Back to announcement
20250509_OMED_Laporan Informasi dan Fakta Material_31884764_lamp2.pdf
Other Text extracted OMEDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
OMED Tumbuh Dua Digit di Kuartal I-2025, Awali Tahun dengan
Menggenjot Ekspor ke Pasar Amerika
Surabaya, 7 Mei 2025 – PT Jayamas Medica Industri Tbk (IDX: OMED), emiten alat
kesehatan terintegrasi nasional, mencatatkan kinerja positif di kuartal I-2025. Di tengah
dinamika industri global, OMED berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp436,3
miliar, meningkat dari Rp427,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba bersih
tumbuh 15,7% secara tahunan (YoY) menjadi Rp73,1 miliar, dengan marjin 16,8%.
EBITDA turut meningkat menjadi Rp98,4 miliar, mencerminkan marjin sehat sebesar
22,6%, didorong oleh efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang disiplin.
Pertumbuhan ini juga tercermin dari sisi operasional. Volume penjualan naik 4,21% YoY
menjadi 611,3 juta unit, ditopang oleh segmen Biotech & Lab (+41,0%) dan Wound Care
(+8,65%). Dari sisi harga jual, OMED menunjukkan daya tawar yang kuat dengan
peningkatan average selling price pada segmen Hospital Furniture (+71,5%) dan Walking
Aids & Rehab (+6,11%), yang turut memperkuat profitabilitas perusahaan.
Dari sisi produk, OMED mencatatkan gross margin yang solid di sejumlah kategori utama:
Disposable & Medical Consumables (32,9%), Wound Care (43,6%), serta Antiseptic &
Dialysis Fluid (43,0%). Kinerja ini mencerminkan keberhasilan OMED dalam
menyeimbangkan efisiensi biaya produksi dengan penawaran produk bernilai tambah
yang sesuai dengan kebutuhan pasar domestik.
Dari sisi neraca, PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatat pertumbuhan aset
menjadi Rp2,94 triliun per akhir Maret 2025, meningkat 3,9% dibandingkan posisi akhir
2024 sebesar Rp2,83 triliun. Liabilitas perusahaan turut mengalami kenaikan menjadi
Rp368 miliar, tumbuh 11,5% dari Rp330 miliar pada akhir 2024, namun tetap dalam batas
struktur permodalan yang konservatif. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) tercatat
rendah di level 0,14x, mencerminkan profil risiko yang sehat serta pengelolaan keuangan
yang hati-hati. Sementara itu, interest-bearing debt ratio juga sangat rendah, hanya
sebesar 0,06x terhadap ekuitas, menegaskan minimnya ketergantungan perusahaan
pada utang berbunga. Komposisi liabilitas OMED pun didominasi oleh utang dagang,
sehingga struktur pendanaan tetap efisien dan tidak membebani arus kas dengan beban
bunga. Di sisi lain, ekuitas turut meningkat 2,8% menjadi Rp2,56 triliun dari Rp2,49 triliun
pada akhir tahun sebelumnya, mencerminkan akumulasi laba serta penguatan posisi
keuangan yang solid dan berkelanjutan.
Page 2
Melihat ke depan, OMED tengah memasuki fase baru ekspansi internasional yang menjanjikan. Kenaikan tarif impor AS sebesar 245% terhadap produk jarum suntik asal Tiongkok telah menciptakan peluang strategis bagi produsen alat kesehatan dari negara- negara alternatif, termasuk Indonesia. Merespons pergeseran rantai pasok global ini, OMED mulai mendapatkan minat yang signifikan dari calon pembeli di pasar Amerika Serikat untuk produk jarum suntiknya. Potensi ekspor ini memperkuat posisi OMED sebagai pelaku penting dalam rantai suplai alat kesehatan global, sekaligus membuka babak baru pertumbuhan berbasis ekspor di tengah meningkatnya permintaan internasional terhadap produsen yang andal dan efisien dari kawasan Asia Tenggara. “Kinerja kuartal pertama ini merefleksikan kekuatan fundamental OMED dalam menghadapi tantangan pasar,” ujar Louis Hartanto, Direktur Sales & Marketing OMED. “Capaian ini menjadi landasan yang kokoh bagi kami untuk mempercepat implementasi berbagai inisiatif strategis sepanjang 2025. Dengan peluang pertumbuhan pasar ekspor yang semakin terbuka, kami meyakini bahwa 2025 akan menjadi tahun penting dalam memperluas nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.” Informasi lebih lanjut, hubungi : Hansen Teguh Investor Relations - PT Jayamas Medica Industri Tbk Email: corporate.secretary@onemed.co.id | ir@onemed.co.id Website: www.onemed.co.id
Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.