Skip to content
Back to announcement

20250624_TRIM_Laporan Informasi dan Fakta Material_31908151_lamp2.pdf

Other Text extracted TRIM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 53

Page 1

          
Page 2

          
Page 3

          
Page 4

          
Page 5

          
Page 6

          
Page 7

          
Page 8

          
Page 9

          
Page 10

          
Page 11

          
Page 12

          
Page 13

          
Page 14
                                                                 DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Lingkup Penugasan ........................................................................................................................................            ii
Analisa Kelayakan .......................................................................................................................................... v
Pernyataan Penilai.......................................................................................................................................... xii
Daftar Isi ......................................................................................................................................................... xiv
Istilah-Istilah Penilaian .................................................................................................................................... xv
PROSES STUDI KELAYAKAN
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ............................................................................................................. 1
     Profil Perusahaan...................................................................................................................................... 1
     Bidang Usaha............................................................................................................................................ 1
     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham ............................................................................................ 2
     Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris ...................................................................................... 2
     Struktur Organisasi Perusahaan ............................................................................................................... 2
     Kinerja Keuangan...................................................................................................................................... 3
KELAYAKAN PASAR ..................................................................................................................................... 9
     Kondisi Pasar ............................................................................................................................................ 9
     Pesaing Usaha .......................................................................................................................................... 14
     Strategi Pemasaran................................................................................................................................... 15
STUDI KELAYAKAN ....................................................................................................................................... 17
     Analisis Kelayakan Teknis......................................................................................................................... 17
     Analisis Kelayakan Pola Bisnis ................................................................................................................. 20
     Analisis Kelayakan Model Manajemen...................................................................................................... 23
     Analisis Kelayakan Keuangan ................................................................................................................... 28
     Kesimpulan ............................................................................................................................................... 38
Lampiran-Lampiran




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                                                                                xiii
Page 15
                      ISTILAH-ISTILAH PENILAIAN
Penilaian
Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek penilaian sesuai dengan SPI.

Penilai
Seseorang yang memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan Penilaian, yang sekurang-kurangnya telah lulus
Pendidikan awal Penilaian.

Penilai Publik
Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan.

Penyelia / Reviewer / Quality Control
Penilai yang bertindak sebagai pengawas yang bertugas untuk mereview dan memastikan bahwa proses penilaian
oleh Pelaksana telah dilakukan dengan benar.

Pelaksana / Penilai
Tenaga Penilai yang bertugas untuk melaksanakan proses penilaian.

Pelaksana Inspeksi / Petugas Inspeksi
Pegawai KJPP yang telah mebgikuti Pendidikan tingkat dasar yang diselenggarakan atau diakui oleh Asosiasi
Profesi Penilai yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan inspeksi.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Badan usaha yang telah mendapatkan izn usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam
memberikan jasanya.

Pemberi Tugas
Seorang, kelompok, atau suatu entitas yang penugasan penilaiannya dilakukan.

Pengguna Laporan
Seorang, kelompok, atau suatu entitas sebagai pengguna hasil Penilaian yang didasarkan dari hasil perikatan
penugasan antara Penilai dan Pemberi Tugas.

Nilai
Suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu
aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta.

Dasar Nilai
Premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan.

Tanggal Inspeksi
Tanggal pada saat inspeksi terakhir telah selesai dilaksanakan.

Tanggal Penilaian
Tanggal pada saat opini nilai dinyatakan.

Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                    xiv
Page 16
Tanggal Laporan
Tanggal pada saat laporan Penilaian diterbitkan.

Asumsi Umum
Asumsi fakta yang konsisten dengan, atau dapat konsisten dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.

Asumsi Khusus
Asumsi fakta yang berbeda dengan yang terjadi pada tanggal Penilaian.

Data Masukan Penilaian (Valuation Inputs)
Data dan informasi lainnya yang digunakan pada salah satu pendekatan penilaian yang diuraikan dalam SPI. Data
masukan ini dapat berupa data yang aktual atau yang diasumsikan.

Lingkup Penugasan
Dasar dalam pengaturan kesepakatan penugasan penilaian, tingkat kedalaman investigasi, penentuan asumsi dan
Batasan penilaian.

Implementasi
Bagian dari tugas penilaian, merupakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh Penilai meliputi tahapan
investigas, penerapan pendekatan penilaian dan penyusunan kertas kerja

Investigasi
Proses pengumpulan data yang cukup dengan cara melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis
sesuai tujuan penilaian.

Laporan Penilaian
Suatu dokumen yang mencantumkan instruksi penugasan, tujuan dan dsar penilaian, dan hasil analisis yang
menghasilkan opini nilai.

Laporan Penilaian Terinci
Laporan penilaian yang secara umum mendeskripsikan informasi secara detil dan komprehensif. Laporan ini
seharusnya mengandung seluruh informasi yang signifikan dalam penilaian, termasuk pembahasan secara
mendetil atas setiap hal yang dinyatakan dalam laporan. Laporan ini membutuhkan tingkat kedalaman investigasi
sesuai yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.

Pendekatan Penilaian
Landasan proses Penilaian dilengkapi dengan dengan metode Penilaian dari masing-masing pendekatan yang
digunakan.

Pendekatan Pasar
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan membandingkan aset dengan aset lainnya yang identik atau
sebanding dimana terdapat informasi harga.

Pendekatan Pendapatan
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat
ini.


Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                   xv
Page 17
Pendekatan Biaya
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai menggunakan prinsip ekonomi bahwa pembeli akan membayar aset
tidak lebih dari biaya untuk mendapatkan aset dengan utilitas yang sama, baik melalui pembelian atau dengan
pembuatan konstruksi dengan mengecualikan factor-faktor seperti waktu yang tidak semestinya,
ketidaknyamanan, risiko atau faktor-faktor lainnya.

Metode Penilaian
Masing-masing pendekatan penilaian mempunyai metode penerapan yang berbeda yang dijelaskan dalam SPI
106. Metode penilaian mengacu pada POJK dan SEOJK yang berlaku.

Metode Perbandingan Data Pasar.
Menggunakan informasi dari transaksi yang melibatkan aset yang diperdagangkan di bursa yang sama atau sejenis
dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai.

Metode Arus Kas Terdiskonto (DCF).
Arus kas yang diproyeksikan didiskonto Kembali ke tanggal penilaian, menghasilkan nilai kini dari aset.

Metode Penjumlahan
Metode yang menghitung nilai aset dengan menjumlahkan nilai dari setiap bagian komponennya.

Kelangsungan Usaha (Going Concern)
Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses
konstruksi atau suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus
melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                     xvi
Page 18
              1. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
1.1 PROFIL PERUSAHAAN
     PT. Trimegah Asset Management selanjutnya disebut “Perusahaan” merupakan perusahaan dengan status
     Perusahaan tertutup. Perusahaan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 131 tanggal 28 Oktober 2010
     yang dibuat di hadapan Poerbaningsih Adi Warsito, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini
     disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
     51853.AH.01.01 tanggal 04 November 2010. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
     perubahan, per tanggal cut off terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 95 tanggal 11 Oktober 2022 yang dibuat
     di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, mengenai
     pernyataan keputusan pemegang saham. Perubahan tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
     Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0065255 tanggal 13 Oktober 2022.
     untuk perubahan aktual terakhir berdasarkan Akta Notaris No. 29 tanggal 30 Januari 2025 yang dibuat
     dihadapan Leolin Jayayanti, S.H., Mkn., Notaris di Jakarta Selatan, mengenai pernyataan keputusan sirkuler
     pemegang saham. Perubahan tersebut disetujui oleh Kementrian Hukum Republik Indonesia melalui Surat
     Keputusan No. AHU-AH.01.09-0040611 tanggal 31 Januari 2025.
     Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Gedung Artha Graha Lt. 9, Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53 RT. 5
     RW. 3, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta 12190.
     Entitas induk Perusahaan adalah PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk yang didirikan di Indonesia.
1.2 BIDANG USAHA
     Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah Manajer
     Investasi, yang mencakup melakukan pengelolaan portofolio Efek untuk kepentingan nasabah tertentu
     berdasarkan perjanjian pengelolaan dana yang bersifat bilateral dan individual yang disusun sesuai dengan
     peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK); melakukan
     pengelolaan portofolio investasi kolektif untuk kepentingan sekelompok nasabah melalui wadah atau produk-
     produk yang diatur dalam peraturan Bapepam dan LK; dan atau melakukan kegiatan lain sesuai dengan
     ketentuan yang ditetapkan Bapepam dan LK, dengan Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
     (KBLI) 66311.

     Kegiatan usaha yang tercantum dalam pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sudah Perusahaan jalankan.

     Adapun Kegiatan Usaha baru yang akan dilakukan oleh TRIM AM adalah Penasihat Investasi Berbentuk
     Perusahaan dengan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 66322. KBLI ini mencakup
     usaha:
            ● Memberikan analisis atau saran investasi berdasarkan kondisi pasar, profil risiko, dan tujuan
               klien.
            ● Menyediakan layanan konsultasi tentang diversifikasi, alokasi aset dan perencanaan investasi
               jangka panjang.
            ● Melakukan strategi investasi dengan menyusun rencana atau strategi investasi sesuai dengan
               tujuan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu klien.
            ● Membuat laporan dan kajian investasi dengan memberikan review berkala atau opini investasi
               atas permintaan investor.

     Sehubungan dengan rencana Perubahan Kegiatan usaha TRIM AM, tidak ada perizinan dan/atau
     persetujuan yang wajib diperoleh dari kreditur, pihak ketiga dan/atau instansi berwenang lainnya.

Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                     1
Page 19
1.3 STRUKTUR PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM

     Dasar hukum yang menjadi dasar pengungkapan Strukur Permodalan dan Pemegang Saham adalah Akta
     Perubahan Perseroan nomor 95 tanggal 11 Oktober 2022 yang dibuat oleh Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.,
     dimana sebagai berikut:

      Modal Dasar             Rp100.000.000.000 (Seratus Miliar     dengan jumlah lembar saham sebanyak
                              Rupiah)                               2.000.000.000 (Dua Miliar)
      Modal Ditempatkan       Rp25.000.000.000 (Dua Puluh Lima      dengan jumlah lembar saham sebanyak
                              Miliar Rupiah)                        500.000.000 (Lima Ratus Juta)
      Modal Disetor           Rp25.000.000.000 (Dua Puluh Lima      dengan jumlah lembar saham sebanyak
                              Miliar Rupiah)                        500.000.000 (Lima Ratus Juta)
     Susunan pemegang saham sesuai dengan Akta Perubahan Perseroan nomor 95 tanggal 11 Oktober 2022
     yang dibuat oleh Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., dimana sebagai berikut:

                                                 Saham              Jumlah               Presentase
               Pemegang Saham
                                                (Lembar)              (Rp)               Kepemilikan
        PT Trimegah Sekuritas Indonesia          499.500.000        24.975.000.000            99,90%
        Tbk
        Garibaldi Thohir                                500.000         25.000.000                0,1%
        Jumlah                                   500.000.000        25.000.000.000                100%

1.4 SUSUNAN ANGGOTA DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
     Dasar Hukum yang menjadi dasar pengungkapan Susunan Anggota Direksi dan Dewan Komisaris adalah
     Akta Notaris No. 29 tanggal 30 Januari 2025 yang dibuat dihadapan Leolin Jayayanti, S.H, Dimana sebagai
     berikut :
     Direktur Utama                : Antony Dirga
     Direktur                      : Hendra Wijaya Harahap
     Direktur                      : Darmayudha
     Komisaris                     : Agus Dharma Priyambada
     Komisaris Independen          : Togu Cornetius Simanjuntak

1.5 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN
     Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
     organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
     kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam
     menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit
     di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
     Struktur organisasi yang telah dibuat dapat dijadikan pegangan dalam mengelola perusahaan, agar dapat
     beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Struktur organisasi perusahaan ini disusun dengan pola yang
     sederhana, yang diharapkan dapat mengelola proyek secara efektif dan efisien. Struktur organisasi ini
     didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan pembagian tugas yang jelas dari seluruh
     personil pengelola perusahaan secara menyeluruh. Struktur organisasi PT. Trimegah Asset Management
     adalah sebagai berikut:



Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                 2
Page 20
1.6 KINERJA KEUANGAN PT TRIMEGAH ASSET MANAGEMENT.
     Kinerja keuangan perusahaan ditunjukkan dengan laporan keuangan yang memperlihatkan transaksi atau
     perubahan pos-pos keuangan. Adapun laporan PT Trimegah Asset Management pada saat dilakukan studi
     kelayakan telah diaudit, yaitu laporan keuangan yang berakhir pada:
        1. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
           dan 2019 yang telah diaudit oleh Christophorus Alvin Kossim selaku Akuntan Publik dan Kantor
           Akuntan Publik (KAP) Purwanto, Sungkoro & Surja dengan pendapat bahwa laporan keuangan
           tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

        2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
           dan 2020 yang telah diaudit oleh Christophorus Alvin Kossim selaku Akuntan Publik dan Kantor
           Akuntan Publik (KAP) Purwanto, Sungkoro & Surja dengan pendapat bahwa laporan keuangan
           tersebut disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

        3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
           dan 2021 yang telah diaudit oleh Ignatius Yokajaya selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
           Publik (KAP) Purwanto, Sungkoro & Surja dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
           disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

        4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
           dan 2022 yang telah diaudit oleh Ignatius Yokajaya selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
           Publik (KAP) Purwanto, Sungkoro & Surja dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
           disajikan secara wajar tanpa pengecualian.

