Back to announcement
20250507_SSIA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31883398_lamp1.pdf
Other Text extracted SSIASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Press Release – 5 Mei 2025
SSIA MELAPORKAN HASIL KINERJA KEUANGAN 1Q25,
DIDORONG OLEH SEKTOR PROPERTI & KONSTRUKSI
Ikhtisar Laporan Keuangan 1Q25 PT Surya Semesta Internusa Tbk
(“SSIA”)
• SSIA mengumumkan hasil keuangan konsolidasian untuk kuartal pertama
tahun 2025, menegaskan fokus strategis Perseroan pada bisnis utama di
bidang properti dan konstruksi di tengah tantangan pada sektor perhotelan.
• SSIA membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1.068,2 miliar pada
kuartal pertama 2025 (1Q25), mengalami penurunan tipis sebesar 2,1%
dibandingkan Rp1.091,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya
(1Q24). Segmen properti mencatat pertumbuhan dengan kenaikan
pendapatan sebesar 2,6% menjadi Rp163,8 miliar. Segmen konstruksi
menunjukkan kinerja kuat dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 24,5%
menjadi Rp887,6 miliar. Sementara pendapatan dari segmen perhotelan
tercatat sebesar Rp99,6 miliar, turun 57,3% secara tahunan. Hal ini disebabkan
oleh adanya penutupan sementara Hotel Melia Bali untuk renovasi yang
dimulai pada Oktober 2024.
• Laba kotor pada 1Q25 turun 35,0% secara tahunan menjadi Rp199,5 miliar,
dibandingkan Rp307,0 miliar pada 1Q24.
• SSIA mencatat EBITDA sebesar Rp36,3 miliar pada 1Q25, turun dari Rp147,1
miliar pada 1Q24. Penurunan ini terutama disebabkan penurunan kinerja pada
segmen perhotelan akibat aktivitas renovasi yang sedang berlangsung. EBITDA
segmen ini turun sebesar Rp90,0 miliar secara tahunan.
• Perseroan membukukan rugi bersih konsolidasian sebesar Rp21,7 miliar pada
1Q25, dibandingkan rugi bersih sebesar Rp14,9 miliar pada periode yang sama
tahun sebelumnya.
• Meskipun segmen perhotelan mengalami penurunan sementara akibat
renovasi yang telah direncanakan, SSIA memandang hal ini sebagai investasi
strategis untuk meningkatkan portofolio hotel dan meraih nilai tambah yang
lebih tinggi dalam jangka menengah.
• Posisi likuiditas SSIA tetap kuat dengan kas sebesar Rp2.196,0 miliar, serta
pengelolaan keuangan yang hati-hati dengan rasio utang terhadap ekuitas
sebesar 12,6% yang terus menopang stabilitas dan potensi pertumbuhan
Perseroan. Kinerja Perseroan pada 1Q25 menegaskan pendekatan disiplin
dalam alokasi modal serta kesiapan untuk menangkap peluang pertumbuhan
yang sejalan dengan kepentingan investor.
1
Page 2
Laporan Keuangan Konsolidasi
(dalam miliar rupiah)
1Q25 1Q24 YoY
Pendapatan Usaha 1.068,2 1.091,6 -2,1%
Properti 163,8 159,7 2,6%
Konstruksi 887,6 713,1 24,5%
Perhotelan 99,5 233,2 -57,3%
Lain-lain 0,0 0,0 0,0
Laba Bruto 199,5 307,0 -35,0%
EBITDA 36,3 147,1 -75,3%
Laba Bersih -21,7 (14,9) -45,8%
Laba Komprehensif -22,6 (13,2) -71,3%
Marjin EBITDA 3,4% 13,5% -10,1ppts
Marjin Laba Bersih -2,0% (1,4)% -0,6ppts
1Q25 FY24 QoQ
Kas dan Setara Kas 2.196,0 2.633,8 -16,6%
Total Aset 10.746,3 10.367,4 3,7%
Utang kena Bunga 1.004,0 796,5 26,0%
Total Liabilitas 2.758,8 2.373,7 16,2%
Kepentingan non-pengendali 2.419,6 2.388,6 1,3%
Ekuitas 5.567,9 5.605,0 -0,7%
Business Segment Analysis
1Q25 Segmen Bisnis
dalam miliar rupiah Properti Konstruksi Perhotelan Total
Pendapatan Usaha 163,8 887,6 99,5 1.068,2
Persentase segmen 14% 77% 9% 100%
Laba Bruto 69,2 93,3 46,5 199,5
Persentase segmen 33% 45% 22% 100%
EBITDA 25,5 66,7* -32,0 36,3
Persentase segmen 42% 111% -53% 100%
Marjin Laba Bruto 42,2% 10,5% 46,7% 18,7%
Marjin EBITDA 15,6% 7,5% -32,2% 3,4%
*termasuk laba dari JO Rp34 juta
1Q24 Segmen Bisnis
Dalam miliar rupiah Properti Konstruksi Perhotelan Total
Pendapatan Usaha 159,7 713,1 233,2 1.091,6
Persentase segmen 14% 64% 21% 100%
Laba Bruto 80,1 78,3 149,1 307,0
Persentase segmen 26% 25% 48% 100%
EBITDA 56,4 49,5* 57,9 147,1
Persentase segmen 34% 30% 35% 100%
Marjin Laba Bruto 50,1% 11,0% 63,9% 28,1%
Marjin EBITDA 35,3% 6,9% 24,8% 13,5%
*termasuk laba dari JO Rp14 juta
2
Page 3
Properti
• Segmen properti SSIA, mencakup pendapatan dari kawasan industri, biaya
pemeliharaan, sewa komersial, dan properti residensial, membukukan
pendapatan sebesar Rp163,8 miliar pada 1Q25, naik 2,6% dari Rp159,7 miliar
pada 1Q24.
