Skip to content
Back to announcement

20250605_FITT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31893062_lamp1.pdf

Other Text extracted FITT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 27

Page 1
1. Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp2,69 miliar. Agar dijelaskan:
   a. Faktor utama penyebab penurunan pendapatan sebesar 52,8% dibandingkan periode yang
       sama tahun sebelumnya.
       Jawab:
       Faktor utama yang menyebabkan penurunan pendapatan Perseroan adalah menurunnya
       kontribusi dari pendapatan pada sektor banquet dan penyewaan Convention.
       Sektor ini merupakan kontributor terbesar terhadap total pendapatan Perseroan, sehingga
       penurunan kinerja pada lini usaha tersebut berdampak signifikan terhadap keseluruhan
       pendapatan Perseroan.

   b. Rencana manajemen dalam memulihkan kinerja operasional dan menekan beban usaha.
      Jawab:
      Rencana manajemen dalam memulihkan kinerja operasional secara berkelanjutan adalah
      terus berupaya menjalin kerja sama dengan relasi baru serta menjajaki peluang bisnis
      dengan klien-klien potensial.
      Dalam rangka menekan biaya, manajemen akan terus aktif melakukan efisiensi biaya,
      dengan cara melakukan peninjauan kembali terhadap pos-pos pengeluaran yang masih
      dapat dihemat, termasuk mempertimbangkan penggunaan vendor alternatif dengan
      penawaran harga yang lebih kompetitif.

   c. Upaya jangka pendek dan jangka menengah untuk menghentikan tren akumulasi kerugian.
      Jawab:
      Upaya Jangka Pendek:
      Perseroan akan fokus pada upaya menjalin kerja sama baru dengan klien-klien potensial
      serta melakukan efisiensi biaya secara maksimal melalui evaluasi terhadap seluruh pos
      pengeluaran.

       Upaya Jangka Menengah:
       Sejalan dengan rencana pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) sebagai
       bandara kargo, Perseroan akan berupaya untuk membangun kemitraan strategis dengan
       instansi-instansi terkait guna mendukung ekspansi usaha di sektor logistik dan kargo.


2. Merujuk Laporan Arus Kas Konsolidasian per 31 Maret 2025, diketahui bahwa arus kas
   dari aktivitas operasi mengalami defisit sebesar Rp6,28 miliar. Agar dijelaskan:
   a. Rincian penyebab utama arus kas negatif tersebut.
       Jawab:
       Penyebab utama arus kas operasional negatif adalah penurunan pendapatan Perseroan
       dibandingkan dengan periode sebelumnya.Penurunan ini berdampak langsung pada
       menurunnya penerimaan kas dari kegiatan operasional, sehingga memengaruhi posisi
       arus kas Perseroan secara keseluruhan.

   b. Strategi manajemen dalam menjaga likuiditas dan kelangsungan kegiatan operasional
      pada triwulan II dan seterusnya.
      Jawab:
      Perseroan akan tetap melanjutkan upaya efisiensi, baik dalam hal biaya operasional
      maupun tenaga kerja, sebagai langkah strategis untuk menjaga kelangsungan kegiatan
      operasional pada triwulan II dan seterusnya.
Page 2
   c. Sumber alternatif pembiayaan selain pinjaman pemegang saham, apabila arus kas tidak
      segera membaik.
      Jawab:
      Sampai saat Sampai dengan saat ini, alternatif pembiayaan Perseroan masih berasal dari
      pendapatan operasional dan pinjaman dari pemegang saham.
      Saat ini belum terdapat rencana atau wacana pembiayaan lainnya yang sedang dibahas
      oleh manajemen.


3. Merujuk Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025, diketahui bahwa defisit
   saldo laba meningkat menjadi Rp48,48 miliar. Agar dijelaskan:
   a. Evaluasi dampak akumulasi defisit terhadap struktur modal dan peringkat kelayakan
       keuangan Perseroan.
       Jawab:
       Akumulasi defisit yang terjadi secara berkelanjutan akan berdampak signifikan terhadap
       struktur modal Perseroan, terutama dikarenakan saldo ekuitas yang terus mengalami
       penurunan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi keseimbangan antara modal sendiri dan
       kewajiban, sehingga dapat berdampak pada peringkat kelayakan keuangan Perseroan.

   b. Langkah konkret manajemen untuk menjaga rasio solvabilitas dan mendukung
      rencana ekspansi yang sedang berjalan.
      Jawab:
      Perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga rasio solvabilitas dengan melakukan upaya
      maksimal dalam meningkatkan pendapatan. Manajemen akan terus berfokus pada
      optimalisasi kinerja operasional serta pengembangan bisnis guna mendukung stabilitas
      keuangan Perseroan.


   c. Penilaian kemampuan internal Perseroan dalam membiayai kegiatan operasional
      tanpa tambahan utang signifikan.
      Jawab:
      Perseroan menilai bahwa saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan operasional secara
      memadai. Adapun defisit yang terjadi disebabkan oleh pembayaran pokok dan bunga
      angsuran pinjaman bank yang harus dipenuhi sesuai jadwal.

4. Merujuk Laporan Auditor Independen atas Laporan Keuangan Konsolidasian tahun buku
   2024, diketahui bahwa auditor menyampaikan paragraf penekanan mengenai keraguan atas
   kelangsungan usaha Perseroan karena defisit yang signifikan, liabilitas jangka pendek yang
   melebihi aset lancar, serta rugi usaha yang berkelanjutan. Selain itu, merujuk CALK No. 31
   tentang Saldo Defisit dalam Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025, disebutkan
   bahwa manajemen telah menyusun tiga belas langkah operasional sebagai bagian dari tindak
   lanjut perencanaan kelangsungan usaha tahun 2025. Agar dijelaskan:


   a. Status pelaksanaan masing-masing dari tiga belas langkah yang dirinci sebagai berikut:
         i.   Tetap mengedepankan pelayanan prima untuk kepuasan pelanggan termasuk
              kebersihan dan kecepatan dalam menangani kebutuhan pelanggan.
              Jawab :

               Perihal pelayanan prima / service excelent dari setiap aspek sudah menjadi
               tanggung jawab kami sebagai pelaku usaha industri perhotelan tetap komitment
               mengedepankan kebutuhan dan kepuasan customer.
Page 3
 ii.   Mengoptimalkan penggunaan sumber daya listrik dalam hal efisiensi pemakaian
       seperlunya.
       Jawab :

       Langkah efisiensi penggunaan sumber daya listrik termasuk konsen kami dimana
       pembatasan penggunaan yg tdk perlu terutama penggunaan diluar operasional
       karena sangat berpengaruh.,selain pembatasan pemakaian sumber listrik
       penghematan penggunaan air bersih juga termasuk dalam upaya efisiensi biaya
       operasional dan hal ini tetap kami lakukan utk mencegah pembengkakan biaya..


iii.   Melakukan kontrol dan evaluasi harga serta kualitas dari vendor yang selama ini
       telah bekerjasama.
       Jawab:

       Mengontrol dan mengevaluasi dari setiap penggunaan bahan baku apapun yang
       menyangkut harga" Suplyer / vendor tetap kami lakukan dng cara mengadakan
       market survey secara berkala termasuk mengadakan rapat koordinasi dng pihak"
       Vendor yg sudah bekerjasama

iv.    Membangun hubungan komunikasi pelanggan untuk hubungan jangka panjang
       agar menjadikan pilihan dan keputusan pelanggan.
       Jawab:

       Membangun hubungan baik dng para pelanggan adalah langkah utama kami
       dalam hal ini melalui pendekatan secara personal.,dinas atwpun lembaga / sales
       call / sales blitch / sales trip dari berbagai segmentasi.,dalam hal pendekatan
       tentunya kpd pihak2 yg berkaitan dng penanggung jawab kegiatan (
       kedinasan.,corporate.,sosial event dll )

 v.    Mengurangi biaya yang berlebihan dengan terus melakukan menempatkan
       pengeluaran operasional.
       Jawab:

       Untuk mengurangi biaya operasional dlm hal ini dari setiap departement selalu
       berkomitment utk malakukan pengecekan bahan yg bersipat hanya kebutuhan
       operasional yg berhubungan dng costumer.,melakukan kontrol parstock supaya tdk
       over.,pengecekan first in first out agar terhindar dari banyaknya barang yg expired
       terhadap barang yg akan dipergunakan


vi.    Mendorong dan efisiensi manajemen karyawan dengan program pemagangan.
       Jawab:

       Management dan dinas pendidikan dalam hal ini sudah & selalu melakukan
       koordinasi dlm bentuk kerjasama dng pihak2 sekolah khususnya kurikulum bidang
       industri perhotelan.,kerjasama tersebut berupa adanya siswa on job training /
       pelatihan / pemagangan.,hal ini sudah berlaku sejak hotel berdiri
Page 4
vii.    Peningkatan kompetensi karyawan untuk mengurangi dan memperkecil angka
        complain pelanggan sehingga tidak menimbulkan biaya akibat dari Komplain
        pelanggan.
        Jawab :

        Untuk Peningkatan kompetensi karyawan pihak kami / hotel fitra melakukan
        langkah2 berupa pelatihan yg dilaksanakan baik secara internal atwpun external
        termasuk adanya evelausi berkala dari setiap departement

viii.   Tetap menjaga hubungan dan komunikasi baik dengan pelanggan serta reward
        atau gift kepada pelanggan.
        Jawab:

