Skip to content
Back to announcement

20250623_TOBA_Public Expose_31907539_lamp3.pdf

Other Text extracted TOBA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1
Public Expose Insidental
PT TBS Energi Utama Tbk
20 Juni 2025
Page 2
                                                          TBS Energi Utama Tbk
                                                          Treasury Tower, Level 33 Office District 8, SCBD Lot 28
                                                          Jl. Jend Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190, Indonesia
                                                          Telp. +6221 5020 0353 | Fax. +6221 5020 0352
                                                          corsec@tbsenergi.com




Pertanyaan & Jawaban
Pertanyaan No. 1
Leonardo Bas – Perseorangan / Individu
1. Pada laporan keuangan kuartal I 2025 disebutkan bahwa sejak tanggal akuisisi
   18 Maret 2025, Sembcorp Environment Pte Ltd (SEPL) memberikan kontribusi laba
   sebesar USD5.082.114. Apakah kontribusi laba tersebut adalah perhitungan
   14 hari sejak akuisisi (18-31 Maret 2025) atau mencakup kinerja SEPL dari Januari
   sampai Maret 2025.
2. Kapan perusahaan akan mulai membangun Waste-to-Energy (WTE) di Indonesia,
   berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 mengatur tentang
   Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis
   Teknologi Ramah Lingkungan, harga jual listrik Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
   adalah USD0.1335/kwh, apakah perusahaan menggangap ini profitable.
3. Kapan Floating Solar PV batam dengan kapasitas 46MWp mulai beroperasi.
4. Pada slide presentasi terdapat pinned location di negara Malaysia, Thailand, dan
   Vietnam. Apakah perusahaan sudah memiliki target perusahaan yang akan diakuisisi
   di negara tersebut. Apakah akan melakukan akuisisi pada tahun 2025 ini, jika ya dari
   mana sumber pendanaan untuk aksi korporasi tersebut, apakah dari kas internal,
   pinjaman, atau right issue.

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Nafi A. Sentausa menjawab, terkait dengan kontribusi laba sebesar
   USD5.082.114, perlu dijelaskan bahwa kontribusi laba SEPL terhadap laporan
   keuangan konsolidasian TBS Group untuk periode 18 Maret hingga 31 Maret adalah
   sekitar USD735 ribu, mengingat periode tersebut hanya mencakup dua minggu.
   Adapun angka USD 5 juta tersebut mencerminkan kontribusi laba SEPL untuk periode
   Januari hingga Maret sebelum akuisisi diselesaikan.
2. Bapak Nafi A. Sentausa menjawab, bahwa segmen ini merupakan area bisnis yang
   terus manajemen eksplorasi. Dari sisi progres, saat ini kami belum dapat memberikan
   banyak informasi. Mengenai pertanyaan apakah tarif jual listrik sebesar 13,35 sen per
   kWh menguntungkan atau tidak, belum dapat memberikan jawaban pasti. Hal tersebut
   bergantung pada sejumlah variabel penting, seperti tipping fee, kebutuhan capex,
   serta tarif listrik. Oleh karena itu, profitabilitas proyek tidak dapat ditentukan hanya dari
   satu komponen saja, melainkan perlu mempertimbangkan keseluruhan faktor terkait.
3. Bapak Nafi A. Sentausa menjawab bahwa terkait proyek Floating Solar PV di Batam
   dengan kapasitas 46 MWp, target operasional penuh direncanakan pada kuartal I
   tahun 2026. Proses konstruksinya dilakukan secara bertahap, dengan sebagian unit
   ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, dan penyelesaian keseluruhan proyek
   ditargetkan tercapai pada awal tahun 2026.
4. Bapak Nafi A. Sentausa menjawab, bahwa terkait pengembangan WTE di Malaysia,
   Thailand, dan Vietnam, hal ini sejalan dengan visi Perseroan untuk membangun
www.tbsenergi.com
Page 3
   perusahaan waste management yang terintegrasi secara regional. Dengan komitmen
   tersebut, ekspansi tidak akan terbatas hanya di Indonesia maupun Singapura,
   melainkan juga mencakup negara-negara lain yang potensial. Namun, mengenai
   kemungkinan akuisisi di tahun 2025, saat ini kami belum dapat memberikan kepastian
   karena semuanya masih dalam tahap eksplorasi dan evaluasi. Demikian pula dengan
   sumber pendanaannya, baik melalui kas internal, pinjaman, maupun rights issue masih
   akan dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan dan
   karakteristik investasinya.

