Skip to content
Back to announcement

IPCC_Penjelasan Perubahan Aset Liabilitas Q1 2025.pdf

Financial statement Text extracted IPCC

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1 OCR 0.933
Ls | PELINDO

MULTI TERMINAL
IPCC TERMINAL KENDARAAN

Jakarta, 28 April 2025

Nomor: wu. 02.01/2y/4/1 /4eet/01eeu/tkt-2s
Lampiran : -
Perihal : Penjelasan Kenaikan/Penurunan Aset dan/atau Liabilitas Kuartal | Unaudited Tahun 2025

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

Kepada Yth,

PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia
Jl. Jend. Sudirman

Jakarta 12190, Indonesia

1. Menindaklanjuti penyampaian Laporan Keuangan Kuartal I Unaudited Tahun 2025 PT Indonesia
Kendaraan Terminal Tbk (“Perseroan”), bersama ini kami sampaikan penjelasan atas beberapa
perubahan material yang terjadi dalam pos-pos aset dan liabilitas, khususnya yang mengalami
pergerakan lebih dari 2046 dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya. Sebagai perusahaan
publik yang berkomitmen pada prinsip transparansi dan tata kelola yang baik, penjelasan ini kami
susun tidak semata-mata sebagai kewajiban regulasi, melainkan juga sebagai bentuk akuntabilitas
manajemen atas dinamika operasional dan keuangan yang kami jalankan di awal tahun 2025.

2. Pada kuartal pertama Tahun 2025, terdapat beberapa perubahan signifikan dalam pos aset lancar
yang perlu kami sampaikan sebagai berikut:

a. Terdapat pertumbuhan signifikan pada beberapa pos aset lancar. Salah satu perubahan utama
terjadi pada beban dibayar dimuka, yang mencatatkan kenaikan sebesar 527,47”6. Kenaikan
ini terutama disebabkan oleh pembayaran cuti karyawan untuk tahun 2025 yang dilakukan
pada awal Januari 2025. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk
mempercepat pembayaran kesejahteraan pegawai untuk menciptakan lingkungan kerja yang
lebih positif dan kondusif. Dengan memberikan perhatian lebih pada kesejahteraan karyawan,
perusahaan berharap dapat memperkuat komitmennya terhadap mereka, yang pada
gilirannya akan meningkatkan semangat dan motivasi dalam menjalankan aktivitas sehari-
hari. Kesejahteraan yang diperoleh oleh karyawan diharapkan dapat mendorong peningkatan
produktivitas, kinerja yang lebih baik, dan akhirnya berkontribusi pada pencapaian tujuan
perusahaan di tahun 2025.

b. Selanjutnya, uang muka meningkat sebesar 123,789, yang mencerminkan tingginya mobilitas
kegiatan operasional di berbagai area kerja kami. Uang muka ini digunakan untuk mendukung
pelaksanaan aktivitas operasional dan administratif yang bersifat lintas area, namun sebagian
besar belum diselesaikan pertanggungjawabannya sampai dengan tanggal pelaporan.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia
T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id

www.indonesiacarterminal.co.id

Page 2 OCR 0.955
J PELINDO

MULTI TERMINAL
IPCC TERMINAL KENDARAAN

C. Penurunan Aset Kontrak Pihak Ketiga sebesar 66,8446 dibandingkan dengan posisi akhir
tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena aset kontrak pihak ketiga, yang pada
dasarnya merupakan pengakuan pendapatan yang masih akan diterima, yakni jasa yang sudah
diberikan kepada pelanggan tetapi belum dibuatkan nota tagihannya. Dengan demikian, hak
pendapatan tersebut yang sebelumnya tercatat sebagai aset kontrak, kini telah masuk ke
dalam piutang usaha karena sudah dapat ditagihkan secara sah kepada pelanggan.

Penurunan ini mencerminkan bahwa proses operasional dan administrasi berjalan lebih cepat
dan efisien di awal tahun 2025, seiring dengan percepatan aktivitas layanan dan penyelesaian
pekerjaan yang dilakukan oleh Perusahaan. Penurunan ini juga menunjukkan bahwa
Perusahaan semakin responsif dalam menyelesaikan kewajiban kepada pelanggan, sehingga
proses pencatatan pendapatan menjadi lebih real-time dan akurat.

d. Sebaliknya, Aset Kontrak Pihak Berelasi, tercatat adanya kenaikan sebesar 56,964
dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
adanya aktivitas jasa yang telah diselesaikan namun belum diterbitkan notanya di area
Balikpapan. Pendapatan tersebut secara substansi telah menjadi hak Perusahaan, namun
pencatatan secara administratif masih dalam proses penerbitan tagihan. Oleh karena itu, nilai
atas jasa tersebut untuk sementara waktu dicatat sebagai aset kontrak. Peningkatan ini
mencerminkan adanya pertumbuhan aktivitas operasional di area tersebut, serta
menunjukkan bahwa Perusahaan terus menjalankan layanan kepada afiliasi secara aktif, yang
nantinya akan memberikan kontribusi terhadap pendapatan ketika proses penerbitan nota
telah dilakukan.