        Langkah utk menjaga hubungan baik dan berkesinambungan adalah hal
        terpenting dlm hal ini adalah salah satu bentuk usaha pendekatan selain secara
        personal / kedinasan / lembaga..kami juga memberikan award dng berbagai
        macam langkah diantaranya adanya pemberian gift.,reward.,special rate .,special
        disc.,cara ini konsisten kami lakukan utk menjaga kepuasan para pelanggan

 ix.    Departemen Food & Beverage dan Room melakukan inovasi baik dari Program
        Bundling maupun Program Promo yang berdasarkan kondisi dan kebutuhan
        Pasar.
        Jawab :

        Departement revenue dlm hal ini fnb dan room selaku melakukan kolaborasi dlm
        bentuk promo.,bundling fnb dan room.,hal ini selalu terus menerus dilakukan
        termasuk adanya monthly promo.,daily promo.,disc weekend dengan
        menyesuaikan situasi pasar

  x.    Kerjasama Program Bundling dengan pihak eksternal dengan fasilitas yang ada
        di Majalengka antara lain Bandara Kertajati (Tiket Pesawat + Kamar atau + wisata
        alam). Paket Perjalanan Dinas (room + tour wisata atau room + outbound).
        Jawab :

        Dalam progres kerjasama dengan pihak external terkait paket outbond
        (room+outbond, atau room+tour wisata+outbond), paket BIJB (room+tiket
        pesawat atau room+tiket pesawat+tour wisata)

  xi.   Melakukan kerjasama dengan pihak eksternal untuk membuat event-event
        (wedding, birthday event, corporate/social event, artisan, dan lain-lain) yang
        menghasilkan revenue sehingga tidak hanya mengandalkan revenue Meeting
        Room.
        Jawab:

        Akan dilakukan kerjasama dengan pokdarwis, wedding expo,

xii.    Menindaklanjuti perizinan dengan izin travel haji dan umroh di Kementerian
        Agama Kabupaten Majalengka untuk melengkapi izin-izin yang sudah diperoleh
        seperti NIB dan TDP.
        Jawab :

        Sedang dalam tahap menindaklanjuti.
Page 5
       xiii.   Melaksanakan pembangunan Kertajati Umroh Park sesuai dengan Perjanjian
               Kerja Sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka dengan PT Fitra
               Amanah Wisata No. 028/FAW/XII/2023 tentang Kerja Sama Pemanfaatan (KSP)
               barang milik Daerah Kabupaten Majalengka berupa tanah di Desa Pasiripis
               Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka untuk pembangunan dan
               pengelolaan Kertajati Umroh Park Majalengka.
               Jawab :

               Sedang dalam tahap persiapan pembangunan.

   b. Tolok ukur yang digunakan oleh manajemen dalam menilai keberhasilan pelaksanaan
      setiap langkah tersebut, serta apakah telah dilakukan evaluasi berkala terhadap
      efektivitasnya, khususnya atas indikator seperti arus kas operasi, tingkat hunian, dan
      efisiensi biaya.
      Jawab :

       Tolak ukur yang digunakan oleh manajemen dalam menilai keberhasilan setiap langkah
       tersebut adalah dengan tetap adanya pemasukan di setiap segmen pendapatan. Perseroan
       juga telah melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitasnya, khususnya atas indikator
       seperti arus kas operasi, tingkat hunian, dan efisiensi biaya

   c. Rencana kontinjensi tambahan yang telah disiapkan oleh manajemen apabila
      pembangunan maupun komersialisasi Kertajati Umroh Park mengalami keterlambatan
      atau tidak menghasilkan pendapatan sesuai yang diharapkan.
      Jawab :

       Saat ini perseroan sedang menyusun rencana kontijensi tambahan mengenai
       keterlambatan pembangunan maupun komersialisasi Kertajati Umroh Park.


5. Merujuk pada informasi bahwa dana hasil PUT I sebesar Rp57,81 miliar digunakan
   seluruhnya untuk proyek Kertajati Umroh Park. Agar dijelaskan:
   a. Status pembangunan fisik proyek per Mei 2025, termasuk progres aktual dibandingkan
       rencana.
       Jawab:

      Pembangunan fisik proyek Kertajati Umroh Park hingga Mei 2025 telah mencapai tahap
      Ground Breaking , clearing lahan dan pada saat ini sedang memasuki fase persiapan
      konstruksi.
   b. Proyeksi kontribusi proyek terhadap pendapatan, termasuk asumsi okupansi, kerja sama
      dengan travel atau lembaga umroh, dan waktu mulai komersialisasi.
      Jawab:

       Saat ini, Kertajati Umroh Park belum memberikan kontribusi pendapatan kepada
       Perseroan karena proyek tersebut masih dalam tahap awal pembangunan. Perseroan
       merencanakan agar Kertajati Umroh Park mulai beroperasi pada Triwulan II Tahun 2027.

   c. Risiko utama atas proyek ini dan langkah mitigasi jika target pendapatan atau waktu
      peluncuran tidak tercapai.
      Jawab:
      1. Risiko Keterlambatan dalam Pembangunan
       Potensi keterlambatan dalam proses konstruksi dapat terjadi akibat faktor eksternal
          seperti cuaca, keterlambatan pasokan material, atau kendala teknis.
Page 6
      Mitigasi:
          o Menetapkan manajemen proyek dengan jadwal dan milestone yang terukur.
          o Menggunakan kontraktor dan vendor berpengalaman dengan rekam jejak
              yang baik.
          o Menyiapkan buffer waktu dalam timeline proyek untuk mengantisipasi
              kendala teknis dan administratif.

   2. Risiko Terhadap Permintaan Pasar
      Target pendapatan dapat tidak tercapai apabila minat pasar terhadap produk dan
       layanan Umroh Park tidak sesuai proyeksi.
    Mitigasi:
           o Melakukan studi kelayakan pasar secara berkala.
           o Menjalin kerja sama dengan biro perjalanan, agen umrah, dinas Pendidikan
               & keagamaan dan mitra strategis sejak dini.
           o Merancang paket layanan dan harga yang kompetitif dan adaptif terhadap
               kebutuhan konsumen.

   3. Risiko Operasional Pasca-Peluncuran
      Gangguan atau hambatan dalam pengelolaan operasional awal yang berdampak pada
       reputasi dan pendapatan.
    Mitigasi:
           o Mempersiapkan sistem operasional dan SDM sejak pra-operasional.
           o Menyusun SOP yang komprehensif dan pelatihan intensif kepada seluruh tim
               operasional.
           o Menyediakan masa uji coba (soft launch) untuk melakukan penyesuaian
               sebelum grand opening.

   Bagaimanapun, Perseroan telah berkomitmen penuh untuk melaksanakan proyek ini
   secara prudent dan berorientasi jangka panjang, dengan pengelolaan risiko yang
   terstruktur untuk memastikan keberhasilan proyek Kertajati Umroh Park dan
   kontribusinya terhadap pertumbuhan berkelanjutan Perseroan.


d. Skema model bisnis dan perhitungan break-even point dari proyek tersebut.
   Jawab :

   Kertajati Umroh Park dirancang sebagai penyedia Jasa Wisata Religi yang
   mengintegrasikan unsur edukasi, spiritualitas, dan pengalaman budaya dalam satu
   kawasan tematik. Model bisnis ini difokuskan pada penyediaan layanan wisata religi
   yang mendukung kebutuhan calon jemaah umrah, termasuk simulasi manasik, pelatihan
   spiritual, pusat informasi perjalanan umrah, serta fasilitas penunjang seperti akomodasi,
   pusat oleh-oleh, dan wahana edukatif bernuansa Islami.

   Sesuai dengan proyeksi bisnis yang telah disusun, Perseroan memperkirakan bahwa
   Kertajati Umroh Park akan mencapai titik impas (break-even point) pada tahun 2029.
   Proyeksi ini didasarkan pada asumsi pertumbuhan jumlah pengunjung, peningkatan
   minat terhadap wisata religi domestik, serta optimalisasi lokasi strategis yang berdekatan
   dengan Bandara Internasional Kertajati sebagai salah satu gerbang keberangkatan jemaah
   umrah dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Page 7
6. Merujuk Materi Public Expose Insidentil tanggal 20 Mei 2025, diketahui bahwa seluruh dana
   hasil PUT I sebesar Rp57,81 miliar telah digunakan untuk pembangunan Kertajati Umroh
   Park. Namun merujuk pada Prospektus Penawaran Umum Terbatas I, dinyatakan bahwa
   alokasi dana untuk proyek Kertajati Umroh Park adalah sebesar Rp50 miliar. Agar
   dijelaskan:
   a. Rincian penggunaan dana tambahan sebesar Rp7,81 miliar di luar yang disebutkan
       dalam prospektus.
       Jawab:

       Rincian penggunaan dana tambahan sebesar 7,81 milyar adalah sebagai berikut:
       - Rp. 7.000.000.000 adalah dana hasil konversi hutang pemegang saham atas nama
           Hendra Sutanto menjadi saham.
       - Rp. 797.600.000 adalah biaya penawaran umum.
       - Sisa sekitar Rp. 36.585.200 akan digunakan untuk biaya operasional PT Bumi
           Majalengka Permai.

   b. Penyesuaian yang dilakukan oleh Perseroan atas perubahan alokasi tersebut, termasuk
      apakah telah diumumkan dalam keterbukaan informasi.
      Jawab:

       Perseroan sudah melaporkan penggunaan dana tersebut di Laporan Realisasi Penggunaan
       Dana PUT I.

   c. Kepatuhan terhadap ketentuan POJK 30/2015 tentang penggunaan dana hasil
      penawaran umum.
      Jawab:

       Perseroan sudah melaporkan penggunaan dana tersebut di Laporan Realisasi Penggunaan
       Dana PUT I.


   d. Timeline penyerapan per bulan, serta rinciannya.
      Jawab :


