Back to announcement
20250519_TRON_Laporan Informasi dan Fakta Material_31887088_lamp1.pdf
Other Text extracted TRONSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 94
Page 1
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
2025
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
STUDI KELAYAKAN RENCANA PENAMBAHAN KLASIFIKASI
BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA (KBLI)
PT TEKNOLOGI KARYA DIGITAL NUSA TBK
Kantor Pusat:
Jalan KH. Guru Amin KM.17 No.12A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 2
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
No. Laporan : 00002/2.0138-00/JL/10/0423/1/V/2025 Jakarta, 19 Mei 2025
Kepada Yth.
Direksi PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A,
Kel. Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok,
Kota Adm. Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. 14350
Perihal : Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI) PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk.
Dengan hormat,
Memenuhi permintaan manajemen PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (“TKDN atau Perseroan atau
Perusahaan”) sebagaimana yang kami terima, bahwa manajemen TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai
Publik Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“KJPP YDR”) dengan Penawaran Jasa KJPP YDR Nomor: 02/YDR-
B/PNR-JL/V/2025 tanggal 09 Mei 2025 yang telah disetujui dan ditandatangani oleh TKDN, untuk melakukan
Pekerjaan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu
kegiatan aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu
Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap Station (PSS).
KJPP YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memiliki izin berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor: 921/KM.1/2016 dengan nomor izin usaha 2.16.0138 tertanggal 2 September 2016.
1. Latar Belakang Penugasan
TKDN merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public company) yang
didirikan di Indonesia. Bidang usaha Perseroan Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi
sistem informasi berbasis telematika dan Internet of Things (IoT) untuk pengembangan smart city..
TKDN berdomisili di Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A Kelurahan Sunter Agung, Kec. Tanjung
Priok Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350 dengan nomor telepon (021) 38889045, alamat
email: corporate.secretary@tkdn.co.id, dan alamat website www.tkdn.co.id.
Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, TKDN berencana untuk menambah
kegiatan aktivitas usaha dikarenakan adanya peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan. Untuk
memanfatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan, Perseroan membutuhkan
penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha utama Perseroan, yaitu aktivitas usaha Pembangkit,
Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No.
35115).
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Perseroan akan mengakibatkan terjadinya
penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha Utama” (“POJK No.17/2020”), mengingat bahwa Rencana Transaksi akan mengakibatkan
terjadinya penambahan aktivitas usaha penunjang Perseroan yaitu aktivitas usaha Pembangkit,
Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 3
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
35115).
Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan POJK
No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”)
Oleh karena itu, TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan
(“KJPP YDR”) untuk melakukan Pekerjaan Kajian Studi Kelayakan tersebut dengan Penawaran Jasa
Nomor: 02/YDR-B/PNR-JL/V/2025 tanggal 09 Mei 2025.
2. Status Penilai
Konsultan yang menandatangani laporan Penilaian ini merupakan Konsultan dengan Kompetensi dan
klasifikasi Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
dengan perizinan sebagai berikut:
Nama : Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai Publik : B-1.15.00423
No. MAPPI : 98-S-01056
No. STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PB-40/PM.02/2023
YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta
memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. YDR juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini
Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Nama Pemberi Tugas : PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Bidang Usaha : Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi sistem
informasi berbasis telematika dan Internet of Things (IoT)
untuk pengembangan smart city
Alamat : Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A, Kel. Sunter Agung,
Kec. Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta Utara Prov. DKI Jakarta.
Telepon/Fax : (021) 38889045
Email : corporate.secretary@tkdn.co.id
Website : www.tkdn.co.id
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 4
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
4. Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan
Yang dimaksud Objek Studi Kelayakan adalah analisis atas rencana penambahan kegiatan usaha
dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan yang akan dilakukan oleh
PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk yaitu aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan
Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap
Station (PSS).
5. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. YDR tidak bertanggung jawab atas
penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.
6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Kajian Studi Kelayakan atas rencana TKDN yang
akan melakukan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran
Dasar perusahaan. Studi ini juga bertujuan untuk mengkaji prospek usaha dari TKDN ditinjau dari
berbagai aspek yang meliputi aspek kelayakan pasar, aspek teknis, aspek kelayakan Pola Bisnis,
aspek Model Manajemen, serta aspek keuangan dengan memperkirakan tingkat kemampulabaan dari
operasional rencana pengembangan bisnis ini, sehingga Pimpinan TKDN dapat menyetujui atas
usulan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar
perusahaan tersebut.
Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi pihak TKDN dalam rangka kepentingan
usahanya. Laporan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut dan bukan untuk kepentingan
perpajakan. Laporan kajian studi kelayakan ini disusun untuk memberikan pendapat dan/atau
masukan bagi Manajemen TKDN dalam pengambilan keputusan terbaik yang memberikan manfaat
yang menguntungkan bagi TKDN mengacu pada peraturan yang ada dan tidak menutup kemungkinan
untuk bertindak lain.
7. Tanggal Sudi Kelayakan
Tanggal efektif studi kelayakan adalah 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua)
POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak
tanggal analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada 30 Juni 2025.
8. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam melakukan studi kelayakan ini, YDR juga menggunakan informasi dari beberapa sumber informasi
yang relevan dan handal, yaitu:
• Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan
• Proyeksi keuangan TKDN untuk tahun 2025 sampai dengan 2029
• Proyeksi keuangan TKDN atas penambahan kegiatan usaha untuk tahun 2025 sampai dengan 2029
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 5
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
yang disediakan manajemen Perseroan
• Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk dan Entitas Anak Nomor:
00027/3.0424/AU.1/05/1721-1/1/III/2025 dikeluarkan tanggal 28 Maret 2025, yang telah diaudit per
31 Desember 2024 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Mujiono, SE, Ak., CA., CPA dari Kantor Akuntan
Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan (BDO) dengan opini wajar dalam semua hal yang
material.
• Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk dan Entitas Anak Nomor:
00349/2.0459/AU.1/05/1482-1/1/III/2024 dikeluarkan tanggal 27 Maret 2024, yang telah diaudit per
31 Desember 2023 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Yansyafrin, CA, CMA., CPA, CPI dari Kantor Akuntan
Publik Heliantono & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. Nomor: 00111/3.0428/AU.1/05/1725-
2/1/IV/2023 dikeluarkan tanggal 11 April 2023, yang telah diaudit per 31 Desember 2022 oleh Akuntan
Pubik (“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi &
Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material
• Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. Nomor: 00155/3.0428/AU.1/05/1725-
2/1/X/2022 dikeluarkan tanggal 3 Oktober 2022, yang telah diaudit per 31 Juli 2022 oleh Akuntan
Pubik (“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi &
Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa Nomor: 00093/3.0428/AU.1/05/1725-1/1/IV/2022
dikeluarkan tanggal 27 April 2022, yang telah diaudit per 31 Desember 2021 oleh Akuntan Pubik
(“KAP”) Deasy Roosiana Tresna Handayani dari Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi & Rekan
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
• Laporan keuangan PT Teknologi Karya Digital Nusa (d/h PT Damai Harapan Sentosa) Nomor:
00062/3.0291/AU.1/05/0824-1/1/V/2021 dikeluarkan tanggal 7 Mei 2021, yang telah diaudit per 31
Desember 2020 oleh Akuntan Pubik (“KAP”) Sudirman Simangunsong, MSi, CPA dari Kantor Akuntan
Publik Doli, Bambang, Sulistiyanto, Dadang dan Ali dengan opini wajar dalam semua hal yang
material.
• Legalitas Perseroan.
• Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran.
• Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait seperti
Bank Indonesia.
• Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan penugasan Studi
Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.
• Representation Letter Nomor 072/TKDN/V/2025 tanggal 16 Mei 2025 sehubungan dengan
Penugasan Pekerjaan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha.
• Data-data lain sebagai pendukung.
YDR telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang diverifikasi
terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang disampaikan.
9. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan
perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi terhadap keseluruhan atau
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 6
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan keuangan
perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi kelayakan,
dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek studi
kelayakan dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana Transaksi tersebut. Tanda
tangan Penilai Publik dan cap YDR yang resmi merupakan syarat mutlak laporan studi kelayakan yang
dihasilkan.
10. Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI
Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.
11. Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia
(“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:
Pengumpulan Data
• Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-data rencana
investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data primer ini diperoleh
secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama dari manjemen TKDN pada saat
dilakukan investigasi lapangan.
• Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga dalam bentuk
angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan tujuan penugasan seperti
analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis manajemen risiko, untuk mengevaluasi
pengaruh dari faktor tersebut di masa mendatang.
Analisis Kelayakan
Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:
a. Kelayakan Pasar; Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti
pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, potensi nilai pasar,
pesaing usaha, dan strategi pemasaran.
b. Kelayakan Teknis; Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan
Kualitas Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.
c. Kelayakan Pola Bisnis; Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 7
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Kompetitif TKDN, Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk TKDN; Kemampuan Untuk
Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.
d. Kelayakan Model Manajemen; Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap
analisis ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko,
kapasitas dan kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
e. Kelayakan Keuangan; Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan
seperti analisis titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability),
Tingkat Balikan Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial dengan
Net Present Value (“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index
dan analisis sensitivitas.
12. Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa adanya benturan
kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak- pihak yang terafiliasi dengan
pemberi tugas.
KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“YDR”) juga tidak memiliki benturan kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terimasama sekali tidak dipengaruhi
oleh nilai yang dihasilkan
13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer opinion.
2. YDR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan
penambahan kegiatan usaha.
3. Dalam menyusun laporan ini, YDR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang
disediakan oleh manajemen TKDN dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. YDR tidak terlibat dan tidak
melakukan audit ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan tersebut.
4. Laporan ditujukan untuk kepentingan manajemen TKDN terkait POJK No. 17/POJK.04/2020
tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
5. YDR tidak memiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan YDR memberikan
pendapat yang bias sehubungan dengan informasi yang dibahas dalam laporan ini.
6. Pemberi tugas telah membebaskan YDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan
ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan Manajemen, konsultan atau pihak
ketiga, kepada YDR dalam penyusunan laporan ini.
7. Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut kajian studi
kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada YDR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta
yang penting.
8. YDR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan dengan
subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat didalamnya.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 8
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
9. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi
Revisi Tahun 2020.
10. YDR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh TKDN serta telah disesuaikan
sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
11. YDR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai akhir yang dihasilkan.
12. YDR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
13. Laporan keuangan dan informasi lainnya yang disampaikan oleh TKDN atau wakilnya dalam rangka
penugasan ini, telah diterima tanpa dilakukan verifikasi lebih lanjut, dianggap sesuai dengan
peraturan dan ketentuan yang berlaku, dianggap lengkap dan benar dalam mencerminkan kondisi
kegiatan usaha dan operasi TKDN untuk masing-masing periode yang disajikan.
14. YDR tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh TKDN. YDR
berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset TKDN, baik saat ini
maupun di masa yang akan datang.
15. YDR berasumsi bahwa TKDN telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan perpajakan,
retribusi, pungutan-pungutan lainnya dan kewajiban-kewajian lainnya sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
16. YDR tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari TKDN yang relevan dan signifikan
pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan YDR, yang tidak dan atau belum YDR terima dari
TKDN.
14. Tanda Tangan pimpinan dan Cap KJPP YDR Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya Laporan
Studi Kelayakan Yang Terlampir
Tanda tangan pimpinan dan cap KJPP YDR yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
kelayakan yang terlampir.
15. Konfirmasi Bahwa Objek Studi Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka Waktu 2 (dua) Bulan
Dengan ini, Pemberi Tugas memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
dianalisis oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi yang sama
atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). Apabila Pemberi Tugas terbukti
memberikan informasi yang tidak benar, maka Laporan Studi Kelayakan dinyatakan tidak berlaku.
Tidak ada KJPP berizin selain KJPP YDR yang diminta oleh Pemberi Tugas dalam waktu yang bersamaan
untuk melakukan studi kelayakan atas objek yang dimaksud, sampai Laporan Studi Kelayakan diterbitkan.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 9
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
16. Tingkat Kedalaman Investigasi
• Inspeksi.
Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi dengan melakukan Inspeksi terhadap
Perseroan dan melakukan wawancara dengan Pemberi Tugas, maupun pihak lain yang relevan guna
mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendapatkan keyakinan yang memadai terkait
dengan maksud dan tujuan penugasan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami keterbatasan
untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan.
• Penelaahan
Dari hasil inspeksi maupun wawancara dan data / informasi yang diterima maka setelah dilakukan
penelaahan, kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi kepada
pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.
Berikut adalah pihak yang diwawancara dalam hubungannya dengan penugasan yaitu:
Nama Jabatan Perusahaan
David Santoso Direktur Utama TKDN
Rudy Budiman Setiawan Direktur TKDN
Rizky Teguh Sudaryanto Senior Manager Legal TKDN
Shinta Budiarti Santoso Senior Manager Finance Accounting & Tax TKDN
Muhammad Fathoni Manager Finance TKDN
Citra Dewi Manager Accounting & Tax TKDN
Zaid Zar Lubis Manager Legal TKDN
Citra Dewi Manager Finance TKDN
17. Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan
Dalam penugasan ini KJPP YDR bertindak sebagai konsultan penyusunan kajian kelayakan bagi TKDN.
Penugasan ini bukanlah merupakan jasa penilaian tetapi adalah jasa lainnya yaitu sebagai konsultan
penyusunan kajian kelayakan. Sebagai informasi dalam penugasan ini KJPP YDR telah bekerja secara
profesional dan kolaraboratif dengan manajemen TKDN. KJPP YDR menolak bertanggung jawab atas
kerugian akibat kesalahan penggunaan isi dokumen ini, validitas data/informasi dari pihak ketiga, ataupun
kesalahpahaman interpretasi atas informasi di dalam dokumen ini. Hasil pekerjaan ini dapat digunakan
sebagai bahan perkembangan dan masukan bagi Manajemen TKDN dalam rencana Penambahan
Kegiatan Usaha TKDN dan oleh karenanya tidak membatasi atau mengurangi kewenangan yang dimiliki
oleh Manajemen TKDN jika memutuskan hal lain.
Semua informasi yang terkandung didalam dokumen laporan ini telah dicek dan disetujui oleh TKDN. Hasil
pekerjaan telah dipaparkan secara lengkap dan menyeluruh kepada TKDN. Penerima atau pemegang
dokumen ini dilarang mendistribusikan, mereplikasi atau mempublikasi sebagian atau seluruh dokumen ini
tanpa izin dari TKDN.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 10
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
18. Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu per tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal penerbitan
laporan ini, tidak terdapat kejadian penting dalam perseroan yang dapat berpengaruh signifikan terhadap
hasil studi kelayakan.
19. Analisis Kelayakan
a. Kelayakan Pasar
Dari Kajian Kelayakan Pasar bahwa Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk
mendorong pengembangan industri kendaraan ramah lingkungan melalui berbagai aturan dan
peraturan. Langkah strategis ini sejalan dengan target nasional yang menargetkan pengurangan emisi
gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030 dalam skenario bisnis seperti biasa, atau bahkan 41% dengan
dukungan internasional. Salah satu kebijakan fundamental adalah Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun
2019 mengenai percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi darat. Aturan
ini menjadi landasan bagi perkembangan ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, meliputi
aspek produksi, penggunaan, dan infrastruktur pendukung.
Pangsa Pasar industri ini adalah pengguna kendaraan Listrik, khususnya Kendaraan Listrik untuk
Transportasi umum seperti Taxi, angkot, bus dan lainnya. Dengan berbagai insentif pajak yang
diberikan pemerintah, penjualan kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan kembali bertumbuh pada
2025. Khususnya untuk pembelian wholesale (dari produsen ke dealer) mobil listrik BEV yang bebas
PPnBM dan bea masuk impor. Meski begitu, jumlah penjualan mobil hybrid diproyeksikan masih
mendapat porsi lebih besar dibanding BEV.
Di tengah tantangan global, Tren global yang membawa ke arah moda transportasi yang lebih
memperhatikan lingkungan telah menjadi katalis utama bagi perkembangan industri kendaraan listrik di
berbagai negara, termasuk Indonesia. Kesadaran akan dampak perubahan iklim dan kebutuhan untuk
mengurangi emisi karbon telah mendorong banyak negara untuk mengadopsi kebijakan yang
mendukung elektrifikasi sektor transportasi Tren global ini memiliki implikasi signifikan bagi Indonesia.
Sebagai negara dengan populasi besar dan pasar otomotif yang berkembang, Indonesia memiliki
potensi besar untuk menjadi pemain kunci dalam industri mobil listrik di kawasan Asia Tenggara.
Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan strategi yang komprehensif yang melibatkan
pemerintah, industri, dan Masyarakat.
.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
pasar adalah layak.
b. Kelayakan Teknis
Kelayakan teknis ditinjau dari sisi pengalaman, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia, TKDN
memiliki keahlian khusus dalam bidang IT untuk transportasi, sehingga Perseroan ingin menambah
usaha Power Swap Station (PSS) dimana hal ini sangat dibutuhkan untuk bisnis transportasi
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 11
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Perusahaan saat ini berupaya untuk memasuki sektor tenaga listrik, yang meliputi pengembangan Power
Swap Station (PSS) untuk penyaluran tenaga listrik melalui jaringan transmisi dan distribusi, serta
penjualan tenaga listrik langsung kepada konsumen akhir berupa pembangunan Power Swap Station
(PSS). Didorong oleh Pertumbuhan sektor bisnis dan industri yang pesat dari penggunaan kendaraan
Listrik terutama untuk transportasi publik, kebutuhan akan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di
berbagai wilayah meningkat tajam, sehingga membuka peluang usaha yang signifikan bagi Perseroan
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dimana TKDN memiliki kapasitas dan pengalaman yang
mencukupi dan TKDN berencana untuk menambah KBLI dengan tujuan memperluas jenis pekerjaan,
maka disimpulkan bahwa aspek teknis ini adalah layak.
c. Kelayakan Pola Bisnis
Pada dasarnya Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang solusi sistem layanan
teknologi untuk transportasi yang dimana penambahan kegiatan usaha utama ini masih bersinergi
dengan bisnis Perseroan yang sedang berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri
eksiting selama ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam menjalankan
kegiatan bisnis dalam penambahan kegiatan usaha utama ini.
Industri infrastruktur transportasi ini adalah sektor yang sangat kompetitif, walaupun saat ini belum ada
di Indonesia, namun kemungkinan akan banyak perusahaan yang akan meniru produk dan
menawarkan layanan yang memiliki keunggulan kompetitif lain di seluruh Indonesia. Perseroan harus
berinovasi dan menciptakan layanan dalam proyek yang akan dikerjakan ini. Untuk itu, Perseroan
berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik demi menjaga kepuasan pelanggan.
Upaya mitigasi lain yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
• Meningkatkan kualitas produk dan layanan
• Terus melakukan penelitian, pengembangan, serta inovasi produk dan layanan
• Membangun dan memperkuat loyalitas pelanggan pada produk dan jasa Perseroan
Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan bertekad untuk mengambil bagian aktif
dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek ini, Perseroan akan menjawab
kebutuhan masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
Perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi Perseroan untuk memasuki
segmen-segmen pasar baru, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu Perusahaan
terkemuka di Indonesia
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yaitu menambah
kegiatan usaha baru dengan cakupan yang lebih luas dengan mempertimbangkan kesinambungan dari
permintaan pasar, menambah sumber pendapatan baru, dan meningkatkan kinerja keuangan sehingga
memberikan tambahan laba Perseroan.
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 12
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
bisnis adalah layak.
d. Kelayakan Model Manajemen
Karyawan merupakan aset penting bagi Perseroan, oleh karena itu Perseroan sangat memperhatikan
kesejahteraan karyawan dengan mematuhi regulasi yang berlaku dan memperhatikan keamanan serta
kenyamanan dalam bekerja. Perseroan menggunakan tenaga kerja yang sudah ada baik tenaga ahli,
tenaga produksi, tenaga sales & marketing dan tenaga finance & accounting untuk penambahan
kegiatan usaha baru, yang dialokasikan sesuai dengan kompleksitas proyek.
Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Perseroan sampai 31 Desember 2024 mencapai 54 orang,
menurun dibandingkan karyawan yang dipekerjakan di tahun 2023 yang berjumlah 73 orang. Pada
Tahun 2022 jumlah karyawan 58 orang. Sepanjang tahun 2024, Perseroan terus berkomitmen untuk
meningkatkan kapabilitas dan daya saing SDM melalui berbagai program pengembangan kompetensi
karyawan, khususnya melalui pelatihan internal yang terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan internal
difokuskan pada peningkatan keahlian teknis, manajerial, serta soft skills yang relevan dengan
kebutuhan dan perkembangan industri. Program ini dirancang untuk membekali karyawan dengan
pengetahuan dan keterampilan terkini agar dapat menghadapi tantangan bisnis yang dinamis serta
mendorong inovasi di lingkungan kerja. Saat ini Perusahaan telah memiliki tenaga ahli yang dapat
mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, dimana tenaga ahli tersebut berkompeten dibidangnya.
Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, manajemen berkomitmen untuk menghormati paten yang
dimiliki oleh pihak lain karena salah satu kegiatan utama Perseroan ialah perusahaan yang bergerak di
bidang solusi sistem layanan teknologi untuk transportasi.
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghadapi beberapa risiko yang dapat memengaruhi
kinerja Perseroan. Risiko yang dihadapi Perseroan antara lain:
a. Risiko Ketersediaan Bahan Baku
b. Risiko Perkembangan Teknologi
c. Risiko Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
d. Risiko Atas Reputasi Perseroan
e. Risiko Persaingan
f. Risiko Kredit
g. Risiko Likuiditas
h. Risiko Perizinan
i. Risiko Kebijakan Pemerintah
j. Risiko Gugatan Hukum
k. Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang- Undangan yang Berlaku
l. Risiko Standarisasi Keselamatan
m. Risiko Perekonomian Secara Makro atau Global
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 13
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian akibat potensi risiko
utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan
pengendalian risiko yang sesuai.
Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada aspek
manajemen adalah layak.
e. Kelayakan Keuangan
• Analisis Kelayakan Usaha (NPV, IRR, PI dan Payback Period) Penambahan Bidang Usaha
Hasil analisis kelayakan usaha nilai tambah (incremental) atas penambahan bidang usaha dapat dilihat
pada Tabel sebagai berikut:
(Dalam Rupiah Penuh)
Present Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
31 Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Laba bersih -2.640.580.800 5.008.245.653 12.996.534.990 21.335.657.273 38.058.858.360
Add: beban bukan tunai 11.573.310.000 11.573.310.000 11.573.310.000 11.573.310.000 11.573.310.000
Add : Biaya bunga * (1-T) 0 0 0 0 0
Capital Expenditure -57.866.550.000 0 0 0 0
Perubahan Modal Kerja Bersih -4.771.053.383 -4.984.796.574 -5.205.721.537 -5.434.042.767 -10.883.099.769
Jumlah Prooceds -53.704.874.183 11.596.759.079 19.364.123.453 27.474.924.506 38.749.068.591
Terminal Value 1,2% 393.715.510.170
Periode proyeksi (Tahun) 1 2 3 4 5
Discount Factor (WACC) 11,08% 0,900 0,810 0,730 0,657 0,591
Jumlah Free Cash Flow -53.704.874.183 11.596.759.079 19.364.123.453 27.474.924.506 432.464.578.761
Present Value -48.347.099.229 9.398.316.621 14.127.587.259 18.045.269.894 255.702.005.861
Analisis Kelayakan Incremental
1. NPV 248.926.080.406
2. IRR 27,351%
3. Profitability Index (PI) 4,30
4. Payback Period 4 Tahun 1 Bulan
Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan asumsi-
asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :
▪ Net Present Value (NPV) : Rp 248.926.080.406,-
▪ Internal Rate of Return (IRR) : 27,351%
▪ Profitability Index (PI) : 4,30
▪ Payback Period (PP) : 4 Tahun 1 Bulan
Analisis Net Present Value (NPV)
Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 14
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
ini, Hasil perhitungan NPV pada discount rate 11,08% menunjukkan nilai "Positif" sebesar
Rp248.926.080.406 dengan demikian proyek ini Layak dan Menguntungkan.
Analisis Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat balikan suatu investasi dimana pada saat itu Net Present
Value adalah 0 (Nol). Suatu Investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan
apabila nilai IRR lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisa Internal Rate of Return (IRR)
pada proyek ini menghasilkan nilai perhitungan 27,351%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR
yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan yaitu
sebesar 11,08% sehingga proyek tersebut LAYAK untuk direalisasikan. Dalam perhitungan IRR ini Nilai
Sisa tidak termasuk dalam perhitungan.
