Skip to content
Back to announcement

20250415_HUMI_Pengumuman RUPS_31875771_lamp5.pdf

RUPS notice Text extracted HUMI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 86

Page 1
      LAPORAN STUDI KELAYAKAN

      PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
      AKTIVITAS PENGELOLAAN KAPAL
               (KBLI 52225)

PT HUMPUSS MARITIM INTERNASIONAL TBK

No. 00008/2.0113-03/BS-FS/06/0340/1/IV/2025
           Tanggal: 11 April 2025
Page 2
      LAPORAN STUDI KELAYAKAN

      PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
      AKTIVITAS PENGELOLAAN KAPAL
               (KBLI 52225)

PT HUMPUSS MARITIM INTERNASIONAL TBK

No. 00008/2.0113-03/BS-FS/06/0340/1/IV/2025
           Tanggal: 11 April 2025
Page 3
No. 00008/2.0113-03/BS-FS/06/0340/1/IV/2025                               Bekasi, 11 April 2025
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Mangkuluhur City Tower One, Lantai 27
JL. Jend. Gatot Subroto Kav. 1-3
Jakarta 12930 – Indonesia


Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Aktivitas Pengelolaan Kapal
          (KBLI 52225)


Dengan hormat,

PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/III/2025, tanggal
14 Maret 2025, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (atau selanjutnya disebut
“Perseroan” atau “HUMI”) yang bergerak di bidang usaha jasa kepelabuhan dan maritim
serta distribusi energi dan infrastruktur di Indonesia, telah menunjuk KJPP Syarif, Endang,
dan Rekan, sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal.


TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024.


IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama Perusahaan       :    PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Bidang Usaha          :    Jasa Angkutan Laut dalam Negeri dan Angkutan Laut Perairan
                           Pelabuhan dalam Negeri
Alamat                :    Mangkuluhur City Tower One, Lantai 27, Jl. Jend. Gatot Subroto
                           Kav. 1-3 Jakarta 12930 – Indonesia
Telepon               :    +62-21 3950 6655
Website               :    https://www.humi.co.id/
Email                 :    corpsec@humi.co.id

MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal, serta sebagai
syarat    pemenuhan       atas   Peraturan   Otoritas   Jasa   Keuangan    Republik   Indonesia
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK
No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.



                                                                                              i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
      oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
      Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.

      INDEPENDENSI PENILAI
      Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
      tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
      dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
      pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
      dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
      yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
      dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
      tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/III/2025, tanggal 14
      Maret 2025.

      RUANG LINGKUP PENUGASAN
      Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
      melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
      sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal.


      Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
      Profesional, paling sedikit meliputi:
      1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
      2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
          dan
      3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.

      ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
      Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
      adalah:
      a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
          studi kelayakan.
      c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
          kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
          dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
          kami anggap relevan.
      d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
          mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
          duty).
                                                                                              ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan.
      f.   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
           rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
           pemberi tugas.

      KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
      Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan
      tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
      periode tersebut.

      ANALISIS KELAYAKAN
      Analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha ini memenuhi
      kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.


      • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
           NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp14.941.220.000,-. Dengan demikian, hasil NPV
           yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
           memberikan keuntungan.


      • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
           PI yang diperoleh adalah sebesar 7,66923. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1
           menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari
           kegiatan usaha yang dilakukan.


      Kemudian, dari analisis sensitivitas, menurunnya volume pendapatan merupakan faktor
      yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.


      Dengan analisis keuangan tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
      Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.




                                                                                              iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      KESIMPULAN
      Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
      Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
      Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal
      adalah layak.


      Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
      Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.


      PENUTUP
      Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
      dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
      pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
      kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
      implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
      dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
      proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.


      Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
      terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
      selanjutnya.

      Hormat kami,
      KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN




      Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)        Digitally signed by Endang Sunardi
                                                       DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
      Rekan                                            Endang dan Rekan,
                                                       email=syarifendangdanrekan@gmail.com
      MAPPI                 : No. 09-S-02341
      Izin Penilai Publik   : No. B-1.12.00340
      Klasifikasi Izin      : Penilaian Bisnis
      Register              : No. RMK-2017.00303
      STTD OJK              : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
      STTD IKNB             : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                                    iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                         PERNYATAAN PENILAI

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
      di bawah ini menerangkan bahwa:
      1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
          pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
          Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
          kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
          dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
          kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
          Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/III/2025, tanggal 14 Maret 2025;
      2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
          Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2024, parameter dan data
          yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2024;
      4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
          pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
          sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
          No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
          ("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
          Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
      6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
          Laporan Studi Kelayakan ini;
      7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
          serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
          Sumber     Data    diperoleh      dari   berbagai   sumber    yang    diyakini   dapat
          dipertanggungjawabkan;
      8. Laporan    ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan               yang
          mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
      9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
      10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
          dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
      11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
          Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
          pada Laporan Penilaian ini;
      12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
          profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
      13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
          bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.


                                                                                                v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
      penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
      penilaian yang baik.


      No. Nama                                                       Tugas             Tanda Tangan




       1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)           Penanggung Jawab (.......................)
           MAPPI              : No. 09-S-02341
           Izin Penilai       : No. B-1.12.00340
           Klasifikasi Izin   : Penilaian Bisnis
           Register           : No. RMK-2017.00303
           STTD OJK           :: No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
           STTD IKNB          :: No. 173/NB.122/STTD-P/2019


       2. Meilindra Indriani, S.Si.                                Reviewer          (........................)
           MAPPI              : No. 14-T-05006
           Register           : No. RMK-2017.01002




       3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.                          Staf Penilai       (........................)
           MAPPI              : No. 09-P-02398
           Register           : No. RMK-2021.03694




       4. Rachellina Noor Al Maghfira, S.Si.                   Tenaga Inspeksi       (........................)
           MAPPI              : No. 22-A-11570




                                                                                                          vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                                               DAFTAR ISI

      SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
      PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
      DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
      DAFTAR TABEL ................................................................................................................. x
      DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ xi
      1         PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
      1.1       Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
      1.2       Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
      1.3       Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
      1.4       Latar Belakang...................................................................................................... 1
      1.5       Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
      1.6       Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 3
      1.7       Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 4
      1.8       Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 4
      1.9       Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
      1.10      Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 5
      1.11      Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 5
      2         INFORMASI UMUM ................................................................................................ 6
      2.1       Profil Perseroan .................................................................................................... 6
      2.1.1     Bidang Usaha Perseroan ....................................................................................... 7
      2.1.2     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 7
      2.1.3     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan ................................................ 7
      2.1.4     Legalitas dan Izin Operasional Perseroan ............................................................. 7
      2.1.5     Kinerja Posisi Keuangan Perseroan ....................................................................... 8
      2.1.6     Kinerja Laba (Rugi) Perseroan ............................................................................. 12
      2.2       Profil PT Energi Maritim Internasional ................................................................ 17
      2.2.1     Bidang Usaha EMI ............................................................................................... 17
      2.2.2     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham EMI ................................................. 18
      2.2.3     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi EMI ........................................................ 18
      2.2.4     Legalitas dan Izin Operasional EMI ..................................................................... 18
      2.2.5     Kinerja Posisi Keuangan EMI ............................................................................... 19
      2.2.6     Kinerja Laba (Rugi) EMI ....................................................................................... 20
      2.3       Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 21
      2.4       Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 21
      2.5       Pasar yang Dituju ............................................................................................... 21
      2.6       Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 22
      2.7       Pola Bisnis .......................................................................................................... 22
      2.8       Strategi Pemasaran............................................................................................. 22
      2.9       Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 23
      2.10      Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 23
      2.11      Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 23
      2.12      Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 23

                                                                                                                                        vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      2.13    Aspek Lingkungan ............................................................................................. 24
      2.14    Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 24
      2.15    Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 25
      3       KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 26
      3.1     Kondisi Pasar ..................................................................................................... 26
      3.2     Pangsa Pasar ...................................................................................................... 31
      3.3     Kesinambungan ................................................................................................. 40
      3.4     Potensi Pasar ...................................................................................................... 41
      3.5     Sasaran .............................................................................................................. 41
      3.6     Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 42
      3.7     Pesaing Usaha .................................................................................................... 42
      3.8     Strategi Pemasaran............................................................................................. 42
      4       KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 43
      4.1     Kapasitas ........................................................................................................... 43
      4.2     Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 43
      4.3     Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 44
      5       KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 46
      5.1     Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 46
      5.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk/Jasa ................................................ 46
      5.3     Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 47
      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 48
      6.1     Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 48
      6.2     Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 48
      6.3     Manajemen Risiko .............................................................................................. 48
      6.4     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 50
      6.5     Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 50
      7       KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 52
      7.1     Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 52
      7.2     Modal Kerja ........................................................................................................ 52
      7.3     Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 52
      7.4     Biaya Operasional ............................................................................................... 52
      7.5     Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 53
      7.6     Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 53
      7.7     Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 56
      7.8     Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 57
      7.9     Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 58
      7.10    Analisis Titik Impas ............................................................................................ 58
      7.11    Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 59
      7.12    Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 60
      7.13    Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 61
      7.14    Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 64
      7.15    Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 67
      8       KESIMPULAN ....................................................................................................... 69
      8.1     Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 69

                                                                                                                                    viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      8.2     Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 70
      8.3     Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 71
      8.4     Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 71
      8.5     Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 72
      8.6     Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 73




                                                                                                                             ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                                            DAFTAR TABEL

      Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 7
      Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (US$) ............................................................... 8
      Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (US$) ..................................................................... 12
      Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 15
      Tabel 5 Susunan Pemegang Saham EMI ........................................................................... 18
      Tabel 6 Kinerja Posisi Keuangan EMI (Rp.000) ................................................................. 19
      Tabel 7 Kinerja Laba (Rugi) EMI (Rp.000) ......................................................................... 20
      Tabel 8 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 26
      Tabel 9 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran ............... 27
      Tabel 10 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Lapangan Usaha ...... 27
      Tabel 11 Neraca Pembayaran Indonesia ........................................................................... 29
      Tabel 12 Kunjungan Kapal dari DN dan LN di 25 Pelabuhan Strategis, 2022—2023 ........ 32
      Tabel 13 Muat Barang DN pada 25 Pelabuhan Strategis (Ribu Ton), 2022—2023 ............ 33
      Tabel 14 Bongkar Barang DN pada 25 Pelabuhan Strategis (Ribu Ton), 2022—2023 ....... 34
      Tabel 15 Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri, Desember 2024 .............. 36
      Tabel 16 Impor Menurut Moda Transportasi (Ribu Ton; US$Juta), 2022 dan 2023 ........... 38
      Tabel 17 Impor Menurut Jenis dan Moda Transportasi (Ribu Ton; US$Juta), 2022 dan 2023
            ................................................................................................................................. 39
      Tabel 18 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 52
      Tabel 19 Biaya Operasional (Rp.000) ............................................................................... 53
      Tabel 20 Struktur Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 53
      Tabel 21 Struktur Beban Salary & Benefit ......................................................................... 54
      Tabel 22 Struktur Beban Travelling .................................................................................. 55
      Tabel 23 Struktur Beban Office Expenses ........................................................................ 55
      Tabel 24 Struktur Beban Office Building .......................................................................... 56
      Tabel 25 Struktur Beban Car Expenses ............................................................................ 56
      Tabel 26 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 56
      Tabel 27 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 57
      Tabel 28 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 58
      Tabel 29 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 59
      Tabel 30 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 59
      Tabel 31 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 60
      Tabel 32 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 60
      Tabel 33 Return on Investment ........................................................................................ 61
      Tabel 34 Surat Utang Negara ........................................................................................... 63
      Tabel 35 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 64
      Tabel 36 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 64
      Tabel 37 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 65
      Tabel 38 Perhitungan PI ................................................................................................... 66
      Tabel 39 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 66
      Tabel 40 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 67


                                                                                                                                              x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                                        DAFTAR GAMBAR

      Gambar 1 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024 ................................... 28
      Gambar 2 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 29
      Gambar 3 Grafik Nilai Tukar Rupiah vs Negara Kawasan .................................................. 30
      Gambar 4 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 30
      Gambar 5 Inflasi Gabungan Kota di Provinsi .................................................................... 31
      Gambar 6 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Dalam Negeri di Pelabuhan
                     Indonesia (Ribu Ton), 2009—2023 ................................................................. 35
      Gambar 7 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Luar Negeri di Pelabuhan
                     Indonesia (Ribu Ton), 2009—2023 ................................................................. 35
      Gambar 8 Kontribusi Nilai Ekspor menurut Moda Transportasi, 2022 dan 2023 .............. 36
      Gambar 9 Komposisi Ekspor Komoditas Migas menurut Moda Transportasi, 2022 dan
                     2023 .............................................................................................................. 37
      Gambar 10 Kontribusi Nilai Ekspor Nonmigas menurut Moda Transportasi, 2022 dan
                     2023 .............................................................................................................. 38
      Gambar 11 Impor Indonesia Menurut Pelabuhan Bongkar Utama (US$Juta), 2022 dan 2023
                     ...................................................................................................................... 40
      Gambar 12 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................. 44
      Gambar 13 Rencana Restrukturisasi Anak Usaha milik Entitas Anak Perseroan ................ 51
      Gambar 14 Rencana Struktur Organisasi EMI ................................................................... 51
      Gambar 15 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 68




                                                                                                                                           xi
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      1     PENDAHULUAN


      1.1   Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


            Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Humpuss
            Maritim Internasional Tbk (“Perseroan”) berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK)
            No. 0013/SPK/MSE-03/ES/III/2025,           tanggal    14   Maret    2025,     sebagai    Penilai
            Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan
            Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal.


