Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 288
Page 1
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Page 2
Page 3
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
Memajukan Ketahanan Pangan
melalui Inovasi dan Kolaborasi
Laporan Keberlanjutan 2024
Page 4
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
Daftar Isi
Tentang Tema Kami 08
Pesan dari Ketua Komite
10
Keberlanjutan
Ikhtisar Keberlanjutan 2024 12
Indeks GRI 136
Indeks POJK 141
Lembar Umpan Balik 143
1 3
Sekilas Berkontribusi pada
Tentang Japfa Peningkatan Nutrisi
Visi dan Misi 14 Jangkauan Pasar yang Luas 41
Skala Bisnis 15 Pendekatan Industrialisasi 45
Model Bisnis yang Terintegrasi Vertikal 16 Memastikan Keamanan Pangan 45
Produk yang Berkualitas dan Beragam 17 Rantai Pasokan yang Dapat Dilacak 46
Tata Kelola Perusahaan yang Baik Audit Keamanan Pangan 47
19
untuk Keberlanjutan
JAPFA for Kids untuk
48
Komite Keberlanjutan 21 Mengentaskan Malanutrisi
Kinerja Ekonomi Japfa 28 Melibatkan Orang Tua
52
dalam JAPFA for Kids
Keanggotaan dalam Asosiasi 30
JAPFA Berkolaborasi dalam Studi
Penghargaan 31 55
Kecukupan Gizi Anak Indonesia
2 4
Tentang Sistem
Laporan Japfa Produksi Efisien
Komunikasi dengan Pemangku Penerapan Kesejahteraan Hewan 57
33
Kepentingan Japfa
Manajemen Kesehatan Hewan 66
Japfa dalam Data 36
Praktik Energi Bertanggung Jawab 74
Metode untuk Menentukan
37 Digitalisasi dan Inovasi 80
Topik Material
Pelestarian Sumber Daya Air 86
Pengurangan Emisi dan Limbah 92
06
Page 5
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
5
Pengembangan
Sumber Daya Manusia
Karyawan 98
Mengoptimalkan Kemajuan Digital
untuk Pengembangan Sumber Daya 100
Manusia (SDM)
Menumbuhkan Budaya Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) di Lingkungan 102
Perusahaan
Menjaga Lingkungan Kerja
109
yang Inklusif dan Beragam
Merangkul dan Tumbuh
113
Bersama Karyawan
Peternak dan Petambak 118
Masyarakat dan Lingkungan 121
Merawat Bumi dan
125
Memupuk Kesejahteraan
Mendukung Pengembangan dan
130
Peningkatan Prestasi Catur Indonesia
Japfa Peduli 132
Japfa Berpartisipasi dalam
133
Gerakan Pasar Terjangkau
07
Page 6
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
Tentang
Berdasarkan laporan UNICEF 2024, sebanyak 1 dari 2 anak di
Tema Kami bawah usia lima tahun di Indonesia (10,7 juta atau 46%) mengalami
kerawanan pangan dari tingkat sedang hingga parah. Kondisi
ini menunjukkan bahwa mereka tidak memperoleh asupan gizi
yang seimbang dan lengkap untuk mendukung pertumbuhan
Memajukan
serta perkembangan yang optimal. Situasi ini menegaskan
Ketahanan
urgensi peningkatan akses dan produksi pangan guna memenuhi
Pangan melalui
kebutuhan gizi anak-anak pada fase pertumbuhan kritis mereka.
Inovasi dan
Kolaborasi
Tantangan ini diperkirakan akan semakin parah seiring dengan dampak perubahan iklim yang makin nyata.
Sebagai salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak bencana akibat perubahan iklim, Indonesia
menghadapi risiko peningkatan angka malanutrisi dan kerawanan pangan, terutama di kalangan masyarakat
yang paling rentan2. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan kognitif anak-anak, serta menghambat
akses pendidikan dan prospek ekonomi mereka pada masa depan. Oleh karena itu, perubahan iklim tidak
hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga isu hak anak yang perlu diprioritaskan3.
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah Indonesia telah menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu
prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Salah satu
pendekatan utamanya adalah melalui pengembangan sistem pangan berbasis eco-region, yang mengutamakan
sumber daya lokal dan kearifan lokal dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan4 di Indonesia.
Japfa, sebagai salah satu perusahaan agri-food di Indonesia, berperan aktif dalam mendukung pencapaian
prioritas ini. Dengan mengadopsi inovasi teknologi, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,
dan penerapan praktik keberlanjutan, Japfa berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus
berkontribusi untuk kemandirian pangan di Indonesia.
Melalui kemitraan strategis dan dialog yang inklusif, Japfa berkolaborasi
dengan komunitas lokal dan global untuk menciptakan solusi yang relevan,
tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
1, 2, 3
UNICEF. 2024. Climate Change and Nutrition in Indonesia. A review of the evidence for policy and programme strengthening. United Nations Children’s Fund.
Jakarta, Indonesia. Diambil dari https://www.unicef.org/indonesia/media/22726/file/Climate%20change%20and%20nutrition%20in%20Indonesia.pdf
4
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (n.d.). JAPFA for Indonesia Emas 2045: Nurturing
Collaboration in Food Security [Slide show; Nurturing Collaboration in Food Security]. (Karya asli diterbitkan 2024)
08
Page 7
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Siswa di sekolah binaan JAPFA for Kids menikmati makan siang
seimbang dengan telur yang disponsori oleh program ini
09
Page 8
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk Pesan dari Ketua Komite Keberlanjutan [GRI 2-22] [POJK D.1, F.26] Para Pemangku Kepentingan yang Terhormat, Dengan senang hati saya menyajikan Laporan Keberlanjutan 2024 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Tahun 2024 merupakan tahun yang penuh tantangan sekaligus peluang—tahun yang menguji ketahanan, pertumbuhan, dan inovasi kami. Ekosistem pangan global terus menghadapi isu-isu mendesak seperti pertumbuhan populasi, perubahan iklim, dan dinamika geopolitik. Dengan pengalaman lebih dari lima puluh tahun, kami memahami bahwa tantangan ini hanya dapat diatasi melalui tindakan nyata, inovasi, dan kolaborasi strategis dengan para pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem pangan yang tangguh. Komitmen kami terhadap prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, Governance) tetap teguh, seiring dengan upaya kami dalam menyediakan akses terhadap protein hewani yang terjangkau, aman, dan bergizi guna membangun masyarakat yang lebih sehat, sekaligus mencapai kinerja ekonomi yang positif bagi Grup kami. Laporan ini menyoroti kinerja dan pencapaian keberlanjutan kami dalam mewujudkan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Pada tahun 2024, kami bersyukur atas pencapaian Perusahaan dalam berbagai program keberlanjutan: Sustainability-Linked Bond (SLB) Japfa berhasil memenuhi target kinerja keberlanjutan (Sustainability Performance Target/SPT) SLB, dengan menyelesaikan pembangunan sembilan fasilitas daur ulang air di delapan unit rumah potong ayam dan satu unit penetasan ayam dalam waktu 3 tahun 9 bulan. Pencapaian ini menegaskan peran pionir Japfa di sektor agri-food, yaitu menjadi perusahaan pertama yang menerbitkan SLB pada tahun 2021. Meningkatkan Kualitas Data Japfa Sustainability Reporting System (JSRS) Untuk memperbaiki pengelolaan data-data lingkungan serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perusahaan, Japfa menajamkan proses validasi data pada Japfa Sustainability Reporting System (JSRS) sehingga dapat meningkatkan akurasi dan akuntabilitas data kami. Optimalisasi Japfa Sustainability Analytics (Sustainalitics) Japfa melanjutkan fokus untuk meningkatkan implementasi keberlanjutan melalui pemanfaatan dasbor Japfa Sustainability Analytics atau Sustainalitics. Dasbor ini mengolah dan mengkonsolidasikan data yang dikumpulkan secara periodik melalui platform digital JSRS. Sustainalitics memungkinkan Japfa untuk melakukan analisis dan pengambilan keputusan berbasis data guna mendorong perbaikan berkelanjutan dalam berbagai aspek pengelolaan lingkungan seperti efisiensi air dan energi, pengurangan emisi dan daur ulang limbah. 10
Page 9
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Melalui pengalaman kami yang berkecimpung dalam industri pangan
selama lebih dari setengah abad, kami memahami bahwa isu-isu tersebut
hanya dapat diatasi melalui tindakan nyata, inovasi, dan kolaborasi
strategis untuk membangun ekosistem pangan yang tangguh.
Analisis Skenario Iklim (Climate Scenario Analysis/CSA)
Japfa secara proaktif menghadapi tantangan perubahan iklim dengan melakukan analisis skenario iklim.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko iklim secara
efektif guna mengembangkan strategi mitigasi yang lebih baik.
Japfa Masuk dalam Indeks SRI-KEHATI dan FTSE Russell 2024
Kami bersyukur bahwa Japfa masuk dalam Indeks SRI-KEHATI, Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan Indeks
ESG Sector Leaders IDX KEHATI Periode Desember 2024 - Mei 2025. Selain itu kami juga masuk ke dalam
daftar FTSE Global Equity Shariah Index, berlaku efektif pada 23 Desember 2024. Hal ini merupakan salah
satu wujud pengakuan kinerja keberlanjutan Perusahaan di tingkat nasional dan internasional. Pencapaian
ini mencerminkan komitmen kami dalam menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab, transparan,
dan berkelanjutan. Keikutsertaan dalam indeks ini juga menjadi bukti kepercayaan publik terhadap upaya
Japfa dalam menciptakan nilai bagi lingkungan, masyarakat, dan pemangku kepentingan.
Life Cycle Assessment (LCA) untuk Budidaya Perairan
Japfa memulai LCA untuk operasional budidaya perairan, dengan cakupan cradle-to-grave tanpa use stage.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengukur dampak lingkungan secara ilmiah guna meningkatkan
keberlanjutan operasional.
JAPFA for Kids
Sejalan dengan program nasional pemerintah untuk ketahanan pangan serta visi Indonesia Emas 2045, inisiatif
Japfa didasarkan pada keyakinan bahwa ketahanan pangan dimulai dengan investasi pada kesejahteraan
generasi muda. Melalui program JAPFA for Kids (JfK), kami menunjukkan komitmen kami dalam mengatasi
masalah malanutrisi dan memberdayakan komunitas. Selain itu, kami terus mengoptimalkan efisiensi sumber
daya guna meminimalkan dampak lingkungan dari operasi kami.
Kemajuan ini tidak akan tercapai tanpa kepercayaan, dukungan, dan dedikasi para pemangku kepentingan.
Kontribusi Anda selaku pemangku kepentingan menjadi inspirasi bagi kami untuk mewujudkan visi
keberlanjutan ke dalam aksi nyata. Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem pangan yang tangguh
untuk masa kini dan masa depan.
Terima kasih atas kepercayaan dan komitmen Anda dalam perjalanan bersama ini.
Hormat kami,
Renaldo Santosa
Ketua Komite Keberlanjutan
11
Page 10
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
Ikhtisar Penyelesaian Komitmen Sustainability-Linked Bond (SLB)
Keberlanjutan Japfa berhasil memenuhi target kinerja keberlanjutan
2024 (Sustainability Performance Target/SPT) SLB, dengan
menyelesaikan pembangunan di daerah rawan air sebanyak
sembilan fasilitas daur ulang air pada delapan unit rumah potong
ayam dan satu unit penetasan ayam, dalam waktu 3 tahun 9
bulan. Keberhasilan ini memberikan dampak positif sekaligus
memastikan penggunaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Meningkatkan Sistem dan Kualitas Data JSRS
Japfa telah meningkatkan sistem, proses dan cakupan pengumpulan
serta analisis data lingkungan melalui pendekatan yang lebih
terstruktur dan terintegrasi. Dengan memanfaatkan platform
seperti JSRS dan Japfa Sustainalitics, kami kini dapat mengukur
dampak operasional menggunakan data ESG yang dikumpulkan
secara lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah
ini memperkuat kemampuan Japfa untuk membuat keputusan
berbasis data yang mendukung pencapaian tujuan keberlanjutan
secara efektif.
Penyelesaian Analisis Skenario Iklim
Pada tahun 2024, Japfa menyelesaikan CSA yang komprehensif
untuk mengevaluasi risiko dan peluang akibat perubahan
iklim pada masa depan. Melalui analisis faktor sosial-ekonomi,
teknologi, dan lingkungan, CSA membantu Japfa mengantisipasi
risiko fisik, membangun ketahanan, dan mengidentifikasi peluang
inovasi. [GRI 2-23] [POJK E.3]
JAPFA for Kids
JAPFA for Kids mendukung anak-anak sekolah yang mengalami
malanutrisi melalui intervensi seperti program nutrisi dan
kampanye kesadaran hidup sehat. Pada akhir program 2024,
Japfa for Kids berhasil menaikan status gizi sebanyak 762
siswa dari 1.479 siswa dengan gizi buruk dan gizi kurang
menjadi gizi baik sejalan dengan SDG 2: Tanpa Kelaparan.
Japfa Day 2024
Japfa Day 2024 menjadi platform penting untuk membahas
isu ketahanan pangan dan kemandirian pangan. Acara ini
mempertemukan para pemimpin, perwakilan pemerintah, dan
berbagai pemangku kepentingan untuk mendiskusikan solusi
terhadap tantangan-tantangan kritis ini. Kegiatan ini mempertegas
peran Japfa dalam mendukung inisiatif ketahanan pangan.
12
Page 11
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Air hasil daur ulang dari Fasilitas Daur Ulang
PT So Good Food, Cikupa
13
Page 12
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan agri-
food terbesar di Indonesia yang memproduksi protein hewani. Berbekal
pengalaman panjang dan komitmen pada kualitas, Japfa telah dikenal luas
di industri ini sebagai Total Solution Company dan berkontribusi terhadap
Sekilas ketahanan pangan serta kebutuhan nutrisi masyarakat. [GRI 2-6] [POJK C.4]
Tentang
Dalam laporan ini, beberapa istilah digunakan untuk merujuk ke
Japfa PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, yaitu "Japfa/Perusahaan/Kami",
sementara “Japfa Aquaculture” mengacu pada aktivitas operasional
budidaya perairan Perusahaan. “Japfa Grup” mengacu pada induk
Perusahaan beserta anak-anak Perusahaannya.
Informasi lebih lanjut dapat dibaca
pada situs Japfa di tautan berikut:
[POJK C.3], [GRI 2-1]
https://www.japfacomfeed.
co.id/sekilas-perusahaan
Visi dan Misi
[GRI 2-6, 2-23] [POJK C.1, F.17]
Visi dan Misi Perusahaan telah dibahas, dievaluasi, dan disetujui bersama
oleh Dewan Komisaris dan Direksi. Seluruh kegiatan usaha Perusahaan
dijalankan berdasarkan Visi dan Misi yang telah disepakati tersebut
Visi dan Misi 14
sebagai panduan utama. Japfa terus berkomitmen untuk membina
Skala Bisnis 15 hubungan erat dengan mitra dan masyarakat serta mematuhi prinsip
Model Bisnis tanggung jawab sosial dan lingkungan.
yang Terintegrasi 16
Vertikal
Produk yang
Berkualitas dan 17 Visi Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama
Beragam
Tata Kelola
Perusahaan
19 Misi Menjadi penyedia terkemuka dan terpercaya di bidang
yang Baik untuk
produk pangan berprotein terjangkau di Indonesia,
Keberlanjutan
berlandaskan kerjasama dan pengalaman teruji, dalam
Komite upaya memberikan manfaat bagi seluruh pihak terkait.
21
Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi
28
Japfa
Detail terkait Visi dan Misi Japfa
Keanggotaan terdapat pada situs Perusahaan
30
dalam Asosiasi
Penghargaan 31
https://www.japfacomfeed.
co.id/visi-misi
14
Page 13
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Skala Bisnis
[GRI 2-1] [POJK C.3]
Beroperasi sejak tahun 1971 di Surabaya sebagai produsen pelet kopra, kini Japfa
telah menjangkau hampir seluruh daerah di Indonesia. Kami memiliki berbagai
fasilitas operasional dari hulu ke hilir yang mencakup pabrik pakan, pembibitan
dan pembudidayaan, hingga produk konsumen, dengan didukung oleh lebih dari
30 ribu karyawan di seluruh operasional.
Total Karyawan
[GRI 2-7]
(2024) (2023) (2022)
30.575 30.372 30.995
Karyawan (2024) (2023) (2022)
Laki-Laki 26.593 26.455 27.065
14.762 14.927 14.958
Permanen Permanen Permanen
11.831 11.528 12.107
Kontrak Kontrak Kontrak
Karyawan (2024) (2023) (2022)
Perempuan 3.982 3.917 3.930
2.922 2.917 2.786
Permanen Permanen Permanen
1.060 1.000 1.144
Kontrak Kontrak Kontrak
Data terkait jumlah karyawan dalam periode pelaporan dikompilasi melalui
sistem ERP Human Capital Management (ERP HCM) pada akhir periode
pelaporan. Sepanjang periode pelaporan, Japfa tidak mempekerjakan
https://www.japfacomfeed.
karyawan paruh waktu, dan tidak terdapat fluktuasi signifikan dalam co.id/laporan-tahunan
jumlah karyawan. Pada tahun 2024, jumlah karyawan laki-laki lebih tinggi
dibandingkan karyawan perempuan. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik
industri agrikultur yang secara tradisional dianggap lebih banyak melibatkan
tenaga kerja laki-laki, seiring dengan tuntutan kerja fisik serta persepsi gender
yang berkembang. [GRI 2-7, 2-8]
Detail terkait operasional kami dapat dibaca dalam Laporan Tahunan 2024
https://www.japfacomfeed.
maupun situs Perusahaan [GRI 2-1] [POJK C.3]. co.id/operational-area
15
Page 14
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Model Bisnis yang Terintegrasi Vertikal
Japfa menerapkan model bisnis vertikal terintegrasi yang dirancang untuk
mengontrol setiap tahapan produksi dari hulu hingga hilir. Dengan model
Sekilas bisnis yang terintegrasi, Japfa mampu memenuhi kebutuhan berbagai
Tentang pelanggan, mulai dari peternak unggas, petambak ikan dan udang, agen
distribusi, hingga penyedia layanan siap saji, restoran, dan konsumen
Japfa akhir. [GRI 2-6] [POJK C.4]
Hulu
Produksi Pakan ternak Pembibitan
Tengah
Visi dan Misi 14
Skala Bisnis 15
Model Bisnis
yang Terintegrasi 16
Vertikal
Peternakan Komersial Budidaya Ikan & Udang
Produk yang
Berkualitas dan 17
Beragam
Tata Kelola
Perusahaan
19
yang Baik untuk
Keberlanjutan Hilir
Komite
21
Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi
28
Japfa
Keanggotaan
30
dalam Asosiasi
Penghargaan 31 Pemrosesan Produk Konsumen
16
Page 15
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Produk yang Berkualitas dan Beragam
[GRI 2-6, F.26] [POJK C.4]
Japfa terus berkomitmen memproduksi protein hewani berkualitas tinggi melalui produk yang aman, halal,
bernutrisi, dan terjangkau. Kami menggunakan bahan baku berkualitas, serta berinovasi untuk memenuhi
kebutuhan konsumen yang terus berkembang mencakup pakan, bibit, hasil budidaya unggas, ikan dan
udang, daging sapi dan hasil olahannya. Produk-produk kami senantiasa dikembangkan untuk menjangkau
berbagai segmen yang beragam dan diolah dengan standar keamanan pangan yang ketat serta berprinsip
pada kesejahteraan hewan.
Japfa Food adalah salah satu lini bisnis kami sebagai bagian dari fokus untuk hilirisasi sehingga menjangkau
konsumen secara langsung. Dengan menyediakan produk-produk berkualitas berbasis protein hewani, Japfa
Food mendekatkan hasil produksi unggulan Japfa, seperti ayam, daging olahan, dan produk-produk makanan
lainnya, kepada konsumen akhir. Inisiatif ini membantu memperluas pasar dan memperkuat kehadiran Japfa
di segmen ritel dan konsumen sehari-hari.
Pada Mei 2024, kami meluncurkan merek baru, Olagud, yang menghadirkan
produk ayam probiotik segar dengan manfaat nutrisi unggul. Ayam probiotik
Olagud diperkaya dengan kandungan protein dan kolagen yang lebih tinggi,
serta memiliki kadar lemak dan kolesterol yang lebih rendah. Diproduksi di
peternakan unggas modern milik Japfa, Olagud mengutamakan kesejahteraan
hewan dan keberlanjutan lingkungan, sehingga menghasilkan produk
berkualitas tinggi yang terjamin keamanannya secara konsisten. [POJK B.1, F. 26]
Perunggasan Budidaya Perairan Perdagangan dan Lain-Lain
• Pakan Ternak • Pakan Ikan dan Udang • Produk Sapi
• Ayam Umur Sehari • Benur Udang » Sapi Hidup
(DOC) » Daging Sapi Merek Santori
• Benih Ikan
• Live bird » Daging Wagyu Merek Tokusen
• Ikan (Nila, Patin, Kakap
• Ayam Karkas Putih)
• Bungkil Kopra Ekstraksi
• Produk Siap Masak • Udang • Minyak Kelapa
dan Siap Saji seperti
nugget, sosis, dan • Produk Olahan Ikan dan • Jasa Pengangkutan
lain-lain Udang
• Vaksin Hewan
• Obat-obatan Hewan dan Peralatan Peternakan
• Karung Plastik
Detail mengenai produk- Detail lebih lanjut mengenai
produk kami dapat dilihat Olagud dapat diakses
pada situs Perusahaan. melalui situs berikut
https://www.japfacomfeed. https:/www.olagud.com/
co.id/ringkasan-usaha @olagud.id
17
Page 16
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Komitmen Terhadap Transparansi Produk [GRI 417-1]
Kami memastikan bahwa informasi pada setiap produk disampaikan secara
transparan dan komprehensif. Kemasan produk kami mencantumkan
informasi penting seperti komposisi, fakta gizi, petunjuk penggunaan,
Sekilas tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa. Pada beberapa produk,
Tentang seperti vaksin, informasi tersebut juga tersedia dalam format barcode
untuk memudahkan pelanggan sekaligus mengurangi penggunaan kertas.
Japfa
Memastikan Kepuasan Pelanggan [POJK F.30]
Untuk memastikan kepuasan pelanggan, kami secara rutin mengadakan
survei kepuasan. Hasil survei ini membantu kami mengidentifikasi area
yang dapat ditingkatkan agar terus memenuhi ekspektasi pelanggan.
Nilai indeks kepuasan pelanggan kami pada tahun 2024 menunjukkan
hasil yang konsisten, mencerminkan komitmen kami dalam menjaga
kualitas produk dan layanan.
Nilai Survei Kepuasan Pelanggan 2024
Produk Pakan Ternak
84% 84% 87%
Visi dan Misi 14
2022 2023 2024
Skala Bisnis 15
Model Bisnis Produk Kesehatan Hewan dan Peralatan Ternak
yang Terintegrasi 16
Vertikal 87% 86% 88%
Produk yang
Berkualitas dan 17 2022 2023 2024
Beragam
Tata Kelola
Perusahaan
19
yang Baik untuk
Keberlanjutan
Komite
21
Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi
28
Japfa
Keanggotaan
30
dalam Asosiasi
Penghargaan 31
18
Page 17
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Tata Kelola Perusahaan yang Baik untuk Keberlanjutan
Japfa meyakini bahwa Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) adalah kunci
keberlangsungan bisnis pada masa kini dan mendatang. GCG menjadi pedoman penting untuk melindungi
para pemangku kepentingan dan memastikan penerapan praktik bisnis yang transparan, akuntabel, serta
berkelanjutan.
Struktur Perusahaan yang Kokoh [POJK C.6]
Struktur organisasi yang efektif merupakan salah satu elemen kunci dalam GCG untuk memastikan alokasi
tanggung jawab yang jelas, pengambilan keputusan yang tepat serta dampaknya, dan komunikasi yang
efisien di semua tingkat manajemen serta dengan pemangku kepentingan. Struktur ini terdiri dari Dewan
Komisaris, Dewan Direksi, dan Manajemen Senior, yang masing-masing memiliki peran dalam mendukung
kelangsungan bisnis yang berkelanjutan. [GRI 2-9, 2-12] [POJK C.6]
Detail terkait struktur organisasi
dapat dibaca pada Laporan Tahunan
Perusahaan [POJK C.6]
https://www.japfacomfeed.
co.id/laporan-tahunan
Menjunjung Tinggi Etika dalam Bisnis [GRI 2-23]
Kode Etik Perusahaan
Japfa menjunjung tinggi etika dan integritas sebagai landasan dalam menjalankan bisnis, yang dituangkan
dalam Kode Etik perusahaan. Kode Etik ini mencakup kebijakan antikorupsi, anti-suap, dan anti-penipuan.
Setiap karyawan baru menerima sosialisasi tentang Kode Etik selama masa orientasi untuk memastikan
mereka memahami dan menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. [GRI 2-24]
Pedoman Dewan Komisaris & Direksi
Japfa juga memiliki pedoman Dewan Komisaris dan
Pada tahun 2024, kami Direksi yang mengatur tugas dan tanggung jawab
menyosialisasikan Kode
pengawasan Dewan Komisaris terhadap pengelolaan
Etik Japfa yang mencakup
Perusahaan yang dilakukan oleh Direksi.
kebijakan antikorupsi dan
antisuap, kepada 8.814
karyawan di berbagai unit. Komite Audit
Pada tahun 2024, hasil Komite Audit Japfa berperan dalam mendukung
audit internal menunjukkan efektivitas Dewan Komisaris melalui pengawasan
bahwa tidak ada kasus terhadap laporan keuangan dan kepatuhan terhadap
korupsi di seluruh
regulasi. Komite ini dipimpin oleh seorang Komisaris
operasional perusahaan.
Independen dan dilengkapi dengan dua anggota
[GRI 205-2, 205-3]
eksternal yang profesional, yang bekerja secara
independen.
19
Page 18
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Kebijakan Investor Relations
Investor Relations memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan
dan menjaga transparansi antara Perusahaan dan pemegang saham.
Melalui kebijakan Investor Relations, Japfa memastikan bahwa investor
Sekilas mendapatkan informasi yang tepat waktu, akurat, seimbang dan adil. Hal
Tentang ini mendorong akuntabilitas, mendukung pengambilan keputusan yang
lebih baik, serta menjunjung kepatuhan terhadap peraturan. Dengan
Japfa demikian, kebijakan ini membantu memitigasi risiko dan meningkatkan
kepercayaan terhadap kepemimpinan dan strategi Perusahaan, yang
pada akhirnya berkontribusi pada penciptaan nilai jangka panjang.
JAPFALERT
Untuk memastikan kepatuhan terhadap kode-kode etik Perusahaan,
Japfa menerapkan sistem whistleblowing bernama JAPFALERT, yang
memungkinkan pelaporan pelanggaran terkait peraturan atau Kode Etik.
Setiap laporan ditindaklanjuti secara serius, dengan menjaga kerahasiaan
identitas pelapor sesuai dengan prosedur yang berlaku. [GRI 2-16, 2-25, 2-26]
JAPFALERT dapat diakses melalui tautan berikut:
https://www.japfalert.com/
Visi dan Misi 14
Skala Bisnis 15
Model Bisnis Detail terkait tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan
yang Terintegrasi 16 Direksi, kebijakan, dan komite lainnya seperti Komite Nominasi
Vertikal dan Remunerasi dapat dibaca lebih lanjut di Laporan Tahunan
2024 atau di situs Perusahaan [GRI2-23]:
Produk yang
Berkualitas dan 17
Beragam
Tata Kelola
Perusahaan
19
yang Baik untuk Kode Etik Pedoman Dewan Komisaris
Keberlanjutan Perusahaan & Direksi
https://www. https://www.japfacomfeed.
Komite
21 japfacomfeed.co.id/ co.id/pedoman-dewan-
Keberlanjutan kode-etik-perseroan komisaris-direksi
Kinerja Ekonomi
28
Japfa
Keanggotaan
30
dalam Asosiasi
Penghargaan 31 Hubungan Investor Komite Audit Laporan Tahunan
https://www.japfacomfeed. https://www. http://
co.id/kebijakan-hubungan- japfacomfeed.co.id/ japfacomfeed.co.id/
investor komite-audit laporan-tahunan
20
Page 19
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Komite Keberlanjutan
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 073/KEP/Dir-JAPFA/LD-CS/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023,
Direksi memperbarui Komite Keberlanjutan yang diketuai oleh Direktur Utama Perusahaan dan beranggotakan
dua orang, mencakup 60% dari anggota Direksi. Pembaruan ini bertujuan untuk memperkuat struktur
organisasi dalam mengelola inisiatif keberlanjutan di seluruh unit operasional. Dalam menjalankan tugas dan
tanggung jawabnya, Komite Keberlanjutan dibantu oleh Sub-Komite Koordinator Keberlanjutan dan para
Kepala Divisi. Komite ini berperan penting dalam memastikan penerapan praktik bisnis yang berkelanjutan dan
sejalan dengan target Perusahaan. Komite Keberlanjutan diperbarui untuk memastikan bahwa Perusahaan
menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
[GRI 2-9, 2-24] [POJK A.1, E.1, F.1]
Tugas dan Tanggung Jawab
Komite Keberlanjutan [GRI 2-12]
1
Menetapkan dan mengusulkan
kebijakan serta arahan pembangunan
berkelanjutan kepada Dewan Direksi
untuk disetujui.
2 Mengembangkan strategi
keberlanjutan untuk jangka waktu
tertentu [POJK D.1].
3 Mempertimbangkan dan menilai hasil
dari penerapan strategi keberlanjutan,
memberikan saran untuk
pengembangan, serta melaporkan
kepada Dewan Direksi minimal satu
kali dalam setahun [GRI 2-13].
4
Menyetujui Laporan Keberlanjutan
tahunan [GRI 2-14] [POJK E.1].
Menunjuk Sub-komite Keberlanjutan
5
yang sesuai untuk implementasi
strategi keberlanjutan di divisi Susunan Komite Keberlanjutan dapat
operasional. dilihat pada situs Perusahaan:
Meninjau dan menyetujui Key
6
Performance Indicators (KPI) dan
Sustainability Performance Targets
(SPT) untuk transaksi terkait
keberlanjutan [POJK E.1]
https://www.japfacomfeed.co.id/
tata-kelola-keberlanjutan
21
Page 20
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Pilar-pilar Keberlanjutan
Pilar-pilar Keberlanjutan Japfa menjadi pedoman bagi Japfa dalam
menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari, mengintegrasikannya dalam
perumusan strategi dan proses bisnis Perusahaan untuk mengantisipasi
Sekilas risiko perubahan lingkungan dan bisnis, termasuk aspek ekonomi, sosial,
Tentang dan lingkungan sehingga seluruh operasional selaras dengan tujuan
keberlanjutan. Pilar-pilar ini menegaskan komitmen Japfa untuk fokus
Japfa pada inti bisnis, yaitu meningkatkan kualitas nutrisi melalui sistem produksi
yang efisien, sambil tetap memperhatikan pembangunan manusia.
[POJK F.1]
Visi dan Misi 14
Skala Bisnis 15
Model Bisnis
yang Terintegrasi 16
Vertikal
Produk yang
Berkualitas dan 17 Kami melakukan evaluasi pada Pilar-Pilar
Beragam Keberlanjutan dan menambahkan detail
Tata Kelola mengenai pengelolaan keanekaragaman hayati
Perusahaan
19
untuk mencerminkan tren terkini dan isu-isu
yang Baik untuk terkait alam dalam Pilar Pengembangan Sumber
Keberlanjutan
Daya Manusia.
Komite
21
Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi
28 Perlindungan Keanekaragaman Hayati melalui Pengembangan
Japfa
Sumber Daya Manusia
Keanggotaan
30
dalam Asosiasi
Di Japfa, perlindungan keanekaragaman hayati diintegrasikan dengan pilar
Penghargaan 31
Pengembangan Sumber Daya Manusia. Kami memberdayakan masyarakat
untuk berpartisipasi aktif dalam perlindungan keanekaragaman hayati
melalui inisiatif seperti rehabilitasi mangrove dan restorasi habitat.
22
Page 21
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Sustainability Pillars
Affordable Nutritious Proteins
Efficient People Improving
Production System Development Nutrition
Large Scale Operations & Knowledge Feed
Advanced Technology Management More People
Healthy Animals Employees Facilitating Access to
Biosecurity Training & Development Affordable Proteins
Vaccines Sports for Life Balance Geographical Reach
Animal Welfare Industrialised Approach
Balanced Diet
Efficient Use Farmers Farmers
of Resources
Technical Assistance Technical Assistance
Energy
Skills Improvement Skills Improvement
Water
Reusable Packaging
Local Sourcing
Minimise Waste Community Food Safety
& Emission & Planet & Traceability
Manure Management Education Programmes Food Safety
& Hygiene Standards
Air Pollution Control Focused on Agriculture
Halal Slaughterhouses
Wastewater Treatment Reducing Biodiversity Loss
Traceability Back
to the Farm
23
Page 22
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Pengelolaan Risiko Bisnis dan Lingkungan
Japfa menyadari pentingnya mengelola berbagai risiko bisnis untuk menjaga
keberlangsungan Perusahaan dan meminimalkan dampak terhadap manusia
dan lingkungan. Oleh karena itu, kami menerapkan sistem manajemen risiko
Sekilas yang ketat, termasuk audit internal dan eksternal, yang juga mencakup risiko
Tentang terkait korupsi dengan berlandaskan prinsip integritas, transparansi, dan
akuntabilitas. Jika terjadi pelanggaran, kami akan menindaklanjuti secara
Japfa serius sesuai dengan peraturan yang berlaku. [GRI 205-1, 205-2] [POJK E.3]
Visi dan Misi 14
Skala Bisnis 15
Model Bisnis
yang Terintegrasi 16
Vertikal
Produk yang
Berkualitas dan 17 Salah satu pabrik pakan ternak Japfa.
Beragam
Tata Kelola
Perusahaan
19
yang Baik untuk Informasi terkait manajemen risiko Perusahaan lebih detail dapat dilihat pada bab Tata Kelola
Keberlanjutan di Laporan Tahunan 2024 dan juga situs Perusahaan. [POJK E.3, E.5]
Komite
21
Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi
28
Japfa
Keanggotaan
30
dalam Asosiasi https://www.japfacomfeed.co.id/
manajemen-resiko
Penghargaan 31
24
Page 23
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Target-target Keberlanjutan Japfa Grup
Pada tahun 2022, Japfa Grup telah menetapkan Target-target Keberlanjutan yang menggunakan data tahun
2022 sebagai referensi dasar. Target Keberlanjutan Japfa terbagi menjadi dua aspek utama, lingkungan dan
sosial. Dari sisi lingkungan, kami berfokus pada pengurangan emisi dengan target emisi Cakupan 1 berdasarkan
data 2022 yang diukur per kilogram live bird. Dari sisi sosial, Japfa terus berkomitmen untuk mengembangkan
karyawan dan peternak mitra melalui pelatihan berkelanjutan yang meningkatkan produktivitas dan membuat
keputusan-keputusan yang mendukung program keberlanjutan. Pada tahun 2024, kami telah mengidentifikasi
pendekatan yang sesuai untuk memantau rencana aksi keberlanjutan Japfa yang telah ditetapkan, Dengan
demikian, kami dapat memastikan bahwa implementasi dan pencapaian tujuan keberlanjutan dapat terus
dipantau dan dievaluasi secara efektif. [GRI 2-24]
Japfa Grup kembali memperoleh
Sustainability-Linked Loan (SLL)
pada tahun 2024, yang memperkuat
Sesuai target yang telah ditetapkan
komitmen terhadap pemanfaatan
untuk tahun 2024, Japfa berhasil:
hasil daur ulang air limbah, Zero
• Mengurangi konsumsi batu bara Coal, dan inisiatif JfK. Langkah ini
sebesar 70,38% dibandingkan memperluas upaya keberlanjutan
tahun 2023 seiring dengan komitmen kami untuk
• Mencapai 10 jam pelatihan per terus menciptakan dampak yang lebih
karyawan per tahun besar dan perbaikan berkelanjutan.
25
Page 24
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Sekilas
Tentang
Japfa
Visi dan Misi 14
Japfa SLB KPI - Penyelesaian 9 Fasilitas
Skala Bisnis 15 Daur Ulang Air Limbah dalam Operasional
Model Bisnis Perunggasan
yang Terintegrasi 16
Vertikal
Total 8 RPA 1 Unit Penetasan
Produk yang 7
Berkualitas dan 17
Beragam
Tata Kelola
Perusahaan
19
yang Baik untuk
Keberlanjutan
Komite
21
Keberlanjutan
Kinerja Ekonomi
28 3
Japfa
Keanggotaan 9
1
2
30 4
dalam Asosiasi 5
6
8
Penghargaan 31
26
Page 25
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Pada tahun 2024, Japfa telah berhasil memenuhi komitmen Obligasi Berkelanjutan
(Sustainability-Linked Bond/SLB) dengan membangun fasilitas daur ulang air di delapan Rumah
Potong Ayam (RPA) dan satu unit penetasan ayam dalam waktu 3 tahun 9 bulan sejak tanggal
penerbitan obligasi. Fasilitas daur ulang air ini telah melewati proses audit oleh pihak eksternal.
Hasil audit dapat dibaca lebih lanjut pada tautan berikut. [POJK B.1, D.1, F.26]
Pencapaian ini merupakan salah satu tonggak keberlanjutan, yang menempatkan Japfa sebagai
pionir di sektor agri-food yang menerbitkan SLB pada tahun 2021.
Dengan demikian, Japfa telah membangun fasilitasi daur ulang air di:
2021 1 RPA Cikupa 2023 6 RPA Magelang
2 Unit Penetasan Subang 7 RPA Medan
8 RPA Boyolali
2022 3 RPA Lampung
4 RPA Wonoayu
2024 9 RPA Parung
https://www.japfacomfeed.
5 RPA Pemalang co.id/informasi-saham-obligasi
27
Page 26
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Kinerja Ekonomi Japfa
[GRI 2-27, 201-1], [POJK B.1, F.2, F.3, F.4]
Sebagai salah satu perusahaan agri-food terbesar di Indonesia, produk
Sekilas Japfa menjadi bagian dari jutaan masyarakat yang mengandalkan protein
Tentang yang aman dan terjangkau. Oleh karena itu, menjaga kinerja ekonomi yang
kuat sangat penting untuk memastikan operasional kami berkelanjutan,
Japfa dengan fokus pada People, Planet, dan Profit (3P).
Pada tahun 2024, Japfa menghadapi tantangan seperti kondisi cuaca yang
tidak stabil, regulasi, serta ketidakstabilan geopolitik yang berdampak
pada gangguan rantai pasokan dan peningkatan biaya bahan baku
serta pelemahan daya beli. Untuk mengatasi tantangan ini, Japfa telah
menerapkan sejumlah strategi, termasuk memprediksi fluktuasi pasar,
berinvestasi pada fasilitas-fasilitas Perusahaan untuk meningkatkan
kontrol kualitas dan efisiensi rantai pasokan. Strategi ini memberi kami
keunggulan kompetitif sekaligus memperkuat hubungan langsung dengan
pemasok lokal.
Fortune 100 Indonesia
Pada awal Agustus 2024, Japfa berhasil masuk dalam daftar
"Fortune 100 Indonesia". Penghargaan ini merupakan salah
satu tolok ukur utama kinerja perusahaan di negara ini. Fortune
Visi dan Misi 14 Indonesia mencatat bahwa perusahaan-perusahaan dalam daftar
Skala Bisnis 15 ini berkontribusi sebesar 28,8% terhadap perekonomian nasional
pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini menegaskan peran penting
Model Bisnis
yang Terintegrasi 16 Japfa dalam perekonomian Indonesia sekaligus menunjukan
Vertikal ketangguhannya dalam menghadapi ketidakpastian.
Produk yang
Berkualitas dan 17
Beragam
Tata Kelola Dalam menjalani usahanya, Japfa tetap menjunjung tinggi seluruh
Perusahaan
19 peraturan yang berlaku baik dalam aspek sosial maupun ekonomi. Sebagai
yang Baik untuk
Keberlanjutan salah satu wujud kepatuhannya, sepanjang tahun 2024, Perusahaan tidak
Komite mendapat larangan penjualan dan pembatasan pasar untuk seluruh
21
Keberlanjutan produk. [GRI 2-27]
Kinerja Ekonomi
28
Japfa
Pada tahun 2024, secara umum Japfa menunjukkan kinerja ekonomi yang
Keanggotaan sangat baik dan sejalan dengan target. [POJK F.2, F.3]
30
dalam Asosiasi
Penghargaan 31
28
Page 27
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
[GRI 201-1] [POJK B.1, F.2, F.3] Dalam jutaan rupiah
Pengungkapan 2024 2023 2022
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan
Penjualan Neto 55.800.849 51.175.898 48.972.085
Pendapatan Bunga 50.228 44.272 9.495
Pendapatan Lainnya 210.204 139.161 151.001
Total 56.061.281 51.359.331 49.132.581
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Biaya operasional (beban pokok penjualan. penjualan. umum &
45.698.456 44.620.820 42.150.413
administrasi diluar biaya tenaga kerja)
Gaji dan tunjangan karyawan 4.889.053 4.267.880 4.018.803
Pembayaran untuk penyedia modal (utang dan modal saham) 1.688.988 1.569.494 1.543.295
Investasi Masyarakat
Corporate Social Responsibility (CSR) 28.208 8.691 6.333
Edu Farmers International Foundation (Edufarmers Foundation) 15.000 14.450 8.507
Pembayaran pajak penghasilan kepada pemerintah - Indonesia 715.863 406.068 642.680
Total 53.035.568 50.887.403 48.370.031
Nilai Ekonomi yang Disimpan
Nilai Ekonomi yang Disimpan 3.025.713 471.928 762.550
Investasi Keberlanjutan
[GRI 201-2] [POJK F.4] Dalam jutaan rupiah
Pilar-Pilar Keberlanjutan 2024 2023 2022
Lingkungan
Investasi Untuk Operasional yang
129.170 103.334 166.893
Lebih Berkelanjutan
Penggunaan Sumber Daya yang Efisien 14.106 11.017 20.664
Peminimalan Limbah dan Emisi 26.107 26.037 24.295
Sistem Produksi Peningkatan Kesehatan dan
Efisien 511 216 1.32
Kesejahteraan Hewan Ternak
Investasi Terhadap Teknologi
Baru untuk Meningkatkan Efisiensi 8.039 6.168 4.584
Operasional
Audit/Asesmen/Sertifikasi Biaya ESG 3.472 3.020 1.277
Total 181.404 149.792 219.032
Sosial
Pengembangan
Pengembangan Orang-Orang Kami
Sumber Daya 89.522 163.867 153.635
(Karyawan,Peternak, dan Masyarakat)
Manusia
Meningkatkan Nutrisi Meningkatkan Nutrisi 9.592 7.329 3.731
Total 99.114 171.195 157.366
Grand Total 280.518 320.987 376.398
*) Untuk memajukan keberlanjutan operasional, kami telah membagi pengeluaran investasi dan operasional keberlanjutan menjadi dua
kategori utama: lingkungan dan sosial. Kami memisahkan pengeluaran investasi untuk pencatatan yang lebih baik sejak tahun 2022.
29
Page 28
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Keanggotaan dalam Asosiasi
[GRI 2-28] [POJK C.5]
Sebagai bagian dari komitmen kami untuk mengembangkan sektor
agri-food di Indonesia, Japfa berkolaborasi dengan berbagai pemangku
Sekilas kepentingan. Selama periode pelaporan ini, kami menjalin hubungan
Tentang kerja sama dengan sejumlah organisasi untuk memberi kontribusi lebih,
antara lain:
Japfa
Indonesian Employer’s Indonesian Fishery Indonesian Feedmills Shrimp Club
Association (APINDO) Producers Processing Association (GPMT) Indonesia (SCI)
DKI Jakarta and Marketing
Association (AP5I)
Indonesian Veterinary Association of Veterinary Public Indonesian Poultry
Medicine Association Indonesian Poultry Health Association Farmers Association
(ASOHI) Slaughterhouses (ASKESMAVETI) (PINSAR)
(ARPHUIN)
Visi dan Misi 14
Indonesian Poultry Chamber of Indonesian Indonesia CSR
Skala Bisnis 15 Science Sociey (MIPI) Commerce and Poultry Veterinary Society
Industry (KADIN) Association (ADHPI)
Model Bisnis South Jakarta
yang Terintegrasi 16
Vertikal
Produk yang
Berkualitas dan 17
Beragam
Indonesian Indonesian Poultry
Tata Kelola Aquaculture Society Breeders Association
(MAI) (GPPU)
Perusahaan
19
yang Baik untuk
Keberlanjutan
Komite
Keberlanjutan
21 Sertifikasi [POJK F.27]
Kinerja Ekonomi
28
Japfa
Keanggotaan
30
dalam Asosiasi
FSSC 22000 AEO ISO 14001 ISO 45001 Aquaculture
Penghargaan 31 Certification Stewardship
Council (ASC)
30
Page 29
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Penghargaan
Japfa menerima penghargaan pada acara 15th (Indonesian Institute
for Corporate Directorship) IICD Corporate Governance Conference
and Award atas komitmen yang kuat dalam menerapkan praktik tata
kelola perusahaan yang baik. Penghargaan ini menyoroti dedikasi Japfa
terhadap transparansi, akuntabilitas, dan integritas Perusahaan yang
sejalan dengan kriteria evaluasi berdasarkan ASEAN CG Scorecard
2023 methodology.
Japfa berhasil meraih Penghargaan Emisi Korporasi 2024 Kategori
Platinum untuk Transparansi Perhitungan Emisi Korporasi di sektor
emiten non-perbankan. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan
yang menunjukkan kontribusi signifikan dalam upaya penurunan emisi
nasional sekaligus menjaga transparansi dalam pelaporannya. Inisiatif
ini diselenggarakan oleh Majalah Investor, bekerja sama dengan PT
Bumi Global Karbon dan Berita Satu Media Holdings.
Japfa mendapat dua penghargaan dalam TOP CSR Award 2024, yaitu
TOP CSR Bintang 4 atas komitmennya dalam menjalankan program
JAPFA for Kids, serta Top Leader on CSR Commitment 2024 yang
diberikan kepada Direktur Utama Japfa, Renaldo Santosa.
Japfa menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia untuk Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)/
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penghargaan ini merupakan
pengakuan atas kontribusi Japfa dalam mendukung program kesehatan
masyarakat melalui inisiatif-inisiatif yang mendorong perilaku hidup
sehat dan bersih.
Daftar lengkap asosiasi, sertifikasi, dan penghargaan yang
diperoleh oleh Perusahaan dapat dibaca selengkapnya dalam
Laporan Tahunan 2024.
http://japfacomfeed.co.id/
laporan-tahunan
31
Page 30
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
02
Tentang
Laporan Keberlanjutan kami mengacu pada
POJK 51/2017 dan Standar GRI 2021 serta
Standar Sektor GRI 13: Pertanian, Akuakultur, dan
Perikanan Tangkap.
Laporan
Sebagai perusahaan yang terus berkembang, Japfa secara konsisten
Japfa menyampaikan komitmen untuk membangun kepercayaan pemangku
kepentingan dengan transparansi atas upaya dan peningkatan yang kami
lakukan setiap tahun. Laporan Keberlanjutan 2024 ini merupakan salah satu
bentuk komunikasi Perusahaan yang merefleksikan inisiatif yang dilakukan
oleh Japfa dalam aspek lingkungan, tata kelola, sosial, dan ekonomi. Laporan ini
berfungsi untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang komitmen dan upaya
keberlanjutan kami. Meskipun tidak semua detail dimuat, kami berkomitmen untuk
terus melanjutkan perjalanan keberlanjutan secara konsisten. Laporan ini juga
berfungsi sebagai bentuk evaluasi untuk mengukur dan meningkatkan upaya-
upaya yang telah dilakukan. Dengan evaluasi terus-menerus, kami berusaha
memberikan dampak yang lebih baik bagi masyarakat dan planet Bumi.
Sejak 2018, Japfa secara konsisten menerbitkan laporan keberlanjutan dan
ini adalah laporan keberlanjutan ketujuh yang diterbitkan secara terpisah
dari Laporan Tahunan. Laporan ini dipublikasikan pada 19 Maret 2025, dan
mencakup seluruh operasional Perusahaan. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
telah menyusun laporan sesuai dengan Standar Global Reporting Initiatives
(GRI) untuk periode 1 Januari 2024 sampai 31 December 2024. Periode
Laporan Keberlanjutan kami selaras dengan Laporan Tahunan Perusahaan.
Pada tahun 2024, kami tidak menerima tanggapan untuk Laporan
Keberlanjutan 2023 tetapi kami tetap meningkatkan upaya komunikasi
sebagai komitmen transparansi Perusahaan. [GRI 2-2, 2-3] [POJK G.3]
Laporan ini disusun berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/
POJK.03/2017 (POJK 51/2017) tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan
bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, serta diatur lebih
lanjut melalui Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 16/SEOJK.04/2021
terkait Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik.
Komunikasi Japfa juga mempertimbangkan berbagai indikator yang diangkat oleh
dengan Pemangku
33 pemeringkat ESG, seperti Asean Corporate Governance Scorecard, Coller
Kepentingan
Japfa FAIRR untuk kesejahteraan hewan, MSCI, S&P, SRI KEHATI, Rekomendasi
Japfa dalam Data 36 TCFD, dan akan diperluas untuk mencakup IFRS S1 dan S2. Selain itu, kami
Metode untuk berkolaborasi dengan pihak ketiga untuk menganalisis dan mengevaluasi
Menentukan Topik 37 data-data dalam laporan ini. Penjaminan eksternal belum dilakukan untuk
Material
laporan ini. Laporan ini disajikan dalam Bahasa Indonesia dan terjemahannya
dalam Bahasa Inggris. Laporan Keberlanjutan ini dapat diunduh dari situs
resmi Perusahaan. [GRI 2-5], [POJK G.1]
32
Page 31
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Kami selalu terbuka terhadap
masukan mengenai laporan yang Alamat Perusahaan
kami terbitkan. Formulir umpan balik
Wisma Millenia Lantai 7
dapat diakses melalui tautan pada Jl. M.T. Haryono Kav. 16, Jakarta 12810 – Indonesia
halaman akhir laporan ini, dan semua
pertanyaan, saran, serta masukan Telepon : (+62 21) 285 45680 (Hunting)
Faksimili : (+62 21) 831 0309
dapat disampaikan melalui kontak E-mail : maya.pradjono@japfa.com [GRI 2-1, 2-3]
yang telah disediakan. [GRI 2-3] Website : www.japfacomfeed.co.id [POJK C.2]
[POJK C.2, G.2]
Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan Japfa
Japfa secara aktif menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang terkait dengan
bisnis kami. Pihak-pihak tersebut meliputi karyawan, pelanggan, lembaga keuangan, pemegang saham,
pemerintah, distributor, asosiasi yang kami ikuti, masyarakat, peternak mitra, dan pemasok kami. Dalam
kolaborasi tersebut, kami berusaha menemukan peluang yang saling menguntungkan, sekaligus merangkul
mereka untuk terlibat dalam upaya keberlanjutan Perusahaan yang dapat memperkuat praktik keberlanjutan
dan memberikan dampak positif untuk semua. [GRI 2-29, 3-3] [POJK E.4]
Investor (termasuk pemegang saham, pemegang obligasi, manajer investasi, dan lain-lain)
Metode
Frekuensi Topik
Keterlibatan
1. Rapat Umum 1. Tahunan RUPST
Pemegang Saham 2. Ad Hoc 1. Persetujuan atas Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk
Tahunan (RUPST) tahun buku 2023
3. Triwulan,
2. Rapat Umum ad hoc 2. Penetapan penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku 2023
Pemegang Saham
Luar Biasa 4. Tahunan 3. Pemberian wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk
(RUPS LB) Akuntan Publik guna memeriksa pembukuan Perseroan tahun buku 2024, serta menetapkan
honorarium Akuntan Publik tersebut
3. Konferensi,
Telekonferensi, 4. Pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
Pertemuan 5. Penetapan gaji dan tunjangan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
Individu,
Pertemuan
RUPSLB
anggota, surat
elektronik Persetujuan atas a) Rencana (permohonan mandat) Perseroan untuk melakukan pembelian
kembali saham Perseroan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29
4. Paparan publik
Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan
Oleh Perusahaan Terbuka dan b) penggunaan saham hasil pembelian kembali tersebut serta c)
pemberian wewenang kepada Direksi untuk menetapkan pelaksanaan penggunaannya.
Konferensi, telekonferensi, pertemuan individu, surat elektronik
1. Ulasan kinerja tahunan keseluruhan (keuangan dan non-keuangan)
2. Informasi operasional
Paparan Publik
1. Profil Perseroan
2. Kinerja Operasional per 31 Desember 2024
3. Ikthtisar Keuangan
4. Tantangan dan strategi ke depan
5. Tanya jawab
Presentasi dan hasil tanya jawab pada saat Paparan Publik dapat dilihat di situs perusahaan.
33
Page 32
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
02
Pelanggan [POJK F.17]
Metode
Frekuensi Topik
Keterlibatan
1. Informasi 1. Tersedia 1. Informasi produk dan layanan termasuk
situs dan 24 jam proses produksi
Tentang jaringan
2. Pusat
2. Ad hoc 2. Koordinasi kebutuhan pelanggan
Laporan
3. Metode pembayaran faktur kredit dan debit
panggilan
4. Layanan pengaduan dan solusi
3. Survei
Japfa
[GRI 2-25]
kepuasan
5. Kepuasan layanan
Asosiasi
Metode
Frekuensi Topik
Keterlibatan
Rapat dan Ad hoc, satu 1. Berjejaring
kegiatan bulan dan/ 2. Pengembangan masyarakat dan pendidikan
lainnya atau triwulan
3. Acara bersama
Peternak Mitra
Metode
Frekuensi Topik
Keterlibatan
1. Panggilan 1. Harian 1. Skema pembagian keuntungan
telepon dan/ 2. Mingguan 2. Informasi, nutrisi unggas dan manajemen pakan
2. atau 3. Ad hoc 3. Penasihat teknis
kunjungan
langsung 4. Manajemen perunggasan
5. Manajemen peternakan dan perikanan, termasuk
praktik keberlanjutan
Institusi Pendidikan/Universitas
Metode
Frekuensi Topik
Keterlibatan
Sosialisasi dan Ad hoc, 1. Informasi kerjasama dan kegiatan dari Japfa
koordinasi bulanan, dan/ 2. Informasi perekrutan dan administrasi terkait
atau tahunan penerima beasiswa
3. Laporan kegiatan penerima beasiswa
4. Hibah dari pemerintah
Pemasok
Metode
Frekuensi Topik
Komunikasi Keterlibatan
dengan Pemangku Panggilan telepon Ad hoc, harian, 1. Harga dan penawaran kompetitif
33
Kepentingan dan/ semu tahunan 2. Kualitas layanan
Japfa atau kunjungan dan/atau
tahunan 3. Audit
langsung
Japfa dalam Data 36 4. Produk
5. Kebijakan pembaruan produk
Metode untuk 6. Praktik pengadaan berkelanjutan
Menentukan Topik 37
Material
34
Page 33
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Pemerintah
Metode
Frekuensi Topik
Keterlibatan
Sosialisasi 1. Ad hoc 1. Perizinan dan regulasi bisnis
dan rapat 2. Bulanan 2. Sertifikasi
koordinasi
3. Tahunan 3. Koordinasi sistem perdagangan
4. Kepatuhan dan pelaporan
5. Penyebarluasan peraturan pemerintah
6. Kampanye Gemar Makan Ikan
7. Kerja sama terkait Synergized Aquaculture Innovative Learning (SAIL)
8. Seminar & Forum
9. Diskusi Ahli tentang persyaratan yang dibutuhkan untuk jaminan keamanan pangan,
penerapan NKV dan sarana rantai dingin (cold chain) untuk produksi dan distribusi
bahan pangan asal hewan
10. Komitmen Penerapan One Health antara lain dengan memperhatikan residu dan
resistensi antibiotik pada bahan asal hewan
11. Sustainable agribusiness, termasuk budidaya peternakan dan perikanan
Karyawan
Metode
Frekuensi Topik
Keterlibatan
1. Pertemuan 1. Mingguan, 1. Sosialisasi kebijakan dan strategi karyawan
karyawan, 2. Bulanan, 2. Japfa Conversation
lokakarya,
pelatihan dan 3. Tahunan 3. Evaluasi kinerja dan jenjang pengembangan karir
2. pembangunan 4. Ad hoc 4. Pelatihan daring dan luring (teknis dan soft skills)
kapasitas, forum 5. Asuransi Keselamatan dan Kesehatan Kerja
komunikasi, 6. Kanal berita internal antara lain seperti Japfa Link, Majalah Berkat dan Japfa Newsletter
rapat, perayaan untuk mengomunikasikan informasi seputar Perusahaan yang diterbitkan secara berkala
ulang tahun
Organisasi Komunitas Lokal
Metode Keterlibatan Frekuensi Topik
1. Pertemuan dengan Organisasi Masyarakat Setempat (OMS), Ad hoc dan/atau 1. Program sosialisasi
Masyarakat dan administrator desa semi tahunan 2. Implementasi program CSR
2. Panggilan telepon dan/atau kunjungan langsung
Distributor [GRI 2-6]
Metode Keterlibatan Frekuensi Topik
Kunjungan langsung, panggilan Ad hoc dan/ 1. Kinerja penjualan
telepon, pertemuan atau harian 2. Informasi produk, harga dan layanan
3. Kinerja keuangan perusahaan
4. Inspeksi pabrik
Penerima Beasiswa
Metode Keterlibatan Frekuensi Topik
Sosialisasi dan pendampingan program, Ad hoc, 1. Informasi penerimaan beasiswa
monitoring kegiatan bulanan, satu 2. Kelengkapan administrasi
bulan sekali
dan/atau enam 3. Proposal dan laporan kegiatan program
bulan sekali 4. Informasi dan/ atau laporan di luar kegiatan yang diikuti
35
Page 34
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
02
Japfa dalam Data
Laporan keberlanjutan ini mencakup keseluruhan bisnis Japfa. Namun,
fokus utama laporan ini masih diarahkan pada dua operasional terbesar,
yaitu perunggasan dan budidaya perairan. [GRI 2-2]
Tentang
Laporan Operasional perunggasan, yang menyumbang 90% dari total pendapatan
Japfa, menjadi komponen paling signifikan dalam jejak operasional Perusahaan.
Japfa Sektor ini mencerminkan dampak terbesar dari seluruh aktivitas bisnis kami,
sehingga mendapatkan porsi perhatian yang lebih besar dalam pembahasan
laporan ini. Sementara itu, operasional budidaya perairan menjadi sorotan
khusus dalam merespons tren peningkatan permintaan terhadap produk yang
berkelanjutan. Dengan semakin pentingnya praktik budidaya perairan ramah
lingkungan, laporan ini menekankan bagaimana divisi ini terus beradaptasi
untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berkembang.
Data Keuangan dan Data Ketenagakerjaan
Untuk periode fiskal 2022-2024, data keuangan dan ketenagakerjaan
mencakup data konsolidasi dari seluruh entitas di bawah Japfa yang
didukung oleh sistem internal seperti Japfa Sustainability Reporting
System (JSRS) dan Japfa Sustainalitics. Dalam periode pelaporan ini,
data terkait kecelakaan kerja telah disajikan ulang sebagai hasil dari
penyelarasan data, termasuk penghapusan duplikasi dan re-kategorisasi
jenis kecelakaan sesuai dengan definisi standar yang berlaku. Hal ini
dilakukan agar data menjadi lebih akurat. [GRI 2-4]
Data Lingkungan
Data lingkungan yang dilaporkan untuk tahun 2022-2024 mencakup hampir
seluruh operasional Perusahaan. Pada tahun 2024, data lingkungan mencakup
341 unit yang terdiri dari unit operasional dan unit non-operasional (termasuk
kantor), yang menunjukkan peningkatan sebanyak 17 unit dibandingkan
dengan laporan tahun 2023. Kami telah memperluas cakupan pelaporan data
seiring dengan peningkatan kualitas dalam JSRS dan Japfa Sustainalitics,
yang menegaskan komitmen kami terhadap akurasi dan akuntabilitas data.
Sepanjang 2023-2024, kami secara komprehensif telah meningkatkan kualitas
data. Pada 2024, cakupan pelaporan kini mencakup seluruh lini bisnis, termasuk
perunggasan, budidaya perairan, SBU Penggemukan Sapi, SBU Plantation, SBU
Komunikasi
dengan Pemangku Consumer Go Direct, SBU Property, dan SBU Transportation. Pencapaian
33
Kepentingan ini merupakan hasil dari komitmen dan kolaborasi seluruh pihak dalam
Japfa mendukung transparansi dan praktik keberlanjutan yang lebih baik.
Japfa dalam Data 36
Metode untuk
Menentukan Topik 37
Material Daftar lengkap entitas yang tercakup dalam data
keuangan, ketenagakerjaan, dan lingkungan dapat
ditemukan dalam Laporan Tahunan 2024 kami.
https://www.japfacomfeed.
co.id/laporan-tahunan
36
Page 35
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Metode untuk Menentukan Topik Material
[GRI 3-1] Penelitian dan
Pengembangan Survei
Materialitas
Laporan ini disusun dengan mengacu pada prinsip-prinsip GRI, yaitu
akurasi, keseimbangan, kejelasan, keterbandingan, kelengkapan,
konteks keberlanjutan, ketepatan waktu, dan keterverifikasian.
Diskusi Kelompok Terarah
Selain itu, kami juga mempertimbangkan prinsip keterlibatan dengan Pemangku
pemangku kepentingan, konteks keberlanjutan, materialitas yang Kepentingan Internal
relevan, dan kelengkapan informasi untuk menghasilkan laporan
yang komprehensif dan informatif.
Japfa melakukan penilaian materialitas ganda yang dikembangkan
Diskusi Manajemen Internal
berdasarkan pilar keberlanjutan kami, mengintegrasikan hasil dari studi
LCA dan Social Life Cycle Assessments (SLCA), serta kajian literatur
lainnya dan isu-isu terbaru yang memengaruhi industri peternakan
dan budidaya perairan di Indonesia, termasuk yang diidentifikasi oleh
lembaga pemeringkat keberlanjutan. Survei untuk Pemangku
Kepentingan Internal dan
Eksternal
Hasil survei ini dihubungkan dengan standar GRI dan Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs).
Daftar lengkap kontribusi Japfa terhadap Matriks Materialitas
TPB dapat dilihat pada situs Perusahaan.
https://www.japfacomfeed.
co.id/tinjauan Validasi dan Persetujuan
Topik Materialitas
Proses ini membantu mengidentifikasi topik-topik penting menurut
pemangku kepentingan internal dan eksternal, di mana Japfa
memiliki dampak potensial maupun aktual terhadap lingkungan,
ekonomi lokal, dan masyarakat. Survei ini kemudian diperingkat
Daftar Topik Materialitas
untuk menentukan sepuluh topik material teratas yang menjadi
fokus utama dalam laporan ini, yang juga terkait dengan standar
GRI dan SDGs.
Pelaksanaan pelaporan ini diawasi oleh Komite Keberlanjutan dan manajemen perusahaan untuk
memastikan laporan disusun dengan akurat dan tepat waktu. Komite dan manajemen terlibat mulai dari
tahap pengembangan, analisis survei materialitas, pengumpulan dan analisis data, hingga proses tinjauan
serta persetujuan isi laporan. [GRI 2-14] [POJK E.1]
37
Page 36
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
02
Topik Material pada 2024 [GRI 3-2]
Pada tahun 2024, tata kelola yang baik tanggung jawab lingkungan, serta
penghormatan hak asasi manusia muncul sebagai topik paling material.
