Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Laporan Pelaksanaan Paparan Publik (Public Expose) Tahun 2025
PT Harum Energy Tbk (“Perseroan”)
Pelaksanaan
Kegiatan Paparan Publik (Public Expose) Perseroan Tahun 2025 (“Public Expose”) telah diselenggarakan pada:
Hari, tanggal : Selasa, 27 Mei 2025
Waktu : 13.30 – 14.00 WIB
Tempat : Live Event Zoom
Deutsche Bank Building, Lantai 9
Jln. Imam Bonjol No. 80, Jakarta Pusat
Peserta
Kegiatan Public Expose dihadiri oleh:
• Perseroan:
- Direktur Utama : Ray Antonio Gunara
- Investor Relation : Regina Korompis
- Sekretaris Perusahaan (Moderator): Renny Soependi
• Analis/Investor/Media:
- Analis, Investor, dan Masyarakat : 8 orang
- Media : 3 orang
Total : 11 orang
Acara
Urutan acara Public Expose adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan
2. Presentasi
3. Tanya jawab dan penutupan
Pembukaan dan Presentasi
Pembukaan Public Expose disampaikan oleh Ibu Renny Soependi selaku moderator, kemudian Public Expose
dilanjutkan dengan presentasi oleh Bapak Ray Gunara dan Ibu Regina Korompis yang memaparkan kinerja
Perseroan selama tahun 2024 dan periode 3 (tiga) bulan pertama tahun 2025 yang mencakup pemaparan
mengenai hal-hal berikut ini:
(i) Sekilas Perseroan (lokasi kegiatan operasi dan aset Perseroan dan jejak langkah ekspansi Perseroan ke
industri nikel);
(ii) Kegiatan usaha Perseroan (kinerja penjualan batu bara dan nikel, pasar penjualan batu bara dan nikel,
profitabilitas, laporan keuangan konsolidasian, rencana produksi Perseroan untuk batu bara dan nikel
tahun 2025, rencana investasi tahun 2025, dan strategi usaha); dan
(iii) Pelaksanaan kegiatan dan program tanggung jawab sosial Perseroan.
Setelah disampaikannya presentasi tersebut, acara Public Expose dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Perseroan memberikan kesempatan bertanya kepada peserta Public Expose dimana terdapat beberapa
pertanyaan dari peserta Public Expose yang telah ditanggapi dalam waktu yang tersedia, sebagai berikut:
1
Page 2
1. Pertanyaan dari Aldebaran Martimo Harli (Investor)
a. Perseroan memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang transportasi maritim yakni PT Layar
Lintas Jaya, apakah dapat dijelaskan anak perusahaan tersebut mengoperasikan berapa kapal tugboat
dan tongkang? Serta mengingat bisnis jasa transportasi maritim yang saat ini meningkat, apakah
kedepannya perseroan memiliki rencana ekspansi di anak perusahaan tersebut?
b. Apakah dapat dijelaskan mengapa Perseroan melakukan divestasi saham NIC?
Jawaban:
a. PT Layar Lintas Jaya (“LLJ”) adalah perusahan yang bergerak di bidang logistik yang digunakan
untuk mendukung aktivitas bisnis batu bara Perseroan, armada yang dimilik LLJ adalah 24 tugboat
dan 30 tongkang. Pada saat ini sebagian besar armada tersebut digunakan untuk mendukung
kegiatan penambangan batu bara Perseroan, yaitu digunakan untuk mengangkut batu bara dari
pelabuhan di Separi sampai ke area bongkar muat di Muara Jawa atau Muara Berau. Pada saat
ini LLJ memiliki kapasitas angkut yang berlebih, sehingga kelebihan kapasitas tersebut dapat
disewakan ke pihak ketiga namun sifatnya masih sementara. Jadi untuk saat ini, sebagian besar
kapasitas pengangkutan di LLJ digunakan untuk kepentingan group Harum Energy sendiri. Pada
saat ini, Peseroan belum memiliki rencana untuk memperluas kapasitas yang ada karena dinilai
masih memadai untuk keperluan Perseroan sendiri.
