Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
PUBLIC EXPOSE
PT WAHANA PRONATURAL Tbk
DALAM RANGKA ULANG TAHUN KE-24
PENCATATAN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA
|
|
|
MATERI
|
|
|
A. SEJARAH PERSEROAN
B. KINERJA PERSEROAN SELAMA 2024
C. PROSPEK USAHA PERSEROAN
D. IKTISAR KEUANGAN
1
Page 2
1. SEJARAH PERSEROAN
1. Tahun 1993 Perseroan didirikan dengan nama PT Golden Phoenix, bergerak di bidang
perdagangan hasil pertanian dan kelautan.
2. Tahun 1996 PT Golden Phoenix berubah nama menjadi PT Wahana Yuda Mandiri. Setelah itu di
Tahun 2000 berubah menjadi PT Wahana Phonix Mandiri.
3. PT Wahana Phonix Mandiri melakukan penyertaan saham sebesar 99.59% di PT Phonix Mas
Persada (PMP), Anak Perusahaan yang didirikan untuk melanjutkan kegiatan usaha CV Phoenix
Mas (berdiri tahun 1979) dengan usaha pengolahan mete pada tahun 1989 dan pengolahan
rumput laut tahun 1993.
4. Pada tanggal 22 Juni 2001 PT Wahana Phonix Mandiri mencatatkan sahamnya di Bursa Efek
Indonesia dengan melakukan penawaran saham perdana sebesar 200.000.000 (dua ratus juta)
lembar nominal Rp 100,- (seratus rupiah) per saham di harga penawaran Rp 175,- (seratus tujuh
puluh lima rupiah) per lembar. Saat ini Perseroan berdomisili di Gedung Japfa Indoland Center
(ex Bumi Mandiri) Tower II Lt.9 R.907 Jl.Panglima Sudirman 66–68 Surabaya.
5. Pada akhir tahun 2011, Perseroan melakukan divestasi anak usahanya yaitu PT. Phonix Mas
Persada dengan tujuan untuk memperbaiki struktur keuangannya.
6. Sebagai langkah untuk memperluas strategi integrasinya, tahun 2011 Perseroan melakukan
ekspansi usaha dengan melakukan pembelian aset pabrik pengolahan permen yang berada di
Bogor Jawa Barat.
7. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham bulan Juni 2012 Perseroan berubah nama menjadi PT.
Wahana Pronatural Tbk dan terdaftar dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang
Saham No. 2 tanggal 2 Juni 2012 di Notaris Wachid Hasyim SH, Notaris di Surabaya. Perubahan
anggaran dasar ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementrian Hukum dan HAM Republik
Indonesia No. AHU.41594.AH.01.02. Tahun 2012 tanggal 1 Agustus 2012.
8. Tanggal 12 November 2019, Perseroan melakukan penambahan modal disetor dari semula Rp.
52.000.000.000 (lima puluh dua miliar rupiah) menjadi Rp124.092.311.100 (seratus dua puluh
empat miliar sembilan puluh dua juta tiga ratus sebelas ribu seratus rupiah). Peningkatan modal
ditempatkan dan disetor tersebut dilakukan sehubungan dengan telah dilaksanakannya Penawaran
Umum Terbatas pertama (PUT I) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD),
dengan mengeluarkan sejumlah 720.923.111 (tujuh ratus dua uluh juta sembilan ratus dua puluh
tiga ribu seratus sebelas) saham dengan nilai nominal Rp.100 (seratus rupiah) atau seluruhnya
dengan nilai nominal sebesar Rp 72.092.311.100 (tujuh puluh dua miliar sembilan puluh dua juta
tiga ratus sebelas ribu seratus rupiah).