                          PT Global
                                             Keterangan         CV Cahaya          Keterangan
                           Perkasa
                                             dibayarkan       Dinamika Abadi       dibayarkan
                          Konstruksi
          Total
        Komitmen       18,000,000,000                        9,200,000,000

      DP 50%           9,000,000,000      13 Agustus 2025    4,600,000,000       13 Maret 2025

      Term I           4,500,000,000                         2,300,000,000

      Term II          2,250,000,000                         1,150,000,000

      Term III         1,350,000,000                         690,000,000

      Pelunasan        900,000,000                           460,000,000
Page 8
7. Merujuk Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025 dan Materi Public Expose
   tanggal 20 Mei 2025, diketahui bahwa dana hasil Penawaran Umum Terbatas I sejumlah
   Rp57,81 miliar telah digunakan untuk pembangunan Kertajati Umroh Park. Namun, dalam
   laporan keuangan tahun 2024 maupun per 31 Maret 2025 tidak terdapat arus kas keluar
   dengan nominal > Rp20 miliar. Perseroan juga tidak mengungkapkan secara eksplisit
   pencatatan aset tetap atau aset dalam pembangunan terkait proyek tersebut. Agar dijelaskan:
   a. Mengapa tidak ada arus kas keluar yang mencatat belanja modal tersebut?
       Jawab:

       Dana hasil Penawaran Umum Terbatas I sejumlah Rp. 57.814.185.200. Perseroan
       menyetorkan Rp. 49.980.000.000 kepada anak usaha yaitu PT Fitra Amanah Wisata yang
       digunakan untuk Pembangunan Kertajati Umroh Park. Rp. 14.306.380.723 sudah
       digunakan untuk DP Pembangunan Kertajati Umroh Park.
       DP Pembangunan Kertajati Umroh Park masuk kedalam akun uang muka dikarenakan
       belum diakui sebagai aset karena masih dalam proses pembangunan.

   b. Pos mana dalam laporan posisi keuangan per 31 Maret 2025 yang mencerminkan
      realisasi belanja modal sebesar Rp57,81 miliar untuk proyek Kertajati Umroh Park, dan
      apakah diakui sebagai aset tetap, aset dalam pembangunan, atau klasifikasi lainnya.
      Jawab:

       Laporan posisi keuangan yang perseroan laporkan adalah laporan keuangan konsolidasi
       yang didalamnya mencakup PT Hotel Fitra International Tbk (induk perseroan) serta PT
       Bumi Majalengka Permai (anak usaha yang mengelola Fitra Hotel Majalengka) dan PT
       Fitra Amanah Wisata (anak usaha, yang akan mengelola Kertajati Umroh Park).
       Posisi keuangan saat ini, Rp 14.306.380.723 diakui sebagai uang muka, rincian sebagai
       berikut:
       - DP Kontraktor Rp. 12.708.108.108 (tanpa ppn)
       - Konsultan Rp. 1.445.972.265
       - Izin PBG Rp. 152.300.350
       - PPN Kontraktor : 891.891.892


   c. Metodologi pengakuan dan pengukuran akuntansi yang digunakan untuk belanja modal
      tersebut, termasuk penilaian apakah proyek memenuhi kriteria pengakuan dalam PSAK
      16.
      Jawab:

       Pengakuan Aset Tetap:
          i.  Aset tetap diakui sebagai aset jika:
              - Diprediksi dapat memberikan manfaat ekonomi di masa depan bagi
                  perusahaan.
              - Biaya perolehan dapat diukur dengan andal.
         ii.  Biaya perolehan aset tetap meliputi:
              - Harga beli atau biaya konstruksi.
              - Biaya lain yang terkait dengan perolehan aset tetap, seperti biaya pengiriman
                 dan instalasi.
Page 9
     Pengukuran Aset Tetap:
        i.  Biaya perolehan: Aset tetap diukur pada biaya perolehan.
       ii.  Penyusutan: Aset tetap disusutkan selama umur ekonomisnya menggunakan
            metode penyusutan yang sesuai, seperti metode garis lurus atau metode saldo
            menurun.
      iii.  Penilaian kembali: Aset tetap dapat dinilai kembali jika terjadi perubahan nilai
            yang signifikan.

     Kriteria Pengakuan Proyek dalam PSAK 16:
       i.     Proyek konstruksi diakui sebagai aset tetap jika:
              - Diprediksi dapat memberikan manfaat ekonomi di masa depan bagi
                  perusahaan.
              - Biaya konstruksi dapat diukur dengan andal.
      ii.     Biaya konstruksi: Biaya konstruksi meliputi:
              - Biaya bahan dan tenaga kerja.
              - Biaya lain yang terkait dengan konstruksi, seperti biaya perencanaan dan
                  pengawasan.

     Penilaian Apakah Proyek Memenuhi Kriteria Pengakuan:
       i.    Analisis kelayakan proyek untuk menentukan apakah proyek dapat memberikan
             manfaat ekonomi di masa depan.
       ii.   Pengukuran biaya konstruksi yang akurat dan andal.
       iii. Dokumentasi yang memadai tentang proyek, termasuk rencana, anggaran, dan
             laporan kemajuan.

d. Apakah terdapat porsi dari belanja modal yang belum dibayarkan kepada kontraktor atau
   vendor, serta status pembayaran tersebut.
   Jawab:

     Sampai saat ini belanja modal yang belum dibayarkan kepada kontraktor sebesar
     36.400.000.000, yang akan dibayarkan sesuai dengan invoice yang dikeluarkan
     kontraktor.

e. Kepastian bahwa tidak terdapat pencatatan biaya yang dikapitalisasi secara agresif atau
   belum layak diakui sebagai aset tetap (capitalization of cost).
     Jawab:
     Tidak ada biaya yang dikapitalisasi secara agresif atau belum layak diakui sebagai aset
     tetap (capitalization of cost).

f.   Penjelasan apakah auditor telah melakukan prosedur verifikasi atas nilai tercatat proyek
     tersebut dan hasil temuan audit (jika ada).
     Jawab:

     Auditor telah melakukan prosedur verifikasi atas nilai tercatat proyek tersebut dengan
     melakukan beberapa langkah berikut:
     - Auditor mengumpulkan dokumen yang terkait dengan proyek, seperti kontrak, faktur.
     - Auditor melakukan observasi lokasi proyek untuk memastikan bahwa proyek sedang
        berjalan sesuai dengan rencana.
     - Auditor melakukan pengujian transaksi yang terkait dengan proyek untuk
        memastikan bahwa transaksi tersebut akurat dan sesuai dengan kebijakan akuntansi.
Page 10
       Hasil temuan audit:
       - Auditor menemukan bahwa nilai tercatat proyek sesuai dengan kebijakan akuntansi
          dan standar akuntansi yang berlaku.
       - Auditor tidak menemukan adanya penyimpangan atau kesalahan material dalam
          pencatatan nilai proyek.
       - Auditor merekomendasikan beberapa perbaikan minor dalam proses pengelolaan
          proyek untuk memastikan bahwa proyek dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai
          dengan anggaran.

8. Merujuk rencana diversifikasi usaha melalui proyek Kertajati Umroh Park yang dilaksanakan
   oleh entitas anak PT Fitra Amanah Wisata. Agar dijelaskan:
   a. Status legalitas dan kesiapan operasional PT Fitra Amanah Wisata sebagai entitas
       pelaksana dan pengelola proyek.
       Jawab:

       Status legalitas lahan proyek Kertajati Umroh Park tercatat dalam bentuk Sertifikat Hak
       Pakai (SHP) Nomor 5 atas nama Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II
       Majalengka.
       Sebagai bagian dari komitmen awal terhadap realisasi proyek, kegiatan groundbreaking
       telah resmi dilaksanakan pada tanggal 18 April 2025. Saat ini, proyek memasuki tahap
       persiapan konstruksi, khususnya dalam rangka pelaksanaan pekerjaan tiang pancang
       sebagai bagian dari pondasi utama pembangunan.
       Perseroan menargetkan bahwa seluruh proses pembangunan fisik Kertajati Umroh Park
       dapat diselesaikan secara menyeluruh pada pertengahan tahun 2027, sesuai dengan
       jadwal kerja yang telah ditetapkan.


   b. Apakah entitas anak tersebut telah menyusun rencana bisnis dan proyeksi keuangan
      tersendiri, termasuk laporan arus kas. Apabila Perseroan akan melampirkan proyeksi
      tersebut, agar disampaikan melalui E074 (form nonpublish) dan tidak melalui tanggapan
      permintaan penjelasan.
      Jawab:

       Perseroan akan menyampaikan rencana bisnis dan proyeksi keuangan tersendiri pada form
       E074.

   c. Kontribusi dan risiko keuangan entitas anak tersebut terhadap laporan keuangan
      konsolidasian Perseroan.
      Jawab:

       Saat ini, entitas anak belum memberikan kontribusi positif terhadap laporan keuangan
       konsolidasian Perseroan, karena proyek yang sedang dijalankan masih dalam tahap
       pembangunan. Proyek tersebut direncanakan akan rampungi pada semester kedua tahun
       2027.


   d. Apakah telah disusun studi kelayakan proyek secara menyeluruh dan independen,
      mencakup aspek keuangan, teknis, dan pasar.
      Jawab:

       Telah disusun studi kelayakan proyek secara menyeluruh dan independen, mecakup
       aspek keuangan, teknis dan pasar.

   e. Identitas kontraktor pelaksana proyek pembangunan Kertajati Umroh Park, termasuk
Page 11
     status hubungan afiliasi atau tidak dengan Perseroan maupun entitas anak.
     Jawab:

     Saat ini perseroan menggunakan kontrakto:
     - PT Global Perkasa Konstruksi
     - CV Cahaya Dinamika Abadi
     - CV Konstruksi Mitra Perkasa (dalam proses finalisasi kontrak pekerjaan)
     - CV Surya Agung Tekindo (dalam proses finalisasi kontrak pekerjaan)

