Skip to content
Back to announcement

20250426_MEDP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31878371_lamp2.pdf

Other Text extracted MEDP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 22

Page 1
                                                                    KETERBUKAAN INFORMASI
  OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU
  KECUKUPAN ISI KETERBUKAAN INFORMASI INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
  PENAWARAN UMUM INI MERUPAKAN PENAWARAN UMUM OBLIGASI KEPADA PEMODAL PROFESIONAL DAN HANYA DAPAT DITAWARKAN DAN/ATAU DIJUAL KEPADA
  PEMODAL PROFESIONAL.
  KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA
  BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
  PT MEDCO POWER INDONESIA (“PERSEROAN”) DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI,
  FAKTA, DATA ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI.




                                                                     PT MEDCO POWER INDONESIA
                                                                               Kegiatan Usaha Utama:
                                                                             Pembangkitan tenaga listrik
                                                                                    Kantor Pusat:
                                                                     Gedung The Energy, Lantai 8, SCBD Lot. 11A
                                                              Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190
                                                              Telepon +62 21 2995 3300; Faksimile +62 21 2995 3301
                                                                       Email: corsec.mpi@medcoenergi.com
                                                                        Situs Web: www.medcopower.co.id

                                                PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN KEPADA PEMODAL PROFESIONAL
                                                      OBLIGASI BERKELANJUTAN I MEDCO POWER INDONESIA
                                    DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR RP3.000.000.000.000,- (TIGA TRILIUN RUPIAH)

                          DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN TERSEBUT, PERSEROAN AKAN MENERBITKAN DAN MENAWARKAN
                                           OBLIGASI BERKELANJUTAN I MEDCO POWER INDONESIA TAHAP I TAHUN 2025
                           DENGAN TOTAL DANA SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR RP500.000.000.000,- (LIMA RATUS MILIAR RUPIAH) (“OBLIGASI”)
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Obligasi ini memberikan pilihan bagi Pemodal
Profesiona untuk memilih seri yang dikehendaki, yaitu dengan adanya 3 (tiga) seri Obligasi yang ditawarkan sebagai berikut:
  Seri A        :    Jumlah Pokok Obligasi Seri A sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak
                     Tanggal Emisi;
  Seri B        :    Jumlah Pokok Obligasi Seri B sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak
                     Tanggal Emisi; dan
  Seri C        :    Jumlah Pokok Obligasi Seri C sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun
                     sejak Tanggal Emisi.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing
Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 24 September 2025, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-
masing Obligasi adalah pada tanggal 24 Juni 2028 untuk Obligasi Seri A, 24 Juni 2030 untuk Obligasi Seri B dan 24 Juni 2032 untuk Obligasi Seri C.

                OBLIGASI BERKELANJUTAN I MEDCO POWER INDONESIA TAHAP II DAN/ATAU TAHAP SELANJUTNYA (JIKA ADA) AKAN DITENTUKAN KEMUDIAN
                                                               PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
  OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN KHUSUS, TETAPI DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN PERSEROAN, BAIK BARANG BERGERAK MAUPUN BARANG
  TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI, MENJADI JAMINAN BAGI PEMEGANG OBLIGASI INI SESUAI DENGAN KETENTUAN
  DALAM PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA. HAK PEMEGANG OBLIGASI ADALAH PARI PASSU TANPA HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK
  KREDITUR PERSEROAN LAINNYA BAIK YANG ADA SEKARANG MAUPUN DI KEMUDIAN HARI, KECUALI HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN YANG DIJAMIN SECARA KHUSUS
  DENGAN KEKAYAAN PERSEROAN BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI.
  PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN. PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI UNTUK
  SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI SEBELUM TANGGAL PELUNASAN POKOK OBLIGASI. PERSEROAN MEMPUNYAI HAK UNTUK MEMBERLAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI
  OBLIGASI UNTUK DIPERGUNAKAN SEBAGAI PELUNASAN ATAU DISIMPAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA PASAR DENGAN MEMPERHATIKAN
  KETENTUAN DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU. KETERANGAN MENGENAI PEMBELIAN KEMBALI DAPAT
  DILIHAT PADA BAB I PROSPEKTUS.
  PERSEROAN MEMPUNYAI HAK PENUH UNTUK MELAKUKAN OPSI BELI OBLIGASI YAITU MELAKUKAN PEMBAYARAN PENUH ATAU PELUNASAN AWAL ATAS SELURUH
  OBLIGASI SERI B DAN/ATAU SERI C KEPADA PEMEGANG OBLIGASI, DIMANA PELAKSANAAN PEMBAYARAN OBLIGASI TERSEBUT DILAKUKAN MELALUI AGEN PEMBAYARAN.
  KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI SYARAT-SYARAT PELUNASAN AWAL ATAS SELURUH OBLIGASI SERI B DAN/ATAU SERI C DAPAT DILIHAT PADA BAB I PROSPEKTUS.
  PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”) DAN AKAN
  DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.
  DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS OBLIGASI DARI PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA
  (PEFINDO):
                                                                         idA
                                                                     (Single A)
  KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG HASIL PEMERINGKATAN DAPAT DILIHAT PADA BAGIAN PENAWARAN UMUM DI DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI
  RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH KETERGANTUNGAN DENGAN PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PERSERO) (“PLN”) SEBAGAI PELANGGAN UTAMA
  PERSEROAN DALAM KEGIATAN PEMBANGKIT LISTRIK SWASTA. RISIKO LAIN YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI
  YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.
                                               OBLIGASI INI AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”)
                                       PENAWARAN UMUM OBLIGASI INI DIJAMIN SECARA KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT)

                                                     PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI



                                        PT BNI SEKURITAS             PT MANDIRI SEKURITAS           PT TRIMEGAH SEKURITAS INDONESIA TBK

                                                                                 WALI AMANAT
                                                                                PT Bank Mega Tbk

                                                    Keterbukaan informasi ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 28 April 2025
Page 2
                                                     INDIKASI JADWAL
 Masa Penawaran Awal                                    :                                            30 April – 23 Mei 2025
 Tanggal Efektif                                        :                                                       16 Juni 2025
 Masa Penawaran Umum                                    :                                                  18-19 Juni 2025
 Tanggal Penjatahan                                     :                                                       20 Juni 2025
 Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan                    :                                                       24 Juni 2025
 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik          :                                                       24 Juni 2025
 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia             :                                                       25 Juni 2025

                                                    PENAWARAN UMUM

NAMA OBLIGASI

Obligasi Berkelanjutan I Medco Power Indonesia Tahap I Tahun 2025.

JENIS OBLIGASI

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI
sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan
Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal
diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah
Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian.

HARGA PENAWARAN

100% (seratus persen) dari jumlah pokok Obligasi.

JUMLAH POKOK OBLIGASI

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia. Obligasi ini memberikan pilihan bagi Pemodal Profesional untuk memilih seri yang dikehendaki, yaitu dengan
adanya 3 (tiga) seri Obligasi yang ditawarkan sebagai berikut:
 Seri A    :   Jumlah Pokok Obligasi Seri A sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen)
               per tahun, berjangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi;
 Seri B    :   Jumlah Pokok Obligasi Seri B sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen)
               per tahun, berjangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi; dan
 Seri C    :   Jumlah Pokok Obligasi Seri C sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen)
               per tahun, berjangka waktu 7 (tujuh) tahun sejak Tanggal Emisi.

Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan yang dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat dengan perhitungan 1 (satu)
tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 (tiga puluh) Hari Kalender sejak Tanggal
Emisi. Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada tanggal 24 September 2025. Pelunasan Obligasi dilakukan secara
penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dari masing-masing seri
Obligasi dan/atau pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi
sesuai dengan ketentuan Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan.
Jumlah yang wajib dibayarkan oleh Perseroan pada tanggal pembayaran pelunasan Pokok Obligasi adalah dengan harga yang
sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi pada Tanggal
Pelunasan Pokok Obligasi.
Jadwal dan periode pembayaran Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sekali, terhitung sejak Tanggal Emisi pada
Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi. Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari yang bukan Hari Bursa,
maka Bunga Obligasi dibayar pada Hari Bursa sesudahnya tanpa dikenakan Denda.
Berikut adalah jadwal pembayaran Bunga Obligasi dari masing-masing seri:




                                                              2
Page 3
                               Seri A                            Seri B                             Seri C
    Bunga Ke-
                              3 Tahun                           5 Tahun                            7 Tahun
         1               24 September 2025                 24 September 2025                 24 September 2025
         2               24 Desember 2025                  24 Desember 2025                   24 Desember 2025
         3                 24 Maret 2026                     24 Maret 2026                      24 Maret 2026
         4                  24 Juni 2026                      24 Juni 2026                       24 Juni 2026
         5               24 September 2026                 24 September 2026                 24 September 2026
         6               24 Desember 2026                  24 Desember 2026                   24 Desember 2026
         7                 24Maret 2027                      24Maret 2027                       24Maret 2027
         8                  24 Juni 2027                      24 Juni 2027                       24 Juni 2027
         9               24 September 2027                 24 September 2027                 24 September 2027
        10               24 Desember 2027                  24 Desember 2027                   24 Desember 2027
        11                 24 Maret 2028                     24 Maret 2028                      24 Maret 2028
        12                  24 Juni 2028                      24 Juni 2028                       24 Juni 2028
        13                                                 24 September 2028                 24 September 2028
        14                                                 24 Desember 2028                   24 Desember 2028
        15                                                   24 Maret 2029                      24 Maret 2029
        16                                                    24 Juni 2029                       24 Juni 2029
        17                                                 24 September 2029                 24 September 2029
        18                                                 24 Desember 2029                   24 Desember 2029
        19                                                   24 Maret 2030                      24 Maret 2030
        20                                                    24 Juni 2030                       24 Juni 2030
        21                                                                                   24 September 2030
        22                                                                                    24 Desember 2030
        23                                                                                      24 Maret 2031
        24                                                                                       24 Juni 2031
        25                                                                                   24 September 2031
        26                                                                                   24 Desember 20231
        27                                                                                      24 Maret 2032
        28                                                                                       24 Juni 2032

SATUAN PEMINDAHBUKUAN

Satuan pemindahbukuan Obligasi adalah sebesar Rp1,- (satu Rupiah) dan/atau kelipatannya. Satu satuan pemindahbukuan
mempunyai hak untuk mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO.

JUMLAH MINIMUM PEMESANAN

Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar satu satuan perdagangan yakni
sebesar Rp5.000.000 (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.

JAMINAN DAN HAK SENIORITAS ATAS UTANG

Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik barang
bergerak maupun tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari menjadi jaminan bagi pemegang
Obligasi ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Hak Pemegang
Obligasi adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya baik yang ada sekarang maupun di
kemudian hari, kecuali hak-hak kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah
ada maupun yang akan ada di kemudian hari.

Pemegang Obligasi tidak mempunyai hak untuk didahulukan dan hak Pemegang Obligasi adalah pari passu tanpa hak preferen
dengan hak-hak kreditur Perseroan lainnya, baik yang ada sekarang maupun yang akan ada di kemudian hari, kecuali hak-hak
kreditur Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada maupun yang akan ada,
sebagaimana ditentukan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.

Perseroan tidak mempunyai utang senioritas yang mempunyai hak keutamaan atau preferen.




                                                           3
Page 4
PENYISIHAN DANA PELUNASAN POKOK OBLIGASI (SINKING FUND)

Perseroan tidak menyelenggarakan penyisihan dana untuk Obligasi ini dengan pertimbangan untuk mengoptimalkan
penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi ini sesuai dengan tujuan rencana penggunaan dana Penawaran Umum
Obligasi.