2
Page 3
Struktur Perseroan
Komposisi Pemegang Saham
Nilai Nominal Rp 100 Per Saham
Pemegang Saham Jumlah saham % Jumlah (Rp)
ditempatkan dan Kepemilikan
disetor penuh
PT. Hijau Sari 447.562.500 36.07 44.756.250.000
PT. Mitra Niaga Sakti 402.562.500 32.44 40.256.250.000
PT. Surya Pelangi Mandiri 100.000.000 8.06 10.000.000.000
PT. Pesona Bangun Mandiri 55.000.000 4.43 5.500.000.000
Masyarakat (dibawah 5%) 235.798.111 19.00 23.579.811.100
Jumlah 1.240.923.111 100.00 124.092.311.100
3
Page 4
Informasi Harga Saham
Perkembangan harga saham Perseroan selama tahun 2024 serta perbandingan dengan tahun 2023:
2023
PERIODE HARGA (Rp.) VOLUME PEREDARAN JUMLAH SAHAM KAPITALISASI VOLUME
TTG TRD AKHIR SAHAM (Unit) TERCATAT PASAR PERDAGANGAN
TRIWULAN I 308 107 130 642,592,600 1,240,923,111 645,280,017,720 -
TRIWULAN II 175 119 131 555,828,400 1,240,923,111 506,296,629,288 -
TRIWULAN III 147 104 116 46,544,100 1,240,923,111 474,032,628,402 -
TRIWULAN IV 153 84 91 548,484,300 1,240,923,111 407,022,780,408 -
2024
PERIODE HARGA (Rp.) VOLUME PEREDARAN JUMLAH SAHAM KAPITALISASI VOLUME
TTG TRD AKHIR SAHAM (Unit) TERCATAT PASAR PERDAGANGAN
TRIWULAN I 160 84 131 355,857,900 1,240,923,111 423,154,780,851 -
TRIWULAN II 142 102 133 13,053,300 1,240,923,111 466,587,089,736 -
TRIWULAN III 140 95 96 79,964,000 1,240,923,111 403,300,011,075 -
TRIWULAN IV 136 88 136 361,747,100 1,240,923,111 410,745,549,741 -
4
Page 5
2. KINERJA PERSEROAN SELAMA TAHUN 2024
POSISI KEUANGAN (NERACA)
URAIAN 2024 2023 2022
ASET
Aset Lancar 39,582 85,785 53,626
Aset Tidak Lancar 47,004 46,149 43,878
Jumlah Aset 86,586 131,934 97,504
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek 13,714 59,917 25,769
Liabilitas Jangka Panjang 835 766 719
Jumlah Liabilitas 14,550 60,683 26,488
Jumlah Ekuitas 72,036 71,252 71,015
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 86,586 131,935 97,503
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
URAIAN 2024 2023 2022
Penjualan Bersih 2,122,330 420,953 330,020
Laba / (Rugi) Kotor 24,648 11,897 2,758
Beban usaha
Penjualan (55) (48) (57)
Umum dan Adm (24,073) (12,208) (8,658)
Jumlah Beban Usaha (24,128) (12,256) (8,715)
Laba / (Rugi) Usaha 519 (358) (5,957)
Laba / (Rugi) Sebelum Pajak 4,832 (656) (4,327)
Laba / (Rugi) Tahun Berjalan 718 (218) (4,066)
Laba / (Rugi) Komprehensif 784 (236) (4,048)
Jumlah Saham 1,241 1,241 1,241
Laba / (Rugi) Bersih Per Saham
Dasar 0.58 (0.18) (3.28)
Dilusi 0.63 (0.19) (3.26)
- Penjelasan Produksi dan Penjualan
- Penjelasan Posisi Keuangan dan Laba Rugi Komprehensif
5
Page 6
3. PROSPEK USAHA PERSEROAN
1. Usaha Produk Agrobisnis
Komoditas pertanian, perkebunan dan kelautan banyak digunakan di berbagai industri makanan, obat-
obatan dan konsumsi lainnya. Indonesia dikenal dengan potensi sumber daya alam yang melimpah. Hal
ini dibuktikan dengan keanekaragaman hayati yang dimiliki. Indonesia juga dikenal sebagai negara
agraris dan maritim karena kekayaan sumber daya alamnya. Selain itu, kondisi geografis yang strategis
dan beriklim tropis menjadikan kualitas potensi alam yang lebih unggul dibandingkan dengan negara
lain. Potensi ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sektor industri yang dekat dengan sumber daya
alam.
Pertanian dan perkebunan merupakan roda penggerak perekonomian nasional. Dari sisi produksi, sektor
pertanian dan perkebunan Indonesia merupakan sektor kedua paling berpengaruh terhadap pertumbuhan
ekonomi nasional setelah industri pengolahan.
