Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Page 2
PUBLIC EXPOSE 2025
PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk.
(“Perseroan”)
Public Expose Perseroan Tahun 2025 telah diselenggarakan pada:
Hari/ Tanggal : Rabu, 11 Juni 2025
Waktu : 13.00 WIB - selesai
Tempat : Grand Ballroom Menara Bripens
Jl. Jenderal Gatot Subroto, Kav. 9-11, Jakarta 12930
Dihadiri oleh:
A. Manajemen Perseroan:
Direktur Utama :Andika Purwonugroho
Direktur :Mohamad Isa Safardi
Direktur :Agung Wibawa
Direktur :Andika Andianto
B. Peserta Public Expose Tahun:
Media : 12 Orang
Investor Relations: 2 Orang
Total : 14 Orang
**daftar peserta terlampir
Urutan Acara:
1. Pembukaan
2. Presentasi
3. Tanya Jawab dan Penutup
Materi yang dipaparkan mencakup kegiatan usaha dan kinerja keuangan Perseroan selama Tahun
2024 dan Kinerja Perseroan Q1-2025, yang kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab.
Berikut adalah ringkasan dari sesi tanya jawab:
1. Hafian- Bisnis Indonesia
yang pertama soal grobogan gersik sebentar lagi beroprasi dan majalengka semester 2 nah
mungkin itu akan tergambar di laporan keuangan kuartal 3 untuk potensi pertambahan 2 proyek
tersebut, yang kedua untuk majalengka boleh lebih teknis kira-kira?
Tanggapan :
terkait dengan CNG Station grobogan dan gresik memang kami targetkan di semester 2 ditahun
2025 ini dan hal itu juga sudah kami proyeksikan dalam rencana pendapatan kami di tahun
2025 yang mana pernah juga saya sampaikan di beberapa kesempatan bahwa di tahun 2025 ini
target pendapatan kami dengan tambahan 3 project baru tersebut itu sekitar 650 M jadi di
bandingkan dengan tahun ini 2024 sekitar 508 M maka kami akan memperoleh tambahan
Page 3
pendapatan sampai dengan 650 M, memang harapan kami untuk project yang di grobogan dan
gresik sudah siap beroprasi memang kami targetkan di kuartal 3 tahun 2025 dan untuk
majalengka karna groundbreaking nya pada 2024 bulan November kami juga targetkan di
kuartal 4 2025 bahwa proyeksi tambahan yang kami sampaikan itu memang dengan asumsi
kapasitas produksinya belum full 100% untuk ketiga project itu jadi masih bertahap karna
masih dalam tahap awal namun kami berusaha untuk bisa bagaimana memaksimalkan dengan
produksi yang ada dimana untuk saat ini customer pelanggan kami yang di proyeksikan
memang di supplay dari CNG grobogan dan gresik itu saat ini sudah kami layani dari CNG
Station waru dan cikarang, jadi sudah kami persiapkan juga maka saat beroprasi itu tinggal di
alihkan kepada CNG Station yang baru maka itulah mengapa pad akuartal pertama ini
pencapaikan profitnya menurun memang karna dari sisi biaya transportasi ada suplay
sementara dari eksisting CNG Station kami kepada pelanggan yang seharusnya lebih deket
dengan CNG Station yang baru itu menambah biaya transportasi kami, tapi harapannya dengan
beroprasinya CNG Station yang baru itu dapat mengefesienkan biaya transportasi kemudian
bisa meningkatkan pendapatan kami sebagai pendapatan kami yang baru dengan adanya
kapasitas baru serta pelanggan-pelanggan baru yang saat ini memang masih menunggu untuk
bisa dilayani karna keterbatasan supplay dari CNG Cikarang karna jarak yang terlalu jauh dan
dari CNG Jawa Timur itu yang pertama, kemudian untuk yang kedua terkiat dengan deviden
sesuai dengan yang disampaikan pada RUPS bahwa tahun ini tahun 2024 kami memperoleh
laba bersih 9,4 M dari laba bersih itu kami alokasikan untuk deviden 50% dari laba bersih yaitu
sekitar 4,7 M kemudian untuk operasional perseroan sekiat 3,7 M dan saldo ditahan 1 M. Jadi
Kalau dihitung dari 4,7 M atau 50% dari laba bersih yang kami distribusikan untuk para
pemegang saham itu sama dengan 2,65 rupiah perlembar saham, jadi sudah diputuskan tadi di
RUPS untuk laporan tahunan 2024.
2. Nana – Warta Ekonomi
berapa besar belanja modal atau capex yang di alokasikan tahun ini dan dari mana sumber
pembiayaannya ?
Tanggapan:
rencana capex kami 2025 sebagaimana telah kami sampaikan di KAP itu sebesar kurang lebih 20
M yang itu akan kita gunakan untuk pembelian equipment bisnis CGAS, untuk pendanaan kami
ada 2 sumber pendanaan, yang pertama dari alokasi laba perusahaan cashflow dan yang kedua
dari lembaga keuangan.