PELUNASAN AWAL SELURUH OBLIGASI MELALUI OPSI BELI OBLIGASI

Perseroan mempunyai hak penuh untuk melakukan Opsi Beli Obligasi yaitu melakukan pembayaran penuh atau pelunasan
awal atas seluruh Obligasi Seri B dan/atau Seri C kepada Pemegang Obligasi, dimana pelaksanaan pembayaran Obligasi
tersebut dilakukan melalui Agen Pembayaran.
Syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Opsi Beli Obligasi sebagai berikut:
1. a. Opsi Beli Obligasi Seri B dapat dilaksanakan oleh Perseroan pada ulang tahun ke-3 (ketiga) sejak Tanggal Emisi atau ulang
   tahun ke-4 (keempat) sejak Tanggal Emisi; dan/atau
   b. Opsi Beli Obligasi Seri C dapat dilaksanakan oleh Perseroan pada ulang tahun ke-4 (keempat) sejak Tanggal Emisi; atau
   pada ulang tahun ke-5 (kelima) sejak Tanggal Emisi atau pada ulang tahun ke-6 (keenam) sejak Tanggal Emisi dengan
   memperhatikan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
2. Apabila Perseroan memutuskan untuk melaksanakan Opsi Beli Obligasi, maka Perseroan wajib melunasi lebih awal seluruh
   Pokok Obligasi yang masih merupakan kewajiban Perseroan yang belum dibayarkan kepada Pemegang Obligasi melalui
   Agen Pembayaran pada Tanggal Pelaksanaan Opsi Beli dengan Harga Pelaksanaan Opsi Beli dan seluruh Pemegang Obligasi
   wajib menerima pelunasan lebih awal seluruh Pokok Obligasi yang dimiliki mereka masing-masing, sesuai dengan
   ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
3. Untuk menghindari keragu-raguan dengan ini ditegaskan bahwa pelaksanaan Opsi Beli Obligasi dilakukan sesuai dengan
   ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan dan tanpa perlu meminta persetujuan terlebih dahulu melalui RUPO.
4. Dalam hal Perseroan akan melaksanakan Opsi Beli Obligasi maka Perseroan wajib:
   a. melaporkan rencana Opsi Beli Obligasi kepada OJK, dalam waktu paling lambat 2 (dua) Hari Kerja sebelum pengumuman
      rencana Opsi Beli Obligasi tersebut.
   b. memberitahukan kepada Wali Amanat dan Agen Pembayaran melalui surat secara tertulis dalam waktu selambat-
      lambatnya 5 (lima) Hari Kalender sebelum Tanggal Pengumuman Opsi Beli Obligasi mengenai maksud Perseroan untuk
      melaksanakan Opsi Beli Obligasi.
   c. melakukan Pengumuman mengenai rencana Perseroan untuk melaksanakan Opsi Beli Obligasi yang wajib dilakukan
      paling lambat 30 (tiga puluh) Hari Kalender sebelum Tanggal Pelaksanaan Opsi Beli melalui:
       i. situs web Perseroan dalam Bahasa Indonesia dan bahasa asing, dengan ketentuan bahasa asing yang digunakan
          paling sedikit bahasa Inggris; dan
      ii. situs web Bursa Efek atau 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional.
5. Jika Perseroan memutuskan untuk melaksanakan Opsi Beli Obligasi, maka Pemegang Obligasi yang berhak menerima
   pembayaran atas pelaksanaan Opsi Beli Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang
   Rekening yang diterbitkan oleh KSEI pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pelaksanaan Opsi Beli kecuali ditentukan
   lain oleh KSEI, sesuai ketentuan KSEI yang berlaku dan seluruh Obligasi yang disimpan di KSEI dibekukan sehingga Obligasi
   tersebut tidak dapat dialihkan/dipindahbukukan sejak 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pelaksanaan Opsi Beli.
6. Perseroan wajib menyetorkan sejumlah uang yaitu sejumlah Harga Pelaksanaan Opsi Beli kepada Agen Pembayaran yang
   harus telah tersedia (in good funds) selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Bursa sebelum Tanggal Pelaksanaan Opsi Beli yang
   dipergunakan untuk pelunasan Pokok Obligasi sebagai pelaksanaan Opsi Beli Obligasi.
7. Agen Pembayaran akan membayarkan jumlah pembayaran Harga Pelaksanaan Opsi Beli kepada Pemegang Obligasi melalui
   Pemegang Rekening berdasarkan instruksi dari Perseroan.
8. Apabila Tanggal Pelaksanaan Opsi Beli Obligasi tersebut jatuh pada hari yang bukan Hari Kerja maka pembayaran Opsi Beli
   Obligasi harus dilakukan pada Hari Kerja berikutnya, tanpa adanya kewajiban dari Perseroan membayar Denda atas
   mundurnya pembayaran Opsi Beli Obligasi.
9. Selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Pelaksanaan Opsi Beli, Agen Pembayaran akan menyampaikan
   pemberitahuan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening, Perseroan dan Wali Amanat mengenai
   pelaksanaan Opsi Beli Obligasi, termasuk dalam tidak dapat-dilaksanakannya Opsi Beli tersebut disebabkan kegagalan atau
   keterlambatan Perseroan dalam menyediakan jumlah dana yang cukup.
10. Opsi Beli Obligasi yang telah diajukan oleh Perseroan sesuai dengan ketentuan tersebut diatas tidak dapat ditarik kembali.



                                                              4
Page 5
11. Dengan dilaksanakannya Opsi Beli Obligasi, maka Obligasi yang telah dilunasi menjadi tidak berlaku, dan tidak dapat
    diterbitkan atau dijual kembali tanpa perlu dinyatakan dalam suatu akta apapun, dan Obligasi yang telah dilunasi tersebut
    menjadi jatuh tempo dan selanjutnya Perseroan tidak berkewajiban membayar Bunga Obligasi tersebut.
12. Pembayaran Opsi Beli Obligasi yang dilakukan oleh Perseroan kepada Agen Pembayaran yang harus dibayar pada Tanggal
    Pelaksanaan Opsi Beli Obligasi tersebut dianggap pembayaran lunas dan/atau pelunasan oleh Perseroan kepada Pemegang
    Obligasi atas Pokok Obligasi setelah dana tersebut diterima oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada
    KSEI, dengan memperhatikan Perjanjian Perwaliamanatan, dan dengan demikian Perseroan dibebaskan dari kewajiban
    untuk melakukan pembayaran yang bersangkutan kepada Pemegang Obligasi.
   Apabila Perseroan telah benar-benar menyetor dana untuk pembayaran Opsi Beli Obligasi kepada Agen Pembayaran
   sedangkan Agen Pembayaran tidak melakukan pembayaran Opsi Beli Obligasi pada Tanggal Pelaksanaan Opsi Beli, maka
   Agen Pembayaran bertanggung jawab penuh kepada Perseroan atas pelaksanaan pembayaran Opsi Beli Obligasi sebagai
   pelunasan yang dilakukan Agen Pembayaran, dengan demikian Perseroan dibebaskan dari kewajiban untuk melakukan
   pembayaran atas pelaksanaan dilakukannya Opsi Beli Obligasi.
13. Apabila ternyata prosedur pelaksanaan pembayaran Opsi Beli Obligasi tersebut diatas menyimpang dari ketentuan yang
    berlaku khususnya ketentuan di KSEI, maka prosedur pelaksanaan pembayaran tersebut harus mengacu kepada ketentuan
    yang berlaku, khususnya ketentuan di KSEI selaku Agen Pembayaran yang ditunjuk oleh Perseroan.
   Dalam waktu paling lambat pada akhir hari kerja ke-2 (kedua) setelah dilakukannya Opsi Beli Obligasi oleh Perseroan, maka
   Perseroan wajib menyampaikan pemberitahuan mengenai telah dilaksanakannya Opsi Beli Obligasi tersebut kepada OJK
   dan melakukan pengumuman kepada Pemodal Profesional, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
   berlaku termasuk Peraturan OJK No. 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material oleh
   Perseroan atau Perusahaan Publik tanggal 16-12-2015 (enam belas Desember dua ribu lima belas), yang diundangkan pada
   tanggal 22-12-2015 (dua puluh dua Desember dua ribu lima belas) dan Peraturan OJK No. 45/2024..


PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK)

Dalam hal Perseroan melakukan pembelian kembali Obligasi maka berlaku ketentuan sebagai berikut:
 i. Pembelian kembali Obligasi ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk kemudian dijual kembali dengan harga
       pasar;
 ii. Pelaksanaan pembelian kembali Obligasi dilakukan melalui Bursa Efek atau diluar Bursa Efek;
 iii. Pembelian kembali Obligasi baru dapat dilakukan 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan;
 iv. Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila hal tersebut mengakibatkan Perseroan tidak dapat memenuhi
       ketentuan-ketentuan di dalam Perjanjian Perwaliamanatan;
 v. Pembelian kembali Obligasi tidak dapat dilakukan apabila Perseroan melakukan kelalaian (wanprestasi) sebagaimana
       dimaksud dalam Perjanjian Perwaliamanatan;
 vi. Pembelian kembali Obligasi hanya dapat dilakukan oleh Perseroan dari pihak yang tidak terafiliasi;
 vii. Rencana pembelian kembali Obligasi wajib dilaporkan kepada OJK oleh Perseroan paling lambat 2 (dua) Hari Kalender
       sebelum pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi tersebut. Pengumuman tersebut wajib dilakukan paling
       sedikit melalui i) situs web Perseroan dalam Bahasa Indonesia dan bahasa asing, dengan ketentuan bahasa asing yang
       digunakan paling sedikit Bahasa Inggris dan; ii) situs web Bursa Efek atas 1 (satu) surat kabar harian berbahasa Indonesia;
 viii. Pembelian kembali Obligasi, dapat dilakukan setelah pengumuman rencana pembelian kembali Obligasi. Pengumuman
       tersebut wajib dilakukan paling sedikit melalui i) situs web Perseroan dalam Bahasa Indonesia dan bahasa asing, dengan
       ketentuan bahasa asing yang digunakan paling sedikit Bahasa Inggris dan ii) situs web Bursa Efek atau 1 (satu) surat kabar
       harian berbahasa Indonesia;
 ix. Rencana pembelian kembali Obligasi sebagaimana dimaksud dalam butir 7) dan pengumuman sebagaimana dimaksud
       dalam butir 8), paling sedikit memuat informasi tentang:
        a. periode penawaran pembelian kembali;
        b. jumlah dana maksimal yang digunakan untuk pembelian kembali;
        c. kisaran jumlah Obligasi yang akan dibeli kembali;
        d. harga atau kisaran harga yang ditawarkan untuk pembelian kembali Obligasi;
        e. tata cara penyelesaian transaksi;
        f. persyaratan bagi Pemegang Obligasi yang mengajukan penawaran jual;
        g. tata cara penyampaian penawaran jual oleh Pemegang Obligasi;
        h. tata cara pembelian kembali Obligasi; dan
        i. hubungan Afiliasi antara Perseroan dan Pemegang Obligasi;
 x. Perseroan wajib melakukan penjatahan secara proporsional sebanding dengan partisipasi setiap Pemegang Obligasi yang
       melakukan penjualan Obligasi apabila jumlah Obligasi yang ditawarkan untuk dijual oleh Pemegang Obligasi, melebihi
       jumlah Obligasi yang dapat dibeli kembali;


                                                                5
Page 6
xi. Perseroan wajib menjaga kerahasiaan atas semua informasi mengenai penawaran jual yang telah disampaikan oleh
      Pemegang Obligasi;
xii. Perseroan dapat melaksanakan pembelian kembali Obligasi tanpa melakukan pengumuman sebagaimana dimaksud
      dalam butir viii, dengan ketentuan:
       a. Jumlah pembelian kembali Obligasi tidak lebih dari 5% (lima persen) dari jumlah Obligasi untuk masing-masing jenis
           Obligasi yang beredar dalam periode 1 (satu) tahun setelah Tanggal Penjatahan;
       b. Obligasi yang dibeli kembali tersebut bukan Obligasi yang dimiliki oleh Afiliasi Perseroan; dan
       c. Obligasi yang dibeli kembali tersebut hanya untuk disimpan yang kemudian hari dapat dijual kembali;
      dan wajib dilaporkan kepada OJK paling lambat akhir Hari Kerja ke-2 (kedua) setelah terjadinya pembelian kembali
      Obligasi;
xiii. Perseroan wajib melaporkan kepada OJK dan Wali Amanat, serta mengumumkan kepada publik dalam waktu paling
      lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah dilakukannya pembelian kembali Obligasi.
xiv. Pembelian kembali Obligasi dilakukan dengan mendahulukan obligasi yang tidak dijamin jika terdapat lebih dari satu
      Obligasi yang diterbitkan Perseroan;
xv. Pembelian kembali wajib dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian
      kembali tersebut jika terdapat lebih dari satu obligasi yang tidak dijamin;
xvi. Pembelian kembali wajib mempertimbangkan aspek kepentingan ekonomis Perseroan atas pembelian kembali Obligasi
      tersebut jika terdapat jaminan atas seluruh obligasi;
xvii. Pembelian kembali oleh Perseroan mengakibatkan:
       a. Hapusnya segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, meliputi hak menghadiri RUPO, hak suara,
           dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika dimaksudkan untuk
           pelunasan; atau
       b. Pemberhentian sementara segala hak yang melekat pada Obligasi yang dibeli kembali, meliputi hak menghadiri
           RUPO, hak suara, dan hak memperoleh Bunga Obligasi serta manfaat lain dari Obligasi yang dibeli kembali jika
           dimaksudkan untuk disimpan dan dijual kembali.