Hingga awal dekade ini diakui bahwa sektor pertanian dan perkebunan masih memegang peranan
penting karena alasan-alasan:
1. Menyumbang sekitar 15% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
2. Menyediakan sekitar 40% dari angkatan kerja usia produktif.
3. Menyediakan keragaman menu pangan, oleh karena itu sektor pertanian sangat mempengaruhi
konsumsi dan gizi masyarakat.
4. Mendukung sektor industri, baik industri hulu maupun industri hilir.
5. Ekspor pertanian dan perkebunan menyumbangkan devisa negara yang cukup besar.
6. Mampu bertahan dari terpaan badai krisis moneter dan ekonomi global.
2. Prospek Usaha Produk Kopi Biji (Green Bean)
Produk Biji Kopi merupakan komoditas perdagangan yang sangat menjanjikan dan paling banyak
diperdagangkan di dunia setelah minyak bumi dan gas. Kopi juga salah satu komoditas unggulan
Indonesia di pasar internasional. Indonesia menjadi negara eksportir kopi ketiga terbesar di dunia setelah
Brasil dan Vietnam. Produksi nasional tahun 2024 lebih dari 700.000 ton dengan tingkat konsumsi
nasional sebesar 400.000 ton. Sementara volume ekspor kopi Indonesia di kisaran 300.000 ton.
Sektor Industri merupakan sektor terbesar dalam penyerapan bahan baku kopi. Selain itu Biji Kopi juga
banyak dibutuhkan oleh usaha kecil menengah. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya bisnis
berkonsep kemitraan yang tumbuh pesat di Indonesia. Gerai atau kedai minuman berbahan dasar kopi
yang memanfaatkan marketing online menjadi trend saat ini. Usia remaja yang senang terhadap gaya
hidup modern cenderung konsumtif bakal mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif dari komoditas kopi.
Ada beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan bisnis kedai kopi di Indonesia yaitu:
1. Kebiasaan (budaya) nongkrong sambil ngopi
2. Meningkatnya daya beli konsumen, tumbuhnya kelas menengah, dan harga RTD Coffee di
kedai modern yang lebih terjangkau.
3. Dominasi populasi anak muda Indonesia (Generasi Y dan Z) yang menciptakan gaya hidup
baru dalam mengonsumsi kopi.
4. Kehadiran media sosial yang memudahkan pebisnis kedai kopi melakukan aktivitas marketing
dan promosi.
Melihat perkembangan faktor-faktor pendorong tersebut, bisnis kedai kopi di Indonesia pada tahun
depan diperkirakan masih positif
6
Page 7
3. Prospek Usaha Rumput Laut Kering (Dried Seaweed)
Indonesia adalah salah satu penghasil Rumput Laut terbesar dunia. Jenis Rumput Laut yang banyak
dikembangkan adalah Gracillaria, Eucheuma Cottoni, Eucheuma Spinosum. Berdasarkan data
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2024 produksi Rumput Laut nasional mencapai lebih
dari 9 juta ton. Selama ini Rumput Laut masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 60% dari total
produksi perikanan budidaya nasional.
Saat ini Indonesia merupakan produsen terbesar kedua di dunia setelah China, khususnya untuk jenis
eucheuma cottoni dan menguasai lebih dari 80% pangsa pasar dengan tujuan ekspor ke China. Namun
demikian, hampir 80% masih didominasi bahan baku mentah, hanya 20% yang diserap untuk kebutuhan
industri dalam negeri.
Pemerintah berkomitmen untuk mengandalkan industrialisasi Rumput Laut nasional salah satunya
dengan menyiapkan peta jalan industrialisasi Rumput Laut nasional melalui Peraturan Presiden (Perpres)
Nomor 33 tahun 2019 tentang Roadmap Industrialisasi Rumput Laut Nasional. Hal itu untuk memastikan
bahwa ketersediaan bahan baku dan kualitas Rumput Laut terus terjaga baik untuk ekspor maupun
memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini memberikan keyakinan terhadap peningkatan usaha
Perseroan ke depan.
Menurut data Asosiasi Rumput Laut Indonesai (ARLI), Indonesia termasuk di dalam wilayah Coral
Triangle yang merupakan tempat yang cocok untuk membudidayakan Rumput Laut di wilayah pesisir.
