Back to announcement
20250605_FITT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31893062_lamp1.pdf
Other Text extracted FITTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 27
Page 1
1. Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp2,69 miliar. Agar dijelaskan:
a. Faktor utama penyebab penurunan pendapatan sebesar 52,8% dibandingkan periode yang
sama tahun sebelumnya.
Jawab:
Faktor utama yang menyebabkan penurunan pendapatan Perseroan adalah menurunnya
kontribusi dari pendapatan pada sektor banquet dan penyewaan Convention.
Sektor ini merupakan kontributor terbesar terhadap total pendapatan Perseroan, sehingga
penurunan kinerja pada lini usaha tersebut berdampak signifikan terhadap keseluruhan
pendapatan Perseroan.
b. Rencana manajemen dalam memulihkan kinerja operasional dan menekan beban usaha.
Jawab:
Rencana manajemen dalam memulihkan kinerja operasional secara berkelanjutan adalah
terus berupaya menjalin kerja sama dengan relasi baru serta menjajaki peluang bisnis
dengan klien-klien potensial.
Dalam rangka menekan biaya, manajemen akan terus aktif melakukan efisiensi biaya,
dengan cara melakukan peninjauan kembali terhadap pos-pos pengeluaran yang masih
dapat dihemat, termasuk mempertimbangkan penggunaan vendor alternatif dengan
penawaran harga yang lebih kompetitif.
c. Upaya jangka pendek dan jangka menengah untuk menghentikan tren akumulasi kerugian.
Jawab:
Upaya Jangka Pendek:
Perseroan akan fokus pada upaya menjalin kerja sama baru dengan klien-klien potensial
serta melakukan efisiensi biaya secara maksimal melalui evaluasi terhadap seluruh pos
pengeluaran.
Upaya Jangka Menengah:
Sejalan dengan rencana pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) sebagai
bandara kargo, Perseroan akan berupaya untuk membangun kemitraan strategis dengan
instansi-instansi terkait guna mendukung ekspansi usaha di sektor logistik dan kargo.
2. Merujuk Laporan Arus Kas Konsolidasian per 31 Maret 2025, diketahui bahwa arus kas
dari aktivitas operasi mengalami defisit sebesar Rp6,28 miliar. Agar dijelaskan:
a. Rincian penyebab utama arus kas negatif tersebut.
Jawab:
Penyebab utama arus kas operasional negatif adalah penurunan pendapatan Perseroan
dibandingkan dengan periode sebelumnya.Penurunan ini berdampak langsung pada
menurunnya penerimaan kas dari kegiatan operasional, sehingga memengaruhi posisi
arus kas Perseroan secara keseluruhan.
b. Strategi manajemen dalam menjaga likuiditas dan kelangsungan kegiatan operasional
pada triwulan II dan seterusnya.
Jawab:
Perseroan akan tetap melanjutkan upaya efisiensi, baik dalam hal biaya operasional
maupun tenaga kerja, sebagai langkah strategis untuk menjaga kelangsungan kegiatan
operasional pada triwulan II dan seterusnya.
Page 2
c. Sumber alternatif pembiayaan selain pinjaman pemegang saham, apabila arus kas tidak
segera membaik.
Jawab:
Sampai saat Sampai dengan saat ini, alternatif pembiayaan Perseroan masih berasal dari
pendapatan operasional dan pinjaman dari pemegang saham.
Saat ini belum terdapat rencana atau wacana pembiayaan lainnya yang sedang dibahas
oleh manajemen.
3. Merujuk Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025, diketahui bahwa defisit
saldo laba meningkat menjadi Rp48,48 miliar. Agar dijelaskan:
a. Evaluasi dampak akumulasi defisit terhadap struktur modal dan peringkat kelayakan
keuangan Perseroan.
Jawab:
Akumulasi defisit yang terjadi secara berkelanjutan akan berdampak signifikan terhadap
struktur modal Perseroan, terutama dikarenakan saldo ekuitas yang terus mengalami
penurunan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi keseimbangan antara modal sendiri dan
kewajiban, sehingga dapat berdampak pada peringkat kelayakan keuangan Perseroan.
b. Langkah konkret manajemen untuk menjaga rasio solvabilitas dan mendukung
rencana ekspansi yang sedang berjalan.
Jawab:
Perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga rasio solvabilitas dengan melakukan upaya
maksimal dalam meningkatkan pendapatan. Manajemen akan terus berfokus pada
optimalisasi kinerja operasional serta pengembangan bisnis guna mendukung stabilitas
keuangan Perseroan.
c. Penilaian kemampuan internal Perseroan dalam membiayai kegiatan operasional
tanpa tambahan utang signifikan.
Jawab:
Perseroan menilai bahwa saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan operasional secara
memadai. Adapun defisit yang terjadi disebabkan oleh pembayaran pokok dan bunga
angsuran pinjaman bank yang harus dipenuhi sesuai jadwal.
4. Merujuk Laporan Auditor Independen atas Laporan Keuangan Konsolidasian tahun buku
2024, diketahui bahwa auditor menyampaikan paragraf penekanan mengenai keraguan atas
kelangsungan usaha Perseroan karena defisit yang signifikan, liabilitas jangka pendek yang
melebihi aset lancar, serta rugi usaha yang berkelanjutan. Selain itu, merujuk CALK No. 31
tentang Saldo Defisit dalam Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025, disebutkan
bahwa manajemen telah menyusun tiga belas langkah operasional sebagai bagian dari tindak
lanjut perencanaan kelangsungan usaha tahun 2025. Agar dijelaskan:
a. Status pelaksanaan masing-masing dari tiga belas langkah yang dirinci sebagai berikut:
i. Tetap mengedepankan pelayanan prima untuk kepuasan pelanggan termasuk
kebersihan dan kecepatan dalam menangani kebutuhan pelanggan.
Jawab :
Perihal pelayanan prima / service excelent dari setiap aspek sudah menjadi
tanggung jawab kami sebagai pelaku usaha industri perhotelan tetap komitment
mengedepankan kebutuhan dan kepuasan customer.
Page 3
ii. Mengoptimalkan penggunaan sumber daya listrik dalam hal efisiensi pemakaian
seperlunya.
Jawab :
Langkah efisiensi penggunaan sumber daya listrik termasuk konsen kami dimana
pembatasan penggunaan yg tdk perlu terutama penggunaan diluar operasional
karena sangat berpengaruh.,selain pembatasan pemakaian sumber listrik
penghematan penggunaan air bersih juga termasuk dalam upaya efisiensi biaya
operasional dan hal ini tetap kami lakukan utk mencegah pembengkakan biaya..
iii. Melakukan kontrol dan evaluasi harga serta kualitas dari vendor yang selama ini
telah bekerjasama.
Jawab:
Mengontrol dan mengevaluasi dari setiap penggunaan bahan baku apapun yang
menyangkut harga" Suplyer / vendor tetap kami lakukan dng cara mengadakan
market survey secara berkala termasuk mengadakan rapat koordinasi dng pihak"
Vendor yg sudah bekerjasama
iv. Membangun hubungan komunikasi pelanggan untuk hubungan jangka panjang
agar menjadikan pilihan dan keputusan pelanggan.
Jawab:
Membangun hubungan baik dng para pelanggan adalah langkah utama kami
dalam hal ini melalui pendekatan secara personal.,dinas atwpun lembaga / sales
call / sales blitch / sales trip dari berbagai segmentasi.,dalam hal pendekatan
tentunya kpd pihak2 yg berkaitan dng penanggung jawab kegiatan (
kedinasan.,corporate.,sosial event dll )
v. Mengurangi biaya yang berlebihan dengan terus melakukan menempatkan
pengeluaran operasional.
Jawab:
Untuk mengurangi biaya operasional dlm hal ini dari setiap departement selalu
berkomitment utk malakukan pengecekan bahan yg bersipat hanya kebutuhan
operasional yg berhubungan dng costumer.,melakukan kontrol parstock supaya tdk
over.,pengecekan first in first out agar terhindar dari banyaknya barang yg expired
terhadap barang yg akan dipergunakan
vi. Mendorong dan efisiensi manajemen karyawan dengan program pemagangan.
Jawab:
Management dan dinas pendidikan dalam hal ini sudah & selalu melakukan
koordinasi dlm bentuk kerjasama dng pihak2 sekolah khususnya kurikulum bidang
industri perhotelan.,kerjasama tersebut berupa adanya siswa on job training /
pelatihan / pemagangan.,hal ini sudah berlaku sejak hotel berdiri
Page 4
vii. Peningkatan kompetensi karyawan untuk mengurangi dan memperkecil angka
complain pelanggan sehingga tidak menimbulkan biaya akibat dari Komplain
pelanggan.
Jawab :
Untuk Peningkatan kompetensi karyawan pihak kami / hotel fitra melakukan
langkah2 berupa pelatihan yg dilaksanakan baik secara internal atwpun external
termasuk adanya evelausi berkala dari setiap departement
viii. Tetap menjaga hubungan dan komunikasi baik dengan pelanggan serta reward
atau gift kepada pelanggan.
