Skip to content
Back to announcement

20250620_JAWA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31897241_lamp1.pdf

Other Text extracted JAWA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1
Tanggal      : 20 Juni 2025
Nomor        : 028/JAW/CORSEC/VI/2025
Perihal      : Permintaan Penjelasan atas Laporan Keuangan Tahunan 2024 dengan Nomor
               Surat S-05726/BEI.PP1/06-2025

Kepada Yth :
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal
Otoritas Jasa Keuangan
Gedung Bapepam, Komplek Kementrian Keuangan
Jln. Lapangan Banteng Timur Nomor 2-4
Jakarta Pusat, 10710

      Merujuk kepada surat nomor S-05726/BEI.PP1/06-2025 yang Perseroan terima melalui web IDX pada
tanggal 18 Juni 2025, maka dengan ini kami sampaikan sebagai berikut :
Permintaan Penjelasan PT Jaya Agra Wattie, Tbk :
    1. Merujuk pada CALK 19 utang bank jangka panjang, Pada tanggal 31 Desember 2024 dan
        2023,
        PT Agri Bumi Sentosa (ABS) dan PT. Kintap Jaya Wattindo (KJW) gagal memenuhi adjusted
        current ratio, debt service coverage ratio (DSCR), dan rasio utang terhadap EBITDA dari Grup
        secara konsolidasian gagal terpenuhi. Dan pada tanggal 24 Desember 2024, Perseroan telah
        mendapatkan persetujuan waiver untuk financial covenant DSCR dari semua bank terkecuali
        dari PT Bank QNB Indonesia Tbk dan Indonesia Exim Bank. Agar dijelaskan sebagai berikut :
      a. Jelaskan aset Perseroan yang dijadikan jaminan per 31 Desember 2024 dengan mengisi
          format tabel sebagai berikut:
          No.             Aset                    Nilai Tercatat per 31 Desember 2024 (Rp)
          1.     Kas
          2.     Piutang
          3.     Persediaan
          4.     Aset Tetap
          5.     dst
                 Total

     b. Jelaskan kecukupan nilai aset yang diagunkan.
     c. Penyebab utama ketidakmampuan Grup memenuhi adjusted current ratio oleh ABS &
        KJW, DSCR dan Debt to EBITDA ratio, dan rencana Grup untuk memperbaiki posisi
        keuangan sehingga mampu Kembali menjaga covenant dari kreditur.
     d. Alasan PT Bank QNB Indonesia Tbk dan Indonesia Exim Bank belum menyetujui waiver
        DSCR.
     e. Risiko atas tidak terpenuhinya financial covenant DSCR dan waiver PT Bank QNB Indonesia
        Tbk dan Indonesia Exim Bank yang belum disetujui.
     f. Apakah terdapat rencana untuk melakukan restrukturisasi utang kepada kreditur
        perbankan? Jelaskan, beserta timeline nya jika ada.

     Penjelasan Perseroan :
     a. Aset Perseroan yang dijadikan jaminan per 31 Desember 2024 sebagai berikut:
        No.            Aset                  Nilai Tercatat per 31 Desember 2024 (Rp)
        1.    Kas                     5.849.804.840
        2.    Piutang                 136.809.302.371
Page 2
     3.      Persediaan                 214.489.276.526
     4.      Mesin dan peralatan        19.742.023.942
     5.      Sertifikat Hak Guna
     6.      Jaminan saham
             entitas anak
             Total                      376.890.407.679


  b. Menurut kami nilai aset yang dijaminkan cukup.
  c. Grup belum mampu memenuhi adjusted current ratio di ABS & KJW dan DSCR dan Debt to
     EBITDA ratio karena produksi yang belum optimal.
     Rencana Grup untuk memperbaiki posisi keuangan sehingga mampu kembali menjaga
     covenant dari kreditur adalah dengan meningkatkan yield tanaman.
  d. PT Bank QNB Indonesia Tbk dan Indonesia Exim Bank belum menyetujui waiver tanpa
     menyebutkan alasannya.
  e. Tidak terpenuhinya financial covenant DSCR dan waiver PT Bank QNB Indonesia Tbk dan
     Indonesia Exim Bank yang belum disetujui membuat utang bank yang menjadi porsi
     mereka disajikan sebagai utang bank jangka pendek.
  f. Perseroan belum ada rencana untuk melakukan restrukturisasi utang kepada kreditur
     perbankan