• PT Suryacipta Swadaya (SCS), unit bisnis utama Perseroan, melaporkan
pendapatan sebesar Rp162,3 miliar pada 1Q25, meningkat 10,5% dari Rp146,8
miliar pada 1Q24. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kenaikan 16,6%
pada pembukuan penjualan lahan (Rp78,9 miliar di 1Q25 vs Rp67,6 miliar di
1Q24).
• Pada 1Q25, SCS mencatat penjualan penjualan lahan inventaris seluas 4,0
hektare di Suryacipta Karawang, senilai Rp88,0 miliar, naik 31,4% dibandingkan
1Q24 yang menjual 3,0 hektare senilai Rp57,1 miliar.
• er 1Q25, SCS memiliki backlog penjualan lahan sebesar Rp325,4 miliar, setara
P
dengan 24,2 hektare lahan.
Konstruksi
• PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), anak usaha konstruksi SSIA, melaporkan
pendapatan konsolidasian sebesar Rp889,5 miliar pada 1Q25, meningkat
24,4% secara tahunan dari Rp715,0 miliar. Laba bersih naik 46,1% menjadi
Rp42,0 miliar dari Rp28,8 miliar pada 1Q24.
• NRCA memperoleh kontrak baru senilai Rp687,8 miliar pada 1Q25, turun
49,1% dari Rp1.351,1 miliar pada 1Q24.
• Proyek utama yang diperoleh pada 1Q25 meliputi Pabrik Baru AHM di
Deltamas Cikarang Bekasi, pekerjaan infrastruktur di Subang Smartpolitan,
pekerjaan struktur untuk Grand Lucky Pekanbaru, Gedung Parkir & Campus
Plaza E di Gunadarma Depok, serta Holiday Inn Express di Bandung.
Perhotelan
• Unit bisnis perhotelan SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp99,6 miliar
pada 1Q25, turun 57,3% dari Rp233,2 miliar pada 1Q24.
• Gran Melia Jakarta (GMJ) mencatat tingkat keterisian sebesar 37,1% pada
1Q25, turun dari 62,6% pada 1Q24. Namun, rata-rata tarif kamar (ARR) naik
menjadi Rp1.330 ribu dari Rp1.067 ribu pada 1Q24.
• Umana Bali, LXR Hotels & Resorts (LXR), melaporkan tingkat keterisian 40,8%
pada 1Q25, naik dari 29,0% pada 1Q24. ARR pada 1Q25 sebesar Rp8.995 ribu,
sedikit turun dari Rp9.191 ribu pada 1Q24.
• BATIQA Hotels mencapai tingkat keterisian 63,5% pada 1Q25 dengan ARR
Rp383 ribu, dibandingkan tingkat keterisian 64,3% dan ARR Rp356 ribu pada
1Q24.
• Platform digital SSIA, Travelio.com, merupakan perusahaan penyewaan
properti daring inovatif yang menawarkan opsi sewa jangka pendek,
menengah, dan panjang untuk apartemen serta rumah di 14 kota utama di
Indonesia. Didukung oleh perusahaan investasi seperti Temasek Holding’s
Pavillion Capital di Singapura, Mirae Asset, Samsung Ventures, dan Gobi
Partners. Pada 1Q25, Travelio mencatat pertumbuhan Gross Merchandise
3
Page 4
Value (GMV) sekitar 14% YoY dan menargetkan pertumbuhan sekitar 35%
hingga akhir 2025. Hingga akhir Maret 2025, Travelio sebagai platform
manajemen hunian privat terbesar di Indonesia, secara eksklusif mengelola
15.472 unit apartemen dan diperkirakan akan mencapai lebih dari 17.000 unit
pada akhir 2025.
###
Tentang PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)
SSIA, sebelumnya dikenal sebagai PT Multi Investments Limited, didirikan pada tanggal 15 Juni 1971.
Nama perusahaan kemudian diubah menjadi PT Surya Semesta Internusa (SSIA) pada tahun 1995. Bisnis
utama SSIA adalah pengembangan kawasan industri & real estate, konstruksi, dan perhotelan.
Portofolio investasi SSIA sangat beragam, termasuk Suryacipta City of Industry, Subang Smartpolitan,
Edenhaus Simatupang, Graha Surya Internusa (akan dibangun kembali sebagai SSI Tower), Hotel Gran
Melia Jakarta, Melia Bali Hotel, Umana Bali, LXR Hotels & Resorts, dan Hotel BATIQA.
Dalam lebih dari 50 tahun berkecimpung dalam bisnis ini, SSIA telah memperkuat pengakuan dan posisi
mereknya sebagai salah satu perusahaan pengembang terkuat di Indonesia. Menandai tonggak sejarah
sebagai perusahaan terkemuka, SSIA mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi
perusahaan publik pada tanggal 27 Maret 1997. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi
www.suryainternusa.com.
###
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Erlin Budiman
VP of Investor Relations & Sustainability
erlin.budiman@suryainternusa.com
Office: +62215262121
4
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Suryacipta Swadaya
p.3
unresolved
org
PT Multi Investments Limited
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.