Back to announcement
20250610_TAXI_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31893884_lamp1.pdf
Other Text extracted TAXISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 33
Page 1
Page 2
2
LAMPIRAN 1
PENJELASAN ATAS LAPORAN KEUANGAN TAHUNAN 2024 DAN LAPORAN KEUANGAN
TRIWULAN I 2025
1. Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha – Pihak Ketiga, per 31 Desember 2024 seluruh piutang
usaha yakni sebesar Rp34,38 miliar (62% total aset lancar) telah lewat jatuh tempo lebih dari 6
bulan yang mencerminkan tingkat risiko penagihan yang sangat tinggi. Selain itu, terdapat saldo
CKPN sebesar Rp27,61 miliar (80% dari total piutang usaha) meningkat Rp3,13 miliar (13%).
Bursa meminta penjelasan:
a. Latar belakang dan faktor utama belum terdapat pelunasan piutang usaha tersebut.
Tanggapan:
Sebagian piutang usaha pihak ketiga Perseroan berasal dari tagihan kepada pengemudi
taksi. Piutang ini timbul saat pengemudi taksi tidak dapat memenuhi seluruh setoran harian
yang diwajibkan kepada Perseroan. Setiap kekurangan setoran akan diakumulasi.
b. Bagaimana manajemen Perseroan menjelaskan strategi dan langkah konkret yang
dilakukan untuk mempercepat penagihan dan mengurangi risiko kredit tersebut?
Tanggapan:
Proses penagihan dengan kunjungan/menghubungi langsung ke tiap-tiap pengemudi sudah
dilakukan. Namun karena jumlah pengemudi yang banyak, sementara operasi taxi telah
dihentikan paska pandemic covid-19, proses tersebut belum memberikan hasil yang
memuaskan. Pada tahun 2024, Perseroan juga telah menerapkan saling hapus antara
piutang dengan hutang.
c. Mempertimbangkan saldo CKPN yang mencapai 80% dari total piutang usaha dan
mengalami peningkatan sebesar 13%, agar dijelaskan metodologi Perseroan penilaian dan
kriteria yang digunakan dalam pembentukan CKPN serta bagaimana pengaruhnya terhadap
proyeksi laba/rugi ke depan.
Tanggapan:
Metode CKPN melihat dari nilai akun yang sudah tidak bergerak dari tahun 2021 dan
memiliki umur lebih dari 6 bulan. Untuk proyeksi laba/rugi otomatis menambah potensi
kerugian perseroan yang memang seharusnya sudah dilakukan ditahun tahun sebelumnya
d. Bagaimana Perseroan memastikan kualitas aset lancar tetap terjaga dan risiko likuiditas
dapat dikelola dengan efektif mengingat tingginya piutang usaha bermasalah?
Tanggapan:
Piutang usaha bermasalah ini telah berumur cukup lama, yang tidak berpengaruh terhadap
kualitas asset lancar saat ini. Piutang usaha ini akan dihapuskan secara bertahap.
e. Apakah terdapat rencana restrukturisasi piutang atau langkah hukum terhadap pihak-pihak
dengan piutang yang telah melewati jatuh tempo lebih dari 6 bulan?
Tanggapan:
Perseroan hanya melakukan restrukturasi secara pencatatan tanpa langkah hukum karena
nominal relative kecil dalam jumlah debitur yang banyak
2. Merujuk pada CALK 6 Persediaan, per 31 Desember 2024 tidak terdapat movement saldo dari
akun persediaan sebesar Rp746,27 juta (1,35% total aset lancar) dibandingkan periode
sebelumnya. Selain itu, presentation and disclosure dalam CALK hanya mengungkapkan sub
akun Lain-lain. Bursa meminta penjelasan:
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 3
2
a. Latar belakang dan faktor utama tidak terdapat movement saldo dari akun persediaan
tersebut.
Tanggapan:
Akun persediaan lain-lain merupakan suku cadang unit mobil Taksi yang sudah tidak
beroperasi dari tahun 2021 (akibat pandemic Covid-19), yang masih tersisa di gudang
Perseroan. Dengan kondisi saat ini sudah tidak relevan lagi untuk digunakan karena
ketiadaan unit, pada Januari 2025 persediaan sparepart tersebut telah dilakukan lelang.
b. Nature dan detail akun lain-lain tersebut.
Tanggapan:
Merupakan sisa persediaan sparepart unit kendaraan (model Tahun 2014-2017) yang
dicatat di Anak Perusahaan dimana anak perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi dari
tahun 2021.
3. Merujuk pada CALK 8 Investasi pada Entitas Asosiasi, terdapat provision for impairment sebesar
seluruh dari saldo nilai tercatat dari investasi pada entitas asosiasi sebesar Rp579,24 juta hal
tersebut dikarenakan seluruh entitas asosiasi mengalami defisiensi ekuitas. Adapun detail
entitas asosiasi Perseroan sebagai berikut:
Bursa meminta penjelasan:
a. Perseroan mencatatkan provision for impairment sebesar Rp579,24 juta yang merupakan
seluruh nilai tercatat dari investasi pada entitas asosiasi. Apakah manajemen dapat
menjelaskan metodologi dan asumsi yang digunakan dalam penentuan nilai impairment
tersebut.
Tanggapan:
Manajemen dalam penentuan nilai impairment tersebut mengacu pada kondisi usaha
perusahaan-perusahaan asosiasi yang sudah tidak beroperasi dan belum ada rencana jangka
pendek maupun jangka panjang atas kondisi perusahaan-perusahaan asosiasi tersebut.
b. Mempertimbangkan seluruh entitas asosiasi mengalami defisiensi ekuitas, bagaimana
Perseroan menilai kelangsungan usaha dan prospek pemulihan nilai investasi pada masing-
masing entitas asosiasi tersebut?
Tanggapan:
Manajemen beranggapan kelangsungan usaha entitas asosiasi memiliki ketidakpastian dan
meragukan prospek pemulihan nilai investasi masing-masing entitas asosiasi.
c. Apakah Perseroan memiliki rencana untuk melakukan pelepasan atau pengurangan
investasi pada entitas asosiasi yang mengalami defisiensi ekuitas?
Tanggapan:
Untuk saat ini manajemen belum memiliki rencana melakukan pelepasan atau pengurangan
investasi pada entitas asosiasi.
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 4
2
4. Merujuk pada CALK 9 Aset Tetap, per 31 Desember 2024 terdapat pengurangan cukup
signifikan sebesar Rp110,72 miliar dari armada & peralatan serta non-armada (bangunan, mess
dan pool, kendaraan, dan peralatan perlengkapan) dengan detail sebagai berikut:
Perseroan berpendapat bahwa pengurangan merupakan penghapusan aset tetap pada grup
berdasarkan penelaahan manajemen terhadap keberadaan dan kondisi fisik aset tetap yang
disetujui oleh Direksi. Bursa meminta penjelasan:
a. Mohon dijelaskan secara rinci aset tetap yang dihapus, termasuk nilai tercatat dan jenis aset
yang mengalami penghapusan.