Analisis Payback Period (PP)
Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan atas penambahan kegiatan usaha baru payback
period dapat dicapai dalam jangka waktu 4 Tahun 1 Bulan.
Analisis Profitability Index (PI)
Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada indikator PI menunjukkan nilai 4,30 pada discount
rate sebesar 11,08% atau lebih "besar" dari 1 (satu). Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
perseroan ini menguntungkan.
(Dalam Rupiah Penuh)
Scenario Perubahan Penurunan Laba Bersih
VARIABLE
0% -50% -90,085% 95%
2025 -2.640.580.800 -1.320.290.400 -261.817.689 -132.029.040
2026 5.008.245.653 2.504.122.826 496.575.338 250.412.283
2027 12.996.534.990 6.498.267.495 1.288.626.638 649.826.749
2028 21.335.657.273 10.667.828.636 2.115.463.570 1.066.782.864
2029 38.058.858.360 19.029.429.180 3.773.594.943 1.902.942.918
NPV 248.926.080.406 110.764.061.334 0 -13.581.755.832
Break even
Kelayakan Layak Layak Tidak Layak
Point
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Laba Bersih yang
memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Laba Bersih
mengalami penurunan maksimal sebesar 90,085%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan
perubahan laba bersih melampaui 90,085%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).
(Dalam Rupiah Penuh)
Scenario Perubahan Penurunan Pendapatan
VARIABLE
0% -10% -25,104% -30%
2025 19.475.000.000 17.527.500.000 14.585.953.344 13.632.500.000
2026 39.822.480.000 35.840.232.000 29.825.357.398 27.875.736.000
2027 61.071.755.328 54.964.579.795 45.740.168.105 42.750.228.730
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 15
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
2028 83.253.016.863 74.927.715.177 62.352.997.161 58.277.111.804
2029 127.676.826.661 114.909.143.995 95.624.556.446 89.373.778.663
NPV 248.926.080.406 149.769.010.388 0 -48.545.129.650
Break even
Kelayakan Layak Layak Tidak Layak
Point
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Pendapatan yang
memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Pendapatan
mengalami penurunan maksimal sebesar 25,104%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan
perubahan pendapatan melampaui 25,104%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).
(Dalam Rupiah penuh)
Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental beban Kontrak
VARIABLE
0% 10% 39,059% 40%
2025 -22.860.360.000 -25.146.396.000 -31.789.370.581 -32.004.504.000
2026 -33.401.652.240 -36.741.817.464 -46.447.978.118 -46.762.313.136
2027 -44.409.530.982 -48.850.484.080 -61.755.415.825 -62.173.343.375
2028 -55.899.610.103 -61.489.571.113 -77.733.396.188 -78.259.454.144
2029 -78.883.418.507 -86.771.760.358 -109.694.432.790 -110.436.785.910
NPV 248.926.080.406 185.195.169.124 0 -5.997.564.722
Break even
Kelayakan Layak Layak Tidak Layak
Point
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Beban Pokok Penjualan
setelah Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven
saat Beban Pokok Penjualan setelah Penambahan Usaha mengalami peningkatan maksimal sebesar
39,059%, dan proyek menjadi tidak layak saat peningkatan Beban Pokok Penjualan setelah
Penambahan Usaha melampaui 39,059%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).
Berdasarkan analisis keuangan yang telah dilakukan Penilai, maka dapat kami simpulkan bahwa
penambahan kegiatan usaha pada aspek keuangan adalah layak.
f. Kesimpulan
Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola
Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk yaitu Pembangkit, Transmisi,
Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap Station (PSS)
adalah layak.
Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak material
terhadap Studi Kelayakan Usaha. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada,
perubahan kondisi baik secara internal maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan
peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan Usaha ini dikeluarkan. Bilamana
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 16
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan Usaha ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka kesimpulan mengenai layak atau tidaknya studi ini mungkin berbeda.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan terima
kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha selanjutnya.
Hormat kami,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
YUFRIZAL, DENY KAMAL & REKAN
Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Rekan
No. Izin Penilai Publik : B-1.15.00423
No. MAPPI : 98-S-01056
No. STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PB-40/PJ-1/PM.02/2023
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 17
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
PERNYATAAN PENILAI
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar sesuai dengan pemahaman terbaik
dari Penilai.
2. Penugasan ini telah dilakukan terhadap Objek Kajian pada tanggal efektif kajian.
3. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan ini.
4. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan pada kesimpulan kajian.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini dan kesimpulan kajian telah
sesuai dengan asumsi-asumsi yang dilaporkan.
6. Dalam mempersiapkan laporan ini, Penilai bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan
dan tidak terafiliasi dengan Objek Kajian ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Objek Kajian.
7. Penilai tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan Objek Kajian. Laporan ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
8. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penugasan yang dilaporkan.
9. Penugasan dilakukan dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII-2018.
10. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah Republik Indonesia.
11. Penilai telah memiliki pemahaman mengenai Objek Kajian.
12. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :
a. Identifikasi masalah (Identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi, dan tanggal
Studi Kelayakan);
b. Pengumpulan data dan wawancara;
c. Analisis Data;
d. Analisis untuk menghasilkan kesimpulan Studi Kelayakan;
e. Penulisan Laporan Studi Kelayakan
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan bantuan profesional dalam
menyiapkan laporan ini.
14. Kami telah melakukan investigasi di lapangan dengan melakukan wawancara dengan Manajemen Pemberi
Tugas.
15. Analisis dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Studi Kelayakan yang telah dibuat dengan
memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode
Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi
Tahun 2020
Jakarta, 19 Mei 2025
Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) -Penilai Publik
No. Izin Penilai Publik: B-1.15.00423
No. OJK Pasar Modal: STTD.PB-40/PM.2/2018
No. MAPPI: 98-S-01056
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 18
Kantor Pusat :
Jalan KH. Guru Amin Km. 17 No. 12 A, Kalibata, Pancoran,
Kota Adm. Jakarta Selatan – 12740
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL dan REKAN Telp : (021) 7971442, 7942258, 7971448, 7982312
Email : kjpp.ydr2@gmail.com
Penilaian Properti & Bisnis
Kantor Cabang Kota Tangerang Selatan (P) :
Nomor Izin : 2.16.0138
Jalan Griya Jakarta Blok.O2 No. 07, Pamulang Barat, Pamulang,
Wilayah Kerja Seluruh Indonesia Kota Tangerang Selatan, Banten - 15417
Telp : 0822-2501-2708
Email : satrio.kjppydr@gmail.com
Rio Eka Putra, S.E., M.Si, Akt, CA, CHCP, ASEAN CPA -Reviewer
No. Register Penilai: RMK-2017.01612
No. MAPPI: 17-T-07539
Muhammad Hadyan, S.E., M.M
No. Register Penilai: RMK-2025.05063 -Penilai
No. MAPPI: 18-P-08742
Profesional, Berintegritas & Terpercaya
Page 19
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ......................................................................................................................................................... i
DAFTAR TABEL ................................................................................................................................................ iii
DAFTAR GRAFIK .............................................................................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................................................. v
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang Penugasan ................................................................................................................ 1
1.2. Status Penilai ..................................................................................................................................... 1
1.3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ............................................................................... 2
1.4. Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan ............................................................................................ 2
1.5. Jenis Mata Uang yang Digunakan ...................................................................................................... 2
1.6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ................................................................................................. 2
1.7. Tanggal Efektif Studi Kelayakan ......................................................................................................... 3
1.8. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan ........................................................................... 3
1.9. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi .................................................................................... 3
1.10. Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI.................................. 4
1.11. Metodologi Studi Kelayakan ............................................................................................................... 4
1.12. Pernyataan Independensi Penilai ....................................................................................................... 5
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas ........................................................................................................... 5
1.14. Tanda Tangan Pimpinan dan Cap Perusahaan Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya
Laporan Studi Kelayakan Yang Terlampir .......................................................................................... 6
1.15. Tingkat Kedalaman Investigasi ........................................................................................................... 6
1.16. Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan ......................................................................................... 6
BAB II ANALISIS INTERNAL PEMBERI TUGAS ................................................................................................. 8
2.1. Gambaran Umum Pemberi Tugas ...................................................................................................... 8
2.2. Aktivitas Usaha .................................................................................................................................. 9
2.3. Susunan Pemegang Saham............................................................................................................. 10
2.4. Susunan Komisaris dan Direksi........................................................................................................ 10
2.5. Perizinan-Perizinan dan Legalitas .................................................................................................... 10
2.6. Analisis Kinerja Keuangan Historis ................................................................................................... 12
2.7. Informasi Perpajakan ....................................................................................................................... 18
BAB III KAJIAN EKONOMI MAKRO .................................................................................................................. 19
3.1. Tinjauan Ekonomi Makro.................................................................................................................. 19
BAB IV ANALISA KELAYAKAN PASAR ............................................................................................................ 30
4.1. Perkembangan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik..................................................................... 30
4.2. Pangsa Pasar .................................................................................................................................. 34
4.3. Kesinambungan ............................................................................................................................... 34
4.4. Potensi Pasar. ................................................................................................................................. 35
4.5. Sasaran ........................................................................................................................................... 36
4.6. Potensi Nilai Pasar ........................................................................................................................... 38
4.7. Pesaing Usaha ................................................................................................................................ 38
4.8. Strategi Pemasaran ......................................................................................................................... 39
BAB V ANALISA ASPEK TEKNIS ..................................................................................................................... 40
5.1. Bisnis TKDN .................................................................................................................................... 40
5.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ......................................................................................... 40
5.3. Proses Bisnis Penambahan KBLI ..................................................................................................... 44
5.4. Rencana Penambahan KBLI ............................................................................................................ 45
BAB VI ANALISA ASPEK POLA BISNIS ........................................................................................................... 47
6.1 Keunggulan Kompetitif ..................................................................................................................... 47
i
Page 20
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
6.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ...................................................................................... 49
6.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai .............................................................................................. 49
6.4 Analisa SWOT ................................................................................................................................. 50
BAB VII ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN............................................................................................ 54
7.1. Ketersediaan Tenaga Kerja.............................................................................................................. 54
7.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI .................................... 55
7.3. Manajemen Hak Atas Kekayaan Intelektual ...................................................................................... 56
7.4. Peraturan Perundang-undangan yang Terkait................................................................................... 57
7.5. Analisis Manajemen Risiko............................................................................................................... 57
7.6. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen........................................................................................... 59
7.7. Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ............................................................................. 59
BAB VIII ANALISIS KELAYAKAN USAHA......................................................................................................... 61
8.1. Asumsi-asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................................................. 61
8.2. Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................................................ 61
8.3. Incremental Laporan Laba Rugi ....................................................................................................... 64
8.4. Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan.................................................................................... 66
8.5. Penetapan Tingkat Diskonto ............................................................................................................ 66
8.6. Analisis Kelayakan Proyek ............................................................................................................... 68
8.7. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru ................................................................... 70
8.8. Kesimpulan ...................................................................................................................................... 71
ii
Page 21
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 – 1: Pihak yang Diwawancara................................................................................................................. 6
Tabel 2 - 1: Susunan Pemegang Saham TKDN................................................................................................. 10
Tabel 2 - 2: Kinerja Laba Rugi Historis .............................................................................................................. 12
Tabel 2 - 3: Laporan Posisi Keuangan TKDN .................................................................................................... 13
Tabel 2 - 4: Laporan Arus Kas TKDN ................................................................................................................ 15
Tabel 2 - 5: Analisis Rasio Keuangan TKDN ..................................................................................................... 16
Tabel 2 - 6: Analisis Vertikal Laba Rugi TKDN ................................................................................................... 17
Tabel 2 - 7: Analisis Horizontal Laba Rugi TKDN............................................................................................... 18
Tabel 3 - 1: Pertumbuhan PDB Dunia ............................................................................................................... 19
Tabel 3 - 2: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ........................................ 21
Tabel 3 - 3: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ................................. 21
Tabel 3 - 4: Neraca Pembayaran Indonesia....................................................................................................... 22
Tabel 5 - 1: Tim Personil Proyek Penambahan KBLI ......................................................................................... 45
Tabel 7 - 1: Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan ......................... 55
Tabel 8 - 1: Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha ........................................................... 61
Tabel 8 - 2: Proyeksi Laba Rugi tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .............................................................. 61
Tabel 8 - 3: Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ................................................. 61
Tabel 8 - 4: Proyeksi Posisi Keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .................................................... 63
Tabel 8 - 5: Proyeksi Laba Rugi ....................................................................................................................... 64
Tabel 8 - 6: Proyeksi Posisi Keuangan ............................................................................................................. 64
Tabel 8 - 7: Beta Perusahaan Pembanding ...................................................................................................... 67
Tabel 8 - 8: Cost of Equity ................................................................................................................................ 68
Tabel 8 - 9: Biaya Modal Rata – Rata Tertimbang ............................................................................................ 68
Tabel 8 - 10: Proyeksi Laba Rugi ..................................................................................................................... 69
Tabel 8 - 11: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek
dikurangi Laba Bersih sebelum proyek) ............................................................................................................. 70
Tabel 8 - 12: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Pendapatan (Pendapatan setelah proyek
dikurangi Pendapatan sebelum proyek) ............................................................................................................ 70
Tabel 8 - 13: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan atau Incremental Beban Pokok Penjualan
(Beban Pokok setelah proyek dikurangi Beban Pokok sebelum proyek) ............................................................ 71
iii
Page 22
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
DAFTAR GRAFIK
Grafik 3 - 1: Indeks Ketidakpastian Global ......................................................................................................... 19
Grafik 3 - 2: Inflasi Global.................................................................................................................................. 20
Grafik 3 - 3: Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS .................................................................... 20
Grafik 3 - 4: Aliran Modal ke Negara Berkembang ............................................................................................. 20
Grafik 3 - 5: Neraca Perdagangan ..................................................................................................................... 22
Grafik 3 - 6: Aliran Modal Asing ......................................................................................................................... 23
Grafik 3 - 7: Cadangan Devisa .......................................................................................................................... 23
Grafik 3 - 8: Rupiah vs Negara Kawasan ........................................................................................................... 24
Grafik 3 - 9: Ekspektasi Inflasi ........................................................................................................................... 24
Grafik 3 - 10: Inflasi IHK dan Komponen............................................................................................................ 25
Grafik 3 - 11: Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ................................................................... 26
Grafik 3 - 12: Suku Bunga Perbankan ............................................................................................................... 26
Grafik 3 - 13: Perkembangan Kredit dan DPK ................................................................................................... 26
Grafik 3 - 14: Permodalan Industri Perbankan ................................................................................................... 27
Grafik 3 - 15: Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan ................................................................................... 27
Grafik 3 - 16: Rasio Kredit Bermasalah (NPL) ................................................................................................... 28
Grafik 3 - 17: Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik ............................................. 28
Grafik 3 - 18: Nilai dan Volume Transaksi QRIS ................................................................................................ 29
Grafik 3 - 19: Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit .................................................................................. 29
Grafik 3 - 20: Uang yang Diedarkan .................................................................................................................. 29
iv
Page 23
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3 - 1: Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV-2024 ..................................................................... 22
Gambar 4 - 1 : Prospek Potensial Transportasi Publik Kendaraan Listrik di Indonesia ....................................... 36
Gambar 4 - 2 : Jaringan Bisnis dan Wilayah Operasional Perseroan ................................................................. 37
Gambar 4 - 3 : Mitra Bisnis Perseroan............................................................................................................... 37
Gambar 5 - 1: Alur Operasional Kegiatan Usaha Perseroan ............................................................................. 44
Gambar 7 - 1: Struktur Organisasi .................................................................................................................... 60
v
Page 24
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penugasan
PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (TKDN atau Perseroan) adalah sebuah perusahaan yang bergerak
di bidang IT yang pada awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport
Management Solutions dengan fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut
kepada para produsen kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini perseroan menghadirkan solusi
sistem dan platform dengan menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi
lebih komprehensif, sekaligus mendukung terwujudnya Smart City.
Perseroan berdomisili di Gedung TKDN Tbk. Jl. Sunter Muara No. 8A, Kelurahan Sunter Agung, Kec.
Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350, dengan nomor telepon (021)
38889045, alamat email: corporate.secretary@tkdn.co.id, dan alamat website www.tkdn.co.id.
Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, TKDN berencana untuk menambah
kegiatan aktivitas usaha dikarenakan adanya peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan.
Untuk memanfatkan peluang pasar, persaingan, dan potensi pertumbuhan, Perseroan membutuhkan
penambahan aktivitas usaha selain kegiatan usaha Perseroan, yaitu Pembangkit, Transmisi, Distribusi
dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power
Swap Station (PSS).
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Perseroan akan mengakibatkan terjadinya
penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha Utama” (“POJK No.17/2020”), mengingat bahwa Rencana Transaksi akan
mengakibatkan terjadinya penambahan aktivitas usaha penunjang Perseroan yaitu usaha Pembangkit,
Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020 No.
35115).
Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan
POJK No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”)
Oleh karena itu, TKDN telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan (“KJPP
YDR”) untuk melakukan Pekerjaan Kajian Studi tersebut dengan Penawaran Jasa Nomor: 02/YDR-
B/PNR-JL/V/2025 tanggal 09 Mei 2025.
1.2. Status Penilai
Konsultan yang menandatangani laporan Penilaian ini merupakan Konsultan dengan Kompetensi dan
klasifikasi Penilaian Bisnis bersertifikat MAPPI dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
dengan perizinan sebagai berikut:
1
Page 25
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Nama : Ir. Mahrani, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai Publik : B-1.15.00423
No. MAPPI : 98-S-01056
No. STTD OJK (Pasar Modal) : STTD.PB-40/PM.02/2023
YDR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta
memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami bertindak secara profesional tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas, objek studi kelayakan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan objek studi kelayakan. YDR juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini
Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
Untuk transaksi yang menyebabkan terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, Peraturan
POJK No.17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan tentang penambahan kegiatan usaha
penunjang yang disusun oleh penilai independen. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan
untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan POJK No.17/2020, maka Perseroan
perlu menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan
Kegiatan Penunjang Usaha (“Studi Kelayakan”).
1.3. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Nama Pemberi Tugas : PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Bidang Usaha : Bergerak dalam bidang industri penyediaan solusi sistem informasi
berbasis telematika dan Internet of Things (IoT) untuk
pengembangan smart city
Alamat : Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A,
Kelurahan Sunter Agung, Kec. Tanjung Priok,
Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350
1.4. Objek Studi Kelayakan dan Kepemilikan
Yang dimaksud Objek Studi Kelayakan adalah analisis atas rencana penambahan kegiatan usaha dengan
penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan yang akan dilakukan oleh TKDN yaitu
usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha
(KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap Station (PSS).
1.5. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Laporan studi kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah. YDR tidak bertanggung jawab atas
penggunaan Nilai Tukar selain yang tercantum pada laporan ini.
1.6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan Kajian Studi Kelayakan atas rencana TKDN yang akan
melakukan penambahan kegiatan usaha dengan penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar
2
Page 26
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
perusahaan. Studi ini juga bertujuan untuk mengkaji prospek usaha dari TKDN ditinjau dari berbagai
aspek yang meliputi aspek teknis, aspek pemasaran, aspek organisasi dan manajemen serta aspek
keuangan dengan memperkirakan tingkat kemampulabaan dari operasional rencana pengembangan
bisnis ini, sehingga Pimpinan TKDN dapat menyetujui atas usulan penambahan kegiatan usaha dengan
penambahan KBLI pada Pasal 3 Anggaran Dasar perusahaan tersebut.
Laporan ini disusun sebagai bahan pertimbangan bagi pihak TKDN dalam rangka kepentingan usahanya.
Laporan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan tersebut dan bukan untuk kepentingan perpajakan.
Laporan kajian studi kelayakan ini disusun untuk memberikan pendapat dan/atau masukan bagi
Manajemen TKDN dalam pengambilan keputusan terbaik yang memberikan manfaat yang
menguntungkan bagi TKDN mengacu pada peraturan yang ada dan tidak menutup kemungkinan untuk
bertindak lain.
1.7. Tanggal Efektif Studi Kelayakan
Tanggal efektif studi kelayakan adalah 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan pemberi tugas dan tujuan studi kelayakan. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua)
POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan adalah selama 6 (enam) bulan sejak
tanggal analisis dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada 30 Juni 2025.
1.8. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam melakukan studi kelayakan ini, YDR juga menggunakan informasi dari beberapa sumber informasi
yang relevan dan handal, yaitu:
• Data internal perusahaan terkait dengan studi kelayakan
• Proyeksi keuangan atas penambahan kegiatan usaha
• Data-data yang diperoleh dari S&P Capital IQ dan Damodaran
• Data-data ekonomi yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait
seperti Bank Indonesia
• Data-data lain sebagai pendukung
YDR telah menerima proyeksi keuangan dimana proyeksi keuangan merupakan data yang diverifikasi
terlebih dahulu yakni melakukan analisis kewajaran atas proyeksi yang disampaikan.
1.9. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan studi kelayakan ini ditujukan terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan
perubahan kegiatan usaha yang dihasilkan sehingga untuk setiap publikasi terhadap keseluruhan atau
sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan
keuangan perusahaan/objek studi kelayakan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek studi
kelayakan, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari
perusahaan/objek studi kelayakan dapat diakses oleh publik sesuai dengan keperluan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha tersebut. Tanda tangan Penilai Publik dan cap YDR yang resmi merupakan
syarat mutlak laporan studi kelayakan yang dihasilkan.
3
Page 27
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
1.10. Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan OJK, SPI dan KEPI
Studi kelayakan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor
35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”)
Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020.
1.11. Metodologi Studi Kelayakan
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan berdasarkan POJK
No.35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi Tahun 2020 ini adalah:
Pengumpulan Data
• Pengumpulan data-data primer atas rencana penambahan kegiatan usaha meliputi data-data rencana
investasi dan rencana usaha serta data-data lainnya yang relevan. Data-data primer ini diperoleh
secara langsung melalui wawancara dengan berbagai pihak, terutama dari manjemen TKDN pada saat
dilakukan investigasi lapangan.
• Pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi atau pihak ketiga dalam bentuk
angka-angka statistik dan berbagai data pendukung yang relevan dengan tujuan penugasan seperti
analisis makro ekonomi, analisis industri dan analisis manajemen risiko, untuk mengevaluasi
pengaruh dari faktor tersebut di masa mendatang.
Analisis Kelayakan
Melakukan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha yang mengacu pada Pasal V SEOJK
No.17/SEOJK.04/2020 meliputi:
a. Kelayakan Pasar; Analisis kelayakan pasar dilakukan terhadap analisis kondisi pasar, seperti
pangsa pasar, kesinambungan (sustainability), potensi pasar, sasaran, dan potensi nilai pasar,
pesaing usaha, dan strategi pemasaran.
b. Kelayakan Teknis; Analisis kelayakan teknis dilakukan terhadap analisis Ketersediaan dan Kualitas
Sumber Daya; Proses Bisnis Kegiatan Usaha Baru.
c. Kelayakan Pola Bisnis; Analisis kelayakan pola bisnis dilakukan terhadap analisis Keunggulan
Kompetitif TKDN, Kemampuan Pesaing Untuk Meniru Produk TKDN; Kemampuan Untuk
Menciptakan Nilai Penambahan Kegiatan Usaha.
d. Kelayakan Model Manajemen; Analisis kelayakan model manajemen dilakukan terhadap analisis
ketersediaan tenaga kerja, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, kapasitas dan
kemampuan manajemen, dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen.
e. Kelayakan Keuangan; Analisis kelayakan keuangan dilakukan terhadap analisis keuangan seperti
analisis titik impas (Break Even Analysis), Analisis Profitabilitas (Overall Profitability), TingkatBalikan
Investasi (Overall Return on Investment), Analisis Kelayakan Finansial denganNet Present Value
(“NPV”), Internal Rate of Return (“IRR”), Payback Period, Profitability Index dan analisis sensitivitas.
4
Page 28
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
1.12. Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan kami bertindak secara profesional tanpa adanya benturan
kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pemberi tugas ataupun pihak- pihak yang terafiliasi dengan
pemberi tugas.
KJPP Yufrizal, Deny Kamal dan Rekan (“YDR”) juga tidak memiliki benturan kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer opinion.
2. YDR telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan
penambahan kegiatan usaha.
3. Dalam menyusun laporan ini, YDR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang
disediakan oleh manajemen TKDN dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. YDR tidak terlibat dan tidak
melakukan audit ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan tersebut.
4. Laporan ditujukan untuk kepentingan manajemen TKDN terkait POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.
5. YDR tidak memiliki kepentingan atau hal-hal lainnya yang dapat menyebabkan YDR memberikan
pendapat yang bias sehubungan dengan informasi yang dibahas dalam laporan ini.
