Skip to content
Back to announcement

Laporan Keuangan Q2_2025.pdf

Financial statement Text extracted AIMS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 37

Page 1

          
Page 2 OCR 0.948
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
LAPORAN KEUANGAN
TRIWULAN II - TAHUN 2025
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT)

DAFTAR ISI
Halaman

Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab Atas Laporan

Keuangan

Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Ekuitas 3
Laporan Arus Kas 4

Catatan Atas Laporan Keuangan 5-34
Page 3 OCR 0.927
Artha Mahiya Investama Tbk
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT (TIDAK DIAUDIT)
No. 002/AIMS-LK/BOD/VII/2025

Kami yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : Calvin Lutvi
Alamat kantor : Jalan Cipaku 1 No. 3, Petogogan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12170
Alamat domisili — : Apartment Senopati Suites Tower 2 No. 7D. Jalan Senopati No. 41 RT.08

RW 02 Senayan Kec Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Nomor telepon : 021 — 7221279

Jabatan : Direktur Utama

Nama : Pandu Andakara

Alamat kantor : Jalan Cipaku 1 No. 3, Petogogan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12170
Alamat domisili : Pondok Kelapa Permai Blok BD 2 No. 2 RT. 007 RW. 013, Pondok Kelapa,

Duren Sawit, Jakarta Timur
Nomor telepon : 021 — 7221279
Jabatan : Direktur
Menyatakan bahwa :
1. Kami bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan PT Artha Mahiya
Investama Tbk,
2. Laporan Keuangan PT Artha Mahiya Investama Tbk telah disusun dan disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,
a. Semua informasi dalam Laporan Keuangan PT Artha Mahiya Investama Tbk telah dimuat
secara lengkap dan benar,
b. Laporan Keuangan PT Artha Mahiya Investama Tbk tidak mengandung informasi atau
fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material,
3. Kami bertanggungjawab atas sistem pengendalian internal PT Artha Mahiya Investama Tbk.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, 8 Juli 2025
Atas nama dan mewakili Direksi

Sani »
Calvin Lutvi & 2 Pandu Andakara
Direktur Utama “ Direktur

www.aimsinvestama.com J3. Cipaku 1,
Page 4 OCR 0.927
&

PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk

LAPORAN POSISI KEUANGAN

TANGGAL 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ASET
ASET LANCAR

Kas dan bank

Piutang usaha

Pajak dibayar di muka

Biaya dibayar di muka dan uang muka

Jumlah Aset Lancar

ASET TIDAK LANCAR

Aset tetap
Aset pajak tangguhan
Aset lain-lain — bersih

Jumlah Aset Tidak Lancar
JUMLAH ASET

LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK

Beban akrual
Utang pajak
Uang muka penjualan

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Utang lain-lain
Pihak beretasi

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas
EKUITAS

Modal saham — nilai nominal Rp.50 per saham

Modal dasar — 440.000.000 saham

Modal ditempatkan dan disetor penuh —

220.000.000 saham
Tambahan modal disetor — bersih
Saldo laba (defisit)

Dicadangkan

Belum dicadangkan
Penghasilan komprehensif lain

Jumlah Ekuitas

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS

Catatan 30 Juni 2025 31 Desember 2024
4,24 459.937.941 8.659.749
5 1.575.000 -
10a 2.790.535 -
7 6.259.229 6.259.229
470.562.705 14.918.978
8 9.140.670 11.250.060
10e 3.845.490.000 3.845.490.000
9 - -
3.854.630.670 3.856.740.060
4.325.193.375 3.871.659.038
11, 24 761.081.490 742.592.677
10b 1.212.612.645 1.237.514.130
12 277.500 277.500
1.973.971.635 1.980.384.307

13, 22,24
2.868.337.256 1.552.378.053
2.868.337.256 1.552.378.053
4.842.308.801 3.532.762.360
14 11.000.000.000 11.000.000.000
15 4.265.565.685 4.265.565.685
16 146.324.338 146.324.338
(15.929.005.539) (15.072.993.345)
(517.115.516) 338.896.678
4.325.193.375 3.871.659.038

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini
Page 5 OCR 0.916
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL.

30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan 30 Juni 2025 30 Juni 2024

PENDAPATAN 17 78.750.000 97.500.000
BEBAN POKOK PENDAPATAN 18 - -
LABA KOTOR 78.750.000 97.500.009
Beban umum dan administrasi 19 (934.354.939) (846.531.469)
Lain-lain 20 (407.255) (333.745)
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (856.012.194) (749.365.214)
BEBAN (MANFAAT) PAJAK PENGHASILAN

Kini 10 - -

Tangguhan 10e - -
RUGI BERSIH TAHUN BERJALAN (856.012.194) (749.365.214)
PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN - -
JUMLAH RUGI KOMPREHENSI TAHUN BERJALAN (856.012.194) (749.365.214)
RUGI BERSIH PER SAHAM

(dalam satuan Rupiah penuh) 2 (3,89) (3,41)

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini

Page 6 OCR 0.847
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Saldo 1 Januari 2024

Laba (rugi) komprehensif
periode berjalan

Saldo 30 Juni 2024

Saldo 4 Januari 2025

Laba (rugi) komprehensif
periode berjalan

Saldo 30 Juni 2025

Tambahan Saldo laba (defisit)
modal disetor Belum

Modal Saham abersih — Dicadangkan dicadangkan Jumlah Ekuitas
11.00.000.020 4.285.585.685 146.324.338 (13.591.434.880) 1,820.455.143

- - - (749.365.214) (749.385.214)
1.000.000.000 4.265.565.685 146.324.338 114.340,800.094) 1.071.089.929
11.600.000.000 4.265.565.685 146.324.338 (15.072.993.345) 338.896.678

- - - (858.012.194) (856.012.194)
1.000.000.000 4.265.565.685 146.324.338 115.929.005.539) (517.115.516)

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini
Page 7 OCR 0.948
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk

LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ARUS KAS DARI
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari
pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok
Pembayaran kas kepada karyawan
dan beban usaha
Pembayaran kas untuk pajak
penghasilan
Pembayaran untuk kegiatan
operasional lain

Arus kas bersih diperoleh dari
(digunakan untuk) aktivitas
operasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penambahan aset tetap (Catatan 8)

Arus kas bersih digunakan untuk
aktivitas investasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN

Penambahan pinjaman pihak berelasi

Pembayaran pinjaman pihak berelasi

Arus kas bersih diperoleh dari
(digunakan untuk) aktivitas
pendanaan

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN BANK

KAS DAN BAK AWAL PERIODE

30 Juni 2025 30 Juni 2024
77.475.000 2.275.000

- (662.697.581)

(941.448.756) (637.938.731)

- (365.078.433)

(407.255) (333.746)

(864.681.011)

(1.863.773.491)

1.315.959.203

960.557.100

1.315.959.203

960.557.100

KAS DAN BANK AKHIR PERIODE

451.278.192 (993.216.391)
8.659.749 929.880.836
459.937.941 26.664.445

Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini
Page 8 OCR 0.952
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Lainnya

PT Artha Mahiya Investama Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta No. 24 Tanggal 7
Mei 1997 yang dibuat dihadapan Hanifa Halim, SH., notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2-
7398.HT.01.01.TH.97 tanggal 31 Juli 1997 dan telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 16 Tambahan No.1232 tanggal 24 Februari 1998.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
No. 62 tanggal 29 April 2024 oleh Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
mengenai perubahan nama perseroan menjadi PT Artha Mahiya Investama Tbk. Perubahan
ini telah dilaporkan pada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
surat AHU-0025433.AH.01.02 tanggal 30 April 2024.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan usaha Perusahaan terutama
di bidang industri, perdagangan, pembangunan, percetakan dan jasa.

