Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
30 April 2025
Triwulan Pertama 2025
Total Pendapatan sebesar Rp13.577,9 miliar.
EBITDA sebesar Rp6.415,1 miliar. Laba Bersih sebesar Rp1.311,1 miliar
Selama kuartal pertama tahun keuangan 2025, PT Indosat, Tbk (“Perusahaan”) berhasil
mempertahankan efisiensi operasional dan profitabilitas yang kuat, di tengah situasi bisnis yang penuh
tantangan. Dengan penurunan pendapatan sebesar 1,9% YoY menjadi Rp13.577,9 miliar, penurunan
EBITDA tercatat lebih rendah, yaitu 1,4% YoY menjadi Rp6.415,1 miliar, sehingga menghasilkan
peningkatan margin EBITDA menjadi 47,2% serta Laba Periode Berjalan yang Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk yang solid sebesar Rp1.311,1 miliar, hal ini menegaskan fundamental Perusahaan
yang kuat dan kemampuan menciptakan nilai jangka panjang.
Basis pelanggan Perusahaan tercatat sebanyak 95,4 juta pada TW1 2025, sementara ARPU untuk
pelanggan seluler meningkat menjadi Rp39,2 ribu pada TW1 2025, mencatat kenaikan sebesar 4,6% atau
Rp1,7 ribu lebih tinggi daripada TW1 2024.
Trafik data mengalami peningkatan sebesar 1,6% YoY pada TW1 2025. Perusahaan memperluas
infrastruktur jaringannya, meningkatkan jumlah BTS 4G menjadi 202 ribu untuk menangani pertumbuhan
trafik data secara efektif dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggannya.
Ikhtisar Keuangan
* tidak termasuk Aset Hak Guna sesuai PSAK 116
Pada 19 Februari 2025, Perusahaan menghadirkan Digital Hub, fitur terbaru yang kini tersedia di aplikasi
myIM3 dan bima+, untuk mempermudah akses ke berbagai kebutuhan digital dalam satu aplikasi.
Dengan Digital Hub, pengguna bisa menikmati layanan seperti streaming musik, belanja online, hingga
akses ke pusat kebugaran. Dengan lebih dari 50 juta pelanggan aktif bulanan (monthly active users) dan
hampir 10 juta pelanggan aktif harian (daily active users) di aplikasi myIM3 dan bima+, Digital Hub siap
menjadi platform utama bagi penyedia layanan digital. Inovasi ini membuka peluang lebih luas bagi
layanan digital untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kalangan dan memberikan manfaat yang
lebih besar.
Perusahaan secara resmi mengumumkan kemitraan strategisnya dengan Nokia dan NVIDIA dalam
menghadirkan Artificial Intelligence Radio Access Network (AI-RAN) di seluruh Indonesia pada 5 Maret
2025 di Barcelona. Menggabungkan solusi mutakhir 5G Cloud RAN milik Nokia dengan platform
kecerdasan artifisial Aerial dari NVIDIA, kolaborasi ini menciptakan infrastruktur komputasi canggih yang
mampu mengoperasikan AI dan RAN secara bersamaan. Langkah ini menempatkan Indosat sebagai
operator pertama di Asia Tenggara dan ketiga di dunia yang mengintegrasikan AI ke dalam jaringan RAN,
meningkatkan performa, efisiensi, serta membuka peluang inovasi lintas industri, dari
telekomunikasi hingga transformasi digital di berbagai sektor.
