Back to announcement
20250616_LAJU_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31895575_lamp1.pdf
Other Text extracted LAJUSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 13
Page 1
PERMINTAAN PENJELASAN
PT Jasa Berdikari Logistics Tbk
Aspek Laporan Keuangan
1. Perseroan membukukan penurunan laba bersih sebesar Rp10,88 miliar atau 85,13% di tahun
2024 menjadi sebesar Rp1,9 miliar dari sebelumnya di tahun 2023 sebesar Rp12,78 miliar.
Penurunan laba Perseroan tidak sejalan dengan kenaikan Penjualan sebesar Rp21,13 miliar atau
12,67% di tahun 2024 sebesar menjadi Rp187,91 miliar dari sebelumnya di tahun 2023 sebesar
Rp166,79 miliar. Hal ini dapat dilihat juga dari penurunan GPM Perseroan menjadi 15% di tahun
2024 dari sebelumnya 23% di tahun 2023.
Di antara beban komponen beban pokok pendapatan yang naik, terdapat beban yang naik
porsinya atas pendapatan yaitu beban Sewa, Perbaikan dan pemeliharaan, dan beban Fasilitas
Pendukung. Beban Sewa di tahun 2024 sebesar 14% dari Pendapatan, naik dari tahun 2023 dan
2022 yang hanya berkisar 10%. Beban Perbaikan dan pemeliharaan di tahun 2024 sebesar 7%
dari Pendapatan, naik dari tahun 2023 dan 2022 yang berkisar 3%-4%. Beban Fasilitas
pendukung di tahun 2024 sebesar 4% dari Pendapatan, naik dari tahun 2023 dan 2022 yang hanya
berkisar 1%. Kenaikan beban-beban ini adalah yang paling berkontribusi pada penurunan laba
Perseroan.
Atas hal tersebut, Perseroan diminta untuk menjelaskan:
a. Apa latar belakang dari segi bisnis dan operasional yang menyebabkan kenaikan beban pokok
pendapatan lebih besar dari kenaikan pendapatan pada tahun 2024?
b. Apa latar belakang kenaikan beban sewa dan porsi kontribusinya terhadap pendapatan di
tahun 2024?
c. Apa latar belakang kenaikan beban penyusutan dan porsi kontribusinya terhadap pendapatan
di tahun 2024?
d. Apa latar belakang kenaikan beban perbaikan dan pemeliharaan dan porsi kontribusinya
terhadap pendapatan di tahun 2024?
e. Apa latar belakang kenaikan beban fasilitas pendukung dan porsi kontribusinya terhadap
pendapatan di tahun 2024?
f. Penjelasan mengenai natur/sifat beban fasilitas pendukung.
g. Rincian beban fasilitas pendukung.
h. Rincian beban sewa berdasarkan jenis aset yang disewa.
i. Rincian beban perbaikan dan pemeliharaan berdasarkan jenis asetnya.
j. Apa alasan tingginya beban perbaikan dan pemeliharaan sedangkan aset tetap kendaraan
Perseroan sebagian besar diperoleh dalam kurun waktu 4 tahun ke belakang?
k. Bagaimana target laba rugi yang telah ditetapkan Perseroan untuk tahun 2025?
l. Apa strategi usaha yang akan dilaksanakan Perseroan di tahun 2025 untuk meningkatkan
pendapatan, laba kotor dan laba bersihnya?
1
Page 2
Jawaban Perseroan:
Pada tahun 2024, Perseroan menghadapi sejumlah tantangan yang berdampak langsung
terhadap kenaikan beban pokok pendapatan. Salah satu faktor utama adalah kelangkaan BBM
bersubsidi (bio-solar) di beberapa wilayah operasional serta volatilitas harga bahan bakar
non-subsidi (Dexlite).
Salah satu akibat dari kondisi tersebut menyebabkan terjadinya antrean panjang pada SPBU
yang berisiko menghambat kecepatan dan ketepatan waktu pengiriman barang ke toko-toko
pelanggan. Untuk menjaga komitmen layanan pengiriman, Perseroan mengambil langkah
strategis dengan menyewa armada tambahan dari pihak ketiga sebagai armada cadangan
sementara yang tercermin dengan kenaikan beban sewa.
Kami mencatat, penyewaan armada tambahan ini selama tahun 2024 senilai berkisar Rp 5
milyar. Kedepannya Perseroan mengantisipasi hal ini dengan menambah armada di tahun
2024 dan khusus untuk pelanggan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), Perseroan
melakukan renegosiasi tarif angkutan yang akhirnya telah disetujui bersama dan diterapkan
sejak April 2025.
Perseroan menjalankan kebijakan peremajaan armada secara berkala, di mana usia maksimal
kendaraan operasional untuk jenis tertentu dibatasi hingga lima tahun. Salah satu hal yang
mendasari kebijakan ini adalah perjanjian Perseroan dengan MIDI yang mencantumkan
pembatasan usia armada tipe tertentu (CDE/CDD) maximum 5 tahun dan juga didasari oleh
hasil kajian Perseroan sendiri dimana setelah usia 5 tahun, tren biaya perawatan dan
perbaikan kendaraan menjadi semakin tinggi.