Tanggapan:
Aset tetap yang dihapus adalah saldo aset yang masih tercatat di laporan keuangan, tetapi aset
tersebut sudah tidak memiliki nilai ekonomis karena rusak total atau sudah tidak ada fisiknya
(tidak tangible) dan dibuktikan dengan lampiran BAST dari Operasional Perseroan dari tahun
berakhirnya masa kontrak atau sewa.
b. Kriteria dan prosedur penilaian yang digunakan dalam penelaahan aset tetap untuk
menentukan penghapusan.
Tanggapan:
Melihat dari BAST dari Operasional Perseroan dari tahun berakhirnya masa kontrak atau sewa
pool yang berisi aset tetap. Kriteria yang digunakan melalui pendekatan eksistensi aset tersebut
adalah kondisi fisik dan nilai ekonomisnya yaitu sebagai berikut:
1. Aset yang rusak berat, tidak dapat diperbaiki, atau tidak lagi berfungsi.
2. Aset yang telah mencapai umur ekonomisnya dan tidak dapat lagi
memberikan manfaat secara signifikan.
3. Aset yang mengalami kerusakan total atau hilang yang menyebabkan
penurunan nilai wajar yang signifikan.
4. Aset yang tidak lagi memiliki nilai jual atau tidak memiliki potensi untuk
menghasilkan pendapatan.
c. Apakah penghapusan aset tetap ini berdampak material terhadap kinerja operasional dan
keuangan Perseroan? Jika ya, mohon jelaskan langkah-langkah mitigasi yang telah atau
akan diambil.
Tanggapan:
Tidak berpengaruh terhadap kinerja operasional Perseroan karena sudah tidak Tangible serta
tidak memiliki nilai ekonomis maupun resale value karena sudah tidak dapat digunakan.
d. Detail rincian aset Perseroan yang dijual dan/atau disposal beserta penentuan harga
penjualan, dan pihak-pihak terkait.
Tanggapan:
Pada tahun 2024, perusahaan hanya melakukan penghapusan (Disposal) aset tetap yang tidak
Tangible karena pencatatannya sudah tidak relevan dengan kondisi yang ada saat ini.
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 5
2
e. Agar dijelaskan diskrepansi atas dalam CALK 9 Perseroan mengungkapkan bahwa nilai jual
aset sebesar Rp114,9 juta sementara dalam arus kas, hasil penjualan aset tetap hanya
sebesar Rp33 juta.
Tanggapan:
Rp 33juta merupakan akumulasi pembelian aset dan adanya penebusan BPKB 4 unit Taksi
sebagai pengurang nilai aset yang tercatat. Sedangkan nilai jual 114,9 juta merupakan nilai
provisi aset yang sudah tercatat sejak 2020.
Hasil penjualan aset tetap sebesar Rp.15.031 sebagaimana dijelaskan pada CALK 9,
sedangkan pada laporan arus kas merupakan nilai bersih dari:
- Pembelian aset tetap (Rp.112.210)
- Disposal aset tetap (Neto) Rp.130.428
- Keuntungan penjualan aset tetap Rp. 15.031
Hasil Penjualan Aset Tetap Neto Rp 33.249
f. Pada CALK 9 penyajian tidak langsung menunjukkan impairment per jenis aset, melainkan
menggunakan akun allowance for impairment (cadangan penurunan nilai) secara agregat.
Agar dijelaskan latar belakang dan penjelasan Perseroan atas hal tersebut dan
kesesuaiannya dengan PSAK dan SE OJK VIII.G.7.
Tanggapan:
Penyajian tersebut kedepannya akan disesuaikan menurut PSAK dan SE OJK VIII.G.7 3
5. Merujuk pada CALK 7 Perpajakan, terdapat penurunan utang pajak Pasal 23 sebesar Rp5,12
miliar dikarenakan pada tanggal 15 Juli 2024, Pengadilan Pajak memutuskan pembatalan
koreksi atas Dasar Pengenaan Pajak Penghasilan Pasal 23 Massa Pajak Maret s.d. Desember
2014 sebesar Rp.22.998.959.936,- atas bunga pinjaman sebesar Rp. 5.117.558.452 dan
dibukukan perusahaan sebagai pendapatan lain-lain. Mohon dijelaskan secara rinci kronologi
dan dasar hukum keputusan Pengadilan Pajak tersebut, termasuk alasan pembatalan koreksi
pajak yang dilakukan.
Tanggapan:
Berikut ini adalah Kronologi Secara Rinci, dan dasar hukum keputusan Pengadilan Pajak
termasuk alasan pembatan koreksi pajak yang dilakukan:
• Pada tanggal 19 Juni 2014, entitas anak (EJJ) melakukan perjanjian pinjaman induk
perusahaan (ETU Tbk), dimana dana pinjaman tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan
usaha EJJ. Adapun perjanjian pinjaman tesebut berlaku sampai dengan 18 Juni 2019 dengan
nilai maksimum plafon Rp.386.618.085.022,- dan dikenakan tingkat bunga 12,5% per tahun.
“Pokok sengketa atas Koreksi atas Dasar Pengenaan Pajak Penghasilan Pasal 23 Masa Pajak
Maret s.d Desember 2014 sebesar Rp.22.998.959.936 atas bunga pinjaman”.
• Pada tanggal 30 Juli 2018, Entitas anak (PT EJJ) menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang
Bayar Nomor 00003/203/14/032/18 sebesar Rp. 5.117.558.452,atas Pajak Penghasilan pasal
23 (PPh 23) masa/tahun pajak Maret s.d Desember 2014 yang berasal dari koreksi pemeriksa
pajak atas beban bunga yang di accrue sebesar Rp.22.998.959.936, atas accrue beban bunga
tersebut pemeriksa beranggapan terhutang PPh pasal 23 sebesar Rp.3.458.559.765 dan
sanksi adm (Bunga pasal 13 (2) KUP) sebesar Rp.1.659.748.687 atau total sebesar
Rp.5.117.558.452. Tim peneliti beranggapan bahwa pembayaran/dari EJJ kepada PT ETU Tbk
sebesar Rp31.610.000.000 merupakan pembayaran bunga pinjaman karena dalam
pembukuan Wajib Pajak transaksi tersebut dibukukan dengan mendebit/mengurangi akun due
to ETU Tbk dan berdasarkan laporan laba (rugi) tahun 2014 PT ETU Tbk telah membukukan
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 6
2
hak atas penghasilan yang dibukukan pada akun pendapatan bunga. Berdasarkan uraian dan
bukti tim peneliti berkesimpulan bahwa pembayaran bunga sudah dilakukan oleh Wajib Pajak
sehingga memenuhi syarat terutangnya PPh pasal 23 atas pembayaran bunga kepada
pemberi pinjaman PT ETU Tbk.
