Back to announcement
20260701_SOFA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32107419_lamp1.pdf
Other Text extracted SOFASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
E023 - Publish
No: 037/BOD-SEA/VII/2026 Jakarta, 1 Juli 2026
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia (“IDX”)
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 6
Jl. Jendral Sudirman Kav 52-53
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
U.p. : Adi Pratomo Aryanto
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
Perihal : Penjelasan atas Laporan Keuangan Auditan Tahun 2025 PT Solusi Environment
Asia Tbk (“Perseroan”)
Dengan hormat,
Merujuk pada surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-7658/BEI.PP2/06-2026 tanggal 26 Juni 2026—
yang diterima Perseroan pada 29 Juni 2026—perihal permintaan penjelasan, bersama ini kami
bermaksud untuk menyampaikan penjelasan untuk pertanyaan No. 1-12 (satu sampai dua belas)
sebagai berikut:
1. Sehubungan dengan paragraf penjelas dari auditor atas ketidakpastian material yang terkait
dengan kelangsungan usaha yang menyampaikan bahwa sebagaimana yang diungkapkan
dalam Catatan 33 atas laporan keuangan konsolidasian terlampir, Perseroan secara grup
telah mencatat serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Desember 2025
sebesar Rp10.322.661.928. Kondisi tersebut, beserta hal-hal lainnya yang diungkapkan dalam
Catatan 33 atas laporan keuangan konsolidasian, mengindikasikan kemampuan Grup untuk
dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya sebagai entitas yang berkesinambungan
tergantung pada penyelesaian permasalahan tersebut. Opini auditor tidak dimodifikasi
sehubungan dengan hal tersebut. Agar dapat dijelaskan:
a. Tanggapan Perseroan saat ini terkait dengan paragraf penjelas tersebut.
Jawaban:
Perseroan memahami dan mencermati paragraf penjelasan auditor mengenai ketidakpastian
material yang terkait dengan kelangsungan usaha Perseroan, sebagaimana diungkapkan dalam
Catatan 33 atas laporan keuangan konsolidasian.
Perseroan menyadari bahwa kondisi akumulasi kerugian dan faktor-faktor lainnya menimbulkan
ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan atas kemampuan Perseroan untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya. Namun demikian, manajemen berkeyakinan bahwa
Perseroan masih memiliki prospek usaha yang baik dan kemampuan untuk melanjutkan kegiatan
operasionalnya secara berkesinambungan.
Paragraf penjelasan auditor tersebut tidak mengubah opini audit atas laporan keuangan
konsolidasian Perseroan dan merupakan bentuk pengungkapan atas kondisi yang sedang dihadapi
Perseroan, yang telah diungkapkan secara memadai dalam laporan keuangan konsolidasian.
b. Rencana atau tindak lanjut Perseroan baik yang akan dilakukan atau direncanakan untuk dilakukan
dalam menjaga kelangsungan bisnis usaha Perseroan ke depan.
Jawaban:
Dalam rangka menjaga kelangsungan usaha Perseroan, manajemen telah dan akan terus
melaksanakan beberapa langkah strategis, antara lain:
1
Page 2
E023 - Publish
a. Meningkatkan pendapatan dan profitabilitas usaha, melalui pengembangan pasar, peningkatan
penjualan, serta diversifikasi produk dan/atau layanan yang dimiliki Perseroan.
b. Melakukan efisiensi biaya operasional, termasuk pengendalian biaya administrasi, biaya
umum, dan optimalisasi penggunaan sumber daya Perseroan.
c. Memperkuat struktur permodalan dan likuiditas, melalui penjajakan pendanaan baru, kerja
sama strategis, maupun dukungan dari pemegang saham dan pihak-pihak terkait apabila
diperlukan.
d. Mengoptimalkan pengelolaan modal kerja, termasuk percepatan penagihan piutang,
pengelolaan persediaan, dan pengendalian arus kas.
e. Melakukan evaluasi dan restrukturisasi atas kewajiban Perseroan, apabila diperlukan, guna
menjaga kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya.
f. Meningkatkan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko, sehingga kegiatan operasional
dapat berjalan lebih efektif dan mendukung keberlangsungan usaha Perseroan.
