Back to announcement
20250520_BLUE_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31887467_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review BLUESource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 83
Page 1
Office:
Plaza89, 12th Floor, PO33 Jl. H. R. Rasuna Said
Kav.X7. No.6, Kuningan, South Jakarta 12940
+62 21-5091-9084
corsec@valuers.partners
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Berkah Prima Perkasa Tbk.
Jl. Sunter Nirwana Asri II Blok A110-111, RT.12/RW.19,
Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok,
Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta 14350
31 Desember 2022
No. Laporan : 00093/2.0172-00/BS/05/0557/1/VI/2023
Tanggal : 20 Juni 2023
Tanggal/Date : December 22nd, 2021
No Laporan/Report Number :
Tanggal/Date : December 22nd, 2021
No Laporan/Report Number :
Tanggal/Date : December 22nd, 2021
No Laporan/Report Number :
Page 2
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
No. 00093/2.0172-00/BS/05/0557/1/VI/2023
Bogor, 20 Juni 2023
Direktur PT Berkah Prima Perkasa Tbk
Jl. Sunter Nirwana Asri II Blok A110-111, RT.12/RW.19,
Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok,
Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta 14350
Dengan Hormat,
COVER IN G LETT ER
Berdasarkan instruksi dari PT Berkah Prima Perkasa Tbk (“Pemberi Tugas”) sehubungan dengan Studi
Kelayakan Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha PT Berkah Prima Perkasa Tbk yang tertuang dalam kontrak
No. 024-0/PRIDE/EL/BS/03/2023 tanggal 16 Maret 2023, kami sebagai Penilai Publik Independen
berdasarkan keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan izin usaha No. 2.21.0172, telah
melakukan investigasi dan menyampaikan laporan ini untuk Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan.
1. Identitas Status Penilai
A. Jasa studi kelayakan ini dilakukan oleh penilai independen yang merupakan Penilai Publik dan
merupakan salah satu rekan pada KJPP Putri Anugrah & Rekan (KJPP-PRIDE). Penilai Publik dan
KJPP-PRIDE telah memiliki perizinan dan terdaftar sebagai Penilai Publik di Kementerian
Keuangan Republik Indonesia dengan nomor lisensi 2.21.0172 dan telah memenuhi persyaratan
sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 228/PMK.01/2019 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 101/PMK.01/2014 tentang Penilai
Publik dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal Nomor. STTD.PBB-
45/PM.223/2022.
B. Penilai dalam posisi untuk memberikan studi kelayakan objektif dan tidak memihak.
C. Penilai tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek studi
kelayakan.
D. Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan. Seluruh tenaga ahli dan staf pelaksana
dalam penugasan ini adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinasi Penilai berizin
atau penanggung jawab yang mempunyai kompetensi untuk melakukan jasa studi kelayakan.
2. Pemberi Tugas
Pemberi Tugas PT Berkah Prima Perkasa Tbk
Bidang usaha Industri Perdagangan, Percetakan dan Jasa
Alamat Jl. Sunter Nirwana Asri II Blok A110-111, RT.12/RW.19, Kelurahan Sunter Agung,
Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta 14350
Surel corsec@blueprint-indonesia.com
Telepon 021 – 6413435/6413436
Faximile 021 - 65302042
Website https://www.blueprint-indonesia.com/
3. Pengguna Laporan
Pemberi Tugas PT Berkah Prima Perkasa Tbk
Bidang usaha Industri Perdagangan, Percetakan dan Jasa
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | i
Page 3
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Alamat Jl. Sunter Nirwana Asri II Blok A110-111, RT.12/RW.19, Kelurahan Sunter Agung,
Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta 14350
Surel corsec@blueprint-indonesia.com
Telepon 021 – 6413435/6413436
Faximile 021 - 65302042
Website https://www.blueprint-indonesia.com/
4. Identifikasi Objek Studi Kelayakan Usaha
Objek studi kelayakan usaha sesuai dengan informasi penugasan yang diberikan oleh pemberi tugas
adalah studi terkait dengan penambahan kegiatan usaha yaitu penambahan KBLI (Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia) No. 20293 yang bergerak di industri tinta, mencakup usaha pembuatan
macam-macam tinta, seperti tinta tulis dan tinta khusus.
5. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Objek Studi Kelayakan Usaha dinilai menggunakan mata uang Rupiah.
6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Usaha
Tujuan penyusunan Studi Kelayakan Usaha adalah untuk memberikan gambaran mengenai kelayakan
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ditinjau dari berbagai analisis, meliputi analisis pasar, analisis
teknis, analisis pola bisnis, analisis model manajemen, dan analisis keuangan. Maksud dari
penyusunan Studi Kelayakan Usaha adalah untuk memberikan gambaran tentang kelayakan dari
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang selanjutnya akan digunakan Perseroan untuk memenuhi
ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi
material dan perubahan kegiatan usaha.
Laporan Studi Kelayakan Usaha ini digunakan untuk kepentingan pasar modal dan tidak digunakan
di luar tujuan penugasan tersebut.
Studi Kelayakan Usaha ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) No.
17/SEOJK.O4/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-
2018.
7. Tanggal Studi Kelayakan Usaha
Tanggal Studi Kelayakan Usaha adalah per 31 Desember 2022. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan Usaha serta dari data keuangan
Perseroan yang kami terima.
Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Jasa Keuangan (“POJK”) No. 35/POJK.04/2020, Studi
Kelayakan Usaha berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif Studi Kelayakan Usaha yaitu
tanggal 31 Desember 2022, kecuali terdapat hal-hal yang mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari
5% (lima persen).
8. Tingkat Kedalaman Investigasi Terkait Hal yang Dilakukan
Ruang lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut:
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | ii
Page 4
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
a) Kami telah melakukan verifikasi data dan informasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai
dengan melakukan investigasi dan wawancara terhadap Manajemen Perseroan terkait dengan
rencana penambahan kegiatan usaha yang dimaksud dalam objek studi kelayakan usaha.
b) Melakukan pengumpulan data dan informasi mengenai kegiatan usaha.
c) Melakukan analisis atas kelayakan penambahan kegiatan usaha.
d) Melakukan analisis atas pasar, teknis, pola bisnis, manajemen dan keuangan atas bisnis yang
akan dikembangkan.
e) Penilai tidak melakukan uji tuntas atas laporan keuangan dan penelahaan atas informasi pada
laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan Studi Kelayakan Usaha.
f) Penilai tidak melakukan uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek Studi
Kelayakan Usaha.
g) Penilai tidak melakukan analisis dampak pajak sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha
ini.
h) Penilai tidak melakukan analisis terhadap biaya-biaya lain yang mungkin timbul, termasuk pajak
(jika ada) atas penambahan kegiatan usaha.
i) Tidak melakukan transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek Studi Kelayakan Usaha.
j) Penelaahan, perhitungan dan analisis dapat dilakukan dengan baik tanpa terhalang oleh
informasi yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan.
k) Pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen Perseroan bertujuan untuk mendapatkan
dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui investigasi
langsung, dan
l) Terdapat data informasi yang relevan, yang diambil dari sumber yang layak.
9. Sifat dan Sumber Informasi yang dapat Diandalkan
Sifat dan sumber dari informasi yang relevan tanpa verifikasi dapat digunakan sepanjang
mendapatkan persetujuan dan sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional dan/atau
internasional. Sumber informasi tersebut adalah sebagai berikut.
a. Bank Indonesia;
b. Bursa Efek Indonesia atau Bursa Efek lainnya;
c. Badan Pusat Statistik;
d. Data riset dari lembaga independen;
e. Dll.
10. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
a. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses Studi Kelayakan
Penambahan Kegiatan Usaha.
c. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | iii
Page 5
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
d. Studi kelayakan penambahan kegiatan usaha menggunakan proyeksi keuangan yang telah
disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
f. Laporan Studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi penambahan kegiatan usaha dan kesimpulan yang
dihasilkan.
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan penambahan
kegiatan usaha dari pemberi tugas.
i. Kami berasumsi bahwa rencana pengembangan bisnis sesuai dengan rencana studi kelayakan
usaha akan dijalankan seperti yang telah diungkapkan oleh manajemen Perusahaan dan sesuai
dengan kesepakatan serta keandalan informasi mengenai rencana tersebut sebagaimana
diungkapkan oleh manajemen Perusahaan.
j. Asumsi ini dapat berubah dikarenakan perubahan peraturan pemerintah, perubahan kebijakan
pemerintah serta reformasi di bidang sosial, ekonomi dan politik.
k. Studi kelayakan usaha ini disusun berdasarkan kondisi umum keuangan, moneter, peraturan dan
kondisi pasar yang ada saat ini. Perubahan atas kondisi-kondisi tersebut yang berada di luar
kendali Perusahaan akan dapat memberikan dampak yang tidak dapat diprediksi dan dapat
berpengaruh terhadap studi kelayakan usaha ini.
l. Kami tidak memiliki untuk memperbaharui studi kelayakan usaha ini jika terjadi kejadian-
kejadian penting yang terjadi setelah tanggal studi kelayakan usaha.
m. Laporan studi kelayakan ini tidak dimaksudkan untuk memberi rekomendasi kepada pemegang
saham Perusahaan untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana pengembangan usaha
tersebut.
11. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan studi kelayakan usaha dan/atau referensi yang melampirinya hanya ditujukan untuk
pemberi tugas dan pengguna laporan sebagaimana dimaksud pada Lingkup Penugasan ini.
Penggunaan laporan di luar dari ketentuan pada lingkup penugasan ini harus mendapat persetujuan
KJPP Putri Anugrah & Rekan dan pemberi tugas.
12. Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan Dilakukan Berdasarkan SPI dan Peraturan Lainnya
Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”), Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No.
17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) No. 17/SEOJK.O4/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | iv
Page 6
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
13. Metodologi Studi Kelayakan Usaha
Langkah-langkah dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan Usaha dilakukan sesuai dengan POJK
No. 35/POJK.04/2020. Analisis yang dilakukan mencakup hal-hal sebagai berikut:
a) Kelayakan pasar.
b) Kelayakan teknis.
c) Kelayakan pola bisnis.
d) Kelayakan model manajemen, dan
e) Kelayakan keuangan.
14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan Usaha
Dari tanggal efektif Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2022 sampai dengan tanggal
diterbitkannya laporan Studi Kelayakan Usaha, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal studi
kelayakan usaha yang secara signifikan dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan Usaha secara
signifikan.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | v
Page 7
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
15. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis atas beberapa aspek relevan yaitu analisis kelayakan pasar, analisis
kelayakan teknis, analisis pola bisnis, analisis model manajemen dan kelayakan keuangan terhadap
Rencana Proyek yang telah kami lakukan secara seksama, dapat disimpulkan bahwa Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha akan memberikan kontribusi yang positif dan layak untuk
dilaksanakan, dengan syarat semua asumsi-asumsi yang ditetapkan dapat terpenuhi.
Laporan Studi Kelayakan Usaha disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan yang berlaku di Indonesia.
Demikian Laporan Studi Kelayakan Usaha ini kami sampaikan, atas Kerjasama dan kepercayaan yang
telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
KJPP Putri Anugrah dan Rekan
Putri Anugrah, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. Izin Penilai Publik – Bisnis : B-1.19.00557
No. Izin Penilai Publik – Properti : P-1.19.00558
No. Register : RMK-2019.02958
No. MAPPI : 13-S-04554
No. OJK-IKNB : 224/NB.122/STTD-P/2021
No. OJK-Pasar Modal : STTD.PPB-45/PM.223/2022
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | vi
Page 8
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
DAFTAR ISI
COVERING LETTER ......................................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................................ vii
PERNYATAAN PENILAI .....................................................................................................x
KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS ...................................................................................... xii
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI ................................................................................ xiii
SINGKATAN ............................................................................................................... xiv
1. Pendahuluan ............................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................1
1.2 Upaya Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Dalam Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah .............................................................................................................2
1.3 Peraturan Perundang-undangan Terkait ...................................................................3
1.4 Maksud dan Tujuan ............................................................................................5
1.5 Metodologi ......................................................................................................5
1.6 Informasi Investigasi Lapangan ..............................................................................5
2. Tinjauan Perusahaan ..................................................................................................6
2.1 Gambaran Umum Perusahaan................................................................................6
2.2 Bidang Usaha....................................................................................................6
2.3 Struktur Kepemilikan dan Pemegang Saham ..............................................................6
2.4 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ......................................................................7
2.5 Asuransi Karyawan Kunci .....................................................................................7
2.6 Kebijakan Remunerasi ........................................................................................7
2.7 Entitas Anak dan Asosiasi .....................................................................................7
2.8 Struktur Organisasi ............................................................................................8
2.9 Kompensasi kepada Pemegang Saham .....................................................................9
2.10 Informasi Perpajakan..........................................................................................9
2.11 Aset Tetap yang Dimiliki ......................................................................................9
2.12 Utang yang Dimiliki ............................................................................................9
2.13 Data yang diterima dan Legalitas/Perizinan yang dimiliki PT BLUE ..................................9
2.14 Rencana Bisnis ................................................................................................ 10
2.15 Tenaga Kerja.................................................................................................. 10
2.16 Data Historis Kinerja Keuangan Perusahaan............................................................. 10
2.17 Gambaran Produk ............................................................................................ 16
3. Aspek Pasar ........................................................................................................... 21
3.1. Gambaran Makro Ekonomi Global dan Indonesia ....................................................... 21
3.1.1 Gambaran Perekonomian Global 2022 .......................................................... 21
3.1.2 Gambaran Perekonomian Indonesia 2022 ...................................................... 24
3.1.3 Gambaran Perekonomian Provinsi DKI Jakarta 2022 ......................................... 26
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | vii
Page 9
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
3.2. Gambaran Sektor Industri Pengolahan di Indonesia 2022 ............................................. 27
3.3. Pesaing Bidang Usaha PT Berkah Prima Perkasa Tbk .................................................. 29
3.4. Pangsa Pasar .................................................................................................. 30
3.5. Potensi Pasar ................................................................................................. 30
3.6. Strategi Pemasaran .......................................................................................... 30
3.7. Kesinambungan Usaha....................................................................................... 30
3.8. Kesimpulan Analisis Aspek Pasar .......................................................................... 31
4. Aspek Teknis .......................................................................................................... 32
4.1. Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ................................................................... 32
4.2. Produk Yang Dihasilkan ..................................................................................... 32
4.3. Kapasitas Produksi ........................................................................................... 32
4.4. Proses Produksi ............................................................................................... 33
4.5. Kebutuhan Alat ............................................................................................... 34
4.6. Ketersediaan Sumber Daya dan Kebutuhan Tenaga Kerja ............................................ 35
4.7. Analisis Lingkungan .......................................................................................... 36
4.8. Kesimpulan Analisis Aspek Teknis ......................................................................... 36
5. Aspek Pola Bisnis ..................................................................................................... 37
5.1. Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 37
5.2. Kemampuan Menciptakan Nilai ............................................................................ 37
5.3. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk .............................................................. 37
5.4. Analisis SWOT ................................................................................................. 37
5.5. Analisis Manajemen dan Mitigasi Risiko .................................................................. 38
5.6. Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis .............................................................. 39
6. Aspek Model Manajemen ........................................................................................... 40
6.1. Struktur Organisasi .......................................................................................... 40
6.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen .................................................................. 42
6.3. Kebutuhan Sumber Daya Manusia ......................................................................... 42
6.4. Manajemen Kekayaan Intelektual ......................................................................... 43
6.5. Kesimpulan Analisis Aspek Model Manajemen .......................................................... 43
7. Aspek Keuangan ...................................................................................................... 44
7.1. Rencana Proyek .............................................................................................. 44
7.2. Biaya Investasi ................................................................................................ 44
7.3. Sumber Pembiayaan ......................................................................................... 44
7.4. Biaya Operasional ............................................................................................ 44
7.5. Biaya Bahan Baku ............................................................................................ 45
7.6. Metodologi Analisa ........................................................................................... 45
7.7. Asumsi-Asumsi ................................................................................................ 45
7.8. Dampak Penambahan Kegiatan Usaha .................................................................... 46
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | viii
Page 10
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
7.9. Penetapan Tingkat Diskonto ............................................................................... 47
7.10. Analisis Titik Impas (Break Even Analysis) ............................................................... 49
7.11. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang ....................................................................... 49
7.12. Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 50
7.13. Perubahan Modal Kerja BLUE .............................................................................. 51
7.14. Analisis Profitabilitas dan Return on Investment....................................................... 51
7.15. Analisis Sensitivitas .......................................................................................... 52
7.16. Kesimpulan Analisis Aspek Keuangan ..................................................................... 52
8. Kesimpulan ............................................................................................................ 53
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 54
LAMPIRAN.................................................................................................................. 56
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | ix
Page 11
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Publik, Penilai Pelaksana dan tim pendukung
lainnya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah benar dan akurat sesuai dengan pemahaman
terbaik dari Penilai;
2. Analisis, pendapat, dan kesimpulan yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan ini dibatasi oleh
asumsi dan batasan-batasan yang telah diungkapkan. Hasil analisis, pendapat, dan kesimpulan dari
Penilai tidak memihak dan tidak memiliki benturan kepentingan;
3. Kami tidak memiliki kepentingan baik sekarang ataupun di masa yang akan datang terhadap Pemberi
Tugas/Pengguna Laporan ataupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak-
pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan;
4. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan hasil analisis atau kesimpulan yang
disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas/Pengguna Laporan;
5. Imbalan jasa profesional tidak didasarkan dengan hasil Laporan Studi Kelayakan yang dilaporkan atau
diinginkan oleh Pemberi Tugas, pencapaian hasil yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi
kemudian (subsequent event) yang berhubungan secara langsung dengan penggunaan dimaksud;
6. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan dikumpulkan dari berbagai sumber yang
dipercaya oleh Penilai dan dapat dipertanggungjawabkan;
7. Kesimpulan studi kelayakan usaha telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
8. Lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
9. Penilai telah memenuhi persyaratan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia (MAPPI);
10. Penilai memiliki pengetahuan dan keterampilan sehubungan dengan jenis industri yang diberikan;
11. Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan dan hasil Laporan Studi Kelayakan
yang dilakukan;
12. Tidak ada seorang pun kecuali pihak yang bertanda tangan di bawah ini ialah pihak yang terlibat pada
investigasi yang menyimpulkan dan/atau memberikan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam
Laporan Studi Kelayakan ini;
13. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi
material dan perubahan kegiatan usaha dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta
Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII Tahun 2018.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | x
Page 12
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
No. Nama Kualifikasi Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab
Penilai Bisnis dan Properti
Putri Anugrah, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
• No. Izin Penilai Publik – Bisnis : B-1.19.00557
dan Properti
• No. Izin Penilai Publik – Properti : P-1.19.00558
No. Register Penilai : RMK-2019.02958
• No. MAPPI : 13-S-04554
• No. OJK-IKNB : 224/NB.122/STTD- P/2021
2. Penyelia Bisnis
Rulan Kis Riarto, S.T., M.Ec.Dev. Penilai Bisnis
• No. Register Penilai : RMK-2020.03469 dan Properti
No. MAPPI : 13-T-04201
3. Penilai Bisnis
• Muhammad Yusup Hidayat, S.Tr.M.
Penilai Bisnis
• No. Register Penilai : RMK-2022.04474
• No. MAPPI : 21-P-11167
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | xi
Page 13
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
KONDISI DAN SYARAT PEMBATAS
Laporan Studi Kelayakan ini bergantung kepada kondisi dan syarat pembatas sebagai berikut.
1. Laporan studi kelayakan usaha ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses Studi
Kelayakan.
3. Data dan informasi yang kami peroleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty).
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan usaha.
6. Laporan studi kelayakan usaha ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perseroan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan Usaha dan Kesimpulan Studi
Kelayakan Usaha.
8. Kami telah melakukan identifikasi atas status hukum objek Studi Kelayakan dari pemberi tugas.
9. Dalam penyusunan Studi Kelayakan Usaha ini, penilai bisnis menggunakan beberapa asumsi,
diantaranya yakni terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban perseroan dan semua pihak yang
terlibat dalam rencana transaksi serta keakuratan informasi mengenai rencana transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen perseroan.
10. Laporan ini telah disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan POJK No. 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 (SPI 2018) dan Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI).
11. Laporan Studi Kelayakan Usaha ini tidak sah jika tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
stemple/seal KJPP Putri Anugrah dan Rekan.
12. Syarat-syarat dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari
laporan Studi Kelayakan Usaha.
13. Terkait dengan pandemik COVID-19 yang diikuti dengan ketidakpastian situasi ekonomi global dan
khususnya di Indonesia, kami menyarankan untuk menggunakan laporan Studi Kelayakan Usaha ini
dengan sangat hati-hati dan memahami bahwa adanya ketidakpastian yang lebih tinggi dibandingkan
dengan kondisi yang secara normal berlaku.
14. Penilai bisnis tidak melakukan due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melakukan
rencana transaksi.
15. Analisis Studi Kelayakan Usaha atas aksi korporasi ini dipersiapkan dengan menggunakan data dan
informasi sebagaimana yang telah diberikan. Seluruh perubahan atas data dan informasi dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Maka dari itu, kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan Usaha kami yang disebabkan perubahan data
dan informasi tersebut.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | xii
Page 14
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI
1. KJPP Putri Anugrah dan Rekan tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan objek
Studi Kelayakan dan/atau subjek Studi Kelayakan.
2. KJPP Putri Anugrah dan Rekan tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan
objek Studi Kelayakan dan/atau subjek Studi Kelayakan.
3. KJPP Putri Anugrah dan Rekan tidak memiliki pinjaman dengan objek Studi Kelayakan dan/atau
subjek Studi Kelayakan.
4. Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun.
5. KJPP Putri Anugrah dan Rekan hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan yang tertuang dalam
Kontrak.
No. Nama Kualifikasi Tanda Tangan
1 Penanggung Jawab
Penilai Bisnis dan Properti
Putri Anugrah, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
• No. Izin Penilai Publik – Bisnis : B-1.19.00557
dan Properti
• No. Izin Penilai Publik – Properti : P-1.19.00558
No. Register Penilai : RMK-2019.02958
• No. MAPPI : 13-S-04554
• No. OJK-IKNB : 224/NB.122/STTD- P/2021
2 Penyelia Bisnis
Rulan Kis Riarto, S.T., M.Ec.Dev. Penilai Bisnis
• No. Register Penilai : RMK-2020.03469 dan Properti
No. MAPPI : 13-T-04201
3 Penilai Bisnis
• Muhammad Yusup Hidayat, S.Tr.M.
Penilai Bisnis
• No. Register Penilai : RMK-2022.04474
• No. MAPPI : 21-P-11167
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | xiii
Page 15
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
SINGKATAN
Singkatan Penjelasan
PT BLUE PT Berkah Prima Perkasa Tbk
WACC Weighted Average Cost of Capital
Kd Cost of Debt
Ke Cost of Equity
NPV Net Present Value
IRR Internal Rate of Return
PP Payback Period
PI Profitability Index
FCFF Free Cash Flow to The Firm
IDR Mata Uang Indonesia (Rupiah)
OJK Otoritas Jasa Keuangan
POJK Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
SEOJK Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
KEPI Kode Etik Penilai Indonesia
SPI Standar Penilaian Indonesia
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | xiv
Page 16
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
RINGKASAN EKSEKUTIF
Pemberi Tugas : PT Berkah Prima Perkasa Tbk
Alamat : Jl. Sunter Nirwana Asri II Blok A110-111, RT.12/RW.19, Kelurahan
Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara,
Provinsi DKI Jakarta 14350
Pengguna Laporan : PT Berkah Prima Perkasa Tbk
Objek Studi Kelayakan Usaha : Objek studi kelayakan usaha sesuai dengan informasi penugasan
yang diberikan oleh pemberi tugas adalah studi terkait dengan
penambahan kegiatan usaha yaitu penambahan KBLI (Klasifikasi
Baku Lapangan Usaha Indonesia) No. 20293 yang bergerak di
industri tinta, mencakup usaha pembuatan macam-macam tinta,
seperti tinta tulis dan tinta khusus.