Page 2
HASIL OPERASIONAL DAN KEUANGAN
TRIWULAN PERTAMA 2025
Perusahaan telah mengumumkan laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit untuk
Triwulan Pertama 2025 (“TW1 2025”). Laporan keuangan konsolidasian interim yang tidak diaudit ini
disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Interim Yang Tidak Diaudit
Indikator Utama Tahunan Triwulanan
(dalam miliar Rupiah) TW1 2025 TW1 2024 %Tumbuh* TW1 2025 TW4 2024 %Tumbuh*
Pendapatan 13.577,9 13.835,3 (1,9) 13.577,9 14.074,9 (3,5)
• Selular 11.421,8 11.656,8 (2,0) 11.421,8 11.801,3 (3,2)
• MIDI 1.961,4 1.971,3 (0,5) 1.961,4 2.079,3 (5,7)
• Telekomunikasi Tetap 194,7 207,2 (6,0) 194,7 194,3 0,2
Beban - beban (10.788,3) (11.069,3) (2,5) (10.788,3) (11.705,3) (7,8)
Laba Operasi 2.789,6 2.766,0 0,9 2.789,6 2.369,6 17,7
Beban Lain-lain - Bersih (1.030,6) (997,1) 3,4 (1.030,6) (935,5) 10,2
Laba Periode Berjalan
Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk 1.311,1 1.294,8 1,3 1.311,1 1.032,6 27,0
EBITDA* 6.415,1 6.509,3 (1,4) 6.415,1 6.374,6 0,6
Marjin EBITDA 47,2% 47,0% 0,2 47,2% 45,3% 1,9
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Rasio-rasio Keuangan
Formula TW1 2025 TW1 2024
Tingkat Pengembalian Bunga** EBITDA/Pembayaran Bunga 22,84 15,69
Total Utang Bersih terhadap EBITDA*** (Utang - Kas & Setara Kas)/Total EBITDA 0,36 0,27
* EBITDA (pendapatan sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi) merupakan metode pengukuran yang bukan berasal
dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) yang diyakini oleh manajemen sebagai suatu metode pengukuran tambahan
yang berguna untuk menentukan ketersediaan kas sebelum pelunasan utang yang jatuh tempo, pengeluaran barang modal, dan
pajak penghasilan. Untuk perhatian Investor, EBITDA tidak dapat ditafsirkan sebagai alternatif untuk menentukan laba bersih sesuai
dengan PSAK, sebagai suatu indikator atas kondisi Perusahaan atau indikator atas arus kas dari kegiatan operasional sebagai ukuran
likuiditas dan arus kas. EBITDA tidak memiliki pengertian standar berdasarkan PSAK. Metode yang digunakan Perusahaan untuk
menghitung EBITDA dapat berbeda dengan metode penghitungan yang dilakukan oleh perusahaan lain dan karenanya tidak dapat
dibandingkan dengan EBITDA perusahaan lain.
** Dihitung dengan menggunakan EBITDA dan pembayaran bunga untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025
dan 2024.
*** Utang bersih tidak termasuk liabilitas sewa
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Pendapatan tercatat sebesar Rp13.577,9 miliar pada TW1 2025, menurun sebesar Rp257,4 miliar atau
turun sebesar 1,9% dibandingkan TW1 2024. Layanan Selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap milik
Perusahaan masing-masing memberikan kontribusi sebesar 84,1%, 14,5%, dan 1,4% terhadap
pendapatan usaha konsolidasian untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025.
• Pendapatan Selular menurun sebesar 2,0% dibandingkan TW1 2024, terutama disebabkan oleh
penurunan pendapatan data, telepon dan SMS yang diimbangi kenaikan jasa nilai tambah dan jasa
interkoneksi.
• Pendapatan MIDI menurun sebesar 0,5% dibandingkan TW1 2024, disebabkan oleh penurunan
pendapatan konektivitas tetap yang diimbangi kenaikan layanan IT dan internet tetap.
• Pendapatan Telekomunikasi Tetap menurun sebesar 6,0% dibandingkan TW1 2024 dikontribusi oleh
penurunan pendapatan telepon internasional yang dimbangi oleh kenaikan telepon jaringan tetap.
Beban - beban sebesar Rp10.788.3 miliar pada TW1 2025, turun sebesar Rp281,0 miliar atau 2,5% lebih
rendah dibandingkan TW1 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan beban karyawan,
beban pemasaran, beban umum dan administrasi dan kenaikan penghasilan (beban) operasional
lain-lain - bersih yang diimbangi dengan kenaikan beban penyelenggaraan jasa, beban
penyusutan dan amortisasi.
• Beban Penyelenggaraan Jasa: meningkat sebesar Rp105,7 miliar atau 1,9% lebih
tinggi dibandingkan TW1 2024, hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban
Page 3
kemitraan, utilitas, instalasi, pemeliharaan dan biaya hak penggunaan frekuensi, yang diimbangi
dengan penurunan sewa dan jasa, interkoneksi dan paket perdana dan voucher.
