Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 1
Page 1
7 MACRO ECONOMICS
senin, 23 juni 2025
Mitigasi Tekanan
Global terhadap
Penarikan Utang
JAKARTA, ID – Ibarat menjaga jala di air keruh, pemerintah harus melakukan
langkah mitigasi dalam pengelolaan utang di tengah tekanan perekonomian
global. Realisasi penarikan utang mencapai Rp 349,4 triliun per 31 Mei 2025,
dan persentase realisasi utang sudah 45% dari target penarikan utang tahun ini Antara
Peresmian Awal Koperasi Desa Merah Putih
yang sebesar Rp 775,9 triliun.
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi (kanan) meninjau Koperasi Desa Merah Putih di Desa Dawuhan, Banyumas, Jawa
Tengah, Sabtu (21/6/2025). Menkop Budi Arie melakukan peluncuran awal Koperasi Desa Merah Putih di Desa Dawu-
Oleh Arnoldus Kristianus sudah mendekati 20% dari pen- secepat dari kebutuhan dalam han yang merupakan lokasi makam tokoh pelopor koperasi Indonesia Margono Djojohadikusumo, untuk menghadirkan
dapatan negara menjadi indikator penarikan utang,” tegas Yusuf. keadilan ekonomi di desa.
K
penting yang perlu dijaga agar Dia mengatakan, langkah peme-
oordinator Analis La- tidak mengurangi ruang fiskal rintah melakukan penarikan utang
boratorium Indonesia jangka menengah. baru harus diiringi dengan kemam- Se
45 Reyhan Noor ber- Beberapa hal yang perlu men- puan dalam mengeksekusi belanja Uk
pendapat, dalam men- jadi perhatian pemerintah dalam beberapa program yang sudah
jalankan pengelolaan pengelolaan utang negara adalah disampaikan oleh pemerintah. Hal
utang pemerintah harus melihat meningkatnya biaya utang akibat ini karena eksekusi belanja akan
kondisi konstelasi geopolitik. Pa- kondisi suku bunga global yang memberikan efek terhadap pereko- PT DUTA ANGGADA REALTY Tbk
Berkedudukan di Jakarta Selatan
salnya, hal tersebut berpengaruh masih tinggi, potensi crowding-o- nomian, dan efek ke perekonomian (“Perseroan”)
terhadap kapasitas fiskal baik dari ut terhadap pembiayaan sektor inilah yang diharapkan bisa lebih
risiko kenaikan harga minyak ma- swasta jika penerbitan surat ber- besar dampaknya dibandingkan PEMBERITAHUAN RINGKASAN RISALAH
upun pelemahan nilai tukar. harga negara terlalu agresif, risiko peningkatan dari utang itu sendiri. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2024 DAN LUAR BIASA
“Faktor ini menjadi vital, karena ketidaksesuaian jatuh tempo (ma- “Harapannya, ketika diukur Direksi PT Duta Anggada Realty, Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dengan ini memberitahukan kepada Para Pemegang Saham Perseroan, bahwa Perseroan
telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (selanjutnya disebut “Rapat”) yaitu:
akan menentukan bagaimana ke- turity mismatch), serta sensitivitas melalui rasio utang terhadap PDB,
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN
mampuan penerimaan dan belan- sentimen investor asing terhadap Indonesia bisa punya peluang A. Pada:
ja ke depan, sehingga dapat mem- arah kebijakan fiskal dan stabilitas untuk menahan Hari/Tanggal : Kamis, 19 Juni 2025
proyeksi apakah penarikan utang politik nasional. agar Waktu : Pukul 10.15 WIB s.d 10.53 WIB
Tempat : ASSEMBLY HALL Citywalk Sudirman Lt.5 Jln. K.H. Mas Mansyur No.121, Jakarta Pusat
perlu dilakukan untuk membayar “Meski demikian, keberlanjutan ra - Dengan Mata Acara Rapat sebagai berikut :
utang atau 1. Persetujuan Laporan Tahunan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan Serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku
dari hasil 2024.
2. Penetapan Laba Perseroan untuk tahun buku 2024.
Pembiayaan APBN
surplus ke- 3. Penunjukan Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2025.
seimbangan 4. Penetapan Gaji dan/atau Honorarium, serta tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan dan anggota Direksi Perseroan.
B. Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang hadir pada saat Rapat.
primer,” kata
Pembiayaan Anggaran 2025 Direksi:
Reyhan ke- Direktur Utama : Tuan VENTJE CHANDRAPUTRA SUARDANA
(triliun rupiah) APBN Relisasi % thd
pada Investor s.d. Mei APBN Direktur : Tuan RANDY ANGKOSUBROTO
Direktur : Tuan WIDYANTO TAUFIQ
Daily, Minggu 1. Pembiayaan Utang 775,9 349,3 45,0 Dewan Komisaris:
(22/6/2025). Komisaris Utama : Tuan HARTADI ANGKOSUBROTO
2. Pembiayaan Non Utang (159,7) (24,5) 15,3
Dengan re- Komisaris : Nyonya JOHANNA ZAKARIA
Komisaris Independen : Tuan HADI SISWANTO
Jumlah 616,2 324,8 52,7
alisasi pembi- C. Rapat tersebut telah dihadiri oleh 2.877.921.182 saham, yang memiliki hak suara yang sah atau setara dengan 91,6130% dari 3.141.390.962 saham yang
Sumber: Kemenkeu
ayaan utang merupakan seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan.
yang menca- D. Dalam Rapat diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan/atau memberikan pendapat terkait setiap mata acara Rapat.
E. Tidak terdapat pemegang saham yang mengajukan pertanyaan dan/atau memberikan pendapat terkait mata acara Rapat.
pai Rp 349,3 triliun, jumlah itu fiskal tetap dapat dijaga selama sio itu tidak mengalami pening-
F. Mekanisme pengambilan keputusan dalam Rapat adalah sebagai berikut :
lebih besar dibanding tahun-tahun pemerintah konsisten dalam katan atau lebih baik lagi jika eko- Keputusan Rapat dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat. Apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka dilakukan pemungutan suara.
sebelumnya yaitu Rp 132,16 triliun mengelola defisit secara terukur, nomi bisa tumbuh dari eksekusi G. Hasil pengambilan keputusan yang dilakukan dengan pemungutan suara/voting, jumlah suara dan persentase keputusan rapat dari seluruh saham dengan hak
suara yang hadir dalam Rapat yaitu:
(2024), Rp 150,39 triliun (2023), memperkuat rasio penerimaan belanja pemerintah lebih tinggi,
dan Rp 90,97 triliun (2022). Re- negara, serta menjaga kepercaya- maka kita juga bisa membuka Mata Acara Setuju Tidak setuju Abstain
alisasi pembiayaan utang sampai an pasar melalui tata kelola utang peluang untuk menurunkan rasio Mata Acara I
99,978 % 0,022 %
0%
dengan Mei 2025 tersebut hampir yang prudent, transparan, dan utang tersebut,” tutur Yusuf. (2.877.297.382 saham) (623.800 saham)
setara dengan kondisi saat pande- kredibel,” tutur Hosianna. Ekonom Bright Institute Awalil Mata Acara II
99,978 % 0,022 %
0%
mi tahun 2020 yang mencapai Rp Rizky berpendapat, dalam penari- (2.877.297.382 saham) (623.800 saham)
360,66 triliun. Secara persentase Tidak Ideal kan utang baru, sumber terbesar- Mata Acara III
99,978 % 0,022 %
0%
dari rencana pembiayaan utang, Sementara itu, Guru Besar Fakul- nya adalah penerbitan Surat Berhar- (2.877.297.382 saham) (623.800 saham)
kinerjanya merupakan 45,02% dari tas Ekonomi dan Bisnis Universi- ga Negara (SBN). Porsi terbesar dari Mata Acara IV
99,978 % 0,022 %
0%
(2.877.297.382 saham) (623.800 saham)
target setahun sebesar Rp775,87 tas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia SBN adalah yang berdenominasi
triliun. Persentase paling tinggi Falianty mengatakan, perekonomi- rupiah atau dikenal pula sebagai H. Keputusan Rapat pada pokoknya adalah sebagai berikut :
selama kurun waktu serupa pada an baik di luar maupun dalam ne- SBN domestik. Pembeli atau pemi- Mata Acara Pertama:
1. Menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan Perseroan termasuk mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun
tahun-tahun sebelumnya, yaitu geri sedang berada dalam kondisi lik SBN domestik ini berasal dari buku 2024;
pada 2024 mencapai 20,4%, 21,6% tidak ideal. Pada saat yang sama, pelaku asing dan domestik. 2. Menyetujui dan Mengesahkan serta menerima baik Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik “PKF Paul
Hadiwinata Hidajat, Arsono, Retno Palilingan & Rekan” dengan pendapat ”Wajar, dalam semua hal yang material” sebagaimana ternyata dari laporannya
(2023), 9,3% (2022), 28% (2021), program pembangunan yang dija- “Kepemilikan asing atas SBN Do- tertanggal 25 April 2025 Nomor : 00983/2.1133/AU.1/03/0133-1/1/IV/2025; dan
dan 35,8% (2020). lankan pemerintah membutuhkan mestik yang diperdagangkan hing- -selanjutnya memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan
pengurusan dan pengawasan yang telah mereka jalankan selama tahun buku 2024, sejauh tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan
Dia mengatakan, realisasi utang anggaran yang tidak sedikit. ga akhir Mei hanya 14,56%, atau Keuangan Perseroan Tahun Buku 2024, kecuali perbuatan penipuan, penggelapan dan tindak pidana lainnya.