Bidang Usaha : Industri Perdagangan, Percetakan dan Jasa
Kinerja Keuangan Perusahaan
(Dalam jutaan Rupiah)
2018 2019 2020 2021 2022
Laporan Laba Rugi
(Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit)
Pendapatan 105.295 100.093 74.180 109.018 131.321
Beban Pokok Penjualan 55.563 52.025 38.292 70.659 86.843
Laba Bruto 49.732 48.069 35.888 38.359 44.478
EBITDA 18.276 19.576 15.022 16.598 20.645
Laba Usaha 17.782 18.545 13.204 14.052 18.580
Laba Bersih 12.840 13.090 10.499 12.026 14.379
(Dalam jutaan Rupiah)
2018 2019 2020 2021 2022
Posisi Keuangan
(Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit)
Aset Lancar 37.029 48.747 58.676 54.097 57.397
Aset Tidak Lancar 35.112 33.241 33.630 35.229 38.485
Total Aset 72.141 81.988 92.306 89.326 95.883
Liabilitas Jangka Pendek 8.199 6.061 6.928 7.514 6.657
Liabilitas Jangka Panjang 19.443 1.050 1.047 1.233 1.362
Total Liabilitas 27.642 7.112 7.975 8.747 8.019
Total Ekuitas 44.499 74.876 84.331 80.579 87.864
Sumber: Laporan keuangan audit PT Berkah Prima Perkasa Tbk, (2018-2022)
Tujuan Studi Tujuan penyusunan Studi Kelayakan Usaha adalah untuk memberikan gambaran
Kelayakan Usaha mengenai kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ditinjau dari
berbagai analisis, meliputi analisis pasar, analisis teknis, analisis pola bisnis,
analisis model manajemen, dan analisis keuangan.
a. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-
disclaimer opinion.
Asumsi & Kondisi
b. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam
Pembatas Studi
proses Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.
Kelayakan Usaha
c. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | xv
Page 17
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
d. Studi kelayakan penambahan kegiatan usaha menggunakan proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan penambahan
kegiatan usaha dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
f. Laporan Studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini terbuka untuk
publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi penambahan kegiatan usaha
dan kesimpulan yang dihasilkan.
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi
kelayakan penambahan kegiatan usaha dari pemberi tugas.
i. Kami berasumsi bahwa rencana pengembangan bisnis sesuai dengan
rencana studi kelayakan usaha akan dijalankan seperti yang telah
diungkapkan oleh manajemen Perusahaan dan sesuai dengan kesepakatan
serta keandalan informasi mengenai rencana tersebut sebagaimana
diungkapkan oleh manajemen Perusahaan.
j. Asumsi ini dapat berubah dikarenakan perubahan peraturan pemerintah,
perubahan kebijakan pemerintah serta reformasi di bidang sosial, ekonomi
dan politik.
k. Studi kelayakan usaha ini disusun berdasarkan kondisi umum keuangan,
moneter, peraturan dan kondisi pasar yang ada saat ini. Perubahan atas
kondisi-kondisi tersebut yang berada di luar kendali Perusahaan akan dapat
memberikan dampak yang tidak dapat diprediksi dan dapat berpengaruh
terhadap studi kelayakan usaha ini.
l. Kami tidak memiliki untuk memperbaharui studi kelayakan usaha ini jika
terjadi kejadian-kejadian penting yang terjadi setelah tanggal studi
kelayakan usaha.
m. Laporan studi kelayakan ini tidak dimaksudkan untuk memberi rekomendasi
kepada pemegang saham Perusahaan untuk menyetujui atau tidak
menyetujui rencana pengembangan usaha tersebut.
Tanggal Studi
31 Desember 2022
Kelayakan Usaha
Simpulan Studi
Analisis Kelayakan Layak secara pasar karena kegiatan usaha sektor industri pengolahan
Pasar diperkirakan tumbuh meningkat. Selain itu, BLUE telah menguasai pangsa pasar
segmen retail perorangan maupun lingkup usaha yang menjadikan BLUE sebagai
perusahaan yang terpercaya. BLUE berupaya memperluas potensi pasar melalui
produksi tinta dalam negeri, sekaligus mengembalikan akses pasar merek
dagang Blueprint ke instansi pemerintah sehingga tujuan utama LPSE dan LKPP
yang berupa transparansi dan efisiensi proses jual-beli menjadi efektif
kembali.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | xvi
Page 18
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Analisis Kelayakan Layak secara teknis karena mesin dan bahan baku yang digunakan bersumber
Teknis dari penyuplai yang terpercaya, dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu,
berdasarkan komposisi karyawan, BLUE memiliki 55 karyawan tetap dengan
kompetensi yang baik dan dalam rentang usia yang produktif. Ketersediaan
karyawan tersebut dapat membantu pengembangan penambahan kegiatan
bisnis baik dari segi perencanaan, strategi pemasaran, dan evaluasi bisnis yang
dijalankan.
Analisis Kelayakan Layak secara pola bisnis karena berdasarkan uraian keunggulan yang dimiliki
Pola Bisnis BLUE, seperti terdapat program “Bebas Pikiran Jasa Service”, konsumen
mendapatkan layanan berupa gratis servis printer per 30 ribu lembar atau
setara dengan waktu 2 tahun. Kemampuan pesaing dalam meniru kualitas mutu
standar produk yang dihasilkan BLUE cukup kecil. Perbedaan formula racikan
tinta membuat inovasi dan temuan BLUE menjadi sulit untuk ditiru oleh
produsen/distributor lain.
Analisis Kelayakan Layak secara model manajemen karena BLUE memiliki struktur manajemen
Model Manajemen yang cukup memadai untuk menjalankan kegiatan usaha saat ini dan kegiatan
usaha yang baru. BLUE memiliki manajemen yang memiliki kompetensi untuk
melaksanakan usahanya dan menambah kegiatan usaha baru. Pendidikan dan
pengalaman menjadi salah satu faktor penting untuk menghasilkan manajemen
yang kompeten dan berkualitas. Penerapan sistem manajemen yang baik akan
menghasilkan pelaksanaan operasional usaha yang efektif, efisien dan terarah.
Selain itu, BLUE memiliki perhatian khusus terhadap sumber daya manusia
dengan memberikan pelatihan sesuai bidang keahlian atau kompetensi.
Manajemen kekayaan intelektual tidak luput dari perhatian BLUE, BLUE
melengkapi produknya sertifikasi hak kekayaan intelektual.
Analisis Kelayakan Layak secara keuangan berdasarkan parameter kelayakan keuangan untuk
Keuangan produk BLUE yaitu:
Parameter Nilai Kriteria Kelayakan Keterangan
NPV 303.972.609 NPV > 0 Layak
22,87% IRR > tingkat
IRR Layak
diskonto
PI 1,94 PI > 1 Layak
NPV produk BLUE menunjukkan hasil yang positif yang menggambarkan arus
kas bersih yang akan diterima lebih besar dari biaya investasi, sehingga rencana
investasi ini dapat diterima. IRR produk BLUE lebih besar dari pada tingkat
bunga yang disyaratkan maka rencana investasi ini dapat diterima. PI produk
BLUE lebih besar dari satu, maka rencana investasi ini dapat diterima.
Simpulan Studi
Rencana penambahan kegiatan usaha akan memberikan kontribusi yang
Kelayakan
positif dan layak untuk dilaksanakan
Ringkasan eksekutif ini hanya digunakan bersama dengan laporan studi kelayakan usaha dengan segala
asumsi, batasan dan dasar studi yang dinyatakan di dalam laporan ini dan merupakan satu kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | xvii
Page 19
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
PT Berkah Prima Perkasa (“BLUE”) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kegiatan usaha industri
perdagangan, percetakan dan jasa. Kegiatan usaha perusahaan telah dimulai sejak tahun 2014. Sepanjang
tahun 2021, terdapat beberapa peristiwa penting perusahaan seperti peluncuran Blueprint Scanner
Bluetooth Infrared, Sistem Cetak DTF, Label Printer Printhead Kyocera TR110, TD110, TD100x, dan
TD110D, Label Stiker Continues, Printer Portable Lite80, DTF Film dengan Formula Baru, Tinta untuk
Canon G Series, Kertas Thermal Lite 80x40, Printer Kasir Lite80X dan Lite80D, Scanner Omni QR &
Barcode, Printer Portable Paling Murah Eco58, Stiker Transparan Water Resistant, Kertas Thermal Oil
Resistant, Stiker Direct Thermal 78x120, Mesin Pon IDcard dan Mesin Laminasi Hot and Cold, Stiker Direct
Thermal 58mm x 5meter Continues, Stiker Label Site Series DTS Ukuran 80x80 dan 100x100, Printer
Thermal Stuck and Label Continues Autocut Lite80L, Kertas Thermal Oil Resistant Ukuran 57x40.
Kendala dan tantangan yang dihadapi BLUE yaitu masih terjadi pembatasan akses pasar untuk kebutuhan
pengadaan di instansi pemerintahan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Namun demikian, tantangan yang lebih menantang yang dihadapi oleh BLUE adalah beredarnya produk
tinta original yang dipalsukan, di mana harga jualnya jauh di bawah harga tinta compatible. Selain itu,
terdapat oknum yang menjual produk kertas thermal dengan kuantitas yang tidak sesuai dengan
spesifikasi, seperti jumlah yang dikurangi dan dijual dengan harga rendah. Tantangan lainnya adalah
produk hardware seperti printer scanner dan sejenisnya yang di impor tanpa melalui proses perizinan
yang resmi serta tanpa adanya garansi yang terdaftar di Kementerian Perindustrian, sehingga membuat
harga jualnya menjadi sangat rendah.
Dalam rangka menjalankan strategi bisnis Perseroan dan untuk menunjang keberlangsungan usaha atas
kegiatan operasional Perseroan di masa yang akan datang serta memenuhi persaingan pasar tinta di
Indonesia, maka BLUE perlu untuk melakukan produksi tinta di dalam negeri dengan melakukan
penambahan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) No 20293 yang bergerak di industri tinta,
mencakup usaha pembuatan macam-macam tinta, seperti tinta tulis dan tinta khusus.
Sehubungan dengan pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang telah diatur dalam
Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 11 Tahun 2018, maka
BLUE perlu melakukan penambahan KBLI.
Alasan dilakukannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai berikut:
• Dalam rangka menjalankan strategi bisnis Perseroan dan untuk menunjang keberlangsungan usaha
atas kegiatan operasional Perseroan di masa yang akan datang sehubungan dengan pemenuhan
kriteria tingkat komponen dalam negeri, maka Perseroan merencanakan untuk melakukan Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.
• Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya Perseroan dalam melakukan
mitigasi atas risiko kelangsungan usaha yang dihadapi oleh Perseroan saat ini sehingga Perseroan
mampu mempertahankan kelangsungan usaha dengan melakukan aktivitas kegiatan operasional
secara komersial dan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan di masa yang akan datang dengan
harapan prospek usaha dalam industri tinta khususnya tinta tulis dan tinta khusus dapat terus tumbuh
seiring dengan kebutuhan akan industri tinta dalam skala nasional.
• Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, manajemen BLUE mengharapkan
untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan tinta tulis dan tinta
khusus, sehingga tinta yang telah diproduksi secara lokal dapat bersaing di e-catalog milik Lembaga
Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja
LAPORAN STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK I 1
Page 20
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
keuangan BLUE di masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif
terhadap laporan keuangan BLUE dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham BLUE.
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, BLUE membutuhkan pihak Independen untuk melakukan kajian
dan analisa kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha berupa produksi tinta di dalam negeri.
Untuk penyusunan Studi Kelayakan ini BLUE telah menunjuk KANTOR JASA PENILAI PUBLIK PUTRI ANUGRAH
DAN REKAN (“PRIDE”) yang diharapkan dapat melakukan kajian secara obyektif dan independen sesuai
dengan kesepakatan yang teruang dalam kontrak No 024-0/PRIDE/EL/BS/03/2023 tanggal 16 Maret 2023.
Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen BLUE, Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”).
Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lainnya. Laporan Studi
Kelayakan ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Penambahan Kegiatan Usaha atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.
1.2 Upaya Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Dalam Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
Sektor industri merupakan penggerak utama pembangunan ekonomi nasional, karena mampu memberikan
kontribusi signifikan dalam peningkatan nilai tambah, lapangan kerja, dan devisa, serta mampu
memberikan kontribusi yang besar dalam pembentukan daya saing nasional.
Strategi yang ditempuh untuk mencapai visi dan misi pembangunan industri nasional salah satunya adalah
Pemberdayaan Industri yaitu dengan melakukan peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
Produk Dalam Negeri adalah Barang dan Jasa, termasuk rancang bangun dan perekayasaan, yang
diproduksi atau dikerjakan oleh perusahaan yang berinvestasi dan bereproduksi di Indonesia,
menggunakan seluruh atau Sebagian tenaga kerja warga negara Indonesia, dan prosesnya menggunakan
bahan baku atau komponen yang seluruh atau Sebagian berasal dari dalam negeri. (Peraturan Pemerintah
No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri).
Berikut beberapa tantangan dalam memproduksi barang dalam negeri:
1. Keterbatasan bahan baku.
2. SDM Industri kurang kompeten.
3. Memiliki struktur industri yang kuat sebagai motor penggerak utama perekonomian.
4. Data transaksi PDN baru dapat dilihat dari transaksi e-purchasing dikarenakan transaksi PDN dari
metode pemilihan lain yang sedang dikembangkan.
5. Menumbuhkan sinergitas yang kuat antara industri kecil, menengah dan besar yang menjalankan
peran nya sebagai sebuah rantai pasok (supply chain).
6. Adanya permintaan maupun penawaran terhadap produk dalam negeri.
7. Menciptakan industri manufaktur kelas dunia (World Class Manufacturing)
8. Memberikan peran dan kontribusi industri manufaktur yang semakin penting dalam ekonomi nasional
sebagai tumpuan bagi penciptaan lapangan kerja, penciptaan nilai tambah, penguasaan pasar
domestik, pendukung pembangunan berkelanjutan, dan menghasilkan devisa.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 2
Page 21
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
1.3 Peraturan Perundang-undangan Terkait
Kebijakan Pemerintah dalam mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.
1. UU No. 2 Tahun 2014 tentang Perindustrian, Pasal 86 menyatakan kewajiban
K/L/PD/BUMN/BUMD/BU Swasta dan/atau mengusahakan sumber daya yang dikuasai negara
menggunakan PDN dalam setiap pengadaan barang/jasa.
2. PP No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri, Pasal 61 menyatakan PDN apabila terdapat
produk dalam negeri dengan nilai penjumlahan Tingkat Komponen Dalam negeri (TKDN) dan Bobot
Manfaat Perusahaan (BMP); Pasal 58 menyatakan Kewajiban menggunakan Produk Dalam Negeri
(PDN) pada pengadaan barang jasa dilakukan pada tahap perencanaan dan pelaksanaan; Pasal 74
menyatakan Setiap Kementerian/Lembaga/Lembaga Pemerintah, Non Kementerian/SKPD wajib
membentuk Tim peningkatan Penggunaan Produk Dalam negeri (Tim P3DN).
3. Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya, Pasal
4 menyatakan tujuan dari pengadaan barang jasa pemerintah adalah meningkatkan penggunaan
produk dalam negeri; Pasal 66 menyatakan Pengadaan barang/jasa pemerintah wajib menggunakan
produk dalam negeri apabila terdapat produk dalam negeri dengan nilai penjumlahan TKDN dan BPM
paling sedikit 40%.
Peraturan terkait Penugasan Studi Kelayakan
1. UU No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 68/POJK.04/2017 tentang Penilai yang Melakukan Kegiatan
di Pasar Modal
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian Dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis Di Pasar Modal
4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha
Peraturan terkait Kewajiban Penggunaan Produk Dalam Negeri
1. UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja
2. PP No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri
3. PP No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya
4. Keppres No. 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional P3DN dan Keputusan Menko Bidang Kemaritiman
No. 84 Tahun 2019 tentang Kelompok Kerja Tim Nasional P3DN
5. Inpres No. 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan
Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi Dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga
Buatan Indonesia Pada Pelaksanaan pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
6. Permen No. 57 Tahun 2006 tentang penunjukan Surveyor Sebagai pelaksana Verifikasi Capaian TKDN
Atas Barang /Jasa Produksi Dalam negeri.
7. Permen perindustrian No. 16 Tahun 2011 tentang Ketentuan dan Tata Cara Perhitungan TKDN
8. Permen Perindustrian No. 02/M-IND/PER/1/2014 tentang pedoman Peningkatan Produk Dalam
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
9. Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri dan Kepala LKPP No. 1 Tahun 2022 tentang Percepatan
Pelaksanaan Pengadaan Barang jasa Dalam pengelolaan Keuangan Daerah.
Peraturan Terkait TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)
1. PP No. 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri
2. Perpres No. 146 Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pembangunan dan Pengembangan Kilang Minyak Di
Dalam Negeri
3. Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 3
Page 22
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
4. Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai
untuk Transportasi Jalan.
5. Perpres No. 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 Tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
6. Keppres RI No. 24 Tahun 2018 tentang Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri
7. Inpres No. 22 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam negeri dan
Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi dalam rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga
Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
8. Permen Perindustrian No. 57/M-IND/PER/7/2006 tentang Penunjukan surveyor sebagai pelaksana
verifikasi capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atas barang/jasa produksi dalam negeri.
9. Permen Perindustrian No. 16/M-IND/PER/2/2011 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan
Tingkat Komponen Dalam Negeri.
10. Permen Perindustrian No. 03/M-IND/PER/3/2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri
Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Yang Tidak Dibiayai Dari Anggaran pendapatan Dan
Belanja Negara/Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah.
11. Permen Perindustrian No. 02/M-IND/PER/1/2014 tentang Pedoman Peningkatan Penggunaan Produk
Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
12. Permen Komunikasi dan Informatika No. 27 Tahun 2015 tentang Persyaratan teknis Alat dan/atau
Perangkat Telekomunikasi Berbasis Standar Teknologi Long Term Evolution.
13. Permen Perindustrian No. 15 Tahun 2016 tentang Standar Spesifikasi dan Standar Harga Tower
Transmisi dan Konduktor Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Ketenagalistrikan.
14. Peraturan Kepala BKPM No. 6 Tahun 2018 tentang Pedoman dan Tata Cara Perizinan dan Fasilitasi
Penanaman Modal.
15. Permen BUMN No. PER-08/MBU/12/2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang
dan Jasa Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
16. Permen Perindustrian No. 32 Tahun 2020 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri
Perindustrian No. 19/M-IND/PER/2/2010 tentang Daftar mesin, Barang dan Bahan produksi Dalam
Negeri Untuk pembangunan atau Pengembangan Industri Dalam Rangka Penanaman Modal.
17. Permen Perindustrian No. 16 Tahun 2020 tentang Ketentuan dan Tata Cara Perhitungan Nilai Tingkat
Komponen Dalam Negeri Produk Farmasi.
18. Permen Perindustrian No. 22 Tahun 2020 tentang ketentuan dan Tata Cara Perhitungan Nilai Tingkat
Komponen Dalam Negeri Produk Elektronika dan Telematika.
19. Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi No. 52 Tahun 2022 tentang
kelompok Kerja Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.
20. Permen Perindustrian No. 46 Tahun 2022 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Tingkat
Komponen Dalam Negeri untuk Industri Kecil.
21. Permen Perindustrian No.43 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penunjukan Lembaga Verifikasi
Independen dan Pengenaan Sanksi Administrasi Dalam Rangka Penghitungan dan Verifikasi Besaran
Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri dan Nilai Bobot Manfaat Perusahaan.
22. Buku Pedoman Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) tentang Buku Pedoman
Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
23. Permen Perindustrian No. S/117/M-IND/BMN/IX/2021 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri
Pada Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di kementerian Perindustrian.
24. Surat Menkomarves No. B-0087/Menko/Marves/PE.00/I/2022 tentang Penggunaan Produk Dalam
Negeri Pada Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
25. Surat Menkomarves No. B—5041/Menko/Marves/PE.05.00/X/2022 tentang Panduan Pencatatan
Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 4
Page 23
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
1.4 Maksud dan Tujuan
Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kelayakan Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha ditinjau dari berbagai analisis, meliputi analisis pasar, analisis teknis,
analisis pola bisnis, analisis model manajemen, dan analisis keuangan. Maksud dari penyusunan Studi
Kelayakan Usaha adalah untuk memberikan gambaran tentang kelayakan dari Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha yang selanjutnya akan digunakan Perseroan untuk memenuhi ketentuan dari Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan
kegiatan usaha.
Penugasan Studi Kelayakan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) No. 17/SEOJK.O4/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018.
1.5 Metodologi
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini adalah:
Pengumpulan data primer dan sekunder dari BLUE yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan
usaha meliputi wawancara manajemen, data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta data-data
lainnya yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha. Analisis makro ekonomi dan gambaran
industri dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor tersebut terhadap kinerja BLUE di masa
mendatang.
Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan penambahan kegiatan usaha.
Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola
bisnis, kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan keuangan.
1.6 Informasi Investigasi Lapangan
Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang relevan dalam
penugasan penambahan kegiatan usaha BLUE.
Tanggal 09 Mei 2023
Lokasi Jl. Nirwana 22 No. 110, RT.4/RW.19, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung
Priok, Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta 14350.
Hari/tanggal Rabu, 10 Mei 2023
Waktu 10.00 – 13.00 WIB
Kegiatan Investigasi dan wawancara yang dilakukan meliputi:
1. Investigasi mesin produksi tinta
Peserta KJPP Putri Anugrah dan Rekan:
1. Putri Anugrah, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)
2. Muhammad Yusup Hidayat., S.Tr.M
PT Berkah Prima Perkasa Tbk:
1. Rudiyanto (General Manager)
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 5
Page 24
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
2. Tinjauan Perusahaan
2.1 Gambaran Umum Perusahaan
PT Berkah Prima Perkasa (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Drs. Arif Djohan Tunggal, S.H.,
M.H., M.Kn. No. 17 tanggal 24 Juni 2014. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-17121.40.10.2014 tanggal 13 Juli 2014. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 9 tanggal 9 Juli 2019 yang
dibuat oleh Notaris Drs. Arif Djohan Tunggal, S.H., M.H., M.Kn. sehubungan dengan perubahan modal dasar
dan penambahan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan. Perubahan tersebut telah disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan No. AHU-
0107452.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 10 Juli 2019.
PT Berkah Prima Perkasa telah mendapatkan persetujuan dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK), yang saat ini dikenal sebagai Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam Surat
Pernyataan Efektif No. S-95/D.04/2019 yang dikeluarkan pada tanggal 27 Juni 2019. Persetujuan tersebut
memungkinkan perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana saham sebanyak 168.000.000
lembar saham. Saham-saham ini memiliki nilai nominal Rp100 per saham, dengan harga penawaran sebesar
Rp130 per saham.
Adapun sebelum dilakukan penawaran umum perdana saham yang dilakukan oleh perseroan, jumlah saham
awal perseroan pada saat Pra-IPO sebesar 250.000.000 lembar saham dengan komposisi kepemilikan saham
sebagai berikut: Herman Tansri sebesar 41%, Siek Agung Guntoro sebesar 30%, Fajar Tasrif sebesar 17% dan
Rudi Tasrif sebesar 12%.
Alamat terdaftar kantor dan tempat kegiatan usaha utama Perusahaan terletak di Komplek Ruko Sunter
Nirwana Asri II Blok A No. 110 Jakarta Utara.
2.2 Bidang Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah berusaha dalam
industri perdagangan, percetakan dan jasa. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada November
2014.
2.3 Struktur Kepemilikan dan Pemegang Saham
Sampai dengan tanggal Studi Kelayakan diterbitkan, perusahaan tidak mengalami perubahan struktur
pemegang saham. Berdasarkan laporan keuangan diaudit PT BLUE per 31 Desember 2022, susunan
pemegang saham PT BLUE adalah sebagai berikut.
