Back to announcement
20250703_ALKA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31911382_lamp1.pdf
Other Text extracted ALKASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1 OCR 0.949
PT Alakasa Industrindo Tbk (d/h PT Alumindo Perkasa) ne Jl. Pulogadung 4, Pulogadung Industrial Estate, Jakarta 13920 Mail Address : P.O Box 1367 Jat, Jakarta 13013 Phone : 4608855, Facsimile : 4608856 No. 2701/AI/ST:mpm/VII/2025 Jakarta, 3 Juli 2025 Kepada Yth. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I, Lt. 6 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 —53 Jakarta Perihal: Tanggapan atas Permintaan Penjelasan No. S-06568/BEI.PP1/06-2025 Dengan hormat, Menindaklanjuti surat PT Bursa Efek Indonesia No. S-06568/BEI.PP1/06-2025 tanggal 26 Juni 2025 perihal permintaan penjelasan atas kinerja dan kondisi keuangan PT Alakasa Industrindo Tbk (“Perseroan”), bersama ini kami sampaikan tanggapan atas pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud. Ts Berdasarkan Laporan Tahunan Perseroan tahun 2024, dijelaskan bahwa “...pencapaian volume penjualan Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perdagangan bahan baku aluminium di tahun 2024 kurang baik. Pada tahun 2024, Perusahaan mengalami penurunan nilai penjualan yaitu sebesar 98,344 apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.” Agar dijelaskan terkait: a. Kondisi keuangan terkini atas masing-masing Entitas Anak Perseroan. Tanggapan : Kondisi keuangan Entitas Anak secara umum cukup terdampak akibat penurunan volume penjualan di tahun 2024, namun operasional tetap dapat berjalan dengan baik berkat dukungan manajemen likuiditas yang ketat. b.Sebutkan lokasi operasional atas masing-masing segmen Perseroan. Tanggapan : Sebagaimana yang tercantum dalam laporan keuangan audit tahun 2024 Catatan 1.c, kegiatan operasional perseroan dan entitas anak dilakukan di Indonesia dan Hongkong. c. Apa faktor utama yang menyebabkan penurunan drastis penjualan pada tahun 2024? Tanggapan : Penurunan penjualan disebabkan oleh beberapa kontrak yang dimiliki oleh entitas anak yang bergerak di bidang perdagangan bahan baku aluminium telah selesai, dimana hingga saat ini manajemen masih mengupayakan untuk memperoleh kontrak yang baru disamping juga melakukan diversifikasi usaha. Selain itu, penurunan penjualan tersebut juga disebabkan oleh faktor eksternal mengingat kondisi perekonomian global yang cukup bergejolak dan cenderung tidak stabil. d.Entitas Anak mana yang dimaksud sebagai pihak yang mengalami penurunan nilai penjualan sebesar 98,3446 di tahun 2024? Tanggapan : Entitas anak yang bergerak dalam bidang perdagangan bahan baku aluminium. Registered at Department of Trade R.I. No. 09-04. 1.3.00516
Page 2 OCR 0.952
PT Alakasa Industrindo Tbk (dih PT Alumindo Perkasa) #NAKASAL e. Kendala yang dihadapi oleh operasional Perseroan dan Entitas Anak tersebut. Tanggapan : Kendala utama yang dihadapi adalah terbatasnya akses pasar ekspor akibat beberapa faktor eksternal seperti kondisi pasar global yang melemah, berkurangnya permintaan, serta ketatnya persaingan harga. f. Apakah terdapat perubahan pada kontrak signifikan dengan pelanggan dari Entitas Anak tersebut? Tanggapan : Hingga saat ini belum terdapat perubahan yang signifikan dengan pelanggan. g.Apakah terdapat perubahan pada kontrak signifikan dengan pemasok dari Entitas Anak tersebut? Tanggapan : Hingga saat ini belum terdapat perubahan yang signifikan dengan pemasok. h.Hubungan penurunan signifikan pada penjualan Perseroan dengan kondisi pasar secara nasional dan global. Tanggapan : Penurunan nilai penjualan berkorelasi dengan penurunan volume serta