b. Latar belakang investasi yang dilakukan Perseroan di NIC pada tahun 2020 adalah untuk memulai
merintis investasi di sektor nikel dan saham NIC pada saat itu dinilai cukup prospektif. Namun
sejalan dengan waktu, Perseroan secara agresif melakukan investasi pada aset-aset nikel yang
dimiliki secara langsung sehingga pada awal tahun ini Perseroan menilai bahwa portofolio saham
Perseroan di NIC tidak lagi memiliki nilai strategis seperti pada saat awal Perseroan melakukan
investasi, sehingga Perseroan memutuskan untuk melakukan divestasi saham NIC dan hasil dana
divestasi tersebut digunakan Perseroan untuk mendukung kegiatan investasi Perseroan di sektor
nikel.
2. Pertanyaan dari Arifin (Investor)
Apakah program buyback senilai 1 trililun Rupiah masih berlanjut?
Jawaban:
Untuk program pelaksanaan buyback Perseroan masih berlanjut sampai dengan saat ini. Setelah
mendapatkan persetujuan dari RUPS pada bulan September tahun lalu, periode buyback berlaku selama
12 bulan sejak penutupan RUPS dan masih dapat diperpanjang. Untuk anggaran, anggaran maksimal yang
disetujui RUPS untuk program buyback adalah sebesar 1 triliun Rupiah. Sejauh ini, sejak program buyback
diumumkan / dijalankan, dana yang telah dikeluarkan Perseroan untuk melaksanakan program buyback
adalah sekitar Rp 187 miliar dan jumlah saham yang telah dibeli kembali adalah sekitar 286 juta lembar
2
Page 3
saham. Data tersebut dapat dilihat dalam Laporan Keuangan Perseroan per 31 Maret 2025 yang lalu dan
nantinya setiap kali Perseroan menerbitkan Laporan Keuangan pada tiap kuartal, para Pemegang Saham
dapat mellihat aktivitas buyback saham Perseroan periode terkait dalam Laporan Keuangan terkait.
3. Pertanyaan dari Tri (Petromindo)
a. Berapa ekspektasi Average Selling Price (ASP) batu bara Perseroan pada Full Year 2025? Apakah
naik/turun dibanding 2024 lalu? Apa faktor penyebabnya?
b. Berapa ekspektasi ASP nikel Perseroan pada Full Year 2025? Apakah naik/turun dibanding 2024 lalu?
Apa faktor penyebabnya?
c. Apakah ada rencana Perseroan untuk meningkatkan volume produksi nikel ore tahun ini?
Jawaban:
a. Target ASP sangat tergantung pada faktor-faktor eksternal terutama pergerakan harga batu bara
di pasar global. Seperti yang diketahui di awal tahun 2025, harga batu bara sempat menurun
sampai di bawah USD100 indeks Newcastle dan saat ini indeks Newcastle sudah bergerak naik
kembali di atas USD100. Jadi pergerakan harga batu bara cukup berfluktuasi sehingga Perseroan
sulit menentukan target ASP, namun selama 3 bulan pertama tahun 2025, ASP Perseroan adalah
sekitar USD89,6/ton. Ekspektasi kedepan dengan asumsi harga batu bara tidak berfluktuasi terlalu
tajam, Perseroan mengharapkan ada sedikit penurunan di harga ASP tersebut yang dikarenakan
alokasi penjualan untuk ke pasar domestik akan lebih tinggi di kuartal-kuartal berikutnya. Untuk
diketahui bahwa harga penjualan batu bara di pasar domestik, harus mengacu pada harga DMO
yang lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar yang berlaku.
b. Untuk ekspektasi harga jual nikel Perseroan pada 2025 ini, Perseroan juga sulit menentukan target
harga jual karena banyak tergantung dari faktor eksternal dan juga disamping itu komposisi dari
produk nikel yang dijual Perseroan juga tidak dapat ditentukan secara pasti. Seperti dapat
diketahui pada saat ini, Perseroan memproduksi nikel dalam bentuk NPI (Nickel Pig Iron) dan nickel
matte, yang memiliiki harga dan biaya produksi yang berbeda. Namun secara keseluruhan target
produksi tahun ini, sekitar 71 – 75 ribu ton nikel metal yang mencerminkan kenaikan sekitar 20%
dari volume produksi tahun lalu.
c. Ya, Perseroan mentargetkan produksi bijih nikel tahun 2025 ini sekitar 2,5juta WMT.
