Skip to content
Back to announcement

20250610_TAXI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31893884_lamp1.pdf

Other Text extracted TAXI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 33

Page 1

          
Page 2
                        2

                                  LAMPIRAN 1
     PENJELASAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN 2024 DAN LAPORAN KEUANGAN
                                TRIWULAN I 2025


1.    Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha – Pihak Ketiga, per 31 Desember 2024 seluruh piutang
      usaha yakni sebesar Rp34,38 miliar (62% total aset lancar) telah lewat jatuh tempo lebih dari 6
      bulan yang mencerminkan tingkat risiko penagihan yang sangat tinggi. Selain itu, terdapat saldo
      CKPN sebesar Rp27,61 miliar (80% dari total piutang usaha) meningkat Rp3,13 miliar (13%).
      Bursa meminta penjelasan:

      a. Latar belakang dan faktor utama belum terdapat pelunasan piutang usaha tersebut.

           Tanggapan:
           Sebagian piutang usaha pihak ketiga Perseroan berasal dari tagihan kepada pengemudi
           taksi. Piutang ini timbul saat pengemudi taksi tidak dapat memenuhi seluruh setoran harian
           yang diwajibkan kepada Perseroan. Setiap kekurangan setoran akan diakumulasi.

      b. Bagaimana manajemen Perseroan menjelaskan strategi dan langkah konkret yang
         dilakukan untuk mempercepat penagihan dan mengurangi risiko kredit tersebut?

           Tanggapan:
           Proses penagihan dengan kunjungan/menghubungi langsung ke tiap-tiap pengemudi sudah
           dilakukan. Namun karena jumlah pengemudi yang banyak, sementara operasi taxi telah
           dihentikan paska pandemic covid-19, proses tersebut belum memberikan hasil yang
           memuaskan. Pada tahun 2024, Perseroan juga telah menerapkan saling hapus antara
           piutang dengan hutang.

      c.   Mempertimbangkan saldo CKPN yang mencapai 80% dari total piutang usaha dan
           mengalami peningkatan sebesar 13%, agar dijelaskan metodologi Perseroan penilaian dan
           kriteria yang digunakan dalam pembentukan CKPN serta bagaimana pengaruhnya terhadap
           proyeksi laba/rugi ke depan.

           Tanggapan:
           Metode CKPN melihat dari nilai akun yang sudah tidak bergerak dari tahun 2021 dan
           memiliki umur lebih dari 6 bulan. Untuk proyeksi laba/rugi otomatis menambah potensi
           kerugian perseroan yang memang seharusnya sudah dilakukan ditahun tahun sebelumnya

      d. Bagaimana Perseroan memastikan kualitas aset lancar tetap terjaga dan risiko likuiditas
         dapat dikelola dengan efektif mengingat tingginya piutang usaha bermasalah?

           Tanggapan:
           Piutang usaha bermasalah ini telah berumur cukup lama, yang tidak berpengaruh terhadap
           kualitas asset lancar saat ini. Piutang usaha ini akan dihapuskan secara bertahap.

      e. Apakah terdapat rencana restrukturisasi piutang atau langkah hukum terhadap pihak-pihak
         dengan piutang yang telah melewati jatuh tempo lebih dari 6 bulan?

           Tanggapan:
           Perseroan hanya melakukan restrukturasi secara pencatatan tanpa langkah hukum karena
           nominal relative kecil dalam jumlah debitur yang banyak

2.    Merujuk pada CALK 6 Persediaan, per 31 Desember 2024 tidak terdapat movement saldo dari
      akun persediaan sebesar Rp746,27 juta (1,35% total aset lancar) dibandingkan periode
      sebelumnya. Selain itu, presentation and disclosure dalam CALK hanya mengungkapkan sub
      akun Lain-lain. Bursa meminta penjelasan:




                                                                                             PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                          Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                   P. (021) 22265136
                                                                                                  www.expressgroup.co.id
Page 3
                       2

     a. Latar belakang dan faktor utama tidak terdapat movement saldo dari akun persediaan
        tersebut.

          Tanggapan:
          Akun persediaan lain-lain merupakan suku cadang unit mobil Taksi yang sudah tidak
          beroperasi dari tahun 2021 (akibat pandemic Covid-19), yang masih tersisa di gudang
          Perseroan. Dengan kondisi saat ini sudah tidak relevan lagi untuk digunakan karena
          ketiadaan unit, pada Januari 2025 persediaan sparepart tersebut telah dilakukan lelang.

     b. Nature dan detail akun lain-lain tersebut.

          Tanggapan:
          Merupakan sisa persediaan sparepart unit kendaraan (model Tahun 2014-2017) yang
          dicatat di Anak Perusahaan dimana anak perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi dari
          tahun 2021.


3.   Merujuk pada CALK 8 Investasi pada Entitas Asosiasi, terdapat provision for impairment sebesar
     seluruh dari saldo nilai tercatat dari investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp579,24 juta hal
     tersebut dikarenakan seluruh entitas asosiasi mengalami defisiensi ekuitas. Adapun detail
     entitas asosiasi Perseroan sebagai berikut:




     Bursa meminta penjelasan:

     a. Perseroan mencatatkan provision for impairment sebesar Rp579,24 juta yang merupakan
        seluruh nilai tercatat dari investasi pada entitas asosiasi. Apakah manajemen dapat
        menjelaskan metodologi dan asumsi yang digunakan dalam penentuan nilai impairment
        tersebut.

     Tanggapan:
     Manajemen dalam penentuan nilai impairment tersebut mengacu pada kondisi usaha
     perusahaan-perusahaan asosiasi yang sudah tidak beroperasi dan belum ada rencana jangka
     pendek maupun jangka panjang atas kondisi perusahaan-perusahaan asosiasi tersebut.


     b. Mempertimbangkan seluruh entitas asosiasi mengalami defisiensi ekuitas, bagaimana
        Perseroan menilai kelangsungan usaha dan prospek pemulihan nilai investasi pada masing-
        masing entitas asosiasi tersebut?

     Tanggapan:
     Manajemen beranggapan kelangsungan usaha entitas asosiasi memiliki ketidakpastian dan
     meragukan prospek pemulihan nilai investasi masing-masing entitas asosiasi.

     c.   Apakah Perseroan memiliki rencana untuk melakukan pelepasan atau pengurangan
          investasi pada entitas asosiasi yang mengalami defisiensi ekuitas?

     Tanggapan:
     Untuk saat ini manajemen belum memiliki rencana melakukan pelepasan atau pengurangan
     investasi pada entitas asosiasi.


                                                                                            PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                         Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                  P. (021) 22265136
                                                                                                 www.expressgroup.co.id
Page 4
                      2

4.   Merujuk pada CALK 9 Aset Tetap, per 31 Desember 2024 terdapat pengurangan cukup
     signifikan sebesar Rp110,72 miliar dari armada & peralatan serta non-armada (bangunan, mess
     dan pool, kendaraan, dan peralatan perlengkapan) dengan detail sebagai berikut:




     Perseroan berpendapat bahwa pengurangan merupakan penghapusan aset tetap pada grup
     berdasarkan penelaahan manajemen terhadap keberadaan dan kondisi fisik aset tetap yang
     disetujui oleh Direksi. Bursa meminta penjelasan:

     a. Mohon dijelaskan secara rinci aset tetap yang dihapus, termasuk nilai tercatat dan jenis aset
        yang mengalami penghapusan.