hingga bulan Mei masih wajar bila “Jadi kebutuhan pendanaan tidak jauh berbeda dari akhir De- Mata Acara Kedua:
melihat jumlah utang jatuh tempo pastinya tinggi, karena banyak sember 2024 yang sebesar 14,52%. Sehubungan dengan adanya kerugian yang dialami oleh Perseroan pada Tahun Buku 2024, maka Perseroan tidak membagikan deviden.
Mata Acara Ketiga:
yang signifikan tahun ini dengan program pemerintah yang ingin Kepemilikan domestik, termasuk 1. Menyetujui memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan
porsi paling besar pada bulan diwujudkan, demi mengejar tar- Bank Indonesia dan bank umum Keuangan Perseroan tahun buku 2025, oleh karena sampai dengan saat ini Dewan Komisaris Perseroan masih dalam proses menentukan Akuntan Publik dan/
atau Kantor Akuntan Publik, dan dalam penunjukan tersebut Dewan Komisaris telah memperhatikan rekomendasi dari Komite Audit;
Juni-Agustus. Pengelolaan utang get pertumbuhan ekonomi 8%. adalah yang utama. Artinya, sum- -Penunjukan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik tersebut dengan kriteria sebagai berikut:
perlu dilandasi oleh komunikasi Namun, dari sisi pendapatan pajak ber pembiayaan utang pemerintah a. telah tercatat dan terdaftar pada OJK,
kebijakan yang jelas, terutama kita memang belum menggembira- yang terbesar adalah dari dalam b. telah bekerja sesuai dengan standard auditing professional dan kompeten, dan
c. mampu memenuhi deadline yang ditetapkan oleh Perseroan;
ketika melibatkan pihak moneter kan, sehingga gap antara penerima- negeri,” kata Awalil. 2. Menyetujui memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan honorarium dan persyaratan penunjukkan lainnya yang wajar bagi Akuntan
yakni Bank Indonesia (BI). an dan kebutuhan belanja ditutup Terlepas dari risiko pembia- Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik tersebut.
“Kemampuan membayar men- dengan utang,” tegas Telisa. yaan yang tampak lebih rendah Mata Acara Keempat:
Menyetujui tidak ada kenaikan gaji serta tunjangan lainnya dan/atau honorarium bagi setiap anggota Direksi Perseroan dan anggota Dewan Komisaris Perseroan,
jadi isu yang krusial, karena jatuh Dalam pengelolaan utang, jelas dibanding dimiliki mayoritas oleh dengan demikian gaji setiap anggota Direksi dan Dewan Komisaris sama dengan tahun buku 2024.
tempo utang tahun ini bukan dia, ada dua hal yang menjadi asing, timbul persoalan lain. Me- RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA
merupakan puncaknya melainkan perhatian utama yakni rasio utang nurut dia, dana yang diserap oleh A. Pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 19 Juni 2025
tren yang sama akan berulang terhadap PDB dan rasio utang ter- pemerintah tersebut tidak bisa Waktu : Pukul 10.55 WIB s.d 11.07 WIB
hingga beberapa tahun menda- hadap produktivitas. Pemerintah dipakai oleh pihak swasta untuk Tempat : ASSEMBLY HALL Citywalk Sudirman Lt.5 Jln. K.H. Mas Mansyur no.121, Jakarta Pusat
tang, setidaknya sampai tahun harus melihat sejauh mana dam- berinvestasi. Permasalahan yang Dengan Mata Acara Rapat sebagai berikut :
Persetujuan penjaminan dan/atau pengalihan lebih dari 50% (lima puluh persen) atau seluruh kekayaan bersih Perseroan dalam rangka mendapatkan
2028,” tutur Reyhan. pak utang itu menciptakan produk- harus dilihat adalah apakah belanja pinjaman dan/atau pelunasan atas fasilitas yang akan diterima oleh Perseroan dari Bank, perusahaan modal ventura, perusahaan pembiayaan, Lembaga
Sementara itu, ekonom Bank tivitas. Masalahnya pertumbuhan dan pengeluaran pemerintah bisa Keuangan atau pembiayaan infrastruktur atau masyarakat (melalui Efek selain Efek Bersifat Ekuitas melalui Penawaran).
B. Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang hadir pada saat Rapat.
Danamon Hosianna Evalita Si- ekonomi pada kuartal I-2025 dipastikan akan lebih efektif meng- Direksi:
tumorang mengatakan, realisasi hanya mencapai 4,8% sedangkan gerakkan perekonomian dibanding Direktur Utama : Tuan VENTJE CHANDRAPUTRA SUARDANA
utang pemerintah hingga Mei suku bunga acuan BI di angka 5,5% jika dilakukan oleh swasta. Direktur : Tuan RANDY ANGKOSUBROTO
Direktur : Tuan WIDYANTO TAUFIQ
2025 tercatat Rp 349,3 triliun “Pertumbuhan ekonomi kuartal “Pengeluaran pemerintah jelas Dewan Komisaris:
mendekati level pembiayaan saat I-2025 sebesar 4,87%, sehingga diperlukan, dan boleh saja seba- Komisaris Utama : Tuan HARTADI ANGKOSUBROTO
Komisaris : Nyonya JOHANNA ZAKARIA
pandemi. Total outstanding utang pertumbuhan ekonomi di bawah gian dibiayai oleh utang. Namun, Komisaris Independen : Tuan HADI SISWANTO
kini berada di kisaran Rp8. 400 suku bunga acuan BI yang sebesar jika telah melampaui batas ter- C. Rapat tersebut telah dihadiri oleh 2.877.297.382 saham, yang memiliki hak suara yang sah atau setara dengan 91,5931% dari 3.141.390.962 saham yang
triliun, atau setara 39%–40% 5,5%. Ini kan suku bunga rata-rata tentu dan menghambat sumber merupakan seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan.
terhadap Produk Domestik Bruto basic, idealnya di pasar lebih besar pembiayaan swasta atau terjadi D. Dalam Rapat diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan/ atau memberikan pendapat terkait setiap mata acara Rapat.
E. Tidak terdapat pemegang saham yang mengajukan pertanyaan dan/atau memberikan pendapat terkait mata acara Rapat.
(PDB). Bila dilihat dari sisi rasio lagi. Hal ini akan berbahaya untuk crowding out,” tutur dia.
F. Mekanisme pengambilan keputusan dalam Rapat adalah sebagai berikut :
terhadap PDB, posisi ini masih sustainability utang kita (Indone- Sebelumnya Wakil Menteri Keputusan Rapat dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat. Apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka dilakukan pemungutan suara.