Jawab:
Langkah utk menjaga hubungan baik dan berkesinambungan adalah hal
terpenting dlm hal ini adalah salah satu bentuk usaha pendekatan selain secara
personal / kedinasan / lembaga..kami juga memberikan award dng berbagai
macam langkah diantaranya adanya pemberian gift.,reward.,special rate .,special
disc.,cara ini konsisten kami lakukan utk menjaga kepuasan para pelanggan
ix. Departemen Food & Beverage dan Room melakukan inovasi baik dari Program
Bundling maupun Program Promo yang berdasarkan kondisi dan kebutuhan
Pasar.
Jawab :
Departement revenue dlm hal ini fnb dan room selaku melakukan kolaborasi dlm
bentuk promo.,bundling fnb dan room.,hal ini selalu terus menerus dilakukan
termasuk adanya monthly promo.,daily promo.,disc weekend dengan
menyesuaikan situasi pasar
x. Kerjasama Program Bundling dengan pihak eksternal dengan fasilitas yang ada
di Majalengka antara lain Bandara Kertajati (Tiket Pesawat + Kamar atau + wisata
alam). Paket Perjalanan Dinas (room + tour wisata atau room + outbound).
Jawab :
Dalam progres kerjasama dengan pihak external terkait paket outbond
(room+outbond, atau room+tour wisata+outbond), paket BIJB (room+tiket
pesawat atau room+tiket pesawat+tour wisata)
xi. Melakukan kerjasama dengan pihak eksternal untuk membuat event-event
(wedding, birthday event, corporate/social event, artisan, dan lain-lain) yang
menghasilkan revenue sehingga tidak hanya mengandalkan revenue Meeting
Room.
Jawab:
Akan dilakukan kerjasama dengan pokdarwis, wedding expo,
xii. Menindaklanjuti perizinan dengan izin travel haji dan umroh di Kementerian
Agama Kabupaten Majalengka untuk melengkapi izin-izin yang sudah diperoleh
seperti NIB dan TDP.
Jawab :
Sedang dalam tahap menindaklanjuti.
Page 5
xiii. Melaksanakan pembangunan Kertajati Umroh Park sesuai dengan Perjanjian
Kerja Sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka dengan PT Fitra
Amanah Wisata No. 028/FAW/XII/2023 tentang Kerja Sama Pemanfaatan (KSP)
barang milik Daerah Kabupaten Majalengka berupa tanah di Desa Pasiripis
Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka untuk pembangunan dan
pengelolaan Kertajati Umroh Park Majalengka.
Jawab :
Sedang dalam tahap persiapan pembangunan.
b. Tolok ukur yang digunakan oleh manajemen dalam menilai keberhasilan pelaksanaan
setiap langkah tersebut, serta apakah telah dilakukan evaluasi berkala terhadap
efektivitasnya, khususnya atas indikator seperti arus kas operasi, tingkat hunian, dan
efisiensi biaya.
Jawab :
Tolak ukur yang digunakan oleh manajemen dalam menilai keberhasilan setiap langkah
tersebut adalah dengan tetap adanya pemasukan di setiap segmen pendapatan. Perseroan
juga telah melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitasnya, khususnya atas indikator
seperti arus kas operasi, tingkat hunian, dan efisiensi biaya
c. Rencana kontinjensi tambahan yang telah disiapkan oleh manajemen apabila
pembangunan maupun komersialisasi Kertajati Umroh Park mengalami keterlambatan
atau tidak menghasilkan pendapatan sesuai yang diharapkan.
Jawab :
Saat ini perseroan sedang menyusun rencana kontijensi tambahan mengenai
keterlambatan pembangunan maupun komersialisasi Kertajati Umroh Park.
5. Merujuk pada informasi bahwa dana hasil PUT I sebesar Rp57,81 miliar digunakan
seluruhnya untuk proyek Kertajati Umroh Park. Agar dijelaskan:
a. Status pembangunan fisik proyek per Mei 2025, termasuk progres aktual dibandingkan
rencana.
Jawab:
Pembangunan fisik proyek Kertajati Umroh Park hingga Mei 2025 telah mencapai tahap
Ground Breaking , clearing lahan dan pada saat ini sedang memasuki fase persiapan
konstruksi.
b. Proyeksi kontribusi proyek terhadap pendapatan, termasuk asumsi okupansi, kerja sama
dengan travel atau lembaga umroh, dan waktu mulai komersialisasi.
Jawab:
Saat ini, Kertajati Umroh Park belum memberikan kontribusi pendapatan kepada
Perseroan karena proyek tersebut masih dalam tahap awal pembangunan. Perseroan
merencanakan agar Kertajati Umroh Park mulai beroperasi pada Triwulan II Tahun 2027.
c. Risiko utama atas proyek ini dan langkah mitigasi jika target pendapatan atau waktu
peluncuran tidak tercapai.
Jawab:
1. Risiko Keterlambatan dalam Pembangunan
Potensi keterlambatan dalam proses konstruksi dapat terjadi akibat faktor eksternal
seperti cuaca, keterlambatan pasokan material, atau kendala teknis.
Page 6
Mitigasi:
o Menetapkan manajemen proyek dengan jadwal dan milestone yang terukur.
o Menggunakan kontraktor dan vendor berpengalaman dengan rekam jejak
yang baik.
o Menyiapkan buffer waktu dalam timeline proyek untuk mengantisipasi
kendala teknis dan administratif.
2. Risiko Terhadap Permintaan Pasar
Target pendapatan dapat tidak tercapai apabila minat pasar terhadap produk dan
layanan Umroh Park tidak sesuai proyeksi.
Mitigasi:
o Melakukan studi kelayakan pasar secara berkala.
o Menjalin kerja sama dengan biro perjalanan, agen umrah, dinas Pendidikan
& keagamaan dan mitra strategis sejak dini.
o Merancang paket layanan dan harga yang kompetitif dan adaptif terhadap
kebutuhan konsumen.
3. Risiko Operasional Pasca-Peluncuran
Gangguan atau hambatan dalam pengelolaan operasional awal yang berdampak pada
reputasi dan pendapatan.
Mitigasi:
o Mempersiapkan sistem operasional dan SDM sejak pra-operasional.
o Menyusun SOP yang komprehensif dan pelatihan intensif kepada seluruh tim
operasional.
o Menyediakan masa uji coba (soft launch) untuk melakukan penyesuaian
sebelum grand opening.
Bagaimanapun, Perseroan telah berkomitmen penuh untuk melaksanakan proyek ini
secara prudent dan berorientasi jangka panjang, dengan pengelolaan risiko yang
terstruktur untuk memastikan keberhasilan proyek Kertajati Umroh Park dan
kontribusinya terhadap pertumbuhan berkelanjutan Perseroan.
d. Skema model bisnis dan perhitungan break-even point dari proyek tersebut.
Jawab :
Kertajati Umroh Park dirancang sebagai penyedia Jasa Wisata Religi yang
mengintegrasikan unsur edukasi, spiritualitas, dan pengalaman budaya dalam satu
kawasan tematik. Model bisnis ini difokuskan pada penyediaan layanan wisata religi
yang mendukung kebutuhan calon jemaah umrah, termasuk simulasi manasik, pelatihan
spiritual, pusat informasi perjalanan umrah, serta fasilitas penunjang seperti akomodasi,
pusat oleh-oleh, dan wahana edukatif bernuansa Islami.
Sesuai dengan proyeksi bisnis yang telah disusun, Perseroan memperkirakan bahwa
Kertajati Umroh Park akan mencapai titik impas (break-even point) pada tahun 2029.
Proyeksi ini didasarkan pada asumsi pertumbuhan jumlah pengunjung, peningkatan
minat terhadap wisata religi domestik, serta optimalisasi lokasi strategis yang berdekatan
dengan Bandara Internasional Kertajati sebagai salah satu gerbang keberangkatan jemaah
umrah dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Page 7
6. Merujuk Materi Public Expose Insidentil tanggal 20 Mei 2025, diketahui bahwa seluruh dana
hasil PUT I sebesar Rp57,81 miliar telah digunakan untuk pembangunan Kertajati Umroh
Park. Namun merujuk pada Prospektus Penawaran Umum Terbatas I, dinyatakan bahwa
alokasi dana untuk proyek Kertajati Umroh Park adalah sebesar Rp50 miliar. Agar
dijelaskan:
a. Rincian penggunaan dana tambahan sebesar Rp7,81 miliar di luar yang disebutkan
dalam prospektus.
Jawab:
Rincian penggunaan dana tambahan sebesar 7,81 milyar adalah sebagai berikut:
- Rp. 7.000.000.000 adalah dana hasil konversi hutang pemegang saham atas nama
Hendra Sutanto menjadi saham.
- Rp. 797.600.000 adalah biaya penawaran umum.
- Sisa sekitar Rp. 36.585.200 akan digunakan untuk biaya operasional PT Bumi
Majalengka Permai.
b. Penyesuaian yang dilakukan oleh Perseroan atas perubahan alokasi tersebut, termasuk
apakah telah diumumkan dalam keterbukaan informasi.
Jawab:
Perseroan sudah melaporkan penggunaan dana tersebut di Laporan Realisasi Penggunaan
Dana PUT I.
c. Kepatuhan terhadap ketentuan POJK 30/2015 tentang penggunaan dana hasil
penawaran umum.
Jawab:
Perseroan sudah melaporkan penggunaan dana tersebut di Laporan Realisasi Penggunaan
Dana PUT I.
d. Timeline penyerapan per bulan, serta rinciannya.