6. Pemberi tugas telah membebaskan YDR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan
ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan Manajemen, konsultan atau pihak
ketiga, kepada YDR dalam penyusunan laporan ini.
7. Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penilaian ekuitas
telah diungkapkan seluruhnya kepada YDR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang
penting.
8. YDR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan dengan
subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat didalamnya.
9. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 dan SEOJK No.17/SEOJK.04/2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi
Revisi Tahun 2020.
10. YDR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh TKDN serta telah disesuaikan
sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
11. YDR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan nilai akhir yang dihasilkan.
12. YDR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
13. Laporan keuangan dan informasi lainnya yang disampaikan oleh TKDN atau wakilnya dalam rangka
penugasan ini, telah diterima tanpa dilakukan verifikasi lebih lanjut, dianggap sesuai dengan
peraturan dan ketentuan yang berlaku, dianggap lengkap dan benar dalam mencerminkan kondisi
kegiatan usaha dan operasi TKDN untuk masing-masing periode yang disajikan.
14. YDR tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh TKDN. YDR
berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset TKDN, baik saat ini
5
Page 29
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
maupun di masa yang akan datang.
15. YDR berasumsi bahwa TKDN telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan perpajakan,
retribusi, pungutan-pungutan lainnya dan kewajiban-kewajian lainnya sesuai dengan peraturan yang
berlaku.
16. YDR tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari TKDN yang relevan dan signifikan
pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan YDR, yang tidak dan atau belum YDR terima dari
TKDN.
1.14. Tanda Tangan Pimpinan dan Cap Perusahaan Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya
Laporan Studi Kelayakan Yang Terlampir
Tanda tangan pimpinan dan cap perusahaan yang resmi merupakan syarat mutlak sahnya laporan studi
kelayakan yang terlampir.
1.15. Tingkat Kedalaman Investigasi
• Inspeksi.
Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi dengan melakukan Inspeksi terhadap
Perseroan dan melakukan wawancara dengan Pemberi Tugas, maupun pihak lain yang relevan
guna mengumpulkan data dan informasi yang relevan untuk mendapatkan keyakinan yang memadai
terkait dengan maksud dan tujuan penugasan. Dalam melakukan inspeksi kami tidak mengalami
keterbatasan untuk mengamati kegiatan operasional Perseroan.
• Penelaahan
Dari hasil inspeksi maupun wawancara dan data / informasi yang diterima maka setelah dilakukan
penelaahan, kami tidak menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi
kepada pihak manajemen Perseroan atau pihak terkait lainnya.
Berikut adalah pihak yang diwawancara dalam hubungannya dengan penugasan yaitu:
Tabel 1 – 1: Pihak yang Diwawancara
Nama Jabatan Perusahaan
David Santoso Direktur Utama TKDN
Rudy Budiman Setiawan Direktur TKDN
Rizky Teguh Sudaryanto Senior Manager Legal TKDN
Shinta Budiarti Santoso Senior Manager Finance Accounting & Tax TKDN
Muhammad Fathoni Manager Finance TKDN
Citra Dewi Manager Accounting & Tax TKDN
Zaid Zar Lubis Manager Legal TKDN
Citra Dewi Manager Finance TKDN
1.16. Hal Lain yang Penting untuk Diungkapkan
Dalam penugasan ini KJPP YDR bertindak sebagai konsultan penyusunan kajian kelayakan bagi TKDN.
Penugasan ini bukanlah merupakan jasa penilaian tetapi adalah jasa lainnya yaitu sebagai konsultan
penyusunan kajian kelayakan. Sebagai informasi dalam penugasan ini KJPP YDR telah bekerja secara
6
Page 30
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
profesional dan kolaraboratif dengan tim TKDN. KJPP YDR menolak bertanggung jawab atas kerugian
akibat kesalahan penggunaan isi dokumen ini, validitas data/informasi dari pihak ketiga, ataupun
kesalahpahaman interpretasi atas informasi di dalam dokumen ini. Hasil pekerjaan ini dapat digunakan
sebagai bahan perkemmbangan dan masukan bagi Manajemen TKDN dalam rencana Penambahan
Kegiatan Usaha TKDN dan oleh karenanya tidak membatasi atau mengurangi kewenangan yang dimiliki
oleh Manajemen TKDN jika memutuskan hal lain.
Semua informasi yang terkandung didalam dokumen laporan ini telah dicek dan disetujui oleh TKDN.
Hasil pekerjaan telah dipaparkan secara lengkap dan menyeluruh kepada TKDN. Penerima atau
pemegang dokumen ini dilarang mendistribusikan, mereplikasi atau mempublikasi sebagian atau seluruh
dokumen ini tanpa izin dari TKDN.
7
Page 31
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
BAB II
ANALISIS INTERNAL PEMBERI TUGAS
2.1. Gambaran Umum Pemberi Tugas
PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (“TKDN atau Perseroan”) adalah sebuah perusahaan yang
bergerak di bidang IT yang pada awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport
Management Solutions dengan fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut
kepada para produsen kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini kami menghadirkan solusi sistem
dan platform dengan menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi lebih
komprehensif, sekaligus mendukung terwujudnya Smart City
Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk didirikan berdasarkan
Akta Notaris No. 25, tanggal 7 Januari 2011 dari Tjoa Karina Juwita S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. AHU-19005.AH.01.01. Tahun 2011, tanggal 15 April 2011. Anggaran Dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor
Perusahaan setelah penawaran umum berdasarkan Akta Notaris dari Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn., No.
149, tanggal 31 Maret 2023. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU 0070856.AH.01.11. Tahun 2023, tanggal 11
April 2023.
Perseroan mencatatkan sahamnya melalui Penawaran Umum Perdana Saham pada PT Bursa Efek
Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Maret 2023 dengan kode saham “TRON”. Saham TRON diperdagangkan
di level tertinggi pada Rp426 per lembar saham di bulan Agustus 2023 dan menyentuh level terendah pada
Rp220 per lembar saham di bulan Oktober 2023.
Selama lebih dari satu dekade, Perseroan telah membangun reputasi sebagai penyedia solusi terintegrasi
dalam sistem layanan dan perangkat teknologi transportasi. Perseroan menghadirkan kombinasi solusi
sistem layanan transportasi dan manajemen armada yang didukung oleh teknologi terkini, guna mendukung
efisiensi dan kemudahan operasional bisnis di sektor transportasi. Perseroan, yang didirikan oleh para
pakar, praktisi, danakademisi di bidang transportasi, telah berkembang menjadi perusahaan berbasis
teknologi informasi (IT) pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memusatkan bisnisnya pada Sistem
Transportasi Cerdas (Intelligent Transport System). Sistem ini didukung oleh teknologi IT dan telematika
transportasi yang mencakup solusi untuk angkutan penumpang maupun ngkutan barang. Selain itu,
Perseroan juga berkontribusi dalam mendukung industri teknologi rantai pasok (supply chain technology)
yang menjadi kebutuhan utama para klien. Beberapa layanan unggulan yang ditawarkan meliputi TAM
Fleet, layanan Cloud SaaS, dan berbagai solusi lainnya.
Perseroan berkomitmen mendukung pembangunan dan pengembangan Smart City melalui pemanfaatan
teknologi informasi dan komunikasi berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi. Solusi yang
ditawarkan Perseroan dirancang untuk membantu klien dalam meningkatkan standar keselamatan,
keamanan, dan kelayakan armada transportasi. Ketiga aspek ini menjadi perhatian utama bagi para
pemangku kepentingan, termasuk penyedia fasilitas dan pengguna layanan transportasi.
Saat ini, Perseroan telah membangun kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah untuk menghadirkan
teknologi yang tepat guna dan memberikan solusi menyeluruh (end-to-end solution). Inisiatif ini mendukung
operasional transportasi publik di lebih dari 13 kota besar di Indonesia, termasuk wilayah Jawa Barat,
8
Page 32
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Banten, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Riau, Kalimantan Timur, Aceh,
Sumatra Selatan, Sumatra Utara, hingga Papua. Secara keseluruhan, solusi Perseroan telah mendukung
operasional lebih dari 3.000 unit transportasi umum. Perseroan optimis terhadap peluang pengembangan
bisnis di masa depan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan teknologi informasi (IT) dan telematika
dalam manajemen transportasi. Kebutuhan ini semakin relevan, baik di lingkungan pemerintah maupun
sektor bisnis, untuk mendukung penyediaan layanan publik bagi masyarakat serta jasa perusahaan bagi
pelanggan
Dalam rangka pengembangan usaha, TKDN mempelajari peluang usaha baru dan menciptakan kerjasama
berdasarkan kondisi pasar yang berkembang saat ini serta dalam rangka memperluas portofolio
perusahaan, yaitu dengan rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang
baru, yang akan dikembangkan oleh TKDN dengan tujuan untuk memperoleh pendapat pihak independen
mengenai kelayakan pelaksanaan pembangunan tersebut ditinjau dari berbagai aspek terkait secara
komprehensif, memperoleh pendapat berdasarkan praktik terbaik (best practice) pembangunan
Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam peningkatan pendapatan
usaha serta dalam rangka memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut, KJPP YDR ditunjuk oleh TKDN untuk melakukan Pekerjaan Kajian
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu
aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan
Usaha (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap Station (PSS).
Saat ini TKDN beralamat di Gedung TKDN Tbk, Jl. Sunter Muara No. 8A. Kelurahan Sunter Agung, Kec.
Tanjung Priok Kota Adm. Jakarta Utara Provinsi DKI Jakarta. 14350.
2.2. Aktivitas Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, Perusahaan bergerak dalam bidang usaha perdagangan, aktivitas
pengolahan data, aktivitas konsultasi, aktivitas manajemen, pemrograman komputer dan platform digital
serta periklanan. Perusahaan berkedudukan di Jakarta Utara Saat ini, bisnis utama Perusahaan adalah di
bidang pemrograman komputer lainnya, konsultasi dan perancangan internet of things dan komputer dan
manajemen fasilitas komputer lainnya Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2015.
TKDN merupakan Perusahaan Induk, dimana David Santoso merupakan pemilik manfaat utama mulai
tahun 2020.
Dalam rangka mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat menjalankan kegiatan usaha
sebagai berikut:
a. Kegiatan Usaha Utama:
1. Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya (62019)
2. Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial (62015)
3. Aktivitas Konsultasi dan Perancangan Internet of Things (Iot) (62024)
4. Aktivitas Konsultasi Komputer dan Manajemen
5. Fasilitas Komputer Lainnya (62029)
b. Kegiatan Usaha Penunjang:
1. Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511)
2. Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (46100)
9
Page 33
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
3. Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512)
4. Portal Web dan/atau Platform Digital dengan Tujuan Komersial (63122)
5. Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200)
6. Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (46523)
7. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (46599)
8. Perdagangan Besar Sepeda Motor Baru (45401)
9. Perdagangan Besar Sepeda Motor Bekas (45402)
10. Perdagangan Besar Suku Cadang Sepeda Motor dan Aksesorisnya (45405)
11. Perdagangan Besar Suku Cadang Elektronik (46521)
12. Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer Lainnya (62090)
13. Aktivitas Pengolahan Data (63111)
14. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (70209)
2.3. Susunan Pemegang Saham
Berdasarkan laporan keuangan audit TKDN per 31 Desember 2024, susunan pemegang saham TKDN
adalah sebagai berikut:
Tabel 2 - 1: Susunan Pemegang Saham TKDN
Jumlah Jumlah Modal
Pemegang Saham Persentase
Saham Disetor
PT Daya Kemilau Nusantara Investama 2.195.600.000 74,43% 43.912.000.000
Masyarakat 750.000.000 25,42% 15.000.000.000
David Santoso 3.168.000 0,11% 63.360.000
Rudy Budiman Setiawan 1.232.000 0,04% 24.640.000
Jumlah 2.950.000.000 100,00% 59.000.000.000
Sumber: Laporan Keuangan Audit TKDN Per 31 Desember 2024
2.4. Susunan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi TKDN berdasarkan informasi dari Laporan Keuangan Audit
TKDN per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Budi Setiyadi
Komisaris : Drs. Thomson E Batubara
Komisaris Independen : Noerman Taufik
Dewan Direksi
Direktur Utama : David Santoso
Direktur : Rudy Budiman Setiawan
Direktur Yudhi Haryadi
Wendy Jolanda Waas
Sultan Satria
2.5. Perizinan-Perizinan dan Legalitas
Data dan dokumen legalitas yang kami terima dalam rangka penyusunan laporan studi kelayakan ini adalah
sebagai berikut:
10
Page 34
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
1. Akta Pendirian No. 25, tanggal 7 Januari 2011 oleh Notaris Tjoa Karina Juwita S.H., Notaris di
Jakarta. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-19005.AH.01.01.Tahun 2011, tanggal 15 April 2011.
Atas nama PT Damai Harapan Sentosa.
2. Akta Perubahan No. 149, tanggal 31 Maret 2023 oleh Notaris dari Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn.,.
Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU 0070856.AH.01.11. Tahun 2023, tanggal 11 April 2023
3. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 0220106143418 yang dikeluarkan oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal terbit Izin Usaha 16 Oktober
2020 dengan Perubahan ke 17 tanggal 11 Februari 2021.
4. Nomor Induk Berusaha (NIB) nomor 0220106143418 yang dikeluarkan oleh Menteri
Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal pada tanggal terbit Izin Usaha 31 Januari
2020, dicetak tanggal 9 April 2025.
5. Perizinan Berusaha untuk menunjang kegiatan usaha. Persetujuan tipe alat ukur, alat takar, alat
timbang dan alat perlengkapan, PB-UMKU: 022010614341800070015 dikeluarkan oleh a.n. Menteri
Perdagangan, Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, diterbitkan tanggal
8 Agustus 2024, dicetak tanggal 8 Agustus 2024.
6. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, Nomor: 02201061434180008 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur
DKI Jakarta, Kepala UP. PMPTST Kota Administrasi Jakarta Utara tanggal 12 Desember 2024,
dicetak tanggal 27 Desember 2024.
7. Persetujuan Prinsip Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas, No. S-00672/BEI.PP3/01-2023. Dikeluarkan
oleh IDX, Indonesia Stock Exchange.
8. Keputusan Dewan Komisioner OJK Tentang Penetapan Saham Efek Syariah TKDN dengan No.
KEP_24/D.04/2023 dikeluarkan oleh Dewan Komisioner OJK.
9. Surat dari Balai Pengujian alat Uku, Alat Takar, Alat Timbang dan Alat Perlengkapan, Surat
Keterangan Hasil Pemeriksaan Type Nomor: P.T. 106/PKTN.4.5/DL/07/2024 dikeluarkan oleh
Kementrian Perdagangan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kepala Balai Pengujian
UTTP tanggal 15 Juli 2024.
10. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Npmor:
09042510113172199 (KBLI 58200) tanggal 09 April 2025 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
11. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Npmor:
28032510113172097 (KBLI 62019) tanggal 28 Maret 2025 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
12. Surat Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha Npmor:
12122410113172055 (KBLI 62029) tanggal 12 Desember 2024 dikeluarkan oleh a.n. Gubernur DKI
Jakarta, Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta.
13. Surat Keterangan Nomor 26/SKPBKI/PWI/I/2025 yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal
Ketahanan, Perwilayahan dan akses Industri Internasional tanggal 24 Januari 2025.
14. Hasil Penapisan Otomatis Sistem Informasi Dokumen Lingkungan Hidup Amdal, Aktivitas
Konsultasi Komputer Dan Manajemen Fasilitas Komputer Lainnya No. Registrasi: 677f5f080990f
Tanggal 09 Januari 2025 Dicetak Tanggal 09 Januari 2025.
15. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Nomor: 31.316.790.0-074.000. Tanggal terdaftar 05 Mei 2011
16. Surat Keterangan Terdaftar Nomor: S-3126/KT/KKP.210203/2023 dikeluarkan tanggal 3 Agustus
2023 a.n. Kepala Kantor Plh. Kepala Seksi Pelayanan, Kantor Wilayah DPJ Jakarta Utara, KKP
Pratama Jakarta Pandemangan.
11
Page 35
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
17. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Nomor: S-242/PKP/KKP.210203/2023 dikeluarkan
tanggal 3 Agustus 2023 a.n. Kepala Kantor Plh. Kepala Seksi Pelayanan, Kantor Wilayah DPJ
Jakarta Utara, KKP Pratama Jakarta Pandemangan
2.6. Analisis Kinerja Keuangan Historis
Tinjauan Laba Rugi
Tabel 2 - 2: Kinerja Laba Rugi Historis
(Dalam Ribuan Rupiah)
URAIAN 2020 2021 2022 2023 2024
PENDAPATAN 32.702.545 45.628.035 107.517.076 187.501.698 152.933.393
BEBAN POKOK PENDAPATAN (21.540.736) (30.375.130) (73.053.953) (141.480.058) (120.394.858)
LABA (RUGI) KOTOR 11.161.810 15.252.905 34.463.124 46.021.640 32.538.535
BEBAN USAHA
Beban penjualan - (259.419) (1.495.212) (1.057.246) (634.921)
Beban umum dan administrasi (7.881.431) (5.077.807) (11.552.200) (18.584.867) (22.964.052)
Beban keuangan (1.372.953) (983.426) (834.020) (2.130.284) (3.797.910)
Pendapatan Lain-lain 18.642 22.003 357.794 1.674.237 -
Beban lain-lain - Neto - (394.810) (1.003.339) (2.241.872) (1.375.796)
Total Beban Usaha (9.235.741) (6.693.459) (14.526.977) (22.340.031) (28.772.679)
LABA SEBELUM (BEBAN)
1.926.068 8.559.446 19.936.147 23.681.609 3.765.856
MANFAAT PAJAK PENGHASILAN
Manfaat (Beban) Income Tax
Benefit Pajak Penghasilan
Kini (500.376) (1.991.303) (4.751.721) (6.057.194) 1.663.228
Tangguhan 25.698 109.701 311.444 453.479 (302.179)
Beban Pajak Penghasilan - Neto (474.677) (1.881.602) (4.440.277) (5.603.715) 1.361.049
Rugi dekonsolidasi Entitas Anak - - (160.702) - -
LABA NETO TAHUN BERJALAN 1.451.391 6.677.844 15.335.168 18.077.894 2.404.808
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAIN
Pengukuran kembali liabilitas - - - - -
imbalan pascakerja 384.682 (333.794) (546.711) 959.016 411.894
Pajak penghasilan terkait (84.630) 72.356 120.276 (210.984) (90.617)
Penghasilan komprehensif lain -
300.052 (261.438) (426.434) 748.033 321.277
Setelah pajak
TOTAL PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TAHUN 1.751.443 6.416.406 14.908.733 18.825.927 2.726.085
BERJALAN
Berdasarkan data laporan keuangan historis TKDN selama periode 2020 hingga 2024, terlihat adanya
fluktuasi kinerja pada sisi pendapatan, beban usaha, dan laba periode berjalan. Pendapatan perusahaan
mengalami kenaikan sebesar 39,52% pada tahun 2021 menjadi Rp45,63 triliun, kemudian naik sebesar
135,64% pada 2022 menjadi Rp107,52 triliun, dan naik kembali sebesar 74,39% di tahun 2023 ke Rp187,50
triliun. Namun, pada 2024, pendapatan mengalami penurunan sebesar 18,44%. menjadi Rp152,93 triliun.
Penurunan tajam ini kemungkinan dipengaruhi oleh berkurangnya volume penjualan produk yang
berdampak langsung terhadap pendapatan operasional perusahaan.
12
Page 36
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Pada sisi beban usaha, pola pergerakan cenderung mengikuti tren pendapatan, meskipun dalam beberapa
tahun perubahannya tidak simetris. Beban usaha naik sebesar 41,01% menjadi Rp30,38 miliar di 2021, lalu
meningkat sebesar 140,51% menjadi Rp 73,05 miliar di 2022, dan kembali naik sebesar 93,67% menjadi
Rp. 141,48 miliar pada 2023. Namun, tahun 2024 mencatat penurunan beban usaha paling signifikan
sebesar -14,90% menjadi Rp120,39 miliar, seiring dengan penurunan pendapatan. Penurunan ini
menunjukkan bahwa perusahaan melakukan efisiensi operasional atau pengurangan biaya sebagai
respons terhadap penurunan pendapatan. Strategi pengendalian biaya ini menjadi faktor penting dalam
menjaga profitabilitas perusahaan
Laba Sebelum Pajak
Selama periode historis yaitu 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, rata-rata laba
sebelum pajak terhadap pendapatan sebesar 11,66%, dimana porsi terbesar pada beban umum dan
administrasi. Dimana beban umum dan administrasi, Beban keuangan, dan Beban Lain-lain mengalami
peningkatan setiap tahun.
Laba Bersih Tahun Berjalan
Berdasarkan data laporan keuangan historis TKDN selama periode 2020 hingga 2024, terlihat adanya
fluktuasi. Laba Bersih Tahun Berjalan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,46 miliar. Pada tahun 2021
naik sebesar 360,10% menjadi Rp 6,68 miliar. Pada tahun 2022 kembali naik sebesar 129,64% menjadi
Rp15,34 miliar. Pada tahun 2023 kembali mengalami peningkatan sebesar 17,89% menjadi Rp18,08 miliar,
dan pada tahun 2024 menurun sebesar 86,70% menjadi Rp2,40 miliar rupiah.
Tinjauan Posisi Keuangan
Tabel 2 - 3: Laporan Posisi Keuangan TKDN
(Dalam Ribuan Rupiah)
URAIAN 2020 2021 2022 2023 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 9.657.303 6.544.397 5.891.386 41.294.212 5.134.674
Piutang usaha
Pihak ketiga 3.106.137 13.493.042 35.031.504 .254.838 51.720.484
Pihak berelasi - - - - -
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 2.259.700 7.463.146 331.106 451.996 295.988
Pihak berelasi - - - - -
Persediaan 2.471.724 3.354.467 7.346.186 26.530.598 30.942.986
Pajak dibayar dimuka - - 953.697 2.572.572 4.928.549
Uang muka pembelian
Pihak ketiga 227.303 99.108 - 18.674.038 20.121.254
Aset lancar lainnya - 50.000 3.421.832 350.760 30.584
Total aset lancar 17.722.167 40.481.319 53.868.018 146.109.014 113.174.519
Aset tidak lancar
Aset pajak tangguhan 44.406 226.463 658.183 900.679 1.112.241
Uang muka pembelian
Pihak ketiga - - 6.929.452 7.480.247 18.755.575
13
Page 37
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
URAIAN 2020 2021 2022 2023 2024
Pihak berelasi - - - 10.825.516 14.179.264
lnvestasi pada entitas asosiasi - - - - -
Aset hak-guna - 51.700 82.950 162.667 58.667
Aset takberwujud 13.128.125 10.334.375 19.511.471 27.145.426 81.308.767
Aset tetap 75.764 1.100.127 1.097.713 43.981.640 44.989.086
Properti lnvestasi - - - - 7.814.431
Aset tidak lancar lainnya - - - 7.530.000 -
Total Aset Tidak Lancar 13.248.295 11.712.665 31.875.056 101.052.189 170.046.412
TOTAL ASET 30.970.462 52.193.984 85.743.074 247.161.203 283.220.930
KEWAJIBAN DAN EKUITAS
Kewajiban
Kewajiban jangka pendek
Pinjaman bank jangka pendek 7.400.000 999.586 4.797.306 - 24.962.126
Utang Usaha
Pihak ketiga 710.997 13.221.608 8.795.412 3.982.852 5.591.531
Pihak Berelasi - - - - -
Utang Lain-lain
Pihak ketiga 2.160.000 1.772.344 2.380.075 1.032.168 3.134.094
Pihak Berelasi - - - - -
Liabilitas kontrak
Pihak ketiga - - 17.278 413.265 1.110.340
Pihak berelasi - - - - -
Biaya masih harus dibayar - 4.030 493.301 1.003.135 1.528.510
Utang pajak 755.091 1.920.243 4.459.220 4.658.740 5.008.322
Pinjaman bank - - - 3.484.000 3.515.250
Pinjaman lembaga keuangan - 178.199 219.445 83.905 227.828
Total Kewajiban Jangka Pendek 11.656.699 22.598.600 21.162.038 14.962.671 45.078.001
Kewajiban jangka panjang
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian Jangka Pendek:
Pinjaman bank - - 83.905 19.447.333 16.137.812
Pinjaman lembaga keuangan - 303.350 - - 159.014
Liabilitas imbalan pascakerja 145.478 707.343 2.003.707 1.578.422 2.104.853
Total Kewajiban Jangka Panjang 145.478 1.010.693 2.087.612 21.025.756 18.401.680
TOTAL KEWAJIBAN 11.802.177 23.609.293 23.249.649 35.988.427 63.479.681
EQUITY
Modal disetor 15.000.000 15.000.000 44.000.000 59.000.000 59.000.000
Tambahan modal disetor lainnya - - - 114.853.425 114.853.425
Uang muka setoran modal dari
pelaksanaan waran - 3.000.000 - - 325.203
Saldo laba 3.895.191 10.573.035 - - -
Telah ditentukan
penggunaannya - - 1.000.000 11.800.000 22.600.000
Belum ditentukan
penggunaannya - 11.656 17.908.203 25.186.097 16.837.504
14
Page 38
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
URAIAN 2020 2021 2022 2023 2024
Penghasilan komprehensif lain 273.093 - (414.779) 333.254 654.531
Kepentingan nonpengendali - - - - 5.470.587
JUMLAH EKUITAS 19.168.284 28.584.691 62.493.424 211.172.776 219.741.250
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 30.970.462 52.193.984 85.743.074 247.161.203 283.220.930
Aset
Pergerakan total aset TKDN menunjukkan tren pertumbuhan tahunan yang impresif. Pada tahun 2020 total
aset tercatat sebesar Rp30,97 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 68,53% menjadi Rp52,93 miliar. Pada
tahun 2022 kembali naik sebesar 64,28% menjadi 85,74 miliar. Pada tahun 2023 kembali naik sebesar
188,26% menjadi Rp257,16 miliar, dan pada tahun 2024 naik kembali sebesar 14,59% menjadi 183,22
miliar. Kenaikan yang konsisten ini mencerminkan ekspansi usaha yang aktif dan strategi investasi yang
agresif dalam memperkuat posisi perusahaan.