Topik ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin memperkuat perhatian
Tentang Perusahaan terhadap tata kelola yang kuat sebagai landasan dalam
Laporan menerapkan praktik keberlanjutan.
Japfa Sementara itu, keamanan pangan dan ketelusuran tetap menjadi prioritas
utama yang menunjukkan bahwa aspek ini tetap krusial bagi Japfa dalam
memastikan kesehatan dan keselamatan konsumen.
Selain itu, di tahun 2024, topik keberlanjutan seperti kesejahteraan hewan,
pengelolaan air limbah, dan mitigasi perubahan iklim juga masuk dalam
daftar topik penting, yang menunjukkan Japfa terus memperhatikan
dampak bisnis terhadap lingkungan dan perubahan iklim.
No. Topik Material Ketegori
1 Mempromosikan Tata Kelola yang Tata Kelola
Baik melalui Etika, Tanggung Jawab
Lingkungan, dan Penegakan Hak
Asasi Manusia
2 Standar Keamanan Pangan Kesehatan dan Keselamatan
dan Ketelusuran Pelanggan
3 Manajemen Keselamatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
dan Kesehatan Kerja
4 Remunerasi dan Tunjangan yang Adil Ketenagakerjaan
5 Akses terhadap Makanan Bergizi Ketahanan Pangan
dan Terjangkau
6 Rantai Nilai dan Pemangku Keterlibatan Pemangku
Kepentingan Kepentingan
7 Pengelolaan Air Limbah dan Limbah dan Efluen
Limbah yang Aman
8 Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Peternak
9 Praktik Kesejahteraan Hewan Kesejahteraan Hewan
10 Mitigasi dan Adaptasi Iklim Tata Kelola
Komunikasi
Matriks Materialitas
dengan Pemangku
33 Matriks materialitas ini selanjutnya menjadi dasar untuk membahas topik-
Kepentingan
Japfa topik tersebut secara lebih mendalam di bab-bab berikutnya. Dalam bab
Japfa dalam Data 36 tersebut, kami menjelaskan pengelolaan topik material, komitmen, serta
Metode untuk program-program Japfa pada tahun 2024 yang bertujuan meningkatkan
Menentukan Topik 37 dampak positif.
Material
Program-program yang disampaikan dalam laporan ini juga mencakup
metode evaluasi efektivitasnya dan partisipasi pemangku kepentingan.
38
Page 37
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
5.00
Dampak terhadap pemangku kepentingan eksternal
2 1
4.80
3
8 6
4
9 5
7
4.60
10
4.40
4.20 4.40 4.60 4.80
Dampak terhadap Lingkungan, ekonomi, dan sosial
Daftar dan Batasan Topik Material
Japfa Poultry Peternakan
Peringkat Topik Material Pemasok Japfa Pelanggan
& Aquaculture Mitra
1 Mempromosikan Tata Kelola Berkaitan Disebabkan Berkaitan Berkaitan Berkaitan
yang Baik melalui Etika,
Tanggung Jawab Lingkungan,
dan Penegakan Hak Asasi Manusia
2 Standar Keamanan Pangan Berkaitan Disebabkan Disebabkan Berkaitan Berkaitan
dan Ketelusuran
3 Manajemen Keselamatan dan Berkaitan Disebabkan Berkaitan Berkaitan Berkaitan
Kesehatan Kerja
4 Remunerasi dan Tunjangan Berkaitan Disebabkan Berkaitan Berkaitan Berkaitan
yang Adil
5 Akses terhadap Makanan Bergizi Berkaitan Disebabkan Berkaitan Berkaitan Disebabkan
dan Terjangkau
6 Rantai Nilai dan Pemangku Berkontribusi Disebabkan Berkontribusi Berkontribusi Berkaitan
Kepentingan
7 Pengelolaan Air Limbah dan Berkaitan Disebabkan Disebabkan Berkontribusi Berkaitan
Limbah yang Aman
8 Meningkatkan Kesejahteraan Berkontribusi Berkontribusi Disebabkan Berkontribusi Berkaitan
Peternak
9 Praktik Kesejahteraan Hewan Berkontribusi Disebabkan Disebabkan Berkontribusi Berkaitan
10 Mitigasi dan Adaptasi Iklim Berkaitan Disebabkan Berkontribusi Berkaitan Berkaitan
Disebabkan Berkontribusi Berkaitan
Penyebab dari topik yang memiliki Kontributor atas topik, memiliki pengaruh Terkait dengan penyebab dan/atau
kontrol langsung untuk menghindari atau tetapi tidak ada kontrol langsung untuk kontributor dari topik karena hubungan
menanggulangi dampak menghindari atau menanggulangi bisnis, sehingga hanya memiliki pengaruh
dampak tidak langsung untuk menghindari atau
menanggulangi dampak
39
Page 38
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan tingkat malanutrisi
tertinggi di dunia, yaitu stunting dan wasting, defisiensi gizi mikro, dan
kelebihan berat badan serta obesitas1. Meskipun terdapat perbaikan dalam
satu dekade terakhir, data UNICEF 2023 menunjukkan 1 dari 5 anak balita
Berkontribusi di Indonesia masih mengalami stunting2, suatu kondisi yang mempengaruhi
pertumbuhan fisik dan kognitif anak-anak, serta meningkatkan risiko
pada kesehatan jangka panjang3. Menanggapi isu ini, pemerintah Indonesia
Peningkatan memiliki berbagai program untuk menurunkan angka stunting dan
Nutrisi meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada masa depan dengan
menjadikannya sebagai prioritas nasional.
Sebagai salah satu produsen protein hewani, kami mendukung penuh
inisiatif pemerintah melalui komitmen penyediaan makanan bergizi
dan terjangkau. Melalui jaringan distribusi yang luas dan pendekatan
terindustrialisasi, Japfa dapat menjangkau berbagai wilayah di Indonesia
dan memastikan keterjangkauan produk-produk hewani berkualitas seperti
daging ayam, ikan, udang, sapi dan produk olahannya.
Kami berperan aktif membantu anak-anak dan orang tua mereka melalui
JAPFA for Kids untuk menyadari pentingnya hal tersebut sekaligus
memberikan akses kepada makanan bernutrisi yang mendukung
pertumbuhan mereka dengan baik. Hal ini sekaligus turut mewujudkan SDG
No. 2: Tanpa Kelaparan.
Jangkauan Pasar
41
yang Luas
Pendekatan
45
Industrialisasi
Memastikan
45
Keamanan Pangan
Rantai Pasokan
yang Dapat 46
Dilacak
Audit Keamanan
47
Pangan
JAPFA for
Kids untuk
48
Mengentaskan
Malanutrisi
Melibatkan Orang
Tua dalam 52
JAPFA for Kids Seorang siswa menikmati makan siang bergizi
pada program JAPFA for Kids
JAPFA
Berkolaborasi
dalam Studi 55
Kecukupan Gizi
Anak Indonesia 1, 2 UNICEF Indonesia. (2023). UNICEF Laporan Tahunan 2023. Diambil dari https://www.unicef.org/indonesia/
media/21351/file/UNICEF%20Laporan%20Tahunan%202023.pdf
3 UNICEF Indonesia. (20 September 2023). Gizi: Mengatasi tiga beban malnutrisi di Indonesia. Diambil dari
https://www.unicef.org/indonesia/id/gizi
40
Page 39
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Jangkauan Pasar yang Luas
Karakteristik geografis Indonesia dengan lebih dari 17.000 pulau yang dihuni oleh lebih dari 282 juta jiwa,
membuat distribusi pangan menjadi salah satu tantangan ketahanan pangan di negeri ini.
Sebagai perusahaan dengan pengalaman lebih dari 53 tahun di bidang agri-food, Japfa menyadari tanggung
jawabnya dalam memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat. Dengan jaringan pemasaran yang luas, mulai dari
pasar tradisional, modern, hingga platform daring (online), produk Japfa dapat diakses oleh seluruh lapisan
masyarakat.
Berkontribusi dalam Pembangunan Ketahanan Pangan dengan Japfa Day 2024
Japfa Day 2024 merupakan wadah penting yang mempertemukan para pemimpin Japfa,
perwakilan pemerintah, investor, asosiasi, mitra, dan media untuk membahas isu-isu penting
terkait ketahanan pangan dan swasembada pangan. Acara ini terinspirasi oleh program
pemerintah mengenai makan siang gratis, di mana Japfa sebagai produsen protein hewani ingin
memberikan kontribusi positif. Selama acara, kami menyelenggarakan tiga panel diskusi yang
berfokus pada upaya membentuk masa depan ekosistem pangan Indonesia di tengah tantangan
perubahan iklim dan ketidakpastian geopolitik.
Panel-panel tersebut dibuka dengan keynote speech dari Menteri Perencanaan Pembangunan
Nasional (Bappenas), yang memberikan pandangan strategis mengenai transformasi yang
diperlukan untuk memastikan ketahanan pangan nasional1. Selain itu, peserta juga dapat membaca
berbagai informasi mengenai bagaimana sistem produksi Japfa berperan dalam mendukung
ketahanan pangan, mulai dari produksi hingga distribusi produk, serta inisiatif seperti program
makan siang gratis yang mendukung pemenuhan nutrisi anak-anak Indonesia.
Pembukaan oleh Renaldo Santosa, Direktur Utama Japfa, menegaskan pentingnya inovasi dalam
strategi ketahanan pangan. Ia menyoroti perlunya mengembangkan swasembada pangan dan
memanfaatkan potensi besar yang dimiliki Indonesia untuk memberdayakan generasi masa
depan. Menghadapi berbagai tantangan, beliau juga menekankan pentingnya kerangka kerja yang
jelas untuk mengarahkan pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan dan memastikan
ketersediaan pangan bagi semua. Peserta yang mengikuti Japfa Day sebanyak 304 orang.
1 UNICEF Indonesia. (2023, September 20). Gizi. Diambil dari https://www.unicef.org/indonesia/id/gizi
41
Page 40
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Jangkauan Operasional Perunggasan
Tidak hanya memiliki jangkauan pasar yang luas di Indonesia, produk
perunggasan Japfa juga menjangkau pasar di luar negeri. Tahun 2024,
Japfa melakukan ekspor telur tetas ke beberapa negara di antaranya Uni
Berkontribusi Emirat Arab. Diterimanya produk kami oleh pasar luar negeri menunjukkan
pada komitmen Perusahaan untuk mendukung pengembangan sektor pangan
melalui penyediaan produk berkualitas tinggi.
Peningkatan
Nutrisi
Jangkauan Pasar
41
yang Luas
Pendekatan
45
Industrialisasi
Memastikan
45
Keamanan Pangan
Rantai Pasokan
yang Dapat 46
Dilacak
Audit Keamanan
47
Pangan
JAPFA for
Kids untuk
48
Mengentaskan
Malanutrisi
Melibatkan Orang
Tua dalam 52
JAPFA for Kids
JAPFA
Berkolaborasi
dalam Studi 55
Kecukupan Gizi
Anak Indonesia
Ayam di peternakan pembibitan
saat sesi pemberian pakan
42
Page 41
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Jangkauan Operasional Budidaya Perairan
Japfa juga mendukung pemenuhan kebutuhan protein di Indonesia tidak hanya melalui sektor perunggasan
tapi juga melalui sektor budidaya perairan. Kami menghasilkan beragam produk olahan ikan dan udang.
Kualitas produk budidaya perairan kami telah diakui di pasar internasional melalui ekspor produk ke beberapa
negara di Asia, Amerika dan Eropa. Pada tahun 2024, kami memiliki pasar ekspor baru, di antaranya, Korea
Selatan dan Thailand.
Modeling Kawasan Tambak Budidaya Nila Salin, Karawang
Suri Tani Pemuka (STP) untuk Budidaya Ikan Nila Salin
Pada Maret 2024, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan area percontohan budidaya ikan
nila salin di Karawang, Jawa Barat, yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia dan Menteri Kelautan dan
Perikanan. Direktur Utama PT Suri Tani Pemuka, turut hadir mendukung program ini dengan menyediakan
pakan berkualitas tinggi untuk area budidaya tersebut, yang saat ini dikelola oleh Pusat Layanan Produksi
Perikanan Budidaya. Ikan nila salin memiliki sejumlah keunggulan, seperti daging yang padat dan pertumbuhan
lebih cepat. Japfa juga menggunakan indukan unggul yang sesuai dengan iklim Indonesia sehingga lebih
mudah beradaptasi, dan pada akhirnya menghasilkan produk yang bebas dari penyakit (disease-free).
43
Page 42
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi ekonomi biru pemerintah yang
mengusung konsep zero waste dalam budidaya perikanan. Program ini juga
memanfaatkan lokasi bekas tambak udang yang tidak terpakai, sehingga
mendukung konsep reuse dan optimalisasi lahan.
Berkontribusi Pada 2024, STP memberikan dukungan mulai dari pakan, bibit hingga
pada memproses hasil budidaya ikan nila salin dari beberapa wilayah, termasuk
Peningkatan Yogyakarta, Banyuwangi, dan Manado. Hal ini sekaligus untuk mendukung
Nutrisi keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan nasional.
Pada tahun 2024, produk hasil budidaya perairan Japfa, Toba
Tilapia telah berhasil memasuki jaringan supermarket terkemuka
di Singapura, FairPrice. Hal ini menunjukkan produk Japfa yang
berkualitas tinggi. Selain itu, pencapaian ini juga dapat menjadi
sarana promosi pariwisata Danau Toba yang terkenal akan
keindahan alamnya. Melalui label produk, informasi tentang
pariwisata Danau Toba disampaikan dengan menggunakan QR
Code yang terpasang di supermarket FairPrice.
Jangkauan Pasar
41
yang Luas
Pendekatan
45
Industrialisasi
Memastikan
45
Keamanan Pangan
Rantai Pasokan
yang Dapat 46
Dilacak
Audit Keamanan
47
Pangan
JAPFA for
Kids untuk
48
Mengentaskan
Malanutrisi
Melibatkan Orang
Tua dalam 52
JAPFA for Kids
JAPFA
Berkolaborasi
dalam Studi 55
Kecukupan Gizi White Fillet Toba Tilapia tersedia
Anak Indonesia di supermarket Singapura
44
Page 43
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Pendekatan Industrialisasi
Japfa memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam
pendekatan industrialisasi untuk memastikan
standar keamanan pangan tetap terjaga serta
mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Dengan
sistem bisnis yang terintegrasi vertikal, Japfa dapat
beroperasi dalam skala besar untuk memenuhi
kebutuhan protein hewani.
Informasi lebih lanjut mengenai topik ini
dapat dibaca di situs Japfa:
https://www.japfacomfeed.co.id/
memberikan-akses-protein-terjangkau
Memastikan Keamanan Pangan
Japfa berkomitmen untuk menjaga keamanan pangan di setiap rantai nilai, mulai dari pembibitan dan
pembudidayaan hingga produk siap makan. Setiap tahapan produksi dilakukan dengan penuh tanggung jawab
dan sesuai dengan standar keamanan yang berlaku. Japfa menjaga keamanan pangan dengan menerapkan
pendekatan pada tiga aspek:
1 Sistem biosekuriti yang ketat
Penerapan standar yang tinggi pada setiap tahap produksi mulai dari penggunaan bahan baku
2
terbaik, hingga fasilitas yang memenuhi persyaratan keamanan pangan
3 Menjaga keamanan produk dengan mematuhi sertifikasi yang relevan, baik nasional maupun internasional
Transparansi dalam informasi produk merupakan hal yang penting. Informasi produk yang jelas dapat
membantu konsumen menggunakan produk dengan benar serta memberikan rasa aman bahwa produk
tersebut layak konsumsi. Oleh karena itu setiap produk Japfa dilengkapi dengan informasi gizi, petunjuk
penggunaan, dan tanggal kedaluwarsa. Pada tahun 2024, tidak terdapat insiden ketidakpatuhan yang terkait
dengan dampak kesehatan dan keselamatan produk serta layanan kami baik dalam hal aspek pemasaran
maupun pelabelan produk. [GRI 416-1, 416-2, 417-2, 417-3] [POJK F.28]
Informasi lebih lanjut mengenai keamanan
pangan dapat dibaca di situs Japfa:
https://www.japfacomfeed.co.id/
memberikan-akses-protein-terjangkau
45
Page 44
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Rantai Pasokan yang Dapat Dilacak
Japfa memiliki kontrol penuh atas seluruh rantai pasokan, mulai dari
produksi pakan ternak hingga produk konsumen melalui model bisnis
Berkontribusi terintegrasi. Setiap proses dipantau secara ketat sehingga produk dapat
pada ditelusuri dengan baik.
Peningkatan
Nutrisi
Jangkauan Pasar
41
yang Luas
Automatic Sampler bahan baku
Pendekatan di pabrik pakan ternak Japfa
45
Industrialisasi
Memastikan
45
Keamanan Pangan
Kode Etik Pemasok
Rantai Pasokan
yang Dapat 46
Dilacak Kode etik pemasok merupakan bagian penting dari komitmen Japfa untuk
Audit Keamanan menjamin bahwa setiap mitra bisnis beroperasi sesuai dengan prinsip-
47
Pangan prinsip etika dan keberlanjutan yang dipegang teguh oleh Perusahaan.
JAPFA for Melalui penerapan Kode Etik Pemasok (Supplier Code of Conduct/CoC),
Kids untuk Japfa menetapkan standar etika untuk semua pemasok. Pada tahun 2024
48
Mengentaskan
Malanutrisi seluruh kontrak yang dilakukan oleh Pemasok telah terintegrasi dengan
Melibatkan Orang Kode Etik Pemasok Japfa. [GRI 2-23, 2-24, 205-2, 407-1]
Tua dalam 52
JAPFA for Kids Informasi lebih lanjut mengenai ketelusuran dan Kode Etik Pemasok dapat dibaca di situs Japfa:
JAPFA
Berkolaborasi
dalam Studi 55
Kecukupan Gizi
Anak Indonesia
https://www.japfacomfeed.co.id/ https://www.japfacomfeed.co.id/
keamanan-dan-ketelusuran-pangan kebijakan
46
Page 45
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Audit Keamanan Pangan
Perusahaan secara konsisten menjalankan
audit keamanan pangan, baik melalui proses Pada tahun 2024 tidak terdapat
audit internal maupun eksternal, guna penarikan produk pakan
memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan protein hewani baik dari
dan sertifikasi yang berlaku. Audit berperan operasional perunggasan maupun
penting dalam menilai manajemen risiko
budidaya perairan. [POJK F.29]
serta penerapan Tata Kelola Perusahaan
yang Baik. Hasil dari audit selalu menjadi
bahan evaluasi dan dikomunikasikan
pada manajemen untuk ditindaklanjuti.
[GRI 2-23, 416-1] [POJK F.27]
Sertifikat-sertifikat yang dimiliki Perusahaan dapat
https://www.japfacomfeed.
dibaca secara lengkap di Laporan Tahunan 2024. co.id/laporan-tahunan
Kontrol kualitas produk
di fasilitas meat processing
47
Page 46
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
JAPFA for Kids untuk Mengentaskan Malanutrisi
[GRI 203-1] [POJK B.3, F.23, F.25]
Malanutrisi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan serius di Indonesia
yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis saat dewasa4. Sebagai
Berkontribusi produsen protein hewani, Japfa berkomitmen untuk berperan nyata dalam
pada menurunkan angka malanutrisi khususnya gizi kurang dan gizi buruk. Melalui
program JAPFA for Kids (JfK), kami berupaya memperbaiki gizi anak-
Peningkatan anak dengan pendekatan berbasis masyarakat. Hal ini bertujuan untuk
Nutrisi menciptakan dampak nyata dan berkontribusi menciptakan lingkungan
yang mendukung perkembangan generasi muda yang lebih sehat dan kuat,
sekaligus memperkuat kerja sama seluruh pihak dalam upaya perbaikan
nutrisi secara menyeluruh.
Jangkauan Pasar
41
yang Luas
Pendekatan
45
Industrialisasi
Memastikan
45
Keamanan Pangan
Rantai Pasokan
yang Dapat 46
Dilacak
Audit Keamanan
47
Pangan
JAPFA for
Kids untuk
48
Mengentaskan
Malanutrisi
Melibatkan Orang
Tua dalam 52
JAPFA for Kids
JAPFA
Berkolaborasi
dalam Studi 55 Murid-murid bermain pada Hari Sehat Japfa
Kecukupan Gizi di sekolah binaan Japfa di Medan
Anak Indonesia
4 Gizi.” UNICEF Indonesia, 20 Sept. 2023, www.unicef.org/indonesia/id/gizi.
48
Page 47
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Perjalanan JAPFA for Kids
2008
Kampanye Gizi
Japfa memulai program JAPFA for Kids dengan
mendistribusikan paket gizi dan buku mengenai
pola makan sehat serta perawatan diri. 2009 - 2014
Kegiatan Tambahan
Program ini juga mencakup pemeriksaan
kesehatan untuk semua siswa, mengadakan Program diperluas dengan kegiatan
pelatihan Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan tambahan seperti catur simultan, pelatihan
Shitsuke (5S) bagi guru, serta mengadakan dokter kecil, penghargaan JAPFA for Kids
acara gebyar budaya. Awards, dan kompetisi koki kecil untuk
meningkatkan partisipasi anak-anak dalam
kesehatan dan gaya hidup sehat.
2017
Program Pendampingan 2020
JAPFA for Kids
Pandemi COVID-19
Japfa memperkenalkan program
pendampingan selama 6 bulan, serta Japfa mendukung guru dalam beradaptasi
meluncurkan program Duta Anak Sehat, dengan pandemi COVID-19 dengan memberikan
Duta Lingkungan Sehat, dan Duta Makanan panduan dan pelatihan untuk menjaga
Sehat sebagai pendidik sebaya untuk keberlangsungan pendidikan selama masa
memperkuat pendidikan gizi dan kesehatan pembelajaran jarak jauh.
di kalangan anak-anak.
2023
2022 Fokus pada Malanutrisi
(Gizi Buruk dan Gizi Kurang)
Program Uji Coba
Mengatasi Malanutrisi
Pada tahun ini, fokus diarahkan lebih
Japfa mulai berfokus pada anak-anak dalam untuk mengatasi malanutrisi
yang mengalami malanutrisi (kurang dengan melanjutkan program 1 Hari 1
gizi, gizi buruk, gizi lebih, dan obesitas), Telur selama tiga bulan.
dengan cara pemberian 1 Hari 1 Telur
selama tiga bulan pada siswa. Selain itu, juga dilaksanakan program
Hari Sehat JAPFA yang bertujuan untuk
mendorong perubahan perilaku dan
membangun kesadaran lebih lanjut
tentang pentingnya nutrisi yang baik di
kalangan anak-anak.
2024
Pelatihan untuk Tenaga Kesehatan dan Guru
Kami memberikan pelatihan bagi tenaga kesehatan dan
guru untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam
memantau serta memastikan bahwa intervensi yang
dilakukan memberikan dampak positif.
49
Page 48
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Sejak diluncurkan pada tahun 2008, JfK telah berkembang dengan berbagai
program yang dirancang sebelumnya. Kini JfK berfokus untuk memberikan
dampak nyata bagi kesehatan anak-anak Indonesia dan mengukur dampak
dari program yang telah dirancang.
Berkontribusi Pada tahun 2024, program ini telah menjangkau 15.518 anak yang tersebar di
pada tujuh kabupaten/kota di Indonesia, yaitu Deli Serdang, Cirebon, Pemalang,
Peningkatan Grobogan, Pati, Sidrap, dan Palu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.479
Nutrisi anak dengan status gizi buruk dan gizi kurang atau 9,5%, berpartisipasi
dalam program JfK. Dalam program ini, para orang tua berkomitmen untuk
menyiapkan bekal makan siang guna mendukung perbaikan status gizi
anak-anak mereka. Inisiatif yang dilakukan mencakup distribusi telur dan
kampanye mengenai pentingnya gizi seimbang, kebersihan, dan gaya hidup
sehat. Setiap tahap program dipantau secara terus menerus untuk mengukur
efektivitas dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.
1 Hari 1 Telur
Telur merupakan sumber protein yang terjangkau dan dapat memperbaiki gizi
anak-anak. Melalui program ini, Japfa berkomitmen meningkatkan gizi anak-
anak dengan menyediakan sumber protein yang terjangkau, yaitu telur. Program
ini bertujuan membiasakan anak-anak mengonsumsi telur setiap hari sekaligus
mengurangi kebiasaan jajan sembarangan. Sebelum intervensi dimulai, Japfa
Jangkauan Pasar bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk melakukan pengecekan status
41
yang Luas gizi terhadap para siswa di sekolah-sekolah dampingan.
Pendekatan
45
Industrialisasi
Memastikan Selama tiga bulan, Japfa menyediakan satu butir telur setiap hari secara gratis
45
Keamanan Pangan
bagi anak-anak yang mengalami gizi buruk atau gizi kurang. Distribusi telur
Rantai Pasokan dilakukan di sekolah di mana para orang tua dapat mengambil telur untuk
yang Dapat 46
Dilacak anak-anak mereka. Telur tersebut diolah oleh orang tua, lalu dibawa kembali
Audit Keamanan oleh siswa sebagai bekal makan siang. Guru di sekolah memantau bekal
47
Pangan yang dibawa siswa untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan sesuai
JAPFA for dengan pedoman Isi Piringku, dan bekal yang dibawa dihabiskan oleh siswa.
Kids untuk Telur yang dibagikan berasal dari mitra Japfa, menjadikan inisiatif ini sebagai
48
Mengentaskan
Malanutrisi wadah kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan di Japfa.
Melibatkan Orang
Tua dalam 52
JAPFA for Kids
Isi Piringku adalah panduan dari Kementerian Kesehatan yang
JAPFA mempromosikan pola makan seimbang. Konsep ini menghimbau
Berkolaborasi isi piring yang terdiri dari: setengah piring berisi buah dan sayur,
dalam Studi 55
Kecukupan Gizi sementara setengah lainnya terdiri dari sumber karbohidrat dan
Anak Indonesia protein. Panduan ini juga memberikan rekomendasi untuk gaya
hidup sehat, termasuk aktivitas fisik teratur, konsumsi air yang
cukup, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat.
50
Page 49
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Hari Sehat JAPFA
Hari Sehat JAPFA adalah satu hari dalam seminggu yang
digunakan untuk membentuk kebiasaan dan menanamkan
pemahaman tentang empat pilar gizi seimbang. Program
ini mencakup pentingnya nutrisi seimbang, cuci tangan
dengan sabun, serta mendorong aktivitas fisik rutin
sehingga anak-anak diharapkan dapat membentuk
kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Japfa juga berusaha menciptakan sinergi antara sekolah,
guru, dan orang tua untuk membangun lingkungan yang
lebih sehat bagi anak-anak. Dari tahun 2023 hingga 2024,
Hari Sehat JAPFA telah berhasil menjangkau 183 sekolah. Hari Sehat JAPFA
Melibatkan Guru dalam JAPFA for Kids
Pelatihan guru menjadi salah satu kunci dalam keberhasilan
program secara keseluruhan. Guru tidak hanya berfungsi
sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator yang
memastikan bahwa anak-anak membawa bekal makan
seimbang.
Dalam program ini, guru diberikan pelatihan selama 32 jam
oleh ahli gizi. Pelatihan guru difokuskan pada:
• memberikan wawasan tentang pentingnya gizi dalam
pertumbuhan anak-anak.
• melatih guru untuk memantau dan memberikan edukasi
kepada siswa tentang nutrisi dan kebersihan yang Pelatihan guru dalam
program JAPFA for Kids
benar.
• membantu guru menerapkan konsep pola makan sehat
ke dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Pada akhir program 2024,
JAPFA for Kids berhasil
meningkatkan status gizi
762 anak menjadi gizi baik.
Pertemuan dengan
orang tua murid
51
Page 50
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Melibatkan Orang Tua dalam
JAPFA for Kids
Selain memberikan edukasi kepada anak-anak dan guru, Japfa juga
Berkontribusi melibatkan orang tua dalam program JAPFA for Kids (JfK) untuk
pada memastikan perubahan positif dalam pola makan dan kesehatan anak-anak
berlanjut di rumah. Bagi orang tua yang anaknya perlu peningkatan gizi,
Peningkatan mereka diminta untuk menandatangani surat komitmen agar membawakan
Nutrisi bekal makan siang seimbang setiap hari ke sekolah.
Pertemuan Bulanan
Orang tua diundang untuk mengikuti pertemuan rutin, di mana mereka
diberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang, kebiasaan makan
sehat, dan guru melaporkan kepada orang tua tentang perkembangan
berat badan dan tinggi badan anak. Topik yang dibahas meliputi
keamanan makanan, pentingnya protein (khususnya dari telur), serta
tips untuk menyiapkan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan
anak-anak. Pada saat pertemuan ini, guru memberikan informasi tentang
perkembangan status gizi anak-anak.
Pengawasan Konsumsi
Jangkauan Pasar
41
yang Luas Orang tua didorong untuk terlibat lebih jauh dalam memantau bekal yang
Pendekatan dibawa anak-anak ke sekolah. Di beberapa daerah, sebelumnya kami
45
Industrialisasi menemukan bahwa bekal yang dibawa anak-anak jauh dari gizi seimbang.
Memastikan Program ini membantu memastikan bahwa bekal yang disiapkan di rumah
45
Keamanan Pangan
memenuhi standar nutrisi yang dianjurkan, termasuk adanya protein dari
Rantai Pasokan telur yang diberikan melalui program JfK.
yang Dapat 46
Dilacak
Audit Keamanan Sistem Pemantauan dan Pengumpulan Data
47
Pangan
JAPFA for Salah satu tantangan utama program JfK sebelumnya adalah memastikan
Kids untuk pemantauan yang konsisten, terutama untuk sekolah di daerah yang sulit
48
Mengentaskan
Malanutrisi dijangkau sehingga membuat pemantauan konsumsi telur dan pengumpulan
Melibatkan Orang data Indeks Masa Tubuh (IMT) menjadi lebih sulit. Untuk mengatasi tantangan
Tua dalam 52 dalam pemantauan program JfK, Japfa mencoba mengembangkan sistem
JAPFA for Kids
dasbor digital untuk memantau data kesehatan anak-anak secara real-time. Data
JAPFA seperti IMT, berat badan, dan tinggi badan dikumpulkan secara berkala untuk
Berkolaborasi
dalam Studi 55 melacak perubahan gizi. Dengan dasbor ini, kami dapat mengidentifikasi tren
Kecukupan Gizi dan melakukan penyesuaian berdasarkan hasil yang diperoleh serta mendukung
Anak Indonesia
transparansi dan akuntabilitas, karena data yang diperoleh dapat dibagikan
kepada pemangku kepentingan seperti pemerintah dan komunitas.
52
Page 51
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Bekal Sehat, Keluarga Sehat
Di sebuah rumah di Palu, Sulawesi Tengah, Ibu Rahmawati dengan telaten mempersiapkan bekal untuk
kedua anaknya. Menu yang ia siapkan sederhana namun penuh gizi. Rutinitas ini kini menjadi bagian
penting dalam kesehariannya sejak bergabung dengan program JAPFA for Kids.
"Ada perubahan di bekal anak, sekarang bekal anak lebih lengkap ada sayur tahu dan telur, dulu anak
hanya beli nasi kuning di sekolah," ujarnya. Program ini, katanya, telah membantu mengubah pola makan
keluarganya. Anak sulungnya, Afdal, yang sebelumnya memiliki berat badan 22 kg, kini telah mencapai
27 kg berkat pola makan yang lebih teratur dan pengawasan dari gurunya di sekolah. Dampak positif
program ini tidak hanya dirasakan oleh Afdal. Bekal yang ia bawa ke sekolah menjadi contoh menu yang
kini disajikan untuk seluruh keluarga. “Menyiapkan makanan yang sehat untuk keluarga tidak hanya untuk
bekal Afdal tetapi juga untuk keluarga di rumah. Jadi tidak hanya Afdal yang makan sehat tapi juga
adiknya,” ungkap Ibu Rahmawati.
Program JAPFA for Kids juga membuka wawasan baru bagi Ibu Rahmawati tentang pentingnya nutrisi.
"Saya mendapat pengetahuan mengenai bekal yang bergizi untuk anak, dari sekolah diberikan informasi
makan bergizi jadi sehat dan berkembang. Mengetahui manfaat makanan bergizi supaya anak sehat,
perkembangannya baik berat badannya dan tinggi naik," jelasnya. Kini, ia kerap membahas perkembangan
berat dan tinggi anak-anaknya dengan orang tua lain—hal yang sebelumnya jarang ia lakukan.
Ia pun berharap program ini dapat dilanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi agar anak-anak tetap
dipantau pertumbuhan dan kesehatannya.
Ibu Rahmawati | orang tua Muhammad Afdal Anugerah
53
Page 52
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Berkontribusi
Kolaborasi dengan Pemerintah untuk
Mengatasi Malanutrisi dan Kurang Gizi
Pada tahun 2024, Japfa melaksanakan program JfK di Kabupaten
pada Mempawah yang merupakan bentuk sinergi antara Japfa,
Pemerintah Daerah dan berbagai instansi terkait. Pemerintah
Peningkatan Daerah memberikan dukungan dengan menanggung 50% biaya
Nutrisi pelaksanaan program, sedangkan instansi terkait lainnya turut
berperan dalam memperkuat kelangsungan program ini.
PJ Gubernur Kalimantan Barat, dr. Harrison, M.Kes, secara
resmi memberikan penghargaan kepada Japfa dalam upaya
mengatasi malanutrisi di Kabupaten Mempawah. Penghargaan
ini mencerminkan pengakuan kepada Japfa dalam meningkatkan
kesehatan masyarakat, dan menunjukkan pentingnya kemitraan
antara sektor swasta dan pemerintah dalam menanggulangi
tantangan kesehatan di daerah.
Program JAPFA for Kids di Kabupaten Mempawah mencakup 15
sekolah dengan total 2.323 siswa, di mana 207 siswa teridentifikasi
mengalami malanutrisi dan berkomitmen untuk mengikuti program
Jangkauan Pasar kami. Selama enam bulan Japfa melakukan intervensi untuk
41
yang Luas memperbaiki asupan gizi para siswa, sekaligus mengedukasi mereka
Pendekatan tentang pentingnya nutrisi yang seimbang.
45
Industrialisasi
Memastikan
45 Dari total 207 siswa, sebanyak 146 siswa atau
Keamanan Pangan
70,5% berhasil mencapai status gizi baik.
Rantai Pasokan
yang Dapat 46
Dilacak
Audit Keamanan
47
Pangan
JAPFA for
Kids untuk JAPFA for Kids (JfK) Award
48
Mengentaskan
Malanutrisi
Acara ini bertujuan untuk mengapresiasi siswa sekaligus mengukur
Melibatkan Orang
Tua dalam 52 perubahan perilaku dan peningkatan pengetahuan guru sejak awal
JAPFA for Kids program hingga tahap pendampingan. Adapun JfK Award terbagi
JAPFA dalam tiga kategori: Lomba Sekolah, Lomba Guru, dan Lomba Siswa,
Berkolaborasi
dengan total enam jenis lomba. Lomba Sekolah mencakup lomba
dalam Studi 55
Kecukupan Gizi implementasi program, media edukasi siswa, dan senam 4 pilar gizi
Anak Indonesia
seimbang. Lomba Guru meliputi lomba cerdas cermat dan lomba
artikel, sedangkan Lomba Siswa terdiri dari lomba pembuatan poster.
54
Page 53
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
JAPFA Berkolaborasi dalam Studi Kecukupan Gizi Anak Indonesia
[GRI 203-1] [POJK B.3]
Japfa berkolaborasi dengan Yayasan Edu Farmers dan Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Universitas Indonesia
(PKGK UI) dalam studi kecukupan gizi anak-anak Indonesia. Studi ini berlangsung selama Mei hingga Juni
2024 dan melibatkan lebih dari 1.000 anak di lima kabupaten dan kota: Padang Pariaman, Sragen, Mempawah,
Malang, dan Makassar. Tujuannya adalah untuk menguji efektivitas tiga model pemberian makan bergizi,
yakni Ready to Eat (RTE), Ready to Cook (RTC), dan Swakelola. Setiap model pemberian makanan bergizi
diuji untuk mengukur dampaknya terhadap status gizi anak-anak.
Dari hasil studi, model Swakelola menunjukkan tingkat konsumsi tertinggi di antara siswa dengan persentase
84%, disusul oleh model Ready to Cook (RTC) dengan 83%1. Hasil evaluasi juga menunjukkan penurunan
2,8% pada jumlah anak dengan status gizi buruk/kurang setelah program ini berlangsung. Selain itu,
konsumsi protein dan buah meningkat secara signifikan, yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangan anak.
Kegiatan Studi Kecukupan Gizi
di salah satu sekolah dasar
1 Japfa Comfeed Indonesia. (n.d.). Japfa berkolaborasi dengan PKGK UI untuk studi kecukupan gizi anak Indonesia. Diambil dari https://www.japfacomfeed.co.id/
japfa-berkolaborasi-dengan-pkgk-ui-untuk-studi-kecukupan-gizi-anak-indonesia
55
Page 54
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi
di Indonesia berdampak pada peningkatan kebutuhan produksi pangan
yang berkelanjutan. Pemerintah Indonesia kini berfokus pada hilirisasi
untuk memperkuat ekonomi nasional, termasuk di sektor pangan. Melalui
Sistem pendekatan ini hilirisasi di sektor pangan ini diharapkan dapat menjamin
ketersediaan pasokan yang stabil serta memberikan kontribusi positif
Produksi dengan mengedepankan efisiensi rantai pasok dan memperkuat industri
Efisien berbasis sumber daya lokal sehingga memastikan ketahanan pangan.
Selain pertumbuhan penduduk, tantangan perubahan iklim juga memperkuat
urgensi untuk menjaga sumber daya alam. Penyusutan dan pemborosan
makanan juga menjadi faktor signifikan dalam ketidakamanan pangan, dengan
jumlah makanan yang hilang atau terbuang dalam skala besar setiap tahun di
seluruh dunia. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan praktik inovatif yang
memaksimalkan efisiensi sumber daya dan mengurangi pemborosan.
Melalui model produksi terintegrasi vertikal yang dilakukan secara domestik,
kami mendukung ketahanan dan kemandirian pangan di setiap wilayah
operasional Perusahaan. Japfa menerapkan praktik peternakan berkelanjutan
dan optimalisasi penggunaan sumber daya, seperti pemanfaatan setiap bagian
unggas, yang juga berkontribusi pada ekonomi sirkular dan pengurangan
limbah. Melalui pendekatan berbasis teknologi, Japfa memaksimalkan efisiensi,
sehingga protein berkualitas tinggi tetap dapat terjangkau dan mudah diakses.
Komitmen Japfa terhadap pengelolaan sumber daya berkelanjutan
dan keterjangkauan memperkuat sistem pangan lokal, menempatkan
Perusahaan sebagai pemain kunci dalam membangun pasokan pangan
Penerapan yang tangguh dan mandiri.
Kesejahteraan 57
Hewan
Manajemen
66
Kesehatan Hewan
Model Life Cycle
Assessment
74
2024 yang
Komprehensif
Praktik Energi
Bertanggung 76
Jawab
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian
88
Sumber Daya Air
Pengurangan
94
Limbah
56
Page 55
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Penerapan Kesejahteraan Hewan
Di Japfa, komitmen kami terhadap ketahanan pangan didasarkan pada kesejahteraan hewan. Hal ini untuk
mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya berkontribusi pada
pengurangan susut pangan (food loss). Hewan yang sehat memberikan sumbangsih pada pasokan pangan
yang stabil dan penting dalam mencegah penyebaran penyakit pada hewan dan manusia.
Bebas untuk
Bebas dari rasa
mengekspresikan
lapar dan haus
perilaku alaminya
Bebas dari
Bebas dari rasa ketidaknyamanan, Lebih lanjut terkait
kesejahteraan hewan dapat
takut dan tertekan penganiayaan, dan dibaca di situs Perusahaan:
penyalahgunaan
Bebas dari rasa sakit,
cidera, dan penyakit
https://www.japfacomfeed.
co.id/id-kesehatan-hewan
Selain itu, kami mematuhi kesejahteraan hewan dengan menerapkan JAPFA Environmental Guidelines
untuk unggas. Pedoman ini mencakup strategi komprehensif dalam menciptakan zona nyaman melalui
microclimate di kandang, sesuai kebutuhan unggas.
Peternakan ayam closed-house Japfa
57
Page 56
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Nutrisi Seimbang untuk Kesehatan Hewan
Pemberian pakan dengan kandungan gizi tinggi sangat penting untuk
mendukung kesehatan hewan yang optimal. Pakan mengandung vitamin,
mineral, dan protein penting yang diperlukan untuk pertumbuhan dan
Sistem perkembangan hewan. Pakan yang dirancang secara cermat tidak hanya
Produksi menunjang perkembangan fisik, tetapi juga memperkuat sistem kekebalan,
sehingga secara signifikan mengurangi risiko penyakit.
Efisien
Pakan Unggas
Dalam mengembangkan pakan unggas, kami menerapkan beberapa
prinsip penting sebagai berikut:
Pemilihan Bahan Japfa berkomitmen untuk memastikan bahwa
Baku Berkualitas setiap bahan baku yang digunakan selalu memenuhi
Tinggi standar kualitas tinggi melalui pengawasan ketat dan
pengadaan yang beretika. Japfa bekerja sama dengan
pemasok yang telah diseleksi secara ketat serta
memenuhi persyaratan sertifikasi dan transparansi
melalui penerapan Kode Etik Pemasok dan penggunaan
Certificate of Origin untuk bahan baku. [GRI 2-6]
Kontrol Kualitas Japfa telah menggunakan teknologi Near-Infrared
yang Ketat Reflectance (NIR) di seluruh pabrik pakan sehingga
untuk Pemilihan dapat menilai kualitas nutrisi bahan baku dengan
Bahan Baku cepat dan akurat. Meskipun teknologi NIR sudah
diakui secara global, tim internal Japfa mengkalibrasi
mesin ini dengan cermat untuk memastikan akurasi
Penerapan
Kesejahteraan 57 optimal sesuai dengan standar kualitas spesifik. Tim
Hewan
Kontrol Kualitas (QC) Japfa melakukan inspeksi
Manajemen menyeluruh pada setiap batch bahan baku yang
66
Kesehatan Hewan
dikirim ke pabrik. Setiap batch yang tidak memenuhi
Model Life Cycle
standar Japfa akan segera dikembalikan ke pemasok,
Assessment
74
2024 yang sedangkan bahan baku yang memenuhi standar
Komprehensif
dikirim untuk proses lebih lanjut.
Praktik Energi
Bertanggung 76
Jawab
Digitalisasi dan Japfa memanfaatkan pemasok lokal untuk mendukung pertumbuhan
82
Inovasi ekonomi domestik. Pada tahun 2024, sebanyak 62% bahan baku
Pelestarian pakan unggas serta 40% bahan baku pakan ikan dan udang berasal
88
Sumber Daya Air dari pemasok lokal. [GRI 204-1] [POJK B.1]
Pengurangan
94
Limbah
58
Page 57
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Fasilitas laboratorium di salah satu
pabrik pakan ternak Japfa
Penelitian Japfa menekankan pentingnya penelitian berkelanjutan untuk menyesuaikan
Berkelanjutan komposisi pakan sesuai dengan kebutuhan fisiologis yang terus berkembang. Selain
pada Bahan Baku itu, Japfa merumuskan pakan yang mengandung probiotik dan antibiotik sesuai
Pakan dengan peraturan pemerintah, sehingga tidak ada residu berbahaya yang tersisa
pada produk akhir. Komitmen terhadap kepatuhan ini mendukung kesejahteraan
hewan sekaligus menjaga kualitas dan keamanan produk bagi konsumen.
Implementasi Japfa berkomitmen untuk mengembangkan model precision feeding guna
Precision Feeding meminimalkan nutrisi yang terbuang dan mengurangi dampak lingkungan.
Dengan menyelaraskan asupan nutrisi secara tepat sesuai kebutuhan fisiologis
khusus yang disesuaikan dengan jenis kelamin, Japfa memberikan hanya nutrisi
yang diperlukan tanpa kelebihan. Upaya optimalisasi lebih lanjut berfokus pada
kalibrasi kadar kalsium dan fosfor dalam komposisi pakan, berdasarkan penelitian
mendalam. Pendekatan berbasis presisi ini tidak hanya mendukung kesehatan dan
produktivitas hewan, tetapi juga menunjukkan dedikasi Japfa terhadap praktik
yang lebih ramah lingkungan.
59
Page 58
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Pakan untuk Budidaya Perairan
Japfa Japfa menunjukkan komitmen kuat dalam inovasi
Aquaculture akuakultur dengan memperoleh kembali sertifikasi
Sistem Research Station SNI ISO/IEC 17025:2017 untuk Laboratorium Nutrisi
Produksi (JARS) Japfa Aquaculture Research Station (JARS) di Gresik,
Jawa Timur. Laboratorium terakreditasi internasional
Efisien ini merupakan solusi untuk melakukan penelitian dan
inovasi untuk menghasilkan pakan ikan dan udang
yang berkualitas dan aman.
Pengembangan Cacing polychaeta, yang kaya nutrisi, memiliki
Budidaya Cacing peran penting dalam mendukung pertumbuhan
Polychaeta dan kesehatan induk udang dengan menjadi
sumber pakan segar berkualitas tinggi. Menyadari
pentingnya pasokan polychaeta yang stabil dan
andal, Japfa memperluas budidaya polychaeta ke
Anyer, Indramayu, Aceh dan Makassar. Ini bertujuan
untuk meningkatkan ketersediaan pakan berkualitas
tinggi di kawasan tersebut yang disesuaikan dengan
kebutuhan diet spesifik induk udang, sekaligus
memperkuat komitmen Japfa terhadap praktik
akuakultur berkelanjutan.
Pakan Rendah Dalam operasional budidaya nila, Japfa menggunakan
Penerapan
Kesejahteraan 57 Fosfor dan pakan rendah fosfor dan pakan jenis terapung
Hewan
Terapung untuk untuk mengurangi polusi air. Selain itu, kami juga
Manajemen Meminimalkan menggunakan jaring penahan yang berfungsi untuk
66
Kesehatan Hewan
Polusi Air mengurangi gangguan gelombang untuk mengurangi
Model Life Cycle
gangguan ombak. Kami juga mengoperasikan
Assessment
74
2024 yang mesin penebar pakan untuk memastikan distribusi
Komprehensif
pakan yang merata. Pakan budidaya perairan kami
Praktik Energi terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bertanggung 76
Jawab (KKP) dan sesuai dengan peraturan dan ketentuan
yang berlaku.
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian
88 Menangani Hewan dengan Nyaman
Sumber Daya Air
Pengurangan Di Japfa, kami memiliki serangkaian standar untuk mencegah hewan dari
94
Limbah
rasa tidak nyaman selama proses budidaya dan panen. [GRI 2-23]
60
Page 59
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Perunggasan
Proses Panen yang Nyaman
Japfa terus meningkatkan praktik panen yang nyaman untuk meminimalkan stres dan penanganan pada
ayam. Pada tahun 2024, kami mulai menerapkan sistem konveyor untuk mengotomatisasi pemindahan
ayam dari kandang ke area panen. Sistem ini dilakukan untuk menghindari pemindahan ayam secara manual
sehingga mengurangi stres pada ayam. Penimbangan dengan timbangan digital sudah dilaksanakan untuk
menghasilkan data yang akurat dan terkoneksi secara langsung ke dalam sistem Perusahaan.
Sampling Berat Ayam secara Otomatis
Penimbangan sampling ayam dilakukan dengan timbangan otomatis yang telah dipasang di kandang ayam
kami untuk memantau berat ayam setiap hari tanpa penanganan manual. Sistem baru ini secara terus-menerus
melacak berat ayam, mengurangi interaksi manusia, dan meminimalkan gangguan di kandang. Data real-time ini
memungkinkan dan proyeksi berat yang akurat.
Perencanaan Panen
Setelah peternakan kami mendapatkan data sampling berat ayam yang akurat, tim IT mengembangkan
perhitungan untuk membuat proyeksi berat panen ayam. Dengan proyeksi berat panen ayam yang akurat,
hal ini memungkinkan Japfa untuk menentukan waktu panen yang ideal sesuai dengan kebutuhan pasar.
Budidaya Perairan
Kami melakukan proses panen dan pengiriman hasil budidaya perairan dengan hati-hati, sesuai dengan
prosedur yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, pada pembibitan udang, proses panen dan pengiriman
benur dilakukan berdasarkan Standard Operating Procedures (SOP) Panen dan Pengiriman Benur untuk
memastikan proses berjalan dengan aman dan nyaman bagi benur. SOP ini menjabarkan secara rinci
langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proses panen. Dalam pemanenan ikan, kami menggunakan
metode volumetrik untuk memperkirakan jumlah dan berat ikan. Metode ini membantu mengurangi stres
pada ikan karena mengurangi waktu yang dihabiskan di luar habitatnya selama proses panen.
Beberapa langkah yang kami lakukan untuk memastikan pemanenan yang cepat dan efisien meliputi:
• mengaklimatisasi suhu agar sesuai dengan kebutuhan benur
• menggunakan air laut dengan suhu yang terstandarisasi
• menyesuaikan kepadatan benur sesuai dengan jarak dan durasi pengiriman
• memberikan injeksi oksigen murni untuk memastikan suplai udara yang cukup
• menambahkan karbon aktif untuk menyerap amonia yang berbahaya bagi udang selama pengiriman
• menggunakan truk berpendingin khusus untuk mengirimkan benur
• melacak kendaraan secara real-time, termasuk lokasi, suhu, dan riwayat kendaraan
• membatasi waktu pengiriman
61
Page 60
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Biosekuriti
Biosekuriti merupakan bagian penting dari kesejahteraan hewan dengan
memastikan bahwa hewan ternak kami tetap sehat dan aman dari penyakit.
Dengan mengutamakan praktik biosekuriti yang kuat, kami melindungi
Sistem ternak dari penyakit dan kontaminan yang dapat mengancam kesehatan
Produksi mereka.
Efisien
Selama tiga tahun berturut-turut (2022-2024),
tidak ada wabah penyakit* di peternakan unggas
maupun di area budidaya perairan kami. Hal ini
menunjukkan efektivitas sistem biosekuriti yang
diterapkan.
*) Wabah penyakit ternak, baik epidemi maupun endemik, terjadi ketika tingkat penyakit di
populasi hewan melebihi ekspektasi normal di wilayah atau periode tertentu.
Biosekuriti di Peternakan Unggas
Secara umum, penerapan biosekuriti di peternakan unggas kami meliputi:
Isolasi Peternakan kami diposisikan secara strategis untuk
mengurangi risiko kontaminasi silang, sesuai dengan
peraturan yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri
Pertanian Nomor 40/Permentan/OT.140/7/2011 Tahun
2011 tentang Pedoman Pembibitan Ayam Ras yang Baik
(Permentan 40/2011).
Penerapan
Kesejahteraan 57
Hewan
Pengendalian Japfa menerapkan pengawasan ketat terhadap lalu
Manajemen Lalu Lintas lintas orang dan kendaraan di area peternakan.
66
Kesehatan Hewan
Kunjungan diatur melalui matriks izin yang memastikan
Model Life Cycle
hanya pihak tertentu yang diperbolehkan masuk
Assessment
74
2024 yang sesuai ketentuan. Kami menggunakan sistem tiga zona
Komprehensif
untuk membagi area peternakan. Setiap zona memiliki
Praktik Energi prosedur khusus dengan tingkat biosekuriti yang
Bertanggung 76
Jawab semakin ketat, sehingga hanya orang atau kendaraan
tertentu yang diizinkan masuk ke area kandang.
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian Zona Merah:
88 Zona Kuning: Zona Hijau:
Sumber Daya Air Area parkir
dan keamanan Area kantor Area ternak
Pengurangan
94
Limbah
62
Page 61
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Penerapan Kami menerapkan protokol sanitasi yang ketat untuk menjaga kebersihan dan
Sanitasi yang higienitas lingkungan yang mendukung kesehatan unggas. Setiap individu, bahan baku,
Ketat peralatan, dan kendaraan yang akan memasuki atau meninggalkan area peternakan
dan penetasan diwajibkan menjalani serangkaian prosedur sanitasi seperti mandi,
ganti pakaian, fumigasi, mencuci kendaraan, dan penyemprotan disinfektan. Selain itu
kami juga mengisolasi hewan yang sakit untuk mencegah penyebaran penyakit dalam
kandang.
Biosekuriti di Budidaya Perairan
Dalam operasional budidaya perairan, kami menerapkan langkah-langkah khusus yang disesuaikan dengan
karakteristik unik hewan akuatik.
Pemilihan Lokasi fasilitas budidaya perairan dipilih dengan hati-hati untuk terpisah dari area budidaya
Lokasi yang lainnya untuk, menghindari risiko kontaminasi silang. Sebelum menetapkan lokasi, kami
Tepat melakukan evaluasi kelayakan untuk memastikan kondisi lingkungan yang aman dari agen
penyakit.
Sanitasi Ketat Setiap orang, bahan baku, peralatan, dan kendaraan yang memasuki fasilitas budidaya
perairan harus memenuhi standar sanitasi yang ketat. Di unit budidaya tilapia dan
pembibitan udang prosedur sanitasi yang kami terapkan mencakup pergantian pakaian,
penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), sterilisasi peralatan fumigasi setiap pergantian
siklus, tire bath, serta sterilisasi peralatan. Pada fasilitas pembibitan, semua pekerja
diwajibkan mencuci tangan dan kaki, sementara itu, untuk memasuki area Keramba Jaring
Apung (KJA) tilapia, individu diwajibkan untuk menyemprotkan disinfektan di tangan dan
merendam kaki terlebih dahulu. Di unit budidaya udang, standar tambahan diberlakukan,
di antaranya prosedur mandi bagi yang akan memasuki area budidaya.
Kami juga telah mengimplementasikan langkah-langkah komprehensif seperti sistem
pengawasan CCTV untuk memantau alur barang dan pergerakan personel di seluruh
area. Kontrol akses diperkuat dengan mekanisme penandaan khusus (lanyard) yang
membedakan akses untuk tamu dan staf, serta protokol yang menetapkan zona terbatas
sesuai dengan tingkat otorisasi tertentu. Selain itu, kami menerapkan formulir pemeriksaan
latar belakang wajib bagi setiap individu yang memasuki fasilitas untuk menjaga standar
kepatuhan dan keamanan yang tinggi di setiap zona.
Isolasi Dalam unit pembibitan, induk udang menjalani karantina ketat selama 14 hari sebelum
diperkenalkan ke lingkungan budidaya untuk meminimalkan risiko penularan penyakit.
63
Page 62
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Pemilihan Kami memilih induk berkualitas tinggi dari garis genetik
Induk dan tertentu untuk mendukung kesejahteraan hewan
Pemeriksaan dan praktik budidaya berkelanjutan. Setiap batch
Kesehatan induk udang menjalani karantina selama 14 hari dan
Sistem Rutin pemeriksaan kesehatan dengan tes polymerase chain
reaction (PCR) sebelum masuk ke fase produksi untuk
Produksi memastikan bebas dari penyakit.
Efisien
Mitigasi Kami menerapkan strategi proaktif untuk menjaga
Penyakit kualitas air optimal, memastikan pembuangan
di Budidaya yang bertanggung jawab terhadap stok mati, dan
Perairan menggunakan bahan pakan bersertifikat. Seluruh
langkah ini sesuai pedoman dari Kementerian Kelautan
dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia serta
disesuaikan dengan tahap kehidupan ikan dan udang.
Untuk menjaga kualitas air di Unit Pengolahan Ikan
dan Udang (Cirebon), kami rutin melakukan disinfeksi
untuk menghilangkan mikroorganisme penyebab
kontaminasi. Selain itu, kami menggunakan sistem
reverse osmosis (RO) agar kualitas air dalam proses
produksi memenuhi standar yang ditetapkan.
Protokol Sanitasi Ketat di Fasilitas Pengolahan
Di unit pengolahan, protokol sanitasi mencakup cuci tangan,
Penerapan
Kesejahteraan 57 penggunaan pakaian khusus, dan sistem sterilisasi air untuk
Hewan menghilangkan mikroorganisme berbahaya. Selain itu, di Unit
Manajemen Pengolahan Ikan dan Udang (Cirebon), kami menggunakan
66
Kesehatan Hewan sistem RO dalam proses pengolahan untuk memastikan kualitas
Model Life Cycle air sesuai standar yang ditetapkan.
Assessment
74
2024 yang
Komprehensif
Praktik Energi
Bertanggung 76
Jawab
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian
88
Sumber Daya Air
Pengurangan
94
Limbah
64
Page 63
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Fasilitas pengolahan ikan dan udang di Banyuwangi
65
Page 64
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Manajemen Kesehatan Hewan
Inovasi Bioteknologi sebagai
Solusi Manajemen Kesehatan Hewan
Sistem Kami menjaga kesehatan hewan dengan strategi komprehensif. Selain
Produksi penerapan cara pemeliharaan hewan yang baik dan biosekuriti ketat, melalui
Efisien SBU Kesehatan Hewan dan Peralatan Ternak (SBU Animal Health & Livestock
Equipment/SBU AHLE), kami mengembangkan solusi bioteknologi yang
memelihara dan melindungi hewan dari ancaman penyakit seperti Flu
Burung, infeksi bakteri Salmonella, dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Selain berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan mengurangi
risiko penularan, solusi ini mendukung pemenuhan kebutuhan pasar.
Vaksin sebagai Komitmen terhadap Kesehatan Hewan
PT Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo) mengembangkan dan
memproduksi vaksin yang disesuaikan dengan isolat lokal dari strain
penyakit yang umum ditemukan di wilayah operasionalnya. Pendekatan
ini memastikan efektivitas vaksin dalam melindungi hewan dari patogen
yang spesifik terhadap area tertentu, sekaligus memperkuat ketahanan
hewan lokal terhadap penyakit. Vaksindo juga melakukan pemantauan
patogen dan kesiapan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman
baru di lapangan dengan senantiasa memastikan kesiapsiagaan dalam
pengendalian penyakit.
Ekspansi dan Terobosan
Penerapan
Kesejahteraan 57
Hewan
Vaksindo Pada bulan Juni 2024, Vaksindo Vietnam Company
Manajemen Vietnam Limited (Vaksindo Vietnam), meresmikan pabrik vaksin
66
Kesehatan Hewan
hewan ternak di Vietnam. Fasilitas ini merupakan salah
Model Life Cycle
satu fasilitas produksi vaksin hewan tercanggih di dunia
Assessment
74
2024 yang yang dilengkapi dengan teknologi dan mesin terbaru
Komprehensif
yang telah memenuhi standar Good Manufacturing
Praktik Energi Practice (GMP) dan sistem proteksi kebakaran yang
Bertanggung 76
Jawab tinggi. Fasilitas ini akan digunakan untuk memproduksi
vaksin untuk hewan besar dan unggas.
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian Ekspansi SBU AHLE berhasil memperluas jangkauan ekspornya
88
Sumber Daya Air Global ke sejumlah negara baru.
Pengurangan
94
Limbah
66
Page 65
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Dukungan Dalam menghadapi potensi wabah penyakit yang selalu ada di populasi hewan ternak,
Ketahanan Vaksindo senantiasa memantau dan mengembangkan vaksin yang siap menghadapi
Pangan dalam potensi wabah. Kemampuan untuk segera mengadaptasi dan memproduksi vaksin
Situasi Wabah
baru menjadikan Japfa Vaksindo sebagai pemimpin dalam pencegahan penyakit
hewan, seperti Flu Burung, PMK serta Lumpy Skin Disease (LSD). Vaksindo merupakan
satu-satunya perusahaan swasta di Indonesia yang sudah terdaftar sebagai produsen
vaksin PMK dan LSD.
Produksi Vaksindo merupakan perusahaan pertama di Asia yang berhasil memproduksi
Bakteriofag bakteriofag dalam skala besar. Hal ini merupakan suatu terobosan dalam pengendalian
Skala Besar patogen secara masal, karena bakteriofag secara efektif dapat mengeliminasi bakteri
berbahaya untuk mengurangi penggunaan antibiotik. Saat ini sudah tersedia produk
bakteriofag untuk pengendalian Salmonella pada unggas dan Vibrio pada udang.
Penggunaan Vaksindo berkomitmen terhadap keberlanjutan dengan mengurangi ketergantungan
Teknologi yang pada bahan asal hewan dan mempromosikan pendekatan yang lebih etis dalam
Berkelanjutan produksi vaksin.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan beralih ke media bebas serum untuk
produksi vaksin. Peralihan ini menghilangkan kebutuhan akan serum sapi, sekaligus
menjawab isu kesejahteraan hewan. Dengan menggunakan komponen media pengganti,
Vaksindo memastikan kualitas vaksin yang lebih konsisten sambil mempertahankan
standar bioetik yang tinggi.
Pemantauan Laboratorium kami dilengkapi dengan peralatan yang dapat mengukur efektivitas
Efektivitas probiotik terhadap patogen-patogen yang ada di lapangan secara berkala. Teknologi
Probiotik ini memastikan efektivitas jangka panjang probiotik dalam menjaga kesehatan hewan
tanpa penggunaan antibiotik berlebih.
67
Page 66
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Penggunaan Antibiotik yang Bertanggung Jawab
Dampak perubahan iklim yang memperburuk risiko penyakit pada
hewan ternak juga menjadi perhatian Japfa. Perubahan iklim dapat
melemahkan sistem kekebalan hewan dan menciptakan kondisi yang
Sistem menguntungkan bagi proliferasi patogen. Untuk menghadapi tantangan
Produksi ini, Japfa mengadopsi langkah-langkah kesehatan proaktif saat hewan
ternak jatuh sakit. Antibiotik diberikan secara bertanggung jawab oleh
Efisien dokter hewan berlisensi dengan resep dan hanya diberikan kepada hewan
yang sakit serta membutuhkan perawatan khusus. Persetujuan bertingkat
diterapkan untuk memastikan bahwa langkah ini benar-benar diperlukan.
Kami mematuhi peraturan pemerintah serta pedoman yang ditetapkan
oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). [GRI 201-2]
Japfa selalu berusaha untuk menurunkan penggunaan antibiotik setiap
tahunnya. Kami membuat sistem digital dan mengembangkan aplikasi
seluler untuk mencatat setiap resep obat yang dikeluarkan oleh dokter
hewan Perusahaan. Dengan demikian, sistem ini memungkinkan kami untuk
memantau penggunaan dan pembelian antibiotik secara komprehensif.
Adapun penurunan penggunaan antibiotik pada peternakan unggas
komersial tercatat sebesar 4,8% dari tahun 2023 ke 2024.
Semua produk pakan kami diformulasikan tanpa
Antibiotic Growth Promoters (AGP), sejalan
dengan regulasi nasional yang telah melarang
penggunaan AGP. [POJK B.1]
Penerapan
Kesejahteraan 57
Hewan
Pengembangan produk kesehatan untuk mendukung program pengurangan
Manajemen
66 penggunaan Antibiotik telah dilakukan dengan produk-produk seperti
Kesehatan Hewan
Bacteriofag (Phagomune®), Essential Oil (Cloveur®), Acidifier (GutAcid®),dan
Model Life Cycle
Assessment Betosel® serta sediaan lain untuk meningkatkan imunitas.