Tabel Kepemilikan Pemegang Saham
Nama Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase (%) Jumlah Modal Disetor (Rp)
Saham
PT Cetak Biru Kapital 128.487.800 31,00% 12.848.780.000
Tn. Herman Tansri 102.500.000 25,00% 10.250.000.000
Tn. Siek Agung Guntoro 75.000.000 18,00% 7.500.000.000
Tn. Fadjar Tasrif 42.500.000 10,00% 4.250.000.000
Tn. Rudy Tansri 30.000.000 7,00% 3.000.000.000
Masyarakat 39.512.200 9,00% 3.951.220.000
Jumlah Saham 418.000.000 100,00% 41.800.000.000
Sumber: Laporan Keuangan Diaudit PT Berkah Prima Perkasa, 2022
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 6
Page 25
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Gambar Bagan Pemegang Saham
PT Cetak Biru Tn. Siek Agung
Tn. Herman Tansri
Kapital Guntoro
31,00% 25,00% 18,00%
PT Berkah Prima
Perkasa Tbk
10,00% 7,00% 9,00%
Tn. Fadjar Tasrif Tn. Rudy Tansri Masyarakat
2.4 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Tabel Komposisi Direksi
Posisi Nama
Komisaris utama Tn. Rudy Tasrif
Komisaris Tn. Siek Agung Guntoro
Komisaris Independen Ny. Noviyanti Indah Kardiman
Direktur utama Tn. Herman Tansri
Direktur Tn. Fadjar Tasrif
Sumber: Laporan Keuangan Diaudit PT Berkah Prima Perkasa, 2022
2.5 Asuransi Karyawan Kunci
Hingga akhir tahun 2022, perseroan memberikan asuransi terhadap karyawan berupa asuransi BPJS.
2.6 Kebijakan Remunerasi
Hingga akhir tahun 2022, PT BLUE memberikan remunerasi berupa gaji dan tunjangan kepada anggota
direksi sejumlah Rp4.327.309.448.
2.7 Entitas Anak dan Asosiasi
Hingga akhir tahun 2022, PT BLUE tidak memiliki anak perusahaan atau asosiasi. Oleh karena itu,
informasi mengenai anak perseroan dan asosiasi yang terkait belum tersedia.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 7
Page 26
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
2.8 Struktur Organisasi
Susunan dewan komisaris dan direksi PT BLUE adalah sebagai berikut.
Bagan Struktur Organisasi
Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS)
Komite Audit
Ny. Noviyanti Indah Kardiman (Ketua)
Nn. Winnie Ng (Anggota)
Dewan Komisaris
Tn. Rudy Tasrif (Komisaris Utama)
Tn. Siek Agung Guntoro (Komisaris)
Ny. Noviyanti Indah Kardiman
(Komisaris Independen)
Dewan DIreksi
Tn. Herman Tansri (Direktur Utama)
Tn. Fadjar Tasrif (Direktur)
Sekretaris Perusahaan Internal Audit
Vini Hardianti Lini Wijaya (Ketua)
Dewi Aisyah (Anggota)
Rani Hidayanti( Anggota)
Manajer Keuangan &
Manajer Umum Sumber Daya Manusia Admin Umum
Akuntansi
Divisi Divisi
Accounting Purchasing
Divisi Divisi
Accounting Purchasing
Divisi Divisi Divisi Textile Divisi Online Divisi
Consumable Hardware Printing Shop Software
Sumber: Laporan Tahunan PT Berkah Prima Perkasa Tbk
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 8
Page 27
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
2.9 Kompensasi kepada Pemegang Saham
Berdasarkan Surat Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat tanggal 3 Juni 2022, para pemegang
saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 7.106.000.000 dan telah dibayarkan pada tanggal 5
Juli 2022.
2.10Informasi Perpajakan
Pada bulan Mei 2020, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang Undang No. 2 Tahun 2020 tentang
kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pandemi Corona Virus
Disease (“pandemi COVID-19”) yang di antara lain, mengubah tarif pajak penghasilan badan dari 25%
menjadi 22% untuk tahun fiskal 2020-2021 dan 20% untuk tahun fiskal 2022 dan seterusnya.
Pada bulan Oktober 2021, Pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang
harmonisasi peraturan perpajakan yang mengubah tarif pajak penghasilan badan dari 20% menjadi 22%
untuk tahun fiskal 2022 dan seterusnya.
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2022, BLUE mencatatkan pajak dibayar dimuka
sebesar Rp183.000.214, utang pajak sebesar Rp2.517.786.335 dan pajak penghasilan sebesar
Rp4.321.338.590.
2.11Aset Tetap yang Dimiliki
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2022, BLUE mencatatkan aset tetap sebesar
Rp31.472.745.753.
2.12 Utang yang Dimiliki
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2022, BLUE mencatatkan utang usaha sebesar
Rp565.925.206 dan utang pajak sebesar Rp2.517.786.335.
2.13 Data yang diterima dan Legalitas/Perizinan yang dimiliki PT BLUE
Dalam menyusun laporan ini, kami mengandalkan data dan informasi yang disediakan oleh pihak
manajemen PT BLUE antara lain:
1. Laporan keuangan PT BLUE yang telah diaudit dengan perincian sebagai berikut.
Periode Tanggal Laporan No. Laporan Auditor Opini
00317/2.1035/AU.1/05/1164-
31 Desember 2018 25 April 2019 Anwar & Rekan Wajar
3/1/IV/2019
00153/2.1007/AU.1/05/1456- Johannes Juara & Wajar
31 Desember 2019 27 April 2020
1/1/IV/2020 Rekan
00110/2.1007/AU.1/05/1456- Johannes Juara & Wajar
31 Desember 2020 20 April 2021
2/1/IV/2021 Rekan
00107/2.1007/AU.1/05/1456- Johannes Juara & Wajar
31 Desember 2021 7 April 2022
3/1/IV/2022 Rekan
00046/2.1007/AU.1/05/1171- Johannes Juara & Wajar
31 Desember 2022 27 Maret 2022
1/1/III/2023 Rekan
Sumber: Laporan Keuangan Audit PT Berkah Prima Perkasa Tbk (2018-2022)
2. Legalitas dan Perizinan yang telah dimiliki BLUE adalah sebagai berikut.
No. Deskripsi Nomor Tanggal Penerbitan
1. Nomor Induk Berusaha 8120007743913 14 Maret 2023
Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan
2. 14032310113172058 14 Maret 2023
Pemanfaatan Ruang
3. Sertifikat Standar 81200077439130002 14 Maret 2023
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 9
Page 28
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
3. Data dan informasi lainnya sebagai berikut.
No. Deskripsi Nomor Tanggal Penerbitan
Surat Pernyataan Kesanggupan
1. Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan - 14 Maret 2023
Hidup (SPPL)
2. Pernyataan Mandiri K3L - 14 Maret 2023
Pernyataan Mandiri Kesediaan Memenuhi
3. - 14 Maret 2023
Standar Usaha
2.14Rencana Bisnis
Ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina berpotensi menyebabkan ketidakpastian bagi
perekonomian Indonesia di tahun 2023. Dampaknya terutama terkait dengan kedua negara Eropa Timur
tersebut yang merupakan produsen komoditas utama dunia. Situasi ini telah mendorong beberapa
lembaga internasional untuk menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global, mengingat adanya
potensi resesi global di tahun 2023 maka BLUE telah membuat Langkah-langkah strategis terkait usaha
yang dilakukan BLUE pada tahun yang akan datang yaitu menambah beberapa segmen usaha serta
memaksimalkan pelaksanaan TKDN Kementerian Perindustrian untuk memasuki pasar instansi ke
pemerintahan. Adapun berikut segmen usaha yang akan ditambahkan oleh BLUE:
No. Bisnis Plan
1. Industri Tinta
Sumber: Informasi Manajemen PT Berkah Prima Perkasa Tbk, 2022
2.15Tenaga Kerja
Jumlah karyawan tetap BLUE per 31 Desember 2022 adalah sebanyak 55 orang dengan komposisi jenjang
karyawan sebagai berikut.
No. Jabatan Jumlah
1. General Manager 1
2. Manager 5
3. Supervisor 5
4. Staf 44
Jumlah 55
Sumber: Laporan Tahunan PT Berkah Prima Perkasa Tbk
2.16 Data Historis Kinerja Keuangan Perusahaan
Ringkasan laporan keuangan perusahaan adalah sebagai berikut.
Kinerja Keuangan Perusahaan
(Dalam Jutaan Rupiah)
2018 2019 2020 2021 2022
Laporan Laba Rugi
(Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit)
Pendapatan 105.295 100.093 74.180 109.018 131.321
Beban Pokok Penjualan 55.563 52.025 38.292 70.659 86.843
Laba Kotor 49.732 48.069 35.888 38.359 44.478
Laba Usaha 17.782 18.545 13.204 14.052 18.580
Laba sebelum Pajak 17.530 17.875 13.156 14.633 18.700
Laba Bersih 12.840 13.090 10.499 12.026 14.379
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 10
Page 29
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
(Dalam Jutaan Rupiah)
2018 2019 2020 2021 2022
Posisi Keuangan
(Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit) (Diaudit)
Aset Lancar 37.029 48.747 58.676 54.097 57.397
Aset Tidak Lancar 35.112 33.241 33.630 35.229 38.485
Total Aset 72.141 81.988 92.306 89.326 95.883
Liabilitas Jangka 8.199 6.061 6.928 7.514 6.657
Pendek
Liabilitas Jangka 19.443 1.050 1.047 1.233 1.362
Panjang
Total Liabilitas 27.642 7.112 7.975 8.747 8.019
Total Ekuitas 44.499 74.876 84.331 80.579 87.864
Sumber: Laporan keuangan audit PT Berkah Prima Perkasa Tbk, (2018-2022)
Berikut ini adalah analisis rasio keuangan perusahaan dalam lima tahun terakhir.
Tabel Rasio Keuangan Perusahaan
Rasio 2018 2019 2020 2021 2022
Rasio likuiditas
Rasio lancar (x) 4,52 8,04 8,47 7,20 8,62
Rasio kas (x) 0,15 1,50 2,08 0,82 1,10
Rasio cepat (x) 2,48 4,73 5,24 4,08 4,96
Rasio profitabilitas
Pengembalian atas aset 17,80% 15,97% 11,37% 13,46% 15,00%
Pengembalian atas ekuitas 28,86% 17,48% 12,45% 14,92% 16,37%
Margin laba kotor 47,23% 48,02% 48,38% 35,19% 33,87%
Margin laba operasi 16,89% 18,53% 17,80% 12,89% 14,15%
Margin laba bersih 12,19% 13,08% 14,15% 11,03% 10,95%
Tingkat pengembalian atas 39,96% 24,77% 15,66% 17,44% 21,15%
modal yang diinvestasikan
Tingkat pengembalian atas 20,08% 17,24% 12,30% 14,70% 16,12%
modal yang digunakan
Rasio aktivitas
Perputaran aset (x) 1,46 1,22 0,80 1,22 1,37
Perputaran piutang usaha (x) 6,79 6,34 4,50 6,29 7,42
Perputaran piutang usaha 54 58 81 58 49
(hari)
Perputaran persediaan (x) 3,20 2,83 1,80 3,08 3,63
Perputaran persediaan (hari) 114 129 202 118 101
Rasio solvabilitas
Rasio utang terhadap aset 26,95% 1,28% 1,13% 1,38% 1,42%
Rasio utang terhadap ekuitas 43,69% 1,40% 1,24% 1,53% 1,55%
Rasio Pertumbuhan
Pertumbuhan Pendapatan 7,81% -4,94% -25,89% 46,96% 20,46%
Pertumbuhan Laba -13,39% 1,94% -19,79% 14,55% 19,57%
Rasio Struktur Modal
Rasio Pinjaman Jangka
0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Panjang terhadap Aset
Rasio Pinjaman Jangka
0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Panjang terhadap Ekuitas
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 11
Page 30
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
1. Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitas
jangka pendeknya (Arief & Edi, 2016).
a. Rasio Lancar
Rasio lancar adalah rasio yang bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi
utang jangka pendeknya melalui aset lancar (Kasmir, 2016).
Aset lancar perusahaan sempat mengalami kenaikan yang signifikan pada tahun 2020, akan tetapi
kenaikan tersebut tidak dapat dipertahankan di periode berikutnya, terbukti tercatat penurunan
sebesar 7,80% dari periode sebelumnya. Namun keadaan tersebut cepat berubah, karena per 31
Desember 2022, perusahaan mencatatkan kenaikan aset lancar sebesar 6,10%. Di sisi lain, liabilitas
selama empat tahun terakhir juga tidak mengalami banyak perubahan atau cenderung stabil. Hal
tersebut membuat rasio lancar perusahaan menjadi sebesar 8,62x pada tahun 2022. Hal tersebut
menunjukkan bahwa perusahaan dapat menutupi utang jangka pendeknya melalui aset lancar yang
dimiliki.
b. Rasio Kas
Rasio kas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas dan setara kas yang
tersedia dalam membayar utang lancar (Kasmir, 2016).
Ketersediaan kas dan setara kas yang dimiliki perusahaan selama lima tahun terakhir bergerak
fluktuatif dan mengalami kenaikan per 31 Desember 2022, sementara liabilitas jangka pendek
perusahaan mengalami sedikit penurunan dari periode sebelumnya. Per 31 Desember 2022, rasio kas
sebesar 1,10x menunjukkan perusahaan mampu dalam membayar utang jangka pendek melalui kas
dan setara kas.
c. Rasio Cepat
Rasio cepat menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar utang lancar (utang jangka
pendek) yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang tersedia dalam perusahaan tanpa
memperhitungkan nilai persediaan (inventori) (Kasmir, 2016).
Aset lancar dan liabilitas jangka pendek perusahaan cenderung berfluktuatif. Sama halnya dengan
nilai persediaan yang dimiliki perusahaan, sempat mengalami penurunan pada tahun 2018, namun
stabil mengalami kenaikan hingga tahun 2022. Hal tersebut membuat rasio lancar perusahaan
bergerak naik dan menghasilkan nilai sebesar 4,96x per 31 Desember 2022. Hal tersebut
menunjukkan bahwa perusahaan dapat menutupi utang jangka pendeknya melalui aset lancar yang
dimiliki.
2. Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas yaitu rasio yang menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan. Rasio ini dapat menjadi alat ukur dalam menentukan tingkat efektivitas manajemen
suatu perusahaan (Kasmir, 2016).
a. Pengembalian atas Aset
Dalam buku Kasmir, rasio ini digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki.
Perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih pada tahun 2020 hingga 2021, namun Kembali naik
pada tahun 2022. Kenaikan tersebut disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari sisi perdagangan dan
penurunan pada sisi retur penjualan. Sedangkan untuk pergerakan total aset mengalami kenaikan
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 12
Page 31
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
sebesar 7,34% dibandingkan periode sebelumnya, kenaikan pada kas dan setara kas, piutang lain-
lain, persediaan, aset keuangan dan uang muka pembelian membuat total aset naik dari periode
sebelumnya. Hal tersebut menghasilkan tingkat pengembalian atas aset sebesar 15,00% per 31
Desember 2022. Tingkat pengembalian atas aset tersebut menandakan perusahaan mampu
mengelola aset secara efisien dalam menghasilkan laba.
b. Pengembalian atas Ekuitas
Rasio pengembalian ekuitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keberhasilan perusahaan
dalam memperoleh laba bagi para pemegang saham. Rasio ini direpresentasikan sebagai kekayaan
pemegang saham (Hery, 2016).
Total ekuitas perusahaan mengalami kenaikan pada periode 31 Desember 2022, kenaikan tersebut
disebabkan oleh kenaikan dari sisi saldo laba dan penghasilan komprehensif lainnya. Hal tersebut
menghasilkan nilai pengembalian atas ekuitas sebesar 16,37% per 31 Desember 2022. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan berhasil dalam memperoleh laba bagi para pemegang saham.
c. Margin Laba Kotor
Margin laba kotor merupakan salah satu rasio profitabilitas yang digunakan untuk menghitung
persentase laba kotor terhadap pendapatan. Rasio ini juga digunakan untuk mengukur tingkat
efisiensi perusahaan dalam menggunakan biaya pokok penjualan dalam menghasilkan keuntungan
(Sawir, 2009).
Selama lima tahun terakhir, margin laba kotor PT BLUE mengalami pergerakan yang cukup fluktuatif,
per 31 Desember 2022, pendapatan dan beban pokok penjualan mengalami kenaikan dibandingkan
pada periode sebelumnya. Pada sisi pendapatan, kenaikan terbesar disebabkan oleh aksi
perdagangan, disusul dengan retur penjualan yang menurun, sedangkan pada beban pokok
penjualan, kenaikan sebesar 19,23% pada pembelian bahan baku dan kenaikan sebesar 498,90% pada
lainnya. Per 31 Desember 2022, margin laba kotor yang diperoleh perusahaan adalah sebesar 33,87%.
Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi perusahaan dalam menggunakan beban pokok penjualan mampu
menghasilkan margin laba kotor sebesar 33,87% dari total pendapatannya.
d. Margin Laba Operasi
Margin laba operasi merupakan salah satu rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba setelah membayar biaya operasional dan sebelum membayar bunga dan
pajak (Cerdasco, 2019).
Per 31 Desember 2022 laba operasi PT BLUE mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun
sebelumnya. Hal tersebut diikuti dengan penurunan beban usaha dan proporsi beban pokok
penjualan menyebabkan peningkatan dari sisi margin laba operasi menjadi sebesar 14,15% yang
merupakan rasio laba operasi yang tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 12,89%
pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
setelah membayar biaya operasional dan sebelum membayar bunga serta pajak per 31 Desember
2022 adalah sebesar 14,15%.
e. Margin Laba Bersih
Margin laba bersih adalah rasio yang membandingkan laba setelah bunga dan pajak terhadap
penjualan. Semakin tinggi margin yang diperoleh, maka semakin baik (Kasmir, 2016).
Per 31 Desember 2022, laba bersih perusahaan mengalami kenaikan sebesar 19,57% dibandingkan
periode sebelumnya. Kenaikan tersebut sejalan dengan pendapatan perusahaan yang naik selama
periode 31 Desember 2022. Akan tetapi kenaikan-kenaikan tersebut tidak berpengaruh pada margin
laba bersih yang dihasilkan, BLUE mencatatkan margin laba bersih sebesar 10,95%, menurun jika
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 13
Page 32
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 11,03% pada tahun 2021. Penurunan margin laba
bersih di sebabkan oleh kenaikan yang signifikan pada pendapatan namun tidak diikuti oleh
peningkatan yang signifikan pada sisi laba bersih yang dihasilkan perusahaan. Walaupun terjadi
penurunan pada margin laba bersih, perusahaan tetap mampu menghasilkan laba setelah melihat
margin laba bersih perusahaan yang bernilai positif.
f. Tingkat Pengembalian atas Modal yang Diinvestasikan
Rasio ini digunakan untuk menilai efisiensi perusahaan dalam mengalokasikan modal yang
diinvestasikan. Rasio ini menginterpretasikan seberapa baik perusahaan menggunakan modal untuk
menghasilkan keuntungan (Hayes, 2021)
Tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan dari PT BLUE bergerak naik per 31 Desember 2022.
Peningkatan dapat dilihat dari akun laba bersih perusahaan yang naik sebesar Rp2.352.931.308
dibandingkan dengan tahun 2021. Rasio pengembalian atas modal yang diinvestasikan mengalami
kenaikan sebesar 3,71% akibat peningkatan signifikan pada laba usaha untuk dari semula 17,44% pada
tahun 2021 menjadi 21,15% pada Desember 2022. Kenaikan yang cukup signifikan tersebut
menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan untuk mengefisiensikan modalnya menjadi
suatu keuntungan.
g. Tingkat Pengembalian atas Modal yang Digunakan
Rasio ini digunakan untuk menentukan seberapa banyak uang yang dihasilkan perusahaan
menggunakan asetnya. Semakin tinggi hasil rasio ini maka semakin baik kinerja perusahaan. Rasio
ini dihitung melalui laba sebelum bunga dan pajak dibagi dengan modal kerja ditambah dengan total
aset tetap (Jannah & Imamsyah, 2019)
Tingkat pengembalian modal yang digunakan dari PT BLUE menunjukkan hasil positif sebesar 16,12%
per 31 Desember 2022. Laba usaha dan total aset perusahaan mengalami peningkatan yang signifikan
pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio pengembalian modal yang digunakan
mengalami kenaikan per 31 Desember 2022 sebesar 1,42% dari tahun sebelumnya. Hal ini
menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan untuk mengefisiensikan modalnya menjadi
suatu keuntungan.
3. Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam
menggunakan aset yang dimilikinya atau dengan kata lain rasio yang mengukur tingkat efisiensi
pemanfaatan sumber daya perusahaan (Kasmir, 2016).
a. Perputaran Aset (x)
Perputaran total aset merupakan rasio yang dihitung untuk mengukur semua aset yang dimiliki dalam
menghasilkan jumlah penjualan (Kasmir, 2016).
Perputaran aset mengalami kenaikan per 31 Desember 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya
1,22x menjadi sebesar 1,37x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mengefisiensikan
asetnya dalam menghasilkan pendapatan.
b. Perputaran Piutang Usaha (x)
Perputaran piutang adalah rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang tertanam
dalam piutang usaha berputar pada satu periode. Dengan kata lain, rasio ini menggambarkan
seberapa cepat piutang usaha yang berhasil ditagih menjadi kas (Hery, 2016).
Selama lima tahun terakhir perputaran piutang usaha tidak mengalami banyak perubahan, namun
mengalami kenaikan per 31 Desember 2022 yaitu menjadi sebesar 7,42x. Hal tersebut menunjukkan
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 14
Page 33
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
bahwa perusahaan telah mampu untuk menagih piutang usaha menjadi kas sebanyak 7,42x dalam
setahun.
c. Perputaran Piutang Usaha (hari)
Meskipun tidak mengalami perubahan yang signifikan, per 31 Desember 2022 terjadi kenaikan dalam
intensitas tertagihnya piutang dalam kurun satu tahun, maka semakin cepat pula durasi (hari)
piutang usaha tertagih. Per 31 Desember 2022, perputaran piutang usaha perusahaan adalah 49 hari.
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan rata-rata mampu menagih piutang usaha menjadi kas setiap
49 hari.
d. Perputaran Persediaan (x)
Rasio perputaran persediaan adalah rasio keuangan untuk menunjukkan berapa kali perusahaan
mengonversi persediaan mereka menjadi penjualan selama periode tertentu. Ini berguna untuk
mengevaluasi efektivitas manajemen dalam mengelola persediaan. Semakin tinggi perputaran
persediaan, semakin cepat perusahaan menjual persediaan dan membukukan pendapatan (Cerdasco,
2022).
Selama lima tahun terakhir perusahaan memiliki perputaran persediaan yang fluktuatif, namun
mengalami kenaikan per 31 Desember 2022 menjadi sebesar 3,63x dalam setahun. Hal tersebut
disebabkan oleh kenaikan pada beban pokok pendapatan dan peningkatan pada persediaan per 31
Desember 2022. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengonversi persediaan menjadi
penjualan sebanyak 3,63x dalam setahun.
e. Perputaran Persediaan (hari)
Per 31 Desember 2022 terjadi kenaikan dalam intensitas mengonversi persediaan menjadi penjualan
dalam kurun satu tahun, maka semakin cepat pula durasi (hari) persediaan tertagih. Per 31 Desember
2022, perputaran persediaan perusahaan adalah 101 hari. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan
rata-rata mampu mengonversi persediaan menjadi penjualan setiap 101 hari.
4. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas atau leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui kemampuan
perusahaan dalam memenuhi liabilitasnya melalui aset atau ekuitasnya (Kasmir, 2016).
a. Rasio Utang terhadap Aset
Rasio utang terhadap aset yaitu rasio yang digunakan untuk mengetahui jumlah aset yang dijadikan
jaminan utang (Kasmir, 2016).
Per 31 Desember 2022, terjadi peningkatan liabilitas jangka panjang perusahaan menjadi Rp
1.361.676.540 dan peningkatan total aset perusahaan menjadi Rp95.882.590.139. Hal tersebut
menyebabkan peningkatan rasio utang terhadap aset perusahaan. Per 31 Desember 2022, perusahaan
mencatatkan rasio utang terhadap aset sebesar 1,42%. Hal itu menunjukkan perusahaan memiliki
cukup aset untuk dijadikan sebagai jaminan utang.
b. Rasio Utang Terhadap Ekuitas
Rasio utang terhadap ekuitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas,
rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang termasuk utang lancar dengan
seluruh ekuitas (Kasmir, 2016).
Per 31 Desember 2022, terjadi peningkatan pada rasio utang terhadap ekuitas. Perusahaan
mencatatkan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 1,55%. Hal itu menunjukkan perusahaan memiliki
cukup ekuitas untuk dijadikan sebagai jaminan utang.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 15
Page 34
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
5. Rasio Pertumbuhan
a. Pertumbuhan Pendapatan
Deitiana (2011) menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan merupakan cerminan dari manifestasi
kesuksesan di masa lalu dan dapat digunakan dalam memprediksi pertumbuhan di masa depan
(Pranata & Pujiati, 2015).
