Back to announcement
20250430_LCKM_Laporan Informasi dan Fakta Material_31880876_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted LCKMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 37
Page 1
Page 2
Page 3
Page 4
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4,16 1.860.784.285 1.905.303.855
Piutang usaha – neto 5,16 18.935.189.565 18.935.177.965
Piutang lain-lain 20.854.996 399.649.996
Beban dibayar dimuka 50.000.000 50.000.000
Uang muka proyek 6 82.816.729.979 82.885.729.979
Total Aset Lancar 103.683.558.825 104.175.861.795
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka 6 33.746.076.246 33.746.076.246
Aset tetap – neto 7,13 5.005.345.905 5.508.287.007
Aset pajak tangguhan 2.761.138 2.761.138
Total Aset Tidak Lancar 38.754.183.289 39.257.124.391
TOTAL ASET 142.437.742.114 143.432.986.186
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pajak 8a 7.252.437.147 7.242.080.300
Total Liabilitas Jangka Pendek 7.252.437.147 7.242.080.300
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja 9 12.550.624 12.550.624
TOTAL LIABILITAS 7.264.987.771 7.254.630.924
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp100 per saham
Modal dasar - Rp3.200.000.000
lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
- 1.000.000.000 lembar saham 10 100.000.000.000 100.000.000.000
Tambahan modal disetor 1c 19.005.644.508 19.005.644.508
Saldo laba
Belum ditentukan penggunaannya 15.470.536.067 16.476.136.986
Telah ditentukan penggunaannya 696.573.768 696.573.768
TOTAL EKUITAS 135.172.754.343 136.178.355.262
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 142.437.742.114 143.432.986.186
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 5
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir
Pada Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Maret 2024
PENDAPATAN 2j,12,18 152.973.800 300.766.610
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2j,13,18 98.219.025 500.605.833
LABA KOTOR 54.754.775 (199.839.223)
Beban umum dan administrasi 2j,7,9,14 1.061.040.608 1.705.704.325
LABA USAHA (1.010.257.568) (1.905.543.548)
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan keuangan (43.351) 61.072.886
-
Pendapatan (beban) lain-lain 4.700.000 (3.132.711)
Total Penghasilan Lain-lain 4.656.649 57.940.175
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN (1.005.600.919) (1.847.603.373)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 8c - -
LABA NETO TAHUN BERJALAN (1.005.600.919) (1.847.603.373)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF (1.005.600.919) (1.847.603.373)
LABA PER SAHAM 2k,15 (1.01) (1,84)
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 6
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir
Pada Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Modal Saham Saldo Laba
Tambahan Modal
Ditempatkan dan Telah Ditentukan Belum Ditentukan
Disetor Jumlah Ekuitas
Disetor Penuh Penggunaannya Penggunaannya
Saldo, 31 Desember 2024 100.000.000.000 19.005.644.508 696.573.768 16.476.136.876 136.178.355.262
Dividen - - - - -
Laba bersih tahun berjalan - - - 90.236.262 90.236.262
Penghasilan (beban) komprehensif lain: - - - (1.200.414) (1.200.414)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja - - - - -
Manfaat Pajak Penghasilan Terkait - - - - -
Saldo 31 Maret 2024 100.000.000.000 19.005.644.508 696.573.768 16.387.101.028 136.089.319.414
Saldo 31 Maret 2025 100.000.000.000 19.005.644.508 696.573.768 16.476.136.876 136.178.355.262
Deviden - - - - -
Jumlah laba bersih tahun berjalan - - - (1.005.600.919) (1.005.600.919)
Penghasilan (beban) komprehensif lain: - - - - -
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja - - - - -
Manfaat Pajak Penghasilan Terkait - - - - -
Saldo 31 Maret 2025 100.000.000.000 19.005.644.508 696.573.768 15.470.536.067 135.172.754.343
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 7
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir
Pada Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 30 0
31 Maret 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 152.962.200 300.766.610
Pembayaran kas kepada:
Pemasok (98.219.025) -
Karyawan (134.013.584) (836.603.304)
Pembayaran pajak penghasilan (3.059.476) -
Kegiatan Operasional Lainnya (927.939.283) (615.276.322)
Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas operasi (1.010.269.168) (1.151.113.016)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap - (9.458.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran dividen tunai - -
Pembayaran akuisisi bangunan dan peralatan - -
Kas neto digunakan untuk
aktivitas pendanaan - (9.458.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO
KAS DAN SETARA KAS (1.010.269.168) (1.160.571.016)
KAS DAN SETARA KAS
PADA AWAL TAHUN 1.905.303.855 7.561.518.778
KAS DAN SETARA KAS
PADA AKHIR TAHUN 1.860.784.285 6.400.947.762
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 8
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian
PT LCK Global Kedaton Tbk ("Perusahaan"), didirikan dengan nama PT Global Kedaton Teknologi,
sesuai Akta Notaris Sahat Simanungkalit, S.H., M.Kn. No. 44 tanggal 31 Juli 2013, notaris
di Tangerang. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-45029.AH.01.01.2013 tanggal 27 Agustus 2013 serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 77, Tambahan No. 118363 tanggal 24
September 2013. Nama Perusahaan berubah menjadi PT LCK Global Kedaton berdasarkan Akta
Notaris Rifson, S.H., M.Kn. No. 3 tanggal 19 Mei 2017. Akta tersebut telah mendapat persetujuan
dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
AHU-0011492.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 26 Mei 2017.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn. No. 50 tanggal 23 September 2020, notaris di Jakarta mengenai
maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan. Perubahan tersebut telah mendapat
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-0066070.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 24 September 2020 serta diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 77, Tambahan No. 036567 tahun 2020.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
bergerak dalam bidang:
• Perdagangan besar informasi dan komunikasi;
• Aktivitas telekomunikasi satelit; dan
• Aktivitas telekomunikasi tanpa kabel.
Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan beroperasi dalam bidang jasa penunjang telekomunikasi
yang mencakup pembangunan menara telekomunikasi.
Perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan dengan lokasi kantor administrasi di Graha Mampang
lantai 5, Mampang Prapatan Raya No. 100, Jakarta Selatan dan kantor operasional Perusahaan
berlokasi di Ruko Perkantoran Cempaka Mas, Gedung LCK Group, Blok M, No. 64, Jalan Letnan
Jendral Suprapto, RT 009 RW 007, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Perusahaan mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2014.
Entitas Induk langsung Perusahaan adalah PT LCK Investama Prima Indonesia, sedangkan Entitas
Induk utama Perusahaan adalah PT LCK Indo Holdings, dengan mayoritas sahamnya dimiliki oleh
Lim Chin Kim.
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Internal Audit dan Karyawan
Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tangga 31 Desember 2024 dan 31 Maret
2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Lim Chin Kim
Komisaris : Susan Lim Mei Peng
Komisaris Independen : Sungkana
Direksi
Direktur Utama : Kenny Lim
Direktur : Yopie Tribayu
6
Page 9
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Internal Audit dan Karyawan (lanjutan)
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret
2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Lim Chin Kim
Komisaris : Kenny Lim
Komisaris Independen : Sungkana
Direksi
Direktur Utama : Lim Kah Hock
Direktur : Ruben Partogi
Manajemen kunci adalah Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan. Ruang lingkup Direktur Utama
mencakup bidang hukum, pemasaran, dan operasional, dan ruang lingkup Direktur mencakup bidang
sumber daya manusia, keuangan dan akuntansi.
Komite Audit
Susunan komite audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025 adalah
sebagai berikut:
Ketua : Sungkana
Anggota : Simon Arosokhi Gulo
Anggota : Nurfitriyana Adha Candora
Internal Audit
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025 Kepala Internal Audit Perusahaan adalah
Juninho.
Karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, Perusahaan memiliki masing-masing 5 orang
karyawan tetap (tidak diaudit).
c. Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 29 Desember 2017, Perusahaan telah memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas
Jasa Keuangan melalui Surat No. S-476/D.04/2017 untuk melakukan penawaran umum perdana
saham biasa melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 200.000.000 saham dengan nilai nominal
Rp100 per saham dan pada harga penawaran Rp208 per saham. Perusahaan telah mencatatkan
seluruh sahamnya pada BEI pada tanggal 16 Januari 2018.
Pada tanggal 31 Desember 2018, seluruh saham Perusahaan sejumlah 1.000.000.000 saham telah
dicatatkan pada BEI.
7
Page 10
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
d. Penerbitan Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan
pada tanggal 30 April 2025. Direksi Perusahaan yang menandatangani Surat Peryataan Direksi
bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan PT LCK Global Kedaton Tbk disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia (SAK), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas
yang berada di bawah pengawasannya.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang telah
direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar
akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2021.
Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan
menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah, yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Perusahaan, karena sifat dan
jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara terpisah.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen
untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area yang
kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan
estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di Catatan 3.
b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun
Berjalan
Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan standar dan sejumlah amendemen/
penyesuaian/interpretasi PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi
yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2021 dan 1 April 2021, tidak menimbulkan perubahan substansial
terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan pengaruh yang material atas jumlah yang dilaporkan
atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
8
Page 11
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun
Berjalan (lanjutan)
- PSAK 73 (Amendemen) Sewa: Konsesi Sewa terkait Covid-19
Pada Mei 2020, Dewan Standar Akuntasi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK IAI”)
menerbitkan Amendemen PSAK 73 Sewa: Konsesi Sewa terkait Covid-19 (Amendemen PSAK
73) yang memberikan cara praktis bagi penyewa atas akuntansi untuk konsesi sewa sebagai
dampak langsung dari Covid-19, dengan memperkenalkan cara praktis untuk PSAK 73. Dalam
cara praktis ini penyewa dapat memilih untuk tidak menilai apakah konsesi sewa terkait Covid-19
merupakan suatu modifikasi sewa. Penyewa yang mengambil pilihan ini mencatat setiap
perubahan dalam pembayaran sewa sebagai akibat dari konsesi sewa berkaitan dengan Covid-
19 tersebut dengan cara yang sama ketika penyewa mencatat perubahan dengan menerapkan
PSAK 73 jika perubahan tersebut bukan merupakan modifikasi sewa. Amendemen ini efektif
untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Juni 2020,
dengan penerapan dini diijinkan.
Cara praktis ini berlaku hanya untuk konsesi sewa yang terjadi sebagai dampak langsung dari
Covid-19 dan hanya berlaku jika seluruh kondisi berikut terpenuhi:
• Perubahan pembayaran sewa menyebabkan perubahan imbalan atas sewa yang secara
substansial sama, atau kurang dari, imbalan atas sewa sebelum perubahan;
• Pengurangan pembayaran sewa hanya berdampak pada pembayaran yang semula jatuh
tempo pada atau sebelum tanggal 30 Juni 2021 (suatu konsesi sewa akan memenuhi syarat
kondisi ini jika terdapat penurunan pembayaran sewa pada atau sebelum tanggal 30 Juni 2021
dan kenaikan pembayaran sewa setelah tanggal 30 Juni 2021); dan
• Tidak ada perubahan secara substantif terhadap syarat dan ketentuan sewa lainnya.
Perusahaan tidak memiliki dampak dalam penerapan PSAK 73 (Amendemen) sewa, untuk
menerapkan cara praktis untuk seluruh sewa konsesi terkait Covid-19 yang memenuhi kondisi
dalam PSAK 73.46B.