HASIL PEMERINGKATAN OBLGASI

Sesuai dengan Peraturan OJK No. 7/2017 dan Peraturan OJK No. 49/2020, Perseroan telah melakukan pemeringkatan dalam
rangka penerbitan Obligasi yang dilakukan oleh Pefindo. Berdasarkan surat No. RC-529/PEF-DIR/IV/2025 tanggal 17 April 2025,
Obligasi ini mendapatkan peringkat:
                                                             idA
                                                         (Single A)

Peringkat tersebut berlaku untuk periode 16 April 2025 sampai dengan 1 April 2026. Perseroan tidak memiliki hubungan Afiliasi
dengan Pefindo sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 1 angka (1) UUPM dan UUP2SK.
Perseroan akan melakukan pemeringkatan setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas Obligasi tersebut belum dibayar
kembali, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 49/2020.

WALI AMANAT

Perseroan telah menunjuk PT Bank Mega Tbk sebagai Wali Amanat Perseroan dalam Obligasi ini sesuai dengan ketentuan yang
tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank Mega Tbk. Alamat Wali Amanat
adalah sebagai berikut:

                                                     PT Bank Mega Tbk
                                                   Capital Market Services
                                               Menara Bank Mega, Lantai 16
                                             Jl. Kapten P. Tendean No. 12-14A
                                                        Jakarta 12790
                                            Email: waliamanat@bankmega.com

Perseroan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan PT Bank Mega Tbk yang bertindak sebagai Wali Amanat.

Keterangan selengkapnya mengenai Wali Amanat dapat dilihat pada Bab X Prospektus.




                                                             6
Page 7
                        RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM

Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan
seluruhnya oleh Perseroan untuk membiayai Perusahaan Anak, MGSU, dalam melaksanakan proyek Penugasan Survei
Pendahuluan dan Eksplorasi Panas Bumi di daerah Bonjol, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat.
Pembiayaan dari Perseroan kepada MGSU akan dilakukan dalam bentuk pemberian pinjaman dan/atau peningkatan
penyertaan modal pada MGSU.
Keterangan selengkapnya mengenai Penggunaan Dana dapat dilihat pada Bab II Prospektus.

                                       ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

Analisis dan pembahasan kondisi keuangan serta hasil operasi Perseroan dan Perusahaan Anak dalam bab ini harus dibaca
bersama-sama dengan laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak pada tanggal 31 Desember 2024 dan
2023 (diaudit). Laporan keuangan konsolidasian, yang terdiri dari laporan keuangan Perseroan dan Perusahaan Anak, disusun
dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia.
Laporan Keuangan konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut telah disusun oleh manajemen Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia dan disajikan dalam mata uang Indonesia Rupiah, telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (firma
anggota Ernst & Young Global Limited) berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia
(“IAPI”) dan ditandatangani oleh Indrajuwana Komala Widjaja (Registrasi Akuntan Publik No.AP. 0696) dan Tjoa Tjek Nien
(Registrasi Akuntan Publik No.AP. 1175) dengan opini tanpa modifikasian sebagaimana yang tercantum dalam laporan auditor
independen terkait masing-masing dengan Laporan No. 00842/2.1032/AU.1/02/0696-1/1/IV/2025 dan No.
00841/2.1032/AU.1/02/1175-4/1/IV/2025 dengan tanggal opini 25 April 2025.

ANALISIS KOMPONEN LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN

PENDAPATAN USAHA
Pendapatan usaha Perseroan merupakan hasil dari pendapatan konstruksi, pendapatan penjualan listrik, pendapatan
keuangan dari konsesi jasa, jasa operasi dan pemeliharaan dan pendapatan dari sewa pembangkit listrik.
Pendapatan konstruksi merupakan pengakuan pendapatan yang diperoleh sehubungan dengan proyek PLTGU Riau
berdasarkan perjanjian konsesi jasa kepada PLN.
Pendapatan penjualan listrik merupakan penjualan tenaga listrik kepada pelanggan yang berkaitan dengan komponen harga
tenaga listrik selain investasi sesuai dengan PJBTL (biaya gas, pemeliharaan dan overhead).
Pendapatan keuangan dari konsesi jasa merupakan pengakuan pendapatan yang diperoleh sehubungan dengan kenaikan nilai
aset keuangan jasa konsesi pada PJBTL PT Medco Ratch Power Riau kepada PLN.
Jasa operasi dan pemeliharaan merupakan pendapatan Perseroan atas penyediaan jasa O&M kepada PLN dan Sarulla
Operations Ltd.
Pendapatan dari sewa pembangkit listrik merupakan pendapatan dari penyerahan tenaga listrik kepada pelanggan untuk
komponen investasi dari transaksi pendapatan sesuai dengan PJBTL yang diperhitungkan sebagai transaksi sewa pembiayaan
dimana Perseroan adalah lessor dan PLN adalah lessee.
                                                                                                     (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                           31 Desember
                                                                                2024                       2023
 PENDAPATAN USAHA
    Pendapatan konstruksi                                                              1.277.392                 2.494.068
    Pendapatan penjualan listrik                                                         745.542                   746.703
    Pendapatan keuangan dari konsesi jasa                                                599.131                   477.094
    Jasa operasi dan pemeliharaan                                                        461.940                   389.171
    Pendapatan dari sewa pembangkit listrik                                              187.297                   214.539
 Total pendapatan usaha                                                                3.271.302                 4.321.575

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023

Pendapatan usaha Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp3.271.302 juta dan Rp4.321.575 juta, menurun sebesar 24% atau Rp1.050.273 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh menurunnya pendapatan konstruksi sebesar Rp1.216.676 juta sebagaimana dijelaskan berikut ini.
                                                           7
Page 8
Pendapatan konstruksi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp1.277.392 juta dan Rp2.494.068 juta, menurun sebesar 49% atau Rp1.216.676 juta. Hal ini terutama disebabkan pada tahun
2023 terdapat pengakuan pendapatan konstruksi atas akumulasi biaya eksplorasi dan pengembangan PLTP Ijen sebagai aset
konsesi keuangan pada saat tercapainya tanggal efektif Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PLTP Ijen pada tanggal 21 Januari
2023. Pada tahun 2024, pendapatan konstruksi terdiri dari pendapatan atas kegiatan konstruksi pada PLTP Ijen dan PLTS Bali
Timur, yang mana termin perjanjian pembelian tenaga listrik pada kedua pembangkit tersebut memenuhi ketentuan
pembukukan sebagai aset konsesi keuangan.
Jasa operasi dan pemeliharaan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp461.940 juta dan Rp389.171 juta, meningkat sebesar 19% atau Rp72.769 juta. Hal ini terutama disebabkan pada
tahun 2024 Perseroan mengakui pendapatan jasa operasi dan pemeliharaan pada PLTU Timor yang telah beroperasi komersial
sejak September 2024, jasa pemeliharaan yang ditagihkan kepada IKPT sebagai kontraktor pembangunan PLTU Timor dan
PLTU Sulut selama periode keterlambatan operasi komersial pembangkit dan akrual insentif pencapaian kinerja jasa operasi
dan pemeliharaan pada PLTU TJB untuk periode tahun 2024.
Pendapatan penjualan listrik untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 sebesar Rp745.542 juta, tidak mengalami
perubahan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp746.703 juta.
Pendapatan keuangan dari konsesi jasa pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp599.131 juta dan Rp477.094 juta, meningkat sebesar 26% atau Rp122.037 juta. Hal ini seiring dengan
peningkatan aset konsesi keuangan yang berasal dari kegiatan konstruksi pada PLTP Ijen dan PLTS Bali Timur.
Pendapatan dari sewa pembangkit listrik pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp187.297 juta dan Rp214.539 juta, menurun sebesar 13% atau Rp27.242 juta. Hal ini disebabkan oleh
penurunan pokok piutang sewa pembiayaan yang menjadi basis perhitungan sewa pembangkit listrik, karena telah ditagihkan
kepada PLN selama tahun berjalan.

BEBAN POKOK PENDAPATAN
Detail dari beban pokok pendapatan terdiri dari beban konstruksi, beban pembelian gas, pekerjaan jasa operasi dan
pemeliharaan, manajemen dan dukungan teknis, gaji dan tunjangan pegawai, penyusutan, barang habis pakai, beban
pemeliharaan dan sewa peralatan.
Beban konstruksi merupakan pengeluaran terkait pengerjaan konstruksi untuk proyek PLTGU Riau.
Beban pembelian gas merupakan pengadaan bahan bakar untuk mengoperasikan mesin pembangkit tenaga listrik yang
disediakan oleh PT Pertamina EP dan PT Perusahaan Gas Negara.
Pekerjaan jasa operasi dan pemeliharaan merupakan pengeluaran terkait dengan perawatan mesin utama pembangkit tenaga
listrik yang umumnya merupakan kontrak jangka Panjang.
Manajemen dan dukungan teknis merupakan pengadaan jasa berupa keahlian khusus terkait bidang tenaga listrik dan
manajemen proyek.
Gaji dan tunjangan pegawai adalah pembayaran untuk pegawai tenaga kerja langsung.
Penyusutan adalah biaya penyusutan atas kapitalisasi beban pemeliharaan signifikan ke mesin utama pembangkit tenaga listrik
dan biaya penyusutan peralatan fasilitas penunjang.
Barang habis pakai merupakan pengeluaran untuk material rutin umum untuk konsumsi mesin dan fasilitas penunjang
pembangkit tenaga listrik.
Beban pemeliharaan merupakan pengeluaran untuk suku cadang dan pemeliharaan untuk operasional mesin dan fasilitas
pendukung pembangkit lainnya.
Sewa peralatan merupakan sewa peralatan penunjang untuk menjalankan mesin dan fasilitas penunjang pembangkit tenaga
listrik.
                                                                                                          (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            31 Desember
                                                                                2024                           2023
 BEBAN POKOK PENDAPATAN
   Beban konstruksi                                                                    1.202.077                      2.338.428
   Beban pembelian gas                                                                   429.036                        449.041
   Gaji dan tunjangan pegawai                                                            115.319                         95.936
   Beban pemeliharaan                                                                    101.982                         94.142
   Penyusutan                                                                             93.219                         88.502
   Manajemen dan dukungan teknis                                                          81.383                         80.278
   Barang habis pakai                                                                     53.948                         55.332