Pertumbuhan pendapatan perusahaan bernilai 20,46% per 31 Desember 2022 dengan total
pendapatan sebesar Rp131.320.519.406. Nilai tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menumbuhkan pendapatannya.
b. Pertumbuhan Laba
Menurut Harahap (2015), pertumbuhan laba merupakan rasio yang menggambarkan sejauh mana
perusahaan meningkatkan laba dari tahun sebelumnya (Qurani & Hendratno, 2019).
Pertumbuhan laba bersih PT BLUE mengalami kenaikan dari semula 14,55% pada tahun 2021 menjadi
19,57% pada Desember 2022. Hal ini karena adanya kenaikan signifikan pada laba bersih pada
Desember 2022 sebesar Rp2.352.931.308 yang sebagian besar diperoleh perusahaan dari kenaikan
pendapatan.
6. Rasio Struktur Modal
a. Rasio Pinjaman Jangka Panjang terhadap Aset
Rasio hutang jangka panjang terhadap total aset adalah pengukuran aset perusahaan yang dibiayai
oleh hutang jangka panjang. Rasio ini menunjukkan juga kemampuan perusahaan dalam melunasi
pinjaman jangka panjang menggunakan aset yang dimiliki (Kenton, 2020).
Per 31 Desember 2022, rasio pinjaman jangka panjang terhadap aset perusahaan adalah nol karena
per 31 Desember 2022 perusahaan tidak memiliki pinjaman jangka panjang.
b. Rasio Pinjaman Jangka Panjang terhadap Ekuitas
Rasio ini mengukur besar kecilnya penggunaan utang jangka panjang yang dibandingkan dengan
modal yang dimiliki perusahaan (Brigita & Farida, 2017).
Per 31 Desember 2022, rasio pinjaman jangka panjang terhadap ekuitas perusahaan adalah nol
karena per 31 Desember 2022 perusahaan tidak memiliki pinjaman jangka panjang.
2.17 Gambaran Produk
Adapun produk-produk yang ditawarkan oleh perusahaan yang merupakan bagian dari kegiatan usaha
perseroan berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan yaitu sebagai berikut.
• Tinta
Perseroan menjual tinta-tinta untuk printer, seperti; tinta isi ulang, tinta isi ulang cartridge, tinta
sublime, tinta art paper yang bisa digunakan untuk segala jenis kebutuhan printing seperti mencetak
dokumen, foto, brosur dan materi desain, serta masterfilm offset. Tinta “Blueprint” dapat digunakan
di berbagai macam merek printer terkenal yang ada di pasar. Kualitas tinta Blueprint sangat
terpercaya dan aman sehingga Perseroan senantiasa memberikan program jaminan kualitas bagi para
pelanggannya. Tinta isi ulang Blueprint berkualitas terbaik dengan menggunakan teknologi APV
Balance di mana memiliki beberapa keunggulan, yaitu:
− Absorption (Cepat menyerap);
− Purity (bahan murni dan rendah garam); dan
− Viscosity (kekentalan sesuai tinta orisinal sehingga memberikan hasil yang tajam)
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 16
Page 35
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
• Kertas
Perseroan menjual Kertas seperti Kertas Inkjet Paper, Kertas Foto, Kertas Printable Film, Kertas
Transparent Film, Kertas Art, Kertas Stiker, Kertas Sublime, Kertas Printable Card (ID Card), dan
Transfer Paper. Varian kertas yang ditawarkan Perseroan senantiasa memenuhi kebutuhan bagi para
pelanggan dari berbagai latar belakang pekerjaan yang beragam sehingga menjadi varian produk
yang paling lengkap di Indonesia. Kertas foto merek Blueprint juga telah mendapatkan Indonesian
Best Brand Awards tahun 2013 pada kategori kertas foto. Kertas foto ini paling banyak digunakan
fotografer dan jasa cuci cetak foto.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 17
Page 36
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
• Toner
Perseroan menjual Toner Cartridge dan Powder untuk berbagai macam merek printer. Untuk Toner
Cartridge, semua komponen dalam cartridge 100% dalam kondisi baru, dan menggunakan OPC
multilayer coating dengan lapisan tebal dan hasil yang rata. Sedangkan Toner Powder Blueprint
memiliki ukuran bubuk kecil dan pekat sehingga volume cetak lebih terukur dan kepekatan warna
hitam stabil. Toner Powder Blueprint juga menggunakan melting point specific untuk setiap seri laser
printer yang menggunakan cartridge yang berbeda. Perseroan yakin bahwa Toner Blueprint
mempunyai kualitas yang terbaik, dengan cetakan yang lebih hitam, lebih banyak, dan lebih jelas.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 18
Page 37
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
• POS Hardware
Produk POS hardware di antaranya printer thermal, scanner, cash drawer untuk struk penjualan
retail (Point of Sales).
• Kertas Thermal
Perseroan juga menawarkan berbagai Thermal Paper untuk mesin EDC, mesin Kasir, dan POS printer
dengan berbagai ukuran, tipe coreless, dan oil resistant.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 19
Page 38
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
• Blueprint POS System Software
Perseroan juga menyediakan solusi bisnis bagi para pelanggannya yaitu Blueprint POS System
Software untuk manajemen Restoran dan Retail dengan harga yang sangat terjangkau dan fitur yang
lengkap.
• System Labelling
System labelling dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
− Hardware
Terdiri dari berbagai jenis printer label baik yang direct maupun semi direct (menggunakan ribbon
maupun tambah ribbon).
− Software
Merupakan fasilitas pendukung untuk merekayasa hasil akhir sesuai kebutuhan.
− Consumable
Perseroan menyediakan kertas stiker dengan berbagai varian ukuran, ketebalan, daya rekat, dan
ketahanan terhadap kimia.
Printer Tekstil
Perseroan juga menawarkan printer tekstil yang menjadi peluang baru bagi jasa cetak di dunia
fashion. Printer tekstil ini cocok untuk industri mode dan UKM seperti konveksi baju promosi, digital
printing, industri souvenir, dan perusahaan advertising. Dengan dipadukan menggunakan tinta
Blueprint dan kecepatan yang tercepat saat ini yaitu 60m2/jam, printer tekstil ini akan mencetak
produk-produk dengan kualitas terbaik dengan warna yang hidup dan cerah.
Jasa Cetak Tekstil
Perseroan menawarkan jasa cetak tekstil untuk para desainer untuk memasarkan motif unik pada
kreasi apparel mereka. Sampai saat ini Perseroan menjadi tempat cetak tekstil paling murah se-
Indonesia dengan mesin canggih dan fasilitas cleanroom yang bersih. Perseroan juga melayani mulai
dari 1 M2 dan beroperasi 24 jam.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 20
Page 39
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
3. Aspek Pasar
3.1. Gambaran Makro Ekonomi Global dan Indonesia
3.1.1 Gambaran Perekonomian Global 2022
Ekonomi global diprakirakan akan tumbuh lebih lambat tahun ini. Tren perlambatan pertumbuhan masih
berlanjut pada triwulan IV tahun 2022 diantaranya karena pandemi di Tiongkok walaupun pada tingkat
yang lebih ringan, dan pengetatan kebijakan moneter yang dilakukan oleh sebagian besar negara dunia,
termasuk di negara-negara maju. Meskipun pengetatan kebijakan moneter ini diperlukan untuk
stabilisasi harga, pengetatan ini berdampak negatif pada kondisi keuangan global dan memberikan
hambatan substansial pada aktivitas masyarakat (Bappenas, 2022).
Inflasi global didorong lebih tinggi oleh tekanan permintaan dan gejolak pasokan termasuk gangguan
pada rantai pasok global dan ketersediaan komoditas utama. Di beberapa negara, inflasi juga dipicu
oleh depresiasi mata uang terhadap dolar AS serta kondisi pasar tenaga kerja yang ketat. Inflasi masih
tetap tinggi berada diatas target bank sentral di hampir semua negara. Meskipun cenderung melambat
secara bertahap sepanjang tahun, terdapat tanda-tanda bahwa tekanan inflasi dapat menjadi lebih
persisten. Merespons hal tersebut, bank sentral di seluruh dunia telah memperketat kebijakan lebih
agresif dari perkiraan. Sementara itu, invasi Rusia ke Ukraina masih berdampak pada pasar energi dan
komoditas dan melatarbelakangi perlambatan pertumbuhan tiga mesin pertumbuhan utama dunia yaitu
Amerika Serikat, Kawasan Euro, dan Tiongkok yang turut mempengaruhi kondisi ekonomi domestik
negara berkembang (Bappenas, 2022).
Pertumbuhan Ekonomi Beberapa Negara
Sumber: Bappenas, 2022
Ekonomi Amerika Serikat tumbuh 1,0 persen (YoY) pada triwulan IV tahun 2022, melambat dibanding-
kan triwulan sebelumnya. Untuk keseluruhan tahun 2022, perekonomian Amerika Serikat tumbuh 2,1
persen. Capaian pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan pada investasi inventori swasta,
pengeluaran konsumen, pengeluaran pemerintah pusat maupun daerah, serta investasi nonresidensial
tetap. Sementara itu kinerja investasi residensial tetap, ekspor dan impor mencatatkan penurunan
(Bappenas, 2022).
Ekonomi Tiongkok tumbuh 2,9 persen (YoY) pada triwulan IV tahun 2022, pertumbuhan yang lebih lambat
dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya. Sementara untuk keseluruhan tahun 2022, Tiongkok
mencatatkan pertumbuhan 3,0 persen. Fondasi pemulihan ekonomi Tiongkok tidak cukup kokoh pada
tahun 2022 karena situasi global yang kompleks dan juga lesunya aktivitas ekonomi domestik (Bappenas,
2022).
Perekonomian Jepang tumbuh 0,4 persen (YoY) pada triwulan IV dan 1,0 persen untuk keseluruhan tahun
2022. Jepang menghadapi tantangan investasi bisnis merosot, sementara konsumsi swasta masih dapat
bertahan melawan hambatan dari kenaikan biaya hidup. Jepang membuka kembali pintunya untuk
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 21
Page 40
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
wisatawan pada Oktober dengan mencabut batasan jumlah kedatangan dan aturan yang mengharuskan
pengunjung datang dalam paket wisata. Meskipun demikian, ketidakpastian prospek ekonomi global
masih akan membebani pemulihan Jepang yang tertunda dari dampak pandemi Covid-19 (Bappenas,
2022).
Ekonomi Korea Selatan tumbuh 1,4 persen (YoY) pada triwulan IV tahun 2022. Sementara untuk
sepanjang tahun 2022, Korea Selatan mencatat pertumbuhan sebesar 2,6 persen. Dari sisi pengeluaran,
konsumsi akhir tumbuh 3,7 persen (YoY) didorong oleh konsumsi rumah tangga maupun pemerintah.
Konsumsi pemerintah tumbuh positif 3,9 persen (YoY) utamanya didorong oleh meningkatnya
pengeluaran untuk bantuan produk dan layanan kesehatan. Konsumsi rumah tangga juga tumbuh positif
dengan capaian 3,6 persen (YoY). PMTB tumbuh 1,2 persen (YoY) didukung oleh pertumbuhan investasi
fasilitas sebesar 6,6 persen (YoY) yang didorong oleh investasi permesinan, dan investasi produk
kekayaan intelektual yang tumbuh 3,7 persen (YoY). Sementara itu investasi pada sektor konstruksi
melemah 3,1 persen (YoY) (Bappenas, 2022).
Ekonomi Singapura tumbuh melambat menjadi 2,2 persen (YoY) pada triwulan IV tahun 2022. Untuk
keseluruhan tahun 2022, perekonomian Singapura tumbuh 3,8 persen, lebih lambat dari pertumbuhan
7,6 persen pada tahun 2021. Sektor manufaktur terkontraksi 3,0 persen (YoY) pada triwulan IV tahun
2022 dipicu oleh kontraksi pada klaster manufaktur elektronik, kimia, dan biomedis yang membebani
ekspansi output pada klaster rekayasa presisi, rekayasa transportasi, dan manufaktur umum. Sektor
konstruksi tumbuh 10,4 persen (YoY) menguat dari 7,8 persen pada triwulan sebelumnya didukung oleh
berlanjutnya pemulihan pada konstruksi publik dan swasta (Bappenas, 2022).
Tekanan inflasi yang meluas di berbagai negara mulai sedikit mereda sepanjang triwulan IV tahun 2022.
Bank sentral di beberapa negara merespons dengan kebijakan moneter menaikkan suku bunga tetapi
tidak seagresif sebelumnya. Federal Reserve Amerika Serikat menaikkan suku bunga sebanyak dua kali,
sebesar 75 bps pada November dan 50 bps pada Desember 2022. The Fed sudah menaikkan suku bunga
sebanyak tujuh kali sepanjang tahun 2022. Tingkat kenaikan suku bunga yang ditetapkan The Fed mulai
melandai dengan semakin terkendalinya inflasi. Meskipun lebih rendah dari kenaikan 75 bps sebelumnya,
langkah ini akan semakin meningkatkan biaya pinjaman konsumen dan bisnis serta risiko resesi
(Bappenas, 2022).
Suku Bunga Acuan Beberapa Negara
Okt Nov Des
BRIC
Brasil 13,75 13,75 13,75
Rusia 7,50 7,50 7,50
India 5,90 5,90 6,25
Tiongkok 3,65 3,65 3,65
ASEAN-5
Indonesia 4,75 5,25 5,50
Thailand 1,00 1,00 1,25
Filipina 4.25 5,00 5,50
Malaysia 2,50 2,75 2,75
Vietnam 6,00 6,00 6,00
Negara Maju
Amerika Serikat 3,00-3,25 3,75-4,00 4,25
Jepang -0,1 -0,1 -0,1
Korea Selatan 3,00 3,25 3,25
Sumber: Bappenas, 2022
Sebagian besar negara-negara ASEAN5 melanjutkan kenaikan suku bunga acuannya sepanjang triwulan
IV tahun 2022. Bank Indonesia menaikkan suku bunga BI7DRR sebanyak tiga kali yaitu sebesar 50 bps
pada Oktober dan November dan 25 bps pada Desember 2022 dalam upaya memastikan terus
berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi sehingga inflasi inti tetap terjaga dalam kisaran 3,0±1
persen, disamping untuk memitigasi dampak rambatan dari masih kuatnya dolar AS dan masih tingginya
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 22
Page 41
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
ketidakpastian pasar keuangan global. BI7DRR tercatat pada level 5,50 persen pada akhir tahun.
Thailand menaikkan suku bunga pada Desember 2022 sebesar 25 bps sehingga suku bunga berada pada
level 1,25 persen pada akhir tahun 2022. Pengetatan moneter Thailand tidak seagresif negara Asia
Tenggara lainnya karena ekonominya relatif tertinggal dari negara lain dengan sektor pariwisata yang
baru mulai meningkat tahun ini (Bappenas, 2022).
Harga energi cenderung melandai sepanjang triwulan IV tahun 2022 tapi masih berada diatas harga
triwulan yang sama pada tahun sebelumnya. Harga rata-rata minyak mentah secara triwulanan sebesar
USD85,3 per barel atau naik 8,91 persen (YoY). Namun, harga minyak mentah sepanjang triwulan IV
tahun 2022 dalam tren menurun. Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga minyak
mentah di pasar internasional antara lain dampak kenaikan tingkat suku bunga Fed Fund Rate sebagai
upaya untuk mengatasi inflasi yang menyebabkan peningkatan nilai tukar dolar AS dan menurunkan
minat investor pada pasar komoditas. Selain itu, pemberlakuan kebijakan zero covid oleh Pemerintah
Tiongkok pada Oktober dan November karena peningkatan kasus Covid-19, menyebabkan kekhawatiran
pasar akan penurunan aktivitas ekonomi dan industri serta penurunan konsumsi minyak mentah di
negara konsumen minyak mentah terbesar dunia (Bappenas, 2022).
Perkembangan Harga Minyak Mentah Perkembangan Harga Gas Alam dan Batu bara
Sumber: Bappenas, 2022 Sumber: Bappenas, 2022
Harga batu bara dan gas alam juga cenderung melemah sepanjang triwulan IV tahun 2022. Harga rata-
rata triwulanan batu bara senilai USD366,0 per ton, turun dari harga rata-rata triwulan sebelumnya
yang menyentuh USD413,3 per ton. Turunnya harga batu bara dibebani oleh kekhawatiran
melambatnya permintaan sejumlah negara di tengah potensi resesi ekonomi global. Selain itu, cuaca
yang lebih hangat di Eropa membuat penggunaan penghangat ruangan tidak setinggi perhitungan awal
sehingga permintaan batu bara melandai. Peningkatan produksi batu bara dan perlambatan ekonomi
Tiongkok juga turut menjadi penyebab menurunnya harga batu bara secara global (Bappenas, 2022).
Harga rata-rata triwulanan gas alam sebesar USD5,4 per mmbtu, melambat dibanding harga rata-rata
triwulan sebelumnya yang sebesar 7,9 per mmbtu. Beberapa faktor yang menyebabkan turunnya harga
gas alam antara lain produksi gas alam disertai oleh kondisi cuaca musim gugur yang lebih hangat di
negara-negara Eropa dan Amerika bagian Utara yang artinya kebutuhan gas alam untuk penghangat
ruangan berkurang sehingga permintaan relatif melemah. Selain itu, penurunan harga gas alam
didorong oleh sikap para pemimpin Uni Eropa yang bekerja sama untuk membatasi harga bahan bakar
karena memerangi inflasi yang tinggi dan ekonomi yang melambat, sekaligus sebagai upaya untuk
mengurangi dana Moskow untuk invasi ke Ukraina (Bappenas, 2022).
Harga komoditas pertanian melandai. Secara rata-rata triwulan, harga minyak kelapa sawit turun 29,2
persen (YoY) menjadi senilai USD925,04 per ton. Turunnya harga minyak kelapa sawit disebabkan oleh
melemahnya daya beli akibat inflasi. Selain itu, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok dan
perkembangan konflik Ukraina juga menjadi fokus utama pasar karena berdampak pada harga minyak
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 23
Page 42
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
nabati termasuk minyak kelapa sawit. Permintaan terhadap minyak kelapa sawit juga cenderung
melemah ditengah menguatnya permintaan terhadap minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai
dan minyak lobak. Dari sisi persediaan, peningkatan produksi dari Malaysia sebagai eksportir terbesar
sawit global membuat harga sawit turun (Bappenas, 2022).
Harga sebagian besar logam bergerak melandai. Harga tembaga secara rata-rata sepanjang triwulan
IV tahun 2022 sebesar USD8.025,4 per ton atau turun 17,3 persen (YoY). Turunnya harga tembaga
dipicu oleh meningkatnya kasus Covid-19 dan data manufaktur yang lebih lemah dari perkiraan di
Tiongkok, yang meningkatkan kekhawatiran atas melemahnya permintaan. Situasi pandemi di Tiongkok
ditambah dengan stimulus domestik dan pasokan fisik yang ketat masih akan meningkatkan volatilitas
harga tembaga. Aktivitas peleburan tembaga secara global juga menurun karena kekhawatiran akan
resesi, lemahnya permintaan, dan penutupan untuk maintenance (Bappenas, 2022).
Harga rata-rata emas berada pada level USD1.729,0 per troy ons. Harga logam mulia ini cenderung
menguat sepanjang triwulan IV tahun 2022 yang didukung oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve
Amerika Serikat tidak akan seagresif yang dibayangkan dalam menaikkan suku bunga Fed Fund Rate,
yang memberikan persepsi di pasar bahwa The Fed mulai melonggarkan kebijakannya karena laju
inflasi di negara tersebut diprakirakan lebih rendah dari sebelumnya. Faktor lainnya adalah
melemahnya dolar Amerika Serikat yang membuat investor mengalihkan asetnya ke logam mulia.
Selain itu, kenaikan harga emas juga terbantu oleh keputusan Bank of Japan yang secara mengejutkan
mengubah kebijakan Yield Curve Control (YCC) yang memungkinkan suku bunga jangka panjang naik
lebih banyak, sebuah langkah yang bertujuan untuk meringankan beberapa biaya stimulus moneter
yang berkepanjangan. Secara tidak langsung, keputusan bank sentral Jepang tersebut membuat
investor beralih ke aset safe haven yaitu emas (Bappenas, 2022).
3.1.2 Gambaran Perekonomian Indonesia 2022
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,01 persen.
Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang tumbuh signifikan adalah
Transportasi dan Pergudangan sebesar 16,99 persen, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
sebesar 13,81 persen, serta Jasa Lainnya sebesar 11,14 persen. Sebagai lapangan usaha yang memiliki
peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 5,64 persen. Sedangkan Pertanian, Kehutanan,
dan Perikanan serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor masing-masing
tumbuh sebesar 4,51 persen dan 6,55 persen (Badan Pusat Statistik, 2022).
Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) %
Sumber: Badan Pusat Statiska, 2022
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 tumbuh sebesar 5,01 persen (y-on-y).
Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali Komponen PK-P yang
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 24
Page 43
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
terkontraksi sebesar 4,77 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan
Jasa yang tumbuh sebesar 14,93 persen, diikuti oleh Komponen PK-LNPRT, Komponen PK-RT, dan
Komponen PMTB yang masing-masing tumbuh sebesar 5,70 persen, 4,48 persen, dan 3,33 persen.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 6,25 persen (Badan Pusat Statistik,
2022).
Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y)%
Sumber: Badan Pusat Statiska, 2022
Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian Indonesia secara spasial
selama tahun 2022 dengan kontribusi sebesar 56,48 persen, diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,04
persen, Pulau Kalimantan sebesar 9,23 persen, Pulau Sulawesi sebesar 7,03 persen, Pulau Bali dan
Nusa Tenggara sebesar 2,72 persen, serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,50 persen (Badan Pusat
Statistik, 2022).
Pada tahun 2022 pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau tercatat kondusif walaupun dibayangi
tekanan global geopolitik karena peningkatan aktivitas masyarakat pada masa COVID-19. Secara
kumulatif pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat di kelompok Pulau Maluku dan Papua yang tumbuh
sebesar 8,65 persen, diikuti Pulau Sulawesi sebesar 7,05 persen, Pulau Jawa sebesar 5,31 persen, Pulau
Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,08 persen, dan Pulau Kalimantan sebesar 4,94 persen. Selanjutnya,
kelompok provinsi di Pulau Sumatera tumbuh sebesar 4,69 persen (Badan Pusat Statistik, 2022).
Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, 2022 %
Sumber: Badan Pusat Statiska, 2022
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 25
Page 44
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
3.1.3 Gambaran Perekonomian Provinsi DKI Jakarta 2022
Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan IV 2022 tumbuh sebesar 4,85% (yoy), relatif masih tumbuh
tinggi meskipun melambat dari triwulan III 2022 yang tumbuh sebesar 5,93% (yoy). Pertumbuhan ekonomi
DKI Jakarta didorong oleh masih kuatnya konsumsi Rumah Tangga dan Ekspor, terutama pada momen
Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal tersebut tentunya juga seiring
dengan terkendalinya kasus positif aktif COVID-19 dan terus berlangsungnya program vaksinasi booster.
Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan IV 2022 tersebut sedikit lebih rendah dari pertumbuhan
ekonomi Nasional yang sebesar 5,01% (yoy). Adapun pangsa ekonomi DKI Jakarta masih yang tertinggi
terhadap Nasional yaitu sebesar 16,64% (Bank Indonesia, 2022).
Dari sisi pengeluaran, perekonomian DKI Jakarta terutama disumbang oleh peningkatan kinerja hampir
seluruh komponennya, kecuali Konsumsi Pemerintah yang terkontraksi. Dari sisi Lapangan Usaha (LU),
LU utama DKI Jakarta seperti Informasi dan Komunikasi, Perdagangan, Pengolahan, dan Jasa Keuangan
mencatatkan kinerja pertumbuhan yang positif pada triwulan IV 2022 (Bank Indonesia, 2022).
Perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I 2023 diperkirakan masih akan terus melanjutkan pertumbuhan
yang tinggi. Peningkatan kinerja ekonomi didorong oleh mobilitas masyarakat yang terus meningkat
pasca pencabutan PPKM, optimisme masyarakat yang semakin baik, aktivitas pariwisata yang semakin
meningkat, hingga berlanjutnya berbagai proyek infrastruktur strategis (Bank Indonesia, 2022).