Perusahaan berdomisili di Jalan Cipaku I No. 3, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
12170, sesuai Surat Keterangan Tentang Keterangan Domisili Perusahaan No.
2/27.1BU/31.74.07.1008/- 071.562/e/2019 tanggal 6 Januari 2019, yang dikeluarkan oleh Unit
Pelaksana Pelayanan Terpadu Satu Pintu Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

PT Aims Indo Investama adalah entitas induk dan entitas induk terakhir yang memiliki
pengendalian atas Perusahaan.

b. Penawaran Umum Saham Perusahaan

Pada tanggal 29 Juni 2001, Perusahaan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas
Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No. S-1607/PM/2001 dari Ketua Bapepam-LK untuk
melakukan Penawaran Umum Perdana kepada masyarakat sejumlah 40.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp. 100 setiap saham serta 16.000 waran seri | menyertai penerbitan
saham tersebut. Seluruh saham dan waran Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia sejak tanggal 20 Juli 2001.

Kegiatan Perusahaan Jumlah Saham Tanggal

- Saham yang ditempatkan dan disetor penuh 70.000.000 17 November 2000
- Penawaran umum perdana dan pencatatan
sebagian saham Perusahaan pada Bursa Efek
Indonesia 40.000.000 20 Juli 2001
- Perubahan nilai nominal saham dari Rp.100,-
(Rupiah penuh) menjadi Rp.50,- (Rupiah penuh)
per saham atau stock split 110.000.000 02 Agustus 2016
Jumlah 220.000.000

Page 9 OCR 0.936
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (lanjutan)

€c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Rumenerasi dan

Karyawan

Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 susunan Dewan Komisaris, Direksi,
Komite Audit, Komite Nominasi dan Rumenerasi Perusahaan adalah sebagai berikut:

30 Juni 2025

31 Desember 2024

Dewan Komisaris
Komisaris Utama

Komisaris

Komisaris Independen

Direksi

Mohammad Rafil Perdana
Endru Adhikara
Akhmad Ali Fahmi

Mohammad Rafil Perdana
Endru Adhikara
Akhmad Ali Fahmi

Direktur Utama Calvin Lutvi Calvin Lutvi

Direktur Pandu Andakara Pandu Andakara

Direktur Mohammad Adil Triansyah Mohammad Adil Triansyah
Komite Audit

Ketua 1 Akhmad Ali Fahmi Akhmad Ali Fahmi

Anggota 1 Levita Elvi Yana S.Tr.Keu Levita Elvi Yana S.Tr.Keu

Anggota : Priyandana Priyandana
Komite Nominasi dan Remunerasi

Ketua 1 Akhmad Ali Fahmi Akhmad Ali Fahmi

Anggota : Endru Adhikara Endru Adhikara

Anggota : Putri Permata Sari, S.H. Putri Permata Sari, S.H.

Berdasarkan Surat Keputusan Maret. 01/S-KEPDIR/PSP-AIMS/VI!I-23 tanggal 24 Agustus
2023, Perusahaan mengangkat Anton Hidayat, S.E., sebagai sekretaris Perusahaan.

Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan tidak memiliki karyawan tetap
(tidak diaudit).

d. Penerbitan Laporan Keuangan

Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi Perusahaan,
selaku pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan
pada 8 Juli 2025.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK - IAI) serta peraturan regulator pasar
modal yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik”.
Page 10 OCR 0.948
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

b.

Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan disusun sesuai PSAK No. 201, “Penyajian Laporan Keuangan”. Dasar
pengukuran yang digunakan adalah berdasarkan biaya historis, kecuali untuk akun tertentu
yang diukur berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi

terkait.

Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan
yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
periode sebelumnya, kecuali untuk penerapan beberapa standar baru dan yang direvisi,
amandemen dan penyesuaian tahunan, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025
seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.

Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun dengan dasar akrual. Laporan
arus kas disusun berdasarkan metode langsung dengan mengelompokan arus kas atas dasar
aktivitas operasi,investasi dan pendanaan.

Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang
mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan
beban yang dilaporkan.

Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik dan pertimbangan atas
kejadiandan tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang
diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau
hal-hal di mana asumsi dan estimasi adalah signifikan terhadap laporan keuangan.

Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif
pada Tahun Berjalan

Berikut ini merupakan perubahan nomenklatur standar yang berlaku efektif pada 1 Januari
2025, yaitu:

« PSAK No. 117 “Kontrak Asuransi":

»  Amendemen PSAK 117 Kontrak Asuransi tentang penerapan awal PSAK 117 dan
PSAK 109 -informasi komparatif:

# Amandemen PSAK No. 221, “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing — Kekurangan
Ketertukaran”.

Standar baru dan amandemen di atas berlaku efektif mulai 1 Januari 2025, dengan
penerapan dini diperkenankan.

Pada tanggal penyelesaian laporan keuangan ini, Perusahaan sedang mempelajari dampak
yang mungkin timbul dari penerapan standar baru danamandemen pada laporan keuangan
Perusahaan.
Page 11 OCR 0.949
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
d. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi

Pihak berelasi didefinisikan sebagai berikut:
a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Perusahaan jika orang
tersebut:
I. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama Perusahaan:
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan, atau
lil. Personil manajemen kunci Perusahaan atau entitas induk Perusahan.

b) Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut:

i. Entitas dan Perusahaan adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).

ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura Bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana
entitas lain tersebut adalah anggotanya).

iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura Bersama dari pihak ketiga yang sama.

iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.

v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkaitdengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan programtersebut, maka entitas
sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.

Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasikan dalam huruf (a).
. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas
atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

vi.

vii

Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak,
dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan
dengan pihak yang tidak berelasi.

e. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang juga
merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada
saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia
pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan laba atau rugi
kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi periode yang bersangkutan.

Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, kurs konversi yakni kurs tengah Bank
Indonesia yang digunakan oleh Perusahaan masing-masing sebesar Rp 16.233 dan Rp 16.162
perAS$1.

f. Kas dan Bank

Kas dan bank mencakup kas dan kas pada bank yang tidak digunakan sebagai jaminan atau
tidak dibatasi penggunaannya.
Page 12 OCR 0.950
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (ianjutan)

g. Instrumen Keuangan

iii.

Aset Keuangan

Pengakuan dan Pengukuran Awal

Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.

Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank dan piutang usaha, diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.

Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu
model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas
kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”),

Pengujian SPP!

Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan
kontraktual keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.

Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan
pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada
pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).

Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas
nilaiwaktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan
menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata
uang dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga
ditetapkan.

Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas
risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar
pengaturan pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo.
Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through
Profit or Loss (“FVTPL”).

Penilaian Model Bisnis
Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan

bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan
bisnisnya.
Page 13 OCR 0.947
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

9. Instrumen Keuangan (lanjutan)

ii.

Penilaian Model Bisnis (lanjutan)

Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi
pada tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor
yang dapat diamati seperti:

- bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci:

- risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki
dalam model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut
dikelola:

- bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan
pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang
tertagih),

- frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting
dari penilaian Perusahaan

Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah
pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dariyang awal diharapkan,
Perusahaan tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model
bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas
aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.

Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola
dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
mendapatkan arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang
pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan
bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai
“Pendapatan Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunannilai diakui
sebagai pengurang dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan
sebagai "Kerugian penurunan nilai".

Metode Suku Bunga Efektif (“SBE”)

SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari
instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama
periode yang relevan. SBE adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang
dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya
transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan,
atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat
bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.

Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari
aset keuangan FVTPL.
Page 14 OCR 0.945
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
9. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Iv, Penurunan Nilai Aset Keuangan

Aset keuangan, selain aset keuangan FVTPL, dievaluasi terhadap indikator penurunan
nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat
bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan
awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus
kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Penerapan PSAK 109: Instrumen Keuangan telah mengubah metode perhitungan
kerugianpenurunan nilai dari pendekatan kerugian yang telah terjadi (incurred loss) sesuai
PSAK 239: Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran dengan pendekatan
Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”). Perusahaan menerapkan pendekatan yang
disederhanakan (simplified) dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian yaitu kerugian
kredit ekspektasian sepanjang umur (lifetime).

v. Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal

Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan
awal.

Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan
dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.

Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang lain-lain — pihak berelasi, dan beban
akrual, diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yangdiukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Pengukuran Selanjutnya

Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.

Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
terkait dalam bagian tiabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam
laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses
amortisasi SBE.

Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui
dalam laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses
amortisasi SBE.

Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium
atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
Amortisasi SBE dicatat sebagai "Beban Keuangan" dalam laba rugi.
Page 15 OCR 0.943
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

9. Instrumen Keuangan (lanjutan)

v.

vi.

Vii.

Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan

Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan
dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Etika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila
persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.

Reklasifikasi Instrumen Keuangan

Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan
Perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas kevangan.

Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
operasional Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu tini
bisnis. Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada
pihak eksternal.

Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan
dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi
pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan
aset keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.

Saling Hapus Instrumen Keuangan

Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai bersihnya disajikan
dalam laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan
secara hukumuntuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui, dan berintensi
untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
labilitasnya secara simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat
kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa dimasa depan dan harus dieksekusi oleh pihak
lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa
kepailitan, atau kebangkrutan.
Page 16 OCR 0.950
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
9. Instrumen Keuangan (lanjutan)

viii. Pengukuran Nilai Wajar

Perusahaan mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan pada nilai wajar, dan
aset danliabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis.Perusahaan juga mengukur jumlah
terpulihkan dari UPK tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar
pada tanggalpengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk
menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:

- di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
- Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.

Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh
Perusahaan.

Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE") sepanjang umur merupakan kerugian kredit
ekspektasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar selama
perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, KKE 12 bulan mewakili porsi KKE
sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang
mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

h. Aset Tetap

Perusahaan menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset
tetapnya.

Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi termasuk biaya perawatan sehari-
hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.

Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak
pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara
langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan
penggunaan yang ditetapkan.

Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan
pemeliharaan, dibebankan ke laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya. Apabila
beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari
penggunaan aset tetaptersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban
tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.
Page 17 OCR 0.943
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

h. Aset Tetap (lanjutan)

Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straighi-line method)
selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut:

Masa i
Jenis aset tetap manfaat
|
Kendaraan 8
Peralatan kantor 4

Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset
tetap yang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok asettetap berikut akumulasi
penyusutan serta akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap (ditentukan
sebesar perbedaan antara jumlah bersih hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari
aset tetap tersebut), dan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada
tahun terjadinya penghentian pengakuan.

Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan
penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.

i. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (selain persediaan dan aset pajak tangguhan)

Perusahaan menilai pada tiap tanggal pelaporan apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada i
aset. Apabila terdapat indikasi penurunan nilai, atau ketika penilaian penurunan nilai bagi aset
secara tahunan disyaratkan, Perusahaan membuat estimasi nilai terpulihkan aset.

Suatu nilai terpulihkan aset lebih tinggi dibandingkan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual !
aset atau unit penghasil kas dan nilai pakainya dan ditentukan sebagai suatu aset individual, '
kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari
aset lain. Di dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas yang diharapkan diperoleh dari aset
didiskontokan terhadap nilai kininya dengan menggunakan suku bunga diskon sebelum pajak
yang mencerminkan penilaian pasar kini terhadap nilai waktu uang dan risiko spesifik aset. Di
dalam menilai nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, dibutuhkan model penilaian yang tepat.

Ketika nilai tercatat aset melebihi nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dicatat sebesar nilai
terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan labarugi dan penghasilan
komprehensif lain.

Suatu penilaian dilakukan pada setiap tanggal pelaporan sebagaimana apabila terdapat segala

indikasi bahwa kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya sudah tidak ada lagi atau
mengalamipenurunan. Suatu kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya, dibalikkan |
nilainya jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan !
aset sejak pengakuan terakhir kerugian penurunan nilai. Apabila demikian kondisinya, nilai :
tercatat aset meningkat pada jumlah terpulihkannya. Kenaikan tersebut tidak dapat melebihi

nilai tercatat yang telah ditentukan, penyusutan bersih, tidak ada kerugian penurunan nilai yang

diakui sebelumnya. Pembalikkan nilai tersebut diakui di dalam laporan laba rugi dan

penghasilan komprehensif lain.
Page 18 OCR 0.955
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

i

Pinjaman

Pinjaman merupakan dana yang diterima dari bank atau pihak lain dengan kewajiban
pembayaran kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman.

Pinjaman yang diterima diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan
perolehan pinjaman dikurangkan dari jumlah pinjaman yang diterima. Lihat Catatan 2g untuk
kebijakan akuntansi atas liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pengakuan pendapatan

Perusahaan menerapkan PSAK 115, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan", yang
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai
berikut:

1) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.

2) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
berbeda ke pelanggan.

3) Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.

4) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.

5) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut),

Pendapatan diakui ketika Perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan
barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh
pengendalian atas barang atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi pada
waktu tertentu atau sepanjang waktu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang
dialokasikan untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi.

Pengakuan beban

Beban diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.
Pajak Penghasilan

Perusahaan menerapkan PSAK No. 212, “Pajak Penghasilan”. PSAK ini mensyaratkan
Perusahaanuntuk memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan mendatang dari pemulihan
(penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) masa depan yang diakui dalam laporan posisi
keuangan, dan iransaksi dan kejadian lain dari periode kini yang diakui dalam laporan
keuangan.

PSAK No. 212 juga mensyaratkan Perusahaan mencatat tambahan pajak penghasilan yang
berasal dari periode lalu yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”), jika ada,
sebagai bagian dari“Beban Pajak Penghasilan — Bersih” dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.

Page 19 OCR 0.952
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

Pajak Penghasilan (lanjutan)

Beban pajak terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak tangguhan. Beban pajak diakui pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain kecuali untuk item yang diakui secara
langsung di ekuitas, beban pajak yang terkait dengan item tersebut diakui di ekuitas.

Beban pajak kini merupakan estimasi utang pajakyang dihitung atas laba kena pajak untuk
periode yang bersangkutan dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal
laporan posisi keuangan.

Perusahaan menerapkan metode aset dan liabilitas dalam menghitung beban pajaknya.
Dengan metode ini, aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui pada setiap tanggal pelaporan
sebesar perbedaan temporer aset dan liabilitas untuk tujuan akuntansi dan tujuan perpajakan.
Metode ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak di masa yang akan datang, seperti
kompensasi kerugian fiskal, jika kemungkinan realisasi manfaat tersebut di masa yang akan
datang cukup besar (probable).

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial
telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau
dikreditkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan kecuali
pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau,
jika Perusahaan mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah
ditetapkan.

Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan, kecuali aset dan
liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan
penyajian aset dan liabilitas pajak kini.

. Imbalan Pasca-Kerja

Perusahaan menyediakan liabilitas imbalan kerja karyawan pasti kepada karyawannya sesuai
dengan Undang-undang Cipta Kerja No. 6/2023 dan Peraturan Perusahaan. Tidak ada
pendanaan yang telah dibuat untuk program imbalan pasti ini.

Liabilitas bersih Perusahaan atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan
kerja karyawan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada.
Perhitungan liabilitas imbalan kerja karyawan dilakukan dengan menggunakan metode
Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode
pelaporan.

Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja karyawan, meliputi a) keuntungan dan kerugian
aktuarial, b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c)setiap perubahan
dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada
saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.

Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang
berubah terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi
pada saat terdapat perubahan atau kurtailmen atas program.

Perusahaan menentukan (penghasilan) beban bunga bersih atas (aset) liabilitas imbalan kerja
karyawan bersih dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan
tahunan untuk mengukur liabilitas imbalan kerja karyawan selama periode berjalan.
Page 20 OCR 0.953
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

m.