3. Rizki – Emiten News
terkait bisnis di sektor CNG dan LNG sendiri seperti apa si persaingannya menurut perseroan
dan market perseroan saat ini seperti apa? Lalu pertimbangan perseroan menyasar beberapa
wilayah yang tadi disebutkan itu seperti apa? Apakah potensinya begitu besar di beberapa
wilayah tersebut atau akan ada kolaborasi pemain lain di wilayah tersebut dan di wilayah-
wilayah lain?
Tanggapan :
bicara kondisi bisnis CNG saat ini memang dari sisi pesaingan sejauh ini pesaingannya masih
dalam kondisi normal, jadi karna memang bisnis CNG ini lebih kepada bagaimana dapat
mengakses sumber-sumber gas untuk didistribusikan jadi saat ini pemainnya sebagian besar
masih mengandalkan sumber-sumber gas yang berasal dari transmisi pipa gas karna itu kami
mendorong kedepan agar dapat mengakses langsung ke sumur-sumur gas yang memang
sifatnya marginal. Secara market share kami masih di atas para pemain CNG sekarang yang
tersebar di pulau jawa secara kapasitas kami adalah yang terbesar di pulau jawa dengan
market share sekitar 40% itu adalah bagian dari pertumbuhan kami dari mulai tahun 2026
pengembangan-pengembangan yang sudah di lakukan termasuk pengembangan CNG Station
baru yang akan kami bangun jadi dasar utama dari pembangunan CNG Station yang kami
lakukan yang pertama adalah dari sisi pertimbangan kebutuhan atau market size yang ada di
Page 4
wilayah itu, kemudian yang kedua adalah sumber gas tersedia di wilayah tersebut jadi memang
kalo di CNG ini dibandingkan dengan jaringan pipa yang punya fleksibilitas jauh lebih tinggi
karna dapat mengakses seluruh wilayah, kalau di jaringan pipa gas mungkin sangat terbatas
karna faktor ekonomian dan panjang pipa yang harus di bangun, CNG ini memang punya
fleksibilitas untuk menjangkau are-area yang jauh dari jaringan pipa gas oleh karena itu
pengembangan pasar kami memang ada di selat jawa bagian tengah dan selatan dimana kalau
pipa utama CGAS yang sekarang di bangun pemerintah itu ada dari gresik-semarang semarang-
cirebon cirebon-cilegon itu semua ada di utara jawa jadi semua sumber-sumber gas yang ada
di utara jawa itu ada yang didistribusikan menggunakan pipa jaringan transmisi yang ada di
utara jawa, namun untuk jaringan pipa distribusinya masih sangat terbatas karna tidak
menjangkau sampai jawa bagian tengah, oleh karena itu kenapa kami membangun CNG HUB
disitu, rata-rata lokasinya ada di jawa bagian tengah yang memang kami bangun di wilayah-
wilayah yang kami anggap mempunyai market size industri retail yang cukup besar, kota-kota
yang memang selama ini belum menikmati CNG yang dihasilkan di Indonesia yang
menggunakan bahan bakar subsidi, jadi mereka dapat menggunakan CNG yang mana dari sisi
harga memang jauh lebih murah, jadi memang CNG ini posisi harga jualnya itu ada di antara
harga jual pipa dan harga jual bahan bakar nonsubsidi jadi ada di tengah-tengah harga
tersebut sehingga memang ketertarikannya cukup besar karna mereka juga butuh
penghematan daya energi yang rata-rata kebutuhan energi itu dari struktur biaya mereka
hampir 30-40% jadi dengan adanya CNG ini mereka juga dari sisi produksi jauh lebih efesien
dan juga mereka punya bahan bakar yang jauh lebih bersih dibandingkan dengan mereka
menggunakan bahan bakar minyak,
jadi memang kedepan kami justru memfokuskan ke daerah-daerah yang belum ada jaringan
pipa gas dan di Indonedia ini pembangunan kawasan ekonomi juga tersebar di seluruh wilayah
yang memang dasar dari penentuan wilayahnya masih berdasarkan upah jadi bukan karna
ketersediaan yang ada, ajdi kami coba akan kembangkan kesana dengan adanya tambahan di
majalengka kemudian di grobogan dan gresik secara infrastruktur sebenarnya kami sudah ada
di seluruh wilayah jawa, memang ini yang kami fokuskan dan di jawa ini masih sangat besar
pasarnya jadi kenapa tidak ke sumatra, kalimantan atau sulawesi itu memang karna faktor
pasar yang kami jadi pertimbangan utama untuk perkembangan infrastruktur CNG yang ada di
pulau jawa dan kedepan kami coba menggunakan LNG karna LNG yang kami bangun ini
skalanya mikro dan ini juga kan menjadi entripoint mungkin untuk pengembangan struktur
natural gas yang ada di Indonesia yang nanti bisa mengakses sumur-sumur yang jauh dari
jaringan pipa gas dan jauh dari remot-remot area yang selama ini tidak bisa di komersialkan
karena faktor ekonomian dari sisi investasi dan dari sisi pembangunan distribusinya.
Setelah sesi tanya jawab, acara Public Expose ditutup pada pukul 14.00 WIB
Demikian Laporan Public Expose ini kami sampaikan.
PT CITRA NUSANTARA GEMILANG Tbk
Jl. Kalimalang No.126,
Tegal Gede, Cikarang Selatan
Bekasi, Jawa Barat 17550
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.