Prospek olahan Rumput Laut dalam negeri pun masih besar karena banyak industri yang membutuhkan
hasil olahan agar-agar dan karagenan sebagai bahan untuk pengenyal, pengemulsi, pengental, dan
penjernih untuk bahan pencampur alami, juga untuk pupuk. Selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan
makanan, juga untuk industri farmasi serta obat dan kosmetik.
4. Minuman Isotonik dan Air Minum Dalam Kemasan
Perseroan melakukan distribusi perdana produk baru yaitu minuman tinggi vitamin C merek
“Sunkist” dan air minum dalam kemasan (AMDK) merek “AirAlam” tahun 2021. Area distribusi
secara nasional dan diharapkan menjadi produk unggulan bagi Perseroan. Target pasar di modern
market maupun tradisional market. Distribusi AirAlam saat ini mencakup wilayah pulau Jawa dan
Sumatera. Kedepannya, Perseroan mentargetkan distribusi produk ini secara nasional. Distribusi
perdana kedua produk ini sesuai dengan rencana Perseroan yang ingin menambah klasifikasi
produk. Air minum merupakan kebutuhan utama manusia sehingga diharapkan kedua produk ini
dapat diterima oleh masyarakat dan meningkatkan pendapatan bagi Perseroan.
Perbandingan Target dan Proyeksi
Perseroan menargetkan pertumbuhan sebesar 10% di tahun 2025. Hal ini didasarkan pada
pertumbuhan yang dicapai Perseroan tahun sebelumnya. Komiditas Biji Kopi menjadi harapan untuk
menyumbang pertumbuhan terbesar bagi Perseroan, kemudian air mineral dan Sunkist juga diharapkan
mampu menambah pendapatan. Perseroan menerapkan kebijakan yang ketat dan hati-hati dalam
menjalankan usaha. Hal utama yang dilakukan adalah efisiensi di semua bidang, kemudian
mengevaluasi kebijakan keuangan yang berhubungan dengan proyek-proyek baru.
7
Page 8
4. IKTISAR DATA KEUANGAN
Iktisar data keuangan PT Wahana Pronatural Tbk untuk 3 (tiga) tahun terakhir adalah sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah, kecuali disebutkan lain)
2022 2023 2024
Disajikan Kembali
HASIL USAHA
Penjualan Bersih 330.020 420.954 2.122.330
Laba Kotor 2.758 11.898 24.648
Laba (Rugi) Usaha (5.957) (359) 518
Laba (Rugi) Komprehensif (4.048) 236 784
POSISI KEUANGAN
Modal Kerja Bersih 27.856 25.868 25.868
Jumlah Aset Lancar 53.626 85.785 39.582
Jumlah Aset Tidak Lancar 43.878 46.150 47.004
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 25.770 59.917 13.714
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 719 766 835
Jumlah Ekuitas 71.015 71.252 72.036
RASIO USAHA (%)
Laba Kotor / Penjualan Bersih
0.84 2.83 1.16
(Gross Profit Margin)
Laba (Rugi) Usaha / Penjualan Bersih
(1.81) (0.09) 0.02
(Operating Profit Margin)
Laba (Rugi) Komprehensif / Penjualan
Bersih (1.23) 0.06 0.04
(Net Profit Margin)
Laba (Rugi) Komprehensif / Jumlah Aset
(4.15) 0.18 0.91
(Return On Assets)
Laba (Rugi) Komprehensif / Jumlah Ekuitas
(5.70) 0.33 1.09
(Return On Equity)
RASIO KEUANGAN (%)
Aset Lancar / Liabilitas Jangka Pendek
(Current ratio) 208.09 143.17 288.62
Liabilitas / Ekuitas
(Debt to Equity) 37.30 85.17 20.20
Liabilitas / Aset
(Debt to Assets) 27.17 45.99 16.80
8
Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Golden Phoenix
p.2 ×2
unresolved
org
PT Wahana Yuda Mandiri. Setelah
p.2
unresolved
org
PT Wahana Phonix Mandiri.
p.2 ×3
unresolved
org
PT Phonix Mas Persada
p.2 ×2
unresolved
org
PT. Surya Pelangi Mandiri
p.3
unresolved
org
PT. Pesona Bangun Mandiri
p.3
unresolved
org
Kementerian Kelautan dan Perikanan
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.