      1.2   Tanggal Penilaian


            Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024.


      1.3   Identitas Pemberi Tugas


            Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:


            Nama Perusahaan          :    PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
            Bidang Usaha             :    Jasa Angkutan Laut dalam Negeri dan Angkutan Laut
                                          Perairan Pelabuhan dalam Negeri
            Alamat                   :    Mangkuluhur City Tower One, Lantai 27, Jl. Jend. Gatot
                                          Subroto Kav. 1-3 Jakarta 12930 – Indonesia
            Telepon                  :    +62-21 3950 6655
            Website                  :    https://www.humi.co.id/
            Email                    :    corpsec@humi.co.id


      1.4   Latar Belakang


            PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan” atau
            “HUMI”) adalah sebuah Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka yang
            didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 21, tanggal 20 September 2016, oleh
            Martina, S.H., Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perseroan telah disetujui oleh
            Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0042923.AH.01.01.Tahun 2016,
            tanggal 28 September 2016.


            Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, Perseroan bergerak dalam bidang layanan
            aktivitas   konsultasi       manajemen,   aktivitas   holding,     angkatan    laut,    aktivitas
            penempatan tenaga kerja, penyediaan sumber daya manusia dan manajemen fungsi
            sumber daya manusia, pendidikan lainnya dan kegiatan penunjang pendidikan. Saat
            ini, kegiatan usaha utama yang dijalankan oleh Perseroan adalah bergerak dalam
            bidang usaha jasa kepelabuhan dan maritim serta distribusi energi dan infrastruktur
            di Indonesia. Perseroan telah memeroleh Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut


                                                                                                           1
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




            (SIUPAL) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan
            No. AL.001/714/SP_SIUPAL/VII/2022,      tanggal    1   Juli   2022.       Perseroan    telah
            menjalankan kegiatan operasional secara komersial sejak September 2016.


            Perseroan berencana melakukan restrukturisasi grup dengan mengambil alih anak
            usaha dari entitas anak milik Perseroan bernama PT Energi Maritim Internasional (atau
            selanjutnya disebut “EMI”).


            EMI semula didirikan dengan nama PT HT Kotug Indonesia berdasarkan Akta Notaris
            No. 191, tanggal 19 Desember 2013, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta
            Pusat, dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui surat
            keputusan    No. AHU-01102.AH.01.01.Tahun         2014,     tanggal   8    Januari     2014.
            Selanjutnya nama perusahaan diubah menjadi PT Energi Maritim Internasional
            berdasarkan Akta Notaris No. 56, tanggal 31 Maret 2020, oleh Arry Supratno, S.H.,
            Notaris di Jakarta Pusat dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
            Manusia melalui surat keputusan No. AHU-0027516.AH.01.02.Tahun 2020, tanggal
            3 April 2020.

            Anggaran Dasar EMI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
            Notaris No. 12, tanggal 12 September 2023, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di
            Jakarta Pusat, mengenai perubahan susunan direktur dan komisaris. Anggaran Dasar
            tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum melalui
            Surat No. AHU-AH.01.09-0164258, tanggal 18 September 2023.


            Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan usaha EMI adalah
            bidang jasa pengangkutan laut (pelayaran) dalam dan luar negeri. Namun, sampai
            dengan tanggal studi kelayakan, yaitu 31 Desember 2024, EMI belum memulai
            operasi secara komersial.


            Restrukturisasi grup dan pengambilalihan EMI menjadi entitas anak Perseroan
            bertujuan untuk memperkuat integrasi dan efisiensi fokus antara kegiatan usaha
            utama Perseroan yaitu jasa angkutan laut dengan kegiatan usaha penunjang
            Perseroan dalam mengelola kapal milik grup Perseroan. Oleh karena itu, diperlukan
            studi kelayakan untuk penambahan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal
            yang ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang
            mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2020”).


      1.5   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan


            Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan
            Kapal serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
            Republik    Indonesia   No. 17/POJK.04/2020       tentang     Transaksi     Material    dan



                                                                                                      2
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




            Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan
            perbankan ataupun kepentingan lainnya.


      1.6   Data dan Informasi yang Digunakan


            Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
            dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
             1. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan periode 31 Desember 2022, 2021,
                dan 2020 No. 01963/2.1032/AU.1/06/1814-1/1/VI/2023, tanggal 30 Juni
                2023, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Daniel CPA, dari Kantor Akuntan
                Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang
                material;
             2. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan periode 31 Desember 2023
                No. 00468/2.1032/AU.1/06/11294-3/1/III/2024, tanggal 30 Maret 2024, yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Said Amru, dari Kantor Akuntan Publik
                Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang
                material;
             3. Laporan       Keuangan        Perseroan        per   31    Desember      2024,
                No. 00497/2.1032/AU.1/06/1294-4/1/III/2025, tanggal 28 Maret 2025 yang
                telah diaudit oleh Said Amru dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro
                & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
             4. Laporan     Keuangan        EMI   per     31    Desember   2022   dan    2021,
                No. 00070/2.0937/AU.1/05/1858-1/1/IV/2025, tanggal 10 April 2025 yang
                telah diaudit oleh Alfian Hardiansyah Nugroho, S.E., Ak., CA,, CPA. dari Kantor
                Akuntan Publik Effendy & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
                material;
             5. Laporan     Keuangan        EMI   per     31    Desember   2023   dan    2022,
                No. 00071/2.0937/AU.1/05/1858-2/1/IV/2025, tanggal 10 April 2025 yang
                telah diaudit oleh Alfian Hardiansyah Nugroho, S.E., Ak., CA,, CPA. dari Kantor
                Akuntan Publik Effendy & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
                material;
             6. Laporan     Keuangan        EMI   per     31    Desember   2024   dan    2023,
                No. 00072/2.0937/AU.1/05/1858-3/1/IV/2025, tanggal 10 April 2025 yang
                telah diaudit oleh Alfian Hardiansyah Nugroho, S.E., Ak., CA,, CPA. dari Kantor
                Akuntan Publik Effendy & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
                material;
             7. Proyeksi Keuangan untuk tahun 2025 sampai dengan 2029;
             8. Legalitas Perseroan;
             9. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
                penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan
                Bapak Taufik Agustono dari divisi Business Development;
             10. Representation Letter No. 073/DU-HUMI/IV/2025, tanggal 10 April 2025,
                sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan
                Kegiatan Usaha KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal.

                                                                                             3
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      1.7   Prosedur yang Digunakan


            Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
            Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
            dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
            Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
            Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
            yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
            Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
            1. Kajian Kelayakan Pasar;
            2. Kajian Kelayakan Teknis;
            3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis;
            4. Kajian Kelayakan Model Manajemen; dan
            5. Kajian Kelayakan Keuangan.


      1.8   Ruang Lingkup Penugasan


            Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
            untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
            Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal.


            Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
            Profesional, paling sedikit meliputi:
            1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
            2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
                Profesional; dan
            3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.


      1.9   Asumsi dan Kondisi Pembatas


            Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
            adalah:
            •   Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
            •   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
                dalam studi kelayakan.
            •   Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
                dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
                diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
                penelitian yang kami anggap relevan.
            •   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
                dengan   mencerminkan       kewajaran   proyeksi   keuangan     dan   kemampuan
                pencapaiannya (fiduciary duty).



                                                                                                 4
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




            •   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
                proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
            •   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
                bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
            •   Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
                dihasilkan.
            •   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
                pemberi tugas.


      1.10 Kualifikasi Penilai

            Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
            berdasarkan        Keputusan    Menteri   Keuangan     No. 1498/KM.1/2012,   tanggal
            28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
            dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.


            Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
            Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:


            MAPPI                             : No. 09-S-02341
            Izin Penilai Publik               : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi izin                  : Penilaian Bisnis
            Register                          : No. RMK-2017.00303
            STTD OJK                          : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
            STTD IKNB                         : No. 173/NB.122/STTD-P/2019

      1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

            Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai
            dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
            terjadi selama periode tersebut.




                                                                                              5
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      2       INFORMASI UMUM


      2.1     Profil Perseroan


             PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan” atau
             “HUMI”) adalah sebuah Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka yang
             didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 21, tanggal 20 September 2016, oleh
             Martina, S.H., Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perseroan telah disetujui oleh
             Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0042923.AH.01.01.Tahun 2016,
             tanggal 28 September 2016. Sesuai dengan Akta Notaris No. 112, tanggal 13 April
             2023, oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., di Jakarta Barat, Perseroan
             mengubah Anggaran Dasarnya terkait penawaran umum perdana saham kepada
             masyarakat dan menyetujui perubahan status perusahaan menjadi Perusahaan
             Terbuka. Perseroan juga menyetujui perubahan nama menjadi PT Humpuss Maritim
             Internasional Tbk, yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
             Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU.AH.01.03-0054862, tanggal
             14 April 2023.


             Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
             dengan Akta Notaris No. 10, tanggal 14 Juni 2024, oleh Notaris Dr. Putra
             Hutomo, S.H., M.Kn., di Jakarta Selatan, mengenai perubahan Pasal 17 ayat 5
             Anggaran Dasar Perseroan serta memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi
             Perseroan dengan hak substitusi. Anggaran Dasar tersebut telah diterima dan
             tercatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum melalui Surat No. AHU-AH.01.03-
             0153250, tanggal 21 Juni 2024.


             Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, Perseroan bergerak dalam bidang layanan
             aktivitas konsultasi manajemen, aktivitas holding, angkatan laut, aktivitas
             penempatan tenaga kerja, penyediaan sumber daya manusia dan manajemen fungsi
             sumber daya manusia, pendidikan lainnya dan kegiatan penunjang pendidikan. Saat
             ini, kegiatan usaha utama yang dijalankan oleh Perseroan adalah bergerak dalam
             bidang usaha jasa kepelabuhan dan maritim serta distribusi energi dan infrastruktur
             di Indonesia. Perseroan telah memeroleh Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut
             (SIUPAL) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan
             No. AL.001/714/SP_SIUPAL/VII/2022,     tanggal   1   Juli   2022.   Perseroan   telah
             menjalankan kegiatan operasional secara komersial sejak September 2016.


             Perseroan berdomisili di Mangkuluhur City Tower One, Lantai 27, Jl. Jend. Gatot
             Subroto Kav. 1-3, Jakarta ,12930, Indonesia.




                                                                                                6
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      2.1.1   Bidang Usaha Perseroan


              Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, Perseroan bergerak dalam bidang layanan
              aktivitas konsultasi manajemen, aktivitas holding, angkatan laut, aktivitas
              penempatan tenaga kerja, penyediaan sumber daya manusia dan manajemen fungsi
              sumber daya manusia, pendidikan lainnya dan kegiatan penunjang pendidikan. Saat
              ini, kegiatan usaha utama yang dijalankan oleh Perseroan adalah bergerak dalam
              bidang usaha jasa kepelabuhan dan maritim serta distribusi energi dan infrastruktur
              di Indonesia.

      2.1.2   Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan


              Rincian pemegang saham Perseroan dan persentase kepemilikannya pada tanggal
              31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:


                                 Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                              Jumlah
                                                                                 %         Jumlah Modal
                         Nama Pemegang Saham                  Saham
                                                                            Kepemilikan      (Rp.000)
                                                              (Lembar)
               1   PT Humpuss Intermoda Tbk             13.805.175.000           76,50%    1.380.517.500
               2   PT Humpuss Transportasi Kimia         1.533.945.000            8,50%     153.394.500
               3   Koperasi Karyawan Bhakti Samudera             330.000          0,00%          33.000
               4   Masyarakat                            2.707.000.000           15,00%     270.700.000
                                Total                   18.046.450.000          100,00%    1.804.645.000
                                                                       Setara dengan US$    120.391.095
              Sumber: Manajemen Perseroan


      2.1.3   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan


              Susunan pengurus Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:


              Dewan Komisaris:
              Komisaris Utama               : Abdul Rachim Sofyan
              Komisaris Independen          : Daryono


              Dewan Direksi:
              Direktur Utama                : Tirta Hidayat
              Direktur                      : Dedi Hudayana


      2.1.4   Legalitas dan Izin Operasional Perseroan


              Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
              usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:



                                                                                                        7
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




               •    Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 21, tanggal 20 September 2016, oleh
                    Martina, S.H., Notaris di Jakarta dan disahkan melalui Surat Keputusan No. AHU-
                    0042923.AH.01.01.Tahun 2016, tanggal 28 September 2016;
               •    Akta No. 10, tanggal 14 Juni 2024, oleh Notaris Dr. Putra Hutomo, S.H., M.Kn.,
                    di Jakarta Selatan, dan telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
                    Badan Hukum melalui Surat No. AHU-AH.01.03-0153250, tanggal 21 Juni 2024;
               •    Nomor Induk Berusaha (NIB): No. 9120108231814; dan
               •    Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 80.905.129.5-067.000.


      2.1.5    Kinerja Posisi Keuangan Perseroan


               Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan dalam lima
               tahun terakhir, berdasarkan data Laporan Keuangan audited per 31 Desember 2020,
               31 Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember 2024
               dengan opini wajar dalam semua hal yang material.