        5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
           dan 2023 yang telah diaudit oleh Ignatius Yokajaya selaku Akuntan Publik dan Kantor Akuntan
           Publik (KAP) Purwanto, Sungkoro & Surja dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut
           disajikan secara wajar tanpa pengecualian.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                             3
Page 21
     1.6.1 Neraca Historis (Common-Size & Trend)
                                                                                                  (dalam Ribu Rupiah)
                          Keterangan                 2020          2021           2022           2023          2024
                                                     Des           Des            Des            Des           Des
       Kas dan Setara Kas                           11.645.795    57.286.280     39.811.278      5.841.969    34.887.921
       Portofolio Efek                             221.748.352   167.230.794    158.788.808    166.359.674   163.877.058
       Piutang Usaha                                10.451.908    13.525.312     16.898.787     30.576.063    25.365.017
       Biaya Dibayar Dimuka                         10.880.646    28.652.698     41.246.605     46.299.680    28.170.283
       Piutang Lain-Lain                               902.830       694.115        551.082      2.096.945     5.367.399
       Pajak Dibayar Dimuka                                                         194.187
       Jumlah Aset Lancar                          255.629.531   267.389.199    257.490.747    251.174.331   257.667.678
       Aset tak Berwujud                               378.683       412.567        285.500        186.800       198.104
       Aset Tetap                                    1.578.280     1.403.389      1.228.849      1.230.392     2.295.456
       Aset Hak Guna                                 8.999.120     7.199.296      6.607.396      5.506.163     4.404.930
       Aset Pajak Tangguhan                          8.694.795     9.916.963      6.655.120      8.578.717     8.761.385
       Aset Lain-Lain                                  502.090       484.880        611.488        425.013       580.161
       Jumlah Aset Tidak Lancar                     20.152.968    19.417.095     15.388.353     15.927.085    16.240.036
       JUMLAH ASET                                 275.782.499   286.806.294    272.879.100    267.101.416   273.907.714
       Hutang Pajak                                  1.317.728     5.574.608      1.854.135      8.105.169     1.542.083
       Beban Akrual                                  9.273.647    19.602.331     15.513.526     31.754.344    30.226.836
       Liabilitas Sewa Bangunan                      9.078.085     7.775.349      7.554.091      6.738.469     5.838.451
       Liabilitas Imbalan Kerja                     13.745.039    10.381.119     10.628.643     11.477.282    11.149.831
       Hutang Lain-Lain                                852.686       940.456      1.270.885      1.440.819     2.498.986
       Jumlah Liabilitas                            34.267.185    44.273.863     36.821.280     59.516.083    51.256.187
       Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh          25.000.000    25.000.000     25.000.000     25.000.000    25.000.000
       Saldo Laba                                  211.947.637   212.006.155    205.210.283    176.774.906   191.267.065
       Penghasilan Komprehensif Lain                 4.567.677     5.526.276      5.847.537      5.810.427     6.384.462
       Jumlah Ekuitas                              241.515.314   242.532.431    236.057.820    207.585.333   222.651.527
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS               275.782.499   286.806.294    272.879.100    267.101.416   273.907.714

                           Keterangan                                          Common Size
                                                  2020    2021    2022    2023    2024     AVG    MED      MIN    MAX
       Kas dan Setara Kas                          4,22% 19,97% 14,59% 2,19% 12,74% 10,74% 12,74% 2,19% 19,97%
       Portofolio Efek                            80,41% 58,31% 58,19% 62,28% 59,83% 63,80% 59,83% 58,19% 80,41%
       Piutang Usaha                               3,79% 4,72% 6,19% 11,45% 9,26% 7,08% 6,19% 3,79% 11,45%
       Biaya Dibayar Dimuka                        3,95% 9,99% 15,12% 17,33% 10,28% 11,33% 10,28% 3,95% 17,33%
       Piutang Lain-Lain                           0,33% 0,24% 0,20% 0,79% 1,96% 0,70% 0,33% 0,20% 1,96%
       Pajak Dibayar Dimuka                        0,00% 0,00% 0,07% 0,00% 0,00% 0,01% 0,00% 0,00% 0,07%
       Jumlah Aset Lancar                         92,69% 93,23% 94,36% 94,04% 94,07% 93,68% 94,04% 92,69% 94,36%
       Aset tak Berwujud                           0,14% 0,14% 0,10% 0,07% 0,07% 0,11% 0,10% 0,07% 0,14%
       Aset Tetap                                  0,57% 0,49% 0,45% 0,46% 0,84% 0,56% 0,49% 0,45% 0,84%
       Aset Hak Guna                               3,26% 2,51% 2,42% 2,06% 1,61% 2,37% 2,42% 1,61% 3,26%
       Aset Pajak Tangguhan                        3,15% 3,46% 2,44% 3,21% 3,20% 3,09% 3,20% 2,44% 3,46%
       Aset Lain-Lain                              0,18% 0,17% 0,22% 0,16% 0,21% 0,19% 0,18% 0,16% 0,22%
       Jumlah Aset Tidak Lancar                    7,31% 6,77% 5,64% 5,96% 5,93% 6,32% 5,96% 5,64% 7,31%
       JUMLAH ASET                               100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
       Hutang Pajak                                0,48% 1,94% 0,68% 3,03% 0,56% 1,34% 0,68% 0,48% 3,03%
       Beban Akrual                                3,36% 6,83% 5,69% 11,89% 11,04% 7,76% 6,83% 3,36% 11,89%
       Liabilitas Sewa Bangunan                    3,29% 2,71% 2,77% 2,52% 2,13% 2,69% 2,71% 2,13% 3,29%
       Liabilitas Imbalan Kerja                    4,98% 3,62% 3,90% 4,30% 4,07% 4,17% 4,07% 3,62% 4,98%
       Hutang Lain-Lain                            0,31% 0,33% 0,47% 0,54% 0,91% 0,51% 0,47% 0,31% 0,91%
       Jumlah Liabilitas                          12,43% 15,44% 13,49% 22,28% 18,71% 16,47% 15,44% 12,43% 22,28%
       Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh         9,07% 8,72% 9,16% 9,36% 9,13% 9,09% 9,13% 8,72% 9,36%
       Saldo Laba                                 76,85% 73,92% 75,20% 66,18% 69,83% 72,40% 73,92% 66,18% 76,85%
       Penghasilan Komprehensif Lain               1,66% 1,93% 2,14% 2,18% 2,33% 2,05% 2,14% 1,66% 2,33%
       Jumlah Ekuitas                             87,57% 84,56% 86,51% 77,72% 81,29% 83,53% 84,56% 77,72% 87,57%
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS             100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                              4
Page 22
                          Keterangan                                             Trend
                                                  2021    2022    2023    2024    AVG     MED     MIN     MAX CAGR
       Kas dan Setara Kas                        391,91% -30,50% -85,33% 497,19% 193,32% 180,70% -85,33% 497,19% 32%
       Portofolio Efek                           -24,59% -5,05%    4,77% -1,49% -6,59% -3,27% -24,59% 4,77%      -7%
       Piutang Usaha                              29,41% 24,94% 80,94% -17,04% 29,56% 27,17% -17,04% 80,94%      25%
       Biaya Dibayar Dimuka                      163,34% 43,95% 12,25% -39,16% 45,10% 28,10% -39,16% 163,34%     27%
       Piutang Lain-Lain                         -23,12% -20,61% 280,51% 155,96% 98,19% 67,68% -23,12% 280,51%   56%
       Pajak Dibayar Dimuka                        0,00% 0,00% -100,00% 0,00% -25,00% 0,00% -100,00% 0,00%        0%
       Jumlah Aset Lancar                          4,60% -3,70% -2,45% 2,59% 0,26% 0,07% -3,70% 4,60%             0%
       Aset tak Berwujud                           8,95% -30,80% -34,57% 6,05% -12,59% -12,37% -34,57% 8,95% -15%
       Aset Tetap                                -11,08% -12,44%   0,13% 86,56% 15,79% -5,48% -12,44% 86,56%     10%
       Aset Hak Guna                             -20,00% -8,22% -16,67% -20,00% -16,22% -18,33% -20,00% -8,22% -16%
       Aset Pajak Tangguhan                       14,06% -32,89% 28,90% 2,13% 3,05% 8,09% -32,89% 28,90%          0%
       Aset Lain-Lain                             -3,43% 26,11% -30,50% 36,50% 7,17% 11,34% -30,50% 36,50%        4%
       Jumlah Aset Tidak Lancar                   -3,65% -20,75%   3,50% 1,96% -4,73% -0,84% -20,75% 3,50%       -5%
       JUMLAH ASET                                 4,00% -4,86% -2,12% 2,55% -0,11% 0,22% -4,86% 4,00%            0%
       Hutang Pajak                              323,05% -66,74% 337,14% -80,97% 128,12% 128,15% -80,97% 337,14%  4%
       Beban Akrual                              111,38% -20,86% 104,69% -4,81% 47,60% 49,94% -20,86% 111,38%    34%
       Liabilitas Sewa Bangunan                  -14,35% -2,85% -10,80% -13,36% -10,34% -12,08% -14,35% -2,85% -10%
       Liabilitas Imbalan Kerja                  -24,47% 2,38%     7,98% -2,85% -4,24% -0,23% -24,47% 7,98%      -5%
       Hutang Lain-Lain                           10,29% 35,13% 13,37% 73,44% 33,06% 24,25% 10,29% 73,44%        31%
       Jumlah Liabilitas                          29,20% -16,83% 61,64% -13,88% 15,03% 7,66% -16,83% 61,64%      11%
       Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh         0,00% 0,00%     0,00% 0,00% 0,00% 0,00%         0,00% 0,00%    0%
       Saldo Laba                                  0,03% -3,21% -13,86% 8,20% -2,21% -1,59% -13,86% 8,20%        -3%
       Penghasilan Komprehensif Lain              20,99% 5,81% -0,63% 9,88% 9,01% 7,85% -0,63% 20,99%             9%
       Jumlah Ekuitas                              0,42% -2,67% -12,06% 7,26% -1,76% -1,12% -12,06% 7,26%        -2%
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS               4,00% -4,86% -2,12% 2,55% -0,11% 0,22% -4,86% 4,00%            0%


     Aset Perusahaan terdiri dari aset lancar dengan rasio 92,69%-94,36% dan aset tidak lancar dengan rasio
     5,64%-7,31% dari total aset. Aset lancar Perusahaan sebagian besar berupa Portofolio Efek dengan rasio
     58,19%-80,41% dan biaya dibayar dimuka dengan rasio 3,95%-17,33% dari total aset. Aset tidak lancar
     Perusahaan sebagian besar berupa Aset Pajak Tangguhan dengan rasio 2,44% dan 3,46% dan Aset Hak
     Guna dengan rasio 1,61% dan 3,26% dari total aset. Aset Perusahaan mengalami perubahan rata-rata
     (0,11%) per tahun dimana aset lancar mengalami perubahan rata-rata 0,26% per tahun dan aset tidak lancar
     mengalami perubahan rata-rata (4,73%) per tahun.

     Liabilitas Perusahaan memiliki rasio sebesar 12,43%-22,28% dan Ekuitas Perusahaan memiliki rasio sebesar
     77,72%-87,57% dari total liabilitas dan ekuitas. Liabilitas Perusahaan sebagian besar berupa Beban Akrual
     dengan rasio 3,36%-11,89% dari total liabilitas dan ekuitas. Liabilitas perusahaan mengalami perubahan rata-
     rata 15,03% per tahun

     Ekuitas Perusahaan sebagian besar berupa Saldo Laba dengan rasio 66,18%-76,85% dari total liabilitas dan
     ekuitas. Ekuitas Perusahaan mengalami perubahan rata-rata (1,76%) per tahun.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                          5
Page 23
     Laba Rugi Historis (Common Size & Trend)

                                                                                                                   (dalam Ribu Rupiah)
                            Keterangan                            2020            2021            2022            2023            2024
                                                                  Des             Des             Des             Des             Des
       Investment Management Fee                                109.893.316     136.126.920     165.336.524     239.286.100     245.476.327
       Gain/(loss) on trading of marketable securities, net       2.331.213       6.508.962      13.331.873       4.270.469       5.643.553
       Others                                                    11.472.030      10.387.828      12.265.534      23.769.119      32.897.399
       Total Pendapatan                                         123.696.559     153.023.710     190.933.931     267.325.688     284.017.279
       Salaries and allowances                                  (41.627.884)    (43.107.482)    (44.285.412)    (56.283.054)    (60.813.133)
       Employee benefit expense                                  (4.275.268)     (1.316.592)    (10.670.132)     (1.741.737)     (1.498.904)
       Office rental                                             (1.102.894)     (1.078.430)       (731.579)     (1.200.265)     (1.525.860)
       Telecommunications                                        (1.483.438)     (1.554.034)     (1.813.210)     (1.667.193)     (1.995.726)
       General and administrative                                (2.643.261)     (3.017.342)     (4.381.105)     (8.333.447)     (8.285.118)
       Professional fees                                         (8.308.575)     (8.560.114)     (9.500.576)    (10.029.171)     (8.709.025)
       Adv & promo - Management Fee Sharing                     (21.584.473)    (33.344.144)    (57.123.052)   (103.108.064)   (113.310.364)
       Adv promo - Marketing and Promotions                             -               -               -               -               -
       Bad Debt                                                         -               -               -               -               -
       Training and seminar                                        (102.172)       (195.165)       (413.430)       (778.356)     (1.129.093)
       Travel                                                       (21.399)            -          (143.785)       (338.558)       (467.170)
       Representations and donations                               (227.952)       (184.963)       (524.509)     (1.276.554)     (1.410.830)
       Custodian                                                        -               -               -               -               -
       Others                                                    (8.137.366)    (11.186.322)    (12.801.835)    (14.770.277)    (14.670.937)
       Total Beban                                              (89.514.682)   (103.544.588)   (142.388.625)   (199.526.676)   (213.816.160)
       EBITDA                                                    34.181.877      49.479.122      48.545.306      67.799.012      70.201.119
       Pendapatan (Beban) Lain-Lain                                 781.267       1.999.263         622.545       1.623.206         687.242
       Depreciation of fixed assets                              (2.307.186)     (2.373.947)     (2.082.207)     (1.813.193)     (1.866.194)
       EBIT                                                      32.655.958      49.104.438      47.085.644      67.609.025      69.022.167
       Interest                                                         -               -               -               -               -
       EBT                                                       32.655.958      49.104.438      47.085.644      67.609.025      69.022.167
       Tax                                                      (10.679.945)     (9.045.890)    (13.881.516)    (16.044.402)    (14.530.008)
       EAT                                                       21.976.013      40.058.548      33.204.128      51.564.623      54.492.159

                             Keterangan                                                     Common Size
                                                               2020    2021    2022    2023    2024     AVG    MED      MIN    MAX
       Investment Management Fee                               88,84% 88,96% 86,59% 89,51% 86,43% 88,07% 88,84% 86,43% 89,51%
       Gain/(loss) on trading of marketable securities, net     1,88% 4,25% 6,98% 1,60% 1,99% 3,34% 1,99% 1,60% 6,98%
       Others                                                   9,27% 6,79% 6,42% 8,89% 11,58% 8,59% 8,89% 6,42% 11,58%
       Total Pendapatan                                       100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
       Salaries and allowances                                -33,65% -28,17% -23,19% -21,05% -21,41% -25,50% -23,19% -33,65% -21,05%
       Employee benefit expense                                -3,46% -0,86% -5,59% -0,65% -0,53% -2,22% -0,86% -5,59% -0,53%
       Office rental                                           -0,89% -0,70% -0,38% -0,45% -0,54% -0,59% -0,54% -0,89% -0,38%
       Telecommunications                                      -1,20% -1,02% -0,95% -0,62% -0,70% -0,90% -0,95% -1,20% -0,62%
       General and administrative                              -2,14% -1,97% -2,29% -3,12% -2,92% -2,49% -2,29% -3,12% -1,97%
       Professional fees                                       -6,72% -5,59% -4,98% -3,75% -3,07% -4,82% -4,98% -6,72% -3,07%
       Adv & promo - Management Fee Sharing                   -17,45% -21,79% -29,92% -38,57% -39,90% -29,52% -29,92% -39,90% -17,45%
       Adv promo - Marketing and Promotions                     0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
       Bad Debt                                                 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
       Training and seminar                                    -0,08% -0,13% -0,22% -0,29% -0,40% -0,22% -0,22% -0,40% -0,08%
       Travel                                                  -0,02% 0,00% -0,08% -0,13% -0,16% -0,08% -0,08% -0,16% 0,00%
       Representations and donations                           -0,18% -0,12% -0,27% -0,48% -0,50% -0,31% -0,27% -0,50% -0,12%
       Custodian                                                0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
       Others                                                  -6,58% -7,31% -6,70% -5,53% -5,17% -6,26% -6,58% -7,31% -5,17%
       Total Beban                                            -72,37% -67,67% -74,57% -74,64% -75,28% -72,91% -74,57% -75,28% -67,67%
       EBITDA                                                  27,63% 32,33% 25,43% 25,36% 24,72% 27,09% 25,43% 24,72% 32,33%
       Pendapatan (Beban) Lain-Lain                             0,63% 1,31% 0,33% 0,61% 0,24% 0,62% 0,61% 0,24% 1,31%
       Depreciation of fixed assets                            -1,87% -1,55% -1,09% -0,68% -0,66% -1,17% -1,09% -1,87% -0,66%
       EBIT                                                    26,40% 32,09% 24,66% 25,29% 24,30% 26,55% 25,29% 24,30% 32,09%
       Interest                                                 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
       EBT                                                     26,40% 32,09% 24,66% 25,29% 24,30% 26,55% 25,29% 24,30% 32,09%
       Tax                                                     -8,63% -5,91% -7,27% -6,00% -5,12% -6,59% -6,00% -8,63% -5,12%
       EAT                                                     17,77% 26,18% 17,39% 19,29% 19,19% 19,96% 19,19% 17,39% 26,18%