• Pada tanggal 17 Oktober 2018, atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar PPh 23 tersebut
Perusahaan mengajukan keberatan dengan Surat Nomor 007/EJJ/BS/X/2018 dengan
pertimbangan bahwa perhitungan bunga tersebut tidak dapat menjadi dasar syarat terutangnya
PPh pasal 23 atas pembayaran bunga kepada PT ETU Tbk.
• Pada tanggal 20 September 2019, perusahaan menerima surat Keputusan Nomor KEP-
00424/KEBWPJ.05/2019 yang menyatakan bahwa Direktirat Pajak menolak permohonan
keberatan tersebut dengan penjelasan bahwa sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 PT
ETU Tbk belum melakukan permintaan pengembalian pokok beserta bunga pinjaman terkait
yang artinya atas bunga pinjaman tersebut belum jatuh tempo di tahun 2014. “berdasaran pasal
15 ayat (3) Peraturan Pemerintah No.94 tahun 2010 tentang perhitungan penghasian kena
pajak dan pelunasan pajak penghasilan dalam tahun berjalan, diatur bahwa : pemotongan
pajak penghasilan oleh pihak sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat (1 dan ayat (3)
Undang-Undang Pajak Penghasilan dilakukan pada akhir bulan:
− Dibayarkannya penghasilan.
− Disediakan untuk dibayarkannya penghasilan; atau
− Jatuh temponya pembayaran penghasilan yang bersangkutan.
Bahwa pemeriksa menganggap terdapat pembayaran dari wajib pajak kepada PT ETU Tbk
sebesar Rp31.610.000.000 atas bunga pinjaman dalam interest expense-other loan sebesar
Rp22.998.959.936. adapun atas uang keluar & interst expense bahwa pada dasarnya aliran
uang keluar kepada PT ETU merupakan pengembalian kelebihan transfer pemberian pinjaman
dari PT ETU dan transaksi antar perusahaan terkait dana operasional yang sama sekai tidak
terkait dengan pembayaran bunga pinjaman. Hal ini dapat dibuktikan dari tanggal keluar aliran
uang yang terjadi llebih dulu daripada tanggal pencatatan akrual biaya bunga pada akun
interest expenses – Other loan, pencatatan tersebut hanyalah merupakan akrual dan sama
sekali tidak melibatkan aliran uang keluar. EJJ baru berdiri pada tanggal 6 Januari 2014 dimana
berdasarkan laporan keuangan 31 Desember 2014 yang telah diaudit oleh KAP Mulyamin
Sensi Suryanto & Lianny dengan opini wajar tanpa pengecualian, dapat dilihat bahwa EJJ
belum melakukan kegiatan operasional sehingga belum memperoleh pendapatan sehingga
tidak memiliki kemampuan finansial untuk melakukan pembayaran pokok pinjaman dan/atau
bunga terkait. Disamping itu dari laporan arus kas tidak terdapat pembayaran bunga yang
dilakukan sepanjang tahun 2024.
• Pada tanggal 16 Desember 2019, menanggapi Surat Keputusan Penolakan Keberatan Dirjen
Pajak tersebut, perusahaan mengajukan Banding ke Pengadilan Pajak dengan Surat Nomor
005/EJJ/JB/XII/2019.
• Pada tanggal 4 Juli 2024 pengadilan pajak mengeluarkan Putusan No.PUT-
014245.12/2019/PP/M.IIA Tahun 2024 yang mengabulkan seluruhnya atas permintaan
banding wajib pajak (Perusahaan). Alasan dari pembatalan pajak tersebut menurut pendapat
pengadilan pajak ada 15 poin: yang secara garis besar besarnya menyatakan berdasarkan
fakta, penjelasan para pihak dan bukti-bukti surat/dokumen yang disampaikan dalam
persidangan serta ketentuan perundang-undangan perpajakan dan perundang-undangan
lainnya yang terkait sengketa a quo, bahwa tidak ada bunga yang telah dibayarkan, disediakan
untuk dibayarkan maupun telah jatuh tempo sebagaimana diatur dalam pasal 23 ayat (1)
Undang-Undang pajak penghasilan. Sampai dengan tahun buku berakhir pada tanggal 31
Desember 2014 PT ETU belum melakukan permintaan kepada ETU untuk melakukan
pengembalian pokok beserta bunga pinjaman yang artinya pinjaman tersebut belum jatuh
tempo di tahun 2014. Bahwa perusahaan baru berdiri pada tanggal 6 Januari 2014 yang mana
perusahaan belum memperoleh pendapatan sehingga belum memiliki kemampuan finansial
untuk melakukan pembayaran pokok pinjaman dan/atau bunga terkait.
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 7
2
6. Merujuk pada CALK 10 Utang Usaha – Pihak Ketiga, tidak terdapat movement atas saldo utang
usaha untuk biaya kendaraan dan pembelian suku cadang dan pemeliharaan kepada pemasok
sebesar Rp192,54 juta. Bursa meminta penjelasan:
a. Detail rincian utang kepada pemasok tersebut dan pihak pemasok.
Tanggapan:
NO TGL Description Vendor Value
1 24-May-16 Rajawali C_maintenance fee BSD Warehouse Jan-Jun17 RAJAWALI CORPORA (12,000,000)
2 30-Apr-18 Rajawali Corpora_maintenance fee BSD Juli-Des'17 RAJAWALI CORPORA (12,000,000)
3 13-Jun-16 Rajawali Corp_maintenance fee BSD WH Jan-Jun'18 RAJAWALI CORPORA (12,000,000)
4 25-Aug-16 Rajawali Corp_maintenance fee BSD Warehs Jul-Des18 RAJAWALI CORPORA (12,000,000)
5 25-Aug-16 Rajawali C_maintenance fee BSD Warehouse Jan-Jun19 RAJAWALI CORPORA (12,000,000)
6 25-Aug-16 Multi Moga Sinergi_pelunasan stiker informasi EG MULTI MOGA SINERGI (13,500,000)
7 25-Aug-16 Muchlis Patahna_akta pemberian hak tanggung HGB RT MUCHLIS PATAHNA (18,702,000)
8 31-Jan-20 Rajawali C_kardus filling dokumen BSD-78pcs RAJAWALI CORPORA (1,950,000)
9 31-Jan-20 Rajawali C_maintenance fee BSD Warehouse Jul-Des19 RAJAWALI CORPORA (12,000,000)
10 4-Sep-20 BIAYA PENDAFTARAN VIRTUAL ACCOUNT U/ ???? Others 5,000,000
11 30-Jun-22 Reimb.Maint BSD Jan-Jun'20-ETU RAJAWALI CORPORA (12,000,000)
12 30-Jun-22 Reimb.Maint BSD Jul-Dec'20-ETU RAJAWALI CORPORA (12,000,000)
13 30-Jun-22 Reimb.Maint BSD Jan-Jun'21-ETU RAJAWALI CORPORA (12,000,000)
14 30-Jun-22 Reimb.maint BSD Jul-Dec'21-ETU RAJAWALI CORPORA (12,000,000)
15 26-Feb-18 Dewata Solusindo_By sewa mesin fotocopy Jan 18 DEWATA SOLUSINDO (450,000.00)
16 28-Mar-19 Pasific Mobil_By maintenance kend VATB Bdg Jun 18 PASIFIC MOBIL (16,343,000.00)
17 27-Nov-18 Pasific Mobil_By service kend D.1422.BYX PASIFIC MOBIL (1,986,000.00)
18 26-Sep-18 Pasific Mobil_By maintenance kend VATB Bdg Aug 18 PASIFIC MOBIL (1,954,000.00)
19 31-Aug-18 Reimburse Spart NO.025/PC-Part/08/18 SINAR TERANG (70,000.00)
20 31-Dec-19 MU 117/ETU/11/19 KANUGRAHAN KACANDI BUANA (1,176,904.00)
21 22-Mar-18 RR.12154/GGE/03 PUTRA HARDISURYA MAHESA (3,123,120.00)
22 15-Sep-17 Cahaya GA_by prawatan&cuci Tiara 1-15 Jun'17 1894u CAHAYA GEMILANG (7,331,860)
23 28-Sep-18 CGA_by cuci tiara RWB, 1-15 Sept'18 sbyk 860u CAHAYA GEMILANG (10,956,400)
b. Langkah, upaya, dan timeline Perseroan dalam melunasi utang tersebut.