74
2024 yang
Komprehensif
Praktik Energi
Bertanggung 76
Jawab
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian
88
Sumber Daya Air
Pengurangan
94
Limbah
68
Page 67
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Menjaga Kesehatan Hewan
Kami menjaga kesehatan hewan dengan menerapkan berbagai protokol yang konsisten dalam setiap tahap
serta memastikan praktik penanganan yang hati-hati di setiap tahap proses produksi.
Perunggasan
Dalam operasional perunggasan, kami berkomitmen untuk menjaga kesehatan hewan dengan mengutamakan
prinsip kesejahteraan hewan. Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan berbagai praktik berikut:
Pemantauan Rutin Pada tahun 2024, Japfa memulai inisiatif pemantauan Salmonella secara rutin
Salmonella pada pada DOC yang berasal dari Grandparent Stock (GPS). Program ini memastikan
Ayam Pedaging bahwa DOC dari tahap GP bebas dari Salmonella, dengan pengujian yang berlanjut
Sejak DOC
pada tahap Parent Stock (PS) sampai final stock untuk mempertahankan standar
kesehatan yang tinggi. Japfa berkomitmen untuk mencapai produksi yang bebas
Salmonella, dengan pemantauan menyeluruh dan uji laboratorium rutin di setiap
tahap proses pertumbuhan.
Perbaikan Sistem Kami memperbaiki sistem ventilasi pada chick van dengan menambah intake fan
Ventilasi dalam dan melakukan perawatan secara menyeluruh pada sistem ventilasi van. Hal ini
Chick Van dilakukan untuk meningkatkan kualitas udara di dalam van sehingga DOC tetap
dalam kondisi optimal selama proses distribusi.
Pemantauan Tingkat Tingkat kematian dipantau dengan ketat untuk memastikan populasi tetap sehat
Kematian dan bebas dari penyakit sehingga memungkinkan intervensi dini jika diperlukan.
Budidaya Perairan
Dalam operasional budidaya perairan, kami selalu menitikberatkan pada penanganan hewan secara etis
yang sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan dengan menerapkan berbagai praktik berikut:
Pemantauan Dalam proses pembibitan udang, kami memantau kesehatan benih sebanyak dua
Kesehatan kali sehari dengan fokus pada indikator utama seperti aktivitas, pertumbuhan,
nafsu makan, dan tingkat kematian udang. Kami juga melakukan tes Polymerase
Chain Reaction (PCR) untuk memantau kesehatan di seluruh rantai produksi.
Dalam budidaya ikan, pemantauan kesehatan rutin mencakup pemeriksaan
kondisi fisik, pergerakan, dan nafsu makan ikan, serta perawatan rutin pada
jaring keramba untuk menjaga kebersihan dan mengurangi risiko penyakit.
Pendekatan Dalam budidaya perairan, penyakit sering kali muncul akibat gangguan
Preventif yang lingkungan. Untuk itu, kami menekankan perawatan alami dan pencegahan
Holistik dengan fokus pada optimalisasi kualitas air melalui pengendalian ketat terhadap
parameter penting, seperti suhu, kadar oksigen, dan keseimbangan pH. Selain
itu, kami menambahkan prebiotik dan probiotik dalam pakan udang untuk
memperkuat sistem kekebalan dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.
Optimisasi dan Kami berkolaborasi dengan Hendrix Genetics untuk membiakkan indukan udang
Seleksi Gen Terbaik berkualitas secara lokal. Inisiatif ini memungkinkan petambak mendapatkan akses
lebih mudah ke indukan udang berkualitas tinggi di dekat lokasi mereka, sehingga
mengurangi kebutuhan perjalanan jarak jauh dan membantu mengurangi stres pada
induk udang akibat transportasi panjang serta mendukung pengurangan emisi.
69
Page 68
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Tempat Tinggal Hewan yang Sehat
Tempat tinggal yang nyaman dan aman adalah aspek penting dalam
kesejahteraan hewan untuk melindunginya dari cuaca dan predator serta
memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis hewan. Lingkungan yang baik
Sistem memungkinkan mereka bergerak bebas, tetap bersih, serta memiliki akses
ke makanan dan air bersih, yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan
Produksi dan produktivitas hewan.
Efisien
Menghadapi Perubahan Iklim dengan Sistem Closed-house
untuk Perunggasan
Japfa telah mengimplementasikan sistem closed-house yang dilengkapi
dengan teknologi canggih untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Dengan sistem ini, Japfa dapat mengatur faktor lingkungan seperti suhu,
kelembapan, dan kadar CO2 dengan akurat. Pada peternakan komersial,
kami menggunakan sistem dengan fitur serupa yang dikembangkan sendiri.
Lingkungan yang terkontrol ini membantu mengurangi kerentanannya
terhadap perubahan iklim, serta memastikan kondisi yang stabil bagi unggas.
Fasilitas Japfa juga dilengkapi sistem ventilasi otomatis yang menyesuaikan
kecepatan kipas berdasarkan kondisi lingkungan sehingga meningkatkan
konsistensi dan mengurangi ketergantungan pada intervensi manual. Kami
memasang alarm untuk gangguan listrik dan kegagalan kipas sehingga
menjaga hewan dari gangguan yang mungkin terjadi. Japfa juga telah
menguji penggunaan aliran udara dari kipas yang menghasilkan energi listrik
untuk menyalakan lampu di peternakan.
Penerapan
Kesejahteraan 57 Penelitian di Peternakan Japfa Menunjukan Microclimate
Hewan
yang Sesuai untuk Kesejahteraan Hewan
Manajemen
66
Kesehatan Hewan Japfa bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran dan Scotland Rural
College dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa PhD.
Model Life Cycle
Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang kesejahteraan
Assessment
74 hewan di peternakan unggas Japfa. Temuan menunjukkan bahwa
2024 yang
kandang memiliki iklim mikro yang terjaga dengan baik, tingkat
Komprehensif
amonia dan CO2 yang rendah, serta sirkulasi udara optimal, yang
Praktik Energi sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Bertanggung 76
Jawab Tingkat kedalaman alas kandang yang berupa sekam juga menunjukkan
skor yang cukup baik. Sekam dengan skor yang baik menunjukkan
Digitalisasi dan bahwa kedalaman sekam sesuai dengan yang dianjurkan, cukup
82
Inovasi bersih dan kering untuk mendukung perilaku alami unggas seperti
mandi debu. Terkait kondisi dermatitis telapak kaki unggas ditemukan
Pelestarian bahwa hampir seluruh unggas bebas dari tanda-tanda dermatitis. Hal
88
Sumber Daya Air ini menunjukkan hasil dari penggunaan litter daur ulang yang dalam
sehingga memberikan dampak positif terhadap kesehatan kaki ayam.
Pengurangan
94
Limbah
Selain itu kepadatan populasi di seluruh lokasi yang diteliti tidak
terlalu tinggi. [POJK F.5]
70
Page 69
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Pada tahun 2024, sistem peternakan unggas closed-house telah diterapkan
di 100% peternakan pembibitan, 99% peternakan komersial milik perusahaan,
dan 89% peternakan komersial mitra.
Menjaga Kualitas Air dalam Budidaya Perairan
Mempertahankan kualitas air yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan spesies
akuatik kami. Untuk mencapai hal ini, kami menerapkan serangkaian praktik terbaik guna menjaga kualitas
air yang optimal dalam seluruh operasi akuakultur kami:
Protokol Sterilisasi Kami menerapkan teknik sterilisasi yang ketat di unit pengolahan ikan nila untuk
Lanjutan menghilangkan mikroorganisme berbahaya secara efektif untuk menjaga kesehatan
ikan yang kami budidayakan.
Metode Desinfeksi Berbagai teknologi desinfeksi air, termasuk perawatan ozon, ultrafiltrasi, dan sinar
Air yang Menyeluruh ultraviolet (UV), digunakan di hatchery udang. Metode ini memastikan kepatuhan
terhadap standar kualitas air yang ketat.
Pemilihan Lokasi Pemilihan lokasi budidaya perairan mempertimbangkan faktor geografis, seperti
Budidaya yang jarak yang optimal antarunit dan pengaturan aliran air. Pendekatan ini membantu
Strategis menciptakan lingkungan yang mendukung praktik budidaya perairan berkelanjutan.
Pemantauan Penilaian bulanan kualitas air mencakup parameter fisik, kimia, dan mikrobiologis.
Kualitas Air Secara Faktor-faktor utama seperti suhu, kadar oksigen, keseimbangan pH, serta
Rutin kandungan fosfor dan nitrogen dipantau secara ketat untuk memastikan kondisi
yang mendukung pertumbuhan dan kesehatan populasi ikan dan udang. Rangkaian
pemantauan komprehensif ini menjaga lingkungan yang mendukung kesejahteraan
semua hewan akuatik yang kami pelihara.
Fasilitas Japfa Aquaculture di Bomo, Banyuwangi
71
Page 70
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Konservasi Keanekaragaman Hayati [POJK B.1, B.2, F.10, F.26]
Japfa berkomitmen dalam konservasi keanekaragaman hayati dan praktik
berkelanjutan di seluruh operasional. Melalui pemilihan genetika yang
mampu beradaptasi dengan lingkungan setempat, Japfa bertujuan untuk
Sistem menciptakan keseimbangan ekologi dan membangun pasokan pangan
Produksi yang berkelanjutan serta tangguh sehingga memberikan manfaat bagi
alam dan masyarakat.
Efisien
Pembudidayaan Sidat yang Lestari
Sidat, Anguilla bicolor, memiliki nilai tinggi di pasar Asia karena
cita rasa dan kandungan nutrisinya yang istimewa. Namun, metode
tradisional untuk menangkap sidat ini masih sangat bergantung
pada populasi liar, yang telah menyebabkan penurunan jumlahnya
di alam. Proses pengembangbiakan sidat dalam penangkaran
sangat menantang karena siklus hidupnya yang kompleks, di mana
sidat harus menempuh perjalanan ribuan kilometer dari sungai air
tawar menuju laut dalam untuk berkembang biak. Kondisi alami
ini sulit direplikasi di luar habitat aslinya. Menanggapi tantangan
ini, Japfa melalui Aquaculture Research Center (ARC), telah
membuat terobosan besar dengan menjadi yang pertama berhasil
mengembangbiakkan sidat di lingkungan penangkaran. Tim ARC
berhasil menetaskan 70,000 larva dan berhasil memelihara larva
selama 11 hari yang menunjukan potensi untuk produksi sidat
dalam skala besar di penangkaran. Keberhasilan ini tidak hanya
menjadi terobosan teknologi akuakultur tetapi juga memberikan
harapan baru dalam konservasi sidat, yang diklasifikasikan sebagai
Penerapan "Hampir Terancam" dalam Daftar Merah International Union for
Kesejahteraan 57
Hewan Conservation of Nature (IUCN). Inovasi ini tidak hanya menjadi
solusi yang signifikan terhadap tantangan konservasi sidat
Manajemen
66 sekaligus memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat,
Kesehatan Hewan
tapi juga mendukung praktik akuakultur berkelanjutan yang bisa
Model Life Cycle
melindungi populasi sidat alami dari penangkapan berlebihan. [GRI
Assessment
74 304-3, 304-4].
2024 yang
Komprehensif
Praktik Energi
Bertanggung 76
Jawab
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian
88
Sumber Daya Air
Pengurangan
94
Limbah
72
Page 71
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Salah satu peternakan parent stock Ayam Ulu
Ayam Ulu
Ayam kampung memiliki tekstur dan cita rasa yang disukai masyarakat Indonesia. Akan tetapi, tingginya
permintaan terhadap ayam kampung kerap tidak sebanding dengan kemampuan produksi lokal, sehingga
dibutuhkan alternatif yang memiliki kualitas serupa.
Untuk menjawab kebutuhan ini, Japfa mengembangkan Ayam Ulu dengan menggunakan teknologi modern
agar memiliki kualitas yang serupa dengan ayam kampung. Ayam Ulu dirancang untuk memenuhi selera
konsumen yang mencari kelezatan ayam kampung, namun dengan pasokan yang lebih stabil, menjadikannya
pilihan yang ideal dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai Ayam Ulu dapat dibaca
selengkapnya pada tautan berikut:
https://www.japfacomfeed.
co.id/id-ayam-ulu
73
Page 72
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Sistem
Model Life Cycle Assessment 2024
yang Komprehensif
Fondasi pada 2019
Japfa memulai proyek Life Cycle Assessment (LCA) pada tahun
Produksi 2019, yang menjadi dasar perhitungan emisi gas rumah kaca (GRK)
serta penilaian dampak lingkungan. Model LCA 2019 mengkaji
Efisien berbagai aspek dampak lingkungan yang potensial, termasuk
pengasaman tanah, eutrofikasi, pembentukan ozon troposfer,
penipisan ozon stratosfer, dampak abiotik pada penggunaan
sumber daya mineral dan logam (non-fosil), penipisan sumber
daya fosil, serta kekurangan air.
Pendekatan Menyeluruh dari Hulu ke Hilir:
Lebih dari Sekadar Peternakan
LCA 2019 dirancang untuk mencerminkan keberagaman
model bisnis Japfa yang terintegrasi secara vertikal, mencakup
pengadaan bahan baku, produksi pakan, peternakan induk dan
pembibitan, rumah pemotongan hewan, peternakan komersial,
fasilitas pengolahan unggas, dan unit bisnis pendukung lainnya.
Kajian ini menghubungkan LCA di sektor unggas dan produksi
ternak, memberikan pemahaman menyeluruh terhadap rantai nilai
industri protein hewani. Metodologi LCA Japfa memungkinkan
pelacakan menyeluruh di sepanjang rantai nilai, memungkinkan
evaluasi keberlanjutan produksi unggas dari hulu hingga hilir.
Pemantauan Data dan Analitik
Melalui LCA 2019, Japfa mengidentifikasi hotspot lingkungan di
berbagai operasi, proses, material, dan zat yang berkontribusi
secara signifikan terhadap dampak lingkungan. Setelah proyek
percontohan ini, perusahaan secara bertahap meningkatkan
pemantauan data menggunakan sistem manajemen data Japfa:
JSRS dan Japfa Sustainalitics. Pendekatan berbasis data ini
meningkatkan pelacakan, analisis, dan pengambilan keputusan
untuk investasi keberlanjutan.
Penerapan LCA 2022 Mencakup Lebih dari 200 Unit
Kesejahteraan 57
Operasi Unggas
Hewan
Melanjutkan cakupan LCA 2019, Japfa memperluas studi LCA pada
Manajemen tahun 2022, dari awalnya 17 unit menjadi lebih dari 200 unit operasi
66 unggas. Penyesuaian dilakukan untuk mengakomodasi variasi unit
Kesehatan Hewan
dan memperhitungkan input spesifik yang berkontribusi terhadap
Model Life Cycle pengembangan Model LCA 2024. Langkah ini memungkinkan
Assessment Japfa menetapkan faktor emisi operasional untuk sebagian besar
74
2024 yang unitnya, memastikan akurasi yang lebih presisi serta kesesuaian
Komprehensif dengan standar industri dalam penilaian lingkungan.
Praktik Energi
Bertanggung 76 Peningkatan Kualitas Data
Jawab Selama beberapa tahun, Japfa secara progresif meningkatkan
kualitas data lingkungan yang dikumpulkan melalui JSRS dan aliran
Digitalisasi dan data operasional. Dengan memanfaatkan Japfa Sustainalitics,
82 Perusahaan mengidentifikasi ketidaksesuaian data, memberikan
Inovasi
pelatihan, serta meningkatkan kompetensi teknis tim untuk
Pelestarian memastikan pengumpulan data yang akurat dan andal. Sistem
88
Sumber Daya Air dan kontrol yang diterapkan telah secara signifikan meningkatkan
kualitas dan kelengkapan data lingkungan tahun 2024. Kami telah
Pengurangan
94 memperbarui dataset generik yang digunakan pada tahun 2024
Limbah
untuk menggantikan versi sebelumnya dengan dataset baru yang
lebih selaras dengan operasional Japfa dan perkembangan terbaru.
74
Page 73
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Model LCA Japfa 2024
Model LCA 2024 jauh lebih komprehensif dibandingkan versi sebelumnya, dengan analisis yang lebih
mendalam, cakupan yang lebih luas, serta perbaikan pada data keberlanjutan dalam lima tahun terakhir.
Dengan demikian, data emisi GRK yang dilaporkan pada tahun-tahun sebelumnya harus digantikan
dengan data dari Model LCA Japfa 2024 yang lebih komprehensif. Dengan demikian, tahun 2024 akan
dianggap sebagai Tahun Dasar (Baseline Year) untuk emisi GRK.
Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Satuan: Ton CO2 Eq | [GRI 305-1, 305-2, 305-3]
Cakupan 2024
Emisi GRK Cakupan 1 89.754
Emisi GRK Cakupan 2 592.457
Emisi GRK Tidak Langsung Lainnya (Cakupan 3) 6.439.767 [4]
Tentang data kami
[1.] Perhitungan emisi menggunakan perangkat lunak SimaPro dan faktor emisi dari metode IPCC 100a.
[2.] Cakupan 1: Berdasarkan jumlah konsumsi energi (kecuali listrik) dalam organisasi. Cakupan telah diperluas tidak hanya
pada perunggasan, budidaya perairan dan domestik (perkantoran), tetapi juga mencakup Penggemukan Sapi, dengan
tambahan dampak pengelolaan limbah di seluruh unit operasional.
[3.] Cakupan 2: Berdasarkan jumlah konsumsi listrik dalam organisasi. Cakupan telah diperluas tidak hanya pada perunggasan,
budidaya perairan dan domestik (perkantoran), tetapi juga mencakup Penggemukan Sapi, sehingga memberikan
representasi yang lebih komprehensif terhadap konsumsi energi kami.
[4.] Cakupan 3 2024: Estimasi atas operasional perunggasan, dihitung berdasarkan data produksi tahun 2024 dan
ekstrapolasi data proyek LCA tahun 2022 karena Kalkulator Karbon Cakupan 3 masih dalam tahap pengembangan.
Pada tahun ini, cakupan diperluas untuk mencakup emisi dari kegiatan peternak mitra yang diestimasi berdasarkan
peternakan milik perusahaan. Selain itu, cakupan juga diperluas dengan menghitung pengolahan limbah pada
budidaya perairan, penggemukkan sapi, dan unit operasi lainnya.
[5.] Intensitas energi dan emisi belum diperhitungkan karena sulit menentukan denominator dengan produk Perusahaan
yang sangat bervariasi mulai dari pakan hingga produk olahan. [GRI 305-4], [POJK F.6, F.11]
[6.] Peningkatan total emisi tidak secara langsung mencerminkan ketidakefisienan Perusahaan. Dalam konteks ini,
kenaikan emisi terutama disebabkan oleh pertumbuhan volume produksi serta perluasan cakupan data yang
sebelumnya belum termasuk dalam laporan, seperti SBU Penggemukan Sapi, SBU Plantation, SBU Consumer Go
Direct, SBU Property, dan SBU Transportation. Selain itu, peningkatan kualitas data juga berkontribusi terhadap
perubahan angka emisi. [GRI 305-4] [POJK B.2, F.12]
[7.] Untuk memastikan akurasi, kami telah memperbarui metodologi perhitungan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan
dalam meningkatkan kualitas data dan keterlacakan. Kami telah memperbarui dataset generik yang digunakan,
menggantikan versi sebelumnya dengan yang baru agar lebih selaras dengan operasional Japfa dan perkembangan
terkini. Pembaruan ini mengakibatkan perubahan pada emisi faktor perhitungan emisi GRK tahun 2024, yang
mencerminkan cakupan data yang lebih baik dan peningkatan ketepatan perhitungan. [GRI 2-4]
Japfa terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan dengan menerapkan berbagai inisiatif yang bertujuan
untuk mengurangi emisi dan dampak linvgkungan. Secara umum, pengelolaan emisi di Japfa dilakukan dengan
bertransisi ke energi bersih dan terbarukan, pemasangan alat pengendali emisi, pemanfaatan digitalisasi, kompilasi
data-data lingkungan dan mengukur kualitas lingkungan secara berkala.
75
Page 74
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Praktik Energi Bertanggung Jawab
[POJK F.7]
Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (Environmental
Protection Agency), sektor agrikultur sangat rentan terhadap perubahan
Sistem cuaca dan iklim. Ketergantungannya pada sumber daya alam seperti tanah
Produksi dan air membuat perubahan suhu serta curah hujan dapat mempersulit
praktik pertanian, sehingga diperlukan adaptasi khusus.
Efisien
Di Japfa, kami terus mengembangkan strategi guna meminimalkan
dampak perubahan iklim. Langkah-langkah ini mencakup upaya menjaga
ketahanan dan keamanan pangan, mendukung peternak lokal melalui
penerapan praktik peternakan yang tangguh dan berkelanjutan, serta
mengadopsi praktik penggunaan energi yang bertanggung jawab.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, kami menargetkan pengurangan
dampak lingkungan secara signifikan, dengan visi jangka panjang untuk
mencapai "Emisi Nol Bersih."
Menuju Zero Coal
Japfa menetapkan target-target keberlanjutan yang didasarkan pada
LCA. Target ini mencakup dua aspek utama: lingkungan dan sosial. Dalam
aspek lingkungan, fokus kami adalah mencapai Emisi Nol Bersih, yang salah
satunya diwujudkan melalui transisi ke penggunaan energi terbarukan dalam
operasional kami.
Penerapan Selama periode Januari hingga Desember 2024, Japfa berhasil
Kesejahteraan 57
menurunkan penggunaan batu bara sebesar 70,38% dibandingkan
Hewan
tahun sebelumnya. Pencapaian ini menandai keberhasilan kami
Manajemen dalam mengurangi penggunaan batu bara dalam proses operasional,
66
Kesehatan Hewan untuk mencapai status ‘Zero Coal’.
Model Life Cycle
Assessment
74
2024 yang
Komprehensif
Unit-unit yang sebelumnya mengandalkan batu bara kini terus beralih
Praktik Energi ke bahan bakar yang lebih ramah lingkungan seperti biomassa dan gas,
Bertanggung 76
Jawab sebagai bagian dari komitmen kami untuk mendukung transisi energi
berkelanjutan dan mengurangi dampak lingkungan. [POJK F.5]
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian
88
Sumber Daya Air
Pengurangan
94
Limbah
76
Page 75
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Boiler room di salah satu unit pakan ternak Japfa
77
Page 76
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Sistem
Kampanye Fighting Idle Energy
Pada tahun 2023, unit pakan ternak Japfa memulai kampanye
“Fighting Idle Energy” yang berfokus pada pengelolaan energi
Produksi di unit pakan ternak. Kampanye ini bertujuan untuk mengurangi
pemborosan energi melalui desain ulang sistem energi dan
Efisien identifikasi peluang efisiensi di setiap lini produksi. Hasil dari
kampanye ini terlihat pada tahun 2024 dengan penerapan
Smart Factory System yang mencakup beberapa inovasi
utama, seperti Auto-Stop Mechanism di seluruh pabrik pakan
dan pelaporan data real-time melalui Automated Dashboard.
Langkah-langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi
tetapi juga menurunkan ketergantungan pada input manual.
Selain itu, Japfa terus memanfaatkan teknologi untuk
meningkatkan efisiensi sumber daya dan manajemen inventaris.
Dengan electronic-Gudang Barang Teknik (e-GBT) yang sudah
diimplementasikan di seluruh unit pakan ternak dan Smart
Fuel Inventory di sebagian unit pakan ternak, mereka dapat
mendigitalisasi administrasi gudang, memantau konsumsi bahan
bakar alat berat secara real-time, dan mengoptimalkan sumber
daya. Teknologi ini diintegrasikan dengan sistem ERP untuk
memastikan kesinambungan dalam operasional dan transparansi
dalam penggunaan sumber daya.
Di bidang transportasi dan penanganan material, unit pakan
ternak Japfa mendukung pengurangan emisi karbon dan limbah
dengan pengalihan transportasi soybean meal dari truk ke sistem
Penerapan konveyor rantai di unit Medan sehingga mengurangi konsumsi
Kesejahteraan 57 bahan bakar diesel dan risiko tumpahan material.
Hewan
Manajemen Tidak hanya fokus pada energi dan transportasi, Japfa juga
66
Kesehatan Hewan meningkatkan efisiensi produksi melalui teknologi seperti
Model Life Cycle Electronic Production Planning System (E-PPS) yang
Assessment memberikan pembaruan real-time bagi tim produksi dan
74
2024 yang kontrol kualitas. Sistem ini memastikan persiapan material dan
Komprehensif
peralatan dalam urutan yang tepat, mengurangi waktu idle, dan
Praktik Energi meningkatkan produktivitas.
Bertanggung 76
Jawab
Seluruh inisiatif ini mencerminkan komitmen Japfa dalam
Digitalisasi dan mencapai efisiensi operasional yang berkelanjutan, dengan
82
Inovasi
pendekatan terintegrasi antara pengelolaan energi, manajemen
Pelestarian sumber daya, dan inovasi teknologi. Kampanye-kampanye ini
88
Sumber Daya Air
memperkuat posisi Japfa sebagai perusahaan agribisnis yang
Pengurangan tidak hanya berorientasi pada profitabilitas tetapi juga pada
94
Limbah
keberlanjutan jangka panjang.
78
Page 77
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Robot pelletizer di unit pakan ternak Japfa
79
Page 78
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Penanganan Produk dengan Forklift Listrik
Kami terus melakukan perbaikan dalam transportasi dan penanganan
produk untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi dampak
lingkungan. Salah satu inisiatif kami adalah beralih ke penggunaan forklift
Sistem listrik di pabrik pakan Medan. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi
Produksi ketergantungan pada bahan bakar fosil di unit terkait serta menekan
emisi karbon.
Efisien
Teknologi Terkini untuk Produktivitas
Japfa meningkatkan produktivitas operasional dengan memperbarui
sistem dan mesin. Fokus utama kami adalah meningkatkan kualitas
produk, mengurangi dampak lingkungan, dan mencapai efisiensi biaya
secara optimal. Sebagai contoh, kami memasang boiler economiser pada
cerobong boiler untuk memanfaatkan panas sebelum masuk kembali ke
boiler sehingga dapat mengurangi konsumsi energi boiler, mengganti
mesin pengering lama dengan model baru yang dilengkapi dengan sensor
kelembaban untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, dan memasang
cyclone di semua pabrik pakan untuk mengumpulkan dan mengurangi
debu yang dihasilkan selama proses produksi.
Penerapan
Kesejahteraan 57
Hewan
Manajemen
66
Kesehatan Hewan
Model Life Cycle
Assessment
74
2024 yang
Komprehensif
Praktik Energi
Bertanggung 76
Jawab
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian
88
Sumber Daya Air
Pengurangan
94
Limbah
Forklift listrik di pabrik pakan Japfa
80
Page 79
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Konsumsi Energi dalam Organisasi [GRI 302-1] [POJK B.2]
Sumber 2024 2023 2022
1.994.484 GJ 1.886.385 GJ 1.714.564 GJ
Listrik [1]
41% 40% 36%
443.629 GJ 427.223 GJ 380.692 GJ
Gas Alam Cair [2]
9% 9% 8%
223.782 GJ 239.863 GJ 236.725 GJ
Gas Alam Terkompresi [2]
5% 5% 5%
108.073 GJ 116.157 GJ 104.953 GJ
Gas Elpiji [3]
2% 2% 2%
40.640 GJ 137.225 GJ 159.468 GJ
Batubara [4]
1% 3% 3%
351.566 GJ 322.662 GJ 322.723 GJ
Bahan Bakar Diesel [5]
7% 7% 7%
16.742 GJ 15.746 GJ 5.403 GJ
Bensin [6]
0% 0% 0%
Energi Terbarukan
Sumber 2024 2023 2022
1.172.361 GJ 1.180.653 GJ 1.330.008 GJ
Cangkang Kelapa Sawit [7]
24% 25% 28%
0 GJ 0 GJ 496 GJ
Serat Kelapa Sawit [8]
0% 0% 0%
207.659 GJ 109.276 GJ 86.612 GJ
Cangkang Kemiri [9]
4% 2% 2%
253.192 GJ 267.229 GJ 351.637 GJ
Kayu Bakar [10]
5% 6% 7%
46.681 GJ 71.225 GJ 48.928 GJ
Sekam Padi [11]
1% 1% 1%
Total Energi 2024 2023 2022
3.178.916 GJ 3.145.262 GJ 2.924.529 GJ
Total Energi Tak Terbarukan
65% 66% 62%
1.679.893 GJ 1.628.382 GJ 1.817.681 GJ
Total Energi Terbarukan
35% 34% 38%
Tentang data kami
[1.] Dikonversikan ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar International Energy Agency (IEA), 1 kWh
listrik = 3,6 MJ.
[2.] Dikonversikan ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, 1 MMBTU = 1.055,06 MJ.
[3.] Dikonversikan ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor LPG = 50,08 MJ/kg.
[4.] Dikonversikan ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor batu bara = 20.650 MJ/ton.
81
Page 80
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
[5.] Dikonversikan ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, 1 liter solar
= 34,89 MJ.
[6.] Dikonversikan ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, 1 liter
bensin = 38,53 MJ.
[7.] Dikonversikan ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor
cangkang sawit = 17.220 MJ/ton.
Sistem [8.] Dikonversikan ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor
serat sawit = 11.340 MJ/ton.
Produksi [9.] Dikonversikan ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor
Efisien
cangkang kemiri = 25.456,20 MJ/ton.
[10.] Dikonversikan ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor
kayu bakar = 19.610 MJ/ton.
[11.] Dikonversikan ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IRRI, nilai kalor
sekam padi = 15,06 MJ/kg.
[12.] 1 Gigajoule = 1.000 Megajoule
Digitalisasi dan Inovasi
Japfa mengadopsi sistem digital terpadu di seluruh operasional untuk
menyederhanakan proses dan memperbaiki pengelolaan data. Perubahan
menuju ke arah digital ini merupakan wujud nyata komitmen Japfa untuk
mengurangi ketergantungan pada proses manual dan penggunaan
sumber daya, sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien dan optimal.
Japfa Sustainability Reporting System (JSRS)
JSRS merupakan sistem pelaporan keberlanjutan yang dirancang oleh Japfa
untuk mengintegrasikan dan menyajikan data lingkungan, Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3), serta data ketenagakerjaan secara terpusat. Dengan
JSRS, data dari berbagai divisi dikumpulkan secara akurat dan transparan
sehingga dapat menjadi landasan bagi Perusahaan dalam membuat
Penerapan
Kesejahteraan 57 keputusan yang objektif, terukur, dan mendukung komitmen keberlanjutan.
Hewan
Sistem ini dirancang dengan pendekatan modular yang selanjutnya akan
Manajemen dianalisis oleh Japfa Sustainalitics. Seiring dengan perkembangan regulasi,
66
Kesehatan Hewan
JSRS terus dikembangkan agar dapat mengakomodasi dan mengompilasi
Model Life Cycle
ketentuan dari standar-standar laporan keberlanjutan, termasuk GRI dan
Assessment
74
2024 yang IFRS S1 dan IFRS S2 yang mencakup Governance, Strategy, Risk Management,
Komprehensif
serta Metrics & Target. Dengan demikian, kami dapat melakukan perbaikan
Praktik Energi proses kerja dan pelaporan data lingkungan dan sosial secara lebih akurat.
Bertanggung 76
Jawab
Pada tahun 2024, Japfa melakukan peningkatan pada fitur-fitur JSRS
Digitalisasi dan
82
Inovasi untuk meningkatkan kualitas dan kelengkapan data yang dikumpulkan.
Pelestarian Pembaruan ini di antaranya meliputi:
88
Sumber Daya Air • Kepatuhan terhadap standar laporan keberlanjutan
Pengurangan • Mengintegrasikan koordinat geografis setiap unit operasional untuk
94
Limbah
melacak kelangkaan air di lokasi tertentu
• Mengembangkan fitur yang memungkinkan pencatatan limbah yang
dikelola internal atau eksternal dapat diidentifikasi.
82
Page 81
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Selamat kepada Para Divisi Terbaik!
Japfa Grup menganugerahkan Predikat Terbaik kepada 4 divisi dalam penghargaan
internal Sustainability Data, Compliance, and Initiatives Award 2024. yaitu:
• Terbaik Pertama, SBU Edible Oils, Plastic Bags and Industrial Estate (EPI)
• Terbaik Kedua, Produk Konsumen
• Terbaik Ketiga, Budidaya Perairan
• Terbaik Keempat, Pembibitan Ayam
Apresiasi ini diberikan dengan menilai kinerja pelaporan rutin data keberlanjutan
melalui platform JSRS dan pelaksanaan inisiatif keberlanjutan yang berdampak
positif terhadap lingkungan dan Perusahaan.
Japfa Sustainability Analytics (Sustainalitics)
Aliran data operasional yang dikumpulkan melalui JSRS dianalisis lebih lanjut menggunakan Japfa
Sustainalitics, sebuah platform analisis internal yang dirancang untuk memproses dan mengevaluasi data
keberlanjutan secara komprehensif di seluruh Japfa Grup. Dasbor ini mengolah dan mengkonsolidasikan data
yang dikumpulkan secara periodik melalui platform digital JSRS. Sustainalitics memungkinkan Japfa untuk
melakukan analisis dan pengambilan keputusan berbasis data guna mendorong perbaikan berkelanjutan
dalam berbagai aspek pengelolaan lingkungan seperti efisiensi air dan energi, pengurangan emisi dan daur
ulang limbah.
Perusahaan secara proaktif mengidentifikasi ketidaksesuaian data, memberikan pelatihan terarah, dan
meningkatkan kompetensi teknis guna memastikan pengumpulan data yang lebih akurat dan andal. Selain
itu, Japfa menerapkan sistem audit data lingkungan internal, yang dirancang berdasarkan prinsip financial
controllers, untuk memperkuat tata kelola, akurasi, dan akuntabilitas dalam pelaporan keberlanjutan. Dengan
Japfa Sustainalitics, data yang dikumpulkan dari seluruh negara tempat Japfa beroperasi menjadi semakin
akurat dan terintegrasi, sehingga dapat menghasilkan wawasan berbasis data guna meningkatkan performa
keberlanjutan Perusahaan.
83
Page 82
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Enterprise Resource Planning (ERP) System
Japfa telah mengadopsi Enterprise Resource Planning (ERP) di unit
perunggasan dan budidaya perairan untuk menyederhanakan pencatatan
kegiatan operasional harian. Sistem ini mencakup data penting seperti
Sistem deplesi, mortalitas, penggunaan obat, vaksin, serta perhitungan harga pokok
Produksi penjualan (Cost of Goods Sold/COGS). Dengan fitur ini, ERP meningkatkan
efisiensi operasional dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Efisien
Import Material Monitoring System (IMMS)
Japfa menggunakan IMMS sejak 2023 untuk meningkatkan transparansi
dan efisiensi pengiriman bahan baku pakan di seluruh pelabuhan. IMMS
membantu identifikasi area yang membutuhkan peningkatan, menyediakan
data real-time yang mempermudah koordinasi dengan pihak transportasi,
mengoptimalkan jadwal, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan
produktivitas serta efisiensi biaya operasional. Implementasi IMMS juga
memperkuat sinergi antara produksi dan manajemen gudang, serta
memungkinkan pemantauan yang lebih terintegrasi untuk mengoptimalkan
efisiensi biaya. Tim khusus ditugaskan untuk memantau dan memastikan
kelancaran penerapan IMMS, melakukan evaluasi rutin, dan bekerja sama
dengan tim lapangan untuk mengatasi potensi masalah secara proaktif.
Radio Frequency Identification (RFID) Truck-in Truck-out
Japfa terus berinovasi dengan mengembangkan sistem RFID Truck-in
Truck-out di unit pakan ternak Sragen. Sistem ini memungkinkan identifikasi
digital truk dan pengemudi, pemantauan real-time, serta panduan visual
Penerapan
Kesejahteraan 57 dan suara untuk memperlancar proses keluar-masuk kendaraan. Inovasi ini
Hewan
meningkatkan efisiensi, disiplin, dan akurasi, serta mendigitalisasi proses
Manajemen administrasi untuk mengurangi waktu, kesalahan, dan kontak langsung.
66
Kesehatan Hewan
Pada tahun ini, sistem RFID telah diterapkan di beberapa unit, di antaranya
Model Life Cycle
Medan 1, Medan 2, Cikande, Purwakarta, Gedangan, dan Makassar.
Assessment
74
2024 yang
Komprehensif
Warehouse Management System (WMS) dan Transport
Praktik Energi
Bertanggung 76 Management System (TMS)
Jawab
Japfa telah mengimplementasikan WMS dan TMS di beberapa unit
Digitalisasi dan
82
Inovasi pengolahan hasil peternakan unggas, yaitu Parung, Sadang, Krian, Pemalang,
Pelestarian Magelang, Pabelan, Yogyakarta, dan Lampung. Kedua sistem ini dapat
88
Sumber Daya Air melacak hasil produksi di dalam inventori gudang dan distribusi secara
Pengurangan real-time, yang meningkatkan efisiensi operasional dan mengoptimalkan
94
Limbah
manajemen inventaris di berbagai lokasi. Implementasi WMS dan TMS juga
mengurangi risiko kesalahan pengiriman, mempercepat waktu respon,
serta menekan biaya distribusi.
84
Page 83
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Implementasi J-Tech dan Dashboard Monitoring
Japfa telah meluncurkan Japfa Technology (J-Tech) yang dirancang untuk memusatkan semua data
produksi dalam satu pusat kontrol di pabrik pakan Sidoarjo, yang merupakan unit terbesar kami. Melalui
sistem ini, seluruh proses produksi di berbagai unit dapat dipantau secara real-time, memungkinkan deteksi
dini terhadap potensi masalah dan pengambilan tindakan yang lebih cepat. Program ini juga dilengkapi
dengan fitur notifikasi otomatis, yang memastikan tim dapat segera merespons setiap gangguan dalam
proses produksi, sehingga operasional tetap berjalan lancar dan efisien. Pada tahun 2024, kami telah selesai
menerapkannya pada semua unit.
Digitalisasi di Operasional Pembibitan Ayam
Japfa telah menerapkan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan armada transportasi di unit
pembibitan perunggasan. Dengan teknologi Internet of Things (IoT), Japfa dapat memantau pengiriman DOC
dan telur secara real-time, termasuk lokasi kendaraan, suhu, kecepatan, dan konsumsi bahan bakar. Sistem
ini tidak hanya memberikan visibilitas penuh terhadap kondisi armada, tetapi juga mengirimkan notifikasi jika
terjadi kendala. Selain itu, pelanggan dapat memantau pergerakan atau lokasi kendaraan yang membawa
pesanan mereka.
Fitur analitik dalam sistem ini memungkinkan evaluasi rute perjalanan, durasi, serta efisiensi penggunaan bahan
bakar, sekaligus menyusun rute optimal secara otomatis. Dengan sistem ini, Japfa memberikan pelayanan
pengiriman yang lebih efisien dan aman, serta meminimalkan risiko kerusakan produk selama distribusi.
Proyeksi Berat Badan
Dalam industri perunggasan, memahami pertumbuhan ayam sangat penting untuk memenuhi target produksi
secara efisien dan tepat waktu. Untuk itu, Japfa telah mengembangkan Proyeksi Berat Badan, sebuah alat yang
memungkinkan perkiraan berat ayam berdasarkan data pertumbuhan terkini. Alat ini membantu menentukan
waktu panen yang optimal untuk mencapai target berat yang diinginkan
Breeding Fleet Management System (FMS)
untuk melacak chick van
85
Page 84
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Sistem
Produksi
Efisien
Karyawan Japfa Aquaculture melakukan kontrol kualitas
menggunakan aplikasi QCSharp
Penerapan
Kesejahteraan 57
Hewan
Digitalisasi di Budidaya Perairan
Manajemen
66
Kesehatan Hewan
Japfa memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung praktik
Model Life Cycle
budidaya perairan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Salah satu
Assessment
74
2024 yang langkah strategisnya adalah bekerja sama dengan para ahli dari Norwegia
Komprehensif
menggunakan perangkat lunak untuk membantu menyederhanakan
Praktik Energi operasional, meningkatkan efisiensi, dan mendukung keberlanjutan dalam
Bertanggung 76
Jawab praktik budidaya perikanan.
Digitalisasi dan
82
Inovasi Untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses penjualan,
Pelestarian unit budidaya perairan Japfa mengembangkan aplikasi SM4SH. Aplikasi
88
Sumber Daya Air ini memungkinkan proses mulai dari pemesanan hingga penagihan dapat
Pengurangan dipantau dengan mudah dan cepat. Di bidang pembenihan, Japfa juga
94
Limbah
menerapakan sistem pemantauan kualitas benih yang disebut Quality
Control Shrimp Hatchery Accurate Rapid Programme (QC SHARP).
86
Page 85
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Sistem ini berguna untuk menjaga standar kualitas dalam budidaya udang dengan memantau berbagai
aspek, seperti suhu, kualitas air, nutrisi, kesehatan, serta proses skoring dan grading pada naupli dan benur.
Dengan sistem ini, tim internal dapat mendeteksi potensi kendala secara cepat dan mengambil tindakan yang
diperlukan untuk menjaga kualitas, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat efisiensi operasional di
fasilitas pembenihan.
Selain itu, Japfa mendukung para teknisi budidaya ikan dan udang melalui aplikasi Catatan Harian Teknisi.
Aplikasi ini membantu teknisi memantau berbagai faktor penting, seperti kualitas air dan pertumbuhan ikan,
sehingga mereka dapat segera mengambil tindakan untuk meningkatkan hasil tambak.
Japfa juga memperkuat kerja sama antar divisi melalui dasbor Pelanggan Terpadu (Business Intersection
Customer Dashboard), sebuah perangkat yang mempermudah tim penjualan dalam mengenali kebutuhan
pelanggan. Dengan perangkat ini, strategi pemasaran menjadi lebih efektif dan peluang pasar baru dapat
dijangkau.
Fasilitas Japfa Aquaculture di Karangtekok, Situbondo
87
Page 86
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Pelestarian Sumber Daya Air
[GRI 303-1] [POJK F.8]
Industri agri-food dikenal sebagai sektor yang intensif dalam penggunaan
air, tak terkecuali bagi Japfa. Melalui studi Life Cycle Assessment (LCA)
Sistem dan studi jejak kelangkaan air (water scarcity footprint), Japfa berhasil
Produksi mengidentifikasi air sebagai salah satu area kritis yang membutuhkan
perhatian. Menyadari hal tersebut, pilar sistem produksi efisien
Efisien juga mempertimbangkan air sebagai komponen produksi sekaligus
sumber daya bersama yang penting untuk kehidupan. Japfa berupaya
menggunakan air secara efisien untuk memitigasi risiko operasional
sekaligus mendukung keberlanjutan.
Kami mengadopsi praktik pengelolaan air yang berkelanjutan dengan
berbagai inisiatif seperti menggunakan:
• fasilitas pengolahan air
• pemanenan air hujan
• fasilitas daur ulang air
Salah satu pencapaian kami adalah pemenuhan KPI untuk Sustainability-
Linked Bonds (SLB) Japfa dengan pembangunan sembilan fasilitas
daur ulang air yang telah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan berhasil
diselesaikan pada tahun 2024.
Penerapan Terdapat 9 fasilitas daur ulang air hasil dari SLB
Kesejahteraan 57 (Cikupa, Subang, Lampung, Wonoayu, Pemalang,
Hewan Magelang, Medan, Boyolali, Parung).
Manajemen Pada tahun 2024, lebih dari 210 megaliter air
66
Kesehatan Hewan
limbah berhasil didaur ulang.
Model Life Cycle
Assessment
74
2024 yang
Komprehensif
Praktik Energi Air yang didaur ulang dari fasilitas ini digunakan kembali dalam berbagai
Bertanggung 76
Jawab kegiatan operasional kami, seperti untuk kebutuhan utilitas mesin
(pendingin kondensor), penyiraman tanaman, dan sanitasi toilet.
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian Pada tahun 2024, tidak terdapat insiden ketidakpatuhan terkait baku
88
Sumber Daya Air mutu air selama tahun pelaporan.
Pengurangan
94
Limbah
88
Page 87
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Peresmian fasilitas daur ulang air yang
dibangun dari Sustainability-linked Bond
Urban Shrimp Japfa sedang mengembangkan inisiatif Urban Shrimp Farming di kawasan perkotaan. Sistem ini
Farming dirancang untuk memenuhi kebutuhan restoran high-end, terutama di kota-kota seperti Jakarta.
Teknologi yang digunakan adalah Recirculating Aquaculture System (RAS) yang memungkinkan
air digunakan kembali sehingga mengurangi limbah air. Bersama dengan startup lokal yang
bergerak di budidaya perairan, Japfa terus melakukan pengembangan dan uji produksi sistem ini.
Produksi Pada tahun 2024, kami terus melanjutkan upaya pengembangan akuaponik yang dimulai sejak
Berkelanjutan 2022. Sistem akuaponik ini memungkinkan pemanfaatan air limbah dari operasional budidaya
dengan perairan untuk menanam berbagai jenis tanaman, menggantikan proses pengolahan limbah
Akuaponik yang sebelumnya hanya dibuang ke badan air.
Selain sebagai media tanam, sistem akuaponik kami juga digunakan untuk budidaya ikan lele. Hal
ini dimungkinkan berkat penggunaan RAS, yang memungkinkan air hasil budidaya digunakan
kembali di akuaponik sebelum kembali ke kolam ikan. Integrasi akuakultur dan hidroponik ini
terus membuktikan keberhasilannya dalam mengurangi penggunaan air, sekaligus menjaga
kualitas dan kuantitas produksi.
Selain proyek SLB, kami juga menerapkan program daur ulang di unit-unit lain sebagai wujud komitmen kami
dalam konservasi air.
Air yang Didaur ulang Unit 2024 2023 2022
Total Air yang Didaur Ulang Megaliter 236 210 89
Tentang data kami
[1.] Data ini mencakup total volume air yang didaur ulang dari fasilitas daur ulang, baik yang berasal dari proyek SLB
maupun unit lainnya di luar SLB.
89
Page 88
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Sistem
Pengendalian Alga untuk Pengelolaan Air di Peternakan
Sebagai respons terhadap kebutuhan pengelolaan air yang
berkelanjutan di peternakan, Japfa sedang menguji coba sistem
Produksi pengendalian alga ultrasonik untuk menjaga kualitas air di
reservoir air hujan. Sistem ini menggunakan gelombang ultrasonik
Efisien untuk mencegah pertumbuhan alga, yang diharapkan dapat
meningkatkan kualitas air yang digunakan untuk kebutuhan minum
dan sistem pendingin, sekaligus mengurangi ketergantungan
pada bahan kimia.
Dengan mencegah blooming alga, sistem ini juga melindungi
bantalan pendingin (cooling pads) yang vital, sehingga
meningkatkan efisiensi operasional dan memperpanjang masa
pakai peralatan. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Japfa dalam
mengadopsi solusi berkelanjutan untuk mendukung operasi yang
lebih efisien dan ramah lingkungan
Mengoptimalkan Sumber Daya Air melalui Pemanfaatan Air Hujan
Japfa terus memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan air
berkelanjutan dengan memperluas inisiatif pemanenan air hujan dari 5
menjadi 9 fasilitas yang terdiri dari 8 unit pembibitan unggas dan 1 unit
pakan ternak.
Penerapan
Kesejahteraan 57 Pada tahun 2024, kami berhasil mengumpulkan 111,0 megaliter air hujan.
Hewan
Volume air hujan yang dikumpulkan ini meningkat signifikan sebesar 146,4%
Manajemen dibandingkan dengan yang terkumpul pada tahun 2023 sebesar 45,1
66
Kesehatan Hewan
megaliter.
Model Life Cycle
Assessment
74
2024 yang
Komprehensif
Praktik Energi
Bertanggung 76
Jawab
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian
88
Sumber Daya Air
Pengurangan
94
Limbah
Fasilitas pemanenan air hujan
di salah satu operasional Japfa
90
Page 89
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Pengambilan Air
Pengambilan dan penggunaan air kami diatur sesuai dengan regulasi yang berlaku, dan kami mematuhi
standar baku mutu efluen yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan standar yang berlaku. [GRI 303- 2, 303-3,
303-5] [POJK F.8]
Pengambilan Air Satuan: Megaliter | [GRI 303-3]
2024 2023 2022
Sumber
Area dengan Area dengan Area dengan
Semua Area Kelangkaan Semua Area Kelangkaan Semua Area Kelangkaan
Air Air Air
Air Tanah 8.913 4.431 9.056 4.365 7.620 N/A
Air Tawar(≤ 1000 mg/L TDS) 8.913 4.431 9.056 4.365 7.620 N/A
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 N/A
Air Permukaan (Sungai, Danau) 2.286 248 2.230 314 2.133 N/A
Air Tawar(≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 N/A
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 2.286 248 2.230 314 2.133 N/A
Air Laut 9.849 9.622 7.704 7.513 7.515 N/A
Air Tawar(≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 N/A
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 9.849 9.622 7.704 7.513 7.515 N/A
Air Hujan 111 24 45 17 38 N/A
Air Tawar(≤ 1000 mg/L TDS) 111 24 45 17 38 N/A
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 N/A
Air yang berasal
1.180 970 1.090 840 918 N/A
dari pihak ketiga
Air Tawar(≤ 1000 mg/L TDS) 1.180 970 1.090 840 918 N/A
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 N/A
Total Air yang Diambil 22.339 15.296 20.125 13.048 18.224 N/A
Tentang data kami
[1.] Area dengan kelangkaan air didefinisikan sebagai wilayah dengan tingkat risiko tekanan air (Water Stress Risk) yang
tergolong High atau Extremely High berdasarkan peta risiko air (water risk atlas) World Resources Insititute (WRI)
Aqueduct 4.0
Konsumsi Air Satuan: Megaliter | [GRI 303-5] [POJK F.8]
Sumber 2024 2023 2022
Total Air yang Dikonsumsi 19,981 17,822 16,237
Tentang data kami
[1.] Konsumsi Air = Pengambilan Air - Pembuangan Air
91
Page 90
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Pengelolaan Air Limbah [GRI 303-4] [POJK F.14]
Japfa terus meningkatkan sistem pengelolaan air limbah secara berkelanjutan
untuk mendukung keberlanjutan operasional sekaligus memastikan
kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Unit produksi kami dilengkapi
Sistem dengan instalasi pengolahan air limbah yang dirancang untuk memproses
Produksi air sebelum dilepaskan ke badan air. Beberapa unit juga telah menggunakan
berbagai teknologi seperti reverse osmosis, ultrafiltration, dan membrane
Efisien bioreactor untuk memastikan air yang dibuang memenuhi baku mutu
lingkungan.
Fasilitas pengolahan dan daur ulang air limbah
di unit produk konsumen, Cikupa.
Penerapan
Kesejahteraan 57
Hewan
Manajemen Untuk menjaga kualitas pengolahan air limbah, kami menempatkan personel
66
Kesehatan Hewan
yang kompeten di fasilitas pengolahan. Personel tersebut bertugas memantau
Model Life Cycle
output air dan memastikan kesesuaiannya dengan standar lingkungan yang
Assessment
74
2024 yang berlaku. Selain itu, sistem pengolahan air limbah kami terus ditingkatkan
Komprehensif
melalui berbagai inovasi teknologi. Contohnya, pemasangan root blower di
Praktik Energi beberapa unit perunggasan membantu meningkatkan kualitas air buangan,
Bertanggung 76
Jawab sementara instalasi peralatan dewatering dan sedimentasi mengurangi
limbah cair dengan menghilangkan kelebihan cairan dari material padat.
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian Di sektor budidaya perairan, Japfa telah mengimplementasikan teknologi
88
Sumber Daya Air Aerated Lagoon di hatchery Tilapia di Kalimantan. Teknologi ini mampu
Pengurangan mengolah air limbah secara efektif sebelum digunakan kembali di kolam
94
Limbah
pembibitan. Setiap lagoon melayani dua kolam pembibitan, mengurangi
kebutuhan air baru dan mendukung siklus penggunaan air yang lebih efisien.
92
Page 91
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Pada 30 Juli 2024, perusahaan menerima sanksi administratif terkait pemenuhan pengelolaan lingkungan di unit
Commercial Farm Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Riau. Kami telah mengambil langkah-langkah perbaikan
untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku. Sanksi ini telah secara resmi dicabut oleh
Dinas Lingkungan Hidup setempat pada 27 Februari 2025. Sanksi administratif tersebut bersifat tidak material
dan tidak mengganggu kegiatan operasional Perusahaan. [GRI 2-27, 303-4] [POJK F.16] [F.24]
Pembuangan Air Satuan: Megaliter | [GRI 303-4]
Air Limbah Berdasarkan
2024 2023 2022 Tujuan Pembuangan
Mutu dan Tujuan
Perunggasan 1.727 1.729 1.530
Air Tawar (≤ 1000 mg/L TDS) 159 173 138
Badan Air Permukaan
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 6 12 4
TDS Tak Terukur 1.562 1.544 1.388
Budidaya Perairan 496 441 275
Air Tawar (≤ 1000 mg/L TDS) 23 13 6
Badan Air Permukaan & Laut
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 0,05 7,9 0,2
TDS Tak Terukur 473 420 268
SBU Penggemukan Sapi 136 132 182
Air Tawar (≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0 Badan Air Permukaan,
Menyiram Tanaman, dan
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 Kebersihan
TDS Tak Terukur 136 132 182
Total Pembuangan Air 2.358 2.302 1.987
Tentang data kami
[1.] Perusahaan melakukan pengukuran TDS berdasarkan ketentuan dalam izin pembuangan air limbah. Beberapa unit
kami tidak diwajibkan melakukan pengukuran TDS berdasarkan izin yang dimiliki.
[2.] Jumlah air yang dibuang oleh organisasi mencakup operasional perunggasan, budidaya perairan, dan SBU
Penggemukan Sapi.
Mengelola Emisi dan Limbah
[POJK B.2, F.12, F.14]
Limbah merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perubahan iklim, terutama melalui emisi gas rumah
kaca. Di negara dengan populasi besar dan tingkat konsumsi yang tinggi, pengelolaan limbah masih menghadapi
berbagai tantangan. Sebagai perusahaan yang beroperasi di sektor agri-food, Japfa memahami tanggung jawabnya
dalam mengatasi masalah ini, dengan cara mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan meminimalkan limbah
yang dihasilkan. Melalui pengelolaan limbah yang efektif dan penerapan sistem monitoring serta pengukuran emisi
yang akurat, Japfa berkomitmen untuk meminimalkan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
93
Page 92
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Pengurangan Limbah
[GRI 306-1, 306-2]
Dalam industri agri-food kemasan berperan penting dalam melindungi produk,
memudahkan pengiriman, dan menjaga kualitas. Namun, kami memahami
Sistem penggunaan kemasan juga membawa tantangan bagi lingkungan. Untuk
Produksi mengurangi dampak tersebut, Japfa telah menerapkan berbagai inisiatif yang
mendukung pengelolaan kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Efisien
Pengurangan Japfa mengurangi panjang dan ketebalan
Material plastik pada kemasan pakan ternak, yang
berhasil menghemat bahan baku hingga
5-7%. Proses ini dilakukan dengan pengujian
ketat sesuai standar SNI untuk memastikan
kekuatan kemasan tetap terjaga.
Daur Ulang Internal Unit karung plastik Japfa menerapkan sistem
daur ulang plastik secara bertahap, termasuk
mendaur ulang benang, lembaran plastik, dan
kantong plastik. Sebanyak 2,5% limbah plastik
didaur ulang, sementara sisanya digunakan
kembali untuk kebutuhan internal seperti
pengemasan sementara dan transportasi
antargudang. [POJK F.1]
Pengiriman Vaksin Unit produksi vaksin hewan Japfa mengganti
dengan Gel Pack gel pack plastik dengan gel pack berbahan
Penerapan Berbahan Kertas kertas yang lebih ramah lingkungan, tahan
Kesejahteraan 57
Hewan lama, dan efektif menjaga suhu selama
pengiriman jarak jauh, sekaligus mengurangi
Manajemen
66
Kesehatan Hewan limbah plastik.
Model Life Cycle
Assessment
74
2024 yang Penyimpanan dengan Japfa mulai beralih menggunakan silo
Komprehensif
Silo untuk Pabrik untuk menyimpan bahan baku di pabrik
Praktik Energi Pakan Berkapasitas pakan berkapasitas besar yang membantu
Bertanggung 76
Jawab Besar mengurangi kebutuhan kemasan plastik.
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pelestarian Penggunaan Jumbo Kami telah mengiriman pakan dalam
88
Sumber Daya Air Bag untuk Mengurangi jumbo bag untuk kebutuhan peternakan
Pengurangan Penggunaan Karung milik perusahaan sehingga mengurangi
94
Limbah
Plastik penggunakan karung plastik.
94
Page 93
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Mendorong Di peternakan unggas komersial, tim Japfa mendorong peternak untuk
Penggunaan Ulang menggunakan karung bekas pakan sebagai wadah kotoran unggas yang akan
Karung Pakan dikirimkan kepada pihak ketiga. Distribusi kotoran unggas ini juga diarahkan
oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), yang memberikan panduan mengenai
pengiriman kotoran unggas tersebut.
Pemanfaatan Kotoran Unggas melalui Biodigester
Japfa mengubah kotoran unggas menjadi biogas dengan biodigester untuk memenuhi kebutuhan energi yang
lebih ramah lingkungan. Sebelumnya, Japfa telah mengoperasikan biodigester di peternakan unggas, di Solo,
Jawa Tengah, dengan kapasitas mengolah sekitar 3-4,5 ton kotoran unggas per hari.
Pada tahun 2024, Japfa menambah biodigester dengan kapasitas lebih besar di peternakan unggas komersial
Cigandul, Serang. Biodigester ini dapat memproses 5 ton kotoran unggas per hari. Energi yang dihasilkan dari
biogas ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemanas.
Biodigester di Cigandul, Serang, mengadopsi sistem sirkulasi air tertutup sebagai inovasi hemat air. Berbeda dari
sistem tradisional yang memerlukan tambahan air baru dari luar, sistem ini menggunakan kembali air yang sudah
diproses ulang dalam biodigester. Dengan demikian, level air di kandang tetap stabil tanpa perlu pasokan air segar
terus-menerus. Fitur hemat air ini membantu mengurangi dampak lingkungan dari operasional peternakan dan
sejalan dengan tujuan keberlanjutan Japfa.
Fasilitas biodigester unit peternakan
komersial unggas di Solo.
Pemanfaatan Limbah dalam Proses Pengolahan Unggas dan Ikan Tilapia
Japfa mengoptimalkan produksi untuk mengurangi limbah dan mendukung ekonomi lokal. Di unit pengolahan
hasil peternakan kami bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengolah limbah pemotongan ayam seperti bulu
dan darah untuk menjadi produk bernilai. Sementara itu, di unit pengolahan tilapia, kepala ikan dijual ke pasar
domestik. Kulit ikan diekspor untuk diproses menjadi kolagen dan gelatin bagi berbagai industri, sedangkan tulang
ikan dikirim ke pihak ketiga untuk diolah menjadi tepung ikan dan minyak ikan.
95
Page 94
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Limbah yang Dihasilkan [GRI 306-3] [POJK F.13]
Jenis Limbah Satuan 2024 2023 2022
Limbah Non-B3 ton 119.841 125.813 115.075
Sistem Limbah B3 ton 1.073 2.150 1.802
Produksi
Total Limbah yang Dihasilkan ton 120.914 127.964 116.877
Efisien
Tentang data kami
[1.] Total limbah non B3 yang dihasilkan dihitung dengan menjumlahkan total
limbah yang dialihkan dari pembuangan dan total limbah yang dikirim ke
pembuangan akhir.
[2.] Total limbah B3 yang dihasilkan diambil dari data limbah B3 yang disimpan
di TPS Limbah B3
[3.] Total limbah yang dihasilkan berasal dari limbah operasional dan domestik
(perkantoran).
Limbah B3
Jenis Limbah Satuan 2024 2023 2022
Disimpan di TPS Limbah
ton 1.073 2.150 1.802
B3 Internal
Diberikan ke pihak ketiga berizin ton 1.103 1.995 1.685
Tentang data kami
Penerapan
Kesejahteraan 57 [1.] Limbah yang berasal dari tempat penyimpanan sementara didistribusikan ke
Hewan pihak ketiga yang berlisensi.
Manajemen [2.] Data tahun 2022 dan 2023 telah diperluas sehingga mencakup data limbah
66
Kesehatan Hewan B3 dari SBU Penggemukan Sapi.
Model Life Cycle
Assessment
74
2024 yang Sesuai dengan peraturan lingkungan yang berlaku, klasifikasi limbah B3 kami
Komprehensif
mencakup berbagai jenis material, seperti limbah minyak pelumas, majun bekas,
Praktik Energi botol vaksin, kemasan bahan kimia untuk biosekuriti, dan bola lampu.
Bertanggung 76
Jawab
Digitalisasi dan
82
Inovasi
Pada tahun 2024, limbah B3 kami berkurang sebesar 50,1%
Pelestarian dibandingkan tahun 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh
88
Sumber Daya Air penurunan timbulan limbah fly ash bottom ash sebagai dampak
Pengurangan dari penurunan penggunaan batu bara.
94
Limbah
96
Page 95
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Kami mencatat penurunan total limbah yang dihasilkan sebesar 7.050 ton pada tahun 2024. Faktor-faktor
yang berkontribusi terhadap penurunan ini meliputi penyesuaian populasi ternak di SBU Penggemukan
Sapi, optimalisasi proses pengolahan manure di peternakan unggas komersial, serta pengurangan aktivitas
pengeringan jagung.
Kami menerapkan SOP dalam penyimpanan dan pengelolaan limbah
B3 yang selaras dengan peraturan yang berlaku.
Limbah Non B3 [GRI 306-4, 306-5]
Limbah Non B3 dari Cara Pengelolaan Satuan 2024 2023 2022
Dialihkan dari Pembuangan Akhir
Digunakan Kembali ton 7.265 4.870 1.658
Didaur Ulang ton - - -
Komposting ton 2 0 9
Didistribusikan ke Pihak Ketiga (Non B3) ton 105.279 114.614 106.358
Didonasikan/Diberikan ton 66.730 71.417 57.989
Dijual ton 38.549 43.197 48.369
Total Limbah yang Dialihkan
ton 112.546 119.484 108.025
dari Pembuangan Akhir
Kenaikan/Pengurangan Limbah ton -6.938 11.460 16.275
Limbah yang Dikirimkan ke Pembuangan Akhir
Dimusnahkan ton 138 155 750
Dibuang ke TPA ton 7.157 6.174 6.301
Total Limbah yang Dikirimkan ke
ton 7.295 6.329 7.050
Pembuangan Akhir
Kenaikan/Pengurangan Limbah ton 965 -721 -3.671
Tentang data kami
[1.] Kenaikan atau pengurangan limbah non B3 dihitung dengan mengurangi total limbah pada tahun pelaporan dengan
tahun sebelumnya.
97
Page 96
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Pendekatan Kami
Peternak dan Masyarakat dan
Karyawan
Pengembangan Petambak Lingkungan
Sumber Daya
Manusia
Di Japfa, kami meyakini bahwa kunci kesuksesan Japfa untuk beroperasi
secara berkelanjutan, sekaligus menjamin keterjangkauan dan aksesibilitas
pangan, terletak pada sumber daya manusia—baik karyawan, peternak dan
petambak, maupun masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem kami.