pelemahan harga aluminium global. Selain itu, kondisi pasar domestik juga cukup stagnan. . Penurunan penjualan ini berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan secara keseluruhan di tahun 2024, bagaimana cara Perseroan tetap dapat bertahan dalam kondisi profitabilitas yang kian menurun tersebut? Tanggapan : Perseroan akan berupaya melakukan efisiensi atas biaya operasional, pengendalian biaya, serta diversifikasi sumber pendapatan. j. Tindakan strategis apa yang telah diambil oleh Perseroan untuk memulihkan kinerja keuangan Perseroan? Tanggapan : Perseroan telah melakukan evaluasi segmentasi usaha dan mengembangkan layanan dengan margin yang lebih baik, termasuk jasa konsultasi atas transaksi bisnis yang sejalan dengan visi dan misi Perseroan sebagai strategic partner of choice. k.Tindakan strategis apa yang akan diambil oleh Perseroan untuk memulihkan kinerja keuangan Perseroan? Tanggapan : Kedepannya Perseroan berencana menjajaki peluang pasar baru, memperluas basis pelanggan, dan memaksimalkan sinergi antar entitas dalam Grup. 2. Berdasarkan CALK nomor 20 Laporan Keuangan Auditan 2024, total Pendapatan Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp78,89 miliar, dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,89 triliun. Pelanggan utama Perseroan terdiri dari Xiamen Great Corporation, MIND ID, dan PT Indonesia Asahan Alumunium. Namun demikian, sepanjang tahun 2024, tidak terdapat pendapatan dari segmen Perdagangan dari yang sebelumnya menyumbang porsi sebesar 9896 dari total pendapatan Perseroan. Agar dijelaskan terkait: Registered at Department of Trade R.I. No. 09-04. 1.3.00516
Page 3 OCR 0.948
PT Alakasa Industrindo Tbk (d/h PT Alumindo Perkasa) ZALAKASA a. Penyebab tidak terdapat transaksi dari segmen Perdagangan sepanjang tahun 2024. Tanggapan : Karena transaksi dari segmen perdagangan dilakukan berdasarkan kontrak yang mana saat ini manajemen masih mengupayakan untuk memperoleh kontrak yang baru. b.Sebutkan kontrak jangka panjang dan jangka pendek terkini atas segmen Perdagangan. Tanggapan : Kontrak jangka pendek disesuaikan secara oportunistik sesuai peluang pasar. Saat ini belum ada kontrak jangka panjang aktif di segmen perdagangan. c. Pendapatan Perseroan dari segmen perdagangan sangat bergantung pada tiga pelanggan utama yaitu Xiamen Great Corporation, MIND ID, dan PT Indonesia Asahan Alumunium. Bagaimana strategi Perseroan untuk meningkatkan diversifikasi atas pelanggan dari sektor Perdagangan untuk memastikan stabilitas pendapatan jangka panjang? Tanggapan : Perseroan berupaya melakukan diversifikasi pelanggan dengan membuka komunikasi dengan prospek baru di dalam dan luar negeri. d.Penyebab tidak lagi terdapat transaksi perdagangan dengan pelanggan utama Perseroan yaitu Xiamen Great Corporation dan PT Indonesia Asahan Alumunium. Tanggapan : Belum terdapatnya transaksi dikarenakan seluruh transaksi perdagangan Perseroan dilakukan berdasarkan kontrak. e.Apakah terdapat kendala internal maupun eksternal yang mempengaruhi transaksi dengan Xiamen Great Corporation dan PT Indonesia Asahan Alumunium? Tanggapan : Kendala eksternal berupa pelemahan harga global dan perubahan strategi pengadaan dari pelanggan tentunya secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi transaksi. f. Rencana fokus bisnis utama Perseroan yang akan menjadi prioritas Perseroan ke depannya. Tanggapan : Perseroan akan mencoba melakukan diversifikasi bisnis dan mencari alternatif peluang untuk dapat meningkatkan kinerja kedepannya. Selain itu, Perusahaan juga akan memfokuskan bisnis pada kegiatan dengan margin lebih stabil dan risiko lebih rendah. g-Jelaskan