Skip to content
Back to announcement

20250430_LCKM_Laporan Informasi dan Fakta Material_31880876_lamp2.pdf

Financial statement Text extracted LCKM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 37

Page 1

          
Page 2

          
Page 3

          
Page 4
                                  PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                   LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                       Tanggal 31 Maret 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                               Catatan       31 Maret 2025      31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                              4,16          1.860.784.285          1.905.303.855
Piutang usaha – neto                            5,16         18.935.189.565         18.935.177.965
Piutang lain-lain                                                20.854.996            399.649.996
Beban dibayar dimuka                                             50.000.000             50.000.000
Uang muka proyek                                  6          82.816.729.979         82.885.729.979
Total Aset Lancar                                           103.683.558.825        104.175.861.795
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka                                         6          33.746.076.246         33.746.076.246
Aset tetap – neto                               7,13          5.005.345.905          5.508.287.007
Aset pajak tangguhan                                              2.761.138              2.761.138
Total Aset Tidak Lancar                                      38.754.183.289         39.257.124.391
TOTAL ASET                                                  142.437.742.114        143.432.986.186
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang pajak                                      8a           7.252.437.147          7.242.080.300
Total Liabilitas Jangka Pendek                                7.252.437.147          7.242.080.300
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan kerja                          9              12.550.624              12.550.624
TOTAL LIABILITAS                                              7.264.987.771          7.254.630.924
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
  Rp100 per saham
  Modal dasar - Rp3.200.000.000
     lembar saham
  Modal ditempatkan dan disetor penuh
      - 1.000.000.000 lembar saham               10        100.000.000.000       100.000.000.000
Tambahan modal disetor                           1c         19.005.644.508        19.005.644.508
Saldo laba
   Belum ditentukan penggunaannya                           15.470.536.067         16.476.136.986
   Telah ditentukan penggunaannya                              696.573.768            696.573.768
TOTAL EKUITAS                                              135.172.754.343       136.178.355.262
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                               142.437.742.114       143.432.986.186




                         Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
               bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                  1
Page 5
                                 PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                  LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
                           Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir
                                   Pada Tanggal 31 Maret 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                Catatan        31 Maret 2025         31 Maret 2024
PENDAPATAN                                      2j,12,18            152.973.800           300.766.610
BEBAN POKOK PENDAPATAN                          2j,13,18             98.219.025           500.605.833
LABA KOTOR                                                           54.754.775       (199.839.223)
Beban umum dan administrasi                    2j,7,9,14          1.061.040.608      1.705.704.325
LABA USAHA                                                       (1.010.257.568)    (1.905.543.548)

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan keuangan                                                     (43.351)          61.072.886

                                                                                                    -
Pendapatan (beban) lain-lain                                           4.700.000          (3.132.711)
Total Penghasilan Lain-lain                                           4.656.649           57.940.175
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
  PAJAK PENGHASILAN                                              (1.005.600.919)    (1.847.603.373)


BEBAN PAJAK PENGHASILAN                           8c                           -                   -

LABA NETO TAHUN BERJALAN                                         (1.005.600.919)    (1.847.603.373)


PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                                  -                   -

TOTAL LABA KOMPREHENSIF                                          (1.005.600.919)    (1.847.603.373)

LABA PER SAHAM                                   2k,15                    (1.01)               (1,84)




                          Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
                bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                   2
Page 6
                                                                 PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                                             LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                                                         Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir
                                                                 Pada Tanggal 31 Maret 2025
                                                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




                                                     Modal Saham                                                  Saldo Laba
                                                                          Tambahan Modal
                                                    Ditempatkan dan                            Telah Ditentukan           Belum Ditentukan
                                                                              Disetor                                                            Jumlah Ekuitas
                                                     Disetor Penuh                             Penggunaannya               Penggunaannya
Saldo, 31 Desember 2024                                 100.000.000.000       19.005.644.508         696.573.768               16.476.136.876        136.178.355.262
Dividen                                                               -                    -                      -                          -                     -
Laba bersih tahun berjalan                                            -                    -                      -                90.236.262             90.236.262
Penghasilan (beban) komprehensif lain:                                -                    -                      -               (1.200.414)            (1.200.414)
   Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja                        -                    -                      -                          -                     -
   Manfaat Pajak Penghasilan Terkait                                  -                    -                      -                          -                     -
Saldo 31 Maret 2024                                     100.000.000.000       19.005.644.508         696.573.768               16.387.101.028        136.089.319.414


Saldo 31 Maret 2025                                     100.000.000.000       19.005.644.508         696.573.768               16.476.136.876        136.178.355.262
Deviden                                                               -                    -                      -                          -                     -
Jumlah laba bersih tahun berjalan                                     -                    -                      -            (1.005.600.919)        (1.005.600.919)
Penghasilan (beban) komprehensif lain:                                -                    -                      -                          -                     -
    Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja                       -                    -                      -                          -                     -
   Manfaat Pajak Penghasilan Terkait                                  -                    -                      -                          -                     -
Saldo 31 Maret 2025                                     100.000.000.000       19.005.644.508         696.573.768               15.470.536.067        135.172.754.343




                                                            Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
                                                  bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                                                     3
Page 7
                                   PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                        LAPORAN ARUS KAS
                              Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir
                                     Pada Tanggal 31 Maret 2025
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                               Catatan       31 Maret 2025           30 0
                                                                                            31 Maret 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                    152.962.200                    300.766.610
Pembayaran kas kepada:
  Pemasok                                                        (98.219.025)                              -
  Karyawan                                                      (134.013.584)                  (836.603.304)
Pembayaran pajak penghasilan                                      (3.059.476)                    -
Kegiatan Operasional Lainnya                                    (927.939.283)                  (615.276.322)
Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk)
  aktivitas operasi                                            (1.010.269.168)               (1.151.113.016)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                                             -               (9.458.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran dividen tunai                                                         -                          -
Pembayaran akuisisi bangunan dan peralatan                                       -                          -
Kas neto digunakan untuk
  aktivitas pendanaan                                                            -               (9.458.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO
  KAS DAN SETARA KAS                                            (1.010.269.168)              (1.160.571.016)
KAS DAN SETARA KAS
  PADA AWAL TAHUN                                                1.905.303.855                7.561.518.778
KAS DAN SETARA KAS
  PADA AKHIR TAHUN                                               1.860.784.285                6.400.947.762




                          Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
                bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.




                                                  5
Page 8
                                  PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                    Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                 Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   INFORMASI UMUM

     a. Pendirian

        PT LCK Global Kedaton Tbk ("Perusahaan"), didirikan dengan nama PT Global Kedaton Teknologi,
        sesuai Akta Notaris Sahat Simanungkalit, S.H., M.Kn. No. 44 tanggal 31 Juli 2013, notaris
        di Tangerang. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-45029.AH.01.01.2013 tanggal 27 Agustus 2013 serta
        diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 77, Tambahan No. 118363 tanggal 24
        September 2013. Nama Perusahaan berubah menjadi PT LCK Global Kedaton berdasarkan Akta
        Notaris Rifson, S.H., M.Kn. No. 3 tanggal 19 Mei 2017. Akta tersebut telah mendapat persetujuan
        dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.
        AHU-0011492.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 26 Mei 2017.

        Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
        Notaris Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn. No. 50 tanggal 23 September 2020, notaris di Jakarta mengenai
        maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan. Perubahan tersebut telah mendapat
        persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
        No. AHU-0066070.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 24 September 2020 serta diumumkan dalam Berita
        Negara Republik Indonesia No. 77, Tambahan No. 036567 tahun 2020.

        Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
        bergerak dalam bidang:
        • Perdagangan besar informasi dan komunikasi;
        • Aktivitas telekomunikasi satelit; dan
        • Aktivitas telekomunikasi tanpa kabel.

        Saat ini, kegiatan usaha utama Perusahaan beroperasi dalam bidang jasa penunjang telekomunikasi
        yang mencakup pembangunan menara telekomunikasi.

        Perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan dengan lokasi kantor administrasi di Graha Mampang
        lantai 5, Mampang Prapatan Raya No. 100, Jakarta Selatan dan kantor operasional Perusahaan
        berlokasi di Ruko Perkantoran Cempaka Mas, Gedung LCK Group, Blok M, No. 64, Jalan Letnan
        Jendral Suprapto, RT 009 RW 007, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
        Perusahaan mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2014.

        Entitas Induk langsung Perusahaan adalah PT LCK Investama Prima Indonesia, sedangkan Entitas
        Induk utama Perusahaan adalah PT LCK Indo Holdings, dengan mayoritas sahamnya dimiliki oleh
        Lim Chin Kim.

     b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Internal Audit dan Karyawan

        Dewan Komisaris dan Direksi

        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tangga 31 Desember 2024 dan 31 Maret
        2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                : Lim Chin Kim
        Komisaris                      : Susan Lim Mei Peng
        Komisaris Independen           : Sungkana

        Direksi
        Direktur Utama                 : Kenny Lim
        Direktur                       : Yopie Tribayu




                                                    6
Page 9
                                   PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                  Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   INFORMASI UMUM (lanjutan)

     b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Internal Audit dan Karyawan (lanjutan)

        Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret
        2025 adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama              : Lim Chin Kim
        Komisaris                    : Kenny Lim
        Komisaris Independen         : Sungkana

        Direksi
        Direktur Utama               : Lim Kah Hock
        Direktur                     : Ruben Partogi

        Manajemen kunci adalah Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan. Ruang lingkup Direktur Utama
        mencakup bidang hukum, pemasaran, dan operasional, dan ruang lingkup Direktur mencakup bidang
        sumber daya manusia, keuangan dan akuntansi.


        Komite Audit

        Susunan komite audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025 adalah
        sebagai berikut:

        Ketua                        : Sungkana
        Anggota                      : Simon Arosokhi Gulo
        Anggota                      : Nurfitriyana Adha Candora

        Internal Audit

        Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025 Kepala Internal Audit Perusahaan adalah
        Juninho.

        Karyawan

        Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, Perusahaan memiliki masing-masing 5 orang
        karyawan tetap (tidak diaudit).

     c. Penawaran Umum Saham

        Pada tanggal 29 Desember 2017, Perusahaan telah memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas
        Jasa Keuangan melalui Surat No. S-476/D.04/2017 untuk melakukan penawaran umum perdana
        saham biasa melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 200.000.000 saham dengan nilai nominal
        Rp100 per saham dan pada harga penawaran Rp208 per saham. Perusahaan telah mencatatkan
        seluruh sahamnya pada BEI pada tanggal 16 Januari 2018.

        Pada tanggal 31 Desember 2018, seluruh saham Perusahaan sejumlah 1.000.000.000 saham telah
        dicatatkan pada BEI.




                                                 7
Page 10
                                  PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                    Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                 Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1.   INFORMASI UMUM (lanjutan)

     d. Penerbitan Laporan Keuangan

        Laporan keuangan ini telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan
        pada tanggal 30 April 2025. Direksi Perusahaan yang menandatangani Surat Peryataan Direksi
        bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut.

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

     a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

        Laporan keuangan PT LCK Global Kedaton Tbk disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan
        di Indonesia (SAK), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
        Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
        Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) serta peraturan regulator pasar modal untuk entitas
        yang berada di bawah pengawasannya.

        Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan
        kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan untuk tahun
        yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020, kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang telah
        direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar
        akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2021.

        Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan
        menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
        pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

        Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
        kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

        Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah, yang
        merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

        Untuk memberikan pemahaman yang lebih baik atas kinerja keuangan Perusahaan, karena sifat dan
        jumlahnya yang signifikan, beberapa item pendapatan dan beban telah disajikan secara terpisah.

        Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
        mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen
        untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area yang
        kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan
        estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di Catatan 3.

     b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun
        Berjalan

        Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan standar dan sejumlah amendemen/
        penyesuaian/interpretasi PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi
        yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2021 dan 1 April 2021, tidak menimbulkan perubahan substansial
        terhadap kebijakan akuntansi Perusahaan dan pengaruh yang material atas jumlah yang dilaporkan
        atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya.




                                                   8
Page 11
                                    PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                   Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun
        Berjalan (lanjutan)

        -   PSAK 73 (Amendemen) Sewa: Konsesi Sewa terkait Covid-19

            Pada Mei 2020, Dewan Standar Akuntasi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK IAI”)
            menerbitkan Amendemen PSAK 73 Sewa: Konsesi Sewa terkait Covid-19 (Amendemen PSAK
            73) yang memberikan cara praktis bagi penyewa atas akuntansi untuk konsesi sewa sebagai
            dampak langsung dari Covid-19, dengan memperkenalkan cara praktis untuk PSAK 73. Dalam
            cara praktis ini penyewa dapat memilih untuk tidak menilai apakah konsesi sewa terkait Covid-19
            merupakan suatu modifikasi sewa. Penyewa yang mengambil pilihan ini mencatat setiap
            perubahan dalam pembayaran sewa sebagai akibat dari konsesi sewa berkaitan dengan Covid-
            19 tersebut dengan cara yang sama ketika penyewa mencatat perubahan dengan menerapkan
            PSAK 73 jika perubahan tersebut bukan merupakan modifikasi sewa. Amendemen ini           efektif
            untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Juni 2020,
            dengan penerapan dini diijinkan.

            Cara praktis ini berlaku hanya untuk konsesi sewa yang terjadi sebagai dampak langsung dari
            Covid-19 dan hanya berlaku jika seluruh kondisi berikut terpenuhi:

            •   Perubahan pembayaran sewa menyebabkan perubahan imbalan atas sewa yang secara
                substansial sama, atau kurang dari, imbalan atas sewa sebelum perubahan;
            •   Pengurangan pembayaran sewa hanya berdampak pada pembayaran yang semula jatuh
                tempo pada atau sebelum tanggal 30 Juni 2021 (suatu konsesi sewa akan memenuhi syarat
                kondisi ini jika terdapat penurunan pembayaran sewa pada atau sebelum tanggal 30 Juni 2021
                dan kenaikan pembayaran sewa setelah tanggal 30 Juni 2021); dan
            •   Tidak ada perubahan secara substantif terhadap syarat dan ketentuan sewa lainnya.

            Perusahaan tidak memiliki dampak dalam penerapan PSAK 73 (Amendemen) sewa, untuk
            menerapkan cara praktis untuk seluruh sewa konsesi terkait Covid-19 yang memenuhi kondisi
            dalam PSAK 73.46B.

        Penerapan dari standar, interpretasi baru/revisi standar berikut yang berlaku efektif mulai tanggal
        1 Januari 2021 dan 1 April 2021, tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan
        akuntansi Perusahaan dan pengaruh yang material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan
        atau tahun sebelumnya.

        -   Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2 (Amendemen-amendemen atas PSAK 71 Instrumen
            Keuangan, PSAK 55 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, PSAK 60 Instrumen
            Keuangan: Pengungkapan, PSAK 62 Kontrak Asuransi, dan PSAK 73 Sewa)

            Amendemen tersebut memungkinkan entitas untuk mencerminkan efek transisi dari suku bunga
            acuan, seperti interbank offered rates (IBORs) ke suku bank acuan alternatif tanpa menimbulkan
            dampak akuntansi yang tidak memberikan informasi yang berguna bagi pengguna laporan
            keuangan.