Penerapan dari standar, interpretasi baru/revisi standar berikut yang berlaku efektif mulai tanggal
1 Januari 2021 dan 1 April 2021, tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan
akuntansi Perusahaan dan pengaruh yang material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan
atau tahun sebelumnya.
- Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 (Amendemen-amendemen atas PSAK 71 Instrumen
Keuangan, PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, PSAK 60 Instrumen
Keuangan: Pengungkapan, PSAK 62 Kontrak Asuransi, dan PSAK 73 Sewa)
Amendemen tersebut memungkinkan entitas untuk mencerminkan efek transisi dari suku bunga
acuan, seperti interbank offered rates (IBORs) ke suku bank acuan alternatif tanpa menimbulkan
dampak akuntansi yang tidak memberikan informasi yang berguna bagi pengguna laporan
keuangan.
9
Page 12
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun
Berjalan (lanjutan)
- Amendemen PSAK 73 - Konsesi sewa terkait Covid-19 setelah tanggal 30 Juni 2021
Amendemen tersebut memperpanjang kebijakan praktis konsesi sewa terkait Covid-19 dimana
segala bentuk pengurangan pembayaran sewa hanya memengaruhi pembayaran sewa pada atau
sebelum tanggal 30 Juni 2022.
- Amendemen PSAK 22 tentang Definisi Bisnis
Amendemen tersebut mengklarifikasi definisi bisnis untuk membantu entitas dalam menentukan
apakah suatu transaksi harus dicatat sebagai kombinasi bisnis atau akuisisi aset.
c. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar Telah Diterbitkan tapi Belum
Diterapkan
Pada tanggal persetujuan laporan keuangan, standar, interpretasi dan amendemen-amendemen
atas PSAK yang relevan bagi Perusahaan, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif,
dengan penerapan dini diijinkan, adalah sebagai berikut:
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2022
- PSAK 57 (Amendemen) Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak
- Penyesuaian Tahunan 2021 atas PSAK (amendemen PSAK 69 Agrikultur, PSAK 71 Instrumen
Keuangan, dan PSAK 73 Sewa)
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023
- PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang
- PSAK 16 (Amendemen) Aset Tetap: Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan
- PSAK 25 (Amendemen) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan:
Definisi Estimasi Akuntansi
- PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, dampak dari penerapan standar, amendemen
dan interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
manajemen.
d. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
ii) untuk diperdagangkan; atau
iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang
dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling
lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
10
Page 13
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
d. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang (lanjutan)
Suatu liabilitas disajikan lancar/jangka pendek bila:
i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
ii) untuk diperdagangkan;
iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset jangka panjang.
e. Instrumen Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.
Klasifikasi
i. Aset keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya
perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”) dan
(iii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).
Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi
berikut dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus
kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas dan piutang usaha yang
diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
ii. Liabilitas keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (i) liabilitas keuangan yang diukur
pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang lain-lain yang diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
11
Page 14
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Pengakuan dan Pengukuran
i. Aset keuangan
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
kontraktual aset keuangan dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan
tersebut. Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan
dan atau saat Perusahaan menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Perusahaan
mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur
pada FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
yang signifikan atau ketika Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga
transaksi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI, aset
keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai solely payment of principal and interest (SPPI)
testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana
Perusahaan mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan
apakah arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan
atau keduanya.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli
atau menjual aset tersebut.
Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam
kategori aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang).
Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”) dan merupakan subjek penurunan nilai.
Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi
atau mengalami penurunan nilai. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau
diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
ii. Liabilitas keuangan
Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang
tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diklasifikasikan sebagai
liabilitas keuangan lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Perusahaan
untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau
jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau
saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.
12
Page 15
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan)
ii. Liabilitas keuangan (lanjutan)
Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
a. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan.
Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan
menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi hingga liabilitas
dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE. Biaya
perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada
perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari metode SBE. Amortisasi
metode SBE diakui sebagai “Beban keuangan” pada laba rugi. Kategori ini umumnya berlaku
untuk pinjaman berbunga dan pinjaman lainnya.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan
posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat
intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang
terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau permintaan
(bid or ask prices) pada penutupan perdagangan pada akhir periode pelaporan.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang
dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length
market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama;
analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain.
Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat ditentukan
secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk seluruh instrumen
utang yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan
antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan
diterima Perusahaan, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang
diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau
perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
13
Page 16
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami
peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan
sejumlah ECL 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan
secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa umurnya,
terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang umur ECL).
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Perusahaan menerapkan panduan praktis dalam menghitung
ECL. Oleh karena itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan
mengukur penyisihan kerugian sejumlah ECL sepanjang umur. Perusahaan telah membentuk
matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor
perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.
Perusahaan mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak
lebih dari 1 tahun. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan juga dapat menganggap aset
keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa
Perusahaan tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan
persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus
kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan
penyisihan.
Penghentian Pengakuan
i. Aset keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
b. Perusahaan mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset
keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa
penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i)
secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas
aset keuangan tersebut.
Ketika Perusahaan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass through arrangement), dan secara substansial
tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun
mentransfer pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan
Perusahaan terhadap aset keuangan tersebut.
14
Page 17
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
e. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan (lanjutan)
i. Aset keuangan (lanjutan)
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur
sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang
diterima yang mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas terkait
diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki Perusahaan.
Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara
nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap aset baru yang
diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus ditanggung; dan (ii) setiap keuntungan atau
kerugian kumulatif yang diakui pada pendapatan komprehensif lain harus diakui pada laporan
laba rugi.
ii. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
dihentikan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama
dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas
ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat
sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan
selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi.
f. Aset Tetap
Aset tetap, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika
memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya
inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi
kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria
pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis aset tetap, sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 20
Peralatan 4
Kendaraan 4
15
Page 18
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
f. Aset Tetap (lanjutan)
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan aset diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
Nilai residu, estimasi masa manfaat dan metode penyusutan direview dan disesuaikan, setiap akhir
tahun, bila diperlukan.
g. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai
aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya,
kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset
atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset
tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai
terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang dilanjutkan diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain sebagai rugi penurunan nilai.
Di dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini
atas nilai waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya
untuk menjual digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi
tersebut, Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.
Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar yang tersedia.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa
rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin
tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas
mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill
dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah
terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset
dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak
melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak
ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan
rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Setelah
pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang
sistematis selama sisa umur manfaatnya.
16
Page 19
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
h. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui
langsung ke ekuitas, dalam hal ini diakui sebagai penghasilan komprehensif lainnya. Beban pajak
final diakui dalam laba rugi, dan dinyatakan sebagai beban pajak final.
Pajak kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
laporan keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen
secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)
sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu,
manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas
pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban
pajak kini dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
Perusahaan mengajukan keberatan, Perusahaan mempertimbangkan apakah besar kemungkinan
otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
perpajakan Perusahaan.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara
dasar pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan
keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan
beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada
masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi
jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak
tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui
sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak
tangguhan tersedia untuk dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode
saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang
berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait
dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan,
termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi
berjalan, kecali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau
dikreditkan ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan
secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau
Perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
17
Page 20
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
i. Imbalan Kerja
Manfaat imbalan pasti
Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13, 2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UU Ketenagakerjaan”) pada tahun 2020 dan
Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (“PP 35/2021”) yang menerapkan pengaturan
Pasal 81 dan Pasal 185 (b) Undang-Undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja pada tahun 2021.
Beban pensiun dalam program manfaat imbalan pasti Perusahaan ditentukan melalui perhitungan
aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi
atas tingkat diskonto dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas
aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin
langsung dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan
komprehensif lain periode terjadinya untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus
program. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin segera dalam
saldo laba dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amendemen/kurtailmen terjadi
atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti
neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
• Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
penyelesaian);
• Beban atau pendapatan bunga neto; dan
• Pengukuran kembali.
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, keuntungan dan
kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau surplus
aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas
pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan
pengurangan iuran masa depan atas program.
j. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Perusahaan perkirakan menjadi haknya dalam
kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga.
Perusahaan mengakui pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang atau jasa kepada
pelanggan.
18
Page 21
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
j. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Pendapatan kontrak
Pendapatan kontrak atas jasa pembangunan penunjang telekomunikasi diakui saat dilakukannya
penyerahan barang kepada pembeli yang dilengkapi dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang
sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).
k. Laba per Saham
Jumlah laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang
beredar pada tahun yang bersangkutan.
l. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi:
i. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
ii. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan:
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diamati.
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau
liabilitas tersebut diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input
terendah yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
19
Page 22
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
l. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
1. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik;
2. Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana tingkat input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
3. Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana tingkat input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
menentukan apakah terdapat perpindahan antara tingkat dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
ulang atas penetapan kategori (berdasarkan tingkat masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
m. Dividen
Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
laporan keuangan pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham
Perusahaan.
n. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa setelah periode yang memerlukan penyesuaian dan menyediakan informasi Perusahaan
pada tanggal pelaporan tercermin dalam laporan keuangan.
Peristiwa setelah periode yang tidak memerlukan penyesuaian diungkapkan dalam laporan
keuangan apabila material.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan pengungkapan yang terkait, pada
akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat keputusan
berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Kelangsungan Usaha
Manajemen Perusahaan telah melakukan penilaian terhadap kemampuan Perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan usaha dan menilai keyakinan bahwa Perusahaan memiliki sumber daya
untuk melanjutkan bisnis di masa mendatang. Selain itu, manajemen menilai tidak adanya ketidakpastian
material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan terhadap kemampuan Perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan dilanjutkan untuk disusun
atas basis kelangsungan usaha.
20
Page 23
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71 (mulai tanggal
1 Januari 2020) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan
kebijakan akuntansi seperti yang diungkapkan pada Catatan 2e.
Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI dan uji model bisnis. Perusahaan
menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan
dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang
mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya
diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer
aset diberi kompensasi. Perusahaan memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya
sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten
dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
berkelanjutan Perusahaan atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap
sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian
terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang
diperlukan selama periode yang disajikan.
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas
beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban pokok
pendapatan yang diberikan. Berdasarkan penilaian manajemen Perusahaan, mata uang fungsional
Perusahaan adalah Rupiah.
Menentukan Waktu Pemenuhan Kewajiban Pelaksanaan
Perusahaan menyimpulkan bahwa pendapatan atas jasa yang diberikan harus diakui sepanjang waktu
karena pelanggan secara bersamaan menerima dan menikmati manfaat yang diberikan oleh
Perusahaan. Fakta bahwa entitas lain tidak perlu untuk melakukan kembali jasa yang telah diberikan
Perusahaan saat ini menunjukkan bahwa pelanggan secara bersamaan menerima dan menikmati
manfaat dari pelaksanaan Perusahaan saat melaksanakannya.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan
yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada
parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali
Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
21
Page 24
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Provisi Ekspektasi Kerugian Kredit Piutang Usaha
Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha dan kontrak aset. Tingkat
provisi didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang
memiliki pola kerugian yang serupa (yaitu, menurut geografi, jenis produk, jenis dan peringkat pelanggan, dan
pertanggungan berdasarkan surat kredit dan bentuk asuransi kredit lainnya).
Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat default yang diamati secara historis Perusahaan.
Perusahaan akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan
informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk domestik bruto)
diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah default di
sektor manufaktur, maka tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat default
yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan ke depan dianalisa.
Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL
adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi.
Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili
default aktual pelanggan di masa depan. Informasi mengenai ECL pada piutang usaha dan kontrak aset
Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 5.
Penilaian Instrumen Keuangan
Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan
penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan
menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila
Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas
keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan. Penjelasan lebih
lengkap dalam Catatan 2e dan 17.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara
4 sampai dengan 20 tahun. Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan ditentukan berdasarkan periode
kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut.
Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa
manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi
sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas
pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat
dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang
diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan dan amortisasi
yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 7.
22
Page 25
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) melebihi nilai
terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang
mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati
dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai
pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Data arus kas diambil dari anggaran untuk
lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum dilakukan oleh
Perusahaan atau investasi signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset dari UPK
yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam model arus
kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang diharapkan dan
tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
Manajemen percaya bahwa tidak ada indikasi potensi penurunan nilai aset nonkeuangan pada tanggal
31 Desember 2022 dan 31 Maret 2024.
Imbalan Kerja
Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan
asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi
tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji, usia pensiun normal, tingkat
kematian, tingkat kecacatan dan tingkat pengunduran diri karyawan per usia. Hasil aktual yang berbeda
dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan diakui segera pada laporan posisi keuangan dengan debit atau
kredit ke saldo laba melalui penghasilan komprehensif lainnya dalam periode terjadinya. Sementara
Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada
hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi
secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2i dan 9.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan
usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi
apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Rincian lebih lanjut diungkapkan dalam
Catatan 2h dan 8.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh beda temporer sepanjang besar kemungkinannya bahwa beda
temporer tersebut dapat direalisasikan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam
menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat
penghasilan kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan.
23
Page 26
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Kas 174.157.165 177.055.506
Bank
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 1.503.755.733 1.545.376.962
PT Bank Mega Syariah 179.796.387 179.796.387
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 3.075.000 3.075.000
Subtotal bank 1.860.784.285 1.728.248.349
Deposito berjangka
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk -
Total 1.860.784.285 1.905.303.855
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, tidak terdapat bank dan setara kas dalam mata
uang asing, yang dibatasi penggunaannya, ditempatkan pada pihak berelasi.
Tingkat bunga tahunan deposito berjangka per tahun masing-masing sebesar 2,50% pada tanggal
31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025.
5. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang usaha atas jasa pengerjaan Site Acquisition (SITAC), Izin Mendirikan
Bangunan (IMB) dan Civil Mechanical and Electrical (CME) menara telekomunikasi.
Rincian piutang usaha berdasarkan nama pelanggan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
PT. Cakra Media Indonesia 18.090.690.107 18.090.690.107
CV. Nara Unggul Prima 844.499.458 844.487.858
Total 18.935.189.565 18.935.177.965
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
1 - 90 hari -
91 - 180 hari -
Lebih dari 180 hari 18.935.189.565 18.935.177.965
Total 18.935.189.565 18.935.177.965
24
Page 27
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Berdasarkan telaah atas status dari masing-masing piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2023,
manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa provisi ekspektasi kerugian kredit tersebut adalah cukup
untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, seluruh piutang usaha Perusahaan merupakan
piutang dari pihak ketiga dan dalam mata uang Rupiah.
6. UANG MUKA PROYEK
Akun ini merupakan uang muka yang dibayarkan atas jasa pengerjaan proyek SITAC dan CME menara
telekomunikasi, yang masih dalam pengerjaan. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025 nilai
uang muka proyek masing-masing sebesar Rp 82.885.729.979 dan Rp. 82.816.729.979
7. ASET TETAP - NETO
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan 5.989.914.419 - - 5.989.914.419
Peralatan 29.123.251.936 - - 29.123.251.936
Kendaraan 325.700.000 - - 325.700.000
Total Biaya Perolehan 35.438.866.355 - - 35.438.866.355
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 2.083.176.413 73.108.977 2.156.285.390
Peralatan 27.532.502.935 429.832.125. - 27.962.335.060
Kendaraan 314.900.000 - - 314.900.000
Total Akumulasi Penyusutan 29.930.579.348 502.941.102 30.433.520.450
Nilai Buku Neto 5.508.287.007 5.005.345.905
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan 5.948.718.197 41.196.222 - 5.989.914.419
Peralatan 28.816.096.936 307.155.000 - 29.123.251.936
Kendaraan 314.900.000 10.800.000 - 325.700.000
Total Biaya Perolehan 35.079.715.133 359.151.222 - 35.438.866.355
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 1.790.492.586 292.683.827 - 2.083.176.413
Peralatan 25.825.429.435 1.707.073.500 - 27.532.502.935
Kendaraan 314.900.000 - 314.900.000
Total Akumulasi Penyusutan 27.930.822.021 1.999.757.327 - 29.930.579.348
Nilai Buku Neto 7.148.893.112 5.508.287.007
25
Page 28
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. ASET TETAP - NETO (lanjutan)
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, beban
penyusutan dibebankan pada beban umum dan administrasi masing-masing sebesar Rp. 1.999.757.327
dan 502.941.102 (Catatan 14).
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, Perusahaan mengasuransikan bangunan dan
kendaraannya terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu polis
tertentu dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp4.050.000.000.
