Back to announcement
20250611_BCAP_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31894320_lamp1.pdf
Other Text extracted BCAPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 12
Page 1
Page 2
Lampiran
Daftar Permintaan Penjelasan
PT MNC Kapital Indonesia Tbk (Perseroan)
Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD)
1. Sehubungan dengan rencana PMHMETD Perseroan di mana Perseroan akan berencana
menerbitkan sebanyak-banyaknya 21.309.425.463 saham atau sebanyak-banyaknya 50% dari
modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Alasan dan latar belakang Perseroan merencanakan PMHMETD dibandingkan dengan opsi
pendanaan lainnya.
Tanggapan:
Perseroan merencanakan PMHMETD dibandingkan dengan opsi pendanaan lainnya dengan
pertimbangan sebagai berikut:
• Perseroan akan mendapatkan tambahan modal kerja dan untuk pengembangan digital
financial services.
• Memperkuat struktur permodalan dan keuangan Perseroan.
• Jumlah saham beredar Perseroan akan bertambah, sehingga akan meningkatkan likuiditas
perdagangan saham Perseroan.
b. Bagaimana upaya Perseroan untuk dapat mengoptimalkan penyerapan dana dari para
pemegang saham khususnya pemegang saham publik dalam rangka pelaksanaan PMHMETD
tersebut?
Tanggapan:
Perseroan akan mengoptimalkan penyerapan dana dari para pemegang saham khususnya
pemegang saham publik untuk tujuan pengembangan usaha dan digital financial services,
dengan mempertimbangkan kebutuhan dan perkembangan bisnis dari waktu ke waktu
sehingga mampu meningkatkan kinerja Perseroan dan memberikan nilai tambah kepada seluruh
pemegang saham Perseroan.
c. Informasi terkait harga pelaksanaan PMHMETD Perseroan.
Tanggapan:
Penentuan harga pelaksanaan PMHMETD paling sedikit sama dengan batasan harga terendah
saham yang diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai sebagaimana diatur dalam
Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas (Lampiran Surat Keputusan
Direksi PT Bursa Efek Indonesia tanggal 30 Maret 2023 No. Kep-00055/BEI/03-2023)
(“Peraturan BEI No. II-A”).
d. Perkiraan dana yang akan diperoleh dari pelaksanaan PMHMETD.
Tanggapan:
Saat ini Perseroan belum memiliki estimasi dana yang akan diperoleh dari pelaksanaan
PMHMETD.
e. Informasi terkait rasio PMHMETD.
Tanggapan:
Saat ini Perseroan masih mempertimbangkan rasio PMHMETD.
Page 3
f. Rencana periode Laporan Keuangan yang akan digunakan.
Tanggapan:
Saat ini Perseroan masih mempertimbangkan periode Laporan Keuangan yang akan
digunakan.
g. Komitmen dari seluruh pemegang saham pengendali dan utama untuk dapat melaksanakan
PMHMETD, termasuk rencana pelaksanaan PMHMETD lebih dari proporsi bagiannya
apabila terdapat pemegang saham lain yang tidak melaksanakan PMHMETD tersebut, jika
ada.
Tanggapan:
Saat ini Perseroan belum memperoleh komitmen dari pemegang saham pengendali dan utama
untuk dapat melaksanakan PMHMETD, termasuk rencana pelaksanaan PMHMETD lebih dari
proporsi bagiannya apabila terdapat pemegang saham lain yang tidak melaksanakan
PMHMETD tersebut.
h. Apakah terdapat calon pemodal (standby buyer) atas pelaksanaan PMHMETD tersebut? Jika
ada, agar disampaikan informasi dan profil dari calon pemodal tersebut dan apakah terdapat
hubungan afiliasi antara pemegang saham pengendali atau manajemen Perseroan dengan calon
pemodal tersebut?
Tanggapan:
Saat ini Perseroan belum memiliki calon pemodal (standby buyer) atas pelaksanaan
PMHMETD.
i. Timeline detail pelaksanaan PMHMETD Perseroan dari RUPS sampai dengan rencana
pencatatan saham hasil PMHMETD.
Tanggapan:
Saat ini Perseroan masih mempertimbangkan timeline detail pelaksanaan PMHMETD
Perseroan dari RUPS sampai dengan rencana pencatatan saham hasil PMHMETD.