Tanggapan:
Hingga tanggal pelaporan terakhir, Perseroan tidak ditagihkan atas pembayaran hutang di atas
maka perseroan masih melakukan pencatatan atas saldo hutang tsb sebagai kewajiban kepada
Pihak Ketiga. Perseroan akan menghubungi para pemasok untuk membicarakan penyelesaian
saldo utang tersebut di Tahun 2025.
7. Merujuk pada CALK 12 Beban Akrual, terdapat penurunan signifikan beban akrual sebesar
Rp2,23 miliar (-81,40%) utamanya dikarenakan beban sewa sebesar Rp1,65 miliar (-100%) dan
beban lain-lain sebesar Rp273,62 juta (-66,3%). Bursa meminta penjelasan:
a. Latar belakang penurunan signifikan tersebut.
Tanggapan:
Penurunan tersebut disebabkan adanya pembatalan accrue sewa, sehingga beban akrual
berkurang.
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 8
2
b. Detail dan nature beban sewa dan beban lain-lain termasuk pihak-pihak terkait.
Tanggapan:
Beban sewa merupakan estimasi Perseroan terhadap penagihan sewa lahan parkir milik
Angkasa Pura yang akan ditagihkan, dimana kemudian terjadi Pandemi Covid-19 yang
berakibat kepada diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar oleh pihak berwenang
sehingga tidak ada realisasi penggunaan lahan parkir oleh Perseroan maupun perusahaan taksi
lainnya.
8. Merujuk pada CALK 13 Jaminan Pengemudi, terdapat penurunan signifikan jaminan pengemudi
sebesar Rp630 juta (-42.21%). Uang jaminan dari para pengemudi selama jangka waktu kerja
sama operasi dengan Grup sehubungan dengan Perjanjian Kerjasama Operasi. Uang jaminan
ini akan digunakan untuk menutup segala kerugian Grup yang mungkin timbul, antara lain
kerugian akibat pencemaran terhadap nama baik dan/atau citra Grup dan/atau Grup Express,
dan digunakan untuk pembayaran harga jual taksi jika pengemudi memiliki prestasi baik, tidak
ada tunggakan terhadap Grup apabila pengemudi berniat untuk membeli taksi seperti yang
dimaksud dalam Perjanjian Kerjasama Operasi. Bursa meminta penjelasan:
a. Mohon dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan penurunan signifikan jaminan pengemudi
tersebut dalam periode pelaporan.
Tanggapan:
Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan signifikan atas jaminan pengemudi adalah adanya
saling hapus (offsetting atau netting) antara antara akun piutang pengemudi (pos aktiva) dan
akun jaminan pengemudi (pos liabilitas), saling hapus atau netting dilakukan karna pengemudi
sudah tidak bekerja lagi pada Perusahaan maupun entitas anak sehingga menyulitkan
perusahaan untuk menyelesaikan saldo-saldo tersebut seperti kondisi normal.
b. Apakah penurunan jaminan pengemudi ini berdampak pada stabilitas kerja sama operasi
dengan para pengemudi atau pada pengelolaan armada taksi oleh Grup?
Tanggapan:
Penurunan jaminan pengemudi ini tidak berdampak terhadap stabilitas kerja sama dengan pihak
terkait, dikarenakan unit taksi sudah tidak ada dan tidak dioperasikan semenjak tahun 2021.
c. Apakah terdapat perubahan kebijakan atau ketentuan dalam Perjanjian Kerjasama Operasi
yang mempengaruhi besaran atau penggunaan uang jaminan tersebut?
Tanggapan:
Tidak ada perubahan semua mengikuti perjanjian Kerjasama yang ditandatangani pengemudi
9. Merujuk pada CALK 18 Pendapatan, terdapat penurunan pendapatan atas segmen bisnis sewa
kendaraan sebesar Rp922,99 juta (-19,14%). Selain itu, Perseroan tidak lagi membukukan
pendapatan atas segmen pendapatan suku cadang dan lain-lain. Adapun detail movement
pendapatan Perseroan sebagai berikut:
Bursa meminta penjelasan:
a. Faktor-faktor utama penurunan pendapatan sebesar Rp922,99 juta (-19,14%) pada segmen
sewa kendaraan.
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 9
2
Tanggapan:
Beban sewa kendaraan adalah pendapatan sewa Bus Pariwisata. Terdapat beberapa kebijakan
yang dikeluarkan oleh pemda maupun kantor dinas pendidikan dari berbagai daerah di wilayah
Jabodetabek, diantaranya untuk tidak melakukan kegiatan seperti study tour, perpisahan di luar
sekolah, yang berdampak pada penurunan intensitas sewa kendaraan Bus dari perseroan.
b. Mempertimbangkan tidak adanya pendapatan yang dicatat dari segmen suku cadang dan
lain- lain pada tahun 2024, apakah Perseroan telah melakukan evaluasi terkait keberlanjutan
bisnis pada kedua segmen tersebut? Apakah segmen ini dihentikan secara strategis atau
terdapat kendala operasional?
Tanggapan:
Anak perusahaan yang menjalankan unit bisnis dari segmen suku cadang sudah tidak
beroperasi dari tahun 2021 yang berkaitan erat dengan berhentinya operasional taksi saat itu.
Pergerakan pendapatan yang terjadi dari tahun-tahun sebelumnya merupakan upaya dari
Perseroan untuk mencoba melelang/menjual suku cadang tersebut yang sudah tidak relevan
dengan bisnis yang dijalankan saat ini.
c. Dampak penurunan pendapatan di segmen-segmen tersebut terhadap kinerja operasional
dan profitabilitas Perseroan secara keseluruhan. Apakah Perseroan memiliki langkah-
langkah mitigasi untuk mengatasi potensi risiko pendapatan yang berkurang?
