Skip to content
Back to announcement

20250507_FAST_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31883670_lamp1.pdf

Other Text extracted FAST

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 23

Page 1

          
Page 2
                              Lampiran Tanggapan Surat BEI

Terkait dengan Laporan Keuangan Auditan per 31 Desember 2024

1) Sehubungan kondisi kelangsungan usaha Perseroan sebagaimana dijelaskan oleh Kantor
   Akuntan Publik (KAP) dalam paragraf penekanan di Laporan Auditor Independen dan
   Catatan atas Laporan Keuangan (“CALK”) No. 37 – Kondisi Grup, agar Perseroan dapat
   menjelaskan lebih lanjut:
   a. Perseroan menjelaskan bahwa terdapat faktor makro yang berdampak negatif terhadap
      hasil Perseroan yaitu situasi pasar yang memburuk akibat krisis timur tengah dan
      pelemahan daya beli masyarakat. Agar Perseroan dapat menjelaskan

      i.   Penjelasan lebih lanjut perihal latar belakang krisis timur tengah mempengaruhi
           kelangsungan usaha Perseroan dan estimasi timeline faktor tersebut berdampak
           terhadap bisnis Perseroan.

           Tanggapan:
           Krisis di Timur Tengah telah memicu persepsi negatif terhadap merek-merek asal
           Amerika Serikat yang dianggap mendukung Israel. Salah satu merek yang terdampak
           adalah KFC, sehingga muncul seruan boikot terhadap produk-produk yang
           menggunakan merek asal Amerika Serikat. Kondisi ini berdampak pada penurunan
           penjualan.

           Perseroan secara aktif memantau perkembangan situasi dan telah mengambil langkah-
           langkah mitigasi yang diperlukan untuk menjaga kesinambungan operasional, termasuk
           evaluasi dan penyesuaian strategi pemasaran guna mengoptimalkan penjualan.
           Perseroan akan terus berupaya meningkatkan kinerja penjualan, yang diharapkan dapat
           memberikan dampak positif terhadap hasil usaha pada tahun 2025 dan seterusnya.

     ii.   Penjelasan lebih lanjut perihal dampak pelemahan daya beli masyarakat terhadap
           permintaan Perseroan

           Tanggapan:
           Pelemahan daya beli masyarakat, yang disebabkan oleh tekanan ekonomi seperti inflasi,
           kenaikan harga kebutuhan pokok, atau ketidakpastian kondisi makroekonomi,
           berdampak terhadap pola konsumsi masyarakat, khususnya pada pengeluaran untuk
           makanan di luar rumah.

           Bagi KFC sebagai penyedia layanan makanan cepat saji, kondisi ini memengaruhi
           permintaan, terutama dari segmen konsumen yang sensitif terhadap harga. Pelanggan
           cenderung menahan pengeluaran non-esensial atau beralih ke alternatif makanan yang
           dianggap lebih terjangkau. Hal ini dapat menyebabkan penurunan frekuensi kunjungan
           dan nilai transaksi per pelanggan. Perseroan terus memantau tren daya beli masyarakat
           dan secara proaktif menyesuaikan strategi penjualan dan pemasaran guna
           mempertahankan permintaan dan mendukung pertumbuhan bisnis secara
           berkelanjutan.
Page 3
b. Bagaimana upaya Perseroan saat ini untuk dapat memperoleh peningkatan pendapatan di
   masa mendatang? Agar dapat dijelaskan

   Tanggapan:
   Perseroan akan terus mengoptimalkan penjualan dan menyesuaikan strategi secara dinamis
   seiring dengan perkembangan kondisi pasar, guna menjadi lebih fleksibel dan responsif
   terhadap perubahan situasi yang tidak dapat diprediksi. Upaya optimalisasi penjualan
   dilakukan melalui penerapan strategi harga yang kompetitif, peningkatan efektivitas
   pemasaran—termasuk penawaran diskon dan promosi yang menarik—serta pemanfaatan
   maksimal dari seluruh unit bisnis untuk mendorong pertumbuhan penjualan secara
   menyeluruh.

   Selain itu, Perseroan juga terus memperkuat kehadiran di kanal digital melalui strategi
   pemasaran digital yang lebih terarah dan penggunaan media sosial untuk meningkatkan
   engagement dengan pelanggan. Pemanfaatan data pelanggan dan analitik menjadi bagian
   penting dalam menyusun penawaran yang lebih relevan dan personal. Perseroan juga
   terbuka terhadap peluang kolaborasi strategis dan kemitraan, baik dengan platform digital,
   layanan pengantaran, maupun mitra bisnis lainnya, untuk memperluas jangkauan pasar dan
   meningkatkan kenyamanan pelanggan.

   Selain itu untuk memperbaiki kinerja keuangan, Perseroan juga berupaya untuk
   memperbaiki gross profit dan juga melakukan efisiensi dari sisi biaya operasional guna
   memperbaiki profitabilitas.

c. Informasi kompetitor head-to-head produk Perseroan saat ini.

   Tanggapan:
   Kompetitor head-to head produk Perseroan saat ini (bukan bermakna urutan):
   ● McDonald’s
   ● Richeese Factory
   ● Burger King
   ● CFC
   ● Popeyes
   ● Wendy’s
   ● Pizza Hut
   ● Hokben

d. Bagaimana upaya Perseroan saat ini untuk dapat kompetitif dengan industri makanan
   dan minuman yang serupa/sejenis dengan Perseroan di Indonesia? Agar dapat dijelaskan.

   Tanggapan:
   Untuk mempertahankan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri makanan dan
   minuman cepat saji di Indonesia, Perseroan terus melakukan berbagai inisiatif strategis
   yang berfokus pada inovasi produk yang berkualitas dengan harga yang bersaing,
   pengembangan sumber daya manusia, dan akselerasi digital untuk menghadirkan
   pengalaman pelanggan yang lebih bernilai serta membuka peluang pertumbuhan baru.
   Dengan fondasi brand yang kokoh, pelaksanaan strategi yang disiplin, dan budaya kerja
   yang adaptif, Perseroan berada dalam posisi yang solid untuk terus melangkah maju,
   mengatasi ketidakpastian, dan menciptakan nilai jangka panjang.
Page 4
2) Pada CALK No. 5 - Piutang lain-lain (neto), Perseroan memiliki piutang lain-lain per 31
   Desember 2024 sebesar Rp178 milyar atau telah menurun sebesar Rp122 milyar (41%)
   dibanding saldo per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp300 milyar. Agar dapat dijelaskan
   beberapa hal sebagai berikut:
   a. Piutang Perseroan kepada PT Kharisma Inti Abadi (KIA) sebesar Rp180 milyar
       merupakan pinjaman terkait dengan proyek pengembangan atlet pembalap Indonesia.
       Agar Perseroan dapat menjelaskan:

       i) Latar belakang Perseroan belum memperoleh pelunasan penuh dari KIA sampai
          dengan 31 Desember 2024.

          Tanggapan :
          Piutang dari KIA seharusnya jatuh tempo pada bulan Agustus 2024. Namun, KIA
          mengajukan permohonan perpanjangan periode pembayaran, sehingga diskusi
          mengenai jadwal pelunasan dilakukan sepanjang tahun 2024. Selanjutnya, pada Januari
          2025, KIA telah menyusun rencana pembayaran atas pinjaman dalam bentuk angsuran
          yang akan dilakukan bertahap selama tahun 2025 hingga 2027 dan disetujui oleh
          perusahaan.

       ii) Tanggal kejadian (tanggal pemberian pinjaman).