                                                    9
Page 12
                                   PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                  Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     b. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun
        Berjalan (lanjutan)

        -   Amendemen PSAK 73 - Konsesi sewa terkait Covid-19 setelah tanggal 30 Juni 2021

            Amendemen tersebut memperpanjang kebijakan praktis konsesi sewa terkait Covid-19 dimana
            segala bentuk pengurangan pembayaran sewa hanya memengaruhi pembayaran sewa pada atau
            sebelum tanggal 30 Juni 2022.

        -   Amendemen PSAK 22 tentang Definisi Bisnis
            Amendemen tersebut mengklarifikasi definisi bisnis untuk membantu entitas dalam menentukan
            apakah suatu transaksi harus dicatat sebagai kombinasi bisnis atau akuisisi aset.

     c. Standar, Amendemen/Penyesuaian dan Interpretasi Standar Telah Diterbitkan tapi Belum
        Diterapkan

        Pada tanggal persetujuan laporan keuangan, standar, interpretasi dan amendemen-amendemen
        atas PSAK yang relevan bagi Perusahaan, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif,
        dengan penerapan dini diijinkan, adalah sebagai berikut:

        Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2022

        -   PSAK 57 (Amendemen) Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak
            Memberatkan - Biaya Memenuhi Kontrak

        -   Penyesuaian Tahunan 2021 atas PSAK (amendemen PSAK 69 Agrikultur, PSAK 71 Instrumen
            Keuangan, dan PSAK 73 Sewa)

        Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023

        -   PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
            Pendek atau Jangka Panjang

        -   PSAK 16 (Amendemen) Aset Tetap: Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan

        -   PSAK 25 (Amendemen) Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan:
            Definisi Estimasi Akuntansi

        -   PSAK 1 (Amendemen) Penyajian Laporan Keuangan: Pengungkapan Kebijakan Akuntansi

        Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, dampak dari penerapan standar, amendemen
        dan interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
        manajemen.

     d. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang

        Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
        lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

        i) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
        ii) untuk diperdagangkan; atau
        iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang
             dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling
             lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

        Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.


                                                      10
Page 13
                                       PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                      Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     d. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang (lanjutan)

        Suatu liabilitas disajikan lancar/jangka pendek bila:

        i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
        ii) untuk diperdagangkan;
        iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
        iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
             setelah tanggal pelaporan.

       Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

        Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset jangka panjang.

     e. Instrumen Keuangan

        Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan.
        Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan
        liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.

        Klasifikasi

        i. Aset keuangan

           Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya
           perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”) dan
           (iii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).

           Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi
           berikut dipenuhi:

           •   Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
               dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
           •   Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus
               kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

           Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas dan piutang usaha yang
           diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

        ii. Liabilitas keuangan

           Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (i) liabilitas keuangan yang diukur
           pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

           Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang lain-lain yang diklasifikasikan sebagai liabilitas
           keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.




                                                      11
Page 14
                                   PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                  Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

        Pengakuan dan Pengukuran

        i. Aset keuangan

           Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas
           kontraktual aset keuangan dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan
           tersebut. Kecuali untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan
           dan atau saat Perusahaan menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Perusahaan
           mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur
           pada FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan
           yang signifikan atau ketika Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga
           transaksi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72.

           Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI, aset
           keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
           pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai solely payment of principal and interest (SPPI)
           testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.

           Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana
           Perusahaan mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan
           apakah arus kas akan dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan
           atau keduanya.

           Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
           yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang
           lazim) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli
           atau menjual aset tersebut.

           Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam
           kategori aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang).

           Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan.

           Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
           menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”) dan merupakan subjek penurunan nilai.
           Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi
           atau mengalami penurunan nilai. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau
           diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan biaya yang merupakan bagian
           yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif.

        ii. Liabilitas keuangan

           Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang
           tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diklasifikasikan sebagai
           liabilitas keuangan lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Perusahaan
           untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau
           jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui penukaran kas atau aset keuangan lain atau
           saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.




                                                    12
Page 15
                                   PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                  Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

        Pengakuan dan Pengukuran (lanjutan)

        ii. Liabilitas keuangan (lanjutan)

           Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

           a. Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

               Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan.

               Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan
               menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi hingga liabilitas
               dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE. Biaya
               perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada
               perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari metode SBE. Amortisasi
               metode SBE diakui sebagai “Beban keuangan” pada laba rugi. Kategori ini umumnya berlaku
               untuk pinjaman berbunga dan pinjaman lainnya.

        Saling Hapus Instrumen Keuangan

        Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan
        posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
        hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat
        intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan
        menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.

        Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan

        Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan yang
        terorganisasi, jika ada, ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau permintaan
        (bid or ask prices) pada penutupan perdagangan pada akhir periode pelaporan.

        Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
        menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang
        dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length
        market transactions); penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama;
        analisa arus kas yang didiskonto; atau model penilaian lain.

        Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat ditentukan
        secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukur pada nilai tercatatnya.

        Penurunan Nilai Aset Keuangan

        Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk seluruh instrumen
        utang yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan
        antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan
        diterima Perusahaan, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang
        diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau
        perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.




                                                    13
Page 16
                                   PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                  Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

        Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)

        ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami
        peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan
        sejumlah ECL 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan
        secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa umurnya,
        terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang umur ECL).

        Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Perusahaan menerapkan panduan praktis dalam menghitung
        ECL. Oleh karena itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan
        mengukur penyisihan kerugian sejumlah ECL sepanjang umur. Perusahaan telah membentuk
        matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor
        perkiraan masa depan (forward-looking) khusus terkait pelanggan dan lingkungan ekonomi.

        Perusahaan mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak
        lebih dari 1 tahun. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan juga dapat menganggap aset
        keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa
        Perusahaan tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan
        persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus
        kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan
        penyisihan.

        Penghentian Pengakuan

        i. Aset keuangan

           Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
           kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:

           a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
           b. Perusahaan mentransfer hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset
              keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa
              penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i)
              secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
              tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan
              manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas
              aset keuangan tersebut.

           Ketika Perusahaan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah
           menandatangani kesepakatan pelepasan (pass through arrangement), dan secara substansial
           tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun
           mentransfer pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan
           Perusahaan terhadap aset keuangan tersebut.




                                                    14
Page 17
                                     PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                    Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     e. Instrumen Keuangan (lanjutan)

          Penghentian Pengakuan (lanjutan)

          i. Aset keuangan (lanjutan)

             Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur
             sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang
             diterima yang mungkin harus dibayar kembali.

             Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas terkait
             diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki Perusahaan.

             Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara
             nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap aset baru yang
             diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang harus ditanggung; dan (ii) setiap keuntungan atau
             kerugian kumulatif yang diakui pada pendapatan komprehensif lain harus diakui pada laporan
             laba rugi.

          ii. Liabilitas keuangan

             Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
             dihentikan atau dibatalkan atau kadaluarsa.

             Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama
             dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas
             ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat
             sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan
             selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui sebagai laba rugi.

     f.   Aset Tetap

          Aset tetap, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan
          nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika
          memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya
          inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi
          kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria
          pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.

          Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
          ekonomis aset tetap, sebagai berikut:

                                                                                                       Tahun
          Bangunan                                                                                       20
          Peralatan                                                                                       4
          Kendaraan                                                                                       4




                                                        15
Page 18
                                     PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                    Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     f.   Aset Tetap (lanjutan)

          Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada
          manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Laba atau rugi yang timbul
          dari penghentian pengakuan aset diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan
          pengakuannya.

