Back to announcement
20260703_MKNT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32108096_lamp2.pdf
Other Text extracted MKNTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 42
Page 1
Permintaan Penjelasan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2026
Nomor S-06680/BEI.PP1/06-2026 tanggal 9 Juni 2026
1. Merujuk CALK 1 bagian entitas anak yang dikonsolidasikan, Perseroan tidak mencantumkan kedua entitas
anak yang baru diakusisi tanggal 29 Mei 2026:
Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut.
2. Merujuk laporan posisi keuangan, total aset dilaporkan sebesar Rp1.426.397.721.197, sedangkan total
liabilitas Rp1.436.134.985.132 dikurangi defisiensi ekuitas Rp9.737.263.936 menghasilkan
Rp1.426.397.721.196 atau selisih Rp1 dengan total aset. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut
Page 2
Page 3
3. Merujuk laporan posisi keuangan, penjumlahan pos aset lancar 2026 menghasilkan Rp819.335.238.602, tetapi laporan menyajikan Rp819.335.238.603 atau selisih Rp1. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut 4. Merujuk CALK 1 Umum bagian Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Page 4
Hal ini tidak sesuai dengan hasil RUPST tanggal 23 Februari 2026 yang menetapkan bahwa susunan direksi dan dewan komisaris Perseroan sebagai berikut: Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 5
5. Merujuk laporan posisi keuangan, penyertaan saham disajikan Rp6.800.983.000, sedangkan pada CALK 9
dan pengungkapan risiko kredit disajikan Rp6.800.983.003 atau selisih Rp3. Agar dijelaskan dan diperbaiki
apabila diperlukan.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
6. Merujuk CALK 17, utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp836.177.595.310 dan pihak berelasi sebesar
Rp3.559.300.649. Seharusnya total utang lain-lain 31 Mei 2026 adalah Rp839.736.895.959, tetapi catatan
menampilkan jumlah Rp3.559.300.649 untuk 2026 dan Rp828.967.852.900 untuk 2025. Agar dijelaskan dan
diperbaiki apabila diperlukan.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 6
7. Merujuk laporan arus kas, kas awal 2026 adalah Rp4.349.732, dampak penyesuaian proforma/kombinasi bisnis entitas sepengendali Rp72.653.089.708, dan kas akhir Rp72.657.439.440. Angka kas akhir tersebut sama dengan kas awal + dampak proforma, sehingga tidak mencerminkan penurunan bersih kas yang dilaporkan (beban keuangan Rp3.192.229, net cash operating Rp692.230, dan net decrease Rp3.192.229). Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 7
8. Merujuk laporan arus kas, terdapat dampak penyesuaian proforma/kombinasi bisnis entitas sepengendali
Rp72.653.089.708. Tidak terdapat penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Agar dijelaskan rincian
transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, khususnya dengan mempertimbangkan bahwa merujuk
pada keterbukaan informasi Perseroan, akuisisi yang baru terjadi adalah akuisisi dari pihak ketiga atau
bukan sepengendalian.
Jawaban :
Kami telah melakukan perbaikan laporan keuangan karena terdapat kesalahan penamaan akun pada
laporan arus kas seharusnya dicatat sebagai saldo kas dan bank PT Citra Baru Steel dan PT Radja Udang
Malingping pada tanggal 31 Mei 2026 dengan jumlah Rp. 72.656.281.937.
Page 8
9. Merujuk laporan arus kas, terdapat pembayaran beban keuangan Rp3.192.229, tetapi laporan laba rugi dan
CALK 25 menyatakan beban keuangan nihil/Rp0. Agar dijelaskan.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 9
10. Merujuk pada Laporan Laba Rugi, tidak dicantumkan referensi CALK untuk masing-masing akun. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 10
11. Pada laporan laba rugi 2026, beban penjualan dan pemasaran disajikan Rp2.495.774.194, sedangkan beban umum dan administrasi disajikan nihil. Namun CALK 23 justru merinci komponen seperti jasa tenaga ahli, gaji, perlengkapan kantor, penyusutan, dan lain-lain yang secara substansi lebih menyerupai beban umum dan administrasi.