Sejalan dengan peremajaan armada, Perseroan juga menambah jumlah unit kendaraan dari
452 unit di tahun 2023 menjadi 504 unit pada tahun 2024. Peningkatan jumlah armada ini,
ditambah dengan kenaikan harga pembelian unit kendaraan mendorong naiknya beban
penyusutan.
Berdasarkan catatan kami, dari total 504 unit kendaraan di 31 Desember 2024 terdapat
terdapat 32% kendaraan dengan usia diatas 3 tahun yang berkontribusi secara signifikan
terhadap kenaikan biaya perawatan dan perbaikan kendaraan. Sebagai tambahan informasi,
Perseroan juga meremajakan 165 unit kendaraan sepanjang tahun 2024.
Beban fasilitas pendukung sebagian besar adalah beban container handling. Beban ini timbul
dari pengembangan bisnis baru Perseroan dari jasa pengiriman barang via laut (container),
terutama untuk pelanggan MIDI. Peningkatan beban fasilitas pendukung sejalan dengan
meningkatnya layanan pengiriman kontainer yang juga berkontribusi terhadap pendapatan
perusahaan. Adapun kontribusi pendapatan via laut sepanjang 2024 adalah Rp 7,5M (4% dari
total pendapatan).
Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 208,6M di tahun 2025 dengan Net Profit
Margin sebesar 6%.
Menghadapi tantangan di tahun 2025 Perseroan melakukan strategi usaha dengan:
• mengoptimalkan utilisasi armada (menerapkan sistem pemantauan kendaraan berbasis
GPS dan mengurangi down time dengan memastikan perawatan dan perbaikan
kendaraan)
• menambah dan memperdalam bisnis alternatif terutama non MIDI (pelanggan baru,
pengiriman laut, bisnis pengiriman angkutan halal, dll)
• mengeksplorasi solusi inovatif (menjajaki penggunaan kendaraan listrik)
2
Page 3
• meningkatkan kemampuan dan ketrampilan karyawan dengan berbagai pelatihan dan
sosialisasi prosedur (ISO 9001:2015).
2. Merujuk pada CALK 22 Pendapatan usaha, pada tahun 2024 dan 2023, Perseroan memiliki
ketergantungan pendapatan kepada PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Hal tersebut dapat
dilihat jumlah pendapatan usaha didominasi oleh MIDI pada tahun 2024 dan 2023 masing-masing
sebesar Rp162,9 miliar dan Rp145,3 miliar atau 86,69% dan 87,12% dari total pendapatan. Atas
hal tersebut, Perseroan diminta untuk menjelaskan:
a. Bagaimana strategi Perseroan untuk mengurangi ketergantungan pendapatan kepada MIDI?
b. Bagaimana risiko dari ketergantungan pendapatan Perseroan terhadap MIDI?
c. Apakah dengan tingginya ketergantungan kepada MIDI, Perseroan tidak memiliki
bargaining power dalam negosiasi perjanjian kerja sama? Jika ada, jelaskan bargaining
power Perseroan.
d. Apakah saat ini Perseroan telah memiliki pelanggan strategis lainnya? Jelaskan.
Jawaban Perseroan:
Perseroan menyadari pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap MIDI dan telah
melakukan diversifikasi pelanggan melalui ekspansi layanan ke pihak lain. Risiko
ketergantungan tetap dikelola melalui komunikasi intensif dan hubungan jangka panjang
yang baik selama lebih dari 15 tahun (sejak tahun 2010) yang menunjukkan adanya posisi
tawar yang seimbang.
Hal ini tercermin dengan keberhasilan Perseroan dalam renegosiasi tariff yang disepakati
bersama pada April 2025.
Perseroan juga memiliki pelanggan strategis lain seperti PT Mulia Keramik Indahraya
(produsen keramik), PT Tirta Sukses Perkasa (air minum kemasan Club), dan PT Indomarco
Adi Prima (distribusi consumer goods) sebagai langkah konkret memperluas kontribusi
pendapatan secara lebih seimbang dan berkelanjutan ke depannya.