Pertanyaan No. 2
Sivana Zahla - Investortrust.id
1. Terkait fokus sejumlah ekspansi Perseroan di bisnis Energi Baru Terbarukan (EBT)
   yang akan menjadi concern setelah melepas bisnis PLTU. Berapa banyak pembangkit
   EBT yang akan dibangun dan berapa nilai ekspor listrik ke Singapura.

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Mirza Hippy menjawab, bahwa saat ini kami telah memiliki satu pembangkit
   mini hidro berkapasitas 6 MW yang telah beroperasi di Lampung. Fokus utama tahun
   ini adalah menyelesaikan proyek solar PV di Batam dengan kapasitas 46 MW. Dari
   aset yang sama di Waduk Tembesi, Batam, masih terdapat sejumlah potensi
   tambahan yang tengah kami eksplorasi, baik untuk kebutuhan lokal, kawasan industri,
   maupun potensi ekspor listrik. Namun, detail terkait pengembangan lanjutan proyek
   tersebut masih dalam tahap penjajakan. Ke depannya, kami memiliki sejumlah proyek
   dalam pipeline, baik yang berasal dari pengembangan lanjutan aset di Batam maupun
   dari proses bidding proyek-proyek PLN, yang telah tercantum dalam Rencana Usaha
   Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Salah satunya adalah proyek Pembangkit Listrik
   Tenaga Bayu (PLTB). Secara total, terdapat sekitar 370 MW proyek pembangkit yang
   direncanakan untuk dikembangkan hingga tahun 2030.

Pertanyaan No. 3
Nicodemus Hartanto – Perserorangan / Individu
1. Untuk sektor waste management, apakah akan ada transfer of knowledge dari SEPL
   untuk proyek waste management TBS di Indonesia?

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Nafi A. Sentausa menjawab, bahwa terkait dengan transfer of knowledge, hal
   ini merupakan salah satu variabel penting yang kami pertimbangkan saat
   mengevaluasi investasi atau akuisisi terhadap SEPL. Sejalan dengan visi kami, kami
   memandang Singapura sebagai negara dengan sistem pengelolaan limbah yang
   sudah sangat baik, dan manajemen memiliki keinginan kuat untuk belajar dari praktik
   terbaik yang ada. Melalui investasi ini, kami memperoleh akses langsung terhadap
   pengalaman dan keahlian tim manajemen SEPL yang tetap dipertahankan. Jadi, hal
   ini juga menjadi bagian dari rencana pengembangan strategis kami ke depan
Page 4
Pertanyaan No. 4
Ali Alexander – Perseorangan / Individu
1. Pada kuartal 1, laporan keuangan sudah dilakukan limited review. Rumor yang beredar
   Perseroan akan melakukan right issue. Apakah Perseroan sedang mempertimbangkan
   aksi korporasi tersebut, lalu bagaimana potensi energi terbarukan terhadap bottom line
   perusahaan. Bagaimana memastikan bahwa aksi korporasi dan bisnis ini bisa berhasil
   dan dapat memberikan value kepada para pemegang saham.