Berdasarkan hasil penelaahan, manajemen Perusahaan berkeyakinan tidak ada situasi atau keadaan
yang mengindikasikan terjadinya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2024 dan
31 Maret 2025
8. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pajak penghasilan:
Pasal 21 317.464 220.607
Pasal 23 16.827.118 -
Pasal 29 24.523.153 26.441.951
Pajak Pertambahan Nilai 7.211.128.127 7.215.417.742
Total 7.252.437.148 7.242.080.300
b. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Pajak kini - -
Pajak tangguhan - -
Total Beban Pajak Penghasilan - Neto - -
c. Pajak Penghasilan – Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan laba kena pajak untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:
26
Page 29
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Pajak Penghasilan - Kini (lanjutan)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain - (1.847.603.373)
Beda temporer:
Provisi ekspektasi kerugian kredit - -
Imbalan kerja - -
Laba kena pajak - (1.847.603.373)
d. Perubahan Tarif Pajak Badan
Pada bulan Oktober 2021, Pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021
(“UU No. 7/2021”) tentang harmonisasi peraturan perpajakan. Beberapa tujuan UU No. 7/2021
adalah untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan dan mendukung
percepatan pemulihan ekonomi, mewujudkan sistem perpajakan yang lebih berkeadilan dan
berkepastian hukum, melaksanakan reformasi administrasi, kebijakan perpajakan yang konsolidatif,
dan perluasan basis pajak, serta meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak.
Sejumlah perubahan peraturan perpajakan yang terjadi dengan penerapan UU No. 7/2021 antara
lain adalah sebagai berikut:
a. Pemberlakuan tarif pajak penghasilan badan menjadi 22% mulai Tahun Pajak 2022, dan
Perusahaan Terbuka dalam negeri yang memenuhi kriteria tertentu dapat memperoleh tarif pajak
sebesar 3% lebih rendah dari tarif pajak yang disebutkan di atas;
b. Kenaikan tarif PPN dari 10% menjadi 11% yang mulai berlaku tanggal 1 April 2022, kemudian
menjadi 12% yang mulai berlaku paling lambat pada tanggal 1 Januari 2025;
c. Penyederhanaan PPN dengan tarif final untuk barang atau jasa kena pajak tertentu, yang juga
berlaku mulai tanggal 1 April 2022; dan
d. Program pengungkapan sukarela bagi Wajib Pajak badan selama periode 1 Januari - 30 Juni
2022, dengan basis aset atau harta yang diperoleh selama 1 Januari 1985 - 31 Desember 2015
yang belum diungkap pada saat mengikuti program amnesti pajak sebelumnya.
Penerapan UU No. 7/2021 berdampak pada pengukuran aset dan kewajiban pajak kini dan
tangguhan pada tanggal 31 Desember 2021, yang diukur menggunakan tarif pajak 22%.
27
Page 30
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Perusahaan memberikan imbalan untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun
sesuai dengan UU Ketenagakerjaan pada tahun 2020 dan PP 35/2021 yang menerapkan pengaturan
Pasal 81 dan Pasal 185 (b) Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja pada tahun 2021.
Perusahaan mencatat liabilitas imbalan kerja untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 dan 2022 berdasarkan hasil perhitungan aktuarial yang dilakukan oleh KKA
Nurichwan, aktuaris independen, dalam laporannya masing-masing pada tanggal 1 Februari 2024 dan
22 April 2024, dengan menggunakan metode projected-unit credit.
Liabilitas imbalan kerja karyawan yang diakui dalam laporan posisi keuangan terdiri atas:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Nilai kini liabilitas imbalan kerja - -
10. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham dan presentase kepemilikannya pada tanggal 31 Desember 2024 dan
31 Maret 2025 berdasarkan laporan daftar pemegang saham dari PT Bima Registra, Biro Administrasi
Efek, adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Total
PT LCK Investama Prima Indonesia 627.808.000 62,78% 62.780.800.000
PT Maju Mekar Makmur 201.538.300 20,15% 20.153.830.000
Masyarakat 170.653.700 17,07% 17.065.370.000
Total 1.000.000.000 100,00% 100.000.000.000
31 Desember 2024
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Total
PT LCK Investama Prima Indonesia 627.144.400 62,71% 62.714.440.000
PT Maju Mekar Makmur 201.538.300 20,15% 20.153.830.000
Masyarakat 171.317.300 17,14% 17.131.730.000
Total 1.000.000.000 100,00% 100.000.000.000
Dividen Tunai dan Pembentukan Cadangan Umum
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 8 Juni 2022 dan telah dinyatakan
dengan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No 87 pada tanggal yang sama, para pemegang saham
telah menyetujui untuk membentuk tambahan cadangan umum sebesar Rp. 100.000.000 dan melakukan
pembagian dividen tunai sebesar Rp. 218.000.000 atas hasil operasi Perusahaan pada tahun 2021 yang
telah dilunasi pada tanggal 29 Juni 2022.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 29 September 2021 dan telah
dinyatakan dengan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H.,
No. 87 pada tanggal yang sama, para pemegang saham telah menyetujui untuk membentuk tambahan
cadangan umum sebesar Rp100.000.000 dan melakukan pembagian dividen tunai sebesar
Rp500.000.000 atas hasil operasi Perusahaan untuk tahun 2020 yang telah dilunasi pada tanggal 18
September 2021.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 25 Agustus 2020 dan telah
28
Page 31
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
dinyatakan dengan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No. 44 pada tanggal yang sama, para pemegang
saham telah menyetujui untuk membentuk tambahan cadangan umum sebesar Rp100.000.000 dan
melakukan pembagian dividen tunai sebesar Rp500.000.000 atas hasil operasi Perusahaan untuk tahun
2019 yang telah dilunasi pada tanggal 17 September 2020.
11. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini merupakan agio saham yang berasal dari
penawaran umum perdana saham pada tahun 2018, setelah dikurangi dengan beban emisi sebesar
Rp2.594.355.492.