nature dari konsultasi bauksit. Tanggapan : Jasa konsultasi bauksit mencakup advisory services berupa dukungan teknis, non teknis dan manajemen proyek eksplorasi serta uji kelayakan sumber daya mineral. h.Apakah pendapatan yang diperoleh dari layanan konsultasi merupakan aliran pendapatan yang berkelanjutan, ataukah hanya bersifat sementara? Mengingat segmen pendapatan konsultasi hanya ada pada tahun 2024. Tanggapan : Pendapatan dari layanan konsultasi bersifat sementara berdasarkan kebutuhan proyek, namun Perseroan menjajaki potensi jangka panjang di sektor ini. Registered at Department of Trade R.I. No. 09-04. 1.3.00516
Page 4 OCR 0.952
PT Alakasa Industrindo Tbk (d/h PT Alumindo Perkasa) Z ALAKASA . Sebutkan pelanggan dari jasa konsultasi bauksit. Tanggapan : Pelanggan dari jasa konsultasi bauksit adalah pihak ketiga yang bergerak di bidang eksplorasi mineral. . Apakah terdapat rencana untuk mengembangkan segmen jasa konsultasi? Tanggapan : Perseroan mempertimbangkan untuk melakukan pengembangan lebih lanjut atas jasa konsultasi sesuai dengan potensi pasar. 3. Segmen Perdagangan kembali mencatatkan pendapatan per 31 Maret 2025 yaitu sebesar Rp57,77 miliar yang seluruhnya merupakan transaksi dengan MIND ID. Agar dijelaskan terkait: a. Apa saja bentuk perjanjian antara Perseroan dengan MIND ID? Apakah melibatkan kerja sama jangka panjang atau proyek jangka pendek? Tanggapan : Kerjasama dengan MIND ID bersifat jangka pendek berbasis kontrak. b. Apakah transaksi atas proyek tersebut merupakan satu proyek besar atau terdiri dari beberapa proyek kecil yang dikonsolidasikan? Tanggapan : Transaksi dengan MIND ID adalah transaksi dagang yaitu penjualan produk CPC (Calcium Petroleum Coke). C. Bagaimana sebaran lokasi proyek Perseroan saat ini? Tanggapan : Perseroan mengadakan pengiriman barang/pengapalan ke Lokasi yang telah ditentukan oleh pelanggan, bukan merupakan suatu proyek yang berhenti di suatu daerah tertentu. d. Apakah terkonsentrasi di wilayah tertentu atau tersebar di beberapa daerah? Tanggapan : Bukan merupakan proyek yang terkonsentrasi di wilayah tertentu. e. Dari seluruh lokasi yang ada, lokasi mana yang memberikan kontribusi profit paling besar bagi Perseroan? Tanggapan : Tidak ada Lokasi yang spesifik, mengingat transaksi yang dilakukan adalah transaksi perdagangan. Lokasi pengiriman sesuai dengan informasi dari pelanggan. f. Proyek apa yang sedang dijalankan di lokasi dengan profitabilitas tertinggi tersebut? Tanggapan : Sesuai dengan jawaban di point-point sebelumnya. 4. Berdasarkan kondisi keuangan dan operasional Perseroan saat ini, agar dijelaskan: a.Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan (going concern) dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Tanggapan : Dalam jangka pendek, volatilitas harga komoditas dan ketidakstabilan ekonomi global bisa menjadi faktor. Dalam jangka menengah dan panjang, Perseroan memandang perlu mengupayakan untuk mencari alternatif bisnis lainnya yang lebih sustain bukan hanya berdasarkan kontrak yang bersifat jangka pendek. b.Langkah-langkah yang telah atau akan diambil untuk mengurangi risiko terkait dengan potensi ketidakmampuan Perseroan untuk terus beroperasi? Tanggapan : Perseroan melakukan efisiensi biaya, fokus pada bisnis yang menghasilkan margin yang lebih baik, serta melakukan evaluasi alokasi sumber daya untuk menjaga Registered at Department of Trade R.I. No. 09-04. 1.3.00516
Page 5 OCR 0.952