                                                             8
Page 9
                                                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                               31 Desember
                                                                                   2024                           2023
   Sewa peralatan                                                                               545                            924
   Total beban pokok pendapatan                                                           2.077.507                      3.202.582

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Beban pokok pendapatan Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp2.077.507 juta dan Rp3.202.582 juta, menurut sebesar 35% atau Rp1.125.075 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh penurunan beban konstruksi sebesar Rp1.136.351 juta sebagaimana dijelaskan berikut ini.
Beban konstruksi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp1.202.077 juta dan Rp2.338.428 juta, menurun sebesar 49% atau Rp1.136.351 juta. Hal ini terutama disebabkan pada tahun
2023 terdapat pembebanan sekaligus akumulasi biaya eksplorasi dan pengembangan PLTP Ijen sebagai beban konstruksi atas
aset konsesi keuangan PLTP Ijen pada saat tercapainya tanggal efektif Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PLTP Ijen pada tanggal
21 Januari 2023. Pada tahun 2024, beban konstruksi merupakan kegiatan konstruksi untuk menyelesaikan pembangunan PLTP
Ijen dan PLTS Bali Timur.
Beban pembelian gas pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 sebesar Rp429.036 juta, tidak mengalami perubahan
yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp449.041 juta. Hal ini disebabkan karena tidak terdapatnya
perubahan harga gas khusus untuk pembangkit listrik sesuai ketentuan pemerintah selama tahun 2024.
Gaji dan tunjangan pegawai pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp115.319 juta dan Rp95.936 juta, meningkat sebesar 20% atau Rp19.383 juta. Hal ini disebabkan oleh gaji dan tunjangan
pegawai untuk penyelenggaraan jasa pada PLTU Timor dan PLTU Sulut, baik selama pembangkit belum beroperasi komersial
maupun setelah PLTU Timor beroperasi komersial di bulan September 2024.
Beban pemeliharaan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp101.982 juta dan Rp94.142 juta, meningkat sebesar 8% atau Rp7.840 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh pemeliharan
terjadwal dan tidak terjadwal pada PLTGU Riau.
Beban penyusutan, manajemen dan dukungan teknis, barang habis pakai dan sewa peralatan pada tahun yang berakhir pada
31 Desember 2024, masing-masing, sebesar Rp93.219 juta, Rp81.383 juta, Rp53.948 juta dan Rp545 juta, tidak mengalami
perubahan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, masing-masing, sebesar Rp88.502 juta, Rp80.278 juta,
Rp55.332 juta dan Rp924 juta. Hal ini terutama disebabkan tidak terdapatnya operasi pembangkit baru oleh Perseroan selama
2024.

LABA BRUTO
                                                                                                        (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                              31 Desember
                                                                                     2024                     2023
 Total pendapatan usaha                                                                   3.271.302                 4.321.575
 Total beban pokok pendapatan                                                           (2.077.507)               (3.202.582)
 Laba Bruto                                                                               1.193.794                 1.118.993

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Laba bruto Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp1.193.794 juta dan Rp1.118.993 juta, meningkat sebesar 7% atau sebesar Rp74.801 juta karena penurunan pendapatan
usaha Perseroan yang terjadi pada pendapatan konstruksi yang memiliki margin bruto paling kecil diantara komponen
pendapatan Perseroan. Penurunan total pendapatan usaha Perseroan sebesar Rp1.050.273 juta, diikuti oleh penuruan total
beban pokok pendapatan Perseroan pada tahun berjalan sebesar Rp1.125.075 juta. Sebagaimana disebutkan di atas, kondisi
ini terutama disebabkan pada tahun 2023 terdapat pengakuan pendapatan konstruksi atas akumulasi biaya eksplorasi dan
pengembangan PLTP Ijen sebagai aset konsesi keuangan pada saat tercapainya tanggal efektif Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik
PLTP Ijen pada tanggal 21 Januari 2023. Pada tahun 2024, pendapatan konstruksi terdiri dari pendapatan atas kegiatan
konstruksi pada PLTP Ijen dan PLTS Bali Timur.

BEBAN OPERASIONAL
Beban operasional terdiri dari gaji dan tunjangan karyawan, asuransi, penyusutan, jasa professional, denda kontrak, beban
kantor dan pembangkit listrik, keamanan, perjalanan, sewa, pelatihan dan seminar, biaya perizinan, transportasi, jasa
kebersihan, amortisasi atas aset takberwujud, pemeliharaan, jasa manajemen, sumbangan dan iuran, representasi dan
jamuan, dan lainnya.

                                                               9
Page 10
                                                                                                     (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             31 Desember
                                                                                   2024                      2023
 Beban operasional
 Gaji dan tunjangan karyawan                                                              310.120                 284.156
 Asuransi                                                                                  53.032                  46.793
 Penyusutan                                                                                41.964                  38.492
 Jasa Profesional                                                                          32.904                  39.089
 Denda kontrak                                                                             28.198                  13.147
 Beban kantor dan pembangkit listrik                                                       26.764                  35.967
 Keamanan                                                                                  20.895                  20.704
 Perjalanan                                                                                18.314                  14.149
 Sewa                                                                                      17.304                  13.220
 Pelatihan dan seminar                                                                      9.817                   9.207
 Biaya perizinan                                                                            7.664                   5.213
 Transportasi                                                                               7.531                   7.920
 Jasa Kebersihan                                                                            7.526                   6.070
 Amortisasi atas aset takberwujud                                                           3.594                   3.984
 Pemeliharaan                                                                               3.353                   4.424
 Jasa manajemen                                                                             3.139                   4.078
 Sumbangan dan iuran                                                                        2.565                   4.937
 Representasi dan jamuan                                                                    1.781                   3.577
 Lain-lain                                                                                 13.699                   9.260
 Total                                                                                    610.164                 564.387

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Beban operasional Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp610.164 juta dan Rp564.387 juta, meningkat sebesar 8% atau Rp45.777 juta. Hal ini terutama disebabkan karena
kenaikan beban gaji dan tunjangan karyawan sebesar Rp25.964 juta seiring dengan kenaikan jumlah karyawan untuk
perkuatan dan pengembangan bisnis Perseroan dan penerapan ketentuan perpajakan atas natura dan/atau kenikmatan
karyawan, kenaikan denda kontrak sebesar Rp15.051 juta terutama atas penurunan produksi selama pemeliharaan tidak
terjadwal pada PLTGU Riau, dan kenaikan beban asuransi sebesar Rp6.239 juta terutama atas premi asuransi yang ditanggung
Perseroan terkait kontrak jasa operasi dan pemeliharaan PLTU Timor dan PLTU Sulut.

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
                                                                                                     (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            31 Desember
                                                                                 2024                      2023
 Pendapatan lain-lain
   Keuntungan selisih kurs - neto                                                         83.777                        -
   Bagian laba dari entitas ventura bersama                                               43.602                   40.441
   Pengembalian atas klaim asuransi                                                       37.181                    8.274
   Kompensasi penyelesaian tuntutan hukum                                                      -                   77.389
   Keuntungan pelepasan investasi saham                                                        -                   32.328
   Keuntungan penjualan aset tetap                                                           152                    8.232
   Lainnya (masing-masing di bawah Rp500.000.000)                                          2.694                   13.114
 Total pendapatan lain-lain                                                              167.406                  179.779

 Beban lain-lain
   Kerugian piutang sewa pembiayaan yang tidak tertagih                                 (132.930)                 (20.003)
   Kerugian penghapusan aset tetap                                                       (12.391)                        -
   Kekurangan bayar biaya gas masa lalu                                                   (9.559)                        -
   Kerugian penurunan nilai goodwill                                                      (7.300)                        -
   Kerugian penurunan nilai perizinan                                                     (7.133)                        -
   Kerugian selisih kurs – neto                                                                 -                 (21.379)
   Lain-lain                                                                              (2.597)                  (1.978)
 Total beban lain-lain                                                                  (171.910)                 (43.360)
 Total pendapatan (beban) lain-lain                                                       (4.504)                 136.419

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Total pendapatan (beban) lain-lain Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-
masing adalah beban Rp4.504 juta dan pendapatan Rp136.419 juta, menurun sebesar Rp140.923 juta.


                                                          10
Page 11
Pendapatan lain-lain. Total pendapatan lain-lain pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-
masing adalah sebesar Rp167.406 juta dan Rp179.779 juta, menurun sebesar 7% atau Rp12.373 juta.
Penurunan ini disebabkan karena telah selesainya tuntutan hukum di ELB pada 2023 dengan diterimanya kompensasi dari
PLNB sebesar Rp77.389 juta dan pelepasan investasi atas saham MSG dengan pengakuan keuntungan sebesar Rp32.328 juta
pada 2023. Pada tahun 2024, terdapat pendapatan lain-lain yang berasal dari keuntungan selisih kurs sebesar Rp83.777 juta
sebagai akibat pengaruh pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat atas aset moneter bersih Perseroan
dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Pada tahun 2024, terdapat peningkatan bagian laba dari entitas ventura bersama,
yaitu MGEOPS dan MPSOS, sebesar 8% atau Rp3.161 juta. Pada tahun 2024, pengembalian atas klaim asuransi sebesar
Rp37.181 juta terutama berasal dari klaim yang diajukan DEB dan MEB atas kejadian kerusakan mesin pembangkit pada tahun
2019.
Beban lain-lain. Total beban lain-lain pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp171.910 juta dan Rp43.360 juta, meningkat sebesar 296% atau Rp128.550 juta. Peningkatan ini sebagian besar
karena pembukuan kerugian piutang sewa pembiayaan yang tidak tertagih pada PLTM Pusaka dan PLTM Cibalapulang total
sebesar Rp132.930 juta sehubungan dengan kondisi pengiriman listrik tahun berjalan lebih kecil daripada target produksi yang
terdapat pada perjanjian jual beli tenaga listrik dan ekspektasi bahwa kondisi ini akan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Kondisi ini diantaranya adalah akibat terbatasnya jaringan distribusi atas listrik yang diproduksi PLTM Pusaka dan PLTM
Cibalapulang. Pada tahun 2023, terdapat kerugian lain-lain yang berasal dari kerugian selisih kurs sebesar Rp21.379 juta
sebagai akibat pengaruh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat atas aset moneter bersih Perseroan
dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.

LABA OPERASI
                                                                                                      (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             31 Desember
                                                                                    2024                    2023
 Beban operasional                                                                       (610.164)                (564.387)
 Pendapatan lain-lain                                                                      167.406                  179.779
 Beban lain-lain                                                                         (171.910)                 (43.360)
 LABA DARI OPERASI                                                                         579.127                  691.025

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Laba operasi Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp579.126 juta dan Rp691.025 juta, menurun sebesar 16% atau sebesar Rp111.899 juta. Hal ini terutama dikarenakan kerugian
piutang sewa pembiayaan yang tidak tertagih pada PLTM Pusaka dan PLTM Cibalapulang total sebesar Rp132.930 juta
sehubungan dengan kondisi pengiriman listrik tahun berjalan lebih kecil daripada target produksi yang terdapat pada
perjanjian jual beli tenaga listrik dan ekspektasi bahwa kondisi ini akan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

PENDAPATAN BUNGA DAN BEBAN PENDANAAN
                                                                                                       (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             31 Desember
                                                                                   2024                      2023
 Pendapatan bunga                                                                         75.308                      80.163
 Pajak atas pendapatan bunga                                                            (15.062)                    (16.033)
 Total pendapatan bunga                                                                   60.246                      64.130

 Beban pendanaan
   Beban bunga pinjaman                                                                (329.313)                   (342.124)
   Beban bunga obligasi dan sukuk wakalah                                              (195.293)                   (153.499)
   Biaya bank garansi                                                                  (155.166)                    (89.859)
   Beban pendanaan lainnya                                                               (7.083)                     (7.251)
 Total beban pendanaan                                                                 (686.855)                   (592.734)
 Total pendapatan bunga dan beban pendanaan                                            (626.609)                   (528.604)

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Total pendapatan bunga dan beban pendanaan Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar Rp626.609 juta dan Rp528.604 juta, meningkat sebesar 19% atau Rp98.005 juta. Peningkatan
ini disebabkan kenaikan beban pendanaan yang sebagian besar disebabkan karena penambahan biaya bank garansi seiring
dengan kegiatan pengembangan bisnis Perseroan dan peningkatan beban bunga obligasi dan sukuk atas penerbitan sukuk
baru di 2024, dikurangi sebagian dengan penurunan beban bunga pinjaman akibat penurunan suku bunga pinjaman yang
dimiliki oleh Perseroan.