          Tanggapan :
          Pemberian pinjaman kepada KIA dilaksanakan sesuai dengan instruksi yang diterima
          dari KIA melalui surat permohonan pencairan dana talangan periode 2023.

       iii) Apakah terdapat hubungan afiliasi antara KIA dengan Perseroan? Agar dapat
            dijelaskan.

          Tanggapan :
          Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan KIA.

       iv) Penjelasan terkait realisasi dari kegiatan pemasaran termasuk pengembangan brand
           awareness dan brand equity Perseroan dari pemberian pinjaman tersebut.

          Tanggapan :
          Awalnya, Perseroan memberikan pinjaman kepada KIA adalah bagian dari strategi
          pemasaran untuk meningkatkan kesadaran dan keberlanjutan merek (brand awareness
          dan equity) serta peningkatan penjualan produk dan layanan yang disediakan oleh
          Perseroan. Namun, sampai dengan akhir tahun 2024 KIA belum dapat memberikan
          manfaat seperti yang dijanjikan. Oleh karena itu, pihak KIA telah setuju untuk
          mengembalikan dana talangan yang sudah diterima.

       v) Apakah pada tahun 2024 terdapat pengenaan bunga pinjaman oleh Perseroan? Agar
          dapat dijelaskan.

          Tanggapan :
          Piutang KIA tidak dikenakan bunga.
Page 5
   vi) Status realisasi piutang tersebut sampai saat ini.

       Tanggapan :
       Pada bulan April 2025, Perseroan telah menerima pembayaran dari KIA sebesar Rp40
       milyar, sesuai dengan rencana pembayaran yang telah disetujui.

b. Piutang Perseroan kepada PT Kencana Konsultan Indonesia (KKI) sebesar Rp87,5
   milyar merupakan pinjaman terkait dengan proyek pengelolaan dana dalam kegiatan
   olahraga balap motor di Indonesia. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
   i) Latar belakang Perseroan belum memperoleh pelunasan penuh atau pembayaran dari
       KKI sampai dengan 31 Desember 2024.

       Tanggapan :
       Piutang dari KKI dicatat pada kuartal IV tahun 2024, dengan jatuh tempo pada bulan
       Januari 2028. Namun, pelunasan dapat dilakukan lebih awal apabila disepakati
       percepatan pembayaran.

   ii) Tanggal kejadian (tanggal pemberian pinjaman).

       Tanggapan :
       Pemberian pinjaman kepada KKI dilaksanakan sesuai dengan instruksi yang diterima
       dari KKI melalui surat permohonan pencairan dana talangan periode 2024.

   iii) Apakah terdapat hubungan afiliasi antara KKI dengan Perseroan? Agar dapat
        dijelaskan.

       Tanggapan :
       Tidak terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan KKI.

   iv) Penjelasan terkait realisasi dari kegiatan pemasaran termasuk peningkatan brand
       awareness dan mengoptimalkan efektivitas jangkauan kampanye digital Perseroan dari
       pemberian pinjaman tersebut.

       Tanggapan :
       Perseroan memberikan pinjaman kepada KKI adalah bagian dari strategi pemasaran
       jangka panjang dimana dana tersebut akan direalisasikan oleh KKI dalam bentuk
       program pemasaran sampai dengan 2028.

   v) Apakah pada tahun 2024 terdapat pengenaan bunga pinjaman oleh Perseroan? Agar
      dapat dijelaskan.

       Tanggapan :
       Piutang KKI tidak dikenakan bunga.

   vi) Status realisasi piutang tersebut sampai saat ini.

       Tanggapan :
       Sampai saat ini, Perseroan dan KKI masih dalam tahap proses finalisasi strategi
       pemasaran. Realisasi pekerjaan akan dimulai pada semester 2 tahun 2025.
Page 6
c. Piutang Perseroan kepada PT Bakrie Dharma Indonesia (BDI) sebesar Rp70 milyar sejak
   tahun 2023 belum terdapat pelunasan. Agar Perseroan dapat menjelaskan latar belakang
   dan upaya Perseroan untuk dapat merealisasikan piutang tersebut.

   Tanggapan:
   Piutang dana talangan sedang dalam proses penagihan secara berkala oleh Perseroan.
   Namun, karena hingga tanggal penerbitan laporan keuangan belum terdapat rencana
   pembayaran yang disetujui, Perseroan telah mencatat pencadangan penurunan nilai piutang
   BDI secara penuh sebesar Rp70 miliar.

d. Realiasi pelunasan piutang lain-lain Perseroan sampai saat ini dengan melengkapi tabel
   berikut ini:
    Keterangan        31 Des 2024        Pelunasan       Outstanding Outstanding
                                         sampai saat (Rp)                (%)
                                         ini
    Lancar                113.213.280         18.533.041    94.680.239             83%
    Telah       jatuh
    tempo:
    1-60 hari               3.270.094          1.483.640      1.786.454            55%
    61-90 hari              4.634.343          2.010.532      2.623.811            57%
    Lebih dari 90         323.163.440         23.595.892   299.567.548             93%
    hari
    Total                 444.281.157         45.623.105   398.658.052             90%

e. Pada tabel penyisihan piutang lain-lain, Perseroan telah menambahkan jumlah
   penyisihan untuk tahun 2024 sebesar Rp184 milyar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
   i) Metode perhitungan expected credit loss (ECL) yang dilakukan oleh Perseroan.

       Tanggapan:
       Metode perhitungan expected credit loss (ECL) yang dilakukan oleh Perseroan adalah
       pendekatan yang disederhanakan dimana matriks pencadangan dibentuk berdasarkan
       pengalaman kerugian kredit historis dan disesuaikan dengan faktor-faktor berwawasan
       kedepan yang spesifik terhadap debitur dan lingkungan ekonominya.

   ii) Perincian cadangan piutang tak tertagih sebesar Rp266 milyar berdasarkan nama pihak.

       Tanggapan:
       Berikut adalah perincian cadangan piutang tak tertagih sebesar Rp266 milyar:
                Nama pihak             Cadangan piutang tak tertagih (ribuan rupiah)
        Brantwood                                                               30,000,000
        BDI                                                                     70,000,000
        Aneka Sawit Sari Food                                                       511,788
        Gelael Supermarket                                                       5,578,690
        Gelael Indotim                                                           1,062,890
        Gelael Lampung                                                          13,765,561
        Digital Mobile Commerce                                                  3,629,491
        Kharisma Inti Abadi                                                    140,227,682
        Sinergi Kharisma Terbaik                                                 1,110,013
        Total                                                                  265,886,115
Page 7
3) Berdasarkan CALK No. 8 terkait dengan Aset lancar lainnya, Perseroan memiliki aset
   lancar lainnya per 31 Desember 2024 sebesar Rp107 milyar atau telah mengalami
   penurunan sebesar Rp3 milyar dibandingkan aset lancar lainnya per 31 Desember 2023 sebesar
   Rp110 milyar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
   a. Latar belakang pajak pertambahan nilai sebesar Rp13,7 milyar diklasifikasikan sebagai aset
       lancar lainnya dan agar disebutkan nature dari PPN tersebut.

       Tanggapan:
       Nature PPN adalah PPN dari entitas anak, PT Jagonya Ayam Indonesia, terkait dengan
       transaksi pembelian jasa.

   b. Nature dari kas yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp9,7 milyar per 31 Desember 2024
      dan latar belakang tidak terdapat kas yang dibatasi penggunaannya tersebut pada tahun
      2023.