2. Penggunaan dana dari PMHMETD untuk modal kerja Perseroan dan entitas anak serta peningkatan
setoran modal kepada entitas anak untuk pengembangan bisnis usaha dan digital financial services,
akan ditentukan dari waktu ke waktu sesuai dengan kebutuhan Perseroan dan entitas anak, dengan
mempertimbangkan perkembangan bisnis. Agar dijelaskan perincian penggunaan dana tersebut
dengan mengisi tabel berikut:
Keterangan Timeline Perusahaan
Jumlah %
Modal Kerja Pemenuhan Pengguna Dana
Tanggapan:
Saat ini Perseroan masih mempertimbangkan perincian alokasi penggunaan dana yang diperoleh
sehubungan dengan PMHMETD.
3. Apakah rencana pelaksanaan PMHMETD dengan rencana penggunaan dana untuk modal kerja
telah sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 dan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2019.
Page 4
Tanggapan:
Rencana penggunaan dana akan mengikuti ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
32/POJK.04/2015 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2019.
4. Apakah PMHMETD akan disertai dengan penerbitan Waran? Jika iya, mohon informasi terkait
jumlah Waran yang akan diterbitkan.
Tanggapan:
Saat ini Perseroan belum memiliki rencana penerbitan PMHMETD disertai dengan penerbitan
Waran.
5. Dalam keterbukaan informasi, Perseroan belum menyampaikan informasi mengenai dampak
penambahan modal terhadap kondisi keuangan Perseroan.
Laporan Keuangan Proforma Laporan
Keterangan Penyesuaian (Rp)
per xxx (Rp) Keuangan per xxx (Rp)
Aset … … …
Liabilitas … … …
Ekuitas … … …
dst … … …
Tanggapan:
Kondisi keuangan Perseroan berikut disusun dengan asumsi PMHMETD dilaksanakan dengan
harga nominal Rp100,- per saham, maka:
Keterangan 31 Desember 2024 Penyesuaian 31 Desember 2024
(sebelum) (sesudah)
LAPORAN POSISI
KEUANGAN
(dalam jutaan Rupiah)
Total Aset 29.455.830 2.130.943 31.586.773
Total Liabilitas 22.283.273 - 22.283.273
Total Ekuitas 7.172.557 2.130.943 9.303.500
RASIO KEUANGAN
(dalam persentase)
Rasio Liabilitas terhadap Aset 75,6% - 70,5%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 310,7% - 239,5%
Rasio-rasio yang terkait dengan struktur permodalan mengalami perbaikan, yaitu rasio liabilitas
terhadap aset dari 75,6% menjadi 70,5% serta rasio liabilitas terhadap ekuitas dari 310,7%
menjadi 239,5%.
Kinerja Keuangan Perseroan per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
6. Agar dijelaskan mengenai pertimbangan Perseroan untuk melakukan penempatan deposito
berjangka dalam mata uang rupiah kepada lebih banyak pihak (bank) per 31 Desember 2024 dan
31 Maret 2025 jika dibandingkan per 31 Desember 2023.
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
Berdasarkan pertimbangan komiten investasi, Perseroan memutuskan untuk menempatkan dana
tersebut pada deposito berjangka dalam mata uang rupiah kepada lebih banyak pihak (bank) untuk
membagi risiko dan memperoleh tingkat tarif bunga yang lebih bervariasi.
Page 5
7. Berdasarkan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 8 per 31 Desember 2024 efek-efek
pihak ketiga mengalami peningkatan 62,5% jika dibanding 2023 dan per 31 Maret 2025 mengalami
penurunan 8,3% jika dibandingkan 31 Desember 2024. Agar dijelaskan mengenai:
a. Penyebab peningkatan efek-efek pihak ketiga selama tahun 2024.
b. Penyebab penurunan efek-efek pihak ketiga sampai dengan Maret 2025.
c. Pertimbangan Perseroan melakukan penempatan pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia pada
tahun 2024.
d. Per 31 Maret 2025 Perseroan (Kelompok Usaha) memiliki dana kelolaan sebesar Rp1 triliun.