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas perusahaan mengalami fluktuasi yang relatif stabil sepanjang lima tahun terakhir. Pada tahun
2020 tercatat sebesar Rp11,80 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 100,04% menjadi Rp23,61 miliar.
Pada tahun 2022 turun sebesar 1,52% menjadi Rp23,25 miliar. Pada tahun 2023 naik sebesar 54,79%
menjadi Rp35,99 miliar, dan pada tahun 2024 naik sebesar 76,39% menjadi Rp63,48 miliar.
Dari sisi ekuitas, tren pertumbuhan juga terlihat konsisten dengan peningkatan nilai perusahaan yang stabil.
Pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp19,17 miliar. Pada tahun 2021 naik sebesar 49,12% menjadi
Rp28,58miliar. Pada tahun 2022 turun sebesar 118,63% menjadi Rp62,49 miliar. Pada tahun 2023 naik
sebesar 237,91% menjadi Rp211,17 miliar, dan pada tahun 2024 naik sebesar 4,06% menjadi Rp219,74
miliar. Kenaikan ini mengindikasikan akumulasi laba ditahan dan peningkatan kekuatan modal perusahaan,
serta mencerminkan kinerja keuangan yang membaik secara menyeluruh.
Tinjauan Arus Kas
Tabel 2 - 4: Laporan Arus Kas TKDN
(Dalam Ribuan Rupiah)
URAIAN 2020 2021 2022 2023 2024
Total Arus kas dari aktivitas operasi 1.872.982 9.064.331 (622.111) (33.960.495) 12.120.189
Total Arus kas dari aktivitas investasi (12.180.608) (2.123.384) (14.247.202) (81.004.771) (72.101.019)
Total Arus kas dari aktivitas pendanaan 18.203.110 (10.053.853) 14.216.302 150.368.092 23.821.291
Total perubahan arus kas 7.895.484 (3.112.906) (653.011) 35.402.826 (36.159.539)
Kas di awal periode 1.761.820 9.657.303 6.544.397 5.891.386 41.294.212
Kas di akhir periode 9.657.303 6.544.397 5.891.386 41.294.212 5.134.674
Arus kas dari aktivitas operasi
Kegiatan aktivitas ini diperoleh dari penerimaan pelanggan serta pembayaran-pembayaran. Adapun tahun
2024 kas dari aktivitas operasi yang diterima oleh Perusahaan cukup tinggi yaitu sebesar
Rp12,12 miliar yang disebabkan meningkatnya adanya laba yang diterimacukup tinggi yaitu sebesar
Rp 730.698.187 ribu yang disebabkan meningkatnya adanya laba yang diterima.
Arus kas dari aktivitas investasi
15
Page 39
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar Rp 72,10 miliar.
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Tahun 2024 perusahaan menunjukkan adanya kas keluar untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 23,82
miliar.
Rasio Keuangan
Tabel 2 - 5: Analisis Rasio Keuangan TKDN
(Dalam Ribuan Rupiah)
Berdasarkan data rasio keuangan dari tahun 2022 hingga 2024, dapat dilakukan analisis menyeluruh
terhadap tiga aspek utama: solvabilitas, profitabilitas, dan likuiditas perusahaan.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas dapat diukur dengan membandingkan liabilitas terhadap aset (Debt to Asset Ratio/DAR)
dan liabilitas terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER). Pada tahun 2024, Perseroan mencatat nilai DAR
sebesar 22,41x dan DER sebesar 29x. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan tingkat solvabilitas
dibandingkan tahun 2023, yang masing-masing sebesar 1,56x untuk DAR dan 17,04x untuk DER.
Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan aset Perseroan yang signifikan disertai dengan penurunan
jumlah utang, sehingga memperkuat struktur permodalan dan posisi keuangan perusahaan secara
keseluruhan.
Rasio Profitabilitas
Profitabilitas perusahaan cenderung menurun, Pada tahun 2022 tercatat RoA sebesar 23,25%. Sedangkan
pada tahun 2023 RoA turun menjadi 7,31% dan pada tahun 2024 RoA turun menjadi 0,85%. Return on
Asset (ROA) mengalami penurunan, yang menandakan bahwa kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dari asetnya mengalami penurunan efisiensi.
16
Page 40
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Demikian pula, Return on Equity (ROE) menunjukkan penurunan dari tahun 2022 sebesar 24,53%,
kemudian tahun 2023 sebesar 8,56%, dan pada tahun 2024 tercatat menjadi 1,09%. Hal ini menunjukkan
penurunan imbal hasil kepada pemegang saham.
Rasio Likuiditas
Kondisi perusahaan tampaknya mengalami fluktuasi. Rasio kas pada tahun 2022 tercatat sebesar 0,28x,
sedangkan pada tahun 2023 meningkat menjadi 2,76x, dan pada tahun 2024 turun kembali menjadi 0,11x.
Rasio cepat dan rasio lancar, yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya, dimana perusahaan mengalami fluktuasi dari tahun 2022 sampai 2024. Rasio Lancar pada
tahun 2022 tercatat sebesar 2,55x, sedangkan pad tahun 2023 naik menjadi 9,77x, dan pada tahun 2024
turun kembali menjadi 2,51x. Rasio Cepat juga menunjukkan fluktuasi dari tahun 2022 sampai 2024. Rasio
Cepat pada tahun 2022 tercatat sebesar 2,19x, sedangkan pad tahun 2023 naik menjadi 7,99x, dan pada
tahun 2024 turun kembali menjadi 0,11x
Secara keseluruhan, TKDN. menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam mengelola struktur
permodalannya dan tetap menjaga margin keuntungan yang tinggi. Namun, terdapat penurunan signifikan
pada efisiensi penggunaan aset dan ekuitas serta penurunan likuiditas yang memerlukan perhatian
manajemen, terutama dalam menghadapi potensi tekanan arus kas di masa depan. Strategi peningkatan
efisiensi aset dan penguatan posisi kas akan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan
perusahaan.
Common Size Laporan Keuangan Periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
Berikut common size/analisis vertikal dan horizontal laporan keuangan periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31Desember 2024.
Analisis Vertikal
Analisis vertikal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara menyajikan
kembali laporan keuangan dalam bentuk persentase, dimana laporan laba rugi dinyatakan dalam bentuk
persentase terhadap pendapatan, sedangkan laporan posisi keuangan dinyatakan dalam persentase
terhadap total aset maupun liabilitas dan ekuitas.
Tabel 2 - 6: Analisis Vertikal Laba Rugi TKDN
URAIAN 2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan 100% 100% 100% 100% 100%
Beban Pokok Pendapatan -77% -67% -68% -75% -79%
BEBAN USAHA
Beban penjualan -2% -1% -1% -1% 0%
Beban umum dan administrasi -11% -11% -11% -10% -15%
Beban keuangan -4% -2% -1% -1% -2%
Pendapatan (beban) lainnya 0% -1% -1% 0% -1%
LABA OPERASIONAL 6% 19% 19% 13% 2%
Beban (Manfaat) Penghasilan -1% -4% -4% -3% -1%
LABA (RUGI) BERSIH 4% 15% 14% 10% 2%
17
Page 41
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Analisis Horizontal
Analisis horizontal pada dasarnya adalah bagian dari analisis laporan keuangan dengan cara
membandingkan data keuangan dari dua atau lebih periode yang berbeda untuk melihat perubahan nominal
maupun persentase dari setiap pos akun. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi tren
pertumbuhan, penurunan, atau anomali dalam kinerja keuangan perusahaan dari waktu ke waktu. Analisis
ini biasanya diterapkan pada laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan guna mengevaluasi
konsistensi, stabilitas, serta arah perkembangan keuangan perusahaan.
Tabel 2 - 7: Analisis Horizontal Laba Rugi TKDN
URAIAN 2021 2022 2023 2024
Pendapatan 40% 136% 74% -18%
Beban Pokok Pendapatan 21% 141% 94% -15%
BEBAN USAHA
Beban penjualan -66% 476% -29% -40%
Beban umum dan administrasi 44% 128% 61% 24%
Beban keuangan -26% -15% 155% 78%
Pendapatan (beban) lainnya 1951% 73% -12% 142%
LABA OPERASIONAL 344% 133% 19% -84%
Beban (Manfaat) Penghasilan 625% 323% 73% -106%
LABA (RUGI) BERSIH 360% 132% 17% -87%
2.7. Informasi Perpajakan
Informasi perpajakan per 31 Desember 2024 berdasarkan laporan keuangan audit TKDN saldo utang pajak
sebesar Rp5.008.322.180,-.
18
Page 42
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
BAB III
KAJIAN EKONOMI MAKRO
3.1. Tinjauan Ekonomi Makro
1. Perekonomian Global dan Domestik
Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar keuangan global berlanjut.
Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang
meningkatkan permintaan domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang mendorong
peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah dipengaruhi
oleh menurunnya keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih
tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek pertumbuhan ekonomi
dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan
Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar keuangan global.
Tabel 3 - 1: Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Grafik 3 - 1: Indeks Ketidakpastian Global
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak
pada menguatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal
AS yang lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek
maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan geopolitik yang meningkat, perkembangan
tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi investor global untuk memindahkan portofolionya ke
AS. Indeks mata uang dolar AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang
19
Page 43
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
dunia. Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi
dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam
negeri.
Grafik 3 - 2: Inflasi Global
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Grafik 3 - 3: Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Grafik 3 - 4: Aliran Modal ke Negara Berkembang
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari prakiraan
sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih
rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan
ekonomi 2024 diprakirakan sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7–5,5%. Pada 2025, pertumbuhan
ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya.
20
Page 44
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra
dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah
ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja.
Pada saat yang sama, dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya
kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank Indonesia
memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7–5,5%, sedikit lebih rendah
dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%.
Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga
stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan
melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi
pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari
itu, Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-program Pemerintah dalam Asta Cita,
termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta akselerasi ekonomi dan keuangan
digital.
Tabel 3 - 2: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Tabel 3 - 3: Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
21
Page 45
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Gambar 3 - 1: Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV-2024
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
1. Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan eksternal. Surplus
neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat 2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh
kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak
hewan nabati, serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat
dan diprakirakan dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Sementara itu,
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran masuk modal asing ke instrumen
keuangan domestik dengan SBN dan SRBI masing-masing hanya mencatat inflows 19 juta dolar AS
dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025).
Tabel 3 - 4: Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Grafik 3 - 5: Neraca Perdagangan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
22
Page 46
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Grafik 3 - 6: Aliran Modal Asing
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar
AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI
pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut
dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB.
Surplus neraca transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan
persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil
investasi yang menarik.
Grafik 3 - 7: Cadangan Devisa
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
2. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi, didukung oleh kebijakan
stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari
2025) hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar
Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%;
1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat terhadap mata uang kelompok
negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap mata uang kelompok negara berkembang.
Perkembangan tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran
masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta
prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung
komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang
rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrumen moneter akan
terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi
23
Page 47
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk
investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.
Grafik 3 - 8: Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
3. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi
IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang
terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-
Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok
volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring
berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara
spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan,
Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga
seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar
dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan
stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi
VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah
Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna
menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%.
Grafik 3 - 9: Ekspektasi Inflasi
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
24
Page 48
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Grafik 3 - 10: Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
4. Suku Bunga
Instrumen moneter pro-market dioptimalkan untuk memperkuat upaya stabilitas nilai tukar Rupiah dan
pencapaian sasaran inflasi. Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk mempercepat upaya pendalaman
pasar uang dan pasar valas serta mendorong aliran masuk modal asing ke dalam negeri. Hingga 14
Januari 2025, posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp914,72
triliun, 1,96 miliar dolar AS, dan 436 juta dolar AS. Penerbitan SRBI telah mendukung upaya
peningkatan aliran masuk portofolio asing ke dalam negeri dan penguatan nilai tukar Rupiah.
Kepemilikan nonresiden dalam SRBI mencapai Rp228,85 triliun (25,02% dari total outstanding).
Implementasi dealer utama (primary dealer) sejak Mei 2024 juga makin meningkatkan transaksi SRBI
di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antarpelaku pasar, sehingga memperkuat
efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pengendalian inflasi. Ke depan,
Bank Indonesia terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen pro-market, baik dari sisi volume
maupun sisi daya tarik imbal hasil, guna meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter,
mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing.
Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam upaya turut mendukung
pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03%
pada 14 Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025 tercatat
menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing masing-masing pada level 7,06%; 7,10%; dan
7,23%. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat
menjadi 6,98% dan 7,25% sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen keuangan
domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap
terjaga ditopang likuiditas perbankan yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan
harga yang makin baik dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit
pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan 9,20%, relatif stabil dibandingkan
dengan level bulan sebelumnya.
25
Page 49
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Grafik 3 - 11: Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Grafik 3 - 12: Suku Bunga Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Peran kredit/pembiayaan pada 2024 tetap kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan
kredit pada 2024 mencapai 10,39% (yoy), berada dalam kisaran prakiraan Bank Indonesia 10–12%.
Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh terjaganya minat penyaluran kredit
perbankan, berlanjutnya realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan, tersedianya dukungan
pendanaan dari pertumbuhan DPK, serta positifnya dampak KLM Bank Indonesia. Dari sisi permintaan,
pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga, di tengah konsumsi rumah
tangga yang terbatas. Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit
investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,35% (yoy), 13,62% (yoy), dan 10,61% (yoy).
Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 9,87% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh 3,37% (yoy). Ke
depan, pertumbuhan kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran sasaran 11–13% pada 2025 sejalan
prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap baik dan dukungan kebijakan makroprudensial Bank
Indonesia. Berbagai kebijakan insentif dari Pemerintah diprakirakan juga dapat mendorong permintaan
kredit lebih lanjut.
Grafik 3 - 13: Perkembangan Kredit dan DPK
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
26
Page 50
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Pada 2025, KLM diarahkan untuk
mendorong kredit/pembiayaan perbankan guna mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan
kerja. Mulai 1 Januari 2025, insentif KLM telah disalurkan pada sektor-sektor yang mendukung
pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, yaitu antara lain sektor pertanian, perdagangan dan
manufaktur, transportasi, pergudangan dan pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, dan
perumahan rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Hingga minggu kedua Januari 2025, Bank
Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun, atau meningkat sebesar Rp36 triliun
dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024. Insentif dimaksud telah disalurkan kepada kelompok bank
BUMN sebesar Rp129,1 triliun, bank BUSN sebesar Rp130,6 triliun, BPD sebesar Rp29,9 triliun, dan
KCBA sebesar Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran
kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan,
Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.
Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap memadai, tecermin dari rasio Alat
Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Desember 2024 yang tinggi sebesar 25,59%. Rasio
kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada November 2024 tercatat tinggi
sebesar 26,89%, tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit.
Grafik 3 - 14: Permodalan Industri Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Grafik 3 - 15: Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Sementara itu, risiko kredit tetap terkendali, tecermin dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing
Loan/NPL) perbankan pada November 2024 yang terjaga rendah, sebesar 2,19% (bruto) dan 0,75%
(neto). Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat dalam
menghadapi berbagai risiko, serta ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi
yang terjaga. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam
memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.
27
Page 51
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Grafik 3 - 16: Rasio Kredit Bermasalah (NPL)
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada tahun 2024 tetap tumbuh didukung oleh sistem
pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Pembayaran digital mencapai 34,5 miliar transaksi atau
tumbuh 36,1% (yoy) yang didukung oleh seluruh komponennya. Volume transaksi pada aplikasi mobile
tumbuh sebesar 39,1% (yoy), demikian pula volume transaksi pada internet yang tumbuh sebesar 4,4%
(yoy) pada tahun 2024. Di samping itu, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh
pesat sebesar 175,2% (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Pembayaran digital
diproyeksikan meningkat 52,3% (yoy) pada tahun 2025.
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 3,4 miliar
transaksi atau tumbuh 62,4% (yoy) dengan nilai mencapai Rp8,9 triliun pada tahun 2024. Volume
transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS mencapai 10,3 juta transaksi atau tumbuh 3,1%
(yoy) dengan nilai Rp126,3 ribu triliun, meningkat 17,6% (yoy) pada tahun 2024. Pada tahun 2025,
volume transaksi BI-FAST diprakirakan tumbuh 34,1% (yoy) dan nilai transaksi BI-RTGS diprakirakan
tumbuh 11,4% (yoy). Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan
(UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir Desember 2024 dan diprakirakan
tumbuh 5,7% (yoy) pada tahun 2025.
Grafik 3 - 17: Nilai Transaksi Digital Banking dan Nilai Transaksi Uang Elektronik
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
28
Page 52
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Grafik 3 - 18: Nilai dan Volume Transaksi QRIS
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Grafik 3 - 19: Nilai Transaksi ATM/Debit dan Kartu Kredit
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Grafik 3 - 20: Uang yang Diedarkan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV-2024
Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh struktur industri yang sehat dan infrastruktur
yang stabil. Dari sisi infrastruktur, stabilitas sistem pembayaran tecermin pada penyelenggaraan Sistem
Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam
jumlah dan kualitas yang memadai pada Desember 2024. Dari sisi struktur industri, interkoneksi
antarpelaku dalam sistem pembayaran terus menguat diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital
(EKD) yang meluas. Transaksi pembayaran berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP)
juga meningkat sejalan dengan perluasan tingkat adopsi. Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan
uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, Terpencil (3T).
29
Page 53
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
BAB IV
ANALISA KELAYAKAN PASAR
4.1. Perkembangan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik
Penerapan Kendaraan listrik dalam skala besar bergantung pada peluncuran pengisian daya yang terjangkau
dan mudah diakses secara bersamaan. Para pengguna awal mobil listrik cenderung tinggal di rumah yang
terpisah dengan akses pengisian daya di rumah yang terjangkau dan mudah. Akibatnya, sebagian besar
pengisian daya hingga saat ini bersifat privat (di rumah dan lokasi privat lainnya). Pada saat yang sama,
pengisi daya umum cenderung dipasang di daerah perkotaan, yang tingkat pemanfaatannya cenderung lebih
tinggi. Namun, ke depannya, pengisi daya juga harus dipasang di luar daerah perkotaan agar penggunaannya
dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di luar kota dan pinggiran kota.
Dalam survei, pengemudi Kendaraan listrik di Inggris Raya tahun 2021, lebih dari 90% responden melaporkan
memiliki akses ke pengisi daya rumah, sedangkan studi tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya
55% konsumen India yang memiliki akses tersebut. Pembangunan pengisian daya di tempat kerja dan area
yang dapat diakses publik akan menjadi kunci untuk meningkatkan adopsi di antara kelompok-kelompok yang
tidak memiliki akses ke pengisian daya di rumah. Kecepatan pengisian daya – lambat atau cepat – juga
merupakan pertimbangan penting bagi konsumen yang ingin beralih ke listrik, terutama saat
mempertimbangkan kendaraan untuk perjalanan jauh. Layanan pengisian daya juga harus mudah digunakan,
handal dan harganya transparan. Lebih jauh, memastikan interoperabilitas penting saat melakukan investasi
dalam infrastruktur dan layanan pengisian daya, sehingga basis pelanggan yang luas dapat memperoleh
manfaat.
Dalam Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan APS (Automatic Power Supply), jumlah titik
pengisian daya publik global melampaui 15 juta pada tahun 2030, naik empat kali lipat dibandingkan dengan
hampir 4 juta yang beroperasi pada tahun 2023. Pada tahun 2035, jumlah ini mencapai hampir 25 juta di
APS, peningkatan enam kali lipat dibandingkan dengan tahun 2023.
Di antara pasar kendaraan listrik utama saat ini, Tiongkok adalah tempat di mana akses penduduk terhadap
pengisian daya di rumah paling terbatas dan tempat pengisian daya publik telah diluncurkan paling luas
sebagai hasilnya. Tiongkok menyumbang 70% dari pengisian daya LDV (Light Duty Vehicle) publik global
pada tahun 2023 dan diharapkan tetap menjadi pemimpin dengan pangsa yang sama pada tahun 2035 di
SPKLU. Sementara ketersediaan pengisi daya publik saat ini di Tiongkok tampaknya sudah di atas rata-rata
global (<10 LDV listrik per titik pengisian daya publik), pemerintah baru-baru ini mengeluarkan pedoman baru
untuk menyebarkan infrastruktur pengisian daya berkualitas tinggi. Jumlah LDV listrik per titik pengisian daya
publik meningkat dari sekitar 10 pada tahun 2023 menjadi sekitar 15 pada tahun 2035 di APS, tetap lebih
rendah daripada pasar utama lainnya.
Saat ini, Tiongkok memiliki salah satu pangsa pengisi daya cepat tertinggi dari total stok pengisian daya
publik, yaitu sekitar 45%. Baik di SPKLU maupun APS, stok pengisi daya cepat publik mencapai sekitar 7,5
juta pada tahun 2035, hampir enam kali lipat dari level tahun 2023. Jumlah pengisi daya lambat mencapai
8,2 juta pada tahun 2035 di APS.
Bagi operator kendaraan komersial, sama halnya dengan pemilik kendaraan listrik pribadi, pengisian daya
kendaraan listrik HDV listrik di depo pada malam hari menawarkan cara yang mudah untuk mengisi daya
kendaraan yang tidak bergerak. Pengisian daya pada malam hari juga memiliki manfaat karena dapat mengisi
30
Page 54
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
daya pada daya yang relatif rendah mengingat jumlah waktu yang tersedia. Strategi pengisian daya seperti
ini memerlukan rasio pengisi daya depo per kendaraan listrik HDV yang mendekati satu banding satu.
Dalam jangka pendek, diharapkan elektrifikasi HDV akan berjalan paling cepat untuk segmen dengan rute
harian yang relatif pendek (di bawah 200 km/hari) dan dapat diprediksi, seperti bus kota, angkutan kota, dan
bahkan beberapa layanan pengiriman regional. Pengisian daya di depo pada malam hari kemungkinan dapat
memenuhi sebagian besar kebutuhan armada ini.
Selain itu, pengisi daya peluang juga akan berperan. Pengisi daya peluang dapat berada di ujung jalur bus
atau di dermaga pemuatan truk, tempat kendaraan dapat memanfaatkan waktu tunggu untuk mengisi daya
tanpa mengganggu operasi yang biasa. Pengisi daya peluang juga mencakup pengisi daya umum di
sepanjang jalan tol yang memungkinkan pengisian daya dalam perjalanan. Untuk beberapa HDV, seperti bus
antarkota dan truk jarak jauh, pengisian daya cepat dalam perjalanan mungkin diperlukan untuk melengkapi
pengisian daya depo agar dapat berkendara jarak jauh. Meskipun segmen ini mungkin lebih lambat untuk
dialiri listrik, pangsa aktivitasnya yang relatif tinggi saat ini – dan dengan demikian emisinya – berarti mereka
akan menjadi penting untuk didekarbonisasi.