Page 11
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
12. Pada laporan posisi keuangan, goodwill disajikan Rp40.203.873.212, tetapi CALK 11 versi bahasa Inggris
menyebut goodwill sebesar Rp428.188.485.167, yang merupakan angka total aset tetap. Agar dijelaskan
dan diperbaiki apabila diperlukan.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 12
Perhitungan Goodwill PT Citra Baru Steel
Perhitungan Goodwill
Harga Beli Saham 668.006.058.612
Dikurangi Ekuitas
Modal Saham 469.400.000.000
Saldo Rugi (40.867.377.218)
Surplus Revaluasi 195.423.928.748
Laba Tahun Berjalan 12.585.816.129
Kepentingan Non Pengendali (63.654.237)
Jumlah 636.478.713.422
Goodwill 31.527.345.190
Perhitungan Goodwill PT Radja Udang Malingping
13. Banyak halaman CALK menggunakan header “Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain”. Agar
dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 13
14. CALK umum menyatakan LK untuk periode/tahun yang berakhir 31 Mei 2026 telah diotorisasi pada 8 Mei
2024. Tanggal otorisasi tersebut mendahului periode laporan, sehingga jelas salah. Agar dijelaskan dan
diperbaiki apabila diperlukan.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
15. Di beberapa bagian seperti CALK 1, CALK 25, CALK 32, dan judul halaman disebut “tahun yang berakhir 31
Mei 2026” atau “31 Maret 2026”, padahal laporan ini adalah periode lima bulan yang berakhir 31 Mei 2026.
Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
16. Merujuk laporan keuangan, terdapat perubahan sangat besar dari uang muka penyertaan saham Rp822,9
miliar menjadi aset seperti persediaan Rp611,2 miliar, aset tetap Rp428,2 miliar, goodwill Rp40,2 miliar, aset
lain-lain Rp125,9 miliar, utang bank Rp363,1 miliar, dan liabilitas pajak tangguhan Rp57,2 miliar. Namun
pengungkapan akuisisi/kombinasi bisnis belum cukup menjelaskan tanggal akuisisi, pihak yang diakuisisi,
dasar pengendalian, nilai imbalan, aset/liabilitas teridentifikasi, goodwill/bargain purchase, dan dasar
pengukuran. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan, dengan merujuk pada PSAK berlaku dan
Bapepam LK Nomor VIII.G.7.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Perubahan terjadi disebabkan karena PT MKNT telah melakukan proses konsolidasian dengan PT CBS dan
PT RUM.
1. UM penyertaan saham sebesar Rp. 822.925.100.000 telah dicatat sebagai investasi dan investasi telah
dieliminasi dengan modal saham PT MKNT di PT CBS dan PT RUM
2. Atas AJB yang terjadi pada tanggal 29 Mei 2026, maka perseroan telah mengakui pencatatan atas nilai
persediaan PT CBS sebesar Rp. 608.065.783.279 dan nilai persediaan PT RUM sebesar Rp. 3.117.944.752.
Goodwill PT CBS sebesar Rp. 31.527.345.191 dan goodwill PT RUM sebesar Rp. 7.566.897.057, aktiva lain-
lain PT CBS di PT Waskita Beton Precast Tbk senilai Rp. 6.301.983.003, utang bank PT CBS di PT Bank
Mandiri sebesar Rp. 363.066.205.955 serta liabilitas pajak tangguhan PT CBS sebesar Rp. 55.119.569.646
dan pajak tangguhan PT RUM sebesar Rp. 2.072.256.305.
