Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
TANYA JAWAB PUBLIC EXPOSE RUPST PT MALINDO FEEDMILL
TBK TAHUN 2025
1. Asian Agribiz - Meliyana
Pertanyaan : Seiring dengan turunnya laba bersih di Q1 hingga 28,3%, apakah
Malindo akan melakukan revisi terhadap target keuangan tahun 2025 atau tetap
optimis mencapai proyeksi awal?
Jawaban : Laba Q1 mengalami penurunan dimana kita melihat bahwa memang
industri poultry itu selalu sangat dinamis dan kita amati juga bahwa jumlah pemudik
di tahun 2025 ini juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 lebih rendah
20jt dibandingkan setiap tahun yang biasanya meningkat. Hal ini menunjukkan
memang terjadinya dinamis perekonomian di Indonesia dan itu juga berpengaruh
terhadap industri poultry sendiri. Akan tetapi kami tetap melihat bahwa dalam
perekonomian kami tetap optimis, karena konsisten nya pemerintah dalam program-
programnya seperti makan bergizi gratis, dimana pemerintah sudah banyak
melakukan perbaikan-perbaikan yang sangat signifikan.
Budget yang diberikan juga meningkat sangat drastis mencapai 170 triliun lebih. Ini
menunjukkan bahwa pemerintah memberikan support kepada berbagai industri
salah satunya yaitu industri poultry itu sendiri sehingga kami cukup optimis. (Rudy
Hartono-Direktur)
Pertanyaan : Malindo menyebutkan efisiensi produksi dan peningkatan ekspor
sebagai strategi, sejauh mana implementasi kedua hal ini sudah berjalan, dan
bagaimana dampaknya terhadap kinerja perusahaan dalam jangka pendek?
Negara tujuan mana yang menjadi fokus ekspansi ekspor Malindo, dan bagaimana
perusahaan melihat potensi pasar luar negeri dalam menyerap produk unggas
Indonesia?
Jawaban : Mengenai efesiensi yang sudah kita lakukan di Malindo dalam fluktuasi
sekarang, kita melakukan efisiensi di segala lini terutama di bagian produksi dan juga
kita melakukan manajemen penggunaan bahan baku supaya kita bisa lebih bersiap
dan bersaing dengan produk-produk lain di mancanegara, sehingga dalam hal ini bisa
mensupport rencana-rencana kita untuk melakukan ekspor.
Sejauh ini mengenai ekspor Malindo, kita sudah melakukan ekspor rutin ke Jepang,
Singapura dan Oman. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini Malindo dapat
melakukan ekspor ke Negara Timur Tengah lainnya seperti Uni Emirates Arab dan
Bahrain. (Rewin Hanrahan-Direktur)
Page 2
2. Kontan – Ridwan Pertanyaan : Bagaimana hasil dari RUPST Malindo (MAIN) tadi? Apakah ada pembagian dividen? Berapa nilainya? Jawaban : RUPS Tahunan Malindo sudah berjalan dengan baik dengan empat agenda pembahasan yang umum itu sudah disetujui keseluruhannya oleh para pemegang saham dan dari hasil RUPS tersebut Malindo membagikan dividen sebesar Rp65/lembar saham atau dengan total Rp145 miliar sekitar 30% dari laba tahun 2024 (Rudy Hartono-Direktur) Pertanyaan : Penjualan dan laba bersih MAIN menurun pada Q1-2025? Apa sebabnya? Bagaimana outlook dan strategi kinerja pada sisa tahun ini? Berapa target penjualan dan laba bersih MAIN pada 2025? Bisa tumbuh berapa persen dibandingkan 2024? Apakah ada rencana ekspansi? Berapa capex MAIN untuk tahun ini? Jawaban : Bahwa memang terjadi penurunan atas penjualan dan laba bersih Q1 karena kita melihat secara umum juga tidak hanya poultry tetapi semua industri juga sebagian besar mengalami penurunan karena kondisi ekonomi nasional sendiri yang mengalami penyesuaian. Tetapi kami masih sangat optimis terhadap kinerja dan outlook di tahun ini, seperti yang tadi kami bilang dengan adanya support yang sangat kuat dari pemerintah dengan program makan bergizi gratis semoga ini berjalan baik dan lancar dimana pemerintah sudah mengalokasi budget yang sangat besar untuk program ini. Kami mentargetkan secara optimis bahwa penjualan dan laba semoga bisa bertahan dan komparabel terhadap tahun buku 2024, sementara untuk ekspansi di tahun 2025 kami akan memulai kembali project yang paling besar yang sempat delay di beberapa tahun terakhir yaitu pembangunan feedmill di Lampung. Itu akan kami mulai dengan budget sekitar Rp350-Rp400 miliar untuk capex di Lampung tersebut dengan kapasitas kurang lebih 300.000 metrik ton pertahun. Selain itu kami juga banyak melakukan capex untuk mendukung support Malindo terhadap energi terbarukan sebagai partisipasi kami terhadap program ESG jadi kami juga ikut membangun solar panel dan itu investasi yang kami targetkan baik yang sudah berjalan sampai tahun 2026, mungkin sekitar Rp80 miliar akan kami alihkan kesana. Kami berharap dengan berjalannya program ini Malindo bisa menyumbangkan penurunan karbon yang sangat besar dan kita bisa melakukan penyelamatan 6000 pohon setahun, mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik. Total capex di tahun 2024 direncanakan bisa mencapai berkisar Rp600 miliar lebih. (Rudy Hartono-Direktur)