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                                                 6
Page 24
                               Keterangan                                                                    Trend
                                                                        2021    2022          2023    2024    AVG     MED     MIN     MAX CAGR
       Investment Management Fee                                        23,87% 21,46%         44,73% 2,59% 23,16% 22,66%       2,59% 44,73%   22%
       Gain/(loss) on trading of marketable securities, net            179,21% 104,82%       -67,97% 32,15% 62,05% 68,49% -67,97% 179,21%     25%
       Others                                                           -9,45% 18,08%         93,79% 38,40% 35,20% 28,24% -9,45% 93,79%       30%
       Total Pendapatan                                                 23,71% 24,77%         40,01% 6,24% 23,68% 24,24%       6,24% 40,01%   23%
       Salaries and allowances                                           3,55% 2,73%          27,09% 8,05% 10,36% 5,80%        2,73% 27,09%   10%
       Employee benefit expense                                        -69,20% 710,44%       -83,68% -13,94% 135,90% -41,57% -83,68% 710,44% -23%
       Office rental                                                    -2,22% -32,16%        64,06% 27,13% 14,20% 12,45% -32,16% 64,06%       8%
       Telecommunications                                                4,76% 16,68%         -8,05% 19,71% 8,27% 10,72% -8,05% 19,71%         8%
       General and administrative                                       14,15% 45,20%         90,21% -0,58% 37,25% 29,67% -0,58% 90,21%       33%
       Professional fees                                                 3,03% 10,99%          5,56% -13,16% 1,60% 4,30% -13,16% 10,99%        1%
       Adv & promo - Management Fee Sharing                             54,48% 71,31%         80,50% 9,89% 54,05% 62,90%       9,89% 80,50%   51%
       Adv promo - Marketing and Promotions                              0,00% 0,00%           0,00% 0,00% 0,00% 0,00%         0,00% 0,00%     0%
       Bad Debt                                                          0,00% 0,00%           0,00% 0,00% 0,00% 0,00%         0,00% 0,00%     0%
       Training and seminar                                             91,02% 111,84%        88,27% 45,06% 84,05% 89,64% 45,06% 111,84%      82%
       Travel                                                         -100,00% 0,00%         135,46% 37,99% 18,36% 18,99% -100,00% 135,46% 116%
       Representations and donations                                   -18,86% 183,58%       143,38% 10,52% 79,65% 76,95% -18,86% 183,58%     58%
       Custodian                                                         0,00% 0,00%           0,00% 0,00% 0,00% 0,00%         0,00% 0,00%     0%
       Others                                                           37,47% 14,44%         15,38% -0,67% 16,65% 14,91% -0,67% 37,47%       16%
       Total Beban                                                      15,67% 37,51%         40,13% 7,16% 25,12% 26,59%       7,16% 40,13%   24%
       EBITDA                                                           44,75% -1,89%         39,66% 3,54% 21,52% 21,60% -1,89% 44,75%        20%
       Pendapatan (Beban) Lain-Lain                                    155,90% -68,86%       160,74% -57,66% 47,53% 49,12% -68,86% 160,74%    -3%
       Depreciation of fixed assets                                      2,89% -12,29%       -12,92% 2,92% -4,85% -4,70% -12,92% 2,92%        -5%
       EBIT                                                             50,37% -4,11%         43,59% 2,09% 22,98% 22,84% -4,11% 50,37%        21%
       Interest                                                          0,00% 0,00%           0,00% 0,00% 0,00% 0,00%         0,00% 0,00%     0%
       EBT                                                              50,37% -4,11%         43,59% 2,09% 22,98% 22,84% -4,11% 50,37%        21%
       Tax                                                             -15,30% 53,46%         15,58% -9,44% 11,07% 3,07% -15,30% 53,46%        8%
       EAT                                                              82,28% -17,11%        55,30% 5,68% 31,54% 30,49% -17,11% 82,28%       25%


     Pendapatan Perusahaan dihasilkan dari Investment Management Fee, Gain/(loss) on trading of marketable
     securities, dan others. Pendapatan Perusahaan mengalami perubahan rata-rata 23,68% pada tahun historis,
     perusahaan mencatatkan laba bersih dengan persentase rata-rata sebesar 19,96% dari total pendapatan.

     Pada tahun historis Pendapatan dari Investment Management Fee, Gain/(loss) on trading of marketable
     securities, dan others mengalami perubahan rata-rata sebesar 23,68% dari total pendapatan.

     1.6.2 Arus Kas
                                    Keterangan                                        2020           2021            2022            2023            2024
                                                                                      Des            Des             Des             Des             Des
      Penerimaan dari Jasa Manager Investasi                                        112.321.151    134.008.656     166.884.795     244.114.659     275.248.705
      Penerimaan dari dividen da pendapatan bunga                                    10.964.010      9.775.243       7.288.203       3.780.485      10.081.247
      Penjualan/(Pembelian) aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi - neto         -              -        18.849.815      (3.300.396)      4.626.170
      pembayaran kepada pemasok                                                     (50.019.311)   (72.885.884)   (123.469.889)   (136.780.678)   (136.041.878)
      pembayaran kepada karyawan                                                    (39.560.797)   (39.411.979)    (46.856.610)    (48.311.349)    (60.607.280)
      pembayaran pajak penghasilan                                                   (9.761.729)    (8.136.753)    (14.831.215)    (13.673.063)    (21.485.939)
      pembayaran lainnya - neto                                                       4.102.581       (116.877)       (909.862)       (623.948)     (1.039.185)
      Arus Kas dari Aktivitas Operasi                                                28.045.905     23.232.406       6.955.237      45.205.710      70.781.840
      Penerimaan bunga                                                                1.533.581      3.117.408       1.351.661       2.953.501       1.619.157
      Penjualan/(Pembelian) penjualan portofolio efek - neto                        (29.574.870)    61.026.522
      Perolehan Aset Tetap                                                             (709.129)      (285.115)      (330.073)        (614.804)     (1.705.449)
      Perolehan Aset tak Berwujud                                                      (332.500)      (148.000)                            -          (135.880)
      Arus Kas dari Aktivitas Investasi                                             (29.082.918)    63.710.815       1.021.588       2.338.697        (222.172)
      Pembayaran Dividen                                                                    -      (40.000.000)    (40.000.000)    (80.000.000)    (40.000.000)
      Pembayaran liabilitas sewa                                                     (1.180.246)    (1.302.736)     (1.079.888)     (1.513.716)     (1.513.716)
      Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                                              (1.180.246)   (41.302.736)    (41.079.888)    (81.513.716)    (41.513.716)
      Perubahan Kas                                                                  (2.217.259)    45.640.485     (33.103.063)    (33.969.309)     29.045.952
      Kas Awal Periode                                                               13.863.054     11.645.795      72.914.341      39.811.278       5.841.969
      Kas Akhir Periode                                                              11.645.795     57.286.280      39.811.278       5.841.969      34.887.921


     a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
        Secara umum Perseroan mampu menghasilkan arus kas operasi yang selama tahun historis. Selama
        tahun historis mengalami tren kenaikan dengan rata-rata kenaikan CAGR 25,12% dan selama tahun
        historis rata-rata aktivitas operasi Perseroan berada diangka Rp34.844.220.000.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                                                                    7
Page 25
     b. Arus Kas dari Aktivitas Investasi
        Dari aktivitas investasi selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan rata-rata penurunan
        CAGR di (70,44%) dan selama tahun historis rata-rata aktivitas investasi Perseroan berada diangka
        Rp7.553.202.000.

     c. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
        Dari aktivitas pendanaan selama tahun historis mengalami tren penurunan dengan rata-rata
        penurunan CAGR di 143,53% dan selama tahun historis rata-rata aktivitas pendanaan Perseroan
        berada diangka Rp(41.318.060.000).

     .Analisis Rasio



                                               2020     2021      2022      2023      2024
                       Rasio Likuiditas
                       Rasio Lancar             7,46      6,04     6,99       4,22      5,03

                       Rasio Aktivitas
                       TO Piutang              11,83     11,31    11,30      8,74     11,20
                       TO Aset Tetap           78,37    109,04   155,38    217,27    123,73
                       TO Aset                  0,45      0,53     0,70      1,00      1,04

                       Rasio Solvabilitas
                       Debt Equity Ratio     14,19% 18,25% 15,60% 28,67% 23,02%
                       Debt to Assets        12,43% 15,44% 13,49% 22,28% 18,71%
                       Return On Equity       9,10% 16,52% 14,07% 24,84% 24,47%

     Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
     kemampuan perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Secara umum semakin tinggi rasio ini
     berarti semakin aman Perseroan. Rasio lancar adalah rasio yang mencerminkan kemampuan aset lancar
     perusahaan untuk menutupi kewajiban-kewajiban lancar atau utang jangka pendek. Rasio lancar rata-rata
     Perusahaan adalah 5,95.

     Rasio aktivitas merupakan suatu rasio yang berfungsi untuk mengukur tingkat efektifitas penggunaan aset
     perusahaan. Rasio ini sering juga disebut rasio perputaran. Secara umum semakin tinggi perputaran berarti
     semakin efektif tingkat penggunaan aset Perusahaan. Rasio perputaran Piutang rata-rata 10,88. Rasio
     perputaran aset tetap rata-rata 136,76. Rasio perputaran Aset rata-rata 0,74.

     Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya, yang diukur
     dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset
     dan melalui perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas. Debt equity ratio Perusahaan rata-rata
     19,95%. Debt to asset ratio Perusahaan rata-rata 16,47%.

     Rasio Profitabilitas. Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba
     neto dari aset yang dimilikinya. Return on equity Perusahaan rata-rata 17,80%.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                   8
Page 26
                              2. KELAYAKAN PASAR
2.1. Kondisi Pasar
     2.1.1. Kondisi Perekonomian Indonesia
     Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku
     triwulan II-2024 mencapai Rp5.536,5 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.231,0 triliun.
     Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,79
     persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan
     dan Perikanan sebesar 23,43 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
     (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 19,58 persen. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 terhadap
     triwulan II-2023 tumbuh sebesar 5,05 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan
     Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,17 persen. Sementara dari sisi
     pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT)
     mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,98 persen. Ekonomi Indonesia semester I-2024 terhadap
     semester I-2023 tumbuh sebesar 5,08 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi
     Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,25
     persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar
     16,84 persen. Ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II-2024 menunjukkan pertumbuhan positif
     pada semua wilayah. Kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi penyumbang terbesar dengan peranan
     sebesar 57,04 persen dari ekonomi nasional dan mencatat kinerja pertumbuhan sebesar 4,92 persen (y-on-
     y) dibanding triwulan II-2023.
     2.1.2. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
     Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2024 membaik dan mendukung ketahanan
     eksternal. NPI pada triwulan II 2024 menunjukkan perbaikan dengan mencatat defisit 0,6 miliar dolar AS, lebih
     rendah dibandingkan dengan defisit 6,0 miliar dolar AS pada triwulan I 2024. Perbaikan tersebut ditopang
     oleh peningkatan kinerja transaksi modal dan finansial yang mencatat surplus serta defisit transaksi berjalan
     yang tetap terjaga. Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Juni tercatat tetap
     tinggi sebesar 140,2 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang
     luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

     Transaksi berjalan mencatat defisit yang rendah. Pada triwulan II 2024, transaksi berjalan mencatat defisit
     3,0 miliar dolar AS (0,9% dari PDB), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan defisit 2,4 miliar dolar AS (0,7%
     dari PDB) pada triwulan I 2024. Surplus neraca perdagangan barang meningkat, dikontribusikan oleh defisit
     neraca perdagangan migas yang menurun dan surplus neraca perdagangan nonmigas yang relatif stabil.
     Ekspor nonmigas tumbuh positif didukung oleh perbaikan harga komoditas dan permintaan dari mitra dagang
     utama, sementara impor nonmigas relatif stabil dipengaruhi aktivitas ekonomi domestik yang terjaga. Defisit
     neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh defisit jasa perjalanan (travel) seiring pelaksanaan ibadah haji 2024.
     Defisit neraca pendapatan primer juga lebih tinggi dipengaruhi oleh pembayaran dividen dan bunga/kupon
     sesuai pola triwulanan.

     Kinerja transaksi modal dan finansial membaik di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.
     Transaksi modal dan finansial mencatat surplus 2,7 miliar dolar AS pada triwulan II 2024, dari sebelumnya
     defisit 1,6 miliar dolar AS pada triwulan I 2024. Kinerja positif ini terutama ditopang oleh aliran masuk modal
     asing pada investasi portofolio di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Investasi
     langsung tetap membukukan surplus sejalan dengan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan iklim
Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                         9
Page 27
     investasi domestik yang terjaga. Investasi lainnya mencatat penurunan defisit dipengaruhi oleh penurunan
     investasi swasta pada beberapa instrumen finansial luar negeri, di tengah peningkatan pembayaran utang
     luar negeri swasta sesuai jadwal.

     NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai
     dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan tetap mencatatkan surplus
     didukung oleh peningkatan aliran masuk modal asing baik dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA)
     maupun investasi portofolio sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional
     dan imbal hasil investasi yang menarik.
                                        Grafik Neraca Pembayaran Indonesia




                                               Sumber: Bank Indonesia

     2.1.3. Inflasi
     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2024 tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data
     Badan Pusat Statistik, inflasi IHK Juni 2024 tercatat deflasi sebesar 0,08% (mtm), sehingga secara tahunan
     menurun menjadi 2,51% (yoy) dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,84% (yoy). Inflasi yang terjaga ini
     merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank
     Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan
     TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Ke
     depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2024 dan
     2025.
     Inflasi inti tetap terjaga. Inflasi inti pada Juni 2024 tercatat sebesar 0,10% (mtm), lebih rendah dari
     inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,17% (mtm). Inflasi inti yang lebih rendah tersebut dipengaruhi oleh
     ekspektasi inflasi yang terjangkar, termasuk pada saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha,
     serta kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik. Realisasi inflasi
     inti pada Juni 2024 disumbang terutama oleh inflasi komoditas emas perhiasan dan kopi bubuk. Secara
     tahunan, inflasi inti Juni 2024 tercatat sebesar 1,90% (yoy), menurun dari inflasi inti bulan sebelumnya
     sebesar 1,93% (yoy).

     Kelompok volatile food melanjutkan deflasi. Kelompok volatile food pada Juni 2024 mengalami deflasi
     sebesar 0,98% (mtm), lebih dalam dari deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,69% (mtm). Deflasi kelompok
     volatile food disumbang terutama oleh komoditas bawang merah, tomat dan daging ayam ras. Penurunan
     harga komoditas pangan didukung oleh peningkatan pasokan seiring dengan berlanjutnya musim panen dan
     penurunan harga pakan untuk komoditas daging ayam ras. Secara tahunan, kelompok volatile food
     mengalami inflasi sebesar 5,96% (yoy), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 8,14% (yoy). Ke
     depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap akan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi TPIP
     dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah.


Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                         10
Page 28
     2.1.4. Nilai Tukar Rupiah
     Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah pada
     Maret 2024 (hingga 19 Maret 2024) relatif stabil dipengaruhi oleh kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank
     Indonesia, di tengah dinamika penyesuaian aliran modal asing di pasar keuangan domestik sejalan dengan
     ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Dengan perkembangan ini, nilai tukar Rupiah
     melemah sebesar 2,02% dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, lebih baik dibandingkan dengan
     Ringgit Malaysia, Won Korea, dan Baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 3,02%, 3,87%, dan
     5,39%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil dengan kecenderungan menguat, didorong oleh
     kembali masuknya aliran modal asing sejalan dengan tetap terjaganya persepsi positif terhadap prospek
     ekonomi Indonesia. Selain itu, kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan penguatan strategi operasi moneter
     pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI juga mendukung prospek penguatan nilai
     tukar Rupiah tersebut.