e. Pada periode laporan keuangan ini, pos pajak dibayar dimuka kembali mencatatkan saldo
sebesar Rp7,7 miliar. Kenaikan ini terutama berasal dari PPN Masukan yang diperoleh
Perusahaan atas transaksi pembelian barang dan jasa dari para rekanan selama awal tahun
2025. PPN Masukan tersebut tercatat sebagai pajak dibayar dimuka karena belum dapat
dikreditkan terhadap PPN Keluaran pada periode yang sama, sesuai dengan ketentuan
perpajakan yang berlaku. Sebagai catatan, pada akhir tahun 2024, saldo pajak dibayar dimuka
tercatat nihil. Hal ini terjadi karena pada saat itu telah dilakukan kompensasi penuh antara
PPN Masukan dan PPN Keluaran untuk masa pajak Desember 2024, sehingga seluruh kredit
pajak telah dimanfaatkan dan tidak menyisakan saldo untuk dibawa ke tahun berikutnya.
Pembentukan kembali saldo pajak dibayar dimuka pada awal tahun ini mencerminkan
aktivitas belanja operasional yang aktif, sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan tetap
menjaga kepatuhan atas administrasi perpajakan secara tertib dan transparan.

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia
T 622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id

www.indonesiacarterminal.co.id

Page 3 OCR 0.954
PELINDO

MULTI TERMINAL
IPCC TERMINAL KENDARAAN

3. Perubahan yang cukup signifikan terjadi pada pos Liabilitas Jangka Pendek, dan berikut ini adalah
rincian perubahannya:

a.

Pada sisi kewajiban jangka pendek, perusahaan mencatat penurunan yang cukup signifikan,
khususnya pada pos utang usaha kepada pihak ketiga yang menurun sebesar 34,1896, serta
utang usaha kepada pihak berelasi yang menurun sebesar 26,8996. Penurunan utang usaha
kepada pihak ketiga utamanya mencerminkan efektivitas dalam pengelolaan pembayaran
terhadap tagihan yang berasal dari mitra penyedia barang dan jasa, baik untuk kebutuhan
operasional (eksploitasi). Perusahaan secara proaktif memastikan bahwa kewajiban
pembayaran diselesaikan tepat waktu sesuai termin dan kesepakatan kontraktual. Strategi
pembayaran yang disiplin ini tidak hanya menciptakan efisiensi dalam pengelolaan arus kas,
tetapi juga memperkuat kepercayaan mitra kerja terhadap komitmen perusahaan. Pada
akhirnya, langkah ini turut berkontribusi pada stabilitas hubungan bisnis yang sehat dan
berkelanjutan.

Sementara itu, penurunan pada Liabilitas Jangka Pendek utang usaha kepada pihak berelasi
sebesar 26,894 mencerminkan perbaikan koordinasi dan efisiensi dalam pengelolaan
kewajiban antarentitas dalam grup usaha, termasuk kepada Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) dan entitas afiliasi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.

Utang ini pada umumnya merupakan kewajiban atas jasa dan pasokan barang dan jasa terkait
aktivitas eksploitasi, seperti pemanfaatan fasilitas terminal, pengelolaan peralatan bongkar
muat, maupun jasa pendukung lainnya yang diberikan oleh entitas dalam grup maupun BUMN
yang menjadi mitra kerja. Penurunan yang terjadi disebabkan oleh semakin lancarnya proses
rekonsiliasi berkala yang dilakukan secara sistematis antarperusahaan, sehingga mendorong
kesepahaman yang lebih cepat atas nilai tagihan dan mempercepat proses penyelesaian
kewajiban.

Khusus untuk transaksi dengan BUMN, kemudahan dalam pelunasan juga didukung oleh
komitmen bersama dalam menjaga tata kelola yang baik antarentitas negara serta adanya
kepatuhan yang tinggi terhadap ketentuan pembayaran yang telah disepakati. Kesepakatan
waktu jatuh tempo, serta penggunaan sistem pencatatan terintegrasi turut memperlancar
proses pembayaran utang usaha ini.

Secara keseluruhan, penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan sinergi dan
kepercayaan dalam ekosistem BUMN dan grup usaha, yang mendukung kelancaran arus kas
dan stabilitas operasional perusahaan secara berkelanjutan.

Utang usaha lain-lain kepada pihak ketiga mengalami kenaikan signifikan sebesar 54,2396.
Kenaikan ini utamanya berasal dari kewajiban atas pengadaan barang dan jasa yang bersifat
investasi, seiring dengan semakin banyaknya pengakuan fisik atas progres pekerjaan investasi
yang dilakukan perusahaan. Hal ini mencerminkan akselerasi pelaksanaan proyek-proyek

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

J.Sindang Laut No-100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia

www.indonesiacarterminal.co.id

T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id

Page 4 OCR 0.952
ts | PELINDO

MULTI TERMINAL
IPCC TERMINAL KENDARAAN

strategis perusahaan yang sedang berjalan, yang pembayaran tahapannya baru akan
direalisasikan setelah penyelesaian pekerjaan sesuai kontrak.