Pilihan selain pengisian daya kabel juga dapat digunakan untuk mendukung kendaraan listrik HDV, seperti
sistem jalan raya listrik dan penggantian baterai. Khususnya di Tiongkok, penggantian baterai untuk truk
dapat menjadi cara pengisian daya yang meluas. Akan tetapi, analisis kebutuhan pengisi daya saat ini tidak
memperhitungkan pilihan pengisian daya tanpa kabel, karena peran teknologi alternatif ini di masa
mendatang masih belum pasti.
Perkembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia sedang pesat, didorong oleh komitmen pemerintah
dan investasi swasta. Pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) terus ditingkatkan,
dengan jumlah SPKLU yang telah melonjak signifikan. Pemerintah juga menargetkan peningkatan jumlah
kendaraan listrik, termasuk motor dan mobil listrik, hingga tahun 2030.
Saat ini, jumlah SPKLU di berbagai wilayah Indonesia yang tercatat di aplikasi resmi PLN Mobile adalah
sebanyak 3.356 unit. Angka tersebut baru memenuhi 10,53 persen target jumlah SPKLU dari pemerintah
untuk 2030, yaitu 31.859 unit. Pada 2025, PLN menargetkan penambahan 1.100 SPKLU hingga mencapai
total 4.300 unit
Perkembangan Industri Mobil listrik di Indonesia.
Industri mobil listrik di tanah air semakin berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun belakangan.
Kehadiran kendaraan ramah lingkungan ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk mengurangi emisi dan
mengubah ketergantungan atas bahan bakar fosil. Data yang dirilis Kementerian Perindustrian menunjukkan
penjualan mobil hijau meningkat drastis dari hanya 229 unit pada 2019 menjadi 2.693 unit pada 2022.
Pertumbuhan ini memperlihatkan minat masyarakat Indonesia yang semakin besar terhadap teknologi ramah
lingkungan.
Perkembangan industri ini tak lepas dari dukungan pemerintah lewat berbagai kebijakan dan insentif. Salah
satu langkah penting adalah dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai
percepatan program kendaraan listrik berbasis baterai. Aturan ini menjadi dasar bagi pengembangan
ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, termasuk produksi, infrastruktur pendukung, hingga insentif
produsen dan konsumen.
31
Page 55
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Namun, industri ini masih dihadapkan berbagai tantangan. Infrastruktur pengisian daya yang masih terbatas,
harga kendaraan yang mahal, serta persepsi masyarakat yang belum sepenuhnya paham menjadi kendala
utama lajunya adopsi mobil hijau. Studi yang dilakukan Putra et al. mengungkap rasio Stasiun Pengisian
Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan kendaraan listrik di Indonesia pada 2020 hanya 1:250, jauh dari
memadai.
Di sisi produsen, beberapa perusahaan otomotif mulai berinvestasi dalam pengembangan dan produksi mobil
ramah lingkungan di Indonesia. Wuling Motors telah meluncurkan Air EV diproduksi lokal di pabrik Cikarang.
Langkah serupa juga diambil Hyundai dengan membangun pabrik di Cikarang untuk memproduksi IONIQ 5.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen industri otomotif dalam mengembangkan kapasitas produksi lokal untuk
kendaraan hijau.
Kebijakan Pemerintah terkait Pengembangan Mobil Listrik di Tanah Air
Pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong pengembangan industri
kendaraan ramah lingkungan melalui berbagai aturan dan peraturan. Langkah strategis ini sejalan dengan
target nasional yang menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030 dalam
skenario bisnis seperti biasa, atau bahkan 41% dengan dukungan internasional.
Salah satu kebijakan fundamental adalah Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai percepatan
program kendaraan listrik berbasis baterai untuk transportasi darat. Aturan ini menjadi landasan bagi
perkembangan ekosistem mobil ramah lingkungan di Indonesia, meliputi aspek produksi, penggunaan, dan
infrastruktur pendukung. Beberapa poin penting dalam kebijakan ini mencakup:
• Insentif fiskal dan non-fiskal bagi produsen mobil listrik, termasuk pengurangan pajak impor untuk
komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.
• Dukungan pengembangan infrastruktur pengisian daya, meliputi kerja sama antara pemerintah dan
swasta dalam membangun stasiun pengisian daya umum.
• Standardisasi komponen dan kendaraan ramah lingkungan untuk menjamin keamanan dan mutu produk.
• Program konversi kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik berbasis
baterai.
Untuk memperkuat implementasi kebijakan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan
turunan. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2020
mengenai penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Aturan
ini mengatur aspek teknis dan bisnis dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya, termasuk tarif listrik
khusus untuk SPKLU.
Dari sisi insentif fiskal, pemerintah telah memberikan berbagai insentif pajak untuk mendorong adopsi
kendaraan ramah lingkungan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.010/2021 mengatur tentang
pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor listrik berbasis
baterai dengan kapasitas motor penggerak listrik hingga 150 kW. Kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan
harga jual mobil listrik di pasar domestik, sehingga lebih terjangkau bagi konsumen. Selain itu, pemerintah
juga mendorong pengembangan industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri. Melalui Peraturan Presiden
Nomor 98 Tahun 2021 tentang Dinamika Persaingan dan Prospek Industri Mobil Listrik di Indonesia
32
Page 56
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Analisis Tren dan Implikasi
Pelaksanaan Nilai Ekonomi Karbon, pemerintah memberikan insentif bagi pengembangan industri baterai
yang memanfaatkan sumber daya mineral lokal, seperti nikel (Sekretariat Kabinet RI, 2021). Langkah ini
diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia dan memperkuat rantai pasok
industri kendaraan ramah lingkungan nasional.
Meskipun berbagai kebijakan telah dilaksanakan, efektivitas dan dampaknya terhadap pertumbuhan industri
mobil listrik masih perlu dievaluasi secara berkala. Meskipun kebijakan pemerintah telah memberikan
dampak positif terhadap pertumbuhan industri, masih terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya.
Salah satunya adalah koordinasi antar lembaga pemerintah yang perlu ditingkatkan untuk memastikan
konsistensi dan sinergi kebijakan. Penjualan kendaraan listrik dalam negeri diprediksi tetap bertumbuh pada
2025. Infrastruktur pendukungnya masih minim.
Ambisi pemerintah meningkatkan populasi kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi tantangan pada
2025. Meski ada proyeksi penjualan kendaraan listrik kembali meningkat tahun ini, jumlah mobil dan motor
listrik yang beredar pada awal 2025 masih berada di sekitar 200 ribuan. Angka tersebut masih sangat jauh
dari target pemerintah.
Berdasarkan data sistem sertifikasi registrasi uji tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan hingga November
2024, ada 195.084 kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia. Jumlah itu terdiri dari
160.578 unit motor listik, 33.555 unit mobil listrik, dan 951 unit kendaraan listrik lainnya. Target jangka panjang
pemerintah menambah populasi kendaraan listrik pun masih jauh dari kenyataan. Saat ini, populasi mobil
listrik yang ada hanya memenuhi 1,67 persen dari target tahun 2030 sebesar 2 juta unit. Sementara jumlah
motor listrik baru mencapai 1,23 persen dari target 13 juta unit.
Diskon Pajak Kendaraan Listrik 2025
Tahun ini, pemerintah kembali berupaya mendongkrak penjualan kendaraan listrik melalui berbagai insentif.
Kementerian Keuangan memperpanjang pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM)
ditanggung pemerintah sebesar 100 persen untuk impor mobil listrik pada 2025. Kebijakan tersebut
sebelumnya telah berlaku pada 2024. Artinya, perusahaan pengimpor mobil listrik tak perlu membayar
PPnBM sebesar 12 persen saat membawa masuk produk KBLBB ke Indonesia. Insentif ini berlaku bagi
merek mobil listrik pabrikan global yang berkomitmen membangun unit produksi di Indonesia. Dengan
demikian, pengimpor mobil listrik bisa mematok harga lebih murah di dalam negeri karena tidak terbebani
pajak barang mewah.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 135 Tahun 2024 yang merupakan
perpanjangan insentif pajak tahun sebelumnya. Selain PPnBM ditanggung pemerintah, mobil listrik impor
juga mendapatkan insentif bea masuk nol persen. Untuk pembeli retail atau konsumen akhir, pemerintah
memberikan insentif PPnBM DTP sebesar 10 persen untuk kendaraan baterai listrik atau battery electric
vehicle (BEV). Diskon pajak tersebut juga telah berlaku dari tahun sebelumnya dan diperpanjang untuk satu
tahun ke depan. BEV adalah tipe kendaraan listrik yang menggunakan baterai sebagai satu-satunya sumber
tenaga, seperti BYD M6 dan Wuling Binguo EV yang menempati posisi paling atas kendaraan BEV terlaris di
Indonesia pada 2024. Sementara itu, mobil hybrid memiliki mesin pembakaran internal dan motor listrik yang
berfungsi bersamaan. Namun, baterai mobil hybrid tidak dapat diisi ulang dengan pengisi daya listrik. Adapun
mobil hybrid paling laris pada 2024 adalah model Toyota Kijang Innova Zenix dan Suzuki XL7 Hybrid.
33
Page 57
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Konsumen BEV hanya perlu membayar PPnBM sebesar 2 persen dari total 12 persen karena sisanya
ditanggung pemerintah. Angka tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya karena terpengaruh kenaikan
PPnBM dari 11 persen menjadi 12 persen yang berlaku sejak 1 Januari lalu. Adapun untuk mobil listrik hybrid,
diskon PPnBM bagi konsumen pada 2025 adalah sebesar 3 persen. Sedangkan untuk insentif kendaraan
listrik roda dua, pemerintah saat ini tengah memformulasikan skema baru pada 2025. Pada 2024, pemerintah
memberikan subsidi sebesar Rp 7 juta untuk 60 ribu unit motor listrik yang ada di pasaran.
Berdasarkan laman sistem informasi bantuan pembelian kendaraan bermotor listrik roda dua (Sisapira),
sebanyak 63.146 unit produk motor listrik telah terjual menggunakan subsidi tersebut pada tahun lalu.
Kementerian Perindustrian kemudian mengusulkan skema baru untuk penjualan motor listrik melalui diskon
pajak PPN DTP, mirip insentif mobil listrik untuk 2025.
4.2. Pangsa Pasar
Pangsa Pasar industri ini adalah pengguna kendaraan Listrik, khususnya Kendaraan Listrik untuk
Transportasi Publik seperti Taxi, angkot, bus dan lainnya. Dengan berbagai insentif pajak yang diberikan
pemerintah, penjualan kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan kembali bertumbuh pada 2025.
Khususnya untuk pembelian wholesale (dari produsen ke dealer) mobil listrik BEV yang bebas PPnBM dan
bea masuk impor. Meski begitu, jumlah penjualan mobil hybrid diproyeksikan masih mendapat porsi lebih
besar dibanding BEV.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan pembelian wholesale mobil
listrik pada 2025 bisa mencapai 45.000 unit untuk BEV dan 65.000 unit untuk jenis hybrid. Jumlah tersebut
meningkat dari penjualan wholesale 2024, yaitu 43.188 unit BEV dan 59.903 unit hybrid. Sementara itu, mobil
hybrid dengan total penjualan 59.903 unit memenuhi 6,9 persen penjualan mobil nasional.
Kendati jumlahnya masih bertumbuh, data Gaikindo menunjukkan kontribusi penjualan BEV terhadap total
penjualan mobil di Tanah Air pada 2024 masih minim. Penjualan 43.188 unit BEV tahun lalu hanya sebesar
4,98 persen jika dibandingkan penjualan mobil di Indonesia yang mencapai 865.723 unit. Sementara itu,
penjualan motor listrik pada awal 2025 tidak sekencang tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah
belum adanya kepastian keberlanjutan subsidi pembelian motor listrik dari pemerintah.
Menurut informasi dari manajemen saat ini Perseroan telah menjalin Kerjasama dengan berbagai pihak untuk
mendukung industri Pembangunan Power Swap Station (PSS) sehingga Pangsa Pasar untuk industri ini akan
berjalan sesuai dengan target perseroan.
4.3. Kesinambungan
Perseroan berkomitmen untuk menerapkan prinsip kesinambungan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka
panjang. Perseroan meyakini bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang pencapaian kinerja keuangan yang
kuat, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif bagi lingkungan, sosial, serta tata kelola perusahaan
yang baik (Environmental, Social, and Governance – ESG). Dalam aspek lingkungan, Perseroan terus
mengupayakan efisiensi energi dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, khususnya dalam
infrastruktur digital dan pusat data (data center). Perseroan secara aktif mengadopsi teknologi ramah
lingkungan, termasuk optimalisasi konsumsi energi dalam sistem komputasi awan (cloud computing) serta
penerapan solusi berbasis AI dan otomatisasi untuk mengurangi jejak karbon operasional.
Dari sisi sosial, Perseroan menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
Perseroan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, mendukung kesejahteraan
34
Page 58
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
karyawan, serta meningkatkan kapabilitas mereka melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan
keahlian digital. Selain itu, Perseroan juga aktif dalam program literasi digital dan edukasi teknologi bagi
masyarakat, guna mendukung transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam aspek tata kelola, Perseroan terus memperkuat penerapan prinsip GCG sebagai landasan utama
dalam menjalankan bisnis yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Perseroan memastikan kepatuhan
terhadap regulasi yang berlaku, meningkatkan perlindungan data pelanggan, serta terus mengembangkan
sistem manajemen risiko yang efektif guna mengantisipasi tantangan industri digital yang semakin dinamis
Penambahan kegiatan usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu
Kesatuan Usaha Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020-35115) berupa Power Swap Station (PSS)
merupakan langkah strategis yang mencerminkan adaptasi terhadap dinamika pasar dan kebutuhan
infrastruktur yang berkembang. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki dalam mendukung
operasional Perseroan, Perseroan dapat memanfaatkan keahlian dan sumber daya yang dimiliki untuk
menyediakan solusi dalam pembangunan Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik.
Penambahan kegiatan usaha tersebut dapat memperluas portofolio usaha dan meningkatkan diversifikasi
pendapatan.
Dengan memprioritaskan kesinambungan usaha dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan
dapat memperkuat posisinya di pasar, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi yang
berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Industri Infrastruktur Kendaraan Listrik di
Indonesia.
4.4. Potensi Pasar.
Pada tahun 2024, perekonomian global menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi laju
pertumbuhan. Menurut laporan World Economic Outlook dari Dana Moneter Internasional (IMF),
pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan mencapai 3,2% pada tahun 2024, sedikit menurun dari 3,3% pada
tahun sebelumnya. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh ketegangan geopolitik, peningkatan
proteksionisme, dan ketidakpastian kebijakan yang mempengaruhi perdagangan internasional dan investasi.
Inflasi global menunjukkan tren penurunan, dari 9,4% pada tahun 2022 menjadi 3,5% pada akhir tahun 2025.
Penurunan inflasi ini memungkinkan bank sentral di berbagai negara untuk mulai menurunkan suku bunga,
memberikan stimulus bagi perekonomian. Namun, risiko terhadap pertumbuhan ekonomi tetap ada,
termasuk potensi peningkatan proteksionisme dan ketidakpastian kebijakan yang dapat mengganggu rantai
pasok global.
Di tengah tantangan global, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid. Pada tahun 2024,
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,03%, sejalan dengan pertumbuhan tahun
sebelumnya, meskipun ini merupakan laju pertumbuhan terendah dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan ini
didukung oleh belanja terkait pemilihan umum dan peningkatan investasi, dengan investasi mencapai
pertumbuhan tertinggi dalam enam tahun sebesar 4,61%. Proyek infrastruktur yang dimulai oleh pemerintah
sebelumnya juga berkontribusi positif terhadap perekonomian.
Di tengah tantangan global, Tren global yang membawa ke arah moda transportasi yang lebih memperhatikan
lingkungan telah menjadi katalis utama bagi perkembangan industri kendaraan listrik di berbagai negara,
termasuk Indonesia. Kesadaran akan dampak perubahan iklim dan kebutuhan untuk mengurangi emisi
karbon telah mendorong banyak negara untuk mengadopsi kebijakan yang mendukung elektrifikasi sektor
transportasi.
35
Page 59
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Di tingkat dunia, penjualan mobil listrik terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Menurut laporan
Badan Energi Internasional (IEA), penjualan mobil listrik global mencapai 10 juta unit pada tahun 2022,
meningkat 55% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi faktor, termasuk
penurunan biaya baterai, peningkatan jangkauan kendaraan, serta kebijakan pemerintah yang mendukung.
Beberapa negara telah mengambil langkah agresif dalam mendorong adopsi kendaraan listrik. Norwegia,
misalnya, telah berhasil mencapai penetrasi pasar mobil listrik tertinggi di dunia, dengan lebih dari 80%
penjualan mobil baru pada tahun 2022 merupakan kendaraan listrik murni atau hybrid plug-in. Keberhasilan
ini dicapai melalui kombinasi insentif pajak, subsidi pembelian, serta pengembangan infrastruktur pengisian
daya yang luas
China, sebagai pasar otomotif terbesar di dunia, juga telah menjadi pemimpin dalam adopsi kendaraan listrik.
Penjualan mobil listrik di China mencapai 5,9 juta unit pada tahun 2022, meningkat 93% dari tahun
sebelumnya Produsen.
Tren global ini memiliki implikasi signifikan bagi Indonesia. Sebagai negara dengan populasi besar dan pasar
otomotif yang berkembang, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain kunci dalam industri
mobil listrik di kawasan Asia Tenggara. Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan strategi yang
komprehensif yang melibatkan pemerintah, industri, dan masyarakat.
Adapun Potensi Pasar atau sasaran dari bisnis yang akan ingin dikembangkan perseroan adalah sebagai
berikut :
Gambar 4 - 1 : Prospek Potensial Transportasi Publik Kendaraan Listrik di Indonesia
Sumber : Manajemen Perseroan
4.5. Sasaran
Rencana penambahan kegiatan usaha ini memiliki sasaran utama pengguna infrastruktur kendaraan listrik
berupa Power Swap Station (PSS) adalah Kendaraan untuk Transportasi Publik atau Trasportasi
Komersial. Infrastruktur pengisian daya sangat penting bagi mereka agar dapat mengisi daya kendaraan
listrik. Selain itu sasaran pengguna infrastruktur kendaraan listrik berupa Power Swap Station (PSS) ini
36
Page 60
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
adalah semua pihak yang terlibat dalam penggunaan kendaraan listrik, baik secara pribadi maupun dalam
konteks transportasi umum. Perseroan memiliki jaringan bisnis di seluruh Indonesia. Hal itu memungkinkan
untuk menjadi sasaran pengguna infrastuktur kendaraan Listrik berupa Power Swap Station (PSS) ini, dimana
pemerintah Indonesia menargetkan dua juta kendaraan listrik dapat digunakan oleh masyarakat pada tahun
2025 sebagai bagian dari upaya penerapan energi terbarukan. Untuk mencapai target tersebut,
pengembangan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai akan terus ditingkatkan. Selain itu, standarisasi
baterai diharapkan dapat segera diterapkan untuk mendukung interoperabilitas antar berbagai merek
kendaraan Listrik. Program pemerintah ini juga menjadi sasaran pasar dari bisnis yng akan dijalankan.
Dalam hal penambahan Penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu kegiatan
aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan
Usaha (KBLI 2020 No. 35115) berupa Power Swap Station (PSS) ini, Perseroan telah memiliki jaringan bisnis
di berbagai provinsi di Indonesia dan Perseroan juga memiliki mitra bisnis yang cukup banyak. Sehingga hal
tersebut bisa menjadi sasaran Perseroan dalam bisnis Power Swap Station (PSS) ini.
Gambar 4 - 2 : Jaringan Bisnis dan Wilayah Operasional Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan
Gambar 4 - 3 : Mitra Bisnis Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan
37
Page 61
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
4.6. Potensi Nilai Pasar
Berdasarkan proyeksi keuangan atas kegiatan usaha induk termasuk adanya penambahan KBLI baru,
Perseroan diproyeksikan mencatatkan pendapatan sebesar Rp214,6 miliar pada tahun 2025, Rp252,7 miliar
pada tahun 2026, Rp295,7 miliar pada tahun 2027, Rp344,9 miliar pada tahun 2028, dan Rp421,2 miliar pada
tahun 2029.
Atas adanya kontribusi laba usaha dari penambahan kegiatan usaha, menjadi potensi penambahan pada
nilai pasar bagi Perseroan.
4.7. Pesaing Usaha
Dalam ekosistem infrastruktur transportasi Indonesia, Power Swap Station (PSS) bersaing dengan SPKLU
atau Charging biasa, dimana masing – masing produk memiliki tantangan dan peluangnya yang berbeda.
Power Swap Station dan SPKLU memiliki keunggulan dan kekurangan, yang akan mempengaruhi pilihan
konsumen dan pengusaha dalam memilih model pengisian atau tukar energi kendaraan.
Berikut Analisis Perbandingan Power Swap Station (PSS) dengan Charging Biasa:
Fitur Penting Swap Battery Charging Biasa (Konvensional)
• Waktu Pengisian Sangat cepat (1-5 menit) Bervariasi (30 menit - beberapa jam)
• Biaya Awal Kendaraan Lebih rendah (tanpa membeli baterai) Lebih tinggi (termasuk harga baterai)
Tergantung jaringan stasiun swap Lebih fleksibel (bisa di rumah, kantor,
• Ketersediaan
yang terbatas saat ini SPKLU)
Tanggung jawab pemilik (perawatan,
• Pengelolaan Baterai Ditangani penyedia layanan (terjamin)
penggantian)
• Fleksibilitas Lokasi Terbatas pada lokasi stasiun swap Lebih luas, selama ada akses listrik
Membutuhkan stasiun swap khusus Stasiun pengisian lebih sederhana,
• Investasi Infrastruktur
(lebih kompleks) bisa colokan biasa
Potensi manajemen daur ulang Tergantung pada sumber energi listrik
• Dampak Lingkungan
baterai lebih baik secara terpusat dan pengelolaan baterai individu
Meskipun memiliki banyak keunggulan, implementasi swap battery juga menghadapi beberapa tantangan
yaitu:
• Standardisasi Baterai
Salah satu tantangan terbesar adalah penyeragaman ukuran dan spesifikasi baterai antar produsen
kendaraan. Tanpa standardisasi, setiap jenis kendaraan mungkin memerlukan baterai dan stasiun swap
yang berbeda, menghambat skalabilitas. Namun, saat ini delapan perusahaan kendaraan listrik sedang
dalam tahap diskusi untuk menyamakan ukuran baterai.
• Investasi Infrastruktur Awal yang Tinggi
Pembangunan stasiun swap battery membutuhkan investasi yang signifikan untuk lahan, peralatan
robotik, dan persediaan baterai.
• Logistik dan Manajemen Baterai
Membutuhkan sistem logistik yang efisien untuk mendistribusikan, menyimpan, mengisi daya, dan
memelihara ribuan baterai.
• Ketersediaan Jaringan Stasiun:
Meskipun terus berkembang (misalnya Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan Battery Swapping
38
Page 62
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Station untuk kendaraan sepeda motor), jumlah stasiun swap masih terbatas dibandingkan dengan
SPKLU atau akses listrik konvensional.
• Model Bisnis dan Regulasi:
Diperlukan kerangka regulasi dan model bisnis yang jelas untuk mengatur kepemilikan baterai, biaya
sewa, dan layanan penukaran.
Untuk kendaraan komersial, sistem swap battery menawarkan solusi yang sangat menarik, terutama dalam
hal kecepatan pengisian dan efisiensi operasional. Potensinya untuk meningkatkan produktivitas armada,
mengurangi range anxiety, dan menurunkan biaya awal kendaraan sangat besar. Meskipun ada tantangan
dalam standardisasi dan pembangunan infrastruktur, perkembangan teknologi dan dukungan pemerintah
menunjukkan bahwa swap battery akan menjadi pilar penting dalam ekosistem kendaraan listrik di masa
depan, khususnya untuk sektor komersial yang mengutamakan waktu dan efisiensi.
4.8. Strategi Pemasaran
Kegiatan pemasaran memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik luas akan produk dan jasa
yang dihasilkan oleh Perseroan, baik produk yang sudah dimiliki Perseroan, maupun aktifitas bisnis yang
akan dilakukan Perseroan yaitu aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga
Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha berupa Power Swap Station (PSS).
Berikut strategi pemasaran yang dilakukan di tahun 2024:
▪ Identifikasi dan tinjau potensi ekspansi ke wilayah atau instansi pemerintah dan industri baru yang
dapat mengadopsi solusi IoT Smart Fleet maupun kendaraan EV untuk manajemen armada.
▪ Melakukan analisis pasar untuk memahami tren dan kebutuhan Smart Infrastructure Technology di
Sektor Infrastruktur.