     Tanggapan:
     Aset tetap yang dihapus adalah saldo aset yang masih tercatat di laporan keuangan, tetapi aset
     tersebut sudah tidak memiliki nilai ekonomis karena rusak total atau sudah tidak ada fisiknya
     (tidak tangible) dan dibuktikan dengan lampiran BAST dari Operasional Perseroan dari tahun
     berakhirnya masa kontrak atau sewa.

     b. Kriteria dan prosedur penilaian yang digunakan dalam penelaahan aset tetap untuk
        menentukan penghapusan.

     Tanggapan:
     Melihat dari BAST dari Operasional Perseroan dari tahun berakhirnya masa kontrak atau sewa
     pool yang berisi aset tetap. Kriteria yang digunakan melalui pendekatan eksistensi aset tersebut
     adalah kondisi fisik dan nilai ekonomisnya yaitu sebagai berikut:

                  1. Aset yang rusak berat, tidak dapat diperbaiki, atau tidak lagi berfungsi.
                  2. Aset yang telah mencapai umur ekonomisnya dan tidak dapat lagi
                     memberikan manfaat secara signifikan.
                  3. Aset yang mengalami kerusakan total atau hilang yang menyebabkan
                     penurunan nilai wajar yang signifikan.
                  4. Aset yang tidak lagi memiliki nilai jual atau tidak memiliki potensi untuk
                     menghasilkan pendapatan.

     c.   Apakah penghapusan aset tetap ini berdampak material terhadap kinerja operasional dan
          keuangan Perseroan? Jika ya, mohon jelaskan langkah-langkah mitigasi yang telah atau
          akan diambil.

     Tanggapan:
     Tidak berpengaruh terhadap kinerja operasional Perseroan karena sudah tidak Tangible serta
     tidak memiliki nilai ekonomis maupun resale value karena sudah tidak dapat digunakan.

     d. Detail rincian aset Perseroan yang dijual dan/atau disposal beserta penentuan harga
        penjualan, dan pihak-pihak terkait.

     Tanggapan:
     Pada tahun 2024, perusahaan hanya melakukan penghapusan (Disposal) aset tetap yang tidak
     Tangible karena pencatatannya sudah tidak relevan dengan kondisi yang ada saat ini.

                                                                                            PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                         Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                  P. (021) 22265136
                                                                                                 www.expressgroup.co.id
Page 5
                             2


         e. Agar dijelaskan diskrepansi atas dalam CALK 9 Perseroan mengungkapkan bahwa nilai jual
            aset sebesar Rp114,9 juta sementara dalam arus kas, hasil penjualan aset tetap hanya
            sebesar Rp33 juta.

         Tanggapan:

         Rp 33juta merupakan akumulasi pembelian aset dan adanya penebusan BPKB 4 unit Taksi
         sebagai pengurang nilai aset yang tercatat. Sedangkan nilai jual 114,9 juta merupakan nilai
         provisi aset yang sudah tercatat sejak 2020.

         Hasil penjualan aset tetap sebesar Rp.15.031 sebagaimana dijelaskan pada CALK 9,
         sedangkan pada laporan arus kas merupakan nilai bersih dari:

            - Pembelian aset tetap                                 (Rp.112.210)
            - Disposal aset tetap (Neto)                            Rp.130.428
            - Keuntungan penjualan aset tetap                      Rp. 15.031
         Hasil Penjualan Aset Tetap Neto                            Rp 33.249


         f.     Pada CALK 9 penyajian tidak langsung menunjukkan impairment per jenis aset, melainkan
                menggunakan akun allowance for impairment (cadangan penurunan nilai) secara agregat.
                Agar dijelaskan latar belakang dan penjelasan Perseroan atas hal tersebut dan
                kesesuaiannya dengan PSAK dan SE OJK VIII.G.7.

         Tanggapan:
         Penyajian tersebut kedepannya akan disesuaikan menurut PSAK dan SE OJK VIII.G.7 3

5.       Merujuk pada CALK 7 Perpajakan, terdapat penurunan utang pajak Pasal 23 sebesar Rp5,12
         miliar dikarenakan pada tanggal 15 Juli 2024, Pengadilan Pajak memutuskan pembatalan
         koreksi atas Dasar Pengenaan Pajak Penghasilan Pasal 23 Massa Pajak Maret s.d. Desember
         2014 sebesar Rp.22.998.959.936,- atas bunga pinjaman sebesar Rp. 5.117.558.452 dan
         dibukukan perusahaan sebagai pendapatan lain-lain. Mohon dijelaskan secara rinci kronologi
         dan dasar hukum keputusan Pengadilan Pajak tersebut, termasuk alasan pembatalan koreksi
         pajak yang dilakukan.

         Tanggapan:

         Berikut ini adalah Kronologi Secara Rinci, dan dasar hukum keputusan Pengadilan Pajak
         termasuk alasan pembatan koreksi pajak yang dilakukan:

     •        Pada tanggal 19 Juni 2014, entitas anak (EJJ) melakukan perjanjian pinjaman induk
              perusahaan (ETU Tbk), dimana dana pinjaman tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan
              usaha EJJ. Adapun perjanjian pinjaman tesebut berlaku sampai dengan 18 Juni 2019 dengan
              nilai maksimum plafon Rp.386.618.085.022,- dan dikenakan tingkat bunga 12,5% per tahun.
              “Pokok sengketa atas Koreksi atas Dasar Pengenaan Pajak Penghasilan Pasal 23 Masa Pajak
              Maret s.d Desember 2014 sebesar Rp.22.998.959.936 atas bunga pinjaman”.

     •        Pada tanggal 30 Juli 2018, Entitas anak (PT EJJ) menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang
              Bayar Nomor 00003/203/14/032/18 sebesar Rp. 5.117.558.452,atas Pajak Penghasilan pasal
              23 (PPh 23) masa/tahun pajak Maret s.d Desember 2014 yang berasal dari koreksi pemeriksa
              pajak atas beban bunga yang di accrue sebesar Rp.22.998.959.936, atas accrue beban bunga
              tersebut pemeriksa beranggapan terhutang PPh pasal 23 sebesar Rp.3.458.559.765 dan
              sanksi adm (Bunga pasal 13 (2) KUP) sebesar Rp.1.659.748.687 atau total sebesar
              Rp.5.117.558.452. Tim peneliti beranggapan bahwa pembayaran/dari EJJ kepada PT ETU Tbk
              sebesar Rp31.610.000.000 merupakan pembayaran bunga pinjaman karena dalam
              pembukuan Wajib Pajak transaksi tersebut dibukukan dengan mendebit/mengurangi akun due
              to ETU Tbk dan berdasarkan laporan laba (rugi) tahun 2014 PT ETU Tbk telah membukukan

                                                                                               PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                            Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                     P. (021) 22265136
                                                                                                    www.expressgroup.co.id
Page 6
                    2

    hak atas penghasilan yang dibukukan pada akun pendapatan bunga. Berdasarkan uraian dan
    bukti tim peneliti berkesimpulan bahwa pembayaran bunga sudah dilakukan oleh Wajib Pajak
    sehingga memenuhi syarat terutangnya PPh pasal 23 atas pembayaran bunga kepada
    pemberi pinjaman PT ETU Tbk.

•   Pada tanggal 17 Oktober 2018, atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar PPh 23 tersebut
    Perusahaan mengajukan keberatan dengan Surat Nomor 007/EJJ/BS/X/2018 dengan
    pertimbangan bahwa perhitungan bunga tersebut tidak dapat menjadi dasar syarat terutangnya
    PPh pasal 23 atas pembayaran bunga kepada PT ETU Tbk.

