Skip to content
Back to announcement

20250624_INPP_Public Expose_31907940_lamp2.pdf

Other Text extracted INPP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1
Jakarta, 24 Juni 2025
Nomor        : 025/INPP-CS/VI/2025
Lampiran     :-


Kepada Yth:
Direksi PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190



Perihal : Laporan Hasil Public Expose Tahunan 2025


Dengan hormat,


Merujuk pada surat penyampaian materi Public Expose No.022/INPP-CS/VI/2025 tanggal 16 Juni
2025, bersama ini kami sampaikan Laporan Pelaksanaan Public Expose Tahunan 2025 yang
diselenggarakan pada hari Kamis, 19 Juni 2025.


Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima
kasih.



Hormat kami,
PT Indonesian Paradise Property Tbk




______________________
Ispandiati Makmur
Corporate Secretary
Page 2
        LAPORAN HASIL KEGIATAN PAPARAN PUBLIK (PUBLIC EXPOSE) 2025
               PT. INDONESIAN PARADISE PROPERTY TBK (INPP)


 Hari/Tanggal          : Kamis, 19 Juni 2025
 Waktu                 : 11.40 – 12.40 WIB
 Tempat                : Altius Room Lt. 5 Harris Suites Fx Sudirman, Jakarta
 Agenda                : 1. Sekilas Paradise Indonesia
                         2. Bisnis Paradise Indonesia
                         3. Kinerja Keuangan FY 2024 dan 1Q2025
                         4. Outlook dan Target 2025
                         5. ESG (Enviromental, Social, dan Governance)
                         6. Tanya Jawab

 Paparan Publik PT Indonesian Paradise Tbk (INPP) telah dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2025
 secara offline, mulai pukul 11.40 WIB dengan pembahasan mengenai sekilas Perusahaan, bisnis
 Perusahaan, dilanjutkan pembahasan mengenai kinerja FY24 dan 1Q25, outlook dan target kedepan,
 ESG, dan ditutup dengan sesi tanya jawab.
 Berikut adalah jajaran Manajemen Perusahaan yang hadir:
   1. Anthony Prabowo Susilo          : Presiden Direktur
   2. Surina                          : Direktur
   3. Ispandianti Makmur              : Corporate Secretary



                                    Risalah Sesi Tanya Jawab

Marjudin - IPOTNEWS
 1.   Q Mengenai hasil RUPS, apakah Perseroan akan membagikan dividen tahun ini?
      A Hasil RUPS hari ini yang sudah disepakati, Paradise Indonesia akan membagikan total
            dividen sebesar Rp67,1 miliar atau Rp6 per saham.
 2.   Q Terkait dengan proyek di Balikpapan yang disampaikan, mohon dijelaskan lebih
            rinci terkait anggaran yang disiapkan, potensi income yang diharapkan terhadap
            project tersebut berapa besar?
      A Untuk proyek Balikpapan yang kami rencanakan, luas tanahnya mencapai 8 Ha. Di
            proyek Balikpapan ini kami akan membagikan suatu development mid-rise bukan hanya
            mall satu gedung, tetapi outdoor 2-3 lantai. Proyek Balikpapan akan menjadi produk baru
            dari Paradise Indonesia karena biasanya kami melakukan Pembangunan cukup massive,
            di Balikpapan ini kami mencoba membangun untuk bisa lebih luwes dan lebih cocok
            untuk kota-kota di luar megapolis, jadi kami menyesuaikan dengan mid-rise product.
            Secara capex, karena kami baru merencanakan di Q4 tahun ini, capex belum terlalu
            banyak. Akan tetapi total projectnya untuk fase 1 mencapai Rp200-300 miliar.