                                                             11
Page 12
Pendapatan bunga. Pendapatan bunga setelah dikurangi pajak pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp60.246 juta dan Rp64.130 juta, menurun sebesar 6% atau Rp3.884 juta. Penurunan ini
disebabkan oleh penurunan saldo kas dan setara kas, dikompensasi sebagian dengan peningkatan suku bunga deposito yang
dimiliki oleh Perseroan di bank.
Beban pendanaan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp686.855 juta dan Rp592.734 juta, meningkat sebesar 16% atau Rp94.121 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
penambahan biaya bank garansi sebesar Rp65.307 juta seiring dengan kegiatan pengembangan bisnis Perseroan dan
peningkatan biaya obligasi dan sukuk sebesar Rp41.794 juta atas tambahan penerbitan sukuk baru di 2024. Penambahan
beban pendanaan tersebut dikompensasi sebagian dengan penurunan suku bunga pinjaman yang dimiliki oleh Perseroan
sehingga beban bunga pinjaman menurun sebesar Rp12.811 juta.

LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN
                                                                                                     (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             31 Desember
                                                                                     2024                    2023
 LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                              (47.482)                162.422

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar negatif (rugi) Rp47.482 juta dan postif (laba) Rp162.422 juta, menurun sebesar Rp209.904 juta.
Penurunan tersebut akibat penurunan laba dari operasi sebesar Rp111.899 juta ditambah dengan kenaikan total beban
pendanaan, neto sebesar Rp98.005 juta.

BEBAN PAJAK PENGHASILAN
                                                                                                     (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             31 Desember
                                                                                     2024                    2023
 BEBAN PAJAK PENGHASILAN
 Kini                                                                                       69.255                 71.748
 Tangguhan                                                                                  (8.348)                78.099
 Total beban pajak penghasilan                                                              60.907                149.848

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Beban pajak penghasilan Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp60.907 juta dan Rp149.848 juta, menurun sebesar 59% atau Rp88.941 juta. Penurunan beban pajak ini terutama
dikarenakan pengakuan manfaat pajak tangguhan atas akumulasi rugi pajak pada proyek PLTP Ijen dan PLTS Bali Timur karena
manajemen telah memiliki keyakinan yang memadai bahwa akumulasi rugi pajak pada proyek tersebut bisa digunakan
sebelum masa kadaluarsanya seiring dengan progress pembangunan pembangkit yang sesuai dengan ekspektasi dengan
rencana operasi komersial di 2025.

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN
                                                                                                     (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             31 Desember
                                                                                     2024                    2023
 LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                                                              (108.389)                  12.574

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Perseroan pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 membukukan rugi bersih sebesar Rp108.389 juta, atau turun
sebesar Rp120.963 juta dari laba bersih yang dibukukan pada 2023 sebesar Rp12.574 juta. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh kerugian piutang sewa pembiayaan yang tidak tertagih sebesar Rp132.930 juta dan peningkatan beban pendanaan
sebesar Rp94.121 juta sebagaimana dijelaskan di atas, dikompensasi sebagian dengan peningkatan laba bruto Perseroan
sebesar Rp74.801 juta.




                                                            12
Page 13
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
                                                                                                               (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                       31 Desember
                                                                                             2024                      2023
 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

 POS YANG TIDAK AKAN DIREKLASIFIKASI KE LABA RUGI
 Pengukuran kembali program imbalan kerja - neto pajak                                                 2.743                  (1.675)

 POS YANG AKAN DIREKLASIFIKASI KE LABA RUGI
 Selisih kurs penjabaran mata uang asing                                                             81.787                  (61.617)
 Penyesuaian nilai wajar atas instrumen lindung nilai arus kas - neto pajak                         122.344                  (21.157)
 Bagian laba komprehensif lain dari entitas ventura bersama                                          86.361                  (41.182)

 TOTAL PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN - NETO
                                                                                                    293.234                 (125.632)
   PAJAK PENGHASILAN
 TOTAL PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                               184.845                 (113.057)

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Total penghasilan komprehensif lain tahun berjalan Perseroan pada tahun berjalan adalah sebesar Rp293.234 juta, mengalami
kenaikan sebesar Rp418.866 juta atau sebesar 333% dari rugi komprehensif lain tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023.
Kenaikan penghasilan komprehensif lain tersebut sebagian besar disebabkan keuntungan penyesuaian nilai wajar atas
instrumen lindung nilai arus kas untuk kontrak derivatif yang menerapkan akuntansi lindung nilai di MRPR dan MGEOPS akibat
peningkatan pasar bunga pinjaman serta selisih kurs penjabaran mata uang asing pada entitas anak yang memiliki mata uang
funsional Dolar Amerika Serikat.

ANALISIS ASET, LIABILITAS DAN EKUITAS

ASET
                                                                                                               (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                         31 Desember
                       KETERANGAN
                                                                              2024                              2023
 ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                                                                  1.692.791                            1.951.363
 Piutang Usaha
    Pihak ketiga                                                                      467.912                               266.224
    Pihak berelasi                                                                     30.124                                35.502
 Aset kontrak                                                                          65.572                                13.877
 Piutang sewa pembiayaan                                                              223.036                               308.866
 Piutang lain-lain
    Pihak ketiga – neto                                                                48.589                                53.790
    Pihak berelasi                                                                    138.320                                95.849
 Persediaan                                                                            99.817                                99.922
  Rekening bank dan deposito berjangka yang dibatasi
                                                                                       37.179                                48.158
   penggunaannya
 Pajak dibayar di muka                                                                   5.804                                3.085
 Beban dibayar di muka dan uang muka                                                   241.033                              212.106
 Estimasi pengembalian pajak                                                            28.711                               53.912
 Aset derivatif                                                                         30.283                               27.392
 Aset keuangan konsesi                                                                 539.545                              506.157
 Aset lancar lainnya                                                                    19.434                               44.030
 TOTAL ASET LANCAR                                                                   3.668.149                            3.720.233

 ASET TIDAK LANCAR
 Aset keuangan konsesi - neto
   porsi jangka pendek                                                               8.846.238                            7.107.362
 Piutang sewa pembiayaan – neto
   porsi jangka pendek                                                               1.153.322                            1.449.744
 Piutang lain-lain - pihak ketiga -
   neto porsi jangka pendek                                                           121.470                               128.649
 Piutang lain-lain - pihak berelasi -
   neto porsi jangka pendek                                                             6.144                                 6.144
 Estimasi pengembalian pajak -
 neto porsi jangka pendek                                                              66.383                                53.552
                                                                    13
Page 14
                                                                                                          (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                    31 Desember
                      KETERANGAN
                                                                      2024                                 2023
 Aset tetap - neto                                                              1.457.525                              653.496
 Aset pajak tangguhan – neto                                                       63.576                               12.040
 Investasi jangka panjang                                                       2.522.867                            2.352.654
 Uang muka pembelian aset tetap                                                    54.525                               53.754
 Aset hak guna                                                                     20.955                               27.505
 Aset eksplorasi dan evaluasi                                                      29.236                                3.331
 Aset takberwujud - neto                                                           17.972                               28.132
 Aset derivatif - porsi jangka pendek                                             361.530                              309.221
 Aset tidak lancar lainnya                                                         21.738                               23.411
 TOTAL ASET TIDAK LANCAR                                                       14.743.483                           12.208.995
 TOTAL ASET                                                                    18.411.632                           15.929.228

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Jumlah aset Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp18.411.632 juta dan Rp15.929.228 juta, meningkat sebesar 16% atau Rp2.482.404 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
kenaikan aset keuangan konsesi sebesar Rp1.772.264 juta, aset tetap sebesar Rp804.029 juta, piutang usaha sebesar
Rp196.310 juta, investasi jangka panjang sebesar Rp170.213 juta, dikurangi dengan penurunan kas dan setara kas sebesar
Rp258.572 juta dan piutang sewa pembiayaan Rp382.252 juta.
Kas dan setara kas. Kas dan setara kas Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-
masing adalah sebesar Rp1.692.791 juta dan Rp1.951.363 juta, menurun sebesar 13% atau Rp258.572 juta. Hal ini disebabkan
oleh arus kas untuk aktivitas investasi dan pembiayaan melebihi arus kas dari aktivitas operasi Perseroan.
Piutang usaha. Piutang usaha Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp498.036 juta dan Rp 301.726 juta, meningkat sebesar 65% atau Rp196.310 juta. Hal ini disebabkan oleh
kenaikan saldo piutang dari PLN yang dibukukan oleh MRPR serta tagihan jasa operasi dan pemeliharaan atas PLTU Timor yang
masih dalam proses pemenuhan administrasi penagihan ke PLN setelah PLTU Timor beroperasi komersial di September 2024.
Piutang sewa pembiayaan. Piutang sewa pembiayaan Perseroan pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp1.376.358 juta dan Rp1.758.610 juta, mengalami penurunan sebesar 22% atau Rp382.252 juta. Penurunan ini
disebabkan oleh realisasi piutang yang ditagihkan kepada PLN selama tahun 2024 dan kerugian piutang sewa pembiayaan yang
tidak tertagih pada PLTM Pusaka dan PLTM Cibalapulang total sebesar Rp132.930 juta sehubungan dengan kondisi pengiriman
listrik tahun berjalan lebih kecil daripada target produksi yang terdapat pada perjanjian jual beli tenaga listrik dan ekspektasi
bahwa kondisi ini akan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Aset keuangan konsesi. Aset keuangan konsesi Perseroan pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp9.385.783 juta dan Rp7.613.519 juta, meningkat sebesar 23% atau Rp1.772.264 juta. Hal ini terutama disebabkan
pendapatan konstruksi atas kegiatan pembangunan PLTP Ijen dan PLTS Bali Timur, yang mana termin perjanjian pembelian
tenaga listrik pada kedua pembangkit tersebut memenuhi ketentuan pembukukan sebagai aset konsesi keuangan.
Aset tetap. Aset tetap Perseroan pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp1.457.525 juta dan
Rp653.496 juta, meningkat sebesar 123% atau Rp804.030 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh kegiatan pembangunan Add-
on CCPP pada PLTGU Tanjung Uncang.
Investasi jangka panjang. Investasi jangka panjang Perseroan pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp2.522.867 juta dan Rp2.352.654 juta, meningkat sebesar 7% atau Rp170.213 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
pendapatan komprehensif lain pada MGEOPS, terutama akibat keuntungan penyesuaian nilai wajar atas instrumen lindung
nilai arus kas untuk kontrak derivatif yang menerapkan akuntansi lindung nilai di MGEOPS akibat peningkatan pasar bunga
pinjaman serta selisih kurs penjabaran mata uang asing.