Dari sisi belanja APBD, realisasi belanja Belanja Daerah di DKI Jakarta pada triwulan IV 2022 tercatat
meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya, seiring dengan akselerasi realisasi kinerja Belanja
Operasi. Dari sisi belanja APBN, realisasi dari keempat komponen belanja tercatat kontraksi yang
didorong oleh penurunan realisasi Belanja Barang. Adapun dari sisi Pembiayaan Daerah, realisasi pada
triwulan IV 2022 terkontraksi seiring penurunan realisasi Penyertaan Modal Daerah. Dari sisi Pendapatan
APBN di DKI Jakarta, kinerja penerimaan Pajak triwulan IV 2022 tercatat tumbuh negatif, sebaliknya
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di DKI Jakarta mengalami akselerasi (Bank Indonesia, 2022).
Secara keseluruhan tahun 2022, kinerja Pendapatan Daerah dalam APBD pada tahun 2022 tumbuh positif,
didorong oleh pertumbuhan positif realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Lain-lain Pendapatan
Daerah yang Sah. Sejalan dengan Pendapatan Daerah, realisasi Belanja Daerah pada tahun 2022 juga
tumbuh positif seiring dengan peningkatan realisasi Belanja Operasi, Belanja Modal, dan Belanja
Transfer. Berbeda dengan APBD, realisasi belanja APBN di DKI Jakarta pada tahun 2022 mengalami
penurunan sebesar 10,30% (yoy) sejalan dengan menurunnya realisasi belanja barang dan bantuan sosial
(bansos). Pada 2023, pagu APBD DKI Jakarta ditargetkan mengalami peningkatan sebesar 1,17%
dibandingkan pagu APBD-P 2022. Sementara itu dari sisi Belanja APBN di DKI Jakarta, pagu anggaran
total Belanja APBN tahun 2023 tercatat lebih rendah 9,15% dibandingkan pagu anggaran tahun 2022,
yang terutama dipengaruhi oleh menurunnya pagu terutama pada belanja barang dan belanja modal
(Bank Indonesia, 2022).
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Jakarta pada triwulan IV 2022 tercatat 4,21% (yoy), lebih rendah
dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 4,61% (yoy). Capaian inflasi ini juga lebih rendah jika
dibandingkan inflasi Nasional yang sebesar 5,28% (yoy) dan lebih rendah jika dibandingkan dengan
gabungan kota provinsi lainnya di Pulau Jawa. Relatif terkendalinya inflasi tidak terlepas dari upaya
pengendalian inflasi pangan sebagai hasil sinergi dan koordinasi TPID dan GNPIP dalam mendorong
ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, kestabilan harga, dan komunikasi efektif. Berdasarkan
perkembangan tersebut, inflasi Jakarta pada tahun 2022 tercatat sebesar 4,21% (yoy), lebih rendah
dibandingkan inflasi nasional (5,28% yoy). Memasuki triwulan I 2023, perkembangan inflasi Jakarta pada
Januari 2023 tercatat mengalami penurunan dan tercatat sebesar 0,09% (mtm), lebih rendah
dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya yang sebesar 0,55% (mtm). Kedepan, inflasi IHK Jakarta
diprakirakan akan kembali ke dalam target rentang sasaran 3±1% (Bank Indonesia, 2022).
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 26
Page 45
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Intermediasi perbankan di Provinsi DKI Jakarta pada triwulan IV 2022 membaik dengan stabilitas
keuangan yang terjaga. Kondisi tersebut tercermin dari kenaikan penyaluran kredit di DKI Jakarta
khususnya kredit yang bersifat produktif yaitu Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Di sisi likuiditas,
peningkatan pertumbuhan kredit diimbangi oleh kecukupan likuiditas bank yang memadai seiring
peningkatan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Sementara di sisi risiko kredit, kenaikan penyaluran
kredit tidak diiringi dengan kenaikan jumlah kredit bermasalah sehingga rasio Non Performing Loan (NPL)
terjaga pada level rendah dengan kecenderungan menurun. Perkembangan ini sejalan dengan pemulihan
ekonomi DKI Jakarta yang terus berlanjut dengan stabilitas makroekonomi dan keuangan domestik yang
juga tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global (Bank Indonesia, 2022).
Perkembangan transaksi pembayaran tunai dan non tunai mengonfirmasi berlanjutnya pemulihan
ekonomi di triwulan IV 2022. Pada periode laporan, arus kas tercatat net outflow sejalan dengan arah
perbaikan ekonomi daerah pasca makin melandainya kasus Covid 19. Transaksi non tunai juga mengalami
peningkatan pada seluruh indikator alat pembayaran yaitu BI-RTGS, SKN-BI, APMK baik jenis kartu debet
dan kartu kredit, serta transaksi melalui e-commerce (Bank Indonesia, 2022).
Seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berlangsung, serapan tenaga kerja di DKI Jakarta periode
Agustus 2022 mengalami kenaikan, diikuti dengan tingkat pengangguran yang mengalami penurunan.
Berdasarkan status pekerjaan utama, sektor formal masih mendominasi penyerapan tenaga kerja di DKI
Jakarta. Dari sisi sektoral, kenaikan serapan tenaga kerja di DKI Jakarta periode Agustus 2022 terutama
terjadi pada sektor jasa keuangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, dan jasa perusahaan.
Sejalan dengan hal tersebut, tingkat kemiskinan di DKI Jakarta pada periode September 2022 mengalami
penurunan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, ketimpangan di DKI Jakarta
mengalami peningkatan, tercermin dari peningkatan indeks rasio gini (Bank Indonesia, 2022).
Perekonomian DKI Jakarta pada 2023 diproyeksikan masih akan tumbuh tinggi di tengah prospek
perlambatan ekonomi global, yaitu berada pada kisaran 4,8-5,6% (yoy). Pertumbuhan yang tinggi
didukung oleh masih tingginya permintaan domestik seiring pencabutan PPKM. Di sisi lain perlambatan
ekonomi global terkait adanya potensi resesi di negara maju, ketegangan geopolitik, gangguan rantai
pasok, serta kenaikan suku bunga bank sentral negara-negara di dunia (Bank Indonesia, 2022).
Inflasi DKI Jakarta pada 2023 diprakirakan akan menurun dibandingkan tahun sebelumnya dan kembali
ke rentang sasaran 3 ± 1% (yoy). Inflasi yang semakin terkendali didukung pasokan bahan pangan yang
semakin terjaga seiring cuaca yang lebih kondusif serta berbagai upaya pengendalian inflasi TPID,
termasuk Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (Bank Indonesia, 2022).
3.2. Gambaran Sektor Industri Pengolahan di Indonesia 2022
Kegiatan usaha sektor Industri Pengolahan tercatat masih tumbuh meski melambat pada triwulan IV-
2022. Hal ini terindikasi dari SBT kegiatan usaha tercatat sebesar 1,04%, lebih rendah dari 3,18% pada
triwulan III-2022. Sejumlah subsektor pada sektor Industri Pengolahan yang tercatat melambat antara
lain subsektor Industri Makanan, Minuman & Tembakau (SBT 0,31 %) sejalan dengan faktor musiman dan
kondisi cuaca serta subsektor Alat Angkut, Mesin & Peralatannya (SBT 0,59%). Adapun subsektor yang
tercatat turun dan berada pada fase kontraksi antara lain subsektor Barang Kayu & Hasil Hutan Lainnya
(SBT -0, 18%), subsektor Pupuk. Kimia & Barang dari Karet (SBT -0,29%), serta Logam Dasar Besi & Baja
(SBT -0,05%) sejalan dengan permintaan domestik yang menurun. Perlambatan kegiatan usaha Industri
Pengolahan triwulan IV-2022 sejalan dengan Prompt Manufacturing Index (PMI)-Bank Indonesia yang
tercatat sebesar 50,06%, lebih rendah dari 53,71 % pada triwulan sebelumnya (Bank Indonesia, 2022).
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 27
Page 46
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Perkembangan Kegiatan Usaha Sektor Industri Pengolahan
Sumber: (Bank Indonesia, 2022)
Sejalan dengan kegiatan usahanya. penggunaan tenaga kerja pada sektor Industri Pengolahan juga
tercatat turun dan berada pada fase kontraksi. SBT jumlah tenaga kerja sektor Industri Pengolahan
triwulan IV-2022 tercatat sebesar -2,03%, menurun dari SBT 0,12% pada triwulan sebelumnya. Beberapa
subsektor diindikasi mengalami penurunan tingkat penggunaan tenaga kerja terutama subsektor Alat
Angkut, Mesin dan Peralatannya (SBT -0,99%), Makanan, Minuman & Tembakau (SBT -0,47%), Barang Kayu
& Hasil Hutan Lainnya (SBT -0,26%), serta Tekstil, Barang Kulit & Alas Kaki (SBT -0,21 %) (Bank Indonesia,
2022).
Perkembangan SBT Kegiatan Usaha Sektor Industri Pengolahan vs PMI-BI
Sumber: (Bank Indonesia, 2022)
Pada triwulan I-2023, kegiatan usaha sektor Industri Pengolahan diprakirakan kembali tumbuh meningkat
dengan SBT kegiatan usaha sebesar 2,89%, lebih tinggi dari 1,04% pada triwulan IV-2022. Seluruh
subsektor tercatat tumbuh positif, dengan indeks tertinggi pada subsektor Alat Angkut, Mesin dan
Peralatannya (SBT 0, 79%), disusul subsektor Tekstil, Barang Kulit dan Alas Kaki (SBT 0,54%) serta
Makanan, Minuman dan Tembakau (SBT 0,50%). Sejalan dengan prakiraan peningkatan SBT kegiatan
usaha, Prompt Manufacturłng Index (PMI)-Bank Indonesia juga diprakirakan meningkat menjadi 53,30%
pada triwulan I-2023, lebih tinggi dari 50,06% pada triwulan sebelumnya. Peningkatan tersebut terjadi
pada seluruh komponen, dengan indeks tertinggi pada Volume Produksi, disusul Volume Total Pesanan
dan Volume Persediaan Barang Jadi yang berada pada fase ekspansi dan tercatat meningkat
dibandingkan triwulan sebelumnya (Bank Indonesia, 2022).
Peningkatan kegiatan usaha sektor Industri Pengolahan triwulan I-2023 diprakirakan berdampak pula
pada tingkat penggunaan tenaga kerja yang membaik meski masih dałam fase kontraksi. SBT tingkat
penggunaan tenaga kerja triwulan I-2023 diprakirakan sebesar SBT -0,68%, membaik dari SBT -2,03%
Berdasarkan rincian subsektor, perbaikan tingkat penggunaan tenaga kerja diprakirakan terjadi pada
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 28
Page 47
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
mayoritas subsektor terutama subsektor Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya (SBT -0,39%) serta
Makanan, Minuman dan Tembakau (SBT -0,19%) meski masih mencatat kontraksi, sementara subsektor
Pupuk, Kimia & Barang dari Karet (SBT 0,10%) tercatat berbalik dari kontraksi di periode sebelumnya
(Bank Indonesia, 2022).
3.3. Pesaing Bidang Usaha PT Berkah Prima Perkasa Tbk
• PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk
PT. Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) bergerak dalam bidang penyediaan solusi percetakan sekuriti baik
dokumen ,label dan hologram, teknologi kartu yaitu kartu pembayaran, kartu sekuriti, kartu reguler dan
Biro Personalisasi, percetakan komersial berupa dokumen bisnis, promoplus, gameplus, dan label
premium serta penyediaan teknologi informasi.
• PT Astra Graphia Tbk
PT Astra Graphia Tbk (ASGR) (“Astragraphia”) adalah perusahaan publik yang didirikan pada tahun 1975
dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1989. Sebagai pilar bisnis Astra di bidang
teknologi informasi, Astragraphia fokus pada ruang lingkup bisnis Printing and Digital Services.
Astragraphia memiliki Portofolio bisnis Document Solution dengan mitra eksklusif FUJIFILM Business
Innovation, menghadirkan solusi end-to-end mulai dari kebutuhan cetak personal, perkantoran, Graphic
Art hingga managed print services. Astragraphia memiliki entitas anak yaitu PT Astra Graphia
Information Technology (AGIT) yang melayani kebutuhan Solusi Teknologi Informasi, khususnya Digital
Services melalui kolaborasi dengan mitra strategis kelas dunia maupun solusi sendiri yang mencakup
hardware, software, services dan PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) yang hadir sebagai One Click
Office Solution dengan menyediakan solusi bagi segala kebutuhan kantor melalui AXIQoe.com yaitu
layanan e-commerce B2B dan B2G terdepan di Indonesia, PrintQoe.com yakni layanan online printing
B2B dan B2G pertama di Indonesia, serta CourierQoe yang merupakan layanan logistik dan distribusi bagi
B2B dan B2G.
• PT Dyandra Media International Tbk
PT. Dyandra Media International, Tbk (Dyandra & Co) lahir dari sebuah perusahaan event organizer
bernama PT. Dyandra Promosindo. Berdiri pada 3 Maret tahun 1994, PT. Dyandra Promosindo telah
dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggaraan pameran di Indonesia. Pada tahun
2007, manajemen membentuk PT. Dyandra Media International (Dyandra & Co) sebagai perusahaan
induk, sekaligus untuk mengonsolidasi bisnis perusahaan yang terus berkembang melalui pendirian atau
pengakuisisian entitas anak yang bergerak di industri Meeting, Incentive, Convention and Exhibition
(MICE) serta bisnis penunjangnya.
• PT Multifilling Mitra Indonesia Tbk
PT Multifilling Mitra Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan yang hadir karena kebutuhan yang
mendesak akan sistem pengelolaan dokumen yang efektif, efsien dan aman. Pada awalnya Perseroan
menangani layanan pengelolaan dan penyimpanan arsip, yang akhirnya melebarkan sayap ke sejumlah
kota besar di Indonesia. Saat ini, terdapat tiga belas (13) gudang arsip modern yang dilengkapi
infrastruktur Teknologi Informasi yang handal dan terintegrasi serta terjamin keamanannya melalui
sistem dan prosedur yang terstandarisasi ISO 9001:2015. Semua layanan ini ditunjang perlengkapan
teknologi termodern untuk melakukan back-up data di tempat terpisah dan fasilitas untuk disaster and
recovery plans untuk melindungi sistem informasi dan database yang ada. Pada tahun 2010, Perseroan
masuk ke lantai bursa melalui penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia. Hampir tiga dekade
berikutnya, Perseroan meraih reputasi sebagai penyedia jasa pengelolaan dan penyimpanan arsip yang
paling berpengalaman, modern, terintegrasi dan profesional di tanah air. Reputasi yang terus
dipertahankan melalui komitmen Perseroan untuk menjaga integritas, tanggung jawab dan akuntabilitas
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 29
Page 48
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
yang secara keseluruhan memprioritaskan kepentingan para investor, pemegang saham dan pelanggan.
Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 42
tanggal 12 April 2021 yang dibuat oleh Lucy Octavia Siregar, S.H., Sp.N.,Notaris di Bekasi.
3.4. Pangsa Pasar
Mayoritas pangsa pasar BLUE itu sendiri berasal dari segmen retail perorangan maupun lingkup usaha
yang menjadikan Blueprint sebagai brand terpercaya. Produk Blueprint bisa didapatkan oleh pelanggan
melalui pembelian langsung dari sales kantor pusat Perseroan, reseller, atau melalui master dealer
(distributor).
Khusus pelanggan di wilayah DKI Jakarta dan sebagian Jawa Barat, bisa mendapatkan produk Blueprint
di sales Perseroan atau reseller, sedangkan untuk pelanggan di luar wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat,
dapat memperoleh produk Blueprint melalui 24 master dealer (distributor) yang tersebar di seluruh
Indonesia.
3.5. Potensi Pasar
BLUE berupaya memperluas potensi pasar sekaligus mengembalikan akses pasar merek dagang Blueprint
ke instansi pemerintah sehingga tujuan utama LPSE dan LKPP yang berupa transparansi dan efisiensi
proses jual-beli menjadi efektif kembali.
3.6. Strategi Pemasaran
BLUE memanfaatkan perkembangan arus teknologi dengan menggunakan strategi sosial media marketing
secara efektif dan efisien untuk dapat menjangkau lebih banyak segmen pasar retail di Indonesia.
BLUE mengoptimalkan strategi marketing campaign secara daring sekaligus terdigitalisasi dengan
penggunaan Youtube dan Instagram untuk menghadirkan konten kreatif seperti gambar, tulisan, dan
video interaktif yang dapat menarik lebih banyak konsumen.
Penggunaan Youtube dan Instagram juga dimanfaatkan Perseroan sebagai media interaksi dengan
pelanggan maupun calon pelanggan, seperti mengadakan kontes berhadiah, lomba membuat video iklan,
video unboxing dan review, ataupun melakukan tutorial untuk produk-produk Blueprint.
Strategi tersebut dilakukan sebagai wujud upaya dan komitmen Perseroan dalam menjaga koneksi dan
menjembatani pelanggan dengan seluruh informasi terkait dengan produk Blueprint. Hal itu juga
dilakukan untuk menjaga dan memastikan kepuasan pelanggan terhadap produk dan jasa yang
ditawarkan Perseroan.
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha ini, strategi pemasaran yang dilakukan oleh BLUE yaitu
dengan menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah pusat dan daerah, mengikuti arus informasi
pengadaan tinta yang ada di pemerintah pusat dan daerah, memasukan produk ke dalam e catalogue
LKPP, serta memasarkan produk tinta di e commerce yang beroperasi di Indonesia.
3.7. Kesinambungan Usaha
Pengaruh yang secara signifikan berdampak pada keberlangsungan usaha BLUE di tahun 2022 masih
serupa dengan tahun sebelumnya, yaitu terbatasnya akses pasar oleh LKPP serta kondisi pasar yang lesu
akibat ketidakpastian pandemi Covid-19.
Meski demikian, hal tersebut tidak mengganggu kinerja operasional dan finansial secara menyeluruh,
namun kondisi tersebut menjadi kunci bagi BLUE untuk mengembangkan produk dan jasa secara lebih
optimal di tahun berikutnya.
Perkembangan pasar juga akan terus dipantau sehingga dapat mempermudah pemahaman BLUE terkait
permintaan konsumen serta dalam melakukan penetrasi bisnis ke target pasar yang lebih luas lagi.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 30
Page 49
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
3.8. Kesimpulan Analisis Aspek Pasar
Layak secara pasar karena kegiatan usaha sektor industri pengolahan diperkirakan tumbuh meningkat.
Selain itu, BLUE telah menguasai pangsa pasar segmen retail perorangan maupun lingkup usaha yang
menjadikan BLUE sebagai perusahaan yang terpercaya. BLUE berupaya memperluas potensi pasar
melalui produksi tinta dalam negeri, sekaligus mengembalikan akses pasar merek dagang Blueprint ke
instansi pemerintah sehingga tujuan utama LPSE dan LKPP yang berupa transparansi dan efisiensi proses
jual-beli menjadi efektif kembali.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 31
Page 50
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
4. Aspek Teknis
4.1. Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
PT Berkah Prima Perkasa Tbk “BLUE” merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar
perlengkapan komputer dan alat-alat tulis dan kegiatan jasa penunjang percetakan. Perusahaan mulai
beroperasi sejak tahun 2014. BLUE sendiri merupakan perusahaan yang berfokus pada penyediaan
perlengkapan percetakan seperti produk tinta isi ulang, laser toner, kertas foto, POS hardware & POS
software, stiker label dan textile printing suite dengan merek “blueprint”.
BLUE berencana untuk melakukan penambahan kegiatan usaha yaitu penambahan KBLI (Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia) No. 20293 yang bergerak di industri tinta, mencakup usaha pembuatan
macam-macam tinta, seperti tinta tulis dan tinta khusus. Tinta tersebut diproduksi secara lokal di pabrik
BLUE yang beralamatkan di Jalan Kapuk Kamal Raya No.28, RT.3/RW.3, Kamal Muara, Kecamatan
Penjaringan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11720, Indonesia. Dalam proses produksi
yang akan dilakukan, BLUE mengimpor seluruh bahan baku tinta dari China.
4.2. Produk Yang Dihasilkan
Hingga 31 Desember 2022, Produk yang dihasilkan BLUE masih menggunakan produk tinta barang jadi
yang diimpor dari luar Indonesia, BLUE hanya melakukan proses repacking untuk sebagian besar
produknya. Dalam menghadapi tantangan serta keberlangsungan perusahaan di masa yang akan datang,
BLUE berencana untuk menambah lini usaha dengan memproduksi tinta di Indonesia. Tinta yang akan
diproduksi memiliki 4 warna, yaitu cyan, magenta, yellow dan black dengan volume pengemasan per
botol yaitu 70 dan 72 ml.
4.3. Kapasitas Produksi
Perseroan berpusat di Sunter, Jakarta Utara, namun pabrik tempat produksi memiliki lokasi yang
berbeda, yang beralamatkan di Jalan Kapuk Kamal Raya No.28, Jakarta Utara. Pabrik tersebut
rencananya akan memproduksi tinta sebanyak 50-liter tinta/jam dengan total kapasitas produksi untuk
4 warna yaitu sebesar 1.600 liter per hari (8 jam kerja). Produksi tinta tersebut akan dilakukan
menggunakan mesin baru.
Kapasitas Produksi
No Deskripsi Keterangan
1. Jumlah Pencampuran Warna 4
2. Total Siklus/hari 8
3. Jumlah ml/siklus/Pencampuran Warna 50.000
4. Jumlah ml per siklus/hari/Kapasitas Produksi 1.600.000
5. Kapasitas Produksi (ml) 435.200.000
6. Jumlah Hari Kerja (1 Tahun) 272
7. Kapasitas Produksi (Botol)/Tahun 6.130.794
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 32
Page 51
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
4.4. Proses Produksi
Pada proses produksi tinta yang akan dilakukan, BLUE menggunakan rangkaian peralatan dan
perlengkapan sebagai berikut:
No Peralatan/Perlengkapan
1. Penyaring Laboratorium
2. Mesin Air Bersih Laboratorium
3. Pengaduk Magnetik Laboratorium
4. Rotor Pengaduk
5. Ember Pencampur Stainless Steel
6. Rak Saringan Aluminium
7. Timbangan 75 KG
8. Timbangan 5 KG
9. Skala Elektronik Laboratorium
10. Ph Meter
11. Viskometer
12. Gelas Bakar IWAKI
13. Tabung Reaksi Kepala Ulir
14. Gelas Ukur PYREX 500 ml dan 1000ml
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 33
Page 52
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Sebelum produksi dilakukan, BLUE mendatangkan profesional pada saat proses instalasi, operator
produksi akan dilatih sebelumnya oleh penyuplai mesin yang berasal dari China.
Produksi tinta BLUE diawali dari bahan baku. Bahan baku yang sudah dikumpulkan di dalam tangki
penampungan lalu dipompa melewati katup-katup pipa untuk melewati 3 saringan dan 3 katup penyaring
sebelum bahan baku tersebut dinyatakan sebagai barang jadi. Bahan baku yang sudah dikumpulkan lalu
ditimbang, diuji dan dilakukan pengemasan serta didistribusikan ke seluruh pelanggan.
Produksi tinta BLUE dilakukan di Jalan Kapuk Kamal Raya No.28, RT.3/RW.3, Kamal Muara, Kecamatan
Penjaringan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11720, Indonesia.
4.5. Kebutuhan Alat
Untuk rencana penambahan kegiatan usaha BLUE maka membutuhkan alat-alat/mesin serta tenaga kerja
sebagai penunjang kegiatan produksinya. Teknologi mesin yang digunakan dalam rencana penambahan
kegiatan usaha ini berasal dari China. Berikut merupakan daftar alat/mesin serta tenaga kerja yang di
butuhkan oleh BLUE dalam rangka melakukan rencana penambahan kegiatan usahanya:
Quantity
No Unit Unit Price (RMB) Amount (RMB)
(PCS)
1.
Mixing drum 8 238,00 1.904,00
2.
Mixer 4 8.600,00 34.400,00
3.
Water purifier 1 8.250,00 8.250,00
4.
Filter machine 1 30.340,00 30.340,00
5.
Magnetic stirrer 1 1.265,00 1.265,00
6.