PT Alakasa Industrindo Tbk (dih PT Alumindo Perkasa) AZ ALAKASA& keberlanjutan usaha. c.Bagaimana proyeksi Perseroan terhadap pemulihan kinerja Entitas Anak di tahun 2025 dan ke depannya? Tanggapan : Perseroan selalu optimis bahwa entitas anak akan mengalami pemulihan kinerja seiring perbaikan kondisi pasar dan penyesuaian strategi usaha. 5. Perseroan membukukan saldo piutang lain-lain pihak ketiga per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 sebesar Rp129,7 miliar untuk kedua periode tersebut. Saldo ini telah meningkat 24.4554 dari sebelumnya sebesar Rp527,98 juta. Piutang lain-lain ini merupakan pemberian pinjaman kepada PT Sigma Prima Indotama yang digunakan sebagai modal kerja dalam mengeksplorasi pasir silika. Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga, tidak ada jatuh tempo, tidak dijaminkan dan dapat dimintakan pengembalian sewaktu-waktu. Agar dijelaskan terkait: a.Alasan dan dasar keputusan Perseroan memberikan pinjaman tanpa bunga, tanpa jaminan, dan tanpa jatuh tempo kepada PT Sigma Prima Indotama. Tanggapan : Transaksi yang dicatat sebagai piutang lain-lain kepada PT Sigma Prima Indotama (SPI) bukan merupakan pemberian pinjaman atau hutang pada umumnya, melainkan merupakan semacam biaya yang dikeluarkan oleh Perseroan sebagai bagian dari kegiatan awal eksplorasi pasar silika yang dilakukan bersama SPI, meskipun secara akuntansi dicatat pada akun piutang lain-lain. Biaya tersebut bersifat pre-operasi untuk mendukung studi kelayakan dan kegiatan awal yang bersifat strategis. Dimana langkah ini sejalan dengan rencana diversifikasi bisnis Perseroan guna meningkatkan kinerja di masa-masa yang akan datang. b.Status terkini atas pinjaman kepada PT Sigma Prima Indotama, termasuk pelunasan yang sudah dilakukan. Tanggapan : Belum terdapat pengembalian dana karena dana tersebut bukanlah pinjaman pada umumnya, melainkan biaya awal operasional atau biaya modal kerja untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi pasir silika. Cc. Bagaimana pengaruh time value of money terhadap keputusan Perseroan untuk memberikan pinjaman tanpa bunga kepada PT Sigma Prima Indotama dalam jangka panjang? Tanggapan : Karena dana tersebut bersifat biaya eksplorasi awal, aspek time value of money tidak secara langsung relevan. Perseroan mengklasifikasikannya sebagai bagian dari aset lancar lainnya, dengan evaluasi berkala terhadap realisasi proyek. d.Bagaimana pengelolaan arus kas yang berkaitan dengan pinjaman yang diberikan tanpa bunga mempengaruhi proyeksi keuangan Perseroan, terutama dalam jangka panjang dengan mempertimbangkan faktor time value of money? Mengingat Perseroan juga tetap membutuhkan likuiditas yang cukup untuk melakukan pembayaran yang bersifat operasional. Tanggapan : Pengeluaran ini direncanakan sebelumnya dan telah diperhitungkan dalam proyeksi arus kas. Perseroan tetap mengelola kebutuhan likuiditas jangka pendek melalui alokasi anggaran yang hati-hati e.Dengan adanya pinjaman yang tidak dijaminkan, bagaimana Perseroan mengelola risiko terkait kemungkinan ketidakmampuan PT Sigma Prima Indotama untuk mengembalikan pinjaman tersebut? Tanggapan : Karena bukan bersifat pinjaman pada umumnya, tidak ada risiko gagal bayar. Setiap wujud barang/asset yang diperoleh dari pekerjaan yang dilakukan atas Kerjasama Registered at Department of Trade R.I. No. 09-04. 1.3.00516
Page 6 OCR 0.954