Adapun secara dinamis bisnis Perseroan dari pelanggan strategis ini terus mengalami
peningkatan dengan nilai sebesar Rp 25,01M di 2024 (2023: Rp 21,49M). Walaupun
Perseroan juga kehilangan salah satu pelanggannya yaitu PT Sooplai Indonesia Pratama
(e-commerce Sirclo) yang mengalami kemunduran bisnis dan menutup beberapa gerai
distribusinya sepanjang 2024. Kontribusi pendapatan Sirclo di 2024 adalah sebesar Rp 1,42M
(2023: Rp 10,43M)
Nama Pelanggan 2024 2023
MIDI : Rp 162,90M Rp 145,30M
TSP : Rp 11,70M Rp 9,69M
Sirclo : Rp 1,42M Rp 10,43M
Lain-lain : Rp 11,89M Rp 1,37M
Total Rp 187,91M Rp 166,79M
3
Page 4
3. Berdasarkan CALK 24 Beban Umum dan Administrasi, berikut adalah rincian dari beban umum
dan administrasi Perseroan:
Audited Mutation (Rp) Mutation (%) %
2024 to Sales
2023 2022 2024- 2023- 2024- 2023- 2024 2023 2022
PENDAPATAN 187.915 166.785 147.918 2023
21.130 202218.867 2023 13 2022 13
BEBAN UMUM DAN % % 0% 0% 0%
Gaji, upah dan tunjangan
ADMINISTRASI 16.118 13.475 10.098 2.643 3.377 20 33 9% 7% 7%
Transportasi 1.205 1.101 1.288 104 - 9%% %- 1% 1% 1%
Biaya IT dan umum 1.037 1.144 689 - 455
187 - 66
14 1% 1% 0%
Jasa profesional 975 733 322 242
108 411 33
9% 128
% 1% 0% 0%
Penyusutan 527 389 81 139 307 36
% 378
% 0% 0% 0%
Biaya pelatihan 442 740 250 - 490 %- 196
% 0% 0% 0%
imbalan pasca kerja 336 300 306 37
298 - 12
40 %- 0% 0% 0%
lain-lain 677 86 109 591 7- 689
% 2%- 0% 0% 0%
Total 21.317 17.967 13.144 3.350 4.823 19%% 37%
21 11% 10% 9%
%
Dari tabel tersebut, dapat dilihat bahwa terdapat kenaikan pada Biaya IT dan Umum, Penyusutan,
Jasa Profesional, Biaya pelatihan, dan lain-lain setelah Perseroan melakukan IPO. Atas hal
tersebut, Perseroan diminta untuk menjelaskan:
a. Latar belakang kenaikan Beban IT dan Umum di tahun 2023 dan 2024.
b. Latar belakang kenaikan Beban Jasa Profesional pada tahun 2023 dan 2024.
c. Latar belakang kenaikan Biaya Pelatihan di tahun 2023 dan penurunan di tahun 2024.
d. Latar belakang kenaikan biaya lain-lain di tahun 2024.
e. Rincian biaya IT dan umum per masing-masing pihak untuk tahun 2023 dan 2024.
f. Rincian biaya IT dan umum per masing-masing jasa dan/atau barang untuk tahun 2023
dan 2024.
g. Rincian biaya jasa profesional per masing-masing pihak dan jasanya untuk tahun 2023
dan 2024.
h. Rincian biaya lain-lain per masing-masing jasa dan/atau barang untuk tahun 2024.
Jawaban Perseroan:
Sesuai dengan misi Perseroan untuk menjadi perusahaan jasa transportasi dan logistik yang
menawarkan pelayanan prima dan didukung oleh tenaga ahli yang berpengalaman di
bidangnya serta memanfaatkan teknologi secara optimal, Perseroan melakukan investasi
dalam pengembangan sistem transportasi terintegrasi berbasis GPS (McEasy) guna
meningkatkan efisiensi operasional.
Perseroan juga menyelenggarakan program pelatihan bagi karyawan dan mitra pengemudi
untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka sesuai bidang masing-masing.
Selain itu, implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sertifikasi Halal turut
meningkatkan kebutuhan akan jasa profesional. Seluruh inisiatif ini menjadi faktor utama atas
kenaikan beban IT dan Umum, Jasa Profesional, Pelatihan, serta Biaya Lain-Lain 2024.
Sebagai tambahan informasi, biaya jasa profesional sebagai berikut:
2024 2023
Audit Laporan Keuangan, Laporan Tahunan
& Aktuari : Rp 0,29M Rp 0,29M
Biaya Tahunan KSEI, BEI, OJK, BAE, AEI, :
ICSA, Konsultan Hukum dan Pajak Rp 0,30M Rp 0,30M
Sertifikasi ISO 9001:2015, Halal, lain-lain : Rp 0,38M Rp 0,14M
Total Rp 0,97M Rp 0,73M
4
Page 5
Biaya lain-lain sebagian besar berisi biaya CSR dimana Perseroan mengadakan program
selama 2024 yang antara lain adalah: membantu tunggakan biaya pendidikan anak-anak
kurang mampu sehingga dapat melanjutkan pendidikan sekolahnya, mendukung program
pendidikan dan perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus dan kegiatan donor darah.
4. Merujuk pada CALK 15 Perpajakan, Perseroan mengalami lebih bayar pajak penghasilan badan
sebesar Rp3,19 miliar yang diakui sebagai pajak dibayar di muka. Atas hal tersebut, Perseroan
diminta untuk menjelaskan:
a. Apakah Perseroan akan melakukan restitusi atas lebih bayar pajak tersebut?
b. Bagaimana proses pemeriksaan pajak atas lebih bayar pajak penghasilan badan tersebut
sampai dengan saat ini?
Jawaban Perseroan:
Perseroan belum mengajukan restitusi dan hingga saat ini belum terdapat proses pemeriksaan
pajak atas lebih bayar pajak penghasilan badan tersebut. Langkah selanjutnya akan
disesuaikan dengan kebijakan perpajakan dan kondisi administrasi yang berlaku.