▪ Tinjau potensi ekspansi ke kota-kota baru atau proyek Smart City yang akan datang dan identifikasi
potensi kerjasama dengan pihak Pemerintah atau Mitra lainnya.
▪ Melakukan ekspansi pada potensi pasar yang menyeluruh di industri Smart City Build relationship ke
Dinas Perhubungan untuk proyek Parkir on Street di 5 wilayah (Bogor, Bandung, Surabaya, Yogya,
Medan).
▪ Pendekatan ke Dinas Binamarga untuk potensi CCTV berbasis AI di JPO yang dikelola oleh Dinas
Binamarga.
▪ Membuat Skema Bisnis sewa alat lidar untuk solusi kerjasama dengan Konsultan Konstruksi Jalan
dan Bangunan.
▪ Prospek beberapa perusahaan yang ingin mengembangkan Integrasi Command Center dan solusi
Digital Twin Dashboard.
▪ Mengidentifikasi calon pelanggan potensial, seperti perusahaan logistik, transportasi umum, atau
pengelola armada.
▪ Identifikasi peluang kemitraan dengan perusahaan otomotif, penyedia asuransi, atau penyedia
layanan teknologi terkait.
▪ Membuat listing calon pelanggan yang potensial terhadap bisnis pilar smart Infrastruktur Teknologi
Melalui sinergi strategi ini, Perseroan memiliki kemampuan bisnis yang lebih dinamis dan berdaya saing
tinggi, serta berpotensi untuk meraih proyek- proyek yang signifikan dalam industri Pembangkit, Transmisi,
Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha berupa Power Swap Station (PSS).
39
Page 63
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
BAB V
ANALISA ASPEK TEKNIS
5.1. Bisnis TKDN
PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang IT yang pada
awalnya terjun di sektor Transportasi dalam hal penyediaan Transport Management Solutions dengan
fokus pada Safety and Monitoring Fleets dan menawarkan solusi tersebut kepada para produsen
kendaraan dan juga operator Transportasi. Kini perseroan menghadirkan solusi sistem dan platform dengan
menggabungkan teknologi terbaru yang akan membantu sektor transportasi lebih komprehensif, sekaligus
mendukung terwujudnya Smart City.
Solusi-solusi yang perseroan tawarkan meliputi:
• Smart Fleet Solutions (Solusi Sistem Manajemen Armada dan perangkat IoT termasuk Command
Center dan software pendukung)
• Electric Vehicle Dealership (Solusi kendaraan listrik untuk kebutuhan bisnis maupun personal)
• Fleet Rental Platform (Solusi penyewaan armada taksi EV yang dilengkapi perangkat & sistem
manajemen operasional)
• Smart Transport Infrastructure (Solusi perangkat pendukung dan sistem transportasi cerdas yang
terintegrasi)
• Digital Payment Ecosystem (Solusi sistem dan perangkat pendukung pembayaran nontunai).
Jangkauan market korporasi saat ini sudah menjalin kerjasama dengan berbagai operator bus nasional
yang menyediakan pelayanan transportasi umum di 13 kota besar di Indonesia dengan jumlah armada yang
sudah beroperasi sebanyak >3,000 unit, dan akan merambah terus ke kota-kota besar lainnya.
Pendapatan Perseroan berasal dari:
• Penjualan product TAM Fleet
• Layanan SaaS (subscription)
• Pendapatan atas penyedia layanan Solusi IT infrastruktur pendukung transportasi.
Pangsa Pasar TKDN mencakup:
• Armada-armada Bus Transportasi yang dijalankan oleh para Operator Bus dalam Kota, Bus Antar
Kota Antar Provinsi (AKAP) dan juga Bus Pariwisata
• Perusahaan Karoseri pembuat rangka badan Bus & Truck
• Perusahaan Truck Logistik barang umum dan Logistik B3
• Armada Truck angkutan barang pertambangan
• Instansi Pemerintahan dan Perusahaan Swasta yang berfokus pada program dan solusi ICT
(Information and Communications Technology).
5.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
• Bahan Baku Mentah
Kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah aktivitas usaha yang bergerak di bidang
pembangunan Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan
40
Page 64
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Usaha dimana perusahaan hanya akan mengoperasikan Power Swap Station (PSS) yang akan
dibangun, sehingga tidak terlibat dalam pengolahan bahan baku mentah.
• Teknologi yang Digunakan
Dalam penambahan kegiatan usaha yang bergerak di bidang pembangunan Pembangkit, Transmisi,
Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha berupa Power Swap Station
(PSS), tidak ada teknologi khusus yang dipersiapkan untuk menjalankan kegiatan usaha barunya,
karena perusahaan hanya akan mengoperasikan Power Swap Station (PSS) yang akan dibangun.
• Tenaga Ahli Profesional
Tenaga ahli mencerminkan pentingnya kontribusi dalam membawa pengetahuan mendalam dan
pengalaman praktis untuk menyediakan berbagai solusi bagi proyek yang sedang berjalan di Perseroan.
Bersumber dari manajemen Perseroan, beberapa tenaga ahli terkait penambahan kegiatan usaha
memiliki rincian riwayat hidup sebagai berikut:
41
Page 65
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
42
Page 66
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
43
Page 67
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
5.3. Proses Bisnis Penambahan KBLI
Gambar 5 - 1: Alur Operasional Kegiatan Usaha Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan, diolah
Setelah diumumkan sebagai pemenang tender, Perseroan akan segera membentuk dan menetapkan
tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh
perusahaan pelanggan dengan membentuk Tim. Tim terdiri dari Manajemen Proyek, Tim Rekayasa Proyek,
Tim Pengadaan, Tim Pelaksanaan, dan Kontrol dan Pengawas Proyek.
Tim Manajemen Proyek bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi internal untuk menyusun
program menyeluruh, prosedur komunikasi, strategi pengadaan barang, strategi pelaksanaan proyek,
rencana pelatihan operasi sistem dan urutan kerja yang dituangkan dalam jadwal dan sesuai waktu yang
telah disepakati. Kemudian Tim Rekayasa akan melakukan pengecekan hasil perhitungan, gambar, dan
dokumen lain yang setelah diverifikasi baru dapat diimplementasikan. Selanjutnya Tim Pengadaan Proyek
44
Page 68
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
yang bertanggung jawab memesan dan menerima proyek yang disepakati. Setelah pekerjaan Tim
Pengadaan Proyek selesai melaksanakan tugasnya, tim Pelaksana, melaksanakan bisnis tersebut.
Tim Kontrol dan Pengawasan diharuskan untuk selalu mendahulukan keselamatan dan kesehatan kerja
serta keamanan lingkungan, dengan tidak melupakan mutu/kualitas hasil pekerjaan. Selama masa kontrak,
pengawas proyek akan bertanggung jawab untuk selalu memonitor dan mengontrol kegiatan proyek.
Adapun Tim yang sudah dipersiapkan untuk Proyek Penambahan KBLI ini antara lain sebagai berikut:
Tabel 5 - 1: Tim Personil Proyek Penambahan KBLI
Jabatan Jumlah Personil
Project Manager (PM) 1
Project Control (PC) 3
PLC & HMI Engineer 3
Mechanical Engineer 5
Instrument & Control Engineer 3
Electrical Engineer 2
QA/QC 5
HSE man 5
Sumber : Manajemen Perseroan
5.4. Rencana Penambahan KBLI
• Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha
(KBLI 2020-35115)
Melalui penambahan KBLI ini, perusahaan berupaya merambah ke sektor Pembangkit, Transmisi,
Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha berupa Power Swap Station
(PSS).
Rencana pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
Perusahaan saat ini berupaya untuk memasuki sektor tenaga listrik, yang meliputi pengembangan Power
Swap Station (PSS) untuk penyaluran tenaga listrik melalui jaringan transmisi dan distribusi, serta
penjualan tenaga listrik langsung kepada konsumen akhir. Didorong oleh Pertumbuhan sektor bisnis dan
industri yang pesat dari penggunaan kendaraan Listrik terutama untuk transportasi publik, kebutuhan
akan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di berbagai wilayah meningkat tajam, sehingga membuka
peluang usaha yang signifikan bagi Perseroan.
Mempertegas komitmen terhadap masa depan yang berkelanjutan, terkait penambahan KBLI
Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha
(KBLI 2020-35115) , Perseroan memperluas cakupannya melalui Renewable Energy Solutions. Lini ini
akan berfokus pada inovasi dalam sektor transportasi dengan dua sub-bisnis utama. Melalui lini bisnis
ini, perusahaan tidak hanya mendukung program Net Zero Emission 2060, tetapi juga aktif membangun
ekosistem transportasi yang berkelanjutan dan inovatif di Indonesia.
45
Page 69
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
• Battery Electric Vehicle (BEV)
Battery Electric Vehicle (BEV) dengan skema Battery as a Service (BaaS), yang menawarkan solusi
praktis dan efisien melalui sistem penukaran baterai yang didukung oleh pembangunan ekosistem
strategis termasuk stasiun penukaran baterai.
• New Energy Vehicle (NEV)
Perseroan juga mengembangkan New Energy Vehicle (NEV), sebuah inisiatif untuk menjajaki dan
mengembangkan potensi inovasi energi terbarukan lainnya dalam industri transportasi, membuka
jalan bagi solusi mobilitas yang lebih bersih dan efisien di masa depan.
46
Page 70
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
BAB VI
ANALISA ASPEK POLA BISNIS
6.1 Keunggulan Kompetitif
Selama lebih dari satu dekade, Perseroan telah membangun reputasi sebagai penyedia solusi
terintegrasi dalam sistem layanan dan perangkat teknologi transportasi. Perseroan menghadirkan
kombinasi solusi sistem layanan transportasi dan manajemen armada yang didukung oleh teknologi
terkini, guna mendukung efisiensi dan kemudahan operasional bisnis di sektor transportasi.
Pada dasarnya Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang solusi sistem layanan
teknologi untuk transportasi yang dimana penambahan kegiatan usaha utama ini masih bersinergi
dengan bisnis Perseroan yang sedang berlangsung saat ini. Pengalaman jangka panjang di industri
eksiting selama ini dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi Perseroan dalam menjalankan kegiatan
bisnis dalam penambahan kegiatan usaha utama ini.
Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia memiliki
target yang ditetapkan pemerintah. Untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), seperti
mobil dan motor listrik, pemerintah menetapkan target TKDN minimal 40% sejak tahun 2019 untuk
roda dua dan 35% untuk roda empat, dengan target yang meningkat secara bertahap. Tahun 2022-
2029, target TKDN untuk kendaraan roda empat dinaikkan menjadi 40%, kemudian 60% pada tahun
2027-2029, dan 80% pada tahun 2030 dan seterusnya.
Kebijakan TKDN bertujuan untuk:
• Mendorong industri komponen dalam negeri.
• Membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
• Meningkatkan daya saing industri otomotif
Perseroan fokus pada solusi transportasi dan teknologi, dimana Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN) Perseroan akan mencakup penggunaan komponen dan teknologi lokal dalam solusi bisnis
yang ditawarkan seperti sistem manajemen transportasi dan sistem pemantauan armada.
2. Kualitas Produk
Perseroan meningkatkan kualitas produknya dengan fokus pada inovasi teknologi, efisiensi energi,
dan keselamatan publik, serta berkomitmen untuk menghadirkan solusi smart city yang terpadu.
Perseroan terus berinovasi dalam menyediakan solusi transportasi dan infrastruktur kota yang
modern, seperti sistem Intelligent Transportation System (ITS) yang terintegrasi.
Berikut beberapa poin penting terkait keunggulan kompetitif Perseroan dalam meningkatkan kualitas
produk:
• Inovasi Teknologi. Perseroan terus berinovasi dalam menyediakan solusi transportasi dan
infrastruktur kota yang modern, seperti sistem Intelligent Transportation System (ITS) yang
terintegrasi.
47
Page 71
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
• Efisiensi Energi. Smart PJU (Penerangan Jalan Umum) yang dikembangkan oleh Perseroan
menawarkan efisiensi energi hingga 80%, mengurangi biaya operasional dan perawatan hingga
50%.
• Keselamatan Publik. Smart PJU juga meningkatkan keselamatan dan keamanan publik melalui
penerangan yang lebih baik dan teknologi cerdas.
• Smart City Solution. Perseroan berkomitmen untuk memberikan solusi Smart City yang terpadu,
termasuk ITS dan Smart PJU, yang mendukung pengembangan kota cerdas dan berkelanjutan.
• Komitmen terhadap Pemangku Kepentingan. Perseroan berkomitmen untuk menghadirkan
inovasi yang relevan dan memberikan nilai lebih bagi pelanggan, sekaligus menetapkan standar
baru di industri.
Produk yang akan dikembangkan Perseroan saat ini belum ada di Indonesia. Namun Perseroan
berkomitmen untuk menjaga kualitas produk yang berkualitas tinggi.
3. Komitmen Layanan Kepuasan Pelanggan
Untuk meningkatkan komitmen layanan dan kepuasan pelanggan, Perseroan telah melakukan
beberapa langkah seperti memberikan pelatihan karyawan yang fokus pada layanan pelanggan,
mendengarkan dan menindaklanjuti umpan balik pelanggan, serta menciptakan pengalaman
pelanggan yang dipersonalisasi.
Beberapa hal yang dilakukan perseroan untuk dapat meningkatkan layanan kepuasan pelanggan:
a. Pelatihan Karyawan. Perseroan melatih karyawan dalam hal:
• Keterampilan Layanan Pelanggan tentang cara berinteraksi dengan pelanggan, menangani
keluhan, dan memberikan solusi yang efektif.
• Pengetahuan Produk. Perseroan memastikan karyawan memahami produk atau layanan yang
ditawarkan agar dapat memberikan informasi yang akurat dan membantu pelanggan.
• Komunikasi dengan cara meningkatkan kemampuan komunikasi karyawan, termasuk
kemampuan mendengarkan, menyampaikan informasi, dan menyelesaikan masalah.
b. Mendengarkan dan Menindaklanjuti Umpan Balik:
• Survey untuk mengumpulkan umpan balik pelanggan secara teratur.
• Review Online dengan memantau review online dan media sosial untuk memahami persepsi
pelanggan.
• Feedback Langsung dengan memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk memberikan
feedback secara langsung melalui berbagai saluran.
c. Penanganan Keluhan dengan menangani keluhan pelanggan dengan cepat dan efektif, dan
pastikan ada tindak lanjut yang jelas:
• Informasi Pelanggan dengan menggunakan data pelanggan untuk memahami kebutuhan dan
preferensi mereka
• Rekomendasi Produk dengan memberikan rekomendasi produk atau layanan yang relevan
dengan kebutuhan pelanggan.
• Penawaran Khusus dengan menawarkan penawaran khusus atau diskon kepada pelanggan
yang loyal
48
Page 72
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
6.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Industri infrastruktur transportasi ini adalah sektor yang sangat kompetitif, walaupun saat ini bisnis Power
Swap Station (PPS) untuk Transportasi Publik belum ada di Indonesia, namun kemungkinan akan
banyak perusahaan yang akan meniru produk dan menawarkan layanan yang memiliki keunggulan
kompetitif lain di seluruh Indonesia. Perseroan harus berinovasi dan menciptakan layanan dalam proyek
yang akan dikerjakan ini. Untuk itu, Perseroan berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik demi
menjaga kepuasan pelanggan.
Upaya mitigasi lain yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
• Meningkatkan kualitas produk dan layanan
• Terus melakukan penelitian, pengembangan, serta inovasi produk dan layanan
• Membangun dan memperkuat loyalitas pelanggan pada produk dan jasa Perseroan
6.3 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Dengan adanya penambahan Kode Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru, Perseroan
berkomitmen untuk memperluas kegiatan usahanya dalam sektor infrastruktur kendaraan listrik.
Perseroan memiliki kemampuan yang kuat untuk mengelola proyek Pembangunan infrastruktur
kendaraan listrik.
Dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan bertekad untuk mengambil bagian aktif
dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Melalui proyek ini, Perseroan akan menjawab
kebutuhan masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam melakukan semua kegiatan ini,
Perseroan akan tetap mengedepankan prinsip kualitas, keamanan, dan ketepatan waktu dalam setiap
proyek yang dikerjakan. Ini juga akan menjadi langkah strategis bagi Perseroan untuk memasuki
segmen-segmen pasar baru, sehingga memperkuat posisinya sebagai salah satu Perusahaan
terkemuka di Indonesia. Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat
menciptakan nilai yang diantaranya:
• Menambahan kegiatan usaha baru
Teknologi dalam kegiatan usaha infrastruktur kendaraan listrik akan memberikan dampak positif
terhadap potensi pasar yang berkelanjutan. Hal ini akan berdampak pada permintaan beragamnya
jasa infrastruktur kendaraan listrik sehingga Perseroan berpeluang untuk mengembangkan kegiatan
usahanya lebih luas lagi dengan mempertimbangkan permintaan yang berkesinambungan dari
pasar.
• Menambah sumber pendapatan baru
Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh Perseroan atas
penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga dapat menambah sumber pendapatan
baru bagi Perseroan.
• Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan menghasilkan laba
bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.
Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi Perseroan. Dengan
bertambahnya segmen usaha ini, Perseroan dalam kegiatan jasa infrastruktur kendaraan listrik,
49
Page 73
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Perseroan mengharapkan terciptanya suatu sinergi yang dapat memberikan kontribusi positif dengan
adanya penambahan KBLI tersebut. Rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan
Perseroan akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah investasi bagi
para pemegang saham Perseroan.
6.4 Analisa SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol
dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya dapat
disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.Dari faktor internal
bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal
berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).
Berikut adalah analisa SWOT Perseroan setelah penambahan Kegiatan Usaha:
1. Strengths
▪ Waktu Pengisian Sangat Cepat
Penukaran baterai hanya butuh 1–5 menit, jauh lebih cepat dibanding pengisian di SPKLU yang
bisa memakan waktu 30 menit hingga beberapa jam. Bahkan beberapa teknologi seperti CATL's
"Choco-Swap" dapat menukar baterai dalam 100 detik.
▪ Cocok untuk Kendaraan Operasional
Sangat ideal untuk kendaraan operasional, dan transportasi publik yang membutuhkan waktu henti
seminimal mungkin sehingga dapat Mengatasi Range Anxiety (Kecemasan Jarak Tempuh).
Dengan ketersediaan stasiun swap battery, pengemudi tidak perlu khawatir kehabisan daya di
tengah jalan atau mencari stasiun pengisian yang kosong. Mereka hanya perlu menukar baterai
kosong dengan yang sudah terisi penuh, memungkinkan perjalanan jarak jauh tanpa kendala
▪ Model Bisnis Fleksibel (Model Battery-as-a-Service).
Pengguna tidak perlu membeli baterai, cukup sewa atau berlangganan. Ini menurunkan harga
awal kendaraan dan meningkatkan adopsi EV sehingga Mengurangi Biaya Awal Kendaraan.
Harga kendaraan listrik seringkali tinggi karena biaya baterai yang mahal. Sistem swap battery
memungkinkan model bisnis "Battery-as-a-Service" (BaaS), di mana konsumen membeli
kendaraan tanpa baterai dan menyewa baterai sesuai kebutuhan. Ini secara signifikan mengurangi
biaya awal pembelian EV, membuatnya lebih terjangkau bagi operator armada
▪ Menghindari Masalah Degradasi Baterai.
Karena pengguna tidak memiliki baterai sendiri, risiko penurunan performa (degradasi) jadi
tanggung jawab operator, bukan pengguna akhir.
▪ Efisiensi Manajemen Energi.
Operator bisa mengatur pengisian baterai secara terjadwal (misalnya saat tarif listrik murah di
malam hari), sehingga lebih hemat biaya operasional.
▪ Pengelolaan Baterai Terpusat dan Terjamin
Dengan sistem swap battery, perawatan dan manajemen baterai menjadi tanggung jawab
penyedia layanan. Ini berarti baterai selalu dalam kondisi terawat, terupgrade, dan siap pakai,
50
Page 74
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
mengurangi risiko kerusakan atau penurunan performa yang bisa terjadi pada baterai yang dimiliki
sendiri. Hal ini juga membantu memastikan masa pakai baterai yang optimal karena pengisian
daya dapat diatur secara efaktor di stasiun swap
▪ Efisiensi Penggunaan Jaringan Listrik
Baterai dapat diisi di stasiun swap di luar jam sibuk (off-peak hours), mengoptimalkan penggunaan
jaringan listrik dan mengurangi beban puncak, yang pada akhirnya dapat membantu menekan
biaya operasional keseluruhan,
▪ Cocok untuk Kendaraan dengan Pola Penggunaan Intensif
Untuk kendaraan komersial yang membutuhkan operasional terus-menerus seperti taksi online,
armada pengiriman, atau bus kota, swap battery sangat ideal. Waktu henti yang singkat
memastikan kendaraan dapat kembali beroperasi dengan cepat, memaksimalkan pendapatan
▪ Skalabilitas Modular.
Swap station bisa dikembangkan secara bertahap, mulai dari beberapa slot baterai dulu, lalu
diperluas sesuai pertumbuhan permintaan.
▪ Data dan IoT Integration.
Sistem swap berbasis digital memungkinkan pelacakan kondisi baterai, perilaku pengguna, dan
optimalisasi operasional melalui big data dan IoT.
▪ Potensi Integrasi Ekosistem.
Bisa diintegrasikan dengan aplikasi mobile, sistem pembayaran digital, dan program loyalti
pelanggan yang meningkatkan user retention.
▪ Ramah Lingkungan dan Dukung Circular Economy.
Operator bertanggung jawab atas daur ulang dan pemeliharaan baterai, menciptakan sistem yang
lebih berkelanjutan dibanding model kepemilikan baterai pribadi.
2. Weakness
▪ Standarisasi Baterai yang Belum Umum.
Tidak semua kendaraan listrik menggunakan jenis baterai yang sama, membuat integrasi dan
skalabilitas menjadi tantangan besar.
▪ Kebutuhan Inventaris Baterai yang Banyak.
Harus memiliki stok baterai ekstra dalam jumlah signifikan agar proses penukaran berjalan cepat.
Ini meningkatkan beban modal (capital expenditure).
▪ Risiko Degradasi dan Manajemen Baterai.
Tantangan dalam memastikan kualitas dan umur pakai baterai tetap baik. Konsumen mungkin
khawatir menerima baterai yang sudah aus atau rusak.
▪ Logistik dan Operasional yang Kompleks.
Manajemen distribusi, penjadwalan pengisian ulang baterai, dan pengelolaan data sangat
kompleks dibanding stasiun pengisian biasa.
51
Page 75
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
▪ Skalabilitas Terbatas oleh OEM (Produsen Mobil/Motor)
Harus bekerja sama erat dengan produsen kendaraan agar sistem baterai mereka mendukung
swap. Jika tidak ada kerja sama, bisnis tidak bisa tumbuh.
▪ Kurangnya Infrastruktur Pendukung.
Seperti SPKLU, lokasi swap station harus punya akses daya listrik besar, tidak semua lokasi
memungkinkan.
▪ Ketergantungan pada Segmentasi Tertentu.
Saat ini, model bisnis battery swap umumnya diterapkan pada kendaraan roda dua atau taksi
listrik. Adopsi untuk kendaraan pribadi masih rendah.
▪ Masih Baru dan Minim Regulasi.
Kurangnya standar dan regulasi nasional yang jelas terkait battery swap, termasuk aspek
keamanan dan perlindungan konsumen.
3. Opportunities
▪ Pertumbuhan Kendaraan Listrik (EV).
Meningkatnya adopsi motor dan mobil listrik, terutama di segmen komuter dan logistik,
menciptakan permintaan besar untuk solusi pengisian cepat seperti battery swap.
▪ Minimnya Infrastruktur SPKLU
Keterbatasan SPKLU di banyak daerah membuat power swap jadi alternatif praktis yang
menghemat waktu dan tidak tergantung pada pengisian lambat.
▪ Dukungan Pemerintah
Pemerintah Indonesia mendorong transisi ke kendaraan listrik dengan berbagai insentif (subsidi,
PPnBM nol, insentif konversi motor bensin ke listrik) yang membuka peluang besar bagi solusi
alternatif seperti battery swap.
▪ Model Bisnis Langganan atau Sewa Baterai.
Battery swap membuka peluang untuk model bisnis baru: pelanggan hanya membeli kendaraan,
lalu menyewa baterai secara bulanan atau pay-per-swap.
▪ Solusi untuk Kendaraan Logistik & Ride-Hailing
Kendaraan operasional seperti taksi listrik sangat cocok menggunakan swap station karena
mengurangi downtime pengisian.