2. Merujuk pada CALK 15 Utang Usaha- pihak ketiga, Bursa meminta penjelasan sebagai
   berikut:
   a. Status pelunasan utang usaha hingga saat ini.
   b. Detail aging utang usaha.
   c. Latar belakang kenaikan utang usaha kepada Fernando dari sebelumnya sebesar Rp1,32
      miliar menjadi Rp20,07 miliar pada tahun 2024.
   d. Alasan Perseroan melakukan kerja sama dengan Fernando dengan jumlah yang signifikan
      mengingat Fernando merupakan perorangan.
   e. Risiko yang dihadapi Perseroan dalam melakukan kerja sama dengan jumlah signifikan
      dengan perorangan.

   Penjelasan Perseroan :
   a. Per laporan keuangan 31 Maret 2025, utang usaha telah menurun sebesar 5,4 %.
   b. Detail aging utang usaha sebagai berikut :

          Umur (hari)      Rp juta
                 0 - 30               13.524
                31 - 90               13.058
                91 -180               19.288
              > 180 hari             101.975
          Total                      147.845


    c. Kenaikan utang usaha kepada Fernando dari sebelumnya sebesar Rp1,32 miliar menjadi
       Rp20,07 miliar pada tahun 2024 disebabkan volume pembelian TBS ke Fernando di
       akhir tahun 2024.
Page 3
    d. Perseroan melakukan kerja sama jual beli TBS dengan Fernando dengan jumlah yang
       signifikan, karena Fernando mampu menyuplai bahan baku yang sesuai dengan standar
       Perusahaan.
    e. Perseroan memitigasi risiko melakukan kerja sama dengan jumlah signifikan terhadap
       perorangan dengan cara pembelian secara kredit dan pengujian standar bahan baku
       yang ketat.

3. Merujuk pada CALK 34 sifat dan transaksi pihak-pihak berelasi, Perusahaan dan PT Sarana
   Agro Investama (SAI), pemegang saham utama Perusahaan, mengadakan perjanjian utang
   dimana SAI memberikan pinjaman yang terbagi ke dalam 4 (empat) fasilitas. Agar dijelaskan
   sebagai berikut:
   a. Dasar pengakuan akuntansi yang digunakan untuk mencatat selisih antara nilai nominal
      pinjaman dengan nilai wajarnya sebagai kontribusi modal.
   b. Apakah Perseroan menggunakan tenaga ahli pihak ketiga untuk menentukan nilai wajar
      dari pinjaman?
   c. Detail rincian proporsi nilai wajar pinjaman dan kontribusi modal dari masing-masing
      fasilitas pinjaman.
   d. Basis perhitungan nilai wajar dan apakah terdapat perubahan metode atau asumsi dalam
      penghitungan nilai wajar dari tahun ke tahun.
   e. Sumber tingkat suku bunga efektif yang digunakan untuk menghitung nilai wajar.
   f. Bagaimana dampak pengakuan kontribusi modal dari nilai wajar pinjaman terhadap
      ekuitas dan leverage perusahaan?
   g. Apakah kontribusi ini dimasukkan dalam perhitungan modal oleh pihak eksternal seperti
      bank atau investor saat menilai solvabilitas perusahaan?
   h. Status penggunaan dana dari masing-masing fasilitas per 31 Desember 2024.
   i. Metode amortisasi yang digunakan serta implikasinya terhadap laporan laba rugi.
   j. Rencana konversi sebagian utang menjadi saham pada tahun yang akan datang.
   k. Kemampuan Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang kepada SAI. Mengingat
      KJPP menilai bahwa transaksi tersebut tidak wajar dan hanya bisa diselesaikan melalui
      konversi saham atau kombinasi dengan pembayaran tunai.
   l. Penjelasan terkait pemenuhan PP 9/2021 terkait syarat transaksi pinjaman tanpa bunga
      dari pemegang saham yang diterima oleh wajib pajak berbentuk Perseroan Terbatas
      yaitu:
         i. Pinjaman tersebut berasal dari dana milik pemegang saham itu sendiri dan bukan
            berasal dari pihak lain;
        ii. Modal yang seharusnya disetor oleh pemegang saham pemberi pinjaman telah
            disetor seluruhnya;
       iii. Pemegang saham pemberi pinjaman tidak dalam keadaan merugi;
       iv. Dan Perseroan terbatas penerima pinjaman sedang mengalami kesulitan keuangan
            untuk kelangsungan usahanya.