                                   Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (US$)
                                               2024           2023           2022           2021           2020
                    URAIAN
                                              Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
       ASET LANCAR
       Kas dan setara kas                     41.139.250     41.373.913     23.600.640     15.568.141     20.591.404
       Deposito berjangka                      3.599.090
       Piutang usaha                          28.871.380     20.294.729      9.141.076     12.170.848     10.481.364
         Pihak ketiga                         27.087.013     13.065.248      7.545.673      7.953.638      7.514.553
         Pihak berelasi                        1.784.367      7.229.481      1.595.403      4.217.210      2.966.811
       Piutang lain-lain
         Pihak ketiga                           139.688       9.900.624       140.331       2.089.727          30.872
       Persediaan                              7.173.522      4.823.036      3.813.341      3.487.044      3.581.949
       Pajak dibayar di muka                   1.262.093      1.747.739       685.511        633.206        669.088
       Aset keuangan lancar lainnya                     -              -              -     3.220.903               -
       Aset dimiliki untuk dijual                       -              -    18.564.326               -              -
       Aset lancar lainnya                     1.372.361      1.601.898      1.503.396      1.308.197       751.233
       Jumlah Aset Lancar                     83.557.384     79.741.939     57.448.621     38.478.066     36.105.910


       ASET TIDAK LANCAR
       Dana yang dibatasi                      3.172.513      1.335.908      3.236.843       696.442        128.035
         penggunaannya
       Estimasi tagihan pajak                           -              -              -       33.906                -
       Piutang kepada pihak berelasi          21.104.536     19.810.523      8.236.684      6.681.255      4.805.777
       Pinjaman kepada pihak berelasi          9.722.000      9.722.000      9.722.000      9.722.000     14.998.890
       Aset hak-guna - neto                   41.690.694     38.507.004      9.658.684     26.446.570     21.363.910
       Aset tetap - neto                     123.118.403    105.618.759    110.674.459    117.415.290    126.102.907
       Aset derivatif                                   -              -              -              -     5.741.915
       Investasi di entitas asosiasi          14.364.628     13.015.181     13.477.835      7.269.075               -
       Aset pajak tangguhan                     203.510        116.047         97.604        102.094           81.425
       Goodwill                                 742.565        778.499        762.910        841.078        850.857
       Uang jaminan                             383.992        476.743                -              -              -
       Aset tidak lancar lainnya               2.473.107      2.609.895       837.033       2.711.469      3.368.264
       Jumlah Aset Tidak Lancar              216.975.948    191.990.559    156.704.052    171.919.179    177.441.980
       TOTAL ASET                            300.533.332    271.732.498    214.152.673    210.397.245    213.547.890


                                                                                                           8
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                              2024           2023           2022           2021           2020
                      URAIAN
                                             Audited        Audited        Audited        Audited        Audited

       LIABILITAS DAN EKUITAS
       LIABILITAS JANGKA PENDEK
       Utang Usaha                           21.329.273     21.009.278      8.478.677      8.975.872      5.502.571
         Pihak ketiga                        11.288.671     13.195.183      5.070.111      7.114.216      4.469.646
         Pihak berelasi                      10.040.602      7.814.095      3.408.566      1.861.656      1.032.925
       Utang Lain-lain
         Pihak ketiga                         1.456.066         72.704        105.325        849.751        456.623
       Utang dividen                            222.707               -              -              -       576.180
       Utang Pajak                              841.837        507.904        476.613      2.890.775      1.392.480
       Liabilitas imbalan kerja jangka            8.494         13.760         40.956         29.894          36.323
         pendek
       Beban akrual                           8.748.281      9.764.987      6.864.269      7.051.408      7.906.120
       Pendapatan ditangguhkan                                  34.834         26.699         67.255          70.164
       Uang muka dari pelanggan:
         Pihak ketiga                                  -       227.198        977.300        633.231      1.837.351
         Pihak berelasi                         406.069                     1.907.063               -              -
       Pinjaman bank jangka pendek            3.127.662      1.889.702      4.386.706      1.892.903      1.914.912
       Bagian lancar atas liabilitas
         jangka panjang:
         Pinjaman dari pemegang                        -              -              -     3.765.793      1.279.018
             saham
         Pinjaman dari pihak ketiga                    -              -       155.947               -              -
         Liabilitas sewa                      6.508.002      5.320.993      1.517.168      7.929.708     21.738.393
         Utang pembiayaan konsumen              147.087         74.032               -              -              -
         Pinjaman bank jangka panjang        10.563.650      5.120.775      2.336.405      4.581.279      2.517.754
         Liabilitas yang terkait langsung              -              -    19.343.554
             dengan aset dimiliki untuk
             dijual
       Jumlah Liabilitas Jangka Pendek       53.359.128     44.036.167     46.616.682     38.667.869     45.227.889


       LIABILITAS JANGKA PANJANG
       Liabilitas jangka panjang, setelah
       bagian tidak lancar:
         Pinjaman dari pemegang                        -              -              -     1.565.303      3.524.663
             saham
         Pinjaman dari pihak ketiga          19.442.397     19.442.397     19.286.450     19.442.397     19.905.144
         Liabilitas sewa                     23.247.598     25.240.846      7.151.952     23.403.359      1.619.276
         Utang pembiayaan konsumen              245.896        256.804               -              -              -
         Pinjaman bank jangka panjang        28.737.044     15.776.545      1.754.497      1.772.941      3.497.837
       Utang kepada pihak-pihak                        -              -              -    24.816.017     34.629.266
         berelasi
       Liabilitas imbalan kerja jangka        2.060.080      2.006.465      1.411.709      1.007.460        731.807
         panjang
       Jumlah Liabilitas Jangka Panjang      73.733.015     62.723.057     29.604.608     72.007.477     63.907.993


       JUMLAH LIABILITAS                    127.092.143    106.759.224     76.221.290    110.675.346    109.135.882


       EKUITAS
       Modal saham                          120.391.500    120.391.095    102.615.795     12.945.704     12.945.704
       Tambahan Modal Disetor               (51.084.818)   (51.085.223)   (47.268.142)    (5.835.253)    (5.835.253)




                                                                                                          9
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                             2024          2023           2022           2021          2020
                      URAIAN
                                           Audited        Audited        Audited        Audited       Audited
       Selisih transaksi ekuitas dengan      9.965.041     9.965.041      7.832.520      (444.455)     (444.455)
         kepentingan nonpengendali
       Penghasilan komprehensif lain:
         Selisih kurs                      (3.557.706)    (1.624.308)    (1.881.268)       (9.005)         75.012
         Pengukuran kembali imbalan            80.454        (22.559)       (35.116)      (54.513)      (63.701)
           pasti
         Bagian laba neto dari entitas       2.291.179     1.567.876      1.891.792
           asosiasi
       Ekuitas entitas yang bergabung                                                   68.786.259    80.439.701
       Saldo Laba
         Ditentukan penggunaannya              10.000
         Belum ditentukan                   73.534.539    63.213.217     52.798.955      3.962.051     1.634.417
         penggunaannya


       Total Ekuitas yang dapat           151.630.189    142.405.139    115.954.536     79.350.788    88.751.425
         Diatribusikan kepada Pemilik
         Entitas Induk


       Kepentingan Nonpengendali            21.811.000    22.568.135     21.976.847     20.371.111    15.660.583


       JUMLAH EKUITAS                     173.441.189    164.973.274    137.931.383     99.721.899   104.412.008


       TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS       300.533.332    271.732.498    214.152.673    210.397.245   213.547.890
      Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Pada periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 aset HUMI
              tercatat mengalami perkembangan yang positif. Berikut ini adalah deskripsi rinci
              perkembangan aset HUMI dari 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember
              2024.
              - Total aset pada tahun 2021 adalah sebesar US$210,40 juta, mengalami
                    penurunan sebesar 1,48% dari total aset pada tahun 2019 yang tercatat sebesar
                    US$213,55 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya nilai
                    perolehan kapal dan kapal tunda pada bagian aset tetap dari sebesar US$207,46
                    juta pada tahun 2020 menjadi sebesar US$201,55 juta pada tahun 2021.
              - Total aset pada tahun 2022 adalah sebesar US$214,15 juta mengalami
                    peningkatan sebesar 1,78% dari total aset pada tahun 2021 yang tercatat sebesar
                    US$210,40 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
                    kas dan setara kas dari sebesar US$15,57 juta pada tahun 2021, menjadi sebesar
                    US$23,60 juta pada tahun 2022, serta adanya pencatatan akun aset dimiliki
                    untuk dijual sebesar US$18,56 juta pada sisi aset lancar di tahun 2022.
              - Total aset pada 31 Desember 2023 adalah sebesar US$271,73 juta, mengalami
                    peningkatan yang cukup signifikan sebesar 26,89% dari total aset pada tahun
                    2022 yang tercatat sebesar US$214,15 juta. Peningkatan tersebut terutama
                    disebabkan oleh peningkatan aset tetap pada sisi aset tidak lancar yang semula
                    tercatat sebesar US$156,70 juta pada tahun 2022 menjadi sebesar US$191,99
                    juta pada tahun 2023.


                                                                                                      10
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             - Total aset pada 31 Desember 2024 adalah sebesar US$300,53 juta, meningkat
                 sebesar 10,60% dari total aset pada 31 Desember 2023 yang tercatat sebesar
                 US$271,73 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
                 aset tetap yang pada 31 Desember 2024 tercatat menjadi sebesar US$123,12
                 juta pada sisi aset tidak lancar.


              Selama 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, liabilitas HUMI
              mengalami perkembangan yang fluktuatif dengan rincian sebagai berikut.
             - Total liabilitas pada tahun 2021 adalah sebesar US$110,68 juta mengalami
                 peningkatan sebesar 1,41% dari total liabilitas pada tahun 2020 yang tercatat
                 sebesar US$109,14 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
                 peningkatan akun liabilitas sewa pada sisi liabilitas jangka panjang yang semula
                 tercatat sebesar US$1,62 juta pada tahun 2020, menjadi sebesar US$23,40 juta
                 pada tahun 2021.
             - Total liabilitas pada tahun 2022 adalah sebesar US$76,22 juta, mengalami
                 penurunan yang cukup signifikan sebesar 31,13% dari total liabilitas pada tahun
                 2021 yang tercatat sebesar US$110,68 juta. Penurunan tersebut terutama
                 disebabkan oleh menurunnya utang kepada pihak-pihak berelasi yang semula
                 tercatat sebesar US$24,82 juta pada tahun 2021, menjadi sebesar nihil pada
                 tahun 2022 pada sisi liabilitas jangka panjang.
             - Total liabilitas pada 31 Desember 2023 adalah sebesar US$106,76 juta,
                 mengalami peningkatan sebesar 40,06% dari total liabilitas pada tahun 2022
                 yang tercatat sebesar US$76,22 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
                 oleh peningkatan akun liabilitas sewa pada sisi liabilitas jangka panjang yang
                 semula tercatat sebesar US$7,15 juta pada tahun 2022, menjadi sebesar
                 US$25,24 juta pada tahun 2023.
             - Total liabilitas pada 31 Desember 2024 adalah sebesar US$127,09 juta
                 mengalami peningkatan sebesar 19,05% dari total liabilitas pada tahun 2023
                 sebesar yang tercatat sebesar US$106,76 juta. Peningkatan tersebut terutama
                 disebabkan oleh peningkatan akun pinjaman bank jangka panjang yang semula
                 tercatat sebesar US$15,78 juta pada 31 Desember 2023, menjadi sebesar
                 US$28,74 juta pada 31 Desember 2024.


              Pada 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, ekuitas HUMI
              cenderung mencatatkan perkembangan positif yang dengan rincian sebagai berikut:
             -    Ekuitas HUMI pada tahun 2021 adalah sebesar US$99,72 juta, mengalami
                  penurunan sebesar 4,49% dari jumlah ekuitas pada tahun 2020 yang tercatat
                  sebesar US$104,41 juta. Penurunan ekuitas terutama disebabkan oleh
                  menurunnya akun ekuitas entitas yang bergabung yang semula tercatat sebesar
                  US$80,44 juta pada tahun 2020, menjadi sebesar US$68,79 juta pada tahun
                  2021.
             -    Ekuitas HUMI pada tahun 2022 adalah sebesar US$137,93 juta, mengalami
                  peningkatan sebesar 38,32% dari jumlah ekuitas pada tahun 2021 yang tercatat



                                                                                              11
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                        sebesar US$99,72 juta. Peningkatan ekuitas terutama disebabkan oleh
                        peningkatan modal saham disetor yang semula sebesar US$12,95 juta pada
                        tahun 2021, menjadi sebesar US$102,62 juta pada tahun 2022.
                  -     Ekuitas HUMI pada 31 Desember 2023 adalah sebesar US$164,97 juta,
                        mengalami peningkatan sebesar 19,61% dari jumlah ekuitas pada tahun 2022
                        yang   tercatat    sebesar       US$137,93     juta.   Peningkatan    ekuitas    terutama
                        disebabkan oleh meningkatnya tambahan modal disetor dari masyarakat
                        menjadikan akun modal saham yang semula tercatat sebesar US$102,62 juta
                        pada tahun 2022, menjadi sebesar US$120,39 juta pada tahun 2023.
                  -     Ekuitas HUMI pada 31 Desember 2024 adalah sebesar US$173,44 juta,
                        meningkat sebesar 5,13% dari jumlah ekuitas pada 31 Desember 2023 yang
                        tercatat sebesar US$164,97 juta. Peningkatan ekuitas terutama disebabkan oleh
                        meningkatnya saldo laba yang semula tercatat sebesar US$63,21 juta pada 31
                        Desember 2023, menjadi sebesar US$73,54 juta pada 31 Desember 2024.