dalam batas aman dan mencer- sia),” kata Telisa. Keuangan Thomas Djiwandono G. Hasil pengambilan keputusan yang dilakukan dengan pemungutan suara/voting, jumlah suara dan persentase keputusan rapat dari seluruh saham dengan hak
suara yang hadir dalam Rapat yaitu:
minkan kecenderungan peme- Adapun Peneliti Center of Re- mengatakan, pemenuhan target
rintah untuk melakukan strategi form on Economics (Core) Indone- pembiayaan berjalan on-track di Setuju Tidak setuju Abstain
front loading pembiayaan di tengah sia Yusuf Rendy Manilet mengata- tengah dinamika pasar keuangan. Mata Acara
100 %
0% 0%
tekanan pasar global. kan, bila dilihat dari kemampuan Pemenuhan pembiayaan utang (2.877.297.382 saham)
“Langkah ini untuk menjaga membayar ada sinyal kewaspadaan berjalan on track dengan berbagai H. Keputusan Rapat pada pokoknya adalah sebagai berikut :
keberlanjutan program prioritas, untuk pembayaran utang. Khusus- langkah mitigasi risiko antara lain Mata Acara:
sekaligus memperkuat bantalan nya dari sisi penerimaan negara pengadaaan pembiayaan utang a. Menyetujui menjaminkan dan/atau mengalihkan lebih dari 50% (lima puluh persen) atau seluruh kekayaan bersih Perseroan dalam rangka mendapatkan
pinjaman dan/atau pelunasan atas fasilitas yang akan diterima oleh Perseroan dari Bank, perusahaan modal ventura, perusahaan pembiayaan, Lembaga
fiskal menghadapi ketidakpastian yang relatif rendah dalam beberapa secara prudent, fleksibel, opor- Keuangan atau pembiayaan infrastruktur atau masyarakat (melalui Efek selain Efek Bersifat Ekuitas melalui Penawaran) termasuk mengikat Perseroan sebagai
ekonomi dunia,” tegas Hosianna. tahun terakhir. “Artinya, pemerin- tunistik dan terukur, mencakup penjamin hutang pihak lain (Corporate Guarantee) dan akibat dari tindakan Perseroan sebagai penjamin hutang pihak lain (Corporate Guarantee), yang demikian
satu dan lain dengan memenuhi persyaratan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku khususnya peraturan pasar modal yang harus disetujui terlebih
Dia menuturkan tantangan tah harus lebih waspada, karena aspek timing, sizing, instrumen, dahulu oleh Dewan Komisaris Perseroan dan Persetujuan ini berlaku sampai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dalam tahun 2026; dan;
utama yang sedang dihadapi kebutuhan untuk membayar utang maupun currency mix. Pelaksa- b. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan semua dan setiap tindakan hukum yang diperlukan
sehubungan dengan transaksi pada hal di atas, dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan dalam perundang-undangan yang berlaku khususnya
pemerintah adalah efektivitas yang mengalami peningkatan naan prefunding, cash buffer yang peraturan pasar modal.
pengelolaan dan pemanfaatannya. sementara perkembangan kemam- memadai, dan active cash dan debt Jakarta, 23 Juni 2025
Rasio pembayaran bunga yang puan untuk melunasi utang tidak management. Direksi Perseroan
RUPS extracted from this filing
| Emiten | |
| Type | Other |
| Held | 23 Jun 2025 · 10:55–11:07 |
| Present | 2,877,297,382 (91.59%) |
| Chair | — |
Agenda 1
approved
For
2,877,297,382
99.98%
Against
623,800
0.02%
Abstain
—
0.00%
Agenda 2
For
2,877,297,382
100.00%
Against
—
0.00%
Abstain
—
0.00%
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Koperasi Desa Merah Putih
p.1 ×3
unresolved
org
Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi
p.1
unresolved
org
Koperasi Budi Arie Setiadi
p.1
unresolved
person
K.H. Mas Mansyur
p.1 ×2
unresolved
person
VENTJE CHANDRAPUTRA SUARDANA
p.1 ×2
unresolved
person
APBN
· Direktur
p.1
unresolved
person
RANDY ANGKOSUBROTO
p.1 ×2
unresolved
person
WIDYANTO TAUFIQ Daily
p.1 ×2
unresolved
person
HARTADI ANGKOSUBROTO
p.1 ×2
unresolved
person
JOHANNA ZAKARIA
p.1 ×2
unresolved
person
HADI SISWANTO
· Komisaris Independen
p.1 ×3
unresolved
org
Retno Palilingan & Rekan
p.1
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Rule parser
OK
confidence 1.000
3286 ms
12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'agenda': [{'approved': True,
'pct_abstain': '0',
'pct_against': '0.022',
'pct_for': '99.978',
'resolution_items': [],
'resolution_text': '',
'seq': 1,
'title': 'Mata Acara I',
'votes_against': '623800',
'votes_for': '2877297382'},
{'pct_abstain': '0',
'pct_against': '0',
'pct_for': '100',
'resolution_items': [],
'resolution_text': '',
'seq': 2,
'votes_for': '2877297382'}],
'is_electronic': False,
'meeting_date': '2025-06-23',
'meeting_type': 'OTHER',
'pct_present': '91.5931',
'shares_present': '2877297382',
'shares_total_voting': '3141390962',
'time_end': '11:07:00',
'time_start': '10:55:00',
'venue': 'ASSEMBLY HALL Citywalk Sudirman Lt.5 Jln. K.H. Mas Mansyur No.121, '
'Jakarta Pusat perlu dilakukan untuk membayar “Meski demikian, '
'keberlanjutan ra - Dengan'}