Agar dijelaskan lebih detil dana kelolaan tersebut dengan mengisi tabel berikut:
Jenis Dana Kelolaan Pihak Pengelola Nilai Dana Kelolaan
e. Mengapa dana kelolaan per 31 Maret 2025 mengalami penurunan menjadi Rp1 triliun dari
sebelumnya Rp2 triliun pada 31 Desember 2024?
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
a. Penyebab peningkatan efek-efek pihak ketiga selama tahun 2024 merupakan bagian dari
strategi Bank dalam mengoptimalkan likuiditas melalui penempatan aset pada instrumen yang
memberikan imbal hasil (yield) lebih optimal.
b. Penyebab penurunan efek-efek pihak ketiga sampai dengan Maret 2025 terutama disebabkan
oleh penurunan dana kelolaan pada Maret 2025 disebabkan adanya penurunan investasi yang
dikelola oleh entitas anak sehingga secara konsolidasian tereliminasi.
c. Perseroan mempertimbangkan penempatan pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia pada tahun
2024 untuk memperoleh imbal hasil (yield) lebih optimal.
d. Dana kelolaan per 31 Maret 2025 sebagai berikut:
Jenis Dana Kelolaan Pihak Pengelola Nilai Dana Kelolaan
Investasi pada saham Global Far East Investment Rp 469.125 juta
entitas publik dan non Ltd
publik dan/atau pada surat
berharga (seperti yang
telah diungkapkan dalam
laporan Keuangan).
Investasi pada saham Targo Finance Limited Rp 609.432 juta
entitas publik dan non
publik dan/atau pada surat
berharga (seperti yang
telah diungkapkan dalam
laporan Keuangan).
e. Penurunan dana kelolaan pada Maret 2025 disebabkan adanya penurunan investasi yang
dikelola oleh entitas anak sehingga secara konsolidasian tereliminasi.
8. Berdasakan CALK nomor 9 terkait piutang pembiayaan yang dibukukan Perseroan sejak tahun
2023 mengalami penurunan sampai dengan 31 Maret 2025 dari sebelumnya Rp1,8 triliun menjadi
Rp1,2 triliun. Agar dijelaskan mengenai:
a. Penyebab penurunan piutang pembiayaan tersebut, terutama piutang pembiayaan pada pihak
ketiga.
b. Strategi yang akan dilakukan Perseroan untuk mendukung bisnis pembiayaan tersebut di masa
mendatang.
Page 6
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
a. Penurunan piutang pembiayaan:
- Anjak piutang terutama di dorong oleh kondisi ekonomi yang belum stabil sehingga
adanya penurunan permintaan atas pembiayaan anjak piutang.
- Konsumen disebabkan adanya reklasifikasi piutang pembiayaan konsumen sesuai
rekomendasi dari Pihak OJK, dimana sebagian piutang pembiayaan konsumen
direklasifikasi menjadi Piutang Lain-Lain. Selain itu, Perseroan pada Q1 tahun 2025
mengalami penurunan pembiayaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena kondisi
industri otomotif secara nasional maupun perekonomian mengalami perlambatan.
b. Strategi untuk meningkatkan kembali bisnis pembiayaan di masa mendatang adalah
- melakukan diversifikasi bisnis untuk pembiayaan anjak piutang ke supply chain financing
diluar ekosistem Group.
- mengembangkan sistem kemitraan (partnership) dengan mitra perorangan, bisnis owner
dan agen.
- pengembangan digital marketing, baik melalui aplikasi (Motion Credit) ataupun iklan
digital.
- memaksimalkan potensi existing debitur yang memiliki track record bagus (Repet Order)
- memperkuat struktur organisasi untuk divisi pemasaran.
9. Perseroan memiliki kredit yang diberikan sebanyak Rp11,3 triliun per 31 Maret 2025. Agar
dijelaskan mengenai:
a. Penyebab penurunan kredit konsumsi pada tahun 2024 yang berlanjut hingga Maret 2025.
b. Perseroan memiliki NPL gross dan NPL net per 31 Maret 2025 masing-masing sebesar 4,34%
dan 2,94% meningkat jika dibanding periode-periode sebelumnya. Agar dijelaskan terkait
peningkatan NPL tersebut.
c. Strategi Perseroan untuk mempertahankan nilai NPL lebih rendah seiring dengan
pertumbuhan kredit yang diberikan.
d. Selain kredit konvensional Perseroan juga menyalurkan pembiayaan syariah yaitu murabah
dan musyarakah, namun pertumbuhan dari pembiayaan tersebut belum terlihat. Agar
dijelaskan upaya Perseroan untuk mengembangkan pembiayaan syariah tersebut di masa
mendatang.