      2.1.6       Kinerja Laba (Rugi) Perseroan


                  Kinerja Laba (Rugi) Perseroan selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
                  adalah sebagai berikut.


                                              Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (US$)
                                            2024              2023               2022           2021           2020
                      URAIAN
                                           Audited           Audited            Audited        Audited        Audited

      Pendapatan Neto                     127.681.245       106.381.904         91.532.123     66.593.098     69.083.553
      Beban Pokok Pendapatan              (96.513.325)      (77.234.659)       (64.921.309)   (58.897.661)   (46.237.210)
      Laba Bruto                           31.167.920        29.147.245         26.610.814      7.695.437     22.846.343


      Beban usaha                         (12.718.354)      (14.372.005)       (11.345.742)   (16.679.662)   (10.449.010)
      Beban umum dan                      (13.957.468)      (13.686.469)       (10.068.068)    (8.413.415)    (5.627.094)
        administrasi
      Penghasilan usaha neto -              2.032.018         1.144.629          2.364.069      1.077.649      2.006.664
        lainnya
      Beban usaha neto - lainnya             (792.904)       (1.830.165)        (3.641.743)    (9.343.896)    (6.828.580)
      Laba Usaha                           18.449.566        14.775.240         15.265.072     (8.984.225)    12.397.333


      Penghasilan keuangan                 (3.511.321)         (556.504)        (2.925.263)    (3.134.103)    (1.869.990)
      Laba Sebelum Pajak Final dan         14.938.245        14.218.736         12.339.809    (12.118.328)    10.527.343
        Pajak Penghasilan



      Beban Pajak Final                    (1.615.709)       (1.103.454)         (944.657)      (739.048)      (845.031)
      Laba sebelum Pajak                   13.322.536        13.115.282         11.395.152    (12.857.376)     9.682.312
        Penghasilan


      Beban Pajak Penghasilan                (264.503)        (425.852)          (450.616)      (178.719)      (203.955)
        Neto
      Laba Neto Periode Berjalan           13.058.033        12.689.430         10.944.536    (13.036.095)     9.478.357




                                                                                                               12
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                        2024          2023         2022           2021          2020
                   URAIAN
                                       Audited       Audited      Audited        Audited       Audited

      Penghasilan Komprehensif
        Lain
      Pos-pos yang akan
        direklasifikasi laba rugi
        Selisih kurs penjabaran        (1.933.398)      256.960   (1.631.868)       (84.017)     (53.921)


      Pos-pos yang tidak akan
        direklasifikasi laba rugi
        Bagian laba (rugi) neto dari      852.952     (381.977)    6.632.594     (4.310.520)             -
              entitas asosiasi
        Pengukuran kembali atas           106.469         5.342       13.459         19.586         19.362
              program imbalan pasti
        Pajak penghasilan terkait          (3.456)        7.215       (4.572)        (1.306)        (6.471)
      Jumlah Penghasilan                (977.433)     (112.460)    5.009.613     (4.376.257)     (41.030)
        komprehensif lain
      Total Laba Komprehensif          12.080.600    12.576.970   15.954.149    (17.412.352)   9.437.327
        Periode Berjalan


      Total Laba Neto Periode
        Berjalan yang dapat
        diatribusikan kepada:
      Entitas induk                    11.517.108    10.414.262    7.521.794    (13.646.866)   7.148.409
      Non-pengendali                    1.540.925     2.275.168    3.422.742        610.771    2.329.947
      Total                            13.058.033    12.689.430   10.944.536    (13.036.095)   9.478.356


      Total Laba Komprehensif
        Lain Periode Berjalan yang
        dapat diatribusikan
        kepada:
      Entitas induk                    10.410.026    10.359.862   11.523.253    (17.369.306)   7.107.379
      Non-pengendali                    1.670.574     2.217.108    4.430.896        (43.046)   2.329.947
      Total                            12.080.600    12.689.430   15.954.149    (17.412.352)   9.437.326


      Laba per Saham                       0,0006        0,0006       0,0007         0,0071         0,0052
     Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


                 Dari sisi Pendapatan, HUMI mencatatkan perkembangan yang cenderung positif dari
                 tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, sebagaimana dirinci sebagai
                 berikut.
                 - Pendapatan pada tahun 2021 tercatat sebesar US$66,59 juta mengalami
                      penurunan sebesar 3,60% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$69,08 juta.
                      Penurunan ini disebabkan oleh gejolak pandemi Covid-19 yang menyebabkan
                      kinerja Perseroan menurun.
                 - Pendapatan pada tahun 2022 tercatat sebesar US$91,53 juta, mulai kembali
                      mengalami peningkatan yaitu sebesar 37,45% dari tahun sebelumnya yang
                      sebesar US$66,59 juta.




                                                                                               13
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             - Pendapatan pada 31 Desember 2023 tercatat sebesar US$106,38 juta mengalami
                peningkatan sebesar 16,22% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$91,53 juta.
             - Pendapatan pada 31 Desember 2024 tercatat sebesar US$127,68 juta atau
                meningkat setara 20,02% dari akhir tahun sebelumnya yang sebesar US$106,38
                juta.


             Selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, laba (rugi) kotor HUMI
             tercatat mengalami perkembangan yang fluktuatif dengan rincian sebagai berikut.
             - Beban pokok pendapatan pada tahun 2021 sebesar US$58,90 juta mengalami
                peningkatan sebesar 27,38% dari tahun 2020 yang sebesar US$46,24 juta.
                Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh penyusutan aset hak guna
                sebesar US$11,96 juta. Sehingga pada tahun 2021 laba kotor tercatat sebesar
                US$7,70 juta atau mengalami penurunan sebesar 66,32% dari tahun 2020 yang
                mencatatkan laba kotor sebesar US$22,85 juta.
             - Beban pokok pendapatan pada tahun 2022 sebesar US$64,92 juta mengalami
                peningkatan sebesar 10,23% dari tahun 2021 yang sebesar US$58,90 juta.
                Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan pembelian bahan bakar pada
                tahun tersebut sebesar US$12,75 juta. Sehingga pada tahun 2022 laba kotor
                tercatat sebesar US$26,61 juta atau mengalami peningkatan sebesar 245,80%
                dari tahun 2021 yang hanya mencatatkan laba kotor sebesar US$7,70 juta.
             - Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar US$77,23 juta mengalami
                peningkatan sebesar 18,97% dari tahun 2022 yang sebesar US$64,92 juta.
                Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan biaya sewa kapal
                pada tahun tersebut sebesar US$16,66 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
                Sehingga pada tahun 2023 laba kotor tercatat sebesar US$29,15 juta atau
                mengalami peningkatan dari tahun 2022 yang mencatatkan laba kotor sebesar
                US$26,61 juta.
             - Beban pokok pendapatan pada 31 Desember 2024 sebesar US$96,51 juta atau
                setara dengan peningkatan sebesar 24,96% dari tahun 2023 yang sebesar
                US$77,23 juta. Sehingga pada 31 Desember 2024 laba kotor tercatat sebesar
                US$31,17 juta atau setara dengan peningkatan sebesar 6,93% dari tahun
                sebelumnya yang sebesar US$29,15 juta.

             Selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 HUMI tercatat mengalami
             perkembangan laba (rugi) usaha yang fluktuatif dengan rincian sebagai berikut.
             - Beban usaha pada tahun 2021 sebesar US$16,68 juta mengalami peningkatan
                sebesar 59,63% dari tahun 2020 yang sebesar US$10,45 juta. Atas peningkatan
                beban usaha, maka pada tahun 2021 HUMI mencatatkan rugi usaha sebesar
                US$8,98 juta atau menurun sebesar 172,47% dari tahun sebelumnya yang
                mencatatkan laba sebesar US$12,40 juta.
             - Beban usaha pada tahun 2022 sebesar US$11,35 juta mengalami penurunan
                31,98% dari tahun 2021 yang sebesar US$16,68 juta. Atas penurunan beban
                usaha dan meningkatnya laba kotor, maka pada tahun 2022 HUMI mencatatkan



                                                                                              14
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                 laba usaha sebesar US$15,27 juta atau meningkat sebesar 269,91% dari tahun
                 sebelumnya yang mencatatkan rugi sebesar US$8,98 juta.
             - Beban usaha pada tahun 2023 sebesar US$14,37 juta mengalami kenaikan
                 sebesar 26,67% dari tahun 2022 yang sebesar US$11,35 juta. Atas peningkatan
                 beban usaha dan meningkatnya laba kotor, maka pada tahun 2023 HUMI
                 mencatatkan laba usaha sebesar US$14,76 juta meskipun setara dengan
                 penurunan sebesar 3,21% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan
                 laba usaha sebesar US$15,27 juta.
             - Beban usaha pada 31 Desember 2024 sebesar US$12,72 juta atau setara dengan
                 penurunan sebesar 11,51% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$14,37. Maka
                 pada 31 Desember 2024 HUMI mencatatkan laba usaha sebesar US$18,45 juta
                 atau setara dengan peningkatan 24,80% dibandingkan tahun sebelumnya yang
                 mencatatkan laba usaha sebesar US$14,78 juta.


             Setelah diakumulasi dengan pendapatan atau biaya lain-lain serta manfaat (beban)
             pajak penghasilan, laba (rugi) tahun berjalan dari tahun 2020 sampai dengan 31
             Desember 2024 yang dicatatkan HUMI mengalami perkembangan yang fluktuatif
             dengan rincian sebagai berikut:
             - Pada tahun 2021 rugi tahun berjalan tercatat sebesar US$13,04 juta atau
                 mengalami penurunan yang sangat dalam dari tahun 2020 yang mencatat laba
                 tahun berjalan sebesar US$9,48 juta atau setara dengan penurunan sebesar
                 237,54%.
             - Pada tahun 2022 HUMI kembali mulai mencatatkan laba tahun berjalan sebesar
                 US$10,94 juta atau mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar
                 183,96% dari tahun 2021 yang mencatatkan rugi sebesar US$13,04 juta.
             - Pada tahun 2023 laba tahun berjalan tercatat sebesar US$12,69 juta atau
                 mengalami peningkatan sebesar 15,94% dari tahun 2022 yang mencatatkan laba
                 sebesar US$10,94 juta.
             - Pada 31 Desember 2024 laba tahun berjalan tercatat sebesar US$13,06 juta atau
                 setara dengan peningkatan sebesar 2,90% dari tahun sebelumnya yang
                 mencatatkan laba tahun berjalan sebesar US$12,69 juta.


                                      Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
                             Uraian                  2024      2023      2022      2021     2020     Rerata
               A. LIQUIDITY (%)
                  Current Ratio                     156,59%   181,08%   123,24%   99,51%    79,83%   128,05%
                  Quick Ratio                       131,21%   140,04%    70,24%   71,74%    68,70%    96,38%
                  Working Capital To Total Assets    10,05%    13,14%     5,06%    -0,09%   -4,27%     4,78%
               B. ACTIVITY
                  Total Assets Turnover (X)            0,42      0,39      0,43      0,32     0,32      0,38
                  Inventory Turnover (X)              13,45     16,01     17,02     16,89    12,91     15,26
                  Average Days Inventory (Day)        27,13     22,79     21,44     21,61    28,28     24,25
                  Account Receivable Turnover (X)      4,42      5,24     10,01      5,47     6,59      6,35
                  Average Collection Period (Day)     82,53     69,63     36,45     66,71    55,38     62,14
                  Working Capital Turnover (X)         4,23      2,98      8,45   -350,85    -7,57    -68,55



                                                                                                          15
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                             Uraian                    2024     2023     2022       2021      2020     Rerata
               C. SOLVABILITY (%)
                  Total Debt to Equity Ratio           73,28%   64,71%   55,26%    110,98%   104,52%   81,75%
                  Total Debt to Asset Ratio            42,29%   39,29%   35,59%     52,60%    51,11%   44,18%
                  Long Term Debt To Equity Ratio       42,51%   38,02%   21,46%     72,21%    61,21%   47,08%
               D. RENTABILITY (%)
                  Gross Profit Margin                  24,41%   27,40%   29,07%     11,56%    33,07%   25,10%
                  Operating Profit Margin              14,45%   13,89%   16,68%    -13,49%    17,95%    9,89%
                  Net Profit Margin                    10,23%   11,93%   11,96%    -19,58%    13,72%    5,65%
                  Rate of Return on Investment          4,34%    4,67%     5,11%    -6,20%     4,44%    2,47%
                  Rate of Return on Equity              7,53%    7,69%     7,93%   -13,07%     9,08%    3,83%
             Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


             Rasio Likuiditas
             Selama periode 2020—2024, rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio
             dan quick ratio adalah sebesar 128,05% dan 96,38%. Sementara itu untuk working
             capital to total assets ratio memiliki rata-rata sebesar 4,78%. Hal ini menunjukkan
             bahwa Perseroan memiliki aset lancar yang bersifat likuid untuk membayar seluruh
             utang jangka pendeknya.


