Skip to content
Back to announcement

20250519_TRON_Laporan Informasi dan Fakta Material_31887088_lamp1.pdf

Other Text extracted TRON

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 94

Page 1
                                                                                          Kantor Pusat :
                                                                                          Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                          Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                                       KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                                          Email : kjpp.ydr2@gmail.com


        2025
                                       Penilaian Properti & Bisnis
                                                                                          Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                                       Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                                          Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                                       Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                          Telp : 0822-2501-2708
                                                                                          Email : satrio.kjppydr@gmail.com




                STUDI KELAYAKAN RENCANA PENAMBAHAN KLASIFIKASI
                      BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA (KBLI)
                       PT TEKNOLOGI KARYA DIGITAL NUSA TBK




Kantor Pusat:
Jalan KH. Guru Amin KM.17 No.12A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
Telp    : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp     : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com




                                                     Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 2
                                                                            Kantor Pusat :
                                                                            Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                            Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                         KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                            Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                         Penilaian Properti & Bisnis
                                                                            Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                         Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                            Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                         Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                            Telp : 0822-2501-2708
                                                                            Email : satrio.kjppydr@gmail.com


No. Laporan      : 00002/2.0138-00/JL/10/0423/1/V/2025                                          Jakarta, 19 Mei 2025

Kepada Yth.
Direksi PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A,
Kel. Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok,
Kota Adm. Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. 14350

Perihal    :   Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
               Indonesia (KBLI) PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk.

Dengan hormat,

Memenuhi permintaan manajemen PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (“TKDN atau Perseroan atau
Perusahaan”) sebagaimana yang kami terima, bahwa manajemen TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai
Publik Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“KJPP YDR”) dengan Penawaran Jasa KJPP YDR Nomor: 02/YDR-
B/PNR-JL/V/2025 tanggal 09 Mei 2025 yang telah disetujui dan ditandatangani oleh TKDN, untuk melakukan
Pekerjaan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu
kegiatan aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu
Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap Station (PSS).

KJPP YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memiliki izin berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor: 921/KM.1/2016 dengan nomor izin usaha 2.16.0138 tertanggal 2 September 2016.

1.    Latar Belakang Penugasan

      TKDN merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public company) yang
      didirikan di Indonesia. Bidang usaha Perseroan Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi
      sistem informasi berbasis telematika dan Internet of Things (IoT) untuk pengembangan smart city..
      TKDN berdomisili di Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A Kelurahan Sunter Agung, Kec. Tanjung
      Priok Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350 dengan nomor telepon (021) 38889045, alamat
      email: corporate.secretary@tkdn.co.id, dan alamat website www.tkdn.co.id.

      Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, TKDN berencana untuk menambah
      kegiatan aktivitas usaha dikarenakan adanya peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan. Untuk
      memanfatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan, Perseroan membutuhkan
      penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha utama Perseroan, yaitu aktivitas usaha Pembangkit,
      Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No.
      35115).

      Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Perseroan akan mengakibatkan terjadinya
      penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
      Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
      Kegiatan Usaha Utama” (“POJK No.17/2020”), mengingat bahwa Rencana Transaksi akan mengakibatkan
      terjadinya penambahan aktivitas usaha penunjang Perseroan yaitu aktivitas usaha Pembangkit,
      Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No.



                                       Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 3
                                                                              Kantor Pusat :
                                                                              Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                              Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                        KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                   Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                              Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                        Penilaian Properti & Bisnis
                                                                              Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                        Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                              Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                        Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                       Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                              Telp : 0822-2501-2708
                                                                              Email : satrio.kjppydr@gmail.com


     35115).

     Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan POJK
     No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
     penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
     untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
     perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
     Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”)

     Oleh karena itu, TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan
     (“KJPP YDR”) untuk melakukan Pekerjaan Kajian Studi Kelayakan tersebut dengan Penawaran Jasa
     Nomor: 02/YDR-B/PNR-JL/V/2025 tanggal 09 Mei 2025.

2.   Status Penilai

     Konsultan yang menandatangani laporan Penilaian ini merupakan Konsultan dengan Kompetensi dan
     klasifikasi Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
     dengan perizinan sebagai berikut:

     Nama                                            :    Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
     No. Izin Penilai Publik                         :    B-1.15.00423
     No. MAPPI                                       :    98-S-01056
     No. STTD OJK (Pasar Modal)                      :    STTD.PB-40/PM.02/2023

     YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta
     memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

     Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa adanya
     benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
     pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. YDR juga tidak memiliki
     kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini

     Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
     manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

3.   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Nama Pemberi Tugas                       :    PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
      Bidang Usaha                             :    Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi sistem
                                                    informasi berbasis telematika dan Internet of Things (IoT)
                                                    untuk pengembangan smart city
      Alamat                                   :    Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A, Kel. Sunter Agung,
                                                    Kec. Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta Utara Prov. DKI Jakarta.
      Telepon/Fax                              :    (021) 38889045
      Email                                    :    corporate.secretary@tkdn.co.id
      Website                                  :    www.tkdn.co.id



                                      Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 4
                                                                           Kantor Pusat :
                                                                           Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                           Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                        KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                           Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                        Penilaian Properti & Bisnis
                                                                           Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                        Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                           Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                        Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                           Telp : 0822-2501-2708
                                                                           Email : satrio.kjppydr@gmail.com


4.   Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan

     Yang dimaksud Objek Studi Kelayakan adalah analisis atas rencana penambahan kegiatan usaha
     dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan yang akan dilakukan oleh
     PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk yaitu aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan
     Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap
     Station (PSS).

5.   Jenis Mata Uang yang Digunakan

     Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. YDR tidak bertanggung jawab atas
     penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.

6.   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

     Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Kajian Studi Kelayakan atas rencana TKDN yang
     akan melakukan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran
     Dasar perusahaan. Studi ini juga bertujuan untuk mengkaji prospek usaha dari TKDN ditinjau dari
     berbagai aspek yang meliputi aspek kelayakan pasar, aspek teknis, aspek kelayakan Pola Bisnis,
     aspek Model Manajemen, serta aspek keuangan dengan memperkirakan tingkat kemampulabaan dari
     operasional rencana pengembangan bisnis ini, sehingga Pimpinan TKDN dapat menyetujui atas
     usulan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar
     perusahaan tersebut.

     Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi pihak TKDN dalam rangka kepentingan
     usahanya. Laporan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut dan bukan untuk kepentingan
     perpajakan. Laporan kajian studi kelayakan ini disusun untuk memberikan pendapat dan/atau
     masukan bagi Manajemen TKDN dalam pengambilan keputusan terbaik yang memberikan manfaat
     yang menguntungkan bagi TKDN mengacu pada peraturan yang ada dan tidak menutup kemungkinan
     untuk bertindak lain.

7.   Tanggal Sudi Kelayakan

     Tanggal efektif studi kelayakan adalah 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar
     pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua)
     POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak
     tanggal analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada 30 Juni 2025.

8.   Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

     Dalam melakukan studi kelayakan ini, YDR juga menggunakan informasi dari beberapa sumber informasi
     yang relevan dan handal, yaitu:

      •   Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan
      •   Proyeksi keuangan TKDN untuk tahun 2025 sampai dengan 2029
      •   Proyeksi keuangan TKDN atas penambahan kegiatan usaha untuk tahun 2025 sampai dengan 2029



                                      Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 5
                                                                           Kantor Pusat :
                                                                           Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                           Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                        KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                           Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                        Penilaian Properti & Bisnis
                                                                           Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                        Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                           Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                        Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                           Telp : 0822-2501-2708
                                                                           Email : satrio.kjppydr@gmail.com


          yang disediakan manajemen Perseroan
      •   Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk dan Entitas Anak Nomor:
          00027/3.0424/AU.1/05/1721-1/1/III/2025 dikeluarkan tanggal 28 Maret 2025, yang telah diaudit per
          31 Desember 2024 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Mujiono, SE, Ak., CA., CPA dari Kantor Akuntan
          Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (BDO) dengan opini wajar dalam semua hal yang
          material.
      •   Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk dan Entitas Anak Nomor:
          00349/2.0459/AU.1/05/1482-1/1/III/2024 dikeluarkan tanggal 27 Maret 2024, yang telah diaudit per
          31 Desember 2023 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Yansyafrin, CA, CMA., CPA, CPI dari Kantor Akuntan
          Publik Heliantono & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
      •   Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. Nomor: 00111/3.0428/AU.1/05/1725-
          2/1/IV/2023 dikeluarkan tanggal 11 April 2023, yang telah diaudit per 31 Desember 2022 oleh Akuntan
          Pubik (“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi &
          Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
      •   Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. Nomor: 00155/3.0428/AU.1/05/1725-
          2/1/X/2022 dikeluarkan tanggal 3 Oktober 2022, yang telah diaudit per 31 Juli 2022 oleh Akuntan
          Pubik (“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi &
          Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
      •   Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa Nomor: 00093/3.0428/AU.1/05/1725-1/1/IV/2022
          dikeluarkan tanggal 27 April 2022, yang telah diaudit per 31 Desember 2021 oleh Akuntan Pubik
          (“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi & Rekan
          dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
      •   Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa (d/h PT Damai Harapan Sentosa) Nomor:
          00062/3.0291/AU.1/05/0824-1/1/V/2021 dikeluarkan tanggal 7 Mei 2021, yang telah diaudit per 31
          Desember 2020 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Sudirman Simangunsong, MSi, CPA dari Kantor Akuntan
          Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang dan Ali dengan opini wajar dalam semua hal yang
          material.
      •   Legalitas Perseroan.
      •   Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran.
      •   Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait seperti
          Bank Indonesia.
      •   Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan penugasan Studi
          Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.
      •   Representation Letter Nomor 072/TKDN/V/2025 tanggal 16 Mei 2025 sehubungan dengan
          Penugasan Pekerjaan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.
      •   Data-data lain sebagai pendukung.

     YDR telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang diverifikasi
     terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang disampaikan.

9.   Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

     Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan
     perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi terhadap keseluruhan atau



                                      Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 6
                                                                             Kantor Pusat :
                                                                             Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                             Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                          KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                             Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                          Penilaian Properti & Bisnis
                                                                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                          Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                             Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                          Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                             Telp : 0822-2501-2708
                                                                             Email : satrio.kjppydr@gmail.com


      sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan keuangan
      perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi kelayakan,
      dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek studi
      kelayakan dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana Transaksi tersebut. Tanda
      tangan Penilai Publik dan cap YDR yang resmi merupakan syarat mutlak laporan studi kelayakan yang
      dihasilkan.

10.   Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI

      Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
      35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
      Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.

11.   Metodologi

      Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
      No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia
      (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:

      Pengumpulan Data

       • Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-data rencana
         investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data primer ini diperoleh
         secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama dari manjemen TKDN pada saat
         dilakukan investigasi lapangan.
       • Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga dalam bentuk
         angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan tujuan penugasan seperti
         analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis manajemen risiko, untuk mengevaluasi
         pengaruh dari faktor tersebut di masa mendatang.

       Analisis Kelayakan

       Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
       No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:

            a. Kelayakan Pasar; Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti
               pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, potensi nilai pasar,
               pesaing usaha, dan strategi pemasaran.

            b. Kelayakan Teknis; Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan
               Kualitas Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.

            c. Kelayakan Pola Bisnis; Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan



                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 7
                                                                             Kantor Pusat :
                                                                             Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                             Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                          KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                             Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                          Penilaian Properti & Bisnis
                                                                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                          Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                             Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                          Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                             Telp : 0822-2501-2708
                                                                             Email : satrio.kjppydr@gmail.com


                Kompetitif TKDN, Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk TKDN; Kemampuan Untuk
                Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.

            d. Kelayakan Model Manajemen; Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap
               analisis ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko,
               kapasitas dan kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.

            e. Kelayakan Keuangan; Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan
               seperti analisis titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability),
               Tingkat Balikan Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial dengan
               Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index
               dan analisis sensitivitas.

12.   Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa adanya benturan
      kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak- pihak yang terafiliasi dengan
      pemberi tugas.

      KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“YDR”) juga tidak memiliki benturan kepentingan ataupun
      keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan
      keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terimasama sekali tidak dipengaruhi
      oleh nilai yang dihasilkan

13.   Asumsi dan Kondisi Pembatas

       1.   Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer opinion.
       2.   YDR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan
            penambahan kegiatan usaha.
       3.   Dalam menyusun laporan ini, YDR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang
            disediakan oleh manajemen TKDN dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
            publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. YDR tidak terlibat dan tidak
            melakukan audit ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan tersebut.
       4.   Laporan ditujukan untuk kepentingan manajemen TKDN terkait POJK No. 17/POJK.04/2020
            tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
       5.   YDR tidak memiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan YDR memberikan
            pendapat yang bias sehubungan dengan informasi yang dibahas dalam laporan ini.
       6.   Pemberi tugas telah membebaskan YDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan
            ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan Manajemen, konsultan atau pihak
            ketiga, kepada YDR dalam penyusunan laporan ini.
       7.   Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut kajian studi
            kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada YDR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta
            yang penting.
       8.   YDR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan dengan
            subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat didalamnya.



                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 8
                                                                             Kantor Pusat :
                                                                             Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                             Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                          KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                             Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                          Penilaian Properti & Bisnis
                                                                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                          Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                             Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                          Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                             Telp : 0822-2501-2708
                                                                             Email : satrio.kjppydr@gmail.com


       9.    Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan Peraturan
             Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020
             tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
             Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi
             Revisi Tahun 2020.
       10.   YDR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh TKDN serta telah disesuaikan
             sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya
             (fiduciary duty).
       11.   YDR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai akhir yang dihasilkan.
       12.   YDR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
       13.   Laporan keuangan dan informasi lainnya yang disampaikan oleh TKDN atau wakilnya dalam rangka
             penugasan ini, telah diterima tanpa dilakukan verifikasi lebih lanjut, dianggap sesuai dengan
             peraturan dan ketentuan yang berlaku, dianggap lengkap dan benar dalam mencerminkan kondisi
             kegiatan usaha dan operasi TKDN untuk masing-masing periode yang disajikan.
       14.   YDR tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh TKDN. YDR
             berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset TKDN, baik saat ini
             maupun di masa yang akan datang.
       15.   YDR berasumsi bahwa TKDN telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan perpajakan,
             retribusi, pungutan-pungutan lainnya dan kewajiban-kewajian lainnya sesuai dengan peraturan
             yang berlaku.
       16.   YDR tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
             kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari TKDN yang relevan dan signifikan
             pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan YDR, yang tidak dan atau belum YDR terima dari
             TKDN.

14.   Tanda Tangan pimpinan dan Cap KJPP YDR Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya Laporan
      Studi Kelayakan Yang Terlampir

      Tanda tangan pimpinan dan cap KJPP YDR yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
      kelayakan yang terlampir.

15.   Konfirmasi Bahwa Objek Studi Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka Waktu 2 (dua) Bulan

      Dengan ini, Pemberi Tugas memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
      dianalisis oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi yang sama
      atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). Apabila Pemberi Tugas terbukti
      memberikan informasi yang tidak benar, maka Laporan Studi Kelayakan dinyatakan tidak berlaku.

      Tidak ada KJPP berizin selain KJPP YDR yang diminta oleh Pemberi Tugas dalam waktu yang bersamaan
      untuk melakukan studi kelayakan atas objek yang dimaksud, sampai Laporan Studi Kelayakan diterbitkan.




                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 9
                                                                                Kantor Pusat :
                                                                                Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                           KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                  Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                                Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                           Penilaian Properti & Bisnis
                                                                                Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                           Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                                Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                           Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                      Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                Telp : 0822-2501-2708
                                                                                Email : satrio.kjppydr@gmail.com


16.   Tingkat Kedalaman Investigasi

      • Inspeksi.

         Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi dengan melakukan Inspeksi terhadap
         Perseroan dan melakukan wawancara dengan Pemberi Tugas, maupun pihak lain yang relevan guna
         mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendapatkan keyakinan yang memadai terkait
         dengan maksud dan tujuan penugasan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami keterbatasan
         untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan.

      • Penelaahan

         Dari hasil inspeksi maupun wawancara dan data / informasi yang diterima maka setelah dilakukan
         penelaahan, kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi kepada
         pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.

      Berikut adalah pihak yang diwawancara dalam hubungannya dengan penugasan yaitu:

                    Nama                                      Jabatan                                    Perusahaan
       David Santoso                                       Direktur Utama                                    TKDN
       Rudy Budiman Setiawan                                   Direktur                                      TKDN
       Rizky Teguh Sudaryanto                           Senior Manager Legal                                 TKDN
       Shinta Budiarti Santoso                 Senior Manager Finance Accounting & Tax                       TKDN
       Muhammad Fathoni                                   Manager Finance                                    TKDN
       Citra Dewi                                     Manager Accounting & Tax                               TKDN
       Zaid Zar Lubis                                      Manager Legal                                     TKDN
       Citra Dewi                                         Manager Finance                                    TKDN

17.   Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan

      Dalam penugasan ini KJPP YDR bertindak sebagai konsultan penyusunan kajian kelayakan bagi TKDN.
      Penugasan ini bukanlah merupakan jasa penilaian tetapi adalah jasa lainnya yaitu sebagai konsultan
      penyusunan kajian kelayakan. Sebagai informasi dalam penugasan ini KJPP YDR telah bekerja secara
      profesional dan kolaraboratif dengan manajemen TKDN. KJPP YDR menolak bertanggung jawab atas
      kerugian akibat kesalahan penggunaan isi dokumen ini, validitas data/informasi dari pihak ketiga, ataupun
      kesalahpahaman interpretasi atas informasi di dalam dokumen ini. Hasil pekerjaan ini dapat digunakan
      sebagai bahan perkembangan dan masukan bagi Manajemen TKDN dalam rencana Penambahan
      Kegiatan Usaha TKDN dan oleh karenanya tidak membatasi atau mengurangi kewenangan yang dimiliki
      oleh Manajemen TKDN jika memutuskan hal lain.

      Semua informasi yang terkandung didalam dokumen laporan ini telah dicek dan disetujui oleh TKDN. Hasil
      pekerjaan telah dipaparkan secara lengkap dan menyeluruh kepada TKDN. Penerima atau pemegang
      dokumen ini dilarang mendistribusikan, mereplikasi atau mempublikasi sebagian atau seluruh dokumen ini
      tanpa izin dari TKDN.




                                         Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 10
                                                                              Kantor Pusat :
                                                                              Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                              Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                           KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                              Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                           Penilaian Properti & Bisnis
                                                                              Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                           Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                              Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                           Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                              Telp : 0822-2501-2708
                                                                              Email : satrio.kjppydr@gmail.com


18.   Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

      Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu per tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal penerbitan
      laporan ini, tidak terdapat kejadian penting dalam perseroan yang dapat berpengaruh signifikan terhadap
      hasil studi kelayakan.

19.   Analisis Kelayakan

      a. Kelayakan Pasar

         Dari Kajian Kelayakan Pasar bahwa Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk
         mendorong pengembangan industri kendaraan ramah lingkungan melalui berbagai aturan dan
         peraturan. Langkah strategis ini sejalan dengan target nasional yang menargetkan pengurangan emisi
         gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030 dalam skenario bisnis seperti biasa, atau bahkan 41% dengan
         dukungan internasional. Salah satu kebijakan fundamental adalah Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun
         2019 mengenai percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi darat. Aturan
         ini menjadi landasan bagi perkembangan ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, meliputi
         aspek produksi, penggunaan, dan infrastruktur pendukung.

         Pangsa Pasar industri ini adalah pengguna kendaraan Listrik, khususnya Kendaraan Listrik untuk
         Transportasi umum seperti Taxi, angkot, bus dan lainnya. Dengan berbagai insentif pajak yang
         diberikan pemerintah, penjualan kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan kembali bertumbuh pada
         2025. Khususnya untuk pembelian wholesale (dari produsen ke dealer) mobil listrik BEV yang bebas
         PPnBM dan bea masuk impor. Meski begitu, jumlah penjualan mobil hybrid diproyeksikan masih
         mendapat porsi lebih besar dibanding BEV.

         Di tengah tantangan global, Tren global yang membawa ke arah moda transportasi yang lebih
         memperhatikan lingkungan telah menjadi katalis utama bagi perkembangan industri kendaraan listrik di
         berbagai negara, termasuk Indonesia. Kesadaran akan dampak perubahan iklim dan kebutuhan untuk
         mengurangi emisi karbon telah mendorong banyak negara untuk mengadopsi kebijakan yang
         mendukung elektrifikasi sektor transportasi Tren global ini memiliki implikasi signifikan bagi Indonesia.
         Sebagai negara dengan populasi besar dan pasar otomotif yang berkembang, Indonesia memiliki
         potensi besar untuk menjadi pemain kunci dalam industri mobil listrik di kawasan Asia Tenggara.
         Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan strategi yang komprehensif yang melibatkan
         pemerintah, industri, dan Masyarakat.
         .
         Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
         pasar adalah layak.


      b. Kelayakan Teknis

         Kelayakan teknis ditinjau dari sisi pengalaman, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia, TKDN
         memiliki keahlian khusus dalam bidang IT untuk transportasi, sehingga Perseroan ingin menambah
         usaha Power Swap Station (PSS) dimana hal ini sangat dibutuhkan untuk bisnis transportasi



                                         Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 11
                                                                       Kantor Pusat :
                                                                       Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                       Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                    KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                       Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                    Penilaian Properti & Bisnis
                                                                       Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                    Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                       Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                    Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                       Telp : 0822-2501-2708
                                                                       Email : satrio.kjppydr@gmail.com




   Perusahaan saat ini berupaya untuk memasuki sektor tenaga listrik, yang meliputi pengembangan Power
   Swap Station (PSS) untuk penyaluran tenaga listrik melalui jaringan transmisi dan distribusi, serta
   penjualan tenaga listrik langsung kepada konsumen akhir berupa pembangunan Power Swap Station
   (PSS). Didorong oleh Pertumbuhan sektor bisnis dan industri yang pesat dari penggunaan kendaraan
   Listrik terutama untuk transportasi publik, kebutuhan akan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di
   berbagai wilayah meningkat tajam, sehingga membuka peluang usaha yang signifikan bagi Perseroan

   Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dimana TKDN memiliki kapasitas dan pengalaman yang
   mencukupi dan TKDN berencana untuk menambah KBLI dengan tujuan memperluas jenis pekerjaan,
   maka disimpulkan bahwa aspek teknis ini adalah layak.

c. Kelayakan Pola Bisnis

   Pada dasarnya Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang solusi sistem layanan
   teknologi untuk transportasi yang dimana penambahan kegiatan usaha utama ini masih bersinergi
   dengan bisnis Perseroan yang sedang berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri
   eksiting selama ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam menjalankan
   kegiatan bisnis dalam penambahan kegiatan usaha utama ini.

   Industri infrastruktur transportasi ini adalah sektor yang sangat kompetitif, walaupun saat ini belum ada
   di Indonesia, namun kemungkinan akan banyak perusahaan yang akan meniru produk dan
   menawarkan layanan yang memiliki keunggulan kompetitif lain di seluruh Indonesia. Perseroan harus
   berinovasi dan menciptakan layanan dalam proyek yang akan dikerjakan ini. Untuk itu, Perseroan
   berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik demi menjaga kepuasan pelanggan.

   Upaya mitigasi lain yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:

   • Meningkatkan kualitas produk dan layanan
   • Terus melakukan penelitian, pengembangan, serta inovasi produk dan layanan
   • Membangun dan memperkuat loyalitas pelanggan pada produk dan jasa Perseroan

   Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan bertekad untuk mengambil bagian aktif
   dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek ini, Perseroan akan menjawab
   kebutuhan masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
   Perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
   proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi Perseroan untuk memasuki
   segmen-segmen pasar baru, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu Perusahaan
   terkemuka di Indonesia

   Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yaitu menambah
   kegiatan usaha baru dengan cakupan yang lebih luas dengan mempertimbangkan kesinambungan dari
   permintaan pasar, menambah sumber pendapatan baru, dan meningkatkan kinerja keuangan sehingga
   memberikan tambahan laba Perseroan.



                                  Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 12
                                                                     Kantor Pusat :
                                                                     Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                     Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                  KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                     Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                  Penilaian Properti & Bisnis
                                                                     Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                  Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                     Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                  Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                     Telp : 0822-2501-2708
                                                                     Email : satrio.kjppydr@gmail.com




  Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
  bisnis adalah layak.

d. Kelayakan Model Manajemen

  Karyawan merupakan aset penting bagi Perseroan, oleh karena itu Perseroan sangat memperhatikan
  kesejahteraan karyawan dengan mematuhi regulasi yang berlaku dan memperhatikan keamanan serta
  kenyamanan dalam bekerja. Perseroan menggunakan tenaga kerja yang sudah ada baik tenaga ahli,
  tenaga produksi, tenaga sales & marketing dan tenaga finance & accounting untuk penambahan
  kegiatan usaha baru, yang dialokasikan sesuai dengan kompleksitas proyek.

  Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Perseroan sampai 31 Desember 2024 mencapai 54 orang,
  menurun dibandingkan karyawan yang dipekerjakan di tahun 2023 yang berjumlah 73 orang. Pada
  Tahun 2022 jumlah karyawan 58 orang. Sepanjang tahun 2024, Perseroan terus berkomitmen untuk
  meningkatkan kapabilitas dan daya saing SDM melalui berbagai program pengembangan kompetensi
  karyawan, khususnya melalui pelatihan internal yang terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan internal
  difokuskan pada peningkatan keahlian teknis, manajerial, serta soft skills yang relevan dengan
  kebutuhan dan perkembangan industri. Program ini dirancang untuk membekali karyawan dengan
  pengetahuan dan keterampilan terkini agar dapat menghadapi tantangan bisnis yang dinamis serta
  mendorong inovasi di lingkungan kerja. Saat ini Perusahaan telah memiliki tenaga ahli yang dapat
  mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, dimana tenaga ahli tersebut berkompeten dibidangnya.

  Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, manajemen berkomitmen untuk menghormati paten yang
  dimiliki oleh pihak lain karena salah satu kegiatan utama Perseroan ialah perusahaan yang bergerak di
  bidang solusi sistem layanan teknologi untuk transportasi.

  Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghadapi beberapa risiko yang dapat memengaruhi
  kinerja Perseroan. Risiko yang dihadapi Perseroan antara lain:
  a. Risiko Ketersediaan Bahan Baku
  b. Risiko Perkembangan Teknologi
  c. Risiko Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
  d. Risiko Atas Reputasi Perseroan
  e. Risiko Persaingan
  f. Risiko Kredit
  g. Risiko Likuiditas
  h. Risiko Perizinan
  i. Risiko Kebijakan Pemerintah
  j. Risiko Gugatan Hukum
  k. Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang- Undangan yang Berlaku
  l. Risiko Standarisasi Keselamatan
  m. Risiko Perekonomian Secara Makro atau Global




                                Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 13
                                                                                                        Kantor Pusat :
                                                                                                        Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                                        Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                              KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                                       Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                                                        Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                              Penilaian Properti & Bisnis
                                                                                                        Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                              Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                                                        Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                              Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                                           Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                                        Telp : 0822-2501-2708
                                                                                                        Email : satrio.kjppydr@gmail.com


   Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian akibat potensi risiko
   utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan
   pengendalian risiko yang sesuai.

   Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
   manajemen adalah layak.

e. Kelayakan Keuangan

• Analisis Kelayakan Usaha (NPV, IRR, PI dan Payback Period) Penambahan Bidang Usaha

   Hasil analisis kelayakan usaha nilai tambah (incremental) atas penambahan bidang usaha dapat dilihat
   pada Tabel sebagai berikut:
                                                                                                                                  (Dalam Rupiah Penuh)
                                               Present            Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi             Proyeksi
                     Deskripsi
                                             31 Des 2024           2025               2026                 2027              2028                 2029


       Laba bersih                                           -2.640.580.800 5.008.245.653 12.996.534.990 21.335.657.273                        38.058.858.360
       Add: beban bukan tunai                                11.573.310.000 11.573.310.000 11.573.310.000 11.573.310.000                       11.573.310.000

       Add : Biaya bunga * (1-T)                                                 0                  0                  0                  0                    0
       Capital Expenditure                                  -57.866.550.000                         0                  0                  0                    0
       Perubahan Modal Kerja Bersih                          -4.771.053.383 -4.984.796.574 -5.205.721.537 -5.434.042.767                      -10.883.099.769
       Jumlah Prooceds                                      -53.704.874.183 11.596.759.079 19.364.123.453 27.474.924.506                       38.749.068.591
       Terminal Value                               1,2%                                                                                      393.715.510.170
       Periode proyeksi (Tahun)                                              1                  2                  3                  4                    5
       Discount Factor (WACC)                      11,08%             0,900              0,810                0,730             0,657                0,591

       Jumlah Free Cash Flow                                -53.704.874.183 11.596.759.079 19.364.123.453 27.474.924.506 432.464.578.761
       Present Value                                        -48.347.099.229 9.398.316.621 14.127.587.259 18.045.269.894 255.702.005.861
       Analisis Kelayakan Incremental
       1. NPV                                              248.926.080.406
       2. IRR                                                       27,351%
       3. Profitability Index (PI)                                        4,30
       4. Payback Period                                   4 Tahun 1 Bulan


   Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan asumsi-
   asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :

   ▪        Net Present Value (NPV)                           :      Rp 248.926.080.406,-
   ▪        Internal Rate of Return (IRR)                     :      27,351%
   ▪        Profitability Index (PI)                          :      4,30
   ▪        Payback Period (PP)                               :      4 Tahun 1 Bulan

   Analisis Net Present Value (NPV)
   Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha



                                            Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 14
                                                                         Kantor Pusat :
                                                                         Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                         Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                 KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                     Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                         Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                 Penilaian Properti & Bisnis
                                                                         Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                 Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                         Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                 Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                         Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                         Telp : 0822-2501-2708
                                                                         Email : satrio.kjppydr@gmail.com


ini, Hasil perhitungan NPV pada discount rate 11,08% menunjukkan nilai "Positif" sebesar
Rp248.926.080.406 dengan demikian proyek ini Layak dan Menguntungkan.

Analisis Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat balikan suatu investasi dimana pada saat itu Net Present
Value adalah 0 (Nol). Suatu Investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan
apabila nilai IRR lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisa Internal Rate of Return (IRR)
pada proyek ini menghasilkan nilai perhitungan 27,351%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR
yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan yaitu
sebesar 11,08% sehingga proyek tersebut LAYAK untuk direalisasikan. Dalam perhitungan IRR ini Nilai
Sisa tidak termasuk dalam perhitungan.

Analisis Payback Period (PP)
Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan atas penambahan kegiatan usaha baru payback
period dapat dicapai dalam jangka waktu 4 Tahun 1 Bulan.

Analisis Profitability Index (PI)
Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada indikator PI menunjukkan nilai 4,30 pada discount
rate sebesar 11,08% atau lebih "besar" dari 1 (satu). Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
perseroan ini menguntungkan.

                                                                                                   (Dalam Rupiah Penuh)
                                                   Scenario Perubahan Penurunan Laba Bersih
   VARIABLE
                                      0%                 -50%              -90,085%                         95%
 2025                             -2.640.580.800        -1.320.290.400       -261.817.689                    -132.029.040
 2026                              5.008.245.653         2.504.122.826        496.575.338                     250.412.283
 2027                             12.996.534.990         6.498.267.495      1.288.626.638                     649.826.749
 2028                             21.335.657.273        10.667.828.636      2.115.463.570                   1.066.782.864
 2029                             38.058.858.360        19.029.429.180      3.773.594.943                   1.902.942.918
 NPV                            248.926.080.406        110.764.061.334                      0            -13.581.755.832
                                                                           Break even
   Kelayakan                        Layak               Layak                                          Tidak Layak
                                                                              Point


Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Laba Bersih yang
memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Laba Bersih
mengalami penurunan maksimal sebesar 90,085%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan
perubahan laba bersih melampaui 90,085%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

                                                                                                   (Dalam Rupiah Penuh)
                                                   Scenario Perubahan Penurunan Pendapatan
   VARIABLE
                                      0%                 -10%              -25,104%                        -30%
 2025                             19.475.000.000        17.527.500.000    14.585.953.344                  13.632.500.000
 2026                             39.822.480.000        35.840.232.000    29.825.357.398                  27.875.736.000
 2027                             61.071.755.328        54.964.579.795    45.740.168.105                  42.750.228.730




                               Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 15
                                                                         Kantor Pusat :
                                                                         Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                         Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                  KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                    Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                         Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                  Penilaian Properti & Bisnis
                                                                         Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                  Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                         Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                  Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                        Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                         Telp : 0822-2501-2708
                                                                         Email : satrio.kjppydr@gmail.com


    2028                           83.253.016.863       74.927.715.177    62.352.997.161                  58.277.111.804
    2029                         127.676.826.661      114.909.143.995     95.624.556.446                  89.373.778.663
    NPV                          248.926.080.406      149.769.010.388                       0            -48.545.129.650
                                                                           Break even
     Kelayakan                       Layak              Layak                                          Tidak Layak
                                                                              Point


  Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Pendapatan yang
  memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Pendapatan
  mengalami penurunan maksimal sebesar 25,104%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan
  perubahan pendapatan melampaui 25,104%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

                                                                                                    (Dalam Rupiah penuh)
                                         Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental beban Kontrak
     VARIABLE
                                       0%                 10%               39,059%                         40%
    2025                          -22.860.360.000      -25.146.396.000    -31.789.370.581                -32.004.504.000
    2026                          -33.401.652.240      -36.741.817.464    -46.447.978.118                -46.762.313.136
    2027                          -44.409.530.982      -48.850.484.080    -61.755.415.825                -62.173.343.375
    2028                          -55.899.610.103      -61.489.571.113    -77.733.396.188                -78.259.454.144
    2029                          -78.883.418.507      -86.771.760.358   -109.694.432.790               -110.436.785.910
    NPV                           248.926.080.406      185.195.169.124                      0              -5.997.564.722
                                                                           Break even
     Kelayakan                       Layak              Layak                                          Tidak Layak
                                                                              Point


  Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Beban Pokok Penjualan
  setelah Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven
  saat Beban Pokok Penjualan setelah Penambahan Usaha mengalami peningkatan maksimal sebesar
  39,059%, dan proyek menjadi tidak layak saat peningkatan Beban Pokok Penjualan setelah
  Penambahan Usaha melampaui 39,059%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

  Berdasarkan analisis keuangan yang telah dilakukan Penilai, maka dapat kami simpulkan bahwa
  penambahan kegiatan usaha pada aspek keuangan adalah layak.

f. Kesimpulan

  Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola
  Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
  Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk yaitu Pembangkit, Transmisi,
  Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap Station (PSS)
  adalah layak.

  Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak material
  terhadap Studi Kelayakan Usaha. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada,
  perubahan kondisi baik secara internal maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian,
  kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan
  peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan Usaha ini dikeluarkan. Bilamana




                                Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 16
                                                                             Kantor Pusat :
                                                                             Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                             Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                          KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                             Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                          Penilaian Properti & Bisnis
                                                                             Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                          Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                             Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                          Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                             Telp : 0822-2501-2708
                                                                             Email : satrio.kjppydr@gmail.com


          setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan Usaha ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
          di atas, maka kesimpulan mengenai layak atau tidaknya studi ini mungkin berbeda.

          Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan terima
          kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha selanjutnya.



Hormat kami,

KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
YUFRIZAL, DENY KAMAL & REKAN




Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Rekan
No. Izin Penilai Publik            :        B-1.15.00423
No. MAPPI                          :        98-S-01056
No. STTD OJK (Pasar Modal)         :        STTD.PB-40/PJ-1/PM.02/2023
Klasifikasi Izin                   :        Penilaian Bisnis




                                        Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 17
                                                                                Kantor Pusat :
                                                                                Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                                Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                            KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                 Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                                Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                            Penilaian Properti & Bisnis
                                                                                Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                            Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                                Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                            Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                     Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                                Telp : 0822-2501-2708
                                                                                Email : satrio.kjppydr@gmail.com


                                                 PERNYATAAN PENILAI

1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar sesuai dengan pemahaman terbaik
    dari Penilai.
2. Penugasan ini telah dilakukan terhadap Objek Kajian pada tanggal efektif kajian.
3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan ini.
4. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan pada kesimpulan kajian.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini dan kesimpulan kajian telah
    sesuai dengan asumsi-asumsi yang dilaporkan.
6. Dalam mempersiapkan laporan ini, Penilai bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan
    dan tidak terafiliasi dengan Objek Kajian ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Objek Kajian.
7. Penilai tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan Objek Kajian. Laporan ini tidak
    dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
8. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penugasan yang dilaporkan.
9. Penugasan dilakukan dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian
    Indonesia (SPI) Edisi VII-2018.
10. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
    Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah Republik Indonesia.
11. Penilai telah memiliki pemahaman mengenai Objek Kajian.
12. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :
         a. Identifikasi masalah (Identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi, dan tanggal
              Studi Kelayakan);
         b. Pengumpulan data dan wawancara;
         c. Analisis Data;
         d. Analisis untuk menghasilkan kesimpulan Studi Kelayakan;
         e. Penulisan Laporan Studi Kelayakan
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan bantuan profesional dalam
    menyiapkan laporan ini.
14. Kami telah melakukan investigasi di lapangan dengan melakukan wawancara dengan Manajemen Pemberi
    Tugas.
15. Analisis dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Studi Kelayakan yang telah dibuat dengan
    memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
    No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode
    Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi
    Tahun 2020

Jakarta, 19 Mei 2025


Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)                         -Penilai Publik
No. Izin Penilai Publik: B-1.15.00423
No. OJK Pasar Modal: STTD.PB-40/PM.2/2018
No. MAPPI: 98-S-01056




                                          Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 18
                                                                              Kantor Pusat :
                                                                              Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
                                                                              Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
                           KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN                Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
                                                                              Email : kjpp.ydr2@gmail.com
                           Penilaian Properti & Bisnis
                                                                              Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
                           Nomor Izin : 2.16.0138
                                                                              Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
                           Wilayah Kerja Seluruh Indonesia                    Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
                                                                              Telp : 0822-2501-2708
                                                                              Email : satrio.kjppydr@gmail.com




Rio Eka Putra, S.E., M.Si, Akt, CA, CHCP, ASEAN CPA          -Reviewer
No. Register Penilai: RMK-2017.01612
No. MAPPI: 17-T-07539




Muhammad Hadyan, S.E., M.M
No. Register Penilai: RMK-2025.05063                         -Penilai
No. MAPPI: 18-P-08742




                                         Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 19
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                                         DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ......................................................................................................................................................... i
DAFTAR TABEL ................................................................................................................................................ iii
DAFTAR GRAFIK .............................................................................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 1
    1.1.  Latar Belakang Penugasan ................................................................................................................ 1
    1.2.  Status Penilai ..................................................................................................................................... 1
    1.3.  Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ............................................................................... 2
    1.4.  Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan ............................................................................................ 2
    1.5.  Jenis Mata Uang yang Digunakan ...................................................................................................... 2
    1.6.  Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ................................................................................................. 2
    1.7.  Tanggal Efektif Studi Kelayakan ......................................................................................................... 3
    1.8.  Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ........................................................................... 3
    1.9.  Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi .................................................................................... 3
    1.10. Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI.................................. 4
    1.11. Metodologi Studi Kelayakan ............................................................................................................... 4
    1.12. Pernyataan Independensi Penilai ....................................................................................................... 5
    1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas ........................................................................................................... 5
    1.14. Tanda Tangan Pimpinan dan Cap Perusahaan Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya
          Laporan Studi Kelayakan Yang Terlampir .......................................................................................... 6
  1.15. Tingkat Kedalaman Investigasi ........................................................................................................... 6
  1.16. Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan ......................................................................................... 6
BAB II ANALISIS INTERNAL PEMBERI TUGAS ................................................................................................. 8
  2.1.    Gambaran Umum Pemberi Tugas ...................................................................................................... 8
  2.2.    Aktivitas Usaha .................................................................................................................................. 9
  2.3.    Susunan Pemegang Saham............................................................................................................. 10
  2.4.    Susunan Komisaris dan Direksi........................................................................................................ 10
  2.5.    Perizinan-Perizinan dan Legalitas .................................................................................................... 10
  2.6.    Analisis Kinerja Keuangan Historis ................................................................................................... 12
  2.7.    Informasi Perpajakan ....................................................................................................................... 18
BAB III KAJIAN EKONOMI MAKRO .................................................................................................................. 19
  3.1.   Tinjauan Ekonomi Makro.................................................................................................................. 19
BAB IV ANALISA KELAYAKAN PASAR ............................................................................................................ 30
  4.1.  Perkembangan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik..................................................................... 30
  4.2.  Pangsa Pasar .................................................................................................................................. 34
  4.3.  Kesinambungan ............................................................................................................................... 34
  4.4.  Potensi Pasar. ................................................................................................................................. 35
  4.5.  Sasaran ........................................................................................................................................... 36
  4.6.  Potensi Nilai Pasar ........................................................................................................................... 38
  4.7.  Pesaing Usaha ................................................................................................................................ 38
  4.8.  Strategi Pemasaran ......................................................................................................................... 39
BAB V ANALISA ASPEK TEKNIS ..................................................................................................................... 40
  5.1.   Bisnis TKDN .................................................................................................................................... 40
  5.2.   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ......................................................................................... 40
  5.3.   Proses Bisnis Penambahan KBLI ..................................................................................................... 44
  5.4.   Rencana Penambahan KBLI ............................................................................................................ 45
BAB VI ANALISA ASPEK POLA BISNIS ........................................................................................................... 47
    6.1         Keunggulan Kompetitif ..................................................................................................................... 47


                                                                                                                                                                         i
Page 20
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

  6.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ...................................................................................... 49
  6.3     Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai .............................................................................................. 49
  6.4     Analisa SWOT ................................................................................................................................. 50
BAB VII ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN............................................................................................ 54
  7.1.    Ketersediaan Tenaga Kerja.............................................................................................................. 54
  7.2.    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI .................................... 55
  7.3.    Manajemen Hak Atas Kekayaan Intelektual ...................................................................................... 56
  7.4.    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait................................................................................... 57
  7.5.    Analisis Manajemen Risiko............................................................................................................... 57
  7.6.    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen........................................................................................... 59
  7.7.    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ............................................................................. 59
BAB VIII ANALISIS KELAYAKAN USAHA......................................................................................................... 61
   8.1.        Asumsi-asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................................................. 61
   8.2.        Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................................................ 61
   8.3.        Incremental Laporan Laba Rugi ....................................................................................................... 64
   8.4.        Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan.................................................................................... 66
   8.5.        Penetapan Tingkat Diskonto ............................................................................................................ 66
   8.6.        Analisis Kelayakan Proyek ............................................................................................................... 68
   8.7.        Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru ................................................................... 70
   8.8.        Kesimpulan ...................................................................................................................................... 71




                                                                                                                                                                      ii
Page 21
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                            DAFTAR TABEL
Tabel 1 – 1: Pihak yang Diwawancara................................................................................................................. 6
Tabel 2 - 1: Susunan Pemegang Saham TKDN................................................................................................. 10
Tabel 2 - 2: Kinerja Laba Rugi Historis .............................................................................................................. 12
Tabel 2 - 3: Laporan Posisi Keuangan TKDN .................................................................................................... 13
Tabel 2 - 4: Laporan Arus Kas TKDN ................................................................................................................ 15
Tabel 2 - 5: Analisis Rasio Keuangan TKDN ..................................................................................................... 16
Tabel 2 - 6: Analisis Vertikal Laba Rugi TKDN ................................................................................................... 17
Tabel 2 - 7: Analisis Horizontal Laba Rugi TKDN............................................................................................... 18
Tabel 3 - 1: Pertumbuhan PDB Dunia ............................................................................................................... 19
Tabel 3 - 2: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ........................................ 21
Tabel 3 - 3: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ................................. 21
Tabel 3 - 4: Neraca Pembayaran Indonesia....................................................................................................... 22
Tabel 5 - 1: Tim Personil Proyek Penambahan KBLI ......................................................................................... 45
Tabel 7 - 1: Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan ......................... 55
Tabel 8 - 1: Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha ........................................................... 61
Tabel 8 - 2: Proyeksi Laba Rugi tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .............................................................. 61
Tabel 8 - 3: Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ................................................. 61
Tabel 8 - 4: Proyeksi Posisi Keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .................................................... 63
Tabel 8 - 5: Proyeksi Laba Rugi ....................................................................................................................... 64
Tabel 8 - 6: Proyeksi Posisi Keuangan ............................................................................................................. 64
Tabel 8 - 7: Beta Perusahaan Pembanding ...................................................................................................... 67
Tabel 8 - 8: Cost of Equity ................................................................................................................................ 68
Tabel 8 - 9: Biaya Modal Rata – Rata Tertimbang ............................................................................................ 68
Tabel 8 - 10: Proyeksi Laba Rugi ..................................................................................................................... 69
Tabel 8 - 11: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek
dikurangi Laba Bersih sebelum proyek) ............................................................................................................. 70
Tabel 8 - 12: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Pendapatan (Pendapatan setelah proyek
dikurangi Pendapatan sebelum proyek) ............................................................................................................ 70
Tabel 8 - 13: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan atau Incremental Beban Pokok Penjualan
(Beban Pokok setelah proyek dikurangi Beban Pokok sebelum proyek) ............................................................ 71




                                                                                                                                                                  iii
Page 22
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                             DAFTAR GRAFIK
Grafik 3 - 1: Indeks Ketidakpastian Global ......................................................................................................... 19
Grafik 3 - 2: Inflasi Global.................................................................................................................................. 20
Grafik 3 - 3: Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS .................................................................... 20
Grafik 3 - 4: Aliran Modal ke Negara Berkembang ............................................................................................. 20
Grafik 3 - 5: Neraca Perdagangan ..................................................................................................................... 22
Grafik 3 - 6: Aliran Modal Asing ......................................................................................................................... 23
Grafik 3 - 7: Cadangan Devisa .......................................................................................................................... 23
Grafik 3 - 8: Rupiah vs Negara Kawasan ........................................................................................................... 24
Grafik 3 - 9: Ekspektasi Inflasi ........................................................................................................................... 24
Grafik 3 - 10: Inflasi IHK dan Komponen............................................................................................................ 25
Grafik 3 - 11: Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ................................................................... 26
Grafik 3 - 12: Suku Bunga Perbankan ............................................................................................................... 26
Grafik 3 - 13: Perkembangan Kredit dan DPK ................................................................................................... 26
Grafik 3 - 14: Permodalan Industri Perbankan ................................................................................................... 27
Grafik 3 - 15: Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan ................................................................................... 27
Grafik 3 - 16: Rasio Kredit Bermasalah (NPL) ................................................................................................... 28
Grafik 3 - 17: Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik ............................................. 28
Grafik 3 - 18: Nilai dan Volume Transaksi QRIS ................................................................................................ 29
Grafik 3 - 19: Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit .................................................................................. 29
Grafik 3 - 20: Uang yang Diedarkan .................................................................................................................. 29




                                                                                                                                                                    iv
Page 23
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

                                                    DAFTAR GAMBAR
Gambar 3 - 1: Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV-2024 ..................................................................... 22
Gambar 4 - 1 : Prospek Potensial Transportasi Publik Kendaraan Listrik di Indonesia ....................................... 36
Gambar 4 - 2 : Jaringan Bisnis dan Wilayah Operasional Perseroan ................................................................. 37
Gambar 4 - 3 : Mitra Bisnis Perseroan............................................................................................................... 37
Gambar 5 - 1: Alur Operasional Kegiatan Usaha Perseroan ............................................................................. 44
Gambar 7 - 1: Struktur Organisasi .................................................................................................................... 60




                                                                                                                                                            v
Page 24
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                               BAB I
                                          PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang Penugasan

        PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (TKDN atau Perseroan) adalah sebuah perusahaan yang bergerak
        di bidang IT yang pada awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport
        Management Solutions dengan fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut
        kepada para produsen kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini perseroan menghadirkan solusi
        sistem dan platform dengan menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi
        lebih komprehensif, sekaligus mendukung terwujudnya Smart City.

        Perseroan berdomisili di Gedung TKDN Tbk. Jl. Sunter Muara No. 8A, Kelurahan Sunter Agung, Kec.
        Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350, dengan nomor telepon (021)
        38889045, alamat email: corporate.secretary@tkdn.co.id, dan alamat website www.tkdn.co.id.

        Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, TKDN berencana untuk menambah
        kegiatan aktivitas usaha dikarenakan adanya peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan.
        Untuk memanfatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan, Perseroan membutuhkan
        penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha Perseroan, yaitu Pembangkit, Transmisi, Distribusi
        dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power
        Swap Station (PSS).

        Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Perseroan akan mengakibatkan terjadinya
        penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas
        Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
        Kegiatan Usaha Utama” (“POJK No.17/2020”), mengingat bahwa Rencana Transaksi akan
        mengakibatkan terjadinya penambahan aktivitas usaha penunjang Perseroan yaitu usaha Pembangkit,
        Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No.
        35115).

        Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan
        POJK No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
        penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
        untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
        perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
        Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”)

        Oleh karena itu, TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan (“KJPP
        YDR”) untuk melakukan Pekerjaan Kajian Studi tersebut dengan Penawaran Jasa Nomor: 02/YDR-
        B/PNR-JL/V/2025 tanggal 09 Mei 2025.

1.2.    Status Penilai

        Konsultan yang menandatangani laporan Penilaian ini merupakan Konsultan dengan Kompetensi dan
        klasifikasi Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
        dengan perizinan sebagai berikut:




                                                                                                               1
Page 25
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         Nama                                       :   Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
         No. Izin Penilai Publik                    :   B-1.15.00423
         No. MAPPI                                  :   98-S-01056
         No. STTD OJK (Pasar Modal)                 :   STTD.PB-40/PM.02/2023

        YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta
        memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

        Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa adanya
        benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
        pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. YDR juga tidak memiliki
        kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini

        Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
        manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

        Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan
        POJK No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
        penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
        untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
        perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
        Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”).

1.3.    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

        Nama Pemberi Tugas            :   PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
        Bidang Usaha                  :   Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi sistem informasi
                                          berbasis telematika dan Internet of Things (IoT) untuk
                                          pengembangan smart city
        Alamat                        :   Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A,
                                          Kelurahan Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok,
                                          Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350

1.4.    Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan

        Yang dimaksud Objek Studi Kelayakan adalah analisis atas rencana penambahan kegiatan usaha dengan
        penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan yang akan dilakukan oleh TKDN yaitu
        usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha
        (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap Station (PSS).

1.5.    Jenis Mata Uang yang Digunakan

        Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. YDR tidak bertanggung jawab atas
        penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.

1.6.    Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

        Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Kajian Studi Kelayakan atas rencana TKDN yang akan
        melakukan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar



                                                                                                                2
Page 26
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         perusahaan. Studi ini juga bertujuan untuk mengkaji prospek usaha dari TKDN ditinjau dari berbagai
         aspek yang meliputi aspek teknis, aspek pemasaran, aspek organisasi dan manajemen serta aspek
         keuangan dengan memperkirakan tingkat kemampulabaan dari operasional rencana pengembangan
         bisnis ini, sehingga Pimpinan TKDN dapat menyetujui atas usulan penambahan kegiatan usaha dengan
         penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan tersebut.

        Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi pihak TKDN dalam rangka kepentingan usahanya.
        Laporan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut dan bukan untuk kepentingan perpajakan.
        Laporan kajian studi kelayakan ini disusun untuk memberikan pendapat dan/atau masukan bagi
        Manajemen TKDN dalam pengambilan keputusan terbaik yang memberikan manfaat yang
        menguntungkan bagi TKDN mengacu pada peraturan yang ada dan tidak menutup kemungkinan untuk
        bertindak lain.

1.7.    Tanggal Efektif Studi Kelayakan

        Tanggal efektif studi kelayakan adalah 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar
        pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua)
        POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak
        tanggal analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada 30 Juni 2025.

1.8.    Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

        Dalam melakukan studi kelayakan ini, YDR juga menggunakan informasi dari beberapa sumber informasi
        yang relevan dan handal, yaitu:

        •   Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan
        •   Proyeksi keuangan atas penambahan kegiatan usaha
        •   Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran
        •   Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait
            seperti Bank Indonesia
        •   Data-data lain sebagai pendukung

        YDR telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang diverifikasi
        terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang disampaikan.

1.9.    Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

        Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan
        perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi terhadap keseluruhan atau
        sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan
        keuangan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi
        kelayakan, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari
        perusahaan/objek studi kelayakan dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana
        Penambahan Kegiatan Usaha tersebut. Tanda tangan Penilai Publik dan cap YDR yang resmi merupakan
        syarat mutlak laporan studi kelayakan yang dihasilkan.




                                                                                                                3
Page 27
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
1.10. Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI

        Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
        35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
        Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
        Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.

1.11.   Metodologi Studi Kelayakan

        Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
        No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
        Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
        Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:

        Pengumpulan Data

        • Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-data rencana
          investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data primer ini diperoleh
          secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama dari manjemen TKDN pada saat
          dilakukan investigasi lapangan.

        • Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga dalam bentuk
          angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan tujuan penugasan seperti
          analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis manajemen risiko, untuk mengevaluasi
          pengaruh dari faktor tersebut di masa mendatang.

        Analisis Kelayakan

        Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
        No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:

        a.   Kelayakan Pasar; Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti
             pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar,
             pesaing usaha, dan strategi pemasaran.

        b.   Kelayakan Teknis; Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan Kualitas
             Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.

        c.   Kelayakan Pola Bisnis; Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan
             Kompetitif TKDN, Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk TKDN; Kemampuan Untuk
             Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.

        d.   Kelayakan Model Manajemen; Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap analisis
             ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan
             kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.

        e.   Kelayakan Keuangan; Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan seperti
             analisis titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability), TingkatBalikan
             Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial denganNet Present Value
             (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index dan analisis sensitivitas.



                                                                                                                           4
Page 28
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
1.12. Pernyataan Independensi Penilai

        Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa adanya benturan
        kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak- pihak yang terafiliasi dengan
        pemberi tugas.

        KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“YDR”) juga tidak memiliki benturan kepentingan ataupun
        keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan
        keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
        dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

1.13.   Asumsi dan Kondisi Pembatas

        1.    Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer opinion.
        2.    YDR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan
              penambahan kegiatan usaha.
        3.    Dalam menyusun laporan ini, YDR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang
              disediakan oleh manajemen TKDN dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
              publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. YDR tidak terlibat dan tidak
              melakukan audit ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan tersebut.
        4.    Laporan ditujukan untuk kepentingan manajemen TKDN terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
              transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
        5.    YDR tidak memiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan YDR memberikan
              pendapat yang bias sehubungan dengan informasi yang dibahas dalam laporan ini.
        6.    Pemberi tugas telah membebaskan YDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan
              ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan Manajemen, konsultan atau pihak
              ketiga, kepada YDR dalam penyusunan laporan ini.
        7.    Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penilaian ekuitas
              telah diungkapkan seluruhnya kepada YDR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang
              penting.
        8.    YDR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan dengan
              subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat didalamnya.
        9.    Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan Peraturan
              Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020
              tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
              Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi
              Revisi Tahun 2020.
        10.   YDR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh TKDN serta telah disesuaikan
              sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya
              (fiduciary duty).
        11.   YDR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai akhir yang dihasilkan.
        12.   YDR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
        13.   Laporan keuangan dan informasi lainnya yang disampaikan oleh TKDN atau wakilnya dalam rangka
              penugasan ini, telah diterima tanpa dilakukan verifikasi lebih lanjut, dianggap sesuai dengan
              peraturan dan ketentuan yang berlaku, dianggap lengkap dan benar dalam mencerminkan kondisi
              kegiatan usaha dan operasi TKDN untuk masing-masing periode yang disajikan.
        14.   YDR tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh TKDN. YDR
              berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset TKDN, baik saat ini



                                                                                                                     5
Page 29
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
             maupun di masa yang akan datang.
         15. YDR berasumsi bahwa TKDN telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan perpajakan,
             retribusi, pungutan-pungutan lainnya dan kewajiban-kewajian lainnya sesuai dengan peraturan yang
             berlaku.
         16. YDR tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
             kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari TKDN yang relevan dan signifikan
             pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan YDR, yang tidak dan atau belum YDR terima dari
             TKDN.

1.14.   Tanda Tangan Pimpinan dan Cap Perusahaan Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya
        Laporan Studi Kelayakan Yang Terlampir

        Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
        kelayakan yang terlampir.

1.15.   Tingkat Kedalaman Investigasi

         •   Inspeksi.

             Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi dengan melakukan Inspeksi terhadap
             Perseroan dan melakukan wawancara dengan Pemberi Tugas, maupun pihak lain yang relevan
             guna mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendapatkan keyakinan yang memadai
             terkait dengan maksud dan tujuan penugasan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami
             keterbatasan untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan.

         •   Penelaahan

             Dari hasil inspeksi maupun wawancara dan data / informasi yang diterima maka setelah dilakukan
             penelaahan, kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi
             kepada pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.

          Berikut adalah pihak yang diwawancara dalam hubungannya dengan penugasan yaitu:

                                           Tabel 1 – 1: Pihak yang Diwawancara
                      Nama                              Jabatan                          Perusahaan
        David Santoso                                Direktur Utama                         TKDN
        Rudy Budiman Setiawan                            Direktur                           TKDN
        Rizky Teguh Sudaryanto                    Senior Manager Legal                      TKDN
        Shinta Budiarti Santoso          Senior Manager Finance Accounting & Tax            TKDN
        Muhammad Fathoni                            Manager Finance                         TKDN
        Citra Dewi                              Manager Accounting & Tax                    TKDN
        Zaid Zar Lubis                               Manager Legal                          TKDN
        Citra Dewi                                  Manager Finance                         TKDN


1.16.   Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan

        Dalam penugasan ini KJPP YDR bertindak sebagai konsultan penyusunan kajian kelayakan bagi TKDN.
        Penugasan ini bukanlah merupakan jasa penilaian tetapi adalah jasa lainnya yaitu sebagai konsultan
        penyusunan kajian kelayakan. Sebagai informasi dalam penugasan ini KJPP YDR telah bekerja secara



                                                                                                                6
Page 30
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         profesional dan kolaraboratif dengan tim TKDN. KJPP YDR menolak bertanggung jawab atas kerugian
         akibat kesalahan penggunaan isi dokumen ini, validitas data/informasi dari pihak ketiga, ataupun
         kesalahpahaman interpretasi atas informasi di dalam dokumen ini. Hasil pekerjaan ini dapat digunakan
         sebagai bahan perkemmbangan dan masukan bagi Manajemen TKDN dalam rencana Penambahan
         Kegiatan Usaha TKDN dan oleh karenanya tidak membatasi atau mengurangi kewenangan yang dimiliki
         oleh Manajemen TKDN jika memutuskan hal lain.

        Semua informasi yang terkandung didalam dokumen laporan ini telah dicek dan disetujui oleh TKDN.
        Hasil pekerjaan telah dipaparkan secara lengkap dan menyeluruh kepada TKDN. Penerima atau
        pemegang dokumen ini dilarang mendistribusikan, mereplikasi atau mempublikasi sebagian atau seluruh
        dokumen ini tanpa izin dari TKDN.




                                                                                                                7
Page 31
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                               BAB II
                                 ANALISIS INTERNAL PEMBERI TUGAS

2.1.   Gambaran Umum Pemberi Tugas

       PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (“TKDN atau Perseroan”) adalah sebuah perusahaan yang
       bergerak di bidang IT yang pada awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport
       Management Solutions dengan fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut
       kepada para produsen kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini kami menghadirkan solusi sistem
       dan platform dengan menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi lebih
       komprehensif, sekaligus mendukung terwujudnya Smart City

       Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk didirikan berdasarkan
       Akta Notaris No. 25, tanggal 7 Januari 2011 dari Tjoa Karina Juwita S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut
       telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
       No. AHU-19005.AH.01.01. Tahun 2011, tanggal 15 April 2011. Anggaran Dasar Perusahaan telah
       mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor
       Perusahaan setelah penawaran umum berdasarkan Akta Notaris dari Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn., No.
       149, tanggal 31 Maret 2023. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
       Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU 0070856.AH.01.11. Tahun 2023, tanggal 11
       April 2023.

       Perseroan mencatatkan sahamnya melalui Penawaran Umum Perdana Saham pada PT Bursa Efek
       Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Maret 2023 dengan kode saham “TRON”. Saham TRON diperdagangkan
       di level tertinggi pada Rp426 per lembar saham di bulan Agustus 2023 dan menyentuh level terendah pada
       Rp220 per lembar saham di bulan Oktober 2023.

       Selama lebih dari satu dekade, Perseroan telah membangun reputasi sebagai penyedia solusi terintegrasi
       dalam sistem layanan dan perangkat teknologi transportasi. Perseroan menghadirkan kombinasi solusi
       sistem layanan transportasi dan manajemen armada yang didukung oleh teknologi terkini, guna mendukung
       efisiensi dan kemudahan operasional bisnis di sektor transportasi. Perseroan, yang didirikan oleh para
       pakar, praktisi, danakademisi di bidang transportasi, telah berkembang menjadi perusahaan berbasis
       teknologi informasi (IT) pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memusatkan bisnisnya pada Sistem
       Transportasi Cerdas (Intelligent Transport System). Sistem ini didukung oleh teknologi IT dan telematika
       transportasi yang mencakup solusi untuk angkutan penumpang maupun ngkutan barang. Selain itu,
       Perseroan juga berkontribusi dalam mendukung industri teknologi rantai pasok (supply chain technology)
       yang menjadi kebutuhan utama para klien. Beberapa layanan unggulan yang ditawarkan meliputi TAM
       Fleet, layanan Cloud SaaS, dan berbagai solusi lainnya.

       Perseroan berkomitmen mendukung pembangunan dan pengembangan Smart City melalui pemanfaatan
       teknologi informasi dan komunikasi berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi. Solusi yang
       ditawarkan Perseroan dirancang untuk membantu klien dalam meningkatkan standar keselamatan,
       keamanan, dan kelayakan armada transportasi. Ketiga aspek ini menjadi perhatian utama bagi para
       pemangku kepentingan, termasuk penyedia fasilitas dan pengguna layanan transportasi.

       Saat ini, Perseroan telah membangun kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah untuk menghadirkan
       teknologi yang tepat guna dan memberikan solusi menyeluruh (end-to-end solution). Inisiatif ini mendukung
       operasional transportasi publik di lebih dari 13 kota besar di Indonesia, termasuk wilayah Jawa Barat,


                                                                                                                     8
Page 32
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Riau, Kalimantan Timur, Aceh,
       Sumatra Selatan, Sumatra Utara, hingga Papua. Secara keseluruhan, solusi Perseroan telah mendukung
       operasional lebih dari 3.000 unit transportasi umum. Perseroan optimis terhadap peluang pengembangan
       bisnis di masa depan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan teknologi informasi (IT) dan telematika
       dalam manajemen transportasi. Kebutuhan ini semakin relevan, baik di lingkungan pemerintah maupun
       sektor bisnis, untuk mendukung penyediaan layanan publik bagi masyarakat serta jasa perusahaan bagi
       pelanggan

       Dalam rangka pengembangan usaha, TKDN mempelajari peluang usaha baru dan menciptakan kerjasama
       berdasarkan kondisi pasar yang berkembang saat ini serta dalam rangka memperluas portofolio
       perusahaan, yaitu dengan rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang
       baru, yang akan dikembangkan oleh TKDN dengan tujuan untuk memperoleh pendapat pihak independen
       mengenai kelayakan pelaksanaan pembangunan tersebut ditinjau dari berbagai aspek terkait secara
       komprehensif, memperoleh pendapat berdasarkan praktik terbaik (best practice) pembangunan
       Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam peningkatan pendapatan
       usaha serta dalam rangka memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
       Perubahan Kegiatan Usaha Utama.

       Sehubungan dengan hal-hal tersebut, KJPP YDR ditunjuk oleh TKDN untuk melakukan Pekerjaan Kajian
       Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu
       aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan
       Usaha (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap Station (PSS).

       Saat ini TKDN beralamat di Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A. Kelurahan Sunter Agung, Kec.
       Tanjung Priok Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350.

2.2.   Aktivitas Usaha

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, Perusahaan bergerak dalam bidang usaha perdagangan, aktivitas
       pengolahan data, aktivitas konsultasi, aktivitas manajemen, pemrograman komputer dan platform digital
       serta periklanan. Perusahaan berkedudukan di Jakarta Utara Saat ini, bisnis utama Perusahaan adalah di
       bidang pemrograman komputer lainnya, konsultasi dan perancangan internet of things dan komputer dan
       manajemen fasilitas komputer lainnya Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015.
       TKDN merupakan Perusahaan Induk, dimana David Santoso merupakan pemilik manfaat utama mulai
       tahun 2020.

       Dalam rangka mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha
       sebagai berikut:

       a.   Kegiatan Usaha Utama:
            1. Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya (62019)
            2. Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial (62015)
            3. Aktivitas Konsultasi dan Perancangan Internet of Things (Iot) (62024)
            4. Aktivitas Konsultasi Komputer dan Manajemen
            5. Fasilitas Komputer Lainnya (62029)

       b.   Kegiatan Usaha Penunjang:
            1. Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511)
            2. Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (46100)


                                                                                                                  9
Page 33
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
            3. Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512)
            4. Portal Web dan/atau Platform Digital dengan Tujuan Komersial (63122)
            5. Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200)
            6. Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (46523)
            7. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (46599)
            8. Perdagangan Besar Sepeda Motor Baru (45401)
            9. Perdagangan Besar Sepeda Motor Bekas (45402)
            10. Perdagangan Besar Suku Cadang Sepeda Motor dan Aksesorisnya (45405)
            11. Perdagangan Besar Suku Cadang Elektronik (46521)
            12. Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer Lainnya (62090)
            13. Aktivitas Pengolahan Data (63111)
            14. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (70209)

2.3.   Susunan Pemegang Saham
       Berdasarkan laporan keuangan audit TKDN per 31 Desember 2024, susunan pemegang saham TKDN
       adalah sebagai berikut:

                                      Tabel 2 - 1: Susunan Pemegang Saham TKDN
                                                    Jumlah                              Jumlah Modal
                  Pemegang Saham                                   Persentase
                                                    Saham                                  Disetor
        PT Daya Kemilau Nusantara Investama       2.195.600.000          74,43%             43.912.000.000
        Masyarakat                                  750.000.000          25,42%             15.000.000.000
        David Santoso                                 3.168.000           0,11%                 63.360.000
        Rudy Budiman Setiawan                         1.232.000           0,04%                 24.640.000
                        Jumlah                    2.950.000.000         100,00%             59.000.000.000
       Sumber: Laporan Keuangan Audit TKDN Per 31 Desember 2024

2.4.   Susunan Komisaris dan Direksi
       Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi TKDN berdasarkan informasi dari Laporan Keuangan Audit
       TKDN per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                 :   Budi Setiyadi
       Komisaris                       :   Drs. Thomson E Batubara
       Komisaris Independen            :   Noerman Taufik

       Dewan Direksi
       Direktur Utama                  :   David Santoso
       Direktur                        :   Rudy Budiman Setiawan
       Direktur                            Yudhi Haryadi
                                           Wendy Jolanda Waas
                                           Sultan Satria

2.5.   Perizinan-Perizinan dan Legalitas
       Data dan dokumen legalitas yang kami terima dalam rangka penyusunan laporan studi kelayakan ini adalah
       sebagai berikut:




                                                                                                                10
Page 34
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         1. Akta Pendirian No. 25, tanggal 7 Januari 2011 oleh Notaris Tjoa Karina Juwita S.H., Notaris di
             Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
             Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-19005.AH.01.01.Tahun 2011, tanggal 15 April 2011.
             Atas nama PT Damai Harapan Sentosa.
         2. Akta Perubahan No. 149, tanggal 31 Maret 2023 oleh Notaris dari Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn.,.
             Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
             berdasarkan Surat Keputusan No. AHU 0070856.AH.01.11. Tahun 2023, tanggal 11 April 2023
         3. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 0220106143418 yang dikeluarkan oleh Menteri
             Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal terbit Izin Usaha 16 Oktober
             2020 dengan Perubahan ke 17 tanggal 11 Februari 2021.
         4. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 0220106143418 yang dikeluarkan oleh Menteri
             Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal terbit Izin Usaha 31 Januari
             2020, dicetak tanggal 9 April 2025.
         5. Perizinan Berusaha untuk menunjang kegiatan usaha. Persetujuan tipe alat ukur, alat takar, alat
             timbang dan alat perlengkapan, PB-UMKU: 022010614341800070015 dikeluarkan oleh a.n. Menteri
             Perdagangan, Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, diterbitkan tanggal
             8 Agustus 2024, dicetak tanggal 8 Agustus 2024.
         6. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Nomor: 02201061434180008 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur
             DKI Jakarta, Kepala UP. PMPTST Kota Administrasi Jakarta Utara tanggal 12 Desember 2024,
             dicetak tanggal 27 Desember 2024.
         7. Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas, No. S-00672/BEI.PP3/01-2023. Dikeluarkan
             oleh IDX, Indonesia Stock Exchange.
         8. Keputusan Dewan Komisioner OJK Tentang Penetapan Saham Efek Syariah TKDN dengan No.
             KEP_24/D.04/2023 dikeluarkan oleh Dewan Komisioner OJK.
         9. Surat dari Balai Pengujian alat Uku, Alat Takar, Alat Timbang dan Alat Perlengkapan, Surat
             Keterangan Hasil Pemeriksaan Type Nomor: P.T. 106/PKTN.4.5/DL/07/2024 dikeluarkan oleh
             Kementrian Perdagangan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kepala Balai Pengujian
             UTTP tanggal 15 Juli 2024.
         10. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Npmor:
             09042510113172199 (KBLI 58200) tanggal 09 April 2025 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
             Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
         11. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Npmor:
             28032510113172097 (KBLI 62019) tanggal 28 Maret 2025 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
             Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
         12. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Npmor:
             12122410113172055 (KBLI 62029) tanggal 12 Desember 2024 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
             Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
         13. Surat Keterangan Nomor 26/SKPBKI/PWI/I/2025 yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal
             Ketahanan, Perwilayahan dan akses Industri Internasional tanggal 24 Januari 2025.
         14. Hasil Penapisan Otomatis Sistem Informasi Dokumen Lingkungan Hidup Amdal, Aktivitas
             Konsultasi Komputer Dan Manajemen Fasilitas Komputer Lainnya No. Registrasi: 677f5f080990f
             Tanggal 09 Januari 2025 Dicetak Tanggal 09 Januari 2025.
         15. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Nomor: 31.316.790.0-074.000. Tanggal terdaftar 05 Mei 2011
         16. Surat Keterangan Terdaftar Nomor: S-3126/KT/KKP.210203/2023 dikeluarkan tanggal 3 Agustus
             2023 a.n. Kepala Kantor Plh. Kepala Seksi Pelayanan, Kantor Wilayah DPJ Jakarta Utara, KKP
             Pratama Jakarta Pandemangan.




                                                                                                               11
Page 35
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         17. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Nomor: S-242/PKP/KKP.210203/2023 dikeluarkan
             tanggal 3 Agustus 2023 a.n. Kepala Kantor Plh. Kepala Seksi Pelayanan, Kantor Wilayah DPJ
             Jakarta Utara, KKP Pratama Jakarta Pandemangan

2.6.   Analisis Kinerja Keuangan Historis
       Tinjauan Laba Rugi

                                           Tabel 2 - 2: Kinerja Laba Rugi Historis
                                                                                              (Dalam Ribuan Rupiah)
                  URAIAN                         2020            2021            2022           2023           2024
        PENDAPATAN                             32.702.545      45.628.035    107.517.076      187.501.698    152.933.393
        BEBAN POKOK PENDAPATAN               (21.540.736)    (30.375.130)    (73.053.953)   (141.480.058) (120.394.858)
             LABA (RUGI) KOTOR                 11.161.810      15.252.905      34.463.124      46.021.640     32.538.535
        BEBAN USAHA
        Beban penjualan                                 -       (259.419)     (1.495.212)     (1.057.246)      (634.921)
        Beban umum dan administrasi           (7.881.431)     (5.077.807)    (11.552.200)    (18.584.867)   (22.964.052)
        Beban keuangan                        (1.372.953)       (983.426)       (834.020)     (2.130.284)    (3.797.910)
        Pendapatan Lain-lain                       18.642          22.003         357.794       1.674.237              -
        Beban lain-lain - Neto                          -       (394.810)     (1.003.339)     (2.241.872)    (1.375.796)
                Total Beban Usaha             (9.235.741)     (6.693.459)    (14.526.977)    (22.340.031)   (28.772.679)

        LABA SEBELUM (BEBAN)
                                                1.926.068       8.559.446      19.936.147     23.681.609      3.765.856
        MANFAAT PAJAK PENGHASILAN

        Manfaat (Beban) Income Tax
        Benefit Pajak Penghasilan
        Kini                                    (500.376)     (1.991.303)     (4.751.721)     (6.057.194)     1.663.228
        Tangguhan                                  25.698         109.701         311.444         453.479     (302.179)
          Beban Pajak Penghasilan - Neto        (474.677)     (1.881.602)     (4.440.277)     (5.603.715)     1.361.049
        Rugi dekonsolidasi Entitas Anak                 -               -       (160.702)               -             -
        LABA NETO TAHUN BERJALAN                1.451.391       6.677.844      15.335.168     18.077.894      2.404.808

        PENGHASILAN KOMPREHENSIF
        LAIN
        Pengukuran kembali liabilitas                   -               -               -              -               -
        imbalan pascakerja                       384.682        (333.794)       (546.711)        959.016        411.894
        Pajak penghasilan terkait                (84.630)          72.356         120.276      (210.984)        (90.617)
        Penghasilan komprehensif lain -
                                                  300.052       (261.438)       (426.434)        748.033        321.277
        Setelah pajak
        TOTAL PENGHASILAN
        KOMPREHENSIF TAHUN                      1.751.443       6.416.406      14.908.733     18.825.927      2.726.085
        BERJALAN


       Berdasarkan data laporan keuangan historis TKDN selama periode 2020 hingga 2024, terlihat adanya
       fluktuasi kinerja pada sisi pendapatan, beban usaha, dan laba periode berjalan. Pendapatan perusahaan
       mengalami kenaikan sebesar 39,52% pada tahun 2021 menjadi Rp45,63 triliun, kemudian naik sebesar
       135,64% pada 2022 menjadi Rp107,52 triliun, dan naik kembali sebesar 74,39% di tahun 2023 ke Rp187,50
       triliun. Namun, pada 2024, pendapatan mengalami penurunan sebesar 18,44%. menjadi Rp152,93 triliun.
       Penurunan tajam ini kemungkinan dipengaruhi oleh berkurangnya volume penjualan produk yang
       berdampak langsung terhadap pendapatan operasional perusahaan.


                                                                                                                      12
Page 36
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Pada sisi beban usaha, pola pergerakan cenderung mengikuti tren pendapatan, meskipun dalam beberapa
       tahun perubahannya tidak simetris. Beban usaha naik sebesar 41,01% menjadi Rp30,38 miliar di 2021, lalu
       meningkat sebesar 140,51% menjadi Rp 73,05 miliar di 2022, dan kembali naik sebesar 93,67% menjadi
       Rp. 141,48 miliar pada 2023. Namun, tahun 2024 mencatat penurunan beban usaha paling signifikan
       sebesar -14,90% menjadi Rp120,39 miliar, seiring dengan penurunan pendapatan. Penurunan ini
       menunjukkan bahwa perusahaan melakukan efisiensi operasional atau pengurangan biaya sebagai
       respons terhadap penurunan pendapatan. Strategi pengendalian biaya ini menjadi faktor penting dalam
       menjaga profitabilitas perusahaan

      Laba Sebelum Pajak

      Selama periode historis yaitu 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, rata-rata laba
      sebelum pajak terhadap pendapatan sebesar 11,66%, dimana porsi terbesar pada beban umum dan
      administrasi. Dimana beban umum dan administrasi, Beban keuangan, dan Beban Lain-lain mengalami
      peningkatan setiap tahun.

      Laba Bersih Tahun Berjalan

      Berdasarkan data laporan keuangan historis TKDN selama periode 2020 hingga 2024, terlihat adanya
      fluktuasi. Laba Bersih Tahun Berjalan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,46 miliar. Pada tahun 2021
      naik sebesar 360,10% menjadi Rp 6,68 miliar. Pada tahun 2022 kembali naik sebesar 129,64% menjadi
      Rp15,34 miliar. Pada tahun 2023 kembali mengalami peningkatan sebesar 17,89% menjadi Rp18,08 miliar,
      dan pada tahun 2024 menurun sebesar 86,70% menjadi Rp2,40 miliar rupiah.