Filter for lab 2 505,00 1.010,00
SUB TOTAL 77.169
Inspection Fee, Freight Cost & Insurance (3%) 79.484
PPN, PPH, EMKL 97.765
Commissioning 40.000
Sub Total (RMB) 137.765
Sub Total (IDR) 310.953.053
Perlengkapan Pabrik Tinta 14.116.000
Grand Total (IDR) 325.069.053
Upaya menambah alat-alat serta mesin produksi tinta tentu membutuhkan dukungan dari sekitar. BLUE
melakukan penambahan daya listrik untuk mendukung penambahan kegiatan usaha. Daya listrik tersebut
bersumber dari listrik yang didistribusikan oleh Perusahaan Listrik Negara.
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, BLUE tidak membutuhkan tanah serta bangunan baru
dikarenakan lokasi keberadaan alat-alat serta mesin pembuat tinta berada di dalam ruangan eksisting
pabrik yang sebelumnya telah dimiliki oleh BLUE, sehingga tidak memerlukan pengeluaran untuk
membeli tanah serta bangunan baru.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 34
Page 53
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
4.6. Ketersediaan Sumber Daya dan Kebutuhan Tenaga Kerja
Bahan baku mentah yang akan digunakan dalam penambahan kegiatan usaha industri tinta berasal dari
China. Bahan baku mentah tersebut memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di pasar.
Jumlah karyawan BLUE hingga 31 Desember 2022 tercatat sebanyak 55 orang. Adapun pembagian
komposisi karyawan adalah sebagai berikut:
No Posisi Kuantitas
1 General Manager 1
2 Manager 5
3 Supervisor 5
4 Staf 44
Jumlah 55
Berdasarkan jabatan, Sebagian besar karyawan BLUE merupakan staf dengan porsi 80% dari total
karyawan di tahun 2022. Sedangkan sisanya merupakan manager dan supervisor dengan porsi masing
masing sebesar 9% dan sisanya general manager dengan porsi sebesar 2%.
No Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenjang Pendidikan Kuantitas
1 S1/S2/S3 6
2 Akademi/Diploma 1
3 SMA/Sederajat 48
4 < SMA
Jumlah 55
Berdasarkan tingkat Pendidikan, Sebagian besar karyawan BLUE merupakan lulusan SMA/sederajat
dengan porsi 87% dari total karyawan, disusul oleh karyawan dengan Pendidikan S1/S2/S3 dengan porsi
11%. Sedangkan sisanya merupakan karyawan akademi/diploma.
No Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia Kuantitas
1 20-30 24
2 30-40 19
3 40-50 11
4 >50 1
Jumlah 55
Berdasarkan tingkat usia, Sebagian besar karyawan BLUE merupakan karyawan dengan usia antara 20
hingga 30 tahun dengan porsi sekitar 44% dari total karyawan, disusul oleh karyawan dengan usia 30-40
dengan porsi sebesar 35%. BLUE masih memiliki banyak karyawan muda yang bisa dikembangkan untuk
meningkatkan produktivitas.
No Komposisi Karyawan Berdasarkan Kelamin Kuantitas
1 Wanita 18
2 Pria 37
Jumlah 55
Berdasarkan jenis kelamin, Sebagian besar karyawan BLUE merupakan laki-laki. Karyawan laki-laki
mendominasi 67% dari total karyawan sedangkan karyawan perempuan memiliki porsi 33% dari total
karyawan.
Terkait kebutuhan atas sumber daya manusia, kebutuhan tersebut harus disesuaikan dengan ukuran dari
proyek yang akan dijalankan. Adapun asumsi yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini,
terkait kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan untuk proyek tersebut adalah sebagai berikut:
No Posisi Kuantitas Gaji/Bulan
1 Operator Pencetakan 2 Rp 4.641.854
2 Operator Pengemasan 2 Rp 4.641.854
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 35
Page 54
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Sesuai dengan peraturan dan regulasi mengenai tenaga kerja, BLUE berkomitmen untuk tidak
memperkerjakan pegawai dibawah umur maupun tenaga kerja paksa. BLUE memberikan imbalan atas
jasa karyawan sesuai dengan upah minimum regional (UMR) di Provinsi DKI Jakarta. Dengan demikian,
hal ini menjadi upaya BLUE dalam memenuhi kebijakan kinerja sosial yang berkelanjutan
4.7. Analisis Lingkungan
Dalam rangka mengoptimalisasi performa bisnis yang berkelanjutan, BLUE berupaya untuk menggunakan
bahan-bahan material yang ramah lingkungan (eco-friendly), sehingga BLUE memastikan setiap produk
dan layanan yang ditawarkan kepada pelanggan dapat memenuhi aspek kinerja keberlanjutan secara
keseluruhan.
Hingga 31 Desember 2022, BLUE bertanggung jawab atas limbah yang dihasilkan terutama oleh kegiatan
di wilayah operasional. Adapun mayoritas material diimpor dari luar Indonesia, BLUE hanya melakukan
proses repacking, sehingga tidak terdapat material berbahaya yang mengganggu keseimbangan alam
atau yang akan terbuang sia-sia. Sementara limbah plastik senantiasa ditampung oleh penampung limbah
plastik yang berada di wilayah sekitar operasional BLUE.
4.8. Kesimpulan Analisis Aspek Teknis
Layak secara teknis karena mesin dan bahan baku yang digunakan bersumber dari penyuplai yang
terpercaya, dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, berdasarkan komposisi karyawan, BLUE memiliki
55 karyawan tetap dengan kompetensi yang baik dan dalam rentang usia yang produktif. Ketersediaan
karyawan tersebut dapat membantu pengembangan penambahan kegiatan bisnis baik dari segi
perencanaan, strategi pemasaran, dan evaluasi bisnis yang dijalankan.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 36
Page 55
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
5. Aspek Pola Bisnis
5.1. Keunggulan Kompetitif
BLUE merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar perlengkapan kantor dan jasa
penunjang percetakan yang sudah beroperasi sejak tahun 1997. Berdasarkan umur operasi serta
pengalaman BLUE dalam menangani proyek-proyek sebelumnya maka BLUE dapat dianggap sebagai
perusahaan perdagangan yang cukup kompeten. Disisi lain juga berdasarkan variasi produk layanan jasa
yang di tawarkan oleh BLUE yang sudah mencakup berbagai macam industri. Maka dengan melakukan
penambahan kegiatan usaha di industri yang baru maka BLUE akan lebih efektif dalam melakukan
produksinya sehingga daya saing BLUE akan meningkat.
BLUE mengadakan program terbaru yaitu “Bebas Pikiran Jasa Service” atau disingkat dengan BPJS.
Program ini memungkinkan pelanggan memperoleh layanan gratis servis printer per 30 ribu lembar atau
setara dengan waktu 2 tahun. Untuk mengikuti program ini, pelanggan terlebih dahulu membeli printer
baru untuk mendapatkan kartu membership program printer sehat. Tipe printer baru yang masuk dalam
program BPJS antara lain, L120, L310, L1110, L3110, L3250, L121, L380, L1210, L3210, serta tipe G1010,
G2010, G3010, G1020, G2020, dan tipe G3020. Pelanggan dapat memperoleh fasilitas layanan gratis
service printer di 31 service station di seluruh Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Garut, Yogyakarta,
Medan, Pangkal Pinang, Surabaya, Solo, Palembang, Makassar, Batam, Pekanbaru, Palangka Raya,
Semarang, Buol, Padang, Jambi, Bengkulu, Gorontolo, Banjarmasin, Cilegon, Manggarai Barat, Dumai
Riau, Samarinda, Bima, dan Lampung.
5.2. Kemampuan Menciptakan Nilai
Berdasarkan keunggulan kompetitif yang dimiliki, BLUE memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai
melalui rencana penambahan kegiatan bisnis industri tinta diantaranya:
• Manajemen BLUE telah memiliki pengalaman dalam mengelola industri tinta, baik tinta tulis
maupun tinta khusus.
• Penggunaan bahan baku yang diimpor dari pihak rekanan yang sudah terpercaya dapat menekan
biaya dan dapat meningkatkan kuantitas serta margin penjualan BLUE.
5.3. Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk
Kemampuan para pesaing untuk meniru produk memiliki peluang yang kecil, karena produksi tinta
berkualitas tidak mudah untuk ditiru. Selain itu produksi tinta dengan standar mutu yang tinggi juga
memerlukan formula khusus yang hanya diketahui oleh perusahaan sehingga terdapat hambatan masuk
bagi perusahaan baru yang ingin memulai bisnis di produksi tinta.
5.4. Analisis SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa
dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya
dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor
internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor
eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 37
Page 56
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Berikut adalah analisa SWOT BLUE setelah melakukan penambahan kegiatan usaha:
• Strengths
1. Penambahan kegiatan usaha dapat memperkuat daya saing pada industri yang baru dengan
menawarkan layanan yang lebih lengkap dan komprehensif.
2. Meningkatkan pilihan produk dan diversifikasi portofolio bisnis yang dapat meningkatkan
pendapatan perusahaan.
3. Memiliki basis pelanggan yang sudah ada untuk mendukung penambahan kegiatan usaha.
4. Meningkatkan efisiensi dengan memanfaatkan sinergi antar bisnis di dalam perusahaan.
• Weakness
1. Pangsa pasar yang dikusai oleh para pemain perdagangan besar yang telah ada dan dengan
ukuran yang besar.
2. Memerlukan biaya tambahan untuk mengembangkan infrastruktur dan sumber daya manusia
yang memadai untuk menangani penambahan kegiatan usaha.
3. Membutuhkan waktu untuk membangun merek dan reputasi di segmen baru pasar.
4. Memerlukan manajemen dan pengawasan yang lebih ketat karena penambahan kegiatan usaha
dapat meningkatkan kompleksitas bisnis.
• Opportunities
1. Sinergi dengan bisnis yang eksisting.
2. Pasar yang besar dan potensial untuk tumbuh dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap
produk yang ditawarkan
3. Peluang untuk memanfaatkan teknologi dan digitalisasi dalam mengembangkan dan
memasarkan produk.
4. Meningkatnya kesadaran dan permintaan pasar terhadap produk yang berkelanjutan dan ramah
lingkungan.
• Threats
1. Pola pasar oligopoli akan sangat mempengaruhi persaingan harga
2. Regulasi pemerintah terkait dengan adanya penambahan jenis industri baru dapat berdampak
pada operasional perusahaan.
3. Persaingan yang semakin ketat dengan banyaknya pesaing yang menawarkan produk yang serupa
atau sejenis.
4. Fluktuasi harga pasar yang dapat mempengaruhi keuntungan perusahaan.
5.5. Analisis Manajemen dan Mitigasi Risiko
Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, usaha yang dilakukan oleh BLUE
tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat mempengaruhi
kinerja perusahaan. Berikut adalah beberapa risiko yang dihadapi oleh BLUE:
1. Risiko Kredit
Risiko kredit terjadi ketika pelanggan tidak dapat membayar tagihan mereka secara penuh atau pada
waktu yang telah ditentukan. Hal ini dapat mengakibatkan kekurangan kas yang signifikan dan
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 38
Page 57
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
menimbulkan masalah keuangan bagi bisnis. Untuk memitigasi risiko kredit, BLUE akan melakukan
evaluasi kredit pada pelanggan sebelum memberikan kredit dan memantau pembayaran secara berkala.
BLUE juga akan melakukan diversifikasi portofolio kredit dan mengasuransikan kredit.
2. Risiko pasar
Risiko pasar terkait dengan fluktuasi harga pasar, yang dapat mempengaruhi keuntungan bisnis.
Fluktuasi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk perubahan ekonomi, persaingan industri,
dan perubahan permintaan pasar. Untuk memitigasi risiko pasar, BLUE akan melakukan riset pasar dan
melakukan diversifikasi produk dan pasarnya. Selain itu, perseroan juga akan melakukan manajemen
risiko finansial seperti hedging atau asuransi pasar.
3. Risiko operasional
Risiko operasional terkait dengan kesalahan atau kegagalan dalam proses bisnis, seperti masalah dengan
rantai pasokan, kurangnya infrastruktur, atau kesalahan manusia. Risiko operasional dapat
menyebabkan kerugian finansial yang signifikan. Untuk memitigasi risiko operasional, BLUE akan
meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, menetapkan prosedur kerja yang jelas, dan
melakukan pelatihan karyawan untuk meminimalkan kesalahan manusia. Selain itu, perseroan juga akan
melakukan asuransi untuk risiko operasional yang tidak dapat dihindari.
4. Risiko reputasi
Risiko reputasi terkait dengan citra bisnis dan dapat timbul akibat dari masalah seperti produk cacat,
masalah lingkungan, atau ketidakpuasan pelanggan. Risiko reputasi dapat mempengaruhi kepercayaan
pelanggan, dan dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan. Untuk memitigasi risiko
reputasi, BLUE akan mempertahankan standar etika bisnis yang tinggi, merespons masalah dengan cepat
dan transparan, serta melakukan pemasaran dan branding yang hati-hati dan positif.
5. Risiko kepatuhan
Risiko kepatuhan terkait dengan pelanggaran peraturan atau undang-undang yang mengatur bisnis.
Pelanggaran semacam ini dapat mengakibatkan sanksi finansial dan reputasi yang merugikan. Untuk
memitigasi risiko kepatuhan, BLUE akan memastikan bahwa perseroan selalu mematuhi semua undang-
undang dan peraturan yang berlaku, dan melakukan audit internal secara berkala.
5.6. Kesimpulan Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Layak secara pola bisnis karena berdasarkan uraian keunggulan yang dimiliki BLUE, seperti terdapat
program “Bebas Pikiran Jasa Service”, konsumen mendapatkan layanan berupa gratis servis printer per
30 ribu lembar atau setara dengan waktu 2 tahun. Kemampuan pesaing dalam meniru kualitas mutu
standar produk yang dihasilkan BLUE cukup kecil. Perbedaan formula racikan tinta membuat inovasi dan
temuan BLUE menjadi sulit untuk ditiru oleh produsen/distributor lain.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 39
Page 58
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
6. Aspek Model Manajemen
6.1. Struktur Organisasi
Salah satu hal terpenting untuk keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan adalah peran sumber daya
manusia yang menanganinya. Oleh karena itu diperlukan manajemen yang profesional dalam setiap
fungsi operasional perusahaan. Berikut ini adalah struktur organisasi Perseroan yang berbentuk struktur
organisasi fungsional:
Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS)
Komite Audit
Ny. Noviyanti Indah Kardiman (Ketua)
Nn. Winnie Ng (Anggota)
Dewan Komisaris
Tn. Rudy Tasrif (Komisaris Utama)
Tn. Siek Agung Guntoro (Komisaris)
Ny. Noviyanti Indah Kardiman
(Komisaris Independen)
Dewan DIreksi
Tn. Herman Tansri (Direktur Utama)
Tn. Fadjar Tasrif (Direktur)
Sekretaris Perusahaan Internal Audit
Vini Hardianti Lini Wijaya (Ketua)
Dewi Aisyah (Anggota)
Rani Hidayanti( Anggota)
Manajer Keuangan &
Manajer Umum Sumber Daya Manusia Admin Umum
Akuntansi
Divisi Divisi
Accounting Purchasing
Divisi Divisi
Accounting Purchasing
Divisi Divisi Divisi Textile Divisi Online Divisi
Consumable Hardware Printing Shop Software
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 40
Page 59
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Dewan Komisaris
Tugas, tanggung jawab, serta wewenang Dewan Komisaris Perseroan diuraikan sebagai berikut:
1. Melakukan pengawasan serta pemberian nasihat terhadap kebijakan pengurusan yang dijalankan
oleh Direksi baik yang berkaitan dengan kegiatan usaha maupun Tata Kelola Perusahaan;
2. Memberikan pendapat dan saran serta memantau atas pelaksanaan GCG di Perseroan;
3. Mengkaji dan memberikan pendapatan atas rencana kerja, rencana strategis, anggaran kerja
tahunan dan rencana usaha yang disusun oleh Direksi; dan
4. Mengawasi serta memberikan nasihat kepada Direksi mengenai risiko-risiko penting yang dihadapi
Perseroan.
wewenang Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan oleh Direksi;
2. Melihat buku-buku, surat-surat, dan dokumen-dokumen lainnya untuk keperluan verifikasi serta
memeriksa kekayaan Perseroan;
3. Meminta penjelasan Direksi mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan;
4. Membentuk komite-komite lain selain Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, dan Komite
Gugus Covid (selama pandemi berlangsung), jika dianggap dengan memperhatikan kemampuan
Perseroan;
5. Menghadiri rapat Direksi dan memberikan pandangan-pandangan terhadap hal-hal yang
didiskusikan;
6. Melaksanakan kewenangan pengawasan lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan, Anggaran Dasar, dan/atau keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
Dewan Direksi
Adapun tugas, tanggung jawab, wewenang Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Meminta persetujuan Dewan Komisaris atas tindakan-tindakan tertentu yang berkaitan dengan
kegiatan bisnis Perseroan;
2. Memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan atau yang diminta Dewan Komisaris;
3. Menghadiri undangan rapat dari Dewan Komisaris;
4. Menyusun Laporan Keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan serta menyerahkan kepada
Akuntan Publik untuk diaudit;
5. Dalam setiap pengambilan keputusan/tindakan, Direksi harus mempertimbangkan setiap risiko
usaha;
6. Menetapkan kebijakan-kebijakan operasional dan standar operasional baku (SOP) untuk proses
bisnis inti perusahaan;
7. Mengevaluasi kualitas fungsi Sekretaris Perusahaan;
8. Merespons usulan peluang bisnis yang berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan,
penghematan, efisiensi perusahaan, dan manfaat lainnya;
9. Merespons secara cepat dan relevan tentang isu-isu terkini yang berkaitan dengan perubahan
lingkungan bisnis terhadap kondisi bisnis Perseroan; 10. Melaporkan pelaksanaan sistem
manajemen kinerja kepada Dewan Komisaris; 11. Sebagai bagian dari pemegang saham, Direksi
memiliki wewenang untuk menerima manfaat berdasarkan target yang telah ditetapkan masing-
masing anggota Direksi.
Sekretaris Perusahaan
Adapun tugas, tanggung jawab, wewenang Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku di
bidang Pasar Modal;
2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atau Perusahaan Publik untuk
mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal;
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 41
Page 60
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang meliputi:
a. Keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk ketersediaan informasi pada Situs Web
Emiten atau Perusahaan Publik;
b. Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu;
c. Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham;
d. Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan
e. Pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
4. Sebagai penghubung antara Perseroan atau Perusahaan Publik dengan Pemegang Saham Perseroan
atau Perusahaan Publik, Otoritas Jasa Keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.
6.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
• Komisaris Utama Rudy Tasrif berumur 63 tahun berkewarganegaraan Indonesia. Diangkat menjadi
komisaris utama perseroan sejak tahun 2014, setelah sebelumnya sempat menjabat sebagai sebagai
komisaris utama di PT Aneka Berkah Gemintang. Rudy Tasrif berlatar Pendidikan sebagai lulusan
sarjana administrasi bisnis dari Feng Chia University, Taichung, Taiwan (1986).
• Komisaris Siek Agung Guntoro berumur 54 tahun berkewarganegaraan Indonesia. Diangkat menjadi
komisaris perseroan sejak tahun 2014, setelah sebelumnya sempat menjadi wirausaha dan
menjabat sebagai pemilik di CV Primajasa Sentosa.
• Komisaris Independen Noviyanti Indah Kardiman berumur 50 tahun berkewarganegaraan Indonesia.
Noviyanti Indah Kardiman berlatar Pendidikan sebagai lulusan sarjana ekonomi di bidang akuntansi
dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta (1996).
• Direktur Utama Herman Tansri berumur 50 tahun berkewarganegaraan Indonesia. Diangkat menjadi
direktur utama perseroan sejak tahun 2014, setelah sebelumnya sempat menjabat sebagai sebagai
direktur utama di PT Aneka Berkah Gemintang. Herman Tansri berlatar Pendidikan sebagai lulusan
sarjana teknik dari University of New South Wales, Sydney, Australia (1992).
• Direktur Fadjar Tasrif berumur 69 tahun berkewarganegaraan Indonesia. Diangkat menjadi direktur
perseroan sejak tahun 2019, setelah sebelumnya sempat menjabat sebagai sebagai komisaris di
perseroan dan sebagai direktur kepatuhan di PT Interpan Pasific Future. Fadjar Tasrif berlatar
Pendidikan sebagai lulusan sarjana ekonomi di bidang akuntansi dari Universitas Katolik Atma Jaya
Jakarta (1996).
6.3. Kebutuhan Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Capital (HC) merupakan divisi strategis Perseroan. Perseroan
meyakini bahwa salah satu upaya untuk menggapai kesuksesan dalam bisnis adalah dengan membangun
SDM yang unggul. Karena itu, SDM menjadi elemen penting dalam memberikan pelayanan terbaik pada
pelanggan. Perseroan mendorong seluruh SDM untuk mengambil bagian besar dalam tugas dan tanggung
jawab serta memberikan pelatihan khusus sesuai bidangnya. Setiap pegawai menjadi faktor penting
penggerak kinerja Perseroan ke arah yang lebih baik.
Proses pembangunan SDM Perseroan dimulai sejak recruitment, yaitu proses seleksi calon karyawan yang
memenuhi syarat untuk selanjutnya diberi pembekalan sesuai dengan arahan. Perseroan melakukan
rekrutmen dengan prinsip keterbukaan, kewajaran dan kesetaraan. Proses seleksi dilakukan berdasarkan
kebutuhan dan kompetensi yang dimiliki oleh calon karyawan. Berbagai pelatihan juga diberikan kepada
pegawai sesuai dengan karakter dan kompetensi masing-masing serta kebutuhan Perseroan. Dalam hal
pengembangan karir, setiap karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai tingkat jabatan
tertinggi berdasarkan kemampuannya.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 42
Page 61
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Berdasarkan Laporan Tahunan Tahun 2022 yang dirilis oleh BLUE, pada saat ini jumlah karyawan
Perseroan mencapai 55 karyawan, dimana sebagian besar merupakan karyawan dibawah manajer umum.
6.4. Manajemen Kekayaan Intelektual
Berdasarkan Rencana Proyek, BLUE memproduksi tinta printer standar tinggi dengan merek dagang
“Blueprint”. Rencananya tinta dengan merek dagang tersebut akan diproduksi secara lokal dan dijual
ke seluruh wilayah di Indonesia.
BLUE tercatat sebagai perusahaan yang memiliki perhatian terhadap kekayaan intelektual produknya,
hal tersebut dibuktikan dengan tabel dibawah yang berisikan daftar produk BLUE yang telah memiliki
sertifikasi legalitas hak kekayaan intelektual, namun untuk rencana penambahan kegiatan usaha di
bidang usaha industri tinta ini, BLUE belum melengkapi produk yang akan dibuatnya dengan izin
sertifikasi hak kekayaan intelektual.
No No. Pendaftaran Kode Kelas Jenis Barang/Jasa
Mencetak pada tekstil dan kain, Pemrosesan, pencetakan, dan
1 IDM000848995 40 reproduksi gambar fotografi dan digital, pencetakan digital,
pencetakan pola, pencetakan pola pada tekstil.
2 IDM000848972 16 Barang-barang dari kertas, Barang-barang terbuat dari kertas.
Alat baca sandi balok (barcode), alat cetak biru, alat untuk
3 IDM000934061 9
memproses pembayaran secara elektronik.
Alat baca sandi balok (barcode), alat cetak biru, alat untuk
4 IDM000939481 9
memproses pembayaran secara elektronik.
botol tinta (diisi) dalam kemasan eceran, Botol tinta diisi dengan
5 IDM000882909 2 tinta, Botol tinta untuk printer, kartrid inkjet, terisi, Kartrid tinta
(diisi) dalam kemasan ritel, kartrid tinta isi ulang untuk printer.
Alat untuk membuat pelat cetak, alat untuk permesinan pelat cetak,
6 IDM001057088 7 cetakan [bagian mesin], cetakan menjadi bagian dari mesin untuk
digunakan dalam pembuatan barang karet.
Bahan penyerap bau, Kantong penyerap bau tidak sedap, komposisi
7 IDM000933795 5 penghilang bau ruangan, pengharum karpet, penghilang bau (selain
untuk penggunaan pribadi).
Aroma diffuser buluh udara, aromatik [minyak esensial], Aromatik
diffuser, aromatik untuk keperluan rumah tangga, Dispenser
8 IDM000927404 3
pengharum ruangan, isi ulang aroma untuk dispenser aroma ruangan
listrik.