       Tanggapan:
       Per 31 Desember 2024, kas yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp9,7 milyar merupakan
       dana yang ditempatkan dalam rekening khusus dan tidak dapat digunakan secara bebas
       oleh Perseroan karena adanya pembatasan kontraktual sesuai dengan amandemen
       perjanjian pinjaman dengan Bank Mandiri dan BNI di tahun 2024.

       Tidak terdapat kas yang dibatasi penggunaannya pada tahun 2023.

4) Berdasarkan CALK No. 10 – Aset Tetap-neto, Perseroan memiliki aset tetap neto per 31
   Desember 2024 yaitu sebesar Rp879 milyar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp29
   milyar (3,3%) dibanding aset tetap neto per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp909 milyar.
   a. Perincian & nature dari penambahan aset dalam penyelesaian sebesar Rp51,6 milyar
       dan estimasi realisasi aset dalam penyelesaian tersebut

       Tanggapan:
       Perincian dan nature dari penambahan aset dalam penyelesaian sebesar Rp51,6 milyar
       adalah terkait dengan penambahan aset dalam penyelesaian entitas anak. Berikut adalah
       perincian, nature dan estimasi penyelesaiannya:

           Keterangan (dalam ribuan Rupiah)                 31 Des 2024        Estimasi penyelesaian
           Land improvement                                       15,099,829 November 2025
           Integrated utilities and support equipment               6,433,166 November 2025
           Slaughterhouse                                           3,253,550 November 2025
           Food Professing Plant                                    2,716,119 November 2025
           Broiler Farm                                             2,515,003 November 2025
           Feed Mill                                                2,028,962 November 2025
           Cold Storage                                             1,736,695 November 2025
           Building Broiler                                       14,336,198 November 2025
           Breeder Farm                                             1,777,926 November 2025
           Hatchery                                                 1,781,441 November 2025
           Total                                                  51,678,888
Page 8
   b. Metode pengukuran tanah dan bangunan Perseroan saat ini dan bagaimana Perseroan
      menilai relevansi metode pengukuran tersebut dengan kondisi saat ini.

      Tanggapan:
      Perseroan mengukur tanah dan bangunan menggunakan metode biaya perolehan. Tanah
      tidak disusutkan. Metode ini sesuai dengan ketentuan PSAK 216, Aset Tetap. Metode ini
      dinilai relevan dan sesuai dengan tujuan tanah dan bangunan yang dimiliki Perseroan yaitu
      untuk kegiatan operasional.

   c. Apakah terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap Perseroan? Bagaimana Perseroan
      mengukur indikasi terdapatnya penurunan nilai aset tetap Perseroan, agar dapat dijelaskan
      oleh Perseroan

      Tanggapan:
      Hingga saat ini, berdasarkan evaluasi manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai
      atas aset tetap Perseroan yang signifikan. Namun, Perseroan secara berkala melakukan
      kajian atas indikasi penurunan nilai sebagaimana diatur dalam PSAK 236, Penurunan Nilai
      Aset.

      Perseroan menilai indikasi penurunan nilai aset tetap dengan mempertimbangkan dua
      informasi dari sumber-sumber eksternal dan internal, sesuai dengan ketentuan PSAK 236,
      Penurunan Nilai Aset.

   d. Pada CALK 10, Perseroan menyampaikan “Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai wajar
      atas tanah Perusahaan yang dinilai berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak 2024 adalah
      sebesar Rp610.147.141”. Agar Perseroan dapat menjelaskan apakah nilai jual tanah tersebut
      dicatatkan pada laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2024.

      Tanggapan:
      Perseroan mengukur tanah dengan metode biaya perolehan. Nilai jual tanah tersebut tidak
      dicatat pada laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2024.

5) Berdasarkan CALK nomor 11 terkait dengan Biaya renovasi dan Restorasi Bangunan
   Sewa Ditangguhkan, Perseroan memiliki biaya renovasi dan restorasi bangunan sewa
   ditangguhkan sebesar Rp549 milyar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp75 milyar
   (12,1%) dibandingkan jumlah per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp625 milyar. Agar
   Perseroan dapat menjelaskan:
   a. Terdapat penambahan akumulasi penurunan nilai biaya renovasi sebesar Rp22,5 milyar
       pada tahun 2024, agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan nilai tersebut.

      Tanggapan:
      Penurunan nilai biaya renovasi sebesar Rp22,5 milyar timbul sebagai hasil dari evaluasi atas
      biaya restorasi yang terkait dengan unit usaha (store) tertentu. Dalam hal ini, kami
      mempertimbangkan kinerja keuangan masing-masing store, khususnya EBITDA. Apabila
      suatu store menunjukkan EBITDA negatif secara berkelanjutan, hal ini menjadi indikator
      bahwa manfaat ekonomis masa depan dari aset terkait kemungkinan besar telah menurun.
      Oleh karena itu, kami melakukan pengujian penurunan nilai, dan berdasarkan hasil
      pengujian tersebut, diakui akumulasi penurunan nilai untuk mencerminkan estimasi nilai
      kini dari manfaat ekonomis yang dapat diperoleh kembali.
Page 9
   b. Terdapat akumulasi penurunan nilai biaya restorasi sebesar Rp778 juta. agar dapat
      dijelaskan latar belakang penurunan nilai tersebut.

       Tanggapan:
       Penurunan nilai biaya restorasi sebesar Rp778 juta timbul sebagai hasil dari evaluasi atas
       biaya restorasi yang terkait dengan unit usaha (store) tertentu. Dalam hal ini, kami
       mempertimbangkan kinerja keuangan masing-masing store, khususnya EBITDA. Apabila
       suatu store menunjukkan EBITDA negatif secara berkelanjutan, hal ini menjadi indikator
       bahwa manfaat ekonomis masa depan dari aset terkait kemungkinan besar telah menurun.
       Oleh karena itu, kami melakukan pengujian penurunan nilai, dan berdasarkan hasil
       pengujian tersebut, diakui akumulasi penurunan nilai untuk mencerminkan estimasi nilai
       kini dari manfaat ekonomis yang dapat diperoleh kembali.


6) Berdasarkan CALK nomor 12 terkait dengan Beban Ditangguhkan neto, Perseroan memiliki
   beban ditangguhkan neto sebesar Rp213 milyar atau telah mengalami penurunan sebesar
   Rp53 milyar (23,2%) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp266 milyar.
   Agar Perseroan dapat menjelaskan:
   a. Nature dari biaya yang ditangguhkan initial fee dan renewal fee.

       Tanggapan:
       Initial fee dan renewal fee merupakan biaya yang dibayarkan kepada pemberi waralaba
       (KFC Asia Holding LLC) atas izin usaha mengelola KFC, sesuai dengan ketentuan yang
       terdapat pada Perjanjian Waralaba Perseroan.

   b. Latar belakang biaya yang ditanggguhkan Perangkat Lunak tidak diklasifikasikan sebagai
      aset tak berwujud, agar dapat dijelaskan oleh Perseroan.

       Tanggapan:
       Biaya yang ditangguhkan atas perangkat lunak tidak diklasifikasikan sebagai aset tak
       berwujud oleh Perseroan karena sifat dan tujuan dari biaya tersebut tidak memenuhi kriteria
       pengakuan sebagai aset tak berwujud berdasarkan PSAK 238, Aset takberwujud.

   c. Terdapat penambahan penurunan nilai initial fee sebesar Rp7,9 milyar, agar dapat
      dijelaskan latar belakang penurunan nilai tersebut.

       Tanggapan:
       Initial fee sebagaimana dijelaskan di point 6 (a) adalah terkait biaya awal yang dibayarkan
       untuk memperoleh ijin usaha mengelola KFC dan memiliki masa manfaat 10 tahun.