Berdasarkan langkah-langkah tersebut, manajemen berkeyakinan bahwa Perseroan memiliki
kemampuan untuk memperbaiki kinerja keuangan dan mempertahankan kelangsungan usahanya di
masa mendatang.
2. Sehubungan dengan informasi pada Laporan Keuangan Perseroan Desember 2025 Auditan,
disampaikan bahwa jumlah karyawan tetap Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2025 dan
2024 masing-masing adalah 1 orang dan 76 orang (tidak diaudit), agar dapat dijelaskan lebih
lanjut:
a. Kelangsungan operasional Perseroan mempertimbangkan karyawan tetap Perseroan hanya ada 1
orang per Desember 2025.
Jawaban:
Keberlangsungan operasional penjualan Perseroan pada bidang usaha furnitur saat ini dipusatkan
pada anak usaha Perseroan, PT Pratama Satya Tunggal (“PST”), dan dikelola bersama tenaga
kerja yang ada. Namun demikian, untuk melakukan usaha yang akan dijalankan, Perseroan sedang
melakukan perekrutan karyawan baru.
b. Penjelasan Perseroan atas arus kas pembayaran karyawan sebesar Rp7,9 miliar meskipun jumlah
karyawan tetap Perseroan berjumlah 1 orang.
Jawaban:
Jumlah dana sebesar Rp7,9 miliar adalah jumlah gaji yang dibayarkan kepada karyawan yang
bekerja berikut kompensasi kepada karyawan sehubungan pengambilalihan Perseroan oleh
pengendali baru.
c. Penjelasan atas turunnya jumlah karyawan tetap Perseroan.
Jawaban:
Penurunan jumlah karyawan dilakukan disebabkan karena perubahan pengendali baru
(pengambilalihan), di mana karyawan diberikan pilihan untuk melanjutkan atau tidak hubungan
kerja dengan Perseroan, hak mana diberikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 35 tahun
2021. Di samping itu, dengan tujuan efisiensi karena kerugian Perseroan, Perseroan melakukan
restrukturisasi karyawan.
3. Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) Nomor 5 –Piutang Usaha, terdapat informasi
bahwa terdapat kenaikan piutang usaha per Desember 2025 menjadi sebesar Rp309,8 juta
jika dibandingkan dengan saldo piutang usaha periode lalu sebesar Rp5,1 juta. Agar dapat
dijelaskan:
2
Page 3
E023 - Publish
a. Latar belakang kenaikan piutang usaha tersebut.
Jawaban:
Piutang usaha merupakan sisa tagihan retensi kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk
pengadaan loose furniture di proyek Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (“IKN”).
b. Informasi Tenor pembayaran pelanggan kepada Perseroan.
Jawaban:
Tagihan tersebut telah jatuh tempo.
c. Sebanyak Rp309,8 juta telah jatuh tempo dan berumur 61-90 hari. Agar dapat dijelaskan upaya
Perseroan dalam melakukan penagihan atas piutang tersebut.
Jawaban:
Perseroan telah melakukan penagihan atas piutang tersebut, namun belum ada kepastian akan
pembayarannya.
d. Kendala yang dialami oleh Perseroan dalam melakukan penagihan piutang usaha yang telah jatuh
tempo.
Jawaban:
Pihak pelanggan kurang menanggapi upaya Perseroan dalam menagih piutang usaha tersebut.
e. Perseroan mencatatkan kenaikan cadangan penurunan nilai menjadi sebesar Rp21,7 juta di mana
pada periode lalu dicatatkan sebesar Rp5,1 juta. Agar dapat dijelaskan latar belakang kenaikan
tersebut.