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Mirza Hippy menjawab, bahwa sampai dengan saat ini, isu terkait rencana
   rights issue tidak benar. Proses limited review atas laporan keuangan kuartal I tahun
   2025 dilakukan sebagai bagian dari persiapan aksi korporasi berupa penerbitan
   obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan Tahap I TBS Energi Utama.
   Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan juga telah menyampaikan prospektus
   ringkas kepada publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang diumumkan
   melalui Investor Daily pada hari ini. Terkait kontribusi energi baru terbarukan (EBT)
   terhadap kinerja keuangan, target kami dalam lima tahun ke depan adalah agar
   kontribusi modal (capital contribution) dari segmen renewable energy, kendaraan listrik
   (EV), dan waste management mencapai sekitar 85–90% dari total kontribusi modal.
   Untuk memastikan hal ini memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, kami
   mengandalkan kerja sama strategis dengan berbagai mitra dan dukungan dari para
   pemangku kepentingan, termasuk institusi keuangan. Saat ini, kami telah membangun
   rekam jejak kerja sama yang baik, antara lain dengan Asian Development Bank (ADB)
   dan perbankan regional seperti DBS

Pertanyaan No. 5
Dhimas Andi Sadewo – Media Kontan
1. Berapa target pendapatan dan laba bersih TOBA untuk tahun 2025. Apakah Perseroan
   optimis dapat mencatatkan peningkatan kinerja keuangan pasca divestasi aset PLTU
   pada kuartal I tahun 2025?
2. Apa strategi Perseroan dalam mengoptimalkan pengembangan bisnis non-batubara,
   khususnya di sektor waste management, energi baru terbarukan (EBT), dan EV.
3. Apakah terdapat rencana aksi korporasi lanjutan yang disiapkan Perseroan guna
   mendukung pembiayaan proyek-proyek berkelanjutan di masa mendatang. Seperti
   apa bentuk atau skema pendanaan yang sedang dipertimbangkan.

Jawaban Perseroan:
1. Ibu Juli Oktarina menjawab, bahwa terkait target pendapatan dan laba bersih tahun
   2025, perlu kami sampaikan bahwa sebagai dampak dari transaksi divestasi PLTU,
   Perseroan akan mencatatkan kerugian secara akuntansi. Namun, penting untuk
   dicatat bahwa kerugian ini bersifat non-kas dan hanya tercermin dalam laporan
   akuntansi. Dari sisi arus kas (cash flow), Perseroan justru memperoleh keuntungan
   dari transaksi divestasi tersebut.
2. Ibu Juli Oktarina menjawab, bahwa setiap kali Perseroan mempertimbangkan untuk
   memasuki lini bisnis baru, kami selalu melakukan evaluasi secara menyeluruh,
Page 5
   termasuk perhitungan return on investment dari setiap rencana investasi. Setelah
   investasi direalisasikan, kami juga melakukan pemantauan secara rutin terhadap
   kinerja operasional entitas terkait, guna memastikan pencapaian tetap sejalan dengan
   target yang telah ditetapkan.
3. Ibu Juli Oktarina menjawab, bahwa terkait rencana aksi korporasi untuk membiayai
   proyek-proyek berkelanjutan, Perseroan senantiasa terbuka terhadap berbagai opsi
   pembiayaan. Kami akan mempertimbangkan secara cermat kondisi keuangan
   perusahaan serta mengevaluasi alternatif-alternatif yang paling menguntungkan dan
   efisien. Saat ini, kami memiliki akses baik ke pasar uang maupun pasar utang sebagai
   sumber pendanaan potensial. Namun, untuk saat ini, kami belum dapat
   mengungkapkan secara rinci rencana aksi korporasi ke depan.

Pertanyaan No. 6
Mario Wily – Perserorangan / Individu
1. Berapa estimasi kontribusi Revenue & Laba dari SEPL untuk FY25.
2. Bagaimana strategi Perseroan dalam mengendalikan dampak dari peningkatan
   hutang jangka panjang yang cukup signifikan dari USD245 juta menjadi USD347 juta.
3. Di dalam keterbukaan informasi atas volatilitas transaksi kepada Bursa Efek Indonesia,
   mengapa pertanyaan No 5 tidak dijawab.

