Back to announcement
20250507_FAST_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31883670_lamp1.pdf
Other Text extracted FASTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 23
Page 1
Page 2
Lampiran Tanggapan Surat BEI
Terkait dengan Laporan Keuangan Auditan per 31 Desember 2024
1) Sehubungan kondisi kelangsungan usaha Perseroan sebagaimana dijelaskan oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP) dalam paragraf penekanan di Laporan Auditor Independen dan
Catatan atas Laporan Keuangan (“CALK”) No. 37 – Kondisi Grup, agar Perseroan dapat
menjelaskan lebih lanjut:
a. Perseroan menjelaskan bahwa terdapat faktor makro yang berdampak negatif terhadap
hasil Perseroan yaitu situasi pasar yang memburuk akibat krisis timur tengah dan
pelemahan daya beli masyarakat. Agar Perseroan dapat menjelaskan
i. Penjelasan lebih lanjut perihal latar belakang krisis timur tengah mempengaruhi
kelangsungan usaha Perseroan dan estimasi timeline faktor tersebut berdampak
terhadap bisnis Perseroan.
Tanggapan:
Krisis di Timur Tengah telah memicu persepsi negatif terhadap merek-merek asal
Amerika Serikat yang dianggap mendukung Israel. Salah satu merek yang terdampak
adalah KFC, sehingga muncul seruan boikot terhadap produk-produk yang
menggunakan merek asal Amerika Serikat. Kondisi ini berdampak pada penurunan
penjualan.
Perseroan secara aktif memantau perkembangan situasi dan telah mengambil langkah-
langkah mitigasi yang diperlukan untuk menjaga kesinambungan operasional, termasuk
evaluasi dan penyesuaian strategi pemasaran guna mengoptimalkan penjualan.
Perseroan akan terus berupaya meningkatkan kinerja penjualan, yang diharapkan dapat
memberikan dampak positif terhadap hasil usaha pada tahun 2025 dan seterusnya.
ii. Penjelasan lebih lanjut perihal dampak pelemahan daya beli masyarakat terhadap
permintaan Perseroan
Tanggapan:
Pelemahan daya beli masyarakat, yang disebabkan oleh tekanan ekonomi seperti inflasi,
kenaikan harga kebutuhan pokok, atau ketidakpastian kondisi makroekonomi,
berdampak terhadap pola konsumsi masyarakat, khususnya pada pengeluaran untuk
makanan di luar rumah.
Bagi KFC sebagai penyedia layanan makanan cepat saji, kondisi ini memengaruhi
permintaan, terutama dari segmen konsumen yang sensitif terhadap harga. Pelanggan
cenderung menahan pengeluaran non-esensial atau beralih ke alternatif makanan yang
dianggap lebih terjangkau. Hal ini dapat menyebabkan penurunan frekuensi kunjungan
dan nilai transaksi per pelanggan. Perseroan terus memantau tren daya beli masyarakat
dan secara proaktif menyesuaikan strategi penjualan dan pemasaran guna
mempertahankan permintaan dan mendukung pertumbuhan bisnis secara
berkelanjutan.
Page 3
b. Bagaimana upaya Perseroan saat ini untuk dapat memperoleh peningkatan pendapatan di masa mendatang? Agar dapat dijelaskan Tanggapan: Perseroan akan terus mengoptimalkan penjualan dan menyesuaikan strategi secara dinamis seiring dengan perkembangan kondisi pasar, guna menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan situasi yang tidak dapat diprediksi. Upaya optimalisasi penjualan dilakukan melalui penerapan strategi harga yang kompetitif, peningkatan efektivitas pemasaran—termasuk penawaran diskon dan promosi yang menarik—serta pemanfaatan maksimal dari seluruh unit bisnis untuk mendorong pertumbuhan penjualan secara menyeluruh. Selain itu, Perseroan juga terus memperkuat kehadiran di kanal digital melalui strategi pemasaran digital yang lebih terarah dan penggunaan media sosial untuk meningkatkan engagement dengan pelanggan. Pemanfaatan data pelanggan dan analitik menjadi bagian penting dalam menyusun penawaran yang lebih relevan dan personal. Perseroan juga terbuka terhadap peluang kolaborasi strategis dan kemitraan, baik dengan platform digital, layanan pengantaran, maupun mitra bisnis lainnya, untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kenyamanan pelanggan. Selain itu untuk memperbaiki kinerja keuangan, Perseroan juga berupaya untuk memperbaiki gross profit dan juga melakukan efisiensi dari sisi biaya operasional guna memperbaiki profitabilitas. c. Informasi kompetitor head-to-head produk Perseroan saat ini. Tanggapan: Kompetitor head-to head produk Perseroan saat ini (bukan bermakna urutan): ● McDonald’s ● Richeese Factory ● Burger King ● CFC ● Popeyes ● Wendy’s ● Pizza Hut ● Hokben d. Bagaimana upaya Perseroan saat ini untuk dapat kompetitif dengan industri makanan dan minuman yang serupa/sejenis dengan Perseroan di Indonesia? Agar dapat dijelaskan. Tanggapan: Untuk mempertahankan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri makanan dan minuman cepat saji di Indonesia, Perseroan terus melakukan berbagai inisiatif strategis yang berfokus pada inovasi produk yang berkualitas dengan harga yang bersaing, pengembangan sumber daya manusia, dan akselerasi digital untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih bernilai serta membuka peluang pertumbuhan baru. Dengan fondasi brand yang kokoh, pelaksanaan strategi yang disiplin, dan budaya kerja yang adaptif, Perseroan berada dalam posisi yang solid untuk terus melangkah maju, mengatasi ketidakpastian, dan menciptakan nilai jangka panjang.
Page 4
2) Pada CALK No. 5 - Piutang lain-lain (neto), Perseroan memiliki piutang lain-lain per 31
Desember 2024 sebesar Rp178 milyar atau telah menurun sebesar Rp122 milyar (41%)
dibanding saldo per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp300 milyar. Agar dapat dijelaskan
beberapa hal sebagai berikut:
a. Piutang Perseroan kepada PT Kharisma Inti Abadi (KIA) sebesar Rp180 milyar
merupakan pinjaman terkait dengan proyek pengembangan atlet pembalap Indonesia.
Agar Perseroan dapat menjelaskan:
i) Latar belakang Perseroan belum memperoleh pelunasan penuh dari KIA sampai
dengan 31 Desember 2024.
Tanggapan :
Piutang dari KIA seharusnya jatuh tempo pada bulan Agustus 2024. Namun, KIA
mengajukan permohonan perpanjangan periode pembayaran, sehingga diskusi
mengenai jadwal pelunasan dilakukan sepanjang tahun 2024. Selanjutnya, pada Januari
2025, KIA telah menyusun rencana pembayaran atas pinjaman dalam bentuk angsuran
yang akan dilakukan bertahap selama tahun 2025 hingga 2027 dan disetujui oleh
perusahaan.
ii) Tanggal kejadian (tanggal pemberian pinjaman).