•   Pada tanggal 20 September 2019, perusahaan menerima surat Keputusan Nomor KEP-
    00424/KEBWPJ.05/2019 yang menyatakan bahwa Direktirat Pajak menolak permohonan
    keberatan tersebut dengan penjelasan bahwa sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 PT
    ETU Tbk belum melakukan permintaan pengembalian pokok beserta bunga pinjaman terkait
    yang artinya atas bunga pinjaman tersebut belum jatuh tempo di tahun 2014. “berdasaran pasal
    15 ayat (3) Peraturan Pemerintah No.94 tahun 2010 tentang perhitungan penghasian kena
    pajak dan pelunasan pajak penghasilan dalam tahun berjalan, diatur bahwa : pemotongan
    pajak penghasilan oleh pihak sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat (1 dan ayat (3)
    Undang-Undang Pajak Penghasilan dilakukan pada akhir bulan:

        −   Dibayarkannya penghasilan.
        −   Disediakan untuk dibayarkannya penghasilan; atau
        −   Jatuh temponya pembayaran penghasilan yang bersangkutan.

    Bahwa pemeriksa menganggap terdapat pembayaran dari wajib pajak kepada PT ETU Tbk
    sebesar Rp31.610.000.000 atas bunga pinjaman dalam interest expense-other loan sebesar
    Rp22.998.959.936. adapun atas uang keluar & interst expense bahwa pada dasarnya aliran
    uang keluar kepada PT ETU merupakan pengembalian kelebihan transfer pemberian pinjaman
    dari PT ETU dan transaksi antar perusahaan terkait dana operasional yang sama sekai tidak
    terkait dengan pembayaran bunga pinjaman. Hal ini dapat dibuktikan dari tanggal keluar aliran
    uang yang terjadi llebih dulu daripada tanggal pencatatan akrual biaya bunga pada akun
    interest expenses – Other loan, pencatatan tersebut hanyalah merupakan akrual dan sama
    sekali tidak melibatkan aliran uang keluar. EJJ baru berdiri pada tanggal 6 Januari 2014 dimana
    berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2014 yang telah diaudit oleh KAP Mulyamin
    Sensi Suryanto & Lianny dengan opini wajar tanpa pengecualian, dapat dilihat bahwa EJJ
    belum melakukan kegiatan operasional sehingga belum memperoleh pendapatan sehingga
    tidak memiliki kemampuan finansial untuk melakukan pembayaran pokok pinjaman dan/atau
    bunga terkait. Disamping itu dari laporan arus kas tidak terdapat pembayaran bunga yang
    dilakukan sepanjang tahun 2024.

•   Pada tanggal 16 Desember 2019, menanggapi Surat Keputusan Penolakan Keberatan Dirjen
    Pajak tersebut, perusahaan mengajukan Banding ke Pengadilan Pajak dengan Surat Nomor
    005/EJJ/JB/XII/2019.

•   Pada tanggal 4 Juli 2024 pengadilan pajak mengeluarkan Putusan No.PUT-
    014245.12/2019/PP/M.IIA Tahun 2024 yang mengabulkan seluruhnya atas permintaan
    banding wajib pajak (Perusahaan). Alasan dari pembatalan pajak tersebut menurut pendapat
    pengadilan pajak ada 15 poin: yang secara garis besar besarnya menyatakan berdasarkan
    fakta, penjelasan para pihak dan bukti-bukti surat/dokumen yang disampaikan dalam
    persidangan serta ketentuan perundang-undangan perpajakan dan perundang-undangan
    lainnya yang terkait sengketa a quo, bahwa tidak ada bunga yang telah dibayarkan, disediakan
    untuk dibayarkan maupun telah jatuh tempo sebagaimana diatur dalam pasal 23 ayat (1)
    Undang-Undang pajak penghasilan. Sampai dengan tahun buku berakhir pada tanggal 31
    Desember 2014 PT ETU belum melakukan permintaan kepada ETU untuk melakukan
    pengembalian pokok beserta bunga pinjaman yang artinya pinjaman tersebut belum jatuh
    tempo di tahun 2014. Bahwa perusahaan baru berdiri pada tanggal 6 Januari 2014 yang mana
    perusahaan belum memperoleh pendapatan sehingga belum memiliki kemampuan finansial
    untuk melakukan pembayaran pokok pinjaman dan/atau bunga terkait.

                                                                                          PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                       Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                P. (021) 22265136
                                                                                               www.expressgroup.co.id
Page 7
                           2


6.   Merujuk pada CALK 10 Utang Usaha – Pihak Ketiga, tidak terdapat movement atas saldo utang
     usaha untuk biaya kendaraan dan pembelian suku cadang dan pemeliharaan kepada pemasok
     sebesar Rp192,54 juta. Bursa meminta penjelasan:

     a. Detail rincian utang kepada pemasok tersebut dan pihak pemasok.

     Tanggapan:

      NO      TGL                          Description                               Vendor                        Value
       1    24-May-16 Rajawali C_maintenance fee BSD Warehouse Jan-Jun17 RAJAWALI CORPORA                         (12,000,000)
       2    30-Apr-18 Rajawali Corpora_maintenance fee BSD Juli-Des'17     RAJAWALI CORPORA                       (12,000,000)
       3    13-Jun-16 Rajawali Corp_maintenance fee BSD WH Jan-Jun'18      RAJAWALI CORPORA                       (12,000,000)
       4    25-Aug-16 Rajawali Corp_maintenance fee BSD Warehs Jul-Des18   RAJAWALI CORPORA                       (12,000,000)
       5    25-Aug-16 Rajawali C_maintenance fee BSD Warehouse Jan-Jun19 RAJAWALI CORPORA                         (12,000,000)
       6    25-Aug-16 Multi Moga Sinergi_pelunasan stiker informasi EG     MULTI MOGA SINERGI                     (13,500,000)
       7    25-Aug-16 Muchlis Patahna_akta pemberian hak tanggung HGB RT MUCHLIS PATAHNA                          (18,702,000)
       8    31-Jan-20 Rajawali C_kardus filling dokumen BSD-78pcs          RAJAWALI CORPORA                        (1,950,000)
       9    31-Jan-20 Rajawali C_maintenance fee BSD Warehouse Jul-Des19 RAJAWALI CORPORA                         (12,000,000)
       10    4-Sep-20 BIAYA PENDAFTARAN VIRTUAL ACCOUNT U/ ????            Others                                   5,000,000
       11   30-Jun-22 Reimb.Maint BSD Jan-Jun'20-ETU                       RAJAWALI CORPORA                       (12,000,000)
       12   30-Jun-22 Reimb.Maint BSD Jul-Dec'20-ETU                       RAJAWALI CORPORA                       (12,000,000)
       13   30-Jun-22 Reimb.Maint BSD Jan-Jun'21-ETU                       RAJAWALI CORPORA                       (12,000,000)
       14   30-Jun-22 Reimb.maint BSD Jul-Dec'21-ETU                       RAJAWALI CORPORA                       (12,000,000)
       15   26-Feb-18 Dewata Solusindo_By sewa mesin fotocopy Jan 18       DEWATA SOLUSINDO                       (450,000.00)
       16 28-Mar-19 Pasific Mobil_By maintenance kend VATB Bdg Jun 18      PASIFIC MOBIL                      (16,343,000.00)
       17 27-Nov-18 Pasific Mobil_By service kend D.1422.BYX               PASIFIC MOBIL                        (1,986,000.00)
       18   26-Sep-18 Pasific Mobil_By maintenance kend VATB Bdg Aug 18    PASIFIC MOBIL                        (1,954,000.00)
       19 31-Aug-18 Reimburse Spart NO.025/PC-Part/08/18                   SINAR TERANG                            (70,000.00)
       20 31-Dec-19 MU 117/ETU/11/19                                       KANUGRAHAN KACANDI BUANA             (1,176,904.00)
       21 22-Mar-18 RR.12154/GGE/03                                        PUTRA HARDISURYA MAHESA              (3,123,120.00)
       22   15-Sep-17 Cahaya GA_by prawatan&cuci Tiara 1-15 Jun'17 1894u   CAHAYA GEMILANG                         (7,331,860)
       23   28-Sep-18 CGA_by cuci tiara RWB, 1-15 Sept'18 sbyk 860u        CAHAYA GEMILANG                        (10,956,400)