Jawab :
PT Global
Keterangan CV Cahaya Keterangan
Perkasa
dibayarkan Dinamika Abadi dibayarkan
Konstruksi
Total
Komitmen 18,000,000,000 9,200,000,000
DP 50% 9,000,000,000 13 Agustus 2025 4,600,000,000 13 Maret 2025
Term I 4,500,000,000 2,300,000,000
Term II 2,250,000,000 1,150,000,000
Term III 1,350,000,000 690,000,000
Pelunasan 900,000,000 460,000,000
Page 8
7. Merujuk Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025 dan Materi Public Expose
tanggal 20 Mei 2025, diketahui bahwa dana hasil Penawaran Umum Terbatas I sejumlah
Rp57,81 miliar telah digunakan untuk pembangunan Kertajati Umroh Park. Namun, dalam
laporan keuangan tahun 2024 maupun per 31 Maret 2025 tidak terdapat arus kas keluar
dengan nominal > Rp20 miliar. Perseroan juga tidak mengungkapkan secara eksplisit
pencatatan aset tetap atau aset dalam pembangunan terkait proyek tersebut. Agar dijelaskan:
a. Mengapa tidak ada arus kas keluar yang mencatat belanja modal tersebut?
Jawab:
Dana hasil Penawaran Umum Terbatas I sejumlah Rp. 57.814.185.200. Perseroan
menyetorkan Rp. 49.980.000.000 kepada anak usaha yaitu PT Fitra Amanah Wisata yang
digunakan untuk Pembangunan Kertajati Umroh Park. Rp. 14.306.380.723 sudah
digunakan untuk DP Pembangunan Kertajati Umroh Park.
DP Pembangunan Kertajati Umroh Park masuk kedalam akun uang muka dikarenakan
belum diakui sebagai aset karena masih dalam proses pembangunan.
b. Pos mana dalam laporan posisi keuangan per 31 Maret 2025 yang mencerminkan
realisasi belanja modal sebesar Rp57,81 miliar untuk proyek Kertajati Umroh Park, dan
apakah diakui sebagai aset tetap, aset dalam pembangunan, atau klasifikasi lainnya.
Jawab:
Laporan posisi keuangan yang perseroan laporkan adalah laporan keuangan konsolidasi
yang didalamnya mencakup PT Hotel Fitra International Tbk (induk perseroan) serta PT
Bumi Majalengka Permai (anak usaha yang mengelola Fitra Hotel Majalengka) dan PT
Fitra Amanah Wisata (anak usaha, yang akan mengelola Kertajati Umroh Park).
Posisi keuangan saat ini, Rp 14.306.380.723 diakui sebagai uang muka, rincian sebagai
berikut:
- DP Kontraktor Rp. 12.708.108.108 (tanpa ppn)
- Konsultan Rp. 1.445.972.265
- Izin PBG Rp. 152.300.350
- PPN Kontraktor : 891.891.892
c. Metodologi pengakuan dan pengukuran akuntansi yang digunakan untuk belanja modal
tersebut, termasuk penilaian apakah proyek memenuhi kriteria pengakuan dalam PSAK
16.
Jawab:
Pengakuan Aset Tetap:
i. Aset tetap diakui sebagai aset jika:
- Diprediksi dapat memberikan manfaat ekonomi di masa depan bagi
perusahaan.
- Biaya perolehan dapat diukur dengan andal.
ii. Biaya perolehan aset tetap meliputi:
- Harga beli atau biaya konstruksi.
- Biaya lain yang terkait dengan perolehan aset tetap, seperti biaya pengiriman
dan instalasi.
Page 9
Pengukuran Aset Tetap:
i. Biaya perolehan: Aset tetap diukur pada biaya perolehan.
ii. Penyusutan: Aset tetap disusutkan selama umur ekonomisnya menggunakan
metode penyusutan yang sesuai, seperti metode garis lurus atau metode saldo
menurun.
iii. Penilaian kembali: Aset tetap dapat dinilai kembali jika terjadi perubahan nilai
yang signifikan.
Kriteria Pengakuan Proyek dalam PSAK 16:
i. Proyek konstruksi diakui sebagai aset tetap jika:
- Diprediksi dapat memberikan manfaat ekonomi di masa depan bagi
perusahaan.
- Biaya konstruksi dapat diukur dengan andal.
ii. Biaya konstruksi: Biaya konstruksi meliputi:
- Biaya bahan dan tenaga kerja.
- Biaya lain yang terkait dengan konstruksi, seperti biaya perencanaan dan
pengawasan.
Penilaian Apakah Proyek Memenuhi Kriteria Pengakuan:
i. Analisis kelayakan proyek untuk menentukan apakah proyek dapat memberikan
manfaat ekonomi di masa depan.
ii. Pengukuran biaya konstruksi yang akurat dan andal.
iii. Dokumentasi yang memadai tentang proyek, termasuk rencana, anggaran, dan
laporan kemajuan.
d. Apakah terdapat porsi dari belanja modal yang belum dibayarkan kepada kontraktor atau
vendor, serta status pembayaran tersebut.
Jawab:
Sampai saat ini belanja modal yang belum dibayarkan kepada kontraktor sebesar
36.400.000.000, yang akan dibayarkan sesuai dengan invoice yang dikeluarkan
kontraktor.
e. Kepastian bahwa tidak terdapat pencatatan biaya yang dikapitalisasi secara agresif atau
belum layak diakui sebagai aset tetap (capitalization of cost).
Jawab:
Tidak ada biaya yang dikapitalisasi secara agresif atau belum layak diakui sebagai aset
tetap (capitalization of cost).
f. Penjelasan apakah auditor telah melakukan prosedur verifikasi atas nilai tercatat proyek
tersebut dan hasil temuan audit (jika ada).
Jawab:
Auditor telah melakukan prosedur verifikasi atas nilai tercatat proyek tersebut dengan
melakukan beberapa langkah berikut:
- Auditor mengumpulkan dokumen yang terkait dengan proyek, seperti kontrak, faktur.
- Auditor melakukan observasi lokasi proyek untuk memastikan bahwa proyek sedang
berjalan sesuai dengan rencana.
- Auditor melakukan pengujian transaksi yang terkait dengan proyek untuk
memastikan bahwa transaksi tersebut akurat dan sesuai dengan kebijakan akuntansi.
Page 10
Hasil temuan audit:
- Auditor menemukan bahwa nilai tercatat proyek sesuai dengan kebijakan akuntansi
dan standar akuntansi yang berlaku.
- Auditor tidak menemukan adanya penyimpangan atau kesalahan material dalam
pencatatan nilai proyek.
- Auditor merekomendasikan beberapa perbaikan minor dalam proses pengelolaan
proyek untuk memastikan bahwa proyek dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai
dengan anggaran.
8. Merujuk rencana diversifikasi usaha melalui proyek Kertajati Umroh Park yang dilaksanakan
oleh entitas anak PT Fitra Amanah Wisata. Agar dijelaskan:
a. Status legalitas dan kesiapan operasional PT Fitra Amanah Wisata sebagai entitas
pelaksana dan pengelola proyek.
Jawab:
Status legalitas lahan proyek Kertajati Umroh Park tercatat dalam bentuk Sertifikat Hak
Pakai (SHP) Nomor 5 atas nama Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II
Majalengka.
Sebagai bagian dari komitmen awal terhadap realisasi proyek, kegiatan groundbreaking
telah resmi dilaksanakan pada tanggal 18 April 2025. Saat ini, proyek memasuki tahap
persiapan konstruksi, khususnya dalam rangka pelaksanaan pekerjaan tiang pancang
sebagai bagian dari pondasi utama pembangunan.
Perseroan menargetkan bahwa seluruh proses pembangunan fisik Kertajati Umroh Park
dapat diselesaikan secara menyeluruh pada pertengahan tahun 2027, sesuai dengan
jadwal kerja yang telah ditetapkan.
b. Apakah entitas anak tersebut telah menyusun rencana bisnis dan proyeksi keuangan
tersendiri, termasuk laporan arus kas. Apabila Perseroan akan melampirkan proyeksi
tersebut, agar disampaikan melalui E074 (form nonpublish) dan tidak melalui tanggapan
permintaan penjelasan.
Jawab:
Perseroan akan menyampaikan rencana bisnis dan proyeksi keuangan tersendiri pada form
E074.
c. Kontribusi dan risiko keuangan entitas anak tersebut terhadap laporan keuangan
konsolidasian Perseroan.
Jawab:
Saat ini, entitas anak belum memberikan kontribusi positif terhadap laporan keuangan
konsolidasian Perseroan, karena proyek yang sedang dijalankan masih dalam tahap
pembangunan. Proyek tersebut direncanakan akan rampungi pada semester kedua tahun
2027.
d. Apakah telah disusun studi kelayakan proyek secara menyeluruh dan independen,
mencakup aspek keuangan, teknis, dan pasar.
Jawab:
Telah disusun studi kelayakan proyek secara menyeluruh dan independen, mecakup
aspek keuangan, teknis dan pasar.
e. Identitas kontraktor pelaksana proyek pembangunan Kertajati Umroh Park, termasuk
Page 11
status hubungan afiliasi atau tidak dengan Perseroan maupun entitas anak.