Tanggapan :
Pemberian pinjaman kepada KIA dilaksanakan sesuai dengan instruksi yang diterima
dari KIA melalui surat permohonan pencairan dana talangan periode 2023.
iii) Apakah terdapat hubungan afiliasi antara KIA dengan Perseroan? Agar dapat
dijelaskan.
Tanggapan :
Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan KIA.
iv) Penjelasan terkait realisasi dari kegiatan pemasaran termasuk pengembangan brand
awareness dan brand equity Perseroan dari pemberian pinjaman tersebut.
Tanggapan :
Awalnya, Perseroan memberikan pinjaman kepada KIA adalah bagian dari strategi
pemasaran untuk meningkatkan kesadaran dan keberlanjutan merek (brand awareness
dan equity) serta peningkatan penjualan produk dan layanan yang disediakan oleh
Perseroan. Namun, sampai dengan akhir tahun 2024 KIA belum dapat memberikan
manfaat seperti yang dijanjikan. Oleh karena itu, pihak KIA telah setuju untuk
mengembalikan dana talangan yang sudah diterima.
v) Apakah pada tahun 2024 terdapat pengenaan bunga pinjaman oleh Perseroan? Agar
dapat dijelaskan.
Tanggapan :
Piutang KIA tidak dikenakan bunga.
Page 5
vi) Status realisasi piutang tersebut sampai saat ini.
Tanggapan :
Pada bulan April 2025, Perseroan telah menerima pembayaran dari KIA sebesar Rp40
milyar, sesuai dengan rencana pembayaran yang telah disetujui.
b. Piutang Perseroan kepada PT Kencana Konsultan Indonesia (KKI) sebesar Rp87,5
milyar merupakan pinjaman terkait dengan proyek pengelolaan dana dalam kegiatan
olahraga balap motor di Indonesia. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
i) Latar belakang Perseroan belum memperoleh pelunasan penuh atau pembayaran dari
KKI sampai dengan 31 Desember 2024.
Tanggapan :
Piutang dari KKI dicatat pada kuartal IV tahun 2024, dengan jatuh tempo pada bulan
Januari 2028. Namun, pelunasan dapat dilakukan lebih awal apabila disepakati
percepatan pembayaran.
ii) Tanggal kejadian (tanggal pemberian pinjaman).
Tanggapan :
Pemberian pinjaman kepada KKI dilaksanakan sesuai dengan instruksi yang diterima
dari KKI melalui surat permohonan pencairan dana talangan periode 2024.
iii) Apakah terdapat hubungan afiliasi antara KKI dengan Perseroan? Agar dapat
dijelaskan.
Tanggapan :
Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan KKI.
iv) Penjelasan terkait realisasi dari kegiatan pemasaran termasuk peningkatan brand
awareness dan mengoptimalkan efektivitas jangkauan kampanye digital Perseroan dari
pemberian pinjaman tersebut.
Tanggapan :
Perseroan memberikan pinjaman kepada KKI adalah bagian dari strategi pemasaran
jangka panjang dimana dana tersebut akan direalisasikan oleh KKI dalam bentuk
program pemasaran sampai dengan 2028.
v) Apakah pada tahun 2024 terdapat pengenaan bunga pinjaman oleh Perseroan? Agar
dapat dijelaskan.
Tanggapan :
Piutang KKI tidak dikenakan bunga.
vi) Status realisasi piutang tersebut sampai saat ini.
Tanggapan :
Sampai saat ini, Perseroan dan KKI masih dalam tahap proses finalisasi strategi
pemasaran. Realisasi pekerjaan akan dimulai pada semester 2 tahun 2025.
Page 6
c. Piutang Perseroan kepada PT Bakrie Dharma Indonesia (BDI) sebesar Rp70 milyar sejak
tahun 2023 belum terdapat pelunasan. Agar Perseroan dapat menjelaskan latar belakang
dan upaya Perseroan untuk dapat merealisasikan piutang tersebut.
Tanggapan:
Piutang dana talangan sedang dalam proses penagihan secara berkala oleh Perseroan.
Namun, karena hingga tanggal penerbitan laporan keuangan belum terdapat rencana
pembayaran yang disetujui, Perseroan telah mencatat pencadangan penurunan nilai piutang
BDI secara penuh sebesar Rp70 miliar.
d. Realiasi pelunasan piutang lain-lain Perseroan sampai saat ini dengan melengkapi tabel
berikut ini:
Keterangan 31 Des 2024 Pelunasan Outstanding Outstanding
sampai saat (Rp) (%)
ini
Lancar 113.213.280 18.533.041 94.680.239 83%
Telah jatuh
tempo:
1-60 hari 3.270.094 1.483.640 1.786.454 55%
61-90 hari 4.634.343 2.010.532 2.623.811 57%
Lebih dari 90 323.163.440 23.595.892 299.567.548 93%
hari
Total 444.281.157 45.623.105 398.658.052 90%
e. Pada tabel penyisihan piutang lain-lain, Perseroan telah menambahkan jumlah
penyisihan untuk tahun 2024 sebesar Rp184 milyar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
i) Metode perhitungan expected credit loss (ECL) yang dilakukan oleh Perseroan.
Tanggapan:
Metode perhitungan expected credit loss (ECL) yang dilakukan oleh Perseroan adalah
pendekatan yang disederhanakan dimana matriks pencadangan dibentuk berdasarkan
pengalaman kerugian kredit historis dan disesuaikan dengan faktor-faktor berwawasan
kedepan yang spesifik terhadap debitur dan lingkungan ekonominya.
ii) Perincian cadangan piutang tak tertagih sebesar Rp266 milyar berdasarkan nama pihak.
Tanggapan:
Berikut adalah perincian cadangan piutang tak tertagih sebesar Rp266 milyar:
Nama pihak Cadangan piutang tak tertagih (ribuan rupiah)
Brantwood 30,000,000
BDI 70,000,000
Aneka Sawit Sari Food 511,788
Gelael Supermarket 5,578,690
Gelael Indotim 1,062,890
Gelael Lampung 13,765,561
Digital Mobile Commerce 3,629,491
Kharisma Inti Abadi 140,227,682
Sinergi Kharisma Terbaik 1,110,013
Total 265,886,115
Page 7
3) Berdasarkan CALK No. 8 terkait dengan Aset lancar lainnya, Perseroan memiliki aset
lancar lainnya per 31 Desember 2024 sebesar Rp107 milyar atau telah mengalami
penurunan sebesar Rp3 milyar dibandingkan aset lancar lainnya per 31 Desember 2023 sebesar
Rp110 milyar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
a. Latar belakang pajak pertambahan nilai sebesar Rp13,7 milyar diklasifikasikan sebagai aset
lancar lainnya dan agar disebutkan nature dari PPN tersebut.
Tanggapan:
Nature PPN adalah PPN dari entitas anak, PT Jagonya Ayam Indonesia, terkait dengan
transaksi pembelian jasa.
b. Nature dari kas yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp9,7 milyar per 31 Desember 2024
dan latar belakang tidak terdapat kas yang dibatasi penggunaannya tersebut pada tahun
2023.