     Tidak ada status hubungan afiliasi dengan perseroan maupun entitas anak.

f.   Status legalitas dan isi pokok dari perjanjian kerja konstruksi, termasuk nilai kontrak,
     jangka waktu pelaksanaan, dan skema pembayaran.
     Jawab:

     Saat ini perseroan sudah melakukan perjanjian kerja konstruksi kepada PT Global
     Perkasa Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp. 18.000.000.000 dan jangka waktu
     pelaksanaan 2 tahun, dengan skema pembayaran Termin.
     Perseroan juga melakukan perjanjian kerja konstruksi kepada CV Cahaya Dinamika
     Abadi dengan nilai kontrak sebesar Rp. 9.200.000.000 dan jangka waktu pelaksanaan 2
     tahun, dengan skema pembayaran Termin.
     Untuk kontraktor lainnya, perseroan sedang dalam tahap finalisasi kontrak kerja.

g. Pihak yang akan mengelola Kertajati Umroh Park setelah pembangunan selesai, apakah
   entitas anak (PT Fitra Amanah Wisata), pihak ketiga, atau melalui bentuk kerja sama
   operasional lainnya.
   Jawab:

     Pihak yang akan mengelola Kertajati Umroh Park setelah pembangunan selesai adalah
     entitas anak yaitu PT Fitra Amanah Wisata.

h. Segmentasi target pasar proyek secara rinci (misalnya jamaah umrah, wisatawan religi,
   pasar instansi pemerintah, travel agent, dsb), serta dasar asumsi pemasaran dan proyeksi
   tingkat okupansi atau kunjungan.
   Jawab:

     Segmentasi Target Pasar
     Target pasar Perseroan meliputi jamaah umrah, wisatawan religi, mahasiswa dan pelajar,
     instansi pendidikan serta keagamaan, serta wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain
     itu, Perseroan juga membuka peluang bagi siapa saja yang ingin belajar dan lebih
     mengenal agama Islam secara mendalam.

     Dasar Asumsi Pemasaran
     Jawa Barat dipilih sebagai fokus pemasaran berdasarkan fakta bahwa provinsi ini
     memiliki populasi Muslim terbesar di Indonesia serta merupakan wilayah dengan jumlah
     keberangkatan haji dan umrah terbanyak di tanah air.


     Proyeksi Tingkat Okupansi atau Kunjungan
     Perseroan telah menyusun dan menargetkan tingkat okupansi atau kunjungan kei
     Kertajati Umroh park adalah sebagai berikut:

                 2027     2028     2029     2030    2031     2032     2033       2034   2035
      No.of      500      500      500      463     463      463      428        428    428
     Cust/day
Page 12
        Penurunan proyeksi pendapatan yang tercantum dalam grafik disusun berdasarkan
        pendekatan konservatif dalam analisis keuangan jangka menengah hingga panjang.
        Asumsi ini mempertimbangkan kemungkinan terjadinya penurunan minat masyarakat
        terhadap destinasi Kertajati Umroh Park, yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,
        antara lain:

           Berkurangnya unsur kebaruan dan viralitas dari kawasan wisata setelah fase awal
            pembukaan;
           Menurunnya rasa penasaran masyarakat terhadap konsep wisata religi yang telah
            dikenal secara luas;
           Dinamika trend wisata yang bersifat siklikal dan cepat berubah sesuai dengan
            preferensi pasar.

   i.   Mekanisme pengawasan internal terhadap progres dan kualitas pelaksanaan proyek, serta
        apakah telah ditetapkan penanggung jawab proyek di tingkat direksi dan pengurus.
        Jawab:

        Perseroan telah menunjuk pengurus dan pengawas proyek di tingkat direksi, yang
        memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan divisi terkait sehingga dapat
        mengawasi kualitas dan hasil akhir sesuai dengan gambar.


9. Merujuk pada Laporan Hasil Public Expose Insidental, efisiensi anggaran pemerintah
   berdampak terhadap permintaan penyewaan convention hall. Agar dijelaskan:
   a. Estimasi skala dampak kebijakan efisiensi pemerintah pusat/daerah terhadap pendapatan
       tahun 2025.
       Jawab:

        Perseroan memperkirakan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh
        pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan dampak signifikan terhadap
        pendapatan pada tahun 2025. Berdasarkan data internal, terjadi penurunan pendapatan
        hingga sebesar 82% pada segmen penggunaan Convention Hall oleh instansi
        pemerintahan (Government Use).

        Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembatasan anggaran belanja kegiatan
        seremonial, pertemuan tatap muka, dan penyewaan fasilitas non-esensial, sebagaimana
        tercermin dalam kebijakan efisiensi dan refocusing belanja pemerintah pada tahun
        berjalan. Perseroan akan terus memantau dinamika kebijakan fiskal tersebut dan secara
        proaktif melakukan penyesuaian strategi pemasaran dan diversifikasi segmen pengguna
        Convention Hall guna mengurangi ketergantungan terhadap sektor pemerintahan.


   b. Proyeksi kontribusi pasar non-pemerintah sebagai substitusi, termasuk strategi pemasaran
      ke korporasi atau lembaga lain.
      Jawab:

        Fitra Hotel Majalengka mengimplementasikan strategi pemasaran kepada sektor non-
        pemerintah melalui langkah-langkah sebagai berikut:
        1. Mengoptimalkan pemanfaatan jaringan komunitas, seperti asosiasi dan forum HRD
            perusahaan, wedding organizer, event organizer, serta pihak-pihak terkait lainnya,
            sebagai media komunikasi, pemasaran, dan promosi hotel.
        2. Menjalin komunikasi secara berjenjang dengan memperoleh referensi mengenai hotel
            dari individu yang memiliki hubungan komunikasi dengan pihak hotel, guna
            memperluas jangkauan pemasaran secara optimal dan efektif.
Page 13
       3. Menerapkan strategi pemasaran kepada korporasi maupun lembaga dengan
          mengintegrasikan pemanfaatan elemen-elemen yang sudah ada, yakni melalui
          analisis data untuk meningkatkan segmen MICE (Meeting, Incentive, Convention,
          and Exhibition) dengan melihat data referensi dan kebutuhan klien serta
          mengidentifikasi peluang cross-selling dan up-selling.
       4. Membangun brand hotel melalui segmen MICE dengan menyelenggarakan acara-
          acara bergengsi atau bekerja sama dengan brand ternama di luar sektor pemerintah,
          guna meningkatkan profil Fitra Hotel di mata publik. Setiap acara MICE yang sukses
          juga menjadi kesempatan untuk menampilkan keunggulan hotel, baik dari segi
          layanan, fasilitas, maupun profesionalisme staf.


   c. Strategi menstabilkan pendapatan          dalam    menghadapi     pelemahan    daya    beli
      masyarakat di wilayah operasi utama.
      Jawab:

       Pelemahan daya beli masyarakat di wilayah operasi utama merupakan tantangan yang
       tidak dapat dihindari dalam menjalankan bisnis. Untuk mengantisipasi dampak tersebut,
       Perseroan telah dan akan terus melaksanakan berbagai strategi pemasaran dan pelayanan
       guna menarik serta mempertahankan konsumen, antara lain:

          Menyediakan paket bundling harga yang menggabungkan layanan kamar (room) dan
           makanan-minuman (F&B) guna meningkatkan nilai tawar kepada pelanggan;
          Menawarkan bundling paket F&B dengan fasilitas tambahan untuk meningkatkan
           daya tarik dan kenyamanan bagi konsumen;
          Melaksanakan program promo secara aktif baik harian (daily) maupun bulanan
           (monthly) di setiap departemen yang menghasilkan pendapatan (department
           revenue);
          Melakukan pendekatan secara berkala dan konsisten kepada berbagai segmen
           pelanggan, termasuk klien dari sektor pemerintahan, korporasi, individu, dan
           penyelenggara acara sosial (social event);
          Menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan dari berbagai aspek guna memastikan
           kepuasan dan loyalitas pelanggan;
          Memperluas jaringan kemitraan bisnis dengan pihak-pihak di luar wilayah operasi
           utama untuk membuka peluang pasar baru dan diversifikasi sumber pendapatan.

       Dengan langkah-langkah strategis yang telah ditempuh tersebut, Perseroan optimis dapat
       meminimalisir dampak negatif dari pelemahan daya beli masyarakat sekaligus
       memperkuat posisi pasar dalam jangka panjang.


10. Merujuk posisi Fitra Hotel Majalengka sebagai hotel berbintang tiga yang telah beroperasi
    dan bersaing langsung dengan hotel-hotel lain di wilayah Majalengka seperti Achiera Hotel
    & Convention Jatiwangi, Point of View Hotel & Resort, dan Garden Hotel, yang menawarkan
    tingkat harga, fasilitas, dan segmen pasar yang beragam, serta memiliki skor ulasan pelanggan
    yang relatif tinggi. Agar dijelaskan:
Page 14
a. Keunggulan kompetitif utama Fitra Hotel Majalengka dibandingkan hotel-hotel pesaing
   yang telah disebutkan, baik dari sisi lokasi, fasilitas, layanan, hubungan kelembagaan,
   maupun pendekatan pemasaran.
   Jawab :

   Fitra Hotel Majalengka memiliki posisi yang strategis sebagai pelopor hotel berbintang di
   kawasan Majalengka. Meskipun menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan
   bermunculannya berbagai hotel baru, kepercayaan dan loyalitas dari klien lama tetap
   terjaga, menjadikan Fitra Hotel Majalengka sebagai pilihan utama untuk menginap
   maupun mengadakan berbagai acara.