Jawab:
Saat ini perseroan menggunakan kontrakto:
- PT Global Perkasa Konstruksi
- CV Cahaya Dinamika Abadi
- CV Konstruksi Mitra Perkasa (dalam proses finalisasi kontrak pekerjaan)
- CV Surya Agung Tekindo (dalam proses finalisasi kontrak pekerjaan)
Tidak ada status hubungan afiliasi dengan perseroan maupun entitas anak.
f. Status legalitas dan isi pokok dari perjanjian kerja konstruksi, termasuk nilai kontrak,
jangka waktu pelaksanaan, dan skema pembayaran.
Jawab:
Saat ini perseroan sudah melakukan perjanjian kerja konstruksi kepada PT Global
Perkasa Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp. 18.000.000.000 dan jangka waktu
pelaksanaan 2 tahun, dengan skema pembayaran Termin.
Perseroan juga melakukan perjanjian kerja konstruksi kepada CV Cahaya Dinamika
Abadi dengan nilai kontrak sebesar Rp. 9.200.000.000 dan jangka waktu pelaksanaan 2
tahun, dengan skema pembayaran Termin.
Untuk kontraktor lainnya, perseroan sedang dalam tahap finalisasi kontrak kerja.
g. Pihak yang akan mengelola Kertajati Umroh Park setelah pembangunan selesai, apakah
entitas anak (PT Fitra Amanah Wisata), pihak ketiga, atau melalui bentuk kerja sama
operasional lainnya.
Jawab:
Pihak yang akan mengelola Kertajati Umroh Park setelah pembangunan selesai adalah
entitas anak yaitu PT Fitra Amanah Wisata.
h. Segmentasi target pasar proyek secara rinci (misalnya jamaah umrah, wisatawan religi,
pasar instansi pemerintah, travel agent, dsb), serta dasar asumsi pemasaran dan proyeksi
tingkat okupansi atau kunjungan.
Jawab:
Segmentasi Target Pasar
Target pasar Perseroan meliputi jamaah umrah, wisatawan religi, mahasiswa dan pelajar,
instansi pendidikan serta keagamaan, serta wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain
itu, Perseroan juga membuka peluang bagi siapa saja yang ingin belajar dan lebih
mengenal agama Islam secara mendalam.
Dasar Asumsi Pemasaran
Jawa Barat dipilih sebagai fokus pemasaran berdasarkan fakta bahwa provinsi ini
memiliki populasi Muslim terbesar di Indonesia serta merupakan wilayah dengan jumlah
keberangkatan haji dan umrah terbanyak di tanah air.
Proyeksi Tingkat Okupansi atau Kunjungan
Perseroan telah menyusun dan menargetkan tingkat okupansi atau kunjungan kei
Kertajati Umroh park adalah sebagai berikut:
2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035
No.of 500 500 500 463 463 463 428 428 428
Cust/day
Page 12
Penurunan proyeksi pendapatan yang tercantum dalam grafik disusun berdasarkan
pendekatan konservatif dalam analisis keuangan jangka menengah hingga panjang.
Asumsi ini mempertimbangkan kemungkinan terjadinya penurunan minat masyarakat
terhadap destinasi Kertajati Umroh Park, yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,
antara lain:
Berkurangnya unsur kebaruan dan viralitas dari kawasan wisata setelah fase awal
pembukaan;
Menurunnya rasa penasaran masyarakat terhadap konsep wisata religi yang telah
dikenal secara luas;
Dinamika trend wisata yang bersifat siklikal dan cepat berubah sesuai dengan
preferensi pasar.
i. Mekanisme pengawasan internal terhadap progres dan kualitas pelaksanaan proyek, serta
apakah telah ditetapkan penanggung jawab proyek di tingkat direksi dan pengurus.
Jawab:
Perseroan telah menunjuk pengurus dan pengawas proyek di tingkat direksi, yang
memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan divisi terkait sehingga dapat
mengawasi kualitas dan hasil akhir sesuai dengan gambar.
9. Merujuk pada Laporan Hasil Public Expose Insidental, efisiensi anggaran pemerintah
berdampak terhadap permintaan penyewaan convention hall. Agar dijelaskan:
a. Estimasi skala dampak kebijakan efisiensi pemerintah pusat/daerah terhadap pendapatan
tahun 2025.
Jawab:
Perseroan memperkirakan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan dampak signifikan terhadap
pendapatan pada tahun 2025. Berdasarkan data internal, terjadi penurunan pendapatan
hingga sebesar 82% pada segmen penggunaan Convention Hall oleh instansi
pemerintahan (Government Use).
Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembatasan anggaran belanja kegiatan
seremonial, pertemuan tatap muka, dan penyewaan fasilitas non-esensial, sebagaimana
tercermin dalam kebijakan efisiensi dan refocusing belanja pemerintah pada tahun
berjalan. Perseroan akan terus memantau dinamika kebijakan fiskal tersebut dan secara
proaktif melakukan penyesuaian strategi pemasaran dan diversifikasi segmen pengguna
Convention Hall guna mengurangi ketergantungan terhadap sektor pemerintahan.
b. Proyeksi kontribusi pasar non-pemerintah sebagai substitusi, termasuk strategi pemasaran
ke korporasi atau lembaga lain.
Jawab:
Fitra Hotel Majalengka mengimplementasikan strategi pemasaran kepada sektor non-
pemerintah melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan pemanfaatan jaringan komunitas, seperti asosiasi dan forum HRD
perusahaan, wedding organizer, event organizer, serta pihak-pihak terkait lainnya,
sebagai media komunikasi, pemasaran, dan promosi hotel.
2. Menjalin komunikasi secara berjenjang dengan memperoleh referensi mengenai hotel
dari individu yang memiliki hubungan komunikasi dengan pihak hotel, guna
memperluas jangkauan pemasaran secara optimal dan efektif.
Page 13
3. Menerapkan strategi pemasaran kepada korporasi maupun lembaga dengan
mengintegrasikan pemanfaatan elemen-elemen yang sudah ada, yakni melalui
analisis data untuk meningkatkan segmen MICE (Meeting, Incentive, Convention,
and Exhibition) dengan melihat data referensi dan kebutuhan klien serta
mengidentifikasi peluang cross-selling dan up-selling.
4. Membangun brand hotel melalui segmen MICE dengan menyelenggarakan acara-
acara bergengsi atau bekerja sama dengan brand ternama di luar sektor pemerintah,
guna meningkatkan profil Fitra Hotel di mata publik. Setiap acara MICE yang sukses
juga menjadi kesempatan untuk menampilkan keunggulan hotel, baik dari segi
layanan, fasilitas, maupun profesionalisme staf.
c. Strategi menstabilkan pendapatan dalam menghadapi pelemahan daya beli
masyarakat di wilayah operasi utama.
Jawab:
Pelemahan daya beli masyarakat di wilayah operasi utama merupakan tantangan yang
tidak dapat dihindari dalam menjalankan bisnis. Untuk mengantisipasi dampak tersebut,
Perseroan telah dan akan terus melaksanakan berbagai strategi pemasaran dan pelayanan
guna menarik serta mempertahankan konsumen, antara lain:
Menyediakan paket bundling harga yang menggabungkan layanan kamar (room) dan
makanan-minuman (F&B) guna meningkatkan nilai tawar kepada pelanggan;
Menawarkan bundling paket F&B dengan fasilitas tambahan untuk meningkatkan
daya tarik dan kenyamanan bagi konsumen;
Melaksanakan program promo secara aktif baik harian (daily) maupun bulanan
(monthly) di setiap departemen yang menghasilkan pendapatan (department
revenue);
Melakukan pendekatan secara berkala dan konsisten kepada berbagai segmen
pelanggan, termasuk klien dari sektor pemerintahan, korporasi, individu, dan
penyelenggara acara sosial (social event);
Menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan dari berbagai aspek guna memastikan
kepuasan dan loyalitas pelanggan;
Memperluas jaringan kemitraan bisnis dengan pihak-pihak di luar wilayah operasi
utama untuk membuka peluang pasar baru dan diversifikasi sumber pendapatan.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah ditempuh tersebut, Perseroan optimis dapat
meminimalisir dampak negatif dari pelemahan daya beli masyarakat sekaligus
memperkuat posisi pasar dalam jangka panjang.
10. Merujuk posisi Fitra Hotel Majalengka sebagai hotel berbintang tiga yang telah beroperasi
dan bersaing langsung dengan hotel-hotel lain di wilayah Majalengka seperti Achiera Hotel
& Convention Jatiwangi, Point of View Hotel & Resort, dan Garden Hotel, yang menawarkan
tingkat harga, fasilitas, dan segmen pasar yang beragam, serta memiliki skor ulasan pelanggan
yang relatif tinggi. Agar dijelaskan:
Page 14
a. Keunggulan kompetitif utama Fitra Hotel Majalengka dibandingkan hotel-hotel pesaing
yang telah disebutkan, baik dari sisi lokasi, fasilitas, layanan, hubungan kelembagaan,
maupun pendekatan pemasaran.
Jawab :
Fitra Hotel Majalengka memiliki posisi yang strategis sebagai pelopor hotel berbintang di
kawasan Majalengka. Meskipun menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan
bermunculannya berbagai hotel baru, kepercayaan dan loyalitas dari klien lama tetap
terjaga, menjadikan Fitra Hotel Majalengka sebagai pilihan utama untuk menginap
maupun mengadakan berbagai acara.