6.5. Kesimpulan Analisis Aspek Model Manajemen
Layak secara model manajemen karena BLUE memiliki struktur manajemen yang cukup memadai untuk
menjalankan kegiatan usaha saat ini dan kegiatan usaha yang baru. BLUE memiliki manajemen yang
memiliki kompetensi untuk melaksanakan usahanya dan menambah kegiatan usaha baru. Pendidikan
dan pengalaman menjadi salah satu faktor penting untuk menghasilkan manajemen yang kompeten dan
berkualitas. Penerapan sistem manajemen yang baik akan menghasilkan pelaksanaan operasional usaha
yang efektif, efisien dan terarah. Selain itu, BLUE memiliki perhatian khusus terhadap sumber daya
manusia dengan memberikan pelatihan sesuai bidang keahlian atau kompetensi. Manajemen kekayaan
intelektual tidak luput dari perhatian BLUE, BLUE melengkapi produknya sertifikasi hak kekayaan
intelektual.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 43
Page 62
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
7. Aspek Keuangan
7.1. Rencana Proyek
BLUE adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar perlengkapan komputer dan
alat-alat tulis, dimana saat ini BLUE berencana untuk melakukan penambahan kegiatan usahanya di
bidang yang sama serta kegiatan jasa penunjang percetakan.
Mengenai penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan BLUE dengan melakukan penambahan di
bidang perdagangan besar perlengkapan komputer dan alat-alat tulis, maka diharapkan melalui
produktivitas BLUE dapat meningkat. Untuk menjalankan rencananya BLUE memerlukan adanya
tambahan pengeluaran penambahan kegiatan usaha untuk mendanai proyek penambahan kegiatan usaha
ini.
7.2. Biaya Investasi
Besarnya biaya investasi yang dibutuhkan Perseroan untuk melakukan Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha, yaitu sebesar Rp325.069.053 dengan rincian yaitu Total Investasi Mesin sebesar Rp174.179.693
Biaya Inspeksi, Pengiriman, dan Asuransi sebesar Rp5.225.391, Biaya Pajak sebesar Rp41.263.169 Biaya
Instalasi & Pelatihan sebesar Rp90.284.800 dan Perlengkapan Pabrik Tinta sebesar Rp14.116.000.
Quantity
No Unit Unit Price (RMB) Amount (RMB)
(PCS)
1 Mixing drum 8 238,00 1.904,00
2 Mixer 4 8.600,00 34.400,00
3 Water purifier 1 8.250,00 8.250,00
4 Filter machine 1 30.340,00 30.340,00
5 Magnetic stirrer 1 1.265,00 1.265,00
6 Filter for lab 2 505,00 1.010,00
SUB TOTAL 77.169
Inspection Fee, Freight Cost & Insurance (3%) 79.484
PPN, PPH, EMKL 97.765
Commissioning 40.000
Sub Total (RMB) 137.765
Sub Total (IDR) 310.953.053
Perlengkapan Pabrik Tinta 14.116.000
Grand Total (IDR) 325.069.053
7.3. Sumber Pembiayaan
Sumber dana dari kebutuhan investasi ini berasal dari modal sendiri atau kas PT Berkah Prima Perkasa
Tbk.
7.4. Biaya Operasional
Biaya operasional BLUE atas Rencana Proyek hanya meliputi beban pokok pendapatan dan beban usaha.
Beban pokok pendapatan terdiri dari awal tahun, pembelian bahan baku, dan pembelian bahan baku
lainnya. Beban usaha terdiri dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi.
Biaya 2023 2024 2025 2026 2027
Beban Penjualan 1.390.051.632 2.578.381.605 2.808.284.848 3.055.551.644 3.315.045.742
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 44
Page 63
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Biaya 2023 2024 2025 2026 2027
Beban Umum dan
217.485.901 463.210.391 487.482.104 520.589.332 458.984.663
Administrasi
7.5. Biaya Bahan Baku
Pembelian bahan baku tinta dilakukan sesuai dengan permintaan pesanan yang diterima oleh BLUE.
Biaya bahan baku diasumsikan sebesar 53% dari total beban pokok pendapatan.
7.6. Metodologi Analisa
Metodologi dilakukan dengan membandingkan keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh dari rencana
penambahan kegiatan usaha berupa penghematan biaya, peningkatan penjualan dari adanya sumber
pendapatan yang baru melalui perbandingan dengan pengorbanan ekonomis atas rencana penambahan
kegiatan usaha berupa rencana investasi yang dilakukan.
7.7. Asumsi-Asumsi
Adapun asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam analisa ini adalah:
Asumsi Harga Produk 2023 2024 2025 2026 2027
Harga (satuan) 70 ml (inc PPN 11%) 50.000 52.080 54.246 56.503 58.853
Harga (satuan) 72 ml (inc PPN 11%) 50.000 52.080 54.246 56.503 58.853
Asumsi Kuantitas Produk 2023 2024 2025 2026 2027
Kuantitas Tinta dalam volume (ml)
Jumlah Mixing 4 4 4 4 4
Total Cycle / hari 8 8 8 8 8
Jumlah ml per Cycle per mixing 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000
Jumlah ml per cycleper hari / Kapasitas
1.600.000 1.600.000 1.600.000 1.600.000 1.600.000
Produksi
Target Produksi harian (%) 1,04% 2,60% 2,71% 2,83% 2,94%
Target Produksi harian 16.667 41.664 43.397 45.202 47.083
Produksi dalam satu tahun (ml) 4.533.333 11.332.581 11.803.989 12.295.006 12.806.448
Tingkat Penjualan (%) 75,3% 75,3% 75,3% 75,3% 75,3%
Produk terjual dalam satu tahun (ml) 3.413.485 8.533.146 8.888.104 9.257.827 9.642.930
Jumlah Hari 272 272 272 272 272
Proporsi 70 ml 50% 50% 50% 50% 50%
Proporsi 72 ml 50% 50% 50% 50% 50%
Kuantitas Tinta dalam Botol
(terjual/tahun)
Ukuran 70 ml (ml) 1.706.742 4.266.573 4.444.052 4.628.914 4.821.465
Jumlah 24.382 60.951 63.486 66.127 68.878
Ukuran 72 ml (ml) 1.706.742 4.266.573 4.444.052 4.628.914 4.821.465
Jumlah 23.705 59.258 61.723 64.290 66.965
Jumlah Produksi Tinta Terjual (70 ml) /
4.876 5.079 5.291 5.511 5.740
bulan (Botol)
Jumlah Produksi Tinta Terjual (72 ml) /
4.741 4.938 5.144 5.358 5.580
bulan (Botol)
Kuantitas Tinta dalam Botol
(produksi/tahun)
Ukuran 70 ml (ml) 2.266.667 5.666.291 5.901.994 6.147.503 6.403.224
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 45
Page 64
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Asumsi Kuantitas Produk 2023 2024 2025 2026 2027
Jumlah 32.381 80.947 84.314 87.821 91.475
Ukuran 72 ml (ml) 2.266.667 5.666.291 5.901.994 6.147.503 6.403.224
Jumlah 31.481 78.698 81.972 85.382 88.934
7.8. Dampak Penambahan Kegiatan Usaha
Berikut merupakan dampak yang diperkirakan dapat terjadi pada laporan keuangan BLUE periode 2022:
Arus Kas Bebas Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
FCFF Existing
Laba Tahun
14.354.015.710 15.003.548.452 16.656.768.420 18.305.909.066 19.325.843.141
Berjalan
(+) Bunga (1-tax)
(+) Depresiasi dan
2.214.150.493 2.358.030.761 2.507.896.096 2.036.847.339 2.432.675.320
amortisasi
(-) Investment (791.446.931) (824.369.182) (858.660.918) (894.379.106) (931.583.083)
(-) Perubahan
(10.949.401.515) (6.655.509.372) (2.157.569.819) (2.356.576.837) (2.501.256.694)
Modal Kerja Bersih
Arus Kas Bebas
4.827.317.756 9.881.700.660 16.148.433.779 17.091.800.462 18.325.678.684
Perusahaan
Nilai Kini Arus Kas
4.277.149.329 7.757.624.356 11.232.488.566 10.533.723.598 10.006.972.308
Bebas Perusahaan
Total Nilai Kini
Arus Kas Bebas 43.807.958.156
Perusahaan (PV)
Nilai Terminal 104.923.330.108
Arus Kas Bebas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
FCFF Penambahan
Kegiatan Usaha
Laba Tahun
14.443.770.507 15.998.333.472 17.507.295.998 19.170.992.990 20.332.776.332
Berjalan
(+) Bunga (1-tax)
(+) Depresiasi dan
2.297.865.519 2.448.119.323 2.604.899.469 2.148.562.072 2.463.275.527
amortisasi
(-) Investment (1.130.540.563) (860.886.674) (898.279.674) (937.362.502) (978.216.864)
(-) Perubahan
(11.632.539.294) (8.001.744.127) (2.406.432.771) (2.567.936.877) (2.717.103.495)
Modal Kerja Bersih
Arus Kas Bebas
3.978.556.168 9.583.821.994 16.807.483.022 17.814.255.683 19.100.731.499
Perusahaan
Nilai Kini Arus Kas
3.525.120.927 7.523.774.853 11.690.908.447 10.978.974.736 10.430.199.857
Bebas Perusahaan
Total Nilai Kini
Arus Kas Bebas 44.148.978.820
Perusahaan (PV)
Nilai Terminal 109.360.880.489
Dampak Arus Kas Bebas Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
Perubahan FCFF (848.761.588) (297.878.665) 659.049.243 722.455.221 775.052.816
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 46
Page 65
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
2023 2024 2025 2026 2027
Perubahan FCFF
(848.761.588) (1.146.640.253) (487.591.009) 234.864.211 1.009.917.027
Kumulatif
PV Perubahan FCFF
Kumulatif (789.076.456) (1.022.925.959) (564.506.078) (119.254.939) 303.972.609
(Discounted)
Tingkat Diskonto 12,86% 12,86% 12,86% 12,86% 12,86%
Discount Factor 0,89 0,79 0,70 0,62 0,55
Nilai Kini Arus Kas
(464.007.402) (233.849.503) 458.419.881 445.251.138 423.227.549
Bebas Perusahaan
Total Nilai Kini
Arus Kas Bebas 629.041.662
Perusahaan (PV)
Selisih Nilai
Terminal
4.437.550.381
(Penambahan -
Existing)
7.9. Penetapan Tingkat Diskonto
Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model
(CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk
menutup risiko sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf)
Ke = Rf + ß Rp
Dimana:
Rf = Tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß = Risiko sistematis
Rm = Tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rm = Selisih antara Rm dengan Rf
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah
tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal studi kelayakan usaha yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2022, maka
instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang
dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 30 tahun, yield tertimbang
sebesar 7,27%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga
saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini,
dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di
sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market).
Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil damodaran per tanggal 1
Juli 2022 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah sekitar 9,23%.
Dengan Country Default Spread sebesar 2,33%.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 47
Page 66
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap pengembalian pasar
saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau IHSG). Untuk BLUE kami
menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
cost of equity BLUE, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan
untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan
yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena
itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered
beta.
Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:
𝛽𝐿
βu =
1 + (1−𝑇) 𝑥 𝐷𝐸𝑅
T = Tarif Pajak Penghasilan Badan
DER = Debt to equity ratio
βL = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang
βu = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut:
BLUE berencana menambah kegiatan usaha dengan menjadi penyedia jasa perdagangan besar
perlengkapan komputer dan alat-alat tulis serta jasa penunjang percetakan, dimana saat ini potensi
terbesar yang dapat di lakukan oleh BLUE sesuai dengan rencana usaha adalah melalui perdagangan
besar. Oleh kerenanya systematic risk yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha adalah
industri yang terkait dengan perdagangan besar dan turunannya.
Dari figur di atas, tampak bahwa median dari unlevered beta dari perusahaan yang digunakan sebagai
dasar perhitungan adalah sebesar 0,86.
Unlevered beta rata-rata industri yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-relevered dengan
tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 1,04.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas adalah:
Rs (specific-company risk premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh pemegang saham
perusahaan telah tercermin dalam perhitungan cost of equity menggunakan CAPM namun belum
mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh perusahaan. Pada
umumnya tingkat risiko spesifik perusahaan berkisar antara 0-6% (Mercer Capital). Kami berpendapat
bahwa ada ada premi risiko spesifik yang diperhitungkan, sehingga biaya modal ekuitas BLUE adalah
sebagai berikut:
Discount Rate Source
Cost of Equity (Ke) 30 Desember 2022
Rf 7,27% PHEI 31 Desember 2022
Beta 1,04 Damodaran, Jan 2023
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 48
Page 67
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Discount Rate Source
Market Risk Premium 9,23% Damodaran, Jan 2023
Specific Risk Market
Default Spread 2,33% Damodaran, Jan 2023
Cost of Equity 14,53%
7.10. Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)
Titik impas (Break Even Point/ BEP) adalah sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan
adalah seimbang, sehingga tidak terdapat keuntungan atau kerugian. Analisis titik impas (break even
analysis) bertujuan untuk mengetahui rata-rata penjualan minimum produk tinta yang menghasilkan
marjin kontribusi 0. Berdasarkan analisis yang dilakukan rata-rata penjualan minimum per bulan produk
tinta untuk periode 01 Agustus – 31 Desember 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember
2024 - 2025 masing-masing adalah sebanyak 5.889 botol dan 2.467 botol sebagaimana dapat dilihat pada
tabel berikut:
Deskripsi 2023 2024 2025 2026 2027
Penjualan Total 2.404.339.509 6.260.469.897 6.792.143.119 7.368.968.930 7.994.781.932
Biaya Tetap Total 181.750.986 352.720.624 367.608.945 390.535.890 317.886.374
Biaya Variabel Total 2.107.518.271 4.632.383.863 5.334.114.203 5.869.351.086 6.385.955.569
Marjin Kontribusi 115.070.252 1.275.365.410 1.090.419.972 1.109.081.954 1.290.939.988
Kuantitas 70 ml 24.382 60.951 63.486 66.127 68.878
Kuantitas 72 ml 23.705 59.258 61.723 64.290 66.965
Harga 70 ml 50.000 52.080 54.246 56.503 58.853
Harga 72 ml 50.000 52.080 54.246 56.503 58.853
Titik Impas (Rupiah) 1.472.236.553 1.356.314.595 1.712.484.942 1.919.053.478 1.579.680.879
Porsi Titik impas 70 ml 50,7% 50,7% 50,7% 50,7% 50,7%
Porsi Titik impas 72 ml 49,3% 49,3% 49,3% 49,3% 49,3%
Titik Impas 70 ml (Rupiah) 746.486.140 687.708.809 868.302.224 973.041.200 800.964.953
Titik Impas 72 ml (Rupiah) 725.750.413 668.605.786 844.182.718 946.012.278 778.715.926
Titik Impas 70 ml (Unit) 14.930 13.205 16.007 17.221 13.610
Titik Impas 72 ml (Unit) 14.515 12.838 15.562 16.743 13.232
Jumlah 29.445 26.043 31.569 33.964 26.841
7.11. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang
Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow to firm),
maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang
biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari (investor) penyertaan.
Dalam Studi Kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
dalam mata uang Rupiah yang berlaku. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya modal
dengan perhitungan sebagai berikut:
Kd = i x ((1-T))
Kd = 8,72% x ((1-0,22))
Kd = 6,80%
Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan DER market. Berikut adalah perhitungan WACC per 31
Desember 2022:
WACC
Equity Portion 78,42%
Debt Portion 21,58%
Weighted Average Cost of Capital 12.86%
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 49
Page 68
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Berdasarkan perhitungan diatas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam Studi Kelayakan dengan
metode DCF adalah 12,86% menurut kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.
7.12. Analisis Kelayakan Proyek
Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi dimasa
mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih dari Free Cash Flow To Firm
apabila melakukan penambahan kegiatan usaha, dengan Free Cash Flow To Firm apabila perusahaan
tidak melakukan penambahan kegiatan usaha dengan menambah menjadi perusahaan perdagangan
besar berupa perlengkapan computer dan alat-alat tulis serta kegiatan jasa penunjang percetakan. Yang
selanjutnya di bandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya.
Terminal value kami menggunakan Gordon Growth Formula dimana arus kas bebas pada tahun terakhir
periode tetap ditumbuhkan dengan tingkat pertumbuhan kemudian di kapitalisasi dengan tingkat
diskonto yang dikurangi tingkat pertumbuhan tersebut.
Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan kegiatan usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi
yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Net Present Value (NPV) = 303.972.609
Internal Rate of Return (IRR) = 22,87%
Profitability Index (PI) = 1,94
Payback Period = 3,67 Tahun
Net Present Value (NPV) adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dan nilai
sekarang dari arus kas keluar pada sebuah waktu periode. NPV biasanya digunakan untuk alokasi modal
untuk menganalisis keuntungan dalam sebuah proyek yang akan dilaksanakan. NPV positif menandakan
bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah proyek atau investasi melebihi dari proyek
biaya yang dikeluarkan.
Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa NPV sebesar Rp303.972.609.
Nilai NPV yang dihasilkan >0 yang mana menunjukkan bahwa pendapatan ekonomis yang diperoleh dari
keuntungan atas penambahan kegiatan usaha utama ini lebih besar daripada pengorbanan ekonomis
yang dikeluarkan oleh BLUE sehingga penambahan kegiatan usaha utama tersebut tersebut layak untuk
direalisasikan.
Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat suatu investasi di mana pada saat itu NPV adalah nol. Suatu
investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila nilai IRR lebih besar dari
Cost of Capital yang ditentukan.
Analisa IRR pada studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini menunjukkan bahwa nilai perhitungan
adalah 22,87%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih besar dibandingkan
dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan, yaitu sebesar 12,86% sehingga proyek tersebut
Layak untuk direalisasikan.
Profitability Index (PI) adalah metode penghitungan kelayakan proyek dengan membandingkan antara
jumlah present value nilai arus kas dengan nilai investasi dari proyek.
Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa PI > 1 atau sebesar 1,94
sehingga investasi dapat diterima.
Investasi terhadap penambahan kegiatan usaha baru memberikan banyak manfaat untuk BLUE seperti
meningkatkan kesempatan bagi BLUE untuk bersaing di pasar lokal, meningkatkan permintaan produk &
komponen, meningkatkan kapasitas produksi & kualitas produk, mendorong pemberlakuan diversifikasi
produk & meningkatkan inovasi, mendorong kemitraan dengan pemasok lokal komponen serta
memperkuat rantai pasok domestik. Selain itu, investasi pada mesin baru dapat meningkatkan Tingkat
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 50
Page 69
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk tinta BLUE, sehingga BLUE dapat melakukan ekspansi
pasar ke pemerintah (Business to Government).
7.13. Perubahan Modal Kerja BLUE
Modal kerja dengan adanya penambahan usaha terdiri dari piutang usaha dan utang usaha, Sebagai
berikut (dalam Jutaan rupiah):
Modal Kerja Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
Aset Lancar 69.301 77.265 83.683 88.422 93.106
Hutang Lancar 7.007 7.231 7.465 7.754 8.071
Modal Kerja Bersih 54.337 60.993 63.151 65.507 68.008
Perubahan Modal Kerja Bersih 10.949 6.656 2.158 2.357 2.501
Modal Kerja Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
Aset Lancar 69.044 77.927 85.262 90.924 96.581
Hutang Lancar 7.065 7.395 7.669 7.981 8.319
Modal Kerja Bersih 55.021 63.022 65.429 67.997 70.714
Perubahan Modal Kerja Bersih 11.633 8.002 2.406 2.568 2.717
Berdasarkan proyeksi yang dilakukan, penambahan kegiatan usaha menyebabkan BLUE membutuhkan
modal kerja lebih besar di sepanjang periode proyeksi tahun 2023 hingga 2027. Modal kerja pasca
penambahan kegiatan usaha diproyeksikan meningkat dibandingkan dengan proyeksi modal kerja
sebelum adanya penambahan kegiatan usaha hal ini disebabkan oleh kebutuhan modal kerja lebih karena
adanya penambahan lini produksi tinta.
7.14. Analisis Profitabilitas dan Return on Investment
Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, berikut Profitabilitas yang
dihasilkan:
Analisis Profitibilitas & ROI Dengan Penambahan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
Marjin Laba Kotor 39,58% 39,53% 40,53% 41,02% 41,16%
Marjin Laba Usaha 13,22% 13,24% 13,75% 14,40% 15,10%
Marjin Laba Bersih 10,46% 10,47% 10,87% 11,37% 11,92%
Return On Investment 39% 44% 50% 56% 61%
Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode
tertentu pada tingkat penjualan, aset dan modal saham tertentu. Selama periode proyeksi profitabilitas
menunjukkan kenaikan pada Net Profit Margin hal ini di dukung dari kenaikan pada marjin laba kotor
yang terjadi akibat adanya kenaikan pada pendapatan perusahaan, serta kenaikan pada marjin laba
usaha yang mengindikasikan bahwa perusahaan melakukan efisiensi pada beban operasional perusahaan.
Return on Investment adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva yang digunakan dalam
perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen. Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh
aktiva yang dikendalikan dengan mengabaikan sumber pendanaan, rasio ini biasanya diukur dengan
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 51
Page 70
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
persentase. Selama periode proyeksi menunjukkan kenaikan, hal ini dapat diartikan bahwa perusahaan
dapat mengelola aset dan ekuitas dengan baik.
7.15. Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka berikut ini disajikan
analisa sensitivitas terhadap rencana yang akan dilakukan oleh BLUE:
Perubahan Pendapatan -3% -2% -1% 0% 1% 2% 3%
NPV (dalam Jutaan rupiah) 86 159 231 304 377 449 522
IRR 16% 18% 21% 23% 25% 27% 30%
PI 1,27 1,49 1,71 1,94 2,16 2,38 2,60
Perubahan Biaya -3% -2% -1% 0% 1% 2% 3%
NPV (dalam Jutaan rupiah) 547 466 385 304 223 142 61
IRR 31% 28% 26% 23% 20% 17% 15%
PI 2,68 2,43 2,18 1,94 1,69 1,44 1,19
Pada Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Pendapatan yang menunjukkan beberapa skenario yang
akan terjadi apabila BLUE mengalami kenaikan ataupun penurunan pendapatan dapat dilihat bahwa
apabila pendapatan BLUE mengalami penurunan sebesar 3% maka NPV BLUE akan bergerak dari 304
menjadi 86, namun apabila pendapatan BLUE meningkat sebesar 3% maka NPV BLUE akan bergerak dari
304 menjadi 522.
Hal yang sama juga akan terjadi pada Perubahan Biaya yang dimana apabila total biaya yang harus
dikeluarkan BLUE menurun sebesar 3% maka NPV BLUE akan bergerak dari 304 ke 547 namun apabila
total biaya BLUE meningkat sebesar 3% maka NPV BLUE akan bergerak dari 304 menuju 61.
Dari analisis sensitivitas yang dilakukan, terlihat bahwa rencana BLUE relatif lebih sensitif terhadap
perubahan biaya dibandingkan dengan pendapatan.
7.16. Kesimpulan Analisis Aspek Keuangan
Layak secara keuangan berdasarkan parameter kelayakan keuangan untuk produk BLUE yaitu:
Parameter Nilai Kriteria Kelayakan Keterangan
NPV 303.972.609 NPV > 0 Layak
IRR 22,87% IRR > tingkat diskonto Layak
PI 1,94 PI > 1 Layak
NPV produk BLUE menunjukkan hasil yang positif yang menggambarkan arus kas bersih yang akan
diterima lebih besar dari biaya investasi, sehingga rencana investasi ini dapat diterima. IRR produk BLUE
lebih besar dari pada tingkat bunga yang disyaratkan maka rencana investasi ini dapat diterima. PI
produk BLUE lebih besar dari satu, maka rencana investasi ini dapat diterima.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 52
Page 71
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
8. Kesimpulan
Analisis kelayakan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha BLUE telah dilakukan melalui analisa
kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan kelayakan
keuangan. Kesimpulan dari kajian yang telah dilakukan antara lain:
1. Layak secara pasar karena kegiatan usaha sektor industri pengolahan diperkirakan tumbuh
meningkat. Selain itu, BLUE telah menguasai pangsa pasar segmen retail perorangan maupun
lingkup usaha yang menjadikan BLUE sebagai perusahaan yang terpercaya. BLUE berupaya
memperluas potensi pasar melalui produksi tinta dalam negeri, sekaligus mengembalikan akses
pasar merek dagang Blueprint ke instansi pemerintah sehingga tujuan utama LPSE dan LKPP yang
berupa transparansi dan efisiensi proses jual-beli menjadi efektif kembali.