Imbalan Pasca-Kerja (lanjutan)

Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan kerja
karyawan pada saat penyelesaian terjadi. Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian
merupakan selisih antara nilai kini liabilitas imbalan kerja karyawan yang ditetapkan pada
tanggal penyelesaian dengan harga penyelesaian, termasuk setiap aset program yang
dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung oleh Perusahaan
sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

Pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan tidak melakukan perhitungan atas
kewajiban imbalan kerja karyawan, karena tidak adanya karyawan tetap.

. Laba per Saham Dasar

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang
saham Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada
periode berjalan.

Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, entitas menyesuaikan laba atau rugi yang
dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa Perusahaan dengan efek setelah pajak
bunga yang diakui dalam periode tersebut terkait dengan obligasi konversi.

. Informasi Segmen

Informasi segmen berdasarkan PSAK 108, “Segmen Operasi", yang mensyaratkan
pengungkapan yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan dapat mengevaluasi
sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis dimana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi
dimana entitas beroperasi.

Segmen adalah bagian yang dapat dibedakan dari Perusahaan yang terlibat baik dalam
menyediakan produk tertentu (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dalam
lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang
berbeda dengan segmen lainnya.

Berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen dalam mengevaluasi kinerja
Perusahaan, Perusahaan hanya mempunyai satu segmen yang dapat dilaporkan yaitu
penjualan batu bara.

3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN

Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset
dan liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada setiap akhir
periode pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi,
ketidakpastian atas asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material
terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas pada tahun berikutnya.

Pertimbangan yang Dibuat dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi

Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat
pertimbangan berikut, selain yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak
signifikan atas jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Page 21 OCR 0.950
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan)

a.

Pertimbangan yang Dibuat dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi (lanjutan)

Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 109
telah terpenuhi.

Pajak Penghasilan

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan
badan. Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah
tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak
penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan
badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui,
perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan penyisihan pajak tangguhan
pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan. Jumlah tercatat utang pajak penghasilan
Perusahaan diungkapkan di dalam Catatan 10b laporan keuangan.

Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan.
Penentuan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan waktu dan
laba fiskal di masa mendatang bersama-sama dengan strategi perencanaan pajak masa
depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.

Sumber Estimasi Ketidakpastian

Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian material terhadap jumlah tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin
berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut
tercermin dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.

Masa Manfaat Aset Tetap

Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan
taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis
aset tetap antara 4 sampai dengan 8 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan dalam
industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan
masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah'direvisi. Jumlah tercatat aset tetap
Perusahaan pada tangga! laporan keuangan diungkapkan di dalam Catatan 8 laporan
keuangan.
Page 22 OCR 0.938
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. KAS DAN BANK

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2025 31 Desember 2024
Kas 3.769.085 5.708.882
Bank IDR
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 456.168.876 2.950.867
Jumlah Kas dan Bank 459.937.941 8.659.749

Tidak terdapat penempatan kas dan bank pada pihak berelasi.
5.  PIUTANG USAHA

Akun ini terdiri dari :

Berdasarkan pelanggan : 30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
PT Agung Perdana Sakti 1.575.000 -
Jumlah 1.575.000 -

Berdasarkan umur piutang :

1-30 hari - -
31 -60 hari 1.575.000 -
2 60 hari - -
Jumlah 1.575.000 -

Manajemen berpendapat tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai atas kemungkinan
tidak tertagihnya piutang usaha.

6. ASET PENGAMPUNAN PAJAK

Pada tahun 2016, Perusahaan mengikuti program pengampunan pajak dan telah menerima Surat
Keterangan Pengampunan Pajak No.KET-222/PP/WPJ.07/2016 tanggal 23 September 2016
dengan harta berupa uang tunai sebesar Rp 50.000.000. Hasil program ini dibukukan sebagai
Tambahan Modal Disetor (Catatan 15).

7. BIAYA DIBAYAR DIMUKA DAN UANG MUKA

Biaya dibayar dimuka dan uang muka terdiri dari:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Uang Muka Operasional 6.259.229 6.259.229

Jumlah Biaya dibayar dimuka dan uang muka 6.259.229 6.259.229

Page 23 OCR 0.911
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8. ASET TETAP

Rincian dan mutasi aset tetap adalah sebagai berikut:

30 Juni 2025

Biaya Perolehan : Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir

Kendaraan 11.000.000 - - 11.000.000

Perlengkapan Kantor 356.659.860 - - 356.659.860

: Sub-Jumlah 367.659.860 Ka - 367.659.360
| Akumulasi Penyusutan

: Kendaraan 11.000.000 - - 11.000.000

! Perlengkapan Kantor 345.409.800 2.109.390 - 347.519.190

: Sub-Jumlah 356.409.800 2.109.390 - 358.519.190

Nilai Buku Bersih 11.250.060 9.140.670

31 Desember 2024

Biaya Perolehan: Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Kendaraan 11.000.000 - - 11.000.000
Perlengkapan Kantor 356.659.360 - - 356.659.860
Sub-Jumlah 367.659.860 - - 367.659.860
Akumulasi Penyusutan
Kendaraan 11.000.000 - - 11.000.000
Perlengkapan Kantor 341.191.020 4.218.780 - 345.409.800
Sub-Jumlah 352.191.020 4.218.780 Sa 356.409.300
Nilai Buku Bersih 15.468.840 11.250.060
9. ASET LAIN-LAIN
: Akun ini terdiri dari:
! 31 Desember 2024 31 Desember 2023
Uang muka pembelian
: PT Fatahillah Cahaya Mandiri 17.479.500.000 17.479.500.000
Cadangan penurunan nilai (17.479.500.000) (17.479.500.000)
Jumlah - bersih - -

Uang muka pembelian batubara yang diberikan kepada PT Fatahillah Cahaya Mandiri, pihak
ketiga, guna melaksanakan perjanjian jual-beli batubara sebagaimana tercantum pada Catatan 23
butir j) tentang Perikatan dan Perjanjian Penting. Uang muka tersebut setara dengan 50.000 ton
batubara kalori rendah, dimaksudkan untuk mengamankan pasokan harga.

Para pihak yang berpengikatan sampai tanggal 31 Desember 2024 belum dapat melaksanakan
perjanjian jual-beli dimaksud, dikarenakan belum memperoleh perijinan perdagangan yang
dipersyaratkan, lihat Catatan 23 butir I) dan m).

Pada tanggal 31 Desember 2024, berdasarkan penelaahan terhadap akun uang muka, manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai uang muka tersebut adalah cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas uang muka yang tidak terealisasi.
Page 24 OCR 0.939
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. PERPAJAKAN
Akun ini terdiri dari:

a. Pajak dibayar dimuka
30 Juni 2025 31 Desember 2024

Pajak Pertambahan Nilai 2.790.535 -
Jumlah 2.790.535 -
b. Utang pajak
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pajak Penghasilan Pasa! 21 9.655.014 29.537.509
Pajak Penghasilan Pasal 23 5.978.714 1.510.204
Pajak Penghasilan Pasal 29 648.259.854 648.259.854
Pajak Pertambahan Nilai - 9.487.500
Surat tagihan pajak tahun 2021:
Pajak Penghasilan Pasal 21 723.203 723.203
Pajak Penghasilan Pasal 23 - -
Pajak Penghasilan Pasal 29 133.260.115 133.260.115
Pajak Pertambahan Nilai 414.735.745 414.735.745
Jumlah 1.212.612.645 1.237.514.130

c. Pajak Penghasilan Badan

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan, sebagaimana yang disajikan dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan taksiran laba kena pajak untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 30 Juni 2024, adalah sebagai
berikut:

30 Juni 2025 30 Juni 2024

Laba (rugi) sebelum

pajak penghasilan (856.012.194) (749.365.214)
Beda waktu
Cadangan penurunan nilai

uang muka - -
Bedatetap

Beban yang tidak dapat - 10.000.000

dikurangkan secara

pajak
Penghasilan yang dikenakan

pajak penghasilan bersifat final - (85.943)
Lain-lain - -
Taksiran laba kena pajak (856.012.194) (739.451.157)

Page 25 OCR 0.933
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. PERPAJAKAN (lanjutan)

c.