             Rasio Aktivitas
             Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset-
             aset yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata
             perputaran aset adalah sebanyak 0,38 kali, yang menunjukkan bahwa kemampuan
             Perseroan untuk menghasilkan penjualan dari total aset yang dimiliki masih cukup
             rendah, karena total aset yang dimiliki tidak menghasilkan penjualan yang lebih
             besar dari jumlah aset. Rasio ini mengindikasikan bahwa efektivitas penggunaan
             aset oleh Perseroan masih perlu ditingkatkan agar dapat menghasilkan pendapatan
             yang lebih optimal.


             Rasio Solvabilitas
             Rasio Solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
             pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
             jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah debt to equity ratio (DER)
             menunjukkan        besarnya       porsi    utang   terhadap     ekuitas   dalam     pembiayaan
             perusahaan, sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas
             terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-
             rata DER sebesar 81,75%, yang berarti bahwa Perseroan memiliki ketergantungan
             terhadap utang yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan ekuitasnya untuk
             membiayai operasionalnya. Sementara itu, rata-rata DAR adalah sebesar 44,18%,
             yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki risiko keuangan di tingkat
             menengah karena masih memiliki ketergantungan terhadap pembiayaan aset
             melalui utang.




                                                                                                            16
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




              Rasio Rentabilitas
              Rasio Rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
              menghasilkan sebuah laba. Selama periode 2020—2024, rata-rata gross profit
              margin sebesar 25,10%. Gross profit margin merupakan perbandingan laba kotor
              dengan besarnya tingkat pendapatan. Sementara itu rata-rata net profit margin
              sebesar 5,65%. Net profit margin merupakan rasio yang membandingkan antara
              laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari pendapatan bersih.


              Selama periode 2020—2024, rata-rata tingkat balikan terhadap total investasi (ROI)
              adalah sebesar 2,47%, menunjukkan bahwa Perseroan memberikan keuntungan dan
              dapat menghasilkan laba bersih yang cukup kecil dari total investasi yang dilakukan.
              Selain itu, rata-rata tingkat balikan terhadap ekuitas (ROE) tercatat sebesar 3,83%,
              yang juga menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan sejumlah kecil laba
              bersih atau keuntungan dari jumlah ekuitas yang diinvestasikan.


      2.2     Profil PT Energi Maritim Internasional


              PT Energi Maritim Internasional (atau selanjutnya disebut “EMI”) semula didirikan
              dengan nama PT HT Kotug Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 191, tanggal 19
              Desember 2013, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta Pusat, dan telah
              disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui surat keputusan
              No. AHU-01102.AH.01.01.Tahun 2014, tanggal 8 Januari 2014. Selanjutnya nama
              perusahaan diubah menjadi PT Energi Maritim Internasional berdasarkan Akta
              Notaris No. 56, tanggal 31 Maret 2020, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta
              Pusat dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui surat
              keputusan No. AHU-0027516.AH.01.02.Tahun 2020, tanggal 3 April 2020.


              Anggaran Dasar EMI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
              Akta Notaris No. 12, tanggal 12 September 2023, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris
              di Jakarta Pusat, mengenai perubahan susunan Direksi dan Komisaris. Anggaran
              Dasar tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
              melalui Surat No. AHU-AH.01.09-0164258, tanggal 18 September 2023.


              EMI berdomisili di Mangkuluhur City Tower One, Lantai 27, Jl. Jend. Gatot Subroto
              Kav. 1, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.


      2.2.1   Bidang Usaha EMI


              Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan usaha EMI adalah
              bidang jasa pengangkutan laut (pelayaran) dalam dan luar negeri. Namun, sampai
              dengan tanggal studi kelayakan, yaitu 31 Desember 2024, EMI belum memulai
              operasi secara komersial.




                                                                                               17
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      2.2.2   Struktur Permodalan dan Pemegang Saham EMI


              Rincian pemegang saham EMI dan persentase kepemilikannya pada tanggal 31
              Desember 2024 adalah sebagai berikut:


                                            Tabel 5 Susunan Pemegang Saham EMI
                                                               Saham yang
                                                             ditempatkan dan          %           Jumlah
                           Nama Pemegang Saham
                                                                    disetor       Kepemilikan    (Rp.000)
                                                                    (Lembar)
                  1    PT Humpuss Transportasi Curah                    10.700         82,00     10.700.000
                  2    PT OTS Internasional                               1.275           9,00    1.275.000
                  3    PT PCS Internasional                               1.225           9,00    1.225.000
                                    Total                               13.200        100,00     13.200.000
              Sumber: Manajemen Perseroan


      2.2.3   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi EMI


              Susunan pengurus EMI per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:


              Dewan Komisaris:
              Komisaris                           : Tirta Hidayat


              Dewan Direksi:
              Direktur                            : Dedi Hudayana


      2.2.4   Legalitas dan Izin Operasional EMI


              Dokumen perizinan usaha dan legalitas lainnya yang telah dimiliki EMI lain:


              •       Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 191, tanggal 19 Desember 2013, oleh
                      Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta Pusat, dan telah disahkan melalui Surat
                      Keputusan No. AHU-01102.AH.01.01.Tahun 2014, tanggal 8 Januari 2014;
              •       Akta No. 56, tanggal 31 Maret 2020, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta
                      Pusat, dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui
                      surat keputusan No. AHU-0027516.AH.01.02.Tahun 2020, tanggal 3 April
                      2020;
              •       Akta No. 12, tanggal 12 September 2023, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di
                      Jakarta Pusat, dan telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
                      Hukum melalui Surat No. AHU-AH.01.09-0164258, tanggal 18 September
                      2023;
              •       Nomor Induk Berusaha (NIB): No. 0220005731015; dan
              •       Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 66.162.697.8-063.000.



                                                                                                            18
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      2.2.5    Kinerja Posisi Keuangan EMI


               Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja EMI dalam lima tahun
               terakhir, berdasarkan data laporan keuangan audited per 31 Desember 2020,
               31 Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember
               2024.


                                     Tabel 6 Kinerja Posisi Keuangan EMI (Rp.000)
                                                   2024           2023           2022           2021           2020
                            URAIAN
                                                  Audited        Audited        Audited        Audited        Audited
              ASET LANCAR
              Kas & bank                            20.000         20.000         20.000         20.000         20.000
              Deposito berjangka                            -              -              -              -              -
              Piutang usaha
                Pihak ketiga                                -              -              -              -              -
                Pihak berelasi                              -              -              -              -              -
              Persediaan                                    -              -              -              -              -
              Piutang lainnya – pihak berelasi   13.200.000     13.200.000     13.200.000                -              -
              Pajak dibayar di muka                         -              -              -              -              -
              Aset lancar lainnya                           -              -              -              -              -
              Jumlah Aset Lancar                 13.220.000     13.220.000     13.220.000        20.000         20.000


              ASET TIDAK LANCAR
              Aset tetap – neto                             -              -              -              -              -
              Piutang pihak-pihak berelasi                  -              -              -   18.710.000     13.200.000
              Jumlah Aset Tidak Lancar                      -              -              -   18.710.000     13.200.000


              TOTAL ASET                         13.220.000     13.220.000     13.220.000     18.730.000     13.220.000


              LIABILITAS DAN EKUITAS
              LIABILITAS JANGKA PENDEK
              Utang Usaha
                Pihak ketiga                                -              -              -              -              -
                Pihak berelasi                              -              -              -              -              -
              Utang pajak                                   -              -              -              -              -
              Utang lainnya - pihak berelasi        20.000         20.000         20.000       5.530.000        20.000
              Jumlah Liabilitas Jangka Pendek       20.000         20.000         20.000       5.530.000        20.000


              LIABILITAS JANGKA PANJANG
              Utang lease                                   -              -              -              -              -
              Utang bank jangka panjang                     -              -              -              -              -
              Jumlah Liabilitas Jangka Panjang              -              -              -              -              -


              JUMLAH LIABILITAS                     20.000         20.000         20.000       5.530.000        20.000


              EKUITAS
              Modal saham                        13.200.000     13.200.000     13.200.000     13.200.000     13.200.000
              Akumulasi defisit                             -              -              -              -              -
              Laba (Rugi) periode berjalan                  -              -              -              -              -




                                                                                                                      19
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                                 2024            2023            2022            2021           2020
                          URAIAN
                                                Audited         Audited         Audited         Audited        Audited
              JUMLAH EKUITAS                   13.200.000      13.200.000      13.200.000      13.200.000     13.200.000


              TOTAL LIABILITAS DAN             13.220.000      13.220.000      13.220.000      18.730.000     13.220.000
                EKUITAS
          Sumber: Laporan Keuangan EMI


               Total aset pada periode 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp18,73 miliar,
               mengalami peningkatan sebesar 41,68% dari total aset pada tahun 2020 yang
               tercatat      sebesar   Rp13,22      miliar.     Peningkatan         tersebut       disebabkan       oleh
               meningkatnya piutang pihak berelasi pada bagian aset tidak lancar. Selanjutnya,
               total aset pada periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2024
               tercatat stagnan sebesar Rp13,22 miliar yang terdiri dari kas dan bank sebesar
               Rp20,00 juta, dan piutang lain pihak berelasi sebesar Rp13,20 miliar.


               Total liabilitas pada periode 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp5,53 miliar yang
               merupakan utang lain pihak berelasi, mengalami peningkatan dari total liabilitas
               pada tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp20,00 juta. Selanjutnya, total liabilitas
               pada periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2024 tercatat
               stagnan sebesar Rp20,00 juta yang merupakan utang lain pihak berelasi pada
               bagian liabilitas lancar.


               Total ekuitas pada periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
               tercatat stagnan sebesar Rp13,20 miliar yang merupakan modal saham.


      2.2.6    Kinerja Laba (Rugi) EMI


               Kinerja Laba (Rugi) EMI selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
               adalah sebagai berikut.


                                              Tabel 7 Kinerja Laba (Rugi) EMI (Rp.000)
                                                  2024            2023            2022           2021           2020
                             URAIAN
                                                 Audited         Audited         Audited        Audited        Audited
                Pendapatan Usaha                           -               -               -              -              -
                Beban Pokok Pendapatan                     -               -               -              -              -
                Laba Bruto                                 -               -               -              -              -


                 Beban usaha                               -               -               -              -              -
                Laba Usaha                                 -               -               -              -              -


                 Pendapatan (beban) di luar                -               -               -              -              -
                  usaha
                Laba (Rugi) Sebelum Pajak                  -               -               -              -              -
                Pajak                                      -               -               -              -              -
                Laba Tahun Berjalan                        -               -               -              -              -
               Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


                                                                                                                         20
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




              Sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, EMI belum menjalankan kegiatan
              operasi komersialnya sehingga EMI mencatatkan pendapatan dan laba tahun
              berjalan sebesar nihil.


      2.3     Produk dan Layanan Perseroan


             Saat ini, kegiatan Perseroan dan entitas anaknya terutama mencakup pengiriman
             gas alam cair (“LNG”), minyak mentah, bahan bakar minyak, bahan kimia, peti
             kemas, batu bara serta kargo laut lainnya. Selain itu, Perseroan dan entitas anaknya
             juga menyediakan anak buah kapal, jasa manajemen kepada pemilik-pemilik kapal,
             jasa keruk, dan jasa penyimpanan regasifikasi terapung.

             Selanjutnya, Perseroan berencana untuk memperkuat integrasi dan efisiensi
             aktivitas pengelolaan kapal yang akan dijalankan oleh entitas anak usahanya yaitu
             EMI setelah dilakukannya restrukturisasi grup.


      2.4     Teknologi yang Digunakan


              Perseroan mengadopsi teknologi canggih yang digunakan untuk meningkatkan
              efisiensi, keselamatan, dan akurasi operasional pengelolaan kapal, di antaranya
              adalah:
              1) Fleet Management System, yaitu sistem terintegrasi yang memantau dan
                 mengelola armada kapal secara real time dalam melacak posisi kapal
                 menggunakan GPS, mengatur jadwal pelayaran, konsumsi bahan bakar, dan
                 laporan performa kapal;
              2) Computerized Maintenance Management System , yaitu teknologi perencanaan
                 dan pencatatan perawatan rutin kapal dan mesin untuk memastikan perawatan
                 dilakukan sesuai jadwal dalam mencegah kerusakan dan mengoptimalkan masa
                 pakai komponen;
              3) Crew Management Software, yaitu aplikasi untuk mengelola data kru kapal, data
                 sertifikasi, jadwal rotasi, pelatihan dan logistik bagi kru kapal;
              4) Marine Procurement System, yaitu sistem digital untuk pengadaan suku cadang
                 kapal, air bersih, bahan bakar, dan kebutuhan logistik lainnya secara real time;
                 dan
              5) Ship Agency Management Software, yaitu aplikasi untuk menunjuk dan
                 mengelola agen kapal secara digital, termasuk komunikasi dengan pelabuhan,
                 pengurusan dokumen, dan layanan darat.