Berikut adalah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Fitra Hotel Majalengka, yang
dapat dikategorikan berdasarkan beberapa aspek:
1. Keunggulan dari Segi Lokasi
Fitra Hotel Majalengka terletak di pusat kota Majalengka, sehingga memberikan
kemudahan akses bagi tamu ke berbagai fasilitas seperti pusat perbelanjaan, pasar
tradisional, dan tempat makan.
Lokasi hotel yang berdekatan dengan kantor-kantor pemerintahan memungkinkan
pelaksanaan berbagai rapat dan pertemuan pemerintah secara rutin di Fitra
Convention Hall.
Dekat dengan area publik penting seperti gelanggang olahraga, alun-alun kota, dan
pusat perbelanjaan, menambah nilai strategis lokasi hotel.
Akses yang mudah ke objek wisata alam terkemuka seperti Taman Wisata Paralayang
dan Terasering Panyaweuyan, mendukung kebutuhan wisatawan yang mencari
pengalaman alam dan rekreasi.
2. Keunggulan dari Segi Fasilitas
Sejak tahun 2024, Fitra Hotel menambah fasilitas kidsclub sebagai wahana bermain
anak-anak dan keluarga, dengan fasilitas indoor playground terlengkap di Majalengka
yang mencakup dua perosotan, kolam mandi bola, terowongan jaring, serta trampolin
untuk anak-anak.
Convention Hall Fitra Hotel memiliki kapasitas luas, yakni mampu menampung
hingga 1.000 orang untuk standing event dan 500 orang untuk acara duduk, lebih
besar dibandingkan hotel lain di sekitar wilayah tersebut.
Tersedia fasilitas olahraga tambahan seperti tenis meja untuk memberikan variasi
hiburan bagi tamu.
Live music disajikan sebagai fasilitas hiburan untuk tamu hotel terutama pada akhir
pekan, menambah kenyamanan dan nilai tambah layanan.
`
3. Keunggulan dari Segi Layanan
Fitra Hotel menyediakan layanan antar-jemput tamu ke Bandara Internasional Jawa
Barat (BIJB) maupun stasiun kereta api di kota terdekat dengan biaya yang
kompetitif dan terjangkau.
Layanan kamar yang lengkap meliputi layanan Food and Beverage (FnB), laundry,
serta fasilitas early check-in dan late check-out yang memberikan kenyamanan
maksimal bagi para tamu.
4. Keunggulan dari Segi Hubungan Kelembagaan
Fitra Hotel Majalengka aktif menjalin kerja sama dengan dinas pendidikan setempat,
terutama dalam program praktek kerja lapangan (on job training) bersama sekolah-
sekolah industri perhotelan di wilayah Majalengka.
Page 15
Perseroan juga menjalin kemitraan aktif dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) sebagai bagian dari pengembangan ekonomi lokal.
Kerja sama dengan maskapai penerbangan dilakukan guna mendukung kelancaran
layanan dan pemasaran hotel.
Pendekatan pemasaran dilakukan secara personal dan berkelanjutan dengan berbagai
lembaga serta stakeholder, yang terbagi dalam beberapa segmen, antara lain
pemerintahan, korporasi, dan event sosial.
b. Strategi spesifik yang dilakukan oleh manajemen untuk mempertahankan atau
meningkatkan pangsa pasar Fitra Hotel Majalengka di tengah kompetisi lokal, khususnya
dari hotel yang memiliki fasilitas MICE atau harga yang lebih kompetitif.
Jawab :
Fitra Hotel Majalengka berkomitmen untuk senantiasa mempertahankan dan
meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh tamu dari berbagai aspek. Selain itu,
Perseroan secara aktif dan berkala memberikan berbagai promo menarik, khususnya
untuk penggunaan Convention Hall, dengan harga yang bersaing dan kompetitif tanpa
mengurangi kualitas dan standar layanan yang telah diterapkan.
c. Inisiatif pengembangan layanan atau repositioning merek yang sedang dirancang dalam
jangka pendek, dan bagaimana langkah tersebut ditujukan untuk membedakan Fitra Hotel
dari pemain lainnya di Majalengka.
Jawab :
Fitra Hotel Majalengka berpegang teguh pada slogan “The First Choice to Stay in
Majalengka”, yang menegaskan posisi kami sebagai pelopor hotel berbintang pertama di
Majalengka. Dengan mengusung konsep profesional dan suasana yang hangat (homely),
kami berkomitmen untuk menjadi pilihan utama bagi para tamu yang berkunjung ke
Majalengka. Melalui pelayanan yang prima, kami yakin dapat menciptakan loyalitas
pelanggan sehingga tamu akan kembali berulang kali menginap di hotel kami.
Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing, Fitra Hotel Majalengka
merencanakan beberapa inovasi layanan, antara lain:
1. Pengembangan jangka pendek berupa pembangunan area outdoor yang akan
difungsikan sebagai sarana kafe, yang dapat dinikmati oleh umum maupun pelanggan
hotel.
2. Penambahan fasilitas refleksiologi sebagai layanan tambahan khusus untuk
kenyamanan pelanggan hotel.
Langkah-langkah pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Fitra Hotel
Majalengka sebagai pilihan utama dalam industri perhotelan di wilayah Majalengka.
d. Evaluasi manajemen terhadap efektivitas strategi harga dan promosi saat ini dalam
menarik konsumen, terutama mengingat peringkat hotel-hotel pesaing di platform
pemesanan online dan tingkat okupansi rata-rata yang mulai terbentuk di pasar lokal.
Jawab :
Kami mencatat peningkatan signifikan pada tingkat okupansi, khususnya yang berasal
dari pemesanan secara online. Hal ini menunjukkan bahwa strategi harga dan promosi
yang saat ini kami terapkan berjalan dengan efektif dalam menjangkau dan merespons
kebutuhan pasar.
Page 16
11. Agar dijelaskan rata-rata tingkat okupansi per bulan selama tahun 2024 dan 2025.
Jawab :
Sebagai bagian dari upaya transparansi dan akuntabilitas kepada para pemangku
kepentingan, berikut kami sampaikan proyeksi rata-rata tingkat okupansi bulanan Fitra
Hotel Majalengka selama tahun 2024 dan 2025 berjalan
2024 2025
Januari 36.00% 41.10%
Februari 46.80% 42.00%
Maret 38.80% 27.80%
April 50.90% 54.50%
Mei 48.40% 37.60%
Juni 43.10% 0.00%
Juli 47.10% 0.00%
Agustus 47.40% 0.00%
September 38.80% 0.00%
Oktober 43.20% 0.00%
November 37.10% 0.00%
Desember 53.70% 0.00%
Analisis Bulanan dan Musiman
1. Bulan Ramai (Peak Season)
Tingkat okupansi tertinggi tercatat pada April dan Desember. Hal ini dikarenakan
April bertepatan dengan periode Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, di mana terdapat
peningkatan signifikan pada permintaan kamar dari segmen keluarga, mudik,
maupun acara buka puasa bersama. Desember pun menjadi peak season karena
liburan akhir tahun dan kegiatan penutupan tahun dari berbagai instansi.
2. Bulan Sepi (Low Season)
Bulan Januari dan Maret umumnya mencatatkan tingkat okupansi yang lebih rendah.
Januari merupakan awal tahun fiskal di banyak instansi pemerintah dan perusahaan
swasta, sehingga kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)
cenderung belum berjalan aktif. Sementara itu, Maret cenderung stagnan akibat
transisi musim dan belum masuk periode liburan sekolah maupun hari besar.
3. Periode Juni – Desember 2025 berjalan
Pada tahun 2025, tingkat okupansi dari bulan Juni hingga Desember masih
ditampilkan sebesar 0% karena pada periode tersebut hotel direncanakan akan
memasuki masa renovasi sebagian dan pembaruan layanan, serta proyeksi
operasional masih dalam tahap evaluasi dan penyusunan strategi. Data ini akan
diperbaharui setelah pelaksanaan RUPS dan finalisasi rencana kerja tahunan.
Perbandingan Tahun 2024 dengan 2025
Adanya Kenaikan di Awal Tahun 2025
Terlihat adanya kenaikan okupansi pada bulan Januari (dari 36,00% menjadi
41,10%) dan April (dari 50,90% menjadi 54,50%). Hal ini mencerminkan
keberhasilan strategi harga dan promosi, serta kolaborasi dengan OTA dan channel
digital marketing yang mulai menunjukkan hasil.
Page 17
Adanya Penurunan pada Maret dan Mei 2025
Sebaliknya, okupansi Maret dan Mei 2025 menunjukkan penurunan jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh:
o Penurunan permintaan dari segmen korporasi dan pemerintahan akibat
efisiensi anggaran belanja instansi.
o Beberapa kegiatan pemeliharaan fasilitas yang direncanakan pada periode
tersebut sehingga membatasi kapasitas layanan.
Meskipun terdapat fluktuasi okupansi dari bulan ke bulan, proyeksi ini mencerminkan
dinamika pasar yang disikapi dengan strategi adaptif oleh Perseroan. Ke depan, data
okupansi akan terus diperbaharui berdasarkan hasil evaluasi triwulanan dan laporan
operasional lapangan, sebagai bentuk komitmen kami terhadap transparansi, akuntabilitas,
dan perencanaan berbasis data.