             Sebagai informasi, di tahun 2024 kami mencapai titik Pembangunan yang secara capex
             tertinggi di sejarah Paradise Indonesia. Di tahun 2024 capex kami mencapai Rp900, dan
             di tahun 2025 ini mencapai Rp1,1 triliun. Kami dalam mode ekspansi, karena kami dalam
             tahap sedang berkembang yang sangat pesat, sehingga dividend payout kami relative
             rendah, karena dananya juga disiapkan untuk ekspansi.
Page 3
Kris – Indonesia Times
 1.     Q Apakah manajemen Paradise Indonesia memiliki ide untuk pemerintah untuk
            program 3 juta rumah dari pemerintah karena persoalan utama adalah pemakaian
            lahan. Melihat benang merah masalah ini ada pada pemanfaatan lahan, apakah
            INPP memiliki ide atau melirik peluang untuk membangun di sekitar stasiun?
            Mungkin menjadi ide yang menarik dengan adanya properti di sekitar stasiun,
            karena di negara modern semua orang menggunakan kereta
        A Segmen 3 juta massa bukan merupakan segmen kami. Namun dapat kami sampaikan
            bahwa agenda TOD (Transit Oriented Development) bukanlah hal baru namun
            eksekusinya penuh tantangan. Banyak BUMN properti yang telah memiliki lahan
            strategis di sekitar MRT tetapi belum berhasil me-monetize peluang (opportunity)
            tersebut. Menurut pandangan kami, untuk kota seperti Jakarta atau Jabodetabek, tema
            urbanisasi yang paling berkelanjutan adalah pembangunan vertikal atau ke atas (high-
            rise), bukan menyebar ke luar yang akan semakin membebani infrastruktur. Akan tetapi
            sentimen pasar high-rise saat ini sedang sangat tertekan.

            Kami melihat beberapa sinyal positif dari pemerintah untuk mendukung sektor properti,
            seperti wacana keringanan pajak hotel atau perpanjangan PPN 0%. Sebagai manajemen,
            mindset kami adalah harus mampu bertumbuh dan berkembang, apapun kebijakan
            (policy) pemerintah saat ini.


Dono - SWA
 1.    Q Bisa dijelaskan lebih rinci mengenai alokasi belanja modal (capex) sebesar Rp1,1
          triliun untuk tahun 2025? Berapa porsi untuk proyek di Balikpapan, Semarang,
          dan kota lainnya?
       A Secara umum, penggunaan capex kami pada tahun 2025 akan terfokus pada penyelesaian
          proyek-proyek yang sedang berjalan, terutama di segmen komersial dan penjualan
          properti. Jika dibagi berdasarkan segmen bisnis, alokasinya adalah sebagai berikut:
          sekitar 56% untuk segmen Komersial (retail), 38% untuk Properti (property sales), dan
          sisa 6% untuk segmen Perhotelan (hospitality), yang mayoritas merupakan capex rutin
          tahunan karena pembangunan hotel kami sudah selesai.

            Adapun untuk alokasi berdasarkan lokasi, kami bisa berikan gambaran kasar meskipun
            angka ini tidak bersifat final. Perkiraannya adalah sekitar 40% untuk proyek di
            Semarang, 30% di Jakarta, 10-20% di Bandung, dan sisanya untuk proyek di Balikpapan.
            Fokus utama kami di tahun 2025 adalah menyelesaikan proyek komersial dan properti
            yang ada.
  2.   Q    Kontribusi pendapatan berulang (recurring income) mencapai 82% dan
            diproyeksikan tumbuh dua digit. Berapa target recurring income di tahun 2025,
            dan bagaimana rinciannya antara segmen hotel dan retail (komersial)?
       A    Kontribusi recurring income kurang lebih 50:50 untuk segmen perhotelan dan komersial.
            Untuk tahun 2025, kami memproyeksikan adanya perubahan komposisi pendapatan,
            karena kami akan mulai membukukan pendapatan dari serah terima properti Antasari
            Place Tower 1 yang cukup signifikan. Akibatnya, porsi pendapatan dari penjualan
            properti (property sales) diperkirakan akan naik menjadi sekitar 25% hingga 28% dari
            total pendapatan, dan sisanya berasal dari recurring income.
Page 4
             Recurring income secara persentase akan turun menjadi sekitar 72%-75% karena
             property sales (penjualan properti) naik. Meskipun secara presentase turun, tapi secara
             angka tetap naik. Karena target kami untuk 2025 mencapai pertumbuhan double-digit
             dari tahun sebelumnya, yaitu di kisaran 10-20%.