Jawaban:
Kenaikan cadangan penurunan piutang tersebut karena adanya kenaikan piutang usaha yang
belum tertagih.
4. Dalam CALK Nomor 6 –Persediaan, Perseroan mencatatkan saldo total persediaan sebesar
Rp18,9 miliar per Desember 2025 yang cenderung menurun dibandingkan dengan saldo
persediaan pada periode lalu sebesar Rp28,1 miliar. Agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang penurunan saldo total persediaan tersebut per Desember 2025 jika dibandingkan
dengan periode lalu.
Jawaban:
Pada periode tahun 2025, Perseroan menerapkan strategi penjualan obral (diskon besar) atas
barang ready stock.
b. Klarifikasi Perseroan dalam hal Perseroan sedang menurunkan stok persediaan dibandingkan
dengan periode sebelumnya, mengingat Perseroan akan masuk ke dalam bidang usaha energi.
Jawaban:
Perseroan benar akan melakukan penurunan nilai persediaan dengan banyak melakukan penjualan
obral terutama untuk stok barang display dan koleksi lama.
c. Mekanisme teknis Perseroan dalam melakukan manajemen persediaan sehingga stok persediaan
selalu terjaga kualitasnya dan tidak usang.
Jawaban:
3
Page 4
E023 - Publish
Perseroan selalu melakukan pengawasan terhadap fisik gudang bahan baku dan gudang barang
jadi, selain tentunya juga Perseroan melakukan perlindungan juga pada bahan baku dan barang
jadi yang tersimpan.
5. Sehubungan dalam CALK Nomor 7 –Uang Muka, Perseroan mencatatkan kenaikan
signifikan atas saldo uang muka pembelian per Desember 2025 menjadi sebesar Rp2,7 miliar
dibandingkan dengan saldo periode tahun lalu sebesar Rp213,5 juta. Agar dapat dijelaskan
latar belakang kenaikan saldo tersebut.
Jawaban:
Pada laporan keuangan Perseroan tahun 2025, tercatat uang muka pembelian mengalami kenaikan
dikarenakan Perseroan sedang melakukan transaksi dengan suplier/vendor baru.
6. Perseroan tidak lagi mencatatkan sewa dibayar di muka per Desember 2025, sebagaimana
mengacu pada CALK Nomor 8 –Biaya dibayar di muka, jika dibandingkan periode lalu yang
masih mencatatkan sebesar Rp192,5 juta. Agar dapat dijelaskan latar belakang tidak lagi
dicatatkan saldo sewa dibayar di muka.
Jawaban:
Pada periode tahun 2025 Perseroan tidak ada transaksi pembayaran sewa dibayar di muka,
sedangkan sewa dibayar di muka yang tercatat dalam periode tahun 2024 telah dilakukan
pencatatan alokasinya.
7. Sehubungan dengan CALK Nomor 9 –Aset Tetap-Bersih, agar dapat dijelaskan:
a. Perseroan menambahkan aset sewa pembiayaan kendaraan sebesar Rp560,6 juta per Desember
2025. Agar dapat dijelaskan nature atau jenis kendaraan yang sedang disewa Perseroan.
Jawaban:
Perseroan menambah aset sewa pembiayaan atas mobil jenis kendaraan listrik.
b. Penjelasan latar belakang tujuan Perseroan untuk menambahkan aset sewa pembiayaan kendaraan
per Desember 2025.
Jawaban:
Penambahan aset pada poin 7.a. bertujuan agar kegiatan operasional lebih efisien.
c. Perseroan melakukan pengurangan atau disposal aset kendaraan sebesar Rp407,4 juta per Desember
2025. Agar dapat dijelaskan latar belakang pengurangan aset tetap kendaraan tersebut.
Jawaban:
Kendaraan tersebut adalah kendaraan berbahan bakar bensin yang dijual dan nantinya akan
ditukar dengan kendaraan listrik.