   Berikut adalah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Fitra Hotel Majalengka, yang
   dapat dikategorikan berdasarkan beberapa aspek:

   1. Keunggulan dari Segi Lokasi
      Fitra Hotel Majalengka terletak di pusat kota Majalengka, sehingga memberikan
       kemudahan akses bagi tamu ke berbagai fasilitas seperti pusat perbelanjaan, pasar
       tradisional, dan tempat makan.
    Lokasi hotel yang berdekatan dengan kantor-kantor pemerintahan memungkinkan
       pelaksanaan berbagai rapat dan pertemuan pemerintah secara rutin di Fitra
       Convention Hall.
    Dekat dengan area publik penting seperti gelanggang olahraga, alun-alun kota, dan
       pusat perbelanjaan, menambah nilai strategis lokasi hotel.
    Akses yang mudah ke objek wisata alam terkemuka seperti Taman Wisata Paralayang
       dan Terasering Panyaweuyan, mendukung kebutuhan wisatawan yang mencari
       pengalaman alam dan rekreasi.

   2. Keunggulan dari Segi Fasilitas
      Sejak tahun 2024, Fitra Hotel menambah fasilitas kidsclub sebagai wahana bermain
       anak-anak dan keluarga, dengan fasilitas indoor playground terlengkap di Majalengka
       yang mencakup dua perosotan, kolam mandi bola, terowongan jaring, serta trampolin
       untuk anak-anak.
    Convention Hall Fitra Hotel memiliki kapasitas luas, yakni mampu menampung
       hingga 1.000 orang untuk standing event dan 500 orang untuk acara duduk, lebih
       besar dibandingkan hotel lain di sekitar wilayah tersebut.
    Tersedia fasilitas olahraga tambahan seperti tenis meja untuk memberikan variasi
       hiburan bagi tamu.
    Live music disajikan sebagai fasilitas hiburan untuk tamu hotel terutama pada akhir
       pekan, menambah kenyamanan dan nilai tambah layanan.
       `
   3. Keunggulan dari Segi Layanan
    Fitra Hotel menyediakan layanan antar-jemput tamu ke Bandara Internasional Jawa
       Barat (BIJB) maupun stasiun kereta api di kota terdekat dengan biaya yang
       kompetitif dan terjangkau.
    Layanan kamar yang lengkap meliputi layanan Food and Beverage (FnB), laundry,
       serta fasilitas early check-in dan late check-out yang memberikan kenyamanan
       maksimal bagi para tamu.

   4. Keunggulan dari Segi Hubungan Kelembagaan
      Fitra Hotel Majalengka aktif menjalin kerja sama dengan dinas pendidikan setempat,
       terutama dalam program praktek kerja lapangan (on job training) bersama sekolah-
       sekolah industri perhotelan di wilayah Majalengka.
Page 15
      Perseroan juga menjalin kemitraan aktif dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
       Menengah (UMKM) sebagai bagian dari pengembangan ekonomi lokal.
      Kerja sama dengan maskapai penerbangan dilakukan guna mendukung kelancaran
       layanan dan pemasaran hotel.
      Pendekatan pemasaran dilakukan secara personal dan berkelanjutan dengan berbagai
       lembaga serta stakeholder, yang terbagi dalam beberapa segmen, antara lain
       pemerintahan, korporasi, dan event sosial.


b. Strategi spesifik yang dilakukan oleh manajemen untuk mempertahankan atau
   meningkatkan pangsa pasar Fitra Hotel Majalengka di tengah kompetisi lokal, khususnya
   dari hotel yang memiliki fasilitas MICE atau harga yang lebih kompetitif.
   Jawab :

   Fitra Hotel Majalengka berkomitmen untuk senantiasa mempertahankan dan
   meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh tamu dari berbagai aspek. Selain itu,
   Perseroan secara aktif dan berkala memberikan berbagai promo menarik, khususnya
   untuk penggunaan Convention Hall, dengan harga yang bersaing dan kompetitif tanpa
   mengurangi kualitas dan standar layanan yang telah diterapkan.

c. Inisiatif pengembangan layanan atau repositioning merek yang sedang dirancang dalam
   jangka pendek, dan bagaimana langkah tersebut ditujukan untuk membedakan Fitra Hotel
   dari pemain lainnya di Majalengka.
   Jawab :

   Fitra Hotel Majalengka berpegang teguh pada slogan “The First Choice to Stay in
   Majalengka”, yang menegaskan posisi kami sebagai pelopor hotel berbintang pertama di
   Majalengka. Dengan mengusung konsep profesional dan suasana yang hangat (homely),
   kami berkomitmen untuk menjadi pilihan utama bagi para tamu yang berkunjung ke
   Majalengka. Melalui pelayanan yang prima, kami yakin dapat menciptakan loyalitas
   pelanggan sehingga tamu akan kembali berulang kali menginap di hotel kami.

   Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing, Fitra Hotel Majalengka
   merencanakan beberapa inovasi layanan, antara lain:
   1. Pengembangan jangka pendek berupa pembangunan area outdoor yang akan
      difungsikan sebagai sarana kafe, yang dapat dinikmati oleh umum maupun pelanggan
      hotel.
   2. Penambahan fasilitas refleksiologi sebagai layanan tambahan khusus untuk
      kenyamanan pelanggan hotel.

   Langkah-langkah pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Fitra Hotel
   Majalengka sebagai pilihan utama dalam industri perhotelan di wilayah Majalengka.


d. Evaluasi manajemen terhadap efektivitas strategi harga dan promosi saat ini dalam
   menarik konsumen, terutama mengingat peringkat hotel-hotel pesaing di platform
   pemesanan online dan tingkat okupansi rata-rata yang mulai terbentuk di pasar lokal.
   Jawab :
   Kami mencatat peningkatan signifikan pada tingkat okupansi, khususnya yang berasal
   dari pemesanan secara online. Hal ini menunjukkan bahwa strategi harga dan promosi
   yang saat ini kami terapkan berjalan dengan efektif dalam menjangkau dan merespons
   kebutuhan pasar.
Page 16
11. Agar dijelaskan rata-rata tingkat okupansi per bulan selama tahun 2024 dan 2025.
    Jawab :

       Sebagai bagian dari upaya transparansi dan akuntabilitas kepada para pemangku
       kepentingan, berikut kami sampaikan proyeksi rata-rata tingkat okupansi bulanan Fitra
       Hotel Majalengka selama tahun 2024 dan 2025 berjalan



                                          2024               2025
                Januari                      36.00%            41.10%
                Februari                     46.80%            42.00%
                Maret                        38.80%            27.80%
                April                        50.90%            54.50%
                Mei                          48.40%            37.60%
                Juni                         43.10%             0.00%
                Juli                         47.10%             0.00%
                Agustus                      47.40%             0.00%
                September                    38.80%             0.00%
                Oktober                      43.20%             0.00%
                November                     37.10%             0.00%
                Desember                     53.70%             0.00%


       Analisis Bulanan dan Musiman
       1. Bulan Ramai (Peak Season)
          Tingkat okupansi tertinggi tercatat pada April dan Desember. Hal ini dikarenakan
          April bertepatan dengan periode Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, di mana terdapat
          peningkatan signifikan pada permintaan kamar dari segmen keluarga, mudik,
          maupun acara buka puasa bersama. Desember pun menjadi peak season karena
          liburan akhir tahun dan kegiatan penutupan tahun dari berbagai instansi.
       2. Bulan Sepi (Low Season)
          Bulan Januari dan Maret umumnya mencatatkan tingkat okupansi yang lebih rendah.
          Januari merupakan awal tahun fiskal di banyak instansi pemerintah dan perusahaan
          swasta, sehingga kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)
          cenderung belum berjalan aktif. Sementara itu, Maret cenderung stagnan akibat
          transisi musim dan belum masuk periode liburan sekolah maupun hari besar.
       3. Periode Juni – Desember 2025 berjalan
          Pada tahun 2025, tingkat okupansi dari bulan Juni hingga Desember masih
          ditampilkan sebesar 0% karena pada periode tersebut hotel direncanakan akan
          memasuki masa renovasi sebagian dan pembaruan layanan, serta proyeksi
          operasional masih dalam tahap evaluasi dan penyusunan strategi. Data ini akan
          diperbaharui setelah pelaksanaan RUPS dan finalisasi rencana kerja tahunan.

       Perbandingan Tahun 2024 dengan 2025
        Adanya Kenaikan di Awal Tahun 2025
          Terlihat adanya kenaikan okupansi pada bulan Januari (dari 36,00% menjadi
          41,10%) dan April (dari 50,90% menjadi 54,50%). Hal ini mencerminkan
          keberhasilan strategi harga dan promosi, serta kolaborasi dengan OTA dan channel
          digital marketing yang mulai menunjukkan hasil.
Page 17
          Adanya Penurunan pada Maret dan Mei 2025
           Sebaliknya, okupansi Maret dan Mei 2025 menunjukkan penurunan jika
           dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh:
               o Penurunan permintaan dari segmen korporasi dan pemerintahan akibat
                   efisiensi anggaran belanja instansi.
               o Beberapa kegiatan pemeliharaan fasilitas yang direncanakan pada periode
                   tersebut sehingga membatasi kapasitas layanan.

       Meskipun terdapat fluktuasi okupansi dari bulan ke bulan, proyeksi ini mencerminkan
       dinamika pasar yang disikapi dengan strategi adaptif oleh Perseroan. Ke depan, data
       okupansi akan terus diperbaharui berdasarkan hasil evaluasi triwulanan dan laporan
       operasional lapangan, sebagai bentuk komitmen kami terhadap transparansi, akuntabilitas,
       dan perencanaan berbasis data.