Pajak Penghasilan Badan
Perhitungan beban pajak kini, utang pajak penghasilan badan dan tagihan pajak penghasilan
adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 30 Juni 2024

Taksiran penghasilan kena

pajak (dibulatkan) (856.012.194) (739.481.157)
Beban pajak penghasilan kini - -
Dikurangi: pajak penghasilan

dibayar di muka Pasal 23 - -
Taksiran utang

pajak penghasilan - -
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan, dan
membayar sendiri jumlah pajak yang terutang. Berdasarkan peraturan pajak yang berlaku
mulai tahun 2008, Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat menetapkan dan mengubah
Iiabilitas pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal terutangnya pajak.
Surat Ketetapan Pajak
Pada tahun 2024, kantor pajak mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak dengan rincian sebagai
berikut:

Jumlah yang
No. STP 'Tanggal/ Jenis pajak Masa pajak Harus
Dibayar

00438/101/24/054/24 15 November 2024 PPh 21 Juni 2024 262.550
00438/101/24/054/24 15 November 2024 PPh 21 Juli 2024 181.412
00439/101/24/054/24 15 November 2024 PPh 21 Agustus 2024 153.189
00435/101/24/054/24 15 November 2024 PPh 21 September 2024 126.052
00048/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Februari 2021 11.607.967
00049/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Maret 2021 26.013.454
00050/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN April 2021 87.099.618
00051/207/211054/23 16 Maret 2023 PPN Mei 2021 85.471.947
00052/207/211054/23 16 Maret 2023 PPN Juni 2021 84.282.765
00053/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Juli 2021 83.104.774
00057/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Desember 2021 37.155.219
00059/207/21/054/23 16 Maret 2023 PPh Pasal Desember 2021 138.260.115
Jumlah! Total 548.719.062

Pada tahun 2024, Perusahaan mendapatkan Surat Paksa yang memerintahkan wajib
pajak untuk memenuhi isi surat paksa dan membayar ke kas negara tagihan pajak yang
belum dilunasi.

Perusahaan telah membayar sebagian Surat Tagihan Pajak Tahun 2023 dan 2024 sebesar Rp
400.000.000.
Page 26 OCR 0.894
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. PERPAJAKAN (lanjutan)

d. Surat Ketetapan Pajak

Pada tahun 2023, kantor pajak mengeluarkan kembali Surat Ketetapan Pajak dengan

rincian sebagai berikut:

Jumtah yang
No. STP Tanggal/ Jenis pajak Masa pajak Harus
Dibayar
000461207/21/054123 16 Maret 2023 PPN Januari Desember 387.072.048
000501207/21/054123 16 Maret 2023 PPN Pasal Desember 2021 133.919.674
000501207/21/054123 16 Maret 2023 PPN April 2021 87.022.618
00051/207/21/054/23 16 Marat 2023 PPN Mei 2021 BBATISAT
000521207121/054123 16 Maret 2023 PPN Juni 2021 84.282.765
000531207721/054123 16 Marct 2023 PPN Juti 2021 89.104.774
0005412077211054/23 16 Maret 2023 PPN September 2021 39.097.306
000571207121/054/23 16 Marat 2023 PPN Desember 2021 37.155.219
000491207/211054123 16 Marat 2023 PPN Maret 2021 26.013.454
000551207/21/054/23 16 Maret 2023 PPN Oktober 2021 20.206.585
000481207721/054/23 16 Maret 2023 PPN Februari 2021 11.607.967
000561207721/054123 16 Maret 2023 PPN November 2021 2.380.621
8
e. Pajak Tangguhan
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2025
Penghasilan
Saldo Awal Laba Rugi Komprehensif Saldo Akhir
Lain

Cadangan

penurunan nilai uang 3.845.490.000

muka

Cadangan

penurunan nilai uang 3.845.490.000

muka

- 3.845.490.000
31 Desember 2024
Penghasilan
Saldo Awal Laba Rugi Komprehensif Saldo Akhir
Lain
- 3.845.490.000

Page 27 OCR 0.904
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. BEBAN AKRUAL

Akun ini terdiri dari:

30 Juni 2025 31 Desember 2024
Beban profesi dan lembaga penunjang pasar modal 564.831.490 477.500.000
Beban gaji dan honorarium 196.250.000 246.750.000
Lainnya - 18.342.677
Jumlah 761.081.490 742.592.677
12. UANG MUKA PENJUALAN
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Uang Muka Penjualan 277.500 277.500
Jumlah 277.500 277.500
13. UTANG LAIN-LAIN - PIHAK BERELASI
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi
PT Aims Indo Investama 2.868.337.256 1.552.378.053
Jumlah 2.868.337.256 1.552.378.053

Perusahaan menerima dana talangan dari PT Aims Indo Investama, pihak berelasi, yang
digunakan untuk membiayai beban operasional Perusahaan.

14. MODAL SAHAM

30 Juni 2025

Jumlah saham Persentase
Pemegang saham ditempatkan dan Pu Jumtah Nominal

disetor penuh kepemilikan
PT. Aims Indo Investama 88,756,991 10,35 4.437.849.550
PT Delta Wibawa Bersama 68,493,151 311396 3.424.657.550
Masyarakat (masing-masing di bawah 595) 62.749.858 28,526 3.137.492.900
Jumlah 220.000.000 100,0076 11.000.000.000

31 Desember 2024

Jumlah saham

ii Persentase .
Pemegang saham ditempatkan dan 7 Jumlah Nominal
disetor penuh kepemilikan
PT. Aims Indo Investama 169.799.890 771896 8.489.994.500
Masyarakat (masing-masing di bawah 50.200.140 2222 jangan

590)
Jumlah 220.000.000 100,0074 11.000.000.000

Page 28 OCR 0.946
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14.

15.

MODAL SAHAM (Lanjutan)

Berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli Saham No. 43 tanggal 21 November 2017 yang dibuat
dihadapan Miki Tanumiharja, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, PT. Aims Indo
Investama telah membeli saham milik PT. Duta Investama Nusantara dalam Perusahaan sebanyak
169.507.000 saham atau setara dengan 77,054 dari seluruh saham yang telah dikeluarkan dan
disetor penuh, dengan harga Rp. 253,43 per saham atau seluruhnya sebesar Rp. 42.958.159.010.

Memenuhi Peraturan OJK (dih Bapepam-LK) Nomor IX.H.1, PT. Aims Indo Investama telah
melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer) guna memberikan kesempatan
yang sama kepada pemegang saham masyarakat sebanyak 50.493.000 saham dengan harga Rp.
254,- per saham.

Sesuai Laporan PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) No. KSE1-4800/JKU/0218 tanggal 15
Februari 2018, jumlah saham tercatat dan disetujui dalam pelaksanaan penawaran tender tersebut
sebanyak 14.497.690 saham atau setara dengan 6,594. Sehingga per tanggal 15 Februari 2018
PT Aims Indo Investama memiliki sebanyak 184.004.690 saham atau setara dengan 83,64,
sedangkan masyarakat memiliki sebanyak 35.995.310 saham atau setara dengan 16,36” modai
disetor Perusahaan.

Selanjutnya Ketentuan V.1 Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-A Tahun 2018 menyebutkan
bahwa syarat untuk tetap sebagai Perusahaan Publik maka publik paling sedikit memiliki
50.000.000 saham dan paling sedikit sebanyak 7,54 dari modal disetor serta dimiliki paling sedikit
oleh 300 (tiga ratus) pihak, dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Penawaran Tender
Wajib selesai dilaksanakan, kecuali Perusahaan melakukan aksi korporasi yang mengakibatkan
terpenuhinya persyaratan tersebut.