      Tinjauan Posisi Keuangan

                                       Tabel 2 - 3: Laporan Posisi Keuangan TKDN
                                                                                           (Dalam Ribuan Rupiah)
                      URAIAN                   2020           2021         2022          2023         2024
        ASET
        Aset Lancar

           Kas dan setara kas                9.657.303     6.544.397      5.891.386    41.294.212     5.134.674
           Piutang usaha
              Pihak ketiga                   3.106.137    13.493.042     35.031.504      .254.838    51.720.484
              Pihak berelasi                         -             -              -             -             -
           Piutang lain-lain
              Pihak ketiga                   2.259.700     7.463.146       331.106       451.996       295.988
              Pihak berelasi                         -             -             -             -             -
           Persediaan                        2.471.724     3.354.467      7.346.186    26.530.598    30.942.986
           Pajak dibayar dimuka                      -             -        953.697     2.572.572     4.928.549
           Uang muka pembelian
              Pihak ketiga                     227.303        99.108              -    18.674.038    20.121.254
           Aset lancar lainnya                       -        50.000      3.421.832       350.760        30.584
                 Total aset lancar          17.722.167    40.481.319     53.868.018   146.109.014   113.174.519
        Aset tidak lancar

           Aset pajak tangguhan                 44.406        226.463      658.183       900.679      1.112.241
           Uang muka pembelian
             Pihak ketiga                             -              -    6.929.452     7.480.247    18.755.575



                                                                                                                   13
Page 37
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                      URAIAN                   2020           2021         2022          2023          2024
              Pihak berelasi                          -            -              -    10.825.516    14.179.264
           lnvestasi pada entitas asosiasi            -            -              -             -             -
           Aset hak-guna                              -       51.700         82.950       162.667        58.667
           Aset takberwujud                  13.128.125   10.334.375     19.511.471    27.145.426    81.308.767
           Aset tetap                            75.764    1.100.127      1.097.713    43.981.640    44.989.086
           Properti lnvestasi                         -            -              -             -     7.814.431
           Aset tidak lancar lainnya                  -            -              -     7.530.000             -
              Total Aset Tidak Lancar        13.248.295   11.712.665     31.875.056   101.052.189   170.046.412

                   TOTAL ASET                30.970.462   52.193.984     85.743.074   247.161.203   283.220.930
        KEWAJIBAN DAN EKUITAS
        Kewajiban
        Kewajiban jangka pendek
          Pinjaman bank jangka pendek         7.400.000       999.586     4.797.306             -    24.962.126
          Utang Usaha
             Pihak ketiga                      710.997    13.221.608      8.795.412     3.982.852     5.591.531
             Pihak Berelasi                          -             -              -             -             -
          Utang Lain-lain
             Pihak ketiga                     2.160.000    1.772.344      2.380.075     1.032.168     3.134.094
             Pihak Berelasi                           -            -              -             -             -
          Liabilitas kontrak
             Pihak ketiga                             -            -         17.278       413.265     1.110.340
             Pihak berelasi                           -            -              -             -             -
          Biaya masih harus dibayar                   -        4.030        493.301     1.003.135     1.528.510
             Utang pajak                        755.091    1.920.243      4.459.220     4.658.740     5.008.322
             Pinjaman bank                            -            -              -     3.484.000     3.515.250
             Pinjaman lembaga keuangan                -      178.199        219.445        83.905       227.828
         Total Kewajiban Jangka Pendek       11.656.699   22.598.600     21.162.038    14.962.671    45.078.001

        Kewajiban jangka panjang
           Utang jangka panjang - setelah
           dikurangi bagian Jangka Pendek:
              Pinjaman bank                          -             -         83.905    19.447.333    16.137.812
              Pinjaman lembaga keuangan              -       303.350              -             -       159.014
           Liabilitas imbalan pascakerja       145.478       707.343      2.003.707     1.578.422     2.104.853
         Total Kewajiban Jangka Panjang        145.478     1.010.693      2.087.612    21.025.756    18.401.680

               TOTAL KEWAJIBAN               11.802.177   23.609.293     23.249.649    35.988.427    63.479.681
        EQUITY
          Modal disetor                      15.000.000   15.000.000     44.000.000    59.000.000    59.000.000
          Tambahan modal disetor lainnya              -            -              -   114.853.425   114.853.425
          Uang muka setoran modal dari
          pelaksanaan waran                           -    3.000.000              -             -      325.203
          Saldo laba                          3.895.191   10.573.035              -             -            -
             Telah ditentukan
          penggunaannya                               -              -    1.000.000    11.800.000    22.600.000
             Belum ditentukan
          penggunaannya                               -        11.656    17.908.203    25.186.097    16.837.504




                                                                                                                  14
Page 38
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                      URAIAN                        2020           2021          2022             2023           2024
           Penghasilan komprehensif lain             273.093            -     (414.779)          333.254         654.531
           Kepentingan nonpengendali                       -            -             -                -       5.470.587
               JUMLAH EKUITAS                     19.168.284   28.584.691    62.493.424      211.172.776     219.741.250

        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS              30.970.462   52.193.984    85.743.074      247.161.203     283.220.930

      Aset
      Pergerakan total aset TKDN menunjukkan tren pertumbuhan tahunan yang impresif. Pada tahun 2020 total
      aset tercatat sebesar Rp30,97 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 68,53% menjadi Rp52,93 miliar. Pada
      tahun 2022 kembali naik sebesar 64,28% menjadi 85,74 miliar. Pada tahun 2023 kembali naik sebesar
      188,26% menjadi Rp257,16 miliar, dan pada tahun 2024 naik kembali sebesar 14,59% menjadi 183,22
      miliar. Kenaikan yang konsisten ini mencerminkan ekspansi usaha yang aktif dan strategi investasi yang
      agresif dalam memperkuat posisi perusahaan.

      Liabilitas dan Ekuitas
      Liabilitas perusahaan mengalami fluktuasi yang relatif stabil sepanjang lima tahun terakhir. Pada tahun
      2020 tercatat sebesar Rp11,80 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 100,04% menjadi Rp23,61 miliar.
      Pada tahun 2022 turun sebesar 1,52% menjadi Rp23,25 miliar. Pada tahun 2023 naik sebesar 54,79%
      menjadi Rp35,99 miliar, dan pada tahun 2024 naik sebesar 76,39% menjadi Rp63,48 miliar.

      Dari sisi ekuitas, tren pertumbuhan juga terlihat konsisten dengan peningkatan nilai perusahaan yang stabil.
      Pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp19,17 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 49,12% menjadi
      Rp28,58miliar. Pada tahun 2022 turun sebesar 118,63% menjadi Rp62,49 miliar. Pada tahun 2023 naik
      sebesar 237,91% menjadi Rp211,17 miliar, dan pada tahun 2024 naik sebesar 4,06% menjadi Rp219,74
      miliar. Kenaikan ini mengindikasikan akumulasi laba ditahan dan peningkatan kekuatan modal perusahaan,
      serta mencerminkan kinerja keuangan yang membaik secara menyeluruh.

      Tinjauan Arus Kas
                                              Tabel 2 - 4: Laporan Arus Kas TKDN
                                                                                                       (Dalam Ribuan Rupiah)
                       URAIAN                          2020               2021             2022              2023            2024
        Total Arus kas dari aktivitas operasi          1.872.982        9.064.331          (622.111)      (33.960.495)       12.120.189
        Total Arus kas dari aktivitas investasi     (12.180.608)      (2.123.384)       (14.247.202)      (81.004.771)     (72.101.019)
        Total Arus kas dari aktivitas pendanaan       18.203.110     (10.053.853)         14.216.302      150.368.092        23.821.291
        Total perubahan arus kas                       7.895.484      (3.112.906)          (653.011)        35.402.826     (36.159.539)
        Kas di awal periode                            1.761.820        9.657.303          6.544.397         5.891.386       41.294.212
        Kas di akhir periode                           9.657.303        6.544.397          5.891.386        41.294.212        5.134.674


      Arus kas dari aktivitas operasi
      Kegiatan aktivitas ini diperoleh dari penerimaan pelanggan serta pembayaran-pembayaran. Adapun tahun
      2024 kas dari aktivitas operasi yang diterima oleh Perusahaan cukup tinggi yaitu sebesar
      Rp12,12 miliar yang disebabkan meningkatnya adanya laba yang diterimacukup tinggi yaitu sebesar
      Rp 730.698.187 ribu yang disebabkan meningkatnya adanya laba yang diterima.

      Arus kas dari aktivitas investasi



                                                                                                                               15
Page 39
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar Rp 72,10 miliar.

      Arus kas dari aktivitas pendanaan
      Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas keluar untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 23,82
      miliar.


      Rasio Keuangan
                                       Tabel 2 - 5: Analisis Rasio Keuangan TKDN
                                                                                         (Dalam Ribuan Rupiah)




      Berdasarkan data rasio keuangan dari tahun 2022 hingga 2024, dapat dilakukan analisis menyeluruh
      terhadap tiga aspek utama: solvabilitas, profitabilitas, dan likuiditas perusahaan.

      Rasio Solvabilitas

      Rasio solvabilitas dapat diukur dengan membandingkan liabilitas terhadap aset (Debt to Asset Ratio/DAR)
      dan liabilitas terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER). Pada tahun 2024, Perseroan mencatat nilai DAR
      sebesar 22,41x dan DER sebesar 29x. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan tingkat solvabilitas
      dibandingkan tahun 2023, yang masing-masing sebesar 1,56x untuk DAR dan 17,04x untuk DER.
      Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan aset Perseroan yang signifikan disertai dengan penurunan
      jumlah utang, sehingga memperkuat struktur permodalan dan posisi keuangan perusahaan secara
      keseluruhan.

      Rasio Profitabilitas

      Profitabilitas perusahaan cenderung menurun, Pada tahun 2022 tercatat RoA sebesar 23,25%. Sedangkan
      pada tahun 2023 RoA turun menjadi 7,31% dan pada tahun 2024 RoA turun menjadi 0,85%. Return on
      Asset (ROA) mengalami penurunan, yang menandakan bahwa kemampuan perusahaan dalam
      menghasilkan laba dari asetnya mengalami penurunan efisiensi.




                                                                                                                  16
Page 40
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Demikian pula, Return on Equity (ROE) menunjukkan penurunan dari tahun 2022 sebesar 24,53%,
       kemudian tahun 2023 sebesar 8,56%, dan pada tahun 2024 tercatat menjadi 1,09%. Hal ini menunjukkan
       penurunan imbal hasil kepada pemegang saham.

      Rasio Likuiditas

      Kondisi perusahaan tampaknya mengalami fluktuasi. Rasio kas pada tahun 2022 tercatat sebesar 0,28x,
      sedangkan pada tahun 2023 meningkat menjadi 2,76x, dan pada tahun 2024 turun kembali menjadi 0,11x.
      Rasio cepat dan rasio lancar, yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
      pendeknya, dimana perusahaan mengalami fluktuasi dari tahun 2022 sampai 2024. Rasio Lancar pada
      tahun 2022 tercatat sebesar 2,55x, sedangkan pad tahun 2023 naik menjadi 9,77x, dan pada tahun 2024
      turun kembali menjadi 2,51x. Rasio Cepat juga menunjukkan fluktuasi dari tahun 2022 sampai 2024. Rasio
      Cepat pada tahun 2022 tercatat sebesar 2,19x, sedangkan pad tahun 2023 naik menjadi 7,99x, dan pada
      tahun 2024 turun kembali menjadi 0,11x

      Secara keseluruhan, TKDN. menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam mengelola struktur
      permodalannya dan tetap menjaga margin keuntungan yang tinggi. Namun, terdapat penurunan signifikan
      pada efisiensi penggunaan aset dan ekuitas serta penurunan likuiditas yang memerlukan perhatian
      manajemen, terutama dalam menghadapi potensi tekanan arus kas di masa depan. Strategi peningkatan
      efisiensi aset dan penguatan posisi kas akan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan
      perusahaan.

      Common Size Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024

      Berikut common size/analisis vertikal dan horizontal laporan keuangan periode 31 Desember 2020 sampai
      dengan 31Desember 2024.

      Analisis Vertikal

      Analisis vertikal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara menyajikan
      kembali laporan keuangan dalam bentuk persentase, dimana laporan laba rugi dinyatakan dalam bentuk
      persentase terhadap pendapatan, sedangkan laporan posisi keuangan dinyatakan dalam persentase
      terhadap total aset maupun liabilitas dan ekuitas.

                                       Tabel 2 - 6: Analisis Vertikal Laba Rugi TKDN

                             URAIAN                                2020        2021     2022   2023    2024
        Pendapatan                                                  100%        100%    100%   100%    100%
        Beban Pokok Pendapatan                                      -77%        -67%    -68%    -75%    -79%

        BEBAN USAHA

         Beban penjualan                                              -2%        -1%     -1%    -1%      0%
         Beban umum dan administrasi                                 -11%       -11%    -11%   -10%    -15%
         Beban keuangan                                               -4%        -2%     -1%    -1%     -2%
         Pendapatan (beban) lainnya                                    0%        -1%     -1%     0%     -1%

        LABA OPERASIONAL                                               6%        19%    19%     13%      2%

        Beban (Manfaat) Penghasilan                                   -1%         -4%    -4%    -3%     -1%

        LABA (RUGI) BERSIH                                             4%        15%    14%     10%      2%


                                                                                                               17
Page 41
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

       Analisis Horizontal

       Analisis horizontal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara
       membandingkan data keuangan dari dua atau lebih periode yang berbeda untuk melihat perubahan nominal
       maupun persentase dari setiap pos akun. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi tren
       pertumbuhan, penurunan, atau anomali dalam kinerja keuangan perusahaan dari waktu ke waktu. Analisis
       ini biasanya diterapkan pada laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan guna mengevaluasi
       konsistensi, stabilitas, serta arah perkembangan keuangan perusahaan.

                                        Tabel 2 - 7: Analisis Horizontal Laba Rugi TKDN

                                      URAIAN                                   2021       2022   2023   2024
        Pendapatan                                                               40%      136%    74%    -18%
        Beban Pokok Pendapatan                                                   21%      141%    94%    -15%

        BEBAN USAHA

         Beban penjualan                                                        -66%      476%   -29%   -40%
         Beban umum dan administrasi                                             44%      128%    61%    24%
         Beban keuangan                                                         -26%      -15%   155%    78%
         Pendapatan (beban) lainnya                                            1951%       73%   -12%   142%

        LABA OPERASIONAL                                                        344%      133%    19%    -84%

        Beban (Manfaat) Penghasilan                                             625%      323%    73%   -106%

        LABA (RUGI) BERSIH                                                      360%      132%    17%    -87%

2.7.   Informasi Perpajakan
       Informasi perpajakan per 31 Desember 2024 berdasarkan laporan keuangan audit TKDN saldo utang pajak
       sebesar Rp5.008.322.180,-.




                                                                                                                18
Page 42
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                   BAB III
                                         KAJIAN EKONOMI MAKRO

    3.1. Tinjauan Ekonomi Makro

    1. Perekonomian Global dan Domestik

        Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar keuangan global berlanjut.
        Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang
        meningkatkan permintaan domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang mendorong
        peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah dipengaruhi
        oleh menurunnya keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih
        tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek pertumbuhan ekonomi
        dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan
        Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar keuangan global.

                                            Tabel 3 - 1: Pertumbuhan PDB Dunia




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

                                          Grafik 3 - 1: Indeks Ketidakpastian Global




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

          Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak
          pada menguatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal
          AS yang lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek
          maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan geopolitik yang meningkat, perkembangan
          tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi investor global untuk memindahkan portofolionya ke
          AS. Indeks mata uang dolar AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang


                                                                                                                   19
Page 43
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
          dunia. Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi
          dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam
          negeri.

                                                  Grafik 3 - 2: Inflasi Global




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

                               Grafik 3 - 3: Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

                                       Grafik 3 - 4: Aliran Modal ke Negara Berkembang




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

          Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari prakiraan
          sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih
          rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan
          ekonomi 2024 diprakirakan sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7–5,5%. Pada 2025, pertumbuhan
          ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya.




                                                                                                               20
Page 44
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
          Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra
          dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah
          ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja.
          Pada saat yang sama, dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya
          kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank Indonesia
          memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7–5,5%, sedikit lebih rendah
          dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%.

          Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga
          stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan
          melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi
          pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari
          itu, Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-program Pemerintah dalam Asta Cita,
          termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta akselerasi ekonomi dan keuangan
          digital.

                       Tabel 3 - 2: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

                     Tabel 3 - 3: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024




                                                                                                             21
Page 45
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                Gambar 3 - 1: Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV-2024




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

      1. Neraca Pembayaran Indonesia

          Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan eksternal. Surplus
          neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat 2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh
          kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak
          hewan nabati, serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat
          dan diprakirakan dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Sementara itu,
          tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran masuk modal asing ke instrumen
          keuangan domestik dengan SBN dan SRBI masing-masing hanya mencatat inflows 19 juta dolar AS
          dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025).

                                         Tabel 3 - 4: Neraca Pembayaran Indonesia




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

                                              Grafik 3 - 5: Neraca Perdagangan




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024




                                                                                                               22
Page 46
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                               Grafik 3 - 6: Aliran Modal Asing




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

          Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar
          AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
          Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI
          pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut
          dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB.
          Surplus neraca transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan
          persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil
          investasi yang menarik.

                                               Grafik 3 - 7: Cadangan Devisa




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

      2. Nilai Tukar Rupiah

          Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi, didukung oleh kebijakan
          stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari
          2025) hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar
          Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
          seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%;
          1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat terhadap mata uang kelompok
          negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap mata uang kelompok negara berkembang.
          Perkembangan tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran
          masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta
          prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung
          komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang
          rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrumen moneter akan
          terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi


                                                                                                                     23
Page 47
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
          instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk
          investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

                                           Grafik 3 - 8: Rupiah vs Negara Kawasan




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

      3. Inflasi

          Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi
          IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang
          terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-
          Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok
          volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring
          berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara
          spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan,
          Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga
          seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar
          dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan
          stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi
          VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah
          Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna
          menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%.
                                                Grafik 3 - 9: Ekspektasi Inflasi




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024




                                                                                                                      24
Page 48
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                           Grafik 3 - 10: Inflasi IHK dan Komponen




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

      4. Suku Bunga

          Instrumen moneter pro-market dioptimalkan untuk memperkuat upaya stabilitas nilai tukar Rupiah dan
          pencapaian sasaran inflasi. Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk mempercepat upaya pendalaman
          pasar uang dan pasar valas serta mendorong aliran masuk modal asing ke dalam negeri. Hingga 14
          Januari 2025, posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp914,72
          triliun, 1,96 miliar dolar AS, dan 436 juta dolar AS. Penerbitan SRBI telah mendukung upaya
          peningkatan aliran masuk portofolio asing ke dalam negeri dan penguatan nilai tukar Rupiah.
          Kepemilikan nonresiden dalam SRBI mencapai Rp228,85 triliun (25,02% dari total outstanding).
          Implementasi dealer utama (primary dealer) sejak Mei 2024 juga makin meningkatkan transaksi SRBI
          di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antarpelaku pasar, sehingga memperkuat
          efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pengendalian inflasi. Ke depan,
          Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen pro-market, baik dari sisi volume
          maupun sisi daya tarik imbal hasil, guna meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter,
          mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing.

          Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam upaya turut mendukung
          pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03%
          pada 14 Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025 tercatat
          menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing masing-masing pada level 7,06%; 7,10%; dan
          7,23%. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat
          menjadi 6,98% dan 7,25% sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen keuangan
          domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap
          terjaga ditopang likuiditas perbankan yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan
          harga yang makin baik dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit
          pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan 9,20%, relatif stabil dibandingkan
          dengan level bulan sebelumnya.




                                                                                                                   25
Page 49
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                               Grafik 3 - 11: Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

                                            Grafik 3 - 12: Suku Bunga Perbankan




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

          Peran kredit/pembiayaan pada 2024 tetap kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan
          kredit pada 2024 mencapai 10,39% (yoy), berada dalam kisaran prakiraan Bank Indonesia 10–12%.
          Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh terjaganya minat penyaluran kredit
          perbankan, berlanjutnya realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan, tersedianya dukungan
          pendanaan dari pertumbuhan DPK, serta positifnya dampak KLM Bank Indonesia. Dari sisi permintaan,
          pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga, di tengah konsumsi rumah
          tangga yang terbatas. Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit
          investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,35% (yoy), 13,62% (yoy), dan 10,61% (yoy).
          Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 9,87% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh 3,37% (yoy). Ke
          depan, pertumbuhan kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran sasaran 11–13% pada 2025 sejalan
          prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap baik dan dukungan kebijakan makroprudensial Bank
          Indonesia. Berbagai kebijakan insentif dari Pemerintah diprakirakan juga dapat mendorong permintaan
          kredit lebih lanjut.
                                        Grafik 3 - 13: Perkembangan Kredit dan DPK




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024



                                                                                                                26
Page 50
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

          Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Pada 2025, KLM diarahkan untuk
          mendorong kredit/pembiayaan perbankan guna mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan
          kerja. Mulai 1 Januari 2025, insentif KLM telah disalurkan pada sektor-sektor yang mendukung
          pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, yaitu antara lain sektor pertanian, perdagangan dan
          manufaktur, transportasi, pergudangan dan pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, dan
          perumahan rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Hingga minggu kedua Januari 2025, Bank
          Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun, atau meningkat sebesar Rp36 triliun
          dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024. Insentif dimaksud telah disalurkan kepada kelompok bank
          BUMN sebesar Rp129,1 triliun, bank BUSN sebesar Rp130,6 triliun, BPD sebesar Rp29,9 triliun, dan
          KCBA sebesar Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran
          kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan,
          Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.

          Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap memadai, tecermin dari rasio Alat
          Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Desember 2024 yang tinggi sebesar 25,59%. Rasio
          kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada November 2024 tercatat tinggi
          sebesar 26,89%, tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit.

                                        Grafik 3 - 14: Permodalan Industri Perbankan




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

                                    Grafik 3 - 15: Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

          Sementara itu, risiko kredit tetap terkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing
          Loan/NPL) perbankan pada November 2024 yang terjaga rendah, sebesar 2,19% (bruto) dan 0,75%
          (neto). Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat dalam
          menghadapi berbagai risiko, serta ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi
          yang terjaga. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam
          memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.



                                                                                                                   27
Page 51
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                    Grafik 3 - 16: Rasio Kredit Bermasalah (NPL)




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

          Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada tahun 2024 tetap tumbuh didukung oleh sistem
          pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Pembayaran digital mencapai 34,5 miliar transaksi atau
          tumbuh 36,1% (yoy) yang didukung oleh seluruh komponennya. Volume transaksi pada aplikasi mobile
          tumbuh sebesar 39,1% (yoy), demikian pula volume transaksi pada internet yang tumbuh sebesar 4,4%
          (yoy) pada tahun 2024. Di samping itu, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh
          pesat sebesar 175,2% (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Pembayaran digital
          diproyeksikan meningkat 52,3% (yoy) pada tahun 2025.

          Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 3,4 miliar
          transaksi atau tumbuh 62,4% (yoy) dengan nilai mencapai Rp8,9 triliun pada tahun 2024. Volume
          transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS mencapai 10,3 juta transaksi atau tumbuh 3,1%
          (yoy) dengan nilai Rp126,3 ribu triliun, meningkat 17,6% (yoy) pada tahun 2024. Pada tahun 2025,
          volume transaksi BI-FAST diprakirakan tumbuh 34,1% (yoy) dan nilai transaksi BI-RTGS diprakirakan
          tumbuh 11,4% (yoy). Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan
          (UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir Desember 2024 dan diprakirakan
          tumbuh 5,7% (yoy) pada tahun 2025.

                        Grafik 3 - 17: Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024




                                                                                                                 28
Page 52
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                  Grafik 3 - 18: Nilai dan Volume Transaksi QRIS




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

                                   Grafik 3 - 19: Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

                                             Grafik 3 - 20: Uang yang Diedarkan




          Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024

          Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh struktur industri yang sehat dan infrastruktur
          yang stabil. Dari sisi infrastruktur, stabilitas sistem pembayaran tecermin pada penyelenggaraan Sistem
          Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam
          jumlah dan kualitas yang memadai pada Desember 2024. Dari sisi struktur industri, interkoneksi
          antarpelaku dalam sistem pembayaran terus menguat diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital
          (EKD) yang meluas. Transaksi pembayaran berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP)
          juga meningkat sejalan dengan perluasan tingkat adopsi. Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan
          uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara
          Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, Terpencil (3T).




                                                                                                                     29
Page 53
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                   BAB IV
                                        ANALISA KELAYAKAN PASAR

4.1. Perkembangan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik
     Penerapan Kendaraan listrik dalam skala besar bergantung pada peluncuran pengisian daya yang terjangkau
     dan mudah diakses secara bersamaan. Para pengguna awal mobil listrik cenderung tinggal di rumah yang
     terpisah dengan akses pengisian daya di rumah yang terjangkau dan mudah. Akibatnya, sebagian besar
     pengisian daya hingga saat ini bersifat privat (di rumah dan lokasi privat lainnya). Pada saat yang sama,
     pengisi daya umum cenderung dipasang di daerah perkotaan, yang tingkat pemanfaatannya cenderung lebih
     tinggi. Namun, ke depannya, pengisi daya juga harus dipasang di luar daerah perkotaan agar penggunaannya
     dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di luar kota dan pinggiran kota.

     Dalam survei, pengemudi Kendaraan listrik di Inggris Raya tahun 2021, lebih dari 90% responden melaporkan
     memiliki akses ke pengisi daya rumah, sedangkan studi tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya
     55% konsumen India yang memiliki akses tersebut. Pembangunan pengisian daya di tempat kerja dan area
     yang dapat diakses publik akan menjadi kunci untuk meningkatkan adopsi di antara kelompok-kelompok yang
     tidak memiliki akses ke pengisian daya di rumah. Kecepatan pengisian daya – lambat atau cepat – juga
     merupakan pertimbangan penting bagi konsumen yang ingin beralih ke listrik, terutama saat
     mempertimbangkan kendaraan untuk perjalanan jauh. Layanan pengisian daya juga harus mudah digunakan,
     handal dan harganya transparan. Lebih jauh, memastikan interoperabilitas penting saat melakukan investasi
     dalam infrastruktur dan layanan pengisian daya, sehingga basis pelanggan yang luas dapat memperoleh
     manfaat.

     Dalam Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan APS (Automatic Power Supply), jumlah titik
     pengisian daya publik global melampaui 15 juta pada tahun 2030, naik empat kali lipat dibandingkan dengan
     hampir 4 juta yang beroperasi pada tahun 2023. Pada tahun 2035, jumlah ini mencapai hampir 25 juta di
     APS, peningkatan enam kali lipat dibandingkan dengan tahun 2023.

     Di antara pasar kendaraan listrik utama saat ini, Tiongkok adalah tempat di mana akses penduduk terhadap
     pengisian daya di rumah paling terbatas dan tempat pengisian daya publik telah diluncurkan paling luas
     sebagai hasilnya. Tiongkok menyumbang 70% dari pengisian daya LDV (Light Duty Vehicle) publik global
     pada tahun 2023 dan diharapkan tetap menjadi pemimpin dengan pangsa yang sama pada tahun 2035 di
     SPKLU. Sementara ketersediaan pengisi daya publik saat ini di Tiongkok tampaknya sudah di atas rata-rata
     global (<10 LDV listrik per titik pengisian daya publik), pemerintah baru-baru ini mengeluarkan pedoman baru
     untuk menyebarkan infrastruktur pengisian daya berkualitas tinggi. Jumlah LDV listrik per titik pengisian daya
     publik meningkat dari sekitar 10 pada tahun 2023 menjadi sekitar 15 pada tahun 2035 di APS, tetap lebih
     rendah daripada pasar utama lainnya.

     Saat ini, Tiongkok memiliki salah satu pangsa pengisi daya cepat tertinggi dari total stok pengisian daya
     publik, yaitu sekitar 45%. Baik di SPKLU maupun APS, stok pengisi daya cepat publik mencapai sekitar 7,5
     juta pada tahun 2035, hampir enam kali lipat dari level tahun 2023. Jumlah pengisi daya lambat mencapai
     8,2 juta pada tahun 2035 di APS.

     Bagi operator kendaraan komersial, sama halnya dengan pemilik kendaraan listrik pribadi, pengisian daya
     kendaraan listrik HDV listrik di depo pada malam hari menawarkan cara yang mudah untuk mengisi daya
     kendaraan yang tidak bergerak. Pengisian daya pada malam hari juga memiliki manfaat karena dapat mengisi




                                                                                                                      30
Page 54
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     daya pada daya yang relatif rendah mengingat jumlah waktu yang tersedia. Strategi pengisian daya seperti
     ini memerlukan rasio pengisi daya depo per kendaraan listrik HDV yang mendekati satu banding satu.
     Dalam jangka pendek, diharapkan elektrifikasi HDV akan berjalan paling cepat untuk segmen dengan rute
     harian yang relatif pendek (di bawah 200 km/hari) dan dapat diprediksi, seperti bus kota, angkutan kota, dan
     bahkan beberapa layanan pengiriman regional. Pengisian daya di depo pada malam hari kemungkinan dapat
     memenuhi sebagian besar kebutuhan armada ini.