12. Merujuk pada Laporan Posisi Keuangan per 31 Maret 2025, diketahui bahwa utang
    pemegang saham naik menjadi Rp10,5 miliar. Agar dijelaskan:
    a. Ketentuan pinjaman (tenor, bunga, klausul konversi) dan perjanjian tertulisnya (Rujukan:
       CALK No. 15).
       Jawab:
       Berdasarkan perjanjian yang telah disepakati dengan pemegang saham, Perseroan
       melakukan pengajuan pinjaman secara bertahap dengan tingkat bunga sebesar 5% (lima
       persen) per tahun. Pembayaran bunga dilakukan secara bulanan sesuai ketentuan dalam
       perjanjian. Pinjaman tersebut tidak memiliki jangka waktu (tenor) yang tetap, namun
       perjanjian pinjaman akan diperbaharui setiap tahun sesuai dengan masa berlaku
       perjanjian yang berlaku pada saat itu. Perseroan akan terus memantau dan mengelola
       kewajiban pinjaman ini secara cermat guna memastikan keberlanjutan dan kesehatan
       keuangan Perseroan.

   b. Rencana pelunasan dan sumber dananya.
      Jawab:
      Perseroan berencana untuk melakukan pelunasan pinjaman tersebut segera setelah arus kas
      mengalami kondisi positif dan memungkinkan untuk memenuhi kewajiban tersebut secara
      optimal.

   c. Apakah terdapat risiko ketergantungan pendanaan terhadap pemegang saham utama yang
      bisa mengganggu independensi keputusan keuangan dan operasional.
      Jawab:
      Perseroan mengakui adanya risiko ketergantungan terhadap pendanaan tertentu. Namun,
      hal tersebut tidak mengganggu independensi manajemen dalam pengambilan keputusan
      keuangan dan operasional Perseroan.
Page 18
13. Merujuk Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025, diketahui terdapat saldo utang
    bank jangka pendek sebesar Rp7,35 miliar dan jangka panjang Rp6,1 miliar. Merujuk CALK
    14 tentang Utang Bank dalam Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025,
    disebutkan bahwa Perseroan memiliki fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia
    (Persero) Tbk dalam bentuk Kredit Investasi. Pinjaman terbagi ke dalam dua fasilitas yaitu
    Kredit Investasi – 1 dan Kredit Investasi – 3. Adapun nilai saldo pinjaman pada tanggal 31
    Maret 2025 adalah sebagai berikut:

         Jenis Pinjaman     Jangka Pendek (Rp) Jangka Panjang (Rp) Total (Rp)
         Kredit Investasi - 1 7.200.000.000       –                      7.200.000.000


         Total              9.300.000.000         6.103.100.000          15.403.100.000

   Sumber pinjaman ini seluruhnya berasal dari Bank BNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk)
   berdasarkan Perjanjian Kredit No. 16.059 tanggal 27 April 2016 untuk pembiayaan proyek
   pembangunan Hotel Fitra Majalengka. Agar dijelaskan:
   a. Status kewajiban pembayaran pokok dan bunga atas kedua fasilitas pinjaman tersebut,
       termasuk tanggal jatuh tempo cicilan berikutnya, jumlah pokok dan bunga yang telah
       dibayarkan selama triwulan I tahun 2025, tingkat bunga yang berlaku, serta apakah
       terdapat tunggakan pembayaran pokok maupun bunga pada tanggal pelaporan.
       Jawab:

       Saat ini status kewajiban pembayaran pokok dan bunga atas kedua fasilitas pinjaman
       tersebut adalah aktif dan sedang berjalan.
       Tanggal jatuh tempo dari Kredit Investasi 1 adalah April 2026.
       Tanggal jatuh tempo dari Kredit Investasi 3 adalah April 2027.
       Tingkat bunga yang berlaku adalah 11.25% pertahun.
       Tidak ada tunggakan pembayaran pokok maupun bunga sejak awal fasilitas tersebut
       turun sampai dengan tanggal pelaporan.




         Jenis Pinjaman       Pokok yang sudah Bunga yang sudah Total (Rp)
                              dibayarkan selama dibayarkan selama
                              Triwulan I Tahun Triwulan I Tahun
                              2025              2025
         Kredit Investasi - 1 1.500.000.000     264.554.063       1.764.554.063
         Kredit Investasi - 3 450.000.000         151.076.251            601.076.251
         Total              1.950.000.000         415.630.314            2.365.630.314
Page 19
   b. Apakah dalam enam bulan terakhir telah dilakukan negosiasi ulang atau restrukturisasi
      atas perjanjian pinjaman tersebut, dan apabila ya, agar dijelaskan bentuk perubahan yang
      disepakati seperti perpanjangan tenor, penundaan pembayaran bunga, atau perubahan
      nilai pokok. Sertakan pula informasi mengenai persetujuan tertulis dari kreditur dan
      dampak perubahan tersebut terhadap posisi keuangan serta kelangsungan usaha
      Perseroan.
      Jawab:
      Perseroan telah melakukan negosiasi ulang terkait penurunan suku bunga serta
      restrukturisasi pinjaman dengan PT Bank Negara Indonesia sebagai kreditur. Namun,
      hingga saat ini Perseroan belum menerima tanggapan lebih lanjut dari pihak kreditur
      mengenai hal tersebut.



   c. Kepatuhan Perseroan terhadap seluruh ketentuan atau covenant keuangan yang
      disyaratkan dalam perjanjian pinjaman, termasuk rasio keuangan tertentu dan pembatasan
      tindakan korporasi.
      Jawab:
      Perseroan senantiasa mematuhi seluruh ketentuan yang tercantum dalam perjanjian
      pinjaman tersebut.


   d. Rencana manajemen dalam menjaga kesinambungan pembayaran utang bank apabila
      tekanan terhadap kas operasional berlanjut.
      Jawab:
      Sehubungan dengan kewajiban pembayaran utang bank, para pemegang saham telah
      memberikan komitmen penuh untuk menjaga kestabilan keuangan Perseroan. Para
      pemegang saham siap menyediakan dana tambahan melalui pinjaman apabila Perseroan
      mengalami tekanan likuiditas pada kas operasional, sehingga kewajiban pembayaran
      utang dapat terus terpenuhi sesuai jadwal.


   e. Penjelasan apakah proyeksi penerimaan dari proyek Kertajati Umroh Park menjadi bagian
      dari strategi pelunasan jangka menengah atas fasilitas pinjaman tersebut.
      Jawab:
      Perseroan tidak mengandalkan penerimaan dari Proyek Kertajati Umroh Park sebagai
      sumber pelunasan jangka menengah atas fasilitas pinjaman. Hal ini dikarenakan Proyek
      Kertajati Umroh Park baru direncanakan akan mulai beroperasi pada semester II tahun
      2027, sementara fasilitas pinjaman memiliki jangka waktu yang berakhir sebelum periode
      tersebut.

14. Merujuk pada Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025, diketahui bahwa
    liabilitas jangka pendek Perseroan melebihi aset lancar. Agar dijelaskan:
    a. Strategi manajemen untuk mengelola risiko mismatch likuiditas jangka pendek.
        Jawab:
        Manajemen tetap mengandalkan komitmen pinjaman dari para pemegang saham sebagai
        upaya untuk mengelola risiko mismatch likuiditas jangka pendek.
Page 20
   b. Apakah terdapat rencana penjadwalan ulang kewajiban jangka pendek atau negosiasi
      dengan kreditur.

       Jawab:
       Perseroan telah mengajukan permohonan penjadwalan ulang atas fasilitas pinjaman dan
       saat ini masih terus berupaya melakukan negosiasi dengan pihak kreditur guna mencapai
       kesepakatan yang saling menguntungkan.

   c. Risiko operasional yang muncul dari kondisi ini, termasuk potensi sengketa atau penalti
      akibat keterlambatan pembayaran kepada pemasok dan pihak ketiga.
      Jawab:

       Sejauh ini, Perseroan tidak menghadapi risiko operasional yang material, termasuk
       potensi sengketa ataupun penalti, karena komitmen Perseroan untuk selalu memenuhi
       kewajiban pembayaran tepat waktu telah konsisten dijalankan.

15. Merujuk CALK 10 tentang Aset Tetap dalam Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret
    2025, disebutkan bahwa nilai tercatat aset tetap bruto sebesar Rp127,42 miliar, dengan
    akumulasi penyusutan sebesar Rp38,77 miliar, sehingga nilai buku bersih sebesar Rp88,65
    miliar. Komponen terbesar berasal dari Bangunan dan Prasarana sebesar Rp33,20 miliar,
    disusul Tanah sebesar Rp16,18 miliar, serta Mesin, Peralatan, dan Kendaraan masing-masing
    Rp17,12 miliar dan Rp15,55 miliar. Agar dijelaskan:
    a. Rincian lokasi, status pemanfaatan, dan kontribusi langsung dari aset tetap utama—
        khususnya Bangunan dan Prasarana—terhadap pendapatan usaha hingga triwulan I 2025.
        Jawab :

       Lokasi asset tetap khususnya bangunan dan prasarana ada di area Hotel dan Convention.
       Semua asset tetap berkontribusi dalam operasional hotel sejak awal sampai saat ini.


   b. Berapa besar nilai aset tetap yang saat ini tidak menghasilkan pendapatan langsung (idle
      assets), serta strategi manajemen untuk mengoptimalkannya.
      Jawab :

       Tidak ada asset tetap yang tidak mengahasilkan pendapatan langsung (idle assets)

   c. Apakah aset tetap seperti Tanah dan Bangunan yang tidak digunakan secara operasional
      dikategorikan sebagai aset investasi atau tetap dicatat sebagai aset tetap operasional, dan
      apakah pengklasifikasian tersebut sesuai PSAK 13 dan PSAK 16.
      Jawab :

       Seluruh asset tetap seperti tanah dan bangunan digunakan secara operasional, maka
       dikategorikan segabai asset tetap operasional.

   d. Penjelasan apakah telah dilakukan uji penurunan nilai (impairment test) atas aset tetap—
      khususnya terhadap aset yang belum menghasilkan arus kas seperti proyek Kertajati
      Umroh Park—dan apakah hasil uji tersebut menunjukkan kebutuhan untuk mencatat
      kerugian penurunan nilai.
      Jawab :
      Perseroan belum melakukan uji penurunan nilai asset karena proyek Kertajati Umroh
      Park masih dalam tahap memulai pembangunan.
Page 21
   e. Apakah terdapat rencana divestasi sebagian aset tetap sebagai langkah pembiayaan
      alternatif atau restrukturisasi portofolio aset tidak produktif.
      Jawab :

        Sampai saat ini perseroan belum memiliki rencana divestasi sebagian asset tetap sebagai
        langkah pembiayaan alternative.

