan dengan contoh induknya. Hal ini menunjukan
    bahwa contoh batuan relatif homogen dan proses pemotongan contoh batuan di
    instalasi pemotongan contoh batuan adalah proper.

1.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan III tahun 2025 adalah sebagai
     berikut:
      Melanjutkan kegiatan pengeboran di area Main Ridge.
      Melanjutkan kegiatan survey geofisika.
      Melanjutkan perluasan bangunan coreshed untuk menambah area
        penyimpanan batuan inti lubang bor tahun 2025 dan program skeletonize
        sebagai prioritas kedua.
      Melakukan studi komprehensif untuk mencari kemenerusan tubuh mineralisasi
        pada zona lebih dalam di area Main Ridge dan sekitarnya.

1.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari JRBM untuk periode Triwulan II tahun 2025 adalah sebesar
     USD709,575.




                                                                            Page 3 of 5
Page 4
2. PT Arafura Surya Alam (ASA)
   2.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Aktivitas eksplorasi ASA dilakukan di daerah Doup, Desa Kotabunan, Kecamatan
        Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.

   2.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi di Doup dilakukan oleh seluruh karyawan ASA dan sejumlah
        karyawan harian lepas dari PT Tribers.

   2.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah
        pengeboran konfirmasi di area Panang dan Benteng dan melakukan studi tentang
        specific gravity dari sampel batuan hasil pengeboran di Proyek Doup.

   2.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan II tahun 2025, tim eksplorasi telah menyelesaikan program
        pengeboran konfirmasi di area Panang dan Benteng, dimana sebanyak 6 lubang
        pengeboran telah diselesaikan, yaitu BNTD001R, BNTD002, BNTD003, PNGD001,
        PNGD002 dan PNGD003. Program pengeboran ini dilakukan untuk
        mengkonfirmasi beberapa pengeboran berjenis reverse circulation (”RC”) yang
        telah dilakukan sebelumnya dan untuk mengkonfirmasi mineralisasi yang telah
        ditunjukkan oleh pengeboran RC.

       Selain itu, pada Triwulan II ini juga dilakukan studi tentang specific gravity dari
       sampel batuan hasil pengeboran di Proyek Doup dengan menggunakan 2 metode
       dalam mengukur density, yaitu pengukuran bulk density dan pengukuran routine
       specific gravity. Pengukuran bulk density dilakukan pada 17 sampel kotak inti
       dengan menggunakan 2 metode persiapan sampel, yaitu pengeringan dengan sinar
       matahari langsung dan pengeringan dengan oven. Nilai bulk density dari
       pengeringan menggunakan oven lebih rendah jika dibandingkan dengan
       pengeringan dengan sinar matahari langsung, dengan varian rata-rata -1,57% (-
       6,71% sampai dengan 0,28%). Hal ini dikarenakan pengeringan menggunakan
       oven menghilangkan lebih banyak kadar air daripada pengeringan menggunakan
       sinar matahari langsung. Sedangkan, pada pengukuran routine specific gravity
       menggunakan sebanyak 197 sampel core 20 cm dan dilakukan pada full core dan
       half core, dimana nilai specific gravity dari sampel full core lebih tinggi jika
       dibandingkan dengan sampel half core, dengan varian rata-rata +4,99% (-10,79%
       sampai dengan 16,98%). Secara umum, perbandingannya adalah Bulk Density ≥
       Continuous SG (full core) > Routine SG (full core).
                                                                                  Page 4 of 5
Page 5
2.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan III tahun 2025 adalah sebagai
     berikut:
      Melanjutkan studi tentang specific gravity dari sampel batuan hasil pengeboran
         di Proyek Doup.
      Melakukan pemetaan lapangan di WPR area untuk block WPR-17 dan WPR-07.
      Melakukan pengecekan dan pemilihan, serta mempersiapkan sejumlah sampel
         inti bor untuk dilakukan pengukuran dating di laboratorium.

2.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari ASA untuk periode Triwulan II tahun 2025 adalah sebesar
     USD133,219.




                                                                             Page 5 of 5

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.84 MB
Published10 Jul 2025
Pages5
Characters9,887
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org J Resources Asia Pasifik Tbk p.1 ×2
linked org PT Arafura Surya Alam p.4
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved org PT J Resources Bolaang Mongondow p.1
unresolved org PT Tribers. p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result