     Koordinasi dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus ditingkatkan dan diperluas untuk
     implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan
     dengan PP Nomor 36 Tahun 2023.

     2.1.5. Suku Bunga
     Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang bergerak dalam kisaran BI-Rate
     sebesar 5,93% pada 18 Maret 2024. Suku bunga SRBI tercatat menarik pada level 6,68%, 6,69%, dan 6,87%
     masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 15 Maret 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI
     sebagai instrumen moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi
     oleh likuiditas perbankan yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang meningkatkan efisiensi
     suku bunga perbankan. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Februari 2024 tercatat
     masing-masing sebesar 4,52% dan 9,28%, membaik dibandingkan dengan perkembangan bulan
     sebelumnya. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun relatif stabil di tengah ketidakpastian pasar keuangan
     global yang masih tinggi.

     2.1.6. Cakupan Kegiatan Usaha Penasihat Investasi
     Perusahaan dengan izin PI dapat memberikan jasa konsultasi dan nasihat investasi terkait berbagai
     keputusan investasi di pasar modal kepada para nasabah.

     Untuk jangka pendek dan menengah, perusahaan berencana untuk fokus memberikan jasa nasihat investasi
     terutama pada nasabah institusi. Nasihat investasi pada nasabah ritel dapat dilakukan melalui kerjasama
     dengan perusahaan lain yang relevan, seperti agen penjual reksa dana atau perantara pedagang efek.
     Namun perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk meluaskan layanan langsung pada nasabah ritel ke
     depannya.

     Cakupan kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan terkait dengan usaha sebagai penasihat investasi
     meliputi antara lain: memberikan rekomendasi tertulis ataupun lisan tentang transaksi efek (saham, obligasi,
     reksa dana, dll); membantu perencanaan portofolio dan alokasi aset; analisis kinerja investasi; membantu
     dalam hal strategi manajemen risiko investasi;

     menyusun riset dan publikasi rekomendasi investasi; membantu nasabah menyusun kebijakan investasi dan
     panduan tata kelola investasi; bekerja sama dengan pihak lain untuk memfasilitasi pelaksanaan transaksi
     efek (dengan keputusan final tetap pada nasabah).



Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                         11
Page 29
     2.1.7. Potensi Industri Jasa Penasihat Investasi
           2.1.7.1. Tren Industri
            Industri penasihat investasi di Indonesia masih berkembang dan relatif kecil dibanding sektor
            manajemen investasi, namun menunjukkan tren pertumbuhan yang baik seiring dengan meningkatnya
            kebutuhan akan nasihat profesional. Awalnya, layanan penasihat investasi banyak ditujukan ke
            nasabah kaya (high-net-worth clients) dan institusi besar. Namun dalam beberapa tahun terakhir,
            terjadi perluasan jangkauan, baik ke segmen ritel menengah (melalui perusahaan fintech) maupun ke
            lebih banyak institusi menengah, sejalan dengan keberhasilan upaya pendalaman pasar modal.

            Untuk segmen institusi, tren utama meliputi:
            • Meningkatnya kompleksitas portofolio institusi: Dana pensiun, perusahaan asuransi, dan institusi
               keuangan lain menghadapi portofolio investasi yang kian beragam (saham, obligasi, investasi
               alternatif). Banyak di antara mereka mulai mencari penasihat eksternal untuk menyusun strategi
               investasi yang optimal dan mematuhi regulasi ALM (asset-liability management).
            • Dorongan regulasi dan tata kelola: OJK mendorong penerapan tata kelola investasi yang
               memegang prinsip kehati-hatian. Ada baiknya bagi dana pensiun untuk menggunakan penasihat
               investasi independen agar pengelolaan investasi lebih profesional dan mengurangi risiko salah
               kelola. Hal ini membuka peluang bagi PI untuk menggarap institusi yang sebelumnya merancang
               strategi investasi sepenuhnya in-house.
            • Kolaborasi dengan perusahaan fintech: Beberapa startup fintech dan platform digital bermitra
               dengan perusahaan PI untuk menyediakan advisory secara online. Inovasi di segment ritel ini
               mencerminkan tren digitalisasi yang bisa merambah segmen institusi (misalnya dengan membuat
               dashboard online bagi nasabah institusi untuk memantau rekomendasi dan portofolio mereka
               secara real-time).
            • Persaingan dengan jasa konsultasi tradisional: Sebelum ada kategori PI, beberapa konsultan
               investasi (baik individu maupun perusahaan asing) memberi nasihat investasi kepada institusi. Kini
               semua diharuskan berizin PI jika nasihatnya mencakup rekomendasi spesifik efek. Tren ini
               membuat para konsultan tradisional bertransformasi menjadi PI resmi atau bermitra dengan
               perusahaan efek berizin. Hal ini meningkatkan kredibilitas industri secara keseluruhan karena
               setiap pemberi nasihat yang legal berada di bawah pengawasan OJK.

            Dari sisi jumlah pelaku, pemain di industri PI sebagian besar merupakan perusahaan manajer investasi
            yang menambah izin penasihat investasi sebagai diversifikasi layanan. Sejumlah perusahaan manajer
            investasi besar telah mengantongi izin PI dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini menunjukkan
            lanskap PI didominasi oleh nama-nama mapan di industri reksa dana yang memperluas layanan ke
            nasihat investasi institusi. Selain itu, terdapat beberapa boutique advisory firms dan entitas khusus.

            Secara keseluruhan, tren industri PI institusi di Indonesia adalah pertumbuhan perlahan namun pasti.
            Kenaikan kesadaran institusi akan pentingnya ahli investasi independen menciptakan peluang bagi
            perusahaan berizin PI untuk mengambil porsi lebih besar dalam pengelolaan aset institusi melalui
            advisory.

            Di masa depan, model bisnis PI akan semakin beragam, dari konsultasi tradisional berbasis retainer
            fee hingga model success fee berbasis kinerja, serta adopsi teknologi analitik untuk memberikan
            nasihat investasi yang lebih canggih




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                       12
Page 30
           2.1.7.2. Potensi Pasar untuk Nasabah Institusi
            Pasar potensial bagi layanan penasihat investasi institusi di Indonesia sangat besar, mengingat
            besarnya dana kelolaan berbagai institusi keuangan non-bank. Dua segmen utama adalah dana
            pensiun dan perusahaan asuransi, disusul institusi lain seperti yayasan dengan dana abadi, dana haji,
            serta perusahaan lainnya.

            • Dana Pensiun: OJK mencatat total aset industri dana pensiun tumbuh 7,31% year-on-year
              mencapai Rp1.508 triliun (per Desember 2024, termasuk dana pensiun publik dan swasta). Jika
              difokuskan pada dana pensiun sukarela (dikelola oleh 191 entitas DPPK/PPIP per 2024) nilainya
              sekitar Rp382,5 triliun (Aset Dana Pensiun per Akhir 2024 Capai Rp382,53 Triliun, Peserta
              Terbanyak dari DPLK). Angka ini terus meningkat seiring pertumbuhan peserta dan hasil investasi.
              Banyak dana pensiun swasta yang relatif kecil hingga menengah mungkin tidak memiliki tim
              investasi lengkap, sehingga menjadi prospek nasabah bagi penasihat investasi eksternal. Bahkan
              dana pensiun besar milik BUMN atau multinasional, yang punya komite investasi internal, bisa
              memanfaatkan perspektif independen dari penasihat luar untuk meningkatkan imbal hasil dan
              kepatuhan regulasi. Dengan asumsi sebagian porsi aset pensiun menggunakan jasa advisory,
              pasar yang tersedia bernilai puluhan triliun rupiah. Sebuah studi menyebut potensi penambahan
              optimal pengelolaan dana pensiun oleh PI dapat mencapai belasan triliun rupiah aset yang
              sebelumnya belum tersentuh penasihat profesional. Tren reformasi pensiun dan tekanan untuk
              meningkatkan kinerja investasi (menghindari underfunded liability) juga mendorong permintaan
              akan nasihat ahli.

            • Asuransi: Industri asuransi juga memiliki cadangan investasi yang masif. Total aset industri
              asuransi Indonesia mencapai Rp1.133,87 triliun pada akhir 2024, terdiri dari portofolio asuransi
              jiwa, asuransi umum, dan reasuransi. Perusahaan asuransi besar biasanya mengelola
              investasinya melalui departemen investasi internal atau menyerahkannya ke manajer investasi
              untuk sebagian portofolio (misal melalui kontrak pengelolaan dana/KpD). Meski demikian,
              penasihat investasi eksternal dapat berperan dalam merumuskan strategic asset allocation,
              penilaian risiko, atau second opinion atas rekomendasi investasi, terutama bagi asuransi
              menengah yang mungkin butuh panduan ahli tanpa menambah banyak staf investasi. Dengan
              regulasi OJK yang kian ketat tentang kualitas aset asuransi dan kesesuaian profil liabilitas, peran
              penasihat dapat membantu perusahaan asuransi menyeimbangkan portofolio (misal durasi aset
              vs liabilitas, diversifikasi sektor, dll).

            • Institutsi dan Korporasi lainnya: Di luar dua sektor di atas, terdapat institusi dan korporasi
              lainnya yang mungkin memerlukan konsultan investasi independen untuk area tertentu, seperti
              Badan Pengelola Keuangan Haji, yayasan, dana endowment universitas dan sebagainya.

            Melihat besarnya skala aset, yaitu ratusan triliun di dana pensiun dan asuransi, belasan hingga
            puluhan triliun di yayasan atau dana khusus, serta potensi miliaran rupiah dana korporasi, dapat
            disimpulkan bahwa penetrasi layanan advisory masih rendah. Penetrasi pasar PI institusi masih dalam
            tahap awal; banyak institusi belum menggunakan penasihat profesional secara formal. Ini berarti
            peluang pertumbuhan tinggi. Dengan asumsi konservatif saja, jika 10% dari aset dana pensiun dan
            asuransi terbuka bagi jasa penasihat investasi, itu setara lebih dari Rp150 triliun aset di bawah advisori.
            Dengan skema fee advisory misalnya 0,1% per tahun, pasar fee potensial bisa mencapai Rp150 miliar
            per tahun di seluruh industri. Angka ini bisa lebih besar bila tren outsourcing investasi meningkat.
            Selain itu, inisiatif OJK meningkatkan inklusi pasar modal akan memperbesar basis investor institusi
            yang membutuhkan panduan investasi profesional. Oleh karena itu, potensi pertumbuhan pendapatan
Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                            13
Page 31
            untuk unit usaha penasihat investasi sangat menjanjikan seiring meningkatnya kesadaran institusi
            terhadap kebutuhan investment advisory yang independen dan kompeten.

2.2. Pesaing Usaha
     Peta persaingan di ranah penasihat investasi institusi mencakup beberapa kategori pelaku usaha:
     (a) Manajer Investasi (perusahaan asset management) yang menawarkan jasa advisory;
     (b) Perusahaan Penasihat Investasi independen, termasuk afiliasi perusahaan sekuritas atau kelompok
         usaha tertentu; dan
     (c) Konsultan Investasi lainnya.

     Sebagian besar pemain terbesar berasal dari kategori (a), memanfaatkan reputasi dan sumber daya mereka
     di industri pengelolaan dana.

     Manajer Investasi: Banyak perusahaan MI memiliki izin ganda sebagai PI, sehingga menjadi pesaing utama.
     Misalnya, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), salah satu MI terbesar dengan AUM reksa dana
     sekitar Rp100 triliun, juga beroperasi sebagai PI. Dengan dukungan grup Manulife, mereka dapat
     menawarkan nasihat investasi komprehensif (termasuk global outlook) kepada dana pensiun dan institusi
     lokal. Selain itu, perusahaan MI lain yang terdaftar sebagai anggota Asosiasi Penasihat Investasi Indonesia
     (APII) adalah: Ashmore, Avrist AM, BNI AM, BNP Paribas AM, Eastspring Investments, Insight IM, Mandiri
     Manajemen Investasi, Pinnacle Investment, PNM IM, Grow Investments, Jarvis AM, KISI AM, Setiabudi IM,
     Syailenda Capital, Star AM dan UOB AM.

     Penasihat Investasi Independen/Boutique: Terdapat sejumlah perusahaan yang berfokus pada jasa
     penasihat investasi, bukan pengelolaan dana. Beberapa perusahaan boutique menawarkan jasa tailor-made
     ke institusi lebih kecil. Ada perusahan fintech/platform yang menawarkan jasa portfolio allocation atau jasa
     advisory terkait lainnya. Ada pula yang berafiliasi dengan kelompok usaha tertentu untuk menangani dana
     internal grup dan kemudian melayani pihak eksternal. Perusahaan seperti ini biasanya lebih agile dan dapat
     mengklaim netral (karena tidak menjual produk reksa dana sendiri). Namun, mereka perlu membangun
     reputasi dan skala operasional. Kapasitas riset mereka mungkin terbatas dibanding MI besar, sehingga bisa
     kalah bersaing untuk nasabah yang butuh analisis mendalam lintas instrumen. Nama-nama penasihat
     independen yang terdaftar di sebagai anggota Asosiasi Penasihat Investasi Indonesia (APII) adalah: Axa, HB
     Capital, Heritage Amanah, Jagartha Advisors, Moduit, Pasardana, Penasehat Investasi Indonesia, Infovesta,
     XDana.

     Konsultan Investasi dan Aktuaria: Pesaing tidak langsung bagi MI terkait jasa penasihat investasi adalah
     kantor konsultan yang menawarkan jasa nasihat investasi sebagai bagian dari layanan aktuaria atau
     konsultan manajemen. Contohnya, firma aktuaria atau konsultan terkadang memberi saran alokasi aset
     strategis. Kelebihan mereka adalah pada integrasi nasihat investasi dengan perencanaan aktuaria liabilitas
     (khusus pensiun dan asuransi). Namun, seringkali mereka tidak terlibat dalam rekomendasi efek spesifik day-
     to-day, sehingga ruang lingkup bersaing mungkin berbeda (mereka di level strategi makro, sementara PI
     umumnya hingga level pemilihan instrumen).

     Dari sudut pandang perusahaan yang telah memiliki izin MI dan ingin masuk ke pasar PI institusi, pesaing
     utama kemungkinan adalah sesama MI yang sudah lebih dahulu menawarkan jasa advisory.

     Perlu dianalisis posisi unik perusahaan untuk bersaing: apakah akan menonjolkan keahlian tertentu (misalnya
     spesialisasi di obligasi korporasi, atau keahlian alokasi strategis), teknologi (platform online untuk nasabah
     institusi), atau layanan customized (dedicated advisor per nasabah). Diferensiasi layanan menjadi kunci.

Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                        14
Page 32
     Contoh Profil Pesaing di Pasar Penasihat Investasi Institusi:
            Pesaing            Latar Belakang         Fokus Layanan Advisory          Kelebihan Kompetitif
         (Perusahaan)                                           (Institusi)
                           MI besar (AUM            Dana pensiun, asuransi; multi- Reputasi internasional, tim
     Manulife AM
                           >Rp70T)                  aset global                    riset kuat
                                                    Dana pensiun korporasi,        Dukungan grup UOB,
     UOB AM                MI bank asing
                                                    institusi lokal                produk terdiversifikasi
                                                    Dana pensiun, perusahaan       Niche di pasar lokal, fokus
     Avrist AM             MI lokal
                                                    asuransi domestik              layanan personal
                           Fintech advisory         High-net-worth dan ritel atas Platform teknologi, akses
     Moduit
                           (bukan MI)               kerjasama institusi            mudah ritel
     Tabel di atas menggambarkan beragam tipe pesaing: dari MI berafiliasi asing, MI lokal dan fintech advisory.
     Untuk lebih memahami kompetisi, perusahaan sebaiknya melakukan benchmarking terhadap model bisnis
     pesaing langsung. Misalnya, beberapa MI mengenakan fee rendah sebagai cross-selling (karena sudah
     mendapat fee dari produk reksa dana), sedangkan boutique advisor murni mengandalkan fee advisory lebih
     tinggi namun menjual independensi.