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
a. Penurunan kredit konsumsi pada tahun 2024 yang berlanjut hingga Maret 2025 terutama
karena penurunan segmen mortgage. Saat ini Bank terus berupaya untuk meningkatkan kredit
konsumsi melalui penyaluran kredit kepada pensiunan yang lebih aman dan memiliki yield
yang optimal sejalan dengan kerjasama Bank dengan PT Taspen (Persero) sebagai Bank
penyalur dana pensiun digital pertama yang ditunjuk oleh PT Taspen (Persero).
b. Peningkatan NPL secara umum dipengaruhi oleh penurunan kinerja debitur akibat kelesuan
perekonomian dan penurunan daya beli masyarakat seiring ketidakpastian global akibat perang
dagang Amerika-China yang berimbas kepada perekonomian nasional.
c. Strategi Perseroan untuk dapat menurunkan nilai NPL antara lain:
1. Melakukan penyaluran kredit secara selektif dan sesuai prinsip kehati-hatian perbankan
(prudential banking)
2. Upaya penguatan pada risk appetite, risk acceptance criteria, kebijakan dan prosedur
perkreditan.
3. Melakukan upaya restrukturisasi terhadap debitur yang masih memiliki prospek usaha.
4. Melakukan monitoring secara berkesinambungan termasuk menerapkan deteksi dini
(early warning system) dengan menerapkan pengawasan kredit sejak debitur masih di
kondisi lancar.
Page 7
d. Pembiayaan syariah Murabahah di MNC GUI belum tumbuh secara signifikan karena
beberapa hal sbb:
1. Selama periode 2023 sampai dengan 2024, Perseroan memutuskan untuk menghentikan
sementara produk pembiayaan Haji dan Umroh karena pada periode tersbut Perseroan
sedang fokus untuk meningkatkan pembiayaan Aset Basef Financing (ABF) konvensional.
Pembiayaan syariah Haji dan Umroh ditargetkan akan dijalankan kembali di semester ke-
2 tahun 2025.
2. Sebagian besar kontribusi pembiayaan syariah Murabahah berasal dari pembiayaan
syariah untuk pembelian alat alat berat di daerah Aceh dan saat ini trend pertumbuhan
sedang melambat karena pertumbuhan industri tambang juga mengalami stagnasi.
Perseroan berencana untuk pengembangan pembiayaan murabahan untuk ABF tidak
hanya di daerah Aceh tapi juga akan dikembangkan dibeberapa area lain seperti
Kalimantan Selatan.
3. Peningkatan literasi keuangan syariah melalui training dan diskusi secara reguler dengan
komunitas pengusaha pengusaha alat-alat berat dan trucking dan juga pembekalan yang
lebih komprehensif untuk tim internal.
Sedangkan kendala pada pembiayaan Syariah Musyarakah terutama disebabkan keterbatasan
sumber pendanaan terutama semenjak terjadi nya merger antara Bank Mandiri Syariah, BNI
Syariah dan BRI Syariah. Sehingga secara umum pembiayaan dibiayai melalui dana sendiri
(Ekuitas). Kedepannya, Perseroan akan memperluas basis sumber pendanaan supaya ekspansi
pembiayaan syariah dapat ditingkatkan.
Untuk meningkatkan pertumbuhan pembiayaan Musyarakah, Perseroan akan fokus
meningkatkan produktivitas tenaga pemasaran dibidang pembiayaan syariah supaya dapat
meningkatkan penyaluran pembiayaan syariah, termasuk menambah jumlah tenaga
pemasaraan.