PT Alakasa Industrindo Tbk (d/h PT Alumindo Perkasa) NLAKASA& dengan SPI merupakan milik Perseroan dan dapat dikonversi menjadi kas sewaktu-waktu. Namun demikian, setiap risiko akan terus dimitigasi melalui evaluasi kelayakan pasar dan kerja sama teknis. f. Bagaimana pinjaman kepada PT Sigma Prima Indotama ini mempengaruhi likuiditas Perseroan, terutama dalam hal ketersediaan dana untuk kebutuhan operasional lainnya? Tanggapan : Perseroan tetap menjaga likuiditas dengan menyesuaikan pengeluaran lain dan mengalokasikan setiap anggaran demi anggaran secara proporsional. g.Apakah ada perjanjian atau kontrak yang mengatur pengembalian pinjaman tersebut, meskipun pinjaman dapat dimintakan pengembalian sewaktu-waktu? Tanggapan : Proses pengembalian tidak terlalu secara spesifik diatur, namun Setiap wujud barang/asset yang diperoleh dari pekerjaan yang dilakukan atas Kerjasama dengan SPI merupakan milik Perseroan dan dapat dikonversi menjadi kas sewaktu-waktu. h.Apa yang menjadi jaminan atau pertimbangan bagi Perseroan untuk memberikan pinjaman kepada PT Sigma Prima Indotama, mengingat sifat pinjaman yang longgar (tanpa bunga dan tanpa jaminan)? Tanggapan : Pertimbangan utama Perseroan dalam melakukan pendanaan awal ini adalah potensi strategis pasar silika, serta sinergi jangka panjang yang dapat dihasilkan jika proyek berhasil dilanjutkan ke tahap komersial. . Apakah terdapat rencana atau jadwal yang jelas terkait pengembalian pinjaman ini atau adakah ketentuan yang memastikan piutang ini tidak berlarut-larut tanpa ada pengembalian? Tanggapan : Saat ini belum ada jadwal pengembalian karena dana tersebut, Evaluasi akan dilakukan berdasarkan perkembangan dan keputusan investasi selanjutnya. . Pengaruh pinjaman tersebut terhadap kinerja operasional Perseroan jika pinjaman ini tidak dikembalikan dalam jangka waktu yang wajar? Tanggapan : Jika proyek tidak dilanjutkan, maka biaya yang telah dikeluarkan dapat direklasifikasi sebagai asset baik berupa barang tambang yang dapat dikoversi menjadi kas sewaktu-waktu. Meski demikian, hingga saat ini proyek masih dianggap memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan kedepannya. k.Bagaimana Perseroan memonitor penggunaan dana pinjaman yang diberikan kepada PT Sigma Prima Indotama, khususnya dalam hal eksplorasi pasir silika? Tanggapan : Perseroan memonitor kegiatan SPI secara berkala melalui laporan kemajuan, site visit, dan komunikasi aktif antar tim manajemen untuk memastikan penggunaan dana sesuai dengan tujuan eksplorasi pasar silika. 6. Berdasarkan CALK nomor 17 perihal pajak dibayar di muka, Perseroan membukukan saldo sebesar Rp1,42 miliar per 31 Maret 2025, meningkat signifikan dari Rp67,58 juta per 31 Desember 2024. Agar dijelaskan terkait: a.Penyebab utama peningkatan signifikan pada saldo pajak dibayar di muka, dari Rp67,58 juta per 31 Desember 2024 menjadi Rp1,42 miliar per 31 Maret 2025. Tanggapan : Peningkatan tersebut Sebagian besar berasal dari penerimaan PPN masukan sehubungan dengan kegiatan operasional yang dilakukan oleh entitas anak yang bergerak di Registered at Department of Trade R.I. No. 09-04. 1.3.00516
Page 7 OCR 0.950
PT Alakasa Industrindo Tbk (d/h PT Alumindo Perkasa) ZMAKASAL bidang industri aluminium. b.Apakah peningkatan saldo pajak dibayar di muka ini terkait dengan perubahan dalam kebijakan perpajakan atau perubahan dalam kewajiban pajak yang perlu dibayar di muka oleh Perseroan? Tanggapan : Tidak terdapat perubahan kebijakan. c. Apakah peningkatan saldo pajak dibayar di muka ini menunjukkan adanya pembayaran pajak yang lebih besar atau lebih awal, atau apakah ada alasan lain yang menjelaskan lonjakan tersebut? Tanggapan : Terkait dengan penerimaan Faktur pajak PPN masukan di suatu periode tertentu. d.Bagaimana Perseroan mengelola pengaruh peningkatan pajak dibayar di muka terhadap arus kas dan likuiditas dalam periode yang sama? Tanggapan : Pengaruh terhadap arus kas tidak terlalu signifikan karena telah diperhitungkan dalam proyeksi kas Perseroan. e.Apakah Perseroan telah mengidentifikasi alasan spesifik yang menyebabkan kenaikan pajak dibayar di muka, seperti perubahan dalam perjanjian kontrak atau transaksi yang mempengaruhi kewajiban pajak? Tanggapan : Tidak terdapat perjanjian atau transaksi baru yang berdampak signifikan terhadap kewajiban pajak. f. Apakah terdapat pengaruh terhadap penghitungan pajak yang harus dibayar pada periode berikutnya, mengingat peningkatan saldo pajak dibayar di muka ini? Tanggapan : Tidak memiliki pengaruh secara signifikan karena telah diperhitungkan dalam proyeksi kas Perseroan. 