Page 14
17. Merujuk laporan keuangan, diketahui bahwa nilai Persediaan adalah sebesar Rp611,2 miliar. Namun
demikian, Perseroan tidak mencantumkan CALK atas persediaan tersebut sehingga tidak ada ada rincian
per jenis, metode pencatatan, status jaminan, dan rekonsiliasi dengan COGS. Agar dijelaskan dan diperbaiki
apabila diperlukan, dengan merujuk pada PSAK berlaku dan Bapepam LK Nomor VIII.G.7.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
18. Merujuk pada CALK 10 aset tetap, Perseroan hanya menyantumkan nilai bersih dan beban penyusutan, dan
tidak mengungkapkan rincian kelompok aset, saldo awal, penambahan, pelepasan, dampak akuisisi/proforma,
akumulasi penyusutan, beban penyusutan, dan saldo akhir. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan,
dengan merujuk pada PSAK berlaku dan Bapepam LK Nomor VIII.G.7
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 15
Page 16
19. Merujuk CALK 12 Uang Muka Dan Biaya Dibayar Dimuka Jangka Panjang per 31 Mei 2026, nilai uang muka atas pembelian tanah seluas 764.509 M2 sebesar Rp125.853.803.014 dan uang muka pembelian obat sebesar Rp. 10.070.000, pada 31 Desember 2025 tidak terdapat nilai uang muka jangka Panjang. Namun demikian merujuk pada laporan posisi keuangan, tidak terdapat akun Uang Muka Dan Biaya Dibayar Dimuka Jangka Panjang dengan nilai Rp123 miliar. Selain itu, Perseroan juga tidak mencantumkan pihak penerima, perjanjian, status legal tanah, lokasi, jangka waktu realisasi, apakah berelasi/tidak, serta risiko recoverability. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan, dengan merujuk pada PSAK berlaku dan Bapepam LK Nomor VIII.G.7. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut
Page 17
20. Pengungkapan utang bank Rp363,1 miliar belum memadai. CALK hanya menyebut fasilitas KMK umum, KMK transaksional, dan revolving Bank Mandiri. Belum ada informasi limit fasilitas, tingkat bunga, jangka waktu, jatuh tempo, covenant, jaminan, saldo per fasilitas, dan kepatuhan covenant. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan, dengan merujuk pada PSAK berlaku dan Bapepam LK Nomor VIII.G.7. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut
Page 18
Page 19
Page 20
21. Merujuk CALK 6, terdapat perbedaan sub-jumlah dimana subtotal pihak ketiga Rp8.920.000.000, subtotal
pihak berelasi nihil, tapi total di neraca Rp51.045.383.124
Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
Jawaban :
Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 21
22. Merujuk laporan keuangan, terdapat peningkatan utang bank jangka pendek dari sebelumnya nihil menjadi Rp. 363 miliar. Tidak ada arus kas pendanaan terkait dengan peningkatan utang bank tersebut. Merujuk pada CALK 16, nilai pinjaman bank perusahaan sebesar Rp. 363.066.205.955 yang terdiri atas kredit KMK Umum Bank Mandiri, KMK Transaksional Bank Mandiri dan Revolving Bank Mandiri, namun Perseroan tidak menyantumkan informasi detail mengenai pihak yang melakukan pinjaman, limit fasilitas, tingkat bunga, jatuh tempo, maupun kepatuhan terhadap covenant. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 22
Page 23
Page 24
23. Merujuk laporan keuangan, terdapat peningkatan utang bank jangka pendek dari sebelumnya nihil menjadi Rp126 miliar. Merujuk CALK 15, Perseroan hanya menyantumkan nilai utang tersebut namun tidak ada penjelasan tambahan mengenai alasan kenaikan, pihak yang ditagih, maupun konteks transaksi. Merujuk PSAK dan Bapepam LK VIII.G.7, perlu dilakukan pengungkapan material seperti pihak lawan transaksi, alasan kenaikan, dan risiko terkait. Agar dijelaskan dan revisi apabila diperlukan. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut : 24. Merujuk pada CALK 17. Utang Lain-Lain, terdapat Utang lain-lain - pihak berelasi sebesar Rp3,5 miliar per 31 Mei 2025 dan Rp499 juta per 31 Desember 2025. Agar dijelaskan rincian pihak berelasi tersebut, latar belakang utang, jangka waktu, tingkat bunga, dan ketentuan pinjaman lain jika ada. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 25
Page 26
25. Merujuk laporan keuangan, Liabilitas Pajak Tangguhan sebesar Rp57.191.825.951 dicatat di neraca per 31 Mei 2026. Merujuk CALK 13, Perseroan hanya menjelaskan metode liabilitas atas perbedaan temporer secara umum, namun tidak menguraikan perhitungan rinci, asumsi pajak, maupun analisis realisasi manfaat aset pajak. Merujuk PSAK dan Bapepam LK VIII.G.7, perlu pengungkapan material terkait basis perhitungan, tarif pajak yang digunakan, klasifikasi aset/ liabilitas pajak tangguhan, dan risiko terkait pemulihan. Agar dijelaskan dan direvisi apabila diperlukan. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut : Liabilitas pajak tangguhan bersumber dari revaluasi aset tetap yang di lakukan PT Citra Baru Steel pada tahun 2025 dan PT Radja Udang Malingping.