4. Pertanyaan dari Rama Paramahamsa (Bisnis Indonesia)
a. Target volume produksi batu bara HRUM sebesar 5,5 juta ton pada 2025. Dengan adanya RUPTL
PLN yang memberikan ruang bagi PLTU untuk berkontribusi, apakah ini akan mengerek target
produksi Perseroan? Atau apa ini juga akan mengerek target pendapatan dan laba Perseroan
pada 2025? Bagaimana upaya HRUM memasarkan batubaranya agar bisa bekinerja maksimal
dalam RUPTL PLN ini?
b. Proyeksi produksi batu bara Perseroan juga susut menjadi 5,5 juta ton pada 2025, bagaimana
pandangan manajemen terhadap proyeksi penjualan batu bara 2025?
3
Page 4
c. Sementara itu, target produksi nikel anak usaha HRUM meningkat menjadi 1,8 juta ton – 2,5 juta
ton. Bagimana upaya Perseroan mengejar target itu? Adakah rencana akuisisi baru atau target
pengoperasian yang akna berjalan pada 2025? Apakah pada tahun 2025 Perseroan akan lebih
fokus pada bisnis nikel?
Jawaban:
a. Ruang untuk berkontribusi dalam RUPTL PLN menurut Perseroan agak terbatas karena target
produksi yang direncanakan tahun 2025 sudah disesuaikan dengan mine plan yang ada,
kalaupun Perseroan memiliki peluang untuk meningkatan jumlah produksi, jumlahnya juga
akan terbatas. Jadi untuk mengerek target pendapatan dan laba Perseroan yang lebih
banyak, tergantung pada realisasi harga jual batu bara Perseroan secara rata-rata dan biaya
produksi sepanjang tahun. Dua hal tersebut yang akan menjadi faktor yang lebih dominan
dalam mengerek target pendapatan dan laba Perseroan untuk tahun 2025.
b. Produksi batu bara susut sebesar 5,5 juta ton dikarenakan target volume produksi Perseroan
pada tahun 2025 ini lebih didorong oleh rencana penambangan Perseroan, yang
mentargetkan stripping ratio di titik tertentu yang menyesuaikan dengan proyeksi kondisi
pasar tahun ini. Perseroan juga memandang kondisi pasar batu bara tahun ini tidak lebih baik
dari tahun sebelumnya, oleh karena itu Perseroan menetapkan target produksi yang
konservatif dan biaya produksi yang lebih terkendali sehingga tetap dapat menjaga margin
operasi Perseroan di tingkat yang sehat untuk tahun 2025.
c. Sedikit koreksi kami, untuk 1,8 juta ton – 2,5 juta ton adalah produksi bijih nikel sedangkan
untuk produksi produk nikel itu sendiri, target Perseroan adalah 71 – 75 ribu ton nikel metal.
Target produksi bijih nikel adalah sebesar 2,5 juta WMT termasuk penjualan dari hasil
produksi tahun 2024 yang saat ini masih disimpan sebagai inventori. Pada saat ini Perseroan
belum memiliki rencana akuisisi baru sehingga fokus perusahaan adalah tetap pada
pencapaian target-target produksi yang sudah ditetapkan di awal tahun, baik untuk batu
bara, bijih nikel, dan produk refined (smelter) nickel seperti NPI dan nickel matte.
******HE******
4
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
—
Moderator
· Sekretaris Perusahaan
p.1
unresolved
person
Renny Soependi
p.1
unresolved
person
Ray Gunara
p.1
unresolved
person
Regina Korompis
p.1
unresolved
org
PT Layar Lintas Jaya
p.2 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.