LIABILITAS
                                                                                                          (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  31 Desember
 Uraian
                                                                                         2024                     2023
 LIABILITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
  Utang bank jangka pendek                                                                      883.930                 964.977
  Utang usaha                                                                                   260.863                 116.547
  Utang lain-lain                                                                               950.930                 666.508
  Liabilitas kontrak                                                                              8.396                       -
  Beban akrual                                                                                  418.497                 195.191
  Utang pajak                                                                                    44.280                  59.447
                                                               14
Page 15
                                                                                                    (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                            31 Desember
 Uraian
                                                                                  2024                      2023
 Porsi jangka pendek atas:
 Liabilitas sewa                                                                          5.994                    16.659
 Pinjaman jangka panjang                                                                340.931                 1.199.367
 Pinjaman jangka panjang lainnya                                                      1.050.690                     7.000
 TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                                                       3.964.511                 3.225.696

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Utang lain-lain – neto porsi jangka pendek                                              60.021                    52.961
 Liabilitas kontrak - neto porsi jangka pendek                                           31.253                         -
 Beban akrual - neto porsi jangka pendek                                                 85.958                    85.292
 Utang kepada pihak berelasi                                                             18.402                    17.400
 Liabilitas sewa - neto porsi jangka pendek                                              16.465                    13.558
 Pinjaman jangka panjang - neto porsi jangka pendek                                   5.602.346                 3.788.957
  Pinjaman jangka panjang lainnya                                                     1.100.892                 1.402.658
 Liabilitas pajak tangguhan - neto                                                      733.821                   656.807
 Liabilitas imbalan kerja                                                               153.046                   133.002
 TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                                                      7.802.204                 6.150.635
 TOTAL LIABILITAS                                                                    11.766.716                 9.376.331

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Jumlah liabilitas Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp11.766.716 juta dan Rp9.376.331 juta, mengalami kenaikan sebesar 25% atau Rp2.390.385 juta, sebagai berikut:
Liabilitas jangka pendek. Liabilitas jangka pendek Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp3.964.511 juta dan Rp3.225.696 juta, mengalami peningkatan sebesar Rp738.815 juta
atau sebesar 23%. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan porsi jangka pendek dari pinjaman jangka
panjang lainnya sebesar Rp1.043.690 juta yang merupakan sukuk dan obligasi yang akan jatuh tempo di 2025, peningkatan
utang lain-lain sebesar Rp284.422 juta, beban akrual sebesar Rp223.306 juta dan utang usaha sebesar Rp144.316 juta yang
terutama terkait dengan kegiatan konstruksi pembangunan PLTP Ijen, PLTS Bali Timur dan Add-on CCPP PLTGU Tanjung
Uncang. Peningkatan tersebut, dikompensasi sebagian dengan penurunan porsi jangka pendek dari pinjaman jangka panjang
sebesar Rp858.436 juta.
Liabilitas jangka panjang. Liabilitas jangka panjang Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp7.802.204 juta dan Rp6.150.635 juta, mengalami peningkatan sebesar 27% atau
Rp1.651.569 juta. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan porsi jangka panjang dari pinjaman jangka panjang
sebesar Rp1.813.389 juta yang terutama merupakan fasilitas pinjaman untuk kegiatan konstruksi pembangunan PLTP Ijen,
PLTS Bali Timur dan Add-on CCPP PLTGU Tanjung Uncang, dikurangi dengan penurunan porsi jangka pendek dari pinjaman
jangka panjang lainnya sebesar Rp301.766 juta, termasuk pembiayaan sukuk wakalah 2024 sebesar Rp750.000 juta.

EKUITAS
                                                                                                     (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             31 Desember
                                                                                   2024                      2023
 EKUITAS
 Modal saham                                                                             1.100.000              1.100.000
 Tambahan modal disetor                                                                    463.406                463.406
 Selisih kurs penjabaran mata uang asing                                                   226.489                194.374
 Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali                                 846.017                846.017
 Penyesuaian nilai wajar atas instrument lindung nilai arus kas                            196.300                133.905
 Bagian laba komprehensif lain dari entitas ventura bersama                                373.518                287.158
 Saldo laba
    Ditentukan penggunaannya                                                               220.000                220.000
    Tidak ditentukan penggunaannya                                                         278.033                538.848
 Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk                     3.703.763              3.783.707
 Kepentingan non-pengendali                                                              2.941.153              2.769.190
 TOTAL EKUITAS                                                                           6.644.916              6.552.897

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023
Jumlah ekuitas Perseroan pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp6.644.916 juta dan Rp6.552.897 juta, meningkat sebesar 1% atau Rp92.019 juta. Hal ini disebabkan oleh penghasilan

                                                                   15
Page 16
komprehensif lain tahun berjalan sebesar Rp293.234 juta, dikurangi rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp108.389 juta dan
pembagian dividen kepada kepentingan non-pengendali sebesar Rp92.826 juta.

ANALISIS SEGMEN OPERASI

Perseroan dan Perusahaan Anak mengklasifikasikan dan mengevaluasi informasi keuangan mereka menjadi pelaporan segmen
usaha yang dikelompokkan menjadi lima (5) kelompok bisnis strategis:
                                                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                                                       31 Desember 2024
                                                         IPP Hidro                        Holding dan
                                        IPP Panas                         Operasi dan
                           IPP Gas                      dan Energi                        operasional   Eliminasi       Konsolidasi
                                          Bumi                           pemeliharaan
                                                        terbarukan                          terkait
 Penjualan eksternal       1.285.396     1.307.144          216.660           435.380          26.722               -     3.271.302
 Penjualan antar
                              19.053                -              -           46.122          61.703    (126.878)                -
 segmen
 Total pendapatan          1.304.449     1.307.144         216.660            481.502           8.425    (126.878)        3.271.302
 Laba bruto                  579.286       267.602           45.831           272.000          76.128     (47.053)        1.193.794
 Beban operasional         (214.692)       (30.921)        (30.074)         (176.301)       (224.613)       66.438        (610.163)
 Beban pendanaan           (252.439)     (133.951)          (2.993)               (91)      (297.390)            9        (686.855)
 Laba (rugi) tahun
                             132.771        91.080         (96.435)            79.117        (52.844)    (262.078)        (108.389)
 berjalan
 Aset                      9.086.958     4.205.788         763.661            458.178      11.369.805   (7.472.758)      18.411.632
 Liabilitas                5.335.591     3.174.040       1.082.398            199.762       6.598.310   (4.623.385)      11.766.716

                                                                                                             (dalam jutaan Rupiah)
                                                                       31 Desember 2023
                                                         IPP Hidro                        Holding dan
                                        IPP Panas                         Operasi dan
                           IPP Gas                      dan Energi                        operasional   Eliminasi       Konsolidasi
                                          Bumi                           pemeliharaan
                                                        terbarukan                          terkait
 Penjualan eksternal       1.267.387     2.548.900           65.328           386.734          55.169               -     4.323.518
 Penjualan antar
                              65.940         2.217              73             34.826          18.843    (121.899)                -
 segmen
 Total pendapatan          1.333.327     2.551.117           65.401           421.560          74.012    (121.899)        4.323.518
 Laba bruto                  590.946       242.405           27.265           283.943          67.477     (93.043)        1.118.993
 Beban operasional         (232.289)       (23.599)        (24.310)         (183.021)       (223.115)      121.949        (564.385)
 Beban pendanaan           (252.974)       (13.987)         (7.212)             (168)       (323.034)        4.641        (592.734)
 Laba (rugi) tahun
                             149.134       158.390         (29.903)            76.455       (365.688)       24.188           12.576
 berjalan
 Aset                      8.880.988     2.642.761         688.192            399.187       7.930.657   (4.612.557)      15.929.228
 Liabilitas                5.300.431     1.726.933         913.709            190.715       5.870.074   (4.625.531)       9.376.331

Tanggal 31 Desember 2024 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2023

IPP Gas (PLTG/PLTGU)
Jumlah pendapatan usaha. Jumlah pendapatan usaha segmen IPP Gas pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember
2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp1.304.449 juta dan Rp1.333.327, menurun sebesar 2% atau Rp28.878 juta.
Penurunan ini terutama disebabkan penurunan pada pendapatan sewa seiring dengan berkurangnya piutang sewa sejalan
dengan berkurangnya sisa periode operasi sesuai perjanjian jual beli tenaga listrik. Penurunan paling besar terjadi pada DEB
dan ELB, yang masing-masing, turun sebesar Rp16.148 juta dan Rp6.244 juta. DEB adalah entitas dalam segmen IPP Gas yang
periode operasinya akan berakhir pada bulan Maret 2025 dan ELB adalah entitas dalam segmen IPP Gas yang memiliki saldo
piutang sewa paling tinggi.
Laba bruto. Laba bruto segmen IPP Gas pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp579.286 juta dan Rp590.946 juta, menurun sebesar 2% atau Rp11.660 juta. Peningkatan laba bruto ini
terutama disebabkan penurunan pendapatan sewa sebagaimana disebutkan di atas.
Beban operasional. Beban operasional segmen IPP Gas pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar Rp214.692 juta dan Rp232.289 juta menurun sebesar 8% atau Rp17.597 juta. Penurunan ini
terutama disebabkan tidak adanya biaya konsultan hukum terkait dengan penyelesaian tuntutan hukum di ELB pada 2023
dengan diterimanya kompensasi dari PLNB sebesar Rp77.389 juta.
Beban pendanaan. Beban pendanaan segmen IPP Gas pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 sebesar Rp252.439
juta, tidak berubah signifikan dibandingkan tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023 sebesar Rp252.974 juta.


                                                              16
Page 17
Laba tahun berjalan. Laba tahun berjalan segmen IPP Gas pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar Rp132.771 juta dan Rp149.134 juta menurun sebesar 11% atau Rp16.363 juta. Penurunan ini
terutama disebabkan telah selesainya tuntutan hukum di ELB dengan diterimanya kompensasi dari PLNB sebesar Rp77.389
juta pada 2023. Penurunan ini Sebagian dikompensasi dengan diterimanya pengembalian atas klaim asuransi sebesar
Rp37.181 juta pada tahun 2024 terutama berasal dari klaim yang diajukan DEB dan MEB atas kejadian kerusakan mesin
pembangkit di tahun 2019.
Aset. Aset segmen IPP Gas pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp9.086.958 juta dan Rp8.880.988
juta, meningkat sebesar 2% atau Rp205.970 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kegiatan konstruksi AddOn CCPP pada
PLTGU Tanjung Uncang.
Liabilitas. Liabilitas segmen IPP Gas pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp5.335.591 juta dan
Rp5.300.431 juta, meningkat sebesar 1% atau Rp35.160 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh utang baik kepada
kontraktor maupun pinjaman pada bank terkait kegiatan konstruksi Add-On CCPP pada PLTGU Tanjung Uncang.

IPP Panas Bumi
Jumlah pendapatan usaha. Jumlah pendapatan usaha segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31
Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp1.307.144 juta dan Rp2.548.900 juta, menurun 49% atau
Rp1.241.756 juta. Penurunan ini terutama disebabkan pada tahun 2023 terdapat pengakuan pendapatan konstruksi atas
akumulasi biaya eksplorasi dan pengembangan PLTP Ijen sebagai aset konsesi keuangan pada saat tercapainya tanggal efektif
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PLTP Ijen pada tanggal 21 Januari 2023. Pada tahun 2024, pendapatan konstruksi terdiri dari
pendapatan atas kegiatan konstruksi pada PLTP Ijen, yang mana termin perjanjian pembelian tenaga listrik pada pembangkit
tersebut memenuhi ketentuan pembukukan sebagai aset konsesi keuangan.
Laba bruto. Laba bruto segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-
masing adalah sebesar Rp267.602 juta dan Rp242.405 juta, meningkat sebesar 10% atau Rp25.197 juta. Peningkatan laba bruto
ini disebabkan karena pendapatan keuangan atas aset konsesi yang naik sebesar Rp110.153 juta, dikurangi dengan penurunan
margin konstruksi sebesar Rp84.985 juta sejalan dengan penurunan signifikan pada pendapatan konstruksi PLTP Ijen
sebagaimana dijelaskan di atas.
Beban operasional. Beban operasional segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp30.921 juta dan Rp23.599 juta, meningkat sebesar 31% atau Rp7.322 juta. Peningkatan
beban operasional ini terkait dengan meningkatnya kegiatan operasional pembangunana PLTP Ijen pada 2024.
Beban pendanaan. Kegiatan eksplorasi segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp133.951 juta dan Rp13.987 juta, meningkat sebesar 858% atau Rp119.964 juta.
Peningkatan beban pendanaan ini seiring dengan peningkatan pembiayaan yang diperoleh MCG untuk melaksanakan
pembangunan PLTP Ijen pada tahun 2024.
Laba tahun berjalan. Laba bruto segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar Rp91.080 juta dan Rp158.390 juta, menurun sebesar 42% atau Rp67.310 juta. Penurunan laba
tahun berjalan ini terutama disebabkan karena peningkatan laba bruto masing lebih kecil dibandingkan peningkatan beban
operasional dan pendanaan pada tahun 2024.
Aset. Aset segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
Rp 4.205.788 juta dan Rp2.642.761 juta, meningkat sebesar 59% atau Rp1.563.027 juta atas kenaikan aset konsesi PLTP Ijen
seiring dengan kegiatan konstruksi selama tahun berjalan.
Liabilitas. Liabilitas segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
sebesar Rp3.174.040 juta dan Rp1.726.933 juta, meningkat sebesar 84% atau Rp1.447.107 juta atas utang baik kepada
kontraktor maupun pinjaman pada lembaga keuangan non bank terkait dengan konstruksi PLTP Ijen selama tahun berjalan.

