Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Public Expose
PT Integra Indocabinet Tbk
Hari/tanggal : 10 Juni 2025
Waktu : 13:30 WIB - Selesai
Acara : Annual Public Expose (Paparan Publik Tahunan)
Pembicara:
1. Bapak Wang Sutrisno - Direktur
Materi paparan
1. Sekilas Perusahaan
2. Jejak Langkah Perusahaan
3. Struktur Perusahaan
4. Vertical Integrated Operation
5. Kapasitas Produksi
6. Pemaparan produk Perusahaan
7. Iktisar Keuangan
8. Kinerja Perseroan
Sesi Tanya Jawab
1. David Tontowi – Investor Public
Pertanyaan:
a. Mengapa penjualan building component meningkat signifikan dibanding penurunan
penjualan furniture? Apakah ini memang merupakan strategi penjualan Perseroan atau
ada perubahan demand juga dari sisi konsumen?
b. Apakah ada dampak tarif impor US yang baru (akan) diberlakukan terhadap ekspor
Perseroan mengingat US adalah pasar terbesar penjualan? Apakah tarif tersebut
memperketat persaingan dengan kompetitor atau justru menguntungkan Perseroan?
Bagaimana market share produk Perseroan di US, apakah meningkat atau menurun
dibanding Vietnam, China, dll?
c. Bagaimana prospek penjualan rumah di US yg cenderung stagnan terhadap prospek
penjualan dan kinerja Perseroan?
d. Bagaimana target pendapatan dan laba Perseroan untuk tahun 2025 ini?
e. Berapa nilai dan kontribusi pendapatan dari kredit karbon yang dihasilkan Perseroan
sejauh ini? Bagaimana kontribusi kredit karbon terhadap total pendapatan Perseroan ke
depannya?
Page 2
f. Seberapa besar kontribusi pendapatan dari sumber lain terhadap total pendapatan
WOOD? Apakah kontribusi ini cukup signifikan untuk mempengaruhi kinerja keuangan
perusahaan?
g. Bagaimana perkembangan proyek kerja sama dengan Ciputra saat ini? Dan seberapa
besar kontribusi proyek tersebut kepada WOOD?
Jawaban:
a. Peningkatan Pendapatan WOOD sempat melonjak di 2020–2021, terutama karena
meningkatnya permintaan pada segmen building component, yang memang sangat
terpengaruh oleh kondisi pasar properti Amerika. Saat suku bunga turun dan sektor
properti membaik, segmen ini langsung terdorong naik. Tapi saat pasar mulai melambat
di 2022–2023, penjualannya pun ikut melemah. Dibanding furniture, segmen ini lebih
sensitif terhadap fluktuasi suku bunga KPR.
Di sisi lain, WOOD juga menghadapi tantangan dari ketergantungan pada pembeli besar
seperti Target, yang saat penjualannya turun, ikut menyeret performa perusahaan. Untuk
mengurangi risiko ini, WOOD telah mulai membangun pasar sendiri di Amerika lewat
merek mereka, sekaligus memperluas basis pelanggan agar tidak terlalu bergantung pada
satu atau dua nama besar.
b. Sebagai eksportir besar ke Amerika, WOOD tentu tidak lepas dari dampak tarif impor yang
diberlakukan di sana. Saat ini tarif masih 10%, tapi semuanya masih menunggu sampai
aturan baru mulai jalan sekitar Juli atau Agustus nanti. Eksportir seperti Vietnam dan
Kamboja diperkirakan akan dikenakan tarif lebih tinggi, sedangkan Malaysia mungkin
lebih ringan bebannya. Walaupun situasinya belum jelas dan sulit ditebak, WOOD sejauh
ini masih aman karena tidak ada penurunan pesanan yang berarti, dan terus membuka
segmen baru buat jaga laju pertumbuhan tetap stabil.
c. Sampai sekarang, The Fed masih belum memberi sinyal jelas soal penurunan suku bunga,
jadi bunga KPR di Amerika juga masih cukup tinggi. Karena itu, dampaknya ke pasar belum
kelihatan secara nyata. Tapi sejauh ini permintaan dari pasar AS masih ada, walaupun
WOOD tetap pasang kuda-kuda kalau sewaktu-waktu permintaan mulai turun, apalagi
kalau suku bunga tidak kunjung turun dalam waktu dekat.
d. Tahun ini WOOD menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 20%, dan melihat hasil di
kuartal pertama, manajemen masih cukup optimis target itu bisa tercapai—bahkan ada
kemungkinan naik jadi 25% sampai akhir tahun. Tapi tetap saja, target ini masih bisa
berubah tergantung hasil pengumuman soal kebijakan tarif baru yang rencananya keluar
tanggal 9 Juli, karena hal itu bisa berdampak langsung ke pasar ekspor Amerika.
Page 3
e. WOOD berharap perdagangan karbon bisa segera jalan, baik di level nasional maupun
internasional. Perusahaan juga sudah ambil langkah awal dengan daftar ke organisasi
terkait sebagai bentuk kesiapan. Meskipun kontribusinya sekarang masih diprediksi di
bawah 5% dari total pendapatan, ada peluang tumbuh sampai 30% kalau harga dan
volume karbon di pasar global naik signifikan. Tapi karena pasar karbon masih cukup
fluktuatif, Perseroan belum bisa melakukan proyeksi pasti untuk saat ini.
f. Pendapatan dari penjualan limbah dan sumber lain memang naik-turun setiap tahunnya,
jadi wajar kalau persentase kontribusinya ke pendapatan juga tidak terlalu banyak. Tapi
secara nominal, angkanya masih kecil dan tidakterlalu berpengaruh besar ke keseluruhan
kinerja keuangan Perseroan.
g. Proyek perumahan WOOD telah menyelesaikan seluruh perizinan dan tinggal menunggu
peluncuran, disesuaikan dengan kondisi pasar mengingat daya beli masyarakat yang
masih lemah. Perseroan mempercayakan pengelolaan proyek kepada Ciputra untuk
memastikan strategi peluncuran optimal, dengan harapan dapat berkontribusi pada
penjualan—khususnya di segmen menengah ke bawah. Namun, realisasi penjualan tetap
bergantung pada harga pasar yang masih fluktuatif.