       Penurunan nilai initial fee sebesar Rp7,9 milyar timbul sebagai hasil dari evaluasi atas initial
       fee yang terkait dengan unit usaha (store) tertentu. Dalam hal ini, kami mempertimbangkan
       kinerja keuangan masing-masing store, khususnya EBITDA. Apabila suatu store
       menunjukkan EBITDA negatif secara berkelanjutan, hal ini menjadi indikator bahwa
       manfaat ekonomis masa depan dari aset terkait kemungkinan besar telah menurun. Oleh
       karena itu, kami melakukan pengujian penurunan nilai, dan berdasarkan hasil pengujian
Page 10
       tersebut, diakui akumulasi penurunan nilai untuk mencerminkan estimasi nilai kini dari
       manfaat ekonomis yang dapat diperoleh kembali.

   d. Terdapat penambahan penurunan nilai renewal fee sebesar Rp2 milyar, agar dapat
      dijelaskan latar belakang penurunan nilai tersebut.

       Tanggapan:
       Renewal fee sebagaimana dijelaskan di point 6 (a) adalah terkait biaya perpanjangan atas
       ijin usaha mengelola KFC dan memiliki masa manfaat 10 tahun.

       Penurunan nilai renewal fee sebesar Rp2 milyar timbul sebagai hasil dari evaluasi atas
       renewal fee yang terkait dengan unit usaha (store) tertentu. Dalam hal ini, kami
       mempertimbangkan kinerja keuangan masing-masing store, khususnya EBITDA. Apabila
       suatu store menunjukkan EBITDA negatif secara berkelanjutan, hal ini menjadi indikator
       bahwa manfaat ekonomis masa depan dari aset terkait kemungkinan besar telah menurun.
       Oleh karena itu, kami melakukan pengujian penurunan nilai, dan berdasarkan hasil
       pengujian tersebut, diakui akumulasi penurunan nilai untuk mencerminkan estimasi nilai
       kini dari manfaat ekonomis yang dapat diperoleh kembali.

7) Berdasarkan CALK No. 13 – Aset Tidak Lancar Lainnya, Perseroan memiliki aset tidak lancar
   lainnya per 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp625 milyar atau telah mengalami
   peningkatan sebesar Rp188 milyar (43%) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023
   yaitu sebesar Rp437 milyar. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
   a. Uang muka Perseroan kepada pihak ketiga per 31 Desember 2024 yaitu sebesar Rp391
       milyar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp148 milyar dibandingkan saldo per 31
       Desember 2023. Agar dapat dijelaskan latar belakang peningkatan tersebut

       Tanggapan:
       Peningkatan uang muka kepada pihak ketiga terjadi disebabkan adanya kenaikan uang
       muka dari pengeluaran entitas anak, PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI). Uang muka ini
       terkait rencana pembelian peralatan dan mesin-mesin yang akan digunakan untuk kegiatan
       operasional JAI.

   b. Nature dari aset yang ditangguhkan penggunaannya sebesar Rp24 milyar dan rencana
      realisasi dari aset tersebut.

       Tanggapan:
       Aset yang ditangguhkan penggunaannya sebesar Rp24 milyar ini terkait dengan salah satu
       Outlet Perseroan, yang sementara waktu kegiatan operasinya dihentikan sejak Mei 2023.
       Saat ini aset tersebut sedang dalam renovasi untuk nantinya akan disewakan kepada pihak
       ketiga.

   c. Perseroan memiliki piutang pemegang saham non-pengendali sebesar Rp59 milyar
      per 31 Desember 2024, agar dapat dijelaskan latar belakang jumlah piutang tersebut
      mengalami peningkatan dari jumlah sebelumnya per 31 Desember 2023 sebesar Rp15
      milyar.
Page 11
      Tanggapan:
      Piutang pemegang saham non-pengendali sebesar Rp59 milyar per 31 Desember 2024
      adalah terkait dengan piutang entitas anak, yang peningkatan jumlahnya di tahun 2024
      berkaitan dengan penambahan modal ditempatkan dan disetor oleh pemegang saham.

   d. Perseroan menjelaskan bahwa nature dari piutang lain-lain sebesar Rp59 milyar
      merupakan piutang atas nama Bapak Djajeng Pristiawan dan Bapak Erwin FX Bangie
      selaku pemegang saham non-pengendali dan tidak terdapat jangka waktu pengembalian
      dan tanpa bunga. Agar dapat dijelaskan latar belakang tidak terdapat jangka waktu
      pengembalian serta pengenaan tingkat bunga.

      Tanggapan:
      Perseroan menilai bahwa piutang tersebut dapat tertagih secara penuh dan Perseroan akan
      secara aktif menagihkan piutang tersebut supaya dapat terealisasi dalam tahun 2025.
      Piutang tersebut tidak dikenakan bunga dengan mempertimbangkan sifat hubungan
      kepemilikan dan Perseroan tidak mengambil keuntungan finansial dari transaksi pemegang
      saham yang berperan aktif.

8) Berdasarkan CALK No. 14 - Utang usaha, Perseroan memiliki utang usaha per 31 Desember
   2024 sebesar Rp472 milyar atau telah mengalami penurunan sebesar Rp29,6 milyar (6%)
   dibanding saldo per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp502 milyar. Agar Perseroan dapat
   menjelaskan:
   a. Perincian pembayaran utang usaha dengan melengkapi tabel berikut ini:
        Keterangan       31 Des 2024     Pelunasan        Outstanding Outstanding
                                         sampai saat (Rp)                   (%)
                                         ini
        Lancar               218.014.686     144.644.944     73.369.742            34%
        Telah      jatuh
        tempo:
        1-60 hari            141.690.112     124.190.066     17.500.046            12%
        61-90 hari            62.659.160      52.338.730     10.320.430            16%
        Lebih dari 90         50.445.847      36.598.732     13.847.115            27%
        hari
        Total                472.812.805     357.772.472    115.040.333            24%

   b. Pada tabel perincian utang usaha berdasarkan nama pihak, agar dijelaskan latar belakang
      utang usaha kepada PT Ciomas Adisatwa mengalami peningkatan dari semula sebesar
      Rp2,1 milyar menjadi Rp27,3 milyar pada tahun 2024.

      Tanggapan:
      Kenaikan ini terutama disebabkan oleh dua faktor. Pertama, adanya pengalihan pembelian
      ayam ke PT Ciomas Adisatwa untuk menggantikan beberapa vendor sebelumnya yang
      menghentikan pasokan dikarenakan masalah operasional internal. Kedua, Perseroan
      melakukan negosiasi perpanjangan jangka waktu pembayaran (term payment) dengan
      vendor utama, termasuk PT Ciomas Adisatwa, sebagai bagian dari strategi manajemen kas
      guna menjaga kestabilan arus kas Perseroan. Kombinasi kedua faktor tersebut berdampak
      pada peningkatan saldo utang usaha per akhir periode.
Page 12
9) Berdasarkan CALK No. 15 – utang lain-lain, Perseroan memiliki utang lain-lain per 31
   Desember 2024 yaitu sebesar Rp417 milyar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp15
   milyar (4%) dibanding saldo per utang lain-lain per 31 Desember 2023 yaitu sebesar
   Rp402 milyar. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
   a. Sehubungan dengan utang lain-lain Perseroan kepada KFC Asia Holdings LLC sebesar
        Rp86,7 milyar, agar dapat dijelaskan:
     i.    Latar belakang tidak terdapat utang lain-lain tersebut mengalami peningkatan sebesar
           Rp29 milyar pada tahun 2024.