7. Perseroan mencatatkan piutang usaha sebesar Rp44,3 miliar pada 31 Maret 2025, Rp39,8 miliar per 31 Desember 2024, dan Rp7,43 miliar per 31 Desember 2023. Dengan demikian terdapat peningkatan signifikan sebesar 436X antara periode 2023 dan 2024. Agar dijelaskan terkait: a.Penyebab utama peningkatan piutang usaha sebesar 4364 antara periode 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2024, dari Rp7,43 miliar menjadi Rp39,8 miliar mengingat pada tahun 2024 pendapatan Perseroan justru mengalami penurunan signifikan. Tanggapan : Peningkatan piutang usaha berasal dari beberapa transaksi di akhir tahun yang baru jatuh tempo di tahun berikutnya. b.Adakah perubahan dalam kebijakan penjualan atau pengaturan kredit yang diterapkan oleh Perseroan yang berkontribusi pada peningkatan piutang usaha yang signifikan ini? Tanggapan : Tidak ada perubahan kebijakan, mengingat penagihan piutang sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan proyeksi perseroan. c.Bagaimana Perseroan mengelola dan menagih piutang usaha yang meningkat secara signifikan ini untuk memastikan bahwa arus kas tetap sehat? Tanggapan : Piutang dikelola melalui koordinasi aktif dengan pelanggan dan kebijakan kredit internal. Registered at Department of Trade R.I. No. 09-04. 1.3.00516
Page 8 OCR 0.954
PT Alakasa Industrindo Tbk (dih PT Alumindo Perkasa) 10. ZALAKASAS d.Apa yang dilakukan Perseroan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dan penagihan piutang agar dapat mengurangi peningkatan piutang yang jatuh tempo di periode berikutnya? Tanggapan : Perseroan menerapkan sistem pengingat dan penagihan rutin untuk menjaga rasio piutang tertagih. Berdasarkan CALK nomor 6, saldo persediaan Perseroan mencapai Rp7,7 miliar pada 31 Maret 2025, meningkat 139,3196 dari Rp3,2 miliar pada 31 Desember 2024. Kenaikan persediaan utamanya disebabkan oleh meningkatnya barang baku dari Rp870,5 juta menjadi 3,3 miliar. Agar dijelaskan terkait: a.Penyebab utama kenaikan signifikan pada saldo persediaan, dari Rp3,2 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp7,7 miliar per 31 Maret 2025? Tanggapan : Kenaikan disebabkan oleh akumulasi bahan baku untuk memenuhi kebutuhan atas permintaan pelanggan. b.Bagaimana pengaruh kenaikan persediaan, khususnya pada barang jadi dan barang baku terhadap operasional dan strategi produksi Perseroan? Tanggapan : Perseroan menyesuaikan strategi produksi agar efisien terhadap perubahan inventori. c. Kenaikan persediaan utamanya disebabkan oleh meningkatnya barang baku dan barang jadi. Apa yang menjadi faktor utama dalam peningkatan barang baku dan barang jadi tersebut? Tanggapan : Hal ini sejalan dengan permintaan pelanggan pada suatu periode tertentu. Berdasarkan CALK nomor 9, Perseroan mencatat penurunan beban akrual sebesar Rp25 juta, atau turun 99,4696 dibandingkan dengan Rp4,8 miliar per 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama oleh tidak adanya pengakuan beban lain-lain pada 31 Maret 2025 serta hanya terdapat beban gaji dan upah sebesar Rp25 juta yang masih harus dibayar pada periode tersebut. a.Penyebab penurunan pada beban akrual gaji dan lain-lain dari