   Penjelasan Perseroan :
   a. Dasar pengakuan akuntansi yang digunakan untuk mencatat selisih antara nilai nominal
       pinjaman dengan nilai wajarnya adalah IAS No 39 dan PSAK 109 Instrumen Keuangan.
   b. Perseroan tidak menggunakan tenaga ahli pihak ketiga untuk menentukan nilai wajar
       dari pinjaman.
   c. Detail rincian proporsi nilai wajar pinjaman dan kontribusi modal dari masing-masing
       fasilitas pinjaman adalah sebagai berikut:
Page 4
    d. Basis perhitungan nilai wajar adalah tingkat suku bunga efektif. Tidak terdapat
        perubahan metode atau asumsi dalam penghitungan nilai wajar dari tahun ke tahun.
    e. Sumber tingkat suku bunga efektif adalah menggunakan tarif bunga pinjaman bank
        Perseroan.
    f. Dampak pengakuan kontribusi modal dari nilai wajar pinjaman terhadap ekuitas dan
        leverage perusahaan adalah meningkatnya nilai ekuitas Perusahaan.
    g. Kami tidak mengetahui apakah kontribusi ini dimasukkan dalam perhitungan modal
        oleh pihak eksternal seperti bank atau investor saat menilai solvabilitas perusahaan.
    h. Penggunaan dana dari seluruh fasilitas per 31 Desember 2024 adalah untuk kelancaran
        operasional Perseroan.
    i. Metode amortisasi yang digunakan adalah menggunakan suku bunga efektif,
        implikasinya terhadap laporan laba rugi adalah menambah biaya.
    j. Perusahaan belum merencanakan konversi sebagian utang menjadi saham.
    k. Perusahaan dan SAI memiliki opsi untuk konversi utang menjadai saham. Bila melalui
        pembayaran tunai, Perusahaan belum mengkajinya.
    l. Penjelasan terkait pemenuhan PP 9/2021 terkait syarat transaksi pinjaman tanpa bunga
        dari pemegang saham yang diterima oleh wajib pajak berbentuk Perseroan Terbatas
        yaitu:
         i. Pinjaman tersebut berasal dari dana milik pemegang saham itu sendiri dan bukan
             berasal dari pihak lain;
        ii. Modal yang seharusnya disetor oleh pemegang saham pemberi pinjaman telah
             disetor seluruhnya;
       iii. Pemegang saham pemberi pinjaman tidak dalam keadaan merugi, kami tidak
             mengetahuinya;
       iv. Dan Perseroan terbatas penerima pinjaman sedang mengalami kesulitan keuangan
             untuk kelangsungan usahanya.

4. Merujuk pada CALK 11 Aset Tetap, agar dijelaskan sebagai berikut:
   a. Latar belakang reklasifikasi tanah senilai Rp40,75 miliar pada periode 31 Desember 2023.
   b. Detail rincian aset dalam penyelesaian senilai Rp40,56 miliar pada periode 31 Desember
      2024.