Aisyah – Kompas
 1.    Q Tadi dijelaskan bahwa tahun ini akan ada serah terima (handover) untuk properti
           Antasari. Boleh dirinci berapa jumlah unitnya dan perkiraan akan dibukukan
           pada kuartal berapa?
       A Untuk proyek Antasari, kami menargetkan serah terima sekitar 600 unit hingga akhir
           tahun ini. Dari jumlah tersebut, potensi pendapatan (revenue) yang dapat dibukukan
           diperkirakan mencapai Rp400 miliar hingga Rp500 miliar. Namun, untuk waktu
           spesifiknya per kuartal belum dapat kami rinci saat ini.
 2.    Q Tahun lalu sempat disebutkan bahwa ada target untuk memulai pembangunan
           Tower 2 di tahun ini. Bisa dijelaskan berapa alokasi belanja modal (capex) untuk
           proyek tersebut?
       A Untuk proyek Tower 2, perencanaannya kami geser ke tahun depan. Keputusan ini
           diambil karena kami memprioritaskan proyek di Balikpapan. Adapun untuk alokasi
           capex-nya nanti diperkirakan akan berada di kisaran Rp400 miliar hingga Rp500 miliar.
 3.    Q Untuk proyek di Balikpapan, apa saja yang akan dibangun di kawasan tersebut
           selain area komersial? Apakah akan ada komponen residensial?
       A Fokus pengembangan di Balikpapan adalah low-density lifestyle commercial
           development. Konsep ini lebih mengutamakan ruang terbuka hijau dan bangunan dengan
           kepadatan rendah, bukan residensial. Perencanaan proyek ini terdiri dari outlet komersial
           tertata, ada komponen yang menyerupai rukan (rumah kantor), namun konsepnya akan
           jauh lebih menarik dan modern.

Kevin – NH Korindo
 1.   Q    Apakah dari sisi manajemen INPP memiliki rencana untuk meningkatkan
           likuiditas saham INPP di pasar?
      A    Ya, tentu saja. Peningkatan likuiditas kami, yang saat ini di angka hampir 9% menjadi
           salah satu agenda besar kami, bukan hanya sejak tahun lalu tetapi sejak 4-5 tahun yang
           lalu. Kami sedang menunggu waktu dan momen yang tepat untuk melakukan aksi
           korporasi seperti equity fundraising atau sejenisnya, karena kami memiliki agenda
           ekspansi yang cukup pesat.

             Seperti yang kita ketahui bersama, kondisi pasar ekuitas tahun ini mungkin kurang
             kondusif, sehingga agenda ini harus kami tunda sementara. Namun, sisi positifnya adalah
             rencana aksi korporasi ini nantinya bukan dilakukan karena kami dalam kondisi terdesak.
             Seluruh kebutuhan pendanaan untuk semua proyek yang telah kami rencanakan dalam
             1-2 tahun ke depan sebenarnya sudah dapat terpenuhi dari dana internal. Jika nanti kami
             menemukan momen yang tepat untuk melakukan corporate action ini, tujuannya adalah
             agar kami bisa berkembang lebih cepat lagi. Harapannya, pada saat itu kami dapat
             sekaligus menambah porsi saham publik dan meningkatkan likuiditas.
Page 5
Adit – Investasiproperti.id
 1.     Q Terkait pendapatan berulang (recurring income) yang berasal dari hotel dan mall,
            boleh dirinci hotel dan mall mana yang menjadi penyumbang terbesar?
        A Penyumbang pendapatan terbesar dari segmen perhotelan adalah Hotel Sheraton di Bali.
            Sementara itu, untuk segmen retail, penyumbang terbesarnya adalah Beachwalk
            Shopping Center. Keduanya berlokasi di dalam satu kompleks terpadu yang sama di Bali.
            Kompleks tersebut terdiri dari beberapa unit bisnis, yaitu Beachwalk Mall, Hotel
            Sheraton, Hotel Yelo, Hotel Aloft, dan sebuah residence.
 2.     Q Apakah INPP memiliki rencana untuk mengembangkan township atau kota
            mandiri, mengingat ini adalah langkah yang umum diambil oleh pengembang
            besar?
        A Tidak, kami tidak berencana membangun township. Sifat (nature) bisnis township sangat
            berbeda dan biasanya dikembangkan oleh perusahaan yang sejak awal merupakan land
            banker (pemilik bank tanah yang luas). Latar belakang kami berbeda, kami lahir dari
            pengembangan mall dan hotel bukan dari kepemilikan tanah. Jalur pengembangan kami
            berkebalikan dari pengembang pada umumnya yang biasanya memulai dari tanah,
            rumah, ruko, baru kemudian mall dan hotel.

            Strategi kami saat ini adalah masuk secara perlahan ke segmen residensial namun
            dimulai dari skala mid-rise, bukan high-rise. Ini didasari oleh filosofi kami yang sangat
            berhati-hati terhadap kapasitas serap pasar.

            Oleh karena itu, pendekatan kami adalah membangun proyek dengan skala yang kami
            yakini bisa terjual habis dalam waktu singkat. Kunci keberhasilan bukanlah sekadar
            melihat studi kelayakan (Feasibility Study) atau Proyeksi Laba Rugi (P&L), melainkan
            kemampuan menakar kapasitas serap pasar yang sesungguhnya.

