Back to announcement
Perubahan Lebih Dari 20 Persen Mar 2025.pdf
Financial statement Text extracted BUKKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Analisa dan Penjelasan Kenaikan dan Penurunan
pada Laporan Posisi Keuangan Per 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dibandingkan
dengan Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2024 (Diaudit)
(disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
A. ASET
A1. Aset Lancar Selisih %
Per 31 Maret 2025 Rp. 2.516.146.567
Per 31 Desember 2024 Rp. 2.374.403.322 141.743.245 5,97%
A2. Aset Tidak Lancar
Per 31 Maret 2025 Rp. 6.859.047.642
Per 31 Desember 2024 Rp. 6.778.255.408 80.792.234 1,19%
A TOTAL ASET
Per 31 Maret 2025 Rp. 9.375.194.209
Per 31 Desember 2024 Rp. 9.152.658.730 222.535.479 2,43%
B LIABILITAS DAN EKUITAS
B1. LIABILITAS Selisih %
B1a. Liabilitas Jangka Pendek
Per 31 Maret 2025 Rp. 1.801.795.197
Per 31 Desember 2024 Rp. 2.069.574.879 (267.779.682) -12,94%
B1b. Liabilitas Jangka Panjang
Per 31 Maret 2025 Rp. 2.323.219.541
Per 31 Desember 2024 Rp. 1.997.728.925 325.490.616 16,29%
B1. Total Liabilitas
Per 31 Maret 2025 Rp. 4.125.014.738
Per 31 Desember 2024 Rp. 4.067.303.804 57.710.934 1,42%
B2. EKUITAS
Per 31 Maret 2025 Rp. 5.250.179.471
Per 31 Desember 2024 Rp. 5.085.354.926 164.824.545 3,24%
B TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
Per 31 Maret 2025 Rp. 9.375.194.209
Per 31 Desember 2024 Rp. 9.152.658.730 222.535.479 2,43%
Page 2
Detail Rasio Per 31 Desember 2024 dibandingkan dengan saldo Per 31 Maret 2025
A. Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar
No. Keterangan Per 31 Desember 2024 Per 31 Maret 2025 %
Kas dan Setara Kas 228.259.945 527.827.440 131,24%
Dana Yang Dibatasi Penggunaannya 163.468.104 100.642.796 -38,43%
Piutang Usaha 470.452.860 612.330.774 30,16%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 394.191.342 274.070.260 -30,47%
Piutang Lain-Lain 2.516.418 3.245.090 28,96%
Persediaan 648.774.279 599.149.611 -7,65%
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 258.105.739 336.884.159 30,52%
Pajak Dibayar Dimuka 208.634.635 61.996.437 -70,28%
2.374.403.322 2.516.146.567 5,97%
Uang Muka 255.465.546 256.435.661 0,38%
Piutang Lainnya Pihak Berelasi 3.160.998 3.934.949 24,48%
Pinjaman Direksi dan Karyawan 1.443.237 896.907 -37,85%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 1.516.516.128 1.611.365.336 6,25%
Penyertaan pada Entitas Asosiasi 3.886.238.102 3.886.238.102 0,00%
Aset Pajak Tangguhan-Bersih 44.544.656 44.544.656 0,00%
Aset Tetap 1.061.710.918 1.046.702.623 -1,41%
Aset Lain-Lain 9.175.823 8.929.408 -2,69%
Goodwill - - #DIV/0!
6.778.255.408 6.859.047.642 1,19%
9.152.658.730 9.375.194.209 2,43%
B. Liabilitas
No. Keterangan Per 31 Desember 2024 Per 31 Maret 2025 %
Utang Bank 465.675.240 403.719.230 -13,30%
Utang Usaha 573.867.225 480.967.841 -16,19%
Utang Lain-Lain 5.374.541 1.873.368 -65,14%
Utang Pajak 54.572.113 42.997.690 -21,21%
Uang Muka Pelanggan 111.770.378 111.268.810 -0,45%
Beban Masih Harus Dibayar 610.424.341 568.079.770 -6,94%
Utang Jatuh Tempo Kurang Dari Satu Tahun
- Utang Bank 219.456.000 164.842.000 -24,89%
- Utang Pihak Yang Berelasi 18.227.019 18.227.019 0,00%
- Utang Sewa Pembiayaan 10.208.022 9.819.469 -3,81%
2.069.574.879 1.801.795.197 -12,94%
Utang Kepada Pihak Berelasi 258.989.490 257.493.063 -0,58%
Liabilitas Imbalan Kerja 10.035.618 11.206.651 11,67%
Utang Jatuh Tempo Lebih Dari Satu Tahun
- Pinjaman Bank 1.715.300.210 2.039.050.210 18,87%
- Utang Lain-Lain 9.702.228 13.811.809 42,36%
- Utang Sewa Pembiayaan 3.701.379 1.657.808 -55,21%
1.997.728.925 2.323.219.541 16,29%
4.067.303.804 4.125.014.738 1,42%
Page 3
Berikut penjelasan atas rasio diatas (nilai penuh) : 1. Kas dan Setara Kas Saldo Kas dan Setara Kas mengalami peningkatan sebesar 131,24% dari sebesar Rp. 228,26 Milyar menjadi Rp. 527,83 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya penerimaan dari Pihak ke ketiga dan ditempatkan dalam deposito dengan mata uang Rupiah pada Bank Mandiri. 2. Dana Yang Dibatasi Penggunaannya Saldo Deposito yang Dibatasi Penggunaannya mengalami penurunan sebesar 38,43% dari sebesar Rp. 163,47 Milyar menjadi Rp. 100,64 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pencairan deposito di Bank Mandiri untuk jaminan cadangan Debt Service Reserve Account (DSRA) untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga triwulanan dan 1 (satu) kali angsuran triwulanan maksimal pada saat efektif fasilitas sampai dengan fasilitas kredit lunas. 