Page 27
a. PT Citra Baru Steel Perusahaan melakukan revaluasi pada aset tanah, bangunan, mesin dan peralatan, kendaraan, perlengkapan kantor dan instalasi. Penilaian dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan berlaku efektif untuk periode laporan keuangan tanggal 31 Desember 2025 sesuai dengan laporannya No. 00117/2.0053-00/PI/04/0506/1/II/2026 tertanggal 25 Februari 2026. Metode penilaian yang digunakan adalah metode pendekatan pasar dan metode pendekatan biaya. Berikut rincian dan mutasi aset tetap setelah revaluasi : b. Radja Udang Malingping Perusahaan melakukan revaluasi pada aset tanah, bangunan, mesin dan peralatan, serta instalasi listrik dan air. Penilaian dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan berlaku efektif untuk periode laporan keuangan tanggal 31 Desember 2025 sesuai dengan laporannya No. 00118/2.0053-00/PI/01/0506/1/II/2026 tertanggal 25 Februari 2026. Metode penilaian yang digunakan adalah metode pendekatan pasar dan pendekatan biaya metode biaya pengganti Berikut rincian dan mutasi aset tetap setelah revaluasi :
Page 28
26. Merujuk laporan keuangan, Liabilitas Imbalan Kerja karyawan sebesar Rp1.439.610.197 tercatat di neraca per 31 Mei 2026. Merujuk CALK 19, Perseroan hanya menyebut metode aktuaria ‘Projected Unit Credit’ dan beberapa asumsi umum, namun tidak mengungkapkan sensitivitas, asumsi diskonto, tingkat kenaikan gaji, tingkat mortalitas, umur pensiun, tingkat pengunduran diri karyawan, maupun jadwal pembayaran. Merujuk PSAK dan Bapepam LK VIII.G.7, perlu pengungkapan material mengenai asumsi utama, metode perhitungan, dan dampak perubahan asumsi terhadap liabilitas. Agar dijelaskan dan direvisi apabila diperlukan. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 29
27. Merujuk laporan keuangan, Tambahan Modal Disetor sebesar Rp236.102.524.489 pada 31 Mei 2026 meningkat signifikan dibanding Rp32.993.656.000 pada periode sebelumnya. Merujuk CALK 21, Perseroan hanya menyajikan nilai saldo tersebut tanpa menjelaskan penyebab perubahannya. Agar dijelaskan apakah peningkatan tersebut terkait dengan akuisisi kedua entitas anak? Jika ya, agar dijelaskan dasar rujukan PSAK- nya, khususnya dengan mempertimbangkan bahwa merujuk PSAK 110 Konsolidasi Laporan Keuangan seluruh komponen ekuitas entitas anak perlu dielimininasi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian. Bursa meminta agar Perseroan melakukan reivisi apabila diperlukan. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 30
Page 31
Page 32
28. Merujuk laporan keuangan, Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya menunjukkan defisit Rp357.327.143.206 per 31 Mei 2026, meningkat sekitar 134% dari defisit Rp151.819.379.729 per 31 Desember 2025. Merujuk laporan perubahan ekuitas, peningkatan ini dikaitkan dengan item ‘Dampak Penyesuaian Proforma dan Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali’. Mengingat pada periode ini tidak terdapat kombinasi bisnis entitas sepengendali yang terjadi, agar dijelaskan dan direvisi apabila diperlukan. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut :
Page 33
Page 34