2. Layak secara teknis karena mesin dan bahan baku yang digunakan bersumber dari penyuplai yang
terpercaya, dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, berdasarkan komposisi karyawan, BLUE
memiliki 55 karyawan tetap dengan kompetensi yang baik dan dalam rentang usia yang produktif.
Ketersediaan karyawan tersebut dapat membantu pengembangan penambahan kegiatan bisnis baik
dari segi perencanaan, strategi pemasaran, dan evaluasi bisnis yang dijalankan.
3. Layak secara pola bisnis karena berdasarkan uraian keunggulan yang dimiliki BLUE, seperti terdapat
program “Bebas Pikiran Jasa Service”, konsumen mendapatkan layanan berupa gratis servis printer
per 30 ribu lembar atau setara dengan waktu 2 tahun. Kemampuan pesaing dalam meniru kualitas
mutu standar produk yang dihasilkan BLUE cukup kecil. Perbedaan formula racikan tinta membuat
inovasi dan temuan BLUE menjadi sulit untuk ditiru oleh produsen/distributor lain.
4. Layak secara model manajemen karena BLUE memiliki struktur manajemen yang cukup memadai
untuk menjalankan kegiatan usaha saat ini dan kegiatan usaha yang baru. BLUE memiliki
manajemen yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan usahanya dan menambah kegiatan
usaha baru. Pendidikan dan pengalaman menjadi salah satu faktor penting untuk menghasilkan
manajemen yang kompeten dan berkualitas. Penerapan sistem manajemen yang baik akan
menghasilkan pelaksanaan operasional usaha yang efektif, efisien dan terarah. Selain itu, BLUE
memiliki perhatian khusus terhadap sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan sesuai
bidang keahlian atau kompetensi. Manajemen kekayaan intelektual tidak luput dari perhatian
BLUE, BLUE melengkapi produknya sertifikasi hak kekayaan intelektual.
5. Layak secara keuangan berdasarkan parameter kelayakan keuangan untuk produk BLUE yaitu:
Parameter Nilai Kriteria Kelayakan Keterangan
NPV 303.972.609 NPV > 0 Layak
IRR 22,87% IRR > tingkat diskonto Layak
PI 1,94 PI > 1 Layak
NPV produk BLUE menunjukkan hasil yang positif yang menggambarkan arus kas bersih yang akan
diterima lebih besar dari biaya investasi, sehingga rencana investasi ini dapat diterima. IRR produk
BLUE lebih besar dari pada tingkat bunga yang disyaratkan maka rencana investasi ini dapat
diterima. PI produk BLUE lebih besar dari satu, maka rencana investasi ini dapat diterima.
Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana
penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh BLUE layak untuk dilaksanakan.
Demikian Laporan Studi Kelayakan Usaha ini kami sampaikan, atas Kerjasama dan kepercayaan yang
telah diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 53
Page 72
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
DAFTAR PUSTAKA
Apagen Solutions Pvt. Ltd. (2022, Oktober 22). Construction Industry Trends 2022. Dipetik December 1,
2022, dari Apagen Web site: https://www.linkedin.com/pulse/construction-industry-trends-
2022-apagensolutions/
Arief, S., & Edi, U. (2016). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Grasindo.
Badan Pusat Statistik. (2022). Laporan Perekonomian Indonesia Kuartal IV. Jakarta: Badan Pusat
Statistik.
Badan Pusat Statistika. (2022). Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III 2022. bps.go.id/.
Bank Indonesia. (2022). Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi DKI Jakarta. Jakarta: Bank
Indonesia.
Bank Indonesia. (2022). Laporan Kebijakan Moneter. Jakarta: Bank Indonesia.
Bank Indonesia. (2022). Laporan Perekonomian Provinsi DKI Jakarta Kuartal 4 2022. Jakarta: Bank
Indonesia.
Bank Indonesia. (2022). Survei Kegiatan Dunia Usaha. Jakarta: Bank Indonesia.
Bappenas. (2022). Perkembangan Ekonomi Dunia dan Indonesia Triwulan IV. Jakarta: Bappenas.
Bernstorm, S. (2014). Valuation: The Market Approach . British: Wiley.
Brigita, G., & Farida, L. (2017). PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN. JOM FISIP,
1-18.
Cerdasco. (2019, September 23). Marjin Laba Operasi. Diambil kembali dari Cerdasco.com:
https://cerdasco.com/margin-laba-operasi/
Cerdasco. (2022, April 17). Rasio Perputaran Persediaan: Formula, Perhitungan dan Cara Membacanya.
Diambil kembali dari Cerdasco: https://cerdasco.com/rasio-perputaran-persediaan/
Damodaran, A. (2012). Damodaran on Valuation: Security Analysis for Investment and Corporate Finance.
Canada: John Willey and Sons Inc.
Hayes, A. (2021, Maret 31). Return on Invested Capital (ROIC). Diambil kembali dari Investopedia.com:
https://www.investopedia.com/terms/r/returnoninvestmentcapital.asp
Hery. (2016). Financial Ratio For Business. Jakarta: PT Grasindo.
Huumon Team. (2022, Oktober 1). Construction Industry Challenges And Marketing Opportunities In
2023. Diambil kembali dari Huumon Web site: https://huumon.com/construction-industry-
challenges-and-opportunities/
Institute, Corporate Finance. (2021, September 13). Discount for Lack of Marketability (DLOM). Diambil
kembali dari corporatefinanceinstitute.com:
https://corporatefinanceinstitute.com/resources/knowledge/valuation/discount-for-lack-of-
marketability-dlom/
Jannah, M., & Imamsyah, F. (2019). Analisis Strategi Investasi Magic Formula pada Bursa Efek Indonesia.
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan , 241-252.
Kasmir. (2016). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Kenton, W. (2020, Desember 30). Long Term Debt to Total Assets Ratio. Diambil kembali dari
investopedia.com: https://www.investopedia.com/terms/l/long-term-debt-to-total-assets-
ratio.asp
McKinsey & Company. (2022, Maret 28). Bridging the labor mismatch in US construction. Diambil kembali
dari Mckinsey.com: https://www.mckinsey.com/capabilities/operations/our-insights/bridging-
the-labor-mismatch-in-us-construction
Pranata, D., & Pujiati, D. (2015). The effect of liquidity, profitability, sales growth, and dividend policy
on stock prices after the implementation of IFRS. The Indonesian Accounting Review , 169-178.
PT MBW. (2022). Data Internal PT Melu Bangun Wiweka. Bekasi: PT Melu Bangun Wiweka.
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 54
Page 73
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Qurani, Z. R., & Hendratno. (2019). ANALISIS PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, CURRENT RATIO, DAN
NET PROFIT MARGIN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PERUSAHAAN. Jurnal Akuntansi, Audit, dan
Sistem Informasi Akuntansi , 169-182.
RICS. (2022). Global Construction Monitor. rics.org.
Sawir, A. (2009). Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan . Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
SPI 330 Edisi Revisi-Penilaian Bisnis. (2020).
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 55
Page 74
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
LAMPIRAN
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 56
Page 75
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Lampiran 1
Proyeksi Neraca
PT Berkah Prima Perkasa Tbk
(Dalam Jutaan Rupiah)
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
ASET
Aset Lancar 69.301 77.265 83.683 88.422 93.106
Kas dan Setara Kas 7.956 9.041 13.068 15.161 17.026
Piutang Usaha 20.702 24.996 26.107 27.193 28.324
Piutang lain-lain 332 345 360 375 391
Persediaan 27.148 28.091 28.921 30.041 31.270
Pajak dibayar di muka 242 252 263 274 285
Biaya Dibayar Dimuka 307 319 333 347 362
Aset keuangan diukur pada nilai wajar
5.009 5.009 5.009 5.009 5.009
melalui laba rugi
Uang Muka 7.604 9.212 9.622 10.022 10.439
Aset Tidak Lancar 37.097 35.901 34.653 33.904 32.812
Uang muka pembelian setelah
8.252 8.572 8.953 9.326 9.714
dikurangi dengan bagian lancar
Aset pajak tangguhan 449 467 487 508 529
Aset tak berwujud 0 0 0 0 0
Aset Tetap 28.396 26.862 25.213 24.070 22.569
Jumlah Aset 106.398 113.165 118.337 122.326 125.918
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK 7.007 7.231 7.465 7.754 8.071
Utang Usaha 2.239 2.311 2.386 2.478 2.580
Beban akrual 2.351 2.426 2.505 2.602 2.708
Utang pajak 2.374 2.450 2.529 2.627 2.735
Uang muka penjualan 42 44 45 47 49
LIABILITAS JANGKA PANJANG 684 705 728 756 787
Liabilitas Imbalan Kerja 684 705 728 756 787
JUMLAH LIABILITAS 7.691 7.936 8.193 8.510 8.859
EKUITAS
Modal Saham 41.800 41.800 41.800 41.800 41.800
Tambahan modal disetor 19.353 19.353 19.353 19.353 19.353
Saldo laba 37.534 44.056 48.970 52.642 55.885
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 57
Page 76
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
2023 2024 2025 2026 2027
Penghasilan (beban) komprehensif lain 21 21 21 21 21
JUMLAH EKUITAS 98.707 105.229 110.143 113.816 117.059
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 106.398 113.165 118.337 122.326 125.918
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
ASET
Aset Lancar 69.044 77.927 85.262 90.924 96.581
Kas dan Setara Kas 6.959 7.510 12.164 14.946 17.548
Piutang Usaha 21.069 26.103 27.311 28.500 29.742
Piutang lain-lain 338 360 377 393 410
Persediaan 27.371 28.728 29.711 30.921 32.231
Pajak dibayar di muka 247 263 275 287 300
Biaya Dibayar Dimuka 313 333 349 364 380
Aset keuangan diukur pada nilai wajar 5.009 5.009 5.009 5.009 5.009
melalui laba rugi
Uang Muka 7.739 9.620 10.066 10.504 10.962
Aset Tidak Lancar 37.507 36.503 35.233 34.452 33.416
Uang muka pembelian setelah 8.399 8.952 9.366 9.774 10.200
dikurangi dengan bagian lancar
Aset pajak tangguhan 457 487 510 532 555
Aset tak berwujud 0 0 0 0 0
Aset Tetap 28.651 27.064 25.357 24.146 22.661
Jumlah Aset 106.551 114.430 120.495 125.376 129.997
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK 7.065 7.395 7.669 7.981 8.319
Utang Usaha 2.258 2.363 2.451 2.551 2.659
Beban akrual 2.371 2.481 2.573 2.678 2.792
Utang pajak 2.394 2.505 2.598 2.704 2.819
Uang muka penjualan 43 45 46 48 50
LIABILITAS JANGKA PANJANG 689 721 748 779 812
Liabilitas Imbalan Kerja 689 721 748 779 812
JUMLAH LIABILITAS 7.754 8.116 8.417 8.760 9.131
EKUITAS
Modal Saham 41.800 41.800 41.800 41.800 41.800
Tambahan modal disetor 19.353 19.353 19.353 19.353 19.353
Saldo laba 37.623 45.140 50.905 55.442 59.693
Penghasilan (beban) komprehensif lain 21 21 21 21 21
JUMLAH EKUITAS 98.797 106.314 112.078 116.616 120.866
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 106.551 114.430 120.495 125.376 129.997
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 58
Page 77
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Lampiran 2
Proyeksi Laba Rugi
PT Berkah Prima Perkasa Tbk
(Dalam Jutaan Rupiah)
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
Pendapatan 135.684 141.328 147.207 153.330 159.708
Beban Pokok Pendapatan 82.751 85.625 88.157 91.569 95.315
Total Persediaan Untuk dijual 109.898 113.716 117.078 121.610 126.585
Laba Kotor 52.933 55.703 59.050 61.761 64.393
Beban Penjualan -14.197 -16.005 -16.908 -17.794 -18.534
Beban Umum dan Administrasi -20.678 -20.821 -21.161 -20.888 -21.488
Pendapatan Operasi Lain 83 87 90 94 98
Laba Usaha 18.141 18.963 21.071 23.174 24.469
Pendapatan Keuangan 294 306 319 333 346
Beban Keuangan -33 -34 -36 -37 -39
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 18.403 19.235 21.355 23.469 24.777
Beban Pajak Penghasilan -4.049 -4.232 -4.698 -5.163 -5.451
Laba Tahun Berjalan 14.354 15.004 16.657 18.306 19.326
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
Pendapatan 138.088 147.588 153.999 160.699 167.703
Beban Pokok Pendapatan 83.432 87.569 90.563 94.253 98.245
Total Persediaan Untuk dijual 110.804 116.297 120.273 125.174 130.476
Laba Kotor 54.656 60.019 63.436 66.446 69.458
Beban Penjualan -15.587 -18.583 -19.716 -20.849 -21.849
Beban Umum dan Administrasi -20.896 -21.284 -21.649 -21.408 -21.947
PENDAPATAN OPERASI LAIN 83 87 90 94 98
Laba Usaha 18.256 20.239 22.162 24.283 25.760
Pendapatan Keuangan 294 306 319 333 346
Beban Keuangan -33 -34 -36 -37 -39
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 18.518 20.511 22.445 24.578 26.068
Beban Pajak Penghasilan -4.074 -4.512 -4.938 -5.407 -5.735
Laba Tahun Berjalan 14.444 15.998 17.507 19.171 20.333
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 59
Page 78
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Lampiran 3
Proyeksi Arus Kas
PT Berkah Prima Perkasa Tbk
(Dalam Jutaan Rupiah)
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
Arus Kas dari Kegiatan Operasi
Laba setelah pajak 14.354 15.004 16.657 18.306 19.326
Penyesuain untuk:
Penyusutan 2.214 2.358 2.508 2.037 2.433
Penurunan (kenaikan) Piutang usaha -3.029 -4.294 -1.111 -1.086 -1.131
Penurunan (kenaikan) Piutang lain-lain -246 -13 -15 -15 -16
Penurunan (kenaikan) Persediaan -2.756 -943 -830 -1.120 -1.229
Penurunan (kenaikan) Pajak dibayar di
-59 -9 -11 -11 -11
muka
Penurunan (kenaikan) Biaya Dibayar
-216 -12 -14 -14 -14
Dimuka
Penurunan (kenaikan) Uang muka
-4.992 -1.608 -409 -400 -417
pembelian
Penurunan (kenaikan) Utang usaha 1.674 71 75 92 101
Penurunan (kenaikan) Utang Lain - lain 0 0 0 0 0
Penurunan (kenaikan) Beban akrual -1.061 75 79 97 106
Penurunan (kenaikan) Utang pajak -144 76 79 98 107
Penurunan (kenaikan) Uang muka
-118 1 1 2 2
penjualan
Total Arus Kas dari Kegiatan Operasi 5.619 10.706 17.007 17.986 19.257
Arus Kas dari Kegiatan Investasi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar
0 0 0 0 0
melalui laba rugi (Reksa dana)
Penambahan Aset tetap -791 -824 -859 -894 -932
Penambahan Aset tak berwujud 0 0 0 0 0
Uang muka pembelian setelah dikurangi
-265 -320 -381 -372 -388
dengan bagian lancar
Aset pajak tangguhan 231 -17 -21 -20 -21
Total Arus Kas dari Kegiatan Investasi -826 -1.162 -1.260 -1.287 -1.341
Arus Kas Dari Kegiatan Pendanaan
Penurunan (kenaikan) Liabilitas Imbalan
-678 22 23 28 31
Kerja
Pembayaran Dividen -3.511 -8.481 -11.743 -14.634 -16.082
Total Arus Kas Dari Kegiatan
-4.189 -8.460 -11.720 -14.605 -16.052
Pendanaan
Kenaikan kas dan setara kas 604 1.085 4.027 2.094 1.865
Kas dan Setara Kas - Awal 7.352 7.956 9.041 13.068 15.161
Kas dan Setara Kas - Akhir 7.956 9.041 13.068 15.161 17.026
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 60
Page 79
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
Arus Kas dari Kegiatan Operasi
Laba setelah pajak 14.444 15.998 17.507 19.171 20.333
Penyesuain untuk:
Penyusutan 2.298 2.448 2.605 2.149 2.463
Penurunan (kenaikan) Piutang usaha -3.396 -5.034 -1.208 -1.188 -1.242
Penurunan (kenaikan) Piutang lain-lain -252 -22 -17 -16 -17
Penurunan (kenaikan) Persediaan -2.980 -1.357 -982 -1.211 -1.310
Penurunan (kenaikan) Pajak dibayar di
-64 -16 -12 -12 -13
muka
Penurunan (kenaikan) Biaya Dibayar
-221 -21 -15 -15 -16
Dimuka
Penurunan (kenaikan) Uang muka
-5.127 -1.881 -445 -438 -458
pembelian
Penurunan (kenaikan) Utang usaha 1.692 105 87 100 108
Penurunan (kenaikan) Utang Lain - lain 0 0 0 0 0
Penurunan (kenaikan) Beban akrual -1.042 111 92 105 113
Penurunan (kenaikan) Utang pajak -124 112 93 106 115
Penurunan (kenaikan) Uang muka
-118 2 2 2 2
penjualan
Total Arus Kas dari Kegiatan Operasi 5.109 10.445 17.706 18.752 20.079
Arus Kas dari Kegiatan Investasi
Aset keuangan diukur pada nilai wajar
0 0 0 0 0
melalui laba rugi (Reksa dana)
Penambahan Aset tetap -1.131 -861 -898 -937 -978
Penambahan Aset tak berwujud 0 0 0 0 0
Uang muka pembelian setelah dikurangi
-412 -553 -414 -408 -426
dengan bagian lancar
Aset pajak tangguhan 223 -30 -23 -22 -23
Total Arus Kas dari Kegiatan Investasi -1.319 -1.444 -1.335 -1.367 -1.427
Arus Kas Dari Kegiatan Pendanaan
Penurunan (kenaikan) Liabilitas Imbalan
-673 32 27 30 33
Kerja
Pembayaran Dividen -3.511 -8.481 -11.743 -14.634 -16.082
Total Arus Kas Dari Kegiatan Pendanaan -4.183 -8.449 -11.716 -14.603 -16.049
Kenaikan kas dan setara kas -394 551 4.655 2.781 2.602
Kas dan Setara Kas - Awal 7.352 6.959 7.510 12.164 14.946
Kas dan Setara Kas - Akhir 6.959 7.510 12.164 14.946 17.548
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 61
Page 80
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Lampiran 4
Proyeksi Arus Kas Bebas
PT Berkah Prima Perkasa Tbk
(Dalam Rupiah)
Sebelum Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
FCFF Existing
Laba Tahun Berjalan 14.354.015.710 15.003.548.452 16.656.768.420 18.305.909.066 19.325.843.141
(+) Bunga (1-tax)
(+) Depresiasi dan amortisasi 2.214.150.493 2.358.030.761 2.507.896.096 2.036.847.339 2.432.675.320
(-) Investment (791.446.931) (824.369.182) (858.660.918) (894.379.106) (931.583.083)
(-) Perubahan Modal Kerja
(10.949.401.515) (6.655.509.372) (2.157.569.819) (2.356.576.837) (2.501.256.694)
Bersih
Arus Kas Bebas Perusahaan 4.827.317.756 9.881.700.660 16.148.433.779 17.091.800.462 18.325.678.684
Nilai Kini Arus Kas Bebas
4.277.149.329 7.757.624.356 11.232.488.566 10.533.723.598 10.006.972.308
Perusahaan
Total Nilai Kini Arus Kas Bebas
43.807.958.156
Perusahaan (PV)
Nilai Terminal 104.923.330.108
Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
2023 2024 2025 2026 2027
FCFF Penambahan Kegiatan
Usaha
Laba Tahun Berjalan 14.443.770.507 15.998.333.472 17.507.295.998 19.170.992.990 20.332.776.332
(+) Bunga (1-tax)
(+) Depresiasi dan amortisasi 2.297.865.519 2.448.119.323 2.604.899.469 2.148.562.072 2.463.275.527
(-) Investment (1.130.540.563) (860.886.674) (898.279.674) (937.362.502) (978.216.864)
(-) Perubahan Modal Kerja
(11.632.539.294) (8.001.744.127) (2.406.432.771) (2.567.936.877) (2.717.103.495)
Bersih
Arus Kas Bebas Perusahaan 3.978.556.168 9.583.821.994 16.807.483.022 17.814.255.683 19.100.731.499
Nilai Kini Arus Kas Bebas
3.525.120.927 7.523.774.853 11.690.908.447 10.978.974.736 10.430.199.857
Perusahaan
Total Nilai Kini Arus Kas Bebas
44.148.978.820
Perusahaan (PV)
Nilai Terminal 109.360.880.489
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 62
Page 81
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Foto Mesin dan Peralatan Kegiatan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK I 60
Page 82
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
Foto Mesin dan Peralatan Kegiatan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK | 61
Page 83
Office:
Ruko Orchard Walk D12 Bogor Nirwana Residence
RT 06/RW 12, Kel. Mulyaharja, Kec. Bogor
Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat 16135
+62 252-8578-859
corsec@valuers.partners
LAPORAN STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PT BERKAH PRIMA PERKASA TBK I 42
Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
H. R. Rasuna Said
p.1
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
KJPP Putri Anugrah & Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP Putri Anugrah
p.2 ×9
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×29
unresolved
org
Pusat Statistik
p.4 ×6
unresolved
org
KJPP Putri Anugrah dan Rekan
p.7 ×7
unresolved
org
Rekan Putri Anugrah
p.7
unresolved
person
Putri Anugrah, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
· Pimpinan Rekan
p.7
unresolved
org
PT BLUE
p.8 ×15
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.11
unresolved
org
Properti Putri Anugrah
p.12 ×2
unresolved
person
Penyelia Bisnis Rulan Kis Riarto
p.12 ×2
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.19 ×2
unresolved
org
Koperasi Dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan
p.21
unresolved
org
Menteri Dalam Negeri dan Kepala LKPP
p.21
unresolved
org
Milik Negara
p.22
unresolved
org
Menteri Perindustrian
p.22
unresolved
org
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
p.22
unresolved
person
Akta Notaris Drs. Arif Djohan Tunggal
p.24 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.24
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.24
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.24
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.24 ×2
unresolved
person
Rudy Tansri
p.24 ×2
unresolved
org
PT Cetak Biru
p.25
unresolved
person
Siek Agung Tn. Herman Tansri Kapital
p.25 ×13
unresolved
person
Noviyanti Indah Kardiman
· Komisaris Independen
p.25 ×5
unresolved
person
Fadjar Tasrif Sumber
· Direktur
p.25 ×13
unresolved
org
Anwar & Rekan
p.27
unresolved
org
Pusat Statiska
p.42 ×3
unresolved
org
PT Astra Graphia Information Technology
p.47
unresolved
org
PT Astragraphia Xprins Indonesia
p.47
unresolved
org
PT. Dyandra Promosindo. Berdiri
p.47
unresolved
org
PT. Dyandra Promosindo
p.47
unresolved
person
Lucy Octavia Siregar
p.48
unresolved
org
PT Aneka Berkah Gemintang. Rudy Tasrif
p.60
unresolved
org
PT Aneka Berkah Gemintang. Herman Tansri
p.60
unresolved
org
PT Interpan Pasific Future. Fadjar Tasrif
p.60
unresolved
org
DER
p.66
unresolved
org
DAFTAR PUSTAKA Apagen Solutions Pvt. Ltd.
p.72
unresolved
org
PT Grasindo. Badan Pusat Statistik.
p.72
unresolved
org
Pusat Statistik. Badan Pusat Statistika.
p.72
unresolved
org
Bank Indonesia. Bappenas.
p.72
unresolved
org
Sons Inc.
p.72
unresolved
org
PT Grasindo. Huumon Team.
p.72
unresolved
org
PT Raja Grafindo. Kenton
p.72
unresolved
org
PT MBW.
p.72
unresolved
org
PT Melu Bangun Wiweka. Bekasi
p.72
unresolved
org
PT Melu Bangun Wiweka.
p.72
unresolved
org
PT Gramedia Pustaka Utama. SPI
p.73
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
8542 ms
12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}