Karyawan 98
Mereka adalah aktor penggerak di balik setiap inisiatif yang kami jalankan,
Mengoptimalkan
Kemajuan dan peran mereka sangat penting untuk menjadi tonggak keberlanjutan
Digital untuk dan mendorong praktik-praktik yang akan memberikan manfaat jangka
100
Pengembangan
Sumber Daya panjang.
Manusia (SDM)
Menumbuhkan Japfa terus berkomitmen untuk berinvestasi dalam pengembangan
Budaya karyawan dan peternak mitra melalui pelatihan dan peningkatan
Keselamatan
dan Kesehatan 102 kapasitas. Kami membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan,
Kerja (K3) di teknologi, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mendorong inovasi
Lingkungan
Perusahaan dan menggunakannya secara efisien, serta menerapkan teknologi dalam
pekerjaan sehari-hari. Sebagai wujud dari komitmen ini, pelatihan karyawan
Menjaga
Lingkungan Kerja dan peternak mitra ditetapkan menjadi salah satu target keberlanjutan.
109
yang Inklusif dan
Beragam
Keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari pertumbuhan Perusahaan. Japfa
Merangkul dan
Tumbuh Bersama 113 percaya bahwa kesuksesan yang sebenarnya dapat tercapai jika masyarakat
Karyawan di sekitar turut tumbuh bersama. Melalui pendidikan, generasi penerus dan
Peternak dan pengembangan masyarakat, kami ingin menjadi agen perubahan yang
118
Petambak
membawa dampak positif bagi masyarakat mereka.
Masyarakat dan
121
Lingkungan
Pada akhirnya, fokus kepada karyawan, peternak, dan masyarakat bukan
Merawat Bumi
hanya tentang menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga memastikan
dan Memupuk 125
Kesejahteraan bahwa benih keberlanjutan yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi
Mendukung masa depan.
Pengembangan
dan Peningkatan 130
Prestasi Catur
Indonesia
Karyawan
Japfa Peduli 132
Japfa
Untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan, diperlukan keterlibatan
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan karyawan yang memiliki komitmen kuat dan keahlian yang memadai. Karena
Pasar Terjangkau
itu, Japfa terus berupaya menciptakan tempat kerja yang mendukung
pengembangan dan kesejahteraan setiap karyawan.
98
Page 97
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Pertemuan Tahunan HR di JTLC
99
Page 98
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Mengoptimalkan Kemajuan Digital untuk
Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)
Japfa memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk mengelola
Pengembangan pengembangan karyawan dengan lebih efisien. Dengan kemajuan teknologi,
Sumber Daya Perusahaan dapat dengan mudah menyediakan pelatihan yang lebih
Manusia fleksibel, terukur, dan mudah diakses oleh seluruh karyawan. Pengelolaan
pelatihan yang lebih efisien juga membantu meningkatkan keterampilan
karyawan sehingga pertumbuhan karyawan dapat sejalan dengan tujuan
jangka panjang Perusahaan.
Karyawan 98
Mengoptimalkan
Kemajuan
Digital untuk Journex
100
Pengembangan
Sumber Daya
Manusia (SDM) Untuk mengoptimalkan potensi karyawan, diperlukan platform
pembelajaran yang efisien agar karyawan dapat meningkatkan
Menumbuhkan
Budaya pengetahuan dan keterampilan dengan lebih mudah. Pada bulan
Keselamatan Maret tahun 2024, kami secara resmi meluncurkan Journex,
dan Kesehatan 102 Sistem Manajemen Pembelajaran (Learning Management System/
Kerja (K3) di
LMS) sebagai bentuk komitmen kami terhadap pengembangan
Lingkungan
Perusahaan dan pertumbuhan karyawan. Sistem ini dirancang untuk
mengintegrasikan dan menstandarisasi pelatihan yang dapat
Menjaga
Lingkungan Kerja dengan mudah diakses oleh karyawan.
109
yang Inklusif dan
Beragam Karyawan dapat mengakses materi pembelajaran dan modul
Merangkul dan pelatihan yang dirancang oleh tim pengembangan sumber daya
Tumbuh Bersama 113 manusia dari masing-masing departemen. Dengan demikian,
Karyawan
materi pelatihan dapat sesuai dengan kebutuhan dan lebih terarah.
Peternak dan
118
Petambak Journex juga berfungsi sebagai alat komprehensif untuk mengelola
Masyarakat dan dan memantau berbagai program pelatihan, termasuk pelatihan
121
Lingkungan di tempat kerja (on-the-job training), kursus eksternal, dan total
Merawat Bumi jam pelatihan sehingga memberikan gambaran lengkap tentang
dan Memupuk 125 perkembangan dan pembelajaran karyawan.
Kesejahteraan
Mendukung Di samping modul pelatihan kerja, Journex juga menjadi wadah
Pengembangan untuk mengembangkan soft skills dengan mengintegrasikan minat
dan Peningkatan 130
pribadi dan hobi ke dalam sistem. Hal ini memungkinkan karyawan
Prestasi Catur
Indonesia untuk mempelajari lebih dalam keterampilan pribadi yang mereka
minati sehingga mendorong keseimbangan antara pekerjaan dan
Japfa Peduli 132
kehidupan pribadi.
Japfa
Berpartisipasi Jumlah karyawan yang Jumlah jam pelatihan yang
133
dalam Gerakan sudah mengakses Journex diselesaikan di Journex pada
Pasar Terjangkau mencapai 4.936 orang tahun 2024 sebesar 183.819 jam
100
Page 99
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Japfa Mobile Leave Application
Japfa mengembangkan Mobile Leave Application untuk mempermudah proses pengajuan dan
persetujuan cuti bagi karyawan. Aplikasi ini memudahkan karyawan untuk mengajukan cuti
karena bisa diakses di mana pun dan kapan pun, sehingga pengelolaan cuti dapat dilakukan
dengan lebih efisien dan praktis.
Japfa Electronic Travel System (JETS)
dan Japfa Time Integrated System (JTIS)
Kami meningkatkan performa dari JETS dan JTIS, dua sistem internal untuk mengelola
administrasi perjalanan dinas dan kehadiran karyawan seperti jadwal kerja, presensi, dan waktu
lembur. Pada tahun 2024, kedua sistem ini telah kami terapkan di lebih banyak departemen
di Perusahaan.
Melalui digitalisasi ini, administrasi perjalanan bisnis dan catatan kehadiran karyawan menjadi
lebih akurat, terintegrasi dengan sistem finansial, dan mengurangi penggunaan kertas secara
signifikan.
Japfa Personnel Action Sheet (JPAS) System
JPAS merupakan aplikasi elektronik yang diterapkan oleh Perusahaan untuk menyederhanakan
dan mengakselerasi berbagai proses kepegawaian mulai dari pengajuan hingga validasi. Pada
tahun 2024, sistem ini secara bertahap terus diimplementasikan ke lebih banyak divisi.
101
Page 100
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Menumbuhkan Budaya Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3) di Lingkungan Perusahaan
[GRI 2-23, 403-1, 403-3, 403-4, 403-8, 403-9] [POJK F.1, F.21]
Pengembangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) senantiasa menjadi prioritas
Sumber Daya Perusahaan untuk melindungi karyawan serta semua individu yang
Manusia berada di lingkungan kerja dari berbagai risiko terkait pekerjaan. Kami
menerapkan berbagai sistem K3 untuk menciptakan budaya kerja yang
aman dan kondusif sehingga karyawan merasa aman dan nyaman. Dengan
fokus pada K3, Japfa memastikan keberlanjutan operasional yang selaras
dengan tanggung jawab hukum dan sosial.
Karyawan 98
Mengoptimalkan
Kemajuan Kebijakan Japfa terhadap Keselamatan
Digital untuk
100 dan Kesehatan Kerja (K3) [GRI 2-24, 403-1, 403-3, 403-4, 403-8]
Pengembangan
Sumber Daya Manajemen puncak Japfa Grup menunjukkan komitmennya dengan cara
Manusia (SDM)
mengidentifikasi dan menyetujui kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja,
Menumbuhkan
Budaya dan Lingkungan Hidup (K3LH). Selain kebijakan K3LH, komitmen manajemen
Keselamatan juga diwujudkan melalui Deklarasi K3LH yang ditandatangani oleh pemimpin
dan Kesehatan 102
Kerja (K3) di Perusahaan.
Lingkungan
Perusahaan
Menjaga
Lingkungan Kerja
109 Deklarasi K3LH
yang Inklusif dan
Beragam
Merangkul dan Japfa Grup menegaskan komitmennya terhadap Keselamatan,
Tumbuh Bersama 113 Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup melalui deklarasi
Karyawan resmi K3LH. Ditandatangani oleh HR management, deklarasi
Peternak dan ini menegaskan penerapan standar keselamatan dan
118
Petambak kepatuhan regulasi di seluruh operasional Perusahaan.
Masyarakat dan
121
Lingkungan
Merawat Bumi
dan Memupuk 125
Kesejahteraan
Kami juga menerapkan sanksi atas pelanggaran serius terkait K3. Sanksi yang
Mendukung
diberikan dapat berupa surat peringatan hingga pemutusan hubungan kerja,
Pengembangan
dan Peningkatan 130 dan tidak hanya dikenakan kepada karyawan yang bersangkutan, tetapi juga
Prestasi Catur
dapat diberlakukan terhadap pengawas hingga pimpinan unit terkait.
Indonesia
Japfa Peduli 132
1 Standar ISO 45001: 2018 tentang sistem manajemen keselamatan
Japfa dan kesehatan kerja. [GRI 2-23]
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan
Pasar Terjangkau 2
Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja/SMK3 (PP
50/2012) yang mengatur standar dan pedoman dalam penerapan
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja.
102
Page 101
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
3 Pengembangan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (Hazard Identification and Risk Assessment/
HIRA) yang terstandarisasi telah diterapkan sebagian unit. Standarisasi HIRA ini bertujuan untuk
memastikan keseragaman dalam pelaksanaan praktik penilaian dan pengendalian risiko.
4 Melakukan Health Risk Assessment di beberapa divisi sebagai tindak lanjut temuan audit SMK3.
Menyusun Rencana Kesiapsiagaan Penyakit untuk menghadapi berbagai risiko penyakit dan kesiapsiagaan
5
pada masa depan. [GRI 403-6, 403-7]
Melakukan Audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Untuk memastikan implementasi SMK3 berjalan dengan baik, Japfa secara rutin melakukan audit internal
maupun eksternal setiap tahunnya. Audit ini berfungsi untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan,
memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta meningkatkan praktik keselamatan dan lingkungan. Ruang
lingkup audit mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan K3, perencanaan K3, pelaksanaan prosedur
operasional sampai dengan pengendalian risiko bahaya listrik, paparan faktor kimia dan biologi, aspek
ergonomi serta pengendalian dari hasil pengukuran faktor fisika seperti kebisingan, pencahayaan, suhu, debu,
dan getaran. Pada tahun 2024, 19 unit usaha telah menjalani audit K3 internal.
Membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) [GRI 403-4]
P2K3 memiliki peran penting dalam pengawasan, manajemen, serta pelaksanaan keselamatan dan
kesehatan kerja. Japfa telah membentuk P2K3 di sebagian besar lokasi operasional. Pada tahun 2024,
sejumlah 4.182 karyawan Perusahaan menjadi anggota P2K3. Dibandingkan dengan tahun 2023, jumlah ini
meningkat sebesar 3%.
Health Talk Program untuk
menumbuhkan budaya K3
103
Page 102
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Pengembangan
Sumber Daya
Manusia
Karyawan 98
Mengoptimalkan Pelatihan pemadaman kebakaran di JTLC
Kemajuan
Digital untuk
100
Pengembangan
Sumber Daya
Manusia (SDM) Menanamkan Budaya K3
Menumbuhkan [GRI 2-24, 403-2, 403-5, 403-4]
Budaya
Keselamatan Japfa menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk membekali karyawan
dan Kesehatan 102
Kerja (K3) di dengan kemampuan dan keterampilan untuk mengelola risiko K3
Lingkungan dalam pekerjaan sehari-hari. Melalui kegiatan-kegiatan ini, Perusahaan
Perusahaan
memperkuat sistem K3 dan membangun budaya K3 di seluruh unit
Menjaga operasional.
Lingkungan Kerja
109
yang Inklusif dan
Beragam Pada tahun 2024, melalui berbagai divisi, Perusahaan melakukan kegiatan
Merangkul dan terkait K3 di antaranya meliputi:
Tumbuh Bersama 113
Karyawan
• Pelatihan Mengemudi dengan Aman
Peternak dan
118 Menyelenggarakan pelatihan mengemudi aman (safe driving) bekerja
Petambak
sama dengan pihak kepolisian lalu lintas setempat untuk meningkatkan
Masyarakat dan
121
Lingkungan kesadaran dan keterampilan berkendara yang aman bagi karyawan.
Merawat Bumi
dan Memupuk 125 • Pelatihan Penyegaran
Kesejahteraan
Menyelenggarakan pelatihan penyegaran untuk mengasah
Mendukung
pengetahuan dan keterampilan serta memastikan penerapan standar
Pengembangan
dan Peningkatan 130 K3 tetap terjaga dengan baik.
Prestasi Catur
Indonesia
• Pelatihan Khusus
Japfa Peduli 132
Mengadakan pelatihan khusus untuk unit operasional yang berisiko
Japfa
tinggi.
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan
Pasar Terjangkau
104
Page 103
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
• Process Safety Management (PSM)
Mengantisipasi dan menganalisis potensi kecelakaan yang terjadi untuk mencegah insiden terulang kembali
di mana salah satunya adalah penilaian kompetensi K3 operator di masing-masing bagian dari hulu sampai
hilir.
• Peringatan Bulan K3 Nasional
Health Talk: Bekerja sama dengan dokter perusahaan atau mitra kesehatan
Kompetisi K3: Mengadakan berbagai kompetisi terkait keselamatan untuk meningkatkan kesadaran.
Webinar K3: Webinar rutin terkait K3 dan lingkungan dengan menghadirkan ahli di bidang tersebut
sebagai upaya untuk membangun budaya K3, seperti di unit budidaya perairan, unit pakan ternak dan SBU
AHLE.
• Pelatihan wajib K3 untuk Sertifikasi
Untuk memenuhi sertifikasi seperti Best Aquaculture Practices (BAP), Aquaculture Stewardship Council
(ASC), Sedex Members Ethical Trade Audit (SMETA), SWA, dan SMK3, yang kemudian menjadi standar
kompetensi K3 bagi karyawan di divisi budidaya perairan. [GRI 2-23]
• Kampanye K3: Menyampaikan pesan dan komunikasi terkait peningkatan kesadaran dan budaya K3
• Pelatihan Dasar K3
• HIRADC (Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Penentuan Pengendalian)
• Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja berdasarkan PP 50/2012
• ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen K3)
• Audit Internal ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen K3)
• ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan)
• Audit Internal ISO 14001:2015 (Sistem Manajemen Lingkungan)
• Pelatihan Pemadam Kebakaran
• Pelatihan Evakuasi saat Gempa Bumi
• Pelatihan dan Penerapan 5S
105
Page 104
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Pendekatan Menyeluruh untuk Menjunjung
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Selain menerapkan sistem dan pelatihan, Japfa melindungi karyawan
melalui sejumlah program. Japfa secara serius memperkuat kesadaran
Pengembangan terhadap protokol keselamatan salah satunya melalui penerbitan
Sumber Daya memorandum yang mewajibkan semua karyawan untuk mematuhi standar
operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Memorandum ini menegaskan
Manusia bahwa pelanggaran terhadap SOP akan ditindak sesuai kebijakan
perusahaan, demi melindungi keselamatan individu maupun tim kerja.
Kami juga memprioritaskan langkah-langkah pencegahan melalui
pemeriksaan kesehatan rutin dan penyediaan alat pelindung diri (APD)
Karyawan 98 bagi semua karyawan, terutama mereka yang bekerja di lingkungan
Mengoptimalkan berisiko tinggi. Japfa juga secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan
Kemajuan fisik dan penilaian ergonomi bagi karyawan di kantor, guna memastikan
Digital untuk kesehatan karyawan tetap terjaga.
100
Pengembangan
Sumber Daya
Manusia (SDM) Selain itu, Japfa menjalankan kampanye intensif terkait kesadaran
keselamatan di seluruh unit operasional, yang mencakup forum dan
Menumbuhkan
Budaya seminar K3, pemasangan poster edukasi, penyelenggaraan lokakarya, serta
Keselamatan demonstrasi langsung di lapangan untuk memastikan pemahaman karyawan
dan Kesehatan 102
terhadap pentingnya protokol keselamatan. Inisiatif ini dirancang untuk
Kerja (K3) di
Lingkungan membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan, mengurangi
Perusahaan risiko kecelakaan, dan menjaga kinerja operasional yang optimal.
Menjaga
Lingkungan Kerja
109
yang Inklusif dan
Beragam Transparansi dan Pelaporan Kinerja K3
Merangkul dan
Japfa mendorong transparansi dalam penyampaian kinerja K3 Perusahaan
Tumbuh Bersama 113
Karyawan salah satunya dengan pemanfaatan JSRS. Setiap divisi secara perodik
melaporkan kinerja K3-nya melalui platform tersebut yang kemudian
Peternak dan
118 dianalisis melalui Sustainalitics guna mengidentifikasi langkah perbaikan
Petambak
yang diperlukan.
Masyarakat dan
121
Lingkungan
Merawat Bumi
dan Memupuk 125
Kesejahteraan Pada tahun 2024, Japfa mencapai kemajuan
signifikan melalui berbagai inisiatif Kesehatan dan
Mendukung
Pengembangan Keselamatan Kerja (K3). Melalui program pelatihan
dan Peningkatan 130 K3, penerapan sistem manajemen K3 yang lebih
Prestasi Catur baik, serta peningkatan pengawasan dan audit
Indonesia
internal, kami berhasil mencegah terjadinya insiden
Japfa Peduli 132 yang mengakibatkan kematian (zero fatality).
Japfa Selain itu, beberapa unit operasional kami juga
Berpartisipasi berhasil mendapatkan apresiasi Penghargaan
133
dalam Gerakan Kecelakaan Nihil baik dari pemerintah pusat
Pasar Terjangkau
maupun daerah.
106
Page 105
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Data Kecelakaan Kerja Karyawan [GRI 403-9]
2024 2023 2022
Jenis Kecelakaan
Jumlah Rate Jumlah Rate Jumlah Rate
Kecelakaan yang menimbulkan kematian
Fatal dalam jangka waktu 24 jam setelah 0 0,00 1 0,01 0 0.00
kecelakaan
Kecelakaan yang menimbulkan
kehilangan hari kerja dan diduga akan
Berat menimbulkan cacat jasmani dan atau 4 0,05 1 0,01 3 0,05
rohani yang akan mengganggu tugas
karyawannya
Kecelakaan yang menimbulkan
kehilangan hari kerja dan diduga tidak
Sedang akan menimbulkan cacat jasmani dan 191 2,53 137 1,83 96 1,55
atau rohani yang akan mengganggu
tugas karyawannya
Kecelakaan yang tidak menimbulkan
Ringan 242 3,21 102 1,36 31 0,50
kehilangan hari kerja
Total 437 5,79 241 3,21 130 2.10
Data Kecelakaan Kerja yang Bukan Karyawan
2024 2023 2022
Jenis Kecelakaan
Jumlah Rate Jumlah Rate Jumlah Rate
Kecelakaan yang menimbulkan kematian
Fatal dalam jangka waktu 24 jam setelah 0 0,00 0 0,00 0 0,00
kecelakaan
Kecelakaan yang menimbulkan
kehilangan hari kerja dan diduga akan
Berat menimbulkan cacat jasmani dan atau 0 0,00 0 0,00 0 0,00
rohani yang akan mengganggu tugas
karyawannya
Kecelakaan yang menimbulkan
kehilangan hari kerja dan diduga tidak
Sedang akan menimbulkan cacat jasmani dan 40 0,53 7 0,09 2 0,03
atau rohani yang akan mengganggu
tugas karyawannya
Kecelakaan yang tidak menimbulkan
Ringan 11 0,15 5 0,07 0 0,00
kehilangan hari kerja
Total 51 0,68 12 0,16 2 0,03
Tentang data kami
[1.] Rate kecelakaan dihitung berdasarkan 1.000.000 jam kerja.
[2.] Kami melakukan penyajian kembali data 2022-2023 dengan kategorisasi ulang jenis kecelakaan sesuai dengan
definisi kecelakaan kerja berdasarkan peraturan yang berlaku dan GRI Standards. [GRI 2-4]
[3.] Tren kecelakaan jenis ringan, sedang, dan berat menunjukkan kenaikan, didominasi oleh kecelakaan jenis ringan dan
sedang.
[4.] Pada tahun 2024, mayoritas kecelakaan kerja ringan diakibatkan oleh tindakan tidak aman, dengan 86.2% disebabkan
oleh luka ringan karena mesin cut up atau pisau.
[5.] Semua kecelakaan kerja yang terjadi ditindaklanjuti dan menjadi evaluasi untuk mencegah kecelakaan serupa
di kemudian hari. Kami selalu berupaya untuk menanamkan budaya K3 dan mematuhi setiap peraturan K3 yang
berlaku.
[6.] Pekerja yang bukan Karyawan adalah mereka yang melakukan pekerjaan untuk organisasi tetapi tidak memiliki
hubungan kerja langsung dengan Perusahaan (di antaranya kontraktor).
107
Page 106
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Mendorong Olahraga Rutin [GRI 403-6]
Pada tahun 2024, Japfa fokus pada berbagai kegiatan olahraga di seluruh
operasional sehingga program-program olahraga yang ada menjadi lebih
terarah. Karyawan didukung baik dari aspek finansial maupun fasilitas
Pengembangan untuk berolahraga secara rutin yang menyehatkan. Program tersebut di
Sumber Daya antaranya adalah sepak bola, bola basket, tenis meja, bulu tangkis, lari,
Manusia dan senam.
Japfa juga memberikan insentif bagi karyawan yang mengikuti kompetisi
baik di tingkat lokal maupun internasional. Hal ini akan memperkuat
semangat kebersamaan dan kebanggaan di lingkungan kerja.
Karyawan 98
Mengoptimalkan
Kemajuan
Digital untuk
100
Pengembangan
Sumber Daya Perjalanan Karir dan Dukungan untuk Karyawan
Manusia (SDM)
Susanto Megaranto tidak pernah menyangka
Menumbuhkan
Budaya bahwa hobinya bermain catur akan membawa
Keselamatan perjalanan karir di Japfa. Bergabung dengan Japfa
dan Kesehatan 102 Chess Club pada tahun 2002 sebagai anggota
Kerja (K3) di
Lingkungan Dream Team Catur Indonesia, Susanto mendapatkan pelatihan
Perusahaan intensif yang membuka jalan baginya untuk bertanding melawan
Menjaga pemain kelas dunia.
Lingkungan Kerja
109
yang Inklusif dan Bagi Susanto, Japfa tidak hanya sekadar tempat kerja, tetapi juga
Beragam
partner untuk mengembangkan diri. Ia mendapatkan berbagai
Merangkul dan pelatihan dan kejuaraan tingkat nasional maupun internasional
Tumbuh Bersama 113
yang bergengsi. "Karena saya merupakan pecatur, maka
Karyawan
Japfa memberikan dukungan pendanaan maupun mengikuti
Peternak dan pertandingan.” Ia mengingat bagaimana ia didukung untuk berlatih
118
Petambak
selama tiga bulan di Eropa sebagai bagian dari persiapannya
Masyarakat dan menghadapi pertandingan.
121
Lingkungan
Merawat Bumi Tidak hanya itu, ia juga diberikan kesempatan untuk mengambil
dan Memupuk 125 tanggung jawab baru, seperti menjadi Advisor untuk pengembangan
Kesejahteraan
kurikulum catur—peran yang memperkuat kontribusinya tidak hanya
Mendukung sebagai pemain, tetapi juga mentor bagi generasi mendatang.
Pengembangan
dan Peningkatan 130
Prestasi Catur Susanto merasa bahwa Perusahaan benar-benar memperhatikan
Indonesia pertumbuhan setiap individu. Selain itu, fleksibilitas kerja yang
Japfa Peduli 132 ditawarkan Japfa memungkinkannya untuk tetap menyeimbangkan
pekerjaan dan hobinya bermain catur. "Japfa memberikan
Japfa
Berpartisipasi keleluasaan bagi saya untuk mengatur waktu, sehingga saya dapat
133
dalam Gerakan fokus pada pertandingan saat diperlukan," ujarnya.
Pasar Terjangkau
108
Page 107
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Menjaga Kesehatan Mental Karyawan [GRI 403-6]
Japfa juga memperhatikan kesehatan mental karyawan melalui berbagai inisiatif yang diterapkan di tingkat
korporat maupun di berbagai divisi.
Pada tahun 2024, kami mengadakan lokakarya "Trauma Releasing Exercise (TRE) and Forces Mindfulness".
Lokakarya ini masih merupakan program uji coba dan baru dilakukan untuk karyawan di kantor pusat. Adapun
tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesehatan mental para karyawan melalui emotional
release sesuai kebutuhan individu dan kemampuan untuk mengatur keseimbangan dalam pekerjaan serta
kematangan kepemimpinan.
Menjaga Lingkungan Kerja yang Inklusif dan Beragam
[GRI 401-1, 401-2, 401-3, 404-1] [GRI 405-1, 405-2, 408-1, 409-1] [POJK F.18, F.19, F.20, F.21]
Japfa memahami bahwa lingkungan kerja yang inklusif dan beragam adalah elemen penting dalam mendukung
ketahanan pangan. Dengan memberikan peluang setara bagi setiap individu untuk berkontribusi, Japfa
dapat memanfaatkan kompetensi, inovasi, kreativitas, serta perspektif dan ide baru dari tenaga kerja yang
beragam. Lingkungan kerja yang inklusif meningkatkan kolaborasi dan produktivitas, sehingga mendukung
misi perusahaan dalam berkontribusi pada ketahanan pangan. Japfa mendorong partisipasi aktif semua
pihak melalui strategi dan kebijakan yang memastikan setiap individu dihormati dan diperlakukan setara.
Komitmen kami tercermin dalam Japfa Diversity Policy yang mendorong terciptanya lingkungan kerja
yang adil dan inklusif bagi semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, usia, agama, atau faktor lainnya.
[GRI 2-23]
Gaji dan Tunjangan yang Setara [GRI 202-1, 405-1, 405-2, 2-30]
Kami memberikan gaji kepada seluruh karyawan berdasarkan kinerja, pengalaman, dan kualifikasi, tanpa
membedakan gender, ras, suku, atau agama. Pada tahun 2024, gaji terendah yang kami bayarkan 149% di
atas rata-rata upah minimum provinsi.
Persentase Remunerasi di Tingkat Tahun Laki-laki Perempuan Kombinasi
Kepegawaian Paling Rendah terhadap
Rata-Rata UMP [POJK F.20, GRI 202-1] 2024 150% 145% 149%
2023 149% 143% 149%
Tentang data kami:
Rata-rata Total Gaji (Level Operator, Karyawan Tetap)
2022 151% 146% 150%
Rata-rata UMP
Kami tidak hanya memberikan gaji yang adil kepada karyawan, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas
dan tunjangan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Beberapa di antaranya mencakup cuti melahirkan,
layanan kesehatan, bantuan karyawan dan keluarga, dan manfaat tambahan lainnya.
109
Page 108
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Tunjangan [GRI 401-2, 401-3, 403-3, 403-6, 403-8]
Tunjangan Karyawan Kontrak Karyawan Tetap
BPJS Ketenagakerjaan/
Ada Ada
Pengembangan Sosial
Program Kesehatan
Sumber Daya Kerja (JKK)
Ada Ada
Manusia Program Kematian
(JKM)
Ada Ada
Program Hari Tua (JHT) Ada Ada
Pension Security Ada Ada
BPJS Kesehatan dan BPJS Kesehatan dan
Karyawan 98 medical coverage dari medical coverage dari
Japfa dengan batas Japfa dengan batas
Mengoptimalkan Layanan Kesehatan tertentu. BPJS Kesehatan tertentu. BPJS Kesehatan
Kemajuan dan in-house medical dan in-house medical
Digital untuk coverage Japfa dengan coverage Japfa dengan
100 batas tertentu batas tertentu
Pengembangan
Sumber Daya Cuti 3 bulan untuk Cuti 3 bulan untuk
Manusia (SDM) perempuan melahirkan perempuan melahirkan
dan 2 hari untuk laki- dan 2 hari untuk laki-
Menumbuhkan laki mendampingi istri laki mendampingi istri
Budaya Cuti Melahirkan dan/ melahirkan. melahirkan.
Keselamatan atau Gugur Kandungan
dan Kesehatan 102 Cuti 1,5 bulan untuk Cuti 1,5 bulan untuk
karyawan perempuan karyawan perempuan
Kerja (K3) di
yang mengalami yang mengalami
Lingkungan keguguran. keguguran.
Perusahaan
Tunjangan lainnya (di
Menjaga antaranya tunjangan Hari
Lingkungan Kerja Raya, bantuan makan, Ada Ada
109
yang Inklusif dan transportasi, persalinan,
Beragam dll)
Merangkul dan Ada uang kompensasi
Paket Pensiun/Pesangon yang diberikan pada Ada
Tumbuh Bersama 113
akhir masa kontrak
Karyawan
Cuti dengan Upah
Peternak dan Penuh pada Waktu
118
Petambak Tertentu (full paid leave)
termasuk cuti tahunan,
Masyarakat dan Tidak Ada
121 cuti melahirkan, cuti
Lingkungan sakit, hari duka, acara
keluarga, cuti baptisan
Merawat Bumi atau sunatan anak, dll)
dan Memupuk 125
Kesejahteraan
Mendukung
Pengembangan
Tempat Kerja yang Adil dan Inklusif
dan Peningkatan 130
Prestasi Catur
Japfa menerapkan Japfa Diversity Policy untuk memastikan bahwa proses-
Indonesia
proses yang menyangkut ketenagakerjaan berfokus pada kompetensi di semua
Japfa Peduli 132
divisi. Sebagai contoh, dalam proses rekrutmen kami tidak menyertakan kriteria
Japfa
yang terkait dengan SARA, sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan semua orang, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami melarang praktik
Pasar Terjangkau
kerja anak, kerja paksa, dan pelanggaran hak asasi manusia sesuai peraturan
ketenagakerjaan yang berlaku. [GRI 2-23, 408-1, 409-1] [POJK F.19]
110
Page 109
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Meskipun Japfa tidak memiliki serikat pekerja, Perusahaan tidak membatasi karyawan untuk bergabung
dengan serikat, asosiasi, atau himpunan apapun, sebagai bagian dari kebebasan mereka dalam berorganisasi.
[GRI 2-30, 407-1]
Kesetaraan Gender di Japfa
Perusahaan memberikan kesempatan yang sama kepada semua karyawannya tanpa memandang gender.
Kami mendukung pertumbuhan profesional setiap karyawan dengan memastikan mereka mendapatkan
akses yang adil terhadap pelatihan, pengembangan karir, program peningkatan keterampilan hingga peluang
kepemimpinan.
Dukungan kepada Karyawan Disabilitas
Hingga akhir tahun 2024, Japfa mempekerjakan 67 orang dengan disabilitas (terdiri dari karyawan dan
outsourcing) di berbagai unit Perusahaan yang menunjukkan komitmen kami dalam menciptakan lingkungan
kerja yang inklusif dan setara bagi semua orang.
Keberagaman Usia Manajemen dan Karyawan [GRI 405-1]
Usia
Employees
< 30 Tahun 30-50 Tahun > 50 Tahun Total
11 734 466 1.211
Manajemen Menengah ke Atas Pria
85% 82% 81% 82%
2 157 109 268
Manajemen Menengah ke Atas Wanita
15% 18% 19% 18%
2024
6.905 16.194 2.283 25.382
Operator & Manajemen Junior Pria
83% 89% 89% 87%
1.416 2.021 277 3.714
Operator & Manajemen Junior Wanita
17% 11% 11% 13%
9 714 448 1.171
Manajemen Menengah ke Atas Pria
75% 83% 80% 82%
3 142 112 257
Manajemen Menengah ke Atas Wanita
25% 17% 20% 18%
2023
7.183 15.911 2.190 25.284
Operator & Manajemen Junior Pria
83% 89% 89% 87%
1.435 1.958 267 3.660
Operator & Manajemen Junior Wanita
17% 11% 11% 13%
8 721 462 1.191
Manajemen Menengah ke Atas Pria
100% 83% 81% 83%
0 144 108 252
Manajemen Menengah ke Atas Wanita
0% 17% 19% 17%
2022
8.028 15.738 2.108 25.874
Operator & Manajemen Junior Pria
85% 89% 91% 88%
1.449 2.013 216 3.678
Operator & Manajemen Junior Wanita
15% 11% 9% 12%
Pada tahun 2024, 85% dari
karyawan kami terdiri dari
Pada tahun 2024, tidak terdapat kasus
masyarakat lokal di mana
pelanggaran hak asasi manusia di seluruh
operasional kami berada.
[GRI 202-2] [POJK B.1]
operasional Perusahaan.
111
Page 110
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Pengembangan
Sumber Daya
Manusia
Karyawan 98
Mengoptimalkan
Kemajuan
Digital untuk
100
Pengembangan
Sumber Daya Rekrutmen dan Turnover Karyawan [GRI 401-1]
Manusia (SDM)
Menumbuhkan
Budaya Berdasarkan Kelompok Usia
Keselamatan
dan Kesehatan 102
< 30 tahun 30-50 tahun > 50 tahun
Kerja (K3) di
Lingkungan Recruited
2024 2.225 1.609 81
Perusahaan 7% 5% 0%
Menjaga Turnover 714 854 415
Lingkungan Kerja 2% 3% 1%
109
yang Inklusif dan 2023 Recruited 1.857 1.134 70
Beragam 6% 4% 0%
Turnover 789 936 411
Merangkul dan
3% 3% 1%
Tumbuh Bersama 113
Karyawan 2022 Recruited 2.598 1.431 69
9% 5% 0%
Peternak dan Turnover
118 863 961 355
Petambak 3% 3% 1%
Masyarakat dan
121
Lingkungan
Merawat Bumi Berdasarkan Jenis Kelamin
dan Memupuk 125
Kesejahteraan
Pria Wanita
Mendukung
Pengembangan 2024 Recruited 3.439 476
dan Peningkatan 130 12% 2%
Prestasi Catur Turnover 1.661 322
Indonesia 6% 1%
2023 Recruited 2.605 456
Japfa Peduli 132
8% 1%
Japfa Turnover 1.768 368
Berpartisipasi 6% 1%
133
dalam Gerakan 2022 Recruited 3.568 530
Pasar Terjangkau 11% 2%
Turnover 1.827 352
5% 1%
112
Page 111
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Berdasarkan Wilayah Kerja
Unit-Unit
Poultry Comm. Poultry Aqua- Customer SBU HO
Feed Usaha CSS HO
Breeding Poultry Processing culture Food AHLE Downstream
Strategis
2024 Recruited 132 2.171 102 273 134 676 125 235 54 13
0% 7% 0% 1% 0% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 218 501 141 158 158 479 73 215 36 4
1% 2% 0% 1% 1% 2% 0% 1% 0% 0%
2023 Recruited 109 1.486 50 175 118 587 105 396 33 2
0% 5% 0% 1% 0% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 183 598 121 249 141 374 84 365 18 3
1% 2% 0% 1% 0% 1% 0% 1% 0% 0%
2022 Recruited 148 2.019 66 518 338 586 111 273 34 5
0% 7% 0% 2% 1% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 235 633 159 239 236 356 109 175 35 2
1% 2% 1% 1% 1% 1% 0% 1% 0% 0%
Merangkul dan Tumbuh Bersama Karyawan
[GRI 2-30, 404-2] [POJK F.22]
Pertemuan Tahunan HR Japfa 2024
Pengembangan diri dan kompetisi yang sehat antarkaryawan menjadi salah satu strategi Perusahaan
dalam mendorong kemajuan individu dan Perusahaan. Budaya untuk mengembangkan diri baik dari aspek
pengetahuan maupun keterampilan akan menciptakan inovasi-inovasi, memberi manfaat kesehatan fisik
dan mental, sekaligus mempererat keterlibatan karyawan di Perusahaan.
Di Japfa, kami menetapkan target keberlanjutan yang mencakup target sosial untuk karyawan dengan rata-
rata 16 jam pelatihan per orang per tahun pada tahun 2030. Target ini dirancang untuk meningkatkan
kompetensi profesional sekaligus memastikan setiap individu dapat terus berkembang di Perusahaan.
113
Page 112
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Kami juga memberikan penghargaan kepada karyawan-karyawan yang
menunjukkan kontribusi signifikan dan etos kerja yang sejalan dengan
nilai-nilai Perusahaan.
Pengembangan Membangun Kebersamaan Bersama Karyawan
Sumber Daya Keterlibatan karyawan merupakan fondasi penting bagi kemajuan
Manusia Perusahaan. Dengan memastikan setiap karyawan merasa dihargai dan
memiliki ruang untuk berkembang, perusahaan tidak hanya meningkatkan
produktivitas, tetapi juga membangun rasa memiliki dan komitmen bersama.
Saluran Komunikasi yang Transparan
Karyawan 98
Lingkungan kerja dengan kultur komunikasi yang transparan akan
Mengoptimalkan
menciptakan suasana yang nyaman. Karyawan tidak hanya akan terlibat aktif
Kemajuan
Digital untuk dan merasa didengar, tetapi juga mendorong dialog yang lebih produktif
100
Pengembangan sekaligus memperkuat ikatan di dalam perusahaan. Beberapa inisiatif
Sumber Daya
tersebut meliputi, Japfa Conversation, Forum Komunikasi (FORKOM) dan
Manusia (SDM)
Town Hall Meeting.
Menumbuhkan
Budaya NgoPi (Ngobrol Pagi) dan STP Radio #SAFESPACE
Keselamatan
dan Kesehatan 102 NgoPi adalah acara podcast bulanan yang diadakan setiap akhir bulan di
Kerja (K3) di
Lingkungan unit budidaya perairan. Dengan format diskusi santai, program ini bertujuan
Perusahaan memperluas wawasan karyawan melalui berbagai topik menarik, mulai dari
Menjaga isu pekerjaan hingga keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Acara ini
Lingkungan Kerja telah menerima tanggapan positif sebagai ruang untuk relaksasi sekaligus
109
yang Inklusif dan
Beragam meningkatkan keterlibatan karyawan dalam suasana yang lebih informal.
Merangkul dan
Tumbuh Bersama 113 Sementara itu, STP Radio berfungsi sebagai saluran interaktif di mana
Karyawan
karyawan dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan, sekaligus
Peternak dan tantangan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari secara anonim.
118
Petambak
Pada tahun 2024, jangkauan STP Radio telah diperluas sehingga dapat
Masyarakat dan
121 diakses melalui perangkat mobile dan workstation yang menjangkau lebih
Lingkungan
banyak karyawan di lapangan. Umpan balik yang diperoleh melalui STP
Merawat Bumi
dan Memupuk 125 Radio dimanfaatkan untuk memperbaiki kebijakan dan menangani isu-isu
Kesejahteraan yang menjadi perhatian karyawan, menciptakan lingkungan kerja yang
Mendukung lebih mendukung.
Pengembangan
dan Peningkatan 130
Prestasi Catur Publikasi Japfa
Indonesia
Publikasi internal memainkan peran penting dalam menciptakan komunikasi
Japfa Peduli 132
yang transparan dan efektif antara perusahaan dan karyawan. Publikasi ini
Japfa
tidak hanya membantu menyebarkan informasi yang konsisten, tetapi juga
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan memberikan akses kepada seluruh karyawan untuk mendapatkan informasi
Pasar Terjangkau
terbaru mengenai perkembangan perusahaan, kebijakan, dan pencapaian
penting. Di Japfa, kami memiliki berbagai publikasi baik di tingkat divisi
maupun nasional seperti:
114
Page 113
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Japfa Newsletter dan Majalah Berkat
Buletin internal yang diterbitkan setiap dua bulan yang menyediakan berita dan informasi penting bagi
karyawan.
WATER (Warta Aquaculture Terkini) dari Operasional Budidaya Perairan
Diterbitkan setiap empat bulan sekali yang dapat dibaca oleh karyawan maupun petambak.
Japfa Link
Platform digital yang memfasilitasi komunikasi dan berbagi informasi antarkaryawan, di mana di dalamnya
juga terdapat publikasi-publikasi dari seluruh Japfa Grup.
Kompetisi dan Penghargaan Karyawan
Japfa menyelenggarakan berbagai kompetisi inovasi internal yang bertujuan untuk menjaring ide-ide segar
dan kreatif dari karyawan yang dapat memberikan dampak positif bagi Perusahaan. Program ini dirancang
untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, efisiensi, serta mendorong terobosan baru yang relevan dengan
kebutuhan bisnis. Kompetisi ini melibatkan karyawan dari berbagai divisi dengan fokus pada inovasi,
keberlanjutan, dan nilai-nilai perusahaan. Sebagai contoh, di divisi budidaya perairan, kami memberikan
Aquaculture Awards dengan berbagai kategori seperti Best Unit, Best Sales, Best Safety, dan Living Our
Values (LoV) Award.
Mendukung Kesejahteraan Karyawan melalui Koperasi dan Kegiatan Spiritual
Japfa juga mendukung kesejahteraan karyawan melalui berbagai inisiatif lainnya, seperti Koperasi Karyawan
Japfa yang menyediakan layanan simpan pinjam, minimarket, serta pengelolaan kesehatan untuk membantu
kebutuhan finansial dan kesejahteraan sehari-hari karyawan. Selain itu, Japfa juga mendorong kegiatan spiritual
melalui Kelompok Doa Keagamaan yang rutin diadakan di berbagai unit perusahaan. Kegiatan ini memberikan
ruang bagi karyawan untuk menjalankan kegiatan keagamaan mereka dengan dukungan penuh dari Perusahaan.
Memfasilitasi Pembelajaran yang Berkesinambungan [GRI 404-2]
Pengembangan kompetensi yang terstruktur adalah fondasi penting untuk memastikan konsistensi dan
kualitas belajar untuk karyawan. Japfa meningkatkan keterampilan dan kapabilitas karyawan di seluruh tingkat
manajemen dengan program yang terstruktur sehingga mereka dapat lebih siap menghadapi tantangan masa
depan serta mendukung kemajuan Perusahaan.
Rerata Jam Pelatihan per Karyawan per Tahun [GRI 404-1]
Kategori Karyawan 2024 2023 2022
Laki-Laki 38 15 13
Manajemen Menengah ke Atas Perempuan 32 14 17
Rata-rata 37 15 14
Laki-Laki 8 6 2
Operator & Manajemen Junior Perempuan 16 15 6
Rata-rata 9 7 3
115
Page 114
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Pelatihan Pengembangan Korporat
Japfa menyelenggarakan program pelatihan berjenjang yang meliputi
Foundation Programme (FP), Middle Management Programme (MMP), dan
Senior Management Programme (SMP). Setiap program dirancang dengan
Pengembangan modul pelatihan yang disesuaikan untuk setiap tingkat manajemen. FP
Sumber Daya dirancang untuk membekali manajer junior dengan berbagai keterampilan,
Manusia seperti pemahaman tentang perusahaan, dasar-dasar sikap mental bagi
karyawan Japfa, pengembangan diri, kepemimpinan, manajemen tim,
penyelesaian masalah, serta pengelolaan waktu. MMP fokus pada topik-
topik seperti manajemen pemasaran, sumber daya manusia, operasional,
proyek, dan keuangan. Sementara itu, SMP berfokus pada kepemimpinan
Karyawan 98 di era pasca-pandemi serta menciptakan budaya tim yang berkualitas
Mengoptimalkan tinggi dan inklusif. Pelatihan-pelatihan ini disampaikan melalui berbagai
Kemajuan
metode, seperti webinar dan lokakarya interaktif.
Digital untuk
100
Pengembangan
Sumber Daya
Manusia (SDM) Program Onboarding
Menumbuhkan
Budaya Program Onboarding ditujukan untuk karyawan baru. Program ini menekankan
Keselamatan pemahaman terhadap nilai-nilai Perusahaan, gambaran umum, kebijakan yang
dan Kesehatan 102
Kerja (K3) di berlaku, serta deskripsi pekerjaan yang jelas. Mereka juga diperkenalkan dengan
Lingkungan departemen terkait dan pihak-pihak yang akan berkolaborasi, sehingga dapat
Perusahaan
lebih cepat beradaptasi dengan budaya kerja di Japfa.
Menjaga
Lingkungan Kerja
109
yang Inklusif dan
Program Pra-Pensiun
Beragam
Merangkul dan Bagi karyawan yang memasuki masa menjelang pensiun, Japfa memberikan
Tumbuh Bersama 113
perhatian khusus untuk mempersiapkan transisi ke masa pensiun dengan
Karyawan
panduan finansial, bisnis, kesehatan, dan kegiatan pasca-pensiun. Kami
Peternak dan
118 mengadakan konferensi pra-pensiun yang melibatkan 200 peserta dan
Petambak
berfokus pada karyawan yang akan pensiun dalam waktu 1-2 tahun ke depan.
Masyarakat dan
121
Lingkungan
Merawat Bumi
dan Memupuk 125
Pelatihan Keterampilan Bisnis
Kesejahteraan
Japfa juga menyediakan pelatihan keterampilan bisnis untuk meningkatkan
Mendukung
keterampilan operasional, manajemen, dan kolaborasi. Program keterampilan
Pengembangan
dan Peningkatan 130 bisnis ini mencakup berbagai jenis pelatihan, termasuk komunikasi,
Prestasi Catur
kepemimpinan, pengembangan pribadi, kerja sama tim, serta pelatihan
Indonesia
terkait Quality, Safety, Environment (QSE). Selain itu, tersedia juga pelatihan
Japfa Peduli 132
vokasional seperti pengendalian hama dan manajemen peternakan.
Japfa
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan Pada tahun 2024, kami melakukan evaluasi terhadap kinerja dan
Pasar Terjangkau
pengembangan karir secara reguler untuk 100% karyawan pada level
manajemen menengah ke atas dan 26% untuk operator dan manajemen
junior. [GRI 404-3]
116
Page 115
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Japfa The Learning Center (JTLC)
Program-program pelatihan ini didukung penuh oleh JTLC, yang memainkan peran penting dalam
memastikan bahwa karyawan dapat terus mengembangkan keterampilan mereka dengan pendekatan
yang berkelanjutan. JTLC menyediakan infrastruktur dan platform digital yang memungkinkan pelatihan
terstruktur serta kesempatan bagi karyawan untuk berbagi pengetahuan dan mengembangkan
potensi mereka secara maksimal.
Dengan berbagai program ini, Japfa terus berkomitmen untuk memfasilitasi pembelajaran seumur
hidup bagi karyawan, memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang
dan berkontribusi secara maksimal bagi kesuksesan perusahaan.
Seiring dengan perkembangan Japfa sebagai perusahaan yang terus bertumbuh, JTLC telah
memperluas program akademik dan pengayaannya untuk mencakup topik yang lebih luas seperti
tujuan keberlanjutan Japfa dan penerapan praktik ramah lingkungan dalam peran pekerjaan sehari-
hari, digitalisasi, maupun kepemimpinan. [POJK E.2]
Sebagai pusat kolaborasi lintas regional, JTLC kini menjadi hub untuk program pelatihan lintas negara,
yang menghubungkan karyawan dari berbagai negara untuk belajar bersama secara kolaboratif.
Inisiatif ini tidak hanya memberikan perspektif global kepada para peserta, tetapi juga memperkuat
kolaborasi lintas batas dan upaya team-building di seluruh Japfa.
JTLC juga terus berkomitmen pada pengembangan karyawan dengan pendekatan holistik,
termasuk program kesejahteraan yang berfokus pada kesehatan mental, keseimbangan kehidupan
kerja, dan kesehatan fisik. Fasilitas kebugaran dan rekreasi telah diperbarui untuk mendorong
partisipasi karyawan dalam kegiatan olahraga dan kebugaran selama sesi pelatihan mereka.
Dengan inisiatif-inisiatif ini, JTLC terus menjadi penggerak utama dalam membentuk tenaga kerja
yang sehat dan seimbang.
117
Page 116
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Peternak dan Petambak
[GRI 2-6, 203-1, 203-2] [POJK B.3, F.23, F.25]
Peternak dan petambak memainkan peran penting dalam ketahanan
pangan dengan menyediakan sumber protein hewani, seperti daging
Pengembangan ayam, telur, ikan, dan udang. Menyadari kontribusi penting mereka, kami
Sumber Daya berkomitmen untuk mendukung mitra kami melalui program yang dapat
Manusia mengasah keterampilan dan beradaptasi dengan tantangan masa depan.
Karyawan 98
Mengoptimalkan
Kemajuan
Digital untuk
100
Pengembangan
Sumber Daya
Manusia (SDM)
Menumbuhkan
Budaya
Keselamatan
dan Kesehatan 102
Kerja (K3) di
Lingkungan
Perusahaan
Menjaga
Lingkungan Kerja
109 Peternak mitra Japfa
yang Inklusif dan
Beragam
Merangkul dan
Tumbuh Bersama 113 Peternak
Karyawan
Japfa menjalin kemitraan dengan lebih dari 9.000 peternak untuk
Peternak dan
118 mendukung produksi protein hewani secara berkelanjutan. Dengan fokus
Petambak
Japfa pada tahun 2024 untuk memperkuat hilirisasi dalam peternakan
Masyarakat dan
121
Lingkungan unggas, kini pendidikan bagi peternak menjadi kian penting, supaya hasil
Merawat Bumi produksi akhir semakin optimal.
dan Memupuk 125
Kesejahteraan
Kemitraan ini tidak hanya terbatas pada penyediaan sumber daya,
Mendukung
tetapi juga berfokus pada peningkatan keterampilan peternak, tetapi
Pengembangan
dan Peningkatan 130 juga berbagi pengetahuan dan praktik peternakan terbaik. Melalui
Prestasi Catur
peningkatan pengetahuan tentang nutrisi, manajemen kesehatan unggas,
Indonesia
dan penerapan teknologi modern, para peternak dapat meningkatkan
Japfa Peduli 132
produktivitas dan kualitas hasil ternak mereka. [GRI 203-2, 413-1]
Japfa
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan Sarana produksi yang kami sediakan meliputi DOC, pakan, obat-obatan,
Pasar Terjangkau
serta memberikan pendampingan teknis kepada para peternak mitra.
Pendampingan ini dilakukan secara berkala, di mana setiap siklus produksi,
118
Page 117
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
tim kami berkorespondensi minimal 2 kali dalam seminggu untuk melakukan sesi sharing, mendengarkan keluhan
yang dihadapi oleh peternak, sekaligus memberikan solusi yang tepat.
Selain pendampingan di lokasi, kami juga mengundang para peternak mitra untuk mengunjungi fasilitas
peternakan kami, sehingga mereka dapat melihat langsung praktik terbaik yang dapat diterapkan untuk
meningkatkan produktivitas ternak mereka. Kami juga memberikan dukungan berupa surat rekomendasi untuk
membantu peternak mendapatkan tambahan modal dari lembaga perbankan guna memperluas usaha mereka.
Setiap sesi pendampingan teknis ini dicatat melalui aplikasi Ciomas Commercial Farm (CCF) Recording, yang
memungkinkan Japfa memantau secara terperinci kunjungan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Pencatatan
melalui aplikasi ini juga membantu kami memastikan bahwa pelatihan yang diberikan berdampak nyata pada
peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak mitra. Aplikasi ini terus diperbarui secara berkala dengan
dukungan dari Tim IT Japfa untuk memastikan kelancaran dan efektivitas pemantauan.
Petambak
Japfa secara proaktif terus berinovasi dengan meluncurkan berbagai inisiatif untuk memajukan industri
budidaya perairan. Melalui komitmen yang kuat terhadap pendidikan dan kolaborasi di Japfa Aquaculture,
Japfa berdedikasi untuk memperbaiki kualitas hidup para petambak ikan dan udang serta meningkatkan
ketahanan pangan.
Melalui Aquaculture Technology and Development (ATD), kami juga terus melakukan riset, di antaranya
pengembangan teknologi, dan produksi peralatan budidaya, seperti aerator, dan perencanaan spasial
berbasis Geographic Information System (GIS) untuk menilai kelayakan lokasi budidaya ikan dan udang.
Petambak ikan pelanggan STP
119
Page 118
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Pada tahun 2024, ATD berhasil mengembangkan teknologi disinfeksi
UV (UVD), sebuah inovasi untuk menciptakan solusi budidaya perairan
yang lebih efisien dan berkelanjutan. Perangkat UVD ini dirancang untuk
mendisinfeksi air dalam budidaya ikan dan udang menggunakan sinar
Pengembangan ultraviolet (UV), yang efektif mengeliminasi patogen tanpa risiko yang
ditimbulkan oleh penggunaan klorin terhadap ekosistem sekitar.
Sumber Daya
Manusia Teknologi ini tidak hanya memberikan manfaat besar bagi operasional
Perusahaan, tetapi juga bagi para petambak. UVD membantu petambak
mengendalikan patogen secara lebih efisien, mendukung keberlanjutan
operasional, dan mengelola penggunaan air.
Karyawan 98
Inisiatif ini mencerminkan komitmen Japfa Aquaculture terhadap
Mengoptimalkan
Kemajuan inovasi yang purposeful, responsible, dan relentless untuk memberikan
Digital untuk solusi menyeluruh bagi pelanggan. Dengan mendukung para petambak
100
Pengembangan
Sumber Daya melalui teknologi modern dan praktik budidaya yang lebih sesuai, Japfa
Manusia (SDM) Aquaculture berkontribusi dalam menciptakan industri budidaya perairan
Menumbuhkan yang lebih tangguh dan berdaya saing pada masa depan.
Budaya
Keselamatan
dan Kesehatan 102 Selain berinovasi, Japfa Aquaculture juga memberikan pelatihan
Kerja (K3) di komprehensif kepada petambak melalui program tahunan "Bootcamp
Lingkungan
Perusahaan Pelatihan Teknisi Tambak Customer". Para teknisi dan operator petambak
didorong untuk mengikuti pembelajaran di Japfa Aquaculture dengan
Menjaga
Lingkungan Kerja mempelajari materi teknis dan praktik berkelanjutan dalam budidaya
109
yang Inklusif dan
perairan. Melalui program ini, Japfa Aquaculture berkontribusi dalam
Beragam
pengembangan budidaya perairan yang berkelanjutan sekaligus
Merangkul dan
Tumbuh Bersama 113 mendukung kesuksesan para petambak. [GRI 203-2]
Karyawan
Peternak dan Japfa Aquaculture juga terus mendampingi petambak melalui berbagai
118
Petambak
pendampingan dengan menyelenggarakan berbagai seminar dan
Masyarakat dan sarasehan yang didukung oleh sejumlah institusi. Dalam kegiatan tersebut,
121
Lingkungan
teknisi berdiskusi langsung dengan para petambak udang dan ikan. Topik
Merawat Bumi
yang dibahas mencakup berbagai aspek seperti manajemen penyakit
dan Memupuk 125
Kesejahteraan dalam budidaya perairan maupun peluang kolaborasi. Pendampingan ini
Mendukung bertujuan untuk memastikan para petambak pelanggan Japfa Aquaculture
Pengembangan mendapatkan solusi yang tepat dalam meningkatkan produktivitas dan
dan Peningkatan 130
Prestasi Catur efisiensi operasional mereka.
Indonesia
Japfa Peduli 132
Japfa “Luar biasa, panitia yang selalu mendampingi. Saya merasa
Berpartisipasi mendapat banyak pelajaran tanpa merasa digurui. Teman bertukar
133
dalam Gerakan
pikiran dan berbagi keluh kesah yang sangat baik. Rendah hati.”
Pasar Terjangkau
- Fany Santoso | Petambak Mitra
120
Page 119
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Masyarakat dan Lingkungan
[GRI 203-1, 203-2, 413-1] [POJK B.2, F.23, F.25]
Masyarakat adalah bagian integral dari perjalanan Japfa. Kami meyakini bahwa pemberdayaan masyarakat
akan memperkuat hubungan baik dan meningkatkan kesejahteraan bersama, saat ini dan nanti. Di samping
itu, menjaga lingkungan juga memberikan manfaat luas bagi semua pihak, sehingga hal ini menjadi perhatian
utama bagi Japfa. Melalui program yang berfokus pada pendidikan, pelestarian lingkungan, dan bantuan
sosial lainnya, kami berkomitmen menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Berinvestasi pada Peternak Masa Depan
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan global dan dampak perubahan iklim yang signifikan terhadap
sektor peternakan, generasi peternak muda memegang peranan kunci dalam menjamin keberlanjutan
produksi pangan di masa depan. Penting bagi generasi selanjutnya untuk mewarisi ilmu dan pengalaman
yang ada, sekaligus mengembangkannya dengan inovasi dan teknologi terkini.
Teaching Farm
Melalui program Teaching Farm, Japfa memberikan kesempatan kepada generasi muda, khususnya
mahasiswa untuk mempraktikkan pengetahuan yang mereka pelajari di universitas sebelum memasuki dunia
kerja. Tidak hanya melatih keterampilan teknis seperti pemeliharaan ternak dan penerapan biosekuriti,
program ini juga memberikan wawasan yang lebih luas tentang manajemen bisnis dan kewirausahaan serta
membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis untuk berkontribusi di industri peternakan.
121
Page 120
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Melebarkan Teaching Farm melalui Kerja Sama
dengan Perguruan Tinggi
Melalui sinergi program "Merdeka Belajar Kampus Merdeka" (MBKM) yang
diinisiasi oleh pemerintah, Japfa terus berkomitmen untuk mendukung
Pengembangan pendidikan dan pengembangan industri peternakan melalui program
Sumber Daya Teaching Farm bersama universitas di Indonesia. Japfa menyerahkan
Manusia dua unit Broiler Teaching Farm kepada Fakultas Peternakan Universitas
Brawijaya (UB). Fasilitas ini berlokasi di Kabupaten Malang, memiliki
kapasitas sekitar 4.000 ekor.
Pada bulan Mei 2024, Japfa bersama Fakultas Peternakan, Direktorat
Karyawan 98 Pengembangan Bisnis, dan Pusat Inovasi Agro-Teknologi Universitas
Mengoptimalkan Gadjah Mada (UGM) menandatangani kesepakatan untuk bekerja sama
Kemajuan
dalam pengembangan teaching farm dan pendidikan. Kerja sama ini
Digital untuk
100
Pengembangan bertujuan menyediakan kesempatan dan ruang belajar bagi mahasiswa
Sumber Daya untuk mendalami manajemen industri pengolahan unggas secara
Manusia (SDM)
profesional.
Menumbuhkan
Budaya
Keselamatan
dan Kesehatan 102 Pengembangan Unit Bisnis dan Keterampilan Kewirausahaan
Kerja (K3) di
Lingkungan Selain memberikan pengalaman praktis, Japfa mendorong universitas untuk
Perusahaan
mengembangkan Teaching Farm menjadi unit bisnis yang berkelanjutan.
Menjaga Program ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat dalam
Lingkungan Kerja
109 berbagai aspek bisnis peternakan, mulai dari produksi hingga pemasaran.
yang Inklusif dan
Beragam Mahasiswa dilibatkan langsung dalam operasional harian, mengambil
Merangkul dan keputusan yang berbasis data, dan menyusun strategi pemasaran. Dengan
Tumbuh Bersama 113
pengalaman ini, mereka tidak hanya belajar menjalankan bisnis di bidang
Karyawan
peternakan, tetapi juga mengembangkan keterampilan kewirausahaan
Peternak dan
118 yang diperlukan untuk menjadi tenaga kerja kompeten sekaligus calon
Petambak
wirausahawan di sektor agrikultur.
Masyarakat dan
121
Lingkungan
Merawat Bumi Jumlah Peternakan
dan Memupuk 125
Kesejahteraan 6 7 1
peternakan peternakan rumah
Mendukung
Pengembangan closed-house open-house potong ayam
dan Peningkatan 130
Prestasi Catur Jumlah peserta yang terlibat
Indonesia
Japfa Peduli 132 10 306
siswa SMK mahasiswa
Japfa
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan Jumlah Hasil Peternakan yang Diproduksi dan Dijual
Pasar Terjangkau
442.756 setara dengan 758
ekor ton
122
Page 121
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Kolaborasi Japfa Poultry Health Research Farm (PHRF) dengan Sekolah
Kedokteran Hewan dan Biosains (SKHB) Institut Pertanian Bogor University
(IPB University)
Japfa dan IPB University bekerja sama dalam Sekolah Kedokteran Hewan dan Biosains (SKHB)-Japfa Poultry
Health Research Farm (PHRF). Sejak diresmikan pada tahun 2023, fasilitas research farm dengan sistem closed-
house ini telah mendukung penelitian kesehatan unggas dalam lingkup pendidikan. Kerja sama ini bertujuan
mempersiapkan lulusan SKHB IPB untuk berkarier di bidang perunggasan dan mendukung penelitian kesehatan
unggas bagi mahasiswa, dosen, serta pihak eksternal. Fasilitas ini juga digunakan oleh karyawan Vaksindo
yang melanjutkan studi pascasarjana di SKHB IPB, memperkuat pengembangan ilmu dan teknologi di sektor
kesehatan unggas.
Lorem Ipsum
Synergized Aquaculture Innovative Learning (SAIL)
Program Synergized Aquaculture Innovative Learning (SAIL) adalah inisiatif Japfa yang dimulai sejak 2020
untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa S1 dan D3 dalam mengembangkan keterampilan teknis serta
memperdalam pemahaman mereka terkait budidaya perairan.
Melalui program magang yang terstruktur, SAIL menawarkan bimbingan yang lebih personal kepada peserta
sehingga dapat mengasah keterampilan sekaligus mengerjakan proyek sesuai dengan minat dan jurusan
akademis masing-masing.
Pada tahun 2024, SAIL berfokus pada pelatihan praktis dengan melibatkan mahasiswa dalam proyek di budidaya
perairan, seperti manajemen pakan, teknologi bioflok, dan praktik budidaya berkelanjutan. Pendekatan ini
memberi mahasiswa pengalaman langsung dan peluang untuk berkontribusi pada industri budidaya perairan.
Bagi peserta yang menunjukkan ide inovatif dan perkembangan signifikan, akan mendapat kesempatan untuk
bekerja secara penuh di Japfa.
123
Page 122
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Program SAIL juga terus menjadi sumber talenta berkualitas bagi Japfa serta
mendukung pengembangan akuakultur berkelanjutan di Indonesia. Kami
bangga bahwa pada tahun 2024, beberapa alumni SAIL telah bergabung
sebagai karyawan penuh waktu di Japfa, khususnya pada posisi strategis di
Pengembangan divisi budidaya perairan. Dengan keterampilan dan pelatihan yang diperoleh
selama program, mereka mampu mendukung pencapaian tujuan operasional
Sumber Daya Perusahaan. Dari tahun 2022 sampai 2024, jumlah peserta yang mengikuti
Manusia SAIL sebanyak 348 siswa.
Pengembangan Teknologi Pakan Ramah Lingkungan
Mahasiswa berpartisipasi dalam riset yang bertujuan untuk mengurangi
dampak lingkungan dari penggunaan pakan ikan konvensional. Proyek
Karyawan 98
ini berfokus pada peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya serta
Mengoptimalkan
Kemajuan penurunan polusi perairan sehingga mendukung keberlanjutan industri
Digital untuk budidaya perairan.