total Rp4,8 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp25 juta per 31 Maret 2025? Tanggapan : Penurunan disebabkan oleh penyelesaian kewajiban beban pada akhir 2024 dan belum adanya beban baru yang signifikan b.Nature dari beban lain-lain. Tanggapan : Kumpulan biaya-biaya yang jumlahnya tidak terlalu siginifikan namun juga secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan operasional Perseroan. c.Apakah tidak adanya beban lain-lain yang diakui pada 31 Maret 2025 ini disebabkan oleh penghapusan atau penundaan pengakuan atas beban tertentu? Tanggapan : Tidak ada penghapusan, hanya belum timbulnya kewajiban baru pada periode Maret 2025. Beban operasi pada tahun 2024 adalah sebesar Rp22,30 miliar dari sebelumnya sebesar Rp24,20 miliar. Mengingat pada tahun 2024 tidak terdapat pendapatan dari segmen perdagangan sehingga pendapatan mengalami penurunan signifikan namun penurunan pada beban operasi tidak inline dengan penurunan pendapatan. Agar dijelaskan terkait: a.Penyebab penurunan beban operasi hanya sebesar Rp1,9 miliar, atau sekitar 7,8546, meskipun Registered at Department of Trade R.I. No. 09-04. 1.3.00516
Page 9 OCR 0.951
PT Alakasa Industrindo Tbk (d/h PT Alumindo Perkasa) SALAKASA 11. terdapat penurunan signifikan pada pendapatan segmen perdagangan pada tahun 2024? Tanggapan : Terdapat beban tetap (fixed cost) yang tetap harus dibayar meskipun pendapatan turun. b.Adakah fixed cost yang menyebabkan beban operasi tetap tinggi meskipun tidak terdapat pendapatan dari segmen perdagangan selama tahun 2024. Tanggapan : Biaya sewa, gaji, dan overhead merupakan komponen tetap yang tidak mudah disesuaikan dalam jangka pendek. c.Bagaimana pengelolaan biaya operasional di segmen-segmen lainnya yang masih berkontribusi terhadap pendapatan Perseroan pada tahun 2024 dan saat ini? Tanggapan : Pengelolaan biaya dilakukan secara ketat, efisien dan tepat sasaran guna memastikan Perseroan dapat tetap menjalankan kegiatan operasionalnya dengan baik. d.Apakah terdapat peningkatan efisiensi untuk masing-masing segmen? Tanggapan : Upaya efisiensi dilakukan secara bertahap, termasuk optimalisasi SDM. Mohon penjelasan rencana aksi korporasi yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (jika ada). Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek serta kelangsungan usaha Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik. Tanggapan : Saat ini Perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi yang material dalam 12 bulan ke depan. Jika terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat memengaruhi harga efek atau going concern, akan segera disampaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Demikian tanggapan ini kami sampaikan sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi. Dokumen ini akan kami unggah melalui IDXnet menggunakan Form EO23 (publish) sesuai ketentuan yang berlaku. Atas perhatian dan kerja sama yang diberikan, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, Sucipto Tanro Presiden Direktur p./ Registered at Department of Trade R.I. No. 09-04. 1.3.00516
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Alumindo Perkasa
p.1 ×9
unresolved
org
Xiamen Great Corporation
p.2 ×4
unresolved
org
PT Indonesia Asahan Alumunium. Namun
p.2
unresolved
org
PT Indonesia Asahan Alumunium. Bagaimana
p.3
unresolved
org
PT Indonesia Asahan Alumunium. Tanggapan
p.3
unresolved
org
PT Indonesia Asahan Alumunium
p.3
unresolved
org
PT Sigma Prima Indotama
p.5 ×8
unresolved
org
PT Sigma Prima Indotama. Tanggapan
p.5
unresolved
person
Sucipto Tanro
· Presiden Direktur p./
p.9
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.