Per tanggal 28 Desember 2020 PT Aims Indo Investama telah memenuhi Ketentuan V.1 Peraturan
Bursa No. I-A dengan melepas kembali (refloat) sebanyak 14.004.800 kepada masyarakat melalui
pasar negosiasi, sehingga pemegang saham publik bukan pemegang saham pengendali dan
bukan pemegang saham utama Perseroan memiliki sebanyak 50.000.110 saham atau setara
dengan 22,73Yo modal disetor Perusahaan.

Pemecahan nilai nominal saham (stock split)

Perubahan jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh, dari semula sebanyak 110.000.000
saham menjadi 220.000.000 saham pada tahun 2016, berdasarkan Akta No. 24 tanggal 29 Juni
2016 yang dibuat oleh Notaris Mina Ng, S.H., SPN., M.Kn., dan telah dilaporkan ke Kementrian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0063603 tanggal 1 Juli 2016. Perubahan antara
lain meliputi perubahan anggaran dasar untuk pemecahan nilai nominal (stock split) dengan rasio
pemecahan nilai nominal saham sebesar 1 : 2 (satu banding dua) dari sebelumnya nilai nominal
saham Rp. 100,- per lembar saham menjadi Rp. 50,- per lembar saham.

TAMBAHAN MODAL DISETOR

Saldo tambahan modal disetor Perusahaan terdiri dari:
30 Juni 2025 31 Desember 2024

Agio saham 6.000.000.000 6.000.000.000
Biaya emisi saham (1.784.434.315) (1.784.434.315)
Pengampunan pajak 50.000.000 50.000.000
Jumlah tambahan modal disetor - bersih 4.265.565.685 4.265.565.685

Akun pengampunan pajak merupakan pencatatan atas program pengampunan pajak yang diikuti
oleh Perusahaan (Catatan 6).
Page 29 OCR 0.950
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16.

17.

18.

SALDO LABA YANG DICADANGKAN

Saldo laba yang dicadangkan per tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 dengan rincian
sebagai berikut:

30 Juni 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 146.324.338 146.324.338
Penambahan - -
Saldo akhir 146.324.338 146.324.338

Berdasarkan Undang-undang Perseroan Terbatas, Perusahaan diharuskan untuk membuat
penyisihan cadangan wajib dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Perseroan wajib menyisihkan jumlah tertentu dari laba bersih setiap tahun buku untuk dana
cadangan.

b. Kewajiban penyisihan untuk dana cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berlaku,
apabila perseroan mempunyai saldo laba yang positif.

c. Penyisihan laba bersih sebagimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan sampai cadangan
mencapai paling sedikit 206 (dua puluh persen) dari jumlah modal yang ditempatkan dan
disetor.

d. Cadangan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 yang belum mencapai jumlah sebagaimana
dimaksud pada ayat 2, hanya boleh dipergunakan untuk menutup kerugian yang tidak dapat
dipenuhi oleh cadangan lain.

Berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas, maka
Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 tidak membuat cadangan wajib
dikarenakan saldo laba belum cukup mencapai paling sedikit 20Ys dari Jumlah modal yg
ditempatkan dan disetor.

PENDAPATAN
Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Penjualan hasil tambang 78.750.000 97.500.000
Jumlah 78.750.000 97.500.000

BEBAN POKOK PENDAPATAN

Rincian beban pokok pendapatan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 30 Juni 2024

Pembelian hasil tambang - -
Jumlah - -

Page 30 OCR 0.953
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

30 Juni 2025 30 Juni 2024
Profesi penunjang 202.974.368 341.743.590
Gaji dan tunjangan 424.420.812 258.978.892
Keanggotaan 281.856.500 220.478.000
Pajak Penghasilan Pasal 21 10.377.500
Lain-lain 21.244.062 10.000.000
Transportasi dan beban umum lainnya 1.000.000 2.508.680
Penyusutan (catatan 8) 2.109.390 2.109.390
Alat tulis kantor 749.817 335.417
Jumlah 934.354.939 846.531.469

20. PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - BERSIH

Rincian pendapatan (beban) lain-lain adalah sebagai berikut:

30 Juni 2025 30 Juni 2024
Pendapatan bunga bersih 573.335 68.755
Administrasi bank (533.800) (402.500)
Denda Pajak (446.990) -
Jumlah (407.255) (322.745)

21. RUGI PER SAHAM

Rugi per saham dihitung dengan membagi Rugi bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham
biasa yang beredar pada tahun bersangkutan.

30 Juni 2025 30 Juni 2024
Rugi bersih (856.012.194) (749.365.214)
Rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang
beredar 220.000.000 220.000.000
Rugi per saham (dalam satuan Rupiah penuh) (3,89) (341)

Rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar per tanggal 30 Juni 2025 dan 30 Juni 2024
telah sepenuhnya berjumlah 220.000.000 saham, terhitung sejak Perusahaan melaksanakan
perubahan (pemecahan) nilai nominal saham atau stock split pada tanggal 2 Agustus 2016.

Jumlah saham beredar semula sebanyak 110.000.000 saham dengan nominal sebesar Rp. 100,-
per saham menjadi sebanyak 220.000.000 saham dengan nominal Rp. 50,- per saham.
Page 31 OCR 0.943
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 39 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

23.

Rincian pihak-pihak berelasi beserta sifat hubungannya adalah sebagai berikut:

Perusahaan yang Sifat hubungan Sifat transaksi
berelasi
, Entitas induk dan pemegang Utang lain-lain — pihak
PT Aims Indo Investama saham pengendali berelasi
Rincian transaksi dan saldo dengan pihak beretasi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Utang lain-lain — pihak berelasi
PT Aims Indo Investama 2.368.337.256 1.552.378.053
Jumlah 2.868.337.256 1.552.378.053
Persentase terhadap jumlah liabilitas 59,23K 43,949

Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Aims Indo Investama yang digunakan untuk keperluan
operasional. Utang ini tidak berbunga dan tidak mempersyaratkan agunan, serta tidak berjangka-
waktu.

PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING

a)

b).

Pada tanggal 23 Maret 2020 Perusahaan (sebagai Pihak Pertama) menandatangani Perjanjian
Kerjasama Bagi Hasil Jasa Pertambangan Batubara dengan PT Ansaf Inti Resources (sebagai
Pihak Kedua) dengan beberapa ketentuan antara lain sebagai berikut:

- Pihak Pertama berkontribusi sebagai penyedia modal kerja serta memiliki jaringan
pemasaran yang akan membiayai dan membantu kegiatan usaha Pihak Kedua dalam
melakukan pekerjaan pertambangan.

- Pihak Kedua adalah perusahaan pemegang Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP), memiliki
peralatan kerja, armada angkut dan tenaga ahli.

- Pihak Pertama akan menerima hasil produksi pekerjaan tambang dari Pihak Kedua untuk
selanjutnya diserahterimakan kepada Pihak Ketiga atau pengguna akhir (end user).

- Pihak Pertama akan memperoleh marjin keuntungan (imbal hasil) sebesar Rp. 10.000,-
(sepuluh ribu Rupiah) per metrik ton.

« Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) dari Pihak Ketiga atau pengguna
akhir (end user).

- Jangka waktu perjanjian berlaku selama 10 (sepuluh) bulan dan akan berakhir pada tanggal
22 Desember 2020 dan dapat diperpanjang.

Pada tanggal 31 Maret 2020 Perusahaan (sebagai Pihak Kedua) menandatangani Perjanjian
Kerjasama Pertambangan, Pengangkutan dan Pemasaran Batubara dengan PT Bumi Petangis
(sebagai Pihak Pertama) dengan beberapa ketentuan antara lain sebagai berikut:

- Pihak Pertama adalah pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP)
tambang batubara yang berlokasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

- Pihak Pertama bertindak sebagai pembeli jasa dan menerima hasil pekerjaan pertambangan
dari Pihak Kedua,

- Pihak Kedua bertindak sebagai representatif dari atau gualitate gua (gg) PT Ansaf Inti
Resources sebagai pelaksana kegiatan penambangan di wilayah tambang milik Pihak
Pertama.