8. Dalam CALK nomor 10 - Aset Hak Guna Usaha, agar dapat dijelaskan hal-hal sebagai
berikut:
a. Perseroan menambahkan aset hak guna bangunan sebesar Rp1,9 miliar atau sebesar 178% dari nilai
aset hak guna bangunan per Desember 2024 yang sebesar Rp1,1 miliar. Agar dapat dijelaskan latar
belakang penambahan aset hak guna bangunan tersebut.
Jawaban:
Perseroan menambah aset hak guna bangunan atas sewa showroom baru di Jakarta Design Centre
(“JDC”) dengan tujuan untuk menggantikan showroom yang berlokasi di Plaza Indonesia.
4
Page 5
E023 - Publish
b. Terdapat pengurangan aset hak guna bangunan sebesar Rp550,3 juta. Agar dapat dijelaskan latar
belakang pengurangan tersebut.
Jawaban:
Pengurangan Aset hak guna sebesar Rp.550,3jt tersebut merupakan aset hak guna bangunan atas
sewa showroom Surabaya yang telah berhenti beroperasi di akhir periode tahun 2025.
c. Ekspektasi manajemen dalam hal menambahkan aset hak guna bangunan sebesar Rp1,9 miliar.
Jawaban:
Perseroan mampu meningkatkan penjualan dengan biaya yang paling efisien.
9. Sehubungan dengan CALK nomor 11 – Utang Usaha, Perseroan membukukan utang usaha
yang telah jatuh tempo sebesar Rp1,1 miliar untuk utang yang berumur 1-30 hari dan
Rp301,4 juta untuk utang yang telah jatuh tempo berumur 31-60 hari. Agar dapat dijelaskan
pertimbangan Perseroan dalam pengelolaan utang usaha yang telah jatuh tempo dan
tantangan dalam melunasi utang usaha tersebut jika ada.
Jawaban:
Utang Usaha yang tercatat tersebut merupakan utang usaha yang belum jatuh tempo, Perseroan
memiliki beberapa kesepakatan dengan supplier atas waktu jatuh tempo utang usaha, ada yang 30
hari dan 60 hari sejak tanggal diterimanya dokumen tagihan. Perseroaan dalam pengelolaan utang
usaha selalu berupaya sebaik mungkin agar utang usaha di bayar sesuai jadwal yang telah
disepakati dengan supplier.
10. Sehubungan dengan pendapatan Perseroan yang cenderung menurun per Desember 2025
sebesar Rp45,1 miliar jika dibandingkan dengan pendapatan periode lalu sebesar Rp50,2
miliar, agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan tersebut, mempertimbangkan nilai
beban pokok penjualan per Desember 2025 cenderung naik yang dicatatkan sebesar Rp30,8
miliar jika dibandingkan nilai beban pokok penjualan periode lalu sebesar Rp28,9 miliar.
Jawaban:
Menurunnya pendapatan Perseroan disebabkan karena beberapa faktur utama:
- Semakin ketatnya persaingan furnitur akibat banyaknya produk-produk impor, di mana harga
produk impor yang lebih kompetitif.
- Menurunnya daya beli dan kondisi geopolitik yang mempengaruhi perekonomian dunia.
Kecenderungan bertambahnya beban pokok penjualan, karena Perseroan banyak melakukan
penjualan obral dan diskon besar, sehingga mempengaruhi beban pokok penjualan.
11. Penjelasan mengenai kegiatan operasional Perseroan saat ini, antara lain:
a. Perkembangan bisnis energi yang dijalankan Perseroan hingga saat ini.