100
Pengembangan
Sumber Daya
Manusia (SDM) Pemantauan Kesehatan Ikan Berbasis Data
Menumbuhkan Mahasiswa turut mengembangkan sistem pemantauan kesehatan ikan
Budaya secara real-time, yang dapat mendeteksi dini penyakit. Hal ini memudahkan
Keselamatan
dan Kesehatan 102 tindakan pencegahan yang lebih cepat dan efektif sehingga meningkatkan
Kerja (K3) di produktivitas budidaya ikan sekaligus menjaga kesejahteraan hewan.
Lingkungan
Perusahaan
Menjaga
Lingkungan Kerja Mengikuti program SAIL adalah pengalaman
109
yang Inklusif dan
Beragam berharga dalam perjalanan akademik saya. Sebagai
Merangkul dan satu-satunya mahasiswa dari kampus swasta di
Tumbuh Bersama 113 Bengkulu yang lolos, saya merasa bangga bisa
Karyawan
bergabung dan belajar langsung di industri perikanan.
Peternak dan
118
Petambak
Program ini memberikan banyak wawasan, mulai dari persiapan
Masyarakat dan
121 lahan, pemantauan kualitas air, hingga proses panen dan
Lingkungan
pengolahan limbah. Kini, saya tidak hanya sebagai alumni
Merawat Bumi
dan Memupuk 125 magang, tetapi juga telah bergabung sebagai karyawan di STP.
Kesejahteraan Ini adalah kebanggaan tersendiri, mengingat dulu saya hanya
Mendukung mengenal STP dari pakan ikan yang digunakan oleh keluarga saya.
Pengembangan
dan Peningkatan 130
Prestasi Catur Saya berharap program SAIL terus berkembang dan membuka lebih
Indonesia
banyak peluang bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Bagi peserta
Japfa Peduli 132 yang lolos, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan serap ilmu
Japfa dari mentor serta tim di lapangan, karena pengalaman praktik ini sangat
Berpartisipasi
133 berharga.
dalam Gerakan
Pasar Terjangkau
Yudo Pamungkas | Shrimp Farm Technician
124
Page 123
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
STP Mengajar
Program STP Mengajar merupakan inisiatif strategis Japfa untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik
terbaik di sektor budidaya perairan kepada mahasiswa di berbagai universitas di Indonesia. Dalam program
ini, divisi dan kepala departemen Japfa memberikan kuliah umum di berbagai universitas di Indonesia. Sejak
pertama kali diluncurkan, program ini telah berhasil memperkuat hubungan antara industri dan akademisi dan
membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari para praktisi di lapangan.
Pada tahun 2024, STP Mengajar terus berkembang dengan menjangkau lebih banyak universitas di seluruh
Indonesia dengan menjangkau 25 universitas di seluruh Indonesia seperti Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Jumlah
ini meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Program ini menjadi platform perekrutan Japfa
untuk mencari talenta terbaik.
Kami menekankan pada praktik budidaya perairan bertanggung jawab, mencakup teknologi bioflok, konservasi air,
dan efisiensi manajemen pakan. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan inisiatif keberlanjutan Japfa, seperti Act for
Sustainable Aquaculture, yang mendukung praktik-praktik ramah lingkungan dan sosial dalam budidaya perairan.
Aquaculture Research Center di Japfa
Merawat Bumi dan Memupuk Kesejahteraan
Japfa memahami bahwa kesejahteraan masyarakat dan pelestarian alam harus berjalan seiring. Sebagai
perusahaan di sektor agri-food, Japfa berkomitmen untuk menggunakan sumber daya alam secara bijaksana
dan bertanggung jawab serta turut berkontribusi pada inisiatif yang tepat guna dalam jangka panjang.
Bank Sampah: Mengurangi Limbah, Menambah Pendapatan [GRI 203-2]
Program Bank Sampah dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus
menjaga kelestarian lingkungan. Japfa berupaya mengoptimalkan peran masyarakat dalam pengelolaan
sampah rumah tangga, baik organik maupun anorganik, dengan tujuan mengurangi volume sampah yang
berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta menciptakan nilai tambah ekonomi. Japfa memberikan
edukasi kepada masyarakat tentang cara memilah sampah. Sampah organik dikumpulkan dan dikelola oleh
bank sampah untuk menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik, seperti plastik dan kertas, dikumpulkan
dan dijual ke bank sampah untuk didaur ulang.
125
Page 124
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Program ini terus dikembangkan ke daerah-daerah lain. Kami memetakan
tantangan pengelolaan sampah yang ada, baik di lingkungan masyarakat
maupun pabrik-pabrik sekitar operasional Japfa untuk dijadikan basis
pengembangan lokasi bank sampah yang baru.
Pengembangan
Program ini juga mencakup peningkatan pemilahan sampah. Pemilahan
Sumber Daya sampah yang tepat dapat meningkatkan keuntungan finansial bagi
Manusia nasabah, misalnya dengan memilah jenis sampah yang berbeda dapat
memberikan nilai jual yang lebih baik.
Bank Sampah SiRepi dan Kecik
Karyawan 98 Bank Sampah SiRepi dan Kecik di Sragen adalah salah satu model
Mengoptimalkan keberhasilan dari program ini. Bank sampah ini telah berkembang pesat dan
Kemajuan
menjadi pusat aktivitas pengelolaan sampah di Sragen. Melalui Bank Sampah
Digital untuk
100
Pengembangan Kecik, Japfa juga terlibat dalam pengembangan Hutan Kota Sragen Harmoni
Sumber Daya Hijau sebagai destinasi wisata edukasi lingkungan atau eco-edu tourism.
Manusia (SDM)
Pengunjung hutan kota bisa menikmati keindahan alam dan belajar tentang
Menumbuhkan
Budaya pengelolaan sampah, keberlanjutan, dan cara menjaga ekosistem yang
Keselamatan sehat. Bank Sampah SiRepi dan Kecik kini menekankan pada peningkatan
dan Kesehatan 102
Kerja (K3) di kapasitas pengelolaan sampah dan promosi pariwisata berbasis edukasi
Lingkungan lingkungan. Fasilitas yang tersedia meliputi tempat pengelolaan sampah
Perusahaan
organik dan anorganik, termasuk lahan percontohan untuk pertanian, serta
Menjaga fasilitas penyimpanan khusus untuk sampah anorganik.
Lingkungan Kerja
109
yang Inklusif dan
Beragam
Bank Sampah Berkah Mulya
Merangkul dan
Tumbuh Bersama 113
Keberhasilan Bank Sampah SiRepi dan Kecik di Sragen mendorong Japfa
Karyawan
untuk memperluas program ini ke daerah lain. Japfa berhasil mereplikasi
Peternak dan
118 model bank sampah ini di Cirebon, dengan mendirikan Bank Sampah
Petambak
Berkah Mulya di sekitar unit pabrik pakan ternak Japfa. Bank Sampah
Masyarakat dan
121
Lingkungan Berkah Mulya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat
Merawat Bumi dalam mengelola sampah secara lebih baik dengan mengajak masyarakat
dan Memupuk 125 untuk berperan aktif dalam memilah sampah di rumah tangga mereka,
Kesejahteraan
yang kemudian diproses lebih lanjut di bank sampah untuk didaur ulang
Mendukung
atau diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Pengembangan
dan Peningkatan 130
Prestasi Catur
Indonesia Bank Sampah Sekar Asri
Japfa Peduli 132
Japfa juga berupaya membantu Bank Sampah Sekar Asri di Grobogan yang
Japfa
baru saja melakukan restrukturisasi kepengurusan disertai meningkatkan
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan sistem operasional sehingga lebih efektif dan transparan. Dengan
Pasar Terjangkau
meningkatnya jumlah anggota dan kapasitas pengelolaan sampah, Bank
Sampah Sekar Asri diharapkan mampu meningkatkan pendapatan bagi
komunitas lokal dan memperkuat dampaknya terhadap lingkungan.
126
Page 125
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
SiRepi Kecik Berkah Mulya Sekar Asri
Jumlah pelanggan (orang) 182 174 65 83
Organik: 2.398
Total Sampah Masuk (kg) Anorganik: 8.704,2 kg Anorganik: 5.629 Anorganik: 5.692
Anorganik: 7.901kg
Total Penjualan (Rp) Rp12.758.400 Rp17.292.875 Rp15.111.600 Rp8.527.800
Tabungan Pelanggan (Rp) Rp8.282.415 Rp11.388.425 Rp5.291.328 Rp4.181.790
Keuntungan (Rp) Rp4.475.985 Rp5.904.450 Rp4.747.222 Rp4.346.010
Mengurangi Limbah dengan Maggot
Budidaya Black Soldier Flies (BSF) di Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gadjah Mada (PIAT UGM)
dimulai pada tahun 2018 dengan skala kecil. Pada tahun 2022, melalui pendanaan dari program Matching
Fund Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka (Kedaireka), PIAT UGM bekerja sama dengan Japfa untuk
mengembangkan budidaya ini. Dalam skema pendanaan tersebut, Japfa menghibahkan fasilitas farm maggot
dan alat pendukung budidaya. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen Japfa dalam mendukung keberlanjutan
dan inovasi di sektor agribisnis serta pengurangan limbah organik.
Pada tahun 2024, budidaya BSF ini berhasil mengolah 39,3 ton limbah organik dan menghasilkan 5,09
ton maggot segar, yang kemudian dijual kepada peternak lokal sebagai pakan alternatif untuk budidaya
ikan dan ayam.
Kampanye Act for Sustainable Aquaculture
Menyadari adanya ancaman degradasi ekosistem laut dan keterbatasan sumber daya air, Japfa merespons
tantangan ini dengan menerapkan teknologi ramah lingkungan dan inisiatif konservasi yang melibatkan
masyarakat lokal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas perikanan dengan tetap menjaga
keseimbangan ekosistem dan sumber daya alam.
127
Page 126
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Konservasi Air Tanah
Pada tahun 2024, Japfa fokus pada upaya pemeliharaan dan pemantauan
pohon-pohon yang telah ditanam seperti akasia dan eucalyptus yang
ditanam di sekitar area pabrik. Akasia dan eucalyptus dipilih karena
Pengembangan kemampuannya dalam menyimpan ketersediaan air tanah di area pabrik
Sumber Daya pakan ikan dan udang. Dari pohon yang telah ditanam, Japfa memastikan
Manusia penggantian terhadap pohon-pohon yang rusak untuk memastikan
keberhasilan program konservasi ini.
Konservasi Ekosistem Laut
Karyawan 98 Dalam mendukung keberlanjutan ekosistem laut, Japfa terus melakukan
Mengoptimalkan pemeliharaan dan pemantauan terhadap mangrove dan terumbu karang
Kemajuan
yang telah ditanam sebelumnya di sekitar unit budidaya perairan. Mangrove
Digital untuk
100
Pengembangan berfungsi sebagai pelindung pesisir dan habitat bagi berbagai jenis biota
Sumber Daya laut. Sementara itu, terumbu karang membantu menjaga keseimbangan
Manusia (SDM)
ekosistem laut yang penting bagi lingkungan dan operasional hatchery.
Menumbuhkan
Budaya Untuk menjaga keberlanjutan, Japfa melakukan evaluasi rutin dan
Keselamatan mengganti mangrove atau terumbu karang yang mengalami kerusakan,
dan Kesehatan 102
Kerja (K3) di sehingga keberadaan ekosistem tetap terjaga.
Lingkungan
Perusahaan
Menjaga Pemantauan dan Pemeliharaan Kolam Bioflok
Lingkungan Kerja
109 Teknologi bioflok semakin populer dalam budidaya perikanan karena
yang Inklusif dan
Beragam dapat mengoptimalkan penggunaan lahan, salah satu komponen utama
Merangkul dan yang sering menjadi kendala dalam budidaya perairan konvensional.
Tumbuh Bersama 113
Pada tahun 2024, Japfa berfokus pada evaluasi dan pemeliharaan kolam
Karyawan
bioflok yang telah dibangun sebelumnya. Proyek ini dirancang untuk
Peternak dan
118 memberdayakan masyarakat lokal, Badan Usaha Masyarakat Desa, dan
Petambak
UKM, khususnya mereka yang terdampak pandemi COVID-19, dengan
Masyarakat dan
121
Lingkungan memberikan solusi budidaya ikan yang efisien karena keterbatasan lahan.
Merawat Bumi Sistem ini tidak hanya memungkinkan pengelolaan limbah yang lebih baik
dan Memupuk 125 dan kontrol kualitas air yang optimal, tetapi juga meningkatkan efisiensi
Kesejahteraan
penggunaan pakan. Japfa menyediakan dukungan teknis dan pelatihan
Mendukung
bagi masyarakat agar dapat mengoperasikan sistem ini dengan baik.
Pengembangan
dan Peningkatan 130
Prestasi Catur
Indonesia
Japfa Peduli 132
Japfa
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan
Pasar Terjangkau
128
Page 127
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Berpartisipasi dalam STP Gemar Makan Ikan (Gemar Ikan)
Dalam rangka memperingati Hari Ikan Nasional, STP sebagai bagian dari Japfa Aquaculture berkolaborasi
dengan petani ikan mitra untuk menjalankan program "Gemar Makan Ikan." Program ini mendukung upaya
pemerintah dalam meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Untuk menjalankan program ini, kami menyerap hasil panen ikan dari petambak mitra untuk diolah menjadi
1.500 porsi makanan sehat yang didistribusikan ke enam sekolah binaan JfK di wilayah Gresik. Program ini
menjadi wadah untuk mempromosikan pola makan bergizi kepada siswa dan keluarga mereka. Selain itu,
dengan meningkatnya konsumsi ikan, petani ikan mitra Japfa Aquaculture memperoleh manfaat ekonomi
karena hasil panen mereka terserap dengan baik.
STP membagikan makanan olahan ikan pada hari
Gemar Makan Ikan untuk sekolah binaan JfK di Gresik
129
Page 128
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Mendukung Pengembangan dan Peningkatan
Prestasi Catur Indonesia
Catur dikenal sebagai olahraga yang mampu membentuk pola pikir kritis dan
Pengembangan logis dalam mengambil keputusan yang cepat. Keterampilan ini tidak hanya
Sumber Daya penting di arena kompetisi, tetapi juga sangat bermanfaat dalam kehidupan
Manusia sehari-hari. Japfa menyadari potensi besar catur dalam membentuk karakter
dan keterampilan tersebut, terutama jika diperkenalkan sejak dini. Oleh
karena itu, Japfa, melalui Japfa Chess Club (JCC), berkomitmen untuk
menumbuhkan minat terhadap catur di kalangan generasi dan anak muda,
sekaligus menyediakan program pembinaan yang dapat menciptakan
Karyawan 98 generasi pemain catur yang kompeten dan berprestasi. Pada tahun 2024,
Mengoptimalkan telah diselenggarakan pelatihan catur untuk karyawan sebanyak 60 jam dari
Kemajuan
40 pertemuan.
Digital untuk
100
Pengembangan
Sumber Daya
Manusia (SDM) Menjaring Pecatur Muda melalui Japfa Chess for Kids
Menumbuhkan
Budaya Di samping meningkatkan kemampuan catur karyawan, Japfa juga secara
Keselamatan aktif menjaring talenta pecatur muda melalui program Japfa Chess for Kids.
dan Kesehatan 102
Kerja (K3) di Pada tahun 2024, JCC menambah jumlah anggota dari beberapa sekolah
Lingkungan binaan yang tergabung dalam program tersebut. Program Japfa Chess for
Perusahaan
Kids saat ini diimplementasikan di 128 sekolah dengan total 1.690 siswa yang
Menjaga telah mengikuti tes awal.
Lingkungan Kerja
109
yang Inklusif dan
Beragam
Pelatihan Rutin Karyawan
Merangkul dan
Tumbuh Bersama 113
JCC tidak hanya memberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan
Karyawan
catur para karyawan, tapi juga sarana untuk menumbuhkan persaingan sehat
Peternak dan
118 dan mempererat hubungan antar karyawan melalui pelatihan catur rutin.
Petambak
Dalam pelaksanaannya, JCC mendapat bantuan dari unit-unit pakan ternak
Masyarakat dan
121
Lingkungan Perusahaan yang menjadi basis pelatihan untuk para karyawan. Pelatihan
Merawat Bumi dilakukan secara offline dan online. Selain pelatihan rutin, para karyawan juga
dan Memupuk 125 berlatih secara khusus untuk meraih gelar Best Japfa di Japfa Chess Festival.
Kesejahteraan
Mendukung
Pengembangan Meningkatkan Kurikulum Pelatihan Catur
dan Peningkatan 130
Prestasi Catur
Japfa terus memperkuat kualitas pelatihan catur dengan menyusun
Indonesia
kurikulum yang terstruktur. Langkah ini mencakup review materi di setiap
Japfa Peduli 132
level, pengembangan modul, dan standarisasi metode pelatihan. Langkah ini
Japfa
memastikan konsistensi dalam pelatihan sehingga dapat mencetak pecatur
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan muda yang berbakat dan kompetitif.
Pasar Terjangkau
130
Page 129
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Mengembangkan Kurikulum Catur sebagai Metode Analytical Thinking
Jika sebelumnya program Japfa Chess Club ditujukan untuk mencetak pemain professional, pada tahun 2024,
JCC berkolaborasi dengan Sekolah Inspirasi Sidoarjo untuk mengembangkan kurikulum pembelajaran catur untuk
meningkatkan analytical thinking siswa. JCC melakukan formulasi ulang kurikulum yang dapat diterapkan untuk
pembelajaran mulai dari tingkat Taman Kanak-kanan hingga SMA agar pembelajaran menjadi menyenangkan.
Selain itu kurikulum ini akan menggunakan pendekatan sensory based learning yang digunakan untuk memastikan
proses pembelajaran merangsang pertumbuhan sensori anak. Hingga akhir tahun 2024, tim perumus kurikulum telah
berhasil menghasilkan draft kurikulum untuk TK A hingga SD kelas 3. Selain itu tim juga berhasil melakukan ujicoba
dan finalisasi kurikulum pembelajaran catur untuk berpikir analitis untuk tingkat SD Kelas 1.
Japfa Chess Festival 2024
Pada tahun 2024, kami kembali bekerja sama dengan PB Percasi (Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh
Indonesia) mengadakan Japfa Chess Festival, salah satu turnamen catur terbesar di Indonesia. Sebagai
bagian dari persiapan, JCC menggelar pre-event seperti Fun Chess Games untuk mengenalkan catur kepada
masyarakat umum dengan cara baru yang menyenangkan. Dalam acara ini, terdapat coaching clinic dan
berbagai permainan seru lainnya. Selanjutnya JCC mengadakan Street Chess Challenge sebagai atraksi
untuk menarik minat masyarakat umum. Rangkaian acara Japfa Chess Festival diakhiri dengan Duel Match
Grand Master dan Internasional Master untuk menyajikan tontonan catur berkualitas dengan sajian partai dari
pecatur top Indonesia. Acara ini yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Japfa Indonesi. Japfa
Chess Festival 2024 melibatkan 472 peserta dari 25 provinsi yang bersaing dalam 13 kategori pertandingan.
Dalam penyelenggaraan ke-14 ini, berbagai pertandingan menarik menjadi sorotan utama, termasuk Duel
Match Catur Klasik dan turnamen online catur cepat dan kilat. Japfa Chess Festival terus menjadi platform
penting dalam mendukung pengembangan olahraga catur di Indonesia.
Selain Japfa Chess Festival, kami
juga mengadakan berbagai turnamen
sepanjang 2024, termasuk:
• Kejuaraan Catur Merdeka di Jakarta
untuk memperingati HUT RI
• Kompetisi Catur Komunitas di
Cirebon, memperkenalkan catur
kepada masyarakat lokal
• FIDE Rated Tournament
di Jakarta (16–20 November),
yang diikuti oleh 246 peserta
dari 6 negara, membuka peluang
bagi pemain Indonesia meraih
peringkat resmi FIDE
• Japfa Chess Festival terus menjadi
platform penting dalam mendukung
pengembangan olahraga catur di
Indonesia
Fun Chess Games 2024
di Ecopark, Jakarta Selatan
131
Page 130
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Japfa Peduli
[POJK F.23, F.25]
Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk turut serta dalam mendukung
kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang tengah menghadapi
Pengembangan situasi sulit karena bencana alam. Melalui program Japfa Peduli, Japfa
Sumber Daya melaksanakan aksi cepat tanggap sebagai bagian dari tanggung jawab
Manusia sosial perusahaan.
Setiap kali terjadi bencana di wilayah sekitar unit bisnis Japfa, kami
akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak.
Bantuan tersebut mencakup penyediaan kebutuhan pokok seperti beras,
Karyawan 98 perlengkapan kesehatan, dan pembangunan kembali sekolah dasar yang
Mengoptimalkan terdampak di Bantul, Padang Pariaman dan Aceh.
Kemajuan
Digital untuk
100
Pengembangan Japfa juga menyadari bahwa keberhasilan dalam penanganan bencana
Sumber Daya membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak. Dalam
Manusia (SDM)
program Japfa Peduli, Perusahaan bekerja sama dengan pemerintah
Menumbuhkan
Budaya daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lembaga
Keselamatan Swadaya Masyarakat (LSM), dan masyarakat setempat. Kerja sama ini
dan Kesehatan 102
Kerja (K3) di dilakukan agar bantuan yang diberikan lebih terkoordinasi dan tepat
Lingkungan sasaran.
Perusahaan
Menjaga
Lingkungan Kerja
109
yang Inklusif dan
Beragam
Merangkul dan
Tumbuh Bersama 113
Karyawan
Peternak dan
118
Petambak
Masyarakat dan
121
Lingkungan
Merawat Bumi
dan Memupuk 125
Kesejahteraan
Mendukung
Pengembangan
dan Peningkatan 130
Prestasi Catur
Indonesia
Japfa Peduli 132 Penyerahan bantuan dari Japfa untuk
masyarakat terdampak banjir di Demak
Japfa
Berpartisipasi
133
dalam Gerakan
Pasar Terjangkau
132
Page 131
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Banjir Demak
Pada bulan Maret 2024, Japfa menyalurkan bantuan pangan berupa 300 kg telur, 1.300 toples sosis siap
santap dan 3.400 pcs susu Real Good kepada korban banjir di Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian
dan Pangan Kabupaten Demak.
Dalam penyerahan bantuan ini, hadir sejumlah pejabat, termasuk Kepala Badan Pangan Nasional, Gubernur
Jawa Tengah, dan Bupati Kabupaten Demak. Bantuan ini adalah bentuk tanggung jawab Japfa untuk
membantu masyarakat di area bisnis Perusahaan.
Banjir di Kabupaten Agam
Sepanjang pekan pertama Maret 2024, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, mengalami bencana banjir. Bencana
ini mengakibatkan 2.958 warga mengungsi dan 800 rumah terendam. Total ada 15 kecamatan dan 32 nagari
terkena dampak dari banjir dan longsor.
Melalui unit-unit bisnisnya di Padang, Japfa menyalurkan bantuan produk berupa 3.000 butir telur, 100
bungkus sosis Bon-Bon, 100 bungkus nugget Toraduo.
Longsor dan Banjir di Sukabumi
Japfa menyerahkan bantuan pangan bagi sejumlah masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten
Sukabumi, Jawa Barat. Adapun bantuan yang diberikan terdiri dari 1 ton telur, 2.000 pcs susu steril So Good
dan 4.000 produk olahan Japfa disalurkan ke masyarakat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Kabupaten Sukabumi.
Japfa Berpartisipasi dalam Gerakan Pasar Terjangkau
Pada awal Maret 2024, Japfa bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten
Padang Pariaman, mengadakan intervensi pasar di Padang Pariaman untuk menstabilkan pasokan dan harga
pangan menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Dalam kegiatan ini, Japfa menyediakan telur berkualitas
dengan harga terjangkau. Sebanyak 3.000 butir telur habis terjual dalam waktu dua jam yang menunjukkan
tingginya minat masyarakat terhadap program ini.
133
Page 132
Halaman sengaja dikosongkan
Page 133
Page 134
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
Indeks GRI
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk telah menyusun laporan sesuai dengan Standar GRI
untuk periode 1 Januari 2024 sampai 31 December 2024.
Standar
Pengungkapan Halaman
GRI
Pengungkapan Umum
GRI 2: Pengungkapan Umum 2021
2-1 Rincian organisasi 14-15, 33,
2-2 Entitas yang dimasukkan dalam pelaporan keberlanjutan organisasi 32, 36
2-3 Periode, frekuensi, dan titik kontak pelaporan 32-33
2-4 Penyajian kembali informasi 36, 75, 107
2-5 Penjaminan eksternal 32
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya 14, 16-17, 35, 58, 118
2-7 Tenaga kerja 15
2-8 Pekerja yang bukan pekerja langsung 15
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola 19, 21, AR: 54-55
2-10 Pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi AR: 138
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi AR: 122
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasimanajemen dampak 19, 21
2-13 Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak 21
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan 21, 37
2-15 Konflik kepentingan AR: 168, 172
2-16 Komunikasi masalah penting 20, AR: 24, 160
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi AR: 133
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi AR: 139
2-19 Kebijakan remunerasi AR: 141
2-20 Proses untuk menentukan remunerasi AR: 141-143
2-21 Rasio kompensasi total tahunan AR: 143
2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan 10-11
12, 14, 19-20, 46-47, 60,
2-23 Komitmen kebijakan
102, 105, 109-110
2-24 Menanamkan komitmen kebijakan 19, 21, 25, 46, 102, 104
2-25 Proses untuk memperbaiki dampak negatif 20, AR: 174
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan masalah 20
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan 28, 93
2-28 Asosiasi keanggotaan 30, AR: 52
2-29 Pendekatan untuk keterlibatan pemangku kepentingan 33-35
2-30 Perjanjian perundingan kolektif 109, 111
Topik Material
GRI 3: Topik Material 2021
3-1 Proses untuk menentukan topik material 37
3-2 Daftar topik material 38
136
Page 135
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
No. Ref
Standar GRI Pengungkapan Halaman Standar
Sektor GRI
Mempromosikan Tata Kelola yang Baik melalui Etika, Tanggung Jawab Lingkungan, dan Penegakan Hak Asasi Manusia
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Antikorupsi 19, 24 13.26.1
GRI 205: Antikorupsi 2016
205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi 24 13.26.2
205-2 Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur 19, 24, 46 13.26.3
antikorupsi AR: 174
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil 19 13.26.4
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Kerja Paksa atau Wajib Kerja 110 13.16.1
GRI 409: Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2016
409-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap 109-110 13.16.2
insiden kerja paksa atau wajib kerja
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Pekerja anak 110 13.17.1
GRI 409: Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2016
408-1 Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden 109-110 13.17.2
pekerja anak
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Kebebasan berserikat dan perundingan bersama 46, 110 13.18.1
GRI 407: Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif 2016
Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat dan
407-1 46, 111 13.18.2
perundingan kolektif mungkin berisiko
GRI 2: Pengungkapan Umum 2021
12, 14, 19-20,
2-23 Komitmen kebijakan 46-47, 60, 102,
105, 109-110
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan masalah 20
Standar Keamanan Pangan dan Ketelusuran
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Keamanan pangan 35, 45-47 13.9.1
416-1 Penilaian dampak kesehatan dan keselamatan dari berbagai kategori 45, 47 13.10.2
produk dan jasa
416-2 Insiden ketidakpatuhan sehubungan dengan dampak kesehatan dan 45 13.10.3
keselamatan dari produk dan jasa
13.10.5 Jumlah penarikan produk yang dilakukan karena alasan keamanan 47 13.10.5
pangan dan total volume produk yang ditarik.
Pengungkapan tambahan
N/A SOP untuk ketertelusuran 46
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Kesehatan dan keselamatan kerja 102-106 13.19.1
GRI 403: Kesehatan dan Keselamatan Kerja 2018
403-1 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja 102-103 13.19.2
403-2 Pengidentifikasian bahaya, penilaian risiko, dan investigasi insiden 104 13.19.3
403-3 Layanan kesehatan kerja 102, 110 13.19.4
403-4 Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang 102-103 13.19.5
kesehatan dan keselamatan kerja
403-5 Pelatihan pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja 104-105 13.19.6
403-6 Peningkatan kualitas kesehatan pekerja 103, 108-110 13.19.7
403-7 Pencegahan dan mitigasi dampak-dampak kesehatan dan 103 13.19.8
keselamatan kerja yang secara langsung terkait hubungan bisnis
137
Page 136
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
No. Ref
Standar GRI Pengungkapan Halaman Standar
Sektor GRI
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
GRI 403: Kesehatan dan Keselamatan Kerja 2018
403-8 Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen 102, 110 13.19.9
kesehatan dan keselamatan kerja
403-9 Kecelakaan kerja 102, 107 13.19.10
Remunerasi dan Tunjangan yang Adil
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Nondiskriminasi dan peluang setara 109-111 13.15.1
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Praktik ketenagakerjaan 109-111 13.20.1
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Pendapatan hidup dan upah hidup 109 13.21.1
GRI 2: Pengungkapan Umum 2021
12, 14, 19-20,
2-23 Komitmen kebijakan 46-47, 60, 102,
105, 109-110
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan masalah 20
Akses terhadap Makanan Bergizi dan Terjangkau
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Ketahanan pangan 41-47 13.9.1
Rantai Nilai dan Pemangku Kepentingan
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Ketertelusuran rantai pasokan 46-47 13.23.1
Pengelolaan Air Limbah dan Limbah yang Aman
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Air dan efluen 86-91 13.7.1
GRI 303: Air dan Efluen 2018
303-1 Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama 88 13.7.2
303-2 Manajemen dampak yang berkaitan dengan pembuangan air 91, 93 13.7.3
303-3 Pengambilan air 91 13.7.4
303-4 Pembuangan air 92-93 13.7.5
303-5 Konsumsi air 91 13.7.6
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Limbah 92-97 13.8.1
GRI 306: Limbah 2020
306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah 94 13.8.2
306-2 Manajemen dampak signifikan terkait limbah 94-95 13.8.3
306-3 Timbulan limbah 96 13.8.4
306-4 Limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir 97 13.8.5
306-5 Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir 97 13.8.6
Meningkatkan Kesejahteraan Peternak
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Komunitas lokal 118-120, 121-129 13.12.2
GRI 413: Komunitas Lokal 2016
Operasi dengan keterlibatan masyarakat setempat, penilaian
413-1 118, 121 13.12.2
dampak, dan program pengembangan
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Inklusi ekonomi 118-120, 125-127 13.22.1
GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan 28-29 13.22.2
GRI 203: Dampak Ekonomi Tidak Langsung 2016
203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan layanan 48, 55, 118, 121 13.22.3
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan 118, 120-121, 125 13.22.4
138
Page 137
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
No. Ref
Standar GRI Pengungkapan Halaman Standar
Sektor GRI
Praktik Kesejahteraan Hewan
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Kesehatan dan kesejahteraan hewan 57-73 13.11.1
Mitigasi dan Adaptasi Iklim
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Emisi 92-93 13.1.1
GRI 305: Emisi 2016
305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung 93 13.1.2
305-2 Emisi GRK (Cakupan 2) tidak langsung 93 13.1.3
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya 93 13.1.4
305-4 Intensitas emisi GRK 93 13.1.5
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Adaptasi dan ketahanan iklim 24-27, 56 13.2.1
GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain
201-2 29, 68 13.2.2
akibat dari perubahan iklim
Topik Material Lain Selain 10 Topik Material Teratas yang Diungkapkan Perusahaan
GRI 202: Keberadaan Pasar 2016
Rasio standar upah karyawan pemula berdasarkan
202-1 109
jenis kelamin terhadap upah minimum regional
Proporsi manajemen senior yang berasal dari
202-2 111
masyarakat lokal
GRI 204: Praktik Pengadaan 2016
204-1 Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal 58
GRI 302: Energi 2016
302-1 Konsumsi energi di dalam organisasi 81-82
GRI 304: Keanekaragaman Hayati 2016
Selama periode pelaporan,
lokasi kegiatan operasional
peternakan atau budidaya
Lokasi operasi yang dimiliki, disewa, dikelola, atau
Japfa tidak terletak di area
berdekatan dengan, kawasan lindung dan kawasan
304-1 konservasi. Kami tidak
dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi di luar
mengelola peternakan,
kawasan lindung
budidaya, atau aktivitas lain
di lahan yang sebelumnya
merupakan hutan.
"Gallus gallus terdaftar
sebagai “Least Concern”
menurut Daftar Merah IUCN
(International Union for
Spesies Daftar Merah IUCN dan spesies daftar Conservation of Nature)
304-4 konservasi nasional dengan habitat dalam wilayah
yang terkena efek operasi Anguilla bicolor terdaftar
sebagai "Near Threatened"
menurut Daftar Merah IUCN
(International Union for
Conservation of Nature)
GRI 401: Kepegawaian 2016
401-1 Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan 109, 112-113
Tunjangan yang diberikan kepada karyawan
401-2 purnawaktu yang tidak diberikan kepada karyawan 109-110
sementara atau paruh waktu
401-3 Cuti melahirkan 109-110
139
Page 138
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
No. Ref
Standar GRI Pengungkapan Halaman Standar
Sektor GRI
Topik Material Lain Selain 10 Topik Material Teratas yang Diungkapkan Perusahaan
GRI 404: Pelatihan dan Pendidikan 2016
404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan 109, 115
Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan program
404-2 113, 115-117
bantuan peralihan
Percentage of employees receiving regular performance and career
404-3 116
development reviews
Topik-topik dalam Standar Sektor GRI Sektor Pertanian, Akuakultur, dan Perikanan Tangkap yang Dinyatakan Tidak Material
Tidak relevan
Topik 13.3 Keanekaragaman hayati
Tidak relevan
Topik 13.4 Konversi ekosistem alami
Topik 13.5 Kesehatan tanah Tidak relevan
Topik 13.6 Penggunaan pestisida Tidak relevan
Lokasi kegiatan operasional Japfa tidak terletak
di area konservasi. Kami tidak mengelola
Topik 13.13 Hak atas tanah dan sumber daya
peternakan, budidaya, atau aktivitas lain di lahan
yang sebelumnya merupakan hutan
Topik 13.14 Hak masyarakat adat Tidak relevan
Topik 13.24 Kebijakan publik Tidak relevan
Topik 13.25 Perilaku antipersaingan Tidak relevan
140
Page 139
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
POJK 51/2017 - SEOJK 16/2021 [POJK G.4]
No. Nama Indeks Lokasi
Strategi Keberlanjutan
A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 21
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
B.1 Aspek Ekonomi
a. Kuantitas produksi atau jasa yang dijual 29
b. Pendapatan atau penjualan 29
c. Laba atau rugi bersih 29
d. Produk ramah lingkungan 17, 27, 68
e. Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis Keuangan Berkelanjutan 58, 72-73, 111
B.2 Aspek Lingkungan Hidup
a. Penggunaan energi 81-82
b. Pengurangan emisi yang dihasilkan 75
c. Pengurangan limbah dan efluen 93-95
d. Pelestarian keanekaragaman hayati 72-73
B.3 Aspek Sosial 48, 55,
118-131
Profil Perusahaan
C.1 Visi, Misi dan Nilai keberlanjutan 14
C.2 Alamat Perusahaan 33
C.3 Skala Usaha 14-15
a. Total aset atau kapitalisasi aset, dan total kewajiban 15
AR: 8
b. Jumlah karyawan menurut jenis kelamin, jabatan, usia, pendidikan, dan status ketenagakerjaan 15
AR: 82
c. Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan saham 15
AR: 68
d. Wilayah operasional. 15
AR: 48-51
C.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 14, 16-17
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 30
AR: 52
C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan 19
AR: 64
Penjelasan Direksi
D.1 Penjelasan Direksi 10-11
a. Kebijakan untuk merespons tantangan dalam pemenuhan strategi keberlanjutan 10-11, 21
b. Penerapan Keuangan Berkelanjutan 10-11, 21, 27
c. Strategi pencapaian target 10-11
Tata Kelola Keberlanjutan
E.1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 21, 37
E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan 117
AR: 153
E.3 Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 12, 24
AR: 163-165
E.4 Hubungan dengan Pemangku Kepentingan 33-35
E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 24
Kinerja Keberlanjutan
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan 21-23, 94,
102
Kinerja Ekonomi
F.2 Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi, 28, 29
Pendapatan dan Laba Rugi
F.3 Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen 28, 29
Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
Kinerja Lingkungan Hidup
Aspek Umum
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 28, 29
141
Page 140
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
No. Nama Indeks Lokasi
Aspek Material
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 70, 76
Aspek Energi
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 75
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 76-80
Aspek Air
F.8 Penggunaan Air 88-91
Aspek Keanekaragaman Hayati
Lokasi operasional Japfa
tidak berada di lokasi
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau konservasi. Kami tidak
F.9 Keanekaragaman Hayati memiliki peternakan,
tambak dan operasi
lainnya yang berlokasi
pada lahan bekas hutan.
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 72-73
Aspek Emisi
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 75
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 74-75
Aspek Limbah dan Efluen
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 96-97
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 92, 94-97
F.15 Tumpahan yang Terjadi (jika ada) Tidak relevan
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan 93
Kinerja Sosial
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa
F.17 14, 34
yang Setara kepada Konsumen
Aspek Ketenagakerjaan
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 109
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 109-110
F.20 Upah Minimum Regional 109
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 102-109
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai 113-117
Aspek Masyarakat
F.23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar 48, 118, 121, 132
F.24 Pengaduan Masyarakat 93
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 48, 118, 121, 132
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan 10, 17,27, 72-73
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan 30, 47
F.28 Dampak Produk/Jasa 45
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 47
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan 18
Lain-lain
G.1 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 32
G.2 Lembar Umpan Bali 33, 143
G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 32
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/
G.4 POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa 141-142
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
142
Page 141
Memajukan Ketahanan Pangan melalui Inovasi dan Kolaborasi Laporan Keberlanjutan 2024
Lembar Umpan Balik [POJK G.2]
Kunjungi tautan di bawah ini untuk mengisi form ini dalam versi daring
https://forms.gle/r4hF9T9vqomYdjxz9
Profil Anda
Nama
Institusi/Perusahaan
Surat Elektronik
Nomor Telepon
Silahkan pilih salah satu kelompok pemangku kepentingan yang paling mewakili Anda:
Pelanggan Distributor Organisasi Komunnitas Lokal
Investor Asosiasi Pemasok
Pemerintah Mitra Peternak Penerima Beasiswa
Karyawan Lembaga/Universitas Lainnya, mohon sebutkan:
Bagaimana penilaian Anda terhadap laporan ini
(Nilai 1 = tidak setuju dengan nilai maksimal 5 = setuju)
1 2 3 4 5
1 Laporan ini mudah dipahami
Laporan ini menjelaskan kinerja perusahaan di
2
dalam keberlanjutan
Laporan ini telah menyediakan data dan informasi
3 yang cukup atas kinerja perusahaan di dalam
keberlanjutan
Laporan ini meningkatkan kepercayaan Anda di
4
dalam kinerja keberlanjutan Perusahaan
Mohon berikan penilaian terkait apakah data dan informasi
yang disajikan cukup untuk kebutuhan informasi Anda
(Nilai 1 = tidak setuju dengan nilai maksimal 5 = setuju)
1 2 3 4 5
1 Keamanan pangan
Efisiensi sumber daya dan pengolahan limbah yang
2 bertanggung jawab
3 Pemasok yang dapat dilacak
4 Distribusi yang handal
Menyediakan akses pangan bergizi dan terjangkau
5 untuk masyarakat/ konsumen
6 Kesejahteraan hewan
7 Anti korupsi
8 Pengolahan air limbah
Kinerja finansial perusahaan dan
9 strategi mengantisipasi pandemi
10 Konsumsi Air
143
Page 142
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
Mohon berikan saran, usul dan/atau komentar Anda agar kami bisa meningkatkan laporan ini
Terima kasih atas saran dan Wisma Millenia Lantai 7
masukan Anda.
Jl. M.T. Haryono Kav. 16, Jakarta 12810 – Indonesia
Silakan kirim formulir
umpan balik ini kepada kontak Phone : (+62 21) 285 45680 (Hunting)
yang tertera di laporan ini: Fax : (+62 21) 831 0309
Email : maya.pradjono@japfa.com
Website : www.japfacomfeed.co.id
144
Page 143
Page 144
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Wisma Millenia Lt.7 Jl. M.T Haryono Kav. 16 Jakarta 12810-Indonesia Telp: +62-21-285 45680 (Hunting) Fax: +62-21-831 0309 www.japfacomfeed.co.id
Page 145
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Page 146
Page 147
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
Advancing Food Security through
Innovation and Collaboration
Sustainability Report 2024
05
Page 148
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
Table of Contents
About Our Theme 08
Message from the Chairman
10
of the Sustainability Committee
2024 Sustainability Highlights 12
GRI Index 136
POJK Index 141
Feedback Form 143
1 3
Japfa at Improving
a Glance Nutrition
Vision and Mission 14 Extensive Market Reach 41
Business Scale 15 Industrialised Approach 45
End-to-End Business Model 16 Ensuring Food Safety 45
High-Quality and Diverse Products 17 Traceable Supply Chain 46
Good Corporate Governance Food Safety Audits 47
19
for Sustainability
JAPFA for Kids: Combating Malnutrition 48
Sustainability Committee 21
Parental Involvement in JAPFA for Kids 51
Japfa’s Economic Performance 28
Japfa Collaborates on
Membership in Associations 30 Nutrition Sufficiency Study 55
for Indonesian Children
Awards 31
2 4
About Efficient
Japfa Report Production System
Communicating with Animal Welfare Implementation 57
33
Japfa Stakeholders
Animal Health Management 66
Japfa in Data 36
Responsible Energy Practices 74
Methodology for Determining
37 Digitalisation and Innovation 80
Material Topics
Water Resource Conservation 86
Emissions and Waste Reduction 92
06
Page 149
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
5
People
Development
Employees 98
Optimising Digital Advancements for
100
Human Resource Development
Fostering a Culture of Occupational
Health and Safety (OHS) within the 102
Company
Maintaining an Inclusive and Diverse
109
Work Environment
Embracing and Growing Together
113
with Employees
Poultry and Aquaculture Farmers 118
Community and Planet 121
Caring for the Earth and
125
Fostering Well-being
Supporting the Development and
130
Achievement of Indonesian Chess
Japfa Cares 132
Japfa Participates in the Affordable
133
Market Movement
07
Page 150
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
About
According to UNICEF’s 2024 report, 1 in 2 children under the age of
Our Theme five in Indonesia (10.7 million or 46%) live in moderate-to-severe
food insecurity. This means they lack a balanced and complete diet
to support their optimal growth and development1. This situation
underscores the urgent need to improve food accessibility and
Advancing Food
production to ensure that children’s nutritional needs during their
Security through
critical growth period are met.
Innovation and
Collaboration
The severity of this challenge is expected to intensify as the impact of climate change becomes more
pronounced. As one of the countries most vulnerable to climate-related disasters, Indonesia faces a
significant risk of increased malnutrition and food insecurity, particularly among its most vulnerable
communities2. These conditions can adversely affect children’s physical and cognitive health, hinder their
access to education, and limit their economic prospects in the future. Thus, climate change is not only an
environmental issue but also a children’s rights issue that must be prioritised3.
To address these challenges, the Indonesian government has made food security as one of the top priorities
in its 2025-2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN). One of the key approaches is the
development of an eco-region-based food system that leverages local resources and wisdom to create
sustainable food security4 in Indonesia.
Japfa, as one of Indonesia’s leading agri-food companies, plays an active role in supporting these national
priorities. By adopting technological innovation, collaborating with various stakeholders, and implementing
sustainable practices, Japfa is committed to strengthening food security and contributing to the country’s
self-sufficiency in food production.
Through strategic partnerships and inclusive dialogue, Japfa works with local
and global communities to create solutions that are relevant, targeted, and
deliver long-term benefits for society.
1, 2, 3
UNICEF. 2024. Climate Change and Nutrition in Indonesia. A review of the evidence for policy and programme strengthening. United Nations Children’s Fund.
Jakarta, Indonesia. Retrieved from https://www.unicef.org/indonesia/media/22726/file/Climate%20change%20and%20nutrition%20in%20Indonesia.pdf
4
Minister of National Development Planning/Head of National Development Planning Agency. (n.d.). JAPFA for Indonesia Emas 2045: Nurturing Collaboration in
Food Security [Slide show; Nurturing Collaboration in Food Security]. (Original work published 2024)
08
Page 151
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Students in JAPFA for Kids-assisted school having a
balanced lunch with eggs sponsored by the programme
09
Page 152
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk Message from Chairman of the Sustainability Committee [GRI 2-22] [POJK D.1, F.26] Dear Stakeholders, I am pleased to present the 2024 Sustainability Report of PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. The year has been one of challenges and opportunities–one that tested our resilience, growth, and innovation. The global food ecosystem continues to face pressing issues such as population growth, climate change, and geopolitical shifts. With more than fifty years of experience, we understand that these issues can only be addressed through concrete action, innovation, and strategic collaboration with our Stakeholders to build a resilient food ecosystem. Our commitment to environmental, social, and governance principles remains steadfast as we focus on providing access to affordable, safe, and nutritious animal protein to build healthier communities while achieving positive economic performance for our Group. This report highlights our sustainability performance and progress in our commitment to build a resilient and sustainable food system. In 2024, we are proud of our achievements in various sustainability programmes: Sustainability-Linked Bond (SLB) Japfa successfully met the Sustainability Performance Target (SPT) of its SLB by completing the construction of nine water recycling facilities across eight chicken slaughterhouses and one hatchery within 3 years and 9 months. This achievement reinforced Japfa’s pioneering role in the agri-food sector as the first company to issue an SLB in 2021. Improving Japfa Sustainability Reporting System (JSRS) Data To enhance transparency and management of environmental and Occupational Health and Safety (OHS) data across operations, Japfa completed a review of our data collection process for the Japfa Sustainability Reporting System (JSRS). The objective was to improve the accuracy and accountability of our data. Optimisation of Japfa Sustainability Analytics (Sustainalitics) Japfa continues to focus on enhancing sustainability implementation through the utiliaation of the Japfa Sustainability Analytics dashboard, also known as Sustainalitics. This dashboard processes and consolidates data collected periodically via the digital platform JSRS (Japfa Sustainability Reporting System). Sustainalitics enables Japfa to conduct data-driven analysis and decision-making to promote continuous improvements in various aspects of environmental management, such as water and energy efficiency, emission reduction, and waste recycling. 10
Page 153
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Through our extensive experience in the food industry for over half a
century, we understand that these challenges can only be addressed
through concrete actions, innovation, and strategic collaboration to
build a robust food ecosystem.
Climate Scenario Analysis (CSA)
Japfa proactively addressed climate-related challenges by conducting climate scenario analysis, which
enables the company to identify and analyse climate risks effectively.
Inclusion in the 2024 SRI-KEHATI and FTSE Russell Indexes
We are proud that Japfa was included in the SRI-KEHATI, ESG Quality 45 IDX KEHATI Index, and ESG
Sector Leaders IDX KEHATI Index in 2024. Furthermore, we have also been included in the FTSE Global
Equity Shariah Index, effective from 23 December 2024. This serves as a recognition of our company’s
sustainability performance at both national and international levels. This reflected our commitment to
implement responsible, transparent, and sustainable business practices. The inclusion in these indexes
demonstrates public trust in our efforts to create value for the environment, society, and stakeholders.
Life Cycle Assessment (LCA) for Aquaculture
Japfa initiated an LCA for aquaculture operations with a cradle-to-grave scope excluding the use stage. This
strategic move aims to quantify environmental impacts based on a scientific approach.
Aligned with the government’s national programme for a resilient food system and the Indonesia Emas 2045
agenda, Japfa’s initiatives are rooted in the belief that food resilience starts with investing in the well-being
of the younger generation. Programmes like Japfa for Kids demonstrate our commitment to addressing
malnutrition and empowering communities. We also continue to optimise resource efficiency to minimise
the environmental impact of our operations.
Our progress would not have been possible without the trust, support, and dedication of our stakeholders.
Your contributions inspire us to turn aspirations into tangible actions. Together, we aim to build a resilient
food ecosystem for today and the future.
Thank you for your trust and commitment in this shared journey.
Best Regards,
Renaldo Santosa
Chairman of the Sustainability Committee
11
Page 154
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
2024 Sustainability-Linked Bond (SLB) Completion
Sustainability Japfa successfully met the targets of its Sustainability-Linked
Highlights Bond (SLB), an industry-first initiative. The implementation
of water recycling systems in poultry production units posed
a significant challenge, but these efforts delivered substantial
operational benefits and earned recognition from our teams. By
prioritising water-scarce areas and leveraging water scarcity
mapping, Japfa continues to maximise positive impact and
ensure the sustainable use of resources.
Improving System and Data of JSRS
Japfa has enhanced its systems, processes, and scope for
environmental data collection and analysis through a more
structured and integrated approach. By leveraging platforms such
as JSRS and Japfa Sustainalitics, we can now measure operational
impacts using ESG data that is collected more accurately and
accountably. This initiative strengthens Japfa’s ability to make
data-driven decisions that effectively support the achievement of
sustainability goals
Completion of Climate Scenario Analysis (CSA)
In 2024, Japfa completed a comprehensive Climate Scenario
Analysis (CSA) to evaluate future climate risks and opportunities.
By analysing socio-economic, technological, and environmental
factors, the CSA equips Japfa to anticipate physical risks, build
resilience, and identify innovation opportunities. [GRI 2-23] [POJK E.3]
JAPFA for Kids
JAPFA for Kids assists school children facing malnutrition through
initiatives such as nutrition programmes and healthy habits
campaigns. By the end of the 2024, JAPFA for Kids successfully
improved the nutritional status of 762 out of 1,479 students with
malnourished and undernourished, bringing them to nourished
levels, in line with SDG 2: Zero Hunger.
Japfa Day 2024
Japfa Day 2024 served as a pivotal platform to address issues of
food security and self-sufficiency. The event brought together
leaders, government representatives, and various stakeholders to
discuss solutions to these critical challenges. It reinforced Japfa’s
role in advancing food security initiatives.
12
Page 155
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Recycled water from the Water Recycling Facility
PT So Good Food, Cikupa
13
Page 156
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk is one of Indonesia’s largest agri-
food companies specialising in the production of animal protein. With
extensive experience and commitment to quality, Japfa has earned
recognition within the industry as a Total Solution Company, contributing
Japfa at significantly to food security and meeting the nutritional needs of the
population. [GRI 2-6] [POJK C.4]
a Glance
This report uses various terms to refer to PT Japfa Comfeed Indonesia
Tbk, including “Japfa/The Company/We” , while “Japfa Aquaculture”
encompasses the Company’s aquaculture activities. “Japfa Group”
denotes the parent Company and its subsidiaries.
Further information is available
on Japfa’s website at:
[POJK C.3], [GRI 2-1]
https://www.japfacomfeed.
co.id/sekilas-perusahaan
Vision and Mission
[GRI 2-6, 2-23] [POJK C.1, F.17]
The Company’s Vision and Mission were discussed, evaluated, and jointly
approved by the Board of Commissioners and Directors. All business
activities are carried out in accordance with the agreed Vision and Mission,
serving as the primary guide for the Company. Japfa remains committed
to fostering strong relationships with partners and communities while
Vision and Mission 14
adhering to principles of social and environmental responsibility.
Business Scale 15
Vertically
Integrated 16
Business Model
Vision Growing Towards Mutual Prosperity
High-Quality and
17
Diverse Products
Good Corporate
Mission To be the leading dependable provider of affordable
Governance 19
protein foods in Indonesia by building on the
for Sustainability
foundation of our excellent teamwork and proven
Sustainability experience for the benefit of all stakeholders.
21
Committee
Japfa’s Economic
28
Performance
Details of Japfa’s Vision and Mission
Membership in are available on the Company’s website
30
Associations
Awards 31
https://www.japfacomfeed.
co.id/visi-misi
14
Page 157
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Business Scale
[GRI 2-1] [POJK C.3]
Since commencing operations in 1971 in Surabaya as a copra pellet producer, Japfa
has expanded our reach to almost every region of Indonesia. The Company operates
a range of upstream to downstream facilities, including feed mills, breeding and
farming operations, and consumer products. These operations are supported by
more than 30 thousand employees across Indonesia.
Total Employees
[GRI 2-7]
(2024) (2023) (2022)
30,575 30,372 30,995
Male (2024) (2023) (2022)
Employees 26,593 26,455 27,065
14,762 14,927 14,958
Permanent Permanent Permanent
11,831 11,528 12,107
Contract Contract Contract
Female (2024) (2023) (2022)
Employees 3,982 3,917 3,930
2,922 2,917 2,786
Permanent Permanent Permanent
1,060 1,000 1,144
Contract Contract Contract
Employee data for the reporting period was compiled through the ERP Human
Capital Management (ERP HCM) system at the end of reporting period.
https://www.japfacomfeed.
During this period, Japfa did not employ part-time staff, and there were no co.id/laporan-tahunan
significant fluctuations in employee numbers. In 2024, the number of male
employees was higher than that of female employees. This trend is influenced
by the characteristics of the agriculture industry, which has traditionally been
perceived as a male-dominated sector due to its physical work demands and
prevailing gender perceptions. [GRI 2-7, 2-8]
Details about our operations can be found in the 2024 Annual Report or on
https://www.japfacomfeed.
the Company’s website [GRI 2-1] [POJK C.3] co.id/operational-area
15
Page 158
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Vertically Integrated Business Model
Japfa implements a vertically integrated business model designed to
control every stage of production from upstream to downstream. This
Japfa at integrated model enables Japfa to cater to a diverse range of customers,
a Glance including poultry farmers, fish and shrimp farmers, distribution agents,
ready-to-serve service providers, restaurants, and end consumers.
[GRI 2-6] [POJK C.4].
Upstream
Animal Feed Production Breeding
Midstream
Vision and Mission 14
Business Scale 15
Vertically
Integrated 16 Commercial Farming Aquaculture Farming
Business Model
High-Quality and
17
Diverse Products
Good Corporate
Governance 19
for Sustainability Downstream
Sustainability
21
Committee
Japfa’s Economic
28
Performance
Membership in
30
Associations
Awards 31 Processing Consumer Products
16
Page 159
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
High-Quality and Diverse Products
[GRI 2-6, F.26] [POJK C.4]
Japfa remains committed to producing high-quality animal protein through products that are safe, halal,
nutritious, and affordable. We utilise premium raw materials and continuously innovate to meet the
evolving needs of consumers. Our product range includes feed, breeding stock, poultry, fish, shrimp, beef,
and processed meat products. These products are developed to serve diverse market segments and are
produced under strict food safety standards while adhering to animal welfare principles.
Japfa Food represents one of our key business lines, focusing on downstream integration to connect directly
with consumers. By providing high-quality animal protein-based products, Japfa Food brings Japfa’s
premium offerings—such as poultry, processed meats, and other food products—closer to end consumers.
This initiative expands our market presence and strengthens Japfa’s foothold in the retail and everyday
consumer segments.
In May 2024, we launched a new brand, Olagud, offering fresh
probiotic chicken products with superior nutritional benefits. Olagud’s
probiotic chicken is enriched with higher protein and collagen content
while featuring reduced levels of fat and cholesterol. Produced at
Japfa’s modern poultry farms, Olagud prioritises animal welfare and
environmental sustainability, resulting in high-quality products that are
consistently safe. [POJK B.1, F. 26]
Perunggasan Budidaya Perairan Perdagangan dan Lain-Lain
• Animal Feed • Fish and Shrimp Feed • Beef Products
• Day-Old Chicks • Shrimp Fry » Live Cattle
(DOC) » Santori Branded Beef
• Freshwater Fish
• Live Birds Fingerlings » Tokusen Wagyu Beef
• Chicken Carcasses • Freshwater Fish Fillets
• Copra Meal
• Ready-to-Cook • Shrimp • Coconut Oil
and Ready-to-Eat
Products (e.g., • Processed Fish and • Transportation Services
nuggets, sausages, Shrimp Products
• Animal Vaccines
etc.)
• Veterinary Medicines and Equipment
• Plastic Bags
Details about our product Further details about
offerings can be found on Olagud can be found at:
the Company’s website
https://www.japfacomfeed. https:/www.olagud.com/
co.id/ringkasan-usaha @olagud.id
17
Page 160
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Commitment to Product Transparency [GRI 417-1]
We ensure that all product information is conveyed transparently and
comprehensively. Our product packaging includes essential details such
as composition, nutritional facts, usage instructions, production and
Japfa at expiration dates. For certain products, such as vaccines, this information
a Glance is also accessible via barcodes to facilitate customer convenience while
also reducing paper usage.
Ensuring Customer Satisfaction [POJK F.30]
To maintain customer satisfaction, we regularly conduct satisfaction
surveys. The results of these surveys help us identify areas for improvement,
ensuring we consistently meet customer expectations.
Our customer satisfaction index for 2024 reflected consistent performance,
underscoring our commitment to maintaining product and service quality.
Customer Satisfaction Survey Score 2024
Animal Feed Products
84% 84% 87%
2022 2023 2024
Animal Health and Livestock Equipment
Vision and Mission 14
Business Scale 15
87% 86% 88%
Vertically
Integrated 16 2022 2023 2024
Business Model
High-Quality and
17
Diverse Products
Good Corporate
Governance 19
for Sustainability
Sustainability
21
Committee
Japfa’s Economic
28
Performance
Membership in
30
Associations
Awards 31
18
Page 161
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Good Corporate Governance for Sustainability
Japfa firmly believes that Good Corporate Governance (GCG) is essential for ensuring the sustainability of
business operations now and in the future. GCG serves as a crucial guideline for protecting stakeholders while
promoting transparent, accountable, and sustainable business practices.
Robust Corporate Structure [GRI 2-23] [POJK C.6]
An effective organisational structure is a key element of GCG, ensuring the efficient allocation of responsibilities,
decision-making, and communication at all management levels and with stakeholders. Japfa’s organisational
structure comprises the Board of Commissioners, Board of Directors, and Senior Management, each playing
a vital role in supporting sustainable business continuity. [GRI 2-12] [POJK C.6]
Details of the organisational structure
can be found in the 2024 Annual
Report [POJK C.6]
https://www.japfacomfeed.
co.id/laporan-tahunan
Upholding Business Ethics [GRI 2-23]
Corporate Code of Ethics
Japfa upholds ethics and integrity as the foundation of its business operations, outlined in the Company’s
Code of Ethics. This Code includes policies on anti-corruption, anti-bribery, and anti-fraud. To ensure
alignment with these principles, all new employees undergo an orientation programme that introduces the
Code of Ethics, enabling them to understand and implement it in their daily work. [GRI 2-24]
Guidelines for the Board of Commissioners
and Directors
In 2024, we conducted
outreach on Japfa’s Japfa has established guidelines for the Board of
Code of Ethics, including Commissioners and Directors, outlining the supervisory
anti-corruption and anti- responsibilities of the Board of Commissioners
bribery policies, to 8,814 in overseeing the management of the Company
employees across various conducted by the Board of Directors.
units. Furthermore, internal
audit results for 2024 Audit Committee
confirmed that no material The Audit Committee supports the effectiveness of
cases of corruption were the Board of Commissioners by overseeing financial
identified across the reporting and ensuring compliance with regulations.
Company’s operations. This committee is led by an Independent Commissioner
[GRI 205-2, 205-3]
and includes two external professional members who
work independently.
19
Page 162
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Investor Relations Policy
Investor Relations plays a critical role in building trust and maintaining
transparency between the Company and its shareholders. Through its Investor
Relations policy, Japfa ensures that investors receive timely, accurate,
Japfa at balanced, and fair information. This approach promotes accountability,
a Glance supports better decision-making, and upholds regulatory compliance.
Additionally, it mitigates risks and enhances confidence in the Company’s
leadership and strategies, contributing to long-term value creation.
JAPFALERT
To ensure compliance with the Company’s codes of ethics, Japfa has
implemented a whistleblowing system called JAPFALERT. This system
enables the reporting of violations related to regulations or the Code
of Ethics. All reports are handled with utmost seriousness, ensuring
the confidentiality of the whistleblower’s identity in accordance with
applicable procedures. [GRI 2-16, 2-25, 2-26]
JAPFALERT can be accessed through the following link
https://www.japfalert.com/
Details regarding the duties and responsibilities of the Board of
Vision and Mission 14 Commissioners and Directors, as well as policies and other committees,
Business Scale 15 such as the Nomination and Remuneration Committee, can be found
in the 2024 Annual Report or on the Company’s website [GRI2-23]:
Vertically
Integrated 16
Business Model
High-Quality and
17
Diverse Products
Good Corporate Corporate Guidelines for the Board of
Governance 19 Code of Ethics Commissioners and Directors
for Sustainability https://www.japfacomfeed. https://www.japfacomfeed.co.id/pedoman-
co.id/kode-etik-perseroan dewan-komisaris-direksi
Sustainability
21
Committee
Japfa’s Economic
28
Performance
Membership in Investor Relations Policy Audit Committee Annual Report
30
Associations https://japfa.com/investors/ https://www. http://japfacomfeed.
investor-relations-policy japfacomfeed.co.id/ co.id/laporan-tahunan
Awards 31 komite-audit
20
Page 163
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Sustainability Committee
According to the Board of Directors Decree No. 073/KEP/Dir-JAPFA/LD-CS/XII/2023 dated 29 December
2023, the Board of Directors has updated the Sustainability Committee, which is chaired by the President
Director of the Company and of two Directors ,covering 60%. This update aims to strengthen the organisational
structure in managing sustainability initiatives across all operational units. In carrying out its duties and
responsibilities, the Sustainability Committee is supported by the Sustainability Coordinating Sub-Committee
and Division Heads. The committee plays a crucial role in ensuring the implementation of sustainable business
practices in alignment with the Company’s targets. The Sustainability Committee was updated to ensure that the
Company applies environmentally responsible business practices and aligns with the established objectives.
[GRI 2-9, 2-24] [POJK A.1, E.1, F.1]
Roles and Responsibilities of the
Sustainability Committee [GRI 2-12]
1
Establishing and proposing
sustainability policies and
development directions to the Board
of Directors for approval.
2 Developing sustainability strategies
for a specified timeframe. [POJK D.1]
3
Evaluating the outcomes of
sustainability strategy implementation,
providing recommendations for
improvements, and reporting to the
Board of Directors at least once a
year. [GRI 2-13]
Approving the annual Sustainability
4
Report. [GRI 2-14] [POJK E.1] The composition of the Sustainability Committee
can be accessed on the Company’s website:
5 Appointing relevant sub-committees
for the implementation of
sustainability strategies in operational
divisions.
https://www.japfacomfeed.co.id/
6 Reviewing and approving Key tata-kelola-keberlanjutan
Performance Indicators (KPIs) and
Sustainability Performance Targets
(SPTs) for sustainability-related
transactions. [POJK E.1]
21
Page 164
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Sustainability Pillars
Japfa’s Sustainability Pillars serve as a guideline for daily business activities,
integrating them into the formulation of the Company’s strategies and
business processes to anticipate risks from environmental and business
Japfa at changes, including economic, social, and environmental aspects. This
a Glance ensures that all operations align with sustainability goals. These pillars
reinforce Japfa’s commitment to its core business focus—enhancing
nutritional quality through efficient production systems while prioritising
human development. [POJK E.1]
Vision and Mission 14
Business Scale 15
Vertically
Integrated 16
Business Model
High-Quality and We conducted an evaluation of our Sustainability
17
Diverse Products
Pillars and incorporated details on biodiversity
Good Corporate management to reflect current trends and nature-
Governance 19
for Sustainability
related issues. This update has been integrated
into the People Development Pillar.
Sustainability
21
Committee
Japfa’s Economic
28
Performance
Biodiversity Protection through People Development
Membership in
30
Associations
At Japfa, biodiversity protection is integrated into the People
Awards 31
Development Pillar. We empower communities to actively participate
in biodiversity conservation through initiatives such as mangrove
rehabilitation and habitat restoration.