10. Per 31 Maret 2025 premi dan aset reasuransi pihak ketiga mengalami peningkatan yang cukup
signifikan yaitu sebesar 157% jika dibandingkan akhir 2024. Agar dijelaskan mengenai:
a. Penyebab peningkatan tersebut.
b. Penyebab Perseroan meningkatkan cadangan penurunan nilai premi dan aset reasuransi
sebesar 85,8% pada tahun 2024 mengingat tidak ada peningkatan yang signifikan pada premi
dan aset reasuransi pada periode tersebut.
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
a. Kenaikan aset reasuransi pada periode Maret 2025 sejalan dengan kenaikan penerimaan premi
sehingga Perseroan harus melakukan spreading risk dengan melakukan penempatan pada
reasuransi atas produksi tersebut.
b. Peningkatan cadangan penurunan nilai premi dan reasuransi sejalan dengan perhitungan
cadangan berdasarkan penerapan kebijakan akuntasi baru terhadap saldo awal di 2024.
Page 8
11. Pada tahun 2023 terdapat penambahan aset tetap sebesar 542% dari Rp177 miliar menjadi Rp1,1
triliun sehubungan dengan pembelian aset tanah dan bangunan gedung MNC Bank Tower dari PT
MNC Land Tbk. Agar dijelaskan mengenai:
a. Pertimbangan pembelian aset tetap tersebut.
b. Sumber pendanaan untuk pembelian aset tetap tersebut.
c. Mengapa aset dalam penyelesaian yang berupa prasaran dan peralatan kantor yang
sebelumnya ditargetkan selesai tahun 2024 mengalami penundaan dengan target penyelesaian
di tahun 2025?
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
a. Pertimbangan pembelian gedung MNC Bank Tower adalah dalam upaya untuk mendukung
dan menunjang kegiatan operasional Bank.
b. Sumber pendanaan pembelian gedung MNC Bank Tower berasal dari operasional Bank.
c. Aset dalam penyelesaian yang sebelumnya ditargetkan selesai tahun 2024 pada laporan
Keuangan 31 Desember 2023 dan bertambah pada laporan Keuangan 31 Desember 2024
dengan target selesai di 2025 dikarenakan pembangunan dan penyelesaian prasarana dan
peralatan kantor dilakukan secara bertahap per cabang sehingga ada yang sudah selesai di 2024
dan ada pula penambahan pembangunan dan penyelesaian prasarana dan peralatan baru di
2024 yang ditargetkan selesai di 2025.
12. Agar dijelaskan mengenai kebijakan Perseroan dalam melakukan impairment goodwill
sebagaimana dilakukan Perseroan pada tahun 2024 untuk goodwill dari WINFLY Ltd.
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
Pertimbangan Perseroan melakukan impairment goodwill dari Winfly Ltd adalah penurunan pada
lini bisnis entitas anak Winfly Ltd yang segmen usahanya di bidang penjaminan dan perantara
perdagangan efek yang terus merugi sebagai dampak dari penurunan investasi dan pelemahan
ekonomi secara global. Nilai terpulihkan atas lini bisnis ini lebih rendah dari nilai tercatatnya
sehingga Perseroan membebankan goodwill sebesar Rp 5,3 milyar.
13. Berdasarkan CALK nomor 17 tentang aset lain-lain, agar dijelaskan mengenai:
a. Penyebab peningkatan piutang lain-lain pada tahun 2024 dari sebelumnya Rp148,7 miliar
menjadi Rp1,2 triliun.
b. Pertimbangan Perseroan tidak lagi melakukan reverse repo obligasi negara pada tahun 2025.
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
a. Peningkatan piutang lain-lain pada tahun 2024 terutama disebabkan oleh:
• tagihan atas penjualan surat berharga yang dananya belum diterima Perseroan.
• piutang lain pembiayaan konsumen yang secara skema pembiayaan menggunakan fasilitas
dana dan fasilitas modal usaha sehingga tidak melebihi batasan 25% dari total piutang
pembiayaan.
• Tagihan switching sehubungan dengan adanya kenaikan transakai merchant.
b. Pertimbangan Perseroan tidak melakukan reverse repo obligasi negara pada tahun 2025 adalah
Perseroan sementara pada posisi mengurangi reverse repo karena prioritas dialokasikan untuk
memenuhi kebutuhan likuiditas seasional lebaran dan tekanan likuiditas di pasar
keuangan secara umum.