     Secara umum, tingkat persaingan saat ini moderat karena belum banyak PI yang berfokus pada nasabah
     institusi yang benar-benar berdiri sendiri; kebanyakan adalah tambahan layanan dari MI. Hal ini berarti
     peluang masih terbuka lebar bagi pendatang baru yang agresif dan inovatif. Tantangannya, perusahaan harus
     siap berkompetisi dengan nama-nama besar yang mempunyai hubungan yang sudah established dengan
     banyak institusi.

     Oleh karena itu, strategi masuk pasar perlu menekankan keunggulan unik (misal: track record tim manajemen
     investasi perusahaan sebagai MI, ditambah layanan advisory yang tailor-made, atau dukungan platform
     digital) untuk merebut pangsa pasar

2.3. Strategi Pemasaran
      2.3.1. Tahap Peluncuran Layanan
            Go-to-Market and Marketing: Begitu izin OJK terbit, mengumumkan ekspansi layanan melalui
             siaran pers dan komunikasi ke jaringan nasabah existing. Selanjutnya, menghubungi nasabah
             institusi existing untuk menawarkan jasa advisory. Kemudian mengirimkan proposal ke prospek
             prioritas, misalnya ke dana pensiun swasta dan perusahaan asuransi yang belum menjadi nasabah.
             Ikuti tender/RFP jika ada institusi yang membuka seleksi penasihat investasi.
            Acquire First Clients: Nasabah baru untuk tahun pertama ditargetkan sebanyak 1–3 nasabah
             institusi. Segera setelah mendapatkan engagement dan menandatangani perjanjian jasa penasihat
             investasi , melaksanakan proses onboarding dengan mempelajari secara mendalam kebijakan
             investasi nasabah, portofolio awal, preferensi mereka dan tujuan investasi yang diinginkan.
            Delivering Advisory Service: Menyusun Investment Advisory Plan untuk setiap nasabah awal.
             Contoh output tahun pertama: strategic asset allocation recommendation, daftar rekomendasi
             instrumen (buy/hold/sell list), laporan kinerja bulanan/triwulanan. Juga memastikan layanan sesuai
             kontrak, serta mengumpulkan feedback rutin dari nasabah.
            Brand Building: Berpartisipasi di event industri, seperti seminar yang diadakan Asosiasi Dana
             Pensiun Indonesia (ADPI) atau Asosiasi lainnya yang relevan, dengan menjadi pembicara tentang
             outlook pasar. Selain itu, mempublikasikan beberapa riset insight kepada calon nasabah (dapat
             dilakukan melalui media) untuk membangun reputasi sebagai thought leader
Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                     15
Page 33
      2.3.2. Tahap Ekspansi
           Scale Up Clients: Dengan track record nasabah pertama, referensi positif, dan penyesuaian model
            bisnis dari pengalaman tahun pertama, perusahaan mendekati lebih banyak prospek dengan target
            penambahan 3–5 nasabah baru di tahun kedua, khususnya di segmen yang sama (jika tahun
            pertama fokus dana pensiun, ekpasnsi ke asuransi atau DPLK di tahun kedua). Di tahun ketiga
            memasuki segmen yang lebih luas atau nasabah lebih besar.
           Team Expansion: Menyesuaikan jumlah nasabah, rekrut 1-2 staf tambahan di tahun kedua (1
            advisor junior dan 1 analis) dengan memastikan transfer pengetahuan dari tim existing ke anggota
            baru berjalan lancar.
           Refinement of Services: Mengevaluasi ulang SOP dan cakupan layanan, misalnya dengan
            menambah layanan performance attribution analysis, atau konsultasi tata kelola investasi,
            membantu nasabah menyusun guideline investasi. Juga menambahkan fitur layanan sesuai
            permintaan umum nasabah, misalnya nasihat soal investasi bertema ESG.
           Technology Leverage: Di tahun ke-2 atau 3, berinvestasi lebih jauh di teknologi jika basis nasabah
            sudah cukup. Misalnya mengembangkan client dashboard online sehingga nasabah bisa login untuk
            lihat rekomendasi terbaru, status portofolio mark-to-market, dll. Juga mempertimbangkan
            menggunakan teknologi yang akan menjadi keunggulan kompetitif.
           Governance and Audit: Meninjau kepatuhan regulasi, dan memperbaiki bila ada temuan. Juga
            mempertimbangkan untuk rencana certification atau standar kualitas/ISO yang relevan di tahun ke-
            3 untuk meningkatkan kredibilitas.
           Review Financial Performance: Pada penghujung tahun ke-2 dan ke-3 meninjau kinerja keuangan
            unit PI terhadap target, apakah sudah break-even atau belum, mempelajari perkembangan profit
            margin. Hal ini dilakukan untuk menentukan strategi lebih lanjut, yaitu percepatan ekspansi (jika laba
            cukup), atau penyesuaian pricing (jika laba kurang).

2.4. Kesimpulan Kelayakan Pasar
     Mengacu pada perkembangan pasar Penasihat Investasi secara umum, pangsa pasar, serta adanya
     perencanaan dan strategi pemasaran yang baik, dapat disimpulkan bahwa kegiatan usaha baru mempunyai
     prospek yang cukup cerah dimasa yang akan datang.

     Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Penambahan KBLI baru melalui kegiatan
     Penasihat Investasi, maka disimpulkan bahwa aspek pasar ini adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                       16
Page 34
                               3. STUDI KELAYAKAN
3.1. Analisis Kelayakan Teknis

     Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan dalam pasal 3 tertuang maksud dan tujuan kegiatan usaha terdiri
     dari:
      1. Manager Investasi, (KBLI 66311)

          Yang mencakup usaha seperti Investasi efek atau portofolio efek, Perencanaan keuangan terkait
          investasi, Strategi alokasi aset, Evaluasi risiko investasi, Rencana pensiun atau investasi jangka panjang
          dan Informasi terkait kondisi pasar modal dan prospek ekonomi.

      Terkait adanya rencana manajemen untuk melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yaitu
      “Penaset Investasi Berbentuk Perusahaan” dengan rincian rencana penambahan KBLI oleh PT Trimegah
      Asset Management sebagai berikut:
      1. Penasehat Investasi Berbentuk Perusahaan (KBLI 66322)

          Mencakup usaha seperti pemberian nasihat atau rekomendasi investasi yang dilakukan oleh badan
          usaha (perusahaan) kepada pihak lain mengenai penjualan atau pembelian efek (seperti saham,
          obligasi, reksa dana, dan instrumen pasar modal lainnya) dengan memperoleh imbalan jasa.

  3.1.1 Kapasitas

        Saat ini, perusahaan telah memiliki jumlah sumber daya manusia yang memadai, yang juga telah
        memenuhi persyaratan sertifikasi sebagaimana diwajibkan oleh regulasi untuk menjalankan kegiatan
        operasional sebagai Penasihat Investasi berbentuk perusahaan. Pada tahap awal perusahaan
        menargetkan memiliki klien aktif sebanyak 2 klien dengan struktur tim kecil yang cukup untuk melayani
        3-5 klien. Meskipun demikian, dalam rangka mendukung rencana ekspansi usaha ke depan, perusahaan
        merencanakan penambahan tenaga kerja profesional melalui perluasan tim yang secara khusus akan
        difokuskan pada pengembangan layanan Penasehat Investasi. Langkah ini juga diharapkan dapat
        mendorong pertumbuhan jumlah nasabah serta memperluas cakupan layanan konsultasi investasi yang
        diberikan secara lebih personal, strategis, dan sesuai kebutuhan klien. Total karyawan yang akan menjadi
        tim Penasehat Investasi sebanyak 12 orang dengan target klient aktif yang akan dimiliki sebanyak 35 klien
        aktif.

  3.1.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, Pekerja, dan Ahli Profesional

        Untuk memberikan layanan penasihat investasi berkualitas kepada nasabah institusi, perusahaan perlu
        menyiapkan infrastruktur pendukung, baik yang bersifat fisik maupun digital, serta Standard Operating
        Procedure (SOP). Berikut komponen kunci infrastruktur:

        • Sistem Informasi dan Data Pasar: Nasihat investasi yang tepat harus didukung oleh data pasar dan
          riset yang mendalam. Maka, infrastruktur IT berupa terminal informasi keuangan (seperti Bloomberg)
          sangat dibutuhkan. Terminal Bloomberg akan menyediakan data harga saham, obligasi, berita terkini,
          serta alat analisis portofolio. Selain itu, software khusus lainnya akan diperlukan, (antara lain untuk
          perhitungan yield, duration, convexity, sistem untuk asset allocation modeling, dan lain-lain.
          Perusahaan juga membangun database internal tentang profil nasabah, kebijakan investasi mereka,
Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                         17
Page 35
            serta rekam jejak rekomendasi yang telah diberikan (untuk evaluasi). Infrastruktur data ini perlu
            dilindungi dengan backup dan keamanan siber mengingat sensitivitas informasi portofolio nasabah.

        • Platform Manajemen Portofolio dan Reporting: Meskipun tidak mengelola dana langsung,
          penasihat perlu memantau kinerja portofolio nasabah seolah-olah dikelola. Implementasi portfolio
          management system (PMS) akan membantu advisor melakukan tracking alokasi aset nasabah vs
          benchmark, simulasi skenario (what-if analysis), dan menghasilkan laporan kinerja periodik. Laporan
          ini akan disampaikan kepada nasabah (misal laporan kuartalan review portofolio dengan
          rekomendasi). Platform bisa berupa perangkat lunak yang dibeli atau dibangun sendiri. Untuk efisiensi,
          akan memanfaatkan sistem yang sudah dipakai unit MI dengan penyesuaian untuk advisory.

        • Infrastruktur Komunikasi dengan Nasabah: Karena fokusnya nasabah institusi, interaksi cenderung
          langsung (tatap muka, telepon, email). Namun, memiliki portal nasabah akan sangat membantu untuk
          memberikan layanan yang lebih baik. Portal nasabah (dengan login) dapat memuat dokumen nasihat,
          portofolio terkini, agenda pertemuan, dsb. Hal ini meningkatkan transparansi dan akses informasi.

        • Struktur Organisasi dan SOP: Infrastruktur lunak berupa Standard Operating Procedure (SOP)
          mencakup alur kerja pemberian nasihat: mulai dari analisis kebutuhan nasabah (investment policy
          statement), proses investasi internal (meeting tim investasi, pembuatan rekomendasi tertulis), peer
          review atau persetujuan internal, penyampaian rekomendasi ke nasabah, hingga tindak lanjut
          monitoring. Juga penting untuk memiliki compliance monitoring system: misalnya software yang
          mencatat setiap advice yang diberikan dan memeriksa apakah melanggar batasan investasi nasabah
          atau aturan regulasi tertentu (seperti limit kepemilikan efek).

        • Infrastruktur Fisik dan Pendukung: Karena perusahaan sudah beroperasi sebagai MI, sebagian
          infrastruktur fisik seperti kantor, peralatan IT, server, sudah ada. Namun, perlu memperbarui atau
          menambah perangkat keras: komputer atau laptop khusus untuk advisor dengan spesifikasi tinggi
          (untuk handling data), secure server untuk menyimpan file riset.

        • Perpustakaan Riset dan Informasi: Tim advisory akan memproduksi maupun mengonsumsi banyak
          riset. Perusahaan akan menyiapkan document management system untuk menyimpan laporan riset
          pihak ketiga (riset ekonomi, pasar global, sektor industri) serta laporan internal. Ini infrastruktur non-
          fisik yang memudahkan knowledge sharing antar tim.

        Semua infrastruktur di atas bertujuan memastikan penasihat investasi memberikan layanan secara
        profesional, akurat, dan aman. Pada tahap awal, tidak semua sistem harus canggih; bisa dimulai dengan
        memanfaatkan infrastruktur MI (untuk data dan IT) sambil mengembangkan hal spesifik advisory seperti
        portal nasabah dan modul portfolio reporting. Investasi infrastruktur perlu disesuaikan dengan skala: untuk
        2-3 nasabah awal, namun, seiring pertumbuhan bisnis, sistem otomatisasi menjadi keharusan agar
        menjadi lebih efisien. Mengingat nasihat investasi sangat tergantung kualitas data dan analisis, alokasi
        anggaran pada infrastruktur data dan analytic akan memberikan return dalam bentuk kepercayaan
        nasabah atas rekomendasi yang diberikan.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                         18
Page 36
        Untuk tahap awal peluncuran unit penasihat investasi, struktur organisasi yang ramping namun efektif
        perlu dibentuk. Struktur harus memenuhi persyaratan regulasi (misal penunjukan WMI sebagai
        penanggung jawab) sekaligus cukup sumber daya untuk melayani nasabah institusi pertama. Struktur
        organisasi awal yang direkomendasikan:
        • Direktur Penanggung Jawab PI: Seorang anggota direksi perusahaan ditunjuk memimpin unit PI
            (merangkap sebagai direktur investasi MI). Tugasnya mengawasi keseluruhan layanan nasihat,
            memastikan kepatuhan, dan bertanggung jawab ke OJK. Jika volume bisnis tumbuh, direktur terpisah
            khusus PI akan dipertimbangkan, namun untuk tahap awal, peran ini dirangkap direksi investasi.
        • Head of Investment Advisory: Secara operasional, unit ini dipimpin oleh seorang Head of Advisory,
            bertanggung jawab merumuskan strategi nasihat, membina hubungan dengan nasabah kunci, dan
            membimbing junior advisor/analyst. Head ini memiliki izin WMI.
        • Investment Advisor: Yaitu pemegang izin WMI yang berperan langsung sebagai penasihat untuk
            nasabah, melakukan analisis portofolio, menyiapkan rekomendasi investasi, dan presentasi ke
            nasabah. Untuk tahap awal, satu advisor senior cukup, dengan support analis.
        • Investment/Research Analyst: Seorang analis dengan izin WMI yang mendukung tim advisor.
            Tugasnya mengumpulkan data pasar, melakukan quantitative analysis, membuat model proyeksi dan
            menyiapkan draft rekomendasi.Analis juga merangkap peran support lain seperti membuat materi
            laporan untuk nasabah.
        • Head of Compliance: Perusahaan sebagai perusahaan MI sudah memiliki Divisi Compliance. Head
            of Compliance memastikan setiap nasihat sesuai regulasi, me-review materi nasihat sebelum dikirim
            (terutama cek benturan kepentingan, larangan tertentu), dan menangani pelaporan OJK terkait PI.
            Tugas ini dirangkap oleh pejabat existing, namanya akan didaftarkan ke OJK sebagai contact person
            untuk compliance PI.
        • Support Staff: Termasuk administrasi dokumen, sekretaris yang menjadwalkan meeting, dan IT
            support. Kebutuhan ini diambil dari resource perusahaan yang sudah ada, tidak akan melakukan
            rekrutmen.

        Struktur organisasi awal terdiri dari tim kecil berkompeten yang memanfaatkan fungsi pendukung
        perusahaan yang sudah ada. Struktur ini cukup untuk melayani fase awal (3-5 nasabah). Seiring
        pertumbuhan, tambahan SDM akan dilakukan mengikuti peningkatan pendapatan agar tetap efisien.