      2.5     Pasar yang Dituju


              Pasar yang dituju Perseroan adalah mengelola kapal-kapal yang dimiliki oleh grup
              Perseroan. Pada tahun-tahun operasional berikutnya, setelah memiliki pengalaman




                                                                                              21
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




              dan portofolio dalam mengelola kapal, melalui anak usahanya Perseroan akan
              menawarkan jasa pengelolaan kapalnya kepada pihak ketiga.


      2.6     Pesaing dan Persaingan


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan dalam industri dan sektor serupa di pasar modal dan
             industri. Saat ini, beberapa pesaing yang memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan dalam industri pengelolaan kapal adalah sebagai berikut:
             1. PT Wintermar Offshore Marine Tbk;
             2. PT Buana Lintas Lautan Tbk;
             3. PT Sillo Maritime Perdana Tbk;
             4. PT Jasa Armada Indonesia Tbk;
             5. PT Samudera Indonesia Ship Management; dan
             6. PT Synergy Marine Indonesia.


      2.7     Pola Bisnis


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, pola bisnis utama yang akan dilakukan
             Perseroan dalam aktivitas pengelolaan kapal adalah manajemen kapal penuh atas
             dasar kontrak dengan ship owner. Perseroan melalui anak usahanya yaitu EMI dapat
             memberikan jasa sebagai pengelola penuh dari seluruh aspek operasional kapal,
             termasuk teknis, pemeliharaan, rekrutmen kru kapal, pengurusan dokumen, dan
             penyediaan logistik. Di samping itu, Perseroan dapat menangani hanya/beberapa
             aspek tertentu sesuai kebutuhan yang disepakati bersama ship owner untuk
             mencapai efisiensi operasional dan biaya pada pengelolaan kapal.


      2.8     Strategi Pemasaran

              Strategi pemasaran yang dapat dilakukan dalam pengelolaan kapal milik grup
              Perseroan meliputi pendekatan business to business dengan menawarkan layanan
              manajemen kapal terintegrasi dengan anak usaha dan afiliasi dalam grup, sehingga
              menciptakan efisiensi operasional dan standarisasi kualitas. Selain itu, promosi
              dapat dilakukan melalui partisipasi dalam forum industri maritim, publikasi kinerja
              layanan, serta pemanfaatan digital marketing untuk menampilkan portofolio kapal
              dan keunggulan operasional. Strategi ini dapat membangun citra Perseroan dan EMI
              sebagai mitra andal dalam pengelolaan kapal, sekaligus memperluas basis klien dari
              internal hingga memasuki pasar eksternal.




                                                                                              22
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      2.9     Kebutuhan Produksi atau Operasi


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan akan menjalankan
             aktivitas pengelolaan kapal melalui anak usahanya yaitu EMI. Kebutuhan operasional
             yang perlu dipenuhi dalam menjalankan kegiatan usaha ini di antaranya adalah:
             1) Tenaga ahli yang berpengalaman dalam industri maritim atau jasa angkutan laut
                 dengan pemahaman regulasi nasional dan internasional;
             2) Sistem manajemen kapal berbasis digital untuk monitoring kapal secara real
                 time;
             3) Jaringan mitra seperti agen kapal, galangan kapal, pemasok spare part kapal,
                 dan penyedia logistik kapal;
             4) Legal compliance yaitu pemenuhan regulasi, dokumen legal, sertifikat, lisensi,
                 dan standar pengelolaan kapal lainnya secara nasional maupun internasional;
                 dan
             5) Sarana komunikasi baik berupa radio, GPS tracking, atau dashboard status untuk
                 memantau secara real time.


      2.10    Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, sampai dengan tanggal 31
             Desember 2024, Perseroan memiliki 48 orang karyawan, sedangkan EMI belum
             memiliki karyawan karena belum menjalankan kegiatan operasi komersialnya.
             Perseroan akan mengalokasikan sebagian karyawannya untuk dimutasi sebagai
             karyawan EMI, juga akan melakukan rekrutmen karyawan untuk mengisi posisi pada
             divisi teknis marine, safety/QHSE, finance (yang terdiri dari procurement, keuangan,
             dan accounting), legal, dan human capital (yang termasuk karyawan darat dan
             karyawan laut). Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan keterampilan
             para karyawan dengan berbagai program pelatihan yang disusun berdasarkan posisi
             dan tugas yang dilakukan.


      2.11    Hak Atas Kekayaan Intelektual


             Sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki Hak Atas
             Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan kegiatan
             usaha baru. Menurut keterangan manajemen Perseroan, setelah mendapatkan
             perizinan usaha, Perseroan akan segera mengurus dan mendaftarkan HAKI atau
             legalitas yang terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru.


      2.12    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait


              Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan
              proyek kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:




                                                                                              23
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             1.   Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang
                  Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
             2.   Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan
                  atas PMK No. 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan
                  NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta
                  Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi
                  Instansi Pemerintah.
             3.   POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
                  Kegiatan Usaha.
             4.   POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
                  Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
             5.   Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
                  Indonesia.
             6.   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
                  Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.


      2.13    Aspek Lingkungan


              Tanggung jawab Perseroan di bidang lingkungan hidup tercermin dari komitmen
              untuk mencegah segala bentuk pencemaran lingkungan. Hal ini diwujudkan dengan
              menyelenggarakan operasional yang ramah lingkungan, dengan mengelola limbah
              kapal (limbah cair (sewage) maupun oil-water separator) sesuai standar dan tidak
              membuangnya laut melainkan ke fasilitas pelabuhan, mencegah terjadinya
              tumpahan minyak dan bahan berbahaya ke laut, mematuhi standar dan regulasi
              lingkungan internasional, mengedukasi awak kapal mengenai tanggung jawab
              lingkungan dan memberi pelatihan prosedur penanganan limbah, emisi, dan
              tumpahan, serta melakukan audit dan pelaporan lingkungan secara berkala.


      2.14    Faktor Risiko Utama


              Dalam menjalankan usahanya, Perseroan berpotensi menghadapi beberapa risiko
              yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan. Beberapa risiko utama yang dihadapi
              Perseroan antara lain:
             1. Risiko persaingan usaha;
             2. Risiko operasional;
             3. Risiko ketergantungan pada klien dari grup;
             4. Risiko perubahan regulasi dan kepatuhan;
             5. Risiko keselamatan dan tanggung jawab hukum; dan
             6. Risiko keuangan dan fluktuasi ekonomi.
              Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian
              akibat potensi risiko utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang
              efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko yang sesuai.




                                                                                             24
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      2.15    Persyaratan Modal dan Strategi Finansial


              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak
              memerlukan biaya pendirian maupun biaya investasi (capex), sehingga Perseroan
              akan melakukan pendanaan yang bersumber dari kas yang tersedia.




                                                                                        25
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      3       KELAYAKAN PASAR

      3.1    Kondisi Pasar

             Perkembangan Ekonomi Global


             Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar
             keuangan global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat
             dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan
             domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang mendorong peningkatan
             produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah
             dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas,
             sementara ekonomi India masih tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas.
             Sejalan dengan itu, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
             tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%.


             Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
             ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan
             tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak pada menguatnya ekspektasi
             penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih
             ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek
             maupun     jangka   panjang.   Bersamaan   dengan   ketegangan   geopolitik   yang
             meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi
             investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar
             AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia.
             Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam
             memitigasi dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
             pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.


                                       Tabel 8 Pertumbuhan PDB Dunia




             Sumber: Bank Indonesia




                                                                                            26
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Kondisi Ekonomi Indonesia


             Pertumbuhan Ekonomi


                Tabel 9 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran




             Sumber: Bank Indonesia


                 Tabel 10 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Lapangan
                                                  Usaha




             Sumber: Bank Indonesia


             Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah
             dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah
             prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi
             maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan
             sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7—5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi
             diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor
             diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-
             negara mitra dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah,


                                                                                          27
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             khususnya golongan menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya
             ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama,
             dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas
             produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank
             Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran
             4,7—5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8—5,6%.


                       Gambar 1 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024




             Sumber: Bank Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan
             eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat
             2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang
             kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan
             baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan
             diprakirakan dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.
             Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran
             masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik dengan SBN dan SRBI masing-
             masing saja mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal
             tahun 2025 (sampai 13 Januari 2025). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir
             Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan
             pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar
             negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
             bulan impor. Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan
             surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan
             yang terjaga dalam isaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca
             transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan




                                                                                             28
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang
             lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.


                                    Tabel 11 Neraca Pembayaran Indonesia




             Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara


                                    Gambar 2 Grafik Neraca Perdagangan




                    Sumber: Bank Indonesia


             Nilai Tukar Rupiah


             Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi,
             didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap
             dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00%
             (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap
             dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
             seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah
             sebesar 1,20%; 1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
             terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap
             mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan
             kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing
             yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta
             prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah


                                                                                           29
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai
             tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
             pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.


                             Gambar 3 Grafik Nilai Tukar Rupiah vs Negara Kawasan




                            Sumber: Bank Indonesia


             Inflasi


                                   Gambar 4 Grafik Inflasi IHK dan Komponen




                       Sumber: Bank Indonesia


             Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
             2,5±1%,     sejalan   inflasi   IHK   Desember   2024   yang   tercatat   1,57%   (yoy).
             Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy)
             sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk
             mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu,
             kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan
             pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi
             pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai
             daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank


                                                                                                  30
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
             diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
             kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
             domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi
             nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.
             Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank
             Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen
             memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan
             2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut
             mendorong pertumbuhan ekonomi.


                                 Gambar 5 Inflasi Gabungan Kota di Provinsi




             Sumber: Bank Indonesia

      3.2    Pangsa Pasar


             Secara umum, kegiatan pelabuhan terdiri dari bongkar muat barang, kunjungan
             kapal, dan keberangkatan serta kedatangan penumpang, untuk pelayaran dalam
             negeri maupun luar negeri.


             Dibandingkan tahun 2022, volume bongkar muat barang untuk pelayaran dalam
             negeri pada 2023 mengalami penurunan sebesar 0,47% untuk bongkar dan
             meningkat 3,27% untuk muat barang. Sementara itu pada pelayaran luar negeri,
             volume bongkar muat barang masing-masing mengalami peningkatan sebesar
             17,94% dan 10,00%.


             Kunjungan kapal di pelabuhan Indonesia pada tahun 2023 mencapai 984,57 ribu
             unit atau naik 10,07% dibanding tahun 2022. Dengan volume total 1.968,89 juta




                                                                                             31
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             gross tonase (GT), maka rata-rata GT kapal yang berkunjung ke pelabuhan di
             Indonesia mencapai 2,00 ribu GT atau turun 3,38% dibanding tahun 2022.


              Tabel 12 Kunjungan Kapal dari DN dan LN di 25 Pelabuhan Strategis, 2022—2023
                                                                            Unit                  (000) GT
                          Provinsi                  Pelabuhan
                                                                     2022          2023       2022        2023
                1.   Aceh                     1.    Lhokseumawe         465           397       1.947         1.898
                2.   Sumatera Utara           2.    Belawan            3.638         3.900     39.119        39.103
                3.   Sumatera Barat           3.    Teluk Bayur        1.854         1.886     11.609        12.101
                4.   Riau                     4.    Dumai              3.618         3.722     34.012        37.137
                                              5.    Pekanbaru          1.569         1.708        618          673
                5.   Sumatera Selatan         6.    Palembang          6.131         7.067     19.606        22.746
                6.   Lampung                  7.    Panjang            5.598         3.233     33.443        32.991
                7.   Kepulauan Riau           8.    Tanjung Pinang   17.612        20.009       4.064         4.690
                                              9.    Batam            72.541        99.624      45.183        47.270
                8.   DKI Jakarta              10.   Tanjung Priok    13.454        13.679     138.279     146.384
                9.   Jawa Tengah              11.   Tanjung Emas       3.720         3.983     26.791        27.773
               10. Jawa Timur                 12.   Tanjung Perak    12.832        13.692     100.425     118.126
               11. Banten                     13.   Banten           18.571        18.265     120.614     132.637
               12. Bali                       14.   Benoa              1.011         2.285      2.819         5.789
               13. Nusa Tenggara Timur        15.   Tenau              1.018          361       2.305          537
               14. Kalimantan Barat           16.   Pontianak          2.454         2.719      6.880        13.706
               15. Kalimantan Selatan         17.   Banjarmasin      40.559        32.962     143.875     139.248
               16. Kalimantan Timur           18.   Balikpapan       11.761        12.662      76.955        89.263
                                              19.   Samarinda        26.204        23.273      53.766        71.489
               17. Sulawesi Utara             20.   Bitung             2.973         2.926     11.440        12.819
               18. Sulawesi Selatan           21.   Makassar           4.263         4.803     33.488        36.865
               19. Maluku                     22.   Ambon              3.335         3.247     17.183        16.370
               20. Papua Barat                23.   Sorong             1.982          953      14.066         7.900
               21. Papua                      24.   Jayarura            609           638       3.959         4.322
                                              25.   Biak                930          1.062      3.415         4.053
               Total 25 Pelabuhan Strategis                          258.703       279.057    945.861    1.025.890
               Total Seluruh Pelabuhan                               894.480       984.569   1.851.225   1.968.888


             Pelabuhan Strategis


             Sebagian besar kegiatan Pelabuhan dilakukan di 25 pelabuhan strategis yang
             terletak di 21 provinsi. Kegiatan Pelabuhan tersebut mencakup kegiatan angkutan
             barang dan penumpang untuk pelayaran dalam negeri maupun pelayaran luar
             negeri. Pelabuhan strategis terdiri dari Pelabuhan Lhokseumawe, Belawan, Teluk
             Bayur, Dhumai, Pekanbaru, Palembang, Panjang, Tanjung Pinang, Batam, Tanjung
             Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Banten, Benoa, Tenau, Pontianak, Banjarmasin,
             Balikpapan, Samarinda, Bitung, Makassar, Ambon, Sorong, Jayapura dan Biak.