     Selain itu, pengisi daya peluang juga akan berperan. Pengisi daya peluang dapat berada di ujung jalur bus
     atau di dermaga pemuatan truk, tempat kendaraan dapat memanfaatkan waktu tunggu untuk mengisi daya
     tanpa mengganggu operasi yang biasa. Pengisi daya peluang juga mencakup pengisi daya umum di
     sepanjang jalan tol yang memungkinkan pengisian daya dalam perjalanan. Untuk beberapa HDV, seperti bus
     antarkota dan truk jarak jauh, pengisian daya cepat dalam perjalanan mungkin diperlukan untuk melengkapi
     pengisian daya depo agar dapat berkendara jarak jauh. Meskipun segmen ini mungkin lebih lambat untuk
     dialiri listrik, pangsa aktivitasnya yang relatif tinggi saat ini – dan dengan demikian emisinya – berarti mereka
     akan menjadi penting untuk didekarbonisasi.

     Pilihan selain pengisian daya kabel juga dapat digunakan untuk mendukung kendaraan listrik HDV, seperti
     sistem jalan raya listrik dan penggantian baterai. Khususnya di Tiongkok, penggantian baterai untuk truk
     dapat menjadi cara pengisian daya yang meluas. Akan tetapi, analisis kebutuhan pengisi daya saat ini tidak
     memperhitungkan pilihan pengisian daya tanpa kabel, karena peran teknologi alternatif ini di masa
     mendatang masih belum pasti.

     Perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia sedang pesat, didorong oleh komitmen pemerintah
     dan investasi swasta. Pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) terus ditingkatkan,
     dengan jumlah SPKLU yang telah melonjak signifikan. Pemerintah juga menargetkan peningkatan jumlah
     kendaraan listrik, termasuk motor dan mobil listrik, hingga tahun 2030.

     Saat ini, jumlah SPKLU di berbagai wilayah Indonesia yang tercatat di aplikasi resmi PLN Mobile adalah
     sebanyak 3.356 unit. Angka tersebut baru memenuhi 10,53 persen target jumlah SPKLU dari pemerintah
     untuk 2030, yaitu 31.859 unit. Pada 2025, PLN menargetkan penambahan 1.100 SPKLU hingga mencapai
     total 4.300 unit

     Perkembangan Industri Mobil listrik di Indonesia.

     Industri mobil listrik di tanah air semakin berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun belakangan.
     Kehadiran kendaraan ramah lingkungan ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk mengurangi emisi dan
     mengubah ketergantungan atas bahan bakar fosil. Data yang dirilis Kementerian Perindustrian menunjukkan
     penjualan mobil hijau meningkat drastis dari hanya 229 unit pada 2019 menjadi 2.693 unit pada 2022.
     Pertumbuhan ini memperlihatkan minat masyarakat Indonesia yang semakin besar terhadap teknologi ramah
     lingkungan.

     Perkembangan industri ini tak lepas dari dukungan pemerintah lewat berbagai kebijakan dan insentif. Salah
     satu langkah penting adalah dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai
     percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai. Aturan ini menjadi dasar bagi pengembangan
     ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, termasuk produksi, infrastruktur pendukung, hingga insentif
     produsen dan konsumen.




                                                                                                                         31
Page 55
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Namun, industri ini masih dihadapkan berbagai tantangan. Infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas,
     harga kendaraan yang mahal, serta persepsi masyarakat yang belum sepenuhnya paham menjadi kendala
     utama lajunya adopsi mobil hijau. Studi yang dilakukan Putra et al. mengungkap rasio Stasiun Pengisian
     Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan kendaraan listrik di Indonesia pada 2020 hanya 1:250, jauh dari
     memadai.

     Di sisi produsen, beberapa perusahaan otomotif mulai berinvestasi dalam pengembangan dan produksi mobil
     ramah lingkungan di Indonesia. Wuling Motors telah meluncurkan Air EV diproduksi lokal di pabrik Cikarang.
     Langkah serupa juga diambil Hyundai dengan membangun pabrik di Cikarang untuk memproduksi IONIQ 5.
     Inisiatif ini menunjukkan komitmen industri otomotif dalam mengembangkan kapasitas produksi lokal untuk
     kendaraan hijau.

     Kebijakan Pemerintah terkait Pengembangan Mobil Listrik di Tanah Air

     Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong pengembangan industri
     kendaraan ramah lingkungan melalui berbagai aturan dan peraturan. Langkah strategis ini sejalan dengan
     target nasional yang menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030 dalam
     skenario bisnis seperti biasa, atau bahkan 41% dengan dukungan internasional.

     Salah satu kebijakan fundamental adalah Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai percepatan
     program kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi darat. Aturan ini menjadi landasan bagi
     perkembangan ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, meliputi aspek produksi, penggunaan, dan
     infrastruktur pendukung. Beberapa poin penting dalam kebijakan ini mencakup:

     • Insentif fiskal dan non-fiskal bagi produsen mobil listrik, termasuk pengurangan pajak impor untuk
       komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.
     • Dukungan pengembangan infrastruktur pengisian daya, meliputi kerja sama antara pemerintah dan
       swasta dalam membangun stasiun pengisian daya umum.
     • Standardisasi komponen dan kendaraan ramah lingkungan untuk menjamin keamanan dan mutu produk.
     • Program konversi kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik berbasis
       baterai.

     Untuk memperkuat implementasi kebijakan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan
     turunan. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2020
     mengenai penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Aturan
     ini mengatur aspek teknis dan bisnis dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya, termasuk tarif listrik
     khusus untuk SPKLU.

     Dari sisi insentif fiskal, pemerintah telah memberikan berbagai insentif pajak untuk mendorong adopsi
     kendaraan ramah lingkungan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.010/2021 mengatur tentang
     pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor listrik berbasis
     baterai dengan kapasitas motor penggerak listrik hingga 150 kW. Kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan
     harga jual mobil listrik di pasar domestik, sehingga lebih terjangkau bagi konsumen. Selain itu, pemerintah
     juga mendorong pengembangan industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri. Melalui Peraturan Presiden
     Nomor 98 Tahun 2021 tentang Dinamika Persaingan dan Prospek Industri Mobil Listrik di Indonesia




                                                                                                                     32
Page 56
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Analisis Tren dan Implikasi

     Pelaksanaan Nilai Ekonomi Karbon, pemerintah memberikan insentif bagi pengembangan industri baterai
     yang memanfaatkan sumber daya mineral lokal, seperti nikel (Sekretariat Kabinet RI, 2021). Langkah ini
     diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia dan memperkuat rantai pasok
     industri kendaraan ramah lingkungan nasional.

     Meskipun berbagai kebijakan telah dilaksanakan, efektivitas dan dampaknya terhadap pertumbuhan industri
     mobil listrik masih perlu dievaluasi secara berkala. Meskipun kebijakan pemerintah telah memberikan
     dampak positif terhadap pertumbuhan industri, masih terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya.
     Salah satunya adalah koordinasi antar lembaga pemerintah yang perlu ditingkatkan untuk memastikan
     konsistensi dan sinergi kebijakan. Penjualan kendaraan listrik dalam negeri diprediksi tetap bertumbuh pada
     2025. Infrastruktur pendukungnya masih minim.

     Ambisi pemerintah meningkatkan populasi kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi tantangan pada
     2025. Meski ada proyeksi penjualan kendaraan listrik kembali meningkat tahun ini, jumlah mobil dan motor
     listrik yang beredar pada awal 2025 masih berada di sekitar 200 ribuan. Angka tersebut masih sangat jauh
     dari target pemerintah.

     Berdasarkan data sistem sertifikasi registrasi uji tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan hingga November
     2024, ada 195.084 kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia. Jumlah itu terdiri dari
     160.578 unit motor listik, 33.555 unit mobil listrik, dan 951 unit kendaraan listrik lainnya. Target jangka panjang
     pemerintah menambah populasi kendaraan listrik pun masih jauh dari kenyataan. Saat ini, populasi mobil
     listrik yang ada hanya memenuhi 1,67 persen dari target tahun 2030 sebesar 2 juta unit. Sementara jumlah
     motor listrik baru mencapai 1,23 persen dari target 13 juta unit.

     Diskon Pajak Kendaraan Listrik 2025

     Tahun ini, pemerintah kembali berupaya mendongkrak penjualan kendaraan listrik melalui berbagai insentif.
     Kementerian Keuangan memperpanjang pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM)
     ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk impor mobil listrik pada 2025. Kebijakan tersebut
     sebelumnya telah berlaku pada 2024. Artinya, perusahaan pengimpor mobil listrik tak perlu membayar
     PPnBM sebesar 12 persen saat membawa masuk produk KBLBB ke Indonesia. Insentif ini berlaku bagi
     merek mobil listrik pabrikan global yang berkomitmen membangun unit produksi di Indonesia. Dengan
     demikian, pengimpor mobil listrik bisa mematok harga lebih murah di dalam negeri karena tidak terbebani
     pajak barang mewah.

     Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 135 Tahun 2024 yang merupakan
     perpanjangan insentif pajak tahun sebelumnya. Selain PPnBM ditanggung pemerintah, mobil listrik impor
     juga mendapatkan insentif bea masuk nol persen. Untuk pembeli retail atau konsumen akhir, pemerintah
     memberikan insentif PPnBM DTP sebesar 10 persen untuk kendaraan baterai listrik atau battery electric
     vehicle (BEV). Diskon pajak tersebut juga telah berlaku dari tahun sebelumnya dan diperpanjang untuk satu
     tahun ke depan. BEV adalah tipe kendaraan listrik yang menggunakan baterai sebagai satu-satunya sumber
     tenaga, seperti BYD M6 dan Wuling Binguo EV yang menempati posisi paling atas kendaraan BEV terlaris di
     Indonesia pada 2024. Sementara itu, mobil hybrid memiliki mesin pembakaran internal dan motor listrik yang
     berfungsi bersamaan. Namun, baterai mobil hybrid tidak dapat diisi ulang dengan pengisi daya listrik. Adapun
     mobil hybrid paling laris pada 2024 adalah model Toyota Kijang Innova Zenix dan Suzuki XL7 Hybrid.



                                                                                                                           33
Page 57
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Konsumen BEV hanya perlu membayar PPnBM sebesar 2 persen dari total 12 persen karena sisanya
     ditanggung pemerintah. Angka tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya karena terpengaruh kenaikan
     PPnBM dari 11 persen menjadi 12 persen yang berlaku sejak 1 Januari lalu. Adapun untuk mobil listrik hybrid,
     diskon PPnBM bagi konsumen pada 2025 adalah sebesar 3 persen. Sedangkan untuk insentif kendaraan
     listrik roda dua, pemerintah saat ini tengah memformulasikan skema baru pada 2025. Pada 2024, pemerintah
     memberikan subsidi sebesar Rp 7 juta untuk 60 ribu unit motor listrik yang ada di pasaran.

     Berdasarkan laman sistem informasi bantuan pembelian kendaraan bermotor listrik roda dua (Sisapira),
     sebanyak 63.146 unit produk motor listrik telah terjual menggunakan subsidi tersebut pada tahun lalu.
     Kementerian Perindustrian kemudian mengusulkan skema baru untuk penjualan motor listrik melalui diskon
     pajak PPN DTP, mirip insentif mobil listrik untuk 2025.

4.2. Pangsa Pasar
     Pangsa Pasar industri ini adalah pengguna kendaraan Listrik, khususnya Kendaraan Listrik untuk
     Transportasi Publik seperti Taxi, angkot, bus dan lainnya. Dengan berbagai insentif pajak yang diberikan
     pemerintah, penjualan kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan kembali bertumbuh pada 2025.
     Khususnya untuk pembelian wholesale (dari produsen ke dealer) mobil listrik BEV yang bebas PPnBM dan
     bea masuk impor. Meski begitu, jumlah penjualan mobil hybrid diproyeksikan masih mendapat porsi lebih
     besar dibanding BEV.

     Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan pembelian wholesale mobil
     listrik pada 2025 bisa mencapai 45.000 unit untuk BEV dan 65.000 unit untuk jenis hybrid. Jumlah tersebut
     meningkat dari penjualan wholesale 2024, yaitu 43.188 unit BEV dan 59.903 unit hybrid. Sementara itu, mobil
     hybrid dengan total penjualan 59.903 unit memenuhi 6,9 persen penjualan mobil nasional.

     Kendati jumlahnya masih bertumbuh, data Gaikindo menunjukkan kontribusi penjualan BEV terhadap total
     penjualan mobil di Tanah Air pada 2024 masih minim. Penjualan 43.188 unit BEV tahun lalu hanya sebesar
     4,98 persen jika dibandingkan penjualan mobil di Indonesia yang mencapai 865.723 unit. Sementara itu,
     penjualan motor listrik pada awal 2025 tidak sekencang tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah
     belum adanya kepastian keberlanjutan subsidi pembelian motor listrik dari pemerintah.

     Menurut informasi dari manajemen saat ini Perseroan telah menjalin Kerjasama dengan berbagai pihak untuk
     mendukung industri Pembangunan Power Swap Station (PSS) sehingga Pangsa Pasar untuk industri ini akan
     berjalan sesuai dengan target perseroan.

4.3. Kesinambungan
     Perseroan berkomitmen untuk menerapkan prinsip kesinambungan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka
     panjang. Perseroan meyakini bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang pencapaian kinerja keuangan yang
     kuat, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif bagi lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan
     yang baik (Environmental, Social, and Governance – ESG). Dalam aspek lingkungan, Perseroan terus
     mengupayakan efisiensi energi dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, khususnya dalam
     infrastruktur digital dan pusat data (data center). Perseroan secara aktif mengadopsi teknologi ramah
     lingkungan, termasuk optimalisasi konsumsi energi dalam sistem komputasi awan (cloud computing) serta
     penerapan solusi berbasis AI dan otomatisasi untuk mengurangi jejak karbon operasional.

     Dari sisi sosial, Perseroan menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
     Perseroan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, mendukung kesejahteraan



                                                                                                                    34
Page 58
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     karyawan, serta meningkatkan kapabilitas mereka melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan
     keahlian digital. Selain itu, Perseroan juga aktif dalam program literasi digital dan edukasi teknologi bagi
     masyarakat, guna mendukung transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

     Dalam aspek tata kelola, Perseroan terus memperkuat penerapan prinsip GCG sebagai landasan utama
     dalam menjalankan bisnis yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Perseroan memastikan kepatuhan
     terhadap regulasi yang berlaku, meningkatkan perlindungan data pelanggan, serta terus mengembangkan
     sistem manajemen risiko yang efektif guna mengantisipasi tantangan industri digital yang semakin dinamis

     Penambahan kegiatan usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu
     Kesatuan Usaha Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020-35115) berupa Power Swap Station (PSS)
     merupakan langkah strategis yang mencerminkan adaptasi terhadap dinamika pasar dan kebutuhan
     infrastruktur yang berkembang. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki dalam mendukung
     operasional Perseroan, Perseroan dapat memanfaatkan keahlian dan sumber daya yang dimiliki untuk
     menyediakan solusi dalam pembangunan Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik.
     Penambahan kegiatan usaha tersebut dapat memperluas portofolio usaha dan meningkatkan diversifikasi
     pendapatan.

     Dengan memprioritaskan kesinambungan usaha dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan
     dapat memperkuat posisinya di pasar, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi yang
     berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik di
     Indonesia.

4.4. Potensi Pasar.

     Pada tahun 2024, perekonomian global menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi laju
     pertumbuhan. Menurut laporan World Economic Outlook dari Dana Moneter Internasional (IMF),
     pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan mencapai 3,2% pada tahun 2024, sedikit menurun dari 3,3% pada
     tahun sebelumnya. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh ketegangan geopolitik, peningkatan
     proteksionisme, dan ketidakpastian kebijakan yang mempengaruhi perdagangan internasional dan investasi.
     Inflasi global menunjukkan tren penurunan, dari 9,4% pada tahun 2022 menjadi 3,5% pada akhir tahun 2025.
     Penurunan inflasi ini memungkinkan bank sentral di berbagai negara untuk mulai menurunkan suku bunga,
     memberikan stimulus bagi perekonomian. Namun, risiko terhadap pertumbuhan ekonomi tetap ada,
     termasuk potensi peningkatan proteksionisme dan ketidakpastian kebijakan yang dapat mengganggu rantai
     pasok global.

     Di tengah tantangan global, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid. Pada tahun 2024,
     Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,03%, sejalan dengan pertumbuhan tahun
     sebelumnya, meskipun ini merupakan laju pertumbuhan terendah dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan ini
     didukung oleh belanja terkait pemilihan umum dan peningkatan investasi, dengan investasi mencapai
     pertumbuhan tertinggi dalam enam tahun sebesar 4,61%. Proyek infrastruktur yang dimulai oleh pemerintah
     sebelumnya juga berkontribusi positif terhadap perekonomian.

     Di tengah tantangan global, Tren global yang membawa ke arah moda transportasi yang lebih memperhatikan
     lingkungan telah menjadi katalis utama bagi perkembangan industri kendaraan listrik di berbagai negara,
     termasuk Indonesia. Kesadaran akan dampak perubahan iklim dan kebutuhan untuk mengurangi emisi
     karbon telah mendorong banyak negara untuk mengadopsi kebijakan yang mendukung elektrifikasi sektor
     transportasi.



                                                                                                                    35
Page 59
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

     Di tingkat dunia, penjualan mobil listrik terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Menurut laporan
     Badan Energi Internasional (IEA), penjualan mobil listrik global mencapai 10 juta unit pada tahun 2022,
     meningkat 55% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi faktor, termasuk
     penurunan biaya baterai, peningkatan jangkauan kendaraan, serta kebijakan pemerintah yang mendukung.

     Beberapa negara telah mengambil langkah agresif dalam mendorong adopsi kendaraan listrik. Norwegia,
     misalnya, telah berhasil mencapai penetrasi pasar mobil listrik tertinggi di dunia, dengan lebih dari 80%
     penjualan mobil baru pada tahun 2022 merupakan kendaraan listrik murni atau hybrid plug-in. Keberhasilan
     ini dicapai melalui kombinasi insentif pajak, subsidi pembelian, serta pengembangan infrastruktur pengisian
     daya yang luas

     China, sebagai pasar otomotif terbesar di dunia, juga telah menjadi pemimpin dalam adopsi kendaraan listrik.
     Penjualan mobil listrik di China mencapai 5,9 juta unit pada tahun 2022, meningkat 93% dari tahun
     sebelumnya Produsen.

     Tren global ini memiliki implikasi signifikan bagi Indonesia. Sebagai negara dengan populasi besar dan pasar
     otomotif yang berkembang, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain kunci dalam industri
     mobil listrik di kawasan Asia Tenggara. Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan strategi yang
     komprehensif yang melibatkan pemerintah, industri, dan masyarakat.

     Adapun Potensi Pasar atau sasaran dari bisnis yang akan ingin dikembangkan perseroan adalah sebagai
     berikut :

                        Gambar 4 - 1 : Prospek Potensial Transportasi Publik Kendaraan Listrik di Indonesia




               Sumber : Manajemen Perseroan

4.5. Sasaran

     Rencana penambahan kegiatan usaha ini memiliki sasaran utama pengguna infrastruktur kendaraan listrik
     berupa Power Swap Station (PSS) adalah Kendaraan untuk Transportasi Publik atau Trasportasi
     Komersial. Infrastruktur pengisian daya sangat penting bagi mereka agar dapat mengisi daya kendaraan
     listrik. Selain itu sasaran pengguna infrastruktur kendaraan listrik berupa Power Swap Station (PSS) ini


                                                                                                                    36
Page 60
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     adalah semua pihak yang terlibat dalam penggunaan kendaraan listrik, baik secara pribadi maupun dalam
     konteks transportasi umum. Perseroan memiliki jaringan bisnis di seluruh Indonesia. Hal itu memungkinkan
     untuk menjadi sasaran pengguna infrastuktur kendaraan Listrik berupa Power Swap Station (PSS) ini, dimana
     pemerintah Indonesia menargetkan dua juta kendaraan listrik dapat digunakan oleh masyarakat pada tahun
     2025 sebagai bagian dari upaya penerapan energi terbarukan. Untuk mencapai target tersebut,
     pengembangan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai akan terus ditingkatkan. Selain itu, standarisasi
     baterai diharapkan dapat segera diterapkan untuk mendukung interoperabilitas antar berbagai merek
     kendaraan Listrik. Program pemerintah ini juga menjadi sasaran pasar dari bisnis yng akan dijalankan.

     Dalam hal penambahan Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu kegiatan
     aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan
     Usaha (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap Station (PSS) ini, Perseroan telah memiliki jaringan bisnis
     di berbagai provinsi di Indonesia dan Perseroan juga memiliki mitra bisnis yang cukup banyak. Sehingga hal
     tersebut bisa menjadi sasaran Perseroan dalam bisnis Power Swap Station (PSS) ini.

                               Gambar 4 - 2 : Jaringan Bisnis dan Wilayah Operasional Perseroan




                 Sumber: Manajemen Perseroan

                                               Gambar 4 - 3 : Mitra Bisnis Perseroan




                 Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                                    37
Page 61
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
4.6. Potensi Nilai Pasar
     Berdasarkan proyeksi keuangan atas kegiatan usaha induk termasuk adanya penambahan KBLI baru,
     Perseroan diproyeksikan mencatatkan pendapatan sebesar Rp214,6 miliar pada tahun 2025, Rp252,7 miliar
     pada tahun 2026, Rp295,7 miliar pada tahun 2027, Rp344,9 miliar pada tahun 2028, dan Rp421,2 miliar pada
     tahun 2029.

     Atas adanya kontribusi laba usaha dari penambahan kegiatan usaha, menjadi potensi penambahan pada
     nilai pasar bagi Perseroan.

4.7. Pesaing Usaha
     Dalam ekosistem infrastruktur transportasi Indonesia, Power Swap Station (PSS) bersaing dengan SPKLU
     atau Charging biasa, dimana masing – masing produk memiliki tantangan dan peluangnya yang berbeda.
     Power Swap Station dan SPKLU memiliki keunggulan dan kekurangan, yang akan mempengaruhi pilihan
     konsumen dan pengusaha dalam memilih model pengisian atau tukar energi kendaraan.

     Berikut Analisis Perbandingan Power Swap Station (PSS) dengan Charging Biasa:

              Fitur Penting                       Swap Battery                  Charging Biasa (Konvensional)

        • Waktu Pengisian               Sangat cepat (1-5 menit)                Bervariasi (30 menit - beberapa jam)
        • Biaya Awal Kendaraan          Lebih rendah (tanpa membeli baterai)    Lebih tinggi (termasuk harga baterai)
                                        Tergantung jaringan stasiun swap        Lebih fleksibel (bisa di rumah, kantor,
        • Ketersediaan
                                        yang terbatas saat ini                  SPKLU)
                                                                                Tanggung jawab pemilik (perawatan,
        • Pengelolaan Baterai           Ditangani penyedia layanan (terjamin)
                                                                                penggantian)
        • Fleksibilitas Lokasi          Terbatas pada lokasi stasiun swap       Lebih luas, selama ada akses listrik
                                        Membutuhkan stasiun swap khusus         Stasiun pengisian lebih sederhana,
        • Investasi Infrastruktur
                                        (lebih kompleks)                        bisa colokan biasa

                                        Potensi manajemen daur ulang            Tergantung pada sumber energi listrik
        • Dampak Lingkungan
                                        baterai lebih baik secara terpusat      dan pengelolaan baterai individu


     Meskipun memiliki banyak keunggulan, implementasi swap battery juga menghadapi beberapa tantangan
     yaitu:
    •   Standardisasi Baterai
        Salah satu tantangan terbesar adalah penyeragaman ukuran dan spesifikasi baterai antar produsen
        kendaraan. Tanpa standardisasi, setiap jenis kendaraan mungkin memerlukan baterai dan stasiun swap
        yang berbeda, menghambat skalabilitas. Namun, saat ini delapan perusahaan kendaraan listrik sedang
        dalam tahap diskusi untuk menyamakan ukuran baterai.
    •   Investasi Infrastruktur Awal yang Tinggi
        Pembangunan stasiun swap battery membutuhkan investasi yang signifikan untuk lahan, peralatan
        robotik, dan persediaan baterai.
    •   Logistik dan Manajemen Baterai
        Membutuhkan sistem logistik yang efisien untuk mendistribusikan, menyimpan, mengisi daya, dan
        memelihara ribuan baterai.
    •   Ketersediaan Jaringan Stasiun:
        Meskipun terus berkembang (misalnya Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan Battery Swapping



                                                                                                                     38
Page 62
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         Station untuk kendaraan sepeda motor), jumlah stasiun swap masih terbatas dibandingkan dengan
         SPKLU atau akses listrik konvensional.
    •       Model Bisnis dan Regulasi:
            Diperlukan kerangka regulasi dan model bisnis yang jelas untuk mengatur kepemilikan baterai, biaya
            sewa, dan layanan penukaran.

     Untuk kendaraan komersial, sistem swap battery menawarkan solusi yang sangat menarik, terutama dalam
     hal kecepatan pengisian dan efisiensi operasional. Potensinya untuk meningkatkan produktivitas armada,
     mengurangi range anxiety, dan menurunkan biaya awal kendaraan sangat besar. Meskipun ada tantangan
     dalam standardisasi dan pembangunan infrastruktur, perkembangan teknologi dan dukungan pemerintah
     menunjukkan bahwa swap battery akan menjadi pilar penting dalam ekosistem kendaraan listrik di masa
     depan, khususnya untuk sektor komersial yang mengutamakan waktu dan efisiensi.

4.8. Strategi Pemasaran
     Kegiatan pemasaran memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik luas akan produk dan jasa
     yang dihasilkan oleh Perseroan, baik produk yang sudah dimiliki Perseroan, maupun aktifitas bisnis yang
     akan dilakukan Perseroan yaitu aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga
     Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha berupa Power Swap Station (PSS).