12. Merujuk pada Laporan Posisi Keuangan per 31 Maret 2025, diketahui bahwa utang
pemegang saham naik menjadi Rp10,5 miliar. Agar dijelaskan:
a. Ketentuan pinjaman (tenor, bunga, klausul konversi) dan perjanjian tertulisnya (Rujukan:
CALK No. 15).
Jawab:
Berdasarkan perjanjian yang telah disepakati dengan pemegang saham, Perseroan
melakukan pengajuan pinjaman secara bertahap dengan tingkat bunga sebesar 5% (lima
persen) per tahun. Pembayaran bunga dilakukan secara bulanan sesuai ketentuan dalam
perjanjian. Pinjaman tersebut tidak memiliki jangka waktu (tenor) yang tetap, namun
perjanjian pinjaman akan diperbaharui setiap tahun sesuai dengan masa berlaku
perjanjian yang berlaku pada saat itu. Perseroan akan terus memantau dan mengelola
kewajiban pinjaman ini secara cermat guna memastikan keberlanjutan dan kesehatan
keuangan Perseroan.
b. Rencana pelunasan dan sumber dananya.
Jawab:
Perseroan berencana untuk melakukan pelunasan pinjaman tersebut segera setelah arus kas
mengalami kondisi positif dan memungkinkan untuk memenuhi kewajiban tersebut secara
optimal.
c. Apakah terdapat risiko ketergantungan pendanaan terhadap pemegang saham utama yang
bisa mengganggu independensi keputusan keuangan dan operasional.
Jawab:
Perseroan mengakui adanya risiko ketergantungan terhadap pendanaan tertentu. Namun,
hal tersebut tidak mengganggu independensi manajemen dalam pengambilan keputusan
keuangan dan operasional Perseroan.
Page 18
13. Merujuk Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025, diketahui terdapat saldo utang
bank jangka pendek sebesar Rp7,35 miliar dan jangka panjang Rp6,1 miliar. Merujuk CALK
14 tentang Utang Bank dalam Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025,
disebutkan bahwa Perseroan memiliki fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk dalam bentuk Kredit Investasi. Pinjaman terbagi ke dalam dua fasilitas yaitu
Kredit Investasi – 1 dan Kredit Investasi – 3. Adapun nilai saldo pinjaman pada tanggal 31
Maret 2025 adalah sebagai berikut:
Jenis Pinjaman Jangka Pendek (Rp) Jangka Panjang (Rp) Total (Rp)
Kredit Investasi - 1 7.200.000.000 – 7.200.000.000
Total 9.300.000.000 6.103.100.000 15.403.100.000
Sumber pinjaman ini seluruhnya berasal dari Bank BNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk)
berdasarkan Perjanjian Kredit No. 16.059 tanggal 27 April 2016 untuk pembiayaan proyek
pembangunan Hotel Fitra Majalengka. Agar dijelaskan:
a. Status kewajiban pembayaran pokok dan bunga atas kedua fasilitas pinjaman tersebut,
termasuk tanggal jatuh tempo cicilan berikutnya, jumlah pokok dan bunga yang telah
dibayarkan selama triwulan I tahun 2025, tingkat bunga yang berlaku, serta apakah
terdapat tunggakan pembayaran pokok maupun bunga pada tanggal pelaporan.
Jawab:
Saat ini status kewajiban pembayaran pokok dan bunga atas kedua fasilitas pinjaman
tersebut adalah aktif dan sedang berjalan.
Tanggal jatuh tempo dari Kredit Investasi 1 adalah April 2026.
Tanggal jatuh tempo dari Kredit Investasi 3 adalah April 2027.
Tingkat bunga yang berlaku adalah 11.25% pertahun.
Tidak ada tunggakan pembayaran pokok maupun bunga sejak awal fasilitas tersebut
turun sampai dengan tanggal pelaporan.
Jenis Pinjaman Pokok yang sudah Bunga yang sudah Total (Rp)
dibayarkan selama dibayarkan selama
Triwulan I Tahun Triwulan I Tahun
2025 2025
Kredit Investasi - 1 1.500.000.000 264.554.063 1.764.554.063
Kredit Investasi - 3 450.000.000 151.076.251 601.076.251
Total 1.950.000.000 415.630.314 2.365.630.314
Page 19
b. Apakah dalam enam bulan terakhir telah dilakukan negosiasi ulang atau restrukturisasi
atas perjanjian pinjaman tersebut, dan apabila ya, agar dijelaskan bentuk perubahan yang
disepakati seperti perpanjangan tenor, penundaan pembayaran bunga, atau perubahan
nilai pokok. Sertakan pula informasi mengenai persetujuan tertulis dari kreditur dan
dampak perubahan tersebut terhadap posisi keuangan serta kelangsungan usaha
Perseroan.
Jawab:
Perseroan telah melakukan negosiasi ulang terkait penurunan suku bunga serta
restrukturisasi pinjaman dengan PT Bank Negara Indonesia sebagai kreditur. Namun,
hingga saat ini Perseroan belum menerima tanggapan lebih lanjut dari pihak kreditur
mengenai hal tersebut.
c. Kepatuhan Perseroan terhadap seluruh ketentuan atau covenant keuangan yang
disyaratkan dalam perjanjian pinjaman, termasuk rasio keuangan tertentu dan pembatasan
tindakan korporasi.
Jawab:
Perseroan senantiasa mematuhi seluruh ketentuan yang tercantum dalam perjanjian
pinjaman tersebut.
d. Rencana manajemen dalam menjaga kesinambungan pembayaran utang bank apabila
tekanan terhadap kas operasional berlanjut.
Jawab:
Sehubungan dengan kewajiban pembayaran utang bank, para pemegang saham telah
memberikan komitmen penuh untuk menjaga kestabilan keuangan Perseroan. Para
pemegang saham siap menyediakan dana tambahan melalui pinjaman apabila Perseroan
mengalami tekanan likuiditas pada kas operasional, sehingga kewajiban pembayaran
utang dapat terus terpenuhi sesuai jadwal.
e. Penjelasan apakah proyeksi penerimaan dari proyek Kertajati Umroh Park menjadi bagian
dari strategi pelunasan jangka menengah atas fasilitas pinjaman tersebut.
Jawab:
Perseroan tidak mengandalkan penerimaan dari Proyek Kertajati Umroh Park sebagai
sumber pelunasan jangka menengah atas fasilitas pinjaman. Hal ini dikarenakan Proyek
Kertajati Umroh Park baru direncanakan akan mulai beroperasi pada semester II tahun
2027, sementara fasilitas pinjaman memiliki jangka waktu yang berakhir sebelum periode
tersebut.
14. Merujuk pada Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret 2025, diketahui bahwa
liabilitas jangka pendek Perseroan melebihi aset lancar. Agar dijelaskan:
a. Strategi manajemen untuk mengelola risiko mismatch likuiditas jangka pendek.
Jawab:
Manajemen tetap mengandalkan komitmen pinjaman dari para pemegang saham sebagai
upaya untuk mengelola risiko mismatch likuiditas jangka pendek.
Page 20
b. Apakah terdapat rencana penjadwalan ulang kewajiban jangka pendek atau negosiasi
dengan kreditur.
Jawab:
Perseroan telah mengajukan permohonan penjadwalan ulang atas fasilitas pinjaman dan
saat ini masih terus berupaya melakukan negosiasi dengan pihak kreditur guna mencapai
kesepakatan yang saling menguntungkan.
c. Risiko operasional yang muncul dari kondisi ini, termasuk potensi sengketa atau penalti
akibat keterlambatan pembayaran kepada pemasok dan pihak ketiga.
Jawab:
Sejauh ini, Perseroan tidak menghadapi risiko operasional yang material, termasuk
potensi sengketa ataupun penalti, karena komitmen Perseroan untuk selalu memenuhi
kewajiban pembayaran tepat waktu telah konsisten dijalankan.
15. Merujuk CALK 10 tentang Aset Tetap dalam Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Maret
2025, disebutkan bahwa nilai tercatat aset tetap bruto sebesar Rp127,42 miliar, dengan
akumulasi penyusutan sebesar Rp38,77 miliar, sehingga nilai buku bersih sebesar Rp88,65
miliar. Komponen terbesar berasal dari Bangunan dan Prasarana sebesar Rp33,20 miliar,
disusul Tanah sebesar Rp16,18 miliar, serta Mesin, Peralatan, dan Kendaraan masing-masing
Rp17,12 miliar dan Rp15,55 miliar. Agar dijelaskan:
a. Rincian lokasi, status pemanfaatan, dan kontribusi langsung dari aset tetap utama—
khususnya Bangunan dan Prasarana—terhadap pendapatan usaha hingga triwulan I 2025.
Jawab :
Lokasi asset tetap khususnya bangunan dan prasarana ada di area Hotel dan Convention.
Semua asset tetap berkontribusi dalam operasional hotel sejak awal sampai saat ini.
b. Berapa besar nilai aset tetap yang saat ini tidak menghasilkan pendapatan langsung (idle
assets), serta strategi manajemen untuk mengoptimalkannya.
Jawab :
Tidak ada asset tetap yang tidak mengahasilkan pendapatan langsung (idle assets)
c. Apakah aset tetap seperti Tanah dan Bangunan yang tidak digunakan secara operasional
dikategorikan sebagai aset investasi atau tetap dicatat sebagai aset tetap operasional, dan
apakah pengklasifikasian tersebut sesuai PSAK 13 dan PSAK 16.