   Penjelasan Perseroan :
   a. Latar belakang reklasifikasi tanah senilai Rp40,75 miliar pada periode 31 Desember 2023
      adalah disebabkan pemilikan tanah tersebut masih dalam pengurusan, sebagaimana yang
      telah diungkapkan dalam CALK 13 Aset Lain-Lain.
   b. Aset dalam penyelesaian senilai Rp40,56 miliar pada periode 31 Desember 2024
      terutama merupakan Bangunan untuk perumahan pemanen.
Page 5
5. Merujuk pada CALK 6 Piutang Usaha – Pihak Ketiga – Neto, terdapat peningkatan piutang
   usaha neto sebesar Rp110,21 Miliar atau sebesar 414,48%. Agar dijelaskan sebagai berikut:
   a. Latar belakang peningkatan saldo piutang usaha pada 31 Desember 2024.
   b. Informasi lebih lanjut terkait piutang tersebut, khususnya mengenai jenis produk apa
      yang menjadi dasar timbulnya piutang dimaksud.
   c. Kebijakan Perseroan terkait dengan pelunasan piutang.
   d. Status pelunasan piutang hingga saat ini.
   e. Dampak tingginya nilai piutang terhadap arus kas perusahaan.

   Penjelasan Perseroan :
   a. Peningkatan saldo piutang usaha pada 31 Desember 2024 terutama karena adanya syarat
      penjualan di mana pembayaran jatuh tempo 120 hari pada pelanggan tertentu.
   b. Jenis produknya adalah penjualan Karet Remah.
   c. Tidak ada kebijakan khusus Perseroan terkait dengan pelunasan piutang.
   d. Status pelunasan piutang hingga saat ini adalah normal.
   e. Dampak tingginya nilai piutang terhadap arus kas perusahaan relatif kecil.

6. Merujuk pada CALK 6 Persediaan, per 31 Desember 2024 terdapat peningkatan sebesar
   Rp85,38 miliar atau sebesar 66,14% pada akun persediaan apabila dibandingkan dengan
   periode sebelumnya. Bursa meminta penjelasan:
   a. Latar belakang kenaikan signifikan nilai persediaan barang jadi, khususnya pada karet dan
      minyak sawit, dari 2023 ke 2024.
   b. Apakah peningkatan ini disebabkan oleh volume, harga, atau kombinasi keduanya?
   c. Bagaimana manajemen mengelola risiko keuangan atau penurunan nilai atas persediaan
      yang meningkat signifikan?
   d. Apakah Perseroan melakukan impairment testing setiap periode laporan keuangan?
   e. Nilai persediaan yang dijadikan jaminan atas utang bank.
   f. Apakah ada pembatasan penggunaan atau pengalihan persediaan yang dijaminkan?
   g. Apakah perusahaan memiliki strategi pengendalian persediaan untuk menghindari
   overstocking?

   Penjelasan Perseroan :
   a. Kenaikan signifikan nilai persediaan barang jadi karet dan sawit dari 2023 ke 2024,
      disebabkan Perseroan bermaksud menjual di harga yang optimal.
   b. Peningkatan juga disebabkan oleh kombinasi kenaikan volume dan harga.
   c. Manajemen mengelola risiko keuangan atau penurunan nilai atas persediaan yang
      dengan mengevaluasi trend harga CPO dan Rubber.
   d. Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai perolehan dan nilai
      realisasi bersih yang telah mencerminkan dilakukannya impairment testing.
   e. Seluruh persediaan dijadikan jaminan atas utang bank.
   f. Tidak ada pembatasan penggunaan atau pengalihan persediaan yang dijaminkan.
   g. Perusahaan memiliki strategi pengendalian persediaan untuk menghindari overstocking.

7. Berdasarkan laporan posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, terdapat
   peningkatan pada saldo akun uang muka dan biaya dibayar di muka sebesar Rp34,22 miliar
   atau sebesar 78,36% dibandingkan dengan periode sebelumnya dan tidak terdapat
   pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan. Agar dijelaskan sebagai berikut:
   a. Latar belakang kenaikan signifikan pada saldo uang muka dan biaya dibayar di muka.
   b. Detail rincian atas saldo uang muka dan biaya dibayar di muka per 31 Desember 2024.
Page 6
   c. Rincian pihak yang memperoleh pembayaran uang muka dan biaya dibayar di muka
      dibayarkan.
   d. Bagaimana perusahaan memitigasi risiko kegagalan pihak ketiga dalam memenuhi
      kewajiban atas uang muka yang diterima?
   e. Status realisasi uang muka dan biaya dibayar di muka pada saat ini.
   f. Apakah ada bagian uang muka atau biaya dibayar di muka yang terkait pihak berelasi?