IPP Hidro dan Energi terbarukan
Jumlah pendapatan usaha. Jumlah pendapatan usaha segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31
Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp1.307.144 juta dan Rp2.548.900 juta, menurun 49% atau
Rp1.241.756 juta. Penurunan ini terutama disebabkan pada tahun 2023 terdapat pengakuan pendapatan konstruksi atas
akumulasi biaya eksplorasi dan pengembangan PLTP Ijen sebagai aset konsesi keuangan pada saat tercapainya tanggal efektif
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PLTP Ijen pada tanggal 21 Januari 2023. Pada tahun 2024, pendapatan konstruksi terdiri dari
pendapatan atas kegiatan konstruksi pada PLTP Ijen, yang mana termin perjanjian pembelian tenaga listrik pada pembangkit
tersebut memenuhi ketentuan pembukukan sebagai aset konsesi keuangan.
Laba bruto. Laba bruto segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-
masing adalah sebesar Rp267.602 juta dan Rp242.405 juta, meningkat sebesar 10% atau Rp25.197 juta. Peningkatan laba bruto
ini disebabkan karena pendapatan keuangan atas aset konsesi yang naik sebesar Rp110.153 juta, dikurangi dengan penurunan

                                                              17
Page 18
margin konstruksi sebesar Rp84.985 juta sejalan dengan penurunan signifikan pada pendapatan konstruksi PLTP Ijen
sebagaimana dijelaskan di atas.
Beban operasional. Beban operasional segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp30.921 juta dan Rp23.599 juta, meningkat sebesar 31% atau Rp7.322 juta. Peningkatan
beban operasional ini terkait dengan meningkatnya kegiatan operasional pembangunana PLTP Ijen pada 2024.
Beban pendanaan. Kegiatan eksplorasi segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp133.951 juta dan Rp13.987 juta, meningkat sebesar 858% atau Rp119.964 juta.
Peningkatan beban pendanaan ini seiring dengan peningkatan pembiayaan yang diperoleh MCG untuk melaksanakan
pembangunan PLTP Ijen pada tahun 2024.
Laba tahun berjalan. Laba bruto segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar Rp91.080 juta dan Rp158.390 juta, menurun sebesar 42% atau Rp67.310 juta. Penurunan laba
tahun berjalan ini terutama disebabkan karena peningkatan laba bruto masing lebih kecil dibandingkan peningkatan beban
operasional dan pendanaan pada tahun 2024.
Aset. Aset segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
Rp 4.205.788 juta dan Rp2.642.761 juta, meningkat sebesar 59% atau Rp1.563.027 juta atas kenaikan aset konsesi PLTP Ijen
seiring dengan kegiatan konstruksi selama tahun berjalan.
Liabilitas. Liabilitas segmen IPP Panas Bumi pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
sebesar Rp3.174.040 juta dan Rp1.726.933 juta, meningkat sebesar 84% atau Rp1.447.107 juta atas utang baik kepada
kontraktor maupun pinjaman pada lembaga keuangan non bank terkait dengan konstruksi PLTP Ijen selama tahun berjalan..

Energi Terbarukan lainnya
Pendapatan usaha. Jumlah pendapatan usaha segmen energi terbarukan lainnya pada tahun-tahun yang berakhir pada 31
Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp216.660 juta dan Rp65.401 juta, meningkat 231% atau Rp151.259
juta. Peningkatan ini disebabkan pengakuan pendapatan konstruksi dan pendapatan keuangan atas aset konsesi keuangan
oleh MSBT total sebesar Rp173.272 juta pada 2024 sejak tercapainya tanggal efektif Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik PLTS
MSBT pada akhir 2023.
Laba bruto. Laba bruto segmen energi terbarukan lainnya pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar Rp45.831 juta dan Rp27.265 juta, meningkat sebesar 68% atau Rp18.566 juta. Peningkatan ini
disebabkan margin konstruksi serta pendapatan keuangan atas aset konsesi keuangan oleh MSBT yang meningkat sebesar
Rp9.724 juta pada 2024 sesuai progres pekerjaan konstruksi dan peningkatan produksi listrik pada BJI yang meningkatkan
tagihan kepada PLN sebesar Rp11.136 juta pada tahun 2024.
Beban operasional. Beban operasional segmen energi terbarukan lainnya pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember
2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp30.074 juta dan Rp24.310 juta meningkat sebesar 24% atau Rp5.764 juta.
Peningkatan beban operasional ini terkait dengan meningkatnya kegiatan operasional pembangunana PLTS Bali Timur pada
2024.
Beban pendanaan. Beban pendanaan segmen energi terbarukan lainnya pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember
2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp2.993 juta dan Rp7.212 juta, menurun sebesar 58% atau Rp4.219 juta.
Penurunan ini disebabkan oleh penyelesaian pembiayaan Mudharabah dan Ijarah kepada MPI, masing-masing, oleh BJI dan
PPP, pada tahun 2023. Penurunan ini dikompensasi sebagian dengan beban pendanaan yang terjadi pada MSBT terkait dengan
meningkatnya pembiayaan yang diperukan untuk melakukan pembangunan PLTS Bali Timur.
Rugi tahun berjalan. Rugi tahun berjalan segmen energi terbarukan lainnya pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember
2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp96.435 juta dan Rp29.903 juta meningkat sebesar 222% atau Rp66.532 juta.
Peningkatan kerugian ini disebabkan karena adanya beban kerugian piutang sewa pembiayaan yang tidak tertagih pada PLTM
Pusaka dan PLTM Cibalapulang total sebesar Rp132.930 juta sehubungan dengan kondisi pengiriman listrik tahun berjalan
lebih kecil daripada target produksi yang terdapat pada perjanjian jual beli tenaga listrik dan ekspektasi bahwa kondisi ini akan
berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Aset. Aset segmen energi terbarukan pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp763.661 juta dan
Rp688.192 juta meningkat sebesar 11% atau Rp75.469 juta. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan aset konsesi PLTS
Bali Timur seiring dengan kegiatan konstruksi selama tahun berjalan.
Liabilitas. Liabilitas segmen energi terbarukan lainnya pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp1.082.398 juta dan Rp913.709 juta meningkat sebesar 18% atau Rp168.689 juta. Kenaikan ini disebabkan oleh utang baik
kepada kontraktor maupun pinjaman pada bank kegiatan konstruksi PLTS Bali Timur selama tahun berjalan.




                                                               18
Page 19
Operasi dan pemeliharaan
Jumlah pendapatan usaha. Jumlah pendapatan usaha segmen O&M pada tahun-tahun yang berakhir
pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp481.502 juta dan Rp421.560 juta, meningkat sebesar 14%
atau Rp59.942 juta. Peningkatan ini terutama karena jasa tenaga kerja yang ditagihkan kepada kontraktor pembangunan PLTU
Timor dan PLTU Sulut selama periode keterlambatan operasi komersial pembangkit sebesar Rp31.322 juta dan akrual insentif
pencapaian kinerja jasa operasi dan pemeliharaan pada PLTU TJB untuk periode tahun 2024 yang lebih besar dibanding 2023
sehingga meningkatkan pendapatan TJBPS sebesar Rp20.706 juta.
Laba bruto. Laba bruto segmen O&M pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp272.000 juta dan Rp283.943 juta, menurun sebesar 4% atau Rp11.943 juta. Penurunan ini terutama karena
beban pemeliharaan MPSI, yang menyelenggarakan pemeliharaan pada PLTGU Riau, yang lebih tinggi dibanding tahun 2023.
Beban operasional. Beban operasional segmen O&M pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar Rp176.301 juta dan Rp183.021 juta, menurun sebesar 4% atau Rp6.720 juta. Penurunan ini
terutama karena lebih sedikitnya dukungan operasional yang diperlukan untuk kegiatan pemeliharaan di PLTU TJB di 2024.
Beban pendanaan. Beban pendanaan segmen O&M pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar Rp91 juta dan Rp168 juta, menurun sebesar 46% atau Rp77 juta. Penurunan ini terutama karena
telah lunasnya sebagian pembiayaan kendaraan pada PLTU TJB.
Laba tahun berjalan. Laba tahun berjalan segmen O&M pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp79.117 juta, tidak bergerak signifikan dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp76.455 juta.
Aset. Aset segmen O&M pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp458.178 juta dan Rp399.187 juta, meningkat sebesar 15% atau Rp58.991 juta. Peningkatan ini terutama karena tidak adanya
pembagian dividen TJB di tahun 2024 kepada pemegang sahamnya.
Liabilitas. Liabilitas segmen O&M pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp199.762 juta dan Rp190.715 juta, meningkat sebesar 5% atau Rp9.047 juta. Peningkatan ini terutama karena utang
MPES kepada MPSI, entitas anak dalam segmen O&M terkait dengan kegiatan mobilisasi jasa operasi pada PLTU Timor dan
PLTU Sulut. Peningkatan ini dikompensasi sebagian dengan penurunan utang kegiatan pemeliharaan pada PLTU TJB yang
terjadi pada 2023.

Holding dan operasional terkait
Pendapatan usaha. Jumlah pendapatan usaha segmen Holding pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan
2023 masing-masing adalah sebesar Rp88.425 juta dan Rp74.012 juta, meningkat sebesar 19% atau Rp14.413 juta.
Peningkatan ini terutama karena pendapatan jasa operasi dan pemeliharaan pada PLTU Timor yang telah beroperasi komersial
sejak September 2024.
Laba bruto. Laba bruto segmen Holding pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp76.128 juta dan Rp67.477 juta, meningkat sebesar 13% atau Rp8.651 juta. Peningkatan ini terutama karena
pendapatan jasa operasi dan pemeliharaan pada PLTU Timor yang telah beroperasi komersial sejak September 2024.
Beban operasional. Beban operasional segmen Holding pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp224.613 juta, tidak bergerak signifikan dibanding tahun 2023 sebesar Rp223.115 juta.
Beban pendanaan. Beban pendanaan segmen Holding pada tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-
masing adalah sebesar Rp297.390 juta dan Rp323.034 juta, menurun sebesar 8% atau Rp25.644 juta. Penurunan ini terutama
karena penurunan beban bunga pinjaman akibat penurunan suku bunga pinjaman yang dimiliki oleh Perseroan.
Rugi tahun berjalan. Rugi tahun berjalan segmen Holding pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
masing-masing adalah sebesar Rp52.844 juta dan Rp365.688 juta, menurun sebesar 86% atau Rp312.844 juta. Penurunan ini
terutama karena penerimaan pendapatan dividen dari entitas anak, peningkatan bagian laba dari entitas ventura bersama,
yaitu MGEOPS dan MPSOS dan keuntungan selisih kurs yang terjadi sebagai dampak pelemahan mata uang Rupiah terhadap
Dolar Amerika Serikat pada aset keuangan bersih Perseroan pada 2024.
Aset. Aset segmen Holding pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp11.369.805 juta dan Rp7.930.657 juta, meningkat sebesar 43% atau Rp3.439.148 juta. Peningkatan ini terutama karena
pendapatan komprehensif terkait investasi pada MGEOPS.
Liabilitas. Liabilitas segmen Holding pada tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah
sebesar Rp6.598.310 juta dan Rp5.870.074 juta, meningkat sebesar 12% atau Rp728.236 juta. Peningkatan ini terutama karena
disebabkan oleh penerbitan sukuk pada tahun 2024 sebesar Rp750.000 juta.