Jawaban:
Perkembangan bisnis di bidang energi yang dijalankan Perseroan saat ini masih pada tahap
penguatan kerja sama investasi yang melibatkan Zhejiang Weiming Enviroment Protection Co. Ltd
dan afiliasinya (“Zhejiang Weiming”). Sejalan dengan yang disampaikan Perseroan di dalam
Keterbukaan Informasi No. 034/BOD-SEA/IV/2026 tanggal 9 Juni 2026, kerja sama telah dilakukan
melalui penandatanganan akta jual beli saham antara anak usaha Perseroan, PT Ananta Energi
Asia (“AEA”) dengan Zhejiang Weiming untuk menjadi pemegang saham di dalam dua perusahaan
konsorsium berbentuk perseroan terbatas dan didirikan untuk proyek pengelolaan sampah menjadi
energi listrik (“PSEL” atau “WtE”) di wilayah Denpasar Raya dan Bogor Raya. Presentase
kepemilikan saham AEA pada masing-masing perusahaan konsorsium adalah sebesar 10%.
5
Page 6
E023 - Publish
b. Kegiatan produksi dan distribusi mebel yang dijalankan oleh PT Pratama Satya Tunggal.
Jawaban:
PT Pratama Satya Tunggal, secara normal tetap melakukan penjualan mebel dan distribusi kepada
pelanggan.
c. Strategi yang dilakukan Perseroan untuk memastikan peningkatan pendapatan Perseroan di masa
mendatang.
Jawaban:
Perseroan menjalankan strategi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang melalui
pengembangan proyek PSEL atau WtE bersama mitra strategis yang melibatkan Zhejiang Weiming
Environment Protection Co. Ltd., PT Danantara Investment Management dan PLN. Melalui anak
usaha, Perseroan telah tergabung dalam konsorsium proyek WtE untuk wilayah Bogor Raya dan
Denpasar Raya. Proyek tersebut direncanakan menggunakan skema Power Purchase Agreement
(“PPA”) jangka panjang selama 30 tahun dengan tarif tetap sebesar USD 0,20 per kWh, sehingga
diharapkan dapat memberikan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan bagi grup usaha
Perseroan melalui kontribusi dividen dari anak usaha.
Selain pengembangan proyek baru, Perseroan juga berfokus pada strategi akuisisi aset
undervalued di sektor energi terbarukan. Sebagaimana telah disampaikan dalam Public Expose
tanggal 21 Mei 2026, salah satu peluang yang sedang dijajaki adalah akuisisi aset pembangkit
listrik minihidro yang saat ini masih berada dalam tahap uji tuntas. Aset tersebut dinilai memiliki
fundamental bisnis yang baik, antara lain telah memiliki skema PPA, biaya operasional yang relatif
rendah, serta umur ekonomis aset yang panjang. Perseroan akan menyampaikan keterbukaan
informasi sesuai ketentuan yang berlaku apabila proses transaksi telah mencapai tahap yang
signifikan. Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk terus memperluas portofolio aset energi
terbarukan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan usaha berkelanjutan.
Dalam jangka pendek, Perseroan tetap berupaya meningkatkan kinerja melalui efisiensi
operasional pada lini bisnis furnitur. Langkah-langkah yang dilakukan mencakup optimalisasi
penjualan, pengelolaan utang usaha, serta efisiensi produksi guna menjaga profitabilitas dan
mendukung stabilitas kinerja Perseroan.
12. Informasi/fakta/kejadian penting lain yang material dan dapat memengaruhi harga Efek Perseroan
serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik
Jawaban:
Tidak ada informasi/fakta/kejadian penting lain yang material dan dapat memengaruhi harga Efek
Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima
kasih.
Hormat Kami,
PT Solusi Environment Asia Tbk
________________________
Denny Rizal
Direktur Utama
6
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Pratama Satya Tunggal
p.2 ×2
unresolved
org
Kota Nusantara
p.3
unresolved
org
Zhejiang Weiming Enviroment Protection Co. Ltd
p.5
unresolved
org
PT Ananta Energi Asia
p.5
unresolved
org
PT Pratama Satya Tunggal. Jawaban
p.6
unresolved
org
Zhejiang Weiming Environment Protection Co. Ltd.
p.6
unresolved
org
PT Danantara Investment Management
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.