Jawab :
Seluruh asset tetap seperti tanah dan bangunan digunakan secara operasional, maka
dikategorikan segabai asset tetap operasional.
d. Penjelasan apakah telah dilakukan uji penurunan nilai (impairment test) atas aset tetap—
khususnya terhadap aset yang belum menghasilkan arus kas seperti proyek Kertajati
Umroh Park—dan apakah hasil uji tersebut menunjukkan kebutuhan untuk mencatat
kerugian penurunan nilai.
Jawab :
Perseroan belum melakukan uji penurunan nilai asset karena proyek Kertajati Umroh
Park masih dalam tahap memulai pembangunan.
Page 21
e. Apakah terdapat rencana divestasi sebagian aset tetap sebagai langkah pembiayaan
alternatif atau restrukturisasi portofolio aset tidak produktif.
Jawab :
Sampai saat ini perseroan belum memiliki rencana divestasi sebagian asset tetap sebagai
langkah pembiayaan alternative.
Merujuk informasi dalam Laporan Keuangan dan dokumen public expose, diketahui bahwa
strategi utama Perseroan adalah keberhasilan proyek Kertajati Umroh Park, efisiensi biaya, dan
peningkatan okupansi hotel. Agar dijelaskan:
f. Apakah telah disusun proyeksi arus kas berbasis skenario (base case, best case, worst
case), termasuk sensitivitas terhadap keterlambatan proyek Kertajati atau fluktuasi
permintaan pasar. Apabila Perseroan akan melampirkan proyeksi tersebut, agar
disampaikan melalui E074 (form nonpublish) dan tidak melalui tanggapan permintaan
penjelasan.
Jawab:
Telah disusun dan akan dilampirkan melalui E074.
g. Apakah terdapat kontrak kerja sama strategis (MoU, PKS) yang sudah ditandatangani
untuk menjamin tingkat kunjungan atau penggunaan fasilitas Kertajati Umroh Park, dan
bagaimana skema komersialnya.
Jawab:
Saat ini, Perseroan masih dalam tahap penyusunan kontrak kerja (MoU) dengan berbagai
lembaga terkait. Detail mengenai skema komersial akan dituangkan secara lengkap dalam
kontrak kerja yang akan diselesaikan dalam waktu dekat.
16. Merujuk CALK No. 14 dan 15, diketahui bahwa Perseroan memiliki pinjaman bank dan
utang pemegang saham yang disertai jaminan. Agar dijelaskan:
a. Rincian aset tetap atau aset lancar milik Perseroan yang dijadikan jaminan atas pinjaman
bank dan/atau utang pihak terafiliasi.
Jawab:
Rincian aset tetap yang dijadikan jaminan atas pinjaman bank adalah tanah dan
bangunan Fitra Hotel Majalengka serta tanah dan bangunan Convention Hall – Fitra
Hotel Majalengka.
b. Apakah terdapat potensi pelanggaran ketentuan Pasal 102 dan 103 UU Perseroan Terbatas
atau peraturan OJK terkait tindakan pengalihan aset yang memerlukan persetujuan
pemegang saham independen.
Jawab:
Tidak ada potensi pelanggaran ketentuan Pasal 102 dan 103 UU Perseroan Terbatas atau
peraturan OJK terkait tindakan pengalihan aset yang memerlukan persetujuan pemegang
saham independen.
Page 22
c. Kepastian bahwa tidak terdapat tindakan hukum atau jaminan fidusia yang dapat
menghambat kebebasan Perseroan dalam pengelolaan aset tetap strategis.
Jawab:
Tidak terdapat tindakan hukum atau jaminan fidusia yang dapat menghambat kebebasan
Perseroan dalam pengelolaan aset tetap strategis
17. Merujuk informasi bahwa proyek Kertajati Umroh Park dirancang untuk mendukung
aktivitas ibadah umrah dan pariwisata, namun belum dijelaskan struktur perizinan dan
kepatuhan hukum atas penggunaan lahan dan pengoperasian fasilitas. Agar dijelaskan:
a. Status perizinan dan legalitas penggunaan lahan, IMB, sertifikasi operasional, serta
izin pariwisata atau keagamaan terkait proyek tersebut.
Jawab:
Status perizinan dan legalitas PT Fitra Amanah Wisata (FAW) saat ini telah lengkap,
antara lain meliputi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)/PBG dengan Nomor SK PBG-
321014-21052024-001, yang diterbitkan oleh Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)
Pemerintah Kabupaten Majalengka.
b. Apakah terdapat kewajiban kemitraan dengan otoritas lokal atau pihak swasta tertentu
dalam pengelolaan proyek, dan dasar hukumnya.
Jawab:
Dalam pengelolaan proyek Kertajati Umroh Park, kami menjalin kerja sama eksklusif
dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka melalui Perjanjian Kerja Sama
Pemanfaatan (KSP) dengan jangka waktu 30 tahun, yang dapat diperpanjang sesuai
kesepakatan. Dalam perjanjian tersebut, disepakati adanya kontribusi tetap berupa sewa
lahan per tahun, serta kontribusi bagi hasil sebesar 16,02% per tahun, yang dihitung
berdasarkan penilaian dari akuntan publik/auditor independen yang telah disetujui oleh
kedua belah pihak.
c. Langkah-langkah pengelolaan risiko hukum dan perizinan selama masa pembangunan
dan menjelang pengoperasian.
Jawab:
Perseroan telah memperoleh seluruh izin pembangunan yang diperlukan serta didukung
oleh perjanjian resmi dengan Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, Perseroan menilai
tidak terdapat risiko pelanggaran hukum maupun perizinan selama masa pembangunan
hingga menjelang tahap pengoperasian.
Dalam rangka mengelola dan meminimalkan risiko yang mungkin timbul selama proses
pembangunan dan pengoperasian, Perseroan telah mengambil beberapa langkah strategis
sebagai berikut:
1. Perizinan Lengkap dan Kepatuhan Hukum
Perseroan telah memastikan seluruh perizinan terkait pembangunan telah diperoleh
secara lengkap dan sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, Perseroan menjalin kerja sama yang erat dengan Pemerintah Daerah untuk
memastikan kelancaran proses administrasi dan operasional.
Page 23
2. Pengawasan dan Pengendalian Proyek
Manajemen melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek pembangunan
melalui tim internal maupun konsultan eksternal guna memastikan kualitas, waktu,
dan anggaran proyek sesuai dengan rencana.
3. Manajemen Keuangan yang Bijaksana
Perseroan melakukan pengelolaan keuangan secara prudent dengan memantau arus
kas secara berkala serta menyiapkan sumber dana cadangan untuk menghadapi
kebutuhan mendesak.
4. Negosiasi dan Hubungan dengan Kreditur
Perseroan aktif melakukan komunikasi dan negosiasi dengan pihak kreditur guna
mendapatkan skema pembayaran yang fleksibel serta menjaga hubungan baik demi
kelangsungan pembiayaan.
5. Penguatan Sumber Daya Manusia
Perseroan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia yang
terlibat dalam proyek guna meminimalkan risiko kesalahan operasional.
18. Merujuk keterangan dalam Materi Public Expose dan laporan keuangan, disebutkan bahwa
dana hasil PUT I telah digunakan untuk pembangunan Kertajati Umroh Park. Agar
dijelaskan:
a. Status hukum atas kepemilikan atau penguasaan lahan yang digunakan untuk proyek
Kertajati Umroh Park, termasuk jenis sertifikat dan atas nama siapa lahan tersebut
didaftarkan.
Jawab:
Status Hukum
Kerja sama pemanfaatan lahan dilakukan antara Perseroan dengan Pemerintah Daerah
Kabupaten Majalengka. Dalam perjanjian tersebut, kepemilikan tanah tetap menjadi
milik Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, sementara Perseroan diberikan hak
pemanfaatan lahan selama 30 tahun sesuai dengan tujuan proyek yang telah disepakati.
Status kepemilikan lahan yang menjadi objek kerja sama antara PT Fitra Amanah Wisata
dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka adalah Sertifikat Hak Pakai (SHP) No. 5 atas
nama Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Majalengka.
b. Apakah lahan tersebut telah dibebaskan sepenuhnya dan tidak berada dalam status
sengketa, tumpang tindih kepemilikan, atau potensi klaim pihak ketiga.
Lahan tersbut tidak dalam status sengketa, tumpang tindik kemepilikan ataupun potensi
klaim pihak ketiga.
Jawab:
Tanah atau lahan yang menjadi objek kerja sama telah dibebaskan sepenuhnya oleh
Pemerintah Kabupaten Majalengka sesuai dengan Sertifikat Hak Pakai (SHP) No. 5,
dengan luas total 9,3 hektar. Dari luas tersebut, seluas 4 hektar telah dibebaskan
berdasarkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Fitra Amanah Wisata (FAW)
dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka, tercatat dengan nomor PKS No. KE.
00/2460-BKAD/2023 dan No. 028/FAW/XII/2023.
Page 24
c. Apakah telah diperoleh seluruh izin prinsip dan teknis terkait penggunaan lahan
(termasuk IMB, izin lingkungan, dan izin pemanfaatan ruang) dari instansi berwenang,
dan jika belum, tahapan penyelesaiannya.
