Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
LAMPIRAN I
RESUME HASIL PAPARAN PUBLIK TAHUNAN
PT ASTRA GRAPHIA Tbk
(“Perseroan”)
Diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Senin, 28 April 2025
Waktu : 16:20 – 17:30 WIB
Tempat : Catur Dharma Hall, Menara Astra Lantai 5,
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 5-6 Jakarta Pusat 10220
Dihadiri oleh:
a. Direksi Perseroan
− Presiden Direktur : HENDRIX PRAMANA
− Direktur : KING IRIAWAN SUTANTO
− Direktur : WIDI TRIWIBOWO
− Direktur : TRIVENA NALSALITA
b. Peserta yang hadir seluruhnya (tidak termasuk manajemen dan karyawan Perseroan)
berjumlah 37 orang.
Paparan Publik
Paparan Publik dibuka oleh Presiden Direktur Perseroan, Bapak Hendrix Pramana, pada pukul
16:20 WIB, dan dilanjutkan dengan pemaparan sebagai berikut:
a. Gambaran Umum Perseroan; dan
b. Kinerja Perseroan Tahun 2024.
Setelah materi Paparan Publik dipresentasikan, Direksi memberikan kesempatan kepada
hadirin yang hadir untuk mengajukan pertanyaan.
Ringkasan Pertanyaan dan Jawaban:
1. Julius (Investor 2020)
Pertanyaan:
a. Kenapa setiap tahun Inventory di reclass menjadi Fixed Assets?
b. Apakah ada KPI untuk menentukan penghapusan atau reklas atas Fixed Assets
tersebut?
c. Apakah ada kebijakan dari Astra Holding untuk semua relasi Astra Group untuk
membeli produk dari Astragraphia?
d. Apa saja scope Data Center yang sudah dilakukan Teknologi Informasi?
Hardware saja atau ada lainnya?
1
Page 2
LAMPIRAN I
Penjelasan Direksi:
a. Pencatatan awal pada saat kedatangan mesin yang dibeli adalah sebagai
Persediaan. Pada saat terjadi transaksi penyewaan mesin ke pelanggan, maka
akan dilakukan reklasifikasi dari Persediaan menjadi Aset Tetap, dan akan ada
beban penyusutan yang dicatat pada beban pokok pendapatan pada saat
terjadi penyewaan mesin.
b. KPI untuk menentukan jumlah penghapusan mesin adalah Inventory days
(Inventory Aging). Ketika mesin sudah melewati umur tertentu atau sudah end
of service, maka akan dilakukan penghapusan. Setiap transaksi mesin yang
disewakan akan dioptimalkan melewati masa depresiasinya.
c. Setiap proses transaksi antara Astragraphia dengan Astra Group tetap melewati
proses-proses evaluasi QCD (Quality, Cost, dan Delivery) seperti perusahaan
yang lain.
d. Unit usaha Solusi Teknologi Informasi sudah memiliki data center, tidak terlalu
besar namun sudah menjalankan bisnis data center sebagai portofolio yang
dibangun dan sebagai pelengkap dari solusi yang sudah dimiliki terutama
terkait dengan digital services solution. Unit usaha Solusi Teknologi Informasi
juga membangun solusi-solusi yang dapat menjalankan data center sebagai
cloud services dan berkolaborasi dengan partner dan global operator. Dengan
adanya data center dan kolaborasi tersebut, unit usaha Solusi Teknologi
Informasi dapat melakukan combine solusi-solusi tersebut untuk melengkapi
seluruh portofolio yang dapat menjawab kebutuhan pelanggan. Sebagai bagian
dari bisnis yang sudah dilakukan, unit usaha Solusi Teknologi Informasi akan
terus mengkaji perkembangan dari bisnis data center ke depan.
2. Paulus Hartanto (HSBC)
Pertanyaan:
a. Impact of the current macro dynamics and IDR depreciation to company’s
overall performance as a net importer
b. with the growing AI technology, how this will shape the future of document
and IT solutions business in Indonesia
c. FY25 Outlook for domestic IT solutions business
Penjelasan Direksi:
a. Dengan kondisi makro saat ini di mana terjadi fluktuasi melemahnya nilai tukar
rupiah terhadap mata uang asing, maka hal ini akan berdampak pada
meningkatnya cost dan menurunkan profit. Perusahaan melakukan beberapa
hal seperti melakukan hedging terhadap net open position mata uang asing
dan lebih fokus pada solusi yang high value agar profit margin dapat
dipertahankan, seperti pada unit usaha Teknologi Informasi akan fokus pada
IT Services dan pada unit usaha Solusi Dokumen fokus pada solusi dokumen
berwarna. Selain itu, Perusahaan juga melakukan efisiensi operasional dan
pengendalian biaya secara ketat, sehingga dapat melakukan kompensasi
terhadap dampak tersebut.