     Berikut strategi pemasaran yang dilakukan di tahun 2024:

        ▪       Identifikasi dan tinjau potensi ekspansi ke wilayah atau instansi pemerintah dan industri baru yang
               dapat mengadopsi solusi IoT Smart Fleet maupun kendaraan EV untuk manajemen armada.
        ▪      Melakukan analisis pasar untuk memahami tren dan kebutuhan Smart Infrastructure Technology di
               Sektor Infrastruktur.
        ▪      Tinjau potensi ekspansi ke kota-kota baru atau proyek Smart City yang akan datang dan identifikasi
               potensi kerjasama dengan pihak Pemerintah atau Mitra lainnya.
        ▪      Melakukan ekspansi pada potensi pasar yang menyeluruh di industri Smart City Build relationship ke
               Dinas Perhubungan untuk proyek Parkir on Street di 5 wilayah (Bogor, Bandung, Surabaya, Yogya,
               Medan).
        ▪      Pendekatan ke Dinas Binamarga untuk potensi CCTV berbasis AI di JPO yang dikelola oleh Dinas
               Binamarga.
        ▪      Membuat Skema Bisnis sewa alat lidar untuk solusi kerjasama dengan Konsultan Konstruksi Jalan
               dan Bangunan.
        ▪      Prospek beberapa perusahaan yang ingin mengembangkan Integrasi Command Center dan solusi
               Digital Twin Dashboard.
        ▪      Mengidentifikasi calon pelanggan potensial, seperti perusahaan logistik, transportasi umum, atau
               pengelola armada.
        ▪      Identifikasi peluang kemitraan dengan perusahaan otomotif, penyedia asuransi, atau penyedia
               layanan teknologi terkait.
        ▪      Membuat listing calon pelanggan yang potensial terhadap bisnis pilar smart Infrastruktur Teknologi

     Melalui sinergi strategi ini, Perseroan memiliki kemampuan bisnis yang lebih dinamis dan berdaya saing
     tinggi, serta berpotensi untuk meraih proyek- proyek yang signifikan dalam industri Pembangkit, Transmisi,
     Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha berupa Power Swap Station (PSS).




                                                                                                                      39
Page 63
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                              BAB V
                                      ANALISA ASPEK TEKNIS

5.1.   Bisnis TKDN

       PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang IT yang pada
       awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport Management Solutions dengan
       fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut kepada para produsen
       kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini perseroan menghadirkan solusi sistem dan platform dengan
       menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi lebih komprehensif, sekaligus
       mendukung terwujudnya Smart City.

       Solusi-solusi yang perseroan tawarkan meliputi:
        • Smart Fleet Solutions (Solusi Sistem Manajemen Armada dan perangkat IoT termasuk Command
          Center dan software pendukung)
        • Electric Vehicle Dealership (Solusi kendaraan listrik untuk kebutuhan bisnis maupun personal)
        • Fleet Rental Platform (Solusi penyewaan armada taksi EV yang dilengkapi perangkat & sistem
          manajemen operasional)
        • Smart Transport Infrastructure (Solusi perangkat pendukung dan sistem transportasi cerdas yang
          terintegrasi)
        • Digital Payment Ecosystem (Solusi sistem dan perangkat pendukung pembayaran nontunai).

       Jangkauan market korporasi saat ini sudah menjalin kerjasama dengan berbagai operator bus nasional
       yang menyediakan pelayanan transportasi umum di 13 kota besar di Indonesia dengan jumlah armada yang
       sudah beroperasi sebanyak >3,000 unit, dan akan merambah terus ke kota-kota besar lainnya.

       Pendapatan Perseroan berasal dari:
        • Penjualan product TAM Fleet
        • Layanan SaaS (subscription)
        • Pendapatan atas penyedia layanan Solusi IT infrastruktur pendukung transportasi.

       Pangsa Pasar TKDN mencakup:
        • Armada-armada Bus Transportasi yang dijalankan oleh para Operator Bus dalam Kota, Bus Antar
          Kota Antar Provinsi (AKAP) dan juga Bus Pariwisata
        • Perusahaan Karoseri pembuat rangka badan Bus & Truck
        • Perusahaan Truck Logistik barang umum dan Logistik B3
        • Armada Truck angkutan barang pertambangan
        • Instansi Pemerintahan dan Perusahaan Swasta yang berfokus pada program dan solusi ICT
          (Information and Communications Technology).

5.2.   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

       • Bahan Baku Mentah

          Kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah aktivitas usaha yang bergerak di bidang
          pembangunan Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan



                                                                                                                 40
Page 64
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
          Usaha dimana perusahaan hanya akan mengoperasikan Power Swap Station (PSS) yang akan
          dibangun, sehingga tidak terlibat dalam pengolahan bahan baku mentah.

      • Teknologi yang Digunakan

          Dalam penambahan kegiatan usaha yang bergerak di bidang pembangunan Pembangkit, Transmisi,
          Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha berupa Power Swap Station
          (PSS), tidak ada teknologi khusus yang dipersiapkan untuk menjalankan kegiatan usaha barunya,
          karena perusahaan hanya akan mengoperasikan Power Swap Station (PSS) yang akan dibangun.

      • Tenaga Ahli Profesional

          Tenaga ahli mencerminkan pentingnya kontribusi dalam membawa pengetahuan mendalam dan
          pengalaman praktis untuk menyediakan berbagai solusi bagi proyek yang sedang berjalan di Perseroan.
          Bersumber dari manajemen Perseroan, beberapa tenaga ahli terkait penambahan kegiatan usaha
          memiliki rincian riwayat hidup sebagai berikut:




                                                                                                                41
Page 65
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk




                                                                                                 42
Page 66
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk




                                                                                                 43
Page 67
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk




5.3.   Proses Bisnis Penambahan KBLI


                                  Gambar 5 - 1: Alur Operasional Kegiatan Usaha Perseroan




       Sumber: Manajemen Perseroan, diolah

       Setelah diumumkan sebagai pemenang tender, Perseroan akan segera membentuk dan menetapkan
       tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh
       perusahaan pelanggan dengan membentuk Tim. Tim terdiri dari Manajemen Proyek, Tim Rekayasa Proyek,
       Tim Pengadaan, Tim Pelaksanaan, dan Kontrol dan Pengawas Proyek.

       Tim Manajemen Proyek bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi internal untuk menyusun
       program menyeluruh, prosedur komunikasi, strategi pengadaan barang, strategi pelaksanaan proyek,
       rencana pelatihan operasi sistem dan urutan kerja yang dituangkan dalam jadwal dan sesuai waktu yang
       telah disepakati. Kemudian Tim Rekayasa akan melakukan pengecekan hasil perhitungan, gambar, dan
       dokumen lain yang setelah diverifikasi baru dapat diimplementasikan. Selanjutnya Tim Pengadaan Proyek



                                                                                                               44
Page 68
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       yang bertanggung jawab memesan dan menerima proyek yang disepakati. Setelah pekerjaan Tim
       Pengadaan Proyek selesai melaksanakan tugasnya, tim Pelaksana, melaksanakan bisnis tersebut.

       Tim Kontrol dan Pengawasan diharuskan untuk selalu mendahulukan keselamatan dan kesehatan kerja
       serta keamanan lingkungan, dengan tidak melupakan mutu/kualitas hasil pekerjaan. Selama masa kontrak,
       pengawas proyek akan bertanggung jawab untuk selalu memonitor dan mengontrol kegiatan proyek.

       Adapun Tim yang sudah dipersiapkan untuk Proyek Penambahan KBLI ini antara lain sebagai berikut:

                                      Tabel 5 - 1: Tim Personil Proyek Penambahan KBLI
                                  Jabatan                                      Jumlah Personil
             Project Manager (PM)                                                    1
             Project Control (PC)                                                    3
             PLC & HMI Engineer                                                      3
             Mechanical Engineer                                                     5
             Instrument & Control Engineer                                           3
             Electrical Engineer                                                     2
             QA/QC                                                                   5
             HSE man                                                                 5
       Sumber : Manajemen Perseroan

5.4.   Rencana Penambahan KBLI

       • Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha
         (KBLI 2020-35115)

          Melalui penambahan KBLI ini, perusahaan berupaya merambah ke sektor Pembangkit, Transmisi,
          Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha berupa Power Swap Station
          (PSS).

          Rencana pekerjaan ini adalah sebagai berikut :

          Perusahaan saat ini berupaya untuk memasuki sektor tenaga listrik, yang meliputi pengembangan Power
          Swap Station (PSS) untuk penyaluran tenaga listrik melalui jaringan transmisi dan distribusi, serta
          penjualan tenaga listrik langsung kepada konsumen akhir. Didorong oleh Pertumbuhan sektor bisnis dan
          industri yang pesat dari penggunaan kendaraan Listrik terutama untuk transportasi publik, kebutuhan
          akan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di berbagai wilayah meningkat tajam, sehingga membuka
          peluang usaha yang signifikan bagi Perseroan.

          Mempertegas komitmen terhadap masa depan yang berkelanjutan, terkait penambahan KBLI
          Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha
          (KBLI 2020-35115) , Perseroan memperluas cakupannya melalui Renewable Energy Solutions. Lini ini
          akan berfokus pada inovasi dalam sektor transportasi dengan dua sub-bisnis utama. Melalui lini bisnis
          ini, perusahaan tidak hanya mendukung program Net Zero Emission 2060, tetapi juga aktif membangun
          ekosistem transportasi yang berkelanjutan dan inovatif di Indonesia.




                                                                                                                  45
Page 69
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
          • Battery Electric Vehicle (BEV)

             Battery Electric Vehicle (BEV) dengan skema Battery as a Service (BaaS), yang menawarkan solusi
             praktis dan efisien melalui sistem penukaran baterai yang didukung oleh pembangunan ekosistem
             strategis termasuk stasiun penukaran baterai.




          • New Energy Vehicle (NEV)

             Perseroan juga mengembangkan New Energy Vehicle (NEV), sebuah inisiatif untuk menjajaki dan
             mengembangkan potensi inovasi energi terbarukan lainnya dalam industri transportasi, membuka
             jalan bagi solusi mobilitas yang lebih bersih dan efisien di masa depan.




                                                                                                               46
Page 70
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                               BAB VI
                                    ANALISA ASPEK POLA BISNIS
6.1     Keunggulan Kompetitif

        Selama lebih dari satu dekade, Perseroan telah membangun reputasi sebagai penyedia solusi
        terintegrasi dalam sistem layanan dan perangkat teknologi transportasi. Perseroan menghadirkan
        kombinasi solusi sistem layanan transportasi dan manajemen armada yang didukung oleh teknologi
        terkini, guna mendukung efisiensi dan kemudahan operasional bisnis di sektor transportasi.

        Pada dasarnya Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang solusi sistem layanan
        teknologi untuk transportasi yang dimana penambahan kegiatan usaha utama ini masih bersinergi
        dengan bisnis Perseroan yang sedang berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri
        eksiting selama ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam menjalankan kegiatan
        bisnis dalam penambahan kegiatan usaha utama ini.

        Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan adalah sebagai berikut:

        1. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
           Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia memiliki
           target yang ditetapkan pemerintah. Untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), seperti
           mobil dan motor listrik, pemerintah menetapkan target TKDN minimal 40% sejak tahun 2019 untuk
           roda dua dan 35% untuk roda empat, dengan target yang meningkat secara bertahap. Tahun 2022-
           2029, target TKDN untuk kendaraan roda empat dinaikkan menjadi 40%, kemudian 60% pada tahun
           2027-2029, dan 80% pada tahun 2030 dan seterusnya.

           Kebijakan TKDN bertujuan untuk:
           • Mendorong industri komponen dalam negeri.
           • Membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
           • Meningkatkan daya saing industri otomotif

           Perseroan fokus pada solusi transportasi dan teknologi, dimana Tingkat Komponen Dalam Negeri
           (TKDN) Perseroan akan mencakup penggunaan komponen dan teknologi lokal dalam solusi bisnis
           yang ditawarkan seperti sistem manajemen transportasi dan sistem pemantauan armada.

        2. Kualitas Produk
           Perseroan meningkatkan kualitas produknya dengan fokus pada inovasi teknologi, efisiensi energi,
           dan keselamatan publik, serta berkomitmen untuk menghadirkan solusi smart city yang terpadu.
           Perseroan terus berinovasi dalam menyediakan solusi transportasi dan infrastruktur kota yang
           modern, seperti sistem Intelligent Transportation System (ITS) yang terintegrasi.

           Berikut beberapa poin penting terkait keunggulan kompetitif Perseroan dalam meningkatkan kualitas
           produk:
           • Inovasi Teknologi. Perseroan terus berinovasi dalam menyediakan solusi transportasi dan
              infrastruktur kota yang modern, seperti sistem Intelligent Transportation System (ITS) yang
              terintegrasi.




                                                                                                                   47
Page 71
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
            • Efisiensi Energi. Smart PJU (Penerangan Jalan Umum) yang dikembangkan oleh Perseroan
               menawarkan efisiensi energi hingga 80%, mengurangi biaya operasional dan perawatan hingga
               50%.
           • Keselamatan Publik. Smart PJU juga meningkatkan keselamatan dan keamanan publik melalui
               penerangan yang lebih baik dan teknologi cerdas.
           • Smart City Solution. Perseroan berkomitmen untuk memberikan solusi Smart City yang terpadu,
               termasuk ITS dan Smart PJU, yang mendukung pengembangan kota cerdas dan berkelanjutan.
           • Komitmen terhadap Pemangku Kepentingan. Perseroan berkomitmen untuk menghadirkan
               inovasi yang relevan dan memberikan nilai lebih bagi pelanggan, sekaligus menetapkan standar
               baru di industri.
           Produk yang akan dikembangkan Perseroan saat ini belum ada di Indonesia. Namun Perseroan
           berkomitmen untuk menjaga kualitas produk yang berkualitas tinggi.

        3. Komitmen Layanan Kepuasan Pelanggan
           Untuk meningkatkan komitmen layanan dan kepuasan pelanggan, Perseroan telah melakukan
           beberapa langkah seperti memberikan pelatihan karyawan yang fokus pada layanan pelanggan,
           mendengarkan dan menindaklanjuti umpan balik pelanggan, serta menciptakan pengalaman
           pelanggan yang dipersonalisasi.

           Beberapa hal yang dilakukan perseroan untuk dapat meningkatkan layanan kepuasan pelanggan:

           a. Pelatihan Karyawan. Perseroan melatih karyawan dalam hal:
              • Keterampilan Layanan Pelanggan tentang cara berinteraksi dengan pelanggan, menangani
                 keluhan, dan memberikan solusi yang efektif.
              • Pengetahuan Produk. Perseroan memastikan karyawan memahami produk atau layanan yang
                 ditawarkan agar dapat memberikan informasi yang akurat dan membantu pelanggan.
              • Komunikasi dengan cara meningkatkan kemampuan komunikasi karyawan, termasuk
                 kemampuan mendengarkan, menyampaikan informasi, dan menyelesaikan masalah.

           b. Mendengarkan dan Menindaklanjuti Umpan Balik:
              • Survey untuk mengumpulkan umpan balik pelanggan secara teratur.
              • Review Online dengan memantau review online dan media sosial untuk memahami persepsi
                pelanggan.
              • Feedback Langsung dengan memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk memberikan
                feedback secara langsung melalui berbagai saluran.

           c. Penanganan Keluhan dengan menangani keluhan pelanggan dengan cepat dan efektif, dan
              pastikan ada tindak lanjut yang jelas:
              • Informasi Pelanggan dengan menggunakan data pelanggan untuk memahami kebutuhan dan
                 preferensi mereka
              • Rekomendasi Produk dengan memberikan rekomendasi produk atau layanan yang relevan
                 dengan kebutuhan pelanggan.
              • Penawaran Khusus dengan menawarkan penawaran khusus atau diskon kepada pelanggan
                 yang loyal




                                                                                                              48
Page 72
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
6.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

        Industri infrastruktur transportasi ini adalah sektor yang sangat kompetitif, walaupun saat ini bisnis Power
        Swap Station (PPS) untuk Transportasi Publik belum ada di Indonesia, namun kemungkinan akan
        banyak perusahaan yang akan meniru produk dan menawarkan layanan yang memiliki keunggulan
        kompetitif lain di seluruh Indonesia. Perseroan harus berinovasi dan menciptakan layanan dalam proyek
        yang akan dikerjakan ini. Untuk itu, Perseroan berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik demi
        menjaga kepuasan pelanggan.

        Upaya mitigasi lain yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
         • Meningkatkan kualitas produk dan layanan
         • Terus melakukan penelitian, pengembangan, serta inovasi produk dan layanan
         • Membangun dan memperkuat loyalitas pelanggan pada produk dan jasa Perseroan

6.3     Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

        Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, Perseroan
        berkomitmen untuk memperluas kegiatan usahanya dalam sektor infrastruktur kendaraan listrik.
        Perseroan memiliki kemampuan yang kuat untuk mengelola proyek Pembangunan infrastruktur
        kendaraan listrik.

        Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan bertekad untuk mengambil bagian aktif
        dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek ini, Perseroan akan menjawab
        kebutuhan masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
        Perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
        proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi Perseroan untuk memasuki
        segmen-segmen pasar baru, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu Perusahaan
        terkemuka di Indonesia. Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat
        menciptakan nilai yang diantaranya:

        • Menambahan kegiatan usaha baru
           Teknologi dalam kegiatan usaha infrastruktur kendaraan listrik akan memberikan dampak positif
           terhadap potensi pasar yang berkelanjutan. Hal ini akan berdampak pada permintaan beragamnya
           jasa infrastruktur kendaraan listrik sehingga Perseroan berpeluang untuk mengembangkan kegiatan
           usahanya lebih luas lagi dengan mempertimbangkan permintaan yang berkesinambungan dari
           pasar.
        • Menambah sumber pendapatan baru
           Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh Perseroan atas
           penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga dapat menambah sumber pendapatan
           baru bagi Perseroan.
        • Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
           Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan menghasilkan laba
           bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.

        Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi Perseroan. Dengan
        bertambahnya segmen usaha ini, Perseroan dalam kegiatan jasa infrastruktur kendaraan listrik,


                                                                                                                       49
Page 73
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
        Perseroan mengharapkan terciptanya suatu sinergi yang dapat memberikan kontribusi positif dengan
        adanya penambahan KBLI tersebut. Rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan
        Perseroan akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah investasi bagi
        para pemegang saham Perseroan.

6.4     Analisa SWOT

        Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol
        dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya dapat
        disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.Dari faktor internal
        bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal
        berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).

        Berikut adalah analisa SWOT Perseroan setelah penambahan Kegiatan Usaha:
        1. Strengths

           ▪ Waktu Pengisian Sangat Cepat
             Penukaran baterai hanya butuh 1–5 menit, jauh lebih cepat dibanding pengisian di SPKLU yang
             bisa memakan waktu 30 menit hingga beberapa jam. Bahkan beberapa teknologi seperti CATL's
             "Choco-Swap" dapat menukar baterai dalam 100 detik.

           ▪ Cocok untuk Kendaraan Operasional
             Sangat ideal untuk kendaraan operasional, dan transportasi publik yang membutuhkan waktu henti
             seminimal mungkin sehingga dapat Mengatasi Range Anxiety (Kecemasan Jarak Tempuh).
             Dengan ketersediaan stasiun swap battery, pengemudi tidak perlu khawatir kehabisan daya di
             tengah jalan atau mencari stasiun pengisian yang kosong. Mereka hanya perlu menukar baterai
             kosong dengan yang sudah terisi penuh, memungkinkan perjalanan jarak jauh tanpa kendala

           ▪ Model Bisnis Fleksibel (Model Battery-as-a-Service).
             Pengguna tidak perlu membeli baterai, cukup sewa atau berlangganan. Ini menurunkan harga
             awal kendaraan dan meningkatkan adopsi EV sehingga Mengurangi Biaya Awal Kendaraan.
             Harga kendaraan listrik seringkali tinggi karena biaya baterai yang mahal. Sistem swap battery
             memungkinkan model bisnis "Battery-as-a-Service" (BaaS), di mana konsumen membeli
             kendaraan tanpa baterai dan menyewa baterai sesuai kebutuhan. Ini secara signifikan mengurangi
             biaya awal pembelian EV, membuatnya lebih terjangkau bagi operator armada

           ▪ Menghindari Masalah Degradasi Baterai.
             Karena pengguna tidak memiliki baterai sendiri, risiko penurunan performa (degradasi) jadi
             tanggung jawab operator, bukan pengguna akhir.

           ▪ Efisiensi Manajemen Energi.
             Operator bisa mengatur pengisian baterai secara terjadwal (misalnya saat tarif listrik murah di
             malam hari), sehingga lebih hemat biaya operasional.

           ▪ Pengelolaan Baterai Terpusat dan Terjamin
             Dengan sistem swap battery, perawatan dan manajemen baterai menjadi tanggung jawab
             penyedia layanan. Ini berarti baterai selalu dalam kondisi terawat, terupgrade, dan siap pakai,


                                                                                                                      50
Page 74
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
               mengurangi risiko kerusakan atau penurunan performa yang bisa terjadi pada baterai yang dimiliki
               sendiri. Hal ini juga membantu memastikan masa pakai baterai yang optimal karena pengisian
               daya dapat diatur secara efaktor di stasiun swap

            ▪ Efisiensi Penggunaan Jaringan Listrik
              Baterai dapat diisi di stasiun swap di luar jam sibuk (off-peak hours), mengoptimalkan penggunaan
              jaringan listrik dan mengurangi beban puncak, yang pada akhirnya dapat membantu menekan
              biaya operasional keseluruhan,

            ▪ Cocok untuk Kendaraan dengan Pola Penggunaan Intensif
              Untuk kendaraan komersial yang membutuhkan operasional terus-menerus seperti taksi online,
              armada pengiriman, atau bus kota, swap battery sangat ideal. Waktu henti yang singkat
              memastikan kendaraan dapat kembali beroperasi dengan cepat, memaksimalkan pendapatan

            ▪ Skalabilitas Modular.
              Swap station bisa dikembangkan secara bertahap, mulai dari beberapa slot baterai dulu, lalu
              diperluas sesuai pertumbuhan permintaan.

            ▪ Data dan IoT Integration.
              Sistem swap berbasis digital memungkinkan pelacakan kondisi baterai, perilaku pengguna, dan
              optimalisasi operasional melalui big data dan IoT.

            ▪ Potensi Integrasi Ekosistem.
              Bisa diintegrasikan dengan aplikasi mobile, sistem pembayaran digital, dan program loyalti
              pelanggan yang meningkatkan user retention.

            ▪ Ramah Lingkungan dan Dukung Circular Economy.
              Operator bertanggung jawab atas daur ulang dan pemeliharaan baterai, menciptakan sistem yang
              lebih berkelanjutan dibanding model kepemilikan baterai pribadi.

        2. Weakness

            ▪ Standarisasi Baterai yang Belum Umum.
              Tidak semua kendaraan listrik menggunakan jenis baterai yang sama, membuat integrasi dan
              skalabilitas menjadi tantangan besar.

            ▪ Kebutuhan Inventaris Baterai yang Banyak.
              Harus memiliki stok baterai ekstra dalam jumlah signifikan agar proses penukaran berjalan cepat.
              Ini meningkatkan beban modal (capital expenditure).

            ▪ Risiko Degradasi dan Manajemen Baterai.
              Tantangan dalam memastikan kualitas dan umur pakai baterai tetap baik. Konsumen mungkin
              khawatir menerima baterai yang sudah aus atau rusak.

            ▪ Logistik dan Operasional yang Kompleks.
              Manajemen distribusi, penjadwalan pengisian ulang baterai, dan pengelolaan data sangat
              kompleks dibanding stasiun pengisian biasa.



                                                                                                                  51
Page 75
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
            ▪ Skalabilitas Terbatas oleh OEM (Produsen Mobil/Motor)
               Harus bekerja sama erat dengan produsen kendaraan agar sistem baterai mereka mendukung
               swap. Jika tidak ada kerja sama, bisnis tidak bisa tumbuh.

           ▪ Kurangnya Infrastruktur Pendukung.
             Seperti SPKLU, lokasi swap station harus punya akses daya listrik besar, tidak semua lokasi
             memungkinkan.

           ▪ Ketergantungan pada Segmentasi Tertentu.
             Saat ini, model bisnis battery swap umumnya diterapkan pada kendaraan roda dua atau taksi
             listrik. Adopsi untuk kendaraan pribadi masih rendah.

           ▪ Masih Baru dan Minim Regulasi.
             Kurangnya standar dan regulasi nasional yang jelas terkait battery swap, termasuk aspek
             keamanan dan perlindungan konsumen.

        3. Opportunities

           ▪ Pertumbuhan Kendaraan Listrik (EV).
             Meningkatnya adopsi motor dan mobil listrik, terutama di segmen komuter dan logistik,
             menciptakan permintaan besar untuk solusi pengisian cepat seperti battery swap.

           ▪ Minimnya Infrastruktur SPKLU
             Keterbatasan SPKLU di banyak daerah membuat power swap jadi alternatif praktis yang
             menghemat waktu dan tidak tergantung pada pengisian lambat.

           ▪ Dukungan Pemerintah
             Pemerintah Indonesia mendorong transisi ke kendaraan listrik dengan berbagai insentif (subsidi,
             PPnBM nol, insentif konversi motor bensin ke listrik) yang membuka peluang besar bagi solusi
             alternatif seperti battery swap.

           ▪ Model Bisnis Langganan atau Sewa Baterai.
             Battery swap membuka peluang untuk model bisnis baru: pelanggan hanya membeli kendaraan,
             lalu menyewa baterai secara bulanan atau pay-per-swap.

           ▪ Solusi untuk Kendaraan Logistik & Ride-Hailing
             Kendaraan operasional seperti taksi listrik sangat cocok menggunakan swap station karena
             mengurangi downtime pengisian.

           ▪ Pengembangan Ekosistem EV Terintegrasi.
             Swap station bisa diintegrasikan dengan aplikasi digital, loyalty program, dan pemantauan baterai
             secara real-time, meningkatkan daya saing.

           ▪ Peluang Kolaborasi dengan OEM dan Pemerintah
             Potensi kerja sama dengan produsen kendaraan listrik, pengelola transportasi publik, dan
             pemerintah kota dalam proyek smart city atau green mobility.

           ▪ Efisiensi Operasional


                                                                                                                 52
Page 76
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
               Battery swap memungkinkan pengisian baterai dilakukan secara terpusat dan efisien, misalnya
               dengan tarif listrik lebih murah (off-peak hour).

           ▪ Minimalkan “Range Anxiety”
             Dengan swap station yang tersebar, pengguna tidak perlu takut kehabisan daya baterai saat
             berkendara, karena proses swap bisa hanya 2–5 menit.