Jawab:
Izin yang telah di peroleh antara lain :
- IMB/PBG dengan No. Sk PBG -321014-21052024-001 yang diterbitkan oleh PTSP
Pemkab Majalengka.
- Pertimbangan Teknis (Pertek) dengan no. Sk-32. 10.NT.01.03/5/2024 tertanggal 02
Februari 2024 yang dikeluarkan oleh BPN Kab Majalengka
- KRK( keterangan rencana Kabupaten) dengan No. SKRK:600.3.1/1090/PUTR yang
telah diterbitkan oleh PUTR Kab Majalengka
d. Upaya mitigasi risiko hukum dan reputasi apabila pada kemudian hari timbul gugatan
terkait status kepemilikan atau peruntukan lahan proyek.
Jawab:
Perseroan sepenuhnya berpegang pada ketentuan yang tercantum dalam perjanjian
dengan Pemerintah Daerah setempat.
19. Merujuk mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 16 Juni
2025, disebutkan bahwa Perseroan mengajukan persetujuan atas rencana penurunan fasilitas
pembiayaan secara bertahap dari pemegang saham. Agar dijelaskan:
a. Penjelasan mengenai arti dan maksud dari "penurunan fasilitas pembiayaan secara
bertahap", termasuk struktur, nilai nominal, jangka waktu, dan mekanisme pencairan
pembiayaan dari pemegang saham.
Jawab:
Penurunan fasilitas pembiayaan secara bertahap, perseroan meminta persetujuan kepada
pemegang saham untuk penurunan fasilitas pembiayaan secara bertahap sesuai dengan
kebutuhan perseroan. Perseroan menganggarkan sebesar-besarnya sebanyak 11 Milyar.
b. Dasar kebutuhan pembiayaan tersebut, termasuk rencana penggunaan dana secara rinci
(misalnya untuk proyek Kertajati Umroh Park, modal kerja hotel, pelunasan kewajiban,
atau lainnya).
Jawab:
Dasar kebutuhan pembiayaan tersebut dianggarkan untuk modal kerja anak yaitu PT Bumi
Majalengka Permai , serta pelunasan kewajiban berupa utang pembayaran bank dan pokok
bunga.
c. Proyeksi dampak pembiayaan ini terhadap posisi kas, struktur modal, dan rasio leverage
Perseroan dalam jangka pendek dan menengah.
Jawab:
Dengan adanya tambahan pembiayaan ini, posisi kas akan bertambah seiring dengan
bertambahnya hutang perseroan.
Page 25
d. Nama dan identitas pemegang saham yang akan memberikan pembiayaan, serta
penjelasan apakah terdapat hubungan afiliasi atau potensi benturan kepentingan atas
transaksi dimaksud.
Jawab:
Identitas pemegang saham yang akan memberikan pembiayaan adalah Bapak Hendra
Sutanto, yang memiliki hubungan afiliasi sebagai pemegang saham pendiri Perseroan.
Perseroan menilai tidak terdapat potensi benturan kepentingan dalam transaksi
pembiayaan ini.
e. Alasan mengapa rencana pembiayaan dari pemegang saham memerlukan persetujuan
RUPSLB, serta apakah hal ini disebabkan oleh skema konversi menjadi saham, jaminan
aset, atau akibat ketentuan dalam anggaran dasar.
Jawab:
Rencana pembiayaan yang berasal dari pemegang saham akan tetap memerlukan
persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), sehingga
memastikan proses tersebut berjalan secara transparan dan terbuka bagi seluruh
pemangku kepentingan.
f. Apakah terdapat komitmen atau kesepakatan tertulis dari pihak pemegang saham pemberi
pinjaman mengenai nilai dan jadwal pencairan dana.
Jawab:
Perseroan telah memperoleh komitmen dan kesepakatan tertulis dari pemegang saham
yang akan dituangkan dalam perjanjian resmi pada saat pencairan dana dilakukan.
g. Penjelasan apakah fasilitas pembiayaan ini memiliki keterkaitan langsung maupun tidak
langsung dengan pergerakan harga saham Perseroan dalam beberapa bulan terakhir, serta
bagaimana manajemen mengantisipasi persepsi pasar terhadap aksi korporasi ini.
Jawab:
Tidak ada keterkaitan penurunan pinjaman terhadap pergerakan harga saham perseroan
beberapa bulan terakhir.
h. Penjelasan apakah fasilitas pembiayaan ini bersifat subordinasi atau tidak, serta apakah
akan tercatat sebagai utang atau ekuitas dalam laporan keuangan.
Jawab:
Pemberian fasilitas pembiayaan ini tidak bersifat subordinasi dan akan dicatat sebagai
hutang.
i. Apakah terdapat rencana atau opsi konversi fasilitas pembiayaan menjadi saham
Perseroan di masa mendatang, baik melalui konversi utang menjadi ekuitas maupun
rights issue susulan. Jika ya, mohon dijelaskan skema dan implikasinya terhadap struktur
kepemilikan.
Jawab:
Hingga saat ini perseroan belum memiliki rencana atau opsi konversi utang menjadi
ekuitas maupun rights issue susulan.
Page 26
j. Apakah rencana pembiayaan dari pemegang saham merupakan strategi jangka pendek
atau bagian dari kebijakan pembiayaan jangka panjang Perseroan, dan bagaimana
rencana pengurangan ketergantungan terhadap dana pemegang saham di masa depan.
Jawab:
Rencana pembiayaan dari pemegang saham merupakan strategi jangka pendek yang
diambil Perseroan untuk menutupi arus kas negatif saat ini. Secara bersamaan, Perseroan
terus berupaya meningkatkan pendapatan guna mengurangi ketergantungan pada
pembiayaan eksternal di masa mendatang.
Dalam jangka panjang, Perseroan mengharapkan bahwa beroperasinya Proyek Kertajati
Umrah Park akan memberikan kontribusi arus kas positif yang signifikan bagi
keberlanjutan keuangan Perseroan.
k. Status dan rincian fasilitas pembiayaan dari pemegang saham yang telah diberikan
sebelum RUPSLB, termasuk total akumulasi nilai, pencairan, dan sisa komitmen (jika
ada).
Jawab:
Total akumulasi nilai pembiayaan dari pemegang saham yang telah diberikan sebelum
RUPSLB adalah 12.500.000.000.
20. Merujuk pada belum adanya strategi digitalisasi yang dijelaskan dalam laporan atau public
expose. Agar dijelaskan:
a. Strategi digitalisasi yang sedang atau akan diterapkan.
Jawab :
Dalam rangka mendukung strategi digitalisasi, kami telah melaksanakan sejumlah langkah
strategis, antara lain:
Mengaktifkan fitur promosi dan pemasaran melalui berbagai platform media sosial
seperti Instagram, TikTok, WhatsApp Status, Facebook, dan platform digital lainnya.
Menjalin kerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) Hotcom.
Berkolaborasi dengan layanan Grab untuk meningkatkan aksesibilitas dan layanan
pelanggan.
Melakukan kerja sama dengan influencer dan content marketing lokal untuk
memperluas jangkauan pemasaran.
Mengaktifkan dan secara berkala memperbarui tampilan serta konten pada website
resmi kami, fitra.co.id.
b. Pengembangan kanal penjualan daring dan kolaborasi teknologi.
Jawab :
Konsumen dapat melakukan pemesanan langsung (direct booking) dengan mudah
melalui fitur booking engine yang tersedia di website resmi kami, fitra.co.id.
Fitra Hotel Majalengka telah menjalin kerja sama dengan channel manager guna
mengoptimalkan distribusi kamar dan mempermudah pengelolaan pemesanan di
berbagai platform secara terintegrasi.
Page 27
c. Dampak digitalisasi terhadap efisiensi operasional dan daya saing.
Jawab :
Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan digitalisasi memberikan dampak positif yang
signifikan terhadap efisiensi operasional serta peningkatan daya saing perusahaan.
Adapun beberapa manfaat yang kami rasakan antara lain:
1. Efisiensi waktu pemesanan bagi konsumen sehingga proses menjadi lebih cepat dan
praktis.
2. Meminimalisir kesalahan yang dapat terjadi akibat faktor human error dalam proses
pemesanan dan operasional.
3. Memperluas jangkauan pasar dengan menjaring lebih banyak pelanggan, baik dari
wilayah lokal maupun dari lokasi yang sebelumnya sulit dijangkau, termasuk klien
internasional.
4. Meningkatkan keamanan dan kenyamanan transaksi bagi konsumen maupun pihak
hotel.
5. Mengurangi risiko penipuan dalam transaksi.
6. Efisiensi biaya promosi melalui penggunaan platform digital yang lebih tepat sasaran.
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Departemen Food & Beverage dan Room
p.4
unresolved
org
Kementerian Agama Kabupaten Majalengka
p.4
unresolved
org
PT Fitra Amanah Wisata
p.5 ×9
unresolved
org
PT Bumi Majalengka Permai.
p.7 ×3
unresolved
org
PT Fitra Amanah Wisata. Agar
p.10
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Majalengka. Sebagai
p.10
unresolved
org
PT Global Perkasa Konstruksi
p.11 ×2
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Majalengka.
p.22 ×4
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Majalengka.
p.23
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.