Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
TANYA JAWAB PUBLIC EXPOSE 2025
PT AUSTINDO NUSANTARA JAYA Tbk.
1. Suharno – Hortus
Mohon untuk jelaskan strategi yang diterapkan Perseroan sehingga berhasil mencatatkan
peningkatan kinerja keuangan pada Tahun Buku 2025, serta faktor-faktor utama yang
mendukung pencapaian tersebut?
Jawaban:
Sejak First Resources Limited menjadi pemegang saham pengendali pada Mei 2025,
Perseroan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh kegiatan operasional
dan portofolio bisnis ANJ, baik pada lini usaha perkebunan kelapa sawit maupun bisnis non-
inti. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Perseroan mengambil sejumlah langkah strategis.
Pertama, Perseroan melakukan pelepasan aset perkebunan di Papua Barat sebagai bagian
dari optimalisasi portofolio usaha, sehingga Perseroan dapat lebih fokus pada entitas dan
kegiatan usaha yang memiliki nilai strategis lebih tinggi serta memperkuat struktur keuangan
untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Kedua, Perseroan memutuskan untuk kembali berfokus pada bisnis inti (core business), yaitu
industri kelapa sawit, yang juga sejalan dengan fokus usaha pemegang saham pengendali.
Oleh karena itu, Perseroan menghentikan kegiatan operasional pada bisnis sagu dan
edamame yang dinilai tidak lagi sejalan dengan strategi jangka panjang Perseroan.
Apabila dilihat dari sisi operasional, memang terdapat penurunan angka produksi TBS, CPO,
maupun kernel dibandingkan periode sebelumnya. Namun penurunan tersebut terutama
disebabkan oleh perubahan ruang lingkup operasional setelah pelepasan aset di Papua
Barat, bukan karena penurunan produktivitas kebun yang masih dioperasikan. Hal tersebut
tercermin dari kinerja keuangan Perseroan yang tetap menunjukkan perbaikan. Pada Q1
2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Perseroan membukukan
pertumbuhan pendapatan sebesar 14,9%, EBITDA meningkat 46,5%, dan laba bersih
meningkat 189,5%. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis
yang dilakukan pasca akuisisi telah memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan,
meskipun industri masih menghadapi berbagai tantangan baik domestik maupun global.
2. Liliek Guawan
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan, beban umum dan administrasi serta beban
operasional mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode Q1 2025.
Apa faktor utama yang mendorong penurunan tersebut? Selain itu, untuk keperluan apa
Perseroan akan memanfaatkan penarikan pinjaman yang dilakukan?
Jawaban:
Penurunan beban umum dan administrasi serta beban operasional terutama merupakan
hasil dari langkah efisiensi yang dilakukan Perseroan secara berkelanjutan. Manajemen
melakukan peninjauan berkala terhadap struktur biaya untuk memastikan bahwa setiap
pengeluaran mendukung prioritas bisnis utama dan memberikan nilai tambah bagi
Perseroan. Selain itu, Perseroan juga melakukan penataan portofolio usaha dengan
menghentikan kegiatan operasional beberapa entitas anak yang tidak lagi sejalan dengan
strategi bisnis jangka menengah dan panjang Perseroan, efektif per 31 Desember 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi portofolio dan penguatan fokus Perseroan
Page 2
pada bisnis inti. Terkait penarikan pinjaman, pemanfaatannya dilakukan untuk mendukung
kebutuhan pendanaan Perseroan dan entitas anak, termasuk pembiayaan kegiatan
operasional dan kebutuhan modal kerja. Perseroan senantiasa memastikan penggunaan
dana dilakukan secara prudent, terukur, dan sejalan dengan kepentingan jangka panjang
Perseroan.
3. Bantolo - Agrofarm
Setelah menghadapi dampak fenomena La Niña sepanjang tahun 2025, industri kelapa sawit
diperkirakan akan menghadapi fenomena El Niño pada tahun 2026. Apa strategi dan langkah
mitigasi yang telah dipersiapkan Perseroan untuk menjaga produktivitas dan kinerja
operasional dalam menghadapi kondisi tersebut?
Jawaban:
Perseroan memahami bahwa fenomena El Niño yang diproyeksikan terjadi pada tahun 2026
berpotensi memberikan tantangan yang signifikan bagi industri kelapa sawit. Berbagai
sumber, termasuk Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), memperkirakan bahwa intensitas
El Niño tahun ini dapat lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya sehingga berpotensi
meningkatkan risiko terhadap operasional perkebunan.
Potensi dampak yang perlu diantisipasi antara lain meningkatnya risiko kebakaran hutan dan
lahan (karhutla), berkurangnya ketersediaan air, menurunnya produktivitas tanaman, serta
terganggunya aktivitas operasional di area perkebunan. Oleh karena itu, Perseroan telah
menyiapkan berbagai langkah mitigasi, baik dari sisi produksi maupun pengelolaan risiko
kebakaran.
Dari sisi operasional perkebunan, Perseroan menerapkan berbagai langkah kultur teknis,
antara lain mengurangi penyemprotan gulma secara berlebihan agar vegetasi penutup tanah
tetap terjaga sehingga mampu mempertahankan kelembapan tanah dan meningkatkan
efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman. Perseroan juga menjaga tinggi muka air
tanah, khususnya pada area gambut, untuk meminimalkan dampak kekeringan.