▪ Pengembangan Ekosistem EV Terintegrasi.
Swap station bisa diintegrasikan dengan aplikasi digital, loyalty program, dan pemantauan baterai
secara real-time, meningkatkan daya saing.
▪ Peluang Kolaborasi dengan OEM dan Pemerintah
Potensi kerja sama dengan produsen kendaraan listrik, pengelola transportasi publik, dan
pemerintah kota dalam proyek smart city atau green mobility.
▪ Efisiensi Operasional
52
Page 76
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Battery swap memungkinkan pengisian baterai dilakukan secara terpusat dan efisien, misalnya
dengan tarif listrik lebih murah (off-peak hour).
▪ Minimalkan “Range Anxiety”
Dengan swap station yang tersebar, pengguna tidak perlu takut kehabisan daya baterai saat
berkendara, karena proses swap bisa hanya 2–5 menit.
4. Threats
▪ Standarisasi Baterai Belum Terwujud. Tidak adanya standar baterai nasional atau global
menghambat interoperabilitas antar merek kendaraan listrik. Hal ini membatasi ekspansi dan
kolaborasi antar pelaku industri.
▪ Kompetisi dari SPKLU dan Teknologi Fast Charging.
Kemajuan teknologi fast charging (misalnya pengisian 80% dalam <15 menit) bisa membuat
battery swap menjadi kurang relevan atau tidak efisien secara biaya.
▪ Ketergantungan pada Kerja Sama OEM
Jika produsen kendaraan (OEM) tidak mendukung model battery swap, misalnya dengan desain
baterai tertanam permanen, maka model bisnis ini bisa gagal berkembang.
▪ Regulasi dan Kepastian Hukum yang Lemah
Belum adanya regulasi teknis, standar keselamatan, dan perlindungan konsumen yang jelas bisa
membuat operasional terhambat atau berisiko tinggi.
▪ Tingginya Biaya Perawatan dan Operasional
Sistem mekanik dan robotik untuk swap, serta manajemen baterai dan logistik yang kompleks,
membuat biaya operasional tinggi. Ini bisa menggerus margin bisnis.
▪ Risiko Kebakaran dan Keamanan
Penyimpanan baterai dalam jumlah besar di satu lokasi menimbulkan risiko kebakaran atau
kecelakaan, terutama jika tidak ditangani dengan sistem keamanan memadai.
▪ Disrupsi Teknologi Masa Depan
Kemajuan teknologi baru seperti baterai solid-state, wireless charging, atau ultra-fast charging bisa
membuat model battery swap menjadi usang dalam 5–10 tahun.
▪ Persaingan dengan Model Bisnis Sewa Baterai Langsung
Produsen bisa langsung menawarkan model "battery as a service" ke konsumen tanpa perlu
stasiun swap, misalnya dengan layanan home delivery baterai cadangan.
▪ Sulitnya Skalabilitas di Luar Perkotaan
Swap station butuh tempat, listrik besar, dan logistik yang baik. Di daerah terpencil atau luar kota,
pengembangan bisa mahal dan tidak efisien.
53
Page 77
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
BAB VII
ANALISIS ASPEK MODEL MANAJEMEN
7.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Untuk kelancaran dan keseimbangan dalam aktivitas Perusahaan dibutuhkan sumber daya manusia dengan
kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi
perusahaan. Perseroan telah memiliki sumber daya manusia berkualitas untuk manajemen Perusahaan
dengan latar belakang pendidikan serta penuh dengan pengalaman di bidang masing-masing yang
ditempatkan dalam posisi strategis Perusahaan. Latar pendidikan dan pengalaman personil tersebut telah
membantuk profesionalisme mereka dalam kemampuan atau skill individu yang berperan penting dalam
mengatuh dan menjaga harmonisasi Perusahaan.
Berikut susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Hingga 31 Desember 2024 beserta profil nya:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Budi Setiyadi
Komisaris : Drs. Thomson E Batubara
Komisaris Independen : Noerman Taufik
Dewan Direksi
Direktur Utama : David Santoso
Direktur : Rudy Budiman Setiawan
Direktur Yudhi Haryadi
Wendy Jolanda Waas
Sultan Satria
Karyawan merupakan aset penting bagi Perseroan, oleh karena itu Perseroan sangat memperhatikan
kesejahteraan karyawan dengan mematuhi regulasi yang berlaku dan memperhatikan keamanan serta
kenyamanan dalam bekerja. Perseroan menggunakan tenaga kerja yang sudah ada baik tenaga ahli, tenaga
produksi, tenaga sales & marketing dan tenaga finance & accounting untuk penambahan kegiatan usaha
baru, yang dialokasikan sesuai dengan kompleksitas proyek.
Jumlah karyawan yang dipekerjakan oleh Perseroan sampai 31 Desember 2024 mencapai 54 orang,
menurun dibandingkan karyawan yang dipekerjakan di tahun 2023 yang berjumlah 73 orang. Pada Tahun
2022 jumlah karyawan 58 orang.
Sepanjang tahun 2024, Perseroan terus berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing SDM
melalui berbagai program pengembangan kompetensi karyawan, khususnya melalui pelatihan internal yang
terstruktur dan berkelanjutan. Pelatihan internal difokuskan pada peningkatan keahlian teknis, manajerial,
serta soft skills yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri. Program ini dirancang untuk
membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan terkini agar dapat menghadapi tantangan
bisnis yang dinamis serta mendorong inovasi di lingkungan kerja.
54
Page 78
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Berikut Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan:
Tabel 7 - 1: Komposisi Karyawan berdasarkan Jenis Kelamin dan Latar Belakang Pendidikan
Berdasarkan Jenis Berdasarkan Latar
2024 2023 2022 2024 2023 2022
Kelamin Belakang Pendidikan
• Laki-laki 38 50 41 • Pasca Sarjana 5 6 5
• Sarjana 37 52 38
• Perempuan 16 23 17 • Diploma 4 8 6
• SMA dan Sederajat 8 7 9
Jumlah 54 73 58 Jumlah 54 73 58
Sumber: Manajemen Perseroan
7.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen setelah Adanya Penambahan KBLI
Dalam rencana penambahan KBLI baru ini diperlukan tenaga kerja yang berkompeten dibidangnya dalam
kaitannya dengan penambahan KBLI baru. Saat ini Perusahaan telah memiliki tenaga ahli yang dapat
mendukung kegiatan KBLI Baru tersebut, dimana tenaga ahli tersebut berkompeten dibidangnya. Dimana
sebelum adanya penambahan jumlah karyawan perusahaan sebanyak 54 orang dan setelah adanya
penambahan KBLI, Perseroan belum berencana menambah karyawan. Berikut Karyawan yang memiliki
kompetensi dibidangnya sesuai dengan Penambahan KBLI.
Adapun Managemen Team dan tenaga ahli Perseroan adalah sebagai berikut :
55
Page 79
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
7.3. Manajemen Hak Atas Kekayaan Intelektual
Manajemen HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) perusahaan adalah proses sistematis untuk mengelola
aset intelektual perusahaan agar memberikan perlindungan hukum, meningkatkan daya saing bisnis, dan
menciptakan nilai ekonomi dari hasil inovasi dan kreativitas perusahaan. Berikut adalah Manajemen HAKI
atas produk dan inovasi milik perseroan :
1. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073830 kelas 37 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktor
Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
2. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073832 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktor
Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
3. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073829 kelas 42 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktor
Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
4. Merek SANWEN dengan nomor pendaftaran IDM001073831 kelas 11 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 Agustus 2032 oleh Direktor
Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum danHak Asasi Manusia Republik Indonesia.
5. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110878 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
6. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110877 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
7. Merek TAM FLEET dengan nomor pendaftaran IDM001110876 kelas 41 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia..
8. Merek TAM SOLUTION dengan nomor pendaftaran IDM001110873 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
9. Merek T-AMO dengan nomor pendaftaran IDM00111069762 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
10. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069937 kelas 9 terkait perpanjangan waktu perlindungan
merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal Kekayaan
Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
11. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069767 kelas 39 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
12. Merek TAM dengan nomor pendaftaran IDM001069765 kelas 41 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 12 Juli 2032 oleh Direktor Jenderal
Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
13. Merek T-Mobo dengan nomor pendaftaran IDM00717980 kelas 9 terkait perpanjangan waktu
perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 19 April 2028 oleh Direktor Jenderal
Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
56
Page 80
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Sementara ini perseroan tidak/belum memiliki HAKI untuk kegiatan usaha baru
7.4. Peraturan Perundang-undangan yang Terkait
Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan proyek dan penambahan
kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
1. Undang-Undang Perseroan Terbatas No 40 Tahun 2007;
2. Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang
Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
3. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan atas PMK No.
231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan
Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan
Pelaporan Pajak Bagi Instansi Pemerintah.
4. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
5. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham
Perusahaan Terbuka.
6. Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan
Berusaha Berbasis Risiko.
7.5. Analisis Manajemen Risiko
Risiko adalah suatu peristiwa yang mungkin terjadi dan memiliki dampak terhadap aktivitas operasional
maupun target dari perusahaan. Untuk mengatasi ataupun meminimalkan risiko yang akan muncul, maka
perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen terhadap risiko yang dilaksanakan oleh semua pihak dalam
perusahaan, dimulai dengan proses identifikasi kejadian potensial yang mungkin muncul selama
operasional perusahaan hingga diperoleh berbagai strategi sebagai mitigasi risiko-risiko dari kejadian
potensial tersebut.
Kemungkinan risiko-risiko yang dapat terjadi selama operasional adalah sebagai berikut :
Risiko Ketersediaan Bahan Baku
Risiko yang mungkin timbul adalah terkait ketersediaan bahan baku dan sistem teknologi dari industri
infrastruktur kendaraan Listrik berupa swap baterai.
Risiko Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi yang berjalan semakin cepat seiring dengan perkembangan zaman dengan
semakin maraknya digitalisasi di berbagai sektor. Teknologi yang akan digunakan merupakan teknologi
yang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Pertumbuhan teknologi yang sangat cepat akan memiliki
pengaruh terhadap kebutuhan pasar, sehingga teknologi yang ada saat ini dapat ditinggalkan oleh pasar
karena kehadiran teknologi yang lebih baru.
Risiko Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, salah satu aset penting bagi Perseroan adalah Sumber Daya
Manusia (SDM) terutama karyawan yang memiliki kompetensi dalam bidang pelayanan usaha ini. Apabila
57
Page 81
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
terjadi tingkat pergantian staf profesional yang tinggi, maka dapat berdampak negatif terhadap rencana
pertumbuhan agresif perusahaan untuk menjadi pemimpin pasar.
Risiko Atas Reputasi Perseroan
Risiko reputasi dapat timbul apabila pelanggan merasa tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Apabila
persepsi publik atas produk dan layanan Perseroan tidak memberikan hasil usaha yang memuaskan, maka
hal ini dapat merusak reputasi Perseroan, menurunkan nilai dari brand Perseroan,
mengurangi kepercayaan dan kredibilitas yang telah dibangun Perseroan dan menimbulkan dampak negatif
terhadap kemampuan Perseroan untuk menarik pelanggan baru atau mempertahankan pelanggan yang
telah ada.
Risiko Persaingan
Risiko Persaingan adalah adanya pesaing yang dapat mewujudkan kebutuhan pelanggan sesuai dengan
tujuan utama pelanggan dalam menggunakan teknologi informasi. Apabila Perseroan tidak dapat bersaing
secara flexible dalam memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
tersebut, maka hal ini dapat memberi dampak negatif bagi penetrasi pangsa pasar Perseroan dalam industri
terkait
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko Perseroan terjadinya kerugian keuangan yang disebabkan oleh ketidakmampuan
counterparty untuk memenuhi liabilitas kontraktualnya
Risiko Likuiditas
Melalui kegiatan operasi dan sumber dana yang ada, Perseroan dapat memenuhi seluruh liabilitas
keuangannya pada saat jatuh tempo, karena Perseroan memiliki aset keuangan yang likuid dan tersedia
untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya
Risiko Perizinan
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan diharuskan untuk memiliki lisensi dan penerbitan izin
tertentu yang validitasnya harus diperbarui secara berkelanjutan dan Perseroan harus patuh dengan
persyaratan tersebut
Risiko Kebijakan Pemerintah
Regulasi yang belum jelas mengenai industri infrastruktur kendaraan listrik berupa swap battery dapat
menghambat pengembangan infrastruktur dan adopsi kendaraan listrik.
Risiko Gugatan Hukum
Perseroan dapat terlibat dalam sengketa dan proses hukum dalam menjalankan kegiatan usahanya,
termasuk yang berhubungan dengan produk Perseroan, klaim dari pelanggan, sengketa perjanjian, atau
sengketa lainnya yang dapat memiliki dampak material dan merugikan terhadap reputasi,
operasional, dan kondisi keuangan Perseroan
Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang- Undangan yang Berlaku
58
Page 82
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Risiko kepatuhan adalah risiko akibat Perseroan tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan
perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Pelanggaran terhadap ketentuan regulator dan/atau
keterlambatan dalam pelaporan akan menyebabkan dikenakannya denda yang cukup besar terhadap
Perseroan atau dibatasinya kegiatan usaha Perseroan atau turunnya reputasi Perseroan yang akan
berpengaruh secara negatif terhadap kinerja Perseroan
Risiko Standarisasi Keselamatan
Peraturan keselamatan yang ketat diperlukan untuk mencegah risiko kebakaran, sengatan listrik, dan
kerusakan baterai.
Risiko Perekonomian Secara Makro atau Global
Perubahan kondisi ekonomi adalah suatu hal yang lazim dalam dinamika perekonomian nasional dan global,
dimana suatu negara memiliki kecenderungan tren siklus bisnis yang naik atau turun.
7.6. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Melihat pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan
mampu dalam membentuk serta menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai
dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan pelanggan. Dalam implementasinya, Perseroan mampu
membentuk Tim Manajemen Proyek yang terorganisir agar pekerjaan terstruktur dengan hasil yang baik
dan memuaskan pelanggan.
Berdasarkan kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan yang sukses dalam menjalankan proyek-
proyek yang telah diselesaikan sebelumnya, ditambah dengan ketersediaan tim yang terorganisir,
menunjukkan bahwa manajemen Perseroan akan mampu menjalankan kegiatan usaha baru yakni aktivitas
usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha Dalam
Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020-35115) karena memiliki kapasitas kemampuan yang akan memberikan
hasil yang baik dan memuaskan.
7.7. Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Berikut adalah struktur organisasi Perseroan adalah sebagai berikut:
59
Page 83
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Gambar 7 - 1: Struktur Organisasi
Sumber : Manajemen Perseroan
Saat ini, Perseroan telah memiliki komisaris dan direksi yang cukup memadai untuk mendukung kegiatan
usaha barunya yaitu aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik
Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020-35115) berupa Power Swap Station (PSS). Perseroan telah
memperhatikan dan mempertimbangkan susunan manajemen yang lengkap dengan adanya pembagian
konsentrasi manajerial di bidang utama yaitu Chief Corporate Officer (CCO), Chief Sales & Operations
Officer (CSOO), Chief Technologi Officer (CTO) dan Chief Financal Officer (CFO). Menurut keterangan
manajemen, pada penambahan kegiatan usaha baru sampai saat ini belum ada perubahan/penambahan
struktur organisasi. Tetapi, mengoptimalkan dengan struktur yang ada.
60
Page 84
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
BAB VIII
ANALISIS KELAYAKAN USAHA
8.1. Asumsi-asumsi Proyeksi Keuangan
Berikut disajikan proyeksi laba rugi rencana aktivitas usaha Pembangkit, Transmisi, Distribusi dan
Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020-35115) berupa Power Swap Station
(PSS).
Tabel 8 - 1: Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam Rupiah Penuh)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan 214.626.680.000 252.732.962.880 295.699.107.462 344.862.514.492 421.202.683.001
Beban Pokok Penjualan -136.254.787.806 -151.994.708.651 -172.868.006.275 -199.915.638.548 -236.800.329.218
LABA (RUGI) KOTOR 78.371.892.194 100.738.254.229 122.831.101.186 144.946.875.944 184.402.353.783
BEBAN USAHA
Beban Penjualan -10.147.887.360 -15.909.037.138 -19.434.153.358 -22.002.449.423 -26.798.632.762
Beban Umum dan Administrasi -44.120.623.040 -47.869.658.588 -52.502.504.281 -57.556.476.076 -61.852.058.403
Beban Keuangan -3.000.000.000 -3.000.000.000 -3.000.000.000 0 0
Beban lain-lain - Neto -7.912.832.143 -8.704.115.358 -9.574.526.894 -10.531.979.583 -11.585.177.541
Laba Sebelum (Beban) Manfaat
Pajak Penghasilan 13.190.549.650 25.255.443.145 38.319.916.654 54.855.970.863 84.166.485.077
(Beban) Manfaat Pajak
Penghasilan Kini -2.901.920.923 -5.556.197.492 -8.430.381.664 -12.068.313.590 -18.516.626.717
(Beban) Manfaat Pajak
Penghasilan Tangguhan 0 0 0 0 0
LABA (RUGI) BERSIH 10.288.628.727 19.699.245.653 29.889.534.990 42.787.657.273 65.649.858.360
Tabel 8 - 2: Proyeksi Laba Rugi tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam Rupiah Penuh)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan 195.151.680.000 212.910.482.880 234.627.352.134 261.609.497.629 293.525.856.340
Beban Pokok Penjualan -113.394.427.806 -118.593.056.411 -128.458.475.293 -144.016.028.445 -157.916.910.711
LABA (RUGI) KOTOR 81.757.252.194 94.317.426.469 106.168.876.841 117.593.469.184 135.608.945.629
BEBAN USAHA
Beban Penjualan -10.147.887.360 -15.909.037.138 -19.434.153.358 -22.002.449.423 -26.798.632.762
Beban Umum dan Administrasi -44.120.623.040 -47.869.658.588 -52.502.504.281 -57.556.476.076 -61.852.058.403
Beban Keuangan -3.000.000.000 -3.000.000.000 -3.000.000.000 0 0
Beban lain-lain - Neto -7.912.832.143 -8.704.115.358 -9.574.526.894 -10.531.979.583 -11.585.177.541
Laba Sebelum (Beban) Manfaat
Pajak Penghasilan 16.575.909.650 18.834.615.385 21.657.692.308 27.502.564.103 35.373.076.923
(Beban) Manfaat Pajak
Penghasilan Kini -3.646.700.123 -4.143.615.385 -4.764.692.308 -6.050.564.103 -7.782.076.923
(Beban) Manfaat Pajak
Penghasilan Tangguhan 0 0 0 0 0
LABA (RUGI) BERSIH 12.929.209.527 14.691.000.000 16.893.000.000 21.452.000.000 27.591.000.000
8.2. Proyeksi Posisi Keuangan
Tabel 8 - 3: Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam Rupiah Penuh)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 60.169.229.753 5.788.805.340 48.817.268.438 115.225.704.766 197.838.484.426
61
Page 85
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2025 2026 2027 2028 2029
Piutang usaha pihak ketiga 52.921.647.123 62.317.716.875 72.912.108.689 85.034.592.615 103.858.195.809
Piutang lain-lain pihak ketiga 531.243.613 625.564.223 731.913.955 853.603.141 1.042.560.204
Piutang lain-lain pihak berelasi 1.149.979.590 1.354.154.800 1.584.369.373 1.847.789.161 2.256.823.283
Persediaan 15.790.973.408 18.594.610.400 21.755.807.538 25.372.962.931 30.989.625.178
Pajak dibayar dimuka 1.957.933.945 2.305.558.875 2.697.517.941 3.146.011.592 3.842.425.511
Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga 8.895.322.658 10.474.658.841 12.255.414.707 14.293.019.577 17.456.980.510
Aset Lancar Lainnya 222.212.390 261.665.491 306.150.220 357.051.246 436.089.562
Total aset lancar 141.638.542.480 101.722.734.845 161.060.550.861 246.130.735.029 357.721.184.483
Aset tidak lancar
Aset Pajak Tangguhan 1.112.241.143 1.112.241.143 1.112.241.143 1.112.241.143 1.112.241.143
Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga 12.579.144.855 14.812.531.926 17.330.752.664 20.212.191.349 24.686.444.214
Uang Muka Pembelian Pihak berelasi 14.423.307.908 16.984.120.251 19.871.524.244 23.175.395.680 28.305.595.505
Investasi Pada Entitas Asosiasi 1.828.380.712 1.828.380.712 1.828.380.712 1.828.380.712 1.828.380.712
Aset Hak-Guna 58.666.663 58.666.663 58.666.663 58.666.663 58.666.663
Aset Takberwujud 59.068.550.459 127.753.294.964 105.015.054.810 82.276.814.655 59.538.574.500
Aset tetap 89.570.161.094 76.981.041.839 64.816.130.931 51.945.938.260 39.075.745.589
Properti Investasi 7.757.861.902 7.701.292.853 7.644.723.804 7.588.154.755 7.531.585.706
Total aset tidak lancar 186.398.314.736 247.231.570.351 217.677.474.971 188.197.783.217 162.137.234.032
TOTAL ASET 328.036.857.215 348.954.305.196 378.738.025.831 434.328.518.246 519.858.418.514
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman Bank Jangka Pendek 18.705.203.861 8.864.218.238 0 0 0
Utang Usaha Pihak Ketiga 35.281.098.082 41.545.144.583 48.608.072.459 56.689.728.410 69.238.797.206
Utang Lain-lain pihak ketiga 17.640.549.041 20.772.572.292 24.304.036.230 28.344.864.205 34.619.398.603
Liabilitas Kontrak Pihak ketiga 688.597.288 810.855.541 948.705.927 1.106.439.293 1.351.365.194
Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi 116.223.654 136.858.794 160.125.623 186.748.366 228.087.743
Biaya Masih Harus dibayar 2.165.305.248 2.549.748.292 2.983.221.048 3.479.216.155 4.249.389.591
Utang Pajak 5.008.322.180 5.008.322.180 5.008.322.180 5.008.322.180 5.008.322.180
Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
0 1.135.781.762 0 0 0
Pinjaman Bank
Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
0 159.014.377 0 0 0
Pinjaman Lembaga Keuangan
Total Liabilitas Jangka Pendek 79.605.299.354 80.982.516.058 82.012.483.466 94.815.318.608 114.695.360.516
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
16.137.812.492 16.137.812.492 15.002.030.730 15.002.030.730 15.002.030.730
Jangka Pendek : Pinjaman Bank
Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
159.014.377 0 0 0 0
Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2.104.852.735 2.104.852.735 2.104.852.735 2.104.852.735 2.104.852.735
Total Liabilitas jangka panjang 18.401.679.604 18.242.665.227 17.106.883.465 17.106.883.465 17.106.883.465
TOTAL LIABILITAS 98.006.978.958 99.225.181.285 99.119.366.931 111.922.202.073 131.802.243.981
EKUITAS
Modal Saham 59.000.000.000 59.000.000.000 59.000.000.000 59.000.000.000 59.000.000.000
Tambahan Modal Disetor 114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867
Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan
325.202.750 325.202.750 325.202.750 325.202.750 325.202.750
Waran
Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya 50.380.663.604 70.079.909.257 99.969.444.247 142.757.101.520 208.406.959.880
Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya 0 0 0 0 0
62
Page 86
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2025 2026 2027 2028 2029
Penghasilan Komprehensif Lain 0 0 0 0 0
Kepentingan Non-pengendali 5.470.587.036 5.470.587.036 5.470.587.036 5.470.587.036 5.470.587.036
TOTAL EKUITAS 230.029.878.257 249.729.123.910 279.618.658.900 322.406.316.173 388.056.174.533
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 328.036.857.215 348.954.305.196 378.738.025.831 434.328.518.246 519.858.418.514
Tabel 8 - 4: Proyeksi Posisi Keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam Rupiah Penuh)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 113.874.103.936 47.896.920.444 71.561.260.089 110.494.771.911 154.358.482.980
Piutang usaha pihak ketiga 48.119.592.329 52.498.475.231 57.853.319.704 64.506.451.470 72.376.238.550