Tanggapan:
Per 31 Desember 2024, kas yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp9,7 milyar merupakan
dana yang ditempatkan dalam rekening khusus dan tidak dapat digunakan secara bebas
oleh Perseroan karena adanya pembatasan kontraktual sesuai dengan amandemen
perjanjian pinjaman dengan Bank Mandiri dan BNI di tahun 2024.
Tidak terdapat kas yang dibatasi penggunaannya pada tahun 2023.
4) Berdasarkan CALK No. 10 – Aset Tetap-neto, Perseroan memiliki aset tetap neto per 31
Desember 2024 yaitu sebesar Rp879 milyar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp29
milyar (3,3%) dibanding aset tetap neto per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp909 milyar.
a. Perincian & nature dari penambahan aset dalam penyelesaian sebesar Rp51,6 milyar
dan estimasi realisasi aset dalam penyelesaian tersebut
Tanggapan:
Perincian dan nature dari penambahan aset dalam penyelesaian sebesar Rp51,6 milyar
adalah terkait dengan penambahan aset dalam penyelesaian entitas anak. Berikut adalah
perincian, nature dan estimasi penyelesaiannya:
Keterangan (dalam ribuan Rupiah) 31 Des 2024 Estimasi penyelesaian
Land improvement 15,099,829 November 2025
Integrated utilities and support equipment 6,433,166 November 2025
Slaughterhouse 3,253,550 November 2025
Food Professing Plant 2,716,119 November 2025
Broiler Farm 2,515,003 November 2025
Feed Mill 2,028,962 November 2025
Cold Storage 1,736,695 November 2025
Building Broiler 14,336,198 November 2025
Breeder Farm 1,777,926 November 2025
Hatchery 1,781,441 November 2025
Total 51,678,888
Page 8
b. Metode pengukuran tanah dan bangunan Perseroan saat ini dan bagaimana Perseroan
menilai relevansi metode pengukuran tersebut dengan kondisi saat ini.
Tanggapan:
Perseroan mengukur tanah dan bangunan menggunakan metode biaya perolehan. Tanah
tidak disusutkan. Metode ini sesuai dengan ketentuan PSAK 216, Aset Tetap. Metode ini
dinilai relevan dan sesuai dengan tujuan tanah dan bangunan yang dimiliki Perseroan yaitu
untuk kegiatan operasional.
c. Apakah terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap Perseroan? Bagaimana Perseroan
mengukur indikasi terdapatnya penurunan nilai aset tetap Perseroan, agar dapat dijelaskan
oleh Perseroan
Tanggapan:
Hingga saat ini, berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai
atas aset tetap Perseroan yang signifikan. Namun, Perseroan secara berkala melakukan
kajian atas indikasi penurunan nilai sebagaimana diatur dalam PSAK 236, Penurunan Nilai
Aset.
Perseroan menilai indikasi penurunan nilai aset tetap dengan mempertimbangkan dua
informasi dari sumber-sumber eksternal dan internal, sesuai dengan ketentuan PSAK 236,
Penurunan Nilai Aset.
d. Pada CALK 10, Perseroan menyampaikan “Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai wajar
atas tanah Perusahaan yang dinilai berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak 2024 adalah
sebesar Rp610.147.141”. Agar Perseroan dapat menjelaskan apakah nilai jual tanah tersebut
dicatatkan pada laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2024.
Tanggapan:
Perseroan mengukur tanah dengan metode biaya perolehan. Nilai jual tanah tersebut tidak
dicatat pada laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2024.
5) Berdasarkan CALK nomor 11 terkait dengan Biaya renovasi dan Restorasi Bangunan
Sewa Ditangguhkan, Perseroan memiliki biaya renovasi dan restorasi bangunan sewa
ditangguhkan sebesar Rp549 milyar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp75 milyar
(12,1%) dibandingkan jumlah per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp625 milyar. Agar
Perseroan dapat menjelaskan:
a. Terdapat penambahan akumulasi penurunan nilai biaya renovasi sebesar Rp22,5 milyar
pada tahun 2024, agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan nilai tersebut.
Tanggapan:
Penurunan nilai biaya renovasi sebesar Rp22,5 milyar timbul sebagai hasil dari evaluasi atas
biaya restorasi yang terkait dengan unit usaha (store) tertentu. Dalam hal ini, kami
mempertimbangkan kinerja keuangan masing-masing store, khususnya EBITDA. Apabila
suatu store menunjukkan EBITDA negatif secara berkelanjutan, hal ini menjadi indikator
bahwa manfaat ekonomis masa depan dari aset terkait kemungkinan besar telah menurun.
Oleh karena itu, kami melakukan pengujian penurunan nilai, dan berdasarkan hasil
pengujian tersebut, diakui akumulasi penurunan nilai untuk mencerminkan estimasi nilai
kini dari manfaat ekonomis yang dapat diperoleh kembali.
Page 9
b. Terdapat akumulasi penurunan nilai biaya restorasi sebesar Rp778 juta. agar dapat
dijelaskan latar belakang penurunan nilai tersebut.
Tanggapan:
Penurunan nilai biaya restorasi sebesar Rp778 juta timbul sebagai hasil dari evaluasi atas
biaya restorasi yang terkait dengan unit usaha (store) tertentu. Dalam hal ini, kami
mempertimbangkan kinerja keuangan masing-masing store, khususnya EBITDA. Apabila
suatu store menunjukkan EBITDA negatif secara berkelanjutan, hal ini menjadi indikator
bahwa manfaat ekonomis masa depan dari aset terkait kemungkinan besar telah menurun.
Oleh karena itu, kami melakukan pengujian penurunan nilai, dan berdasarkan hasil
pengujian tersebut, diakui akumulasi penurunan nilai untuk mencerminkan estimasi nilai
kini dari manfaat ekonomis yang dapat diperoleh kembali.
6) Berdasarkan CALK nomor 12 terkait dengan Beban Ditangguhkan neto, Perseroan memiliki
beban ditangguhkan neto sebesar Rp213 milyar atau telah mengalami penurunan sebesar
Rp53 milyar (23,2%) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp266 milyar.
Agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Nature dari biaya yang ditangguhkan initial fee dan renewal fee.
Tanggapan:
Initial fee dan renewal fee merupakan biaya yang dibayarkan kepada pemberi waralaba
(KFC Asia Holding LLC) atas izin usaha mengelola KFC, sesuai dengan ketentuan yang
terdapat pada Perjanjian Waralaba Perseroan.
b. Latar belakang biaya yang ditanggguhkan Perangkat Lunak tidak diklasifikasikan sebagai
aset tak berwujud, agar dapat dijelaskan oleh Perseroan.
Tanggapan:
Biaya yang ditangguhkan atas perangkat lunak tidak diklasifikasikan sebagai aset tak
berwujud oleh Perseroan karena sifat dan tujuan dari biaya tersebut tidak memenuhi kriteria
pengakuan sebagai aset tak berwujud berdasarkan PSAK 238, Aset takberwujud.
c. Terdapat penambahan penurunan nilai initial fee sebesar Rp7,9 milyar, agar dapat
dijelaskan latar belakang penurunan nilai tersebut.