29. Merujuk laporan keuangan, Kepentingan Non-Pengendali sebesar Rp12.645.219 per 31 Mei 2026 dicatat di neraca tanpa penjelasan rinci. Merujuk CALK 23, tidak ada pengungkapan proporsi aset bersih dan hasil usaha dari dua entitas anak baru, termasuk alokasi laba/rugi sejak tanggal pengendalian. Merujuk PSAK 110 dan Bapepam LK VIII.G.7, Perseroan wajib menyajikan pengungkapan material terkait bagian kepemilikan non- pengendali, metode pengukuran, dampak akuisisi, dan perhitungan proporsi ekuitas yang tidak diatribusikan kepada Grup. Agar dijelaskan dan direvisi apabila diperlukan. Jawaban : Penjelasan dan perbaikan atas penyajian laporan keuangan dengan capture sebagai berikut
Page 35
Page 36
Apabila terdapat penerbitan kembali laporan keuangan oleh karena adanya perbaikan/revisi Bursa meminta Perseroan untuk menyampaian Kembali Surat Pernyataan Direksi atas laporan keuangan yang diterbitkan kembali tersebut. Lebih lanjut, dapat kami sampaikan bahwa tanggung jawab terhadap akurasi dan pemenuhan kualitas laporan keuangan sebagaimana diatur dalam Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan yang diterbitkan oleh SAK Indonesia adalah tanggung jawab manajemen Perseroan. Bursa meminta Perseroan untuk memperhatikan seluruh informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan per 31 Mei 2026, dan tidak hanya memperbaiki hal- hal yang Bursa tanyakan dalam permintaan penjelasan ini.
Page 37
Permintaan Penjelasan atas Laporan Keuangan 31 Mei 2026
Nomor S-06680/BEI.PP1/06-2026 tanggal 9 Juni 2026
1. Merujuk CALK 1 bagian entitas anak yang dikonsolidasikan, Perseroan tidak mencantumkan kedua
entitas anak yang baru diakusisi tanggal 29 Mei 2026:
Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
2. Merujuk laporan posisi keuangan, total aset dilaporkan sebesar Rp1.426.397.721.197, sedangkan
total liabilitas Rp1.436.134.985.132 dikurangi defisiensi ekuitas Rp9.737.263.936 menghasilkan
Rp1.426.397.721.196 atau selisih Rp1 dengan total aset. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila
diperlukan.
3. Merujuk laporan posisi keuangan, penjumlahan pos aset lancar 2026 menghasilkan
Rp819.335.238.602, tetapi laporan menyajikan Rp819.335.238.603 atau selisih Rp1. Agar
dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
4. Merujuk CALK 1 Umum bagian Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Hal ini tidak sesuai dengan hasil RUPST tanggal 23 Februari 2026 yang menetapkan bahwa
susunan direksi dan dewan komisaris Perseroan sebagai berikut:
Page 38
Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
5. Merujuk laporan posisi keuangan, penyertaan saham disajikan Rp6.800.983.000, sedangkan pada
CALK 9 dan pengungkapan risiko kredit disajikan Rp6.800.983.003 atau selisih Rp3. Agar
dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
6. Merujuk CALK 17, utang lain-lain pihak ketiga sebesar Rp836.177.595.310 dan pihak berelasi
sebesar Rp3.559.300.649. Seharusnya total utang lain-lain 31 Mei 2026 adalah Rp839.736.895.959,
tetapi catatan menampilkan jumlah Rp3.559.300.649 untuk 2026 dan Rp828.967.852.900 untuk
2025. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
7. Merujuk laporan arus kas, las awal 2026 adalah Rp4.349.732, dampak penyesuaian
proforma/kombinasi bisnis entitas sepengendali Rp72.653.089.708, dan kas akhir
Rp72.657.439.440. Angka kas akhir tersebut sama dengan kas awal + dampak proforma, sehingga
tidak mencerminkan penurunan bersih kas yang dilaporkan (beban keuangan Rp3.192.229, net cash
operating Rp692.230, dan net decrease Rp3.192.229). Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila
diperlukan.