5. Berdasarkan CALK 9 Aset Tetap, berikut adalah rincian dan mutasi aset tetap tahun 2024:
Rincian penjualan aset tetap kendaraan dengan rincian sebagai berikut:
Kendaraan 2024 2023 2022
Harga perolehan 32.146.900.00 8.658.725.00 5.515.000.00
Akumulasi Penyusutan 0- 0- 0-
Nilai Buku 17.685.716.776
14.461.183.22 4.764.997.188
3.893.727.812 1.759.375.313
3.755.624.687
Harga Jual 4
14.621.328.49 3.839.592.18 3.000.000.00
Laba (rugi) penjualan 4
160.145.270 3- 0-
aset 54.135.629 755.624.687
Persentase Penyusutan 55% 55% 32%
Dari tabel tersebut, dapat dilihat bahwa aset tetap yang dijual rata-rata baru disusutkan sekitar
50%. Atas hal tersebut, Perseroan diminta untuk menjelaskan:
a. Latar belakang Perseroan melakukan penjualan aset tetap yang rata-rata baru disusutkan
separuhnya.
b. Kebijakan pengelolaan dan penjualan aset tetap Perseroan.
5
Page 6
c. Rincian penjualan aset tetap per masing-masing pihak dan hubungan sifat hubungan apakah
berelasi atau pihak ketiga.
d. Rincian dari aset dalam penyelesaian.
Jawaban Perseroan:
Perseroan memiliki kebijakan peremajaan armada secara berkala, dengan batas usia maksimal
kendaraan operasional adalah lima tahun. Meskipun secara pembukuan aset tetap disusutkan
selama delapan tahun, Kebijakan ini untuk menghindari peningkatan biaya perawatan yang
signifikan pada kendaraan berusia di atas lima tahun, dan menjadi bagian dari strategi
pengelolaan aset tetap yang bertujuan memastikan armada tetap dalam kondisi optimal,
efisien, dan andal dalam mendukung layanan logistik Perseroan.
Penjualan aset tetap Perseroan dilakukan melalui proses penawaran dari beberapa calon
pembeli dengan penawaran tertinggi sebagai pemenang. Adapun selama 2024, terdapat
beberapa penjualan aset kepada perusahaan berelasi yaitu PT Cakrawala Nusantara Express
(CNE) yang bergerak di bisnis kurir (pengantaran paket e-commerce)
Didalam aset dalam penyelesaian terdapat pembangunan fisik bengkel dan pembelian
peralatan dan perlengkapan bengkel. Sampai saat ini persentase penyelesaian pembangunan
telah mencapai 90% dengan estimasi selesai di bulan Juli 2025.
6. Berdasarkan CALK 11 Utang Bank Jangka Pendek, Perseroan memiliki pinjaman bank jangka
pendek sebagai berikut:
Pinjaman bank yang diterima dari PT Bank Index Selindo dengan plafon sebesar Rp9 miliar
dijaminkan dengan tanah senilai Rp15 miliar. Nilai plafon pinjaman ini terbilang jauh dari nilai
aset jaminan jika dibandingkan dengan fasilitas pinjaman yang sama dari PT Bank Maybank
Indonesia Tbk di mana Perseroan menerima plafon pinjaman sebesar Rp4 miliar dengan nilai aset
jaminan sebesar Rp5 miliar. Selain itu, pinjaman rekening koran dengan plafon sebesar
Rp7,5 miliar, dijaminkan dengan deposito berjangka dengan nilai yang sama. Atas hal tersebut,
Bursa meminta penjelasan atas:
6
Page 7
a. Apa latar belakang fasilitas PRK dari Bank Index Selindo dengan plafon sebesar Rp 9 miliar
memiliki nilai plafon yang jauh lebih rendah dari nilai wajar dan harga beli aset jaminannya?
b. Apakah Perseroan mengetahui valuasi nilai wajar dari aset tanah Cengkareng oleh pihak Bank
Indeks Selindo yang dijadikan sebagai jaminan pinjaman bank? Jelaskan.
c. Apa latar belakang fasilitas PRK dari Bank Index Selindo dengan plafon Rp7,5 miliar
dijaminkan dengan Deposito Berjangka yang dibatasi penggunaannya dengan nilai yang sama
yaitu Rp7,5 miliar?
d. Apakah Perseroan memiliki rencana untuk mengajukan kenaikan plafon pinjaman kepada
Bank Indeks Selindo? Jelaskan.
e. Mutasi saldo pinjaman bank jangka pendek yang memberikan informasi jumlah penerimaan
dan pembayaran pada tahun 2024 dan 2023.
Jawaban Perseroan:
Fasilitas penjaminan di PT Bank Index Selindo berawal dari tahun 2021 dengan pinjaman
awal berupa fasilitas Kredit Pinjaman Rekening Koran senilai Rp 9M (dengan jaminan tanah
dan bangunan di Cikarang) dan fasilitas Kredit Term Loan senilai Rp 7,5M (dengan jaminan
rumah di Alam Sutera).