Tanggapan:
Initial fee sebagaimana dijelaskan di point 6 (a) adalah terkait biaya awal yang dibayarkan
untuk memperoleh ijin usaha mengelola KFC dan memiliki masa manfaat 10 tahun.
Penurunan nilai initial fee sebesar Rp7,9 milyar timbul sebagai hasil dari evaluasi atas initial
fee yang terkait dengan unit usaha (store) tertentu. Dalam hal ini, kami mempertimbangkan
kinerja keuangan masing-masing store, khususnya EBITDA. Apabila suatu store
menunjukkan EBITDA negatif secara berkelanjutan, hal ini menjadi indikator bahwa
manfaat ekonomis masa depan dari aset terkait kemungkinan besar telah menurun. Oleh
karena itu, kami melakukan pengujian penurunan nilai, dan berdasarkan hasil pengujian
Page 10
tersebut, diakui akumulasi penurunan nilai untuk mencerminkan estimasi nilai kini dari
manfaat ekonomis yang dapat diperoleh kembali.
d. Terdapat penambahan penurunan nilai renewal fee sebesar Rp2 milyar, agar dapat
dijelaskan latar belakang penurunan nilai tersebut.
Tanggapan:
Renewal fee sebagaimana dijelaskan di point 6 (a) adalah terkait biaya perpanjangan atas
ijin usaha mengelola KFC dan memiliki masa manfaat 10 tahun.
Penurunan nilai renewal fee sebesar Rp2 milyar timbul sebagai hasil dari evaluasi atas
renewal fee yang terkait dengan unit usaha (store) tertentu. Dalam hal ini, kami
mempertimbangkan kinerja keuangan masing-masing store, khususnya EBITDA. Apabila
suatu store menunjukkan EBITDA negatif secara berkelanjutan, hal ini menjadi indikator
bahwa manfaat ekonomis masa depan dari aset terkait kemungkinan besar telah menurun.
Oleh karena itu, kami melakukan pengujian penurunan nilai, dan berdasarkan hasil
pengujian tersebut, diakui akumulasi penurunan nilai untuk mencerminkan estimasi nilai
kini dari manfaat ekonomis yang dapat diperoleh kembali.
7) Berdasarkan CALK No. 13 – Aset Tidak Lancar Lainnya, Perseroan memiliki aset tidak lancar
lainnya per 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp625 milyar atau telah mengalami
peningkatan sebesar Rp188 milyar (43%) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023
yaitu sebesar Rp437 milyar. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Uang muka Perseroan kepada pihak ketiga per 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp391
milyar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp148 milyar dibandingkan saldo per 31
Desember 2023. Agar dapat dijelaskan latar belakang peningkatan tersebut
Tanggapan:
Peningkatan uang muka kepada pihak ketiga terjadi disebabkan adanya kenaikan uang
muka dari pengeluaran entitas anak, PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI). Uang muka ini
terkait rencana pembelian peralatan dan mesin-mesin yang akan digunakan untuk kegiatan
operasional JAI.
b. Nature dari aset yang ditangguhkan penggunaannya sebesar Rp24 milyar dan rencana
realisasi dari aset tersebut.
Tanggapan:
Aset yang ditangguhkan penggunaannya sebesar Rp24 milyar ini terkait dengan salah satu
Outlet Perseroan, yang sementara waktu kegiatan operasinya dihentikan sejak Mei 2023.
Saat ini aset tersebut sedang dalam renovasi untuk nantinya akan disewakan kepada pihak
ketiga.
c. Perseroan memiliki piutang pemegang saham non-pengendali sebesar Rp59 milyar
per 31 Desember 2024, agar dapat dijelaskan latar belakang jumlah piutang tersebut
mengalami peningkatan dari jumlah sebelumnya per 31 Desember 2023 sebesar Rp15
milyar.
Page 11
Tanggapan:
Piutang pemegang saham non-pengendali sebesar Rp59 milyar per 31 Desember 2024
adalah terkait dengan piutang entitas anak, yang peningkatan jumlahnya di tahun 2024
berkaitan dengan penambahan modal ditempatkan dan disetor oleh pemegang saham.
d. Perseroan menjelaskan bahwa nature dari piutang lain-lain sebesar Rp59 milyar
merupakan piutang atas nama Bapak Djajeng Pristiawan dan Bapak Erwin FX Bangie
selaku pemegang saham non-pengendali dan tidak terdapat jangka waktu pengembalian
dan tanpa bunga. Agar dapat dijelaskan latar belakang tidak terdapat jangka waktu
pengembalian serta pengenaan tingkat bunga.
Tanggapan:
Perseroan menilai bahwa piutang tersebut dapat tertagih secara penuh dan Perseroan akan
secara aktif menagihkan piutang tersebut supaya dapat terealisasi dalam tahun 2025.
Piutang tersebut tidak dikenakan bunga dengan mempertimbangkan sifat hubungan
kepemilikan dan Perseroan tidak mengambil keuntungan finansial dari transaksi pemegang
saham yang berperan aktif.
8) Berdasarkan CALK No. 14 - Utang usaha, Perseroan memiliki utang usaha per 31 Desember
2024 sebesar Rp472 milyar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp29,6 milyar (6%)
dibanding saldo per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp502 milyar. Agar Perseroan dapat
menjelaskan:
a. Perincian pembayaran utang usaha dengan melengkapi tabel berikut ini:
Keterangan 31 Des 2024 Pelunasan Outstanding Outstanding
sampai saat (Rp) (%)
ini
Lancar 218.014.686 144.644.944 73.369.742 34%
Telah jatuh
tempo:
1-60 hari 141.690.112 124.190.066 17.500.046 12%
61-90 hari 62.659.160 52.338.730 10.320.430 16%
Lebih dari 90 50.445.847 36.598.732 13.847.115 27%
hari
Total 472.812.805 357.772.472 115.040.333 24%
b. Pada tabel perincian utang usaha berdasarkan nama pihak, agar dijelaskan latar belakang
utang usaha kepada PT Ciomas Adisatwa mengalami peningkatan dari semula sebesar
Rp2,1 milyar menjadi Rp27,3 milyar pada tahun 2024.
Tanggapan:
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh dua faktor. Pertama, adanya pengalihan pembelian
ayam ke PT Ciomas Adisatwa untuk menggantikan beberapa vendor sebelumnya yang
menghentikan pasokan dikarenakan masalah operasional internal. Kedua, Perseroan
melakukan negosiasi perpanjangan jangka waktu pembayaran (term payment) dengan
vendor utama, termasuk PT Ciomas Adisatwa, sebagai bagian dari strategi manajemen kas
guna menjaga kestabilan arus kas Perseroan. Kombinasi kedua faktor tersebut berdampak
pada peningkatan saldo utang usaha per akhir periode.