Jawaban Perseroan:

1. Bapak Nafi Sentausa menjawab, bahwa terkait estimasi kontribusi pendapatan dan
   laba dari SEPL untuk tahun buku 2025, secara garis besar, SEPL mencatatkan
   pendapatan tahunan sekitar SGD250 juta, dengan laba bersih kurang lebih sebesar
   SGD15 juta. Angka-angka tersebut menjadi gambaran kontribusi yang diperkirakan
   akan diberikan oleh SEPL terhadap kinerja keuangan grup secara keseluruhan.
2. Bapak Nafi Sentausa menjawab menjawab, bahwa seiring dengan investasi dan
   pengembangan yang sedang kami jalankan, memang terjadi peningkatan pada posisi
   utang jangka panjang. Namun, hal ini telah kami evaluasi secara menyeluruh,
   termasuk kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban pembayaran
   berdasarkan proyeksi arus kas yang dapat dihasilkan. Oleh karena itu, kami merasa
   cukup percaya diri untuk terus menjalankan kewajiban pembayaran utang jangka
   panjang tersebut. Selain itu, sebagai perusahaan terbuka, kami juga memiliki akses
   terhadap berbagai opsi pendanaan, baik dari pasar utang maupun pasar modal. Kami
   akan terus melakukan evaluasi untuk mengoptimalkan struktur pendanaan dan
   menekan cost of fund secara efisien.
3. Bapak Nafi Sentausa menjawab, bahwa sehubungan dengan pertanyaan nomor 5
   pada penjelasan Perseroan mengenai volatilitas transaksi di Bursa Efek, pada saat itu
   Perseroan belum berada dalam posisi yang memungkinkan untuk mengungkapkan
   informasi terkait rencana penerbitan obligasi yang sedang dipersiapkan. Oleh karena
   itu, kami belum dapat memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut dan dalam
   penjelasan resmi kepada Bursa, kami mencantumkan tanda strip sebagai penanda
   informasi yang belum dapat diungkapkan pada saat itu.
Page 6
Pertanyaan No. 7
William Adi – Perserorangan / Individu
1. Proyek TBS Energi Baru mana saja yang sebagian didanai dengan menggunakan
   modal kerja Perseroan.

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Mirza Hippy menjawab, bahwa dalam pengembangan proyek-proyek energi
   baru terbarukan, TBS berupaya untuk memaksimalkan skema pembiayaan di tingkat
   proyek (project-level financing). Saat ini, kami telah menjalin kerja sama yang solid
   dengan institusi perbankan, seperti Bank DBS Indonesia dan Sarana Multi
   Infrastruktur, yang menjadi mitra pendukung kami dalam pembiayaan. Ke depan, kami
   memiliki sejumlah proyek dalam pipeline pada pilar energi baru terbarukan, yang
   tentunya memerlukan belanja modal (capex) dalam jumlah signifikan. Untuk itu,
   strategi pendanaan akan dilakukan melalui kombinasi antara kas internal dan project
   financing guna memastikan eksekusi proyek berjalan optimal.

Pertanyaan No. 8
Fahmi Ahmad Burhan – Bisnis Indonesia
1. Bagaimana target laba serta pendapatan pada 2025, berapa capex yang dianggarkan
   dan pemanfaatan capex untuk apa saja.
2. Bagaimana progres bisnis dan strategi pengembangan bisnis pengolahan sampah
   pada 2025.
3. Bagaimana progres bisnis dan strategi pengembangan bisnis kendaraan listrik pada
   2025.