- Pihak Kedua dapat memberikan konsultasi kepada Pihak Pertama dan dapat melakukan
upaya pemasaran bagi produk-produk tambang Pihak Pertama.

- Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) Pihak Pertama adalah sebanyak
22.500 (dua puluh dua ribu lima ratus) metrik ton batubara, 4/- 595.

- Jangka waktu perjanjian berlaku selama 10 (sepuluh) bulan dan akan berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 dan dapat diperpanjang.
Page 32 OCR 0.950
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 39 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

23. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)

Cc).

d).

9

Kedua perjanjian pada butir a) dan b) di atas telah sepenuhnya terlaksana, hak dan kewajiban
masing-masing pihak terpenuhi, dan karenanya kedua perjanjian tersebut telah berakhir.

Pada tanggal 21 Desember 2020 Perusahaan (sebagai Pihak Pertama) menandatangani

Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Jasa Pertambangan Batubara dengan PT Ansaf Inti Resources

(sebagai Pihak Kedua), merupakan pembaharuan dari perjanjian pada butir a), dengan

keseluruhan syarat dan ketentuan yang sama, kecuali jangka waktu yaitu:

- Jangka waktu perjanjian berlaku selama 12 (dua belas) bulan dan akan berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 dan dapat diperpanjang.

Pada tanggal 21 Desember 2020 Perusahaan (sebagai Pihak Kedua) menandatangani
Perjanjian Kerjasama Pertambangan, Pengangkutan dan Pemasaran Batubara dengan PT
Bumi Petangis (sebagai Pihak Pertama), merupakan pembaharuan dari perjanjian pada butir
b), dengan keseluruhan syarat dan ketentuan yang sama, kecuali volume dan jangka waktu
yaitu:
- Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) Pihak Pertama adalah sebanyak
180.000 (seratus delapan puluh ribu) metrik ton batubara, 4/- 546.
- Jangka waktu perjanjian berlaku selama 12 (dua belas) bulan dan akan berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 dan dapat diperpanjang.

Berkaitan dengan lingkup perjanjian pada butir d) di atas, pada tanggal 1 Oktober 2021
Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Batubara dengan PT Bumi
Petangis (BPS), dimana Pihak Kedua memperoleh marjin perdagangan sebesar AS$ 1 per
ton dari BPS untuk pelanggan ekspor yang diperoleh Perusahan atas pembelian hasil produksi
tambang BPS.

. Pada tanggal 1 November 2021, Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama

Pemasaran Batubara dengan PT Agung Perdana Sakti (APS), dimana Perusahaan akan
memberikan marjin perdagangan sebesar AS$ 1 per ton kepada APS untuk pelanggan
domestik yang diperoleh APS atas pembelian hasil produksi tambang PT Bumi Petangis.

. Berkaitan dengan lingkup perjanjian pada butir d) di atas, pada tanggal 1 November 2021,

Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Batubara dengan PT Bumi
Petangis (BPS), dimana Perusahaan memperoleh marjin perdagangan sebesar AS$ 2 per ton
dari BPS untuk pelanggan domestik yang diperoleh Perusahaan atas pembelian hasit produksi
tambang BPS.

Pada tanggal 20 Desember 2021 Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama Bagi

Hasil Jasa Pertambangan Batubara dengan PT Ansaf Inti Resources (AIR), merupakan

pembaharuan dari perjanjian pada butir c), dengan keseluruhan syarat dan ketentuan yang

sama, kecuali jangka waktu yaitu:

- Jangka waktu perjanjian berlaku selama 12 (dua belas) bulan dan akan berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 dan dapat diperpanjang.

. Pada tanggal 20 Desember 2021 Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerjasama

Pertambangan, Pengangkutan dan Pemasaran Batubara dengan PT Bumi Petangis (BPS),

merupakan pembaharuan dari perjanjian pada butir d), dengan keseluruhan syarat dan

ketentuan yang sama, yaitu:

- Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) Pihak Pertama adalah sebanyak
180.000 (seratus delapan puluh ribu) metrik ton batubara, #/- 546.

- Jangka waktu perjanjian berlaku selama 12 (dua belas) bulan dan akan berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 dan dapat diperpanjang.
Page 33 OCR 0.940
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

23. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (lanjutan)

D.

k).

m

Pada tanggal 10 Oktober 2017, Perusahaan menandatangani Perjanjian Jual Beli Batubara
dengan PT Fatahillah Cahaya Mandiri, selaku pihak penjual, dengan ketentuan sebagai berikut:
- Spesifikasi ! GCV (ARB) 3,500 Kcal/Kg

- Jumlah 1 100.000 metric ton

- Periode pengiriman : Oktober 2017 — September 2018

- Syarat perdagangan : FOB Trimming

Pada tanggal 10 Oktober 2017, Perusahaan menandatangani Perjanjian Jual Beli Batubara
dengan Star Circle Capital Ltd, selaku pihak pembeli, dengan ketentuan sebagai berikut:

- Spesifikasi 1 GCV (ARB) 3,500 Kcal/Kg

- Jumlah 1 100.000 metric ton

- Periode pengiriman : Oktober 2017 — September 2018

- Syarat perdagangan : FOB Trimming

. Pelaksanaan Perjanjian Jual Beli Batubara mewajibkan Perusahaan mengurus perizinan Surat

Izin Usaha Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas dan Produk YBDI, serta
seterusnya wajib memperoleh Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus (IUP-OPK)
Pengangkutan dan Penjualan Batubara di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Republik Indonesia, melalui persyaratan dan rekomendasi dari Direktorat Jenderal Mineral dan
Batubara (Minerba).

).Perjanjian pada butir j) dan k) sampai dengan tanggal 31 Desember 2021 belum terlaksana,
dikarenakan pihak-pihak yang berpengikatan dalam perjanjian belum berhasil memperoleh
perizinan yang dimaksud, namun terus berupaya mengurus IUP-OPK mengikuti ketentuan
dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 4
Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, tanggal 10 Juni 2020.

n). Pada tanggal 27 Mei 2024 PT Agung Perdana Sakti (sebagai Pihak Pertama) menandatangani

Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Jasa Pertambangan Batubara dengan Perusahaan (sebagai

Pihak Kedua) dengan beberapa ketentuan antara lain sebagai berikut:

- Para Pihak sepakat dan setuju untuk bekerjasama dalam bidang pekerjaan / jasa
pertambangan batubara, dengan bidang pekerjaan Konsultasi, Perencanaan, Pelaksanaan
dan Pengujian Peralatan.

- Pihak Kedua akan memperoleh marjin keuntungan (imbal hasil) sebesar Rp. 13.000,- (tiga
belas ribu Rupiah) per metrik ton.

- Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) dari Pihak Ketiga atau pengguna
akhir (end user).

- Jangka waktu perjanjian berlaku selama 1 (satu) bulan dan akan berakhir pada tanggal 26
Juni 2024 dan dapat diperpanjang.

o)Pada tanggal 07 September 2024 PT Agung Perdana Sakti (sebagai Pihak Pertama)

menandatangani Perjanjian Kerjasama Bagi Hasil Jasa Pertambangan Batubara dengan

Perusahaan (sebagai Pihak Kedua) dengan beberapa ketentuan antara lain sebagai berikut:

- Para Pihak sepakat dan setuju untuk bekerjasama dalam bidang pekerjaan / jasa
pertambangan batubara, dengan bidang pekerjaan Konsultasi, Perencanaan, Pelaksanaan
dan Pengujian Peralatan.

- Pihak Kedua akan memperoleh marjin keuntungan (imbal hasil) sebesar Rp. 10.500,-
(sepuluh ribu limas ratus Rupiah) per metrik ton.

- Volume kerjasama berdasarkan surat perintah kerja (SPK) dari Pihak Ketiga atau pengguna
akhir (end user).