14. Berdasarkan CALK nomor 18 simpanan Perseroan per 31 Maret 2025 mengalami penurunan
sebesar 7,3% jika dibandingkan per 31 Desember 2024. Agar dijelaskan mengenai:
a. Penyebab penurunan tersebut.
b. Strategi yang akan dilakukan Perseroan untuk meningkatkan simpanan dalam bentuk
tabungan dan giro di masa mendatang.
Page 9
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
a. Penurunan simpanan Perseroan pada 31 Maret 2025 secara umum dipengaruhi oleh kondisi
likuiditas nasional serta ketidakpastian perekonomian akibat perang dagang Amerika-China.
Selain itu, bulan Maret juga bertepatan dengan hari raya Idul Fitri dimana terjadi penarikan
dana untuk pembayaran tunjangan hari raya.
b. Perseroan terus berupaya untuk meningkatkan simpanan terutama dalam bentuk tabungan dan
giro melalui:
1. Pengembangan platform digital yang sudah dimiliki yaitu aplikasi MotionBank dan MNC
eBiz Banking dalam mendukung upaya akuisisi nasabah dan penetrasi pasar dan layanan
perbankan bagi nasabah.
2. Penawaran produk tabungan yang menarik bagi nasabah seperti Tabungan Dahsyat
Berhadiah, Tabungan Cuan dengan bunga 7% p.a.
3. Melakukan promosi dan iklan produk dan layanan perbankan MNC Bank di ekosistem
media MNC Group yang merupakan ekosistem media terbesar di Indonesia, seperti Acara
Quiz Motion Berhadiah yang tayang secara langsung setiap hari, dan acara program
penarikan undian tabungan Dahyat Undian.
4. Mengembangkan kerjasama strategis dengan perusahaan efek dalam upaya untuk
meningkatkan Rekening Dana Nasabah (RDN).
5. Mengembangkan kerjasama strategis dengan mitra baik dalam lingkungan MNC Group
maupun diluar MNC Group baik korporasi, BPD, BPR, koperasi.
15. Berdasarkan CALK nomor 26 Perseroan memiliki nilai utang Obligasi per 31 Maret 2025
sebanyak Rp1,2 triliun yang seluruhnya menggunakan jaminan gadai saham milik Perseroan dalam
PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) sekurang-kurangnya 125% dari nilai pokok Obligasi.
Selain itu Perseroan juga akan mencatatkan Obligasi sebesar Rp50 miliar pada 13 Juni 2025. Agar
dijelaskan mengenai:
a. Jumlah saham MSIN yang dimiliki Perseroan hingga saat ini.
b. Pemenuhan jaminan atas keseluruhan Obligasi yang dimiliki Perseroan.
c. Dalam hal masih terdapat kewajiban Perseroan untuk melakukan top up jaminan Obligasi,
kapan pemenuhan jaminan tersebut akan dilakukan?
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
a. Jumlah saham MSIN yang dimiliki Perseroan per 10 Juni 2025 sebanyak 3.218.281.661 lembar
b. Total jaminan obligasi berupa saham MSIN yang dimiliki Perseroan yang telah diterima dan
diblokir oleh Wali Amanat adalah sebagai berikut:
c. Atas penurunan harga MSIN, maka pada tanggal 11 April 2025 Wali Amanat telah
mengirimkan surat instruksi Top Up Jaminan saham agar total jaminan sekurang-kurangnya
125%. Pada tanggal 15 April 2025, Perseroan telah mengirimkan tanggapan kepada Wali
Amanat dimana Emiten menyatakan bahwa top up tersebut akan dilakukan selambat-
lambatnya 90 (Sembilan puluh) hari kalender terhitung sejak diterimanya surat pemberitahuan
dari Wali Amanat yaitu tanggal 10 Juli 2025 sesuai dengan perjanjian wali amanat yang telah
disepakati bersama.
16. Berdasarkan CALK nomor 29 terkait liabilitas lain-lain mengalami peningkatan sejak tahun 2024
hingga Maret 2025 dari Rp1,3 triliun menjadi Rp4,1 triliun. Agar dijelaskan mengenai:
a. Peningkatan liabilitas surat berharga repo selama tahun 2024 dan 2025.
b. Pertimbangan Perseroan melakukan perjanjian membeli kembali efek tersebut dengan
keseluruhan nilai yang cukup besar.