  3.1.3 Proses Produksi

        Proses produksi dari PI ini dijalankan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) ) mencakup alur kerja
        pemberian nasihat: mulai dari analisis kebutuhan nasabah (investment policy statement), proses investasi
        internal (meeting tim investasi, pembuatan rekomendasi tertulis), peer review atau persetujuan internal,
        penyampaian rekomendasi ke nasabah, hingga tindak lanjut monitoring. Juga penting untuk memiliki
        compliance monitoring system: misalnya software yang mencatat setiap advice yang diberikan dan
        memeriksa apakah melanggar batasan investasi nasabah atau aturan regulasi tertentu (seperti limit
        kepemilikan efek).

  3.1.4 Kesimpulan Kelayakan Teknis

     Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dalam Rencana Penambahan KBLI baru melalui kegiatan
     Penasihat Investasi, maka disimpulkan bahwa aspek kelayakan teknis ini adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                     19
Page 37
3.2. Analisis Kelayakan Pola Bisnis

  3.2.1. Keunggulan Kompetitif Karena Keunikan Dari Pola Bisnis;

        Peta persaingan di ranah penasihat investasi institusi mencakup beberapa kategori pelaku usaha:
        (a)      Manajer Investasi (perusahaan asset management) yang menawarkan jasa advisory;
        (b)      Perusahaan Penasihat Investasi independen, termasuk afiliasi perusahaan sekuritas atau
        kelompok usaha tertentu; dan
        (c)      Konsultan Investasi lainnya.

        Sebagian besar pemain terbesar berasal dari kategori (a), memanfaatkan reputasi dan sumber daya
        mereka di industri pengelolaan dana.

        Secara keseluruhan, tren industri PI institusi di Indonesia adalah tumbuh perlahan namun pasti. Kenaikan
        kesadaran institusi akan pentingnya ahli investasi independen menciptakan peluang bagi perusahaan
        berizin PI untuk mengambil porsi lebih besar dalam pengelolaan aset institusi melalui advisory.

  3.2.2. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk;

        Terdapat sejumlah perusahaan yang berfokus pada jasa penasihat investasi, bukan pengelolaan dana.
        Namun, mereka perlu membangun reputasi dan skala operasional. Kapasitas riset mereka mungkin
        terbatas dibanding MI besar, sehingga bisa kalah bersaing untuk nasabah yang butuh analisis mendalam
        lintas instrumen.
        Trimegah Asset management sudah berkecimpung selama hampir 16 Tahun dalam Pengelolaan asset
        management dan saat ini menduduki posisi no 4 secara nasional dalam hal pengelolaan AUM. Berbagai
        institusi nasional sudah merasakan dananya di kelola secara baik oleh TRAM dan akan masih banyak lagi
        yang akan ikut serta dalam menyimpan dananya untuk di kelola secara baik oleh TRAM.

  3.2.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai;

        Perusahaan dapat menciptakan nilai tambah dari penambahan KBLI baru, karena dengan dilakukannya
        penambahan kegiatan usaha ini dapat meningkatkan potensi bisnis dan berpeluang besar dalam
        memperoleh laba. Perusahaan memiliki pangsa pasar yang tepat susai dengan perkembangan dunia
        investasi yang semakin masif dan secara langsung merubah pola kerjasama dengan perusahaan
        konsultan investasi. Dengan memanfaatkan pengalaman selama 16 tahun dalam pongelolaan asset
        management, hal ini memberikan peluang besar bagi perusahaan dalam mempertahankan
        keberlangsungan usaha.

  3.2.4. Analisis SWOT

        Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol
        dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat
        disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal
        bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal
        berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                         20
Page 38
         1. Strength
              Reputasi dan track record: Perusahaan sudah memiliki nama dan kepercayaan sebagai manajer
               investasi, sehingga lebih mudah dipercaya juga sebagai penasihat investasi.
              Basis klien eksisting: Sudah memiliki portofolio klien yang dapat dikembangkan untuk layanan
               advisory.
              Pengalaman pasar modal: Tim dan SDM sudah memahami regulasi, dinamika pasar, dan
               instrumen investasi.
              Infrastruktur dan sistem internal: Sudah memiliki sistem manajemen risiko, compliance, dan IT
               yang dapat disesuaikan untuk kegiatan penasihat investasi.
              Regulasi OJK yang mendukung diversifikasi usaha di bidang pasar modal: Ekspansi dalam
               lini usaha yang masih dalam lingkup keahlian memperbesar peluang disetujui otoritas
         2. Weakness
              Perbedaan pendekatan layanan: Manajer investasi berfokus pada pengelolaan dana, sedangkan
               penasihat investasi menekankan konsultasi dan strategi individual. Perlu adaptasi pola pikir dan
               layanan.
              Potensi konflik kepentingan: Jika tidak dikelola dengan baik, bisa terjadi benturan antara
               kepentingan MI dan nasihat investasi yang diberikan.
              Biaya operasional tambahan: Penambahan lini usaha berarti biaya tambahan untuk lisensi,
               pelatihan, dan pemasaran.
              Proses perizinan tambahan dari OJK: Harus memenuhi ketentuan Pasar Modal dan memperoleh
               izin baru untuk beroperasi sebagai penasihat investasi.
         3. Opportunity
              Permintaan meningkat untuk layanan personal finance: Semakin banyak individu dan institusi
               mencari panduan investasi yang customized.
              Tren edukasi finansial dan literasi keuangan: Membuka peluang penyediaan layanan edukatif,
               seminar, dan produk advisory digital.
              Kolaborasi dengan platform fintech dan wealthtech: Bisa mengembangkan layanan advisory
               berbasis teknologi.
              Diversifikasi pendapatan: Menambah lini usaha berarti potensi menambah sumber pemasukan.
              Potensi masuk ke segmen klien baru: Seperti HNWI (high net-worth individuals), UMKM yang
               mencari nasihat investasi, atau institusi kecil yang tidak siap dikelola penuh oleh MI
         4. Threat
              Persaingan dari pemain besar: Perusahaan-perusahaan sekuritas, bank, dan fintech advisory
               sudah memiliki pasar dan teknologi yang mapan.
              Perubahan regulasi: Perubahan ketentuan dari OJK atau BEI bisa membatasi atau menghambat
               operasional layanan advisory.
              Risiko hukum dan reputasi: Salah nasihat atau ketidaksesuaian strategi investasi dengan
               ekspektasi klien bisa menimbulkan sengketa atau penurunan kepercayaan.
              Ketergantungan pada SDM berkualitas: Advisor yang profesional dan berizin terbatas dan
               menjadi rebutan di industri.
              Fluktuasi pasar dan ekonomi: Ketidakpastian ekonomi dapat mengurangi minat klien pada
               layanan konsultasi berbayar




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                    21
Page 39
  3.2.5. Kesimpulan Kelayakan Pola Bisnis

  Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen perusahaan dalam Rencana Penambahan
  KBLI baru melalui kegiatan Penasihat Investasi, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis ini adalah layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                 22
Page 40
3.3. Analisis Kelayakan Model Manajemen

  3.3.1. Ketersediaan Tenaga Kerja

        Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten dibidangnya dalam
        kaitannya dengan keahlian khusus di bidang konsultasi investasi.
        Saat ini, perusahaan telah memiliki jumlah sumber daya manusia yang memadai, yang juga telah
        memenuhi persyaratan sertifikasi sebagaimana diwajibkan oleh regulasi untuk menjalankan kegiatan
        operasional sebagai Penasihat Investasi berbentuk perusahaan. Untuk tahap awal perusahaan
        berencana mengalokasikan sebanyak 3 karyawan MI untuk menjadi tim PI . Meskipun demikian, dalam
        rangka mendukung rencana ekspansi usaha ke depan, perusahaan merencanakan penambahan tenaga
        kerja profesional melalui perluasan tim yang secara khusus akan difokuskan pada pengembangan
        layanan Penasehat Investasi. Langkah ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan jumlah
        nasabah serta memperluas cakupan layanan konsultasi investasi yang diberikan secara lebih personal,
        strategis, dan sesuai kebutuhan klien.
        Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, Perusahaan memiliki ketersediaan tenaga kerja sebagai
        berikut:

        Eksisting:
                                          Kategori                              Jumlah orang
                     Karyawan tetap                                                   57
                     Tenaga Kerja (Kontrak)                                            6
                     Total Tenaga Kerja                                               63


        Penambahan dilakukan bertahap dalam jangka waktu 10 tahun:
                                       Kategori                                 Jumlah orang
                     Karyawan tetap                                                   12
                     Tenaga Kerja (Kontrak)                                            0
                     Total Tenaga Kerja                                               12


        Adapun kegiatan usaha eksisting beroperasi dengan jam kerja sebagai berikut:

        1. Hari Kerja
           Hari kerja di perusahaan adalah 5 ( lima ) hari dalam seminggu. Dan jam kerja perusahaan adalah 8
           (delapan) jam sehari atau 40 (empat puluh) jam seminggu, dengan ketentuan bahwa apabila
           perusahaan memerlukan kerja lembur maka pekerja wajib bersedia melakukan waktu kerja tersebut.

        2. Jam kerja Kantor
           Jam kerja Kantor di perusahaan adalah 8 (delapan) jam 1 (satu) hari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu)
           minggu, untuk 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu :
           Hari Senin s/d Kamis : 08.30 s/d 17.30 Istirahat : 12.00 s/d 13.00
           Hari Jum’at             : 08.30 s/d 17.30 Istirahat : 11.30 s/d 13.00




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                     23
Page 41
        Apabila dipandang perlu untuk kepentingan produktifitas kerja, jam kerja dan hari kerja oleh Perusahaan
        dapat diubah dengan ketentuan jumlah dan jam kerja tetap mengacu kepada ketentuan Undang
        undang/Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Dalam Penambahan Kegiatan Usaha ini, Perusahaan
        tidak merencanakan adanya penambahan tenaga kerja dari yang telah dimiliki saat ini.

  3.3.2. Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property);
        Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan gagasan-
        gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki untuk jangka waktu
        tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki sumber daya manusia diharapkan
        akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan
        pekerjaan.

        Dalam kaitannya dengan hal ini, Perusahaan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
        kompetensi teknis yang diperlukan.

  3.3.3. Manajemen Risiko;

         1. Risiko Internal

             • Risiko Sumber Daya Manusia: Layanan advisory sangat bergantung pada keahlian individu. Ada
               key person risk jika hanya 1-2 advisor senior yang memegang semua hubungan nasabah;
               kepergian mereka dapat mengguncang bisnis.

               Mitigasi: program retensi/insentif, dan knowledge sharing antar tim untuk mengurangi
               ketergantungan individu. Selain itu, perlu diantisipasi kesenjangan antara kompetensi tim dengan
               kebutuhan nasabah. Untuk itu perlu training berkelanjutan dan rekrut konsultan eksternal jika
               diperlukan.

             • Risiko Operasional dan Proses: Kemungkinan human error dalam memberikan rekomendasi
               (salah perhitungan valuasi dan risiko, dsb) bisa terjadi. Kesalahan rekomendasi bisa berujung
               kerugian bagi nasabah dan tuntutan reputasi atau bahkan legal jika dianggap lalai.

               Mitigasi: implementasi check and balance internal, yaitu dengan semua nasihat penting di-review
               oleh second person atau komite, dan/atau menggunakan tool tertentu. Juga, dokumentasi lengkap
               setiap rekomendasi (why buy/sell) untuk pertanggungjawaban. Risiko operasional lain mencakup
               kegagalan sistem IT (misal data feed eror yang tidak terdeteksi sehingga nasihat jadi keliru). Untuk
               itu, sistem backup, cross-check manual, dan rencana darurat (disaster recovery plan untuk IT)
               harus ada.

             • Risiko Kepatuhan: Internal compliance risk misalnya tim advisory membocorkan informasi
               nasabah ke pihak lain. Ini bisa mengakibatkan hilangnya trust.

               Mitigasi: training etika berkala, audit internal kepatuhan untuk unit PI. Ada pula risiko fee setting,
               yaitu memungut fee terlalu tinggi yang melanggar prinsip kewajaran tanpa pemberitahuan kepada
               nasabah. Kebijakan penetapan fee harus terstandarisasi dan disetujui oleh manajemen dan
               nasabah secara transparan.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                          24
Page 42
             • Risiko Keuangan Internal: Unit advisory mungkin merugi di awal 2 tahun dan membebani
               keuangan perusahaan. Jika proyeksi meleset jauh (target jumlah nasabah tidak tercapai dan
               pendapatan kecil sementara biaya berjalan terus), ada risiko cash flow drain.

               Mitigasi: melakukan review berkala dan melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan
               (misalnya dengan menunda rekrutmen baru).

             • Risiko Reputasi Internal: Satu insiden buruk bisa mencoreng reputasi. Misalnya, advisor
               diketahui melakukan insider trading di portofolio pribadinya atau menyalahgunakan info nasabah.
               Hal ini akan mencederai nama baik perusahaan.

               Mitigasi: aturan employee trading policy dan zero tolerance pelanggaran etika

         2. Risiko Eksternal

             • Risiko Pasar dan Kinerja: Kondisi pasar modal dapat berfluktuasi di luar kendali. Jika terjadi bear
               market berkepanjangan, portofolio nasabah akan terdampak negatif dan nasabah bisa menjadi
               kecewa atau menyalahkan penasihat meski penyebabnya adalah faktor eksternal. Ada juga risiko
               event shock (yaitu contohnya krisis finansial atau pandemi) yang membuat saran sebelumnya
               menjadi usang.

               Mitigasi: komunikasikan sejak awal ke nasabah bahwa investasi punya risiko pasar; nasihat
               didasarkan pada asumsi tentang suatu kondisi dan kondisi tersebut dapat berubah. Secara aktif,
               advisor harus sigap mengubah rekomendasi saat kondisi berubah. Menyiapkan skenario stress
               test dan strategi defensive saat krisis juga merupakan bagian manajemen risiko eksternal ini.

             • Risiko Perubahan Regulasi: Kebijakan baru pemerintah/OJK dapat memengaruhi bisnis.
               Contohnya kalau OJK menaikkan batas modal minimum PI, atau mewajibkan hal-hal tambahan
               (misal keharusan memiliki sumber daya tertentu yang terpisah dari perusahaan MI). Ini dapat
               meningkatkan biaya. Atau kalau regulasi untuk nasabah tertentu, misalnya dana pensiun, ternyata
               berubah menjadi tidak boleh menggunakan jasa penasihat investasi kecuali memenuhi syarat
               tertentu, ini tentu akan mengurangi target pasar.

               Mitigasi: Mengurangi risiko ini tentu sulit karena di luar kontrol; namun, menjaga hubungan dengan
               asosiasi mungkin dapat memberi informasi dini. Selain itu, diversifikasi segmen nasabah
               diperlukan untuk menyebar dampak jika satu segmen terkena aturan restriktif.

             • Risiko Persaingan: Muncul pesaing baru atau strategi agresif dari kompetitor. Misalnya: MI
               pesaing menawarkan paket advisory gratis jika nasabah membeli produk reksa dana mereka, yang
               bisa sangat menarik bagi institusi kecil (cross-subsidy strategy). Atau fintech robo-advisor canggih
               yang masuk ke segmen institusi menawarkan biaya yang jauh lebih murah. Ini risiko kehilangan
               pangsa pasar atau tekanan menurunkan fee.

               Mitigasi: terus memantau pergerakan kompetitor, meningkatkan value proposition misalnya
               dengan bundling dengan jasa lain yang tidak dimiliki kompetitor (contoh: nasihat investasi +
               pelatihan investasi untuk staf nasabah). Sebaiknya tidak terjebak dengan perang harga; lebih baik
               menonjolkan kualitas dan integritas.


Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                        25
Page 43
             • Risiko Makroekonomi: Termasuk dalam hal ini adalah risiko inflasi tinggi, resesi ekonomi, atau
               gejolak kurs. Hal ini bisa berdampak pada keputusan nasabah untuk tidak menggunakan jasa
               penasihat. Saat tekanan finansial, nasabah akan memangkas biaya konsultan (termasuk advisor
               eksternal) untuk efisiensi, atau malah menunda investasi sehingga merasa tidak memerlukan
               nasihat. Di sisi lain, boom ekonomi bisa meningkatkan permintaan jasa.

               Mitigasi: Untuk kelangsungan bisnis, harus melakukan diversifikasi nasabah antar industri,
               misalnya jika ada resesi, mungkin dana pensiun swasta terpukul tapi dana pensiun BUMN relatif
               stabil; jadi basis nasabah yang terdiversifikasi akan membantu. Juga dapat memberikan
               fleksibilitas fee (misalnya moratorium fee untuk sementara waktu jika nasabah benar-benar
               mengalami kesulitan likuiditas tetapi portofolio tetap perlu dijaga).

             • Risiko Hukum/Eksternal Lain: Penasihat investasi bisa dihadapkan risiko hukum jika nasabah
               menggugat akibat merasa dirugikan. Walau kontrak advisory biasanya menyatakan tidak ada
               jaminan hasil, di Indonesia gugatan perdata tetap mungkin.

               Mitigasi: Perusahaan memiliki perlindungan asuransi untuk direksi untuk menanggung biaya
               hukum. Selain itu, rekomendasi dan persetujuan nasabah selalu didokumentasikan agar ada bukti.
               Selain itu, risiko eksternal mencakup reputasi industri, misalnya jika ada kasus besar penipuan
               melibatkan “penasihat investasi gadungan”, kepercayaan publik dapat menurun meski perusahaan
               kita tidak terlibat. Penting untuk turut serta dalam edukasi pasar dan menjaga citra industri secara
               keseluruhan.

  3.3.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen; Dan

        Dengan pengalaman yang selama hampir 16 tahun dalam pengelolaan asset management, perusahaan
        memiliki perhatian yang besar terhadap sumber daya manusia merupakan pilar utama yang menunjang
        keberhasilan bisnis dan keberlanjutannya. Dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu
        beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mampu mengatasi tantangan yang mengancam, serta
        mampu mengantisipasi perubahan di masa depan.

        Oleh sebab itu, Perusahaan menyadari pentingnya melakukan investasi yang signifikan dalam upaya
        mengembangkan sumber daya manusia hingga mencapai kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan
        kebutuhan Perusahaan. Hal ini menjadi bagian penting dalam rangka mewujudkan visi Perusahaan.

        Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perusahaan adalah kunci yang akan mengantar
        Perusahaan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kesuksesan bisnis Perusahaan
        tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, namun juga karena didukung penuh oleh sumber daya
        manusia yang terampil dan kompeten di setiap level.

        Menyadari hal tersebut, Perusahaan senantiasa meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia
        melalui penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan memotivasi setiap karyawannya untuk
        memberikan kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perusahaan memberikan kesempatan yang
        sama kepada setiap karyawannya untuk mengembangkan karir dengan tidak membeda-bedakan suku,
        agama, ras maupun golongan.

        Untuk menopang serta melancarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan, maka
        Perusahaan harus mampu menyediakan sumber daya manusia yang berkompeten dan berkualitas.

Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                        26
Page 44
  3.3.5. Kesesuaian Struktur Organisasi Dan Manajemen

        Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan bagan
        organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga
        kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang penting
        dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas
        kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.

        Struktur organisasi yang telah dibuat dapat dijadikan pegangan dalam mengelola perusahaan, agar dapat
        beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Struktur organisasi perusahaan ini disusun dengan pola yang
        sederhana, yang diharapkan dapat mengelola proyek secara efektif dan efisien. Struktur organisasi ini
        didasarkan pada kebutuhan operasional perusahaan dengan pembagian tugas yang jelas dari seluruh
        personil pengelola perusahaan secara menyeluruh. Struktur organisasi PT. Trimegah Asset Management
        adalah sebagai berikut.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                  27
Page 45
3.4. Analisis Kelayakan Keuangan

  3.4.1. Biaya Pendirian (Start Up Costs);

                                   Investasi               Unit          Total (IDR)
                           Peralatan Kantor                        3        45.000.000
                           Hardware                                3        90.000.000
                           Modal Kerja                                   2.000.000.000
                           Total                                         2.135.000.000

                              Struktur Investasi           Porsi       Nilai Investasi
                           Pendanaan Sendiri                  100%      2.135.000.000
                           Pendanaan Pihak Ketiga                0%                 -
                           Total                              100%      2.135.000.000

      Berdasarkan informasi dari manajemen kegiata usaha dimulai dari tahun ke-1 setelah kegiatan usaha
      direncanakan dan pengurusan izin. Pada tahun ke-2 dilakukan pemasaran dan mencari client yang akan
      menggunakan jasa perusahaan. Lokasi rencana penambahan kegiatan usaha berada diarea yang sudah
      dimiliki perusahaan yang berlokasi di Gedung Artha Graha Lt. 9, Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53 RT. 5
      RW. 3, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta 12190.
      Dalam menjalankan kegiatan usaha yang baru ini perusahaan memanfaatkan kantor dan fasilitas lainnya
      yang sudah dimiliki dalam aset tetap perusahaan. Dengan demikian perusahaan hanya memerlukan
      investasi berupa peralatan kantor dan hardware untuk mendukung kegiatan usaha yang baru
      Rencana penambahan kegiatan usaha dengan investasi berupa pembelian peralatan kantor dan hardware
      sebagai berikut:
              Meja dan kursi set dengan jumlah 3 unit
              Aksesoris kantor set dengan jumlah 3 unit
              Laptop dengan jumlah 3 unit
      Investasi berupa Modal Kerja untuk mengcover beban operasi seperti gaji dan bonus karyawan, pembelian
      sewa IT & Data (bloomberg, dll), biaya pemasaran, overhead hingga perizinan selama tahun 4 tahun
      dikarenakan belum menghasilkan laba bersih.
      Berdasarkan kebutuhan investasi untuk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sebesar Rp 2.135.000.000
      (Dua Miliar Seratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah) dibandingkan dengan posisi ekuitas Perusahaan
      Rp222.651.527.000 ( Dua Ratus Dua Puluh Dua Miliar Enam Ratus Lima Puluh Satu Juta Lima Ratus Dua
      Puluh Tujuh Ribu), besaran investasi 0,959% dari ekuitas Perusahaan. Dengan demikian berdasarkan
      POJK No. 17 /POJK.04/2020 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi material.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                  28
Page 46
  3.4.2. Proyeksi Modal Kerja;

                                             tahun ke         tahun ke          tahun ke              tahun ke            tahun ke            tahun ke
                     Modal Kerja
                                                 1               2                 3                     4                   5                   6
       Piutang Usaha                                 -          41.095.890        98.630.137           181.232.877         235.787.671         315.616.438

                                                 tahun ke            tahun ke              tahun ke                  tahun ke               tahun ke
                       Modal Kerja
                                                    7                   8                      9                         10                     11
       Piutang Usaha                              462.328.767         863.013.699           1.335.616.438             1.849.315.068          2.373.287.671

      Modal kerja yang dibutuhkan terdiri dari Piutang Usaha. Modal kerja sebesar Rp41 Juta – 2.37 Miliar per
      tahun selama tahun proyeksi.

  3.4.3. Sumber Pembiayaan;

                                        Struktur Investasi                    Porsi             Nilai Investasi
                                     Pendanaan Sendiri                           100%            2.135.000.000
                                     Pendanaan Pihak Ketiga                         0%                       -
                                     Total                                       100%            2.135.000.000

      Total investasi yang dibutuhkan sejumlah Rp2.135.000.000 (Dua Miliar Rupiah) yang dikeluarkan pada
      tahun pertama dengan sumber pembiayaan 100% pendaan sendiri senilai Rp2.135.000.000 (dua miliar).
      Dengan mempertimbangkan saldo kas yang dimiliki dan laba bersih yang mampu dihasilkan oleh
      perusahaan maka perusahaan sanggup untuk mengcover seluruh pendanaan investasi tanpa
      mempengaruhi kinerja operasi kegiatan usaha yang sudah ada.

  3.4.4. Proyeksi Penjualan

                                             tahun ke         tahun ke          tahun ke              tahun ke            tahun ke            tahun ke
                       Penjualan
                                                 1               2                 3                     4                   5                   6
       Jumlah Klien Aktif                             -                   2                 4                  7                     9                  12
       Rata" Aset per Klien                           -     250.000.000.000   300.000.000.000    350.000.000.000       375.000.000.000     400.000.000.000
       Fee Rata" (%)                               0,000%            0,100%            0,100%             0,090%                0,085%              0,080%
       Total Pendapatan                               -         500.000.000     1.200.000.000      2.205.000.000         2.868.750.000       3.840.000.000


                                                 tahun ke            tahun ke              tahun ke                  tahun ke               tahun ke
                        Penjualan
                                                    7                   8                     9                         10                     11
       Jumlah Klien Aktif                                  15                  20                   25                          30                      35
       Rata" Aset per Klien                   500.000.000.000     750.000.000.000    1.000.000.000.000           1.250.000.000.000       1.500.000.000.000
       Fee Rata" (%)                                   0,075%              0,070%               0,065%                      0,060%                  0,055%
       Total Pendapatan                         5.625.000.000      10.500.000.000       16.250.000.000              22.500.000.000          28.875.000.000


      Berdasarkan informasi dari manajemen, pada tahun pertama perusahaan baru akan mempersiapkan
      dokumen dan izin untuk melaksanakan kegiatan usaha baru yang akan mulai efektif pada quartal ke 4 tahun
      pertama. Pada quartal ke 4 perusahaan baru akan approching ke client, estimasi mendapatkan client aktif
      diakhir quartal ke 4 sehingga diproyeksikan belum mendapatkan client pada tahun pertama.
      Client aktif yang akan didapatkan dari 2026 sebanyak 2 entitas yang akan terus bertambah hingga 35 entitas
      pada tahun 2035. Rata-rata aset yang akan dikelolah per client sebesar 668 miliar selama tahun proyeksi.
      Fee yang akan didapatkan sebesar 0,1% pada tahun 2025 dan akan terus turun hingga 0,055% pada tahun
      2035 dikarenakan persaingan yang akan muncul sehingga menghasilkan fee rate yang lebih kompetitif
      dipasar.
      Proyeksi penjualan menggunakan asumsi fee rata-rata yang didasarkan pada jumlah asset klien. Walaupun
      Penasihat Investasi tidak melakukan pengelolaan aset nasabah, dasar dasar pengenaan fee seperti ini
      adalah umum digunakan dalam bisnis advisory.


Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                                                              29
Page 47
  3.4.5. Proyeksi Biaya Operasional;

                                              tahun ke         tahun ke           tahun ke           tahun ke           tahun ke            tahun ke
                  Biaya Operasional
                                                  1                2                  3                  4                 5                   6
       Biaya SDM (Gaji & Bonus)                       -      (1.000.000.000)    (1.500.000.000)    (2.000.000.000)    (2.300.000.000)     (2.800.000.000)
       - Gaji Pokok & Tunjangan                       -        (900.000.000)    (1.300.000.000)    (1.700.000.000)    (2.000.000.000)     (2.400.000.000)
       - Bonus/Insentif                               -        (100.000.000)      (200.000.000)      (300.000.000)      (300.000.000)       (400.000.000)
       Biaya Operasional Lain                         -        (300.000.000)      (350.000.000)      (400.000.000)      (450.000.000)       (500.000.000)
       - IT & Data (Bloomberg, dll)                   -        (200.000.000)      (210.000.000)      (220.000.000)      (230.000.000)       (250.000.000)
       - Pemasaran & Travel                           -          (50.000.000)       (80.000.000)     (100.000.000)      (120.000.000)       (150.000.000)
       - Overhead (alokasi kantor, legal)             -          (50.000.000)       (60.000.000)       (80.000.000)     (100.000.000)       (100.000.000)
       Total Beban                                    -      (1.300.000.000)    (1.850.000.000)    (2.400.000.000)    (2.750.000.000)     (3.300.000.000)

                                                   tahun ke           tahun ke             tahun ke               tahun ke                tahun ke
                   Biaya Operasional
                                                      7                  8                     9                      10                      11
       Biaya SDM (Gaji & Bonus)                  (3.348.750.000)    (4.404.750.000)        (5.538.637.500)        (6.823.670.625)        (7.965.479.156)
       - Gaji Pokok & Tunjangan                  (2.730.000.000)    (3.197.250.000)        (3.588.637.500)        (4.011.170.625)        (4.211.729.156)
       - Bonus/Insentif                            (618.750.000)    (1.207.500.000)        (1.950.000.000)        (2.812.500.000)        (3.753.750.000)
       Biaya Operasional Lain                      (731.250.000)    (1.365.000.000)        (2.112.500.000)        (2.925.000.000)        (3.753.750.000)
       - IT & Data (Bloomberg, dll)                (365.625.000)      (682.500.000)        (1.056.250.000)        (1.462.500.000)        (1.876.875.000)
       - Pemasaran & Travel                        (225.000.000)      (420.000.000)          (650.000.000)          (900.000.000)        (1.155.000.000)
       - Overhead (alokasi kantor, legal)          (140.625.000)      (262.500.000)          (406.250.000)          (562.500.000)           (721.875.000)
       Total Beban                               (4.080.000.000)    (5.769.750.000)        (7.651.137.500)        (9.748.670.625)       (11.719.229.156)

      Beban umum dan administrasi sebesar 1,3 Miliar – 11,719 Miliar selama tahun proyeksi. Yang sebagian
      besar terdiri dari gaji pokok dan tunjangan sebesar 35,9% - 72,7% selama tahun proyeksi. Biaya bonus
      10,42% - 20% dari total penjualan, biaya IT & Data 6,5% - 40% dari total penjualan, biaya pemasaran &
      travel sebesar 3,91% - 10% dari total penjualan dan biaya overhead 2,5% - 10% dari total penjualan

  3.4.6. Proyeksi Laporan Keuangan;

    1. Proyeksi Laba Rugi

                       Keterangan             tahun ke        tahun ke        tahun ke        tahun ke        tahun ke        tahun ke
                                                  1               2               3               4               5               6
         Jumlah Klien Aktif                            -                 2               4               7               9              12
         Rata" Aset per Klien                          -   250.000.000.000 300.000.000.000 350.000.000.000 375.000.000.000 400.000.000.000
         Fee Rata" (%)                              0,000%          0,100%          0,100%          0,090%          0,085%          0,080%
         Total Pendapatan                              -       500.000.000   1.200.000.000   2.205.000.000   2.868.750.000   3.840.000.000
         Biaya SDM (Gaji & Bonus)                      -    (1.000.000.000) (1.500.000.000) (2.000.000.000) (2.300.000.000) (2.800.000.000)
         - Gaji Pokok & Tunjangan                      -      (900.000.000) (1.300.000.000) (1.700.000.000) (2.000.000.000) (2.400.000.000)
         - Bonus/Insentif                              -      (100.000.000)   (200.000.000)   (300.000.000)   (300.000.000)   (400.000.000)
         Biaya Operasional Lain                        -      (300.000.000)   (350.000.000)   (400.000.000)   (450.000.000)   (500.000.000)
         - IT & Data (Bloomberg, dll)                  -      (200.000.000)   (210.000.000)   (220.000.000)   (230.000.000)   (250.000.000)
         - Pemasaran & Travel                          -       (50.000.000)    (80.000.000)   (100.000.000)   (120.000.000)   (150.000.000)
         - Overhead (alokasi kantor, legal)            -       (50.000.000)    (60.000.000)    (80.000.000)   (100.000.000)   (100.000.000)
         Total Beban                                   -    (1.300.000.000) (1.850.000.000) (2.400.000.000) (2.750.000.000) (3.300.000.000)
         EBITDA                                        -      (800.000.000)   (650.000.000)   (195.000.000)    118.750.000     540.000.000
         Depreciation of fixed assets         (11.250.000)     (11.250.000)    (11.250.000)    (18.750.000)    (22.500.000)    (30.000.000)
         EBIT                                 (11.250.000)    (811.250.000)   (661.250.000)   (213.750.000)     96.250.000     510.000.000
         Interest                                      -               -               -               -               -
         EBT                                  (11.250.000)    (811.250.000)   (661.250.000)   (213.750.000)     96.250.000     510.000.000
         Tax                                           -               -               -               -       (21.175.000)   (112.200.000)
         EAT                                  (11.250.000)    (811.250.000)   (661.250.000)   (213.750.000)     75.075.000     397.800.000