   Penjelasan Perseroan :
   a. Kenaikan signifikan pada saldo uang muka dan biaya dibayar di muka merupakan uang
      muka pembelian bahan baku serta pengembangan tanaman diluar komoditas utama.
   b. Saldo uang muka dan biaya dibayar di muka per 31 Desember 2024 terutama merupakan
      uang muka pembelian bahan baku serta uang muka persiapan tanaman lainnya di luar
      tanaman utama.
   c. Pihak yang memperoleh pembayaran uang muka dan biaya dibayar di muka adalah
      supplier TBS dan bahan olah karet
   d. Perusahaan memitigasi risiko kegagalan pihak ketiga dalam memenuhi kewajiban atas
      uang muka yang dibayarkan dengan melihat track record supplier maupun konsultan
      serta melihat progres pekerjaan mereka.
   e. Sebagian uang muka dan biaya dibayar di muka sudah terealisasi di 2025Q1.
   f. Tidak ada bagian uang muka atau biaya dibayar dimuka yang terkait pihak berelasi.

8. Merujuk pada CALK 16 Uang Muka Penjualan, terdapat peningkatan signifikan sebesar
   Rp70,63 miliar atau setara dengan 493,78%. Bursa meminta penjelasan:
   a. Latar belakang peningkatan signifikan sebesar Rp70,63 miliar atau setara dengan
      493,78%.
   b. Kebijakan realisasi uang muka penjualan.
   c. Apakah terdapat risiko pengembalian uang muka jika penjualan tidak terealisasi?
      Bagaimana pengelolaan risiko tersebut?

   Penjelasan Perseroan :
   a. Latar belakang peningkatan signifikan sebesar Rp70,63 miliar atau setara dengan
      493,78% disebabkan peningkatan penerimaan uang muka di akhir tahun 2024.
   b. Kebijakan realisasi uang muka penjualan adalah dengan segera melakukan pengiriman
      barang sesuai nilai kontrak.
   c. Risiko pengembalian uang muka jika penjualan tidak terealisasi relatif tidak ada karena
      barang jadi bisa dijual beli ke dan dari JAWA grup.

9. Merujuk pada CALK 9 Piutang Plasma, per 31 Desember 2024 terdapat penyisihan atas rugi
   penurunan nilai piutang plasma sebesar Rp29,77 miliar. Bursa meminta penjelasan:
   a. Latar belakang penetapan penambahan penyisihan rugi penurunan nilai sebesar Rp29,77
      miliar di tahun 2024.
   b. Alasan mengapa sebelumnya tidak terdapat penyisihan rugi penurunan nilai untuk
      piutang plasma.
   c. Apakah seluruh penyisihan tersebut dialokasikan ke piutang salah satu Koperasi Unit
      Desa (KUD) tertentu, atau tersebar secara proporsional?
   d. Kesesuaian asumsi tingkat inflasi 1,57% dengan proyeksi makro pemerintah.

   Penjelasan Perseroan :
Page 7
   a. Perusahaan membentuk penyisihan rugi penurunan nilai piutang plasma per 31
      Desember 2024 sebesar Rp29,77 miliar dengan pertimbangan umur ekonomis tanaman
      perkebunan plasma menggunakan estimasi nilai pakai dengan mempertimbangkan faktor
      tingkat diskonto, tingkat inflasi, tingkat pertumbuhan TBS serta harga jual TBS.
   b. Tahun sebelumnya tidak terdapat penyisihan rugi penurunan nilai untuk piutang plasma
      karena asumsi estimasi nilai pakai masih cukup.
   e. Penyisihan tersebut dialokasikan ke beberapa Koperasi Unit Desa (KUD).
   f. Asumsi tingkat inflasi 1,57% mengacu pada inflasi aktual tahun 2024 yang dipublikasikan
      oleh Bank Indonesia.