b. Teknologi Artificial Intelligent (AI) sudah banyak men-transform berbagai
macam industri. Pada unit usaha Solusi Dokumen, AI banyak dipakai contohnya
di electronic document processing, di mana menggunakan teknologi based AI
2
Page 3
LAMPIRAN I
untuk dapat memproses dokumen secara elektronik, melakukan capture posisi
field document dengan dinamik, melakukan verifikasi datanya, sehingga dapat
melakukan integrasi capture dokumen ke sistem pelanggan. Teknologi AI juga
dipergunakan pada mesin printer high end, di mana menggunakan AI capability
yang di-embed pada server sehingga dapat meningkatkan kualitas cetak,
contoh dapat melakukan color correction secara otomatis pada masing-masing
jenis gambar dalam satu lembar. Astragraphia sudah meleverage AI capability
pada produk-produk baru baik dalam hal terkait dengan electronic document
solution maupun printing technology. Unit usaha Solusi Teknologi Informasi
juga meleverage AI sebagai salah satu portofolio solution yang di-deliver ke
pelanggan serta mengembangkan kompetensi sumber daya manusia yang
masih belum banyak tersedia di pasar. Pada prinsipnya AI memang merubah
industri dokumen dan industri Teknologi Informasi, namun kami menggunakan
AI selain untuk memberikan solusi ke pelanggan, juga menggunakan teknologi
AI secara internal untuk meningkatkan produktivitas, menganalisa, dan
sebagainya.
c. IDC memperkirakan pertumbuhan total IT spending untuk perusahaan di
Indonesia bertumbuh cukup baik sekitar 12%, demikian juga untuk IT Services
mengalami pertumbuhan sekitar 12%. Tren pertumbuhan didorong oleh
perkembangan ekonomi digital Indonesia yang semakin pesat terutama
kebutuhan perusahaan yang memperhatikan efektivitas, efisiensi, dan
produktivitas yang lebih terintegrasi. Teknologi yang bergerak ke depan adalah
solusi dan teknologi seperti data analytics, artificial intelligence, internet of
things, cloud, data center, dan cyber security.
3. Andrian (Ciptadana)
Pertanyaan:
a. Apa strategi capital allocation yang tidak terpakai dalam 4 tahun terakhir
mengingat posisi kas 1,6T?
b. Apakah ada rencana buyback saham Astragraphia dalam periode dekat?
c. Mengapa tidak ada kenaikan dividend payout ratio?
Penjelasan Direksi:
a. Penggunaan kas untuk: (i) kebutuhan working capital di tiga unit bisnis
Astragraphia, (ii) capital expenditure untuk kebutuhan internal (kebutuhan IT,
renovasi) dan equipment for lease untuk mesin yang disewakan, total capex
sekitar Rp200 miliar, (iii) dividen di mana keputusan RUPST dividen sebesar
45%, (iv) mendorong inisiatif baru. Pada RUPSLB menyetujui penambahan
KBLI baru untuk memperkuat ekosistem solusi dokumen yaitu printing service
business, sewa mesin kantor, pengemasan, dan business process outsourcing.
Hal tersebut akan memperkuat deployment kas yang dimiliki.
b. Saat ini belum mempunyai rencana melakukan buyback saham dalam waktu
dekat.
c. Pada RUPS yang telah diselenggarakan, Perusahaan menetapkan dividend
payout ratio sebesar 45%. Kebijakan pembayaran dividen yang dianut
Perusahaan didasarkan pada keseimbangan antara tingkat pengembalian yang
menarik ke pemegang saham serta pertumbuhan Perusahaan di masa yang
3
Page 4
LAMPIRAN I
akan datang. Perusahaan senantiasa berkomitmen untuk membagikan dividen
secara konsisten, di mana pada tahun buku 2024, rasio pembagian dividen
sebesar 45%.
Tanggapan:
a. Selain untuk Capex, apakah surplus cash hanya dialokasikan ke deposito?
b. Office Service Solution mencatatkan revenue di tahun 2021 sebesar Rp 1T
sedangkan pada tahun 2024 menjadi Rp126M, mengalami penurunan selama
empat tahun terakhir. Apakah ada perubahan strategi?
Penjelasan Direksi:
a. Iya, hanya deposito
b. Betul, Solusi Perkantoran sedang mengalami perubahan strategi dengan fokus
kepada bisnis yang memiliki value add dan profitability yang lebih baik. Saat ini
kami sedang melakukan assessment terkait integrasi bisnis Solusi Perkantoran
dengan Solusi Dokumen dan Teknologi Informasi sehingga secara operasional
lebih efektif dan efisien.
4. Adelia (BNI) – Fatrisia (kontan)
Pertanyaan:
Apa rencana ekspansi Astragraphia di tahun 2025?
Penjelasan Direksi:
Memperkuat bisnis inti (Solusi Dokumen dan Teknologi Informasi) dengan
memberikan pengembangan lebih jauh terhadap portofolio-portofolio yang
memberikan kontribusi profit lebih baik seperti portfolio dokumen berwarna di
Solusi Dokumen dan portofolio IT Services di Teknologi Informasi.
Pada unit usaha Solusi Dokumen, kami akan menambah portofolio yang dapat
menangkap peluang yaitu printing service business, Office Rental, Packaging,
dan business process outsourcing. Walaupun profitability awal keempat
portfolio tersebut kecil, kami berharap adanya sinergi dengan unit usaha Solusi
Dokumen dapat membantu kami untuk dapat memberikan end to end services
di unit usaha Solusi Dokumen.