Piutang lain-lain pihak ketiga 483.039.124 526.995.685 580.749.245 647.535.408 726.534.728
Piutang lain-lain pihak berelasi 1.045.631.647 1.140.784.127 1.257.144.108 1.401.715.681 1.572.724.994
Persediaan 14.358.117.031 15.664.705.680 17.262.505.660 19.247.693.811 21.595.912.455
Pajak dibayar dimuka 1.780.273.070 1.942.277.920 2.140.390.268 2.386.535.148 2.677.692.437
Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga 8.088.170.403 8.824.193.909 9.724.261.688 10.842.551.782 12.165.343.100
Aset Lancar Lainnya 202.049.071 220.435.536 242.919.961 270.855.756 303.900.158
Total aset lancar 187.950.976.611 128.714.788.532 160.622.550.723 209.798.110.967 265.776.829.401
Aset tidak lancar
Aset Pajak Tangguhan 1.112.241.143 1.112.241.143 1.112.241.143 1.112.241.143 1.112.241.143
Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga 11.437.726.434 12.478.559.540 13.751.372.613 15.332.780.463 17.203.379.680
Uang Muka Pembelian Pihak berelasi 13.114.552.065 14.307.976.303 15.767.389.886 17.580.639.723 19.725.477.769
Investasi Pada Entitas Asosiasi 1.828.380.712 1.828.380.712 1.828.380.712 1.828.380.712 1.828.380.712
Aset Hak-Guna 58.666.663 58.666.663 58.666.663 58.666.663 58.666.663
Aset Takberwujud 59.068.550.459 127.753.294.964 105.015.054.810 82.276.814.655 59.538.574.500
Aset tetap 43.276.921.094 42.261.111.839 41.669.510.931 40.372.628.260 39.075.745.589
Properti Investasi 7.757.861.902 7.701.292.853 7.644.723.804 7.588.154.755 7.531.585.706
Total aset tidak lancar 137.654.900.472 207.501.524.017 186.847.340.561 166.150.306.374 146.074.051.762
TOTAL ASET 325.605.877.083 336.216.312.549 347.469.891.284 375.948.417.341 411.850.881.163
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman Bank Jangka Pendek 18.705.203.861 8.864.218.238 0 0 0
Utang Usaha Pihak Ketiga 32.079.728.219 34.998.983.487 38.568.879.803 43.004.300.980 48.250.825.700
Utang Lain-lain pihak ketiga 16.039.864.110 17.499.491.744 19.284.439.901 21.502.150.490 24.125.412.850
Liabilitas Kontrak Pihak ketiga 626.114.691 683.091.128 752.766.423 839.334.562 941.733.379
Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi 105.677.642 115.294.307 127.054.327 141.665.574 158.948.774
Biaya Masih Harus dibayar 1.968.827.719 2.147.991.041 2.367.086.128 2.639.301.032 2.961.295.758
Utang Pajak 5.008.322.180 5.008.322.180 5.008.322.180 5.008.322.180 5.008.322.180
Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
0 1.135.781.762 0 0 0
Pinjaman Bank
Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
0 159.014.377 0 0 0
Pinjaman Lembaga Keuangan
Total Liabilitas Jangka Pendek 74.533.738.422 70.612.188.265 66.108.548.762 73.135.074.819 81.446.538.641
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
16.137.812.492 16.137.812.492 15.002.030.730 15.002.030.730 15.002.030.730
Jangka Pendek : Pinjaman Bank
63
Page 87
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2025 2026 2027 2028 2029
Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
159.014.377 0 0 0 0
Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2.104.852.735 2.104.852.735 2.104.852.735 2.104.852.735 2.104.852.735
Total Liabilitas jangka panjang 18.401.679.604 18.242.665.227 17.106.883.465 17.106.883.465 17.106.883.465
TOTAL LIABILITAS 92.935.418.026 88.854.853.492 83.215.432.227 90.241.958.284 98.553.422.106
EKUITAS
Modal Saham 59.000.000.000 59.000.000.000 59.000.000.000 59.000.000.000 59.000.000.000
Tambahan Modal Disetor 114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867 114.853.424.867
Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan
325.202.750 325.202.750 325.202.750 325.202.750 325.202.750
Waran
Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya 53.021.244.404 67.712.244.404 84.605.244.404 106.057.244.404 133.648.244.404
Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya 0 0 0 0 0
Penghasilan Komprehensif Lain 0 0 0 0 0
Kepentingan Non-pengendali 5.470.587.036 5.470.587.036 5.470.587.036 5.470.587.036 5.470.587.036
TOTAL EKUITAS 232.670.459.057 247.361.459.057 264.254.459.057 285.706.459.057 313.297.459.057
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 325.605.877.083 336.216.312.549 347.469.891.284 375.948.417.341 411.850.881.163
8.3. Incremental Laporan Laba Rugi
Tabel 8 - 5: Proyeksi Laba Rugi
(Dalam Rupiah Penuh)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan 19.475.000.000 39.822.480.000 61.071.755.328 83.253.016.863 127.676.826.661
Beban Pokok Penjualan -22.860.360.000 -33.401.652.240 -44.409.530.982 -55.899.610.103 -78.883.418.507
LABA (RUGI) KOTOR -3.385.360.000 6.420.827.760 16.662.224.346 27.353.406.760 48.793.408.154
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 0 0 0 0 0
Beban Umum dan Administrasi 0 0 0 0 0
Beban Keuangan 0 0 0 0 0
Beban lain-lain - Neto 0 0 0 0 0
Laba Sebelum (Beban) Manfaat
Pajak Penghasilan -3.385.360.000 6.420.827.760 16.662.224.346 27.353.406.760 48.793.408.154
(Beban) Manfaat Pajak
Penghasilan Kini 744.779.200 -1.412.582.107 -3.665.689.356 -6.017.749.487 -10.734.549.794
(Beban) Manfaat Pajak
Penghasilan Tangguhan 0 0 0 0 0
LABA (RUGI) BERSIH -2.640.580.800 5.008.245.653 12.996.534.990 21.335.657.273 38.058.858.360
Tabel 8 - 6: Proyeksi Posisi Keuangan
(Dalam Rupiah Penuh)
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas -53.704.874.183 -42.108.115.104 -22.743.991.651 4.730.932.855 43.480.001.446
Piutang usaha pihak ketiga 4.802.054.795 9.819.241.644 15.058.788.985 20.528.141.144 31.481.957.259
Piutang lain-lain pihak ketiga 48.204.489 98.568.538 151.164.711 206.067.733 316.025.476
Piutang lain-lain pihak berelasi 104.347.943 213.370.673 327.225.265 446.073.481 684.098.290
Persediaan 1.432.856.377 2.929.904.720 4.493.301.878 6.125.269.120 9.393.712.723
Pajak dibayar dimuka 177.660.874 363.280.955 557.127.673 759.476.444 1.164.733.074
Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga 807.152.255 1.650.464.931 2.531.153.018 3.450.467.795 5.291.637.410
Aset Lancar Lainnya 20.163.319 41.229.955 63.230.260 86.195.490 132.189.403
64
Page 88
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
2025 2026 2027 2028 2029
Total aset lancar -46.312.434.131 -26.992.053.687 438.000.138 36.332.624.062 91.944.355.082
Aset tidak lancar
Aset Pajak Tangguhan 0 0 0 0 0
Uang Muka Pembelian Pihak Ketiga 1.141.418.420 2.333.972.386 3.579.380.051 4.879.410.885 7.483.064.534
Uang Muka Pembelian Pihak berelasi 1.308.755.843 2.676.143.948 4.104.134.358 5.594.755.957 8.580.117.736
Investasi Pada Entitas Asosiasi 0 0 0 0 0
Aset Hak-Guna 0 0 0 0 0
Aset Takberwujud 0 0 0 0 0
Aset tetap 46.293.240.000 34.719.930.000 23.146.620.000 11.573.310.000 0
Properti Investasi 0 0 0 0 0
Total aset tidak lancar 48.743.414.263 39.730.046.334 30.830.134.409 22.047.476.843 16.063.182.270
TOTAL ASET 2.430.980.132 12.737.992.647 31.268.134.547 58.380.100.905 108.007.537.352
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman Bank Jangka Pendek 0 0 0 0 0
Utang Usaha Pihak Ketiga 3.201.369.863 6.546.161.096 10.039.192.657 13.685.427.430 20.987.971.506
Utang Lain-lain pihak ketiga 1.600.684.932 3.273.080.548 5.019.596.328 6.842.713.715 10.493.985.753
Liabilitas Kontrak Pihak ketiga 62.482.596 127.764.413 195.939.503 267.104.731 409.631.815
Liabilitas Kontrak Pihak Berelasi 10.546.013 21.564.487 33.071.297 45.082.791 69.138.969
Biaya Masih Harus dibayar 196.477.529 401.757.251 616.134.920 839.915.123 1.288.093.832
Utang Pajak 0 0 0 0 0
Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
Pinjaman Bank 0 0 0 0 0
Utang Jangka Panjang - bagian jangka pendek :
Pinjaman Lembaga Keuangan 0 0 0 0 0
Total Liabilitas Jangka Pendek 5.071.560.932 10.370.327.794 15.903.934.705 21.680.243.790 33.248.821.876
Liabilitas Jangka Panjang
Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
Jangka Pendek : Pinjaman Bank 0 0 0 0 0
Utang Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
Jangka Pendek : Pinjaman Lembaga Keuangan 0 0 0 0 0
Liabilitas Imbalan Pascakerja 0 0 0 0 0
Total Liabilitas jangka panjang 0 0 0 0 0
TOTAL LIABILITAS 5.071.560.932 10.370.327.794 15.903.934.705 21.680.243.790 33.248.821.876
EKUITAS 0 0 0 0 0
Modal Saham 0 0 0 0 0
Tambahan Modal Disetor 0 0 0 0 0
Uang Muka Setoran Modal dari Pelaksanaan
Waran 0 0 0 0 0
Saldo Laba Telah ditentukan Penggunaannya -2.640.580.800 2.367.664.853 15.364.199.843 36.699.857.116 74.758.715.476
Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya 0 0 0 0 0
Penghasilan Komprehensif Lain 0 0 0 0 0
Kepentingan Non-pengendali 0 0 0 0 0
TOTAL EKUITAS -2.640.580.800 2.367.664.853 15.364.199.843 36.699.857.116 74.758.715.476
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 2.430.980.132 12.737.992.647 31.268.134.547 58.380.100.905 108.007.537.352
65
Page 89
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
8.4. Cut Off Date dalam Analisis Studi Kelayakan
Dalam melakukan Analisis Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami menggunakan cut off date
31 Desember 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan Usaha.
8.5. Penetapan Tingkat Diskonto
Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM).
Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium unutk menutup risiko
sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf) Ke = Rf + ß Rp
Di mana :
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß = risiko sistimatis
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = selisih antara Rm dengan Rf
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat
bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal Studi Kelayakan yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2024, maka instrumen bebas
risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang dikeluarkan oleh
Pemerintah, yaitu Government Bond dalam mata uang rupiah yang bersumber dari S&P Capital IQ dengan
tenor 30 tahun adalah sebesar 7,18%, maka yield tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
risiko (Rf). Menurut kami Government Bond dalam mata uang rupiah yang bersumber dari S&P Capital IQ
dengan tenor 30 tahun dapat merefleksikan secara wajar tingkat balikan investasi bebas risiko (Rf) jangka
panjang untuk Objek Studi Kelayakan dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
risiko (Rf).
Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan premi
untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan
base equity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang
mengakomodasi perubahan- perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang
(emerging market).
Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan hasil riset/studi terkini dari Aswath Damodaran 1
Januari 2025 yang memprediksi bahwa risk premium untuk pasar negara berkembang (emerging market)
seperti Indonesia adalah 6,87% dengan Country Default Spread sebesar 1,89%.
ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap pengembalian pasar
saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau IHSG). Untuk TKDN kami
66
Page 90
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang terdapat di Bursa Efek Indonesia.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung
cost of equity TKDN, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk
menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang
sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu
pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :
𝛽𝐿
𝛽𝑢 =
(1 + (1 − 𝑇)𝑥𝐷𝐸𝑅
T = Tarif Pajak Penghasilan Badan
DER = Debt to equity ratio
βL = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif
dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian
portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang
βu = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian
portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut:
Tabel 8 - 7: Beta Perusahaan Pembanding
Nama Perusahaan Ticker Beta Unlevered
PT. Indika Energy Tbk INDY 0,83
Jiangsu Xinri E-Vehicle Co., Ltd. 603787 1,23
RAC Electric Vehicles Inc. 2237 0,47
PT. Arkora Hydro Tbk ARKO 1,01
China Datang Corporation Renewable Power Co., Limited 1798 0,09
Shenzhen Desay Battery Technology Co., Ltd. 49 0,80
Guangdong Lvtong New Energy Electric Vehicle Technology
301322 1,74
Co., LTD
ATP 30 Public Company Limited ATP30 0,80
Zhejiang Taotao Vehicles Co., Ltd. 301345 1,11
Average 0,90
Selanjutnya rata-rata beta unlevered perusahaan pembanding yang diperoleh yaitu sebesar 0,90
kemudian di-levered-kan kembali dengan menggunakan tingkat leverage (DER) market yaitu sebesar
130,92% dengan formula sebagai berikut:
𝛽𝐿 = 𝛽𝑢 × (1 + (1 − 𝑇)𝑥𝐷𝐸𝑅)
67
Page 91
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Dengan persamaan tersebut diatas dan berdasarkan rata-rata beta unlevered dari perusahaan
pembanding yaitu sebesar 0,90, dengan tarif pajak sebesar 22% dan DER sebesar 130,92 % maka
diperoleh beta levered perusahaan sebesar 1,81.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas adalah
Tabel 8 - 8: Cost of Equity
Keterangan Jumlah
Risk Free Rate (Rf) 7,18%
Equity Risk Premium (Rpm) 6,87%
CDS 1,89%
β (Beta) 1,81
Cost of Equity 16,22%
Sumber: Data Olahan
Berdasarkan perhitungan diatas, maka Cost Of Equity yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini adalah
16,22%, menurut kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.
Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC)
Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm),
maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya
modal, baik yang berasal dari kreditur (pinjaman) maupun yang berasal dari (investor) penyertaan.
Dalam Studi Kelayakan ini, untuk biaya utang bunga bank menggunakan suku bunga pinjaman investasi
yang diberikan pada Bank Persero dalam mata uang Rupiah per 31 Desember 2024 yang bersumber dari
pinjaman Bank Indonesia sebesar 9,18%.
Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan DER market sebesar 130,92%. Berikut adalah perhitungan
WACC per 31 Desember 2024
Tabel 8 - 9: Biaya Modal Rata – Rata Tertimbang
Keterangan Biaya Modal Komposisi Tertimbang
Cost of Debt 7,16% 56,69% 4,06%
Cost of Equity 16,22% 43,31% 7,02%
Weighted Average Cost of Capital 11,08%
Sumber: Data Olahan
Berdasarkan perhitungan diatas, maka WACC yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini adalah
11,08%, menurut kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.
8.6. Analisis Kelayakan Proyek
Analsia kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingkan antara pengorbanan ekonomis yang
dilakukan TKDN dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas usaha Pembangkit,
Transmisi, Distribusi dan Penjualan Tenaga Listrik Dalam Satu Kesatuan Usaha (KBLI 2020-35115).
Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi dimasa
mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari selisih dari Free Cash Flow To Firm TKDN
sebelum penambahan, dengan Free Cash Flow To Firm setelah penambahan.
68
Page 92
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Tabel 8 - 10: Proyeksi Laba Rugi
(Dalam Rupiah Penuh)
Present Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Deskripsi
31 Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Laba bersih -2.640.580.800 5.008.245.653 12.996.534.990 21.335.657.273 38.058.858.360
Add: beban bukan tunai 11.573.310.000 11.573.310.000 11.573.310.000 11.573.310.000 11.573.310.000
Add : Biaya bunga * (1-T) 0 0 0 0 0
Capital Expenditure -57.866.550.000 0 0 0 0
Perubahan Modal Kerja Bersih -4.771.053.383 -4.984.796.574 -5.205.721.537 -5.434.042.767 -10.883.099.769
Jumlah Prooceds -53.704.874.183 11.596.759.079 19.364.123.453 27.474.924.506 38.749.068.591
Terminal Value 1,2% 393.715.510.170
Periode proyeksi (Tahun) 1 2 3 4 5
Discount Factor (WACC) 11,08% 0,900 0,810 0,730 0,657 0,591
Jumlah Free Cash Flow -53.704.874.183 11.596.759.079 19.364.123.453 27.474.924.506 432.464.578.761
Present Value -48.347.099.229 9.398.316.621 14.127.587.259 18.045.269.894 255.702.005.861
Analisis Kelayakan Incremental
1. NPV 248.926.080.406
2. IRR 27,351%
3. Profitability Index (PI) 4,30
4. Payback Period 4 Tahun 1 Bulan
Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi
yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :
▪ Net Present Value (NPV) : Rp 248.926.080.406,-
▪ Internal Rate of Return (IRR) : 27,351%
▪ Profitability Index (PI) : 4,30
▪ Payback Period (PP) : 4 Tahun 1 Bulan
Analisis Net Present Value (NPV)
Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha ini,
Hasil perhitungan NPV pada discount rate 11,08% menunjukkan nilai "Positif" sebesar Rp248.926.080.406
dengan demikian proyek ini Layak dan Menguntungkan.
Analisis Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat balikan suatu investasi dimana pada saat itu Net Present Value
adalah 0 (Nol). Suatu Investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila nilai IRR
lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisa Internal Rate of Return (IRR) pada proyek ini
menghasilkan nilai perhitungan 27,351%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih
besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 11,08% sehingga
proyek tersebut LAYAK untuk direalisasikan. Dalam perhitungan IRR ini Nilai Sisa tidak termasuk dalam
perhitungan.
69
Page 93
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
Analisis Payback Period (PP)
Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan atas penambahan kegiatan usaha baru payback period
dapat dicapai dalam jangka waktu 4 Tahun 1 Bulan.
Analisis Profitability Index (PI)
Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada indikator PI menunjukkan nilai 4,30 pada discount rate
sebesar 11,08% atau lebih "besar" dari 1 (satu). Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha perseroan
ini menguntungkan.
8.7. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI baru
Analisis sensitivitas berutujuan untuk mengetahui seberapa sensitiv proyeksi kinerja proyek atas setiap
perubahan variable penting yang dipilih dimana akan mempengaruhi kelayakan proyek. Hasil analisis
sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:
Tabel 8 - 11: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Laba Bersih (Laba Bersih setelah proyek dikurangi Laba
Bersih sebelum proyek)
(Dalam Rupiah Penuh)
Scenario Perubahan Penurunan Laba Bersih
VARIABLE
0% -50% -90,085% 95%
2025 -2.640.580.800 -1.320.290.400 -261.817.689 -132.029.040
2026 5.008.245.653 2.504.122.826 496.575.338 250.412.283
2027 12.996.534.990 6.498.267.495 1.288.626.638 649.826.749
2028 21.335.657.273 10.667.828.636 2.115.463.570 1.066.782.864
2029 38.058.858.360 19.029.429.180 3.773.594.943 1.902.942.918
NPV 248.926.080.406 110.764.061.334 0 -13.581.755.832
Break even
Kelayakan Layak Layak Tidak Layak
Point
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Laba Bersih yang memberikan
informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Laba Bersih mengalami penurunan
maksimal sebesar 90,085%, dan proyek menjadi tidaklayak saat penurunan perubahan laba bersih melampaui
90,085%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).
Tabel 8 - 12: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penurunan Pendapatan (Pendapatan setelah proyek dikurangi
Pendapatan sebelum proyek)
(Dalam Rupiah Penuh)
Scenario Perubahan Penurunan Pendapatan
VARIABLE
0% -10% -25,104% -30%
2025 19.475.000.000 17.527.500.000 14.585.953.344 13.632.500.000
2026 39.822.480.000 35.840.232.000 29.825.357.398 27.875.736.000
2027 61.071.755.328 54.964.579.795 45.740.168.105 42.750.228.730
2028 83.253.016.863 74.927.715.177 62.352.997.161 58.277.111.804
2029 127.676.826.661 114.909.143.995 95.624.556.446 89.373.778.663
NPV 248.926.080.406 149.769.010.388 0 -48.545.129.650
Break even
Kelayakan Layak Layak Tidak Layak
Point
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penurunan Pendapatan yang memberikan
70
Page 94
KJPP YUFRIZAL, DENY KAMAL DAN REKAN
Public Appraisers and Business Advisory & Corporate Finance
Studi Kelayakan terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk
informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Penurunan Pendapatan mengalami penurunan
maksimal sebesar 25,104%, dan proyek menjadi tidak layak saat penurunan perubahan pendapatan
melampaui 25,104%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).
Tabel 8 - 13: Analisis Sensitivitas terhadap Perubahan Penambahan atau Incremental Beban Pokok Penjualan (Beban Pokok
setelah proyek dikurangi Beban Pokok sebelum proyek)
(Dalam Rupiah penuh)
Scenario Perubahan Penambahan atau Incremental beban Kontrak
VARIABLE
0% 10% 39,059% 40%
2025 -22.860.360.000 -25.146.396.000 -31.789.370.581 -32.004.504.000
2026 -33.401.652.240 -36.741.817.464 -46.447.978.118 -46.762.313.136
2027 -44.409.530.982 -48.850.484.080 -61.755.415.825 -62.173.343.375
2028 -55.899.610.103 -61.489.571.113 -77.733.396.188 -78.259.454.144
2029 -78.883.418.507 -86.771.760.358 -109.694.432.790 -110.436.785.910
NPV 248.926.080.406 185.195.169.124 0 -5.997.564.722
Break even
Kelayakan Layak Layak Tidak Layak
Point
Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas Penambahan Beban Pokok Penjualan setelah
Penambahan Usaha yang memberikan informasi, bahwa proyek akan mencapai titik Breakeven saat Beban
Pokok Penjualan setelah Penambahan Usaha mengalami peningkatan maksimal sebesar 39,059%, dan proyek
menjadi tidak layak saat peningkatan Beban Pokok Penjualan setelah Penambahan Usaha melampaui
39,059%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).
8.8. Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-
asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan
Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan oleh TKDN layak untuk dilaksanakan.
71
Names mentioned 73 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
KH. Guru Amin Km.
p.1 ×19
unresolved
org
KJPP YUFRIZAL
p.1 ×96
unresolved
org
DENY KAMAL dan REKAN
p.1 ×21
unresolved
org
KJPP YDR
p.2 ×14
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Gedung TKDN Tbk
p.2 ×5
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Yufrizal Deny Kamal
p.3 ×2
unresolved
person
Ir. Mahrani
p.3 ×7
unresolved
—
MAPPI
p.3 ×2
unresolved
—
STTD
p.3 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.3 ×2
unresolved
—
Telepon/Fax
p.3
unresolved
person
Mujiono
p.5
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.5
unresolved
person
Yansyafrin
p.5
unresolved
person
CMA.
p.5
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan
p.5
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi & Rekan
p.5 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi
p.5 ×3
unresolved
org
PT Damai Harapan Sentosa
p.5 ×2
unresolved
person
MSi
p.5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×28
unresolved
org
KJPP YDR Yang Resmi Merupakan Syarat Mutlak Sahnya
p.8
unresolved
person
TKDN
· Direktur Utama
p.9 ×4
unresolved
—
Rizky Teguh Sudaryanto
· Senior Manager Legal
p.9 ×2
unresolved
—
Shinta Budiarti Santoso
· Senior Manager Finance Accounting & Tax
p.9 ×2
unresolved
person
Muhammad Fathoni
· Manager Finance
p.9 ×2
unresolved
—
Citra Dewi
· Manager Accounting & Tax
p.9 ×4
unresolved
—
Zaid Zar Lubis
· Manager Legal
p.9 ×2
unresolved
org
DENY KAMAL & REKAN
p.16
unresolved
org
REKAN Ir. Mahrani
p.16
unresolved
person
Rio Eka Putra
p.18
unresolved
person
Akt
p.18
unresolved
person
Muhammad Hadyan
p.18
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.31 ×14
unresolved
person
Dr. Sugih Haryati
p.31 ×4
unresolved
org
PT Daya Kemilau Nusantara Investama
p.33
unresolved
person
Drs. Thomson E Batubara
p.33 ×2
unresolved
person
Tjoa Karina Juwita S.H.
· Notaris
p.34
unresolved
org
Menteri Investasi
p.34 ×3
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.34 ×3
unresolved
org
Menteri Perdagangan
p.34
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.34
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.54 ×2
unresolved
org
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
p.55
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.55 ×3
unresolved
org
Kementerian Perhubungan
p.56
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.56
unresolved
org
Energi Internasional
p.59
unresolved
org
Menteri
p.79 ×3
unresolved
org
DER
p.90
unresolved
org
Ticker
· Nama Perusahaan
p.90
unresolved
org
Jiangsu Xinri E-Vehicle Co., Ltd.
p.90
unresolved
org
RAC Electric Vehicles Inc.
p.90
unresolved
org
China Datang Corporation
p.90
unresolved
org
Shenzhen Desay Battery Technology Co., Ltd.
p.90
unresolved
org
Zhejiang Taotao Vehicles Co., Ltd.
p.90
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.