                                                           19
Page 20
LIKUIDITAS DAN SUMBER PERMODALAN

Likuiditas dan sumber permodalan yang dimiliki Perseroan sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi ini diterbitkan
berasal dari kas internal Perseroan dan pinjaman dari perbankan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Namun,
kebutuhan akan likuiditas dan sumber permodalan Perseroan dapat berubah dari waktu ke waktu bergantung pada kebutuhan
akan modal kerja serta belanja modal. Pada tahun 2024, Perseroan memiliki fasilitas pinjaman perbankan yang tersedia
sebesar USD90,5 juta dan Rp2.250 miliar, yang mana dari jumlah tersebut sebesar USD58,8 juta dan Rp1.220 miliar merupakan
fasilitas yang belum terpakai. Per tanggal 31 Desember 2024 Perseroan dan Perusahaan Anak juga memiliki saldo kas dan
setara kas sebesar Rp1.693 miliar yang terdiri dari kas dan deposito. Selain itu, Penawaran Umum ini juga dilakukan Perseroan
sebagai salah satu cara untuk meningkatkan likuiditas dan sumber permodalan.
Belanja modal yang dilakukan oleh Perseroan direncanakan secara hati-hati sesuai dengan kapasitas dan kemampuan internal
Perseroan dalam menghasilkan kas dari aktivitas operasionalnya serta sumber dana dari pihak ketiga. Perseroan
merencanakan untuk melakukan pengembangan pembangkit listrik baru untuk meningkatkan kapasitas terpasang Perseroan
yang mungkin akan mempengaruhi tingkat likuiditas Perseroan untuk beberapa tahun mendatang. Di samping itu, Perseroan
juga melakukan peningkatan kegiatan penyediaan jasa O&M yang mungkin akan meningkatkan kebutuhan modal kerja
Perseroan pada saat kontrak diterima.
Perseroan juga berkeyakinan bahwa Perseroan memiliki likuiditas yang cukup untuk mendanai modal kerja Perseroan
tersebut. Di samping itu, Perseroan memiliki dukungan yang kuat dari pemegang saham utamanya, yaitu MEI dan hubungan
jangka panjang dengan beberapa bank penyedia modal kerja yang telah mendukung operasional Perseroan.
Sebagian besar kegiatan usaha Perseroan berbasis pada kontrak jangka panjang sehingga pada periode kontrak tersebut
Perseroan tidak memiliki kecenderungan yang diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau
ketidakpastian yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material terhadap likuiditas
Perseroan. Namun setelah periode kontrak berakhir terdapat risiko-risiko yang dapat mempengaruhi likuiditas Perseroan
secara material. Keterangan lebih lanjut mengenai risiko-risiko tersebut dapat dilihat pada Bab IV dalam Prospektus.

Ikhtisar laporan arus kas konsolidasian
Tabel berikut ini menyajikan informasi tertentu sehubungan data arus kas Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal
31 Desember 2024 dan 2023:
                                                                                                      (dalam jutaan Rupiah)
                                                                                              31 Desember
                                                                                      2024                    2023
 Kas neto diperoleh dari aktivitas operasi                                                  707.922                 905.311
 Kas neto diperoleh (digunakan) dari (untuk) aktivitas investasi                          (590.669)               (324.462)
 Kas neto diperoleh (diperoleh) (untuk) dari aktivitas pendanaan                          (373.505)             (1.076.030)
 Kenaikan (penurunan) neto kas dan setara kas                                             (256.253)               (495.181)

Arus kas dari aktivitas operasi
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2024 mencapai Rp707.922 juta, yang berasal dari penerimaan kas
dari pelanggan sebesar Rp1.974.845 juta, yang sebagian diimbangi dengan pembayaran kas untuk biaya operasional sebesar
Rp455.623 juta, pembayaran kas kepada karyawan sebesar Rp407.172 juta serta pembayaran kas kepada pemasok sebesar
Rp348.122 juta. Penurunan kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 terutama
akibat kenaikan piutang usaha sebesar Rp196.310 juta. Hal ini disebabkan oleh kenaikan saldo piutang dari PLN yang dibukukan
oleh MRPR serta tagihan jasa operasi dan pemeliharaan atas PLTU Timor yang masih dalam proses pemenuhan administrasi
penagihan ke PLN setelah PLTU Timor beroperasi komersial di September 2024.

Arus kas dari aktivitas investasi
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2024 mencapai Rp590.669 juta, yang terutama untuk
penambahan aset tetap sebesar Rp404.268 juta yang sebagian besar merupakan kegiatan pembangunan Add-on CCPP pada
PLTGU Tanjung Uncang dan penambah aset konsesi sebesar Rp157.139 juta terkait dengan kegiatan pembangunan PLTP Ijen
dan PLTS Bali Timur.

Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2024 mencapai Rp373.505 juta, yang terutama merupakan
pembayaran pinjaman jangka panjang dan jangka pendek masing-masing sebesar Rp1.818.749 juta dan Rp1.692.870 juta,
dikurangi penerimaan pinjaman jangka panjang sebesar Rp2.201.956 juta. Pinjaman jangka panjang yang dibayarkan antara
lain berupa utang bank ke PT Bank BNI Syariah dan ING Bank N.V., Singapore Branch masing-masing sebesar Rp782.200 juta
dan ekuivalen Rp156.794 juta. Sedangkan pembayaran pinjaman jangka panjang lainnya adalah pelunasan atas jatuh

                                                                   20
Page 21
temponya Obligasi Rupiah I seri A dan Sukuk Wakalah Rupiah I seri A masing-masing sebesar Rp279.000 juta dan Rp153.000
juta.

Keterangan selengkapnya mengenai Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen dapat dilihat pada Bab III Prospektus.

                                                    FAKTOR RISIKO

Risiko-risiko yang diungkapkan dalam uraian berikut merupakan risiko-risiko yang material bagi Perseroan dan Perusahaan
Anak yang telah disusun sesuai dengan bobot risiko berdasarkan dampak dari masing-masing risiko terhadap kinerja keuangan
Perseroan dan Perusahaan Anak yang dimulai dari risiko utama:

Risiko utama yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kelangsungan usaha Perseroan
• Ketergantungan dengan PLN sebagai pelanggan utama Perseroan dalam kegiatan pembangkit listrik swasta.

Risiko usaha yang bersifat material baik secara langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi hasil usaha dan
kondisi keuangan Perseroan
• Pembangkit listrik Perseroan bergantung pada pasokan gas dari pemasok dengan pengantaran secara tepat waktu dan
     kuantitas yang memadai;
• Kemungkinan Perseroan tidak dapat memperpanjang kontrak penyediaan gas dengan syarat dan kondisi yang sama;
• Eksplorasi, pengembangan, dan produksi sumber daya panas bumi Perseroan memiliki risiko geologi dan ketidakpastian;
• Kenaikan tingkat suku bunga dapat mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan;
• Kinerja pembangkit listrik tenaga panas bumi Perseroan bergantung pada kuantitas dan kualitas sumber daya panas bumi
     milik Perseroan;
• Pengembangan proyek baru Perseroan melibatkan risiko teknik, pendanaan dan konstruksi;
• Operasi Perseroan bergantung pada kemampuan Perseroan untuk mendapatkan, mempertahankan, dan memperbarui
     hak penggunaan lahan;
• Ketatnya persaingan dari pemain lokal maupun global sebagai respon positif dari program Pemerintah di sektor
     ketenagalistrikan;
• Penolakan dari masyarakat sekitar lokasi pembangkit listrik Perseroan;
• Perseroan dapat mengalami kerugian yang tidak tercakup oleh atau nilainya melebihi pertanggungan asuransi;
• Risiko operasi pada pembangkit listrik milik Perseroan;
• Kegiatan usaha Perseroan tunduk pada peraturan perundang-undangan lingkungan hidup.

Risiko umum
• Perubahan ekonomi regional atau global dapat secara material dan merugikan mempengaruhi perekonomian Indonesia
     dan bisnis Perseroan;
• Fluktuasi nilai tukar mata uang asing;
• Kegiatan penyediaan tenaga listrik di Indonesia diatur secara ketat oleh Pemerintah;
• Perseroan dan/atau partner bisnis Perseroan mungkin mengalami dampak perubahan peraturan pajak di Indonesia atau
     negara-negara lainnya dan/atau perubahan dalam pungutan daerah;
• Dari waktu ke waktu Perseroan mungkin dapat terlibat dalam perselisihan hukum dan litigasi lain sehubungan dengan
     kegiatan operasi Perseroan.

Risiko bagi Investor Obligasi
• Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain disebabkan karena tujuan
     pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang;
• Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran bunga dan pokok Obligasi pada
     waktu yang telah ditetapkan atau kegagalan Perseroan untuk memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam Perjanjian
     Perwaliamanatan yang merupakan dampak dari memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan.

Keterangan selengkapnya mengenai Faktor Risiko dapat dilihat pada Bab IV Prospektus.

                  PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI

Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi dapat diperoleh melalui email Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan
Penjamin Emisi Obligasi pada Masa Penawaran Umum yakni tanggal 18 - 19 Juni 2025 jam 09.00 WIB sampai dengan jam 16.00
WIB dengan alamat sebagai berikut:



                                                           21
Page 22
                                    PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI
          PT BNI Sekuritas                   PT Mandiri Sekuritas          PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
 Sudirman Plaza, Indofood Tower,          Menara Mandiri I Lantai 25       Gedung Artha Graha Lantai 18 dan 19
              Lantai 16                Jalan Jend. Sudirman Kav. 54-55        Jalan Jend. Sudirman Kav. 52-53
 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 76-78                Jakarta 12190                         Jakarta 12190
           Jakarta 12910                    Telepon: (021) 526 3445               Telepon: (021) 2924 9088
      Telepon: (021) 2554 3946             Faksimile: (021) 527 5701             Faksimile: (021) 2924 9150
     Faksimile: (021) 5793 6934        Email: divisi-fi@mandirisek.co.id          Email: fit@trimegah.com
  Email: dcm@bnisekuritas.co.id

SETIAP CALON INVESTOR DIHARAPKAN MEMBACA KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI PENAWARAN UMUM INI
                      MELALUI INFORMASI YANG TELAH TERSAJI DALAM PROSPEKTUS




                                                      22

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.81 MB
Published28 Apr 2025
Pages22
Characters114,012
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT MEDCO POWER INDONESIA p.1 ×6
linked org PT BNI SEKURITAS p.1 ×3
linked org PT MANDIRI SEKURITAS p.1 ×3
linked org Bank Mega Tbk p.1 ×15
possible org OTORITAS JASA KEUANGAN p.1
possible org PT BURSA EFEK INDONESIA p.1 ×2
unresolved org PT MEDCO POWER INDONESIA Kegiatan Usaha Utama p.1
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.1 ×3
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Obligasi p.1 ×2
unresolved org PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA p.1
unresolved org Purwantono p.7
unresolved org Young Global Limited p.7
unresolved org PT Medco Ratch Power Riau p.7
unresolved org Sarulla Operations Ltd. p.7
unresolved org PT Pertamina EP p.8
unresolved org PT Bank BNI Syariah p.20

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result