            Tanggapan:
            Peningkatan saldo utang lain-lain sebesar Rp29 miliar pada tahun 2024 terutama
            disebabkan oleh adanya perpanjangan jangka waktu pembayaran kepada KFC
            Holdings. Perseroan melakukan negosiasi untuk memperoleh jangka waktu
            pembayaran yang lebih panjang sebagai bagian dari strategi manajemen likuiditas. Hal
            ini berdampak pada peningkatan saldo utang lain-lain yang masih tercatat pada akhir
            tahun.

     ii.    Jatuh tempo utang lain-lain tersebut dan rencana pembayaran oleh Perseroan.

            Tanggapan:
            Utang lain-lain tersebut memiliki jatuh tempo sesuai dengan perjanjian yang telah
            disepakati bersama pihak terkait. Saat ini, Perseroan telah menyusun rencana
            pembayaran secara bertahap dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan yang telah
            disetujui oleh kedua belah pihak. Pembayaran cicilan tersebut akan dilakukan secara
            berkala dan telah diperhitungkan dalam proyeksi arus kas Perseroan.

     iii.   Jumlah yang telah dibayarkan oleh Perseroan sepanjang tahun 2024.

            Tanggapan:
            Jumlah yang telah dibayarkan oleh Perseroan sepanjang tahun 2024 adalah sebesar
            Rp125 milyar.

     iv.    Dampak dari utang lain-lain tersebut terhadap perjanjian waralaba antara
            Perseroan dengan KFC

            Tanggapan:
            Perpanjangan jangka waktu pembayaran (TOP) dilakukan berdasarkan hasil negosiasi
            antara Perseroan dan KFC Asia, sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap
            perjanjian waralaba yang berlaku antara kedua belah pihak.
Page 13
   b. Perincian pelunasan utang lain-lain Perseroan per 31 Desember 2024 dengan melengkapi
      tabel berikut ini:
       Keterangan        31 Des 2024        Pembayaran      Outstanding Outstanding
                                            sampai saat (Rp)               (%)
                                            ini
       Lancar                 64.703.576         19.883.656    44.819.920            69%
       Telah       jatuh
       tempo:
       1-60 hari              23.092.960          8.102.124    14.990.836            65%
       61-90 hari             17.601.289         10.882.108     6.719.181            38%
       Lebih dari 90         311.685.952         96.796.046   214.889.906            69%
       hari
       Total                 417.083.777        135.663.934   281.419.843            67%

10) Berdasarkan CALK No. 16 - Perpajakan, terkait dengan utang pajak, perhitungan pajak
    penghasilan, dan aset pajak tangguhan Perseroan. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:

   a. Latar belakang terdapat peningkatan pajak restoran PB 1 dari sebesar Rp75 milyar
      per 31 Desember 2023 menjadi sebesar Rp106 milyar per 31 Desember 2024.

       Tanggapan:
       Perseroan telah menegosiasikan perpanjangan jangka waktu pembayaran dengan pihak
       terkait dan menyusun rencana pembayaran yang akan dilakukan secara bertahap sesuai
       kesepakatan bersama. Hal ini berdampak pada peningkatan saldo utang pajak pajak
       restoran PB1 pada akhir tahun.

   b. Perincian analisa umur utang usaha utang pajak PB1 sampai dengan 31 Desember 2024.
           Umur (angka dalam ribuan Rupiah)                   31 Desember 2024
       Belum jatuh tempo                                                       39.570.235
       Jatuh tempo 1 – 30 hari                                                 26.731.500
       Jatuh tempo 31 – 60 hari                                                14.580.128
       Jatuh tempo 61 – 90 hari                                                13.871.481
       Jatuh tempo lebih dari 90 hari                                          12.244.329
       Total                                                                  106.997.673

   c. Perincian realisasi pembayaran utang pajak Perseroan per 31 Desember 2024 dengan
      melengkapi tabel berikut ini:
       Keterangan          31 Des 2024 Pembayaran          Outstanding Outstanding
                           (Rp)            sampai saat (Rp)             (%)
                                           ini
       Pajak Restoran         106.997.673      40.218.436    66.779.237          62%
       (PB 1)
       PPh 21                    7.490.717      7.372.244       118.473           2%
       PPh 23 & 4 (2)           14.658.504      8.578.382     6.080.122          41%
       PPh 26                   42.028.962         53.356    41.975.606          99%
       PPN                      46.524.945      4.459.199    42.065.746          90%
       Total                  217.700.801      60.681.617   157.019.184          72%
Page 14
d. Pada tabel perincian aset pajak tangguhan, Perseroan mengkapitalisasikan Rugi Fiskal yang
     dapat dikompensasi sebesar Rp71,5 milyar. Agar dapat dijelaskan oleh Perseroan:
  i.    Latar belakang rugi fiskal yang dapat dikompensasi tersebut dikapitalisasi oleh
        Perseroan

        Tanggapan:
        Rugi fiskal yang diakui sebagai aset pajak tangguhan tersebut merupakan rugi fiskal
        atas tahun 2024 sebesar Rp570 milyar. Perseroan meyakini bahwa terdapat
        kemungkinan besar (probable) bahwa rugi fiskal tersebut akan dapat dikompensasi
        dengan penghasilan kena pajak di masa mendatang, sesuai dengan ketentuan dalam
        PSAK 212, Pajak Penghasilan.

  ii.   Dasar Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) yang mendukung perlakuan
        akuntansi Perseroan

        Tanggapan:
        Dasar Standar Akuntansi Keuangan (”SAK”) yang mendukung perlakuan akuntansi
        Perseroan adalah sesuai dengan ketentuan PSAK 212, Pajak Penghasilan.

e. Perseroan menyampaikan bahwa berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN) atas
     PPh Badan 2020 di mana rugi fiskal Perusahaan dikoreksi dari semula sebesar Rp371
     milyar menjadi sebesar Rp98 milyar. Agar dapat dijelaskan:
  i.     Perincian perhitungan rekonsiliasi pajak penghasilan badan tahun 2020 sesuai dengan
         SKPN

        Tanggapan:
        Rekonsiliasi pajak penghasilan badan tahun 2020 sesuai dengan SKPN:

                           Keterangan
                  (angka dalam ribuan Rupiah)               31 Des 2024
             Rugi fiskal menurut Wajib Pajak                     (371,382,467)
             Koreksi penjualan                                       4,883,046
             Koreksi penyesuaian fiskal positif                   268,448,704
             Rugi fiskal menurut Fiskus                            (98,050,716)



  ii.   Dampak terhadap laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 dan tahun-
        tahun sebelumnya

        Tanggapan:
        Koreksi atas rugi fiskal Perseroan pada tahun 2020 tidak berdampak terhadap laporan
        keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 maupun tahun-tahun sebelumnya, karena
        rugi fiskal sebelum tahun 2024 tersebut tidak diakui sebagai aset pajak tangguhan dalam
        laporan keuangan Perseroan.
Page 15
   f. Apakah saat ini terdapat pemeriksaan pajak oleh otoritas perpajakan Perseroan? Agar dapat
      dijelaskan oleh Perseroan.

       Tanggapan:
       Saat ini tidak terdapat pemeriksaan pajak oleh otoritas perpajakan Perseroan.