Page 12
9) Berdasarkan CALK No. 15 – utang lain-lain, Perseroan memiliki utang lain-lain per 31
Desember 2024 yaitu sebesar Rp417 milyar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp15
milyar (4%) dibanding saldo per utang lain-lain per 31 Desember 2023 yaitu sebesar
Rp402 milyar. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Sehubungan dengan utang lain-lain Perseroan kepada KFC Asia Holdings LLC sebesar
Rp86,7 milyar, agar dapat dijelaskan:
i. Latar belakang tidak terdapat utang lain-lain tersebut mengalami peningkatan sebesar
Rp29 milyar pada tahun 2024.
Tanggapan:
Peningkatan saldo utang lain-lain sebesar Rp29 miliar pada tahun 2024 terutama
disebabkan oleh adanya perpanjangan jangka waktu pembayaran kepada KFC
Holdings. Perseroan melakukan negosiasi untuk memperoleh jangka waktu
pembayaran yang lebih panjang sebagai bagian dari strategi manajemen likuiditas. Hal
ini berdampak pada peningkatan saldo utang lain-lain yang masih tercatat pada akhir
tahun.
ii. Jatuh tempo utang lain-lain tersebut dan rencana pembayaran oleh Perseroan.
Tanggapan:
Utang lain-lain tersebut memiliki jatuh tempo sesuai dengan perjanjian yang telah
disepakati bersama pihak terkait. Saat ini, Perseroan telah menyusun rencana
pembayaran secara bertahap dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan yang telah
disetujui oleh kedua belah pihak. Pembayaran cicilan tersebut akan dilakukan secara
berkala dan telah diperhitungkan dalam proyeksi arus kas Perseroan.
iii. Jumlah yang telah dibayarkan oleh Perseroan sepanjang tahun 2024.
Tanggapan:
Jumlah yang telah dibayarkan oleh Perseroan sepanjang tahun 2024 adalah sebesar
Rp125 milyar.
iv. Dampak dari utang lain-lain tersebut terhadap perjanjian waralaba antara
Perseroan dengan KFC
Tanggapan:
Perpanjangan jangka waktu pembayaran (TOP) dilakukan berdasarkan hasil negosiasi
antara Perseroan dan KFC Asia, sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap
perjanjian waralaba yang berlaku antara kedua belah pihak.
Page 13
b. Perincian pelunasan utang lain-lain Perseroan per 31 Desember 2024 dengan melengkapi
tabel berikut ini:
Keterangan 31 Des 2024 Pembayaran Outstanding Outstanding
sampai saat (Rp) (%)
ini
Lancar 64.703.576 19.883.656 44.819.920 69%
Telah jatuh
tempo:
1-60 hari 23.092.960 8.102.124 14.990.836 65%
61-90 hari 17.601.289 10.882.108 6.719.181 38%
Lebih dari 90 311.685.952 96.796.046 214.889.906 69%
hari
Total 417.083.777 135.663.934 281.419.843 67%
10) Berdasarkan CALK No. 16 - Perpajakan, terkait dengan utang pajak, perhitungan pajak
penghasilan, dan aset pajak tangguhan Perseroan. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
a. Latar belakang terdapat peningkatan pajak restoran PB 1 dari sebesar Rp75 milyar
per 31 Desember 2023 menjadi sebesar Rp106 milyar per 31 Desember 2024.
Tanggapan:
Perseroan telah menegosiasikan perpanjangan jangka waktu pembayaran dengan pihak
terkait dan menyusun rencana pembayaran yang akan dilakukan secara bertahap sesuai
kesepakatan bersama. Hal ini berdampak pada peningkatan saldo utang pajak pajak
restoran PB1 pada akhir tahun.
b. Perincian analisa umur utang usaha utang pajak PB1 sampai dengan 31 Desember 2024.
Umur (angka dalam ribuan Rupiah) 31 Desember 2024
Belum jatuh tempo 39.570.235
Jatuh tempo 1 – 30 hari 26.731.500
Jatuh tempo 31 – 60 hari 14.580.128
Jatuh tempo 61 – 90 hari 13.871.481
Jatuh tempo lebih dari 90 hari 12.244.329
Total 106.997.673
c. Perincian realisasi pembayaran utang pajak Perseroan per 31 Desember 2024 dengan
melengkapi tabel berikut ini:
Keterangan 31 Des 2024 Pembayaran Outstanding Outstanding
(Rp) sampai saat (Rp) (%)
ini
Pajak Restoran 106.997.673 40.218.436 66.779.237 62%
(PB 1)
PPh 21 7.490.717 7.372.244 118.473 2%
PPh 23 & 4 (2) 14.658.504 8.578.382 6.080.122 41%
PPh 26 42.028.962 53.356 41.975.606 99%
PPN 46.524.945 4.459.199 42.065.746 90%
Total 217.700.801 60.681.617 157.019.184 72%
Page 14
d. Pada tabel perincian aset pajak tangguhan, Perseroan mengkapitalisasikan Rugi Fiskal yang
dapat dikompensasi sebesar Rp71,5 milyar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
i. Latar belakang rugi fiskal yang dapat dikompensasi tersebut dikapitalisasi oleh
Perseroan
Tanggapan:
Rugi fiskal yang diakui sebagai aset pajak tangguhan tersebut merupakan rugi fiskal
atas tahun 2024 sebesar Rp570 milyar. Perseroan meyakini bahwa terdapat
kemungkinan besar (probable) bahwa rugi fiskal tersebut akan dapat dikompensasi
dengan penghasilan kena pajak di masa mendatang, sesuai dengan ketentuan dalam
PSAK 212, Pajak Penghasilan.
ii. Dasar Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) yang mendukung perlakuan
akuntansi Perseroan
Tanggapan:
Dasar Standar Akuntansi Keuangan (”SAK”) yang mendukung perlakuan akuntansi
Perseroan adalah sesuai dengan ketentuan PSAK 212, Pajak Penghasilan.
e. Perseroan menyampaikan bahwa berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) atas
PPh Badan 2020 di mana rugi fiskal Perusahaan dikoreksi dari semula sebesar Rp371
milyar menjadi sebesar Rp98 milyar. Agar dapat dijelaskan:
i. Perincian perhitungan rekonsiliasi pajak penghasilan badan tahun 2020 sesuai dengan
SKPN
Tanggapan:
Rekonsiliasi pajak penghasilan badan tahun 2020 sesuai dengan SKPN:
Keterangan
(angka dalam ribuan Rupiah) 31 Des 2024
Rugi fiskal menurut Wajib Pajak (371,382,467)
Koreksi penjualan 4,883,046
Koreksi penyesuaian fiskal positif 268,448,704
Rugi fiskal menurut Fiskus (98,050,716)
ii. Dampak terhadap laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 dan tahun-
tahun sebelumnya
Tanggapan:
Koreksi atas rugi fiskal Perseroan pada tahun 2020 tidak berdampak terhadap laporan
keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 maupun tahun-tahun sebelumnya, karena
rugi fiskal sebelum tahun 2024 tersebut tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan dalam
laporan keuangan Perseroan.
Page 15
f. Apakah saat ini terdapat pemeriksaan pajak oleh otoritas perpajakan Perseroan? Agar dapat
dijelaskan oleh Perseroan.
Tanggapan:
Saat ini tidak terdapat pemeriksaan pajak oleh otoritas perpajakan Perseroan.