10. Merujuk pada laporan posisi keuangan Perseroan, terdapat penghapusan nilai goodwill
    sebesar 100%. Agar dijelaskan latar belakang perolehan saldo goodwill beserta alasan
    penghapusan saldo goodwill di tahun 2024.

   Penjelasan Perseroan :
   Ekuitas anak perusahaan sumber goodwill (IJR) mengalami defisiensi modal per 31
   Desember 2024.

11. Merujuk pada CALK 10 Tanaman Produktif, Bursa meminta penjelasan sebagai berikut:
    a. Metode depresiasi yang digunakan untuk tanaman produktif.
    b. Alasan mengapa tanaman teh tidak diperhitungkan depresiasi.
    c. Penyebab utama terjadinya penurunan nilai (impairment) sebesar Rp28,25 miliar pada
       tahun 2024 pada tanaman belum menghasilkan.
    d. Alasan penurunan nilai hanya terjadi di tahun 2024 dan tidak terjadi di periode
       sebelumnya.
    e. Alasan penghapusan tanaman sebesar Rp1,27 miliar ditahun 2024 pada tanaman belum
       menghasilkan.
    f. Kesesuaian asumsi tingkat inflasi 1,57% dengan proyeksi makro pemerintah.

   Penjelasan Perseroan :
   a. Metode depresiasi yang digunakan untuk tanaman produktif adalah metode garis lurus.
   b. Alasan mengapa tanaman teh tidak diperhitungkan depresiasi karena nilai bukunya sudah
      nil.
   c. Penurunan nilai (impairment) sebesar Rp28,25 miliar pada tahun 2024 pada tanaman
      belum menghasilkan dengan pertimbangan jumlah terpulihkan berdasarkan valuasi
      menggunakan proyeksi arus kas (nilai pakai) yang mencakup masa umur aset terkait
      termasuk proyeksi biaya pengembangan yang diperlukan untuk membawa tanaman
      belum menghasilkan menjadi tanaman menghasilkan. Arus kas yang didiskontokan
      tersebut disusun menggunakan data internal historis Grup dan data eksternal seperti
      proyeksi harga, inflasi dan tingkat diskonto.
   d. Penurunan nilai tidak hanya terjadi di tahun 2024 tetapi sudah ada dari periode
      sebelumnya dan terakumulasi sampai dengan 2023 sebesar Rp 38,38 miliar.
   e. Penghapusan tanaman sebesar Rp1,27 miliar ditahun 2024 pada tanaman belum
      Menghasilkan disebabkan tanaman yang bersangkutan telah ditebang dan akan
      digantikan dengan tanaman yang baru.
   f. Asumsi tingkat inflasi 1,57% mengacu pada inflasi aktual tahun 2024 yang dipublikasikan
      oleh Bank Indonesia.
Page 8
12. Merujuk pada CALK 11 Aset tetap. Bursa meminta penjelasan sebagai berikut:
    a. Rencana manajemen terkait dengan penggunaan mesin dan peralatan ke depannya
       sehubungan dengan biaya perolehan yang mendekati penyusutan penuh.
    b. Daftar aset tetap mana saja yang digunakan sebagai jaminan untuk utang bank.
    c. Nilai aset tetap yang dijaminkan.
    d. Penyebab beban penyusutan menurun di tahun 2024 sementara aset tetap tercatat
       mengalami peningkatan.

   Penjelasan Perseroan :
   a. Rencana manajemen terkait dengan penggunaan mesin dan peralatan ke depannya
      sehubungan dengan biaya perolehan yang mendekati penyusutan penuh adalah dengan
      melakukan overhaul secara selektif dan mencicil membeli mesin baru.
   b. Aset tetap yang digunakan sebagai jaminan untuk utang bank adalah seluruh mesin dan
      peralatan.
   c. Nilai buku aset tetap yang dijaminkan adalah sebesar Rp 19,74 miliar.
   d. Penyebab beban penyusutan menurun di tahun 2024 sementara aset tetap tercatat
      mengalami peningkatan adalah disebabkan bertambahnya aset tetap yang sudah penuh
      penyusutannya.