2. Lia Chaterina – media
Pertanyaan:
a. Apa keunggulan inti perusahaan yang benar-benar membedakan WOOD dari kompetitor,
dan di area mana manajemen merasa paling memahami risiko dan peluang?
b. Menurut manajemen, apa saja hal yang bisa bikin WOOD gagal dalam 5 tahun ke depan?
Dan apa yang sudah dilakukan perusahaan supaya kesalahan-kesalahan itu tidak terjadi?
Jawaban:
a. Dari segmen manufaktur, perusahaan terus menunjukkan perbaikan yang konsisten, baik
dari sisi pengelolaan maupun pengembangan produk. Salah satu keunggulan utama
Perseroan dibandingkan para kompetitornya adalah kemampuan untuk tetap bertahan
dan bersaing di pasar internasional selama bertahun-tahun berkat sifatnya yang fleksibel
dan adaptif terhadap perubahan. Perseroan mampu menyesuaikan diri dengan dinamika
pasar, perubahan teknologi, serta ketersediaan bahan baku secara cepat dan efisien.
Perseroan dikenal sebagai entitas yang responsif terhadap tuntutan pasar,
menjadikannya lebih tangguh dalam menghadapi tantangan industri global.
b. Lesson learned yang diperoleh WOOD dalam menghadapi berbagai perubahan
menunjukkan bahwa perusahaan cukup nimble dan sigap dalam merespons tantangan
yang muncul. Meski perusahaan belum dapat memprediksi secara pasti tantangan apa
yang akan dihadapi ke depan, berbagai pengalaman sebelumnya telah membentuk
kesiapan WOOD untuk mengantisipasi berbagai skenario. Bahkan sebelum kebijakan tarif
Trump diberlakukan, perusahaan telah lebih dulu menyadari pentingnya diversifikasi,
sehingga mulai melakukan penetrasi ke segmen dan pasar baru. Meskipun
ketergantungan terhadap pasar Amerika masih cukup tinggi, langkah awal diversifikasi ke
pasar Eropa menjadi bukti bahwa WOOD terus berupaya mengurangi risiko dan
membuktikan kemampuannya dalam beradaptasi terhadap dinamika global.
Page 4
3. Christian – Investor Public
Pertanyaan:
a. Kapan perkiraan waktu untuk Mutural Recognition Agreement dengan Verra bisa
terlaksana? Dan apa lagi langkah yg perlu dilakukan oleh Wood untuk bisa melakukan
transaksi karbon kredit dan berapa lama sampai Wood bisa berjualan karbon kredit?
Jawaban:
a. Perseroan memang belum mendapatkan kepastian resmi, namun berdasarkan informasi
dari beberapa sumber, ada indikasi bahwa kesepakatan akan tercapai tahun ini. Saat ini,
perusahaan tengah menjalani proses registrasi sertifikasi dengan Verra dan telah
melaporkan langkah tersebut kepada pemangku kepentingan sebagai bentuk kesiapan
perusahaan. Perseroan berharap proyek ini dapat segera diluncurkan sehingga sertifikasi
dapat diperoleh sebelum akhir tahun, dengan asumsi Mutual Recognition Arrangement
(MRA) telah diselesaikan. Dengan begitu, perusahaan dapat mulai menjalankan
perdagangan karbon baik di tingkat nasional maupun internasional.
4. SJ Hanso – Investor Public
Pertanyaan:
a. Untuk Zona Asia dan Europe, mayoritas ke negara mana saja? Mohon update progress
pengembangan real estate di Sidoarjo bersama Ciputra Grup
Jawaban:
a. Untuk kawasan Asia, terdapat beberapa tujuan penjualan building component ditujukan
ke Jepang, Thailand, dan lainnya, sementara untuk produk flooring ditujukan ke pasar
Uni Eropa, khususnya Belanda dan Jerman. Hingga saat ini, negara-negara tersebut telah
tercatat sebagai destinasi utama, dan meskipun ada potensi penambahan negara tujuan
lainnya, hal tersebut masih belum dapat dipastikan.
Page 5
Daftar Hadir No First Name Last Name Email 1 Yonatan Pratama Wijaya yonatanpratamawijaya@gmail.com 2 Lia Chaterina liachaterina1@gmail.com 3 David Tontowi davidtontowi@gmail.com 4 Antony Kusmawiraputra cecak_sip@yahoo.com 5 Amrullah Mohammad amjaya89@gmail.com 6 Didik Dio Sutrisno dio.sutrisno@gmail.com 7 Afiq Afiq firdauss2000@gmail.vom 8 Amrozi Amenan amroziamenan@gmail.com 9 Jason Fernandi jasonfernando2004@gmail.com 10 Hidayat Haris hidayatharis85@gmail.com 11 Arief Rahman ariefrmedia@yahoo.com 12 Syaharuddin Umngelo syaharuddin.umngelo@gmail.com 13 SJ Hanso sj-hanso@outlook.com 14 Faris farisadam97@gmail.com 15 Mochamad And bily.aden@gmail.com 16 Ari Dora ari.dora79@gmail.com 17 Christian Will christianwilliam1997@gmail.com
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.