11) Berdasarkan CALK No. 17 – Utang Bank, Perseroan per 31 Desember 2024 memiliki
    masingmasing utang bank sebesar Rp1,03 triliun, di mana sebesar Rp677 milyar merupakan
    bagian jangka pendek dari sebesar Rp353 milyar merupakan utang bank jangka panjang
    Perseroan. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
     a. Perincian utang bank jangka pendek Perseroan per 31 Desember 2024 dengan melengkapi
         tabel berikut ini (angka dibawah ini disajikan dalam ribuan Rupiah):

       Nama Bank      Jenis            Saldo         Tingkat   Plafon        Jaminan
                      Fasilitas        Terhutang     bunga per Pinjaman
                                                     Tahun
       PT      Bank   Tambahan           127.582.000 7.5%        200.000.000 -      Fidusia
       Negara         modal kerja                                            persediaan
       Indonesia      operasional                                            Rp316.036.02
       (Persreo)      yang bersifat                                          2
       Tbk            RC terbatas                                            -    Negative
                                                                             pledge
       PT      Bank   Uncommitted        250.000.000 8%          250.000.000 Negative
       Mandiri        term      loan                                         pledge
       (Persero)      revolving
       Tbk            modal kerja
       Total                             377.382.000                  450.000.000

      b. Perincian utang bank jangka panjang Perseroan per 31 Desember 2024 dengan
         melengkapi tabel berikut ini (angka dibawah ini disajikan dalam ribuan Rupiah):

       Nama Bank      Jenis            Saldo         Tingkat   Plafon        Jaminan
                      Fasilitas        Terhutang     bunga per Pinjaman
                                                     Tahun
       PT      Bank Term      loan       125.000.000 8,00%       200.000.000 Negative
       Mandiri      revolving                                                pledge
       (Persero)
       Tbk
       PT      Bank Terms loan           175.000.000 7% - 7,5%        290.000.000 Negative
       Negara                                                                     covenant
       Indonesia
       (Persero)
       Tbk
       Total                             300.000.000                  490.000.000
Page 16
   Perincian utang bank jangka panjang entitas anak (PT Jagonya Ayam Indonesia/JAI)
   per 31 Desember 2024 (angka dibawah ini disajikan dalam ribuan Rupiah):

Nama Bank       Jenis           Saldo          Tingkat   Plafon        Jaminan
                Fasilitas       Terhutang      bunga per Pinjaman
                                               Tahun
PT      Bank    Kredit             333.685.387 7% - 7,5%   690.000.000 Negative
Negara          Investasi                                              covenant
Indonesia       Pokok
(Persero)
Tbk
PT      Bank    Interest               23.539.080                    90.000.000
Negara          during
Indonesia       contruction
(Persero)
Tbk
Total                              357.224.467                      780.000.000

c. Perincian pemenuhan loan covenant utang bank jangka panjang Perseroan dengan
   melengkapi tabel berikut ini:

Nama           Jenis Loan Rasio                     Rasio       Status            Status Waiver
Bank           Covenant   dipersyaratkan            Perseroan   pemenuhan         (jika     tidak
                                                                (ya/tidak)        memenuhi)
PT Bank Total loan to Max 350%                         -578,37% Tidak             Per 31
Mandiri   EBITDA                                                                  Desember
(Persero)                                                                         2024,
Tbk                                                                               Perseroan
          Debt Service >1,5x                               -0,38 Tidak            tidak
          Coverage                                                                mendapatkan
          Ratio                                                                   surat waiver.
          Leverage     Max 300%                       6,185.84% Tidak             Pada 10
          (Total                                                                  Januari 2025,
          Liabilitas /                                                            Perseroan
          Total                                                                   telah
          Ekuitas)                                                                mendapatkan
                                                                                  surat waiver.



PT Bank Current               Min 1x                       0,29 Tidak             Per 31
Negara    Ratio                                                                   Desember
Indonesia                                                                         2024,
(Persero)                                                                         Perseroan
Tbk                                                                               tidak
          Debt       to       Max 2.5x                    61,86 Tidak             mendapatkan
          Equity Ratio                                                            surat waiver.
          Debt Service        Min 100%                  -15,43% Tidak
          Coverage
          KMK                 Min 110%                  81,61% Ya
          Coverage
Page 17
d. Pada pengungkapan CALK No. 17, Perseroan menjelaskan sebagai berikut “Pada
   tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan tidak memenuhi rasio keuangan untuk pinjaman
   kepada BNI seperti yang ditetapkan dalam perjanjian kredit dan belum memperoleh
   surat waiver sesuai ketentuan perjanjian kredit terkait, seluruh jumlah pokok yang
   dipinjam oleh BNI diklasifikasikan menjadi liabilitas jangka pendek untuk tujuan
   penyejian laporan keuangan konsolidasian”. Agar dapat dijelaskan:

   i.    Perincian rasio keuangan yang tidak dipenuhi oleh Perseroan per 31 Desember
         2024 dan latar belakang atas ketidakpemenuhan tersebut.

        Nama       Jenis Loan Rasio          Rasio            Status
        Bank       Covenant   dipersyaratkan Perseroan        pemenuhan
                                                              (ya/tidak)
        PT Bank Total loan Max 350%                  -578,37% Tidak
        Mandiri   to EBITDA
        (Persero)
        Tbk
                  Debt         >1,5x                      -0,38 Tidak
                  Service
                  Coverage
                  Ratio
                  Leverage     Max 300%             6,185.84% Tidak
                  (Total
                  Liabilitas /
                  Total
                  Ekuitas)

        PT Bank Current       Min 1x                      0,29 Tidak
        Negara    Ratio
        Indonesia
        (Persero)
        Tbk
                  Debt     to Max 2.5x                   61,86 Tidak
                  Equity
                  Ratio
                  Debt        Min 100%                -15,43% Tidak
                  Service
                  Coverage

           Rasio keuangan tidak terpenuhi karena perseroan mengalami kerugian usaha
           pada tahun 2024.

  ii.    Alasan dan penyebab Perseroan tidak memperoleh waiver dari Bank BNI.

         Tanggapan:
         Terkait perseroan tidak memperoleh waiver letter dari Bank BNI karena kebijakan
         penuh dari bank BNI. Sampai saat ini Perseroan belum menerima informasi perihal
         alasan dan penyebab belum diberikannya waiver letter tersebut namun dapat kami
         sampaikan bahwa Perseroan telah mengirimkan surat permohonan waiver letter
Page 18
                 sehubungan dengan tidak terpenuhinya covenant atas fasilitas kredit kepada BNI
                 pada tanggal 17 Desember 2024, namun hingga saat tanggal surat tanggapan ini,
                 Perseroan belum menerima tanggapan dari BNI.

        iii.     Bagaimana upaya perseroan untuk memitigasi agar rasio keuangan Perseroan
                 dapat terpenuhi pada tahun 2024.

                 Tanggapan:
                 Dalam memitigasi rasio keuangan, Perseroan terus berupaya sebagai bagian dari
                 upaya berkelanjutan untuk merespon hal tersebut sebagai berikut:
                    1. Mengoptimalkan operasi bisnis dengan menerapkan langkah-langkah
                        pengurangan biaya dan digitalisasi proses bisnis
                    2. Restrukturisasi organisasi untuk meningkatkan efisiensi
                    3. Menunda pengeluaran modal atau proyek yang tidak penting dan
                        memprioritaskan hanya pengeluaran yang penting untuk mempertahankan
                        operasi
                    4. Pengelolaan persediaan yang lebih efisien untuk menghindari kelebihan
                        stok yang dapat meningkatkan modal kerja
                    5. Mengoptimalkan efisiensi rantai pasok untuk memperlancar operasional
                        dan menurunkan biaya
                    6. Penggunaan restoran secara efektif untuk meminimalisir biaya tetap dan
                        mencapai skala ekonomi
                    7. Negosiasi ulang jangka waktu pembayaran utang dengan pemasok guna
                        memperpanjang tenor pembayaran dan meningkatkan fleksibilitas arus kas
                    8. Grup terus memanfaatkan fasilitas yang ada dan bernegosiasi untuk
                        perpanjangan pinjaman.

               iv. Jumlah pinjaman bank yang direklasifikasi dari jangka panjang ke jangka pendek
                   per 31 Desember 2024 akibat dari tidak diperolehnya waiver oleh Bank
                   BNI dengan melengkapi tabel berikut ini:

                   Tanggapan:
                   Pinjaman bank yang direklasifikasi dari jangka panjang ke jangka pendek per 31
                   Desember 2024 adalah utang bank Perseroan, sementara utang bank jangka
                   panjang entitas anak tidak direklasifikasi.