Di sisi lain, utang usaha lain-lain kepada pihak berelasi justru mencatat penurunan sebesar
36,584. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rutinitas rekonsiliasi data yang dilakukan
secara konsisten dan terstruktur antara perusahaan dengan group entitas berelasi. Melalui
rekonsiliasi tersebut, diperoleh kesepahaman yang lebih cepat terkait nilai transaksi dan
kewajiban masing-masing pihak, sehingga mempercepat proses penagihan dan penyelesaian
kewajiban usaha.

Namun demikian, untuk utang usaha kepada BUMN dalam kategori pihak berelasi, terjadi
sedikit peningkatan. Hal ini disebabkan oleh kemajuan progres fisik pada proyek-proyek
investasi yang melibatkan BUMN sebagai mitra penyedia jasa atau pelaksana kegiatan. Seiring
pencapaian milestone pekerjaan, perusahaan telah melakukan pembukuan atas kewajiban
tersebut sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas pengelolaan investasi.

Secara keseluruhan, dinamika pada pos utang usaha lain-lain ini menunjukkan komitmen
perusahaan dalam menjaga hubungan kerja sama yang sehat, baik dengan mitra swasta
maupun entitas negara, serta cerminan dari keaktifan dalam mendukung pertumbuhan aset
produktif jangka panjang melalui belanja investasi.

d. Utang pajak tercatat mengalami peningkatan sebesar 30,5996 dibandingkan dengan periode
sebelumnya. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya volume pendapatan yang
dibukukan oleh perusahaan pada periode laporan saat ini. Sesuai dengan ketentuan
perpajakan, setiap pendapatan yang dihasilkan perusahaan akan dikenakan Pajak
Pertambahan Nilai (PPN), yang dibuktikan melalui penerbitan nota yang dipersamakan
dengan faktur pajak atas transaksi tersebut. Semakin tinggi pendapatan yang diakui, maka
semakin besar pula nilai PPN Keluaran yang dipungut oleh perusahaan dan wajib disetorkan
ke negara.

Sebagai perbandingan, pada akhir tahun 2024 lalu, perusahaan telah melakukan proses
kompensasi (netting) antara PPN Masukan dan PPN Keluaran untuk masa pajak Desember
2024. Proses tersebut menghasilkan nilai utang pajak yang relatif lebih kecil pada akhir tahun,
karena jumlah PPN Keluaran berhasil dikompensasi dengan PPN Masukan dari pembelian
barang dan jasa.

Namun, pada periode Maret 2025 ini, nilai PPN Keluaran yang tercatat lebih tinggi disebabkan
oleh peningkatan pendapatan. Hal ini menyebabkan saldo utang pajak mengalami kenaikan
karena sebagian besar PPN Keluaran harus disetorkan secara penuh ke kas negara. Kondisi ini
mencerminkan peningkatan aktivitas usaha perusahaan sekaligus kepatuhan dalam
menjalankan kewajiban perpajakan secara transparan dan sesuai regulasi yang berlaku.

e. Pada pos liabilitas jangka pendek lainnya, khususnya yang berkaitan dengan pihak berelasi,
tercatat penurunan sebesar 28,8296. Pos ini umumnya mencerminkan kewajiban perusahaan
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia :

www.Indonesiacarterminal.co.id
T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id

Page 5 OCR 0.949
I PELINDO

MULTI TERMINAL
IPCC TERMINAL KENDARAAN

atas dana titipan pegawai, yaitu sejumlah potongan dari penghasilan karyawan yang ditujukan
untuk dibayarkan kepada pihak ketiga terkait, seperti lembaga penyelenggara jaminan sosial,
asuransi, atau dana kesejahteraan lainnya. Penurunan saldo ini mencerminkan telah
dilakukannya realisasi pembayaran atau pelunasan terhadap kewajiban-kewajiban tersebut
secara tepat waktu. Dengan demikian, saldo yang sebelumnya dicatat sebagai liabilitas kini
telah diselesaikan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memastikan pengelolaan
hak-hak karyawan secara tertib dan akuntabel.

4. Kami meyakini bahwa perubahan-perubahan ini merupakan refleksi dari aktivitas bisnis yang sehat
dan adaptif, serta menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga ritme pertumbuhan yang
berkelanjutan, didukung dengan pengelolaan keuangan yang hati-hati dan bertanggung jawab.

5. Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Kami terbuka untuk memberikan klarifikasi tambahan
apabila diperlukan dan senantiasa berkomitmen untuk menjaga integritas serta kepercayaan investor
terhadap kinerja kami.

PT INDONESIA KENDARAAN TERMINAL Tbk
DIREKTUR KEUANGAN, SDM & MANAJEMEN RISIKO

WING MEGANTORO//

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia

www.indonesiacarterminal.co.id
T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.88 MB
Published28 Apr 2025
Pages5
Characters13,274
Text sourceOCR
OCR confidence0.949

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PELINDO MULTI p.1 ×5
linked org Indonesia Kendaraan Terminal Tbk p.1 ×26
linked person WING MEGANTORO p.5
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org Milik Negara p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 7

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result