     b. Langkah, upaya, dan timeline Perseroan dalam melunasi utang tersebut.

     Tanggapan:
     Hingga tanggal pelaporan terakhir, Perseroan tidak ditagihkan atas pembayaran hutang di atas
     maka perseroan masih melakukan pencatatan atas saldo hutang tsb sebagai kewajiban kepada
     Pihak Ketiga. Perseroan akan menghubungi para pemasok untuk membicarakan penyelesaian
     saldo utang tersebut di Tahun 2025.


7.   Merujuk pada CALK 12 Beban Akrual, terdapat penurunan signifikan beban akrual sebesar
     Rp2,23 miliar (-81,40%) utamanya dikarenakan beban sewa sebesar Rp1,65 miliar (-100%) dan
     beban lain-lain sebesar Rp273,62 juta (-66,3%). Bursa meminta penjelasan:

     a. Latar belakang penurunan signifikan tersebut.

     Tanggapan:
     Penurunan tersebut disebabkan adanya pembatalan accrue sewa, sehingga beban akrual
     berkurang.

                                                                                                              PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                                           Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                                    P. (021) 22265136
                                                                                                                   www.expressgroup.co.id
Page 8
                      2


     b. Detail dan nature beban sewa dan beban lain-lain termasuk pihak-pihak terkait.

     Tanggapan:
     Beban sewa merupakan estimasi Perseroan terhadap penagihan sewa lahan parkir milik
     Angkasa Pura yang akan ditagihkan, dimana kemudian terjadi Pandemi Covid-19 yang
     berakibat kepada diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar oleh pihak berwenang
     sehingga tidak ada realisasi penggunaan lahan parkir oleh Perseroan maupun perusahaan taksi
     lainnya.

8.   Merujuk pada CALK 13 Jaminan Pengemudi, terdapat penurunan signifikan jaminan pengemudi
     sebesar Rp630 juta (-42.21%). Uang jaminan dari para pengemudi selama jangka waktu kerja
     sama operasi dengan Grup sehubungan dengan Perjanjian Kerjasama Operasi. Uang jaminan
     ini akan digunakan untuk menutup segala kerugian Grup yang mungkin timbul, antara lain
     kerugian akibat pencemaran terhadap nama baik dan/atau citra Grup dan/atau Grup Express,
     dan digunakan untuk pembayaran harga jual taksi jika pengemudi memiliki prestasi baik, tidak
     ada tunggakan terhadap Grup apabila pengemudi berniat untuk membeli taksi seperti yang
     dimaksud dalam Perjanjian Kerjasama Operasi. Bursa meminta penjelasan:

     a. Mohon dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan penurunan signifikan jaminan pengemudi
        tersebut dalam periode pelaporan.

     Tanggapan:
     Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan signifikan atas jaminan pengemudi adalah adanya
     saling hapus (offsetting atau netting) antara antara akun piutang pengemudi (pos aktiva) dan
     akun jaminan pengemudi (pos liabilitas), saling hapus atau netting dilakukan karna pengemudi
     sudah tidak bekerja lagi pada Perusahaan maupun entitas anak sehingga menyulitkan
     perusahaan untuk menyelesaikan saldo-saldo tersebut seperti kondisi normal.

     b. Apakah penurunan jaminan pengemudi ini berdampak pada stabilitas kerja sama operasi
        dengan para pengemudi atau pada pengelolaan armada taksi oleh Grup?

     Tanggapan:
     Penurunan jaminan pengemudi ini tidak berdampak terhadap stabilitas kerja sama dengan pihak
     terkait, dikarenakan unit taksi sudah tidak ada dan tidak dioperasikan semenjak tahun 2021.

     c.   Apakah terdapat perubahan kebijakan atau ketentuan dalam Perjanjian Kerjasama Operasi
          yang mempengaruhi besaran atau penggunaan uang jaminan tersebut?

     Tanggapan:
     Tidak ada perubahan semua mengikuti perjanjian Kerjasama yang ditandatangani pengemudi


9.   Merujuk pada CALK 18 Pendapatan, terdapat penurunan pendapatan atas segmen bisnis sewa
     kendaraan sebesar Rp922,99 juta (-19,14%). Selain itu, Perseroan tidak lagi membukukan
     pendapatan atas segmen pendapatan suku cadang dan lain-lain. Adapun detail movement
     pendapatan Perseroan sebagai berikut:




     Bursa meminta penjelasan:
     a. Faktor-faktor utama penurunan pendapatan sebesar Rp922,99 juta (-19,14%) pada segmen
        sewa kendaraan.

                                                                                          PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                       Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                P. (021) 22265136
                                                                                               www.expressgroup.co.id
Page 9
                     2


    Tanggapan:
    Beban sewa kendaraan adalah pendapatan sewa Bus Pariwisata. Terdapat beberapa kebijakan
    yang dikeluarkan oleh pemda maupun kantor dinas pendidikan dari berbagai daerah di wilayah
    Jabodetabek, diantaranya untuk tidak melakukan kegiatan seperti study tour, perpisahan di luar
    sekolah, yang berdampak pada penurunan intensitas sewa kendaraan Bus dari perseroan.

    b. Mempertimbangkan tidak adanya pendapatan yang dicatat dari segmen suku cadang dan
       lain- lain pada tahun 2024, apakah Perseroan telah melakukan evaluasi terkait keberlanjutan
       bisnis pada kedua segmen tersebut? Apakah segmen ini dihentikan secara strategis atau
       terdapat kendala operasional?

    Tanggapan:
    Anak perusahaan yang menjalankan unit bisnis dari segmen suku cadang sudah tidak
    beroperasi dari tahun 2021 yang berkaitan erat dengan berhentinya operasional taksi saat itu.
    Pergerakan pendapatan yang terjadi dari tahun-tahun sebelumnya merupakan upaya dari
    Perseroan untuk mencoba melelang/menjual suku cadang tersebut yang sudah tidak relevan
    dengan bisnis yang dijalankan saat ini.

    c.   Dampak penurunan pendapatan di segmen-segmen tersebut terhadap kinerja operasional
         dan profitabilitas Perseroan secara keseluruhan. Apakah Perseroan memiliki langkah-
         langkah mitigasi untuk mengatasi potensi risiko pendapatan yang berkurang?