• Beban Penyusutan dan Amortisasi: meningkat sebesar Rp196,2 miliar atau 5,3% lebih tinggi
dibandingkan TW1 2024 terutama disebabkan oleh penambahan aset tetap dan aset guna usaha
yang berasal dari penggelaran jaringan.
• Beban Karyawan: menurun sebesar Rp153,0 miliar atau atau 15,9% lebih rendah dibandingkan TW1
2024, terutama disebabkan oleh penurunan beban bonus, insentif, imbalan karyawan lainnya dan
tunjangan pajak penghasilan yang diimbangi kenaikan gaji.
• Beban Pemasaran: menurun sebesar Rp105,0 miliar atau 19,9% lebih rendah dibandingkan TW1
2024, utamanya dikarenakan penurunan biaya akuisisi pelanggan, agen pemasaran, iklan dan
pameran yang diimbangi dengan kenaikan beban promosi dan jaringan pemasaran.
• Beban Umum dan Administrasi: menurun sebesar Rp10,9 miliar atau 4,8% lebih rendah
dibandingkan TW1 2024, terutama disebabkan oleh penurunan beban jasa profesional, hubungan
masyarakat dan sewa yang diimbangi oleh kenaikan beban provisi penurunan nilai piutang bersih
dan transportasi.
• Penghasilan (Beban) operasional lain-lain - bersih: meningkat sebesar Rp314.0 miliar atau 2.716,2%
lebih tinggi dibandingkan TW1 2024, utamanya disebabkan oleh pembalikan provisi pajak satu-kali,
keuntungan atas penghapusan aset dan penurunan bagian atas rugi bersih entitas asosiasi dan
ventura bersama.
Beban lain-lain - bersih: Perusahaan mencatat beban sebesar Rp1.030,6 miliar, meningkat sebesar
Rp33,5 miliar atau 3,4% lebih tinggi dibandingkan TW1 2024 disebabkan oleh penurunan penghasilan
bunga.
Laba Periode Berjalan Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk: Perusahaan membukukan
laba bersih sebesar Rp1.311,1 miliar atau meningkat sebesar Rp 16,3 miliar, terutama disebabkan
penurunan beban karyawan, beban pemasaran, beban umum dan administrasi dan kenaikan
penghasilan (beban) operasional lain-lain yang diimbangi oleh kenaikan beban penyelenggaraan jasa,
beban penyusutan dan amortisasi dan penurunan penghasilan bunga.
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK DIAUDIT
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) TW1 2025 2024 % Perubahan
ASET
Aset Lancar 14.444,4 14.877,7 (2,9)
Aset Tidak Lancar 99.024,5 99.509,0 (0,5)
JUMLAH ASET 113.468,9 114.386,7 (0,8)
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek 30.491,0 31.009,0 (1,7)
Liabilitas Jangka Panjang 45.073,8 46.725,9 (3,5)
JUMLAH LIABILITAS 75.564,8 77.734,9 (2,8)
JUMLAH EKUITAS 37.904,1 36.651,8 3,4
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 113.468,9 114.386,7 (0,8)
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
• Aset lancar menurun sebesar 2,9% menjadi Rp14.444,4 miliar, terutama karena penurunan bagian
lancar dari beban frekuensi dan lisensi dibayar dimuka yang diimbangi oleh kenaikan piutang usaha.
• Aset tidak lancar menurun sebesar 0,5% menjadi Rp99.024,5 miliar terutama diakibatkan karena
penurunan aset tetap dan asset tak berwujud lain.
• Liabilitas jangka pendek menurun sebesar 1,7% menjadi Rp30.491,0 miliar yang utamanya
disebabkan oleh penurunan utang pengadaan jangka pendek, pendapatan diterima dimuka,
kewajiban imbalan kerja jangka pendek dan pinjaman yang diimbangi oleh kenaikan utang usaha,
utang pajak, uang muka pelanggan dan liabilitas sewa.