   Merujuk informasi dalam Laporan Keuangan dan dokumen public expose, diketahui bahwa
   strategi utama Perseroan adalah keberhasilan proyek Kertajati Umroh Park, efisiensi biaya, dan
   peningkatan okupansi hotel. Agar dijelaskan:

   f.   Apakah telah disusun proyeksi arus kas berbasis skenario (base case, best case, worst
        case), termasuk sensitivitas terhadap keterlambatan proyek Kertajati atau fluktuasi
        permintaan pasar. Apabila Perseroan akan melampirkan proyeksi tersebut, agar
        disampaikan melalui E074 (form nonpublish) dan tidak melalui tanggapan permintaan
        penjelasan.
        Jawab:

        Telah disusun dan akan dilampirkan melalui E074.

   g. Apakah terdapat kontrak kerja sama strategis (MoU, PKS) yang sudah ditandatangani
      untuk menjamin tingkat kunjungan atau penggunaan fasilitas Kertajati Umroh Park, dan
      bagaimana skema komersialnya.
      Jawab:

        Saat ini, Perseroan masih dalam tahap penyusunan kontrak kerja (MoU) dengan berbagai
        lembaga terkait. Detail mengenai skema komersial akan dituangkan secara lengkap dalam
        kontrak kerja yang akan diselesaikan dalam waktu dekat.

16. Merujuk CALK No. 14 dan 15, diketahui bahwa Perseroan memiliki pinjaman bank dan
    utang pemegang saham yang disertai jaminan. Agar dijelaskan:
    a. Rincian aset tetap atau aset lancar milik Perseroan yang dijadikan jaminan atas pinjaman
        bank dan/atau utang pihak terafiliasi.
        Jawab:

        Rincian aset tetap yang dijadikan jaminan atas pinjaman bank adalah tanah dan
        bangunan Fitra Hotel Majalengka serta tanah dan bangunan Convention Hall – Fitra
        Hotel Majalengka.

   b. Apakah terdapat potensi pelanggaran ketentuan Pasal 102 dan 103 UU Perseroan Terbatas
      atau peraturan OJK terkait tindakan pengalihan aset yang memerlukan persetujuan
      pemegang saham independen.
      Jawab:

        Tidak ada potensi pelanggaran ketentuan Pasal 102 dan 103 UU Perseroan Terbatas atau
        peraturan OJK terkait tindakan pengalihan aset yang memerlukan persetujuan pemegang
        saham independen.
Page 22
   c. Kepastian bahwa tidak terdapat tindakan hukum atau jaminan fidusia yang dapat
      menghambat kebebasan Perseroan dalam pengelolaan aset tetap strategis.
      Jawab:

       Tidak terdapat tindakan hukum atau jaminan fidusia yang dapat menghambat kebebasan
       Perseroan dalam pengelolaan aset tetap strategis

17. Merujuk informasi bahwa proyek Kertajati Umroh Park dirancang untuk mendukung
    aktivitas ibadah umrah dan pariwisata, namun belum dijelaskan struktur perizinan dan
    kepatuhan hukum atas penggunaan lahan dan pengoperasian fasilitas. Agar dijelaskan:


   a. Status perizinan dan legalitas penggunaan lahan, IMB, sertifikasi operasional, serta
      izin pariwisata atau keagamaan terkait proyek tersebut.
      Jawab:

       Status perizinan dan legalitas PT Fitra Amanah Wisata (FAW) saat ini telah lengkap,
       antara lain meliputi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)/PBG dengan Nomor SK PBG-
       321014-21052024-001, yang diterbitkan oleh Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
       Pemerintah Kabupaten Majalengka.

   b. Apakah terdapat kewajiban kemitraan dengan otoritas lokal atau pihak swasta tertentu
      dalam pengelolaan proyek, dan dasar hukumnya.
      Jawab:

       Dalam pengelolaan proyek Kertajati Umroh Park, kami menjalin kerja sama eksklusif
       dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka melalui Perjanjian Kerja Sama
       Pemanfaatan (KSP) dengan jangka waktu 30 tahun, yang dapat diperpanjang sesuai
       kesepakatan. Dalam perjanjian tersebut, disepakati adanya kontribusi tetap berupa sewa
       lahan per tahun, serta kontribusi bagi hasil sebesar 16,02% per tahun, yang dihitung
       berdasarkan penilaian dari akuntan publik/auditor independen yang telah disetujui oleh
       kedua belah pihak.

   c. Langkah-langkah pengelolaan risiko hukum dan perizinan selama masa pembangunan
      dan menjelang pengoperasian.
      Jawab:

       Perseroan telah memperoleh seluruh izin pembangunan yang diperlukan serta didukung
       oleh perjanjian resmi dengan Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, Perseroan menilai
       tidak terdapat risiko pelanggaran hukum maupun perizinan selama masa pembangunan
       hingga menjelang tahap pengoperasian.

       Dalam rangka mengelola dan meminimalkan risiko yang mungkin timbul selama proses
       pembangunan dan pengoperasian, Perseroan telah mengambil beberapa langkah strategis
       sebagai berikut:

       1. Perizinan Lengkap dan Kepatuhan Hukum
          Perseroan telah memastikan seluruh perizinan terkait pembangunan telah diperoleh
          secara lengkap dan sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
          Selain itu, Perseroan menjalin kerja sama yang erat dengan Pemerintah Daerah untuk
          memastikan kelancaran proses administrasi dan operasional.
Page 23
       2. Pengawasan dan Pengendalian Proyek
          Manajemen melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek pembangunan
          melalui tim internal maupun konsultan eksternal guna memastikan kualitas, waktu,
          dan anggaran proyek sesuai dengan rencana.

       3. Manajemen Keuangan yang Bijaksana
          Perseroan melakukan pengelolaan keuangan secara prudent dengan memantau arus
          kas secara berkala serta menyiapkan sumber dana cadangan untuk menghadapi
          kebutuhan mendesak.

       4. Negosiasi dan Hubungan dengan Kreditur
          Perseroan aktif melakukan komunikasi dan negosiasi dengan pihak kreditur guna
          mendapatkan skema pembayaran yang fleksibel serta menjaga hubungan baik demi
          kelangsungan pembiayaan.

       5. Penguatan Sumber Daya Manusia
          Perseroan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia yang
          terlibat dalam proyek guna meminimalkan risiko kesalahan operasional.

18. Merujuk keterangan dalam Materi Public Expose dan laporan keuangan, disebutkan bahwa
    dana hasil PUT I telah digunakan untuk pembangunan Kertajati Umroh Park. Agar
    dijelaskan:
    a. Status hukum atas kepemilikan atau penguasaan lahan yang digunakan untuk proyek
        Kertajati Umroh Park, termasuk jenis sertifikat dan atas nama siapa lahan tersebut
        didaftarkan.
       Jawab:
       Status Hukum
       Kerja sama pemanfaatan lahan dilakukan antara Perseroan dengan Pemerintah Daerah
       Kabupaten Majalengka. Dalam perjanjian tersebut, kepemilikan tanah tetap menjadi
       milik Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, sementara Perseroan diberikan hak
       pemanfaatan lahan selama 30 tahun sesuai dengan tujuan proyek yang telah disepakati.
       Status kepemilikan lahan yang menjadi objek kerja sama antara PT Fitra Amanah Wisata
       dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka adalah Sertifikat Hak Pakai (SHP) No. 5 atas
       nama Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Majalengka.

   b. Apakah lahan tersebut telah dibebaskan sepenuhnya dan tidak berada dalam status
      sengketa, tumpang tindih kepemilikan, atau potensi klaim pihak ketiga.
      Lahan tersbut tidak dalam status sengketa, tumpang tindik kemepilikan ataupun potensi
      klaim pihak ketiga.
      Jawab:

       Tanah atau lahan yang menjadi objek kerja sama telah dibebaskan sepenuhnya oleh
       Pemerintah Kabupaten Majalengka sesuai dengan Sertifikat Hak Pakai (SHP) No. 5,
       dengan luas total 9,3 hektar. Dari luas tersebut, seluas 4 hektar telah dibebaskan
       berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Fitra Amanah Wisata (FAW)
       dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka, tercatat dengan nomor PKS No. KE.
       00/2460-BKAD/2023 dan No. 028/FAW/XII/2023.
Page 24
   c. Apakah telah diperoleh seluruh izin prinsip dan teknis terkait penggunaan lahan
      (termasuk IMB, izin lingkungan, dan izin pemanfaatan ruang) dari instansi berwenang,
      dan jika belum, tahapan penyelesaiannya.
      Jawab:

       Izin yang telah di peroleh antara lain :
       - IMB/PBG dengan No. Sk PBG -321014-21052024-001 yang diterbitkan oleh PTSP
           Pemkab Majalengka.
       - Pertimbangan Teknis (Pertek) dengan no. Sk-32. 10.NT.01.03/5/2024 tertanggal 02
           Februari 2024 yang dikeluarkan oleh BPN Kab Majalengka
       - KRK( keterangan rencana Kabupaten) dengan No. SKRK:600.3.1/1090/PUTR yang
           telah diterbitkan oleh PUTR Kab Majalengka

   d. Upaya mitigasi risiko hukum dan reputasi apabila pada kemudian hari timbul gugatan
      terkait status kepemilikan atau peruntukan lahan proyek.
      Jawab:

       Perseroan sepenuhnya berpegang pada ketentuan yang tercantum dalam perjanjian
       dengan Pemerintah Daerah setempat.