Fasilitas pinjaman ini kemudian diperbarui di tahun 2023 dengan mengganti jaminan rumah
di Alam Sutera dengan deposito back to back senilai Rp 7,5M dan merubah fasilitas pinjaman
menjadi fasilitas Pinjaman Rekening Koran.
Di tahun 2022 pula dilakukan pengkinian valuasi dari jaminan tanah Cikarang melalui KJPP
Toto Suharto & Rekan dengan nilai yang baru sebesar Rp 15M.
Perseroan merasa belum perlu untuk menaikan pinjaman sebesar Rp 9M yang ada di PT Bank
Index Selindo.
Mutasi saldo pinjaman jangka pendek sebagai berikut:
Pinjaman Bank Jangka Pendek 2024 2023
Saldo awal : Rp 19,77M Rp 8,93M
Penerimaan : Rp 2,08M Rp 12,20M
Pembayaran : (Rp 1,82M) (Rp 1,36M)
Saldo akhir Rp 20,03M Rp 19,77M
7
Page 8
7. Berdasarkan CALK 12 Utang Bank Jangka Panjang, pada 22 Juli 2024, Perseroan memeroleh
fasilitas kredit investasi sliding dari PT Bank Maspion Indonesia Tbk dengan jumlah maksimal
sebesar Rp 45 miliar dengan tingkat bunga 7,75%. Per 31 Desember 2024, saldo pinjaman bank
tersebut adalah sebesar Rp 25 miliar, namun berdasarkan Laporan Arus Kas, penerimaan dari
pinjaman bank jangka panjang hanya sebesar Rp17,45 miliar. Fasilitas pinjaman ini memiliki
syarat penarikan diantaranya adalah Perseroan harus menyerahkan data/daftar kendaraan yang
dibeli dengan maksimal penarikan fasilitas adalah 100% dari nilai invoice dan ditransfer
langsung kepada Authorized Dealer dan/atau perusahaan karoseri. Di sisi lain berdasarkan
CALK 31 Informasi Tambahan Arus Kas, selama tahun 2024, Perseroan melakukan pembelian
aset tetap sebesar Rp 73,22 miliar yang seluruhnya menggunakan fasilitas pembiayaan
konsumen dari beberapa perusahaan pembiayaan. Atas hal tersebut, Perseroan diminta untuk
menjelaskan:
a. Alasan jumlah arus kas penerimaan pinjaman bank jangka panjang lebih rendah dari saldo
pinjamannya. Jika terdapat salah saji, harap berikan rincian penerimaan dan pembayaran
utang bank jangka panjang pada tahun 2024 dan 2023.
b. Apakah pinjaman bank jangka panjang tersebut dalam bentuk penarikan kas atau pembayaran
pembelian aset oleh bank kepada Dealer dan/atau perusahaan karoseri?
c. Penjelasan Perseroan atas penggunaan fasilitas kredit investasi tersebut yang tidak tercermin
pada penambahan aset tetap kendaraan Perseroan yang seluruhnya dibeli menggunakan
fasilitas pembiayaan konsumen.
d. Penjelasan Perseroan mengenai pelunasan fasilitas pinjaman bank jangka panjang dari
PT Bank Index Selindo dengan jatuh tempo di tahun 2027 yang telah habis di tahun 2023.
Jawaban Perseroan:
Merujuk pada laporan arus kas, kami menyadari telah terjadi kesalahan penyajian pada
bagian arus kas dari aktifitas pendanaan sehingga menyebabkan jumlah arus kas penerimaan
pinjaman bank jangka panjang lebih rendah dari saldo pinjamannya. Kesalahan tersebut kami
perbaiki sebagai berikut:
Sebelum Setelah
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan Penyesuaian Penyesuaian
Penerimaan dari pinjaman bank jangka pendek : Rp 10,08M -
Pembayaran pinjaman bank : (Rp 1,82M) (Rp 1,82M)
Penerimaan dari pinjaman bank jangka panjang : Rp 17,45M Rp 27,53M
Perimaan dari pelaksaan waran : Rp 0,00M Rp 0,00M
Pembayaran liabilitas sewa : (Rp 1,56M) (Rp 1,56M)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen : (Rp 48,88M) (Rp 48,88M)
Pembayaran Dividen : (Rp 1,91M) (Rp 1,91M)
Arus Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Pendanaan (Rp 26,64M) (Rp 26,64M)
Sumber pembelian aset tetap kendaraan Perseroan berasal dari pembiayaan bank dan liabilitas
pembiayaan konsumen. Untuk pembiayaan bank, baru kami lakukan di tahun 2024 dengan
pertimbangan tingkat suku bunga yang lebih rendah dibanding pembiayaan konsumen.
Setiap pembelian aset tetap kendaraan Perseroan kami lakukan dalam bentuk pembayaran
pembelian kendaraan beserta karoseri kepada Dealer.
8
Page 9
Fasilitas pinjaman bank dari PT Bank Index Selindo adalah pinjaman rekening koran
(cerukan) yang penggunaannya berdasarkan kebutuhan Perseroan sehingga terdapat
penarikan dan pembayaran yang tercermin di laporan arus kas Perseroan dan bukan
merupakan pelunasan fasilitas pinjaman.