Tanggapan:
Upaya-upaya yang dapat dilakukan oleh Perseroan antara lain:
• Meningkatkan utilitas armada bus secara optimal;
• Mengelola pemesanan dan operasional melalui penerapan sistem administrasi
terintegrasi (freeware atau minimum cost);
• Mengoperasikan armada bus milik pihak lain dengan skema bagi hasil untuk periode
tertentu; dan
• Mencari kerjasama operasional dan upaya pendanaan baru dari pihak perbankan dan
atau leasing untuk penambahan armada (bus ataupun kendaraan baru lainnya).
d. Apakah Perseroan terdapat rencana untuk melakukan diversifikasi pendapatan atau
pengembangan segmen baru guna menggantikan kontribusi dari segmen suku cadang dan
lain-lain yang sudah tidak ada?
Tanggapan:
Sampai saat ini Perseroan belum menentukan langkah diversifikasi pengembangan segmen
baru terhadap segmen suku cadang.
10. Merujuk pada CALK 19 Beban Pokok Pendapatan, komponen gaji dan tunjangan masih menjadi
komponen terbesar beban pokok pendapatan (COGS) dimana per 31 Desember 2024 sebesar
Rp3,47 miliar (51,42% dari total COGS) dan meningkat Rp9,23 juta dibanding per 31 Desember
2023 sebesar Rp3,46 miliar. Sebagai tambahan informasi, jumlah karyawan Perseroan per 31
Desember 2024 sebanyak 17 orang sedangkan periode sebelumnya sebesar 19 orang. Selain
itu, beban pokok pendapatan Perseroan per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
sebesar Rp6,75 miliar dan Rp7,91 miliar dimana angka tersebut hampir dua kali lipat dari
pendapatan Perseroan yang sebesar Rp3,89 miliar dan Rp4,85 miliar. Bursa meminta
penjelasan:
a. Mempertimbangkan komponen gaji dan tunjangan sebesar Rp3,47 miliar (51,42% dari total
COGS) masih menjadi beban pokok pendapatan terbesar, bagaimana Perseroan menilai
efisiensi struktur biaya tenaga kerja mengingat jumlah karyawan menurun dari 19 menjadi
17 orang namun beban gaji meningkat?
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 10
2
Tanggapan:
Jumlah pegawai menurun karena menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Meskipun telah
dilakukan perangkapan pekerjaan, dan harus menjalankan kewajiban sebagai perusahaan
terbuka, namun secara volume bisnis penghasilan yang ada tidak menutup biaya biaya.
b. Faktor utama yang menyebabkan kenaikan beban gaji dan tunjangan sebesar Rp9,23 juta
meskipun jumlah karyawan berkurang? Apakah terdapat penyesuaian gaji, tunjangan, atau
insentif lainnya?
Tanggapan:
Biaya tenaga kerja meningkat meskipun jumlah pegawai menurun disebabkan penerapan
pengenaan pajak tunjangan natura sejak Juli 2023. Hal ini menambah beban tenaga kerja 6
bulan di 2023 dan 12 bulan di 2024 sehingga terjadi peningkatan biaya tenaga kerja
c. Mempertimbangkan beban pokok pendapatan hampir dua kali lipat dari pendapatan
Perseroan, bagaimana Perseroan merencanakan strategi untuk memperbaiki margin
keuntungan dan memastikan keberlanjutan operasional?
Tanggapan:
Margin keuntungan kemungkinan dapat ditingkatkan dengan penambahan volume bisnis, baik
dari bisnis saat ini maupun melalui perolehan pendapatan dari bisnis lainnya sehingga akan
mencapai skala ekonomi yang tepat.
11. Merujuk pada CALK 20 Beban Umum dan Administrasi, terdapat outstanding saldo jasa
profesional sebesar Rp397,5 juta. Selain itu terdapat disclosure berulang atas sub akun gaji dan
tunjangan pada CALK 20 dan CALK 19 Beban Pokok Pendapatan. Bursa meminta penjelasan:
a. Detail dan nature saldo jasa profesional dan pihak terkait.
Tanggapan:
Saldo Jasa Profesional tersebut adalah sebesar Rp397.500 terdiri dari :
- Audit Fee sebesar Rp. 245.000
- Biaya Notaris sebesar Rp. 86.500
- Biaya Konsultan Rp. 66.000
b. Latar belakang terdapat sub akun gaji dan tunjangan pada CALK 19 dan CALK 20.
Tanggapan:
Latar belakang adanya Sub Akun Gaji dan Tunjangan, yaitu dalam CALK 19 akun tersebut
merupakan Beban Gaji yang secara langsung mendukung kegiatan operasional perusahaan,
sedangkan pada CALK 20 merupakan beban gaji pendukung yang tidak terlibat secara langsung
dalam kegiatan operasi.
Pada tahun 2024, seluruh beban gaji dibebankan pada beban pokok pendapatan.
12. Merujuk pada Laporan Auditor Independen oleh KAP Drs Heroe, Pramono, & Rekan terdapat
opini ketidakpastian material yang terkait dengan kelangsungan usaha dimana Perseroan telah
mencatat rugi neto untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp1,78 miliar,
serta melaporkan saldo akumulasi kerugian sebesar Rp1,29 triliun. Kondisi tersebut
mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan
signifikan atas kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Bursa
meminta penjelasan:
a. Langkah konkret dan perkembangan terkini apa yang telah dan akan dilakukan oleh
manajemen untuk mengatasi kerugian neto sebesar Rp1,78 miliar dan akumulasi kerugian
sebesar Rp1,29 triliun?
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 11
2
Tanggapan:
Langkah kongkret perseroan yang sudah dilakukan adalah :
- Menjalin kemitraan dengan pihak ketiga. Pada Bulan Nopember 2024 telah ditandangani
perjanjian Kerjasama operasi dengan PT RAB (anak perusahaan GOTO Company)
dalam pengelolaan kendaraan dan pengadaan/pengelolaan pengemudi. Diharapkan
dengan pengalaman panjang mengelola bisnis taxi, dapat membuat perseroan
malaksanakan kerjasama ini untuk terus berkembang.
- Secara bertahap telah melakukan revitalisasi bis wisata, meningkatkan penampilan fisik
guna tetap menjaga layanan kepada pelanggan.
b. Apakah Perseroan memiliki rencana restrukturisasi keuangan, penambahan modal, atau
strategi bisnis baru yang dapat memperbaiki posisi keuangan dan menghilangkan
ketidakpastian tersebut?
Tanggapan:
Perseroan belum memiliki rencana restrukturisasi secara spesifik, tetap melihat kesempatan
yang ada dan menjaga komunikasi dengan pemegang saham tertentu yang memberikan
perhatian khusus terhadap perkembangan perseroan.
c. Dalam konteks audit tahun berjalan, apakah terdapat catatan atau rekomendasi khusus dari
auditor yang harus menjadi prioritas manajemen untuk diperbaiki?
