Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1 OCR 0.951
bt btpn Penjelasan atas Laporan Keuangan PT BANK BTPN SYARIAH Tbk. (“Bank”) Konsulidasian Posisi 31 Maret 2025 Kondisi segmen yang dilayani Bank pasca Pandemi Covid-19 masih mengalami banyak tantangan. Bank terus berupaya untuk selektif dalam menyalurkan pembiayaan serta terus memberikan program pendampingan yang semakin intensif ke masyarakat inklusi. Disamping itu Bank juga melakukan banyak upaya perbaikan di internal dan juga penyemangatan para nasabah untuk terus melakukan 4 perilaku unggul: Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS). Dengan kondisi-kondisi internal dan eksternal yang disebutkan di atas, kinerja dapat terjaga dengan pencapaian Total Aset PT BANK BTPN SYARIAH Tbk pada tanggal 31 Maret 2025 tercatat sebesar Rp 21,71 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp 33,8 miliar atau 0,1696 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2024 yang sebesar Rp 21,75 triliun. Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Giro pada Bank Lain Giro pada bank lain pada posisi 31 Maret 2025 sebesar Rp 9 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 4 miliar atau sebesar 8096 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 5 miliar. Kenaikan tersebut dikarenakan adanya penambahan saldo giro pada bank lain terkait dengan operasional Bank. 2. Piutang Murabahah Piutang murabahah gross posisi 31 Maret 2025 sebesar Rp 9,7 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 26,3 miliar atau sebesar 0,396 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 9,6 triliun. Hal ini disebabkan sejalan dengan membaiknya kualitas pembiayaan serta Bank yang tetap selektif dalam memberikan pembiayaan kepada nasabah, yakni nasabah yang menunjukkan perilaku BDKS (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu). 3. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Piutang Murabahah CKPN piutang murabahah posisi 31 Maret 2025 sebesar Rp 893,7 miliar mengalami penurunan Rp 30,5 miliar atau sebesar 3,3 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 924,2 miliar. Hal ini sejalan dengan membaiknya kualitas pembiayaan Bank. 4. Piutang Oardh Piutang gardh gross posisi 31 Maret 2025 sebesar Rp 48 juta mengalami penurunan sebesar Rp 16 juta atau sebesar 2596 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 64 juta. Hal ini disebabkan adanya pembayaran dan pelunasan atas piutang gardh tersebut. u pa www.btpnsyariah.
Page 2 OCR 0.946
t yariah, 5. Pembiayaan Musyarakah Pembiayaan musyarakah gross posisi 31 Maret 2025 sebesar Rp 583,3 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 52,3 miliar atau sebesar 1096 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 530,6 miliar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penyaluran pembiayaan kepada nasabah dengan akad Musyarakah. 6. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka pada 31 Maret 2025 sebesar Rp 107,3 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 65,4 miliar atau 1564 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 yaitu Rp 41,9 miliar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran dimuka di awal tahun 2025 ini atas asuransi kesehatan untuk karyawan, pemeliharaan IT, serta pembayaran dan perpanjangan lisensi hak guna pakai. 7. Aset Lain-lain Aset lain-lain pada 31 Maret 2025 sebesar Rp 21,3 miliar mengalami kenaikan sebesar 2096 atau Rp 3,5 miliar dibandingkan posisi 31 Desember 2024 sebesar Rp 17,8 miliar. Hal ini disebabkan adanya kenaikan uang muka operasional di awal tahun 2025, tagihan kepada pihak ketiga dan lain-lain. 8. Liabilitas Segera Liabilitas segera pada 31 Maret 2025 sebesar Rp 32,4 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 9,4 miliar atau 414 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 yaitu Rp 23 miliar. Hal ini disebabkan adanya kenaikan kewajiban yang telah jatuh tempo kepada pihak ketiga dan kewajiban segera lainnya di awal tahun 2025. 9. Utang Pajak Utang Pajak pada 31 Maret 2025 sebesar Rp 56,2 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 25,6 miliar atau 83,996 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 yaitu Rp 30,6 miliar. Hal ini disebabkan peningkatan utang pajak penghasilan dimana pembayaran pajak penghasilan badan tahun 2024 baru akan dibayarkan pada April 2025. 10. Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Liabilitas imbalan pasca kerja pada 31 Maret 2025 sebesar Rp 142,7 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 106,5 miliar atau 42,796 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 yaitu Rp 249,1 miliar. Penurunan disebabkan karena realisasi pembayaran imbalan kerja jangka pendek kepada karyawan. & .N Ph “ww.btpnsyariah.com Ts
Page 3 OCR 0.945
11. 12. t yariah, Dana Syirkah Temporer Dana syirkah temporer pada tanggal 31 Maret 2025 sebesar Rp 9,55 triliun mengalami penurunan sebesar Rp 47 miliar atau 0,596 dibandingkan posisi 31 Desember 2024 yaitu Rp 9,60 triliun. Disisi lain deposito mengalami kenaikan sebesar Rp 77 miliar tetapi tabungan mengalami penurunan sebesar Rp 123,9 miliar. Penurunan Dana Syirkah Temporer pada triwulan pertama tahun 2025, sesuai dengan strategi Bank untuk menjaga pendanaan sesuai strategi growth pembiayaan. Bank senantiasa menjaga kinerja yang cukup optimal dan stabil. Ekuitas Ekuitas pada tanggal 31 Maret 2025 sebesar Rp 9,6 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 311,4 miliar atau sebesar 3,396 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2024 sebesar Rp 9,3 triliun. Peningkatan ekuitas ini karena adanya pertumbuhan modal secara organik berupa penambahan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 310,8 miliar. l 1
Names mentioned 2 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Lain Giro
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.