Page 3
Pertanyaan : Beberapa tahun terakhir perusahaan juga melakukan ekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Singapura dan Oman. Bagaimana kontribusinya? Seperti apa rencana ekspansi pasar MAIN? Baik di pasar domestik maupun ekspor? Jawaban : Memang kita sudah melakukan ekspor ke Jepang, Singapura dan Oman terutama untuk Jepang dan Singapura kita sudah rutin melakukan ekspor, kontribusi dan responnya overall sudah baik. Kita berencana melakukan ekspor ke Negara Timur Tengah lainnya, dimana semester kedua atau Q3 kita akan melakukan ekspor ke Uni Emirates Arab dan mudah-mudahan respon dari Negara yang kita ekspor itu cukup baik sehingga kontribusi dari pasar ekspor ini cukup besar. (Rewin Hanrahan- Direktur) 3. Bisnis Indonesia – Fahmi Pertanyaan : Bagaimana keterlibatan Malindo dalam program makan bergizi gratis pemerintah? Kemudian, bagaimana proyeksi dorongan dari program tersebut terhadap kinerja bisnis perseroan? Jawaban : Mengenai keterlibatan Malindo dalam program tersebut terutama melalui kerjasama dengan mitra dan peternakan mandiri Malindo, sehingga pengembangan mereka atau bisnis dari peternak juga bisa lebih berkembang, ini tentunya membantu mensejahterakan peternak melalui program ini. Menjadi harapan pemerintah juga yaitu tidak hanya meningkatkan gizi dari pada masyarakat Indonesia terutama anak- anak tetapi juga turut membantu ekonomi para peternak yang terlibat dalam pengadaan bahan-bahan untuk proyek makan bergizi gratis ini (Rewin Hanrahan- Direktur) Pertanyaan : Bagaimana target kinerja laba serta pendapatan dan capex yang disiapkan Malindo pada 2025? Jawaban : Perihal laba tadi sudah kita sampaikan bahwa kami tetap optimis dengan tahun ini dan semoga baik pendapatan dan laba bisa komparebel dengan pencapaian di tahun 2024. Dan capex kami cukup besar tahun ini, karena kami bangun Lampung Feedmill kami meneruskan pembangunannya. Kami akan mulai kembali konstruksi sekitar Q3 tahun ini dan akan diselesaikan kurang lebih dalam waktu setahun. Jadi Q3 di tahun 2026 itu diperkirakan sudah bisa beroperasional. Capex untuk Lampung Feedmill ini berkisar Rp350-400 miliar dan kami juga melakukan capex untuk environment buat solar panel dan berharap bisa menyumbang penghematan karbon dan kita bisa menyelamatkan 600.000 pohon per tahunnya. (Rudy Hartono-Direktur) 4. aviNews – Arief Fachrudin Pertanyaan : apa saja yang menjadi isu utama di 2025 ini yang menjadi perhatian manajemen dalam menjaga performa finansial?
Page 4
Jawaban : Untuk kami industri poultry adalah basic food industri, dimana daging ayam menjadi makanan dasar. Industri poultry ini sangat dinamis, akan tetapi protein hewani sebagai kebutuhan dasar ini tidak akan hilang, jadi menyesuaikan juga dengan kemampuan daya beli masyarakat sebagai penunjang peningkatan. Kami terus melakukan efisiensi di semua lini sehingga bisa terlihat bahwa tahun 2024 bisa kami tutup dengan kinerja yang sangat luar biasa bagus. Jadi kami yakin bahwa sangat optimis juga akan mendapatkan hasil yang sangat bagus dengan situasi dan kondisi yang ada. (Rudy Hartono-Direktur) Pertanyaan : Apakah berkenan untuk dijelaskan kembali mengenai rencana ekspansi pasar MAIN? Tahun ini, ekspansi ekspor ke negara mana saja? Dan bagaimana ekspansi untuk di pasar domestik? Jawaban : Jadi untuk pasar ini memang kita punya pasar domestik dan pasar ekspor, untuk pasar ekspor rencana ekspansi kita lebih ke arah Negara Timur Tengah disamping juga negara-negara Asia lainnya. Saat ini kita sudah lakukan rutin ekspor produk olahan ke Jepang. Singapura kita sudah mengekspor makanan olahan dan karkas, baru-baru ini juga kita sudah melakukan ekspor ke Oman dan mungkin nanti di Q3 juga kita akan lakukan ekspor ke UEA. Untuk pasar domestik kita memang sudah mulai mengembangkan ke pasar-pasar di Indonesia Timur dan pulau-pulau lainnya yang cukup potensial dimana ekonomi disana juga sudah cukup baik. (Rewin Hanrahan-Direktur)
Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.