Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
LAPORAN PUBLIC EXPOSE TAHUNAN
Sehubungan telah dilaksanakannya Public Expose Tahunan PT Mulia Industrindo Tbk (“Public Expose”), berikut kami
sampaikan laporan hasil Public Expose:
Diselenggarakan pada:
Hari/tanggal : Jumat, 23 Mei 2025
Pukul : 10.30 WIB – Selesai
Tempat : Zoom Meeting
https://zoom.us/j/97028832643?pwd=8LSKFblhWTKNDQR8bNdZT1zRVtA5tF.1
Agenda : a. Pembukaan
b. Presentasi Kinerja Perseroan
c. Tanya Jawab
d. Penutup
Pihak yang mewakili Perseroan:
a. Bapak Henry Bun, selaku Direktur dan Corporate Secretary;
b. Team Corporate Secretary.
Tanya Jawab:
1. Ridwan – Media Kontan.co.id
a. Pendapatan dan laba MLIA pada Q12025 mengalami penurunan, bagaimana target full year 2025 MLIA dengan
situasi ekonomi dan industri saat ini? Berapa persen pertumbuhannya jika dibandingkan dengan tahun 2024?
Bagaimana MLIA melihat peluang dan tantangan pada industri kaca terutama setelah adanya perang tarif dari
Amerika Serikat?
Dengan masuknya 2 produsen kaca lembaran di pasar domestik yaitu KCC Glass Indonesia (Korea) dan Xinyi
Glass (China) serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak meningkat signifikan berkisar 4,9% tentu akan
berdampak pada meningkatnya supply kaca lembaran di pasar domestik. Over supply di pasar domestik akan
berdampak pada menurunnya harga jual kaca lembaran. Melihat situasi ini MLIA akan lebih mengoptimalkan
penjualan kaca lembaran pada pasar ekspor.
Perlu kami sampaikan bahwa MLIA tidak hanya bergantung pada industri kaca lembaran melainkan adanya
botol kemasan dengan target industri food and beverage yang tren permintaannya tidak menurun sehingga
MLIA dapat mengoptimalkan penjualan pada botol kemasan. Target revenue MLIA pada tahun 2025 akan
sedikit bertumbuh sebesar 4% dengan target full year sebesar Rp4,6 triliun dibandingkan tahun 2024 sebesar
Rp4,4 triliun. Secara total volume penjualan juga akan meningkat sebesar 3%, namun harga jual kaca lembaran
akan sedikit tertekan pada tahun ini. MLIA harapkan menurunnya harga kaca lembaran dapat
dikompensasikan dengan peningkatan volume penjualan yang ada.
MLIA juga berharap perang tarif tidak berlangsung lama melalui upaya negosiasi yang telah dilakukan dengan
Amerika Serikat.
Head Office: Factory:
Atrium Mulia, 8th Floor Mulia Industry Estate
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B 10-11 Admin Building, 2nd Floor
Jakarta Selatan 12910 - lndonesia Jalan Raya Tegal Gede, Cikarang
Phone: (62-21) 22513000 Bekasi 17550 - Indonesia
Fax: (62-21) 25982814 Phone: (62-21) 8935728
Fax: (62-21) 8935729, 8934040
Page 2
b. Bagaimana target volume produksi MLIA pada tahun 2025? Berapa utilisasi produksi MLIA tahun 2024 dan
target utilisasi tahun 2025? Bagaimana MLIA melihat kebijakan harga gas industri dan realisasinya saat ini?
Volume kaca lembaran akan sama dengan tahun 2024, sedangkan volume botol kemasan akan terus meningkat
terutama karena meningkatnya permintaan dari pasar ekspor. Volume produksi tidak akan mengalami
perubahan dan tetap berjalan sesuai dengan kapasitas terpasang.
Kebijakan peningkatan harga gas dan pembatasan kuota gas (AGIT) sangat memberatkan produsen kaca, di
mana komposisi biaya produksi saat ini telah mencapai 24% ditambah harga jual kaca yang tidak dapat
mengalami peningkatan.
c. Berapa pendapatan MLIA pada pasar ekspor dan domestik? Apa rencana ekspansi pasar MLIA untuk pasar
ekspor dan domestik?
Diperkirakan untuk tahun 2025 MLIA akan mendapatkan peningkatan volume penjualan sebesar 15% dari botol
kemasan dan 2% dari kaca lembaran yang bersumber dari pasar ekspor. Kuantitas penjualan kaca lembaran di
pasar domestik di 1Q2025 turun sebesar 10% dibandingkan 1Q2024, tetapi untuk pasar ekspor meningkat
sebesar 6%.