8. Merujuk laporan arus kas, terdapat dampak penyesuaian proforma/kombinasi bisnis entitas
sepengendali Rp72.653.089.708. Tidak terdapat penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Agar
dijelaskan rincian transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, khususnya dengan
mempertimbangkan bahwa merujuk pada keterbukaan informasi Perseroan, akuisisi yang baru
terjadi adalah akuisisi dari pihak ketiga atau bukan sepengendalian.
9. Merujuk laporan arus kas, terdapat pembayaran beban keuangan Rp3.192.229, tetapi laporan laba
rugi dan CALK 25 menyatakan beban keuangan nihil/Rp0. Agar dijelaskan.
10. Merujuk pada Laporan Laba Rugi, tidak dicantumkan referensi CALK untuk masing-masing akun.
Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
11. Pada laporan laba rugi 2026, beban penjualan dan pemasaran disajikan Rp2.495.774.194,
sedangkan beban umum dan administrasi disajikan nihil. Namun CALK 23 justru merinci
komponen seperti jasa tenaga ahli, gaji, perlengkapan kantor, penyusutan, dan lain-lain yang secara
substansi lebih menyerupai beban umum dan administrasi.
Page 39
12. Pada laporan posisi keuangan, goodwill disajikan Rp40.203.873.212, tetapi CALK 11 versi bahasa
Inggris menyebut goodwill sebesar Rp428.188.485.167, yang merupakan angka total aset tetap.
Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
13. Banyak halaman CALK menggunakan header “Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
Lain”. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
14. CALK umum menyatakan LK untuk periode/tahun yang berakhir 31 Mei 2026 telah diotorisasi
pada 8 Mei 2024. Tanggal otorisasi tersebut mendahului periode laporan, sehingga jelas salah. Agar
dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
15. Di beberapa bagian seperti CALK 1, CALK 25, CALK 32, dan judul halaman disebut “tahun yang
berakhir 31 Mei 2026” atau “31 Maret 2026”, padahal laporan ini adalah periode lima bulan yang
berakhir 31 Mei 2026. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
16. Merujuk laporan keuangan, terdapat perubahan sangat besar dari uang muka penyertaan saham
Rp822,9 miliar menjadi aset seperti persediaan Rp611,2 miliar, aset tetap Rp428,2 miliar, goodwill
Rp40,2 miliar, aset lain-lain Rp125,9 miliar, utang bank Rp363,1 miliar, dan liabilitas pajak
tangguhan Rp57,2 miliar. Namun pengungkapan akuisisi/kombinasi bisnis belum cukup
menjelaskan tanggal akuisisi, pihak yang diakuisisi, dasar pengendalian, nilai imbalan,
aset/liabilitas teridentifikasi, goodwill/bargain purchase, dan dasar pengukuran. Agar dijelaskan
dan diperbaiki apabila diperlukan, dengan merujuk pada PSAK berlaku dan Bapepam LK Nomor
VIII.G.7.
17. Merujuk laporan keuangan, diketahui bahwa nilai Persediaan adalah sebesar Rp611,2 miliar.
Namun demikian, Perseroan tidak mencantumkan CALK atas persediaan tersebut sehingga tidak
ada ada rincian per jenis, metode pencatatan, status jaminan, dan rekonsiliasi dengan COGS. Agar
dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan, dengan merujuk pada PSAK berlaku dan Bapepam
LK Nomor VIII.G.7.
Page 40
18. Merujuk pada CALK 10 aset tetap, Perseroan hanya menyantumkan nilai bersih dan beban
penyusutan, dan tidak mengungkapkan rincian kelompok aset, saldo awal, penambahan, pelepasan,
dampak akuisisi/proforma, akumulasi penyusutan, beban penyusutan, dan saldo akhir. Agar
dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan, dengan merujuk pada PSAK berlaku dan Bapepam
LK Nomor VIII.G.7.