             Pada tahun 2023, Komposisi bongkar dan muat barang dalam negeri di 25
             pelabuhan strategi terhadap total masing-masing mencapai 40,34% dan 17,91%.
             Sedangkan komposisi bongkar dan muat barang luar negeri di Pelabuhan strategis
             barang luar negeri di Pelabuhan strategis masing-masing mencapai 74,12% dan
             28,41%.


                                                                                                                32
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Dalam tabel, ditunjukkan perkembangan volume muat dan bongkar barang
             pelayaran dalam negeri di 25 pelabuhan strategis tahun 2022 dan 2023. Di antara
             25 pelabuhan tersebut, terdapat empat Pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Belawan,
             Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Makassar yang perlu dicermati.


             Total volume barang dimuat pada pelayaran dalam negeri di 25 pelabuhan strategis
             pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 4,48% dibanding tahun 2022.
             Peningkatan volume muat barang terjadi di tiga pelabuhan utama. Pelabuhan
             Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar, mengalami peningkatan volume muat
             barang masing-masing sebesar 4,70%, 3,68% dan 4,31%.


             Peningkatan volume barang dimuat juga terjadi di Dumai (7,73%), Panjang (59,50%),
             Tanjung Pinang (50,85%), Batam (87,12%), Benoa (1.833,33%), Tenau Kupang
             (25,60%), Pontianak (15,37%), Banjarmasin (6,44%), Balikpapan (7,16%), Samarinda
             (93,26%), Bitung (16,16%), Ambon (2,50%), dan Jayapura (71,69%).


               Tabel 13 Muat Barang DN pada 25 Pelabuhan Strategis (Ribu Ton), 2022—2023
                                                                                Muat
                              Provinsi                 Pelabuhan
                                                                      2022             2023
                 1.   Aceh                     1.    Lhokseumawe              83              54
                 2.   Sumatera Utara           2.    Belawan              3.314          3.167
                 3.   Sumatera Barat           3.    Teluk Bayur          3.629          2.215
                 4.   Riau                     4.    Dumai                   660              711
                                               5.    Pekanbaru                  -               -
                 5.   Sumatera Selatan         6.    Palembang            1.251          1.170
                 6.   Lampung                  7.    Panjang              1.349          2.153
                 7.   Kepulauan Riau           8.    Tanjung Pinang          118              178
                                               9.    Batam                1.731          3.239
                 8.   DKI Jakarta              10.   Tanjung Priok       14.093         14.755
                 9.   Jawa Tengah              11.   Tanjung Emas            232              165
                10.   Jawa Timur               12.   Tanjung Perak       13.142         13.625
                11.   Banten                   13.   Banten              11.104         10.450
                12.   Bali                     14.   Benoa                      3             58
                13.   Nusa Tenggara Timur      15.   Tenau                   125              157
                14.   Kalimantan Barat         16.   Pontianak            1.321          1.524
                15.   Kalimantan Selatan       17.   Banjarmasin          3.416          3.636
                16.   Kalimantan Timur         18.   Balikpapan           1.146          1.228
                                               19.   Samarinda            1.143          2.209
                17.   Sulawesi Utara           20.   Bitung                  959         1.114
                18.   Sulawesi Selatan         21.   Makassar             3.894          4.062
                19.   Maluku                   22.   Ambon                   280              287
                20.   Papua Barat              23.   Sorong                  200              128
                21.   Papua                    24.   Jayapura                332              570
                                               25.   Biak                    537              76
                Total 25 Pelabuhan Strategis                             64.062         66.931
                Total Seluruh Pelabuhan                                 361.969        373.808
               Sumber: BPS



                                                                                                33
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Volume bongkar barang dalam negeri di 25 pelabuhan strategis pada tahun 2023
             mengalami penurunan sebesar 6,52% dibanding tahun 2022. Jika dirinci menurut
             empat Pelabuhan utama, penurunan terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar
             0,39%. Pelabuhan lain yang mengalami penurunan volume bongkar barang yaitu
             Pelabuhan Teluk Bayur (36,94%), Palembang (10,84%), Panjang (14,28%), Tanjung
             Emas (0,56%), Banten (18,98%), Ambon (0,84%), Sorong (27,10%), Jayapura (48,77%),
             dan Biak (83,76%).


             Sementara itu terdapat beberapa Pelabuhan yang mengalami peningkatan volume
             bongkar barang yaitu Pelabuhan Lhokseumawe (19,75%), Dumai (3,41%), Tanjung
             Pinang (27,51%), Batam (5,46%), Benoa (62,85%), Tenau Kupang (6,06%), Pontianak
             (11,79%), Banjarmasin (6,97%), Balikpapan (8,75%), Samarinda (8,01%), dan Bitung
             (8,52%).


              Tabel 14 Bongkar Barang DN pada 25 Pelabuhan Strategis (Ribu Ton), 2022—2023
                                                                             Bongkar
                              Provinsi                 Pelabuhan
                                                                      2022             2023
                 1.   Aceh                     1.    Lhokseumawe             319              382
                 2.   Sumatera Utara           2.    Belawan              7.892          8.878
                 3.   Sumatera Barat           3.    Teluk Bayur          3.801          2.397
                 4.   Riau                     4.    Dumai                1.877          1.941
                                               5.    Pekanbaru                 -                -
                 5.   Sumatera Selatan         6.    Palembang            1.208          1.077
                 6.   Lampung                  7.    Panjang              2.010          1.723
                 7.   Kepulauan Riau           8.    Tanjung Pinang          567              723
                                               9.    Batam                8.521          8.986
                 8.   DKI Jakarta              10.   Tanjung Priok       13.881         16.029
                 9.   Jawa Tengah              11.   Tanjung Emas         4.086          4.063
                10.   Jawa Timur               12.   Tanjung Perak       17.758         17.688
                11.   Banten                   13.   Banten              60.163         48.744
                12.   Bali                     14.   Benoa                   716         1.166
                13.   Nusa Tenggara Timur      15.   Tenau                   297              315
                14.   Kalimantan Barat         16.   Pontianak            1.807          2.020
                15.   Kalimantan Selatan       17.   Banjarmasin          3.358          3.592
                16.   Kalimantan Timur         18.   Balikpapan           1.658          1.803
                                               19.   Samarinda            4.194          4.530
                17.   Sulawesi Utara           20.   Bitung               2.442          2.650
                18.   Sulawesi Selatan         21.   Makassar             4.707          4.923
                19.   Maluku                   22.   Ambon                   829              822
                20.   Papua Barat              23.   Sorong                  668              487
                21.   Papua                    24.   Jayapura             1.999          1.024
                                               25.   Biak                    825              134
                Total 25 Pelabuhan Strategis                           145.583*        136.097
                Total Seluruh Pelabuhan                                338.900*        337.314
               Sumber: BPS


             Secara umum, Perkembangan kegiatan bongkar muat barang dalam negeri pada
             periode 2009—2023 sejalan dengan perkembangan kegiatan bongkar muat barang
             luar negeri. Pada Periode 2009—2023, kegiatan bongkar muat barang dalam negeri


                                                                                                    34
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             maupun luar negeri menunjukkan perkembangan yang cukup fluktuatif. Volume
             bongkar barang dalam negeri berkisar antara 221,68 juta ton hingga 410,06 juta
             ton, sementara itu volume bongkar muat barang luar negeri berada pada kisaran
             44,92 juta ton hingga 144,64 juta ton untuk bongkar barang dan pada kisaran
             145,12 juta ton hingga 510,70 juta ton untuk muat barang.


                  Gambar 6 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Dalam Negeri di
                                 Pelabuhan Indonesia (Ribu Ton), 2009—2023




             Sumber: BPS


             Gambar 7 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Luar Negeri di Pelabuhan
                                      Indonesia (Ribu Ton), 2009—2023




             Sumber: BPS


             Jumlah barang yang diangkut sampai dengan Desember 2024 mencapai 34,1 juta
             ton atau naik 2,35% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah
             barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang sebesar 21,2%, Tanjung Priok
             sebesar 20,15%, Tanjung Perak sebesar 7,48%, dan Balikpapan sebesar 1,94%.
             Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Makassar
             sebesar 6,10%. Jumlah barang yang diangkut selama Januari–Desember 2024
             mencapai 379,2 juta ton atau naik 1,45% dibandingkan dengan periode yang sama


                                                                                         35
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             tahun 2023. Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan
             Balikpapan sebesar 18,37%, Tanjung Priok sebesar 6,76%, Tanjung Perak sebesar
             4,01%, dan Makassar sebesar 2,55%. Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang
             diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang sebesar 6,9%.


                Tabel 15 Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri, Desember 2024




             Sumber: BPS


             Ekspor dan Impor Moda Transportasi Laut


             Ekspor Indonesia pada tahun 2023 mencapai US$258,77 miliar atau turun 11,28%
             dibanding tahun 2022. Sebanyak 94,86% dari total nilai ekspor Indonesia tahun
             2023 dimuat dengan menggunakan moda transportasi laut. Jika dibandingkan
             tahun 2022 nilai turun 11,91%, namun berat ekspornya naik sebesar 8,73%
             mencapai 697.623,7 ribu ton.


                Gambar 8 Kontribusi Nilai Ekspor menurut Moda Transportasi, 2022 dan 2023




             Sumber: BPS




                                                                                        36
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Secara garis besar, ekspor Indonesia terbagi menjadi dua jenis komoditas, yaitu
             migas dan nonmigas. Komoditas nonmigas memiliki peranan sebesar 94,52% dan
             mencapai nilai US$ 275,69 miliar terhadap total nilai ekspor tahun 2022, sedangkan
             komoditas migas memiliki peranan sebesar 5,48% dan nilainya mencapai US$16,00
             miliar. Dilihat dari pertumbuhannya nilai ekspor migas dan nonmigas tahun 2023
             masing-masing mengalami penurunan yaitu sebesar 0,48% atau dari US$15.998,2
             juta menjadi US$15.921,9 juta dan 11,91% atau dari US$275.691,4 juta menjadi
             US$242.852,5 juta jika dibandingkan tahun sebelumnya. Moda transportasi dari
             komoditas nonmigas yang mengalami penurunan yaitu moda transportasi laut
             sebesar 12,79% atau dari nilai US$265.702,2 juta menjadi US$231.718,7 juta.


             Komoditas ekspor migas Indonesia sebagian besar diangkut menggunakan moda
             transportasi laut. Nilai ekspor migas yang diangkut dengan moda transportasi laut
             pada tahun 2023 tercatat sebesar US$13,75 miliar (86,37%) atau mengalami
             kenaikan sebesar 6,17% dibandingkan tahun 2022. Sedangkan berat ekspor migas
             yang melalui moda transportasi laut naik 19,50% dari 19.446,2 ribu ton tahun 2022
             menjadi 23.238,4 ribu ton tahun 2023. Negara tujuan utama ekspor migas yang
             menggunakan moda transportasi laut pada tahun 2023 adalah Tiongkok sebesar
             US$2,61 miliar dengan berat 4,5 juta ton, Malaysia sebesar US$2,16 miliar dengan
             berat 3,5 juta ton dan Singapura sebesar US$2,09 miliar dengan berat 3,8 juta ton.


              Gambar 9 Komposisi Ekspor Komoditas Migas menurut Moda Transportasi, 2022
                                                 dan 2023




              Sumber: BPS


             Ekspor komoditas nonmigas melalui moda transportasi laut tercatat US$231,72
             miliar pada tahun 2023, mengalami penurunan sebesar 12,79% dibandingkan tahun
             sebelumnya. Berbeda dengan nilainya, berat ekspor komoditas nonmigas melalui
             moda transportasi laut mengalami kenaikan 8,39% dari 622.185,4 ribu ton pada
             tahun 2022 menjadi 674.385,3 ribu ton pada tahun 2023. Negara tujuan utama
             ekspor nonmigas dengan moda transportasi laut pada tahun 2023 antara lain
             Tiongkok sebesar US$61,56 miliar dengan berat 259,9 juta ton, Amerika Serikat



                                                                                            37
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             sebesar US$22,34 miliar dengan berat 6,1 juta ton, dan India sebesar US$19,62
             miliar dengan berat 121,6 juta ton.