22
Page 165
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Sustainability Pillars
Affordable Nutritious Proteins
Efficient People Improving
Production System Development Nutrition
Large Scale Operations & Knowledge Feed
Advanced Technology Management More People
Healthy Animals Employees Facilitating Access to
Biosecurity Training & Development Affordable Proteins
Vaccines Sports for Life Balance Geographical Reach
Animal Welfare Industrialised Approach
Balanced Diet
Efficient Use Farmers Farmers
of Resources
Technical Assistance Technical Assistance
Energy
Skills Improvement Skills Improvement
Water
Reusable Packaging
Local Sourcing
Minimise Waste Community Food Safety
& Emission & Planet & Traceability
Manure Management Education Programmes Food Safety
& Hygiene Standards
Air Pollution Control Focused on Agriculture
Halal Slaughterhouses
Wastewater Treatment Reducing Biodiversity Loss
Traceability Back
to the Farm
23
Page 166
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Business and Environmental Risk Management
Japfa recognises the importance of managing various business risks to
ensure the Company’s sustainability and minimise impacts on people and
the environment. To address these challenges, we implement a robust
Japfa at risk management system, including internal and external audits, which
a Glance also cover risks related to corruption, based on the principles of integrity,
transparency, and accountability. Any violations are dealt with seriously
and in accordance with applicable regulations. [GRI 205-1, 205-2] [POJK E.3]
Vision and Mission 14
Business Scale 15
Vertically
Integrated 16
Business Model
High-Quality and
17
Diverse Products
One of Japfa’s animal feed mills.
Good Corporate
Governance 19
for Sustainability
Sustainability
21 Detailed information on the Company’s risk management can be found in the Governance
Committee chapter of the 2024 Annual Report and on the Company’s website. [POJK E.3, E.5]
Japfa’s Economic
28
Performance
Membership in
30
Associations
Awards 31
https://www.japfacomfeed.co.id/
manajemen-resiko
24
Page 167
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Japfa Group Sustainability Targets
In 2022, Japfa Group established Sustainability Targets using 2022 data as the baseline reference. These
targets are categorised into two main aspects: environmental and social. From an environmental perspective,
we focus on reducing Scope 1 emissions, measured per kilogram of live bird based on 2022 data. From a social
perspective, Japfa remains committed to developing employees and contract farmers through continuous
training programmes aimed at enhancing productivity and supporting sustainability-driven decision-making.
By 2024, we have identified suitable approaches to monitor Japfa’s sustainability action plans. This ensures
that the implementation and achievement of sustainability goals are effectively tracked and evaluated. [GRI
2-24]
Japfa Group has once again secured
In line with the established targets Sustainability-Linked Loan (SLL) in
for 2024, Japfa has successfully: 2024, reinforcing its commitment to
• Reduced coal consumption by utilise recycled wastewater, zero coal,
70.38% compared to 2023 and JfK initiatives. This extends our
• Achieved 10 training hours per ESG efforts as we continuously strive
employee per year for greater impact and improvement.
25
Page 168
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Japfa at
a Glance
Japfa SLB KPI - Successful Completion
Vision and Mission 14 of 9 Water Recycling Facilities in Our
Business Scale 15 Poultry Operations
Vertically
Integrated 16
7
Business Model
Total 8 Slaughterhouses 1 Hatchery
High-Quality and
17
Diverse Products
Good Corporate
Governance 19
for Sustainability
Sustainability
21
Committee
Japfa’s Economic
28 3
Performance
Membership in 9
1
2
30 4
Associations 5
6
8
Awards 31
26
Page 169
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
In 2024, Japfa successfully fulfilled its Sustainability-Linked Bond (SLB) commitment by constructing
water recycling facilities at eight Poultry Processing Plants and one hatchery unit within 3 years and
9 months from the date of bond issuance. This water recycling facility has undergone an external
audit process. The audit results can be read further at the following link. [POJK B.1, D.1, F.26]
This achievement marks a significant sustainability milestone, positioning Japfa as a pioneer in the
agri-food sector for issuing an SLB in 2021.
Hence, Japfa has established water recycling facilities in:
2021 1 Cikupa Slaughterhouse 2023 6
Magelang
Slaughterhouse
2 Subang Hatchery
Medan
7
Slaughterhouse
2022 3 Lampung Slaughterhouse
Boyolali
8
Slaughterhouse
4 Wonoayu Slaughterhouse
5 Pemalang Slaughterhouse 2024 9 Parung
Slaughterhouse
https://www.japfacomfeed.
co.id/informasi-saham-obligasi
27
Page 170
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Japfa’s Economic Performance
[GRI 2-27, 201-1], [POJK B.1, F.2, F.3, F.4]
As one of Indonesia’s largest agri-food companies, Japfa’s products are an
Japfa at essential part of the daily lives of millions, providing safe and affordable
a Glance protein. Maintaining strong economic performance is critical to ensuring
sustainable operations, focusing on the People, Planet, and Profit (3P)
principles.
In 2024, Japfa faced challenges including unstable weather conditions,
regulatory changes, and geopolitical instability, which disrupted supply
chains, increased raw material costs, and weakened consumer purchasing
power. To address these challenges, Japfa implemented several
strategies, including anticipating market fluctuations to minimise risks,
investing in Company facilities to enhance quality control and supply
chain efficiency. These initiatives have strengthened Japfa’s competitive
edge and reinforced direct relationships with local suppliers.
Fortune 100 Indonesia
In early August 2024, Japfa was listed in the “Fortune 100
Indonesia” a prestigious benchmark of corporate performance in
the country. According to Fortune Indonesia, companies on this list
contributed 28.8% to the national economy in the previous year.
This achievement highlights Japfa’s significant role in Indonesia’s
economy and its resilience in navigating uncertainties.
Vision and Mission 14
Business Scale 15
Vertically
Integrated 16
Business Model
Japfa upholds all applicable regulations across social and economic
High-Quality and aspects in its operations. As a testament to this commitment, throughout
17
Diverse Products
2024, the Company did not receive any sales prohibitions and market
Good Corporate
restrictions for its products. [GRI 2-27]
Governance 19
for Sustainability
Sustainability In 2024, Japfa generally demonstrated excellent economic performance
21
Committee in line with its targets. [POJK F.2, F.3].
Japfa’s Economic
28
Performance
Membership in
30
Associations
Awards 31
28
Page 171
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
[GRI 201-1], [POJK B.1, F.2, F.3] In million rupiah
Disclosure 2024 2023 2022
Direct Economic Value Generated
Net Sales 55,800,849 51,175,898 48,972,085
Interest Income 50,228 44,272 9,495
Other Income 210,204 139,161 151,001
Total 56,061,281 51,359,331 49,132,581
Economic Value Distributed
Operating Cost (Cost of Sales, SG&A Exclude Staff Cost) 45,698,456 44,620,820 42,150,413
Employee Wages and Benefits 4,889,053 4,267,880 4,018,803
Payment to Providers of Capital (Debt and Equity Capital) 1,688,988 1,569,494 1,543,295
Community Investment
Corporate Social Responsibility (CSR) 28,208 8,691 6,333
Edu Farmers International Foundation
15,000 14,450 8,507
(Edufarmers Foundation)
Payments of Income Taxes to Indonesian Government 715,863 406,068 642,680
Total 53,035,568 50,887,403 48,370,031
Economic Value Retained
Economic Value Retained 3,025,713 471,928 762,550
Sustainability Investment
[GRI 201-2] [POJK F.4] Dalam jutaan rupiah
Sustainability Pillars 2024 2023 2022
Environment
Investment in More Sustainable
129,170 103.334 166.893
Operations
Efficient Use of Resources 14,106 11.017 20.664
Efficient Minimising Waste and Emission 26,107 26.037 24.295
Production Improvement in Animal Health
System 511 216 1.32
and Welfare
Investment in New Technologies to
8,039 6.168 4.584
Improve Our Operational Efficiency
Audit/Asesmen/Sertifikasi Biaya ESG 3,472 3.020 1.277
Total 181,404 149.792 219.032
Social
Development of Our People
Human Resources
(Employees, Farmers, and 89,522 163.867 153.635
Development
Communities)
Improving Nutrition Improving Nutrition 9,592 7.329 3.731
Total 99,114 171.195 157.366
Grand Total 280,518 320.987 376.398
*) To advance operational sustainability, we have separated our sustainability investment and operational expenditure into two main
categories: environmental and social. We separated sustainability investment for better record keeping since 2022.
29
Page 172
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
01
Membership in Associations
[GRI 2-27] [POJK C.5]
As part of our commitment to advancing the agri-food sector in Indonesia,
Japfa collaborates with various stakeholders. During this reporting period,
Japfa at we established partnerships with several organisations to enhance our
a Glance contributions, including the following associations:
Indonesian Employer’s Indonesian Fishery Indonesian Feedmills Shrimp Club
Association (APINDO) Producers Processing Association (GPMT) Indonesia (SCI)
DKI Jakarta and Marketing
Association (AP5I)
Indonesian Veterinary Association of Veterinary Public Indonesian Poultry
Medicine Association Indonesian Poultry Health Association Farmers Association
(ASOHI) Slaughterhouses (ASKESMAVETI) (PINSAR)
(ARPHUIN)
Indonesian Poultry Chamber of Indonesian Indonesia CSR
Science Sociey (MIPI) Commerce and Poultry Veterinary Society
Vision and Mission 14 Industry (KADIN) Association (ADHPI)
South Jakarta
Business Scale 15
Vertically
Integrated 16
Business Model
High-Quality and Indonesian Indonesian Poultry
17 Aquaculture Society Breeders Association
Diverse Products (MAI) (GPPU)
Good Corporate
Governance 19
for Sustainability
Certification [GRI 2-23]
Sustainability
21
Committee
Japfa’s Economic
28
Performance
Membership in
30
Associations FSSC 22000 AEO ISO 14001 ISO 45001 Aquaculture
Certification Stewardship
Awards 31 Council (ASC)
30
Page 173
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Awards
Japfa was awarded at the 15th Indonesian Institute for Corporate
Directorship (IICD) Corporate Governance Conference and Award for
its strong commitment to implementing sound corporate governance
practices. This recognition highlights Japfa’s dedication to transparency,
accountability, and corporate integrity, in alignment with the evaluation
criteria based on the ASEAN CG Scorecard 2023 methodology.
Japfa received the 2024 Corporate Emissions Award in the Platinum
category for Transparency in Corporate Emissions Calculation in the
non-bank issuer sector. This award recognises companies that have
made significant contributions to reducing national emissions while
maintaining transparency in their reporting. The initiative was organised
by Majalah Investor in collaboration with PT Bumi Global Karbon and
Berita Satu Media Holdings.
Japfa received two accolades at the 2024 TOP CSR Award, including
the TOP CSR Star 4 for its commitment to implementing JAPFA for
Kids programmes, as well as the Top Leader in CSR Commitment 2024,
awarded to Japfa’s CEO, Renaldo Santosa.
Japfa received an award from the Indonesian Ministry of Health for
the Healthy Living Community Movement (GERMAS)/Clean and
Healthy Living Behaviour (PHBS). This recognition acknowledges
Japfa’s contribution to supporting public health programmes through
initiatives that promote healthy and clean living practices.
A complete list of the Company’s memberships, certifications,
and awards can be found in the 2024 Annual Report.
http://japfacomfeed.co.id/
laporan-tahunan
31
Page 174
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
02
About
Our Sustainability Report is developed in
accordance with POJK 51/2017 and the GRI
2021 Standards as well as GRI 13:Agriculture,
Aquaculture, and Capture Fisheries Sector.
Standards.
Japfa
Report As a continuously growing company, Japfa remains committed to fostering
stakeholder trust by consistently communicating transparently about
our efforts and improvements each year. The 2024 Sustainability Report
represents one of our communication tools, reflecting Japfa’s initiatives
across environmental, governance, social, and economic aspects.
This report provides a comprehensive overview of our sustainability
commitments and efforts. While not every detail is included, we remain
committed to continuing our sustainability journey with consistency.
This report also serves as an evaluation tool to measure and enhance the
initiatives that we have done. Through continuous evaluation, we aim to
deliver a greater positive impact on society and the planet.
Since 2018, Japfa has consistently published sustainability reports, and this
marks the seventh report issued separately from the Annual Report. Published
on 19 March 2025, this report covers all Company operations. PT Japfa
Comfeed Indonesia Tbk has reported in accordance with the Global Reporting
Initiatives (GRI) Standards for the period 1 January 2024 to 31 December 2024.
Our Sustainability Report period is aligned with the Company’s Annual Report.
In 2024, we did not receive any feedback on the 2023 Sustainability Report;
however, we continue to enhance our communication efforts as part of the
Company’s commitment to transparency. [GRI 2-2, 2-3] [POJK G.3]
This report has been prepared in accordance with Financial Services
Authority Regulation Number 51/POJK.03/2017 (POJK 51/2017) regarding
the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services Institutions,
Issuers, and Public Companies, as well as the related Circular Letter Number
16/SEOJK.04/2021 concerning the Format and Content of Annual Reports
for Issuers or Public Companies. Japfa also considers various ESG indicators,
including the ASEAN Corporate Governance Scorecard, Coller FAIRR for
Communicating
animal welfare, MSCI, S&P, SRI KEHATI, and TCFD Recommendations.
with Japfa 33
Stakeholders
Japfa in Data 36 Additionally, we collaborate with third parties to analyse and evaluate
Methodology for the data presented in this report. External assurance has not yet been
Determining 37 conducted for this report. This report is available in both Indonesian and
Material Topics
English and can be downloaded from the Company’s official website. We
welcome feedback on our reports. [GRI 2-5], [POJK G.1]
32
Page 175
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
We welcome any feedback on the
reports we publish. A feedback Company Address
form is available via a link on
Wisma Millenia Lantai 7
the final page of this report, and Jl. M.T. Haryono Kav. 16, Jakarta 12810 – Indonesia
all questions, suggestions, and Phone : (+62 21) 285 45680 (Hunting)
comments can be submitted Fax : (+62 21) 831 0309
E-mail : maya.pradjono@japfa.com [GRI 2-1, 2-3]
through the provided contact Website : www.japfacomfeed.co.id [POJK C.2]
channels. [GRI 2-3] [POJK C.2]
Communicating with Japfa Stakeholders
Japfa actively engages with a diverse range of stakeholders connected to our business operations. These
include employees, customers, financial institutions, shareholders, government agencies, distributors,
industry associations, communities, partner farmers, and suppliers. Through these collaborations, we aim to
identify mutually beneficial opportunities while encouraging stakeholders to participate in the Company’s
sustainability initiatives. This approach strengthens sustainable practices and ensures positive impacts for
all parties involved. [GRI 2-29, 3-3] [POJK E.4]
Investors (including shareholders, bondholders, investment managers, etc.)
Engagement
Frequency Topic
Method
1. Annual General 1. Annually AGMS
Meeting of 2. Ad Hoc 1. Approval and ratification of the Company’s Financial for financial year 2023
Shareholders
(AGMS) 3. Quarterly, 2. Determination of the use of the Company’s profits for financial year 2023
ad hoc 3. Authorise Board of Commissioners to appoint public accountant to audit Company’s
2. Extraordinary Annually
General book for financial year 2024 and to determine its remuneration
Meeting of 4. Appointment of members of the Company’s Board of Commissioners and Directors
Shareholders 5. Determination of salaries/benefits for members of the Board of Commissioners and
(EGMS) Directors of the Company
3. Conference,
Teleconference, EGMS
Individual and
Group Meeting, Approval of a) the Company's plan (request for mandate) to repurchase the Company's
Electronic Mail shares in accordance with the Financial Services Authority (OJK) Regulation Number 29
of 2023 dated 29 December 2023 regarding the Repurchase of Shares Issued by Public
4. Public Expose Companies and b) the use of the repurchased shares and c) authorise the Board of
Directors to determine the implementation of its use.
Conference, Teleconference, One on One, Group Meetings, Emails
1. Performance review (financial and non-financial)
2. Operational information
Public Expose
1. Company Profile
2. Operating Performance as of 31 December 2024
3. Financial Highlights
4. Challenges and future strategies
5. Q&A
The presentation and results of the questions and answers at the Public Expose can be
seen on the company's website.
33
Page 176
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
02
About
Engagement
Method
1. frontline
Website
and
Frequency
1. Available
24 hours
Customers [POJK F.17]
Topic
1. Product and service information, including
production process
2. Ad hoc 2. Customer requirement coordination
frontline
Japfa
Annually 3. Invoice payment method credit and debit
information
2. Call centre 4. Complaint and solution service
Report 3. Satisfaction
[GRI 2-25]
5. Satisfaction of service
survey
Associations
Engagement
Frequency Topic
Method
Meetings Ad hoc, one 1. Networking
and other month and/ 2. Community development and education
activities or quarterly
3. Joint events
Farmer Partners
Engagement
Frequency Topic
Method
Phone calls 1. Daily 1. Profit-sharing scheme
and/or in- 2. Monthly 2. Product information, poultry nutrition and
person visits feed management
3. Ad hoc
3. Technical advisory
4. Poultry management
5. Poultry and fisheries management,
including sustainability practices
Educational Institutions/Universities
Engagement
Frequency Topic
Method
Socialisation Ad hoc, 1. Information on cooperation programmes
and Monthly, and other activities from Japfa
coordination and/or 2. Recruitment and administrative information
Annually regarding scholarship recipients
3. Scholarship recipient activity reports
4. Government grants
Communicating Suppliers
with Japfa 33
Stakeholders Engagement
Frequency Topic
Method
Japfa in Data 36
Phone calls Ad hoc, 1. Competitive prices and offers
Methodology for and/or in- daily, semi- 2. Service quality
Determining 37 person visits annual and/
or annual 3. Audit
Material Topics
4. Products
5. Product renewal policy
6. Sustainable procurement practices
34
Page 177
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Government
Engagement Frequency Topic
Method
Socialisation 1. Ad hoc 1. Business licensing and regulation
and 2. Monthly
coordination 2. Certification
meetings 3. Annually 3. Coordination of trade system
4. Compliance and reporting
5. Dissemination of government regulations
6. Gemar Makan Ikan campaign
7. Collaboration regarding Synergised Aquaculture Innovative Learning (SAIL)
8. Seminar & Forum
9. Expert Discussion on the requirements for food safety assurance, the
implementation of NKV (Veterinary Control Number), and the cold supply chain
for the production and distribution of animal-based food products
10. Commitment to One Health Implementation, including monitoring residues and
antibiotic resistance in animal-based products
11. Sustainable agribusiness, covering livestock and aquaculture farming
Employees
Engagement
Frequency Topic
Method
Employee 1. Weekly, 1. Socialisation of employee policies and strategies
meetings, 2. Monthly, 2. Japfa Conversation
workshops,
training and 3. Annually 3. Performance evaluation and career development
capacity 4. Ad hoc 4. Online and offline training (technical and soft skills)
building, 5. Occupational Health and Safety Insurance
communication
6. Internal news channels such as Japfa Link, Berkat Magazine and Japfa
forums,
Newsletter to communicate information about the Company published
meetings,
periodically
birthday
celebrations
Local Community Organisations
Engagement Method Frequency Topic
1. Meetings with CSOs, social organisations, local Ad hoc and/or 1. Socialisation programme
communities and village administrator semi-annually 2. CSR programme implementation
2. Phone calls and/or in-person visits
Distributors [GRI 2-6]
Engagement Method Frequency Topic
In-person visits, phone calls, Ad hoc and/ 1. Sales performance
meetings or daily 2. Product, price and service information
3. Company financial performance
4. Factory inspection
Scholarship Grantees
Engagement Method Frequency Topic
Socialisation and mentoring of the Ad hoc, once 1. Scholarship acceptance information
programme, monitoring of activities a month and/ 2. Completeness of administration
or once every
six months 3. Proposal and programme activity report
4. Information and/or reports outside the programme activities
35
Page 178
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
02
Japfa in Data
This Sustainability Report encompasses all Japfa operations, with
a primary focus on the two largest sectors: poultry operations and
About aquaculture. [GRI 2-2]
Japfa Accounting for 90% of Japfa’s total revenue, poultry operations represent
Report the most significant component of the Company’s operational footprint. As
the sector with the greatest impact across all business activities, it receives
a larger emphasis in this report. Meanwhile, aquaculture is highlighted
in response to the growing demand for sustainable products. With the
increasing importance of eco-friendly aquaculture practices, this report
emphasises how the division is adapting to meet evolving market needs.
Financial and Workforce Data
For the fiscal period 2022–2024, financial and workforce data reflects
consolidated figures from all entities under Japfa, supported by internal
systems such as the Japfa Sustainability Reporting System (JSRS) and Japfa
Sustainalitics. In this reporting period, work-related injury data has been
restated as a result of data alignment, including the removal of duplicates
and re-categorisation of accident types based on applicable standard
definitions. This was conducted to ensure better data accuracy. [GRI 2-4]
Environmental Data
The environmental data reported for 2022-2024 covers almost entire
Company’s operations. In 2024, environmental data encompasses 341
units, including both operational and non-operational units (such as
offices), reflecting an increase of 17 units compared to the 2023 report.
We have expanded our data reporting coverage in line with improvements in
JSRS and Japfa Sustainalitics, reinforcing our commitment to data accuracy
and accountability. Throughout 2023-2024, we have comprehensively
enhanced data quality. In 2024, the reporting scope now includes all business
lines, including poultry, aquaculture, SBU Beef Cattle, SBU Plantation,
SBU Consumer Go Direct, SBU Property, and SBU Transportation. This
Communicating achievement is the result of collective commitment and collaboration in
with Japfa 33
supporting greater transparency and improved sustainability practices.
Stakeholders
Japfa in Data 36
Methodology for
Determining 37 A complete list of entities covered in the
Material Topics financial, workforce, and environmental
data can be found in the 2024 Annual
Report.
https://www.japfacomfeed.
co.id/laporan-tahunan
36
Page 179
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Methodology for Determining
Material Topics Research and Development
of the Materiality Survey
[GRI 3-1]
This report is prepared in accordance with the GRI principles, including
accuracy, balance, clarity, comparability, completeness, sustainability Focus Group Discussions
context, timeliness, and verifiability. Additionally, we consider with internal stakeholders
stakeholder engagement, sustainability context, relevant materiality,
and completeness to deliver a comprehensive and informative report.
Japfa conducted a double materiality assessment that was Internal Management
developed based on our sustainability pillars, LCA, Social Life Cycle Discussions
Assessments (SLCA), other literature reviews, and emerging issues
impacting the livestock and aquaculture industries in Indonesia, as
identified by sustainability rating organisations.
Surveys for Internal and
External Stakeholders
The survey results were aligned with GRI standards and the United
Nations Sustainable Development Goals (SDGs).
The complete list of Japfa’s contributions Materiality Matrix
to the SDGs can be found on the Development
Company’s website.
https://www.japfacomfeed.
co.id/tinjauan Validation and Approval
of Material Topics
This process identified key topics that are critical to internal and
external stakeholders and where Japfa has potential or actual impacts
on the environment, local economies, and communities. These topics
List of Material Topics
were then ranked to determine the top ten material topics, forming
the primary focus of this report and aligned with GRI standards and
SDGs.
The preparation of this report was overseen by the Sustainability Committee and company management to
ensure accuracy and timeliness. Their involvement spanned from developing and analysing the materiality
survey, data collection and analysis, to reviewing and approving the report content. [GRI 2-14] [POJK E.1]
37
Page 180
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
02
Material Topics in 2024 [GRI 3-2]
In 2024, good governance, environmental responsibility, and human rights
respect emerged as the most material topic. These topic highlight Japfa's
strengthened commitment to robust governance as the foundation for
About implementing sustainable practices.
Japfa
Additionally, food safety and traceability remained top priorities,
Report underscoring their critical importance to Japfa in ensuring consumer health
and safety.
Other sustainability topics, including animal welfare, wastewater
management, and climate change mitigation, were also identified as
significant, reflecting Japfa's ongoing focus on minimising its business
impact on the environment and addressing climate change challenges.
No. Material Topic Category
1 Promoting Good Governance Governance
Through Ethical Conducts,
Environmental Responsibility, and
Upholding Human Rights
2 Food Safety Standards Customer Health and Safety
and Traceability
3 Occupational Health Occupational Health and Safety
and Safety Management
4 Employee Fair Remuneration Employment
and Benefits
5 Access to Nutritious Food Security
and Affordable Food
6 Value Chain and Stakeholder Stakeholder Engagement
7 Safe Wastewater Waste and Effluent
and Waste Management
8 Improvement of Farmer’s Livelihoods Community
9 Animal Welfare Practices Animal Welfare
10 Climate Mitigation and Adaptation Governance
Materiality Matrix
The materiality matrix serves as the foundation for a deeper discussion
Communicating
of these topics in the subsequent chapters. These chapters detail the
with Japfa 33
Stakeholders management of material topics, Japfa’s commitments, and the programmes
Japfa in Data 36 implemented in 2024 to enhance positive impacts.
Methodology for
Determining 37 The programmes highlighted in this report also include methods for
Material Topics
evaluating their effectiveness and the involvement of stakeholders in their
execution.
38
Page 181
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
5.00
Impact to external stakeholders
2 1
4.80
3
8 6
4
9 5
7
4.60
10
4.40
4.20 4.40 4.60 4.80
Impact to environmental, economic and social
List of Material Topics and Its Boundaries
Japfa Poultry & Farmer
Rank Material Topics Suppliers Japfa Aquaculture Customers
Partners
1 Promoting Good Linked to Caused by Berkaitan Linked to Linked to
Governance Through
Ethical Conducts,
Environmental
Responsibility, and
Upholding Human Rights
2 Food Safety Standards Linked to Caused by Caused by Linked to Linked to
and Traceability
3 Occupational Health and Linked to Caused by Linked to Linked to Linked to
Safety Management
4 Employee Fair Linked to Caused by Linked to Linked to Linked to
Remuneration and
Benefits
5 Access to Nutritious Linked to Caused by Linked to Linked to Caused by
and Affordable Food
6 Value Chain and Contributed by Caused by Contributed by Contributed by Linked to
Stakeholder
7 Safe Wastewater and Linked to Caused by Caused by Contributed by Linked to
Waste Management
8 Improvement of Contributed by Contributed by Contributed by Caused by Linked to
Farmer’s Livelihoods
9 Animal Welfare Contributed by Caused by Caused by Contributed by Linked to
Practices
10 Climate Mitigation and Linked to Caused by Contributed by Linked to Linked to
Adaptation
Caused by Contributed by Linked to
The cause of the topic which has direct Contributor to the topic, has influence Related to the causes and/or contributor
control to avoid or mitigate impacts but no direct control to avoid or of the topic due to business relationships,
mitigate impacts thus only has indirect influence to avoid or
mitigate impacts
39
Page 182
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Indonesia ranks among the countries with the highest levels of malnutrition
globally, grappling with issues such as stunting, wasting, micronutrient
deficiencies, and overweight or obesity1. Despite notable progress over the
past decade, UNICEF data from 2023 indicates that 1 in 5 children under five
Improving in Indonesia still suffers from stunting2. This condition significantly impacts
children's physical and cognitive development and increases their long-term
Nutrition health risks. To address this critical issue, the Indonesian government has
prioritised stunting reduction and the improvement of human resource quality
through various national programmes.
As a leading producer of animal protein, Japfa fully supports these initiatives by
committing to provide nutritious and affordable food. Utilising our extensive
distribution network and industrialised production processes, we ensure the
availability of high-quality animal protein products, including chicken, fish,
shrimp, beef, and their derivatives, across Indonesia.
Through JAPFA for Kids, we play an active role in supporting children and
their parents by raising awareness of the importance of nutrition and providing
access to healthy, nutritious food that promotes proper growth. This initiative
also aligns with the goals of SDG No. 2: Zero Hunger.
Extensive Market
41
Reach
Industrialised
45
Approach
Ensuring Food
45
Safety
Traceable Supply
46
Chain
Food Safety
47
Audits
JAPFA for Kids:
Combating 48
Malnutrition
Parental
Involvement in 52
JAPFA for Kids A happy child enjoying his nutritious lunch box
in JAPFA for Kids programme
Japfa Collaborates
on Nutrition
Sufficiency Study 55
for Indonesian
Children 1, 2 UNICEF Indonesia. (2023). UNICEF Laporan Tahunan 2023. Diambil dari https://www.unicef.org/indonesia/
media/21351/file/UNICEF%20Laporan%20Tahunan%202023.pdf
3 UNICEF Indonesia. (20 September 2023). Nutrition: Tackling the ‘triple burden’ of malnutrition in Indonesia.
Retrieved from https://www.unicef.org/indonesia/nutrition
40
Page 183
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Extensive Market Reach
Indonesia’s unique geography, comprising over 17,000 islands and home to a population exceeding 282
million, presents significant challenges to food distribution and, consequently, food security.
With over 53 years of expertise in the agri-food sector, Japfa fully acknowledges its responsibility to fulfil
the nutritional needs of the population. Its extensive marketing network, encompassing traditional markets,
modern retail outlets, and online platforms, ensures that Japfa’s products remain accessible to all segments
of society.
Contributing to Food Security through Japfa Day 2024 Event
Japfa Day 2024 served as a significant platform, bringing together Japfa’s leadership,
government representatives, investors, associations, partners, and the media to address critical
issues related to food security and self-sufficiency. Inspired by the government’s free lunch
programme, Japfa aimed to make a meaningful contribution as a leading producer of staple
animal protein. The event featured three panel discussions focusing on shaping the future
of Indonesia’s food ecosystem amidst challenges such as climate change and geopolitical
uncertainty.
The panels were inaugurated by a keynote speech from the Minister of National Development
Planning (Bappenas), who provided strategic insights into the transformation needed to
ensure national food security3. Participants were also introduced to Japfa’s role in supporting
food security, covering production and distribution processes and initiatives like free lunch
programmes that address children’s nutritional needs.
In his opening remarks, Renaldo Santosa, President Director of Japfa, underscored the vital role
of innovation in food security strategies. He emphasised the importance of fostering food self-
sufficiency while harnessing Indonesia’s immense potential to empower future generations.
Acknowledging the challenges ahead, he emphasised the need for a well-defined framework
to guide the creation of a sustainable food system and ensure food availability for everyone.
The number of participants in Japfa Day was 304 people.
1 UNICEF Indonesia. (2023, September 20). Gizi. Diambil dari https://www.unicef.org/indonesia/id/gizi
41
Page 184
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Poultry Operational Reach
In addition to serving a vast domestic market in Indonesia, Japfa’s
poultry products have also reached international markets. In 2024, Japfa
successfully exported hatching eggs to several countries, including the
Improving United Arab Emirates. The acceptance of our products abroad highlights
Nutrition the company’s dedication to advancing the food sector by delivering high-
quality products.
Extensive Market
41
Reach
Industrialised
45
Approach
Ensuring Food
45
Safety
Traceable Supply
46
Chain
Food Safety
47
Audits
JAPFA for Kids:
Combating 48
Malnutrition
Parental
Involvement in 52
JAPFA for Kids
Japfa Collaborates
on Nutrition
Sufficiency Study 55
for Indonesian
Children
Chickens at breeding farm
during feeding session
42
Page 185
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Aquaculture Operational Reach
Japfa also supports the fulfilment of protein needs in Indonesia not only through the poultry sector but
also through aquaculture. We produce a variety of processed fish and shrimp products. The quality of our
aquaculture products has been recognised in international markets, with exports to several countries across
Asia, America, and Europe. In 2024, we expanded our export markets to include South Korea and Thailand.
Modeling of Saline Tilapia Aquaculture Area, Karawang
Suri Tani Pemuka (STP)’s Contribution to Saline Tilapia Farming
In March 2024, the Ministry of Marine Affairs and Fisheries (KKP) inaugurated a pilot area for saline tilapia
farming in Karawang, West Java, attended by the President of Indonesia and the Minister of Marine Affairs and
Fisheries. The President Director of PT Suri Tani Pemuka (STP) was also present, supporting this programme by
supplying high-quality feed for the farming area, currently managed by the Aquaculture Fisheries Production
Service Centre. Saline tilapia offers several advantages, such as firm meat and faster growth rates. Japfa uses
superior broodstock tailored to Indonesia’s climate, ensuring better adaptability and disease-free production.
43
Page 186
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
This initiative aligns with the government’s blue economy strategy, promoting
a zero-waste approach in aquaculture. The programme also utilises abandoned
shrimp ponds, supporting the reuse and optimisation of land resources.
Improving In 2024, STP provided support ranging from feed and seedlings to processing
the harvest of saline tilapia farming from various regions, including Yogyakarta,
Nutrition Banyuwangi, and Manado. This initiative also aims to promote environmental
sustainability and strengthen national food security.
In 2024, Japfa’s aquaculture product, Toba Tilapia, successfully
entered FairPrice, a leading supermarket chain in Singapore.
This achievement highlights the high quality of Japfa’s products
while also serving as a promotional opportunity for Lake Toba’s
renowned natural beauty. A QR code featured on the product
packaging provides customers with access to information
about Lake Toba’s tourism.
Extensive Market
41
Reach
Industrialised
45
Approach
Ensuring Food
45
Safety
Traceable Supply
46
Chain
Food Safety
47
Audits
JAPFA for Kids:
Combating 48
Malnutrition
Parental
Involvement in 52
JAPFA for Kids
Japfa Collaborates
on Nutrition
Sufficiency Study 55
White Fillet Toba Tilapia is available
for Indonesian
in Singapore supermarket
Children
44
Page 187
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Industrialised Approach
Japfa leverages technology and innovation in
its industrialised approach to ensure food safety
standards are upheld while optimising resource
utilisation. Through a vertically integrated business
system, Japfa operates on a large scale to meet the
growing demand for animal protein.
Further details on this topic
can be found on Japfa’s website:
https://www.japfacomfeed.co.id/
memberikan-akses-protein-terjangkau
Ensuring Food Safety
Japfa is committed to maintaining food safety across its value chain, from breeding and farming to ready-to-
eat products. Every stage of production is conducted responsibly and in compliance with applicable safety
standards. Japfa ensures food safety through three key aspects:
1 Strict Biosecurity Systems
2
High standards across production, from the use of premium raw materials to facilities meeting
stringent food safety requirements
3 Ensuring safety and reliability by adhering to both national and international food safety certifications
Transparency in product information is essential. Clear product information helps consumers use products
correctly and assures them of their quality and safety. All Japfa products are labelled with nutritional
information, usage instructions, and expiration dates. In 2024, no incidents of non-compliance were reported
concerning the health and safety impacts of products and services, marketing practices, or product labelling.
[GRI 416-1, 416-2, 417-2, 417-3] [POJK F.28]
Further details about food safety
are available on Japfa’s website:
https://www.japfacomfeed.co.id/
memberikan-akses-protein-terjangkau
45
Page 188
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Traceable Supply Chain
Japfa maintains full control over its supply chain, from livestock feed
production to consumer products, through a vertically integrated business
Improving model. Every process is meticulously monitored to ensure proper product
Nutrition traceability.
Extensive Market Automatic Sampler at Japfa’s
41 animal feed mill
Reach
Industrialised
45
Approach
Ensuring Food Supplier Code of Conduct
45
Safety
Traceable Supply The Supplier Code of Conduct (CoC) is a vital part of Japfa’s commitment to
46
Chain ensure that all business partners operate in line with the Company’s ethical
Food Safety and sustainability principles. The CoC establishes ethical standards for all
47
Audits suppliers. In 2024, all supplier contracts were fully integrated with Japfa’s
JAPFA for Kids: Supplier Code of Conduct, reinforcing compliance and accountability
Combating 48
throughout the supply chain. [GRI 2-23, 2-24, 205-2, 407-1]
Malnutrition
Parental Further details about traceability and Supplier Code of Conduct can be found on Japfa's website:
Involvement in 52
JAPFA for Kids
Japfa Collaborates
on Nutrition
Sufficiency Study 55
for Indonesian
Children
https://www.japfacomfeed.co.id/ https://www.japfacomfeed.co.id/
keamanan-dan-ketelusuran-pangan kebijakan
46
Page 189
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Food Safety Audits
Japfa consistently conducts both internal
and external food safety audits, to ensure In 2024, there were no product
compliance with applicable regulations recalls involving livestock feed
and certifications. These audits play a or animal protein products from
critical role in assessing risk management Japfa’s poultry operations or
and implementing GCG practices. The
aquaculture activities. [POJK F.29]
audit results are regularly reviewed
and communicated to management for
follow-up actions, ensuring continuous
improvement. [GRI 2-23, 416-1] [POJK F.27]
A complete list of the Company’s certifications is
available in the 2024 Annual Report:
https://www.japfacomfeed.
co.id/laporan-tahunan
Product quality control at
the meat processing facility
47
Page 190
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
JAPFA for Kids: Combating Malnutrition
[GRI 203-1] [POJK B.3, F.23, F.25]
Malnutrition remains a critical health challenge in Indonesia, posing long-
term risks of chronic diseases in adulthood4. As a leading producer of animal
Improving protein, Japfa is committed to actively reducing malnutrition, particularly
Nutrition undernutrition and severe malnutrition. Through the JAPFA for Kids (JfK)
programme, we strive to improve children’s nutrition using a community-
based approach. This initiative aims to create tangible impacts, foster
healthier and stronger future generations, and strengthen collaboration
among stakeholders for comprehensive nutrition improvement.
Extensive Market
41
Reach
Industrialised
45
Approach
Ensuring Food
45
Safety
Traceable Supply
46
Chain
Food Safety
47
Audits
JAPFA for Kids:
Combating 48
Malnutrition
Parental
Involvement in 52
JAPFA for Kids
Japfa Collaborates
on Nutrition
Sufficiency Study 55 Students playing during Japfa Healthy Day
for Indonesian at a Japfa-assisted school in Medan
Children
4 UNICEF Indonesia. (2023, September 20). Gizi. Retrieved from https://www.unicef.org/indonesia/id/gizi
48
Page 191
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
The Evolution of JAPFA for Kids Programme
2008
Nutrition Campaign
Japfa launched the JAPFA for Kids
programme by distributing nutrition
packages and books on healthy eating 2009 - 2014
and personal care. Additional Activities
The programme also includes health Expanded the programme with chess,
check-ups for all students, Seiri, Seiton, junior doctor training, JAPFA for Kids
Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke (5S) Awards, and junior chef competitions to
training for teachers, and cultural engage children in healthy lifestyles.
celebration events.
2017
JAPFA for Kids 2020
Mentorship Programme
COVID-19 Adaptation
Japfa introduced a six month mentoring
programme and launched the Healthy Supported teachers with guidelines
Child Ambassador, Healthy Environment and training for remote learning to
Ambassador, and Healthy Food Ambassador ensure continued education during
initiatives as peer educators to strengthen the pandemic.
nutrition and health education among
children.
2022 2023
Pilot to Address Targeted Malnutrition Efforts
Malnutrition (Undernourished and Malnourished)
Japfa has started focusing on children This year, efforts are concentrated on
experiencing malnutrition (undernutrition, tackling malnutrition by continuing the 1
malnourishment, overnutrition, and obesity) Day 1 Egg programme for three months.
by providing 1 Day 1 Egg for three months
to students. In addition, the Japfa Healthy Day
programme is also implemented to
encourage behavioral changes and raise
about the importance of good nutrition
among children.
2024
Training for Health Workers and Teachers
We provided training for healthcare professionals
and teachers to enhance their ability to monitor and
ensure that the interventions implemented have a
positive impact.
49
Page 192
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Since its launch in 2008, JfK has evolved with various programmes tailored
to address nutritional challenges. Currently, JfK focuses on delivering
measurable impacts on children’s health and assessing the outcomes of its
initiatives.
Improving In 2024, this programme has reached 15,518 children across seven regencies/
Nutrition cities in Indonesia, namely Deli Serdang, Cirebon, Pemalang, Grobogan,
Pati, Sidrap, and Palu. Of this total, 1,479 malnourished and undernourished
children, or 9.5%, participated in the JfK programme. In this initiative, parents
committed to preparing lunch meals to support the improvement of their
children’s nutritional status. The programme includes egg distribution and
campaigns on the importance of balanced nutrition, hygiene, and a healthy
lifestyle. Each stage of the programme is continuously monitored to assess
its effectiveness and make necessary adjustments.
1 Day 1 Egg
Eggs, being an affordable and rich protein source, are central to Japfa’s
efforts to improve children’s nutrition. Through this programme, Japfa is
committed to improving children’s nutrition by providing an affordable
source of protein—eggs. This aims to reduce reliance on unhealthy snacks
and cultivate the habit of consuming eggs. Before the intervention began,
Japfa collaborated with local community health centres to assess the
nutritional status of students in partner schools.
Extensive Market For three months, Japfa provided one free egg per day to malnourished and
41
Reach
undernourished children. Eggs are distributed at schools, allowing parents
Industrialised
45 to collect them for their children. Parents prepare the eggs, which students
Approach
then bring back as part of their lunch. Teachers monitor lunchboxes to
Ensuring Food
45 ensure adherence to “Isi Piringku” guidelines and that students finish their
Safety
Traceable Supply meals. The eggs sourced from Japfa’s partners, reflecting collaboration
46
Chain between among various stakeholders.
Food Safety
47
Audits
JAPFA for Kids:
Combating 48 Isi Piringku is a guide from the Ministry of Health that promotes
Malnutrition a balanced diet. The concept encourages a plate composition of
Parental half filled with fruits and vegetables, while the other half consists
Involvement in 52 of carbohydrate and protein sources. This guide also provides
JAPFA for Kids
recommendations for a healthy lifestyle, including regular
Japfa Collaborates physical activity, adequate water consumption, and clean and
on Nutrition healthy living habits.
Sufficiency Study 55
for Indonesian
Children
50
Page 193
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Japfa Healthy Day
Japfa Healthy Day, held weekly, aimed at developing
habits and instilling an understanding of the four pillars
of balanced nutrition. The programme includes the
importance of a balanced diet, handwashing with soap,
encouraging regular physical activity to create healthy
habits for children.
Japfa works to foster collaboration between schools,
teachers, and parents to create a healthier environment
for children. Between 2023 and 2024, Hari Sehat JAPFA
successfully reached 183 schools.
JAPFA Healthy Day
Engaging Teachers in JAPFA for Kids
Teacher training plays a crucial role in the overall success
of the programme. Teachers not only serve as supervisors
but also as facilitators, ensuring that children bring and
consume balanced meals.
In this programme, Japfa provided 32 hours of training for
teachers with the support of nutritionist, focusing on:
• understanding the role of nutrition in child development.
• training teachers to monitor and educate students on
proper nutrition and hygiene.
• supporting teachers in integrating healthy eating
concepts into the school curriculum. Teachers’ training for
JAPFA for Kids
By the end of the 2024
programme, JAPFA for Kids
successfully improved the
nutritional status of 762 children
to a nourished level.
Meeting with
students’ parents
51
Page 194
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Parental Involvement
in JAPFA for Kids
In addition to educating children and teachers, Japfa also involves parents
Improving in the JAPFA for Kids (JfK) programme to ensure that positive changes
Nutrition in children’s nutrition and health continue at home. Parents of children
requiring nutritional improvement are asked to sign a commitment letter
to provide a balanced lunch box for their children every day at school.
Monthly Meetings
Parents are invited to attend regular meetings where they receive
education on the importance of balanced nutrition, healthy eating habits,
and updates from teachers on their children’s weight and height progress.
Discussion topics include food safety, the importance of protein (especially
from eggs), and practical tips for preparing nutritious meals tailored to
children’s needs. During these meetings, teachers also provide updates on
the children’s nutritional status.
Monitoring Lunchboxes
Parents are encouraged to take a more active role in monitoring the meals
their children bring to school. In some areas, we previously found that
the packed meals were far from nutritionally balanced. This programme
Extensive Market helps ensure that meals prepared at home meet recommended nutritional
41
Reach
standards, including the incorporation of protein from eggs provided
Industrialised
45 through the JfK programme.
Approach
Ensuring Food
45
Safety
Monitoring and Data Collection System
Traceable Supply
46
Chain One of the main challenges of previous JfK initiatives was ensuring consistent
Food Safety monitoring, particularly with schools located in remote areas. This often made
47
Audits tracking of egg consumption and collecting Body Mass Index (BMI) data more
JAPFA for Kids: difficult. To address these challenges, Japfa has developed a digital dashboard
Combating 48
system to monitor children’s health data in real-time. Key metrics such as BMI,
Malnutrition
weight, and height are collected periodically to track nutritional changes. This
Parental
Involvement in 52 dashboard enables Japfa to identify trends and make adjustments based on
JAPFA for Kids insights, as well as enhancing transparency and accountability by sharing data
Japfa Collaborates with stakeholders, governments and communities.
on Nutrition
Sufficiency Study 55
for Indonesian
Children
52
Page 195
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Healthy Lunch, Healthy Family
In a modest home in Palu, Central Sulawesi, Mrs. Rahmawati diligently prepares lunchboxes for her
two children. The menu she prepares is simple yet nutritious. This routine has become an essential part
of her day since joining the JAPFA for Kids programme.
“There’s a change in my kids’ lunch. Now, it includes vegetables, tofu, and eggs. Before, they only
bought nasi kuning at school,” she shared. According to her, the programme has transformed her
family’s eating habits. Her eldest son, Afdal, who previously weighed 22 kg, now weighs 27 kg thanks to
a more consistent diet and monitoring by his school teachers. The positive impact of this programme
extends beyond Afdal. The lunchbox he brings to school has become a model for meals now served to
the entire family. “Preparing healthy food isn’t just for Afdal’s lunchbox but also for the family at home.
So, not just Afdal, but his younger sibling eats healthily too,” Mrs. Rahmawati shared.
JAPFA for Kids has also expanded Mrs. Rahmawati’s understanding of the importance of nutrition.
“Through the school, I’ve learned about nutritious lunches for children’s health and development. I’ve
also been able to track Afdal’s weight and height progress,” she said. She now frequently discusses her
child’s development with other parents, a practice she rarely engaged in before.
Mrs. Rahmawati hopes the programme can be extended to higher education levels to ensure children’s
growth and health continue to be monitored.
Mrs. Rahmawati | Muhammad Afdal Anugerah’s parent.
53
Page 196
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
03
Improving
Collaboration with the Government
to Combat Malnutrition
In 2024, Japfa implemented the JfK programme in Mempawah
Nutrition Regency as a collaborative effort between Japfa, the local government,
and various related institutions. The local government supported the
initiative by covering 50% of the programme’s implementation costs,
while other institutions played a role in ensuring its sustainability.
The Acting Governor of West Kalimantan, Dr. Harrison, M.Kes,
officially awarded Japfa for its efforts in addressing malnutrition
in Mempawah Regency. This recognition highlights Japfa’s
contribution to improving public health and underscores the
importance of partnerships between the private sector and
government in tackling regional health challenges.
The JAPFA for Kids programme in Mempawah Regency covered 15
schools, reaching a total of 2,323 students, with 207 identified as
malnourished and committed to participating in the programme.
Over six months, Japfa provided nutritional interventions to improve
students’ dietary intake while educating them on the importance of
balanced nutrition.
Extensive Market Out of the 207 students, 146 students, or 70.5%,
41
Reach
successfully achieved a healthy nutritional status.
Industrialised
45
Approach
Ensuring Food
45
Safety
Traceable Supply
46
Chain
Food Safety JAPFA for Kids (JfK) Award
47
Audits
This event aims to appreciate students while also measuring
JAPFA for Kids:
Combating 48 behavioural changes and knowledge improvement among teachers
Malnutrition
from the beginning of the programme to the mentoring stage. The JfK
Parental Award are divided into three categories: School Competition, Teacher
Involvement in 52
JAPFA for Kids Competition, and Student Competition, comprising a total of six types
of competitions. The School Competition includes the implementation
Japfa Collaborates
on Nutrition of school programmes, student educational media, and the Four Pillars
Sufficiency Study 55
of Balanced Nutrition exercise. The Teacher Competition consists
for Indonesian
Children of a quiz competition and an article competition, while the Student
Competition features a poster-making competition.
54
Page 197
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Japfa Collaborates on Nutrition Adequacy Study
for Indonesian Children
[GRI 203-1] [POJK B.3]
Japfa partnered with the Edu Farmers Foundation and the Center for Nutrition and Health Studies at
Universitas Indonesia (PKGK UI) to conduct a study on the nutritional adequacy of Indonesian children. The
study, carried out from May to June 2024, involved more than 1,000 children across five regencies and cities:
Padang Pariaman, Sragen, Mempawah, Malang, and Makassar. The objective was to test the effectiveness of
three nutrition delivery models—Ready to Eat (RTE), Ready to Cook (RTC), and Self-Managed—and evaluate
their impact on children’s nutritional status.
From the study results, the self-managed model achieved the highest consumption rate at 84%, followed
closely by the ready to cook (RTC) model at 83%1. A 2.8% reduction in the number of children classified as
malnourished or undernourished was observed after the programme. Significant increases in protein and
fruit consumption were recorded, which are critical for supporting children’s growth and development.
Nutritional Adequacy Study
at an elementary school
1 Japfa Comfeed Indonesia. (n.d.). Japfa berkolaborasi dengan PKGK UI untuk studi kecukupan gizi anak Indonesia. Retrieved from https://www.japfacomfeed.
co.id/japfa-berkolaborasi-dengan-pkgk-ui-untuk-studi-kecukupan-gizi-anak-indonesia
55
Page 198
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Indonesia’s growing population and economic expansion have increased
the demand for sustainable food production. In response, the Indonesian
government is prioritising downstream integration to strengthen the
nation’s economy, particularly in the food sector. This strategy aims
Efficient to stabilise food supply, improve supply chain efficiency, and support
resource-based industries, thereby enhancing food security and resilience.
Production
System In addition to population growth, the challenges of climate change further
highlight the urgency of preserving natural resources. Food loss and
waste are also significant factors contributing to food insecurity, with
vast amounts of food lost or discarded globally each year. Addressing this
issue requires innovative practices that maximise resource efficiency and
minimise waste.
By implementing a vertically integrated production model domestically,
we contribute to food security and self-sufficiency across the operations.
By embracing sustainable farming practices and optimising resource
utilisation, such as maximising the use of poultry by-products—Japfa
actively contributes to the circular economy and reduces waste. Leveraging
technology-driven solutions, Japfa improves efficiency to ensure high-
quality protein remains both affordable and accessible.
Japfa’s dedication to sustainable resource management and affordability
reinforces local food systems, establishing the Company as a vital
contributor to building resilient and self-reliant food supplies.
Animal Welfare
57
Implementation
Animal Health
66
Management
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
Responsible
76
Energy Practices
Digitalisation and
82
Innovation
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
56
Page 199
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Animal Welfare Implementation
At Japfa, our commitment to food security is rooted in prioritising animal welfare. By ensuring the well-
being of animals, we minimise disease risks, enhance productivity, and reduce food loss. Healthy animals are
vital for maintaining a stable food supply and play a key role in preventing the spread of diseases between
animals and humans.
Free from hunger Free to express
and thirst their natural behaviours
Free from
Free from fear discomfort, Further information on animal
welfare can be found on the
and distress mistreatment, Company’s website:
and abuse
Free from pain,
injury, and diseases
https://www.japfacomfeed.
co.id/id-kesehatan-hewan
We follow the JAPFA Environmental Guidelines for poultry, implementing comprehensive guidelines for
microclimate management in poultry housing to create comfortable environments that cater to the specific
needs of the animals.
Japfa’s closed-house poultry farm
57
Page 200
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Balanced Nutrition for Animal Health
Ensuring high-quality, nutritionally balanced feed is fundamental to
supporting optimal animal health. The feed is carefully formulated to
deliver essential vitamins, minerals, and proteins required for healthy
Efficient growth and development. Thoughtfully designed feed not only fosters
Production physical development but also enhances the immune system, greatly
reducing the risk of disease.
System
Poultry Feed
Japfa employs key principles in developing high-quality poultry feed to
ensure optimal animal health and sustainability:
Selection of Japfa maintains high-quality standards for raw
High-Quality Raw materials through stringent monitoring and ethical
Materials procurement practices. We collaborate with pre-
screened suppliers to, ensure compliance with
certifications and transparency requirements.
This commitment is reinforced by implementing a
Supplier Code of Conduct and requiring Certificates
of Origin. [GRI 2-6]
Strict Quality Japfa utilises Near-Infrared Reflectance (NIR)
Control for Raw technology across all feed mills, enabling rapid and
Materials accurate nutritional assessment of raw materials.
The NIR machines are carefully calibrated by Japfa’s
internal teams to ensure optimal accuracy in line
with specific quality standards. Japfa’s Quality
Control (QC) team conducts thorough inspections
of every raw material batch. Substandard batches
Animal Welfare are promptly returned to suppliers, while approved
57
Implementation
materials proceed to the next stages of production.
Animal Health
66
Management
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model Japfa leverages local suppliers to support domestic economic
growth. In 2024, 62% of poultry feed ingredients and 40% of fish
Responsible
76 and shrimp feed ingredients were sourced from local suppliers.
Energy Practices
[GRI 204-1] [POJK B.1]
Digitalisation and
82
Innovation
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
58
Page 201
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Laboratory facility at one
of Japfa’s animal feed mill
Continuous Japfa places a strong emphasis on continuous research to adjust feed compositions
Research on Feed in line with evolving physiological requirements. Our feed formulations incorporate
Formulation probiotics and government-regulated antibiotics, ensuring the final product is
free from harmful residues. This approach upholds animal welfare while ensuring
product quality and safety for consumers.
Implementation Japfa is dedicated to precision feeding models that minimise nutrient wastage
of Precision and reduce environmental impact. By tailoring nutrient intake to the specific
Feeding physiological needs of poultry, including gender-specific requirements, Japfa
enhances efficiency and reduces excess. Carefully calibrated calcium and
phosphorus levels, backed by thorough research, further optimise feed utilisation.
This precise approach not only promotes animal health and productivity but
also reinforces Japfa’s commitment to sustainable and environmentally friendly
practices.
59
Page 202
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Aquafeed
Japfa Japfa’s commitment to aquaculture innovation
Aquaculture is reflected in the reaccreditation of the Japfa
Efficient Research Station Aquaculture Research Station (JARS) in Gresik,
Production (JARS) East Java, with SNI ISO/IEC 17025:2017 certification.
This internationally accredited laboratory plays a
System crucial role in advancing research and innovation,
ensuring the production of high-quality, safe fish
and shrimp feed.
Development of Polychaete worms, rich in nutrients, play a crucial
Polychaeta Worm role in supporting the growth and health of shrimp
Farming broodstock by serving as a high-quality fresh
feed source. Recognising the nutritional value of
polychaeta worms in promoting the growth and
health of shrimp broodstock, Japfa has expanded
polychaeta farming to Anyer, Indramayu, Aceh, and
Makassar. These efforts ensure a stable and reliable
supply of high-quality fresh feed tailored to the
specific dietary needs of shrimp broodstock. This
initiative also reinforces Japfa’s commitment to
sustainable aquaculture practices.
Low-Phosphorus In tilapia farming operations, Japfa utilises low-
Floating Feed to phosphorus and floating feed to minimise water
Minimise Water pollution. Additionally, we employ wave-breaking
Animal Welfare Pollution nets to mitigate the impact of waves and operate
57
Implementation
feed spreader machines are also operated to ensure
Animal Health uniform feed distribution. Our aquaculture feed is
66
Management
registered with the Ministry of Marine Affairs and
Comprehensive
Fisheries (KKP) and complies with all applicable
2024 Life Cycle 74
Assessment Model regulations and standards.
Responsible
76
Energy Practices
Ensuring Comfort in Animal Handling
Digitalisation and
82
Innovation
At Japfa, we adhere to strict standards to prevent discomfort for animals
Water Resource during farming and harvesting processes. [GRI 2-23]
88
Conservation
Waste Reduction 94
60
Page 203
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Poultry
Comfortable Harvesting Practices
Japfa continues to advance humane harvesting practices to minimise stress and handling of chickens. In 2024,
Japfa introduced a conveyor system to automate the transfer of chickens from coops to the harvesting area. This
innovation reduces manual handling, minimising bruising and stress for the animals. This system has been put in
place to avoid the manual transfer of chickens, thereby reducing stress on the animals. The weighing process,
using digital scales, is conducted to ensure accurate data, which is directly integrated into the Company’s system.
Automatic Chicken Weight Sampling
The chicken sampling is weighed using an automatic scale installed in our chicken coops, allowing daily
weight monitoring without manual handling. This new system continuously tracks chicken body weights,
reducing human interaction and minimising disruptions in the coop. The real-time data enables accurate
weight projections.
Harvest Planning Tools
Once our farm has obtained accurate chicken weight sampling data, the IT team developed a calculation
system to project the chickens’ harvest weight. With an accurate harvest weight projection, Japfa can
determine the optimal harvest time based on market demand.
Aquaculture
We conduct the harvesting and delivery processes for aquaculture products with care, adhering to
established procedures. For example, in shrimp hatcheries, the harvesting and delivery of shrimp larvae
are carried out in accordance with the Standard Operating Procedures (SOP) for Larvae Harvesting and
Delivery. These SOPs outline detailed steps to ensure a safe and comfortable process for the larvae. For fish
harvesting, we use volumetric methods to estimate the quantity and weight of fish. This approach reduces
stress on the fish by minimising the time spent outside their natural habitat during the harvesting process.
To ensure quick and efficient harvesting, we implement the following measures:
• adjusting the temperature to meet the specific needs of shrimp larvae
• using seawater with standardised temperatures
• regulating shrimp larvae density based on the delivery distance and duration
• injecting pure oxygen to ensure sufficient air supply
• adding activated carbon to absorb ammonia, which is harmful to shrimp during transport
• using specialised refrigerated trucks for shrimp larvae delivery
• tracking vehicles in real-time, including location, temperature, and vehicle history
• limiting delivery times
61
Page 204
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Biosecurity
Biosecurity is a vital aspect of animal welfare, ensuring that our
livestock remain healthy and protected from diseases. By prioritising
robust biosecurity practices, we safeguard our animals from harmful
Efficient contaminants that could compromise their well-being.
Production
System
For three consecutive years (2022-2024), no
major disease outbreaks* have been reported at
our poultry farms or aquaculture facilities. This
achievement reflects the effectiveness of the
biosecurity systems we have implemented.
*) Livestock disease outbreaks, whether epidemic or endemic, occur when the incidence of
disease in an animal population exceeds the normal expectations for a specific region or period.
Biosecurity in Poultry Farms
In general, the implementation of biosecurity in our poultry farms includes:
Isolation Farms are strategically located to minimise cross-
contamination risks, in compliance with Regulation
of the Minister of Agriculture No. 40/Permentan/
OT.140/7/2011 on Good Breeding Practices for Layer
and Broiler Chickens (Permentan 40/2011).
Traffic Control Japfa enforces strict monitoring of personnel and
vehicle traffic within farm areas. Visits are regulated
through a permission matrix, ensuring that only
Animal Welfare authorised individuals are granted access in accordance
57
Implementation
with established guidelines. We implement a three-
Animal Health zone system to segment the farm areas, with each
66
Management
zone governed by specific procedures and increasingly
Comprehensive
stringent biosecurity measures. This ensures that only
2024 Life Cycle 74
Assessment Model approved personnel or vehicles are permitted to enter
Responsible the poultry housing areas.
76
Energy Practices
Digitalisation and Red Zone:
82 Yellow Zone: Green Zone:
Innovation Parking and
Office area Animal house
security area
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
62
Page 205
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Rigorous We implement strict sanitation protocols to maintain cleanliness and hygiene, ensuring
Sanitation an environment that supports poultry health. All individuals, raw materials, equipment,
Protocols and vehicles entering or leaving farm and hatchery areas are required to undergo a
series of sanitation procedures, including showering, changing clothing, fumigation,
vehicle washing, and disinfection spraying. Additionally, sick animals are isolated to
prevent the spread of disease within the poultry housing.
Biosecurity in Aquaculture
Japfa employs specialised biosecurity measures tailored to the unique needs of aquatic animals.
Careful Site Aquaculture facility locations are carefully selected to ensure separation from other
Selection farming areas, reducing the risk of cross-contamination. Before finalising a location, we
conduct feasibility assessments to confirm that the environment is safe and free from
potential disease agents.
Rigorous Every individual, raw material, piece of equipment, and vehicle entering aquaculture
Sanitation facilities must adhere to strict sanitation standards. In our tilapia farming units and
Practices shrimp hatcheries, these procedures include changing clothing, using personal protective
equipment (PPE), fumigating and sterilising equipment after each cycle, tire baths, and
equipment sterilisation. At hatchery facilities, all workers are required to wash their hands
and feet. For entry into the Tilapia Floating Net Cages (KJA), individuals must disinfect
their hands and soak their feet before entering. Additional standards in shrimp farming
units include mandatory showers before accessing the cultivation area.
We have also implemented comprehensive measures such as CCTV surveillance systems
to monitor the flow of goods and personnel across the facilities. Access control is
reinforced through specialised identification lanyards that distinguish between guests
and staff, alongside protocols defining restricted zones based on authorisation levels.
Furthermore, mandatory background checks are required for every individual entering
the facilities, ensuring high standards of compliance and security.
Isolation In breeding unit, broodstock shrimp undergo strict quarantine for 14 days before being
introduced into the cultivation environment to minimise the risk of disease transmission.
63
Page 206
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Broodstock We select high-quality broodstock from specific genetic
Selection lines to support animal welfare and sustainable farming
and Health practices. Each batch of shrimp broodstock undergoes
Monitoring a 14-day quarantine period and health screening using
Efficient polymerase chain reaction (PCR) tests before entering
the production phase to ensure they are disease-free.
Production
System Disease We adopt proactive strategies to maintain optimal
Mitigation in water quality, ensure the responsible disposal of
Aquaculture mortalities, and utilise certified feed materials. All
these measures adhere to guidelines from Republic
of Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries
(KKP) and are tailored to the life stages of fish and
shrimp.
To uphold water quality at our Fish Processing Unit and
Seafood Further Processing Unit in Cirebon, we conduct
regular disinfection to eliminate microorganisms
that could cause contamination. Additionally, we use
a reverse osmosis system to ensure water quality in
production processes meets established standards.
Strict Sanitation Protocols in Processing Facilities
In our processing units, sanitation protocols include hand washing,
use of specialised clothing, and water sterilisation systems to
eliminate harmful microorganisms. Additionally, at the Fish
Processing Unit and Seafood Further Processing Unit in Cirebon,
we utilise a RO system during processing to ensure water quality
Animal Welfare
57 meets established standards.
Implementation
Animal Health
66
Management
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
Responsible
76
Energy Practices
Digitalisation and
82
Innovation
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
64
Page 207
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Seafood processing facility in Banyuwangi
65
Page 208
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Animal Health Management
Biotechnology as a Solution
for Animal Health Management
Efficient We maintain animal health through comprehensive measures. In addition
Production to implementing biosecurity, our SBU Animal Health and Livestock
System Equipment (SBU AHLE) unit develops biotechnology solutions to protect
animals from diseases such as Avian Influenza, Salmonella bacterial
infections, as well as Foot and Mouth Disease (FMD). These solutions not
only safeguard public health by reducing contamination risks but also
effectively support market demands.
Vaccines as a Commitment to Animal Health
PT Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo) focuses on producing vaccines
tailored to local isolates of disease strains commonly found in its
operational areas. This ensures the vaccines’ effectiveness in protecting
animals against region-specific pathogens while enhancing the resilience
of local livestock to diseases. Vaksindo continuously monitors pathogens
and remains proactive in addressing emerging threats, ensuring effective
disease control readiness.