Pada unit usaha Solusi Teknologi Informasi, cyber security menjadi salah satu
peluang. Di tahun 2024, kami sudah memiliki beberapa cyber security services.
Di tahun 2025 kami akan lanjutkan pengembangan cyber security dengan
menambah layanan-layanan baru untuk melengkapi 5 layanan yang sudah ada
di tahun 2024. Unit usaha Solusi Teknologi Informasi juga mengembangkan
Cloud Professional Services termasuk Cloud Managed Services, Cloud End to
End Migration Services, Data modernization dan Artificial Intelligence, Cloud
optimization, dan Data Center Managed Services.
4
Page 5
LAMPIRAN I
5. Zahsya (InvestorTrust.id), Shifa (IDXChannel.com), Sofyan
Pertanyaan:
a. Apa saja tantangan dan peluang Perseroan tahun ini?
b. Apakah pendapatan dan laba AG di tahun 2025 akan tumbuh double digit? Apa
saja pendukung proyeksi pertumbuhan tersebut?
c. Berapa capex yg dianggarkan tahun ini dan dipergunakan untuk apa saja?
Penjelasan Direksi:
a. Untuk Tantangan:
• Pertama, ketidakpastian ekonomi makro memiliki keterkaitan dengan
biaya. Fluktuasi foreign exchange membuat Perusahaan lebih berhati-hati
dalam melakukan pembelian. Perusahaan telah melaksanakan hedging
terhadap foreign exchange dan melaksanakan efisiensi operational
expenses.
• Kedua, saat ini Solusi Teknologi Informasi banyak melakukan perluasan
services dan tentunya talent menjadi salah satu kunci untuk memberikan
layanan terbaik. Talent-talent berkualitas yang cukup langka di lapangan
menjadi tantangan bagi kami. Kami memitigasi hal ini dengan cara
melakukan pengembangan talent internal seperti bootcamp, AGIT
University untuk mengembangkan talent agar membuat mereka siap
memberikan layanan terbaik. Selain itu, kami bekerja sama dengan
strategic partner untuk mencari talent berkualitas.
• Ketiga, kompetisi yang cenderung meningkat akhir-akhir ini, sehingga kami
akan terus berusaha memberikan layanan terbaik dari masing-masing
portofolio agar memiliki value add yang lebih baik untuk pelanggan.
• Keempat, terkait digitalisasi ini bisa jadi tantangan dan peluang. Tentunya
tantangannya customer akan mengurangi jumlah print tetapi di satu sisi
kami juga memiliki solusi untuk electronic dokumen sehingga menjadi
peluang juga bagi kami. Dan bagi Teknologi Informasi tentunya digitalisasi
menjadi peluang yang sangat baik dan dapat berperan banyak dalam
digitalisasi.
Untuk Peluang :
Kami akan masuk ke layanan cloud yang ke depan akan menjadi peluang yang
baik bagi Teknologi Informasi. Selain itu, di Solusi Dokumen ada dua peluang
ke depan bagi kami yaitu mengenai dokumen elektronik dan tentunya peluang
di sektor Graphic Arts. Sektor Graphic Arts melayani end user yang bergerak di
industri kreatif maupun industry lainnya dan kami melihat potensi dari sektor
ini masih ada ke depan.
b. Di tahun 2025, kami berusaha mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,
fokus kami lebih kepada profitability, di mana kami lebih masuk ke strategi
yang memberikan value add yang lebih baik sehingga dari komposisi dan profit
margin dapat lebih baik. Di tahun ini, kami akan terus memperbaiki sistem
internal, melakukan efisiensi, serta melakukan digitalisasi di internal kami,
sehingga expenses bisa dikendalikan.
5
Page 6
LAMPIRAN I
c. Capex sekitar 200 milyar yang akan dikeluarkan mostly untuk mendukung
kebutuhan bisnis inti seperti mesin-mesin yang disewakan, untuk mendukung
inisiatif baru di ekosistem Solusi Dokumen, dan mendukung IT Services yang
baru di cybersecurity maupun cloud. Selain itu, capex ada juga dialokasikan
untuk kebutuhan internal seperti maintenance, penguatan sistem IT, dan
lainnya.
6. Mas Indu (Kabar Bisnis) dan Ubay (SWA) dan Alvin
Pertanyaan:
a. Apa alasan penambahan kegiatan usaha di tahun 2025 dengan menurunnya
daya beli masyarakat dan efisiensi perusahaan?
b. Apakah RUPS menyetujui penambahan tersebut?
Penjelasan Direksi:
a. Kami melihat bahwa dari pertumbuhan industri dan peluang pasar, kami dapat
meningkatkan kinerja dan daya saing ke pelanggan. Penambahan kegiatan
usaha itu dalam rangka melengkapi dan mengembangkan ekosistem solusi
dokumen yang ditawarkan sehingga kami dapat memberikan solusi end to end
ke pelanggan.
b. RUPSLB sudah menyetujui penambahan kegiatan usaha tersebut.
6
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.