11) Berdasarkan CALK No. 17 – Utang Bank, Perseroan per 31 Desember 2024 memiliki
masingmasing utang bank sebesar Rp1,03 triliun, di mana sebesar Rp677 milyar merupakan
bagian jangka pendek dari sebesar Rp353 milyar merupakan utang bank jangka panjang
Perseroan. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Perincian utang bank jangka pendek Perseroan per 31 Desember 2024 dengan melengkapi
tabel berikut ini (angka dibawah ini disajikan dalam ribuan Rupiah):
Nama Bank Jenis Saldo Tingkat Plafon Jaminan
Fasilitas Terhutang bunga per Pinjaman
Tahun
PT Bank Tambahan 127.582.000 7.5% 200.000.000 - Fidusia
Negara modal kerja persediaan
Indonesia operasional Rp316.036.02
(Persreo) yang bersifat 2
Tbk RC terbatas - Negative
pledge
PT Bank Uncommitted 250.000.000 8% 250.000.000 Negative
Mandiri term loan pledge
(Persero) revolving
Tbk modal kerja
Total 377.382.000 450.000.000
b. Perincian utang bank jangka panjang Perseroan per 31 Desember 2024 dengan
melengkapi tabel berikut ini (angka dibawah ini disajikan dalam ribuan Rupiah):
Nama Bank Jenis Saldo Tingkat Plafon Jaminan
Fasilitas Terhutang bunga per Pinjaman
Tahun
PT Bank Term loan 125.000.000 8,00% 200.000.000 Negative
Mandiri revolving pledge
(Persero)
Tbk
PT Bank Terms loan 175.000.000 7% - 7,5% 290.000.000 Negative
Negara covenant
Indonesia
(Persero)
Tbk
Total 300.000.000 490.000.000
Page 16
Perincian utang bank jangka panjang entitas anak (PT Jagonya Ayam Indonesia/JAI)
per 31 Desember 2024 (angka dibawah ini disajikan dalam ribuan Rupiah):
Nama Bank Jenis Saldo Tingkat Plafon Jaminan
Fasilitas Terhutang bunga per Pinjaman
Tahun
PT Bank Kredit 333.685.387 7% - 7,5% 690.000.000 Negative
Negara Investasi covenant
Indonesia Pokok
(Persero)
Tbk
PT Bank Interest 23.539.080 90.000.000
Negara during
Indonesia contruction
(Persero)
Tbk
Total 357.224.467 780.000.000
c. Perincian pemenuhan loan covenant utang bank jangka panjang Perseroan dengan
melengkapi tabel berikut ini:
Nama Jenis Loan Rasio Rasio Status Status Waiver
Bank Covenant dipersyaratkan Perseroan pemenuhan (jika tidak
(ya/tidak) memenuhi)
PT Bank Total loan to Max 350% -578,37% Tidak Per 31
Mandiri EBITDA Desember
(Persero) 2024,
Tbk Perseroan
Debt Service >1,5x -0,38 Tidak tidak
Coverage mendapatkan
Ratio surat waiver.
Leverage Max 300% 6,185.84% Tidak Pada 10
(Total Januari 2025,
Liabilitas / Perseroan
Total telah
Ekuitas) mendapatkan
surat waiver.
PT Bank Current Min 1x 0,29 Tidak Per 31
Negara Ratio Desember
Indonesia 2024,
(Persero) Perseroan
Tbk tidak
Debt to Max 2.5x 61,86 Tidak mendapatkan
Equity Ratio surat waiver.
Debt Service Min 100% -15,43% Tidak
Coverage
KMK Min 110% 81,61% Ya
Coverage
Page 17
d. Pada pengungkapan CALK No. 17, Perseroan menjelaskan sebagai berikut “Pada
tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan tidak memenuhi rasio keuangan untuk pinjaman
kepada BNI seperti yang ditetapkan dalam perjanjian kredit dan belum memperoleh
surat waiver sesuai ketentuan perjanjian kredit terkait, seluruh jumlah pokok yang
dipinjam oleh BNI diklasifikasikan menjadi liabilitas jangka pendek untuk tujuan
penyejian laporan keuangan konsolidasian”. Agar dapat dijelaskan:
i. Perincian rasio keuangan yang tidak dipenuhi oleh Perseroan per 31 Desember
2024 dan latar belakang atas ketidakpemenuhan tersebut.
Nama Jenis Loan Rasio Rasio Status
Bank Covenant dipersyaratkan Perseroan pemenuhan
(ya/tidak)
PT Bank Total loan Max 350% -578,37% Tidak
Mandiri to EBITDA
(Persero)
Tbk
Debt >1,5x -0,38 Tidak
Service
Coverage
Ratio
Leverage Max 300% 6,185.84% Tidak
(Total
Liabilitas /
Total
Ekuitas)
PT Bank Current Min 1x 0,29 Tidak
Negara Ratio
Indonesia
(Persero)
Tbk
Debt to Max 2.5x 61,86 Tidak
Equity
Ratio
Debt Min 100% -15,43% Tidak
Service
Coverage
Rasio keuangan tidak terpenuhi karena perseroan mengalami kerugian usaha
pada tahun 2024.
ii. Alasan dan penyebab Perseroan tidak memperoleh waiver dari Bank BNI.
Tanggapan:
Terkait perseroan tidak memperoleh waiver letter dari Bank BNI karena kebijakan
penuh dari bank BNI. Sampai saat ini Perseroan belum menerima informasi perihal
alasan dan penyebab belum diberikannya waiver letter tersebut namun dapat kami
sampaikan bahwa Perseroan telah mengirimkan surat permohonan waiver letter
Page 18
sehubungan dengan tidak terpenuhinya covenant atas fasilitas kredit kepada BNI
pada tanggal 17 Desember 2024, namun hingga saat tanggal surat tanggapan ini,
Perseroan belum menerima tanggapan dari BNI.
iii. Bagaimana upaya perseroan untuk memitigasi agar rasio keuangan Perseroan
dapat terpenuhi pada tahun 2024.
Tanggapan:
Dalam memitigasi rasio keuangan, Perseroan terus berupaya sebagai bagian dari
upaya berkelanjutan untuk merespon hal tersebut sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan operasi bisnis dengan menerapkan langkah-langkah
pengurangan biaya dan digitalisasi proses bisnis
2. Restrukturisasi organisasi untuk meningkatkan efisiensi
3. Menunda pengeluaran modal atau proyek yang tidak penting dan
memprioritaskan hanya pengeluaran yang penting untuk mempertahankan
operasi
4. Pengelolaan persediaan yang lebih efisien untuk menghindari kelebihan
stok yang dapat meningkatkan modal kerja
5. Mengoptimalkan efisiensi rantai pasok untuk memperlancar operasional
dan menurunkan biaya
6. Penggunaan restoran secara efektif untuk meminimalisir biaya tetap dan
mencapai skala ekonomi
7. Negosiasi ulang jangka waktu pembayaran utang dengan pemasok guna
memperpanjang tenor pembayaran dan meningkatkan fleksibilitas arus kas
8. Grup terus memanfaatkan fasilitas yang ada dan bernegosiasi untuk
perpanjangan pinjaman.
iv. Jumlah pinjaman bank yang direklasifikasi dari jangka panjang ke jangka pendek
per 31 Desember 2024 akibat dari tidak diperolehnya waiver oleh Bank
BNI dengan melengkapi tabel berikut ini:
Tanggapan:
Pinjaman bank yang direklasifikasi dari jangka panjang ke jangka pendek per 31
Desember 2024 adalah utang bank Perseroan, sementara utang bank jangka
panjang entitas anak tidak direklasifikasi.