Expansion and Breakthrough
Vaksindo In June 2024, Vaksindo Vietnam Company Limited
Vietnam (Vaksindo Vietnam) inaugurated a state-of-the-art
livestock vaccine manufacturing facility in Vietnam.
This facility is among the most advanced in the world,
Animal Welfare equipped with cutting-edge technology and machinery
57
Implementation
that meet Good Manufacturing Practices (GMP) and
Animal Health feature high-level fire protection systems. The facility
66
Management
will produce vaccines for large livestock and poultry.
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model Global SBU AHLE successfully expanded its export reach to
Responsible Expansion several new countries.
76
Energy Practices
Digitalisation and
82
Innovation
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
66
Page 209
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Food Security To mitigate the ongoing risk of disease outbreaks in livestock populations, Vaksindo
During actively monitors and develops vaccines to anticipate potential threats. Its agility in
Outbreaks adapting and producing new vaccines reinforces Japfa Vaksindo’s leadership in animal
disease prevention, including Avian Influenza, Foot-and-Mouth Disease (FMD), and
Lumpy Skin Disease (LSD). Notably, Vaksindo is the only private company in Indonesia
officially registered as a producer of FMD and LSD vaccines.
Large-Scale Japfa is the first company in Asia to successfully produce bacteriophages on a large
Bacteriophage scale, marking a breakthrough in mass pathogen control. Bacteriophages effectively
Production eliminate harmful bacteria, significantly reducing the need for antibiotics. Currently,
bacteriophage products are now available for controlling Salmonella in poultry and
Vibrio in shrimp.
Use of Vaksindo is committed to sustainability by reducing reliance on animal-derived
Sustainable materials and promoting more ethical approaches to vaccine production.
Innovation
One of its key initiatives is the transition to serum-free media for vaccine production.
This shift eliminates the need for bovine serum, addressing animal welfare concerns
while ensuring ethical sourcing. By using alternative media components, Vaksindo
maintains high vaccine quality with greater consistency while upholding stringent
bioethical standards.
Probiotic Our laboratories are equipped with advanced tools to regularly assess the effectiveness
Effectiveness of probiotics against field pathogens. This technology ensures the long-term efficacy of
Monitoring probiotics in maintaining animal health while minimising the excessive use of antibiotics.
67
Page 210
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Responsible Antibiotic Use
Japfa recognises the impact of climate change in exacerbating disease
risks for livestock. Climate-related stress weakens animal immune systems
and creates favourable conditions for pathogen proliferation. To address
Efficient these challenges, Japfa adopts proactive health measures when livestock
Production fall ill. Antibiotics are responsibly administered by licensed veterinarians
with prescriptions and are only given to sick animals that require special
System treatment. A tiered approval process ensures that antibiotic use is
absolutely necessary. We adhere to government regulations and the
guidelines set by the Indonesian Veterinary Medical Association (PDHI).
[GRI 201-2]
We strive to reduce antibiotic use annually. To support this, we have
implemented a digital system and developed a mobile application to
record every prescription issued by the Company’s veterinarians. This
system enables comprehensive monitoring of antibiotic usage and
procurement. The reduction in antibiotic use in commercial poultry
farming was recorded at 4.8% from 2023 to 2024.
All Japfa feed products are formulated without
the use of Antibiotic Growth Promoters (AGP), and
in full compliance with national regulations that
prohibit AGP usage. [POJK B.1]
Health product innovations have been developed to support the reduction
of antibiotic use, including bacteriophage therapy (Phagomune®),
essential oils (Cloveur®), acidifiers (GutAcid®), and Betosel®, along with
Animal Welfare other formulations designed to strengthen immunity.
57
Implementation
Animal Health
66
Management
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
Responsible
76
Energy Practices
Digitalisation and
82
Innovation
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
68
Page 211
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Maintaining Animal Health
Japfa ensures animal health by implementing consistent protocols at every stage of the production process
and adhering to careful handling practices throughout.
Poultry
In poultry operations, we are committed to ensuring ethical animal handling in accordance with animal
welfare principles. This commitment is implemented through the following practices:
Routine Salmonella In 2024, Japfa launched a routine Salmonella monitoring initiative for Day-
Monitoring in Broiler Old Chicks (DOC) originating from Grandparent Stock (GPS). This programme
Chickens from Day- ensures that DOC from the GP stage are Salmonella-free, with continued testing
Old Chicks (DOC)
at the Parent Stock (PS) to final stock to maintain high health standards. Japfa
is committed to achieving Salmonella-free production through comprehensive
monitoring and regular laboratory testing at every stage of the growth process.
Improved We have improved the ventilation system in chick vans by adding intake fans
Ventilation System and performing comprehensive maintenance on the vans’ ventilation system. This
in Chick Vans enhancement ensures better air quality inside the vans, keeping DOC in optimal
condition during distribution.
Mortality Rate Mortality rates are closely monitored to ensure healthy populations and disease-
Monitoring free environments, enabling early intervention when necessary.
Aquaculture
Japfa prioritises ethical animal handling in aquaculture operations, adhering to animal welfare principles
through the following practices:
Health Monitoring In shrimp hatcheries, we monitor the health of shrimp larvae twice daily, focusing on
key indicators such as activity, growth, appetite, and mortality rates. Additionally,
we conduct Polymerase Chain Reaction (PCR) tests to ensure health monitoring
across the entire production chain. In fish farming, routine health monitoring
includes assessing physical condition, movement, and appetite, along with regular
maintenance of net enclosures to maintain cleanliness and minimise disease risks.
Holistic Preventive In aquaculture, diseases often arise from environmental disturbances. To address
Approach this, we prioritise natural care and prevention by optimising water quality through
strict control of key parameters, such as temperature, oxygen levels, and pH
balance. Additionally, we incorporate prebiotics and probiotics into shrimp feed to
strengthen their immune systems and enhance resilience against diseases.
Genetic We collaborate with Hendrix Genetics to locally breed high-quality shrimp
Optimisation broodstock. This initiative provides farmers with easier access to premium
and High-Quality broodstock near their locations, reducing the need for long-distance transportation.
Breeding
This not only minimises stress on the broodstock caused by extended travel but
also supports efforts to lower emissions.
69
Page 212
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Healthy Animal Housing
A comfortable and secure living environment is essential for animal welfare,
protecting them from extreme weather and predators while meeting their
physical and psychological needs. A well-designed environment allows
Efficient animals to move freely, stay clean, and access to clean food and water,
Production ultimately improving their health and productivity.
System
Addressing Climate Change with Closed-House Systems for Poultry
Japfa has implemented a closed-house system, in our owned and company-
managed farms, equipped with advanced technology to mitigate the
impacts of climate change. With this system, Japfa can precisely control
environmental factors such as temperature, humidity, and CO2 levels. In
commercial farms, we use a self-developed system with similar features.
This controlled environment helps reduce the vulnerability of poultry to
climate change, ensuring stable conditions.
Japfa’s facilities are also equipped with automated ventilation systems that
adjust fan speeds based on environmental conditions, enhancing consistency
and reducing reliance on manual intervention. We installed alarm for power
outages and fan failures to safeguard the animals from potential disruptions.
Additionally, Japfa has tested the use of airflow generated by fans to power
lighting within the farms, further optimising resource efficiency.
Animal Welfare - Research at Japfa Farms
for Optimal Microclimate
Animal Welfare Japfa has partnered with Universitas Padjadjaran and Scotland’s Rural
57
Implementation College on a PhD research project that provides valuable insights
into animal welfare at Japfa’s poultry farms. The findings highlight
Animal Health
66 the importance of well-maintained microclimates in poultry houses,
Management
including low ammonia and CO2 levels and optimal air circulation, all
Comprehensive of which are crucial for animal health and welfare.
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
The depth of the rice husk litter was also found to meet recommended
Responsible standards, remaining clean and dry, which supports natural poultry
76
Energy Practices behaviors like dust bathing. Footpad dermatitis assessments revealed
Digitalisation and that almost all chickens showed no signs of dermatitis. These results
82
Innovation demonstrate the benefits of using deep recycled litter, which positively
impacts the chickens’ foot health.
Water Resource
88
Conservation
Additionally, the population density across the studied sites was found
Waste Reduction 94 to be within optimal levels. [POJK F.5]
70
Page 213
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
By 2024, the closed-house system has been fully implemented in 100%
breeding farms and 99% of company-owned farms, and 89% of farmer partners’
commercial farms.
Maintaining Water Quality in Aquaculture
Maintaining high water quality is essential for the health and welfare of our aquatic species. Japfa employs
a range of best practices to ensure optimal water conditions across all aquaculture operations:
Advanced Strict sterilisation techniques are implemented at tilapia processing units,
Sterilisation Protocols effectively eliminating harmful microorganisms and safeguarding fish health.
Comprehensive Water Various water disinfection technologies, including ozone treatment,
Disinfection Methods ultrafiltration, and ultraviolet (UV) light, are utilised in shrimp hatcheries.
These methods ensure compliance with stringent water quality standards.
Strategic Aquaculture The selection of aquaculture locations takes into account geographical
Site Selection factors, such as optimal distance between units and water flow management.
This approach helps create an environment that supports sustainable
aquaculture practices.
Routine Water Quality Monthly water quality assessments cover physical, chemical, and
Monitoring microbiological parameters. Key factors such as temperature, oxygen
levels, pH balance, as well as phosphorus and nitrogen content, are closely
monitored to ensure optimal conditions for the growth and health of fish and
shrimp populations. This comprehensive monitoring ensures an environment
that supports the welfare of all aquatic animals under our care.
Japfa Aquaculture’s site in Bomo, Banyuwangi
71
Page 214
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Biodiversity Conservation [POJK B.1, B.2, F.10, F.26]
Japfa is committed to biodiversity conservation and sustainable
practices across its operations. By selecting genetics that are well-
suited to local environments, Japfa aims to foster ecological balance and
Efficient build a sustainable and resilient food supply, benefiting both nature and
Production communities.
System
Sustainable Eel Farming
The tropical eel, Anguilla bicolor, is highly prized in Asian markets
for its exceptional flavour and nutritional content. However,
traditional harvesting methods rely heavily on wild populations,
leading to significant declines in their numbers. Breeding eels
in captivity has proven to be a formidable challenge due to
their complex life cycle, which involves migrating thousands
of kilometres from freshwater rivers to deep ocean waters for
reproduction. Replicating these natural conditions outside their
habitat has been difficult. In response to this challenge, Japfa,
through its Aquaculture Research Center (ARC), has achieved a
groundbreaking milestone by becoming the first to successfully
breed eels in captivity. The ARC team successfully hatched 70,000
larvae and sustained them for 11 days, demonstrating the potential
for large-scale captive eel production. This achievement marks
not only a technological breakthrough in aquaculture but also a
significant step forward in eel conservation. Classified as “Near
Threatened” on the International Union for Conservation of Nature
(IUCN) Red List, eels face increasing threats from overfishing.
Japfa’s innovation offers a sustainable aquaculture solution
Animal Welfare
57 that meets rising consumer demand while protecting wild eel
Implementation
populations from overexploitation. [GRI 304-3, 304-4].
Animal Health
66
Management
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
Responsible
76
Energy Practices
Digitalisation and
82
Innovation
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
72
Page 215
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
One of the Ulu Chicken parent stock poultry farms
Ulu Chicken
Ayam kampung has the texture and flavour that is favoured by the Indonesian people. However, the high
demand for kampung chicken often exceeds local production capacity, necessitating an alternative with
similar qualities.
To meet this demand, Japfa has developed Ulu Chicken using modern technology so that it matches the
quality of kampung chicken. Designed for consumers who appreciate the taste of kampung chicken, Ulu
chicken offers a more stable supply, making it an ideal solution to address the community's need for high-
quality animal protein.
For more information about Ayam Ulu, please refer to
the following link:
https://www.japfacomfeed.
co.id/id-ayam- Ulu
73
Page 216
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Efficient
Comprehensive 2024 Life Cycle
Assessment Model
Foundation in 2019
Japfa initiated a Life Cycle Assessment (LCA) project in 2019,
Production laying the foundation for its greenhouse gas (GHG) emission
calculations and broader environmental impact assessments. The
System 2019 study examined a wide spectrum of potential environmental
impacts, including acidification, eutrophication, photochemical
ozone creation, ozone depletion, abiotic depletion of minerals and
metals (non-fossil resources), abiotic depletion of fossil resources,
and water deprivation.
Traceable Cradle-to-Grave Approach:
Beyond Farming
The 2019 LCA was designed to reflect Japfa’s vertically integrated
value chain, spanning from raw material sourcing, feed production,
grandparent and parent stock farms, hatcheries, commercial farms,
slaughterhouse processing, and other supporting business units.
Unlike conventional LCAs in poultry and livestock production -
which often exclude grandparent and parent stock farming - Japfa’s
methodology ensures full traceability across the entire value chain.
This comprehensive approach allows for a holistic evaluation of
poultry production sustainability, from cradle to grave.
Data Monitoring and Analytics
Through the 2019 LCA, Japfa identified key environmental
hotspots through specific operations, processes, materials, and
substances that contribute significantly to environmental impact.
Following the pilot, these hotspots were continuously monitored
using Japfa’s integrated data management systems: the JSRS and
Japfa Sustainalitics. This data-driven approach enhances tracking,
analysis, and decision-making for sustainability improvements.
2022 LCA Covered over 200 Units
of Poultry Operations
Building on the 2019’s LCA success, Japfa scaled up its LCA
scope in 2022, expanding coverage from an initial 27 units to
over 200 units of its poultry operations. Adjustments were
Animal Welfare made to accommodate unit variations and refine input-output
57
Implementation
correlations, leading to the development of the Japfa 2022 LCA
Animal Health Model. This expansion enabled Japfa to establish proprietary
66 emission factors for the majority of its operations and poultry
Management
products, ensuring more precise and industry-specific
Comprehensive environmental assessments.
2024 Life Cycle 74
Assessment Model Enhancing Data Quality
Responsible Over the years, Japfa has progressively strengthened the quality
76 of environmental data collected through JSRS and operational
Energy Practices
data streams. By leveraging on Japfa Sustainalitics, the Company
Digitalisation and identified data discrepancies, provided training, and enhanced
82
Innovation technical competencies among its teams to ensure accurate
and reliable data collection. The systems and controls put in
Water Resource
88 place has significantly improved the quality and completeness
Conservation
of our 2024 environmental data. We have updated the generic
Waste Reduction 94 datasets used in 2024, replacing the previous versions with new
ones that are better aligned with Japfa’s operations and latest
developments.
74
Page 217
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
The Japfa 2024 LCA Model
The 2024 LCA Model is far more comprehensive than the earlier versions, having a more refined analysis,
a wider scope of coverage and improvements to its underlying sustainability data over the past 5 years.
As a result, the GHG emission data disclosures of previous years should be replaced by the emission
data from the more comprehensive Japfa 2024 LCA Model. Accordingly, we will consider 2024 as the
baseline year for GHG emissions.
Greenhouse Gas (GHG) Emissions Unit: Ton CO2 Eq | [GRI 305-1, 305-2, 305-3]
Scope 2024
Scope 1 GHG Emissions 89,754
Scope 2 GHG Emissions 592,457
Other Indirect GHG Emissions (Scope 3) 6,439,767 [4]
About Our Data
[1.] Calculation of emissions using SimaPro software and emission factors from IPCC method 100a.
[2.] Scope 1: Based on total energy consumption (excluding electricity) within the organisation. The scope has been
expanded not only to poultry, aquaculture, domestic (offices) but also to Cattle Fattening, with the added impact
of waste management across all operational units.
[3.] Scope 2: Based on the amount of electricity consumption within the organisation. The scope has been expanded
not only to poultry, aquaculture, domestic (offices) but also to Cattle Fattening, providing a more comprehensive
representation of our energy consumption.
[4.] Scope 3 for 2024: Estimated based on poultry operations. Estimation based on 2024 production data, along with
the extrapolation of data from the 2022 LCA project, as the Scope 3 Carbon Calculator is still under development.
This year, the scope has been expanded to include emissions from farmer partners, estimated based on company-
owned farms. Additionally, the scope has been further extended to account for waste management in aquaculture,
cattle fattening, and other operational units.
[5.] Energy and emission intensity has not been calculated as it is difficult to determine a denominator with the
Company’s products varying widely from feed to processed products. [GRI 305-4], [POJK F.6, F.11]
[6.] The increase in total emissions does not directly indicate the Company’s inefficiency. In this context, the rise
in emissions is primarily driven by production volume growth and the expansion of data coverage, which were
previously not included in the report, such as SBU Beef Cattle, SBU Plantation, SBU Consumer Go Direct, SBU
Property, and SBU Transportation. Additionally, data quality improvement has also contributed to changes in
emission figures. [GRI 305-4] [POJK B.2, F.12]
[7.] To ensure better accuracy in emissions reporting, we have updated our calculation methodology as part of ongoing
efforts to improve data quality and traceability. We have updated the generic datasets used in 2024, replacing the
previous versions with new ones that are better aligned with Japfa’s operations and latest developments. This update
has resulted in the changes of GHG emissions factor for 2024 calculation, reflecting improved data coverage and
enhanced calculation precision. [GRI 2-4]
Japfa continues to strengthen our commitment to sustainability by implementing various initiatives aimed at
reducing emissions and environmental impact. In general, emission management at Japfa is carried out by
transitioning to clean and renewable energy, installing emission control equipment, utilisation of digitalisation,
compiling environmental data, and regularly measuring environmental quality.
75
Page 218
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Responsible Energy Practices
[POJK F.7]
According to the United States Environmental Protection Agency (EPA),
the agriculture sector is highly vulnerable to weather and climate changes.
Efficient Its reliance on natural resources such as soil and water makes shifts in
Production temperature and rainfall patterns more challenging for farming practices,
necessitating specific adaptations.
System
At Japfa, we continuously develop strategies to minimise the impact of
climate change. These efforts include ensuring food security and resilience,
supporting local farmers through the adoption of robust and sustainable
farming practices, and promoting responsible energy use. As part of this
commitment, we aim to significantly reduce our environmental impact,
with a long-term vision of achieving “Net Zero Emissions.”
Towards Zero Coal
Japfa sets sustainability targets based on Life Cycle Assessment (LCA),
focusing on two key aspects: environmental and social. In the environmental
domain, our primary goal is achieving Net Zero Emissions, partly realised
through transitioning to renewable energy sources in our operations.
From January to December 2024, Japfa achieved a 70.38 % reduction
in coal consumption compared to the previous year. This marks our
milestone in working torwards achieving ‘Zero Coal’ status.
Animal Welfare Units that previously relied on coal continue transitioning to more
57
Implementation
environmentally friendly fuels such as biomass and gas. This shift is part
Animal Health of our commitment to supporting the sustainable energy transition and
66
Management
reducing environmental impact. [POJK F.5]
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
Responsible
76
Energy Practices
Digitalisation and
82
Innovation
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
76
Page 219
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Boiler room at one of Japfa’s feed mills
77
Page 220
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Efficient
Fighting Idle Energy Campaign
In 2023, Japfa’s feed unit launched the “Fighting Idle Energy”
campaign, focusing on energy management within feed mills.
Production This initiative aimed to minimise energy waste by redesigning
System energy systems and identifying efficiency opportunities across
production lines. The impact of this campaign became evident in
2024 with the implementation of a Smart Fuel System, featuring
key innovations such as an Auto-Stop Mechanism across all feed
mills and real-time data reporting via an Automated Dashboard.
These measures not only enhanced energy efficiency but also
reduced reliance on manual input.
Furthermore, Japfa continues to leverage technology to enhance
resource efficiency and inventory management. With electronic-
technical goods warehouse (e-GBT) fully implemented across
all feed mills and Smart Fuel Inventory applied in several units,
the Company has digitised warehouse administration, enabled
real-time monitoring of heavy equipment fuel consumption,
and optimised resource utilisation. These technologies are
integrated with the ERP system to ensure operational continuity
and transparency in resource usage.
In transportation and material handling, Japfa’s feed mills support
carbon emission and waste reduction by shifting soybean meal
transportation from trucks to a chain conveyor system at
Medan, reducing diesel fuel consumption and minimising the
risk of material spillage.
Beyond energy and transportation, Japfa also enhances
production efficiency through technologies such as the
Animal Welfare
57 Electronic Production Planning System (E-PPS), which provides
Implementation
real-time updates to production and quality control teams. This
Animal Health
66 system ensures proper sequencing of material and equipment
Management
preparation, reducing idle time and improving productivity.
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model These initiatives reflect Japfa’s commitment to achieving
sustainable operational efficiency through an integrated
Responsible
76 approach to energy management, resource optimisation,
Energy Practices
Digitalisation and and technological innovation. Through these efforts, Japfa
82
Innovation strengthens its position as an agribusiness company that
Water Resource prioritises not only profitability but also long-term sustainability.
88
Conservation
Waste Reduction 94
78
Page 221
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Robot pelletizer at Japfa’s feed mill
79
Page 222
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Product Handling with Electric Forklifts
We continuously improve transportation and product handling to enhance
efficiency while reducing environmental impact. One of our initiatives is
transitioning to electric forklifts at the Medan feed mill. This step aims to
Efficient reduce reliance on fossil fuels in the unit and lower carbon emissions.
Production
System Cutting-Edge Technology for Enhanced Productivity
Japfa improves operational productivity by upgrading systems
and machinery, focusing on enhancing product quality, reducing
environmental impact, and optimising cost efficiency. Examples include
installing boiler economisers on boiler chimneys to capture and reuse
heat, reducing boiler energy consumption; replacing old drying machines
with new models equipped with moisture sensors to improve water usage
efficiency; and installing cyclones in all feed mills to collect and minimise
dust generated during production processes.
Animal Welfare
57
Implementation
Animal Health
66
Management
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
Responsible
76
Energy Practices
Digitalisation and
82
Innovation
Electric forklift at Japfa’s feed mill
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
80
Page 223
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Energy Consumption in Organisations [GRI 302-1] [POJK B.2]
Non-Renewable Energy 2024 2023 2022
1,994,484 GJ 1,886,385 GJ 1,714,564 GJ
Electricity [1]
41% 40% 36%
443,629 GJ 427,223 GJ 380,692 GJ
Liquified Natural Gas (LNG) [2]
9% 9% 8%
223,782 GJ 239,863 GJ 236,725 GJ
Compressed Natural Gas (CNG) [2]
5% 5% 5%
108,073 GJ 116,157 GJ 104,953 GJ
Liquefied Petroleum Gas (LPG) [3]
2% 2% 2%
40,640 GJ 137,225 GJ 159,468 GJ
Coal [4]
1% 3% 3%
351,566 GJ 322,662 GJ 322,723 GJ
Diesel Oil [5]
7% 7% 7%
16,742 GJ 15,746 GJ 5,403 GJ
Gasoline Fuel [6]
0% 0% 0%
Renewable Energy
Renewable Energy 2024 2023 2022
1,172,361 GJ 1,180,653 GJ 1,330,008 GJ
Palm Kernel Shell [7]
24% 25% 28%
0 GJ 0 GJ 496 GJ
Palm Fiber [8]
0% 0% 0%
207,659 GJ 109,276 GJ 86,612 GJ
Candlenut Shell [9]
4% 2% 2%
253,192 GJ 267,229 GJ 351,637 GJ
Firewood [10]
5% 6% 7%
46,681 GJ 71,225 GJ 48,928 GJ
Rice Husk [11]
1% 1% 1%
Total Energy 2024 2023 2022
3,178,916 GJ 3,145,262 GJ 2,924,529 GJ
Total Non-renewable Energy
65% 66% 62%
1,679,893 GJ 1,628,382 GJ 1,817,681 GJ
Total Renewable Energy
35% 34% 38%
About Our Data
[1.] Converted to MJ units based on (International Energy Agency) IEA standard methodology, 1 kWh of
electricity = 3.6 MJ
[2.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, 1 MMBTU = 1,055.06 MJ.
[3.] Converted to MJ units based on IEA standard methodologyy, calorific value of LPG = 50,08 MJ/kg.
[4.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, calorific value of coal = 20,650 MJ/tonne.
81
Page 224
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
[5.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, 1 liter of diesel
oil = 34.89 MJ/L
[6.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, 1 liter of gasoline
= 38.53 MJ/L
[7.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, calorific value of
palm kernel shell = 17,220 MJ/tonne
Efficient [8.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, calorific value of
palm fiber = 11,340 MJ/tonne
Production [9.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, calorific value of
System
candlenut shell = 25,460 MJ/tonne
[10.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, calorific value of
firewood = 19,610 MJ/tonne
[11.] Convert to MJ standard methodology based on IRRI, calorific value of rice
husk= 15.06 MJ/kg
[12.] 1 Gigajoule = 1,000 Megajoule
Digitalisation and Innovation
Japfa has adopted an integrated digital system across its operations to
streamline processes and improve data management. This shift towards
digitalisation is a tangible reflection of Japfa’s commitment to reducing
reliance on manual processes and resource consumption, resulting in
more efficient and optimal operations.
Japfa Sustainability Reporting System (JSRS)
The JSRS is a reporting platform designed to centralise and integrate data
on environmental performance, Occupational Health and Safety (OHS),
and employment metrics. Through JSRS, data from various divisions
are collected accurately and transparently, providing a foundation for
the company to make objective, measurable decisions that align with
its sustainability commitments. As regulations evolve, JSRS continues
Animal Welfare to be developed to accommodate and compile requirements from
57
Implementation
sustainability reporting standards, including GRI, IFRS S1 and S2, which
Animal Health cover Governance, Strategy, Risk Management, and Metrics & Target. This
66
Management
ensures continuous improvement in work processes and enhances the
Comprehensive
accuracy of environmental and social data reporting.
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
Responsible In 2024, Japfa enhanced JSRS by upgrading its features to improve the
76
Energy Practices quality and comprehensiveness of the data collected. These updates
Digitalisation and include:
82
Innovation
• Compliance with sustainability reporting standards
Water Resource • Integrating the geographical coordinates of each operational unit to
88
Conservation
track water scarcity in specific locations.
Waste Reduction 94
• Developing a feature that enables the identification of waste management
processes, distinguishing between internally and externally managed waste.
82
Page 225
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Congratulations to the Top-Ranking Divisions!
Japfa Group awarded the Best Recognition to four divisions in the 2024 Sustainability
Data, Compliance, and Initiatives Award. The winners are:
• 1st Place: SBU Edible Oils, Plastic Bags, and Industrial Estate (EPI)
• 2nd Place: Consumer Products
• 3rd Place: Aquaculture
• 4th Place: Poultry Breeding
This recognition was granted based on the divisions’ performance in routine
sustainability data reporting through the JSRS platform and their implementation
of sustainability initiatives that positively impact the environment and the Company.
Japfa Sustainability Analytics (Sustainalitics)
Operational data streams collected through JSRS are further analysed using Japfa Sustainalitics, an internal
analytics platform designed to process and comprehensively evaluate sustainability data across the Japfa
Group. This dashboard processes and consolidates data collected periodically through the digital JSRS
platform. Sustainalytics enables Japfa to conduct data-driven analysis and decision-making to drive continuous
improvements in various environmental management aspects, such as water and energy efficiency, emissions
reduction, and waste recycling.
The company proactively identifies data inconsistencies, provides targeted training, and enhances technical
competencies to ensure more accurate and reliable data collection. Additionally, Japfa implements an
internal environmental data audit system, designed based on financial controller principles, to strengthen
governance, accuracy, and accountability in sustainability reporting. With Japfa Sustainalitics, data collected
from all countries where Japfa operates becomes more accurate and integrated, enabling data-driven
insights to enhance the company’s sustainability performance.
83
Page 226
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Enterprise Resource Planning (ERP) System
Japfa has implemented Enterprise Resource Planning (ERP) across
its poultry and aquaculture units to streamline the recording of daily
operational activities. This system consolidates key data, including
Efficient depletion rates, mortality, medication and vaccine usage, as well as
Production Cost of Goods Sold (COGS) calculations. By integrating these features,
ERP enhances operational efficiency and supports data-driven decision-
System making.
Import Material Monitoring System (IMMS)
Japfa has utilised the IMMS since 2023 to improve transparency and
efficiency in the delivery of raw feed ingredients across ports. IMMS helps
identify areas for improvement by providing real-time data that eases
coordination with transport partners, optimises schedules, reduces idle
times, and increases productivity and operational cost efficiency.
The implementation of IMMS also strengthens synergy between production
and warehouse management, facilitating more integrated monitoring to
optimise cost efficiency. A dedicated team is tasked with overseeing the
smooth implementation of IMMS, conducting routine evaluations, and
collaborating with field teams to proactively address potential issues.
Radio Frequency Identification (RFID) Truck-in Truck-out
Japfa continues to innovate with the development of a RFID Truck-in Truck-
out system at the Sragen feed mill. This system enables digital identification
of trucks and drivers, real-time monitoring, and visual and audio guidance
to streamline vehicle entry and exit processes. This innovation improves
Animal Welfare efficiency, discipline, and accuracy, while digitising administrative processes
57
Implementation
to reduce time, errors, and direct contact. In 2024, the RFID system have
Animal Health been implemented in several units, including Medan 1, Medan 2, Cikande,
66
Management
Purwakarta, Gedangan, and Makassar.
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
Warehouse Management System (WMS) and Transport
Responsible Management System (TMS)
76
Energy Practices
Digitalisation and Japfa has implemented WMS and TMS at several poultry processing units,
82
Innovation
including Parung, Sadang, Krian, Pemalang, Magelang, Pabelan, Yogyakarta,
Water Resource and Lampung. These systems enable real-time tracking of distribution and
88
Conservation
production processes, enhancing operational efficiency and optimising
Waste Reduction 94
inventory management across locations. The implementation of WMS and
TMS also reduces the risk of shipping errors, speeds up response times, and
reduces distribution costs.
84
Page 227
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Implementation of J-Tech and Dashboard Monitoring
Japfa has launched Japfa Technology (J-Tech), a system designed to centralise all production data into
a single control centre at the Sidoarjo feed mill, which is our largest unit. With this system, the entire
production process at various units can be monitored in real time, enabling early detection of potential
issues and quicker decision-making. The programme also includes automatic notification features, ensuring
that teams can promptly respond to any disruptions and keep operations smooth and efficient. In 2024, we
successfully completed its implementation in all units.
Digitalisation in Poultry Breeding
Japfa has implemented a digital system to enhance the efficiency of transport fleet management in its poultry
breeding units. Utilising Internet of Things (IoT) technology, Japfa can monitor the real-time delivery of DOC
and eggs, tracking key parameters such as vehicle location, temperature, speed, and fuel consumption. This
system not only provides full visibility of fleet conditions but also sends notifications in the event of any issues.
Additionally, customers can track the movement and location of vehicles carrying their orders.
The system’s analytics feature enables route evaluation, journey duration analysis, and fuel efficiency
monitoring, while also automatically optimising delivery routes. By leveraging this technology, Japfa ensures
safer, more efficient, and reliable deliveries, while reducing the risk of product damage during.
Predictive Growth Tools
In the poultry industry, accurately tracking chicken growth is essential for achieving production targets
efficiently and on schedule. To address this, Japfa has developed Predictive Growth Tools, a system that
estimates chicken weight based on real-time growth data. This tool determines the optimal harvest time to
achieve the desired weight targets.
Breeding Fleet Management System (FMS)
to track chick van
85
Page 228
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Efficient
Production
System
A Japfa Aquaculture employee performing quality
control using the QCSharp application
Digitalisation in Aquaculture
Animal Welfare
57
Implementation
Japfa leverages digital technology to enhance efficiency and sustainability
Animal Health in aquaculture practices. One of its key strategic initiatives includes a
66
Management
collaboration with Norwegian experts to implement a software, which
Comprehensive
streamlines operations, improves efficiency, and supports sustainable
2024 Life Cycle 74
Assessment Model aquaculture management.
Responsible
76
Energy Practices To enhance sales efficiency and transparency, Japfa’s aquaculture unit has
Digitalisation and developed the SM4SH application, enabling seamless monitoring of the
82
Innovation
entire sales process—from ordering to invoicing. In hatchery operations,
Water Resource Japfa has implemented monitoring system called Quality Control Shrimp
88
Conservation
Hatchery Accurate Rapid Programme (QC SHARP).
Waste Reduction 94
86
Page 229
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
This system tracks essential parameters such as temperature, water quality, nutrition, health, and grading
processes for nauplii and fry. With this system, the internal team can swiftly detect potential challenges
and take necessary actions to maintain quality, enhance productivity, and strengthen operational
efficiency in the hatchery facilities.
Additionally, Japfa supports fish and shrimp farming technicians through the Daily Technician Log
application, which allows them to monitor critical factors such as water quality and fish growth, enabling
prompt actions to optimise farm performance.
Japfa also strengthens cross-division collaboration with the Integrated Business Intersection Customer
Dashboard, a tool that provides the sales team with better insights into customer needs. This enables
more effective marketing strategies and the identification of new market opportunities.
Japfa Aquaculture’s facility in Karangtekok, Situbondo
87
Page 230
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Water Resource Conservation
[GRI 303-1] [POJK F.8]
The agri-food industry is widely recognised for its intensive water usage,
and Japfa is no exception. Through LCA and water scarcity footprint
Efficient studies, Japfa has identified water as a critical focus area. Recognising its
Production importance, the pillar of efficient production systems treats water as both
an essential production input and a vital shared resource for life. Japfa
System is committed to using water efficiently to mitigate operational risks and
promote sustainability.
We have adopted sustainable water management practices through
various initiatives, such as:
• water treatment facilities
• rainwater harvesting
• water recycling facilities
One of the key milestones in this effort is the achievement of a KPIs for
Japfa’s Sustainability-Linked Bonds (SLB), supported by the construction
of nine water recycling facilities. Developed since 2021, these facilities
were successfully completed in 2024.
There are 9 water recycling facilities from the
SLB project located in Cikupa, Subang, Lampung,
Wonoayu, Pemalang, Magelang, Medan, Boyolali,
and Parung.
In 2024, more than 210 megalitres of wastewater
was successfully recycled.
Animal Welfare
57
Implementation
Animal Health
66
Management
Comprehensive
The recycled water from these facilities is utilised in various operational
2024 Life Cycle 74
Assessment Model activities, including machine utility needs such as condenser cooling,
Responsible irrigation, and toilet sanitation.
76
Energy Practices
Digitalisation and In 2024, there were no incidents of non-compliance with water quality
82
Innovation
standards during the reporting period.
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
88
Page 231
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Inauguration of the water recycling facility
funded by the Sustainability-Linked Bond
Urban Shrimp Japfa is advancing an Urban Shrimp Farming initiative in metropolitan areas, aimed at catering
Farming to the demands of high-end restaurants, particularly in cities such as Jakarta. The project utilises
Recirculating Aquaculture System (RAS) technology, enabling water reuse and minimising water
waste. In partnership with a local startup in aquaculture, Japfa is actively refining and testing this
innovative production system.
Sustainable In 2024, we advanced our aquaponics development efforts, which were initiated in 2022. This
Production innovative system repurposes wastewater from aquaculture operations to cultivate various types
with of plants, replacing the traditional practice of discharging waste into water bodies.
Aquaponics
Beyond serving as a medium for plant cultivation, our aquaponics system is also used for
catfish farming. By employing the RAS, water from the aquaculture process is reused within
the aquaponics system before being returned to the fish ponds. This integration of aquaculture
and hydroponics has proven successful in reducing water consumption while maintaining both
production quality and quantity.
In addition to the SLB project, we have also implemented recycling programmes in other units as part of our
commitment to water conservation.
Recycled Water Unit 2024 2023 2022
Total Recycled Water Megalitre 236 210 89
About Our Data
[1.] This data includes the total volume of water recycled from recycling facilities, both from the SLB project and other units.
89
Page 232
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Efficient
Algae Control for Water Management on Farms
To address the need for sustainable water management in livestock
farming, Japfa is trialling an ultrasonic algae control system to
maintain water quality in rainwater reservoirs. This system utilises
Production ultrasonic waves to inhibit algae growth, enhancing the quality
System of water used in drinking and cooling systems while reducing
dependence on chemicals.
By preventing algae bloom, the system also safeguards critical
cooling pads, improving operational efficiency and extending
equipment lifespan. This initiative underscores Japfa’s commitment
to adopting sustainable solutions that promote more efficient and
environmentally friendly operations.
Optimising Water Resources Through Rainwater Utilisation
Japfa reinforced its commitment to sustainable water management by
expanding its rainwater harvesting initiatives from 5 to 9 facilities, consisting
of 8 poultry breeding units and 1 feed mill.
In 2024, we successfully harvested 111.0 megalitres of rainwater, marking a
146.4% increase from the 45.1 megalitres collected in 2023.
Animal Welfare
57
Implementation
Animal Health
66
Management
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
Responsible
76
Energy Practices
Digitalisation and
82
Innovation
Water Resource
88
Conservation Rainwater harvesting facility
at one of Japfa’s operations
Waste Reduction 94
90
Page 233
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Water Withdrawal
Our water withdrawal and usage are regulated in accordance with applicable regulations, and we comply
with the effluent quality standards set by the government and other relevant standards. [GRI 303-2, 303-3, 303-
5] [POJK F.8]
Water Withdrawal Satuan: Megalitre | [GRI 303-3]
2024 2023 2022
Sumber
Areas with Areas with Areas with
All Areas Water All Areas Water All Areas Water
Stress Stress Stress
Ground Water 8,913 4,431 9,056 4,365 7,620 N/A
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 8,913 4,431 9,056 4,365 7,620 N/A
Other water (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 N/A
Surface Water (River, Lake) 2,286 248 2,230 314 2,133 N/A
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 N/A
Other water (> 1000 mg/L TDS) 2,286 248 2,230 314 2,133 N/A
Sea Water 9,849 9,622 7,704 7,513 7,515 N/A
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 N/A
Other water (> 1000 mg/L TDS) 9,849 9,622 7,704 7,513 7,515 N/A
Rainwater 111 24 45 17 38 N/A
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 111 24 45 17 38 N/A
Other water (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 N/A
Third-party water 1,180 970 1,090 840 918 N/A
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 1,180 970 1,090 840 918 N/A
Other water (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 N/A
Total Water Withdrawal 22,339 15,296 20,125 13,048 18,224 N/A
About our data
[1.] Areas with water scarcity are defined as regions with a High or Extremely High Water Stress Risk, according to the
water risk atlas Aqueduct 4.0 by the World Resources Institute (WRI).
Water Consumption Satuan: Megalitre | [GRI 303-5] [POJK F.8]
Sumber 2024 2023 2022
Total Water Consumption 19,981 17,822 16,237
About our data
[1.] Water Consumption = Water Withdrawal - Water Discharge
91
Page 234
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Wastewater Management [GRI 303-4] [POJK F.14]
Japfa continues to enhance our wastewater management system in a
sustainable manner to support operational sustainability while ensuring
compliance with applicable regulations. Our production units are equipped
Efficient with wastewater treatment plants designed to process water before it is
Production discharged into water bodies. Several units have also adopted several
technologies such as reverse osmosis, ultrafiltration, and membrane
System bioreactor to ensure that the discharged water meets environmental
quality standards.
Animal Welfare
57
Implementation
Animal Health Wastewater treatment and recycling facility at
66 the Consumer Goods unit, Cikupa.
Management
Comprehensive
2024 Life Cycle 74
Assessment Model To maintain the quality of wastewater treatment, we assign certified
Responsible personnel to each treatment facility. Their role is to monitor water output
76
Energy Practices and ensure its compliance with applicable environmental standards.
Digitalisation and Additionally, our wastewater treatment systems are continuously
82
Innovation
improved through various technological innovations. For example, the
Water Resource installation of root blowers in several poultry units helps improve the
88
Conservation
quality of wastewater, while dewatering and sedimentation equipment
Waste Reduction 94
installations reduce liquid waste by removing excess water from solid
materials.
92
Page 235
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
In the aquaculture sector, Japfa has implemented Aerated Lagoon technology at its tilapia hatchery in
Kalimantan. This technology effectively processes wastewater before it is reused in the breeding ponds.
Each lagoon serves two breeding ponds, reducing the need for fresh water and supporting a more efficient
water use cycle.
On 30 July 2024, the Company received an administrative sanction related to environmental management
compliance at the Commercial Farm Gunung Kijang Unit, Bintan Regency, Riau. We have taken corrective
measures to ensure full compliance with applicable regulations. This sanction was officially lifted by the
local Environmental Agency on 27 February 2025. The administrative sanction is immaterial and does not
disrupt the Company’s operational activities. [GRI 2-27, 303-4] [POJK F.16] [F.24]
Water Discharge Satuan: Megalitre | [GRI 303-4]
Water Discharge by Quality
2024 2023 2022 Destination
and Destination
1,727 1,729 1,530
Poultry
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 159 173 138
Surface Water Bodies
Other water (> 1000 mg/L TDS) 6 12 4
TDS Not Measured 1,562 1,544 1,388
Aquaculture 496 441 275
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 23 13 6
Surface Water Bodies & Sea
Other water (> 1000 mg/L TDS) 0.05 7.9 0.2
TDS Not Measured 473 420 268
SBU Cattle Fattening 136 132 182
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0
Surface Water Bodies, Plant
Other water (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 Watering, and Cleaning
TDS Not Measured 136 132 182
Total Water Discharge 2,358 2,302 1,987
About Our Data
[1.] The company conducts TDS measurements in accordance with the regulations of the wastewater discharge permit.
Some of our units are not required to conduct TDS measurements based on the permit they hold.
[2.] The amount of water discharged by the organisation includes poultry operations, aquaculture, and the SBU Cattle
Fattening.
93
Page 236
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Waste Reduction
[GRI 306-1, 306-2]
In the agri-food industry, packaging plays a critical role in protecting products,
facilitating transportation, and maintaining quality. However, we recognise
Efficient that packaging also presents environmental challenges. To mitigate this
Production impact, Japfa has implemented several initiatives aimed at promoting more
environmentally-friendly packaging management.
System
Reducing Raw Japfa has reduced the length and thickness of
Material plastic in its animal feed packaging, achieving
a raw material savings of 5-7%. This process
undergoes rigorous testing in compliance with
SNI standards to ensure that the packaging
maintains its durability and strength.
Internal Recycling Japfa’s Supporting Unit Plastic Bag, is
gradually implementing a plastic recycling
system, which includes recycling threads,
plastic sheets, and plastic bags. Currently,
2.5% of plastic waste is recycled, while the
remainder is repurposed for internal use, such
as temporary packaging and inter-warehouse
transportation. [POJK F.1]
Vaccine Shipping Japfa has transitioned from plastic gel packs to
with Paper-Based ready-to-use gel packs with paper packaging.
Gel Packs This more compact, durable solution helps
maintain temperature during long-distance
shipments, significantly reducing plastic use.
Animal Welfare
57
Implementation
Animal Health Storage with Silos for Japfa has continued using silos to store raw
66
Management
Large Feed Mills materials in large feed mills, reducing the
Comprehensive
need for plastic packaging.
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
Responsible
76
Energy Practices Use of Jumbo Bags to We have delivered feed in jumbo bags for the
Digitalisation and Reduce Plastic Sack company-owned farms, reducing the use of
82
Innovation
Consumption multiple small plastic bags.
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
94
Page 237
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Encouraging Reuse of In commercial poultry farms, Japfa encourages farmers to reuse old feed plastic
Feed Plastic Bags bags for collecting poultry manure, which is then sent to third parties. This manure
distribution is managed by Field Extension Officers (PPL), who provide guidance
on proper manure collection and shipment procedures.
Utilisation of Poultry Manure through Biodigesters
Japfa converts poultry waste into biogas using a biodigester system to provide a more environmentally friendly
energy source. Previously, Japfa operated a biodigester at our poultry farm in Solo, Central Java, with the capacity
to process approximately 3-4.5 tonnes of poultry manure per day.
In 2024, Japfa expanded our biodigester capacity at the commercial poultry farm in Cigandul, Serang. This new
biodigester is capable of processing 5 tonnes of poultry manure per day. The biogas produced is used to meet
heating energy needs.
The biodigester at Cigandul, Serang, incorporates a closed-loop water circulation system as an innovative water-
saving feature. Unlike traditional systems that require a continuous supply of fresh water, this system reuses
the water that has already been treated within the biodigester. As a result, the water level in the animal house
remains stable without the need for a constant influx of fresh water. This water-saving feature helps reduce the
environmental impact of farm operations and aligns with Japfa’s sustainability objectives.
Biodigester facility at the commercial
poultry farm unit in Solo.
Waste Utilisation in Poultry and Tilapia Processing
Japfa optimises production to minimise waste while supporting the local economy. In our poultry processing units,
we partner with third parties to convert slaughter waste, including feathers and blood, into value-added products.
Meanwhile, in the tilapia processing unit, fish heads are sold to domestic market. Fish skin is exported for collagen
and gelatin production across various industries, while fish bones are supplied to third parties for conversion into
fish meal and fish oil.
95
Page 238
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
04
Waste Generated [GRI 306-3] [POJK F.13]
Waste Type Unit 2024 2023 2022
Non-Hazardous Waste tonne 119,841 125,813 115,075
Efficient Hazardous Waste tonne 1,073 2,150 1,802
Production Total Waste Generated tonne 120,914 127,964 116,877
System
About Our Data
[1.] The total non-hazardous waste (Non-B3) generated is calculated by summing the
total waste diverted from disposal and the total waste sent to final disposal.
[2.] The total hazardous waste (B3) generated is based on data from B3 waste stored
at the Hazarduous Waste Temporary Storage Facility.
[3.] The total waste generated includes both operational and domestic (office) waste.
Hazardous Waste
Hazardous Waste Management Unit 2024 2023 2022
Stored at internal temporary
tonne 1,073 2,150 1,802
hazardous waste storage
Sent to licensed third party tonne 1,103 1,995 1,685
About Our Data
[1.] Waste from internal temporary storage facilities is distributed to licensed
third parties.
[2.] The 2022 and 2023 data has been expanded to include hazardous (B3) waste
data from SBU Beef Cattle.
Animal Welfare
57
Implementation
In accordance with applicable environmental regulations, our hazardous waste
Animal Health (B3) classification includes various types of materials, such as used lubricating
66
Management
oil waste, used wipes, vaccine bottles, chemical packaging for biosecurity, and
Comprehensive
light bulbs.
2024 Life Cycle 74
Assessment Model
Responsible
76
Energy Practices
In 2024, our hazardous waste decreased by 50.1% compared to
Digitalisation and 2023, primarily due to the reduction in fly ash bottom ash waste
82
Innovation
generation as a result of decreased coal usage.
Water Resource
88
Conservation
Waste Reduction 94
96
Page 239
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
We recorded a reduction in total waste generated by 7,050 tonnes in 2024. The factors contributing to
this reduction include livestock population adjustments at SBU Cattle Fattening, optimisation of manure
processing in commercial poultry farms, and a reduction in corn drying activities.
We implement Standard Operating Procedures (SOPs) for the
storage and management of hazardous waste (B3) in accordance
with applicable regulations.
Non-Hazardous Waste [GRI 306-4, 306-5]
Non Hazardous Waste by Disposal Method Unit 2024 2023 2022
Diverted from Disposal
Reused tonne 7,265 4,870 1,658
Recycled tonne - - -
Composting tonne 2 0 9
Distributed to Third-Party (Non-Hazardous) tonne 105,279 114,614 106,358
Donated/Given tonne 66,730 71,417 57,989
Sold tonne 38,549 43,197 48,369
Total Waste Diverted from Disposal tonne 112,546 119,484 108,025
Increase/Decrease in Waste tonne -6,938 11,460 16,275
Directed to Disposal
Incinerated tonne 138 155 750
Landfill tonne 7,157 6,174 6,301
Waste Directed to Disposal tonne 7,295 6,329 7,050
Increase/Decrease in Waste tonne 965 -721 -3,671
About Our Data
[1.] The increase or decrease in non-hazardous (Non-B3) waste is calculated by comparing the total waste in the
reporting year with the previous year.
97
Page 240
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Our Approach
Poultry and
Community
Employees Aquaculture
People Farmers
and Planet
Development
At Japfa, we believe that our ability to operate sustainably while
maintaining the affordability and accessibility of food hinges on our
employees, farmer partners, and the communities that form an integral
part of our ecosystem. They are the driving force behind every initiative,
and their roles are crucial in achieving sustainability milestones and
Employees 98 fostering practices that deliver long-term benefits.
Optimising Digital
Advancements for
100 Japfa remains committed to investing in the employees development and
Human Resource
Development contract farmers through training and capacity building. We equip them
Fostering a with the knowledge, skills, technology, and resources needed to drive
Culture of innovation, utilise these tools effectively, and integrate technology into
Occupational
102 their daily activities. As part of this commitment, training for employees and
Health and Safety
(OHS) within the partner farmers has been established as one of our sustainability targets.
Company
Maintaining an True success is not solely defined by the growth of the company. At Japfa,
Inclusive and
109 we believe that true success is achieved when the communities around us
Diverse Work
Environment also thrive. Through education, fostering future generations, and promoting
Embracing and community development, we aspire to be agents of change, delivering
Growing Together 113
with Employees positive impacts on their lives.
Poultry and
Aquaculture 118 By focusing on employees, farmers, and communities, we not only address
Farmers today’s needs but also sow the seeds for a sustainable and prosperous
Community future.
121
and Planet
Caring for
the Earth and
Fostering
125 Employees
Well-being
Supporting the Achieving sustainable food security requires the involvement of employees
Development and
130 who are committed and possess the necessary expertise. Therefore, Japfa
Achievement of
Indonesian Chess is committed to fostering a workplace environment that prioritises the
Japfa Cares 132 growth, development, and well-being of every employee.
Japfa Participates
in the Affordable 133
Market Movement
98
Page 241
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
HR Annual Meeting at JTLC.
99
Page 242
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Optimising Digital Advancements for Human
Resource Development
Japfa harnesses technological advancements to optimise employee
People development. By leveraging modern technology, the Company can deliver
Development flexible, measurable, and easily accessible training to all employees.
Streamlined training management not only improves efficiency but also
enhances employee skills, ensuring their growth aligns with the Company’s
long-term goals.
Journex
Employees 98
Optimising Digital
To unlock employee potential, an efficient learning platform is
Advancements for
100
Human Resource crucial for facilitating the enhancement of knowledge and skills.
Development
In March 2024, we proudly introduced Journex, a Japfa Learning
Fostering a Management System (LMS), as part of our commitment to fostering
Culture of
Occupational employee development and growth. This system is designed to
102
Health and Safety integrate and standardise training programmes, ensuring they are
(OHS) within the
Company accessible to all employees with ease.
Maintaining an
Inclusive and Employees can access learning materials and training modules
109
Diverse Work developed by the human resources development teams of each
Environment
department, ensuring the training content is tailored to their
Embracing and
Growing Together 113 specific needs.
with Employees
Poultry and Journex also functions as a comprehensive tool to manage and
Aquaculture 118 monitor various training programmes, including on-the-job
Farmers
training, external courses, and total training hours, providing
Community
121 a complete overview of employee development and learning
and Planet
progress.
Caring for
the Earth and
125
Fostering In addition to job-related training modules, Journex serves as a
Well-being
platform to develop soft skills by integrating personal interests
Supporting the
Development and and hobbies into the system. This feature allows employees
130
Achievement of to further explore skills they are passionate about, fostering a
Indonesian Chess
balance between work and personal life.
Japfa Cares 132
Japfa Participates Number of employees Total training hours
in the Affordable 133 who have accessed completed on Journex
Market Movement
Journex: 4,936 people in 2024: 183,819 hours
100
Page 243
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Japfa Mobile Leave Application
Japfa has developed the Mobile Leave Application to simplify the leave application and
approval process for employees. This application eases employees to submit leave requests
from anywhere at any time, ensuring a more efficient and seamless leave management
process.
Japfa Electronic Travel System (JETS)
dan Japfa Time Integrated System (JTIS)
We enhanced the performance of JETS and JTIS, two internal systems for managing business
travel administration and employee attendance, including work schedules, attendance records,
and overtime hours. In 2024, these systems have been implemented in more departments
across the Company.
Through this digitalisation effort, business travel administration and employee attendance
records have become more accurate, seamlessly integrated with the financial system, and
significantly reduced paper usage.
Japfa Personnel Action Sheet (JPAS) System
JPAS is an electronic application implemented by the Company to streamline and accelerate
various HR processes, from submission to validation. In 2024, this system is gradually being
expanded to more divisions.
101
Page 244
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Fostering a Culture of Occupational Health and
Safety (OHS) within the Company
[GRI 2-23, 403-1, 403-3, 403-4, 403-8, 403-9] [POJK F.1, F.21]
People Occupational Health and Safety (OHS) has always been a top priority for
Development the Company, aiming to safeguard employees and all individuals within
Japfa’s premises from work-related risks. We have implemented a variety
of OHS systems to establish a safe and supportive working environment,
ensuring employees feel secure and comfortable. With a focus on OHS,
Japfa ensures the continuity of operations in alignment with legal and
social responsibilities.
Employees 98
Japfa’s Policy on Occupational Health
Optimising Digital
Advancements for and Safety (OHS) [GRI 2-24, 403-1, 403-3, 403-4, 403-8]
100
Human Resource
Development Japfa Group’s top management underscores its commitment by formulating
Fostering a and approving the Occupantional Health, Safety, and Environment (OHSE)
Culture of policy. This dedication is further exemplified through the OHSE Declaration,
Occupational
102 which is formally endorsed by the company’s leadership.
Health and Safety
(OHS) within the
Company
Maintaining an
Inclusive and OHS Declaration
109
Diverse Work
Environment
Japfa Group reaffirms its commitment to Occupational Health,
Embracing and Safety, and Environment through an official OHSE Declaration.
Growing Together 113
Signed by HR management, this declaration underscores the
with Employees
implementation of safety standards and regulatory compliance
Poultry and across the Company’s operations.
Aquaculture 118
Farmers
Community
121
and Planet
We impose sanctions for serious violations related to occupational health and
Caring for
the Earth and safety (OHS). These sanctions may vary from warning letters up to termination
125
Fostering of employment and can be applied not only to the employees involved but
Well-being
also to supervisors and unit leaders.
Supporting the
Development and
130 1
ISO 45001: 2018 Standard on Occupational Health and Safety
Achievement of
Indonesian Chess Management Systems. [GRI 2-23]
Japfa Cares 132
2 Government Regulation No. 50 of 2012 on the Implementation of
Japfa Participates
Occupational Health and Safety Management Systems/OHSMS (PP
in the Affordable 133
Market Movement 50/2012), which sets standards and guidelines for occupational health
and safety management in the workplace.
102
Page 245
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
3 The development of a standardised Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) has been
implemented in several units. This standardisation aims to ensure consistency in risk assessment and
control practices.
4 Conducting Health Risk Assessments in several divisions as a follow-up to the findings of the OHSMS audit.
5 Preparing Disease Preparedness and Procedure to address various disease risks and enhance readiness for
future challenges. [GRI 403-6, 403-7]
Conducting Occupational Health and Safety (OHS) Audits
To ensure the effective implementation of the OHSMS, Japfa conducts regular internal and external audits on
an annual basis. These audits are designed to identify areas for improvement, ensure regulatory compliance,
and strengthen safety and environmental practices. The audit scope covers various aspects, including OHS
policies, planning, and implementation of operational procedures. It also encompasses risk control measures
related to electrical hazards, chemical and biological exposure, ergonomic factors, and the monitoring of
physical factors such as noise, lighting, temperature, dust, and vibrations. In 2024, 19 business units underwent
internal OHS audits.
Establishing the Occupational Health and Safety Committee (OHS Committee)
[GRI 403-4]
The OHS Committee plays a crucial role in overseeing, managing, and implementing occupational health
and safety measures Japfa has established OHS Committees at most of its operational sites. In 2024, a total
of 4,182 employees of the Company became members of P2K3. This number represents an increase of 3%
compared to 2023.
Health Talk Program
to foster an OHS culture
103
Page 246
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
People
Development
Employees 98
Optimising Digital Firefighting training at JTLC
Advancements for
100
Human Resource
Development
Fostering a
Culture of Instilling an OHS Culture
Occupational [GRI 2-24, 403-2, 403-5, 403-4]
102
Health and Safety
(OHS) within the Japfa conducts OHS training to equip employees with the skills and
Company
knowledge to manage OHS risks in the workplace. Through this training,
Maintaining an the Company strengthens its OHS systems and fosters OHS culture across
Inclusive and
109 all operational units.
Diverse Work
Environment
Embracing and In 2024, various divisions of the Company conducted OHS training,
Growing Together 113
including:
with Employees
Poultry and
Aquaculture 118 • Safe Driving Training
Farmers Conducting safe driving training in collaboration with local traffic
Community police to enhance employees’ awareness and skills in safe driving
121
and Planet
practices.
Caring for
the Earth and
125 • Refresher Training
Fostering
Well-being Conducting refresher training to enhance knowledge and skills while
Supporting the ensuring the consistent implementation of OHS standards.
Development and
130
Achievement of
Indonesian Chess • Specialised Training
Japfa Cares 132 Tailored training for high-risk operational units.
Japfa Participates
in the Affordable 133 • Process Safety Management (PSM)
Market Movement
Anticipating and analysing potential accidents to prevent
recurrence, including competency assessments for OHS operators
across the entire production process.
104
Page 247
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
• National OHS Month Commemoration
Health Talk: In collaboration with company doctors or health partners.
OHS Competitions: Organised various competitions to raise safety awareness.
OHS Webinars: Regular webinars on OHS and environmental management, featuring experts in the field,
as part of efforts to foster a strong OHS culture across various units, including aquaculture, feed mills, and
SBU AHLE.
• Mandatory OHS Training for Certification Compliance
To comply with certifications such as Best Aquaculture Practices (BAP), Aquaculture Stewardship
Council (ASC), Sedex Members Ethical Trade Audit (SMETA), SWA, and SMK3, these standards have
been established as OHS competency benchmarks for employees in the aquaculture division. [GRI 2-23]
• OHS Campaign: Delivering messages and communications to raise awareness and promote a safety culture.
• Basic OHS Training
• HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Control Measures)
• OHS Management System based on PP 50/2012
• ISO 45001:2018 (OHS Management System)
• ISO 45001:2018 Internal Audit (OHS Management System)
• ISO 14001:2015 (Environmental Management System)
• ISO 14001:2015 Internal Audit (Environmental Management System)
• Firefighting Training
• Earthquake Evacuation Training
• 5S Training and Implementation
105
Page 248
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
A Holistic Approach to Upholding Occupational
Health and Safety (OHS)
In addition to implementing systems and training, Japfa protects
its employees through various programmes. Japfa is committed to
People strengthening awareness of safety protocols, including issuing a
Development memorandum requiring all employees to comply with standard operating
procedures (SOPs). This memorandum reinforces that violations of SOPs
will be addressed in accordance with Company policies to ensure the
safety of individuals and work teams.
We also prioritise preventive measures through regular health check-
ups and the provision of personal protective equipment (PPE) for
all employees, especially those working in high-risk environments.
Employees 98 Japfa regularly conducts physical health assessments and ergonomic
Optimising Digital evaluations for office employees to ensure their health is well-maintained.
Advancements for
100
Human Resource
Development Additionally, Japfa runs intensive safety awareness campaigns across all
Fostering a operational units, including OHS forums and seminars, the installation
Culture of of educational posters, workshops, and live demonstrations on-site to
Occupational
102 ensure employees understand the importance of safety protocols. These
Health and Safety
(OHS) within the initiatives are designed to build a sustainable safety culture, reduce the
Company
risk of accidents, and maintain optimal operational performance.
Maintaining an
Inclusive and
109
Diverse Work
Environment Transparency and Reporting of OHS Performance
Embracing and Japfa promotes transparency in OHS performance reporting, including
Growing Together 113
the use of JSRS. Each division regularly submits its OHS performance data
with Employees
through this platform, which is then analysed via Sustainalitics to identify
Poultry and
Aquaculture 118 necessary improvements and corrective actions.
Farmers
Community
121
and Planet
In 2024, Japfa made significant progress through
Caring for
the Earth and a range of Occupational Health and Safety (OHS)
125
Fostering initiatives. Through OHS training programmes,
Well-being the implementation of a better OHS management
Supporting the system, and enhanced supervision and internal
Development and
130 audits, we have successfully prevented incidents
Achievement of
resulting in zero fatality. Additionally, several
Indonesian Chess
of our operational units have received Zero
Japfa Cares 132 Accident Awards from both national and regional
Japfa Participates governments as recognition of their commitment
in the Affordable 133 to workplace safety.
Market Movement
106
Page 249
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Employees Work-related Injuries Data
2024 2023 2022
Type of Accident
Jumlah Rate Jumlah Rate Jumlah Rate
An accident which causes death
Fatal 0 0,00 1 0,01 0 0.00
within 24 hours of the accident
An accident which causes a lost day
and will bring physical and emotional
Severe 4 0,05 1 0,01 3 0,05
disabilities that will interfere with
work
An accident which results in a lost
day but it will not bring any physical
Moderate 191 2,53 137 1,83 96 1,55
or emotional disabilities that will
interfere with work
An accident which does not cause a
Light 242 3,21 102 1,36 31 0,50
lost day
Total 437 5,79 241 3,21 130 2.10
Work-related Injuries Data for Non-Employees
2024 2023 2022
Type of Accident
Jumlah Rate Jumlah Rate Jumlah Rate
An accident which causes death
Fatal 0 0.00 0 0.00 0 0.00
within 24 hours of the accident
An accident which causes a lost day
and will bring physical and emotional
Severe 0 0.00 0 0.00 0 0.00
disabilities that will interfere with
work
An accident which results in a lost
day but it will not bring any physical
Moderate 40 0.53 7 0.09 2 0.03
or emotional disabilities that will
interfere with work
An accident which does not cause a
Light 11 0.15 5 0.07 0 0.00
lost day
Total 51 0.68 12 0.16 2 0.03
About Our Data
[1.] The accident rate is calculated based on 1,000,000 working hours.
[2.] We restated the 2022-2023 data by reclassifying accident types in accordance with applicable regulations
and GRI Standards. [GRI 2-4]
[3.] Accident trends show an increase in light, moderate, and severe incidents, with light and moderate
accidents being the most common.
[4.] In 2024, the majority of light workplace accidents were caused by unsafe actions, with 86.2% resulting
from light cuts.
[5.] All workplace accidents were investigated and reviewed to prevent similar incidents in the future. We
remain committed to building a strong OHS culture and ensuring full compliance with safety regulations.
[6.] Non-Employees are individuals who perform work for the organization but do not have a direct
employment relationship with the Company (for example contractors).
107
Page 250
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Promoting Regular Sports Activities [GRI 403-6]
In 2024, Japfa focused on enhancing sports activities across all
operations, ensuring that existing programmes are more structured and
goal-oriented. Employees are supported both financially and with the
People necessary facilities to engage them in regular, health-promoting exercise.
Development These programmes include football, basketball, table tennis, badminton,
running, and fitness exercises.
Japfa also provides incentives for employees who participate in competitions
at both local and international levels. This not only promotes physical well-
being but also strengthens team spirit and pride within the workplace.
Employees 98
Optimising Digital Career Growth and Employee Support
Advancements for
100
Human Resource
Development Susanto Megaranto never imagined that his
passion for chess would shape his career
Fostering a
Culture of journey at Japfa. Joining the Japfa Chess
Occupational Club in 2002 as a member of Indonesia’s
102
Health and Safety
Chess Dream Team, Susanto underwent intensive training,
(OHS) within the
Company paving the way for him to compete against world-class players.
Maintaining an
Inclusive and For Susanto, Japfa is not just a workplace—it is a partner in personal
109
Diverse Work and professional development. He has had the opportunity to
Environment participate in various prestigious national and international
Embracing and training sessions and tournaments. “As a chess player, Japfa
Growing Together 113 provides financial support and opportunities to compete,” he
with Employees
shared. He recalls how the Company backed him to train in Europe
Poultry and for three months, helping him prepare for major competitions.