        4. Threats

           ▪ Standarisasi Baterai Belum Terwujud. Tidak adanya standar baterai nasional atau global
             menghambat interoperabilitas antar merek kendaraan listrik. Hal ini membatasi ekspansi dan
             kolaborasi antar pelaku industri.


           ▪ Kompetisi dari SPKLU dan Teknologi Fast Charging.
             Kemajuan teknologi fast charging (misalnya pengisian 80% dalam <15 menit) bisa membuat
             battery swap menjadi kurang relevan atau tidak efisien secara biaya.

           ▪ Ketergantungan pada Kerja Sama OEM
             Jika produsen kendaraan (OEM) tidak mendukung model battery swap, misalnya dengan desain
             baterai tertanam permanen, maka model bisnis ini bisa gagal berkembang.

           ▪ Regulasi dan Kepastian Hukum yang Lemah
             Belum adanya regulasi teknis, standar keselamatan, dan perlindungan konsumen yang jelas bisa
             membuat operasional terhambat atau berisiko tinggi.

           ▪ Tingginya Biaya Perawatan dan Operasional
             Sistem mekanik dan robotik untuk swap, serta manajemen baterai dan logistik yang kompleks,
             membuat biaya operasional tinggi. Ini bisa menggerus margin bisnis.

           ▪ Risiko Kebakaran dan Keamanan
             Penyimpanan baterai dalam jumlah besar di satu lokasi menimbulkan risiko kebakaran atau
             kecelakaan, terutama jika tidak ditangani dengan sistem keamanan memadai.

           ▪ Disrupsi Teknologi Masa Depan
             Kemajuan teknologi baru seperti baterai solid-state, wireless charging, atau ultra-fast charging bisa
             membuat model battery swap menjadi usang dalam 5–10 tahun.

           ▪ Persaingan dengan Model Bisnis Sewa Baterai Langsung
             Produsen bisa langsung menawarkan model "battery as a service" ke konsumen tanpa perlu
             stasiun swap, misalnya dengan layanan home delivery baterai cadangan.

           ▪ Sulitnya Skalabilitas di Luar Perkotaan
             Swap station butuh tempat, listrik besar, dan logistik yang baik. Di daerah terpencil atau luar kota,
             pengembangan bisa mahal dan tidak efisien.




                                                                                                                     53
Page 77
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                              BAB VII
                                 ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1.   Ketersediaan Tenaga Kerja

       Untuk kelancaran dan keseimbangan dalam aktivitas Perusahaan dibutuhkan sumber daya manusia dengan
       kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi
       perusahaan. Perseroan telah memiliki sumber daya manusia berkualitas untuk manajemen Perusahaan
       dengan latar belakang pendidikan serta penuh dengan pengalaman di bidang masing-masing yang
       ditempatkan dalam posisi strategis Perusahaan. Latar pendidikan dan pengalaman personil tersebut telah
       membantuk profesionalisme mereka dalam kemampuan atau skill individu yang berperan penting dalam
       mengatuh dan menjaga harmonisasi Perusahaan.

       Berikut susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Hingga 31 Desember 2024 beserta profil nya:

       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                  :   Budi Setiyadi
       Komisaris                        :   Drs. Thomson E Batubara
       Komisaris Independen             :   Noerman Taufik

       Dewan Direksi
       Direktur Utama                   :   David Santoso
       Direktur                         :   Rudy Budiman Setiawan
       Direktur                             Yudhi Haryadi
                                            Wendy Jolanda Waas
                                            Sultan Satria

       Karyawan merupakan aset penting bagi Perseroan, oleh karena itu Perseroan sangat memperhatikan
       kesejahteraan karyawan dengan mematuhi regulasi yang berlaku dan memperhatikan keamanan serta
       kenyamanan dalam bekerja. Perseroan menggunakan tenaga kerja yang sudah ada baik tenaga ahli, tenaga
       produksi, tenaga sales & marketing dan tenaga finance & accounting untuk penambahan kegiatan usaha
       baru, yang dialokasikan sesuai dengan kompleksitas proyek.

       Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Perseroan sampai 31 Desember 2024 mencapai 54 orang,
       menurun dibandingkan karyawan yang dipekerjakan di tahun 2023 yang berjumlah 73 orang. Pada Tahun
       2022 jumlah karyawan 58 orang.

       Sepanjang tahun 2024, Perseroan terus berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing SDM
       melalui berbagai program pengembangan kompetensi karyawan, khususnya melalui pelatihan internal yang
       terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan internal difokuskan pada peningkatan keahlian teknis, manajerial,
       serta soft skills yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri. Program ini dirancang untuk
       membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan terkini agar dapat menghadapi tantangan
       bisnis yang dinamis serta mendorong inovasi di lingkungan kerja.




                                                                                                                    54
Page 78
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Berikut Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan:

                      Tabel 7 - 1: Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan

         Berdasarkan Jenis                                            Berdasarkan Latar
                                  2024       2023       2022                                    2024      2023   2022
             Kelamin                                                 Belakang Pendidikan

        • Laki-laki                38         50         41      •    Pasca Sarjana               5         6     5
                                                                 •    Sarjana                    37        52     38
        • Perempuan                16         23         17      •    Diploma                     4         8     6
                                                                 •    SMA dan Sederajat           8         7     9
              Jumlah            54            73         58                Jumlah                54        73     58
       Sumber: Manajemen Perseroan


7.2.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI

       Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten dibidangnya dalam
       kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Saat ini Perusahaan telah memiliki tenaga ahli yang dapat
       mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, dimana tenaga ahli tersebut berkompeten dibidangnya. Dimana
       sebelum adanya penambahan jumlah karyawan perusahaan sebanyak 54 orang dan setelah adanya
       penambahan KBLI, Perseroan belum berencana menambah karyawan. Berikut Karyawan yang memiliki
       kompetensi dibidangnya sesuai dengan Penambahan KBLI.

       Adapun Managemen Team dan tenaga ahli Perseroan adalah sebagai berikut :




                                                                                                                        55
Page 79
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk

7.3.     Manajemen Hak Atas Kekayaan Intelektual

         Manajemen HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) perusahaan adalah proses sistematis untuk mengelola
         aset intelektual perusahaan agar memberikan perlindungan hukum, meningkatkan daya saing bisnis, dan
         menciptakan nilai ekonomi dari hasil inovasi dan kreativitas perusahaan. Berikut adalah Manajemen HAKI
         atas produk dan inovasi milik perseroan :

       1. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073830 kelas 37 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktor
           Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       2. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073832 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktor
           Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       3. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073829 kelas 42 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktor
           Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       4. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073831 kelas 11 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktor
           Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       5. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110878 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
           Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       6. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110877 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
           Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       7. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110876 kelas 41 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
           Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia..
       8. Merek TAM SOLUTION dengan nomor pendaftaran IDM001110873 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
           Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       9. Merek T-AMO dengan nomor pendaftaran IDM00111069762 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
           Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       10. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069937 kelas 9 terkait perpanjangan waktu perlindungan
           merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal Kekayaan
           Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       11. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069767 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
           Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       12. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069765 kelas 41 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
           Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       13. Merek T-Mobo dengan nomor pendaftaran IDM00717980 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
           perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 April 2028 oleh Direktor Jenderal
           Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.



                                                                                                                  56
Page 80
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
    Sementara ini perseroan tidak/belum memiliki HAKI untuk kegiatan usaha baru

7.4.   Peraturan Perundang-undangan yang Terkait

       Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan proyek dan penambahan
       kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:

       1. Undang-Undang Perseroan Terbatas No 40 Tahun 2007;
       2. Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang
          Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
       3. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan atas PMK No.
          231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan
          Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan
          Pelaporan Pajak Bagi Instansi Pemerintah.
       4. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
       5. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
          Perusahaan Terbuka.
       6. Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
       7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan
          Berusaha Berbasis Risiko.

7.5.   Analisis Manajemen Risiko

       Risiko adalah suatu peristiwa yang mungkin terjadi dan memiliki dampak terhadap aktivitas operasional
       maupun target dari perusahaan. Untuk mengatasi ataupun meminimalkan risiko yang akan muncul, maka
       perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen terhadap risiko yang dilaksanakan oleh semua pihak dalam
       perusahaan, dimulai dengan proses identifikasi kejadian potensial yang mungkin muncul selama
       operasional perusahaan hingga diperoleh berbagai strategi sebagai mitigasi risiko-risiko dari kejadian
       potensial tersebut.

       Kemungkinan risiko-risiko yang dapat terjadi selama operasional adalah sebagai berikut :

       Risiko Ketersediaan Bahan Baku
       Risiko yang mungkin timbul adalah terkait ketersediaan bahan baku dan sistem teknologi dari industri
       infrastruktur kendaraan Listrik berupa swap baterai.

       Risiko Perkembangan Teknologi
       Perkembangan teknologi yang berjalan semakin cepat seiring dengan perkembangan zaman dengan
       semakin maraknya digitalisasi di berbagai sektor. Teknologi yang akan digunakan merupakan teknologi
       yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Pertumbuhan teknologi yang sangat cepat akan memiliki
       pengaruh terhadap kebutuhan pasar, sehingga teknologi yang ada saat ini dapat ditinggalkan oleh pasar
       karena kehadiran teknologi yang lebih baru.

       Risiko Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
       Dalam menjalankan kegiatan usahanya, salah satu aset penting bagi Perseroan adalah Sumber Daya
       Manusia (SDM) terutama karyawan yang memiliki kompetensi dalam bidang pelayanan usaha ini. Apabila




                                                                                                                57
Page 81
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       terjadi tingkat pergantian staf profesional yang tinggi, maka dapat berdampak negatif terhadap rencana
       pertumbuhan agresif perusahaan untuk menjadi pemimpin pasar.

      Risiko Atas Reputasi Perseroan
      Risiko reputasi dapat timbul apabila pelanggan merasa tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Apabila
      persepsi publik atas produk dan layanan Perseroan tidak memberikan hasil usaha yang memuaskan, maka
      hal ini dapat merusak reputasi Perseroan, menurunkan nilai dari brand Perseroan,
      mengurangi kepercayaan dan kredibilitas yang telah dibangun Perseroan dan menimbulkan dampak negatif
      terhadap kemampuan Perseroan untuk menarik pelanggan baru atau mempertahankan pelanggan yang
      telah ada.

      Risiko Persaingan
      Risiko Persaingan adalah adanya pesaing yang dapat mewujudkan kebutuhan pelanggan sesuai dengan
      tujuan utama pelanggan dalam menggunakan teknologi informasi. Apabila Perseroan tidak dapat bersaing
      secara flexible dalam memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
      tersebut, maka hal ini dapat memberi dampak negatif bagi penetrasi pangsa pasar Perseroan dalam industri
      terkait

      Risiko Kredit
      Risiko kredit adalah risiko Perseroan terjadinya kerugian keuangan yang disebabkan oleh ketidakmampuan
      counterparty untuk memenuhi liabilitas kontraktualnya

      Risiko Likuiditas
      Melalui kegiatan operasi dan sumber dana yang ada, Perseroan dapat memenuhi seluruh liabilitas
      keuangannya pada saat jatuh tempo, karena Perseroan memiliki aset keuangan yang likuid dan tersedia
      untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya

      Risiko Perizinan
      Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan diharuskan untuk memiliki lisensi dan penerbitan izin
      tertentu yang validitasnya harus diperbarui secara berkelanjutan dan Perseroan harus patuh dengan
      persyaratan tersebut

      Risiko Kebijakan Pemerintah
      Regulasi yang belum jelas mengenai industri infrastruktur kendaraan listrik berupa swap battery dapat
      menghambat pengembangan infrastruktur dan adopsi kendaraan listrik.

      Risiko Gugatan Hukum
      Perseroan dapat terlibat dalam sengketa dan proses hukum dalam menjalankan kegiatan usahanya,
      termasuk yang berhubungan dengan produk Perseroan, klaim dari pelanggan, sengketa perjanjian, atau
      sengketa lainnya yang dapat memiliki dampak material dan merugikan terhadap reputasi,
      operasional, dan kondisi keuangan Perseroan

      Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang- Undangan yang Berlaku




                                                                                                                 58
Page 82
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
       Risiko kepatuhan adalah risiko akibat Perseroan tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan
       perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Pelanggaran terhadap ketentuan regulator dan/atau
       keterlambatan dalam pelaporan akan menyebabkan dikenakannya denda yang cukup besar terhadap
       Perseroan atau dibatasinya kegiatan usaha Perseroan atau turunnya reputasi Perseroan yang akan
       berpengaruh secara negatif terhadap kinerja Perseroan

       Risiko Standarisasi Keselamatan
       Peraturan keselamatan yang ketat diperlukan untuk mencegah risiko kebakaran, sengatan listrik, dan
       kerusakan baterai.

       Risiko Perekonomian Secara Makro atau Global
       Perubahan kondisi ekonomi adalah suatu hal yang lazim dalam dinamika perekonomian nasional dan global,
       dimana suatu negara memiliki kecenderungan tren siklus bisnis yang naik atau turun.

7.6.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

       Melihat pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan
       mampu dalam membentuk serta menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai
       dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan pelanggan. Dalam implementasinya, Perseroan mampu
       membentuk Tim Manajemen Proyek yang terorganisir agar pekerjaan terstruktur dengan hasil yang baik
       dan memuaskan pelanggan.

       Berdasarkan kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan yang sukses dalam menjalankan proyek-
       proyek yang telah diselesaikan sebelumnya, ditambah dengan ketersediaan tim yang terorganisir,
       menunjukkan bahwa manajemen Perseroan akan mampu menjalankan kegiatan usaha baru yakni aktivitas
       usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha Dalam
       Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020-35115) karena memiliki kapasitas kemampuan yang akan memberikan
       hasil yang baik dan memuaskan.

7.7.   Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

       Berikut adalah struktur organisasi Perseroan adalah sebagai berikut:




                                                                                                                59
Page 83
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                            Gambar 7 - 1: Struktur Organisasi




                    Sumber : Manajemen Perseroan

      Saat ini, Perseroan telah memiliki komisaris dan direksi yang cukup memadai untuk mendukung kegiatan
      usaha barunya yaitu aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik
      Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020-35115) berupa Power Swap Station (PSS). Perseroan telah
      memperhatikan dan mempertimbangkan susunan manajemen yang lengkap dengan adanya pembagian
      konsentrasi manajerial di bidang utama yaitu Chief Corporate Officer (CCO), Chief Sales & Operations
      Officer (CSOO), Chief Technologi Officer (CTO) dan Chief Financal Officer (CFO). Menurut keterangan
      manajemen, pada penambahan kegiatan usaha baru sampai saat ini belum ada perubahan/penambahan
      struktur organisasi. Tetapi, mengoptimalkan dengan struktur yang ada.




                                                                                                             60
Page 84
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                              BAB VIII
                                    ANALISIS KELAYAKAN USAHA

8.1. Asumsi-asumsi Proyeksi Keuangan

     Berikut disajikan proyeksi laba rugi rencana aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan
     Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020-35115) berupa Power Swap Station
     (PSS).

                                        Tabel 8 - 1: Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                         (Dalam Rupiah Penuh)
                                                 Proyeksi          Proyeksi               Proyeksi          Proyeksi             Proyeksi
                 Deskripsi                        2025               2026                   2027              2028                 2029

      Penjualan                               214.626.680.000     252.732.962.880     295.699.107.462         344.862.514.492    421.202.683.001
      Beban Pokok Penjualan                  -136.254.787.806    -151.994.708.651    -172.868.006.275        -199.915.638.548   -236.800.329.218
      LABA (RUGI) KOTOR                       78.371.892.194      100.738.254.229        122.831.101.186     144.946.875.944    184.402.353.783
      BEBAN USAHA
      Beban Penjualan                         -10.147.887.360     -15.909.037.138        -19.434.153.358      -22.002.449.423    -26.798.632.762
      Beban Umum dan Administrasi             -44.120.623.040     -47.869.658.588        -52.502.504.281      -57.556.476.076    -61.852.058.403
      Beban Keuangan                           -3.000.000.000      -3.000.000.000         -3.000.000.000                    0                  0
      Beban lain-lain - Neto                   -7.912.832.143      -8.704.115.358         -9.574.526.894      -10.531.979.583    -11.585.177.541
      Laba Sebelum (Beban) Manfaat
      Pajak Penghasilan                       13.190.549.650       25.255.443.145         38.319.916.654      54.855.970.863     84.166.485.077
      (Beban) Manfaat Pajak
      Penghasilan Kini                         -2.901.920.923      -5.556.197.492         -8.430.381.664      -12.068.313.590    -18.516.626.717
      (Beban) Manfaat Pajak
      Penghasilan Tangguhan                                0                    0                      0                   0                  0
      LABA (RUGI) BERSIH                      10.288.628.727       19.699.245.653         29.889.534.990      42.787.657.273     65.649.858.360

                                         Tabel 8 - 2: Proyeksi Laba Rugi tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                         (Dalam Rupiah Penuh)
                                                 Proyeksi          Proyeksi               Proyeksi          Proyeksi             Proyeksi
                 Deskripsi                        2025               2026                   2027              2028                 2029

      Penjualan                               195.151.680.000     212.910.482.880     234.627.352.134         261.609.497.629    293.525.856.340
      Beban Pokok Penjualan                  -113.394.427.806    -118.593.056.411    -128.458.475.293        -144.016.028.445   -157.916.910.711
      LABA (RUGI) KOTOR                       81.757.252.194       94.317.426.469        106.168.876.841     117.593.469.184    135.608.945.629
      BEBAN USAHA
      Beban Penjualan                         -10.147.887.360     -15.909.037.138        -19.434.153.358      -22.002.449.423    -26.798.632.762
      Beban Umum dan Administrasi             -44.120.623.040     -47.869.658.588        -52.502.504.281      -57.556.476.076    -61.852.058.403
      Beban Keuangan                           -3.000.000.000      -3.000.000.000         -3.000.000.000                    0                  0
      Beban lain-lain - Neto                   -7.912.832.143      -8.704.115.358         -9.574.526.894      -10.531.979.583    -11.585.177.541
      Laba Sebelum (Beban) Manfaat
      Pajak Penghasilan                       16.575.909.650       18.834.615.385         21.657.692.308      27.502.564.103     35.373.076.923
      (Beban) Manfaat Pajak
      Penghasilan Kini                         -3.646.700.123      -4.143.615.385         -4.764.692.308       -6.050.564.103     -7.782.076.923
      (Beban) Manfaat Pajak
      Penghasilan Tangguhan                                0                    0                      0                   0                  0
      LABA (RUGI) BERSIH                      12.929.209.527       14.691.000.000         16.893.000.000      21.452.000.000     27.591.000.000



8.2. Proyeksi Posisi Keuangan

                                      Tabel 8 - 3: Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                         (Dalam Rupiah Penuh)
                                                            Proyeksi          Proyeksi           Proyeksi         Proyeksi        Proyeksi
                          Deskripsi
                                                              2025              2026               2027             2028            2029

     ASET
     Aset Lancar
     Kas dan setara kas                                 60.169.229.753     5.788.805.340       48.817.268.438 115.225.704.766 197.838.484.426



                                                                                                                                                   61
Page 85
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                        Proyeksi           Proyeksi          Proyeksi             Proyeksi       Proyeksi
                         Deskripsi
                                                          2025               2026              2027                 2028           2029
     Piutang usaha pihak ketiga                       52.921.647.123    62.317.716.875    72.912.108.689       85.034.592.615 103.858.195.809
     Piutang lain-lain pihak ketiga                      531.243.613       625.564.223       731.913.955          853.603.141   1.042.560.204
     Piutang lain-lain pihak berelasi                  1.149.979.590     1.354.154.800     1.584.369.373        1.847.789.161        2.256.823.283
     Persediaan                                       15.790.973.408    18.594.610.400    21.755.807.538       25.372.962.931       30.989.625.178
     Pajak dibayar dimuka                              1.957.933.945     2.305.558.875     2.697.517.941        3.146.011.592        3.842.425.511
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                  8.895.322.658    10.474.658.841    12.255.414.707       14.293.019.577       17.456.980.510
     Aset Lancar Lainnya                                 222.212.390     261.665.491     306.150.220     357.051.246     436.089.562
     Total aset lancar                               141.638.542.480 101.722.734.845 161.060.550.861 246.130.735.029 357.721.184.483


     Aset tidak lancar
     Aset Pajak Tangguhan                              1.112.241.143     1.112.241.143     1.112.241.143        1.112.241.143        1.112.241.143
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                 12.579.144.855    14.812.531.926    17.330.752.664       20.212.191.349       24.686.444.214
     Uang Muka Pembelian Pihak berelasi               14.423.307.908    16.984.120.251    19.871.524.244       23.175.395.680       28.305.595.505
     Investasi Pada Entitas Asosiasi                   1.828.380.712     1.828.380.712     1.828.380.712        1.828.380.712        1.828.380.712
     Aset Hak-Guna                                        58.666.663      58.666.663      58.666.663               58.666.663           58.666.663
     Aset Takberwujud                                 59.068.550.459 127.753.294.964 105.015.054.810           82.276.814.655       59.538.574.500
     Aset tetap                                       89.570.161.094 76.981.041.839 64.816.130.931             51.945.938.260       39.075.745.589
     Properti Investasi                                7.757.861.902   7.701.292.853   7.644.723.804   7.588.154.755   7.531.585.706
     Total aset tidak lancar                         186.398.314.736 247.231.570.351 217.677.474.971 188.197.783.217 162.137.234.032

     TOTAL ASET                                      328.036.857.215 348.954.305.196 378.738.025.831 434.328.518.246 519.858.418.514

     LIABILITAS DAN EKUITAS


     LIABILITAS
     LIABILITAS JANGKA PENDEK
     Pinjaman Bank Jangka Pendek                       18.705.203.861     8.864.218.238                    0                    0                    0
     Utang Usaha Pihak Ketiga                          35.281.098.082    41.545.144.583    48.608.072.459       56.689.728.410       69.238.797.206
     Utang Lain-lain pihak ketiga                     17.640.549.041    20.772.572.292    24.304.036.230       28.344.864.205       34.619.398.603
     Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                    688.597.288       810.855.541       948.705.927         1.106.439.293        1.351.365.194
     Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                   116.223.654       136.858.794       160.125.623          186.748.366          228.087.743
     Biaya Masih Harus dibayar                         2.165.305.248     2.549.748.292     2.983.221.048        3.479.216.155        4.249.389.591
     Utang Pajak                                       5.008.322.180     5.008.322.180     5.008.322.180        5.008.322.180        5.008.322.180
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
                                                                  0      1.135.781.762                0                    0                     0
     Pinjaman Bank
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
                                                                  0       159.014.377                 0                    0                     0
     Pinjaman Lembaga Keuangan
     Total Liabilitas Jangka Pendek                   79.605.299.354    80.982.516.058    82.012.483.466       94.815.318.608 114.695.360.516


     Liabilitas Jangka Panjang
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
                                                      16.137.812.492    16.137.812.492    15.002.030.730       15.002.030.730       15.002.030.730
     Jangka Pendek : Pinjaman Bank
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
                                                        159.014.377                 0                 0                    0                     0
     Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan
     Liabilitas Imbalan Pascakerja                     2.104.852.735     2.104.852.735     2.104.852.735        2.104.852.735        2.104.852.735
     Total Liabilitas jangka panjang                  18.401.679.604    18.242.665.227    17.106.883.465       17.106.883.465       17.106.883.465

     TOTAL LIABILITAS                                 98.006.978.958    99.225.181.285    99.119.366.931 111.922.202.073 131.802.243.981


     EKUITAS
     Modal Saham                                      59.000.000.000    59.000.000.000    59.000.000.000       59.000.000.000       59.000.000.000
     Tambahan Modal Disetor                   114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867
     Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan
                                                  325.202.750     325.202.750     325.202.750     325.202.750     325.202.750
     Waran
     Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya        50.380.663.604    70.079.909.257    99.969.444.247 142.757.101.520 208.406.959.880
     Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya                     0                 0                 0               0               0




                                                                                                                                                         62
Page 86
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                           Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi
                         Deskripsi
                                                             2025              2026              2027                 2028                 2029
     Penghasilan Komprehensif Lain                                    0               0               0               0               0
     Kepentingan Non-pengendali                           5.470.587.036   5.470.587.036   5.470.587.036   5.470.587.036   5.470.587.036
     TOTAL EKUITAS                                      230.029.878.257 249.729.123.910 279.618.658.900 322.406.316.173 388.056.174.533


     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                       328.036.857.215 348.954.305.196 378.738.025.831 434.328.518.246 519.858.418.514

                                         Tabel 8 - 4: Proyeksi Posisi Keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                            (Dalam Rupiah Penuh)
                                                           Proyeksi          Proyeksi          Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi
                         Deskripsi
                                                             2025              2026              2027                 2028                 2029

     ASET
     Aset Lancar
     Kas dan setara kas                                 113.874.103.936    47.896.920.444    71.561.260.089 110.494.771.911 154.358.482.980
     Piutang usaha pihak ketiga                          48.119.592.329    52.498.475.231    57.853.319.704 64.506.451.470 72.376.238.550
     Piutang lain-lain pihak ketiga                         483.039.124      526.995.685       580.749.245          647.535.408          726.534.728
     Piutang lain-lain pihak berelasi                     1.045.631.647     1.140.784.127     1.257.144.108        1.401.715.681        1.572.724.994
     Persediaan                                          14.358.117.031    15.664.705.680    17.262.505.660       19.247.693.811       21.595.912.455
     Pajak dibayar dimuka                                 1.780.273.070     1.942.277.920     2.140.390.268        2.386.535.148        2.677.692.437
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                     8.088.170.403     8.824.193.909     9.724.261.688       10.842.551.782       12.165.343.100
     Aset Lancar Lainnya                                    202.049.071      220.435.536       242.919.961          270.855.756          303.900.158
     Total aset lancar                                  187.950.976.611 128.714.788.532 160.622.550.723 209.798.110.967 265.776.829.401


     Aset tidak lancar
     Aset Pajak Tangguhan                                 1.112.241.143     1.112.241.143     1.112.241.143        1.112.241.143        1.112.241.143
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                    11.437.726.434    12.478.559.540    13.751.372.613       15.332.780.463       17.203.379.680
     Uang Muka Pembelian Pihak berelasi                  13.114.552.065    14.307.976.303    15.767.389.886       17.580.639.723       19.725.477.769
     Investasi Pada Entitas Asosiasi                      1.828.380.712     1.828.380.712     1.828.380.712        1.828.380.712        1.828.380.712
     Aset Hak-Guna                                           58.666.663      58.666.663      58.666.663               58.666.663           58.666.663
     Aset Takberwujud                                    59.068.550.459 127.753.294.964 105.015.054.810           82.276.814.655       59.538.574.500
     Aset tetap                                          43.276.921.094 42.261.111.839 41.669.510.931             40.372.628.260       39.075.745.589
     Properti Investasi                                   7.757.861.902   7.701.292.853   7.644.723.804   7.588.154.755   7.531.585.706
     Total aset tidak lancar                            137.654.900.472 207.501.524.017 186.847.340.561 166.150.306.374 146.074.051.762