Di 1Q2025, kuantitas penjualan botol kemasan di pasar domestik turun sebesar 10% tetapi kuantitas penjualan
di pasar ekspor naik sebesar 11% dibandingkan dengn 1Q2024, namun volume penjualan glass block masih
mengalami penurunan di pasar domestik dan ekspor.
Saat ini komposisi volume penjualan kaca lembaran dan botol kemasan di pasar domestik adalah sebesar 60%
sedangkan pasar ekspor sebesar 40%. Melalui komposisi ini diharapkan MLIA dapat lebih mengoptimalkan
pasar ekspor sebagai target pasar.
d. Berapa belanja modal (capex) MLIA pada tahun 2025? Bagaimana alokasi dan realisasi capex hingga Q12025?
Capex untuk tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp400 miliar dan termasuk rutin capex sebesar Rp150 miliar.
Capex tahun 2025 yang akan digunakan untuk rebuild mesin botol kemasan berkisar Rp250 miliar dan realisasi
capex hingga 1Q2025 sebesar Rp110 miliar.
e. Apakah terdapat pembagian dividen dari laba bersih MLIA tahun buku 2024 dan berapa pembagian dividen per
saham yang akan dibagikan kepada pemegang saham?
Dari laba bersih MLIA tahun buku 2024 sebesar Rp311 miliar akan dibagikan dividen kepada pemegang saham
sebesar Rp46 miliar dengan nominal per saham sebesar Rp7.
2. SJ Hanso – Investor
a. Apakah MLIA dapat mengalami profit apabila MLIA diharuskan membayar gas pada harga regasifikasi USD16
(jika HGBT tidak dilanjutkan)? Berapa persen gross profit margin yang dapat diperoleh?
Saat ini harga gas telah mengambil 24% komposisi biaya produksi, maka dengan meningkatnya harga gas
tentu akan menurunkan gross profit margin Perseroan. Peningkatan harga produksi ini tidak dapat
dikompensasikan dengan harga jual kaca saat ini. MLIA berharap pemerintah dapat menjaga harga gas agar
tidak memberatkan produsen kaca domestik.
Head Office: Factory:
Atrium Mulia, 8th Floor Mulia Industry Estate
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B 10-11 Admin Building, 2nd Floor
Jakarta Selatan 12910 - lndonesia Jalan Raya Tegal Gede, Cikarang
Phone: (62-21) 22513000 Bekasi 17550 - Indonesia
Fax: (62-21) 25982814 Phone: (62-21) 8935728
Fax: (62-21) 8935729, 8934040
Page 3
b. Pada awal tahun 2025 PGN meningkatkan harga gas sesuai dengan harga regasifikasi dan sebelum
perpanjangan HGBT resmi, Apakah tagihan pada awal tahun akan dianggap sebagai kelebihan pembayaran yang
dapat di claim kembali?
Kelebihan pembayaran gas pada awal tahun 2025 akan dikompensasi pada tagihan gas berikutnya.
c. Apa saja negara tujuan ekspor MLIA di Asia?
Botol kemasan lebih banyak di ekspor ke negara Filipina, sedangkan kaca lembaran dan kaca pengaman
otomotif lebih banyak di ekspor ke India, Vietnam, dan beberapa negara ASEAN lainnya.
****
Head Office: Factory:
Atrium Mulia, 8th Floor Mulia Industry Estate
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B 10-11 Admin Building, 2nd Floor
Jakarta Selatan 12910 - lndonesia Jalan Raya Tegal Gede, Cikarang
Phone: (62-21) 22513000 Bekasi 17550 - Indonesia
Fax: (62-21) 25982814 Phone: (62-21) 8935728
Fax: (62-21) 8935729, 8934040
Page 4
DAFTAR HADIR
PUBLIC EXPOSE
Head Office: Factory:
Atrium Mulia, 8th Floor Mulia Industry Estate
Jalan H.R. Rasuna Said Kav. B 10-11 Admin Building, 2nd Floor
Jakarta Selatan 12910 - lndonesia Jalan Raya Tegal Gede, Cikarang
Phone: (62-21) 22513000 Bekasi 17550 - Indonesia
Fax: (62-21) 25982814 Phone: (62-21) 8935728
Fax: (62-21) 8935729, 8934040
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Henry Bun
· Direktur
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.