- Jangka waktu perjanjian berlaku sampai dengan telah dilakukannya seluruh kewajiban para
pihak.
Page 34 OCR 0.904
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

24. INSTRUMEN KEUANGAN

Instrumen keuangan telah dialokasikan berdasarkan klasifikasinya. Kebijakan akuntansi penting
pada Catatan 2g menjelaskan bagaimana setiap kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan
diukur dan bagaimana pendapatan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian (perubahan
nilai wajarinstrumen keuangan) atas nilai wajar diakui.

Pengelompokan aset dan liabilitas keuangan telah diklasifikasikan menjadi instrumen
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

30 Juni 2025
Aset keuangan Liabilitas keuangan
yang diukur pada yang diukur pada
biaya perolehan biaya perolehan Manan
diamortisasi diamortisasi Nilai tercatat Nilai wajar
Aset keuangan
Kas dan bank 459.937.941 - 459.937.941 459.937.941
Piutang usaha 1.575.000 - 1.575.000 1575.000
Jumlah aset
keuangan 461.512.941 - 461.512.941 461.512.941
Liabititas keuangan
Beban aktual - 761.081.490 761.081.490 761.081.490
Utang lain-lain -pihak
berelasi : 2.868.387.256 2.868.337.256 2.868.337.256
Jumlah liabilitas
keuangan . 3.629.418.746 3.629.418.746 3.629.418.746
31 Desember 2024
Aset keuangan Liabilitas keuangan
yang diukur pada yang diukur pada
biaya perolehan biaya perolehan
diamortisasi diamortisasi Nilai tercatat Nilal wajar
Aset keuangan
Kas dan bank 8.659.749 - 8.659.749 8.659.749
Jumlah aset
keuangan 8.659.749 - 8.659.749 8.659.749
Liabilitas keuangan
Beban akrual - 742.592.677 742.592.677 742.592.677
Utang lain-lain - pihak
berelasi - 1.552.378.053 1.552.378.053 1.552.378.053
Jumlah liabilitas
keuangan - 2.294.970.730 2.294.970.730 2.294.970.730

Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar adalah sebagai berikut:

» Nilai wajar kas dan bank, utang lain-lain - pihak berelasi dan beban akrual mendekati nilai
tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut.
Page 35 OCR 0.949
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

Perusahaan memiliki risiko bisnis antara lain adalah risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko
permodalan yang timbul dari kegiatan usaha. Pihak manajemen terus memantau manajemen risiko
Perusahaan untuk mengelola keseimbangan antara risiko dengan pengendalian. Kebijakan dan
sistem manajemen risiko selalu ditelaah untuk mencerminkan perubahan kondisi pasar dan
aktivitas Perusahaan.

a. Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
memenuhi kewajibannya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko
kredit yang dihadapi Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan.
Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak yang diakui dan kredibel.

Perusahaan memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan
secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan, jumlah piutang
dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang yang tidak tertagih.

Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, kualitas kredit setiap kelas aset keuangan
yang belum jatuh tempo dan belum mengalami penurunan nilai berdasarkan peringkat
Perusahaan adalah sebagai berikut:

30 Juni 2025
Konsentrasi resiko
Pihak berelasi Pihak ketiga Eksposur maksimum
Kas dan bank - 459.937.941 459.937.941
Piutang usaha z 1.575.000 1.575.000
- 461.512.941 461.512.941

31 Desember 2024

Konsentrasi resiko

Pihak berelasi Pihak ketiga Eksposur maksimum
Kas dan bank 2 8.659.749 8.659.749

b. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat Perusahaan akan mengalami kesulitan
dalam memenuhi liabilitas keuangan karena kekurangan dana.

Pemaparan Perusahaan terhadap risiko likuiditas pada umumnya timbul dari
ketidakcocokan jatuh tempo aset keuangan dan liabilitas.

Pengelolaan terhadap risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara
aset dan liabilitas keuangan, penerimaan tagihan yang tepat waktu, manajemen kas yang
mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun ke depan serta memastikan
ketersediaan pendanaan melalui komitmen fasilitas kredit.
Page 36 OCR 0.933
PT ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 Juni 2025
Dan untuk periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25, KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
b, Risiko Likuiditas (lanjutan)

Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan
pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31

Desember 2024 :
30 Juni 2025
Jatuh tempo
2027 dan
Jumlah 2026 seterusnya Nilai wajar
Liabilitas
keuangan
Beban akrual 761.081.490 761.081.490 - 761.081.490
Utang lain-lain -
pihak berelasi 2.868.337.256 - 2.868.337.256 2.863.337.256
Jumlah 3.629.418.746 761.081.490 2.868.337.256 3.629.418.746
| 31 Desember 2024
| Jatuh tempo
| 2026 dan
| Jumlah 2025 seterusnya Nilai wajar
Liabilitas
keuangan
|
| Beban akrual 742.592.677 742.592.677 - 742.592.677
| Utang lain-lain -
i pihak berelasi 1.552.378.053 - 1.552.378.053 1.552.378.053
Jumlah 2.294.970.730 742.592.677 1552.378.053 2.294.970.730

c. Risiko Permodalan

Tujuan Perusahaan mengatur modal adalah untuk menjaga kemampuan Perusahaan untuk
melanjutkan usaha yang terus menerus supaya memberikan keuntungan kepada pemegang
saham dan pemangku kepentingan lainnya dan untuk mempertahankan struktur modal yang
optimal untuk mengurangi biaya modal.

Perusahaan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola struktur permodalan untuk
memastikan struktur modal dan hasil pengembalian ke pemegang saham yang optimal, dengan
mempertimbangkan kebutuhan modal masa depan dan efisiensi modal Perusahaan,
Profitabilitas masa sekarang dan yang akan datang, proyeksi arus kas operasi, proyeksi belanja
modal dan proyeksi peluang investasi yang strategis.

Sebagaimana praktik yang berlaku umum. Perusahaan mengevaluasi struktur permodalan
melalui rasio liabilitas terhadap modal (gearing ratio) yang dihitung melalui pembagian antara
utang bersih dengan modal.

Page 37

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.13 MB
Published9 Jul 2025
Pages37
Characters80,978
Text sourceOCR
OCR confidence0.936

Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ARTHA MAHIYA INVESTAMA Tbk p.2 ×127
linked person Calvin Lutvi p.3 ×4
linked org PT Aims Indo Investama p.8 ×23
linked person Akhmad Ali Fahmi p.9 ×6
linked person Mohammad Adil Triansyah p.9 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.22 ×2
linked org PT Delta Wibawa Bersama p.27
possible org Negara Republik Indonesia p.8
possible org Bursa Efek Indonesia p.8 ×3
unresolved person Hanifa Halim p.8
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.8
unresolved person Elizabeth Karina Leonita · Notaris p.8
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.8
unresolved org Bapepam-LK p.8 ×4
unresolved person Priyandana Priyandana · Anggota p.9
unresolved person Endru Adhikara Endru Adhikara · Anggota p.9
unresolved person S.H. Putri Permata Sari · Anggota p.9 ×3
unresolved person Anton Hidayat p.9
unresolved org Bank Indonesia p.11 ×2
unresolved org PT Agung Perdana Sakti p.22 ×4
unresolved org PT Fatahillah Cahaya Mandiri p.23 ×3
unresolved org Rekonsiliasi p.24
unresolved org Perhitungan p.25
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.25
unresolved person Miki Tanumiharja · Notaris p.28
unresolved org PT. Duta Investama Nusantara p.28
unresolved org PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia p.28
unresolved org Sentral Efek Indonesia p.28
unresolved person Mina Ng p.28
unresolved person SPN. p.28
unresolved org PT Ansaf Inti Resources p.31 ×4
unresolved org PT Bumi Petangis p.31 ×6
unresolved org Star Circle Capital Ltd p.33
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.33
unresolved org Direktorat Jenderal Mineral p.33

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2025-II-AIMS.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result