          Nilai residu, estimasi masa manfaat dan metode penyusutan direview dan disesuaikan, setiap akhir
          tahun, bila diperlukan.

     g. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

          Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
          mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai
          aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.

          Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
          wajar aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya,
          kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset
          atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset
          tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai
          terpulihkannya. Rugi penurunan nilai dari operasi yang dilanjutkan diakui pada laporan laba rugi dan
          penghasilan komprehensif lain sebagai rugi penurunan nilai.

          Di dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini
          dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini
          atas nilai waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya
          untuk menjual digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi
          tersebut, Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset.
          Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar yang tersedia.

          Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa
          rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin
          tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas
          mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.

          Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill
          dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah
          terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset
          dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak
          melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak
          ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan
          rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Setelah
          pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
          mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang
          sistematis selama sisa umur manfaatnya.




                                                        16
Page 19
                                      PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                     Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     h. Pajak Penghasilan

        Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi dan
        penghasilan komprehensif lain kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui
        langsung ke ekuitas, dalam hal ini diakui sebagai penghasilan komprehensif lainnya. Beban pajak
        final diakui dalam laba rugi, dan dinyatakan sebagai beban pajak final.

        Pajak kini

        Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
        laporan keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen
        secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT)
        sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu,
        manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas
        pajak.

        Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban
        pajak kini dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

        Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
        Perusahaan mengajukan keberatan, Perusahaan mempertimbangkan apakah besar kemungkinan
        otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
        perpajakan Perusahaan.

        Pajak tangguhan

        Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara
        dasar pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan
        keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan
        beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
        dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada
        masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.

        Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi
        jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
        memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak
        tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui
        sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak
        tangguhan tersedia untuk dipulihkan.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode
        saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang
        berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait
        dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan,
        termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi
        berjalan, kecali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau
        dikreditkan ke ekuitas.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan
        secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak
        tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau
        Perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.




                                                    17
Page 20
                                     PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                    Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     i.   Imbalan Kerja

          Manfaat imbalan pasti

          Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang
          Ketenagakerjaan No. 13, 2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UU Ketenagakerjaan”) pada tahun 2020 dan
          Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (“PP 35/2021”) yang menerapkan pengaturan
          Pasal 81 dan Pasal 185 (b) Undang-Undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja pada tahun 2021.
          Beban pensiun dalam program manfaat imbalan pasti Perusahaan ditentukan melalui perhitungan
          aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi
          atas tingkat diskonto dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.

          Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas
          aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin
          langsung dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan
          komprehensif lain periode terjadinya untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus
          program. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin segera dalam
          saldo laba dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.

          Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amendemen/kurtailmen terjadi
          atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.

          Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti
          neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:

          • Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
            penyelesaian);
          • Beban atau pendapatan bunga neto; dan
          • Pengukuran kembali.

          Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, keuntungan dan
          kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.

          Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau surplus
          aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas
          pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan
          pengurangan iuran masa depan atas program.

     j.   Pengakuan Pendapatan dan Beban

          Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Perusahaan perkirakan menjadi haknya dalam
          kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga.
          Perusahaan mengakui pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang atau jasa kepada
          pelanggan.




                                                      18
Page 21
                                     PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                    Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     j.   Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

          Pendapatan kontrak

          Pendapatan kontrak atas jasa pembangunan penunjang telekomunikasi diakui saat dilakukannya
          penyerahan barang kepada pembeli yang dilengkapi dengan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang
          sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

          Beban

          Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).

     k. Laba per Saham

          Jumlah laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat
          diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang
          beredar pada tahun yang bersangkutan.

     l.   Pengukuran Nilai Wajar

          Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
          untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
          pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
          mengalihkan liabilitas terjadi:

          i. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
          ii. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
              tersebut.

          Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan:

          Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
          menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
          kepentingan ekonomi terbaiknya.

          Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
          untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
          terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
          pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

          Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
          memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
          diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diamati.

          Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau
          liabilitas tersebut diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input
          terendah yang signifikan terhadap keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:




                                                      19
Page 22
                                    PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                   Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)

     l.   Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)

          1. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
                         identik;
          2. Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana tingkat input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
                         nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
          3. Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana tingkat input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
                         nilai wajar tidak dapat diobservasi.

          Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
          menentukan apakah terdapat perpindahan antara tingkat dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
          ulang atas penetapan kategori (berdasarkan tingkat masukan (input) paling rendah yang signifikan
          terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.

     m. Dividen

          Pembagian dividen kepada para pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam
          laporan keuangan pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham
          Perusahaan.

     n. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

          Peristiwa setelah periode yang memerlukan penyesuaian dan menyediakan informasi Perusahaan
          pada tanggal pelaporan tercermin dalam laporan keuangan.

          Peristiwa setelah periode yang tidak memerlukan penyesuaian diungkapkan dalam laporan
          keuangan apabila material.

3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI

     Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
     estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dan pengungkapan yang terkait, pada
     akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan
     penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

     Pertimbangan

     Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat keputusan
     berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:

     Kelangsungan Usaha

     Manajemen Perusahaan telah melakukan penilaian terhadap kemampuan Perusahaan untuk
     mempertahankan kelangsungan usaha dan menilai keyakinan bahwa Perusahaan memiliki sumber daya
     untuk melanjutkan bisnis di masa mendatang. Selain itu, manajemen menilai tidak adanya ketidakpastian
     material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan terhadap kemampuan Perusahaan untuk
     mempertahankan kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan dilanjutkan untuk disusun
     atas basis kelangsungan usaha.




                                                     20
Page 23
                                    PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                   Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     (lanjutan)

     Pertimbangan (lanjutan)

     Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

     Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
     keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71 (mulai tanggal
     1 Januari 2020) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan
     kebijakan akuntansi seperti yang diungkapkan pada Catatan 2e.

     Penilaian Model Bisnis

     Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI dan uji model bisnis. Perusahaan
     menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan
     dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang
     mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya
     diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer
     aset diberi kompensasi. Perusahaan memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
     diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya
     sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten
     dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
     berkelanjutan Perusahaan atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap
     sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian
     terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang
     diperlukan selama periode yang disajikan.

     Penentuan Mata Uang Fungsional

     Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas
     beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban pokok
     pendapatan yang diberikan. Berdasarkan penilaian manajemen Perusahaan, mata uang fungsional
     Perusahaan adalah Rupiah.

     Menentukan Waktu Pemenuhan Kewajiban Pelaksanaan

     Perusahaan menyimpulkan bahwa pendapatan atas jasa yang diberikan harus diakui sepanjang waktu
     karena pelanggan secara bersamaan menerima dan menikmati manfaat yang diberikan oleh
     Perusahaan. Fakta bahwa entitas lain tidak perlu untuk melakukan kembali jasa yang telah diberikan
     Perusahaan saat ini menunjukkan bahwa pelanggan secara bersamaan menerima dan menikmati
     manfaat dari pelaksanaan Perusahaan saat melaksanakannya.

     Estimasi dan Asumsi

     Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan
     yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
     untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada
     parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
     perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali
     Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.




                                                      21
Page 24
                                    PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                   Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     (lanjutan)

     Estimasi dan Asumsi (lanjutan)

     Provisi Ekspektasi Kerugian Kredit Piutang Usaha

     Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha dan kontrak aset. Tingkat
     provisi didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang
     memiliki pola kerugian yang serupa (yaitu, menurut geografi, jenis produk, jenis dan peringkat pelanggan, dan
     pertanggungan berdasarkan surat kredit dan bentuk asuransi kredit lainnya).

     Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat default yang diamati secara historis Perusahaan.
     Perusahaan akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan
     informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk domestik bruto)
     diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah default di
     sektor manufaktur, maka tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat default
     yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan ke depan dianalisa.
     Penilaian korelasi antara tingkat default yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL
     adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi.
     Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili
     default aktual pelanggan di masa depan. Informasi mengenai ECL pada piutang usaha dan kontrak aset
     Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 5.

     Penilaian Instrumen Keuangan

     Perusahaan mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan
     penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan
     menggunakan bukti obyektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila
     Perusahaan menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas
     keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Perusahaan. Penjelasan lebih
     lengkap dalam Catatan 2e dan 17.

     Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap

     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
     masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara
     4 sampai dengan 20 tahun. Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan ditentukan berdasarkan periode
     kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut.

     Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa
     manfaat setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi
     sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas
     pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat
     dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang
     diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.

     Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan dan amortisasi
     yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.

     Nilai tercatat aset tetap diungkapkan dalam Catatan 7.




                                                       22
Page 25
                                      PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                     Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     (lanjutan)

     Estimasi dan Asumsi (lanjutan)

     Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

     Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) melebihi nilai
     terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai
     wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang
     mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati
     dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai
     pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Data arus kas diambil dari anggaran untuk
     lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum dilakukan oleh
     Perusahaan atau investasi signifikan di masa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset dari UPK
     yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam model arus
     kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang diharapkan dan
     tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.

     Manajemen percaya bahwa tidak ada indikasi potensi penurunan nilai aset nonkeuangan pada tanggal
     31 Desember 2022 dan 31 Maret 2024.

     Imbalan Kerja

     Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan
     asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi
     tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji, usia pensiun normal, tingkat
     kematian, tingkat kecacatan dan tingkat pengunduran diri karyawan per usia. Hasil aktual yang berbeda
     dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan diakui segera pada laporan posisi keuangan dengan debit atau
     kredit ke saldo laba melalui penghasilan komprehensif lainnya dalam periode terjadinya. Sementara
     Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada
     hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi
     secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
     Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2i dan 9.

     Pajak Penghasilan

     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
     transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan
     usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi
     apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Rincian lebih lanjut diungkapkan dalam
     Catatan 2h dan 8.

     Aset Pajak Tangguhan

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh beda temporer sepanjang besar kemungkinannya bahwa beda
     temporer tersebut dapat direalisasikan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam
     menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat
     penghasilan kena pajak serta strategi perencanaan pajak masa depan.




                                                      23
Page 26
                                      PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                     Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4.   KAS DAN SETARA KAS

     Akun ini terdiri dari:

                                                                31 Maret 2025       31 Desember 2024
     Kas                                                             174.157.165          177.055.506
     Bank
       Rupiah
         PT Bank CIMB Niaga Tbk                                    1.503.755.733         1.545.376.962
         PT Bank Mega Syariah                                        179.796.387           179.796.387
         PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                        3.075.000             3.075.000
     Subtotal bank                                                 1.860.784.285         1.728.248.349
     Deposito berjangka
       Rupiah
         PT Bank CIMB Niaga Tbk                                                                        -
     Total                                                         1.860.784.285         1.905.303.855

     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, tidak terdapat bank dan setara kas dalam mata
     uang asing, yang dibatasi penggunaannya, ditempatkan pada pihak berelasi.

     Tingkat bunga tahunan deposito berjangka per tahun masing-masing sebesar 2,50% pada tanggal
     31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025.

5.   PIUTANG USAHA

     Akun ini merupakan piutang usaha atas jasa pengerjaan Site Acquisition (SITAC), Izin Mendirikan
     Bangunan (IMB) dan Civil Mechanical and Electrical (CME) menara telekomunikasi.

     Rincian piutang usaha berdasarkan nama pelanggan adalah sebagai berikut:

                                                                31 Maret 2025       31 Desember 2024
     PT. Cakra Media Indonesia                                    18.090.690.107       18.090.690.107
     CV. Nara Unggul Prima                                            844.499.458         844.487.858


     Total                                                        18.935.189.565        18.935.177.965




     Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:

                                                                31 Maret 2025       31 Desember 2024
     1 - 90 hari                                                                                     -
     91 - 180 hari                                                                                   -
     Lebih dari 180 hari                                          18.935.189.565        18.935.177.965
     Total                                                        18.935.189.565        18.935.177.965




                                                   24
Page 27
                                        PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                          Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                       Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)

     Berdasarkan telaah atas status dari masing-masing piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2023,
     manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa provisi ekspektasi kerugian kredit tersebut adalah cukup
     untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha tersebut.

     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, seluruh piutang usaha Perusahaan merupakan
     piutang dari pihak ketiga dan dalam mata uang Rupiah.

6.   UANG MUKA PROYEK

     Akun ini merupakan uang muka yang dibayarkan atas jasa pengerjaan proyek SITAC dan CME menara
     telekomunikasi, yang masih dalam pengerjaan. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025 nilai
     uang muka proyek masing-masing sebesar Rp 82.885.729.979 dan Rp. 82.816.729.979

7.   ASET TETAP - NETO

     Akun ini terdiri dari:

                                                                         31 Maret 2025
                                            Saldo Awal        Penambahan            Pengurangan           Saldo Akhir
     Biaya Perolehan
     Bangunan                              5.989.914.419                        -                     -     5.989.914.419
     Peralatan                            29.123.251.936                       -                      -    29.123.251.936
     Kendaraan                               325.700.000                       -                      -       325.700.000
     Total Biaya Perolehan                35.438.866.355                       -                      -    35.438.866.355
     Akumulasi Penyusutan
     Bangunan                              2.083.176.413           73.108.977                              2.156.285.390
     Peralatan                            27.532.502.935         429.832.125.                         -    27.962.335.060
     Kendaraan                               314.900.000                    -                         -       314.900.000
     Total Akumulasi Penyusutan           29.930.579.348          502.941.102                              30.433.520.450
     Nilai Buku Neto                       5.508.287.007                                                    5.005.345.905

                                                                   31 Desember 2024
                                            Saldo Awal        Penambahan     Pengurangan                  Saldo Akhir
     Biaya Perolehan
     Bangunan                              5.948.718.197         41.196.222                           -    5.989.914.419
     Peralatan                            28.816.096.936         307.155.000                          -   29.123.251.936
     Kendaraan                               314.900.000         10.800.000                           -      325.700.000
     Total Biaya Perolehan                35.079.715.133        359.151.222                           -   35.438.866.355
     Akumulasi Penyusutan
     Bangunan                              1.790.492.586         292.683.827                          -    2.083.176.413
     Peralatan                            25.825.429.435       1.707.073.500                      -       27.532.502.935
     Kendaraan                               314.900.000                                          -          314.900.000
     Total Akumulasi Penyusutan           27.930.822.021       1.999.757.327                          -   29.930.579.348
     Nilai Buku Neto                       7.148.893.112                                                   5.508.287.007




                                                         25
Page 28
                                    PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                   Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.   ASET TETAP - NETO (lanjutan)

     Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, beban
     penyusutan dibebankan pada beban umum dan administrasi masing-masing sebesar Rp. 1.999.757.327
     dan 502.941.102 (Catatan 14).

     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, Perusahaan mengasuransikan bangunan dan
     kendaraannya terhadap risiko kerugian akibat kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu polis
     tertentu dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp4.050.000.000.