• Liabilitas jangka panjang menurun sebesar 3,5% menjadi Rp45.073,8 miliar diakibatkan penurunan
pinjaman dan liabilitas sewa.
Page 4
Arus Kas dan Pengeluaran Modal
Indikator Utama (dalam miliar Rupiah) TW1 2025 TW1 2024 % Perubahan
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Kegiatan Usaha 6.067,9 6.279,5 (3,4)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Investasi (3.573,4) (2.688,2) 32,9
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Kegiatan Pendanaan (2.685,6) (947,9) 183,3
Dampak Perubahan Selisih Kurs Terhadap Kas dan Setara Kas 17,4 16,5 5,7
(Penurunan) Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas (173,7) 2.659,9 (106,5)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE 4.454,1 5.189,6 (14,2)
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 4.280,4 7.849,5 (45,5)
Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Pengeluaran belanja modal pada TW1 2025 sebesar Rp2.620,4 miliar (tidak termasuk Rp1.247,0 miliar Aset
Hak Guna). Sekitar 90,4% dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung
permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI dan TI.
STATUS UTANG
Total utang: Per tanggal 31 Maret 2025, Perusahaan memiliki utang pokok (tidak termasuk biaya
transaksi yang belum diamortisasi dan liabilitas sewa) sebesar Rp13.616,0 miliar. Posisi kas Perusahaan
per tanggal 31 Maret 2025 adalah sebesar Rp4,280.4 miliar dengan utang bersih sebesar
Rp9.335.6 miliar. Komposisi utang pokok Perusahaan, tanpa liabilitas sewa, adalah sebagai berikut:
Proporsi Utang (Jumlah pokok) TW1 2025 2024 % Perubahan
Pinjaman dalam miliar Rupiah 7.750,0 9.050,0 (14,4)
Obligasi dalam miliar Rupiah 5.866,0 5.866,0 -
Total utang jatuh tempo: dalam kurun waktu 12 bulan, Perusahaan memiliki utang yang jatuh tempo
sebesar Rp3.776,8 miliar. Jatuh tempo rata-rata utang adalah 1,9 tahun pada 31 March 2025.
.
KINERJA OPERASIONAL
Tahunan Triwulanan
Indikator Utama
TW1 2025 TW1 2024 %Perubahan TW1 2025 TW4 2024 %Perubahan
Pelanggan - Pasca Bayar (juta) 1,6 1,6 1,4 1,6 1,5 3,0
Pelanggan - Pra Bayar (juta) 93,8 99,2 (5,4) 93,8 93,2 0,7
Jumlah Pelanggan (juta) 95,4 100,8 (5,4) 95,4 94,7 0,7
ARPU (Pasca Bayar) (ribu Rp.) 87,8 85,9 2,1 87,8 99,6 (11,9)
ARPU (Pra Bayar) (ribu Rp.) 38,4 36,7 4,5 38,4 38,0 1,1
ARPU (Gabungan) (ribu Rp.) 39,2 37,5 4,6 39,2 38,9 0,8
MoU (menit) 5,2 6,1 (15,4) 5,2 5,3 (2,9)
Trafik Data (PB) 3.922 3.858 1,6 3.922 4.119 (4,8)
Trafik SMS (miliar) 0,1 0,7 (78,2) 0,1 0,2 (35,3)
Persentase dapat berubah karena pembulatan
Pada TW1 2025, basis pelanggan Perusahaan mengalami penurunan sebesar 5,4 juta pelanggan
menjadi 95,4 juta dibandingkan dengan TW1 2024 karena konsolidasi SIM di pasar.
ARPU untuk pelanggan seluler meningkat pada TW1 2025 menjadi Rp39,2 ribu, naik 4.6% atau Rp1,7 ribu
lebih tinggi dibandingkan dengan TW1 2024.
Rata-rata menit pemakaian (MOU) per pelanggan turun menjadi 5,2 menit atau turun 15,4%
dibandingkan TW1 2024, seiring dengan tren di industri atas penurunan layanan suara.
Page 5
JARINGAN
Pada 31 Maret 2025, Perusahaan mengoperasikan secara total ~202 ribu BTS 4G (bertambah sebesar
~18 ribu BTS 4G pada TW1 2025) dan 107 5G BTS.