13. Merujuk pada CALK 28 Beban Keuangan, agar dijelaskan perhitungan “Amortisasi selisih nilai
    wajar pinjaman” per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023.




   Penjelasan Perseroan :
   Metode amortisasi yang digunakan adalah menggunakan suku bunga efektif.

14. Merujuk pada laporan laba rugi Perseroan, Gross Profit Margin (GPM) Perseroan mengalami
    peningkatan dari -1,78% pada tahun 2023 menjadi 10,30% pada tahun 2024. Namun,
    Perseroan masih memiliki Net Profit Margin (NPM) negatif ditahun 2024. Agar dijelaskan
    strategi Perseroan dalam memperbaiki struktur beban usaha, beban lain-lain dan beban
    pajak penghasilan.

   Penjelasan Perseroan :
   Strategi Perseroan dalam memperbaiki struktur beban usaha, beban lain-lain dan beban
   pajak penghasilan adalah dengan melakukan efisiensi biaya di segala bidang dan upah
   berdasarkan realisasi produksi.

15. Merujuk pada CALK 39 Kelangsungan usaha, disampaikan bahwa Perseroan memiliki indikasi
    adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas
    kemampuan Perseroan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Bursa meminta
    penjelasan sebagai berikut:
    a. Apakah Perseroan memiliki rencana kontingensi jika strategi yang disampaikan tidak
       menghasilkan arus kas positif dalam jangka pendek?
Page 9
   b. Penyebab utama kerugian bersih sebesar Rp193,73 miliar pada tahun 2024? Apakah
      kerugian tersebut bersifat non-recurring atau berpotensi berulang?
   c. Rencana manajemen menutup defisit akumulasi sebesar Rp1,8 triliun dalam jangka
      panjang?
   d. Apakah terdapat rencana restrukturisasi utang untuk memperbaiki mismatch antara
      liabilitas jangka pendek dan aset lancar yang saat ini selisih negatif Rp1,6 miliar?
   e. Bagaimana target peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) dan bahan olah
      karet kebun sendiri akan dicapai secara konkret? Apakah sudah ada target per hektar dan
      baseline produktivitas saat ini?
   f. Pembelian dari pihak ketiga justru meningkatkan beban pokok, bagaimana strategi ini
      tetap menghasilkan margin positif?
   g. Penjelasan Kantor Akuntan Publik atas pertimbangan tidak diungkapkannya CALK 39
      terkait kelangsungan usaha pada opini audit.
   h. Kesesuaian pengungkapan Kelangsungan Usaha pada CALK namun tidak pada opini
      dengan Standar Audit yang berlaku.

   Penjelasan Perseroan :
   a. Perseroan memiliki rencana kontingensi jika strategi yang disampaikan tidak
      menghasilkan arus kas positif dalam jangka pendek dengan menggunakan fasilitas
      pinjaman dari pemegang saham.
   b. Penyebab utama kerugian bersih sebesar Rp193,73 miliar pada tahun 2024 adalah beban
      keuangan yang signifikan serta penghapusan/penurunan nilai TBM dan Piutang plasma.
      Kerugian tersebut bersifat recurring dan non-recurring.
   c. Rencana manajemen menutup defisit akumulasi sebesar Rp1,8 triliun dalam jangka
      panjang adalah meningkatkan yield tanaman serta meningkatkan utilisasi pabrik.
   d. Belum ada rencana restrukturisasi utang untuk memperbaiki mismatch antara liabilitas
      jangka pendek dan aset lancar yang saat ini selisih negatif Rp1,6 miliar.
   e. Peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) dan bahan olah karet kebun sendiri
      dievaluasi terus menerus.
   f. Meskipun pembelian dari pihak ketiga meningkatkan beban pokok, tetapi dengan utilisasi
      pabrik akan mengurangi cost produk secara signifikan.
   g. Akuntan Publik dalam laporannya telah mengungkapkan kelangsungan usaha dalam
      paragraf “ Ketidakpastian Material yang Terkait dengan Kelangsungan Usaha ” merujuk
      kepada CALK 39
   h. Pengungkapan Kelangsungan Usaha pada CALK dan opini telah sesuai dan mengikuti SA
      570 (Revisi 2021) : Kelangsungan Usaha.

16. Berdasarkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Pinjaman Dana oleh KJPP
    Felix Sutandar dan Rekan yang disampaikan Perseroan pada tanggal 11 Desember 2024,
    KJPP memberi kesimpulan bahwa rencana transaksi pinjaman dana dari pemegang saham
    utama kepada PT Jaya Agrie Wattie Tbk adalah tidak wajar. Pemberian pendapat tidak wajar
    karena meskipun berdasarkan perjanjian pelunasan dapat dilakukan dengan cara konversi
    saham atau dengan tunai, namun berdasarkan analisis yang dilakukan, Perseroan tidak
    dapat melunasi seluruh pinjaman pada saat jatuh tempo dengan cara tunai sehingga cara
    untuk melunasi pinjaman adalah dengan cara konversi saham atau kombinasi keduanya, di
    mana konversi saham dapat menimbulkan risiko dilusi bagi pemegang saham publik. Agar
    dijelaskan sebagai berikut:
    a. Pertimbangan Perseroan tetap menerima pinjaman dari pemegang saham meskipun
       penilaian KJPP menyatakan transaksi tersebut tidak wajar.
Page 10
       b. Rencana Perseroan dalam menyelesaikan utang kepada pemegang saham mengingat
          KJPP menyatakan bahwa cara yang bisa dilakukan Perseroan dalam pelunasan utang
          adalah dengan cara konversi saham atau kombinasi dengan pembayaran tunai.
       c. Jika dilakukan konversi saham, bagaimana Perseroan memastikan bahwa tingkat free
          float
          publik tidak turun di bawah ketentuan minimum yang dipersyaratkan oleh Bursa?
       d. Apakah terdapat rencana aksi korporasi tambahan (seperti penambahan modal dengan
          HMETD atau PMTHMETD) untuk menjaga atau meningkatkan proporsi kepemilikan
          publik?

       Penjelasan Perseroan :
       a. Pertimbangan Perseroan tetap menerima pinjaman dari pemegang saham adalah karena
          hanya dengan diberikannya pinjaman tersebut Perseroan dapat melanjutkan
          operasionalnya. Jika tanpa pinjaman, Perseroan akan mengalami kesulitan cash flow.
       b. Perseroan tetap memakai cara konversi saham atau kombinasi dengan pembayaran tunai
          untuk menyelesaikan utang kepada pemegang saham.
       c. Perseroan akan menyesuaikan persentase free float tersebut.
       d. Dalam waktu dekat, Perseroan belum memiliki rencana corporate action.


   17. Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat
       mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham
       perusahaan.

       Penjelasan Perseroan :
       Tidak ada informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material yang dapat
       mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham
       perusahaan.



Demikian disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami
PT J.A. Wattie, Tbk




Harli Wijayadi
Sekretaris Perusahaan

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.56 MB
Published20 Jun 2025
Pages10
Characters27,244
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Jaya Agra Wattie p.1
linked org Bank QNB Indonesia Tbk p.1 ×14
linked org Sarana Agro p.3
linked person Harli Wijayadi · Sekretaris Perusahaan p.10
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1
unresolved org Bapepam p.1 ×2
unresolved org PT Agri Bumi Sentosa p.1
unresolved org PT. Kintap Jaya Wattindo p.1
unresolved org PT Sarana Agro Investama p.3
unresolved org Koperasi Unit Desa p.6 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×2
unresolved org KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.9
unresolved org KJPP Felix Sutandar p.9
unresolved org Jaya Agrie Wattie Tbk p.9 ×2
unresolved org PT J.A. Wattie p.10

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result