Jawaban Perseroan:
1. Ibu Juli Oktarina menjawab, bahwa target laba tahun 2025, masih akan terpengaruh
   oleh dampak akuntansi dari divestasi PLTU, sehingga Perseroan diperkirakan akan
   membukukan kerugian secara akuntansi. Sementara itu, terkait anggaran belanja
   modal tahun 2025, kami telah mengalokasikan dana untuk beberapa lini usaha. Untuk
   proyek-proyek energi terbarukan yang sedang dalam tahap perencanaan, CAPEX
   telah disiapkan apabila proyek-proyek tersebut mulai berjalan. Adapun proyek floating
   solar dan mini hydro telah sepenuhnya dibiayai melalui ekuitas internal. Untuk lini
   bisnis lainnya, seperti kendaraan listrik (EV), kami telah memperoleh pendanaan
   dalam bentuk modal kerja (working capital) dari ADB. Sedangkan untuk sektor waste
   management, pembiayaan proyek dilakukan melalui skema project financing.
2. Ibu Juli Oktarina menjawab, mengenai bagaimana progres dan strategi
   pengembangan bisnis pengelolaan sampah pada tahun 2025, manajemen terus
   berupaya menjaga kinerja operasional dari bisnis waste management yang telah
   berjalan. Di samping itu, manajemen juga memiliki agenda strategis untuk
   meningkatkan pendapatan, baik dari operasional di Singapura maupun di Indonesia,
   melalui ekspansi pasar baru, khususnya di segmen korporasi serta dengan menambah
   kapasitas mesin guna mendukung pertumbuhan tersebut.
3. Ibu Juli Oktarina menjawab, bahwa untuk kendaraan listrik, manajemen akan terus
   menjalankan berbagai inisiatif pengembangan bisnis, tidak hanya melalui penjualan ke
Page 7
   segmen B2B. Setelah sebelumnya menjalin kerja sama dengan Gojek, kini kami juga
   telah bekerja sama dengan Grab, dan ke depan kami terbuka untuk bermitra dengan
   perusahaan-perusahaan lain yang memiliki potensi penggunaan motor listrik, baik di
   luar ekosistem Gojek maupun Grab. Selain itu, kami juga akan memperluas cakupan
   operasional bisnis Elektrum, tidak hanya terbatas di Jakarta, tetapi juga mencakup
   wilayah sekitarnya serta kota-kota lain di luar Jakarta.

Pertanyaan No. 9
Jourdy Marino – Pemodal / Investor
1. Pada bulan Mei 2025 TOBA telah menyampaikan keterbukan informasi perihal limited
   review, apakah perusahaan akan melaksanakan corporate action dalam waktu
   beberapa bulan kedepan, (setidaknya dalam waktu 3 bulan kedepan).

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Mirza Hippy menjawab, bahwa sebagaimana yang telah dijelaskan
   sebelumnya, bahwa proses limited review terhadap laporan keuangan kuartal I 2025
   dilakukan sebagai bagian dari persiapan aksi korporasi berupa penerbitan obligasi
   melalui mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan. Sebagai tambahan informasi,
   Perseroan juga telah menerbitkan prospektus ringkas sesuai dengan ketentuan yang
   berlaku, yang dimuat di media Investor Daily pada hari ini.

Pertanyaan No. 10
SJ Hanso – Pemodal Individu/ Investor Individu
1. Bagaimana Perseroan memandang tiga pilar green bisnis: waste management, EBT
   dan EV dapat menggantikan segmen fosil yang selama ini menjadi revenue dan profit
   driver bagi Perseroan.

Jawaban Perseroan:
1. Ibu Gita Sjahrir menjawab, bahwa saat ini, manajemen memandang ketiga pilar bisnis
   ini sebagai pengganti sumber EBITDA yang sebelumnya berasal dari bisnis berbasis
   fossil fuel, dengan harapan dapat beralih ke green business secara seimbang (one-to-
   one basis). Kami juga mengandalkan potensi masing-masing pilar untuk meraih
   valuasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis tradisional sebelumnya. Oleh
   karena itu, manajemen meyakini bahwa transformasi menuju bisnis berkelanjutan ini
   memiliki potensi untuk meningkatkan valuasi pasar Perseroan ke depannya.

Pertanyaan No. 11
Qonita Azzahra – Tirto.id.