     Berdasarkan hasil penelaahan, manajemen Perusahaan berkeyakinan tidak ada situasi atau keadaan
     yang mengindikasikan terjadinya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2024 dan
     31 Maret 2025

8.   PERPAJAKAN

     a. Utang Pajak

        Akun ini terdiri dari:

                                                                31 Maret 2025        31 Desember 2024
        Pajak penghasilan:
          Pasal 21                                                       317.464                220.607
          Pasal 23                                                    16.827.118                      -
          Pasal 29                                                    24.523.153             26.441.951
        Pajak Pertambahan Nilai                                    7.211.128.127          7.215.417.742
        Total                                                      7.252.437.148          7.242.080.300

     b. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan

        Akun ini terdiri dari:

                                                                31 Maret 2025          31 Maret 2024
        Pajak kini                                                               -                      -
        Pajak tangguhan                                                          -                      -
        Total Beban Pajak Penghasilan - Neto                                     -                      -

     c. Pajak Penghasilan – Kini

        Rekonsiliasi antara laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam
        laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan laba kena pajak untuk tahun-tahun yang
        berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:




                                                   26
Page 29
                                   PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                  Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.   PERPAJAKAN (lanjutan)

     c. Pajak Penghasilan - Kini (lanjutan)

                                                               31 Maret 2025           31 Maret 2024
        Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan
          menurut laporan laba rugi dan
          penghasilan komprehensif lain                                        -        (1.847.603.373)
        Beda temporer:
          Provisi ekspektasi kerugian kredit                                       -                   -
          Imbalan kerja                                                            -                   -
        Laba kena pajak                                                            -    (1.847.603.373)

     d. Perubahan Tarif Pajak Badan

        Pada bulan Oktober 2021, Pemerintah Indonesia mengesahkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021
        (“UU No. 7/2021”) tentang harmonisasi peraturan perpajakan. Beberapa tujuan UU No. 7/2021
        adalah untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan dan mendukung
        percepatan pemulihan ekonomi, mewujudkan sistem perpajakan yang lebih berkeadilan dan
        berkepastian hukum, melaksanakan reformasi administrasi, kebijakan perpajakan yang konsolidatif,
        dan perluasan basis pajak, serta meningkatkan kepatuhan sukarela Wajib Pajak.

        Sejumlah perubahan peraturan perpajakan yang terjadi dengan penerapan UU No. 7/2021 antara
        lain adalah sebagai berikut:

        a. Pemberlakuan tarif pajak penghasilan badan menjadi 22% mulai Tahun Pajak 2022, dan
           Perusahaan Terbuka dalam negeri yang memenuhi kriteria tertentu dapat memperoleh tarif pajak
           sebesar 3% lebih rendah dari tarif pajak yang disebutkan di atas;

        b. Kenaikan tarif PPN dari 10% menjadi 11% yang mulai berlaku tanggal 1 April 2022, kemudian
           menjadi 12% yang mulai berlaku paling lambat pada tanggal 1 Januari 2025;

        c. Penyederhanaan PPN dengan tarif final untuk barang atau jasa kena pajak tertentu, yang juga
           berlaku mulai tanggal 1 April 2022; dan

        d. Program pengungkapan sukarela bagi Wajib Pajak badan selama periode 1 Januari - 30 Juni
           2022, dengan basis aset atau harta yang diperoleh selama 1 Januari 1985 - 31 Desember 2015
           yang belum diungkap pada saat mengikuti program amnesti pajak sebelumnya.

        Penerapan UU No. 7/2021 berdampak pada pengukuran aset dan kewajiban pajak kini dan
        tangguhan pada tanggal 31 Desember 2021, yang diukur menggunakan tarif pajak 22%.




                                                  27
Page 30
                                     PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                    Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9.   LIABILITAS IMBALAN KERJA

     Perusahaan memberikan imbalan untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55 tahun
     sesuai dengan UU Ketenagakerjaan pada tahun 2020 dan PP 35/2021 yang menerapkan pengaturan
     Pasal 81 dan Pasal 185 (b) Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja pada tahun 2021.

     Perusahaan mencatat liabilitas imbalan kerja untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
     31 Desember 2023 dan 2022 berdasarkan hasil perhitungan aktuarial yang dilakukan oleh KKA
     Nurichwan, aktuaris independen, dalam laporannya masing-masing pada tanggal 1 Februari 2024 dan
     22 April 2024, dengan menggunakan metode projected-unit credit.


     Liabilitas imbalan kerja karyawan yang diakui dalam laporan posisi keuangan terdiri atas:

                                                                     31 Maret 2025         31 Desember 2024
     Nilai kini liabilitas imbalan kerja                                              -                      -


10. MODAL SAHAM

     Susunan pemegang saham dan presentase kepemilikannya pada tanggal 31 Desember 2024 dan
     31 Maret 2025 berdasarkan laporan daftar pemegang saham dari PT Bima Registra, Biro Administrasi
     Efek, adalah sebagai berikut:

                                                   31 Maret 2025
                                                                             Persentase
     Pemegang Saham                                     Jumlah Saham         Kepemilikan           Total
     PT LCK Investama Prima Indonesia                         627.808.000            62,78%       62.780.800.000
     PT Maju Mekar Makmur                                     201.538.300            20,15%       20.153.830.000
     Masyarakat                                               170.653.700            17,07%       17.065.370.000
     Total                                                   1.000.000.000           100,00%     100.000.000.000

                                                 31 Desember 2024
                                                                             Persentase
     Pemegang Saham                                     Jumlah Saham         Kepemilikan           Total
     PT LCK Investama Prima Indonesia                         627.144.400            62,71%       62.714.440.000
     PT Maju Mekar Makmur                                     201.538.300            20,15%       20.153.830.000
     Masyarakat                                               171.317.300            17,14%       17.131.730.000
     Total                                                  1.000.000.000            100,00%     100.000.000.000


     Dividen Tunai dan Pembentukan Cadangan Umum

     Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 8 Juni 2022 dan telah dinyatakan
     dengan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No 87 pada tanggal yang sama, para pemegang saham
     telah menyetujui untuk membentuk tambahan cadangan umum sebesar Rp. 100.000.000 dan melakukan
     pembagian dividen tunai sebesar Rp. 218.000.000 atas hasil operasi Perusahaan pada tahun 2021 yang
     telah dilunasi pada tanggal 29 Juni 2022.

     Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 29 September 2021 dan telah
     dinyatakan dengan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H.,
     No. 87 pada tanggal yang sama, para pemegang saham telah menyetujui untuk membentuk tambahan
     cadangan umum sebesar Rp100.000.000 dan melakukan pembagian dividen tunai sebesar
     Rp500.000.000 atas hasil operasi Perusahaan untuk tahun 2020 yang telah dilunasi pada tanggal 18
     September 2021.

     Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 25 Agustus 2020 dan telah

                                                     28
Page 31
                                    PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                   Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
   dinyatakan dengan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No. 44 pada tanggal yang sama, para pemegang
   saham telah menyetujui untuk membentuk tambahan cadangan umum sebesar Rp100.000.000 dan
   melakukan pembagian dividen tunai sebesar Rp500.000.000 atas hasil operasi Perusahaan untuk tahun
   2019 yang telah dilunasi pada tanggal 17 September 2020.


11. TAMBAHAN MODAL DISETOR

   Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini merupakan agio saham yang berasal dari
   penawaran umum perdana saham pada tahun 2018, setelah dikurangi dengan beban emisi sebesar
   Rp2.594.355.492.

12. PENDAPATAN

   Akun ini merupakan pendapatan atas jasa pengerjaan SITAC dan CME menara telekomunikasi.
   Pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024 tidak ada transaksi penjualan kepada pihak berelasi.