Page 10
c. Mitigasi yang dilakukan Perseroan/Kelompok Usaha dalam hal terdapat permasalahan dalam
penyelesaian transaksi surat berharga repo.
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
a. Peningkatan liabilitas surat berharga repo selama tahun 2024 dikontribusi oleh transaksi repo
dengan Bank Indonesia yang meningkat sebesar Rp850.502 juta dan dengan bank lain sebesar
Rp132.829 juta. Sedangkan, peningkatan liabilitas surat berharga repo selama tahun 2025 juga
dikontribusi oleh transaksi repo dengan Bank Indonesia yang meningkat sebesar Rp551.746
juta dan dengan bank lain sebesar Rp400.502 juta.
b. Pertimbangan Repo karena adanya potensi pasar yang besar dan transaksinya dilakukan secara
secure menggunakan standar perjanjian repo Bank Indonesia.
c. Perseroan melakukan mitigasi transaksi surat berharga repo:
- underlying berupa Surat Berharga Negara
- perjanjian repo menggunakan standar dari Bank Indonesia dimana mengatur antara lain
namun tidak terbatas pada mekanisme top up & top down atas valuasi collateral, kuasa
penjualan collateral, dan lain-lain.
17. Agar dijelaskan perbedaan susunan pemegang saham per 31 Maret 2025 sebagaimana di Laporan
Keuangan dengan susunan pemegang saham pada keterbukaan informasi tanggal 19 Mei 2025 atau
laporan pemegang registrasi efek bulanan, dimana tidak terdapat pemegang saham Jalan Pantai
Limited dengan kepemilikan saham sebesar 9,15%.
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
Pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Mei 2025 yang kami
laporkan pada tanggal 10 Juni 2025 telah kami sajikan kembali kepemilikan Jalan Pantai Limited
sehingga telah sesuai dengan susunan pemegang saham pada Laporan Keuangan.
Untuk selanjutnya Perseroan akan memperbaiki penyajian susunan pemegang saham pada
Keterbukaan Informasi yang akan dilakukan melalui pengumuman Perubahan dan/atau Pernyataan
Kembali Keterbukaan Informasi kepada pemegang saham sehubungan dengan rencana
Penambahan Modal Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, selambatnya 2 (dua) hari kerja sebelum
pelaksanaan RUPS Perseroan sesuai POJK No.14/POJK.04/2019 tentang Perubahan atas POJK
No.32/POJK.04/2015 Tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu.
18. Berdasarkan CALK nomor 34 tentang pendapatan, agar dijelaskan mengenai:
a. Pendapatan bunga dari kredit yang diberikan mengalami penurunan periode Maret 2025 jika
dibandingkan Maret 2024. Agar dijelaskan mengenai penyebab penurunan tersebut.
b. Penyebab penurunan pendapatan pasar modal sejak tahun 2024 dan berlanjut pada periode
Maret 2025.
c. Penyebab pendapatan premi bersih naik lebih dari 100% selama 2024 dan Maret 2025.
d. Nature dari pendapatan digital yang juga mengalami peningkatan pada periode Maret 2025.
e. Strategi yang akan dilakukan Perseroan untuk meningkatkan pendapatan dari masing-masing
segmen.
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
a. Penurunan Pendapatan bunga dari kredit yang diberikan pada periode Maret 2025 terutama
disebabkan adanya penurunan pendapatan bunga dari penerusan pinjaman dan pendapatan
provisi dan komisi.
b. Penurunan pendapatan pasar modal sejak tahun 2024 dan berlanjut pada periode Maret 2025
terutama disebabkan penurunan lini bisnis penjaminan dan perantara perdagangan efek
disebabkan adanya penurunan transaksi perdagangan saham secara offline/non-digital yang
beralih kepada transaksi perdagangan saham secara online/digital. Hal ini sejalan dengan
strategi Perseroan melalui grup usahanya dalam digitalisasi kegiatan bisnisnya. Di samping
Page 11
itu, penurunan bisnis pada lini bisnis ini juga dipengaruhi oleh bisnis penjaminan dan perantara
perdagangan efek entitas anak di luar negeri yang segmen usahanya di bidang penjaminan dan
perantara perdagangan efek sebagai dampak dari penurunan investasi dan pelemahan ekonomi
secara global.