Keterangan Jumlah Jumlah di Jangka Jumlah Jangka
Panjang Pendek (setelah
(sebelumnya) direklasifikasi)
Perusahaan 300.000.000 200.000.000 300.000.000
Entitas Anak 357.224.467 357.224.467 -
12) Berdasarkan CALK nomor 18 terkait dengan Beban Aktual, Perseroan memiliki beban
aktual sebesar Rp289 milyar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp176 milyar
(156%) dibandingkan beban aktual per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp112 milyar. Agar
Perseroan dapat menjelaskan:
Page 19
a. Latar belakang peningkatan beban aktual jasa waralaba dari semula sebesar Rp25
milyar menjadi sebesar Rp160 milyar
Tanggapan:
Peningkatan beban aktual jasa waralaba menjadi sebesar Rp16 milyar dikarenakan
Perseroan belum melakukan pembayaran atas jasa waralaba untuk 9 bulan.
b. Analisa umur aktual jasa waralaba Perseroan per 31 Desember 2024.
Tanggapan:
Berikut adalah analisis umur aktual jasa waralaba per 31 Desember 2024 (angka dalam
ribuan Rupiah):
Lancar 27.073.611
1 – 30 hari 11.166.679
31 – 60 hari 11.279.235
Lebih dari 60 hari 111.097.112
Total 160.616.636
c. Status realisasi beban aktual jasa waralaba sampai dengan saat ini
Tanggapan:
Sampai saat ini Perseroan telah membayarkan sejumlah Rp18 milyar, dan sisanya akan
dilakukan pembayaran secara bertahap sesuai dengan perjanjian yang telah disetujui
bersama dengan pihak terkait.
d. Bagaimana Perseroan memitigasi dampak hukum atas beban jasa aktual waralaba yang
belum dibayarkan oleh Perseroan sampai saat ini, agar dapat dijelaskan oleh Perseroan
Tanggapan:
Perseroan terus menjalin hubungan baik untuk melakukan negosiasi dengan pihak
waralaba. Sampai saat ini, Perseroan terus melakukan pembayaran secara rutin yang
sudah dikomunikasikan dengan pihak waralaba melalui program “Payment Plan” yang
telah disetujui bersama oleh kedua belah pihak.
e. Perincian beban aktual lain-lain sebesar Rp23 milyar dan latar belakang beban aktual
lain-lain telah mengalami peningkatan sebesar Rp22,4 milyar.
Tanggapan:
Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya accrual yang dilakukan oleh JAI
untuk vendor kontraktor atas biaya penyelesaian proyek di Banyuwangi.
Page 20
13) Berdasarkan CALK nomor 20 terkait dengan Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa, agar
Perseroan dapat menjelaskan nature dari kolom koreksi masing-masing pada tahun 2024 dan
2023 sebesar negatif Rp4,7 milyar dan sebesar Rp1,5 milyar
Tanggapan:
Pada tahun berjalan, Perseroan melakukan negosiasi dengan pemilik lahan atas sewa yang
dilakukan. Hal ini berdampak pada perubahan kontrak yang telah disepakati sebelumnya
sehingga diperlukan adanya koreksi atas hal tersebut.
14) Berdasarkan CALK nomor 22 terkait dengan Liabilitas Imbalan Kerja, Perseroan memiliki
liabiltias imbalan kerja per 31 Desember 2024 sebesar Rp570 milyar atau telah mengalami
penurunan sebesar Rp163 milyar (22,2%) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 yaitu
sebesar Rp733 milyar. Agar dapat dijelaskan latar belakang dan nature dari perubahan asumsi
keuangan sebesar Rp153 milyar pada tahun 2024.
Tanggapan:
Penurunan liabilitas imbalan kerja per 31 Desember 2024 terutama disebabkan oleh
penurunan asumsi kenaikan gaji yang menghasilkan actuarial gain, yang dicatat dalam
penghasilan komprehensif lain sesuai dengan PSAK 219, Imbalan Kerja.
15) Berdasarkan CALK No. 23 – Modal Saham, Perseroan memiliki modal saham per 31
Desember 2024 dan 2023 sebesar Rp199 milyar. Perseroan memiliki saham treasuri sebesar
Rp160 milyar yang terdiri atas 3.208.000 saham. Agar Perseroan dapat menjelaskan informasi
tahun perolehan saham treasuri Perseroan dan masa penguasaan saham treasuri Perseroan
serta kesesuaiannya dengan peraturan terkait.
Tanggapan:
Saham Treasury sebanyak 3.208.000 saham tersebut diperoleh Perseroan pada tanggal 31
Desember 2020 dan Perseroan berencana untuk mengalihkan saham treasury tersebut
melalui penjualan di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses
penjualan ini akan dilakukan dengan transparansi penuh dan mengikuti semua regulasi yang
ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
16) Berdasarkan CALK No. 25 – Pendapatan, Perseroan memiliki pendapatan sebesar Rp4,8
triliun per 31 Desember 2024 atau telah mengalami penurunan sebesar Rp1 triliun (18%)
dibandingkan pendapatan per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp5,9 triliun. Agar Perseroan
dapat menjelaskan:
a. Perincian pendapatan Perseroan per tahun 2024 dan perbandingannya dengan
tahun 2023 berdasarkan tipe/jenis restoran
Jenis Store 2024 2023
Free Standing 1,765,825,944,682 2,094,784,249,384
In Line 1,459,338,540,667 1,797,907,288,999
Mall 1,213,509,437,949 1,514,029,465,670
Box 279,432,141,733 338,367,406,174
Food Court 155,412,289,435 184,978,554,006
Mobile Catering 2,274,161,583 4,937,728,155
Total 4,875,792,516,050 5,935,004,692,387
Page 21
b. Perincian pendapatan Perseroan per tahun 2024 dan perbandingannya dengan
tahun 2023 berdasarkan geografis penjualan.
Area 2024 2023
Jawa 2,635,275,045,608 3,267,963,286,781
Sumatera 917,271,352,711 1,139,989,004,921
Sulawesi 434,472,581,657 532,083,344,658
Kalimantan 400,182,403,131 496,574,332,747
Bali 306,664,884,650 308,961,335,637
Maluku dan Papua 181,926,248,293 189,433,387,642
Total 4,875,792,516,050 5,935,004,692,387
c. Perincian jumlah restauran Perseroan dengan melengkapi tabel berikut ini:
Jenis Store 2024 2023 Perubahan
Free Standing 175 176 -1
In Line 218 225 -7
Mall 196 215 -19
Box 92 110 -18
Food Court 33 35 -2
Mobile Catering 1 1 0
Total 715 762 -47
d. Bagaimana upaya Perseroan pada tahun 2025 untuk dapat meningkatkan
pendapatan Perseroan? Agar dapat dijelaskan.