19. Merujuk CALK 12 Uang Muka Dan Biaya Dibayar Dimuka Jangka Panjang per 31 Mei 2026, nilai
uang muka atas pembelian tanah seluas 764.509 M2 sebesar Rp125.853.803.014 dan uang muka
pembelian obat sebesar Rp. 10.070.000, pada 31 Desember 2025 tidak terdapat nilai uang muka
jangka Panjang. Namun demikian merujuk pada laporan posisi keuangan, tidak terdapat akun Uang
Muka Dan Biaya Dibayar Dimuka Jangka Panjang dengan nilai Rp123 miliar. Selain itu, Perseroan
juga tidak mencantumkan pihak penerima, perjanjian, status legal tanah, lokasi, jangka waktu
realisasi, apakah berelasi/tidak, serta risiko recoverability. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila
diperlukan, dengan merujuk pada PSAK berlaku dan Bapepam LK Nomor VIII.G.7.
20. Pengungkapan utang bank Rp363,1 miliar belum memadai. CALK hanya menyebut fasilitas KMK
umum, KMK transaksional, dan revolving Bank Mandiri. Belum ada informasi limit fasilitas,
tingkat bunga, jangka waktu, jatuh tempo, covenant, jaminan, saldo per fasilitas, dan kepatuhan
covenant. Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan, dengan merujuk pada PSAK berlaku
dan Bapepam LK Nomor VIII.G.7.
21. Merujuk CALK 6, terdapat perbedaan sub-jumlah dimana subtotal pihak ketiga Rp8.920.000.000,
subtotal pihak berelasi nihil, tapi total di neraca Rp51.045.383.124
Agar dijelaskan dan diperbaiki apabila diperlukan.
22. Merujuk laporan keuangan, terdapat peningkatan utang bank jangka pendek dari sebelumnya nihil
menjadi Rp363 miliar. Tidak ada arus kas pendanaan terkait dengan peningkatan utang bank
tersebut. Merujuk pada CALK 16, nilai pinjaman bank perusahaan sebesar Rp. 363.066.205.955
yang terdiri atas kredit KMK Umum Bank Mandiri, KMK Transaksional Bank Mandiri dan
Page 41
Revolving Bank Mandiri, namun Perseroan tidak menyantumkan informasi detail mengenai pihak
yang melakukan pinjaman, limit fasilitas, tingkat bunga, jatuh tempo, maupun kepatuhan terhadap
covenant.
23. Merujuk laporan keuangan, terdapat peningkatan utang bank jangka pendek dari sebelumnya nihil
menjadi Rp126 miliar. Merujuk CALK 15, Perseroan hanya menyantumkan nilai utang tersebut
namun tidak ada penjelasan tambahan mengenai alasan kenaikan, pihak yang ditagih, maupun
konteks transaksi. Merujuk PSAK dan Bapepam LK VIII.G.7, perlu dilakukan pengungkapan
material seperti pihak lawan transaksi, alasan kenaikan, dan risiko terkait. Agar dijelaskan dan revisi
apabila diperlukan.
24. Merujuk pada CALK 17. Utang Lain-Lain, terdapat Utang lain-lain - pihak berelasi sebesar Rp3,5
miliar per 31 Mei 2025 dan Rp499 juta per 31 Desember 2025. Agar dijelaskan rincian pihak
berelasi tersebut, latar belakang utang, jangka waktu, tingkat bunga, dan ketentuan pinjaman lain
jika ada.
25. Merujuk laporan keuangan, Liabilitas Pajak Tangguhan sebesar Rp57.191.825.951 dicatat di neraca
per 31 Mei 2026. Merujuk CALK 13, Perseroan hanya menjelaskan metode liabilitas atas perbedaan
temporer secara umum, namun tidak menguraikan perhitungan rinci, asumsi pajak, maupun analisis
realisasi manfaat aset pajak. Merujuk PSAK dan Bapepam LK VIII.G.7, perlu pengungkapan
material terkait basis perhitungan, tarif pajak yang digunakan, klasifikasi aset/ liabilitas pajak
tangguhan, dan risiko terkait pemulihan. Agar dijelaskan dan direvisi apabila diperlukan.