   Rincian pelanggan pihak ketiga dengan transaksi lebih dari 10% dari total pendapatan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal 31 maret 2025 dan 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

                                                               31 Maret 2025          31 Maret 2024
   PT. Fiberhome Technologies Indonesia (Catatan 18)                           -            120.751.610
   PT. YPTT Solution Indonesia (Catatan )                           152.973.800             180.015.000

                                                                    152.973.800             300.766.610


13. BEBAN POKOK PENDAPATAN

   Akun ini merupakan beban pokok pendapatan atas jasa subkontraktor, pihak ketiga

   Rincian pemasok pihak ketiga dengan nilai transaksi lebih dari 10% dari total beban pokok pendapatan
   pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:
                                                                   31 Maret 2025        31 Maret 2024


   Sudjatno                                                         76.219.025             500.605.833
   Reza Sudjatno                                                    22.000.000                       -


   Total                                                            98.219.025             500.605.833

14. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Akun ini terdiri dari:

                                                                 31 Maret 2025        31 Maret 2024
   Penyusutan (Catatan 7)                                           502.941.102            498.699.728
   Gaji, THR dan bonus                                              134.013.584            836.603.304
   Lain-lain (Catatan 9)                                            424.085.922             370.401.293
   Total                                                          1.061.040.608          1.705.704.325




                                                  29
Page 32
                                      PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                     Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. LABA / RUGI PER SAHAM

   Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
   pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang
   beredar pada tahun bersangkutan, sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2025              31 Maret 2024
   Laba /Rugi neto tahun berjalan                                      (1.005.600.919)              (1.847.603.373)
   Rata-rata tertimbang saham beredar                                    1.000.000.000                1.000.000.000
   Laba per saham dasar                                                            (1,01)                        (1,84)


16. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN


   Risiko Likuiditas

   Risiko likuiditas adalah risiko pada saat Perusahaan tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo.
   Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk (cash-in) dan kas
   keluar (cash-out) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas
   yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek maupun
   jangka panjang yang jatuh tempo diperoleh dari pendapatan dari pelanggan.

   Tabel di bawah merupakan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan pembayaran
   kontraktual yang tidak terdiskonto pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025:
                                                                       31 Maret 2025
                                                          Lebih dari 1 tahun
                                          Di bawah         sampai dengan           Lebih dari
                                           1 tahun            5 tahuun              5 tahun              Total
   Liabilitas Keuangan

   Utang lain-lain                                    -                     -                   -                     -
   Total                                              -                     -                   -                     -

                                                                    31 Desember 2024
                                                          Lebih dari 1 tahun
                                          Di bawah         sampai dengan         Lebih dari
                                           1 tahun            5 tahuun            5 tahun                Total
   Liabilitas Keuangan

   Utang lain-lain                                    -                     -                   -                     -
   Total                                              -                     -                   -                     -


   Pengelolaan Modal

   Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit
   yang tinggi dan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi
   pemegang saham.

   Manajemen Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan
   perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan
   dapat memilih menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham.

   Kebijakan Perusahaan adalah untuk menjaga rasio modal yang sehat dalam rangka untuk
   mengamankan pembiayaan pada biaya yang wajar.
                                                     30
Page 33
                                      PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                     Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
   Tabel di bawah ini merangkum total modal yang dipertimbangkan oleh Perusahaan pada tanggal
   31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025:

                                                               31 Maret 2025       31 Desember 2024
   Modal saham                                                  100.000.000.000        100.000.000.000
   Tambahan modal disetor                                        19.005.644.508         19.005.644.508
   Saldo laba                                                    16.167.109.835         17.172.710.754
   Total                                                        135.172.754.343        136.178.355.262



16. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

   Pengelolaan Modal

   Sebagaimana praktik yang berlaku umum, Perusahaan mengevaluasi struktur permodalan melalui rasio
   utang terhadap modal (gearing ratio) yang dihitung melalui pembagian antara liabilitas neto dengan
   modal. Liabilitas neto adalah total liabilitas sebagaimana disajikan di dalam laporan posisi keuangan
   dikurangi dengan total kas dan setara kas, sedangkan modal meliputi seluruh komponen ekuitas dalam
   laporan posisi keuangan. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2025, perhitungan rasio
   tersebut adalah sebagai berikut:

                                                               31 Maret 2025       31 Desember 2024
   Total liabilitas                                               7.264.987.772          7.254.630.924
   Dikurangi kas dan setara kas                                   1.860.784.285          1.905.303.855
   Liabilitas neto                                               5.404.203.487           5.349.327.069
   Total ekuitas                                               135.172.754.343         136.178.355.262
   Rasio utang terhadap modal                                            (0,04)                    (0,04)

17. INSTRUMEN KEUANGAN

   Tabel di bawah ini adalah perbandingan nilai tercatat dan nilai wajar dari instrumen keuangan
   Perusahaan yang dicatat di laporan keuangan:

                                                                           31 Maret 2025
                                                               Nilai Tercatat        Nilai Wajar
   ASET KEUANGAN
   Aset keuangan yang diukur pada
     biaya perolehan diamortisasi
     Kas dan setara kas                                         1.860.784.285          1.860.784.285
     Piutang usaha                                             18.935.189.565         18.935.189.565
   Total Aset Keuangan                                         20.795.973.850         20.795.973.850




                                                  31
Page 34
                                  PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                    Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                 Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                          31 Desember 2024
                                                                 Nilai Tercatat        Nilai Wajar
   ASET KEUANGAN
   Aset keuangan yang diukur pada
     biaya perolehan diamortisasi
     Kas dan setara kas                                             7.561.518.778           7.561.518.778
     Piutang usaha                                                 33.210.172.161          33.210.172.161
   Total Aset Keuangan                                             40.771.690.939          40.771.690.939




   Taksiran nilai wajar dari kelompok instrumen keuangan pada tabel di atas ditentukan dengan
   menggunakan metode-metode dan asumsi-asumsi berikut:

   1. Untuk aset keuangan seperti kas dan setara kas, piutang usaha dan utang lain-lain, nilai tercatat aset
       keuangan tersebut mendekati nilai wajarnya karena akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu
       tahun.


17. IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING

   Pelanggan

   PT Triview Geospatial Mandiri (Catatan 5 dan 12)

   Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. 038/PIK-CME/TGM-GKT/I-2020 tanggal 8 Januari 2020,
   Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Triview Geospatial Mandiri untuk pengerjaan
   Construction, Mechanical and Electrical pembangunan menara telekomunikasi. Perjanjian ini akan
   berakhir pada tanggal 8 Januari 2021 dan diperpanjang sampai tanggal 5 Januari 2022.

   Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. XI/PIK-CME/TGM-LCKGK/I-2023 tanggal 10 Januari 2023,
   Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Triview Geospatial Mandiri untuk pekerjaan CME atas
   pembangunan tower. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 10 Januari 2024.


   PT Fiberhome Technologies Indonesia (Catatan 5 dan 12)

   Sesuai dengan perjanjian kerjasama No. 003/FH-LCKGK/FH-BAKTI/BTS4GUSO-USO/III/2021 tanggal
   15 Maret 2021, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Fiberhome Technologies Indonesia untuk
   pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G antara lain:
   • Pengadaan dan pengiriman peralatan dengan spesifikasi teknis; dan
   • Pemasangan, pembongkaran, perbaikan, testing, baik berupa Acceptance Test Procedure/Civil
      Mechanical Electrical (CME) pada BTS 4G.




                                                   32
Page 35
                                  PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                    Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                 Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


18. IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

   Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 15 Maret 2023.