  3.   Q    Menyambung pembahasan mengenai Bali, bagaimana kondisi bisnis INPP di sana?
            Mengingat saat ini industri perhotelan di Bali justru sedang mengalami banyak
            Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
       A    Kinerja hotel kami di Bali sangat positif, sesuai dengan anggaran, dan menunjukkan
            pertumbuhan dibandingkan tahun lalu. Dampak dari pemerintah (government) memang
            ada, sebelumnya dapat berkontribusi sekitar 10-15% dari total omzet kami. Namun, jauh
            sebelum ini terjadi, saya telah menginstruksikan para General Manager (GM) untuk
            tidak terlalu bergantung pada pasar tersebut.

            Untuk menjadikan hotel produktif, tim kami harus proaktif mencari pasar korporat
            (corporate market) yang umumnya bersedia membayar dengan harga lebih tinggi. Ini
            adalah kunci untuk mendapatkan imbal hasil (yield) yang baik.

            Tim kami sudah terbiasa untuk tidak terlalu terekspos (overexpose) pada pasar
            pemerintah bukan karena ada yang salah dengan pasar tersebut, tetapi murni karena
            hasilnya (yield) tidak setinggi yang bisa didapatkan dari pasar korporat.

  4.   Q    Bagaimana dengan tren tingkat hunian atau okupansi hotel saat ini? Apakah masih
            turun atau bagaimana?
       A    Tingkat okupansi kami memang sempat mengalami penurunan pada bulan Februari dan
            Maret namun tim kami berhasil melakukan penyesuaian strategi (pivot) dan pada bulan
            April serta Mei, kami sudah berhasil mengejar kembali target. Secara rata-rata, tingkat
Page 6
            okupansi (occupancy) hotel kami di seluruh Indonesia berada di level 70%. Khusus
            untuk hotel-hotel di Bali, angkanya lebih tinggi, yaitu di kisaran 75-82%. Perlu dicatat,
            meskipun Hotel Sheraton merupakan penyumbang pendapatan terbesar, hotel dengan
            tingkat okupansi tertinggi kami adalah HARRIS FX Sudirman.

Ferdinan - Litbang Antara News
  1. Q      Banyak pemegang saham yang was-was karena ada fenomena di mana perusahaan
            terbuka dengan tata kelola yang terlihat baik ternyata masih bisa mengalami
            kecurangan akuntansi. Bagaimana PT Indonesian Paradise Property
            mengantisipasi risiko semacam ini? Bagaimana mengenai whistleblowing system?
      A     Kami sangat serius dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan memiliki
            beberapa lapis sistem pengawasan. Pertama, kami memiliki Komite Audit yang sangat
            aktif, berisikan para praktisi berpengalaman termasuk mantan akuntan. Setiap kuartal,
            sebelum laporan keuangan diajukan ke dewan direksi untuk persetujuan desain dan
            dilaporkan ke bursa, Komite Audit akan melakukan peninjauan yang sangat mendalam.
            Laporan auditor eksternal pun harus dipaparkan kepada Komite Audit. Untuk menjaga
            independensi dan validitas, kami juga melakukan penggantian auditor eksternal secara
            berkala, di mana penggantian terakhir dilakukan dua tahun lalu atas usulan dari Komite
            Audit.

            Kedua, khusus untuk unit usaha kami di bidang perhotelan (hospitality) dan komersial
            yang menggunakan jasa operator. Setiap unit bisnis kami akan di audit oleh tiga auditor.
            Setiap unit akan diaudit oleh (1) tim audit internal dari holding, (2) tim audit dari pihak
            operator seperti Ascott yang setiap tahun memeriksa kepatuhan SOP dan pencatatan,
            serta (3) auditor eksternal. Jadi, ada tiga saringan sebelum laporan sampai ke tingkat
            Komite Audit.

            Terakhir, kami juga memiliki whistleblowing system yang dikelola oleh komite khusus
            (KP3) yang terdiri dari perwakilan manajemen, tim legal, dan HR. Kami memfasilitasi
            melalui berbagai kanal seperti email dan WhatsApp. Kami juga melakukan sosialisasi
            berkala serta penerapan pakta integritas (integrity pact) bagi setiap karyawan baru dan
            vendor. Setiap tahun, kami meninjau kembali item yang perlu di cover oleh KP3 untuk
            memastikan cakupannya tetap relevan dan update sesuai perkembangan.