Indikator Utama Tahunan
TW1 2025 TW1 2024 %Perubahan
Base Transceiver Stations (BTS) 2G 54.366 51.269 6,0
4G 202.179 183.760 10,0
5G 107 90 18,9
Tentang Indosat Ooredoo Hutchison
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat, IDX: ISAT) memiliki visi untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di
Indonesia. Bersama anak usaha dan afiliasinya, Indosat menghadirkan layanan seluler, solusi TIK, data center, Fiber to the Home (FTTH),
layanan pembayaran elektronik, layanan finansial dan layanan digital lainnya. Indosat memiliki tujuan yang lebih besar yaitu
memberdayakan Indonesia, dan dengan semangat gotong royong, Indosat ingin menjadi kolaborator utama dalam mewujudkannya
serta menciptakan perubahan yang berarti. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://ioh.co.id/
Kode: ISAT; Harga Saham: Rp1.455; Kapitalisasi Pasar: Rp46,9 triliun; Peringkat: Pefindo idAAA (Stable);
Fitch AAA(idn) (Stable);
Page 6
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM YANG TIDAK
DIAUDIT
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Miliar Rupiah)
Pertumbuhan
Deskripsi 2025 2024
(%) ( 1)
PENDAPATAN
Selular 11.421,8 11.656,8 (2,0)
Multimedia, Komunikasi Data, Internet (“MIDI”) 1.961,4 1.971,3 (0,5)
Telekomunikasi Tetap 194,7 207,2 (6,0)
JUMLAH PENDAPATAN 13.577,9 13.835,3 (1,9)
(BEBAN) PENGHASILAN
Beban Penyelenggaraan Jasa (5.717,7) (5.612,0) 1,9
Penyusutan dan Amortisasi (3.928,0) (3.731,8) 5,3
Karyawan (808,5) (961,5) (15,9)
Pemasaran (421,9) (526,9) (19,9)
Umum dan Administrasi (214,7) (225,6) (4,8)
Kerugian Selisih Kurs - Bersih (14,0) (2,5) 461,3
Bagian atas Rugi Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (5,6) (51,0) (89,0)
Lain-Lain - Bersih 322,1 42,0 666,9
JUMLAH BEBAN (10.788,3) (11.069,3) (2,5)
LABA USAHA 2.789,6 2.766,0 0,9
Penghasilan Bunga 46,9 90,7 (48,3)
Keuntungan Selisih Kurs - Bersih 12,2 6,2 97,7
Biaya Keuangan (1.089,7) (1.094,0) (0,4)
BEBAN LAIN-LAIN - BERSIH (1.030,6) (997,1) 3,4
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 1.759,0 1.768,9 (0,6)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (346,8) (377,3) (8,1)
LABA PERIODE BERJALAN 1.412,2 1.391,6 1,5
LABA PERIODE BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
PEMILIK ENTITAS INDUK 1.311,1 1.294,8 1,3
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 101,1 96,8 4,3
TOTAL 1.412,2 1.391,6 1,5
(1) Persentase dapat berubah karena pembulatan.
Disclaimer
Dokumen ini mengandung informasi keuangan dan hasil-hasil kegiatan operasional tertentu, dan dapat mengandung sejumlah proyeksi,
rencana, strategi dan tujuan-tujuan Indosat Ooredoo Hutchison, yang bukan merupakan pernyataan fakta sejarah yang akan
diperlakukan sebagai pernyataan proyeksi kedepan sesuai pengertian hukum yang berlaku. Pernyataan proyeksi ke depan dipengaruhi
oleh resiko dan ketidakpastian yang dapat mengakibatkan kejadian sesungguhnya dan pencapaian Indosat Ooredoo Hutchison kedepan
berbeda dengan yang diharapkan atau diindikasikan oleh pernyataan-pernyataan semacam ini. Tidak ada jaminan bahwa hasil yang
diharapkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison, atau diindikasikan oleh pernyataan semacam ini akan tercapai.
Informasi keuangan yang tersaji dalam dokumen ini berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Indosat Ooredoo Hutchison menurut
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.