26. Merujuk laporan keuangan, Liabilitas Imbalan Kerja karyawan sebesar Rp1.439.610.197 tercatat
di neraca per 31 Mei 2026. Merujuk CALK 19, Perseroan hanya menyebut metode aktuaria
‘Projected Unit Credit’ dan beberapa asumsi umum, namun tidak mengungkapkan sensitivitas,
asumsi diskonto, tingkat kenaikan gaji, tingkat mortalitas, umur pensiun, tingkat pengunduran diri
karyawan, maupun jadwal pembayaran. Merujuk PSAK dan Bapepam LK VIII.G.7, perlu
pengungkapan material mengenai asumsi utama, metode perhitungan, dan dampak perubahan
asumsi terhadap liabilitas. Agar dijelaskan dan direvisi apabila diperlukan.
27. Merujuk laporan keuangan, Tambahan Modal Disetor sebesar Rp236.102.524.489 pada 31 Mei
2026 meningkat signifikan dibanding Rp32.993.656.000 pada periode sebelumnya. Merujuk
CALK 21, Perseroan hanya menyajikan nilai saldo tersebut tanpa menjelaskan penyebab
perubahannya. Agar dijelaskan apakah peningkatan tersebut terkait dengan akuisisi kedua entitas
anak? Jika ya, agar dijelaskan dasar rujukan PSAK-nya, khususnya dengan mempertimbangkan
bahwa merujuk PSAK 110 Konsolidasi Laporan Keuangan seluruh komponen ekuitas entitas anak
perlu dielimininasi dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian. Bursa meminta agar
Perseroan melakukan reivisi apabila diperlukan.
28. Merujuk laporan keuangan, Saldo Laba Belum Ditentukan Penggunaannya menunjukkan defisit
Rp357.327.143.206 per 31 Mei 2026, meningkat sekitar 134% dari defisit Rp151.819.379.729 per
31 Desember 2025. Merujuk laporan perubahan ekuitas, peningkatan ini dikaitkan dengan item
‘Dampak Penyesuaian Proforma dan Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali’.
Mengingat pada periode ini tidak terdapat kombinasi bisnis entitas sepengendali yang terjadi, agar
dijelaskan dan direvisi apabila diperlukan.
Page 42
29. Merujuk laporan keuangan, Kepentingan Non-Pengendali sebesar Rp12.645.219 per 31 Mei 2026
dicatat di neraca tanpa penjelasan rinci. Merujuk CALK 23, tidak ada pengungkapan proporsi aset
bersih dan hasil usaha dari dua entitas anak baru, termasuk alokasi laba/rugi sejak tanggal
pengendalian. Merujuk PSAK 110 dan Bapepam LK VIII.G.7, Perseroan wajib menyajikan
pengungkapan material terkait bagian kepemilikan non-pengendali, metode pengukuran, dampak
akuisisi, dan perhitungan proporsi ekuitas yang tidak diatribusikan kepada Grup. Agar dijelaskan
dan direvisi apabila diperlukan.
Apabila terdapat penerbitan kembali laporan keuangan oleh karena adanya perbaikan/revisi Bursa
meminta Perseroan untuk menyampaian Kembali Surat Pernyataan Direksi atas laporan keuangan yang
diterbitkan kembali tersebut.
Lebih lanjut, dapat kami sampaikan bahwa tanggung jawab terhadap akurasi dan pemenuhan kualitas
laporan keuangan sebagaimana diatur dalam Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan yang
diterbitkan oleh SAK Indonesia adalah tanggung jawab manajemen Perseroan. Bursa meminta
Perseroan untuk memperhatikan seluruh informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan per 31
Mei 2026, dan tidak hanya memperbaiki hal-hal yang Bursa tanyakan dalam permintaan penjelasan ini.
Names mentioned 13 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Citra Baru Steel
p.7 ×2
unresolved
org
PT Radja Udang Malingping
p.7 ×3
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Perhitungan Goodwill Harga Beli
p.12
unresolved
org
Bapepam
p.13 ×36
unresolved
org
PT MKNT
p.13 ×2
unresolved
org
PT CBS
p.13 ×7
unresolved
org
PT RUM.
p.13 ×5
unresolved
org
Bank Mandiri. Belum
p.17 ×2
unresolved
org
PT Citra Baru Steel Perusahaan
p.27
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta dan Rekan
p.27 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Edi Andesta
p.27 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.