Zsasya – Investortrust.id
 1.    Q Berapa target profit margin untuk tahun 2025? Bagaimana sumber pendanaan
            untuk capex sebesar Rp1,1 triliun tersebut, apakah dari kas internal atau
            campuran (mix)? Jika campuran, bagaimana komposisinya antara perbankan dan
            aksi korporasi?
       A Untuk profit margin, kami secara konsisten menjaga marjin Laba Operasional Kotor
            (Gross Operating Profit - GOP) di kisaran 60%. Namun, untuk net profit margin, agak
            sulit untuk memberikan target yang akurat karena akan ada beberapa anomali akibat
            masuknya investor baru.

            Mengenai pendanaan capex, untuk proyek pengembangan (development), kami biasanya
            sudah memiliki fasilitas standby project financing dari perbankan. Strukturnya adalah
            campuran dengan komposisi sekitar 70% berasal dari pinjaman bank dan 30% dari
            ekuitas.
Page 7
DOKUMENTASI
Page 8
                           Daftar Hadir Peserta
No            Nama               Status Undangan        Instansi/Media
1    Andis                   Media                 Kompas / Swara RM
2    Gana                    Media                 Media Indonesia
3    Ichsan                  Media                 Tribun
4    Yulistyo                Media                 IDX
5    Olan                    Media                 iNEWS
6    Leni Wandira            Media                 Kontan
7    Dolvo                   Media                 SWA
8    Bani                    Media                 Neraca
9    Khairul Azhar           Media                 Houseingestate
10   Eky                     Media                 Propertyandbank
11   Mita                    Media                 Properti Indonesia
12   Pices                   Media                 Properti Terkini
13   Dhika                   Media                 IDN Financials
14   Dhani                   Media                 IDN Financials
15   Marjudin                Media                 Ipotnews
16   Zsyazya                 Media                 Investortrust
17   Dodiek AD               Media                 Investorproperti.id
18   Aisyah                  Media                 Kompas
19   Kris                    Media                 Indonesia Times
20   Lucas                   Media                 Suara Demokrasi
21   Manti                   Media                 Cosmopolitan Post
22   Maya                    Media                 JPN Indonesia
23   Yuz                     Media                 Posko
24   Yap Swie Cu             Analis                Yuanta Sekuritas
25   Kenneth Li              Analis                MNC Sekuritas
26   Axell Ebenhaezer        Analis                NH Korindo
27   Kevin Yudha Pratama     Analis                NH Korindo
28   Niko Pandowo            Analis                Sucor Sekuritas
29   Arvin Lienardi          Analis                Bahana Sekuritas
30   Assistant Arvin         Analis                Bahana Sekuritas
31   Felix Justin            Analis                Verdhana
32   Cliff Nathaniel         Analis                Panin Sekuritas
33   Sonny Firdaus           Bank                  Bank Woori Saudara
34   Hervan Saputra          Bank                  Bank Danamon
Page 9

          
Page 10

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.23 MB
Published24 Jun 2025
Pages10
Characters19,817
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 42 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Danamon p.8
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible person Anthony Prabowo p.2
possible — Dhani p.8
possible org Panin Sekuritas p.8
unresolved person Ispandiati Makmur · Corporate Secretary p.1
unresolved org Indonesian Paradise Tbk p.2 ×2
unresolved — Andis p.8
unresolved — Gana p.8
unresolved — Ichsan p.8
unresolved — Yulistyo p.8
unresolved — Olan p.8
unresolved — Leni Wandira p.8
unresolved — Dolvo p.8
unresolved — Bani p.8
unresolved — Khairul Azhar p.8
unresolved — Eky p.8
unresolved — Mita p.8
unresolved — Pices p.8
unresolved — Dhika p.8
unresolved — Marjudin p.8
unresolved — Zsyazya p.8
unresolved — Dodiek AD p.8
unresolved — Aisyah p.8
unresolved — Kris p.8
unresolved — Lucas p.8
unresolved — Manti p.8
unresolved — Maya p.8
unresolved — Yuz p.8
unresolved — Yap Swie Cu p.8
unresolved — Kenneth Li p.8
unresolved — Axell Ebenhaezer p.8
unresolved — Kevin Yudha Pratama p.8
unresolved — Niko Pandowo p.8
unresolved — Arvin Lienardi p.8
unresolved — Assistant Arvin p.8
unresolved — Felix Justin p.8
unresolved — Cliff Nathaniel p.8
unresolved — Sonny Firdaus p.8
unresolved org Bank Woori Saudara p.8
unresolved — Hervan Saputra p.8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result