     TOTAL ASET                                         325.605.877.083 336.216.312.549 347.469.891.284 375.948.417.341 411.850.881.163

     LIABILITAS DAN EKUITAS


     LIABILITAS
     LIABILITAS JANGKA PENDEK
     Pinjaman Bank Jangka Pendek                          18.705.203.861     8.864.218.238                    0                    0                    0
     Utang Usaha Pihak Ketiga                             32.079.728.219    34.998.983.487    38.568.879.803       43.004.300.980       48.250.825.700
     Utang Lain-lain pihak ketiga                        16.039.864.110    17.499.491.744    19.284.439.901       21.502.150.490       24.125.412.850
     Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                        626.114.691      683.091.128       752.766.423          839.334.562          941.733.379
     Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                      105.677.642       115.294.307       127.054.327          141.665.574          158.948.774
     Biaya Masih Harus dibayar                            1.968.827.719     2.147.991.041     2.367.086.128        2.639.301.032        2.961.295.758
     Utang Pajak                                          5.008.322.180     5.008.322.180     5.008.322.180        5.008.322.180        5.008.322.180
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
                                                                      0     1.135.781.762                 0                    0                    0
     Pinjaman Bank
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
                                                                      0      159.014.377                  0                    0                    0
     Pinjaman Lembaga Keuangan
     Total Liabilitas Jangka Pendek                      74.533.738.422    70.612.188.265    66.108.548.762       73.135.074.819       81.446.538.641


     Liabilitas Jangka Panjang
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
                                                         16.137.812.492    16.137.812.492    15.002.030.730       15.002.030.730       15.002.030.730
     Jangka Pendek : Pinjaman Bank




                                                                                                                                                            63
Page 87
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                         Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi         Proyeksi
                         Deskripsi
                                                           2025               2026               2027               2028             2029
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
                                                         159.014.377                    0                 0                  0                0
     Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan
     Liabilitas Imbalan Pascakerja                     2.104.852.735       2.104.852.735     2.104.852.735       2.104.852.735    2.104.852.735
     Total Liabilitas jangka panjang                  18.401.679.604      18.242.665.227    17.106.883.465      17.106.883.465   17.106.883.465


     TOTAL LIABILITAS                                 92.935.418.026      88.854.853.492    83.215.432.227      90.241.958.284   98.553.422.106


     EKUITAS
     Modal Saham                               59.000.000.000 59.000.000.000 59.000.000.000 59.000.000.000 59.000.000.000
     Tambahan Modal Disetor                   114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867
     Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan
                                                  325.202.750     325.202.750     325.202.750     325.202.750     325.202.750
     Waran
     Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya        53.021.244.404      67.712.244.404    84.605.244.404 106.057.244.404 133.648.244.404
     Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya                     0                   0                 0               0               0
     Penghasilan Komprehensif Lain                                 0               0               0               0               0
     Kepentingan Non-pengendali                        5.470.587.036   5.470.587.036   5.470.587.036   5.470.587.036   5.470.587.036
     TOTAL EKUITAS                                   232.670.459.057 247.361.459.057 264.254.459.057 285.706.459.057 313.297.459.057


     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                    325.605.877.083 336.216.312.549 347.469.891.284 375.948.417.341 411.850.881.163



8.3. Incremental Laporan Laba Rugi

                                                         Tabel 8 - 5: Proyeksi Laba Rugi
                                                                                                                          (Dalam Rupiah Penuh)
                                              Proyeksi          Proyeksi               Proyeksi               Proyeksi            Proyeksi
                  Deskripsi                    2025               2026                   2027                   2028                2029

       Penjualan                            19.475.000.000      39.822.480.000          61.071.755.328          83.253.016.863   127.676.826.661
       Beban Pokok Penjualan               -22.860.360.000     -33.401.652.240         -44.409.530.982         -55.899.610.103   -78.883.418.507
      LABA (RUGI) KOTOR                     -3.385.360.000          6.420.827.760      16.662.224.346          27.353.406.760     48.793.408.154
      BEBAN USAHA
      Beban Penjualan                                    0                     0                    0                        0                    0
      Beban Umum dan Administrasi                        0                     0                    0                        0                    0
      Beban Keuangan                                     0                     0                    0                        0                    0
      Beban lain-lain - Neto                             0                     0                    0                        0                    0
      Laba Sebelum (Beban) Manfaat
      Pajak Penghasilan                     -3.385.360.000          6.420.827.760      16.662.224.346          27.353.406.760     48.793.408.154
      (Beban) Manfaat Pajak
      Penghasilan Kini                         744.779.200      -1.412.582.107          -3.665.689.356          -6.017.749.487   -10.734.549.794
      (Beban) Manfaat Pajak
      Penghasilan Tangguhan                              0                      0                   0                       0                  0
      LABA (RUGI) BERSIH                    -2.640.580.800          5.008.245.653      12.996.534.990          21.335.657.273     38.058.858.360

                                                      Tabel 8 - 6: Proyeksi Posisi Keuangan
                                                                                                                          (Dalam Rupiah Penuh)
                                                         Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi         Proyeksi
                         Deskripsi
                                                           2025               2026               2027               2028             2029

     ASET
     Aset Lancar
     Kas dan setara kas                              -53.704.874.183     -42.108.115.104    -22.743.991.651      4.730.932.855   43.480.001.446
     Piutang usaha pihak ketiga                        4.802.054.795       9.819.241.644     15.058.788.985     20.528.141.144   31.481.957.259
     Piutang lain-lain pihak ketiga                       48.204.489          98.568.538       151.164.711         206.067.733     316.025.476
     Piutang lain-lain pihak berelasi                    104.347.943        213.370.673        327.225.265         446.073.481     684.098.290
     Persediaan                                        1.432.856.377       2.929.904.720     4.493.301.878       6.125.269.120    9.393.712.723
     Pajak dibayar dimuka                                177.660.874         363.280.955       557.127.673         759.476.444    1.164.733.074
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                    807.152.255       1.650.464.931      2.531.153.018      3.450.467.795    5.291.637.410
     Aset Lancar Lainnya                                  20.163.319          41.229.955         63.230.260         86.195.490     132.189.403




                                                                                                                                                      64
Page 88
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                        Proyeksi               Proyeksi            Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi
                          Deskripsi
                                                          2025                   2026                2027                  2028                2029
     Total aset lancar                               -46.312.434.131       -26.992.053.687         438.000.138        36.332.624.062       91.944.355.082


     Aset tidak lancar
     Aset Pajak Tangguhan                                         0                     0                     0                    0                   0
     Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga                 1.141.418.420         2.333.972.386         3.579.380.051        4.879.410.885        7.483.064.534
     Uang Muka Pembelian Pihak berelasi               1.308.755.843         2.676.143.948         4.104.134.358        5.594.755.957        8.580.117.736
     Investasi Pada Entitas Asosiasi                              0                     0                    0                    0                     0
     Aset Hak-Guna                                                0                     0                    0                    0                     0
     Aset Takberwujud                                             0                     0                     0                    0                   0
     Aset tetap                                      46.293.240.000        34.719.930.000        23.146.620.000       11.573.310.000                   0
     Properti Investasi                                           0                     0                     0                    0                   0
     Total aset tidak lancar                         48.743.414.263        39.730.046.334        30.830.134.409       22.047.476.843       16.063.182.270

     TOTAL ASET                                       2.430.980.132        12.737.992.647        31.268.134.547       58.380.100.905 108.007.537.352

     LIABILITAS DAN EKUITAS


     LIABILITAS
     LIABILITAS JANGKA PENDEK
     Pinjaman Bank Jangka Pendek                                       0                     0                    0                    0                    0
     Utang Usaha Pihak Ketiga                           3.201.369.863         6.546.161.096       10.039.192.657       13.685.427.430       20.987.971.506
     Utang Lain-lain pihak ketiga                     1.600.684.932         3.273.080.548         5.019.596.328        6.842.713.715       10.493.985.753
     Liabilitas Kontrak Pihak ketiga                     62.482.596           127.764.413           195.939.503          267.104.731          409.631.815
     Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi                   10.546.013            21.564.487           33.071.297           45.082.791            69.138.969
     Biaya Masih Harus dibayar                          196.477.529           401.757.251          616.134.920          839.915.123         1.288.093.832
     Utang Pajak                                                  0                     0                    0                    0                     0
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Bank                                                0                     0                    0                    0                     0
     Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
     Pinjaman Lembaga Keuangan                                    0                     0                     0                    0                    0
     Total Liabilitas Jangka Pendek                   5.071.560.932        10.370.327.794        15.903.934.705       21.680.243.790       33.248.821.876


     Liabilitas Jangka Panjang
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Bank                                0                     0                    0                    0                     0
     Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
     Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan                    0                     0                    0                    0                     0
     Liabilitas Imbalan Pascakerja                                0                     0                    0                    0                     0
     Total Liabilitas jangka panjang                              0                     0                    0                    0                     0


     TOTAL LIABILITAS                                 5.071.560.932        10.370.327.794        15.903.934.705       21.680.243.790       33.248.821.876


     EKUITAS                                                      0                     0                    0                    0                     0
     Modal Saham                                                  0                     0                    0                    0                     0
     Tambahan Modal Disetor                                       0                     0                    0                    0                     0
     Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan
     Waran                                                         0                    0                     0                    0                    0
     Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya        -2.640.580.800        2.367.664.853        15.364.199.843       36.699.857.116       74.758.715.476
     Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya                     0                    0                     0                    0                    0
     Penghasilan Komprehensif Lain                                 0                    0                     0                    0                    0
     Kepentingan Non-pengendali                                    0                    0                     0                    0                    0
     TOTAL EKUITAS                                    -2.640.580.800        2.367.664.853        15.364.199.843       36.699.857.116       74.758.715.476


     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                     2.430.980.132        12.737.992.647        31.268.134.547       58.380.100.905 108.007.537.352




                                                                                                                                                                65
Page 89
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
8.4. Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan

     Dalam melakukan Analisis Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami menggunakan cut off date
     31 Desember 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
     dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan Usaha.

8.5. Penetapan Tingkat Diskonto


     Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

     Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM).
     Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium unutk menutup risiko
     sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:

                                          Ke = Rf + ß (Rm-Rf) Ke = Rf + ß Rp
     Di mana :
     Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
     ß = risiko sistimatis
     Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
     Rp = selisih antara Rm dengan Rf

     Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
     kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat
     bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

     Terkait dengan tanggal Studi Kelayakan yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2024, maka instrumen bebas
     risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang dikeluarkan oleh
     Pemerintah, yaitu Government Bond dalam mata uang rupiah yang bersumber dari S&P Capital IQ dengan
     tenor 30 tahun adalah sebesar 7,18%, maka yield tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
     risiko (Rf). Menurut kami Government Bond dalam mata uang rupiah yang bersumber dari S&P Capital IQ
     dengan tenor 30 tahun dapat merefleksikan secara wajar tingkat balikan investasi bebas risiko (Rf) jangka
     panjang untuk Objek Studi Kelayakan dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
     risiko (Rf).

     Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
     kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
     untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan
     base equity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
     mengakomodasi perubahan- perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang
     (emerging market).

     Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan hasil riset/studi terkini dari Aswath Damodaran 1
     Januari 2025 yang memprediksi bahwa risk premium untuk pasar negara berkembang (emerging market)
     seperti Indonesia adalah 6,87% dengan Country Default Spread sebesar 1,89%.

     ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap pengembalian pasar
     saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau IHSG). Untuk TKDN kami



                                                                                                                        66
Page 90
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.

     Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
     cost of equity TKDN, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
     menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
     sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
     pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

     Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :

                                                                     𝛽𝐿
                                                    𝛽𝑢 =
                                                             (1 + (1 − 𝑇)𝑥𝐷𝐸𝑅

         T               = Tarif Pajak Penghasilan Badan
         DER             = Debt to equity ratio
         βL              = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif
                           dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian
                           portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang
          βu             = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
                           obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian
                           portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang

        Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
        relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
        mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut:

                                               Tabel 8 - 7: Beta Perusahaan Pembanding

                                    Nama Perusahaan                                 Ticker    Beta Unlevered

               PT. Indika Energy Tbk                                                 INDY          0,83
               Jiangsu Xinri E-Vehicle Co., Ltd.                                    603787         1,23
               RAC Electric Vehicles Inc.                                            2237          0,47
               PT. Arkora Hydro Tbk                                                 ARKO           1,01
               China Datang Corporation Renewable Power Co., Limited                 1798          0,09
               Shenzhen Desay Battery Technology Co., Ltd.                               49        0,80
               Guangdong Lvtong New Energy Electric Vehicle Technology
                                                                                    301322         1,74
               Co., LTD
               ATP 30 Public Company Limited                                        ATP30          0,80
               Zhejiang Taotao Vehicles Co., Ltd.                                   301345         1,11
                                                   Average                                         0,90

        Selanjutnya rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding yang diperoleh yaitu sebesar 0,90
        kemudian di-levered-kan kembali dengan menggunakan tingkat leverage (DER) market yaitu sebesar
        130,92% dengan formula sebagai berikut:

                                               𝛽𝐿 = 𝛽𝑢 × (1 + (1 − 𝑇)𝑥𝐷𝐸𝑅)




                                                                                                                       67
Page 91
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
         Dengan persamaan tersebut diatas dan berdasarkan rata-rata beta unlevered dari perusahaan
         pembanding yaitu sebesar 0,90, dengan tarif pajak sebesar 22% dan DER sebesar 130,92 % maka
         diperoleh beta levered perusahaan sebesar 1,81.

        Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas adalah

                                                    Tabel 8 - 8: Cost of Equity
                             Keterangan                                                 Jumlah
         Risk Free Rate (Rf)                                                             7,18%
         Equity Risk Premium (Rpm)                                                       6,87%
         CDS                                                                             1,89%
         β (Beta)                                                                         1,81
         Cost of Equity                                                                 16,22%
        Sumber: Data Olahan

        Berdasarkan perhitungan diatas, maka Cost Of Equity yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini adalah
        16,22%, menurut kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.

        Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC)

        Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm),
        maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya
        modal, baik yang berasal dari kreditur (pinjaman) maupun yang berasal dari (investor) penyertaan.

        Dalam Studi Kelayakan ini, untuk biaya utang bunga bank menggunakan suku bunga pinjaman investasi
        yang diberikan pada Bank Persero dalam mata uang Rupiah per 31 Desember 2024 yang bersumber dari
        pinjaman Bank Indonesia sebesar 9,18%.

        Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan DER market sebesar 130,92%. Berikut adalah perhitungan
        WACC per 31 Desember 2024

                                          Tabel 8 - 9: Biaya Modal Rata – Rata Tertimbang
                    Keterangan                         Biaya Modal                  Komposisi    Tertimbang
         Cost of Debt                                     7,16%                      56,69%        4,06%
         Cost of Equity                                  16,22%                      43,31%        7,02%
         Weighted Average Cost of Capital                                                          11,08%
        Sumber: Data Olahan

        Berdasarkan perhitungan diatas, maka WACC yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini adalah
        11,08%, menurut kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.

8.6. Analisis Kelayakan Proyek

     Analsia kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingkan antara pengorbanan ekonomis yang
     dilakukan TKDN dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas usaha Pembangkit,
     Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020-35115).

     Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi dimasa
     mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari selisih dari Free Cash Flow To Firm TKDN
     sebelum penambahan, dengan Free Cash Flow To Firm setelah penambahan.



                                                                                                                 68
Page 92
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
                                                  Tabel 8 - 10: Proyeksi Laba Rugi
                                                                                                                      (Dalam Rupiah Penuh)
                                         Present             Proyeksi        Proyeksi         Proyeksi         Proyeksi       Proyeksi
                     Deskripsi
                                       31 Des 2024           2025              2026             2027             2028              2029


      Laba bersih                                        -2.640.580.800     5.008.245.653   12.996.534.990   21.335.657.273   38.058.858.360
      Add: beban bukan tunai                            11.573.310.000     11.573.310.000   11.573.310.000   11.573.310.000    11.573.310.000
      Add : Biaya bunga * (1-T)                                       0                 0                0                0                0
      Capital Expenditure                               -57.866.550.000                 0                0                0                0
      Perubahan Modal Kerja Bersih                       -4.771.053.383    -4.984.796.574   -5.205.721.537   -5.434.042.767   -10.883.099.769
      Jumlah Prooceds                                   -53.704.874.183    11.596.759.079   19.364.123.453   27.474.924.506    38.749.068.591
      Terminal Value                             1,2%                                                                         393.715.510.170
      Periode proyeksi (Tahun)                                        1                 2                3                4                5
      Discount Factor (WACC)                 11,08%              0,900              0,810            0,730            0,657             0,591
      Jumlah Free Cash Flow                             -53.704.874.183    11.596.759.079   19.364.123.453   27.474.924.506 432.464.578.761
      Present Value                                     -48.347.099.229     9.398.316.621   14.127.587.259   18.045.269.894 255.702.005.861


      Analisis Kelayakan Incremental
      1. NPV                                            248.926.080.406
      2. IRR                                                   27,351%
      3. Profitability Index (PI)                                   4,30
      4. Payback Period                                 4 Tahun 1 Bulan


     Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi
     yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :

               ▪ Net Present Value (NPV)                 :    Rp 248.926.080.406,-
               ▪ Internal Rate of Return (IRR)           :    27,351%
               ▪ Profitability Index (PI)                :    4,30
               ▪ Payback Period (PP)                     :    4 Tahun 1 Bulan

     Analisis Net Present Value (NPV)
     Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha ini,
     Hasil perhitungan NPV pada discount rate 11,08% menunjukkan nilai "Positif" sebesar Rp248.926.080.406
     dengan demikian proyek ini Layak dan Menguntungkan.

     Analisis Internal Rate of Return (IRR)
     Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat balikan suatu investasi dimana pada saat itu Net Present Value
     adalah 0 (Nol). Suatu Investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila nilai IRR
     lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisa Internal Rate of Return (IRR) pada proyek ini
     menghasilkan nilai perhitungan 27,351%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih
     besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 11,08% sehingga
     proyek tersebut LAYAK untuk direalisasikan. Dalam perhitungan IRR ini Nilai Sisa tidak termasuk dalam
     perhitungan.




                                                                                                                                        69
Page 93
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     Analisis Payback Period (PP)
     Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan atas penambahan kegiatan usaha baru payback period
     dapat dicapai dalam jangka waktu 4 Tahun 1 Bulan.

     Analisis Profitability Index (PI)
     Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada indikator PI menunjukkan nilai 4,30 pada discount rate
     sebesar 11,08% atau lebih "besar" dari 1 (satu). Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha perseroan
     ini menguntungkan.

8.7. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru

     Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitiv proyeksi kinerja proyek atas setiap
     perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek. Hasil analisis
     sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:

         Tabel 8 - 11: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek dikurangi Laba
                                                           Bersih sebelum proyek)
                                                                                                              (Dalam Rupiah Penuh)
                                                               Scenario Perubahan Penurunan Laba Bersih
        VARIABLE
                                                 0%                  -50%                -90,085%                 95%
      2025                                    -2.640.580.800        -1.320.290.400        -261.817.689             -132.029.040
      2026                                    5.008.245.653          2.504.122.826         496.575.338              250.412.283
      2027                                   12.996.534.990          6.498.267.495       1.288.626.638              649.826.749
      2028                                   21.335.657.273         10.667.828.636       2.115.463.570            1.066.782.864
      2029                                   38.058.858.360         19.029.429.180       3.773.594.943            1.902.942.918
      NPV                                   248.926.080.406        110.764.061.334                   0          -13.581.755.832
                                                                                        Break even
        Kelayakan                              Layak                Layak                                     Tidak Layak
                                                                                           Point


     Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Laba Bersih yang memberikan
     informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Laba Bersih mengalami penurunan
     maksimal sebesar 90,085%, dan proyek menjadi tidaklayak saat penurunan perubahan laba bersih melampaui
     90,085%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

             Tabel 8 - 12: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Pendapatan (Pendapatan setelah proyek dikurangi
                                                          Pendapatan sebelum proyek)
                                                                                                             (Dalam Rupiah Penuh)
                                                               Scenario Perubahan Penurunan Pendapatan
        VARIABLE
                                                 0%                  -10%                -25,104%                -30%
      2025                                   19.475.000.000         17.527.500.000      14.585.953.344           13.632.500.000
      2026                                   39.822.480.000         35.840.232.000      29.825.357.398           27.875.736.000
      2027                                   61.071.755.328         54.964.579.795      45.740.168.105           42.750.228.730
      2028                                   83.253.016.863         74.927.715.177      62.352.997.161           58.277.111.804
      2029                                  127.676.826.661        114.909.143.995      95.624.556.446           89.373.778.663
      NPV                                   248.926.080.406        149.769.010.388                   0          -48.545.129.650
                                                                                        Break even
        Kelayakan                              Layak                Layak                                     Tidak Layak
                                                                                           Point


     Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Pendapatan yang memberikan



                                                                                                                                     70
Page 94
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
     informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Pendapatan mengalami penurunan
     maksimal sebesar 25,104%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan pendapatan
     melampaui 25,104%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

        Tabel 8 - 13: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan atau Incremental Beban Pokok Penjualan (Beban Pokok
                                             setelah proyek dikurangi Beban Pokok sebelum proyek)
                                                                                                           (Dalam Rupiah penuh)
                                                 Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental beban Kontrak
       VARIABLE
                                                0%                  10%                39,059%                 40%
      2025                                 -22.860.360.000       -25.146.396.000     -31.789.370.581         -32.004.504.000
      2026                                 -33.401.652.240       -36.741.817.464     -46.447.978.118         -46.762.313.136
      2027                                 -44.409.530.982       -48.850.484.080     -61.755.415.825         -62.173.343.375
      2028                                 -55.899.610.103       -61.489.571.113     -77.733.396.188         -78.259.454.144
      2029                                 -78.883.418.507       -86.771.760.358    -109.694.432.790        -110.436.785.910
      NPV                                  248.926.080.406       185.195.169.124                   0          -5.997.564.722
                                                                                      Break even
        Kelayakan                             Layak               Layak                                    Tidak Layak
                                                                                         Point


     Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Beban Pokok Penjualan setelah
     Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Beban
     Pokok Penjualan setelah Penambahan Usaha mengalami peningkatan maksimal sebesar 39,059%, dan proyek
     menjadi tidak layak saat peningkatan Beban Pokok Penjualan setelah Penambahan Usaha melampaui
     39,059%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

8.8. Kesimpulan

     Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-
     asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan
     Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan oleh TKDN layak untuk dilaksanakan.




                                                                                                                                  71

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.7 MB
Published19 May 2025
Pages94
Characters326,437
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 73 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org TEKNOLOGI KARYA DIGITAL NUSA TBK p.1 ×279
linked person David Santoso · Direktur Utama p.9 ×8
linked person Rudy Budiman Setiawan · Direktur p.9 ×7
linked org Daya Kemilau p.33
linked person Budi Setiyadi p.33 ×2
linked person Noerman Taufik p.33 ×2
linked person Yudhi Haryadi · Direktur p.33 ×3
linked org Pertamina Patra Niaga p.61
linked org Indika Energy Tbk p.90 ×2
linked org Arkora Hydro Tbk p.90 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×7
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.17 ×2
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.31 ×2
possible org Bank Persero p.91
unresolved person KH. Guru Amin Km. p.1 ×19
unresolved org KJPP YUFRIZAL p.1 ×96
unresolved org DENY KAMAL dan REKAN p.1 ×21
unresolved org KJPP YDR p.2 ×14
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org Gedung TKDN Tbk p.2 ×5
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan p.3 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal p.3 ×2
unresolved person Ir. Mahrani p.3 ×7
unresolved — MAPPI p.3 ×2
unresolved — STTD p.3 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.3 ×2
unresolved — Telepon/Fax p.3
unresolved person Mujiono p.5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.5
unresolved person Yansyafrin p.5
unresolved person CMA. p.5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan p.5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi & Rekan p.5 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi p.5 ×3
unresolved org PT Damai Harapan Sentosa p.5 ×2
unresolved person MSi p.5
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×28
unresolved org KJPP YDR Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya p.8
unresolved person TKDN · Direktur Utama p.9 ×4
unresolved — Rizky Teguh Sudaryanto · Senior Manager Legal p.9 ×2
unresolved — Shinta Budiarti Santoso · Senior Manager Finance Accounting & Tax p.9 ×2
unresolved person Muhammad Fathoni · Manager Finance p.9 ×2
unresolved — Citra Dewi · Manager Accounting & Tax p.9 ×4
unresolved — Zaid Zar Lubis · Manager Legal p.9 ×2
unresolved org DENY KAMAL & REKAN p.16
unresolved org REKAN Ir. Mahrani p.16
unresolved person Rio Eka Putra p.18
unresolved person Akt p.18
unresolved person Muhammad Hadyan p.18
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.31 ×14
unresolved person Dr. Sugih Haryati p.31 ×4
unresolved org PT Daya Kemilau Nusantara Investama p.33
unresolved person Drs. Thomson E Batubara p.33 ×2
unresolved person Tjoa Karina Juwita S.H. · Notaris p.34
unresolved org Menteri Investasi p.34 ×3
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.34 ×3
unresolved org Menteri Perdagangan p.34
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.34
unresolved org Kementerian Perindustrian p.54 ×2
unresolved org Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral p.55
unresolved org Menteri Keuangan p.55 ×3
unresolved org Kementerian Perhubungan p.56
unresolved org Kementerian Keuangan p.56
unresolved org Energi Internasional p.59
unresolved org Menteri p.79 ×3
unresolved org DER p.90
unresolved org Ticker · Nama Perusahaan p.90
unresolved org Jiangsu Xinri E-Vehicle Co., Ltd. p.90
unresolved org RAC Electric Vehicles Inc. p.90
unresolved org China Datang Corporation p.90
unresolved org Shenzhen Desay Battery Technology Co., Ltd. p.90
unresolved org Zhejiang Taotao Vehicles Co., Ltd. p.90

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result