Sementara itu, dalam upaya mitigasi risiko karhutla, Perseroan menerapkan pendekatan
Integrated Fire Management (IFM) yang mencakup aspek pencegahan, kesiapsiagaan,
respons, dan pemulihan.
Langkah-langkah tersebut meliputi:
1. Strategi Pemantauan dan Deteksi Dini
a) Pemutakhiran peta kawasan rawan kebakaran secara berkala;
b) Pemantauan hotspot menggunakan citra satelit;
c) Penerapan Fire Danger Index (FDI);
d) Patroli rutin serta pemanfaatan menara pemantau api.
2. Mitigasi Operasional
a) Penerapan kebijakan Zero Burning di seluruh kegiatan operasional;
b) Pengelolaan tata air di area gambut melalui sekat kanal, pengaturan tinggi muka air
tanah, dan penyediaan embung;
c) Mobilisasi cepat tim pemadam apabila terdeteksi titik panas.
3. Penguatan SDM dan Kolaborasi
a) Menyiagakan personel pemadam kebakaran yang telah mendapatkan pelatihan
secara berkala;
b) Melaksanakan program Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) bersama masyarakat
sekitar;
Page 3
c) Memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, seperti Manggala Agni, Kepolisian,
dan pemerintah daerah.
Melalui langkah-langkah tersebut, Perseroan berharap dapat meminimalkan dampak El Niño
terhadap operasional sekaligus menjaga keberlangsungan produktivitas perkebunan.
4. Supianto – Imperium.id
Perseroan secara konsisten memperoleh peringkat yang baik dalam berbagai
pemeringkatan ESG, baik di tingkat nasional maupun internasional. Apa faktor utama yang
mendukung pencapaian tersebut, dan bagaimana arah pengembangan strategi
keberlanjutan Perseroan ke depan?
Jawaban:
Bagi Perseroan, penerapan ESG bukan sekadar pemenuhan kewajiban kepatuhan, tetapi
telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis dan proses pengambilan keputusan.
Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) Scope
1 dan 2 non-FLAG sebesar 15,90% dibandingkan baseline tahun 2022, serta menurunkan
emisi Scope 1 FLAG sebesar 28,82%. Selain itu, 91,76% konsumsi energi Perseroan berasal
dari sumber energi terbarukan dan Perseroan terus mempertahankan komitmen terhadap
rantai pasok yang bebas dari deforestasi. Komitmen tersebut turut mengantarkan Perseroan
memperoleh sejumlah pengakuan, antara lain penghargaan The Best Corporate Emission
Reduction dari Investor Trust, skor 91,7% dalam pemeringkatan SPOTT (peringkat ke-19),
serta predikat PROPER Biru bagi empat unit usaha Perseroan. Ke depan, Perseroan akan
terus memperkuat implementasi ESG melalui digitalisasi proses keberlanjutan, termasuk
pemanfaatan teknologi untuk deteksi dini deforestasi, peningkatan sistem ketertelusuran
(traceability), serta pengembangan pendekatan valuasi ekonomi terhadap konservasi
keanekaragaman hayati agar memberikan manfaat lingkungan sekaligus menciptakan nilai
jangka panjang bagi Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan.
5. Skyric dan Rahman
Bagaimana langkah ANJ untuk memenuhi batas free float minimal 15% di tahun 2027?
Sehubungan dengan ketentuan pemenuhan kepemilikan saham publik (free float) minimum
sebesar 15% yang akan berlaku pada tahun 2027, bagaimana strategi dan rencana
Perseroan untuk memenuhi ketentuan tersebut?
Jawaban:
Perseroan memahami bahwa pelaksanaan Mandatory Tender Offer (MTO) oleh First
Resources Limited menyebabkan kepemilikan saham publik Perseroan berada di bawah
batas minimum free float sebagaimana diatur oleh Bursa Efek Indonesia. Sehubungan
dengan hal tersebut, Perseroan telah mengikuti sosialisasi serta mempelajari secara
mendalam ketentuan yang berlaku dan saat ini masih melakukan kajian terhadap berbagai
alternatif yang memungkinkan. Perseroan juga terus melakukan koordinasi dengan
pemegang saham pengendali maupun otoritas terkait. Apabila di kemudian hari telah
terdapat keputusan atau rencana yang bersifat material mengenai pemenuhan ketentuan
free float, Perseroan akan menyampaikannya kepada publik sesuai dengan ketentuan
keterbukaan informasi yang berlaku.
Page 4
6. Achmad Sutris Sandy
Bagaimana pandangan Manajemen terhadap wacana penerapan kebijakan ekspor satu
pintu melalui PT DSI? Apabila di masa mendatang Perseroan mulai melakukan kegiatan
ekspor, khususnya dengan keunggulan dalam penerapan praktik ESG yang berkelanjutan,
bagaimana Perseroan melihat potensi dampak maupun peluang dari kebijakan tersebut?
Jawaban:
Saat ini Perseroan belum melakukan transaksi ekspor CPO. Namun demikian, dalam
menjalankan seluruh kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa berkomitmen untuk
mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Apabila di masa mendatang terdapat perubahan kebijakan maupun peluang usaha yang
relevan dengan kegiatan ekspor Perseroan, maka Perseroan akan mencermati
perkembangan tersebut dan menyesuaikan langkah bisnisnya sesuai dengan ketentuan
yang berlaku serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
***
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT DSI
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.