    Tanggapan:
    Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh Perseroan antara lain:

          •   Meningkatkan utilitas armada bus secara optimal;
          •   Mengelola pemesanan dan operasional melalui penerapan sistem administrasi
              terintegrasi (freeware atau minimum cost);
          •   Mengoperasikan armada bus milik pihak lain dengan skema bagi hasil untuk periode
              tertentu; dan
          •   Mencari kerjasama operasional dan upaya pendanaan baru dari pihak perbankan dan
              atau leasing untuk penambahan armada (bus ataupun kendaraan baru lainnya).

    d. Apakah Perseroan terdapat rencana untuk melakukan diversifikasi pendapatan atau
       pengembangan segmen baru guna menggantikan kontribusi dari segmen suku cadang dan
       lain-lain yang sudah tidak ada?

    Tanggapan:
    Sampai saat ini Perseroan belum menentukan langkah diversifikasi pengembangan segmen
    baru terhadap segmen suku cadang.


10. Merujuk pada CALK 19 Beban Pokok Pendapatan, komponen gaji dan tunjangan masih menjadi
    komponen terbesar beban pokok pendapatan (COGS) dimana per 31 Desember 2024 sebesar
    Rp3,47 miliar (51,42% dari total COGS) dan meningkat Rp9,23 juta dibanding per 31 Desember
    2023 sebesar Rp3,46 miliar. Sebagai tambahan informasi, jumlah karyawan Perseroan per 31
    Desember 2024 sebanyak 17 orang sedangkan periode sebelumnya sebesar 19 orang. Selain
    itu, beban pokok pendapatan Perseroan per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
    sebesar Rp6,75 miliar dan Rp7,91 miliar dimana angka tersebut hampir dua kali lipat dari
    pendapatan Perseroan yang sebesar Rp3,89 miliar dan Rp4,85 miliar. Bursa meminta
    penjelasan:

    a. Mempertimbangkan komponen gaji dan tunjangan sebesar Rp3,47 miliar (51,42% dari total
       COGS) masih menjadi beban pokok pendapatan terbesar, bagaimana Perseroan menilai
       efisiensi struktur biaya tenaga kerja mengingat jumlah karyawan menurun dari 19 menjadi
       17 orang namun beban gaji meningkat?


                                                                                          PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                       Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                P. (021) 22265136
                                                                                               www.expressgroup.co.id
Page 10
                      2

    Tanggapan:
    Jumlah pegawai menurun karena menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Meskipun telah
    dilakukan perangkapan pekerjaan, dan harus menjalankan kewajiban sebagai perusahaan
    terbuka, namun secara volume bisnis penghasilan yang ada tidak menutup biaya biaya.

    b. Faktor utama yang menyebabkan kenaikan beban gaji dan tunjangan sebesar Rp9,23 juta
       meskipun jumlah karyawan berkurang? Apakah terdapat penyesuaian gaji, tunjangan, atau
       insentif lainnya?

    Tanggapan:
    Biaya tenaga kerja meningkat meskipun jumlah pegawai menurun disebabkan penerapan
    pengenaan pajak tunjangan natura sejak Juli 2023. Hal ini menambah beban tenaga kerja 6
    bulan di 2023 dan 12 bulan di 2024 sehingga terjadi peningkatan biaya tenaga kerja

    c.   Mempertimbangkan beban pokok pendapatan hampir dua kali lipat dari pendapatan
         Perseroan, bagaimana Perseroan merencanakan strategi untuk memperbaiki margin
         keuntungan dan memastikan keberlanjutan operasional?

    Tanggapan:
    Margin keuntungan kemungkinan dapat ditingkatkan dengan penambahan volume bisnis, baik
    dari bisnis saat ini maupun melalui perolehan pendapatan dari bisnis lainnya sehingga akan
    mencapai skala ekonomi yang tepat.

11. Merujuk pada CALK 20 Beban Umum dan Administrasi, terdapat outstanding saldo jasa
    profesional sebesar Rp397,5 juta. Selain itu terdapat disclosure berulang atas sub akun gaji dan
    tunjangan pada CALK 20 dan CALK 19 Beban Pokok Pendapatan. Bursa meminta penjelasan:
    a. Detail dan nature saldo jasa profesional dan pihak terkait.

    Tanggapan:
    Saldo Jasa Profesional tersebut adalah sebesar Rp397.500 terdiri dari :

      - Audit Fee sebesar     Rp. 245.000
      - Biaya Notaris sebesar Rp. 86.500
      - Biaya Konsultan       Rp. 66.000

    b. Latar belakang terdapat sub akun gaji dan tunjangan pada CALK 19 dan CALK 20.

    Tanggapan:
    Latar belakang adanya Sub Akun Gaji dan Tunjangan, yaitu dalam CALK 19 akun tersebut
    merupakan Beban Gaji yang secara langsung mendukung kegiatan operasional perusahaan,
    sedangkan pada CALK 20 merupakan beban gaji pendukung yang tidak terlibat secara langsung
    dalam kegiatan operasi.

    Pada tahun 2024, seluruh beban gaji dibebankan pada beban pokok pendapatan.

12. Merujuk pada Laporan Auditor Independen oleh KAP Drs Heroe, Pramono, & Rekan terdapat
    opini ketidakpastian material yang terkait dengan kelangsungan usaha dimana Perseroan telah
    mencatat rugi neto untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp1,78 miliar,
    serta melaporkan saldo akumulasi kerugian sebesar Rp1,29 triliun. Kondisi tersebut
    mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan
    signifikan atas kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Bursa
    meminta penjelasan:

    a. Langkah konkret dan perkembangan terkini apa yang telah dan akan dilakukan oleh
       manajemen untuk mengatasi kerugian neto sebesar Rp1,78 miliar dan akumulasi kerugian
       sebesar Rp1,29 triliun?




                                                                                            PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                         Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                  P. (021) 22265136
                                                                                                 www.expressgroup.co.id
Page 11
                      2

    Tanggapan:
    Langkah kongkret perseroan yang sudah dilakukan adalah :
       - Menjalin kemitraan dengan pihak ketiga. Pada Bulan Nopember 2024 telah ditandangani
           perjanjian Kerjasama operasi dengan PT RAB (anak perusahaan GOTO Company)
           dalam pengelolaan kendaraan dan pengadaan/pengelolaan pengemudi. Diharapkan
           dengan pengalaman panjang mengelola bisnis taxi, dapat membuat perseroan
           malaksanakan kerjasama ini untuk terus berkembang.
       - Secara bertahap telah melakukan revitalisasi bis wisata, meningkatkan penampilan fisik
           guna tetap menjaga layanan kepada pelanggan.


    b. Apakah Perseroan memiliki rencana restrukturisasi keuangan, penambahan modal, atau
       strategi bisnis baru yang dapat memperbaiki posisi keuangan dan menghilangkan
       ketidakpastian tersebut?

    Tanggapan:
    Perseroan belum memiliki rencana restrukturisasi secara spesifik, tetap melihat kesempatan
    yang ada dan menjaga komunikasi dengan pemegang saham tertentu yang memberikan
    perhatian khusus terhadap perkembangan perseroan.

    c.   Dalam konteks audit tahun berjalan, apakah terdapat catatan atau rekomendasi khusus dari
         auditor yang harus menjadi prioritas manajemen untuk diperbaiki?