Tanggapan:
Perseroan akan terus mengoptimalkan penjualan dan menyesuaikan strategi secara
dinamis seiring dengan perkembangan kondisi pasar, guna menjadi lebih fleksibel dan
responsif terhadap perubahan situasi yang tidak dapat diprediksi. Upaya optimalisasi
penjualan dilakukan melalui penerapan strategi harga yang kompetitif, peningkatan
efektivitas pemasaran—termasuk penawaran diskon dan promosi yang menarik—serta
pemanfaatan maksimal dari seluruh unit bisnis untuk mendorong pertumbuhan
penjualan secara menyeluruh.
e. Pada tahun 2024, rasio gross margin Perseroan sebesar 58% atau telah mengalami
penurunan 4% dibandingkan rasio gross margin per 2023 yaitu sebesar 62%. Agar
dapat dijelaskan latar belakang atas penurunan tersebut.
Tanggapan:
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh strategi promosi yang diterapkan
Perseroan, termasuk pemberian diskon harga yang lebih agresif pada produk-produk
tertentu dibandingkan tahun 2023, sebagai upaya untuk mengatasi penurunan
penjualan akibat dampak boikot yang masih berlangsung.
Page 22
17) Berdasarkan CALK No. 27 – Beban Operasi, beban operasi Perseroan per 31 Desember 2024
terdiri atas beban penjualan dan distribusi sebesar Rp2,7 triliun, beban umum dan administrasi
sebesar Rp690 milyar dan beban operasi lain sebesar Rp279 milyar. Agar dapat dijelaskan:
a. Secara total, komponen beban gaji dari beban operasi sebesar Rp1,36 triliun yang terdiri
atas beban gaji penjualan dan distribusi sebesar Rp941 milyar dan beban gaji umum
dan administrasi sebesar Rp421milyar. Beban gaji secara tahunan mengalami penurunan
sebesar Rp39 milyar (3%). Agar Perseroan dapat menjelaskan latar belakang terdapat
penurunan beban gaji tersebut.
Tanggapan:
Penurunan sebesar Rp39 milyar (3%) disebabkan oleh faktor berikut ini:
1. Efisiensi jumlah tenaga kerja di gerai, seiring dengan penyesuaian jumlah karyawan
berdasarkan kebutuhan operasional serta penutupan beberapa gerai.
2. Penurunan jumlah karyawan di Kantor Pusat termasuk beberapa managerial level,
disertai dengan penyesuaian atas manfaat atau benefit yang diberikan.
b. Pada beban penjualan dan distribusi, beban promosi dan penjualan mengalami penurunan
dari semula sebesar Rp366 milyar menjadi sebesar Rp132 milyar per 2024. Agar dapat
dijelaskan latar belakang penurunan tersebut.
Tanggapan:
Penurunan ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam menjaga rasio keuangan di
tengah dampak isu boikot yang memengaruhi pendapatan. Pada awal masa boikot,
Perseroan memilih untuk mengurangi kegiatan pemasaran langsung yang menyebabkan
penurunan pada biaya pemasaran. Sebagian besar anggaran dari biaya pemasaran dialihkan
ke program promosi dan pemberian diskon produk yang dinilai lebih efektif dalam
menarik pelanggan.
c. Pada beban operasi lain, agar dapat dijelaskan nature dan perincian dari kerugian
penurunan nilai atas aset non-finansial sebesar Rp54 milyar per tahun 2024.
Tanggapan:
Pada akhir pelaporan, Grup menilai adanya aset yang mengalami penurunan nilai.
Perusahaan mengidentifikasi nilai tercatat aset yang lebih besar dari pada jumlah
terpulihkannya. Penurunan nilai tersebut berasal dari biaya renovasi dan restorasi sewa yang
ditangguhkan sebesar Rp 33.241.934.794 dan aset hak-guna sebesar Rp 21.481.313.690.
Page 23
18) Berdasarkan CALK No. 32 – Tujuan & Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan, agar
Perseroan dapat menyampaikan data aset keuangan dan perbandingannya dengan liabilitas
keuangan dengan melengkapi tabel berikut ini:
Keterangan Jatuh Tempo
2025 2026 2027 2028 2029 >2029
Aset Keuangan
Kas 164.829.810 122.459.929 110.817.819 198.375.958 198.375.958 198.375.958
Piutang lain-lain 178.395.042 160.764.923 169.122.813 81.564.674 81.564.674 81.564.674
Keterangan Jatuh Tempo
2025 2026 2027 2028 2029 >2029
Aset keuangan 653.558.146 112.198.434 93.948.695 74.798.956 56.099.217 37.399.478
lainnya
Subtotal 996.782.998 395.423.286 373.439.327 354.739.588 336.039.849 317.340.110
Liabilitas
keuangan
Utang usaha 472.812.805
Utang usaha lain- 417.083.777
lain
Utang bank 405.900.650
Beban accrual 289.121.461
Liabilitas jangka 489.525
pendek lainnya
Liabilitas sewa 124.718.197 40.753.730 40.753.730 43.576.749 65.365.124 65.365.124
Utang 5.846.954 807.231 807.231 130.559 - -
pembiayaan
konsumen
Utang bank 120.379.965 112.573.021 116.421.127 116.421.127 145.526.409 203.736.972
jangka Panjang
Subtotal 1.836.353.3 154.133.982 157.982.087 160.128.475 210.891.533 269.102.096
34
Surplus (defisit) (839.570.33 241.289.305 215.457.240 194.611.113 125.148.317 48.238.014
6)
Names mentioned 24 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Kharisma Inti Abadi
p.4
unresolved
org
PT Kencana Konsultan Indonesia
p.5
unresolved
org
PT Bakrie Dharma Indonesia
p.6
unresolved
—
Brantwood
p.6
unresolved
—
BDI
p.6
unresolved
org
Aneka Sawit Sari Food
p.6
unresolved
—
Gelael Supermarket
p.6
unresolved
—
Gelael Indotim
p.6
unresolved
—
Gelael Lampung
p.6
unresolved
—
Digital Mobile Commerce
p.6
unresolved
—
Sinergi Kharisma Terbaik
p.6
unresolved
org
PT Jagonya Ayam Indonesia
p.7 ×3
unresolved
org
KFC Asia Holding LLC
p.9
unresolved
person
Djajeng Pristiawan
p.11
unresolved
person
Erwin FX Bangie
p.11
unresolved
org
PT Ciomas Adisatwa
p.11 ×3
unresolved
org
KFC Asia Holdings LLC
p.12
unresolved
org
Indonesia (Persero) Tbk
p.15
unresolved
org
Pokok (Persero) Tbk
p.16
unresolved
org
EBITDA (Persero) Tbk
p.17
unresolved
org
Ratio Indonesia (Persero) Tbk
p.17
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.