Tanggapan:
Auditor memberi perhatian pada realisasi dan monitoring terhadap rencana manajemen atas
kelangsungan usaha perusahaan sebagaimana yang telah diuraikan manajemen pada catatan
atas laporan keuangan (audited) per 31 Desember 2024, auditor juga merekomendasikan agar
perusahaan melakukan divestasi/penutupan pada entitas anak (legal maupun operasional) yang
sudah tidak beroperasi dan mengalami defisiensi ekuitas prioritas utama yang berdomisili diluar
Jabodetabek.
13. Merujuk pada Laporan Perubahan Ekuitas, sepanjang tahun 2023 dan 2024 tidak terdapat
setoran modal maupun tambahan modal disetor. Agar dijelaskan apakah terdapat rencana
Perseroan dalam hal penambahan modal termasuk dalam hal terdapat rencana aksi korporasi.
Tanggapan:
Hingga saat ini belum ada rencana maupun pertimbangan Perseroan untuk melakukan
penambahan modal.
14. Merujuk pada Laporan Arus Kas, per 31 Desember 2024 terdapat saldo pembayaran kas kepada
pemasok yang signifikan sebesar Rp8,71 miliar. Selain itu terdapat penurunan piutang lain-lain
pada arus kas dari aktivitas investasi sebesar Rp6,94 miliar namun belum terdapat disclosure
lebih detail atas hal tersebut. Bursa meminta penjelasan:
a. Latar belakang peningkatan signifikan atas pembayaran kepada pemasok.
Tanggapan:
Peningkatan signifikan atas pembayaran kepada pemasok adalah adanya koreksi Utang pajak,
provisi piutang usaha, serta penghapusan beban akrual
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 12
2
b. Detail dan rincian pihak pemasok.
Tanggapan:
Bayar
12/31/2024 12/31/2023 ∆ pemasok
CA Pajak dibayar di muka 1,073,443 967,462 (105,981) (105,981)
CA Biaya dibayar di muka 428,156 548,350 120,194 120,194
CA Uang muka 7,130 20,930 13,800 13,800
NCA Aset tetap 3,470,134 4,163,798 693,664 675,446
NCA Aset tidak lancar lain-lain 62,450 83,449 20,999 20,999
CL Utang pajak (6,033) (5,193,891) (5,187,858) (5,187,858)
CL Beban akrual (509,305) (2,737,468) (2,228,163) (2,116,350)
Equity Penghasilan (beban) lain-lain (2,146,958) 0 2,146,958 2,101,861
Equity Beban umum dan administrasi 1,077,863 0 (1,077,863) (1,077,863)
Equity Beban pokok pendapatan 6,750,696 0 (6,750,696) (3,153,522)
- - - (8,709,274)
c. Nature atas penurunan piutang lain-lain.
Tanggapan:
Penurunan Piutang Lain-lain berkaitan dengan adanya koreksi atas saldo piutang yang berumur
lebih dari 6 (enam) bulan dan sudah tidak dapat ditagihkan (Piutang tidak tertagih)
15. Merujuk pada CALK 1 Umum, Perseroan memiliki sekitar 16 entitas anak yang dikonsolidasikan
namun belum terdapat informasi detail atas nature bisnis dan kontribusi pendapatan terhadap
laporan keuangan konsolidasian dengan detail sebagai berikut:
Bursa meminta penjelasan:
a. Detail informasi posisi ekuitas dan liabilitas entitas anak tersebut, serta kontribusi terhadap
pendapatan konsolidasian.
Tanggapan:
Terlampir (lampiran 2)
b. Apakah terdapat entitas anak yang telah tutup operasional?
Tanggapan:
Semua entitas anak sudah tidak beroperasi sejak tahun 2021.
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 13
2
c. Apakah terdapat rencana divestasi pada entitas-entitas anak tersebut?
Tanggapan:
Pihak manajemen perseroan mempunyai rencana untuk menutup entitas anak perusahaan yang
tidak beroperasi dan eksekusi nya melalui mekanisme secara bertahap.
16. Merujuk pada CALK 2q Pengakuan pendapatan dan beban, terdapat informasi pendapatan jasa
dimana pendapatan tersebut dari kegiatan penyewaan bus dan diakui pada saat jasa diserahkan
kepada pelanggan. Bursa meminta penjelasan:
a. Apakah pendapatan jasa yang diakui oleh Perseroan sepenuhnya berasal dari kegiatan
penyewaan bus, atau apakah terdapat juga pendapatan dari segmen bisnis taksi atau
layanan transportasi lain yang masih belum tercatat?
Tanggapan:
Pada tahun 2024 seluruh pendapatan perseroan berasal dari penyewaan bus wisata.
b. Mohon dijelaskan secara rinci jumlah armada bus yang saat ini dimiliki serta kondisi dan
utilisasinya dalam mendukung kegiatan operasional?
Tanggapan:
Per 31 Desember 2024, jumlah unit Bus yang dimiliki berjumlah 10 (sepuluh) unit dengan kondisi
baik (layak jalan), dengan utilisasi unit beroperasi secara maksimal.
c. Strategi Perseroan dalam mengembangkan armada dan layanan penyewaan bus ke depan
untuk meningkatkan pendapatan dan pangsa pasar.
Tanggapan:
Hal ini telah di jelaskan di point 9.c di atas.
d. Apakah Perseroan berencana untuk menambah atau mengurangi jumlah armada, dan
bagaimana keputusan tersebut dipengaruhi oleh kondisi pasar dan tren permintaan
pelanggan?
Tanggapan:
Perseroan tidak memiliki rencana untuk pengurangan jumlah armada Bus, namun sebaliknya
apabila ada mitra maupun investor yang ingin menyertakan modal, tidak menutup kemungkinan
Perseroan akan menambah unit Bus.
e. Apakah terdapat inisiatif untuk diversifikasi segmen jasa transportasi selain bus, seperti taksi
atau layanan transportasi berbasis aplikasi, guna mendukung pertumbuhan bisnis?
Tanggapan:
Pada tanggal 21 Nopember 2024, Perusahaan ditunjuk oleh PT Rekan Anak Bangsa yang
bergerak di bidang penyedia layanan angkutan sewa khusus untuk menunjang kegiatan
operasionalnya melalui Perjanjian Pengadaan Jasa untuk menyediakan jasa. Jasa yang
dimaksud didalam perjanjian seperti layanan lahan parkir, menerima mobil dari dealer atau pihak
ketiga dan pengawasan perangkat keras, rekrutmen dan mengelola perawatan serta
penggunaan kendaraan, pemeliharaan mobil dan kelengkapan alat, mengasuransikan
kendaraan, manajemen komunitas pengemudi.
17. Merujuk pada CALK 15 Modal Saham dan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek,
Perseroan tidak lagi memiliki pemegang saham utama dari pemegang saham pengendali. Selain
itu BOD dan BOC Perseroan tidak memiliki sama sekali saham Perseroan dan seluruhnya
dimiliki oleh masyarakat. Bursa meminta penjelasan:
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 14
2
a. Dapatkah Perseroan menjelaskan alasan tidak adanya pemegang saham utama maupun
pemegang saham pengendali saat ini?