8. Berdasarkan CALK 27 Transaksi dan Sifat Hubungan Dengan Pihak Berelasi, berikut adalah
rincian transaksi dengan pihak berelasi pada tahun 2024 dan 2023:
Terjadi kenaikan pendapatan dan biaya dari pihak berelasi masing-masing sebesar Rp2,6 miliar
dan Rp3,44 miliar di tahun 2024. Atas hal tersebut, Perseroan diminta untuk menjelaskan:
a. Latar belakang kenaikan pendapatan sewa kendaraan dan penurunan biaya perawatan
kendaraan ke PT Marc Tri Manunggal.
b. Latar belakang kenaikan biaya perawatan kendaraan kepada PT Rawat Armada Bersama.
c. Apakah PT Rawat Armada Bersama adalah pihak berelasi baru Perseroan? Jelaskan sifat
hubungan berelasinya dan sejak kapan mulai dianggap pihak berelasi.
Jawaban Perseroan:
Perseroan fokus menjalankan bisnis logistik terintegrasi dengan layanan logistik pelanggan
dedicated. Di samping itu, perusahaan berelasi yaitu PT Marc Tri Manunggal (MTM)
menjalankan bisnis penyewaan kendaraan dimana pelanggannya bersifat on-call dan
kendaraannya tidak dedicated untuk satu pelanggan saja. Kenaikan transaksi di MTM
memberikan kontribusi kenaikan pendapatan Perseroan di 2024.
Sebagai antisipasi dari meningkatnya jumlah kendaraan, maka Perseroan melakukan kerja
sama dengan perusahaan berelasi yaitu PT Rawat Armada Bersama (RABA) yang bergerak
di bidang pemeliharaan dan perbaikan kendaraan. Tujuan dari kerja sama ini adalah untuk
mengurangi down time kendaraan apalagi dirawat oleh bengkel lain (karena adanya antrian)
dan juga memastikan rutinitas perawatan kendaraan agar kerusakan dan kecelakaan dapat
ditekan seminimal mungkin.
9
Page 10
RABA didirikan pada Oktober 2023 dan mulai beroperasi sejak April 2024. RABA
merupakan perusahaan yang pemegang saham pengendalinya sama dengan Perseroan.
Selain melayani Perseroan, RABA juga memiliki pelanggan pihak ketiga seperti: PT Adi
Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Global Jet Express (JNT), PT Sumber Cipta Multiniaga, PT
Agung Solusi Trans dan lain-lain.
9. Merujuk pada CALK 6 Piutang Usaha, diperoleh informasi adanya kenaikan cadangan
penurunan nilai sebesar Rp420juta atau 5.436% di tahun 2024. Atas hal tersebut, Perseroan
diminta untuk menjelaskan:
a. Latar belakang kenaikan cadangan penurunan nilai piutang.
b. Rincian umur piutang yang dicadangkan.
Jawaban Perseroan:
Perseroan mengevaluasi akun piutang tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu tidak
memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Perseroan menggunakan
pertimbangan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas
pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan
catatan kredit dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk
mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terhutang guna mengurangi
jumla piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perseroan. Penyisihan spesifik ini
dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi
jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang.
Kenaikan cadangan penurunan nilai piutang Perseroan sebesar Rp 0,42M pada tahun 2024
disebabkan oleh peningkatan jumlah piutang usaha dengan umur lebih dari 30 hari. Namun
demikian, hingga saat laporan ini disusun, seluruh piutang yang sebelumnya dicadangkan
telah tertagih secara penuh. Rincian umur piutang yang dicadangkan mayoritas berada pada
rentang 31–60 hari.
10. Merujuk pada CALK 7 Piutang lain-lain, diperoleh informasi kenaikan piutang lain-lain sebesar
Rp472juta atau 510,4% yang seluruhnya merupakan piutang kepada karyawan pada tahun 2024.
Atas hal tersebut, Perseroan diminta untuk menjelaskan:
a. Latar belakang kenaikan piutang lain-lain lain tersebut.
b. Pertimbangan Perseroan tidak membentuk cadangan penurunan nilai atas piutang lain-lain
tersebut.
Jawaban Perseroan:
Kenaikan piutang lain-lain pada tahun 2024 terutama berasal dari peningkatan jumlah
permintaan pinjaman oleh karyawan dan mitra pengemudi. Perseroan tidak membentuk
cadangan penurunan nilai atas piutang tersebut karena pengembaliannya dilakukan melalui
pemotongan gaji atau pembayaran rutin yang telah disepakati, sehingga risiko gagal bayar
dinilai sangat rendah.
10
Page 11
11. Merujuk pada CALK 22 Pendapatan, Perseroan memiliki pendapatan dari jasa angkut,
manajemen pergudangan, dan sewa kendaraan. Namun, dalam CALK 28, Perseroan menyajikan
laba rugi, aset, dan liabilitas hanya pada satu segmen. Atas hal tersebut, Perseroan diminta untuk
menjelaskan:
a. Latar belakang Perseroan tidak memisahkan segmen usahanya.
b. Segmen usaha apa yang disajikan dalam CALK28?
c. Pembagian beban usaha per masing-masing pendapatannya.