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                                                            30
Page 48
                     Keterangan                 tahun ke          tahun ke            tahun ke             tahun ke             tahun ke
                                                   7                 8                   9                    10                   11
         Jumlah Klien Aktif                                15              20                     25                   30                    35
         Rata" Aset per Klien                 500.000.000.000 750.000.000.000      1.000.000.000.000    1.250.000.000.000    1.500.000.000.000
         Fee Rata" (%)                                 0,075%          0,070%                 0,065%               0,060%               0,055%
         Total Pendapatan                       5.625.000.000  10.500.000.000         16.250.000.000       22.500.000.000       28.875.000.000
         Biaya SDM (Gaji & Bonus)              (3.348.750.000) (4.404.750.000)        (5.538.637.500)      (6.823.670.625)      (7.965.479.156)
         - Gaji Pokok & Tunjangan              (2.730.000.000) (3.197.250.000)        (3.588.637.500)      (4.011.170.625)      (4.211.729.156)
         - Bonus/Insentif                        (618.750.000) (1.207.500.000)        (1.950.000.000)      (2.812.500.000)      (3.753.750.000)
         Biaya Operasional Lain                  (731.250.000) (1.365.000.000)        (2.112.500.000)      (2.925.000.000)      (3.753.750.000)
         - IT & Data (Bloomberg, dll)            (365.625.000)   (682.500.000)        (1.056.250.000)      (1.462.500.000)      (1.876.875.000)
         - Pemasaran & Travel                    (225.000.000)   (420.000.000)          (650.000.000)        (900.000.000)      (1.155.000.000)
         - Overhead (alokasi kantor, legal)      (140.625.000)   (262.500.000)          (406.250.000)        (562.500.000)        (721.875.000)
         Total Beban                           (4.080.000.000) (5.769.750.000)        (7.651.137.500)      (9.748.670.625)     (11.719.229.156)
         EBITDA                                 1.545.000.000   4.730.250.000          8.598.862.500       12.751.329.375       17.155.770.844
         Depreciation of fixed assets             (33.750.000)    (37.500.000)           (41.250.000)         (45.000.000)         (45.000.000)
         EBIT                                   1.511.250.000   4.692.750.000          8.557.612.500       12.706.329.375       17.110.770.844
         Interest                                                                                                                          -
         EBT                                    1.511.250.000     4.692.750.000        8.557.612.500      12.706.329.375        17.110.770.844
         Tax                                     (332.475.000)   (1.032.405.000)      (1.882.674.750)     (2.795.392.463)       (3.764.369.586)
         EAT                                    1.178.775.000     3.660.345.000        6.674.937.750       9.910.936.913        13.346.401.258


        Pada tahun proyeksi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perusahaan diproyeksikan mendapatkan
        EBIT (Earning Before Interest dan Tax) berkisar (811.250.000) – 17.110.770.844. Beban pajak
        penghasilan diasumsikan berkisar 22%, sehingga Perusahaan mendapatkan EAT (Earning After Tax)
        berkisar (811.250.000) – 13.346.401.258.

    2. Metodologi Analisa

        Metodologi dilakukan dengan menganalisa potensi keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh dari
        Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

    3. Model Arus Kas yang Digunakan

        Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode diskonto arus
        kas, dengan menggunakan arus kas terhadap proyek Free Cash Flow to Firm (FCFF). Kami menggunakan
        metode FCFF karena perusahaan bergerak di bidang industri pengelolaan bukan tenunan dan industri
        serat stapel buatan sehingga FCFF lebih tepat untuk mengakomodir arus kas proyek.

    4. Penetapan Tingkat Diskonto

        Tingkat diskonto diestimasikan dengan menggunakan metode Weighted Average Cost of Capital (WACC).
        Biaya Ekuitas (Ke) diestimasikan dengan metode Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
        menggunakan persamaan sebagai berikut:
                 Biaya Ekuitas (Ke)                        =                 Rf + (Beta x Market Risk Premium) - RBDS
                 Rf (Risk Free)                            :                 Tingkat Pengembalian Bebas Risiko
                 Beta                                      :                 Risiko sistemik usaha
                 Market Risk Premium                       :                 Premi Resiko Pasar
                 RBDS                                      :                 Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar

                 Rf (Risk Free)                            :                 7,1118%
                 Beta                                      :                 0,91
                 Market Risk Premium                       :                 7,38%
                 RBDS                                      :                 2,07%
                 Biaya Ekuitas (Ke)                        =                 11,77%
Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                                                 31
Page 49
               Tingkat Diskonto                  =           (We x Ke) + (Wd x (Kd x (1-T))
               We                                :           Bobot modal sendiri pada usaha tertentu
               Ke (Cost Of Equity)               :           Tingkat pengembalian modal sendiri
               Wd                                :           Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu
               Kd (Cost Of Debt)                 :           Tingkat pengembalian modal pinjaman
               T (Tax)                           :           Pajak perseroan yang berlaku

               We                                :           93,80%
               Ke (Cost Of Equity)               :           11,77%
               Wd                                :           6,20%
               Kd (Cost Of Debt)                 :           9,18%
               T (Tax)                           :           22%
               Tingkat Diskonto                  =           11,48%


        1. Tingkat Pengembalian Bebas Risiko (Rf)
            Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan
            gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi
            Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan merupakan
            obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor 30 tahun. Berdasarkan data yang
            dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) maka yield SUN yang digunakan untuk proyek
            adalah 7,1118%.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                   32
Page 50
        2. Risiko Sistemik Usaha (Beta)
            Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan dengan
            market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Untuk memperoleh faktor beta yang
            sesuai kami menggunakan unlevered beta sebesar 0,87, Unlevered beta rata-rata perusahaan
            pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar
            pada industri sejenis untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut
            sehingga didapatkan Beta 0,91.
        3. Tingkat Premi Resiko Pasar (ERP)
            Tingkat Premi Resiko Pasar (ERP) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per tanggal
            studi kelayakan dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
            sekitar 7,38%.
        4. Penyesuaian Tingkat Pengembalian Pasar (RBDS)
            Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, dimana data yang
            digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan risiko, maka
            diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based Default Spread dari
            Damodaran dimana Cost of Equity dikurangkan dengan Rating Based Default Spread sebesar 2,07%.
        5. Bobot Modal Sendiri Pasa Usaha Tertentu (We)
            Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
            ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
            permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur modal sendiri untuk
            proyek 93,8%.
        6. Biaya Ekuitas (Ke)
            Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
            (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium
            untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham adalah 11,77% .
        7. Bobot modal pinjaman pada usaha tertentu (Wd)
            Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan
            ekuitasnya, dimana komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
            permodalan pasar dari hasil riset Aswath Damodaran, dengan demikian struktur utang untuk proyek
            6,2%.
        8. Tingkat Pengembalian Modal Pinjaman (Kd)
            Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman
            rata-rata dalam mata uang Rupiah dari bank pemerintah per tanggal studi kelayakan, yaitu 9,18%.
            Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya bunga setelah pajak sampai akhir proyeksi
            sebesar 7,16%, dengan tarif pajak 22%.

    5. Analisis Kelayakan Investasi

        Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020 digunakan 4
        (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI),
        dan Payback Period., yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih yang diproyeksikan hingga tahun
        ke-11. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang
        digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.

Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                      33
Page 51
        Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai investasi. Dengan
        membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
        akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika
        nilai NPV positif maka investasi tersebut layak dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi
        tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan.
        Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto seluruh
        selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah investasi. IRR merupakan
        nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan sama dengan 0, yang artinya tingkat
        pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan
        risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak
        dilaksanakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak
        dilaksanakan.
        Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI), dimana PI
        merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai sekarang dari arus kas bersih
        yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk proyek tersebut.
        Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak
        menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek
        menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas
        yang dihasilkan dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu
        proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka investasi
        tersebut dapat disimpulkan layak.
        Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai break
        even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk
        menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek pengembalian maka investasi
        semakin diinginkan.
        Kelayakan dari proyek ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi di masa mendatang dengan
        Free Cash Flow To Firm yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Kelayakan
        investasi proyek dihitung dengan menggunakan empat indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of
        Return, Profitability Index (PI) dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:
                                          tahun ke        tahun ke          tahun ke         tahun ke          tahun ke             tahun ke
                        Keterangan
                                              0               1                 2                3                 4                    5
         EBIT                                     -         (11.250.000)    (811.250.000)    (661.250.000)     (213.750.000)           96.250.000
         Tax                                      -                 -                 -                -                 -            (21.175.000)
         Depresiasi                               -          11.250.000        11.250.000       11.250.000        18.750.000           22.500.000
         CNWC                                     -                 -         (41.095.890)     (57.534.247)      (82.602.740)         (54.554.795)
         Capex                                    -                 -                 -                -         (90.000.000)         (45.000.000)
         Initial Investment            (2.135.000.000)              -                 -                -                 -                    -
         FCFF                          (2.135.000.000)              -       (841.095.890)    (707.534.247)     (367.602.740)           (1.979.795)
         TV
         Growth
         DR                                    11,48%             11,48%          11,48%           11,48%            11,48%               11,48%
         DF                                         1               0,90            0,80             0,72              0,65                 0,58
         PV                            (2.135.000.000)               -      (676.734.227)    (510.630.101)     (237.970.981)          (1.149.613)

                                        tahun ke          tahun ke         tahun ke          tahun ke           tahun ke             tahun ke
                        Keterangan
                                            6                 7                8                 9                  10                  11
         EBIT                            510.000.000     1.511.250.000      4.692.750.000     8.557.612.500    12.706.329.375      17.110.770.844
         Tax                            (112.200.000)     (332.475.000)    (1.032.405.000)   (1.882.674.750)   (2.795.392.463)     (3.764.369.586)
         Depresiasi                        30.000.000        33.750.000        37.500.000        41.250.000         45.000.000         45.000.000
         CNWC                             (79.828.767)    (146.712.329)      (400.684.932)     (472.602.740)      (513.698.630)      (523.972.603)
         Capex                            (90.000.000)      (45.000.000)      (45.000.000)      (45.000.000)       (45.000.000)               -
         Initial Investment                       -                 -                 -                 -                  -                  -
         FCFF                            257.971.233     1.020.812.671      3.252.160.068     6.198.585.010      9.397.238.282     12.867.428.655
         TV                                                                                                                       138.384.348.451
         Growth
         DR                                   11,48%           11,48%             11,48%            11,48%             11,48%              11,48%
         DF                                     0,52             0,47               0,42              0,38               0,34                0,30
         PV                              134.365.933      476.925.190      1.362.895.123     2.330.072.324      3.168.570.646      45.745.666.223

Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                                                  34
Page 52
                  Net Present Value (NPV)                   : 13.441.135.005
                  Internal Rate of Return (IRR)             : 31,83%
                  Profitability Index (PI)                  : 24,26
                  Payback Period                            : 7 Tahun 0 Bulan
        Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada WACC
        dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.

    6. Analisis Profitabilitas

                                tahun ke tahun ke tahun ke tahun ke tahun ke tahun ke tahun ke tahun ke tahun ke tahun ke tahun ke
                                   1         2        3        4       5         6        7       8         9       10       11
       Profit Margin                  0%    -162%     -55%     -10%      3%       10%      21%     35%       41%     44%      46%
       Return on Investment          -1%     -38%     -31%     -10%      4%       19%      55%    171%     313%     464%     625%


        Return of investment berada diangka (1%) – 625% dengan demikian Return of Investment penambahan
        kegiatan usaha menunjukan bahwa usaha dalam bidang jasa sangat normal untuk mendapatkan
        keuntungan yang sangat besar. Profit margin berada di angka (162%)-46% selama tahun proyeksi.

    7. Analisis Sensitifitas

        Untuk menguji sensitifitas suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka berikut
        ini disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu:
         1.   Investasi
         2.   Rata-rata aset per client
         3.   Fee rate
         4.   Beban Penjualan Umum dan Administrasi

        Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat seperti di bawah
        ini:
                                                                  IRR             NPV           Profitability
                     Variable                  Skenario                                                           Kesimpulan
                                                                   %            Rupiah           Index (PI)
      Normal                                                        31,83%   13.441.135.005              24,26       Layak
      Investasi                                      5,00%          31,34%   13.334.385.005              23,10       Layak
      Investasi                                     10,00%          30,86%   13.227.635.005              22,05       Layak
      Investasi                                     15,00%          30,41%   13.120.885.005              21,09       Layak
      rata-rata aset per client                     -5,00%          30,52%   12.187.040.066              22,52       Layak
      rata-rata aset per client                    -10,00%          29,14%   10.932.945.128              20,78       Layak
      rata-rata aset per client                    -15,00%          27,69%    9.678.850.189              19,04       Layak
      fee rate                                      -1,00%          31,57%   13.190.316.017              23,91       Layak
      fee rate                                      -3,00%          31,05%   12.688.678.042              23,21       Layak
      fee rate                                      -5,00%          30,52%   12.187.040.066              22,52       Layak
      Beban Penjualan Umum dan Adm                   2,00%          31,39%   13.096.052.799              23,82       Layak
      Beban Penjualan Umum dan Adm                   4,00%          30,96%   12.750.970.592              23,37       Layak
      Beban Penjualan Umum dan Adm                   6,00%          30,52%   12.405.888.386              22,93       Layak

     Dengan memperhatikan analisis kelayakan keuangan, Penambahan Kegiatan Usaha secara keuangan layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                                                        35
Page 53
3.5. Kesimpulan

     Berdasarkan analisa pada kelayakan aspek pasar, kelayakan aspek teknis, kelayakan aspek pola bisnis,
     kelayakan aspek model manajemen, dan kelayakan aspek keuangan maka dapat disimpulkan bahwa
     Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah Layak.




Laporan Studi Kelayakan PT Trimegah Asset Management.                                               36

File

File Open PDF
Source IDX
Size8.12 MB
Published24 Jun 2025
Pages53
Characters148,727
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT. Trimegah Sekuritas Indonesia p.18 ×3
linked — Garibaldi Thohir p.19
linked org Dana Pensiun p.30 ×3
possible person Hendra Wijaya p.19
unresolved org PT Trimegah Asset Management. p.14 ×45
unresolved org Menteri Keuangan p.15 ×2
unresolved org Menteri Keuangan. Penyelia p.15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18 ×2
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.18 ×3
unresolved person Leolin Jayayanti · Notaris p.18 ×2
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.18
unresolved org Bapepam p.18 ×6
unresolved org PT TRIMEGAH ASSET MANAGEMENT. Kinerja p.20
unresolved — Christophorus Alvin Kossim · Akuntan Publik p.20 ×2
unresolved — Ignatius Yokajaya · Akuntan Publik p.20 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.27 ×6
unresolved org Pusat Statistik p.27
unresolved org Pengelola Keuangan Haji p.30
unresolved org PT Manulife Aset Manajemen Indonesia p.31

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result