1. Perseroan baru saja memperoleh izin sebagai eksportir listrik ke Singapura. Dalam hal
   ini, peran atau posisi Perseroan seperti apa. Lalu, bagaimana kesiapan Perseroan
   dalam menghadapi rencana ekspor listrik tersebut dan kapan diperkirakan ekspor
   listrik ini dapat mulai direalisasikan.
Page 8
2. Selanjutnya, apakah benar akan ada kerjasama antara Perseroan dan Danantara. Jika
   iya, kerja sama tersebut akan dilakukan di sektor apa. Apakah kolaborasi ini terkait
   dengan pengembangan sektor energi hijau.

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Mirza Hippy menjawab, bahwa terkait rencana ekspor listrik ke Singapura,
   saat ini hal tersebut masih dalam tahap kajian dan asesmen berkala.
   Penandatanganan MoU yang telah dilakukan sebelumnya merupakan langkah awal
   yang positif. Namun, hingga kini belum ada perkembangan lebih lanjut terkait dasar
   hukum maupun kesepakatan yang mendasarinya. Untuk itu, saat ini kami tengah
   mempersiapkan berbagai aspek, baik dari sisi studi kelayakan maupun perizinan. Kami
   akan menyampaikan perkembangan selanjutnya apabila terdapat update terkait
   potensi ekspor listrik ke Singapura.
2. Bapak Mirza Hippy menjawab, bahwa terkait dengan isu kerjasama dengan
   Danantara, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak
   berdasar. Saat ini, tidak ada transaksi maupun aksi korporasi yang sedang dijalankan
   antara Perseroan dan Danantara

Pertanyaan No. 12
Hendriko Gani – Pemodal / Investor

1. Berapa batas maksimum covenant utang yang dimiliki oleh Perseroan, dan berapa
   tingkat gearing ratio yang menjadi target TOBA.

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Mirza Hippy menjawab, bahwa berdasarkan pengalaman kami, gearing ratio
   yang selama ini diterapkan umumnya berada pada kisaran 75% dari total ekuitas, dan
   untuk beberapa proyek bahkan dapat mencapai hingga 80%. Besaran rasio ini sangat
   bergantung pada jenis proyek, mata uang yang digunakan, serta aspek komersial dari
   proyek itu sendiri. Dengan hubungan perbankan yang cukup solid, saat ini kami masih
   dapat memperoleh pembiayaan dengan rasio antara 75% hingga maksimal 80%.

Pertanyaan No. 13
Yohanes Yudhatama – Sucor Asset Management

1. Setelah divestasi Coal-Fired Power Plant (CFPP), seperti apa dampaknya terhadap
   struktur permodalan Perseroan secara konsolidasi, terutama dari sisi debt to equity
   ratio.

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Mirza Hippy menjawab, bahwa per 31 Maret 2025, rasio utang terhadap
   ekuitas (debt to equity ratio) Perseroan tercatat sebesar 1,34 kali.
Page 9
Pertanyaan No. 14
Nadia K. Putri – SWA

1. Memasuki semester II tahun 2025, seperti apa strategi perusahaan dalam memperluas
   jangkauan Electrum ke luar wilayah Jabodetabek. Apakah ada rencana untuk
   meluncurkan model motor listrik baru.

Jawaban Perseroan:
1. Ibu Gita Sjahrir menjawab, bahwa saat ini kami bekerja sama dengan sejumlah mitra,
   karena model bisnis Electrum berfokus pada segmen B2B, bukan B2C. Dengan
   demikian, kami tidak hanya memasok kendaraan listrik kepada GOTO Group, tetapi
   juga kepada berbagai pelaku lain di sektor logistik. Untuk mendukung ekspansi, kami
   terus memanfaatkan peluang pasar, termasuk dengan meningkatkan volume
   pesanan. Fokus kami ke depan adalah mengoptimalkan pengalaman para pengemudi,
   salah satunya melalui penambahan jumlah stasiun penukaran baterai (matrix hoping
   station), tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai wilayah di luar Jakarta.