12. PENDAPATAN
Akun ini merupakan pendapatan atas jasa pengerjaan SITAC dan CME menara telekomunikasi.
Pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024 tidak ada transaksi penjualan kepada pihak berelasi.
Rincian pelanggan pihak ketiga dengan transaksi lebih dari 10% dari total pendapatan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 maret 2025 dan 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
PT. Fiberhome Technologies Indonesia (Catatan 18) - 120.751.610
PT. YPTT Solution Indonesia (Catatan ) 152.973.800 180.015.000
152.973.800 300.766.610
13. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Akun ini merupakan beban pokok pendapatan atas jasa subkontraktor, pihak ketiga
Rincian pemasok pihak ketiga dengan nilai transaksi lebih dari 10% dari total beban pokok pendapatan
pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Sudjatno 76.219.025 500.605.833
Reza Sudjatno 22.000.000 -
Total 98.219.025 500.605.833
14. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Penyusutan (Catatan 7) 502.941.102 498.699.728
Gaji, THR dan bonus 134.013.584 836.603.304
Lain-lain (Catatan 9) 424.085.922 370.401.293
Total 1.061.040.608 1.705.704.325
29
Page 32
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. LABA / RUGI PER SAHAM
Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang
beredar pada tahun bersangkutan, sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Laba /Rugi neto tahun berjalan (1.005.600.919) (1.847.603.373)
Rata-rata tertimbang saham beredar 1.000.000.000 1.000.000.000
Laba per saham dasar (1,01) (1,84)
16. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko pada saat Perusahaan tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo.
Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk (cash-in) dan kas
keluar (cash-out) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas
yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek maupun
jangka panjang yang jatuh tempo diperoleh dari pendapatan dari pelanggan.
Tabel di bawah merupakan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak terdiskonto pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025:
31 Maret 2025
Lebih dari 1 tahun
Di bawah sampai dengan Lebih dari
1 tahun 5 tahuun 5 tahun Total
Liabilitas Keuangan
Utang lain-lain - - - -
Total - - - -
31 Desember 2024
Lebih dari 1 tahun
Di bawah sampai dengan Lebih dari
1 tahun 5 tahuun 5 tahun Total
Liabilitas Keuangan
Utang lain-lain - - - -
Total - - - -
Pengelolaan Modal
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit
yang tinggi dan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi
pemegang saham.
Manajemen Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan
dapat memilih menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham.
Kebijakan Perusahaan adalah untuk menjaga rasio modal yang sehat dalam rangka untuk
mengamankan pembiayaan pada biaya yang wajar.
30
Page 33
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tabel di bawah ini merangkum total modal yang dipertimbangkan oleh Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Modal saham 100.000.000.000 100.000.000.000
Tambahan modal disetor 19.005.644.508 19.005.644.508
Saldo laba 16.167.109.835 17.172.710.754
Total 135.172.754.343 136.178.355.262
16. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Pengelolaan Modal
Sebagaimana praktik yang berlaku umum, Perusahaan mengevaluasi struktur permodalan melalui rasio
utang terhadap modal (gearing ratio) yang dihitung melalui pembagian antara liabilitas neto dengan
modal. Liabilitas neto adalah total liabilitas sebagaimana disajikan di dalam laporan posisi keuangan
dikurangi dengan total kas dan setara kas, sedangkan modal meliputi seluruh komponen ekuitas dalam
laporan posisi keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, perhitungan rasio
tersebut adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Total liabilitas 7.264.987.772 7.254.630.924
Dikurangi kas dan setara kas 1.860.784.285 1.905.303.855
Liabilitas neto 5.404.203.487 5.349.327.069
Total ekuitas 135.172.754.343 136.178.355.262
Rasio utang terhadap modal (0,04) (0,04)
17. INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel di bawah ini adalah perbandingan nilai tercatat dan nilai wajar dari instrumen keuangan
Perusahaan yang dicatat di laporan keuangan:
31 Maret 2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar
ASET KEUANGAN
Aset keuangan yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 1.860.784.285 1.860.784.285
Piutang usaha 18.935.189.565 18.935.189.565
Total Aset Keuangan 20.795.973.850 20.795.973.850
31
Page 34
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar
ASET KEUANGAN
Aset keuangan yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Kas dan setara kas 7.561.518.778 7.561.518.778
Piutang usaha 33.210.172.161 33.210.172.161
Total Aset Keuangan 40.771.690.939 40.771.690.939
Taksiran nilai wajar dari kelompok instrumen keuangan pada tabel di atas ditentukan dengan
menggunakan metode-metode dan asumsi-asumsi berikut:
1. Untuk aset keuangan seperti kas dan setara kas, piutang usaha dan utang lain-lain, nilai tercatat aset
keuangan tersebut mendekati nilai wajarnya karena akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu
tahun.
17. IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING
Pelanggan
PT Triview Geospatial Mandiri (Catatan 5 dan 12)
Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. 038/PIK-CME/TGM-GKT/I-2020 tanggal 8 Januari 2020,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Triview Geospatial Mandiri untuk pengerjaan
Construction, Mechanical and Electrical pembangunan menara telekomunikasi. Perjanjian ini akan
berakhir pada tanggal 8 Januari 2021 dan diperpanjang sampai tanggal 5 Januari 2022.
Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. XI/PIK-CME/TGM-LCKGK/I-2023 tanggal 10 Januari 2023,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Triview Geospatial Mandiri untuk pekerjaan CME atas
pembangunan tower. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 10 Januari 2024.
PT Fiberhome Technologies Indonesia (Catatan 5 dan 12)
Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. 003/FH-LCKGK/FH-BAKTI/BTS4GUSO-USO/III/2021 tanggal
15 Maret 2021, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Fiberhome Technologies Indonesia untuk
pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G antara lain:
• Pengadaan dan pengiriman peralatan dengan spesifikasi teknis; dan
• Pemasangan, pembongkaran, perbaikan, testing, baik berupa Acceptance Test Procedure/Civil
Mechanical Electrical (CME) pada BTS 4G.