       Keterangan               Jumlah               Jumlah di Jangka       Jumlah       Jangka
                                                     Panjang                Pendek      (setelah
                                                     (sebelumnya)           direklasifikasi)
       Perusahaan               300.000.000          200.000.000            300.000.000
       Entitas Anak             357.224.467          357.224.467            -

12) Berdasarkan CALK nomor 18 terkait dengan Beban Aktual, Perseroan memiliki beban
    aktual sebesar Rp289 milyar atau telah mengalami peningkatan sebesar Rp176 milyar
    (156%) dibandingkan beban aktual per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp112 milyar. Agar
    Perseroan dapat menjelaskan:
Page 19
a.   Latar belakang peningkatan beban aktual jasa waralaba dari semula sebesar Rp25
     milyar menjadi sebesar Rp160 milyar

     Tanggapan:
     Peningkatan beban aktual jasa waralaba menjadi sebesar Rp16 milyar dikarenakan
     Perseroan belum melakukan pembayaran atas jasa waralaba untuk 9 bulan.

b.   Analisa umur aktual jasa waralaba Perseroan per 31 Desember 2024.

     Tanggapan:
     Berikut adalah analisis umur aktual jasa waralaba per 31 Desember 2024 (angka dalam
     ribuan Rupiah):
      Lancar                                                                  27.073.611
      1 – 30 hari                                                             11.166.679
      31 – 60 hari                                                            11.279.235
      Lebih dari 60 hari                                                     111.097.112
      Total                                                                  160.616.636

c.   Status realisasi beban aktual jasa waralaba sampai dengan saat ini

     Tanggapan:
     Sampai saat ini Perseroan telah membayarkan sejumlah Rp18 milyar, dan sisanya akan
     dilakukan pembayaran secara bertahap sesuai dengan perjanjian yang telah disetujui
     bersama dengan pihak terkait.

d.   Bagaimana Perseroan memitigasi dampak hukum atas beban jasa aktual waralaba yang
     belum dibayarkan oleh Perseroan sampai saat ini, agar dapat dijelaskan oleh Perseroan

     Tanggapan:
     Perseroan terus menjalin hubungan baik untuk melakukan negosiasi dengan pihak
     waralaba. Sampai saat ini, Perseroan terus melakukan pembayaran secara rutin yang
     sudah dikomunikasikan dengan pihak waralaba melalui program “Payment Plan” yang
     telah disetujui bersama oleh kedua belah pihak.

e.   Perincian beban aktual lain-lain sebesar Rp23 milyar dan latar belakang beban aktual
     lain-lain telah mengalami peningkatan sebesar Rp22,4 milyar.

     Tanggapan:
     Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya accrual yang dilakukan oleh JAI
     untuk vendor kontraktor atas biaya penyelesaian proyek di Banyuwangi.
Page 20
13) Berdasarkan CALK nomor 20 terkait dengan Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa, agar
    Perseroan dapat menjelaskan nature dari kolom koreksi masing-masing pada tahun 2024 dan
    2023 sebesar negatif Rp4,7 milyar dan sebesar Rp1,5 milyar

     Tanggapan:
     Pada tahun berjalan, Perseroan melakukan negosiasi dengan pemilik lahan atas sewa yang
     dilakukan. Hal ini berdampak pada perubahan kontrak yang telah disepakati sebelumnya
     sehingga diperlukan adanya koreksi atas hal tersebut.

14) Berdasarkan CALK nomor 22 terkait dengan Liabilitas Imbalan Kerja, Perseroan memiliki
    liabiltias imbalan kerja per 31 Desember 2024 sebesar Rp570 milyar atau telah mengalami
    penurunan sebesar Rp163 milyar (22,2%) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 yaitu
    sebesar Rp733 milyar. Agar dapat dijelaskan latar belakang dan nature dari perubahan asumsi
    keuangan sebesar Rp153 milyar pada tahun 2024.

     Tanggapan:
     Penurunan liabilitas imbalan kerja per 31 Desember 2024 terutama disebabkan oleh
     penurunan asumsi kenaikan gaji yang menghasilkan actuarial gain, yang dicatat dalam
     penghasilan komprehensif lain sesuai dengan PSAK 219, Imbalan Kerja.

15) Berdasarkan CALK No. 23 – Modal Saham, Perseroan memiliki modal saham per 31
    Desember 2024 dan 2023 sebesar Rp199 milyar. Perseroan memiliki saham treasuri sebesar
    Rp160 milyar yang terdiri atas 3.208.000 saham. Agar Perseroan dapat menjelaskan informasi
    tahun perolehan saham treasuri Perseroan dan masa penguasaan saham treasuri Perseroan
    serta kesesuaiannya dengan peraturan terkait.

     Tanggapan:
     Saham Treasury sebanyak 3.208.000 saham tersebut diperoleh Perseroan pada tanggal 31
     Desember 2020 dan Perseroan berencana untuk mengalihkan saham treasury tersebut
     melalui penjualan di Bursa Efek Indonesia sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses
     penjualan ini akan dilakukan dengan transparansi penuh dan mengikuti semua regulasi yang
     ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

16) Berdasarkan CALK No. 25 – Pendapatan, Perseroan memiliki pendapatan sebesar Rp4,8
    triliun per 31 Desember 2024 atau telah mengalami penurunan sebesar Rp1 triliun (18%)
    dibandingkan pendapatan per 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp5,9 triliun. Agar Perseroan
    dapat menjelaskan:
        a. Perincian pendapatan Perseroan per tahun 2024 dan perbandingannya dengan
             tahun 2023 berdasarkan tipe/jenis restoran

             Jenis Store                    2024                          2023
             Free Standing                 1,765,825,944,682            2,094,784,249,384
             In Line                       1,459,338,540,667            1,797,907,288,999
             Mall                          1,213,509,437,949            1,514,029,465,670
             Box                             279,432,141,733              338,367,406,174
             Food Court                      155,412,289,435              184,978,554,006
             Mobile Catering                   2,274,161,583                4,937,728,155
             Total                         4,875,792,516,050            5,935,004,692,387
Page 21
b.    Perincian pendapatan Perseroan per tahun 2024 dan perbandingannya dengan
      tahun 2023 berdasarkan geografis penjualan.