    Tanggapan:
    Auditor memberi perhatian pada realisasi dan monitoring terhadap rencana manajemen atas
    kelangsungan usaha perusahaan sebagaimana yang telah diuraikan manajemen pada catatan
    atas laporan keuangan (audited) per 31 Desember 2024, auditor juga merekomendasikan agar
    perusahaan melakukan divestasi/penutupan pada entitas anak (legal maupun operasional) yang
    sudah tidak beroperasi dan mengalami defisiensi ekuitas prioritas utama yang berdomisili diluar
    Jabodetabek.


13. Merujuk pada Laporan Perubahan Ekuitas, sepanjang tahun 2023 dan 2024 tidak terdapat
    setoran modal maupun tambahan modal disetor. Agar dijelaskan apakah terdapat rencana
    Perseroan dalam hal penambahan modal termasuk dalam hal terdapat rencana aksi korporasi.

    Tanggapan:
    Hingga saat ini belum ada rencana maupun pertimbangan Perseroan untuk melakukan
    penambahan modal.

14. Merujuk pada Laporan Arus Kas, per 31 Desember 2024 terdapat saldo pembayaran kas kepada
    pemasok yang signifikan sebesar Rp8,71 miliar. Selain itu terdapat penurunan piutang lain-lain
    pada arus kas dari aktivitas investasi sebesar Rp6,94 miliar namun belum terdapat disclosure
    lebih detail atas hal tersebut. Bursa meminta penjelasan:

    a. Latar belakang peningkatan signifikan atas pembayaran kepada pemasok.

    Tanggapan:
    Peningkatan signifikan atas pembayaran kepada pemasok adalah adanya koreksi Utang pajak,
    provisi piutang usaha, serta penghapusan beban akrual




                                                                                           PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                        Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                 P. (021) 22265136
                                                                                                www.expressgroup.co.id
Page 12
                         2

    b. Detail dan rincian pihak pemasok.

    Tanggapan:

                                                                                                                Bayar
                                              12/31/2024       12/31/2023                 ∆                   pemasok
         CA   Pajak dibayar di muka               1,073,443          967,462                (105,981)             (105,981)

      CA      Biaya dibayar di muka                 428,156          548,350                 120,194                 120,194
      CA      Uang muka                               7,130           20,930                  13,800                  13,800
     NCA      Aset tetap                          3,470,134        4,163,798                 693,664                 675,446
     NCA      Aset tidak lancar lain-lain            62,450           83,449                  20,999                  20,999
      CL      Utang pajak                            (6,033)      (5,193,891)             (5,187,858)             (5,187,858)
      CL      Beban akrual                         (509,305)      (2,737,468)             (2,228,163)             (2,116,350)
     Equity   Penghasilan (beban) lain-lain      (2,146,958)                0              2,146,958               2,101,861
     Equity   Beban umum dan administrasi         1,077,863                 0             (1,077,863)             (1,077,863)
     Equity   Beban pokok pendapatan              6,750,696                 0             (6,750,696)             (3,153,522)
                                                          -                -                       -              (8,709,274)


    c.    Nature atas penurunan piutang lain-lain.

    Tanggapan:
    Penurunan Piutang Lain-lain berkaitan dengan adanya koreksi atas saldo piutang yang berumur
    lebih dari 6 (enam) bulan dan sudah tidak dapat ditagihkan (Piutang tidak tertagih)


15. Merujuk pada CALK 1 Umum, Perseroan memiliki sekitar 16 entitas anak yang dikonsolidasikan
    namun belum terdapat informasi detail atas nature bisnis dan kontribusi pendapatan terhadap
    laporan keuangan konsolidasian dengan detail sebagai berikut:




    Bursa meminta penjelasan:

    a. Detail informasi posisi ekuitas dan liabilitas entitas anak tersebut, serta kontribusi terhadap
       pendapatan konsolidasian.

    Tanggapan:
    Terlampir (lampiran 2)

    b. Apakah terdapat entitas anak yang telah tutup operasional?

    Tanggapan:
    Semua entitas anak sudah tidak beroperasi sejak tahun 2021.

                                                                                                  PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                               Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                        P. (021) 22265136
                                                                                                       www.expressgroup.co.id
Page 13
                       2


    c.   Apakah terdapat rencana divestasi pada entitas-entitas anak tersebut?

    Tanggapan:
    Pihak manajemen perseroan mempunyai rencana untuk menutup entitas anak perusahaan yang
    tidak beroperasi dan eksekusi nya melalui mekanisme secara bertahap.

16. Merujuk pada CALK 2q Pengakuan pendapatan dan beban, terdapat informasi pendapatan jasa
    dimana pendapatan tersebut dari kegiatan penyewaan bus dan diakui pada saat jasa diserahkan
    kepada pelanggan. Bursa meminta penjelasan:

    a. Apakah pendapatan jasa yang diakui oleh Perseroan sepenuhnya berasal dari kegiatan
       penyewaan bus, atau apakah terdapat juga pendapatan dari segmen bisnis taksi atau
       layanan transportasi lain yang masih belum tercatat?

    Tanggapan:
    Pada tahun 2024 seluruh pendapatan perseroan berasal dari penyewaan bus wisata.

    b. Mohon dijelaskan secara rinci jumlah armada bus yang saat ini dimiliki serta kondisi dan
       utilisasinya dalam mendukung kegiatan operasional?

    Tanggapan:
    Per 31 Desember 2024, jumlah unit Bus yang dimiliki berjumlah 10 (sepuluh) unit dengan kondisi
    baik (layak jalan), dengan utilisasi unit beroperasi secara maksimal.

    c.   Strategi Perseroan dalam mengembangkan armada dan layanan penyewaan bus ke depan
         untuk meningkatkan pendapatan dan pangsa pasar.

    Tanggapan:
    Hal ini telah di jelaskan di point 9.c di atas.

    d. Apakah Perseroan berencana untuk menambah atau mengurangi jumlah armada, dan
       bagaimana keputusan tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar dan tren permintaan
       pelanggan?

    Tanggapan:
    Perseroan tidak memiliki rencana untuk pengurangan jumlah armada Bus, namun sebaliknya
    apabila ada mitra maupun investor yang ingin menyertakan modal, tidak menutup kemungkinan
    Perseroan akan menambah unit Bus.

    e. Apakah terdapat inisiatif untuk diversifikasi segmen jasa transportasi selain bus, seperti taksi
       atau layanan transportasi berbasis aplikasi, guna mendukung pertumbuhan bisnis?

    Tanggapan:
    Pada tanggal 21 Nopember 2024, Perusahaan ditunjuk oleh PT Rekan Anak Bangsa yang
    bergerak di bidang penyedia layanan angkutan sewa khusus untuk menunjang kegiatan
    operasionalnya melalui Perjanjian Pengadaan Jasa untuk menyediakan jasa. Jasa yang
    dimaksud didalam perjanjian seperti layanan lahan parkir, menerima mobil dari dealer atau pihak
    ketiga dan pengawasan perangkat keras, rekrutmen dan mengelola perawatan serta
    penggunaan kendaraan, pemeliharaan mobil dan kelengkapan alat, mengasuransikan
    kendaraan, manajemen komunitas pengemudi.

17. Merujuk pada CALK 15 Modal Saham dan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek,
    Perseroan tidak lagi memiliki pemegang saham utama dari pemegang saham pengendali. Selain
    itu BOD dan BOC Perseroan tidak memiliki sama sekali saham Perseroan dan seluruhnya
    dimiliki oleh masyarakat. Bursa meminta penjelasan:




                                                                                              PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                           Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                    P. (021) 22265136
                                                                                                   www.expressgroup.co.id
Page 14
                 2

a. Dapatkah Perseroan menjelaskan alasan tidak adanya pemegang saham utama maupun
   pemegang saham pengendali saat ini?