c. Penyebab pendapatan premi bersih naik lebih dari 100% selama 2024 dan Maret 2025 terutama
disebabkan kenaikan penjualan produk asuransi jiwa kredit (AJK) dari beberapa partner bisnis
bank yang baru diperoleh sejak 2024.
d. Nature dari pendapatan digital adalah pendapatan yang diperoleh melalui platform digital yang
dimiliki oleh Perseroan yaitu motion trade, motion pay dan motion safe. Pada tahun 2025,
kenaikan pendapatan digital terutama berasal dari kenaikan transaksi digital dengan merchant
melalui motion pay.
e. Strategi yang akan dilakukan Perseroan untuk meningkatkan pendapatan
1. Lini bisnis penjaminan dan perantara perdagangan efek
- Memperkuat lini bisnis penjaminan dan perantara perdagangan efek di dalam negeri
melalui PT MNC Sekuritas.
- Mengembangkan cabang kemitraan untuk memperkuat jaringan distribusi retail.
- Mengembangkan margin financing dengan dua tujuan: meningkatkan profit margin
atas pendapatan bunga dan fee transaksi karena frekuensi transaksi yang lebih sering.
- Mengembangkan fixed income brokerage dalam investasi obligasi dan sejenisnya
- Meningkatkan dan mengembangkan departemen investment banking untuk aktivitas
IPO dan juga menawarkan produk M&A yang memiliki profit margin lebih tinggi.
- Meningkatan kualitas riset (fundamental & teknikal) untuk membantu nasabah dalam
melakukan investasi di pasar modal.
- Melakukan sinergi dengan aplikasi MotionBank untuk transaksi equity brokerage
sehingga perputaran dana nasabah sekuritas akan tetap berada di dalam ekosistem
Group.
2. Lini bisnis pengelolaan investasi
- Fokus pada produk reksadana pasar uang dan pendapatan tetap serta mengembangan
Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) untuk menjangkau nasabah high networth.
- Bersinergi dengan MNC Bank (MotionBank) dan MNC Sekuritas (MotionTrade)
dalam penjualan produk reksadana dan KPD.
- memperluas jaringan penjualan reksadana melalui penambahan agen penjual reksadana
(aperd), baik melalui sekuritas, perbankan & Fintech untuk nasabah retail.
- Direct selling ke institusi seperti Bank, Asuransi, Penjaminan Kredit, Yayasan dan
sejumlah Emiten.
- Lini bisnis investasi, mengelola investasi pada portofolio efek yang dengan harga pasar
yang stabil
19. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Tanggapan Perseroan (10/06/2025):
Perseroan tidak memiliki informasi/fakta material lainnya selain yang telah diungkapkan Perseroan
di dalam Prospektus dan penyampaian laporan atau informasi lainnya yang telah di sampaikan
Perseroan melalui IDXNet.
Permintaan Dokumen Tambahan
Selain itu, mohon Perseroan dapat menyampaikan dokumen yang tidak dipublikasikan sebagai berikut:
a. Bukti kepemilikan saham MSIN per saat ini yang dibuat oleh BAE.
b. Surat pernyataan Wali Amanat atas pemenuhan jaminan obligasi secara keseluruhan termasuk
yang akan dicatatkan tanggal 13 Juni 2025.
Page 12
Tanggapan Perseroan (10/06/2025): a. Terlampir surat keterangan kepemilikan saham MSIN oleh Perseroan per tanggal 10 Juni 2025 yang diterbitkan oleh PT BSR Indonesia selaku BAE. b. Terlampir Surat pernyataan Wali Amanat atas pemenuhan jaminan obligasi tertanggal 10 Juni 2025 No. B.244-INV/TCS/TCB/06/2025 Mohon dokumen tersebut disampaikan melalui form non-publish E074.
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×6
unresolved
org
Targo Finance Limited
p.5
unresolved
org
Bank Mandiri Syariah
p.7
unresolved
org
PT MNC Sekuritas.
p.11
unresolved
org
PT BSR Indonesia
p.12
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.