Jawaban Perseroan:
Bisnis usaha Perseroan adalah layanan logistik terintegrasi sehingga Perseroan tidak
membuat laporan terpisah berdasarkan segmen usaha.
12. Merujuk pada Laporan Arus Kas dan CALK 11 Utang bank jangka pendek, jika dilakukan
rekalkulasi saldo utang bank jangka pendek dengan mutasi berupa saldo penerimaan dan
pembayaran utang bank jangka pendek, maka saldo akhir yang dihasilkan tidak sesuai dengan
jumlah saldo pinjaman bank jangka pendek pada laporan posisi keuangan dan CALK 11.
Perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Keterangan 2024 2023 2022
Saldo Awal (Saldo LK Tahun sebelumnya) 19.765.263.586 11.031.270.459 10.230.902.120
Penerimaan 10.077.512.500 4.000.000.000 -
Pembayaran - 1.820.462.490 - 1.362.347.686 - 1.076.022.490
Saldo Akhir 28.022.313.596 13.668.922.773 9.154.879.630
Saldo LK tahun kini 20.028.128.703 19.765.263.586 11.031.270.459
Selisih 7.994.184.893 - 6.096.340.813 - 1.876.390.829
Atas hal tersebut, Perseroan diminta untuk menjelaskan:
a. Klarifikasi mengenai mutasi saldo pinjaman bank jangka pendek tersebut dan kesesuaian
atas nilai yang disajikan pada laporan arus kas.
b. Mutasi saldo pinjaman bank jangka pendek yang sesuai dengan saldo akhirnya.
Jawaban Perseroan:
Perseroan sudah mengungkapkan mutasi saldo pinjaman jangka pendek, merujuk ke jawaban
no.6 diatas.
13. Merujuk pada Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum tanggal 15 Januari 2025, sisa
dana hasil penawaran umum Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp26 miliar
disimpan dalam instrumen kas dan setara kas yaitu Rekening Bank OCBC NISP sebesar Rp6
miliar dan Deposito Bank OCBC NISP sebesar Rp20 miliar. Adapun yang rekening bank OCBC
NISP sebesar Rp6 miliar tersebut tidak diungkapkan dalam laporan keuangan Perseroan
per 31 Desember 2024. Adapun dari rencana penggunaan dana, rencana untuk modal kerja baru
terserap sebesar 32%. Atas hal tersebut, Perseroan diminta untuk menjelaskan:
a. Penjelasan Perseroan mengenai keberadaan rekening bank OCBC NISP dengan saldo
Rp 6 miliar dan penyajiannya dalam laporan keuangan.
b. Alasan penggunaan dana untuk modal kerja baru sebesar 32%.
c. Pertimbangan Perseroan untuk menambah fasilitas pinjaman rekening koran untuk modal
kerjanya dibandingkan menggunakan dana hasil IPO.
d. Apakah Perseroan memiliki perjanjian dengan pihak lain untuk pengelolaan dana hasil IPO?
e. Apakah ada pembatasan atas penggunaan dana hasil IPO?
f. Bagaimana kebijakan penggunaan dana hasil IPO Perseroan?
11
Page 12
Jawaban Perseroan:
Saldo rekening koran bank OCBC seperti disajikan dalam Laporan Penggunan Dana hasil
Penawaran Umum sebesar Rp6 miliar merupakan bagian dari dana hasil penawaran umum
yang disimpan dalam kas dan setara kas. Namun, pada laporan keuangan per 31 Desember
2024, saldo tersebut belum disajikan secara eksplisit karena masih dalam proses rekonsiliasi
internal. Terkait penggunaan dana modal kerja yang baru mencapai 32%, hal ini merupakan
bentuk kehati-hatian Perseroan dalam menyalurkan dana secara bertahap sesuai kebutuhan
operasional. Perseroan juga memilih memanfaatkan fasilitas pinjaman rekening koran
karena biaya pendanaannya relatif lebih rendah dibandingkan cost of dari penggunaan
capital dana IPO. Dana hasil IPO dikelola secara mandiri oleh Perseroan tanpa perjanjian
dengan pihak ketiga dan tanpa pembatasan penggunaan, namun tetap digunakan sesuai
rencana yang disampaikan dalam prospektus. Kebijakan penggunaan dana mengacu pada
prinsip efisiensi, kepatuhan regulasi, dan mendukung pertumbuhan usaha secara
berkelanjutan.