   Sesuai dengan perjanjian kerjasama no 027/FH-PTT/BAKTI-Kominfo/BTS4G-3T/III/2023 Tanggal 16
   Maret 2023, Perusahaan melakukan perpanjangan kerjasama dengan PT. Fiberhome Technologies
   Indonesia untuk pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G antara lain:
        Pengadaaan dan pengiriman peralatan dengan spesifikasi teknis; dan
        Pemasangan, pembongkaran, perbaikan, testing¸baik berupa Acceptance Test Procedure/Civil
          Mechanical Electrical (CME) pada BTS 4G

   Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 17 Maret 2025.



   PT Lasmana Swasti Prashida (Catatan 5 dan 12)

   Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.056/Proc-CME/KP/LSP-LCKGK/FEB/18 tanggal 8 Februari
   2018, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan
   konstruksi sarana penunjang base transceiver station sipil, mekanikal dan elektrikal. Perjanjian ini
   berakhir pada tanggal 8 Februari 2019 dan diperpanjang pada tanggal 4 Februari 2019 dengan perjanjian
   kerjasama No.018/Proc-CME/KP/LSP-LCKGK/FEB/19, sehingga perjanjian ini akan berakhir pada
   tanggal 4 Februari 2020.

   Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.011/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/20 tanggal 5 Februari 2020,
   Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang meliputi
   Detail-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material Tower,
   Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/Instalasi PLN serta
   pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 5 Februari 2021.

   Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.05/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/2021 tanggal 8 Februari 2021,
   Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang meliputi
   Detail-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material Tower,
   Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/Instalasi PLN serta
   pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 8 Februari 2022.

   Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.018/Proc-CME/LSP-LCKGK/Feb/22 tanggal 25 Februari 2022,
   Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang meliputi
   Detail-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material Tower,
   Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/Instalasi PLN serta
   pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 27 Februari 2023.

   Sesuai dengan perjanjian kerjasama No.009/Proc-CME/KP/LSP-LCKGK/Feb/23 tanggal 27 Februari
   2023, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Lasmana Swasti Prashida untuk pengerjaan yang
   meliputi Detail-Design, Pekerjaan Persiapan, Pembangunan Pondasi, Konstruksi, Transportasi Material
   Tower, Ereksi, Instalasi ME & Grounding, Penyelesaian, Pengajuan Teknis, Penyambung/Instalasi PLN
   serta pekerjaan lainnya. Perjanjian ini berakhir pada tanggal 27 Februari 2024.


   Subkontraktor

   Bapak Erwin Sujana (Catatan 13)

   Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.03/LCKM-ERWIN SUJANA/PKKK-SUB CON/I/2020 tanggal
   3 Januari 2020, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Erwin Sujana selaku
   subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan

                                                   33
Page 36
                                 PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   Tanggal 31 Maret 2025 Serta
                Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING (lanjutan)

   proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
   berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
   diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.

   Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.01/LCKM-ERWIN SUJANA/PKKK-SUB CON/I/2021 tanggal
   4 Januari 2021, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Erwin Sujana selaku
   subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan
   proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
   berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
   diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.

   Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.03/LCKM-ERWIN SUJANA/PKKK-SUBCON/20213 tanggal
   5 Januari 2023, Perusahaan setuju untuk memperpanjang kontrak dengan Bapak Erwin Sujana selaku
   subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 31
   Desember 2023 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah diperoleh dan selanjutnya
   akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.


   Bapak Suhadi (Catatan 13)

   Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.008/LCKM-SUHADI/PKS-SUBCON/X/2020 tanggal
   20 Oktober 2020, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Suhadi selaku
   subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan
   proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
   berakhir pada tanggal 20 Oktober 2021 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
   diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.

   Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.003/LCKM-SUHADI/PKS-SUBCON/X/2021 tanggal
   22 Oktober 2021, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Suhadi selaku
   subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan
   proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
   berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
   diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.

   Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.005/LCKM-SUHADI/X/PKS-SUBCON/2022 tanggal 24
   Oktober 2022, Perusahaan setuju untuk memperpanjang kontrak dengan Bapak Suhadi selaku
   subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan
   proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
   berakhir pada tanggal 25 Oktober 2023 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
   diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.

   Bapak Rizal (Catatan 13)

   Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.008/LCKM-RIZAL/XII/PKS-SUBCON/2019 tanggal
   23 Desember 2019, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Rizal selaku
   subkontraktor berupa kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan
   proyek serta, mengawasi dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan
   berakhir pada tanggal 23 Desember 2020 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah
   diperoleh dan selanjutnya akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.

   Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.005/LCKM-RIZAI/PKS-SUBCON/I/2021 tanggal 4 Januari
   2021, Perusahaan setuju untuk memberikan proyek kepada Bapak Rizal selaku subkontraktor berupa
   kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan proyek serta, mengawasi
   dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 4
   Januari 2022 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah diperoleh dan selanjutnya
   akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.
                                                   34
Page 37
                              PT LCK GLOBAL KEDATON Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                Tanggal 31 Maret 2025 Serta
             Untuk Periode Tiga Bulanan Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


Sesuai dengan perjanjian kontrak kerja No.001/LCKM-RIZAL/PKS-SUBCON/I/2023 tanggal 3 Januari
2023, Perusahaan setuju untuk memerpanjang kontrak dengan Bapak Rizal selaku subkontraktor berupa
kegiatan jasa telekomunikasi. Perusahaan berkewajiban mendanai kegiatan proyek serta, mengawasi
dan mengatur secara penuh atas kegiatan proyek tersebut. Perjanjian ini akan berakhir pada tanggal 3
Januari 2024 atau dapat disesuaikan dengan masa kerja proyek yang telah diperoleh dan selanjutnya
akan dikaji ulang dan dilakukan evaluasi setiap 1 (satu) tahun.




                                              35

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.95 MB
Published30 Apr 2025
Pages37
Characters113,556
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 37 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org LCK GLOBAL KEDATON Tbk p.4 ×109
linked org LCK Investama p.8 ×3
linked person Lim Chin Kim. p.8 ×3
linked person Susan Lim Mei Peng p.8
linked person Kenny Lim p.8 ×2
linked person Yopie Tribayu p.8
linked — Lim Kah Hock p.9
linked person Ruben Partogi p.9
linked person Simon Arosokhi Gulo p.9
linked person Nurfitriyana Adha Candora p.9
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.26 ×5
linked org Bank Mega p.26
linked org Maju Mekar p.30 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.8 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9
possible org Bursa Efek Indonesia p.9
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.26 ×2
possible person Suhadi p.36 ×4
unresolved org PT Global Kedaton Teknologi p.8
unresolved person Akta Notaris Sahat Simanungkalit p.8
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.8 ×2
unresolved person Akta Notaris Rifson p.8
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.8
unresolved person Akta Notaris Leolin Jayayanti p.8 ×4
unresolved org PT LCK Investama Prima Indonesia p.8 ×3
unresolved org PT LCK Indo Holdings p.8
unresolved org PT Bank Mega Syariah p.26
unresolved org PT. Cakra Media Indonesia p.26
unresolved org PT Bima Registra p.30
unresolved org PT LCK Investama Prima p.30 ×2
unresolved org PT Maju Mekar Makmur p.30 ×3
unresolved org PT. Fiberhome Technologies Indonesia p.31 ×4
unresolved org PT. YPTT Solution Indonesia p.31
unresolved org PT Triview Geospatial Mandiri p.34 ×3
unresolved org PT Lasmana Swasti Prashida p.35 ×6
unresolved person Erwin Sujana p.35 ×4
unresolved person Rizal p.36 ×4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result