Tanggapan:
Sejak tanggal 22 Mei 2019, setelah dilaksanakannya konversi obligasi menjadi saham,
Perseroan tidak lagi memiliki pemegang saham utama dan pemegang saham pengendali.
Komposisi kepemilikan saham per 31 Desember 2024, tidak terdapat kepemilikan saham yang
mencapai lebih dari 50% sesuai pengertian tentang Pemegang Saham Pengendali. Tidak
adanya pemegang saham utama adalah adanya penjualan saham pemegang saham utama
karena melakukan divestasi.

b. Implikasi dari tidak adanya pemegang saham pengendali terhadap pengambilan keputusan
   strategis dan tata kelola perusahaan di tingkat Dewan Direksi (BOD) dan Dewan Komisaris
   (BOC)?

Tanggapan:
BOD dan BOC dengan iktikad baik mencoba untuk menjaga perseroan tetap berjalan dengan
menjaga komunikasi kepada para pemegang saham, terutama pemegang saham yang
memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan perseroan.

c.   Mempertimbangkan BOD dan BOC tidak memiliki saham Perseroan, bagaimana Perseroan
     memastikan alignment kepentingan antara manajemen dengan pemegang saham publik?

Tanggapan:
Secara khusus BOD Perseroan menjalin komunikasi dengan beberapa pemegang saham,
sambil mencoba mencari jalan terbaik bagi keberlangsungan perseroan, dengan tetap menjaga
ketentuan dan peraturan perusahaan terbuka untuk tetap dipenuhi, serta saling
menginformasikan situasi bisnis untuk mencari kemungkinan adanya usaha yang dapat
dijalankan perseroan.

d. Bagaimana Perseroan mengelola risiko potensi konflik kepentingan atau kurangnya kontrol
   atas kebijakan strategis tanpa adanya pemegang saham pengendali?

Tanggapan:
Tanpa adanya pemegang saham pengendali, Sejauh ini Perseroan dapat mengelola risiko
konflik kepentingan dan kemungkinan kurangnya kontrol atas kebijakan strategis melalui
penerapan tata kelola perusahaan yang baik, penguatan peran komite audit, dan transparansi
dalam pengambilan keputusan strategis.

e. Apakah terdapat rencana untuk menetapkan pemegang saham pengendali baru, atau akan
   mempertahankan struktur kepemilikan yang saat ini seluruhnya dimiliki oleh masyarakat?

Tanggapan:
BOD dan BOC saat ini tidak memiliki kapasitas dalam menetapkan pemegang saham
pengendali baru. BOD mengupayakan peningkatan volume bisnis secara bertahap untuk dapat
memberikan kinerja positif bagi perseroan, sehingga bisa membuat pemilik modal dan
pemegang saham akan tertarik untuk suatu Ketika mengajukan diri menjadi pengendali, atau
mengambil alih.

f.   Pemenuhan Pasal 85 POJK No. 3/2021 dimana semua emiten diharuskan mempunyai
     pengendali dan target pemenuhannya ketentuan tersebut.

Tanggapan:
Berkaitan dengan dengan penjelasan pada huruf e. di atas, tentunya dengan kinerja operasi dan
keuangan yang membaik bagi perseroan akan mendatangkan kemungkinan masuknya calon
investor yang berpotensi memegang kendali. Usaha perseroan juga sudah dilakukan dengan
melalui konsorsium pemegang saham minoritas dalam mencari masukan-masukan strategis
termasuk menyerahkan keputusan kepada Otoritas Jasa Keuangan dalam RUPST tahun 2023.

                                                                                     PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                  Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                           P. (021) 22265136
                                                                                          www.expressgroup.co.id
Page 15
                     2


    g. Pemegang Manfaat Akhir (UBO) Perseroan saat ini karena tidak terdapat informasi UBO
       pada LBPRE Perseroan.

    Tanggapan:
    Secara de facto Pengurus Perseroan dan para pegawai menjadi UBO, mengingat seluruh saham
    dipegang oleh masyarakat.

    h. Pemenuhan Pasal 3 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 13 Tahun 2018 tentang
       Penerapan Prinsip Mengenali Pemilik Manfaat dari Korporasi dalam Rangka Pencegahan
       dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan
       Terorisme yang mengatur bahwa Setiap Korporasi wajib menetapkan Pemilik Manfaat dari
       Korporasi serta rencana pemenuhannya.

    Tanggapan:
    Saat ini manajeman, khususnya Direktur Utama hanya bisa memastikan untuk selalu mencoba
    menjalankan perseroan dengan tata kelola terbaik. Memastikan diterapkannya nilai-nilai
    perseroan, menjaga para pegawai professional, dan terus mencoba mencari peluang terbaik
    untuk meningkatkan kinerja perseroan.

18. Merujuk pada CALK 23, terdapat saldo piutang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp40,82
    miliar atau 69,28% dari total aset. Bursa meminta penjelasan:

    a. Mempertimbangkan nilai piutang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp40,82 miliar atau
       69,28% dari total aset, mohon dijelaskan dasar pertimbangan manajemen dalam
       mempertahankan saldo tersebut dan apakah terdapat risiko signifikan terhadap posisi
       keuangan perusahaan apabila piutang tersebut tidak tertagih?

    Tanggapan:
    Piutang pihak berelasi merupakan piutang dari entitas anak yang mana sejak tahun 2021, entitas
    anak sudah tidak beroperasi dan tidak ada kemampuan secara finansial untuk membayar hutang
    tersebut kepada perseroan. Piutang ini kemungkinan tidak akan tertagih dan akan dihapuskan
    secara bertahap beriringan dengan upaya peningkatan kinerja.

    b. Apakah manajemen telah melakukan evaluasi independen atas kemungkinan pemulihan
       piutang kepada entitas berelasi, khususnya EKJJ yang telah dilakukan pencadangan penuh
       sejak tahun-tahun sebelumnya

    Tanggapan:
    Pertanyaan ini berkaitan dengan pertanyaan huruf a dan sudah dijelaskan dalam tanggapan
    dalam poin tersebut.

    c.   Cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp52,98 miliar telah dibentuk dan tidak
         berubah selama tahun berjalan. Apakah manajemen telah melakukan penelaahan kembali
         atas estimasi cadangan tersebut? Apakah terdapat perubahan kondisi keuangan EKJJ atau
         pihak terkait lain yang dapat memengaruhi recoverability piutang?

    Tanggapan:
    Pertanyaan ini berkaitan dengan pertanyaan huruf a dan sudah dijelaskan dalam tanggapan
    dalam poin tersebut..

    d. Mempertimbangkan ketiga entitas berelasi (EKJJ, SITU, ESTU) belum menghasilkan laba
       hingga 31 Desember 2024, apa dasar pertimbangan manajemen dalam memberikan uang
       muka dan piutang kepada entitas-entitas tersebut? Apakah terdapat strategi atau rencana
       bisnis konkret untuk memastikan pengembalian dana?




                                                                                          PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                       Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                P. (021) 22265136
                                                                                               www.expressgroup.co.id
Page 16
                      2

    Tanggapan:
    Uang muka tersebut diberikan sejak tahun 2010 untuk menjalankan operasional armada taxi dan
    bus, tetapi semenjak tahun 2021, seluruh entitas anak dan asosisasi berhenti beroperasi
    dampak dari Covid-19. Strategi pengembalian dana sejauh ini belum dipertimbangkan
    sehubungan dengan kemampuan finansial entitas - entitas anak dan asosiasi tersebut yang tdak
    mencukupi.