32
Page 35
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)
Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 15 Maret 2023.
Sesuai dengan perjanjian kerjasama no 027/FH-PTT/BAKTI-Kominfo/BTS4G-3T/III/2023 Tanggal 16
Maret 2023, Perusahaan melakukan perpanjangan kerjasama dengan PT. Fiberhome Technologies
Indonesia untuk pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G antara lain:
Pengadaaan dan pengiriman peralatan dengan spesifikasi teknis; dan
Pemasangan, pembongkaran, perbaikan, testing¸baik berupa Acceptance Test Procedure/Civil
Mechanical Electrical (CME) pada BTS 4G
Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 17 Maret 2025.
PT Lasmana Swasti Prashida (Catatan 5 dan 12)
Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.056/Proc-CME/KP/LSP-LCKGK/FEB/18 tanggal 8 Februari
2018, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan
konstruksi sarana penunjang base transceiver station sipil, mekanikal dan elektrikal. Perjanjian ini
berakhir pada tanggal 8 Februari 2019 dan diperpanjang pada tanggal 4 Februari 2019 dengan perjanjian
kerjasama No.018/Proc-CME/KP/LSP-LCKGK/FEB/19, sehingga perjanjian ini akan berakhir pada
tanggal 4 Februari 2020.
Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.011/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/20 tanggal 5 Februari 2020,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang meliputi
Detail-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material Tower,
Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/Instalasi PLN serta
pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 5 Februari 2021.
Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.05/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/2021 tanggal 8 Februari 2021,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang meliputi
Detail-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material Tower,
Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/Instalasi PLN serta
pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 8 Februari 2022.
Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.018/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/22 tanggal 25 Februari 2022,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang meliputi
Detail-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material Tower,
Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/Instalasi PLN serta
pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 27 Februari 2023.
Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.009/Proc-CME/KP/LSP-LCKGK/Feb/23 tanggal 27 Februari
2023, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang
meliputi Detail-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material
Tower, Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/Instalasi PLN
serta pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 27 Februari 2024.
Subkontraktor
Bapak Erwin Sujana (Catatan 13)
Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.03/LCKM-ERWIN SUJANA/PKKK-SUB CON/I/2020 tanggal
3 Januari 2020, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Erwin Sujana selaku
subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan
33
Page 36
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)
proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.
Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.01/LCKM-ERWIN SUJANA/PKKK-SUB CON/I/2021 tanggal
4 Januari 2021, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Erwin Sujana selaku
subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan
proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.
Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.03/LCKM-ERWIN SUJANA/PKKK-SUBCON/20213 tanggal
5 Januari 2023, Perusahaan setuju untuk memperpanjang kontrak dengan Bapak Erwin Sujana selaku
subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah diperoleh dan selanjutnya
akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.
Bapak Suhadi (Catatan 13)
Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.008/LCKM-SUHADI/PKS-SUBCON/X/2020 tanggal
20 Oktober 2020, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Suhadi selaku
subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan
proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
berakhir pada tanggal 20 Oktober 2021 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.
Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.003/LCKM-SUHADI/PKS-SUBCON/X/2021 tanggal
22 Oktober 2021, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Suhadi selaku
subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan
proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.
Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.005/LCKM-SUHADI/X/PKS-SUBCON/2022 tanggal 24
Oktober 2022, Perusahaan setuju untuk memperpanjang kontrak dengan Bapak Suhadi selaku
subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan
proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
berakhir pada tanggal 25 Oktober 2023 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.
Bapak Rizal (Catatan 13)
Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.008/LCKM-RIZAL/XII/PKS-SUBCON/2019 tanggal
23 Desember 2019, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Rizal selaku
subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan
proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
berakhir pada tanggal 23 Desember 2020 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.
Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.005/LCKM-RIZAI/PKS-SUBCON/I/2021 tanggal 4 Januari
2021, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Rizal selaku subkontraktor berupa
kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan proyek serta, mengawasi
dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 4
Januari 2022 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah diperoleh dan selanjutnya
akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.
34
Page 37
PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 Serta
Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.001/LCKM-RIZAL/PKS-SUBCON/I/2023 tanggal 3 Januari
2023, Perusahaan setuju untuk memerpanjang kontrak dengan Bapak Rizal selaku subkontraktor berupa
kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan proyek serta, mengawasi
dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 3
Januari 2024 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah diperoleh dan selanjutnya
akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.
35
Names mentioned 37 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Global Kedaton Teknologi
p.8
unresolved
person
Akta Notaris Sahat Simanungkalit
p.8
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Rifson
p.8
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Akta Notaris Leolin Jayayanti
p.8 ×4
unresolved
org
PT LCK Investama Prima Indonesia
p.8 ×3
unresolved
org
PT LCK Indo Holdings
p.8
unresolved
org
PT Bank Mega Syariah
p.26
unresolved
org
PT. Cakra Media Indonesia
p.26
unresolved
org
PT Bima Registra
p.30
unresolved
org
PT LCK Investama Prima
p.30 ×2
unresolved
org
PT Maju Mekar Makmur
p.30 ×3
unresolved
org
PT. Fiberhome Technologies Indonesia
p.31 ×4
unresolved
org
PT. YPTT Solution Indonesia
p.31
unresolved
org
PT Triview Geospatial Mandiri
p.34 ×3
unresolved
org
PT Lasmana Swasti Prashida
p.35 ×6
unresolved
person
Erwin Sujana
p.35 ×4
unresolved
person
Rizal
p.36 ×4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.