14. Perseroan diminta untuk memberikan pengungkapan atas:
a. Rincian aset dalam penyelesaian, persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak, estimasi
penyelesaian, dan pengungkapan lainnya sesuai Lampiran Peraturan BAPEPAM-LK nomor
VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan (Lampiran VIII.G.7) halaman 60.
b. Pengungkapan mengenai aset tetap yang digunakan sebagai jaminan atas liabilitas sesuai
PSAK 216 Aset Tetap Paragraf 74.
c. Pengungkapan mengenai nilai wajar pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang
sesuai PSAK 107 Instrumen Keuangan: Pengungkapan Paragraf 25.
d. Pengungkapan persyaratan penting atau batasan dalam pinjaman bank jangka pendek dan
jangka panjang seperti adanya pembatasan pembagian dividen, pembatasan rasio tertentu,
dan/atau pembatasan perolehan utang baru sesuai Lampiran VIII.G.7 halaman 64.
e. Informasi pemenuhan atas pembatasan dalam poin 11.d.
f. Pengungkapan atas penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba
akuntansi sesuai PSAK 212 Pajak Penghasilan Paragraf 81c dan Lampiran VIII.G.7 halaman
81.
g. Mengungkapan mengenai sanksi perpajakan yang diterima Perseroan selama tahun 2024 dan
2023 (jika ada).
h. Alasan kenapa nilai wajar pinjaman bank jangka panjang dan liabilitas pembiayaan
konsumen jangka panjang sama dengan nilai tercatatnya.
i. Alasan kenapa nilai penyisihan laba Perseroan belum mencapai 20% dari jumlah modal
ditempatkan dan disetor penuh sesuai yang dipersyaratkan dalam undang-undang Nomor 40
Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Jawaban Perseroan:
Didalam aset dalam penyelesaian terdapat pembangunan fisik bengkel dan pembelian
peralatan dan perlengkapan bengkel. Sampai saat ini persentase penyelesaian pembangunan
telah mencapai 90% dengan estimasi selesai di bulan Juli 2025.
Perseroan telah mengungkapkan tanah di laporan aset tetap dalam laporan keuangan senilai
Rp 15M. Aset ini digunakan sebagai jaminan pinjaman Kredit Rekening Koran dengan
plafon senilai Rp 9M yang diperoleh dari PT Bank Index Selindo.
12
Page 13
Nilai wajar dari pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang sudah sesuai dengan hasil
penilaian dari lembaga independen (KJPP) yang ditunjuk oleh pihak bank dan diungkapkan
dalam CALK 29 Instrumen Keuangan demikian juga dengan Pengungkapan persyaratan
penting atau batasan dalam pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang sudah
diungkapkan dalam CALK 11 dan 12 yaitu: Utang Bank dan Utang Bank Jangka Panjang.
Tidak adanya pemisahan pinjaman bank jangka panjang dan liabilitas pembiayaan konsumen
jangka panjang, Perseroan mencatat dengan nilai perolehan.
Pengungkapan atas penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba
akuntansi
2024
Laba sebelum pajak penghasilan Rp 2,07M
Beda Temporer Rp 0,34M
Beda Tetap (Rp 1,26M)
Laba Kena Pajak Rp 1,15M
Beban Pajak Kini Rp 0,25M
Dikurangi Pajak Pengahasilan Dibayar Dimuka:
Pasal 23 Rp 3,44M
Pasal 25 Rp 0,00M
Total Pajak Pengahasilan Dibayar Dimuka Rp 3,44M
Taksiran utang (lebih bayar) pajak penghasilan Rp 3,19M
Perseroan belum mengajukan restitusi dan hingga saat ini belum terdapat proses pemeriksaan
pajak atas lebih bayar pajak penghasilan badan tersebut. Langkah selanjutnya akan
disesuaikan dengan kebijakan perpajakan dan kondisi administrasi yang berlaku.
Perseroan tidak memiliki sanksi perpajakan selama tahun 2024 dan 2023
Saat ini penggunaan laba ditahan untuk digunakan mendukung penguatan struktur
permodalan kerja serta pembiayaan kebutuhan ekspansi operasional. Penyisihan cadangan
wajib akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan rencana
bisnis Perseroan. Perseroan berkomitmen untuk memenuhi ketentuan tersebut di masa
mendatang.
15. Informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi
kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan.
Jawaban Perseroan:
Perseroan tidak memiliki informasi, fakta material atau kejadian penting lainnya yang material
dan dapat mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan serta dapat mempengaruhi harga
saham perusahaan yang diungkapkan ke publik.
13
Names mentioned 22 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Mulia Keramik Indahraya
p.3
unresolved
org
PT Tirta Sukses Perkasa
p.3
unresolved
org
PT Indomarco Adi Prima
p.3
unresolved
org
PT Sooplai Indonesia Pratama
p.3
unresolved
org
PT Cakrawala Nusantara Express
p.6
unresolved
org
PT Bank Index Selindo
p.6 ×7
unresolved
org
Bank Indeks Selindo
p.7 ×2
unresolved
org
KJPP Toto Suharto & Rekan
p.7
unresolved
org
KJPP Toto Suharto
p.7
unresolved
org
PT Bank Index Selindo. Mutasi
p.7
unresolved
org
PT Marc Tri Manunggal.
p.9 ×2
unresolved
org
PT Rawat Armada Bersama.
p.9 ×3
unresolved
org
PT Global Jet Express
p.10
unresolved
org
PT Sumber Cipta Multiniaga
p.10
unresolved
org
PT Agung Solusi Trans
p.10
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.12 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.