19. Merujuk pada CALK 27 Komitmen dan Kontingensi, pada tanggal 21 November 2024, Perseroan
    telah ditunjuk oleh PT Rekan Anak Bangsa (Entitas Anak GOTO) yang bergerak di bidang
    penyedia layanan angkutan sewa khusus untuk menunjang kegiatan operasionalnya melalui
    Perjanjian Pengadaan Jasa untuk menyediakan jasa, jasa yang dimaksud di dalam perjanjian
    seperti layanan lahan parkir, menerima mobil dari dealer atau pihak ketiga dan pengawasan
    perangkat keras, rekrutmen dan mengelola perawatan serta penggunaan kendaraan,
    pemeliharaan mobil dan kelengkapan alat, mengasuransikan kendaraan, manajemen komunitas
    pengemudi. Bursa meminta penjelasan:

    a. Penjelasan terkini mengenai pelaksanaan Perjanjian Pengadaan Jasa dengan PT Rekan
       Anak Bangsa, terutama terkait capaian layanan dan pemenuhan kewajiban Perseroan sejak
       penunjukan pada 21 November 2024.

    Tanggapan:
    Saat ini Perseroan telah mengoperasikan 65 unit mobil BYD M6 yang akan terus bertambah
    seiring berjalannya waktu. Kewajiban Perseroan terhadap PT Rekan Anak Bangsa dapat di
    optimalkan dengan berlandaskan pengalaman Perseroan dalam mengoperasikan taksi
    konvensional.

    b. Perkembangan operasional Perseroan dalam menjalankan layanan yang meliputi lahan
       parkir, penerimaan mobil dari dealer atau pihak ketiga, pengawasan perangkat keras, serta
       rekrutmen dan pengelolaan perawatan kendaraan.

    Tanggapan:
    Jawaban adalah sama dengan tanggapan pada pertanyaan huruf a.

    c.   Apakah terdapat kendala atau risiko kontingensi yang telah atau berpotensi muncul selama
             pelaksanaan perjanjian tersebut, termasuk risiko hukum, operasional, atau keuangan?

    Tanggapan:
    Sampai saat ini, belum ada kendala yang diterima oleh Perseroan demikian juga dengan risiko
    kontingensi, termasuk risiko hukum, operasional, maupun keuangan.

    d. Bagaimana Perseroan memproyeksikan kontribusi pendapatan dan beban terkait komitmen
       ini untuk periode mendatang, serta dampaknya terhadap kinerja keuangan secara
       keseluruhan?

    Tanggapan:
    Tahap awal pengelolaan 65 unit kendaraan listrik, akan terus bertambah seiring dengan
    Kerjasama yang diharapkan memberikan hasil positif. Semakin banyak unit yang dikelola tentu
    akan semakin menambah margin keuntungan, diharapkan di Tahun 2025 setidaknya telah dapat
    dikelola sekitar 200 unit kendaraan yang bisa menambah pendapatan sekitar Rp 150 jt per bulan.

    e. Apakah terdapat rencana pengembangan atau perpanjangan kontrak dengan PT Rekan
       Anak Bangsa atau entitas terkait lainnya untuk memperluas layanan serupa di masa depan?

    Tanggapan:
    Pengambangan dan perpanjangan kontrak tentu akan menjadi focus perseroan agar tetap dapat
    menjaga kelangsungan dan meningkatkan bisnis. Layanan serupa juga akan dicoba untuk
    diterapkan.


                                                                                          PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                       Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                P. (021) 22265136
                                                                                               www.expressgroup.co.id
Page 17
                      2

20. Merujuk pada CALK 28 Kondisi Ekonomi dan Bisnis, Perseroan telah mengambil langkah-
    langkah dalam menghadapi dan mengelola atas kondisi persaingan yang tinggi dan penurunan
    tingkat utilisasi yakni:

    a. Optimalisasi aset
       Saat ini Grup masih memiliki dan menjalankan operasional Bus Pariwisata dan hal ini
       berjalan dengan baik. Diharapkan di Tahun 2025 dan seterusnya pendapatan operasional
       Bus akan meningkat dan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga

    b. Efisiensi biaya
       Grup mereview ulang pos-pos biaya dan menyesuaikan dengan kondisi bisnis saat ini. Biaya
       operasional akan selalu mencapai efisiensi ekonomis tanpa mengurangi kualitas output
       pelayanan jasa.

    c.   Terus fokus untuk meningkatkan kinerja Grup melalui peningkatan produktivitas dan utilitas
         armada dan pengemudi

    Bursa meminta penjelasan atas perkembangan terkini atas hal tersebut.

    Tanggapan:
    Dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian pada Kuartal I
    tahun 2025, untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025, tercatat Kerugian
    Perseroan adalah sebesar Rp 1.942 atau meningkat 128% dibandingkan periode yang sama
    pada tahun sebelumnya. Kontribusi atas kerugian ini terutama berasal dari Biaya Lain-lain di Q1
    2025 sebesar Rp 737. sementara kontribusi kerugian lainnya adalah dari naiknya Beban Pokok
    Pendapatan sebesar 12.5 % dan diikuti dengan menurunnya Pendapatan sebesar 27%.

    Perseroan telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengoptimalisasi aset, tetapi ada
    beberapa kendala dan tantangan yang harus dihadapi dalam kuartal I di antaranya:

         1. Terdapat beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemda maupun kantor dinas
            pendidikan dari berbagai daerah di wilayah Jabodetabek, untuk tidak melakukan
            kegiatan seperti study tour, perpisahan di luar sekolah
         2. Di kuartal I, Bisnis Perseroan dihadapkan dengan periode bulan puasa dan lebaran,
            dimana permintaan untuk penyewaan Bus Pariwisata bisa dikatakan tidak ada.
         3. Perseroan juga telah melakukan efisiensi biaya operasional Bus, akan tetapi Perseroan
            juga harus mengeluarkan biaya-biaya operasional pool untuk kerja sama dengan PT
            RAB.
         4. Adanya kerugian atas penjualan persediaan yang sudah tidak bisa dipakai dan di
            optimalkan.




                                                                                           PT Express Transindo Utama, Tbk
                                                                        Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
                                                                                                                 P. (021) 22265136
                                                                                                www.expressgroup.co.id
Page 18
LAMPIRAN 2
Page 19

          
Page 20

          
Page 21

          
Page 22

          
Page 23

          
Page 24

          
Page 25

          
Page 26

          
Page 27

          
Page 28

          
Page 29

          
Page 30

          
Page 31

          
Page 32

          
Page 33

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.17 MB
Published10 Jun 2025
Pages33
Characters59,091
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Express Transindo Utama p.2 ×31
linked org RAJAWALI CORPORA p.7 ×12
linked org Angkasa Pura p.8
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.14
unresolved org ETU Tbk p.5 ×17
unresolved org PT EJJ p.5
unresolved org Mulyamin Sensi Suryanto p.6
unresolved org Rajawali Corp p.7 ×2
unresolved person Drs Heroe p.10
unresolved org PT RAB p.11 ×2
unresolved org PT Rekan Anak Bangsa p.13 ×5
unresolved — BOC · Komisaris p.14

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result