Tanggapan:
Sejak tanggal 22 Mei 2019, setelah dilaksanakannya konversi obligasi menjadi saham,
Perseroan tidak lagi memiliki pemegang saham utama dan pemegang saham pengendali.
Komposisi kepemilikan saham per 31 Desember 2024, tidak terdapat kepemilikan saham yang
mencapai lebih dari 50% sesuai pengertian tentang Pemegang Saham Pengendali. Tidak
adanya pemegang saham utama adalah adanya penjualan saham pemegang saham utama
karena melakukan divestasi.
b. Implikasi dari tidak adanya pemegang saham pengendali terhadap pengambilan keputusan
strategis dan tata kelola perusahaan di tingkat Dewan Direksi (BOD) dan Dewan Komisaris
(BOC)?
Tanggapan:
BOD dan BOC dengan iktikad baik mencoba untuk menjaga perseroan tetap berjalan dengan
menjaga komunikasi kepada para pemegang saham, terutama pemegang saham yang
memberikan perhatian khusus terhadap keberlangsungan perseroan.
c. Mempertimbangkan BOD dan BOC tidak memiliki saham Perseroan, bagaimana Perseroan
memastikan alignment kepentingan antara manajemen dengan pemegang saham publik?
Tanggapan:
Secara khusus BOD Perseroan menjalin komunikasi dengan beberapa pemegang saham,
sambil mencoba mencari jalan terbaik bagi keberlangsungan perseroan, dengan tetap menjaga
ketentuan dan peraturan perusahaan terbuka untuk tetap dipenuhi, serta saling
menginformasikan situasi bisnis untuk mencari kemungkinan adanya usaha yang dapat
dijalankan perseroan.
d. Bagaimana Perseroan mengelola risiko potensi konflik kepentingan atau kurangnya kontrol
atas kebijakan strategis tanpa adanya pemegang saham pengendali?
Tanggapan:
Tanpa adanya pemegang saham pengendali, Sejauh ini Perseroan dapat mengelola risiko
konflik kepentingan dan kemungkinan kurangnya kontrol atas kebijakan strategis melalui
penerapan tata kelola perusahaan yang baik, penguatan peran komite audit, dan transparansi
dalam pengambilan keputusan strategis.
e. Apakah terdapat rencana untuk menetapkan pemegang saham pengendali baru, atau akan
mempertahankan struktur kepemilikan yang saat ini seluruhnya dimiliki oleh masyarakat?
Tanggapan:
BOD dan BOC saat ini tidak memiliki kapasitas dalam menetapkan pemegang saham
pengendali baru. BOD mengupayakan peningkatan volume bisnis secara bertahap untuk dapat
memberikan kinerja positif bagi perseroan, sehingga bisa membuat pemilik modal dan
pemegang saham akan tertarik untuk suatu Ketika mengajukan diri menjadi pengendali, atau
mengambil alih.
f. Pemenuhan Pasal 85 POJK No. 3/2021 dimana semua emiten diharuskan mempunyai
pengendali dan target pemenuhannya ketentuan tersebut.
Tanggapan:
Berkaitan dengan dengan penjelasan pada huruf e. di atas, tentunya dengan kinerja operasi dan
keuangan yang membaik bagi perseroan akan mendatangkan kemungkinan masuknya calon
investor yang berpotensi memegang kendali. Usaha perseroan juga sudah dilakukan dengan
melalui konsorsium pemegang saham minoritas dalam mencari masukan-masukan strategis
termasuk menyerahkan keputusan kepada Otoritas Jasa Keuangan dalam RUPST tahun 2023.
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 15
2
g. Pemegang Manfaat Akhir (UBO) Perseroan saat ini karena tidak terdapat informasi UBO
pada LBPRE Perseroan.
Tanggapan:
Secara de facto Pengurus Perseroan dan para pegawai menjadi UBO, mengingat seluruh saham
dipegang oleh masyarakat.
h. Pemenuhan Pasal 3 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 13 Tahun 2018 tentang
Penerapan Prinsip Mengenali Pemilik Manfaat dari Korporasi dalam Rangka Pencegahan
dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan
Terorisme yang mengatur bahwa Setiap Korporasi wajib menetapkan Pemilik Manfaat dari
Korporasi serta rencana pemenuhannya.
Tanggapan:
Saat ini manajeman, khususnya Direktur Utama hanya bisa memastikan untuk selalu mencoba
menjalankan perseroan dengan tata kelola terbaik. Memastikan diterapkannya nilai-nilai
perseroan, menjaga para pegawai professional, dan terus mencoba mencari peluang terbaik
untuk meningkatkan kinerja perseroan.
18. Merujuk pada CALK 23, terdapat saldo piutang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp40,82
miliar atau 69,28% dari total aset. Bursa meminta penjelasan:
a. Mempertimbangkan nilai piutang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar Rp40,82 miliar atau
69,28% dari total aset, mohon dijelaskan dasar pertimbangan manajemen dalam
mempertahankan saldo tersebut dan apakah terdapat risiko signifikan terhadap posisi
keuangan perusahaan apabila piutang tersebut tidak tertagih?
Tanggapan:
Piutang pihak berelasi merupakan piutang dari entitas anak yang mana sejak tahun 2021, entitas
anak sudah tidak beroperasi dan tidak ada kemampuan secara finansial untuk membayar hutang
tersebut kepada perseroan. Piutang ini kemungkinan tidak akan tertagih dan akan dihapuskan
secara bertahap beriringan dengan upaya peningkatan kinerja.
b. Apakah manajemen telah melakukan evaluasi independen atas kemungkinan pemulihan
piutang kepada entitas berelasi, khususnya EKJJ yang telah dilakukan pencadangan penuh
sejak tahun-tahun sebelumnya
Tanggapan:
Pertanyaan ini berkaitan dengan pertanyaan huruf a dan sudah dijelaskan dalam tanggapan
dalam poin tersebut.
c. Cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp52,98 miliar telah dibentuk dan tidak
berubah selama tahun berjalan. Apakah manajemen telah melakukan penelaahan kembali
atas estimasi cadangan tersebut? Apakah terdapat perubahan kondisi keuangan EKJJ atau
pihak terkait lain yang dapat memengaruhi recoverability piutang?
Tanggapan:
Pertanyaan ini berkaitan dengan pertanyaan huruf a dan sudah dijelaskan dalam tanggapan
dalam poin tersebut..
d. Mempertimbangkan ketiga entitas berelasi (EKJJ, SITU, ESTU) belum menghasilkan laba
hingga 31 Desember 2024, apa dasar pertimbangan manajemen dalam memberikan uang
muka dan piutang kepada entitas-entitas tersebut? Apakah terdapat strategi atau rencana
bisnis konkret untuk memastikan pengembalian dana?