3. Piutang Usaha Saldo Piutang Usaha mengalami peningkatan sebesar 30,16% yang disebabkan adanya piutang atas penjualan bulan Maret yang belum jatuh tempo baik konstruksi maupun non konstruksi. Adapun peningkatannya sebesar Rp. 141.878 Juta dari sebesar Rp. 470.453 Juta menjadi Rp. 612.331 Juta. 4. Aset Keuangan Dari Kontrak Konsesi - Aset Lancar Penurunan saldo Aset keuangan dari kontrak konsesi sebesar 30,47% atau setara dengan Rp. 120,12 Milyar dari semula sebesar Rp. 394,19 Milyar menjadi Rp. 274,07 Milyar. Merupakan nilai aset keuangan untuk proyek konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, antara Entitas Anak – PT Baja Titian Utama dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia selama 12 tahun terhitung sejak tanggal efektif, berdasarkan perjanjian Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) No.12/PKS/Db/2021 dan No.001/PTBTU-DIR/XII/2021, yang telah diklasifikasikan sebagai aset keuangan sebagai hasil penerapan ISAK 112. Masa kerjasama adalah selama 12 Tahun terhitung sejak tanggal efektif dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2034, yang terdiri dari target penyelesaian masa konstruksi selama 2 tahun dan masa layanan selama 10 tahun. Masa Layanan dapat diperpanjang dan/atau ditambah sesuai kententuan dalam kontrak. 5. Piutang lain-lain Kenaikan saldo Piutang Lain-Lain sebesar 28,96% dari saldo sebelumnya atau dari sebesar Rp. 2,52 Milyar menjadi sebesar Rp. 3,25 Milyar. Hal ini dikarenakan penambahan pinjaman oleh pihak ketiga lainnya yang bukan dalam transaksi usaha dan akan dikembalikan dalam jangka pendek. 6. Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka Kenaikan saldo Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka sebesar 30,52% dari semula Rp. 258,11 Milyar menjadi sebesar Rp. 336,88 Milyar karena peningkatan saldo/pembayaran dalam pos uang muka kepada pemasok dan uang muka pembelian material untuk penyelesaian Proyek Garbarata, Proyek transmisi PLN, Proyek Oil dan Gas yang saat ini sedang dalam proses pembangunan/pengerjaan, dan beberapa proyek lainnya. 7. Pajak Dibayar Dimuka Penurunan saldo Pajak Dibayar Dimuka sebesar 70,28% atau setara dengan Rp. 146,64 Milyar dari saldo per 31 Desember 2024 sebesar Rp. 208,63 Milyar terjadi di pos Pajak Pertambahan Nilai.
Page 4
8. Piutang Lainnya Pihak Berelasi
Kenaikan saldo Piutang Lainnya Pihak Berelasi sebesar 24,48% atau setara dengan Rp. 773,95 Juta karena adanya
penerimaan pinjaman Pihak Berelasi.
9. Pinjaman Direksi dan Karyawan
Penurunan saldo Pinjaman Direksi dan Karyawan sebesar 37,85% dari semula Rp. 1,44 Milyar menjadi sebesar Rp.
896,91 Juta karena adanya pembayaran dari pihak direksi dan karyawan.
10. Utang Lain-Lain
Penurunan saldo Utang Lain-Lain sebesar 65,14% atau setara dengan Rp. 3,50 Milyar dari sebesar Rp. 5,37 Milyar
menjadi Rp 1,87 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran pinjaman kepada pihak ketiga lainnya yang
bukan dalam transaksi usaha.
11. Utang Pajak
Penurunan saldo Utang Pajak sebesar 21,21% atau setara dengan Rp. 11,57 Milyar dari sebesar Rp. 54,57 Milyar
menjadi Rp. 43,00 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya PPh pasal 23, PPh pasal 29, PPh Pasal 21 dan pajak
penghasilan lainnya.
12. Utang Bank (Jangka Pendek)
Penurunan saldo Utang Bank sebesar 24,89% atau setara dengan Rp. 54,61 Milyar dari sebesar Rp. 219,46 Milyar
menjadi Rp. 164,84 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran utang bank atas pinjaman baik milik Induk
Perusahaan maupun Entitas Anak Perusahaan.
13. Utang Lain-Lain (Jangka Panjang)
Kenaikan saldo Utang Lain-Lain sebesar 42,36% atau setara dengan Rp. 4,11 Milyar dari sebesar Rp. 9,70 Milyar
menjadi Rp 13,81 Milyar. Hal dikarenakan adanya penambahan pinjaman dari pihak ketiga lainnya yang bukan
dalam transaksi usaha dan akan bayarkan dalam jangka panjang.
14. Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Panjang)
Penurunan utang sewa pembiayaan sebesar 55,21% atau setara dengan Rp. 2,04 Milyar karena pembayaran
cicilan kepada pihak leasing (BNI Multifinance dan Mandiri Tunas Finance, serta beberapa pihak leasing lainnya)
atas pembelian aset tetap.
Demikian penjelasan kami atas terjadinya deviasi antara Saldo per 31 Maret 2025 dengan Saldo per 31 Desember 2024
yang melebihi 20% sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-E Ketentuan angka III.1.4.
Terima kasih
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Baja Titian Utama
p.3
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.