     Area                                 2024                              2023
     Jawa                                  2,635,275,045,608               3,267,963,286,781
     Sumatera                                917,271,352,711               1,139,989,004,921
     Sulawesi                                434,472,581,657                 532,083,344,658
     Kalimantan                              400,182,403,131                 496,574,332,747
     Bali                                    306,664,884,650                 308,961,335,637
     Maluku dan Papua                        181,926,248,293                 189,433,387,642
     Total                                 4,875,792,516,050               5,935,004,692,387


c.    Perincian jumlah restauran Perseroan dengan melengkapi tabel berikut ini:

     Jenis Store          2024         2023    Perubahan
     Free Standing           175          176          -1
     In Line                 218          225          -7
     Mall                    196          215         -19
     Box                       92         110         -18
     Food Court                33           35         -2
     Mobile Catering            1            1          0
     Total                    715         762         -47

d.    Bagaimana upaya Perseroan pada tahun 2025 untuk dapat meningkatkan
      pendapatan Perseroan? Agar dapat dijelaskan.

      Tanggapan:
      Perseroan akan terus mengoptimalkan penjualan dan menyesuaikan strategi secara
      dinamis seiring dengan perkembangan kondisi pasar, guna menjadi lebih fleksibel dan
      responsif terhadap perubahan situasi yang tidak dapat diprediksi. Upaya optimalisasi
      penjualan dilakukan melalui penerapan strategi harga yang kompetitif, peningkatan
      efektivitas pemasaran—termasuk penawaran diskon dan promosi yang menarik—serta
      pemanfaatan maksimal dari seluruh unit bisnis untuk mendorong pertumbuhan
      penjualan secara menyeluruh.

e.    Pada tahun 2024, rasio gross margin Perseroan sebesar 58% atau telah mengalami
      penurunan 4% dibandingkan rasio gross margin per 2023 yaitu sebesar 62%. Agar
      dapat dijelaskan latar belakang atas penurunan tersebut.

      Tanggapan:
      Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh strategi promosi yang diterapkan
      Perseroan, termasuk pemberian diskon harga yang lebih agresif pada produk-produk
      tertentu dibandingkan tahun 2023, sebagai upaya untuk mengatasi penurunan
      penjualan akibat dampak boikot yang masih berlangsung.
Page 22
17) Berdasarkan CALK No. 27 – Beban Operasi, beban operasi Perseroan per 31 Desember 2024
    terdiri atas beban penjualan dan distribusi sebesar Rp2,7 triliun, beban umum dan administrasi
    sebesar Rp690 milyar dan beban operasi lain sebesar Rp279 milyar. Agar dapat dijelaskan:
    a. Secara total, komponen beban gaji dari beban operasi sebesar Rp1,36 triliun yang terdiri
        atas beban gaji penjualan dan distribusi sebesar Rp941 milyar dan beban gaji umum
        dan administrasi sebesar Rp421milyar. Beban gaji secara tahunan mengalami penurunan
        sebesar Rp39 milyar (3%). Agar Perseroan dapat menjelaskan latar belakang terdapat
        penurunan beban gaji tersebut.

       Tanggapan:
       Penurunan sebesar Rp39 milyar (3%) disebabkan oleh faktor berikut ini:
          1. Efisiensi jumlah tenaga kerja di gerai, seiring dengan penyesuaian jumlah karyawan
             berdasarkan kebutuhan operasional serta penutupan beberapa gerai.
          2. Penurunan jumlah karyawan di Kantor Pusat termasuk beberapa managerial level,
             disertai dengan penyesuaian atas manfaat atau benefit yang diberikan.

   b. Pada beban penjualan dan distribusi, beban promosi dan penjualan mengalami penurunan
      dari semula sebesar Rp366 milyar menjadi sebesar Rp132 milyar per 2024. Agar dapat
      dijelaskan latar belakang penurunan tersebut.

       Tanggapan:
       Penurunan ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam menjaga rasio keuangan di
       tengah dampak isu boikot yang memengaruhi pendapatan. Pada awal masa boikot,
       Perseroan memilih untuk mengurangi kegiatan pemasaran langsung yang menyebabkan
       penurunan pada biaya pemasaran. Sebagian besar anggaran dari biaya pemasaran dialihkan
       ke program promosi dan pemberian diskon produk yang dinilai lebih efektif dalam
       menarik pelanggan.

   c. Pada beban operasi lain, agar dapat dijelaskan nature dan perincian dari kerugian
      penurunan nilai atas aset non-finansial sebesar Rp54 milyar per tahun 2024.

       Tanggapan:
       Pada akhir pelaporan, Grup menilai adanya aset yang mengalami penurunan nilai.
       Perusahaan mengidentifikasi nilai tercatat aset yang lebih besar dari pada jumlah
       terpulihkannya. Penurunan nilai tersebut berasal dari biaya renovasi dan restorasi sewa yang
       ditangguhkan sebesar Rp 33.241.934.794 dan aset hak-guna sebesar Rp 21.481.313.690.
Page 23
18) Berdasarkan CALK No. 32 – Tujuan & Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan, agar
    Perseroan dapat menyampaikan data aset keuangan dan perbandingannya dengan liabilitas
    keuangan dengan melengkapi tabel berikut ini:

     Keterangan                                               Jatuh Tempo
                           2025          2026         2027            2028           2029        >2029
   Aset Keuangan
   Kas                  164.829.810   122.459.929   110.817.819      198.375.958   198.375.958   198.375.958
   Piutang lain-lain    178.395.042   160.764.923   169.122.813       81.564.674    81.564.674    81.564.674
     Keterangan                                               Jatuh Tempo
                           2025          2026         2027             2028          2029        >2029
   Aset keuangan        653.558.146   112.198.434    93.948.695       74.798.956    56.099.217    37.399.478
   lainnya
   Subtotal             996.782.998   395.423.286   373.439.327     354.739.588    336.039.849   317.340.110
   Liabilitas
   keuangan
   Utang usaha          472.812.805
   Utang usaha lain-    417.083.777
   lain
   Utang bank           405.900.650
   Beban accrual        289.121.461
   Liabilitas jangka        489.525
   pendek lainnya
   Liabilitas sewa      124.718.197    40.753.730    40.753.730      43.576.749     65.365.124    65.365.124
   Utang                  5.846.954       807.231       807.231         130.559              -             -
   pembiayaan
   konsumen
   Utang         bank   120.379.965   112.573.021   116.421.127     116.421.127    145.526.409   203.736.972
   jangka Panjang
   Subtotal             1.836.353.3   154.133.982   157.982.087     160.128.475    210.891.533   269.102.096
                                 34
   Surplus (defisit)    (839.570.33   241.289.305   215.457.240     194.611.113    125.148.317    48.238.014
                                 6)

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.48 MB
Published7 May 2025
Pages23
Characters58,914
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 24 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Bank Mandiri p.7
possible org Bursa Efek Indonesia p.20 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.20
unresolved org PT Kharisma Inti Abadi p.4
unresolved org PT Kencana Konsultan Indonesia p.5
unresolved org PT Bakrie Dharma Indonesia p.6
unresolved — Brantwood p.6
unresolved — BDI p.6
unresolved org Aneka Sawit Sari Food p.6
unresolved — Gelael Supermarket p.6
unresolved — Gelael Indotim p.6
unresolved — Gelael Lampung p.6
unresolved — Digital Mobile Commerce p.6
unresolved — Sinergi Kharisma Terbaik p.6
unresolved org PT Jagonya Ayam Indonesia p.7 ×3
unresolved org KFC Asia Holding LLC p.9
unresolved person Djajeng Pristiawan p.11
unresolved person Erwin FX Bangie p.11
unresolved org PT Ciomas Adisatwa p.11 ×3
unresolved org KFC Asia Holdings LLC p.12
unresolved org Indonesia (Persero) Tbk p.15
unresolved org Pokok (Persero) Tbk p.16
unresolved org EBITDA (Persero) Tbk p.17
unresolved org Ratio Indonesia (Persero) Tbk p.17

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result