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 16
2
Tanggapan:
Uang muka tersebut diberikan sejak tahun 2010 untuk menjalankan operasional armada taxi dan
bus, tetapi semenjak tahun 2021, seluruh entitas anak dan asosisasi berhenti beroperasi
dampak dari Covid-19. Strategi pengembalian dana sejauh ini belum dipertimbangkan
sehubungan dengan kemampuan finansial entitas - entitas anak dan asosiasi tersebut yang tdak
mencukupi.
19. Merujuk pada CALK 27 Komitmen dan Kontingensi, pada tanggal 21 November 2024, Perseroan
telah ditunjuk oleh PT Rekan Anak Bangsa (Entitas Anak GOTO) yang bergerak di bidang
penyedia layanan angkutan sewa khusus untuk menunjang kegiatan operasionalnya melalui
Perjanjian Pengadaan Jasa untuk menyediakan jasa, jasa yang dimaksud di dalam perjanjian
seperti layanan lahan parkir, menerima mobil dari dealer atau pihak ketiga dan pengawasan
perangkat keras, rekrutmen dan mengelola perawatan serta penggunaan kendaraan,
pemeliharaan mobil dan kelengkapan alat, mengasuransikan kendaraan, manajemen komunitas
pengemudi. Bursa meminta penjelasan:
a. Penjelasan terkini mengenai pelaksanaan Perjanjian Pengadaan Jasa dengan PT Rekan
Anak Bangsa, terutama terkait capaian layanan dan pemenuhan kewajiban Perseroan sejak
penunjukan pada 21 November 2024.
Tanggapan:
Saat ini Perseroan telah mengoperasikan 65 unit mobil BYD M6 yang akan terus bertambah
seiring berjalannya waktu. Kewajiban Perseroan terhadap PT Rekan Anak Bangsa dapat di
optimalkan dengan berlandaskan pengalaman Perseroan dalam mengoperasikan taksi
konvensional.
b. Perkembangan operasional Perseroan dalam menjalankan layanan yang meliputi lahan
parkir, penerimaan mobil dari dealer atau pihak ketiga, pengawasan perangkat keras, serta
rekrutmen dan pengelolaan perawatan kendaraan.
Tanggapan:
Jawaban adalah sama dengan tanggapan pada pertanyaan huruf a.
c. Apakah terdapat kendala atau risiko kontingensi yang telah atau berpotensi muncul selama
pelaksanaan perjanjian tersebut, termasuk risiko hukum, operasional, atau keuangan?
Tanggapan:
Sampai saat ini, belum ada kendala yang diterima oleh Perseroan demikian juga dengan risiko
kontingensi, termasuk risiko hukum, operasional, maupun keuangan.
d. Bagaimana Perseroan memproyeksikan kontribusi pendapatan dan beban terkait komitmen
ini untuk periode mendatang, serta dampaknya terhadap kinerja keuangan secara
keseluruhan?
Tanggapan:
Tahap awal pengelolaan 65 unit kendaraan listrik, akan terus bertambah seiring dengan
Kerjasama yang diharapkan memberikan hasil positif. Semakin banyak unit yang dikelola tentu
akan semakin menambah margin keuntungan, diharapkan di Tahun 2025 setidaknya telah dapat
dikelola sekitar 200 unit kendaraan yang bisa menambah pendapatan sekitar Rp 150 jt per bulan.
e. Apakah terdapat rencana pengembangan atau perpanjangan kontrak dengan PT Rekan
Anak Bangsa atau entitas terkait lainnya untuk memperluas layanan serupa di masa depan?
Tanggapan:
Pengambangan dan perpanjangan kontrak tentu akan menjadi focus perseroan agar tetap dapat
menjaga kelangsungan dan meningkatkan bisnis. Layanan serupa juga akan dicoba untuk
diterapkan.
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 17
2
20. Merujuk pada CALK 28 Kondisi Ekonomi dan Bisnis, Perseroan telah mengambil langkah-
langkah dalam menghadapi dan mengelola atas kondisi persaingan yang tinggi dan penurunan
tingkat utilisasi yakni:
a. Optimalisasi aset
Saat ini Grup masih memiliki dan menjalankan operasional Bus Pariwisata dan hal ini
berjalan dengan baik. Diharapkan di Tahun 2025 dan seterusnya pendapatan operasional
Bus akan meningkat dan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga
b. Efisiensi biaya
Grup mereview ulang pos-pos biaya dan menyesuaikan dengan kondisi bisnis saat ini. Biaya
operasional akan selalu mencapai efisiensi ekonomis tanpa mengurangi kualitas output
pelayanan jasa.
c. Terus fokus untuk meningkatkan kinerja Grup melalui peningkatan produktivitas dan utilitas
armada dan pengemudi
Bursa meminta penjelasan atas perkembangan terkini atas hal tersebut.
Tanggapan:
Dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian pada Kuartal I
tahun 2025, untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025, tercatat Kerugian
Perseroan adalah sebesar Rp 1.942 atau meningkat 128% dibandingkan periode yang sama
pada tahun sebelumnya. Kontribusi atas kerugian ini terutama berasal dari Biaya Lain-lain di Q1
2025 sebesar Rp 737. sementara kontribusi kerugian lainnya adalah dari naiknya Beban Pokok
Pendapatan sebesar 12.5 % dan diikuti dengan menurunnya Pendapatan sebesar 27%.
Perseroan telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengoptimalisasi aset, tetapi ada
beberapa kendala dan tantangan yang harus dihadapi dalam kuartal I di antaranya:
1. Terdapat beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemda maupun kantor dinas
pendidikan dari berbagai daerah di wilayah Jabodetabek, untuk tidak melakukan
kegiatan seperti study tour, perpisahan di luar sekolah
2. Di kuartal I, Bisnis Perseroan dihadapkan dengan periode bulan puasa dan lebaran,
dimana permintaan untuk penyewaan Bus Pariwisata bisa dikatakan tidak ada.
3. Perseroan juga telah melakukan efisiensi biaya operasional Bus, akan tetapi Perseroan
juga harus mengeluarkan biaya-biaya operasional pool untuk kerja sama dengan PT
RAB.
4. Adanya kerugian atas penjualan persediaan yang sudah tidak bisa dipakai dan di
optimalkan.
PT Express Transindo Utama, Tbk
Jl. Taman Sari IV No. 12A Maphar, Taman Sari, Jakarta 11160
P. (021) 22265136
www.expressgroup.co.id
Page 18
LAMPIRAN 2
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24
Page 25
Page 26
Page 27
Page 28
Page 29
Page 30
Page 31
Page 32
Page 33
Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
ETU Tbk
p.5 ×17
unresolved
org
PT EJJ
p.5
unresolved
org
Mulyamin Sensi Suryanto
p.6
unresolved
org
Rajawali Corp
p.7 ×2
unresolved
person
Drs Heroe
p.10
unresolved
org
PT RAB
p.11 ×2
unresolved
org
PT Rekan Anak Bangsa
p.13 ×5
unresolved
—
BOC
· Komisaris
p.14
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.