19. Merujuk mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 16 Juni
    2025, disebutkan bahwa Perseroan mengajukan persetujuan atas rencana penurunan fasilitas
    pembiayaan secara bertahap dari pemegang saham. Agar dijelaskan:


   a. Penjelasan mengenai arti dan maksud dari "penurunan fasilitas pembiayaan secara
      bertahap", termasuk struktur, nilai nominal, jangka waktu, dan mekanisme pencairan
      pembiayaan dari pemegang saham.
      Jawab:

       Penurunan fasilitas pembiayaan secara bertahap, perseroan meminta persetujuan kepada
       pemegang saham untuk penurunan fasilitas pembiayaan secara bertahap sesuai dengan
       kebutuhan perseroan. Perseroan menganggarkan sebesar-besarnya sebanyak 11 Milyar.

   b. Dasar kebutuhan pembiayaan tersebut, termasuk rencana penggunaan dana secara rinci
      (misalnya untuk proyek Kertajati Umroh Park, modal kerja hotel, pelunasan kewajiban,
      atau lainnya).
      Jawab:

       Dasar kebutuhan pembiayaan tersebut dianggarkan untuk modal kerja anak yaitu PT Bumi
       Majalengka Permai , serta pelunasan kewajiban berupa utang pembayaran bank dan pokok
       bunga.


   c. Proyeksi dampak pembiayaan ini terhadap posisi kas, struktur modal, dan rasio leverage
      Perseroan dalam jangka pendek dan menengah.
      Jawab:

       Dengan adanya tambahan pembiayaan ini, posisi kas akan bertambah seiring dengan
       bertambahnya hutang perseroan.
Page 25
d. Nama dan identitas pemegang saham yang akan memberikan pembiayaan, serta
   penjelasan apakah terdapat hubungan afiliasi atau potensi benturan kepentingan atas
   transaksi dimaksud.
   Jawab:

     Identitas pemegang saham yang akan memberikan pembiayaan adalah Bapak Hendra
     Sutanto, yang memiliki hubungan afiliasi sebagai pemegang saham pendiri Perseroan.
     Perseroan menilai tidak terdapat potensi benturan kepentingan dalam transaksi
     pembiayaan ini.

e. Alasan mengapa rencana pembiayaan dari pemegang saham memerlukan persetujuan
   RUPSLB, serta apakah hal ini disebabkan oleh skema konversi menjadi saham, jaminan
   aset, atau akibat ketentuan dalam anggaran dasar.
   Jawab:

     Rencana pembiayaan yang berasal dari pemegang saham akan tetap memerlukan
     persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), sehingga
     memastikan proses tersebut berjalan secara transparan dan terbuka bagi seluruh
     pemangku kepentingan.

f.   Apakah terdapat komitmen atau kesepakatan tertulis dari pihak pemegang saham pemberi
     pinjaman mengenai nilai dan jadwal pencairan dana.
     Jawab:

     Perseroan telah memperoleh komitmen dan kesepakatan tertulis dari pemegang saham
     yang akan dituangkan dalam perjanjian resmi pada saat pencairan dana dilakukan.

g. Penjelasan apakah fasilitas pembiayaan ini memiliki keterkaitan langsung maupun tidak
   langsung dengan pergerakan harga saham Perseroan dalam beberapa bulan terakhir, serta
   bagaimana manajemen mengantisipasi persepsi pasar terhadap aksi korporasi ini.
   Jawab:

     Tidak ada keterkaitan penurunan pinjaman terhadap pergerakan harga saham perseroan
     beberapa bulan terakhir.

h. Penjelasan apakah fasilitas pembiayaan ini bersifat subordinasi atau tidak, serta apakah
   akan tercatat sebagai utang atau ekuitas dalam laporan keuangan.
   Jawab:

     Pemberian fasilitas pembiayaan ini tidak bersifat subordinasi dan akan dicatat sebagai
     hutang.

i.   Apakah terdapat rencana atau opsi konversi fasilitas pembiayaan menjadi saham
     Perseroan di masa mendatang, baik melalui konversi utang menjadi ekuitas maupun
     rights issue susulan. Jika ya, mohon dijelaskan skema dan implikasinya terhadap struktur
     kepemilikan.
     Jawab:

     Hingga saat ini perseroan belum memiliki rencana atau opsi konversi utang menjadi
     ekuitas maupun rights issue susulan.
Page 26
   j.   Apakah rencana pembiayaan dari pemegang saham merupakan strategi jangka pendek
        atau bagian dari kebijakan pembiayaan jangka panjang Perseroan, dan bagaimana
        rencana pengurangan ketergantungan terhadap dana pemegang saham di masa depan.
        Jawab:

        Rencana pembiayaan dari pemegang saham merupakan strategi jangka pendek yang
        diambil Perseroan untuk menutupi arus kas negatif saat ini. Secara bersamaan, Perseroan
        terus berupaya meningkatkan pendapatan guna mengurangi ketergantungan pada
        pembiayaan eksternal di masa mendatang.
        Dalam jangka panjang, Perseroan mengharapkan bahwa beroperasinya Proyek Kertajati
        Umrah Park akan memberikan kontribusi arus kas positif yang signifikan bagi
        keberlanjutan keuangan Perseroan.


   k. Status dan rincian fasilitas pembiayaan dari pemegang saham yang telah diberikan
      sebelum RUPSLB, termasuk total akumulasi nilai, pencairan, dan sisa komitmen (jika
      ada).
      Jawab:

        Total akumulasi nilai pembiayaan dari pemegang saham yang telah diberikan sebelum
        RUPSLB adalah 12.500.000.000.


20. Merujuk pada belum adanya strategi digitalisasi yang dijelaskan dalam laporan atau public
    expose. Agar dijelaskan:
    a. Strategi digitalisasi yang sedang atau akan diterapkan.
       Jawab :

        Dalam rangka mendukung strategi digitalisasi, kami telah melaksanakan sejumlah langkah
        strategis, antara lain:
         Mengaktifkan fitur promosi dan pemasaran melalui berbagai platform media sosial
             seperti Instagram, TikTok, WhatsApp Status, Facebook, dan platform digital lainnya.
         Menjalin kerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) Hotcom.
         Berkolaborasi dengan layanan Grab untuk meningkatkan aksesibilitas dan layanan
             pelanggan.
         Melakukan kerja sama dengan influencer dan content marketing lokal untuk
             memperluas jangkauan pemasaran.
         Mengaktifkan dan secara berkala memperbarui tampilan serta konten pada website
             resmi kami, fitra.co.id.


   b. Pengembangan kanal penjualan daring dan kolaborasi teknologi.
      Jawab :

           Konsumen dapat melakukan pemesanan langsung (direct booking) dengan mudah
            melalui fitur booking engine yang tersedia di website resmi kami, fitra.co.id.
           Fitra Hotel Majalengka telah menjalin kerja sama dengan channel manager guna
            mengoptimalkan distribusi kamar dan mempermudah pengelolaan pemesanan di
            berbagai platform secara terintegrasi.
Page 27
c. Dampak digitalisasi terhadap efisiensi operasional dan daya saing.
   Jawab :

   Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan digitalisasi memberikan dampak positif yang
   signifikan terhadap efisiensi operasional serta peningkatan daya saing perusahaan.
   Adapun beberapa manfaat yang kami rasakan antara lain:
   1. Efisiensi waktu pemesanan bagi konsumen sehingga proses menjadi lebih cepat dan
       praktis.
   2. Meminimalisir kesalahan yang dapat terjadi akibat faktor human error dalam proses
       pemesanan dan operasional.
   3. Memperluas jangkauan pasar dengan menjaring lebih banyak pelanggan, baik dari
       wilayah lokal maupun dari lokasi yang sebelumnya sulit dijangkau, termasuk klien
       internasional.
   4. Meningkatkan keamanan dan kenyamanan transaksi bagi konsumen maupun pihak
       hotel.
   5. Mengurangi risiko penipuan dalam transaksi.
   6. Efisiensi biaya promosi melalui penggunaan platform digital yang lebih tepat sasaran.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.82 MB
Published5 Jun 2025
Pages27
Characters71,232
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Hendra Sutanto p.7 ×2
linked org Hotel Fitra International Tbk p.8 ×2
linked org Pemerintah Kabupaten p.10 ×6
linked org Global Perkasa p.11 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.18 ×4
unresolved org Departemen Food & Beverage dan Room p.4
unresolved org Kementerian Agama Kabupaten Majalengka p.4
unresolved org PT Fitra Amanah Wisata p.5 ×9
unresolved org PT Bumi Majalengka Permai. p.7 ×3
unresolved org PT Fitra Amanah Wisata. Agar p.10
unresolved org Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Majalengka. Sebagai p.10
unresolved org PT Global Perkasa Konstruksi p.11 ×2
unresolved org Pemerintah Kabupaten Majalengka. p.22 ×4
unresolved org Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Majalengka. p.23

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result