Aquaculture 118
Farmers
Beyond playing, Susanto was also given the chance to take on
Community new responsibilities, including serving as an Advisor for chess
121
and Planet
curriculum development—a role that strengthened his contributions
Caring for not only as a player but also as a mentor for future generations.
the Earth and
125
Fostering
Well-being Susanto appreciates Japfa’s commitment to supporting individual
growth. Additionally, the flexibility offered by the Company allows
Supporting the
Development and him to balance work and his passion for chess. “Japfa gives me the
130 freedom to manage my time, so I can fully focus on competitions
Achievement of
Indonesian Chess when needed,” he said.
Japfa Cares 132
Japfa Participates
in the Affordable 133
Market Movement
108
Page 251
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Supporting Employee Mental Health
Japfa also prioritises the mental health of employees through various initiatives implemented at both the
corporate and divisional levels.
In 2024, we introduced a workshop on “Trauma Releasing Exercise (TRE) and Forces Mindfulness.” Initially
conducted on a trial basis for employees at the head office, this programme aims to improve mental well-
being by offering personalised emotional release techniques. It also focuses on fostering better work-life
balance and supporting leadership development.
Maintaining an Inclusive and Diverse Work Environment
[GRI 401-1, 401-2, 401-3, 404-1] [GRI 405-1, 405-2, 408-1, 409-1] [POJK F.18, F.19, F.20, F.21]
Japfa acknowledges the importance of an inclusive and diverse workplace in advancing food security. By
ensuring equal opportunities for all individuals to contribute, Japfa benefits from the diverse competencies,
innovations, creativity, and fresh perspectives brought by its workforce. An inclusive environment fosters
collaboration and boosts productivity, reinforcing the company’s mission to support food security. Japfa
encourages active participation from all parties through strategies and policies that ensure every individual
is respected and treated equally.
Our commitment is reflected in Japfa Diversity Policy, which fosters the creation of a fair and inclusive work
environment for everyone, regardless of gender, age, religion, or any other factors. [GRI 2-23]
Fair Salary and Benefits
[GRI 202-1, 405-1, 405-2, 2-30]
We offer salaries to all employees based on their performance, experience, and qualifications, ensuring
fairness and non-discrimination with respect to gender, race, ethnicity, or religion. In 2024, the lowest salary
paid was 149% higher than the provincial minimum wage average.
Percentage of Standard Entry Level Year Male Female Combined
Wage by Gender Compared to Local
Minimum Wage [POJK F.20, GRI 202-1] 2024 150% 145% 149%
2023 149% 143% 149%
About our data:
Average Total Salary (Operator Level, Employee Permanent)
2022 151% 146% 150%
Average UMP
We not only provide fair wages to our employees but also offer a range of benefits and allowances to
enhance their well-being. These include maternity leave, health services, employee and family assistance
programmes, and other additional benefits.
109
Page 252
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Benefits [GRI 401-2, 401-3, 403-3, 403-6, 403-8]
Benefits Contract Employee Permanent Employee
Social Security Agency
Yes Yes
People for Employment
Development
Employment Injury
Yes Yes
Security
Death Security Yes Yes
Old Age Security Yes Yes
Pension Security Yes Yes
BPJS Kesehatan and in- BPJS Kesehatan and in-
Healthcare Services house medical coverage house medical coverage
Employees 98 Japfa with certain limits Japfa with certain limit
Optimising Digital Three months for Three months for
Advancements for women giving birth. women giving birth.
100 Two days for men to Two days for men to
Human Resource
Maternity and/or accompany wife giving accompany wife giving
Development birth birth
paternity leave
Fostering a 1.5 months' leave for 1.5 months' leave for
Culture of women in case of women in case of
Occupational miscarriage miscarriage
102
Health and Safety
Other benefits
(OHS) within the
(including Hari
Company Raya allowance,
Yes Yes
meal assistance,
Maintaining an transportation,
Inclusive and maternity, etc.)
109
Diverse Work
Environment Compensation for
Retirement / severance
employees at the end of Yes
package
Embracing and the contract
Growing Together 113 Leave with Full Wages
with Employees at Certain Times (annual
leave, special leave,
Poultry and including menstrual
Aquaculture 118 illness, employee
Farmers No Yes
marriage, marriage
of family members
Community in the same house,
121
and Planet child circumcision or
baptism)
Caring for
the Earth and
125
Fostering
Well-being
Fair and Inclusive Workplace
Supporting the
Development and
130 Japfa implements Japfa Diversity Policy to ensure that employment-related
Achievement of
Indonesian Chess processes focus on competence, which applies across all divisions. For
Japfa Cares 132 example, in our recruitment process, we do not include criteria related
to these aspects, providing equal opportunities for all individuals, in
Japfa Participates
in the Affordable 133 accordance with applicable regulations. We prohibit child labor, forced
Market Movement
labor, and human rights violations in accordance with applicable labor
regulations. [GRI 2-23, 408-1, 409-1] [POJK F.19]
110
Page 253
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Although Japfa does not have a formal labor union, the Company does not restrict employees from joining
any unions, associations, or groups, in line with their freedom to organise. [GRI 2-30, 407-1]
Gender Equality at Japfa
The Company provides equal opportunities to all employees, regardless of gender. We support the professional
growth of every employee by ensuring fair access to training, career development, skill enhancement
programmes, and leadership opportunities.
Support for Employees with Disabilities
As of the end of 2024, Japfa employs 67 individuals with disabilities (including employees and outsourced
workers) across various company units, demonstrating our commitment to creating an inclusive and equitable
work environment for all individuals.
Management and Employee Age Diversity [GRI 405-1]
Usia
Employees
< 30 Tahun 30-50 Tahun > 50 Tahun Total
11 734 466 1,211
Middle Management & Above Male
85% 82% 81% 82%
2 157 109 268
Middle Management & Above Female
15% 18% 19% 18%
2024
6,905 16,194 2,283 25,382
Operator & Junior Management Male
83% 89% 89% 87%
1,416 2,021 277 3,714
Operator & Junior Management Female
17% 11% 11% 13%
9 714 448 1,171
Middle Management & Above Male
75% 83% 80% 82%
3 142 112 257
Middle Management & Above Female
25% 17% 20% 18%
2023
7,183 15,911 2,190 25,284
Operator & Junior Management Male
83% 89% 89% 87%
1,435 1,958 267 3,660
Operator & Junior Management Female
17% 11% 11% 13%
8 721 462 1,191
Middle Management & Above Male
100% 83% 81% 83%
0 144 108 252
Middle Management & Above Female
0% 17% 19% 17%
2022
8,028 15,738 2,108 25,874
Operator & Junior Management Male
85% 89% 91% 88%
1,449 2,013 216 3,678
Operator & Junior Management Female
15% 11% 9% 12%
In 2024, 85% of our employees
are from the local communities
In 2024, there were no human rights
where our operations are based.
violations across the company’s operations.
[GRI 202-2] [POJK B.1]
111
Page 254
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
People
Development
Employees 98
Optimising Digital
Advancements for Recruitment and Turnover [GRI 401-1]
100
Human Resource
Development
By Age Group
Fostering a
Culture of
Occupational
102 Age <30 Age 30-50 Age > 50
Health and Safety
(OHS) within the
2024 Recruited 2,225 1,609 81
Company 7% 5% 0%
Maintaining an Turnover 714 854 415
Inclusive and 2% 3% 1%
109
Diverse Work 2023 Recruited 1,857 1,134 70
Environment 6% 4% 0%
Embracing and Turnover 789 936 411
3% 3% 1%
Growing Together 113
with Employees 2022 Recruited 2,598 1,431 69
9% 5% 0%
Poultry and
Turnover 863 961 355
Aquaculture 118 3% 3% 1%
Farmers
Community
121
and Planet By Gender
Caring for
the Earth and
125 Male Female
Fostering
Well-being
2024 Recruited 3,439 476
Supporting the 12% 2%
Development and Turnover 1,661 322
130
Achievement of 6% 1%
Indonesian Chess 2023 Recruited 2,605 456
8% 1%
Japfa Cares 132
Turnover 1,768 368
Japfa Participates 6% 1%
in the Affordable 133 2022 Recruited 3,568 530
Market Movement 11% 2%
Turnover 1,827 352
5% 1%
112
Page 255
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
By Area of work
Unit-Unit
Poultry Comm. Poultry Aqua- Customer SBU HO
Feed Usaha CSS HO
Breeding Poultry Processing culture Food AHLE Downstream
Strategis
2024 Recruited 132 2,171 102 273 134 676 125 235 54 13
0% 7% 0% 1% 0% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 218 501 141 158 158 479 73 215 36 4
1% 2% 0% 1% 1% 2% 0% 1% 0% 0%
2023 Recruited 109 1,486 50 175 118 587 105 396 33 2
0% 5% 0% 1% 0% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 183 598 121 249 141 374 84 365 18 3
1% 2% 0% 1% 0% 1% 0% 1% 0% 0%
2022 Recruited 148 2,019 66 518 338 586 111 273 34 5
0% 7% 0% 2% 1% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 235 633 159 239 236 356 109 175 35 2
1% 2% 1% 1% 1% 1% 0% 1% 0% 0%
Embracing and Growing Together with Employees
[GRI 2-30, 404-2] [POJK F.22]
Japfa HR Annual Meeting 2024
Personal development and healthy competition among employees is one of the Company’s strategies
to encourage individual and corporate progress. A culture of self-improvement, both in knowledge and
skills, fosters innovation, provides physical and mental health benefits, as well as strengthens employee
engagement within the Company.
At Japfa, we set sustainability targets, including social objectives for our employees, aiming for an average
of 16 hours of training per person annually by 2030. This goal is intended to strengthen professional
competencies while fostering continuous growth for every individual within the Company.
113
Page 256
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
We also recognise employees who demonstrate significant contributions
and a work ethic that aligns with the Company’s values.
Building Unity with Employees
People Employee engagement is crucial for the company’s progress. By ensuring
Development that every employee feels valued and has opportunities to grow, the
company not only boosts productivity but also fosters a sense of
ownership and shared commitment.
Transparent Communication Channels
A workplace culture that fosters transparent communication cultivates a
comfortable and supportive environment. This not only ensures employees
Employees 98
feel heard and actively engaged but also encourages productive discussions
Optimising Digital
Advancements for and strengthens internal relationships. Some of these initiatives include
100
Human Resource Japfa Conversation, the Communication Forum (FORKOM), and Town Hall
Development
Meetings.
Fostering a
Culture of
Occupational NgoPi (Ngobrol Pagi) and STP Radio #SAFESPACE
102
Health and Safety
(OHS) within the
Company NgoPi is a monthly podcast organised by the aquaculture division at the
end of each month. Featuring a relaxed discussion format, the programme
Maintaining an
Inclusive and aims to expand employees’ perspectives on a variety of topics, ranging
109
Diverse Work
from work-related matters to achieving work-life balance. The initiative
Environment
has been well-received, providing a space for unwinding while fostering
Embracing and
Growing Together 113 employee engagement in a more informal and approachable setting.
with Employees
Poultry and Meanwhile, STP Radio serves as an interactive channel where employees
Aquaculture 118
can share experiences and knowledge, as well as challenges in work or
Farmers
daily life, anonymously. In 2024, the reach of STP Radio was expanded
Community
121 to be accessible via mobile devices and workstations, allowing more
and Planet
employees in the field to engage. Feedback from STP Radio is used to
Caring for
the Earth and improve policies and address issues of concern, creating a more supportive
125
Fostering
work environment.
Well-being
Supporting the
Development and Japfa Publications
130
Achievement of
Indonesian Chess Internal publications play an important role in creating transparent and
Japfa Cares 132 effective communication between the company and its employees.
These publications help disseminate consistent information and provide
Japfa Participates
in the Affordable 133 employees with access to the latest updates regarding the company’s
Market Movement
developments, policies, and key achievements. At Japfa, we have several
publications at both the divisional and national levels, such as:
114
Page 257
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Japfa Newsletter and Berkat Magazine
A quarterly publication from the aquaculture operations for both employees and aquaculture farmers.
WATER (Warta Aquaculture Terkini) from Aquaculture Division
A quarterly publication from the aquaculture operations for both employees and aquaculture farmers.
Japfa Link
A digital platform that facilitates communication and information sharing between employees, which also
hosts publications from across the Japfa Group.
Employee Competitions and Awards
Japfa organises a range of internal innovation competitions to harness fresh and creative ideas from employees
that can drive positive change within the company. These programmes aim to enhance quality, productivity,
and efficiency while fostering groundbreaking solutions aligned with the Company’s business needs. These
competitions involve employees from various divisions, focusing on innovation, sustainability, and the company’s
values. For example, in the aquaculture division, we award the Aquaculture Awards in categories such as Best
Unit, Best Sales, Best Safety, and Living Our Values (LoV) Award.
Supporting Employee Well-being through Cooperatives and Spiritual Activities
Japfa also supports employee well-being through various other initiatives, such as the Japfa Employee
Cooperative, which provides savings and loan services, a minimarket, and health management to assist with
employees’ financial and daily needs. Additionally, Japfa encourages spiritual activities through regular religious
prayer groups held at various Company units. These activities provide employees with the space to practice
their religious activities with full support from the Company.
Facilitating Continuous Learning [GRI 404-2]
Structured competency development serves as a vital foundation for ensuring consistent and high-quality
learning for employees. Japfa strengthens the skills and capabilities of employees across all management levels
through well-structured programmes, equipping them to tackle future challenges effectively and contribute to
the Company’s growth.
Average Training Hours per Employee per Year [GRI 404-1]
Employee Category 2024 2023 2022
Male 38 15 13
Middle Management & Above Female 32 14 17
Average 37 15 14
Male 8 6 2
Operator & Junior Management Female 16 15 6
Average 9 7 3
115
Page 258
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Corporate Development Training
Japfa offers a tiered training programme that includes the Foundation
Programme (FP), Middle Management Programme (MMP), and Senior
Management Programme (SMP). Each programme is designed with training
People modules tailored to each management level. FP equips junior managers
Development with a variety of skills, including an understanding of the Company, the
fundamental mindset for Japfa employees, self development, leadership,
team management, problem-solving, and time management. MMP focuses
on topics such as marketing management, human resources, operations,
project management, and finance. SMP focuses on leadership in the post-
pandemic era and fostering high quality, inclusive team cultures. These
trainings are delivered through various methods such as webinars and
interactive workshops.
Employees 98
Optimising Digital
Advancements for Onboarding Programme
100
Human Resource
Development The Onboarding Programme is tailored for new employees, focusing on
Fostering a helping them understand the Company’s values, providing an overview
Culture of of the organisation, outlining applicable policies, and clarifying their job
Occupational
102 descriptions. It also includes introductions to relevant departments and
Health and Safety
(OHS) within the key colleagues they will collaborate with, ensuring a seamless transition
Company
into Japfa’s work culture.
Maintaining an
Inclusive and
109
Diverse Work
Environment Pre-Retirement Programme
Embracing and Japfa places special emphasis on supporting employees nearing retirement
Growing Together 113
by providing guidance on financial planning, business opportunities, health
with Employees
management, and post-retirement activities to ensure a smooth and well-
Poultry and
Aquaculture 118 prepared transition. We organise a pre-retirement conference involving
Farmers 200 participants, focusing on employees who are set to retire within the
Community next 1-2 years.
121
and Planet
Caring for
the Earth and
125
Business Skills Training
Fostering
Well-being Japfa also provides business skills training to enhance operational,
Supporting the management, and collaboration skills. This training includes a range
Development and
130 of courses such as communication, leadership, personal development,
Achievement of
Indonesian Chess teamwork, and Quality, Safety, Environment (QSE) training. Vocational
Japfa Cares 132 training is available, covering areas such as pest control and farm
management.
Japfa Participates
in the Affordable 133
Market Movement
In 2024, we conducted regular evaluations on performance and career
development for 100% of employees at the mid-level management and
above, and 26% for operators and junior management. [GRI 404-3]
116
Page 259
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Japfa The Learning Center (JTLC)
These training programmes are fully supported by JTLC, which plays a pivotal role in facilitating
continuous skill development for employees through a continuous approach. JTLC provides the
necessary infrastructure and digital platforms to deliver structured training while creating opportunities
for employees to share knowledge and maximise their potential.
Through these programmes, Japfa remains committed to facilitating lifelong learning for employees,
ensuring that every individual has the opportunity to grow and contribute optimally to the success of the
Company.
As Japfa continues to grow, JTLC has broadened its academic programmes and offerings to encompass
a wider range of topics. These include Japfa’s sustainability goals, the integration of environmentally
friendly practices into daily job roles, digitalisation, and leadership development. [POJK E.2]
With JTLC serving as a hub for cross-regional collaboration, it has evolved into a centre for cross-
country training programmes, bringing together employees from different nations to learn and grow in
a collaborative environment. This initiative not only provides global perspectives to participants but also
strengthens cross-border collaboration and team-building efforts across Japfa.
JTLC also remains committed to employee development with a holistic approach, including wellness
programmes focused on mental health, work-life balance, and physical well-being. Fitness and recreation
facilities have been updated to encourage employee participation in sports and fitness activities during
their training sessions. With these initiatives, JTLC continues to be a driving force in shaping a healthy
and balanced workforce.
117
Page 260
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Poultry and Aquaculture Farmers
[GRI 2-6, 203-1, 203-2] [POJK B.3, F.23, F.25]
Farmers play a crucial role in food security by providing animal protein
sources, such as chicken, eggs, fish, and shrimp. Acknowledging their
People significant contribution, we are committed to supporting our partners
Development through programmes designed to sharpen their skills and help them
adapt to future challenges.
Employees 98
Optimising Digital
Advancements for
100
Human Resource
Development
Fostering a
Culture of
Occupational
102
Health and Safety
(OHS) within the
Company
Maintaining an
Inclusive and
109 Japfa’s farmer partner
Diverse Work
Environment
Embracing and
Growing Together 113
with Employees
Farmers
Poultry and
Aquaculture 118 Japfa partners with over 9,000 farmers to support the sustainable
Farmers production of animal protein. With Japfa’s focus in 2024 on strengthening
Community downstream poultry farming, education for farmers has become
121
and Planet
increasingly important to optimise the final products.
Caring for
the Earth and
125 This partnership goes beyond providing resources; it also focuses on
Fostering
Well-being improving farmers’ skills and sharing best farming practices. By enhancing
Supporting the knowledge in nutrition, poultry health management, and modern
Development and
130 technology, farmers can increase both the productivity and quality of
Achievement of
Indonesian Chess their livestock. [GRI 203-2, 413-1]
Japfa Cares 132
The resources we provide DOC, feed, medicines, and technical assistance
Japfa Participates
in the Affordable 133 to our partner farmers. This support is given on a regular basis, where, in
Market Movement
each production cycle, our team engages in a minimum twice a week for
118
Page 261
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
sharing sessions, addressing the challenges faced by farmers, and providing solutions.
In addition to providing on-site assistance, we invite our partner farmers to visit our farming facilities,
offering them the opportunity to observe best practices that can be implemented to improve their farm
productivity. We also offer support in the form of recommendation letters to help farmers obtain additional
capital from banking institutions to expand their businesses.
Each technical assistance session is documented through the Ciomas Commercial Farm (CCF) Recording
application, enabling Japfa to effectively track visits by Field Extension Officers (PPL). This system ensures
that the training provided leads to measurable improvements in the knowledge and skills of our partner
farmers. With continuous updates supported by Japfa’s IT team, the application ensures seamless and
efficient monitoring.
Aquaculture Farmers
Japfa remains committed to driving innovation through various initiatives aimed at advancing the aquaculture
industry. With a focus on education and collaboration within Japfa Aquaculture, we are dedicated to
improving the livelihoods of fish and shrimp farmers while contributing to enhanced food security.
Through the Aquaculture Technology and Development (ATD) division, we conduct ongoing research,
including the development of technologies and farming equipment such as aerators, as well as spatial
planning using Geographic Information System (GIS) to assess the suitability of farming locations.
STP’s customer fish farmers
119
Page 262
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
In 2024, ATD successfully developed the UV Disinfection Technology (UVD),
an innovation designed to create more efficient and sustainable aquaculture
solutions. The UVD device is designed to disinfect water in fish and shrimp
farming using ultraviolet (UV) light, effectively eliminating pathogens
People without the risks associated with chlorine use on the surrounding ecosystem.
Development This technology offers substantial advantages not only for the Company’s
operations but also for farmers. The UVD enhances pathogen control
efficiency, promotes sustainable operations, and improves water
management.
This initiative reflects Japfa Aquaculture’s commitment to purposeful,
responsible, and relentless innovation to deliver comprehensive solutions
for our customers. By supporting farmers with modern technologies and
Employees 98
farming practices, Japfa Aquaculture is contributing to the development of
Optimising Digital
Advancements for a more resilient and competitive aquaculture industry in the future.
100
Human Resource
Development
Japfa Aquaculture also provides comprehensive training to farmers through
Fostering a the annual “Customer Farm’s Technician Training Bootcamp”. Technicians
Culture of
Occupational and farm operators are encouraged to participate in training at Japfa
102
Health and Safety Aquaculture, where they can learn technical materials and sustainable
(OHS) within the
Company aquaculture practices. This programme contributes to the development of
sustainable aquaculture and supports the success of our farmers. [GRI 203-2]
Maintaining an
Inclusive and
109
Diverse Work
Japfa Aquaculture also continues to provide assistance to farmers through
Environment
various support activities, including seminars and forums facilitated by
Embracing and
Growing Together 113 institutions. During these events, technicians engage in direct discussions
with Employees with shrimp and fish farmers. Topics covered include disease management
Poultry and in aquaculture and opportunities for collaboration. This ongoing support
Aquaculture 118
ensures that our customers receive the right solutions to improve productivity
Farmers
and operational efficiency.
Community
121
and Planet
Caring for
the Earth and
125 “Thank you, Japfa has been incredibly supportive. I gained
Fostering
Well-being valuable insights without feeling lectured. It provided a great
space for open discussions and sharing concerns, with a truly
Supporting the
Development and humble approach.”
130
Achievement of
- Fany Santoso | Farmer Partner
Indonesian Chess
Japfa Cares 132
Japfa Participates
in the Affordable 133
Market Movement
120
Page 263
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Community and Planet
[GRI 203-1, 203-2, 413-1] [POJK B.2, F.23, F.25]
The community is a fundamental part of Japfa’s journey. We believe that empowering communities fosters
strong relationships and enhances collective well-being, both in the present and for the future. Furthermore,
environmental protection is a key priority for Japfa, as it delivers wide-ranging benefits to all stakeholders.
Through initiatives centred on education, environmental preservation, and social assistance, we are
dedicated to making a positive and sustainable impact.
Investing in the Farmers of the Future
Amid the growing global food demand and the significant impacts of climate change on livestock, the next
generation of farmers are important in ensuring the sustainability of food production in the future. It is
vital for the next generation to inherit existing knowledge and experience while also developing it through
innovation and the latest technologies.
Teaching Farm
The Teaching Farm programme by Japfa offers university students the opportunity to apply their academic
knowledge in a practical setting, equipping them with valuable experience before they enter the workforce.
This programme not only trains technical skills such as livestock maintenance and the implementation of
biosecurity measures but also offers broader insights into business management and entrepreneurship,
equipping students with practical skills to contribute to the livestock industry.
121
Page 264
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Expanding Teaching Farm Through Collaboration
with Higher Education Institutions
In alignment with the government’s “Merdeka Belajar Kampus Merdeka”
(MBKM) programme, Japfa continues its commitment to supporting
People education and advancing the livestock industry through collaborative
Development Teaching Farm initiatives with universities in Indonesia. Japfa has
transferred two Broiler Teaching Farm units to the Faculty of Animal
Husbandry at Universitas Brawijaya (UB) in Malang Regency. Which
houses approximately 4,000 birds
In May 2024, Japfa, together with the Faculty of Animal Husbandry,
the Directorate of Business Development, and the Agro-Technology
Innovation Centre of Universitas Gadjah Mada (UGM), signed an agreement
Employees 98 to collaborate on the development of Teaching Farms and education.
Optimising Digital This partnership aims to provide opportunities and learning spaces for
Advancements for
100 students to delve into professional poultry industry management.
Human Resource
Development
Fostering a
Culture of Business Unit Development and Entrepreneurship Skills
Occupational
102
Health and Safety
(OHS) within the Beyond offering practical experience, Japfa encourages universities to
Company
transform Teaching Farms into sustainable business units. This initiative
Maintaining an provides students with the opportunity to engage in all facets of the
Inclusive and
109 livestock business, from production to marketing. Students actively
Diverse Work
Environment participate in daily operations, making data-driven decisions and crafting
Embracing and marketing strategies. Through this hands-on experience, participants gain
Growing Together 113
valuable insights into managing a business within the livestock sector while
with Employees
simultaneously honing the entrepreneurial skills necessary to become
Poultry and
Aquaculture 118 skilled professionals and future entrepreneurs in the agricultural industry.
Farmers
Community
121
and Planet Number of Farms
Caring for
the Earth and
125
6 7 1
Fostering closed-house open-house poultry
Well-being farms farms slaughterhouse
Supporting the
Development and Number of Participants
130
Achievement of
Indonesian Chess 10 306
vocational high school university
Japfa Cares 132 students students
Japfa Participates
in the Affordable 133 Number of Livestock Products Produced and Sold
Market Movement
442,756 equals to 758
birds tonne
122
Page 265
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Collaboration between Japfa Poultry Health Research Farm (PHRF) and the
School of Veterinary Medicine and Biosciences (SKHB), IPB University
Japfa has partnered with IPB University through the School of Veterinary Medicine and Biosciences (SKHB)
and the Japfa Poultry Health Research Farm (PHRF). Since its inauguration in 2023, this closed-house
research facility has played a crucial role in advancing poultry health research within the educational
scope. The collaboration aims to equip SKHB IPB graduates for careers in the poultry industry and to
support poultry health research for students, faculty, and external stakeholders. The facility also serves as a
valuable resource for Vaksindo employees pursuing postgraduate studies at SKHB IPB, strengthening the
development of knowledge and technology in the poultry health sector.
Lorem Ipsum
Synergized Aquaculture Innovative Learning (SAIL)
The Synergized Aquaculture Innovative Learning (SAIL) programme, launched by Japfa in 2020, is designed
to offer undergraduate and diploma students opportunities to enhance their technical skills and gain deeper
insights into the aquaculture industry.
Through a structured internship programme, SAIL offers more personalised mentoring to participants, enabling
them to refine their skills while working on projects aligned with their academic interests and fields of study.
In 2024, SAIL focuses on practical training by involving students in projects related to aquaculture, such as
feed management, biofloc technology, and sustainable aquaculture practices. This hands-on approach gives
students direct experience and the chance to contribute to the aquaculture industry. Participants who showcase
innovative ideas and significant progress are given the opportunity to join Japfa as full-time employees.
123
Page 266
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
People
The SAIL programme continues to be a valuable source of talent for Japfa
and plays a key role in advancing sustainable aquaculture in Indonesia. We
are proud that in 2024, several SAIL alumni have joined Japfa as full-time
employees, particularly in strategic positions within the aquaculture division.
With the skills and training they gained during the programme, they are able
Development to contribute to the Company’s operational goals. From 2020 to 2024, a
total of 348 students have participated in the SAIL programme.
Development of Environmentally-Friendly Feed Technology
Students participate in research aimed at reducing the environmental
impact of conventional fish feed. This project focuses on improving resource
efficiency and reducing water pollution, thereby supporting the continuity
of the aquaculture industry.
Employees 98
Optimising Digital Data-Driven Fish Health Monitoring
Advancements for
100 Students also help develop a real-time fish health monitoring system
Human Resource
Development capable of detecting diseases at an early stage. This system enables quicker,
Fostering a more effective preventive actions, boosting fish farming productivity while
Culture of ensuring the well-being and welfare of the animals.
Occupational
102
Health and Safety
(OHS) within the
Company
Maintaining an
Inclusive and Participating in the SAIL program was a significant
109
Diverse Work milestone in my academic journey. As the only
Environment
student from a private university in Bengkulu
Embracing and to be selected, I felt honored to join and gain
Growing Together 113
with Employees firsthand experience in the aquaculture industry.
Poultry and
Aquaculture 118 Through this programme, I acquired valuable knowledge, from land
Farmers
preparation and water quality monitoring to harvesting and waste
Community management. Today, I am proud to have transitioned from an intern to
121
and Planet
a full-time employee at STP—a meaningful achievement, especially since
Caring for
my first introduction to STP was through the fish feed used by my family.
the Earth and
125
Fostering
Well-being
I hope the SAIL program continues to expand, creating more opportunities
Supporting the for students from various disciplines. For those who are selected, make
Development and
130 the most of this experience, absorb knowledge from mentors and field
Achievement of
Indonesian Chess teams, and embrace the hands-on learning, as it is an invaluable asset for
Japfa Cares 132 the future.
Japfa Participates
in the Affordable 133 Yudo Pamungkas | Shrimp Farm Technician
Market Movement
124
Page 267
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
STP Mengajar Programme
The STP Mengajar is a strategic initiative by Japfa to share knowledge, experience, and best practices in the
aquaculture sector with students at various universities across Indonesia. In this programme, Japfa’s division
and department heads deliver guest lectures at universities throughout the country. Since its inception, the
programme has successfully strengthened the relationship between industry and academia, offering students
the opportunity to gain direct insights from field practitioners.
In 2024, the STP Mengajar programme broadened its scope by partnering with more universities across
Indonesia, reaching 25 institutions in regions such as Java, Sumatra, and Sulawesi. This represents a significant
expansion compared to previous years. The programme also serves as a valuable platform for Japfa to identify
and recruit top talents.
The programme emphasises responsible aquaculture practices, including biofloc technology, water conservation,
and feed management efficiency. Students are also introduced to Japfa’s sustainability initiatives, such as Act
for Sustainable Aquaculture, which supports environmentally and socially responsible practices in aquaculture.
Japfa’s Aquaculture Research Center
Caring for the Earth and Fostering Well-being
Japfa understands that the well-being of communities and environmental preservation must go hand in
hand. As an agri-food company, Japfa is committed to using natural resources wisely and responsibly, while
contributing to long-term, meaningful initiatives.
Waste Bank: Reducing Waste, Increasing Income [GRI 203-2]
The Waste Bank programme was established to improve the economic well-being of communities while
promoting environmental sustainability. Japfa aims to empower local communities in managing both
organic and inorganic household waste, reducing the amount of waste sent to landfills (TPA) and creating
economic value. Through this initiative, Japfa educates the communities on waste segregation. Organic
waste is collected and processed by the waste bank into fertiliser, while inorganic waste, including plastic
and paper, is accumulated and sold to the waste bank for recycling.
125
Page 268
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
People
This programme continues to expand into other regions. We identify
the challenges in waste management, both in local communities and in
the factories surrounding Japfa’s operations, to serve as the basis for
developing new waste bank locations.
Development This programme also includes improvements in waste sorting. Proper waste
segregation can provide financial benefits to customers, for example, by
separating different types of waste to enhance their resale value.
SiRepi and Kecik Waste Banks
The SiRepi and Kecik Waste Banks in Sragen are among the success stories
of this programme. These waste banks have grown rapidly and become
Employees 98 the central hub for waste management activities in Sragen. Through
Optimising Digital the Kecik Waste Bank, Japfa is also involved in the development of the
Advancements for
100 Sragen Harmoni Hijau Urban Forest, which serves as an eco-education
Human Resource
Development tourism destination. Visitors can enjoy the natural beauty while learning
Fostering a about waste management, sustainability, and how to maintain a healthy
Culture of ecosystem. The SiRepi and Kecik Waste Banks now focus on enhancing
Occupational
102 waste management capacity and promoting environmentally-educational
Health and Safety
(OHS) within the tourism.The facilities feature designated areas for managing both organic
Company
and inorganic waste, demonstration farms for agricultural practices, and
Maintaining an dedicated storage spaces for inorganic waste.
Inclusive and
109
Diverse Work
Environment
Berkah Mulya Waste Bank
Embracing and
Growing Together 113
The success of the SiRepi and Kecik Waste Banks in Sragen has encouraged
with Employees
Japfa to expand the programme to other areas. Japfa successfully
Poultry and
Aquaculture 118 replicated this model in Cirebon by establishing the Berkah Mulya Waste
Farmers Bank near the Japfa animal feed factory. The Berkah Mulya Waste Bank
Community aims to empower the local community to manage waste more effectively
121
and Planet
by encouraging active participation in segregating household waste,
Caring for which is then processed at the waste bank for recycling or conversion
the Earth and
125 into value-added products.
Fostering
Well-being
Supporting the
Development and Sekar Asri Waste Bank
130
Achievement of
Indonesian Chess Japfa also supports the Sekar Asri Waste Bank in Grobogan, which
Japfa Cares 132 recently underwent a restructuring of its management and enhanced its
operational system to be more efficient and transparent. With an increase
Japfa Participates
in the Affordable 133 in members and increased waste capacity, the Sekar Asri Waste Bank is
Market Movement
expected to boost local income and strengthen its environmental impact.
126
Page 269
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
SiRepi Kecik Berkah Mulya Sekar Asri
Number of Customers
182 174 65 83
(people)
Organic: 2,398
Total Waste Received (kg) Inorganic: 8,704.2 kg Inorganic: 5,629 Inorganic: 5,692
Inorganic: 7,901kg
Total Sales (Rp) Rp12,758,400 Rp17,292,875 Rp15,111,600 Rp8,527,800
Customer Savings (Rp) Rp8,282,415 Rp11,388,425 Rp5,291,328 Rp4,181,790
Profit (Rp) Rp4,475,985 Rp5,904,450 Rp4,747,222 Rp4,346,010
Reducing Waste with Maggots
The cultivation of Black Soldier Flies (BSF) at the Agrotechnology Innovation Center of Gadjah Mada
University (PIAT UGM) began in 2018 on a small scale. In 2022, through funding from the Matching Fund
Kerja Sama Dunia Usaha dan Kreasi Reka (Kedaireka) programme, PIAT UGM collaborated with Japfa
to further develop this initiative. Under this funding scheme, Japfa contributed maggot farm facilities
and farming equipment. This collaboration reflects Japfa’s commitment to supporting sustainability and
innovation in the agribusiness sector while reducing organic waste.
In 2024, the BSF cultivation successfully processed 39.3 tonnes of organic waste and produced 5.09
tonnes of fresh maggots, which were then sold to local farmers as an alternative feed for fish and poultry
farming.
Act for Sustainable Aquaculture Campaign
Recognising the threats posed by marine ecosystem degradation and limited water resources, Japfa
addresses these challenges through the adoption of environmentally friendly technologies and conservation
initiatives that actively involve local communities. These efforts aim to enhance aquaculture productivity
while preserving the balance of ecosystems and natural resources.
127
Page 270
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Groundwater Conservation
In 2024, Japfa prioritised the preservation and monitoring of previously
planted trees, such as acacia and eucalyptus, around its factory areas.
These species were selected for their capacity to help retain groundwater
People levels in the vicinity of fish and shrimp feed factories. Japfa also ensures
Development that any damaged trees are promptly replaced, sustaining the success of
this conservation programme.
Marine Ecosystem Conservation
To promote the sustainability of marine ecosystems, Japfa actively
maintains and monitors the mangroves and coral reefs planted around
its aquaculture units. Mangroves act as natural coastal protectors and
Employees 98 provide habitats for diverse marine species, while coral reefs play a
Optimising Digital critical role in maintaining the balance of marine ecosystems, which is
Advancements for
100 essential for both the environment and hatchery operations. To ensure
Human Resource
Development long-term sustainability, Japfa conducts regular evaluations and replaces
Fostering a any damaged mangroves or coral reefs, preserving the integrity of the
Culture of ecosystem.
Occupational
102
Health and Safety
(OHS) within the
Company Monitoring and Maintenance of Biofloc Ponds
Maintaining an Biofloc technology is gaining popularity in aquaculture as it addresses
Inclusive and
109 one of the key challenges of conventional methods—optimising land
Diverse Work
Environment use. In 2024, Japfa is prioritising the evaluation and maintenance of
Embracing and previously established biofloc ponds. This initiative aims to empower local
Growing Together 113
communities, Village Business Units, and SMEs, especially those impacted
with Employees
by the COVID-19 pandemic, by offering an efficient fish farming solution
Poultry and
Aquaculture 118 for areas with limited land availability. The biofloc system improves waste
Farmers management, ensures optimal water quality control, and enhances feed
Community utilisation efficiency. Japfa also provides technical support and training to
121
and Planet
the community to ensure the effective implementation of this innovative
Caring for system.
the Earth and
125
Fostering
Well-being
Supporting the
Development and
130
Achievement of
Indonesian Chess
Japfa Cares 132
Japfa Participates
in the Affordable 133
Market Movement
128
Page 271
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Participation in the “Gemar Makan Ikan” (Love Fish) Programme
In commemoration of National Fish Day, STP, as part of Japfa Aquaculture, collaborates with fish farmer
partners to run the “Gemar Makan Ikan” (Love Fish) programme. This initiative supports the government’s
efforts to increase fish consumption in the community as part of a balanced diet.
As part of this programme, we sourced fish from our aquaculture farmer partners to be processed into 1,500
nutritious meal portions, which were distributed to six JfK-assisted schools in the Gresik. The programme
serves as a platform to promote nutritious eating habits to students and their families. Additionally, with the
increased fish consumption, Japfa Aquaculture’s fish farmer partners benefit economically as their harvests
are well absorbed.
STP distributed processed fish meals on National Fish
Consumption Day to JfK-assisted schools in Gresik
129
Page 272
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Supporting the Development and Achievement
of Indonesian Chess
Chess is recognised as a sport that can develop critical and logical
People thinking skills, enabling quick decision-making. These skills are not only
Development vital in the competitive arena but also highly beneficial in daily life. Japfa
acknowledges the significant potential of chess in shaping character and
skills, especially when introduced at an early age. Therefore, Japfa is
committed to fostering an interest in chess among employees and young
people, while providing training programmes to cultivate a generation of
competent and successful chess players. In 2024, a total of 60 hours of
chess training was conducted for employees across 40 sessions.
Employees 98
Nurturing Young Chess Players through Japfa Chess for Kids
Optimising Digital
Advancements for
100 In addition to enhancing employees’ chess skills, Japfa actively scouts
Human Resource
Development young talent through the Japfa Chess for Kids programme. In 2024,
Fostering a Japfa Chess Club (JCC) increased its membership by engaging chess
Culture of coaching schools under the programme. Currently, Japfa Chess for Kids
Occupational
102 is implemented in 128 schools, with a total of 1,690 students having taken
Health and Safety
(OHS) within the the entry-level test.
Company
Maintaining an
Inclusive and Regular Employee Training
109
Diverse Work
Environment JCC not only provides opportunities for employees to improve their chess
Embracing and skills but also serves as a platform to develop a healthy and competitive
Growing Together 113
mindset through regular chess training. In its implementation, JCC
with Employees
receives support from the Company’s animal feed units, which serve as
Poultry and
Aquaculture 118 training bases for employees. The programme is conducted across Japfa’s
Farmers operational units, both offline and online. Employees have the opportunity
Community to participate in special training sessions to compete for the Best Japfa
121
and Planet
title at the Japfa Chess Festival.
Caring for
the Earth and
125
Fostering
Well-being
Enhancing the Chess Training Curriculum
Supporting the Japfa continues to improve the quality of its chess training by developing
Development and
130 a structured curriculum. This approach includes progressive lesson
Achievement of
Indonesian Chess materials, comprehensive modules, and standardised training methods.
Japfa Cares 132 The goal is to maintain consistency in training delivery, ensuring that
young chess players develop into highly skilled and competitive athletes.
Japfa Participates
in the Affordable 133
Market Movement
130
Page 273
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Developing the Chess Curriculum as an Analytical Thinking Method
The Japfa Chess Club initially focused on training professional chess players. However, in 2024, JCC partnered
with Sekolah Inspirasi Sidoarjo to develop a chess learning curriculum designed to enhance analytical thinking
skills. The newly formulated curriculum spans from kindergarten to high school, ensuring an engaging and
enjoyable learning experience. Moreover, the curriculum integrates sensory-based learning methods, stimulating
children’s sensory awareness to support their cognitive development. By the end of 2024, the curriculum
development team successfully developed a draft curriculum for Kindergarten A to 3rd grade elementary
students. Additionally, the team completed trials and finalised the chess learning curriculum for analytical
thinking for year 1 students.
Japfa Chess Festival 2024
In 2024, Japfa once again partnered with Indonesian Chess Federation (PB Percasi) to organise the Japfa
Chess Festival, one of the largest chess tournaments in Indonesia. As part of the preparations, JCC held a
pre-event Fun Chess Games, introducing chess to the public in a fun and interactive way. The event included
coaching clinics and various exciting activities. Following this, JCC hosted a Street Chess Challenge,
attracting public interest in chess. The Japfa Chess Festival also featured Duel Matches with Grandmasters
and International Masters, where top chess players from Indonesia competed in high-quality matches,
streamed live on Japfa Indonesia’s YouTube channel. Japfa Chess Festival 2024 welcomed 472 participants
from 25 provinces, competing in 13 different categories. In its 14th edition, the tournament introduced
several highlights, including Duel Match Classical Chess and fast and blitz online tournaments. The Japfa
Chess Festival remains a crucial platform in supporting the development of chess in Indonesia.
Japfa also hosted several tournaments
throughout 2024, including:
• The Merdeka Chess Championship
in Jakarta, celebrating Indonesia’s
Independence Day
• The Community Chess Competition
in Cirebon, introducing chess to the
local community
• The FIDE Rated Tournament
in Jakarta (16–20 November),
attended by 246 participants from
6 countries, offering Indonesian
players the chance to earn official
FIDE ratings
• The Japfa Chess Festival continues
to serve as a significant platform
for supporting the development of
chess in Indonesia
Fun Chess Games 2024,
at Ecopark, South Jakarta
131
Page 274
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
05
Japfa Cares
[POJK F.23, F.25]
The company recognises its responsibility to contribute to the well-
being of communities, particularly those facing hardships due to natural
People disasters. Through the Japfa Peduli programme, Japfa implemented an
Development emergency response initiative as part of its corporate social responsibility.
Whenever a disaster occurs in areas surrounding Japfa’s business
operations, we provide assistance to affected communities. This support
includes fulfilling essential needs such as rice, healthcare supplies, and
reconstruction of affected primary schools in Bantul, Padang Pariaman,
and Aceh.
Employees 98 Japfa also acknowledges that effective disaster response requires
Optimising Digital strong collaboration among various stakeholders. Through the Japfa
Advancements for
100 Cares programme, the Company works closely with local governments,
Human Resource
Development the National Disaster Management Agency (BNPB), non-governmental
Fostering a organisations (NGOs), and local communities. This collaboration ensures
Culture of that the aid provided is well-coordinated and reaches those in need
Occupational
102 efficiently.
Health and Safety
(OHS) within the
Company
Maintaining an
Inclusive and
109
Diverse Work
Environment
Embracing and
Growing Together 113
with Employees
Poultry and
Aquaculture 118
Farmers
Community
121
and Planet
Caring for
the Earth and
125
Fostering
Well-being
Supporting the
Development and
130
Achievement of
Indonesian Chess
Japfa’s donation to support flood-
Japfa Cares 132 affected communities in Demak
Japfa Participates
in the Affordable 133
Market Movement
132
Page 275
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Flood in Demak
In March 2024, Japfa distributed food aid consisting of 300 kg of eggs, 1,300 jars of ready-to-eat sausages,
and 3,400 packs of Real Good milk to flood victims in Central Java Province through the Department of
Agriculture and Food of Demak Regency.
The aid distribution was attended by several officials, including the Head of the National Food Agency, the
Governor of Central Java, and the Regent of Demak Regency. This initiative reflects Japfa’s commitment to
supporting communities in the Company’s operational areas.
Flood in Agam Regency
During the first week of March 2024, Agam Regency, West Sumatra was hit by severe flooding. The disaster
displaced 2,958 residents, submerged 800 homes, and affected 15 districts and 32 villages with floods and
landslides.
Through its business units in Padang, Japfa provided aid in the form of 3,000 eggs, 100 packs of sausage
Bon-Bon, and 100 packs of Toraduo nuggets.
Landslides and Flood in Sukabumi
Japfa provided food aid to communities affected by flood and landslides in Sukabumi Regency, West Java.
The aid included 1 tonne of eggs, 2,000 packs of So Good sterilised milk and 4,000 processed food products.
The relief was distributed through the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Sukabumi Regency.
Japfa Participates in the Affordable Market Movement
In early March 2024, Japfa partnered with the Department of Animal Husbandry and Veterinary Services of
Padang Pariaman to conduct a market intervention in Padang Pariaman, aimed at stabilising food supply
and prices ahead of the Ramadan and Eid al-Fitr. During this activity, Japfa provided high-quality eggs at
affordable prices. The community’s strong interest was evident as 100 trays of eggs were sold out within
two hours.
133
Page 276
This Page Is Intentionally Left Blank
Page 277
Page 278
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
Indeks GRI
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk has reported in accordance with the GRI Standards
for the period 1 January 2024 to 31 December 2024.
GRI
Disclosure Location
Standard
General Disclosures
GRI 2: General Disclosures 2021
2-1 Organizational details 14-15, 33,
2-2 Entities included in the organization’s sustainability reporting 32, 36
2-3 Reporting period, frequency and contact point 32-33
2-4 Restatements of information 36, 73, 107
2-5 External assurance 32
2-6 Activities, value chain and other business relationships 14, 16-17, 35, 58, 118
2-7 Employees 25,93
2-8 Workers who are not employees 15
2-9 Governance structure and composition 19, 21, AR: 54-55
2-10 Nomination and selection of the highest governance body AR: 138
2-11 Chair of the highest governance body AR: 122
Role of the highest governance body in overseeing the management of
2-12 19, 21
impacts
2-13 Delegation of responsibility for managing impacts 21
2-14 Role of the highest governance body in sustainability reporting 21, 37
2-15 Conflicts of interest AR: 168, 172
2-16 Communication of critical concerns 20, AR: 24, 160
2-17 Collective knowledge of the highest governance body AR: 133
2-18 Evaluation of the performance of the highest governance body AR: 139
2-19 Remuneration policies AR: 141
2-20 Process to determine remuneration AR: 141-143
2-21 Annual total compensation ratio AR: 143
2-22 Statement on sustainable development strategy 10-11
12, 14, 19-20, 46-47, 60,
2-23 Policy commitments
102, 105, 109-110
2-24 Embedding policy commitments 19, 21, 25, 46, 102, 104
2-25 Processes to remediate negative impacts 20, AR: 174
2-26 Mechanisms for seeking advice and raising concerns 20
2-27 Compliance with laws and regulations 28, 91
2-28 Membership associations 30, AR: 52
2-29 Approach to stakeholder engagement 33-35
2-30 Collective bargaining agreements 109, 111
Material Topics
GRI 3: Material Topics 2021
3-1 Process to determine material topics 37
3-2 List of material topics 38
136
Page 279
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
GRI Sector
GRI
Disclosure Location Standard
Standard
Ref. No.
Promoting good governance through ethical conducts, environmental responsibility, and upholding human rights
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Anti-corruption 19, 24 13.26.1
GRI 205: Anticorruption 2016
205-1 Operations assessed for risks related to corruption 24 13.26.2
205-2 Communication and training about anti-corruption policies and 19, 24, 46 13.26.3
procedures AR: 174
205-3 Confirmed incidents of corruption and actions taken 19 13.26.4
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Forced or compulsory labor 110 13.16.1
GRI 409: Forced or Compulsory Labor 2016
409-1 Operations and suppliers at significant risk for incidents of forced or 109-110 13.16.2
compulsory labor
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Child labor 110 13.17.1
GRI 408: Child Labor 2016
408-1 Operations and suppliers at significant risk for incidents of child labor 109-110 13.17.2
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Freedom of association and collective bargaining 46, 109 13.18.1
GRI 407: Freedom of Association and Collective Bargaining 2016
Operations and suppliers in which the right to freedom of association
407-1 46, 109 13.18.2
and collective bargaining may be at risk
GRI 2: General Disclosures 2021
12, 14, 19-20,
2-23 Policy Commitments 46-47, 60, 100,
103, 107-108
2-26 Mechanisms for seeking advice and raising concerns 20
Food Safety Standards and Traceability
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Food safety 35, 45-47 13.9.1
416-1 Assessment of the health and safety impacts of product 45, 47 13.10.2
and service categories
416-2 Incidents of non-compliance concerning the health 45 13.10.3
and safety impacts of products and services
13.10.5 The number of recalls issued for food safety reasons 47 13.10.5
and the total volume of products recalled
Additional Disclosures
N/A SOP on traceability 46
Occupational Health and Safety Management
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Occupational health and safety 102-103 13.19.1
403-1 Occupational health and safety management system 104 13.19.2
403-2 Hazard identification, risk assessment, and incident investigation 102, 110 13.19.3
403-3 Occupational health services 102-103 13.19.4
403-4 Worker participation, consultation, and communication on 104-105 13.19.5
occupational health and safety
403-5 Worker training on occupational health and safety 103, 108-110 13.19.6
403-6 Promotion of worker health 103 13.19.7
403-7 Prevention and mitigation of occupational health and safety impacts 101 13.19.8
directly linked by business relationships
137
Page 280
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
GRI Sector
GRI
Disclosure Location Standard
Standard
Ref. No.
Occupational Health and Safety Management
GRI 403: Occupational Health and Safety 2018
403-8 Workers covered by an occupational health 102, 110 13.19.9
and safety management system
403-9 Work-related injuries 102, 107 13.19.10
Employee Fair Remuneration and Benefits
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Non-discrimination and equal opportunity 109-111 13.15.1
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Employment practices 109-111 13.20.1
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Living income and living wage 109 13.21.1
GRI 2: Pengungkapan Umum 2021
12, 14, 19-20,
2-23 Policy Commitments 46-47, 60, 102,
105, 109-110
2-26 Mechanisms for seeking advice and raising concerns 20
Access to Nutritious and Affordable Food
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Food security 41-47 13.9.1
Value Chain and Stakeholder
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Supply chain traceability 46-47 13.23.1
Safe Wastewater and Waste Management
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Water and effluents 86-91 13.7.1
GRI 303: Water and Effluents 2018
303-1 Interactions with water as a shared resource 88 13.7.2
303-2 Management of water discharge-related impacts 91, 93 13.7.3
303-3 Water withdrawal 91 13.7.4
303-4 Water discharge 92-93 13.7.5
303-5 Water consumption 91 13.7.6
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Waste 92-97 13.8.1
GRI 306: Waste 2020
306-1 Waste generation and significant waste-related impacts 94 13.8.2
306-2 Management of significant waste-related impacts 94-95 13.8.3
306-3 Waste generated 96 13.8.4
306-4 Waste diverted from disposal 97 13.8.5
306-5 Waste directed to disposal 97 13.8.6
Improvement of Farmer’s Livelihoods
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Local communities 118-120, 121-129 13.12.2
GRI 413: Local Community 2016
Operations with local community engagement, impact assessments,
413-1 118, 121 13.12.2
and development programs
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Economic inclusion 118-120, 125-127 13.22.1
GRI 201: Economic Performance 2016
201-1 Direct economic value generated and distributed 28-29 13.22.2
GRI 203: Indirect Economic Impacts 2016
203-1 Infrastructure investments and services supported 48, 55, 118, 121 13.22.3
203-2 Significant indirect economic impacts 118, 120-121, 125 13.22.4
138
Page 281
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
No. Ref
Standar GRI Pengungkapan Halaman Standar
Sektor GRI
Animal health and welfare
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Animal health and welfare 57-73 13.11.1
Climate Mitigation and Adaptation
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Emission 92-93 13.1.1
GRI 305: Emissions 2016
305-1 Direct (Scope 1) GHG emissions 75 13.1.2
305-2 Energy indirect (Scope 2) GHG emissions 75 13.1.3
305-3 Other indirect (Scope 3) GHG emissions 75 13.1.4
305-4 GHG emissions intensity 75 13.1.5
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Climate adaptation and resilience 24-27, 56 13.2.1
GRI 201: Economic Performance 2016
Financial implications and other risks and
201-2 29, 68 13.2.2
opportunities due to climate change
Other Material Topics Beyond the Top 10 Material Topics that the Company Addressed
GRI 202: Market Presence 2016
Ratios of standard entry level wage by gender
202-1 109
compared to local minimum wage
Proportion of senior management hired from the local
202-2 111
community
GRI 204: Procurement Practices 2016
204-1 Proportion of spending on local suppliers 58
GRI 203: Indirect Economic Impacts 2016
GRI 302: Energy 2016
302-1 Energy consumption within the organisation 81-82
GRI 304: Biodiversity 2016
During the reporting period,
Japfa’s livestock and
aquaculture operational
Operational sites owned, leased, managed in, or
sites were not located in
304-1 adjacent to, protected areas and areas of high
conservation areas. We
biodiversity value outside protected areas
do not operate farms,
aquaculture, or other
activities on deforested land.
Gallus gallus is listed as
Least Concern according
to International Union for
Conservation of Nature’s Red
List of Threatened Species
IUCN Red List species and national conservation list
304-4
species with habitats in areas affected by operations
Anguilla bicolor is listed as
Near Threatened according
to International Union for
Conservation of Nature’s Red
List of Threatened Species
GRI 401: Employment 2016
401-1 New employee hires and employee turnover 109, 112-113
Benefits provided to full-time employees that are not
401-2 109-110
provided to temporary or part-time employees
401-3 Parental leave 109-110
139
Page 282
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
No. Ref
Standar GRI Pengungkapan Halaman Standar
Sektor GRI
Other Material Topics Beyond the Top 10 Material Topics that the Company Addressed
GRI 404: Training and Education 2016
404-1 Average hours of training per year per employee 109, 115
404-2 Programs for upgrading employee skills and transition 113, 115-117
Percentage of employees receiving regular performance and career
404-3 116
development reviews
Topics in the Applicable GRI Agriculture Aquaculture and Fishing Sectors Determined as Not Material
Topic 13.3 Biodiversity Irrelevant
Topic 13.4 Natural ecosystem conversion Irrelevant
Topic 13.5 Soil health Irrelevant
Irrelevant
Topic 13.6 Pesticides use
Japfa's operations, along with their operational
Topic 13.13 Land and resource rights sites, are not situated within conservation zones
or on land that has been deforested
Topic 13.14 Rights of indigenous peoples Irrelevant
Topic 13.24 Public policy Irrelevant
Topic 13.25 Anti-competitive behavior Irrelevant
140
Page 283
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
POJK 51/2017 - SEOJK 16/2021 [POJK G.4]
No. Index Name Location
Sustainability Strategies
A.1 An Elaboration on Sustainability Strategies 21
Sustainability Performance Overview
B.1 Economic Aspect
a. Quantity of production or services offered 29
b. Revenue or sales 29
c. Net income or loss 29
d. Ecofriendly products; and 17, 27, 68
e.,Local engagement related to sustainable finance business process 58, 72-73, 111
B.2 Environmental Aspect
a. Energy usage 81-82
b. Achieved reduction of emission 75
c. Waste and effluent reduction 93-95
d. Biodiversity conservation 72-73
B.3 Social Aspect 48, 55,
118-131
Company Profile
C.1 Vision, Mission and Sustainability Values 14
C.2 Company’s Address 33
C.3 Business Scale 14-15
a. Total assest or assets capitalisation, and total liability 15
AR: 8
b. The number of employees based on gender, position, age, education and employment status 15
AR: 82
c. Name of shareholders and shareholding percentage 15
AR: 68
d. Areas of operations 15
AR: 48-51
C.4 Products, Services, and Business Activities Carried Out 14, 16-17
C.5 Membership in Associations 30
AR: 52
C.6 Significant changes on Issuers and Public Companies 19
AR: 64
Board of Directors Message
D.1 Board of Directors Message 10-11
a. Policies to respond to challenges in achieving sustainability strategy 10-11, 21
b. Implementation of Sustainable Finance 10-11, 21, 27
c. Target achievement strategies 10-11
Sustainability Governance
E.1 Person in Charge of the Implementation of Sustainable Finance 21, 37
E.2 Competency Development on Sustainable Finance 117
AR: 153
E.3 Risk Assessment on the Implementation of Sustainable Finance 12, 24
AR: 163-165
E.4 Stakeholder Relationship 33-35
E.5 Issues Related to Practicing Sustainable Finance 24
Sustainability Performance
F.1 Developing Sustainable Culture 21-23, 93,
102
Economic Performance
F.2 Comparison of Target and Performance on Production, Portofolio, Financing, Investment, Revenue 28, 29
and Profit - Loss
F.3 Comparison of Target and Performance on Portofolio, Financing and Investment on Financial 28, 29
Instruments or Projects Aligned with Sustainable Finance Practices
Environmental Performance
General Aspect
F.4 Environmental Cost 28, 29
141
Page 284
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
No. Index Name Location
Material Aspect
F.5 Use of Environmentally Friendly Materials 70, 76
Energy Aspect
F.6 Total Amount and Intensity of the Energy Used 75
F.7 Efforts and Achievements on Energy Efficiency and The Use of Renewable Energy 76-80
Water Aspect
F.8 Water Usage 88-91
Biodiversity Aspect
Japfa’s operational
Impact of Operational Areas Located Near or Within Conservation Areas or Areas areas are not located in
F.9
with Biodiversity conservation areas, nor
deforestated land.
F.10 Biodiversity Conservation Efforts 72-73
Emission Aspect
F.11 Volume and Intensity of Emission Based on Type 75
F.12 Emission Reduction Efforts and Realization 74-75
Waste and Effluent Aspect
F.13 Total Amount of Waste and Effluent Produced Based on Types 96-97
F.14 Waste and Effluent Management Methods 92, 94-97
F.15 Spills (if any) Not relevant
Environmental Grievance Aspect
F.16 Number and Topic of Incoming and Resolved Environmental Grievances 93
Social Aspect
F.17 Commitment to Providing Equal Products and/ or Services to Customers 14, 34
Employment Aspect
F.18 Equal Employment Opportunity 109
F.19 Child and Forced Labour 109-110
F.20 Regional Minimum Wage 109
F.21 A Decent and Safe Working Environment 102-109
F.22 Employee Training and Development 113-117
Community Aspect
F.23 Impact of Operations on Local Communities 48, 118, 121, 132
F.24 Community Grievances 93
F.25 Environmental Social Responsibility Activities (CSR) 48, 118, 121, 132
Responsibility for Developing Sustainable Products and/or Services
F.26 Sustainable Financial Product/Service Innovation and Development 10, 17,27, 72-73
F.27 Products/Services That Have Been Evaluated for Customer Safety 30, 47
F.28 Impacts of Products/Services 45
F.29 Number of Recalled Products 47
F.30 Customer Satisfaction Survey on the Sustainable Finance Products/Services 18
Others
G.1 Written Verification from Independent Party (if any) 32
G.2 Feedback Form 33, 143
G.3 Response to Previous Year Report Feedback 32
List of Disclosures in Accordance to Regulation of Financial Services Authority No.51/
G.4 POJK.03/2017 on Application of Sustainable Finance to Financial Services Institution, 141-142
Issuer and Publicly Listed Companies
142
Page 285
Advancing Food Security through Innovation and Collaboration Sustainability Report 2024
Feedback Form [POJK G.2]
Visit the link below to fill the form in online version
https://forms.gle/r4hF9T9vqomYdjxz9
Your profile
Name
Institution/Company
Email
Telephone Number
Please tick the box for the stakeholder group that best describes you:
Customer Distributor Local Community Organisations
Investor Associations Supplier
Government Farmer Partners Scholarship Grantees
Employee Institution/University Others, please state:
Please rate this report:
(Score 1 = disagree with a maximum score of 5 = agree)
1 2 3 4 5
1 This report is comprehensible
This report has described the company's
2
performance in sustainability
This report provided sufficient data and
3 information on the Company's performance in
sustainability
This report increases your confidence in the
4
Company's sustainability performance
Please rate the data and information to which you find sufficient
(Score 1 = too little with a maximum score of 5 = too much)
1 2 3 4 5
1 Food safety
Resource efficiency and responsible waste
2 management
3 Traceable suppliers
4 Reliable distribution
Providing access to affodable nutritious food for
5 the community/consumer
6 Animal welfare
7 Anti-corruption
8 Wastewater treatment
Company financial performance and strategy to
9
anticipate the pandemic
10 Water consumption
143
Page 286
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
Please provide suggestions, recommendations and/or comments so we can improve this report
Thank you for your feedback. Wisma Millenia Lantai 7
Kindly send this feedback form Jl. M.T. Haryono Kav. 16, Jakarta 12810 – Indonesia
to address follows, your feedback
is most appreciated: Phone : (+62 21) 285 45680 (Hunting)
Fax : (+62 21) 831 0309
Email : maya.pradjono@japfa.com
Website : www.japfacomfeed.co.id
144
Page 287
Page 288
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Wisma Millenia Lt.7 Jl. M.T Haryono Kav. 16 Jakarta 12810-Indonesia Telp: +62-21-285 45680 (Hunting) Fax: +62-21-831 0309 www.japfacomfeed.co.id
Names mentioned 44 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk Daftar Isi Tentang Tema
p.4
unresolved
org
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk Tentang
p.6
unresolved
org
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional
p.6
unresolved
org
Perencanaan Pembangunan Nasional.
p.6
unresolved
org
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk Pesan
p.8
unresolved
org
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk Ikhtisar
p.10
unresolved
org
PT So Good Food
p.11
unresolved
org
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk
p.12 ×61
unresolved
person
Pedoman
· Komisaris
p.17 ×2
unresolved
org
Fortune 100 Indonesia
p.26 ×2
unresolved
org
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
p.29
unresolved
org
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional
p.39
unresolved
org
Kementerian Kelautan dan Perikanan
p.41
unresolved
org
Menteri Kelautan
p.41
unresolved
person
Perikanan.
· Direktur Utama
p.41
unresolved
org
PT Suri Tani Pemuka
p.41
unresolved
org
Kementerian Kesehatan
p.48
unresolved
person
Rahmawati
p.51 ×3
unresolved
person
Rahmawati. Program JAPFA
p.51
unresolved
person
dr. Harrison
p.52
unresolved
org
Yayasan Edu Farmers
p.53
unresolved
org
Kementerian Kelautan dan Perikanan Bertanggung
p.58
unresolved
org
Menteri Pertanian
p.60
unresolved
org
Kementerian Kelautan
p.62
unresolved
org
Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat
p.74
unresolved
org
Air Permukaan Air
p.91
unresolved
org
Air Permukaan & Laut Air
p.91
unresolved
org
Air Permukaan
p.91
unresolved
org
Koperasi Karyawan Japfa
p.113
unresolved
org
Bank Sampah SiRepi
p.124 ×4
unresolved
org
Bank Sampah Berkah Mulya Merangkul
p.124
unresolved
org
Bank Sampah Petambak Berkah Mulya
p.124
unresolved
org
Bank Sampah Sekar Asri Japfa Peduli
p.124
unresolved
org
Bank Sampah Sekar Asri
p.124 ×2
unresolved
org
Masyarakat Desa
p.126
unresolved
org
Nasional Penanggulangan Bencana
p.130
unresolved
org
Pangan Nasional
p.131
unresolved
org
Penanggulangan Bencana Daerah
p.131
unresolved
org
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk Indeks GRI
p.134
unresolved
org
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk No. Ref Standar GRI
p.136 ×2
unresolved
org
PT Japfa Comfeed IndonesiaTbk Mohon
p.142
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.