Pertanyaan No. 15
Yosia Setiawan – Pemodal Perseorangan / Investor Individu

1. Mohon penjelasan lebih lanjut terkait rencana penerbitan obligasi, termasuk nilai emisi,
   tenor, tingkat suku bunga, dan detail lainnya.

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Mirza Hippy menjawab, bahwa rencana penawaran Umum Berkelanjutan I
   Tahap I tahun 2025 dengan target dana Rp150 miliar, sebagaimana yang diterbitkan
   dalam harian Investor Daily hari ini. Namun demikian, informasi detil lainnya belum
   dapat didisclose oleh manajemen.

Pertanyaan No. 16
Dhita Prawira – Pemodal / Investor

1. Mengapa nilai kerugian akibat divestasi dihitung berdasarkan nilai jual PLTU. Mengapa
   tidak menggunakan selisih antara nilai buku dan harga jual.

Jawaban Perseroan:
1. Ibu Juli Oktarina menjawab, bahwa nilai kerugian investasi ini dihitung karena saat
   pembangunan PLTU, perusahaan telah membukukan pendapatan untuk 25 tahun ke
   depan, sesuai dengan skema PPA yang bersifat out-of-the-money (OOT). Oleh karena
   itu, saat dilakukan penjualan, perhitungan kerugian didasarkan pada selisih antara nilai
   jual dan proyeksi pendapatan yang sebelumnya telah dicatat dalam pembukuan.
Page 10
Pertanyaan No. 17
Haryadi Purnomo – Pemodal / Investor

1. Dalam rencana penjualan listrik ke Singapura, apakah Perseroan akan melakukannya
   secara mandiri atau bergabung dalam konsorsium bersama Medco, Adaro, atau Grup
   Salim.

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Mirza Hippy menjawab, bahwa kami memang tergabung dalam konsorsium
   utama Inspira. Masing-masing anggota konsorsium memiliki lokasi proyek yang
   berbeda-beda. Untuk wilayah Perseroan sendiri, seperti yang telah disampaikan
   sebelumnya, berada di area Waduk Tembesi. Sebagian area dari waduk tersebut telah
   dimanfaatkan dan diserap oleh PLN Batam untuk keperluan pasokan listrik lokal.

Pertanyaan No. 18
Anonymous
1. Bagaimana proporsi alokasi listrik dari PLTS Batam antara yang ditujukan untuk
   ekspor ke Singapura dan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Jawaban Perseroan:
1. Bapak Mirza Hippy menjawab, bahwa untuk area waduk yang telah kami
   kerjasamakan dengan BP Batam, luasnya kurang lebih 800 hektare. Dari total luas
   tersebut, sekitar 5% sudah dimanfaatkan dalam bentuk kerja sama selama 25 tahun.
   Secara regulasi, manajemen masih memiliki peluang untuk memanfaatkan tambahan
   hingga sekitar 25% dari total area tersebut untuk pemasangan pembangkit listrik
   tenaga surya terapung (floating solar), yang berpotensi menghasilkan kapasitas
   sekitar 220 hingga 250 MW. Kapasitas ini rencananya akan dialokasikan untuk
   memasok kebutuhan kawasan industri serta sebagai potensi ekspor listrik ke
   Singapura. Namun, hal ini masih terus manajemen kaji secara mendalam.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.55 MB
Published23 Jun 2025
Pages10
Characters23,306
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 13 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TBS Energi Utama Tbk p.1 ×5
linked org Asian Development Bank p.4
linked person Juli Oktarina p.4 ×7
linked org Bank DBS Indonesia p.6
linked org Sucor Asset Management p.8
possible org Bursa Efek Indonesia p.5
possible person Gita Sjahrir p.7 ×2
unresolved org Sembcorp Environment Pte Ltd p.2
unresolved person Nafi A. Sentausa p.2 ×5
unresolved person Mirza Hippy p.3 ×11
unresolved person Oktarina p.4 ×7
unresolved person Nafi Sentausa p.5 ×3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result