               Gambar 10 Kontribusi Nilai Ekspor Nonmigas menurut Moda Transportasi, 2022
                                                   dan 2023




             Sumber: BPS


             Selama tahun 2023 total impor Indonesia mengalami penurunan 6,55%, dari
             US$237.447,1 juta menjadi US$221.886,2 juta. Transportasi laut masih menjadi
             moda utama dalam kegiatan pengangkutan barang impor. Sebanyak 90,66% barang
             impor Indonesia masuk menggunakan moda transportasi laut atau senilai
             US$201.151,5 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan 6,82% dibandingkan tahun
             2022. Meskipun nilai impornya mengalami penurunan namun berat barang impor
             melalui laut justru meningkat 8,28% dibandingkan tahun sebelumnya.


               Tabel 16 Impor Menurut Moda Transportasi (Ribu Ton; US$Juta), 2022 dan 2023




                Sumber: BPS




                                                                                        38
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Impor minyak dan gas bumi (migas) selama tahun 2023 senilai US$35.830,5 juta,
             mengalami penurunan 11,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara
             beratnya justru mengalami peningkatan sebesar 9,22%. Hal ini mencerminkan
             adanya penurunan harga migas di pasar internasional. Sebagian besar komoditas
             migas diangkut menggunakan moda transportasi laut dengan peranan 99,97% dari
             total impor migas 2023 atau senilai US$35.819,3 juta.


               Tabel 17 Impor Menurut Jenis dan Moda Transportasi (Ribu Ton; US$Juta), 2022
                                                  dan 2023




             Sumber: BPS


             Senada dengan komoditas migas, perkembangan impor nonmigas memiliki arah
             yang    serupa.   Impor   nonmigas   tahun   2023       mengalami   penurunan   5,57%
             dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai US$186.055,7 juta atau berperan
             83,85%. JIka nilainya mengalami penurunan, berat impornya justru mengalami
             peningkatan sebesar 7,63%. Peningkatan berat ini dipicu oleh peningkatan berat
             impor    menggunakan      moda   transportasi   laut.    Impor   menggunakan    moda
             transportasi laut selama tahun 2023 senilai US$165.332,2 juta atau sebesar 88,86%
             dari total impor nonmigas. Nilai tersebut menurun 5,85% dibandingkan tahun
             sebelumnya.


             Aktivitas impor Indonesia tahun 2023 sebagaimana tahun sebelumnya masih
             bergantung pada beberapa pelabuhan utama di Pulau Jawa. Kegiatan impor barang
             di kawasan Indonesia Timur umumnya masuk melalui pelabuhan di Jakarta,
             Surabaya, ataupun Batam. Pelabuhan laut masih menjadi sarana utama penunjang



                                                                                               39
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             perdagangan internasional di Indonesia. Hal ini merupakan hal yang wajar karena
             Indonesia merupakan negara maritim sehingga memiliki banyak pelabuhan laut
             yang menjadi pintu keluar-masuk barang ekspor maupun impor. Pada 2023
             pelabuhan Tanjung Priok masih menjadi pelabuhan laut utama masuknya barang
             impor dibandingkan pelabuhan lainnya.


             Seiring dengan penurunan impor pada tahun 2023, masing-masing pelabuhan
             bongkar utama juga mengalami penurunan nilai impor, kecuali Tanjung Perak dan
             Batu Ampar. Kegiatan bongkar barang impor Indonesia sebagian besar masih
             bertumpu pada pelabuhan utama Tanjung Priok. Tahun 2023 nilai impor Indonesia
             yang dibongkar di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 37,36% atau senilai
             US$82.894,1 juta. Nilai tersebut menurun 7,32% dibandingkan tahun sebelumnya.
             Pelabuhan bongkar utama selanjutnya adalah Pelabuhan Tanjung Perak dengan nilai
             US$18.998,4 juta atau 8,56%, meningkat 2,83% dari tahun sebelumnya.


               Gambar 11 Impor Indonesia Menurut Pelabuhan Bongkar Utama (US$Juta), 2022
                                                 dan 2023




                    Sumber: BPS


      3.3    Kesinambungan

             Industri transportasi kapal laut di Indonesia menunjukkan prospek kesinambungan
             yang kuat, ditandai dengan peningkatan aktivitas pelabuhan secara umum pada
             tahun 2023. Meskipun volume bongkar barang dalam negeri mengalami sedikit
             penurunan sebesar 0,47%, volume muat barang meningkat 3,27%, mencerminkan
             peran penting sektor ini dalam distribusi logistik nasional. Untuk pelayaran luar
             negeri, pertumbuhan lebih signifikan terlihat dengan peningkatan bongkar dan
             muat masing-masing sebesar 17,94% dan 10,00%. Kunjungan kapal juga meningkat
             10,07%    secara   nasional,   menandakan     tingginya   mobilitas   angkutan     laut.
             Keberadaan 25 pelabuhan strategis yang menopang mayoritas aktivitas pelayaran,
             khususnya pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, dan
             Belawan, semakin memperkuat struktur jaringan transportasi laut Indonesia. Tren
             peningkatan    volume    muat   barang   di   sejumlah    pelabuhan    strategis   dan


                                                                                                  40
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             pertumbuhan pelayaran luar negeri menjadi indikator positif bahwa pengelolaan
             kapal sebagai unit bisnis memiliki potensi berkelanjutan dan strategis dalam
             mendukung konektivitas serta pertumbuhan ekonomi nasional.


             Dengan adanya kesinambungan kegiatan pelabuhan yang tetap aktif dan
             menunjukkan pertumbuhan positif pada beberapa indikator utama seperti
             kunjungan kapal dan volume muat barang, peluang bisnis dalam usaha pengelolaan
             kapal menjadi semakin menjanjikan. Kenaikan jumlah kunjungan kapal sebesar
             10,07% pada tahun 2023 mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan
             operasional kapal, termasuk pengelolaan armada, logistik pelayaran, hingga
             layanan perawatan dan pengawakan kapal. Selain itu, pertumbuhan volume muat
             barang, khususnya di pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Tanjung Priok,
             Tanjung Perak, dan Makassar, menunjukkan bahwa permintaan jasa pengangkutan
             laut terus tumbuh. Hal ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk
             mengembangkan layanan pengelolaan kapal yang efisien, andal, dan terintegrasi
             guna mendukung kelancaran arus logistik nasional maupun internasional.


      3.4    Potensi Pasar


             Potensi pasar dari aktivitas pengelolaan kapal di Indonesia sangat besar, seiring
             dengan pertumbuhan sektor logistik dan industri maritim yang semakin vital dalam
             mendukung perdagangan domestik maupun internasional. Aktivitas industri
             sebelumnya, seperti peningkatan kunjungan kapal dan volume muat barang di
             pelabuhan, mencerminkan lonjakan kebutuhan terhadap layanan pengelolaan kapal
             secara menyeluruh, mulai dari manajemen operasional, pemeliharaan, penyediaan
             awak kapal, hingga pengelolaan rute dan efisiensi bahan bakar. Pasar ini tidak hanya
             mencakup kapal niaga dan kargo, tetapi juga kapal tanker, kapal curah, hingga
             kapal pendukung industri energi. Dalam konteks ini, Perseroan memiliki posisi yang
             strategis   untuk   menangkap    peluang   tersebut.   Dengan    pengalaman     dan
             infrastruktur yang dimiliki Perseroan di bidang pengangkutan energi dan logistik
             laut, dapat memperluas lini bisnisnya melalui layanan ship management yang
             profesional dan terintegrasi. Selain itu, dengan kemampuan Perseroan dalam
             mengelola kapal tanker dan koneksi dengan industri energi, Perseroan berpotensi
             menjadi pemain utama dalam pasar pengelolaan kapal, khususnya untuk segmen
             kapal yang melayani kebutuhan industri energi, bahan kimia, dan logistik industri
             berat lainnya. Dengan demikian, Perseroan tidak hanya memperkuat posisinya di
             sektor pengelolaan kapal, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas
             sumber daya manusia di industri maritim Indonesia.


      3.5    Sasaran


             Sasaran Perseroan dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini melalui anak
             usahanya yaitu EMI adalah mengelola kapal-kapal yang dimiliki oleh grup. Pada



                                                                                              41
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             tahun-tahun operasional berikutnya, setelah memiliki pengalaman dan portofolio
             dalam mengelola kapal, melalui anak usahanya Perseroan akan menawarkan jasa
             pengelolaan kapalnya kepada pihak ketiga.


      3.6    Potensi Nilai Pasar


              Dari Penambahan Kegiatan Usaha baru ini, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
              tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp1,83 miliar
              pada tahun 2025, Rp1,67 miliar pada tahun 2026, Rp1,47 miliar pada tahun 2027,
              Rp1,27 miliar pada tahun 2028, dan sebesar Rp1,05 miliar pada tahun 2029.


      3.7    Pesaing Usaha


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan dalam industri dan sektor serupa di pasar modal dan
             industri. Saat ini, beberapa pesaing yang memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan dalam industri pengelolaan kapal adalah sebagai berikut.
             1. PT Wintermar Offshore Marine Tbk;
             2. PT Buana Lintas Lautan Tbk;
             3. PT Sillo Maritime Perdana Tbk;
             4. PT Jasa Armada Indonesia Tbk;
             5. PT Samudera Indonesia Ship Management; dan
             6. PT Synergy Marine Indonesia.


      3.8    Strategi Pemasaran


              Strategi pemasaran yang dapat dilakukan dalam pengelolaan kapal milik grup
              Perseroan meliputi pendekatan business to business dengan menawarkan layanan
              manajemen kapal terintegrasi dengan anak usaha dan afiliasi dalam grup, sehingga
              menciptakan efisiensi operasional dan standarisasi kualitas. Selain itu, promosi
              dapat dilakukan melalui partisipasi dalam forum industri maritim, publikasi kinerja
              layanan, serta pemanfaatan digital marketing untuk menampilkan portofolio kapal
              dan keunggulan operasional. Strategi ini dapat membangun citra Perseroan dan EMI
              sebagai mitra andal dalam pengelolaan kapal, sekaligus memperluas basis klien dari
              internal hingga memasuki pasar eksternal.




                                                                                              42
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




         4      KELAYAKAN TEKNIS

         4.1    Kapasitas


                Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan akan menjalankan lini
                usaha aktivitas pengelolaan kapal dengan standar pemeliharaan internasional,
                melalui anak usahanya yaitu EMI. Berdasarkan wawancara Penilai dengan
                Manajemen Perseroan, rencana kapasitas dan kemampuan operasional EMI dalam
                mengelola kapal adalah paling banyak delapan (8) kapal per tahunnya pada tahap
                awal proyeksi, kemudian akan ditingkatkan sesuai dengan permintaan pasar.


         4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

                Bahan Baku Mentah


                Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak membutuhkan
                bahan baku mentah karena akan menjalankan jasa aktivitas pengelolaan kapal.


                Pekerja


                Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024,
                Perseroan memiliki 48 orang karyawan, sedangkan EMI belum memiliki karyawan
                karena belum menjalankan kegiatan operasi komersialnya. Perseroan akan
                mengalokasikan sebagian karyawannya untuk dimutasi sebagai karyawan EMI, juga
                akan melakukan rekrutmen karyawan untuk mengisi posisi pada divisi teknis
                marine, safety/QHSE, finance (yang terdiri dari procurement, keuangan, dan
                accounting), legal, dan human capital (yang termasuk karyawan darat dan karyawan
                laut). Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan keterampilan para
                karyawan dengan berbagai program pelatihan yang disusun berdasarkan posisi dan
                tugas yang dilakukan. Hal ini untuk memastikan karyawan dilengkapi dengan
                kemampuan      yang   baik   dalam   melaksanakan   pekerjaan   sehari-hari   serta
                memaksimalkan potensi, kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dari masing-
                masing karyawan.


                Tenaga Ahli

                Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan telah memiliki tenaga
                ahli profesional dalam bidang perkapalan. Menurut informasi dari manajemen,
                tenaga ahli profesional yang dimiliki Perseroan terdiri dari chief engineer onboard
                ship serta marine QS-SHE expert.




                                                                                                43
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      4.3    Proses Produksi dan/atau Operasional


             Proses operasional rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan yang akan
             dijalankan melalui EMI digambarkan dalam alur sebagai berikut:


                               Gambar 12 Alur Operasional Kegiatan Perseroan

                                                               Penjadwalan perawatan
                                                                  kapal dan mesin



                                                               Manajemen spare part
                                                                       kapal



                        Penunjukan oleh ship                     Pengadaan logistik
                           owner company                            operasional



                                                               Penunjukan agen kapal
                                                                   (ship agency)



                                                                   Rekrutmen dan
                                                                manajemen kru kapal


                  Sumber: Manajemen Perseroan


             Penunjukan oleh ship owner company
             Ship owner (pemilik kapal) menunjuk EMI sebagai pihak yang bertanggung jawab
             untuk mengelola operasi dan perawatan kapal.


             1.   Penjadwalan perawatan kapal dan mesin
                  EMI akan menyusun jadwal rutin perawatan untuk memastikan kapal dan mesin
                  dalam kondisi optimal, meminimalkan risiko kerusakan, serta memperpanjang
                  umur operasional kapal.


             2.   Manajemen spare part kapal
                  EMI akan mengelola pengadaan dan penggantian suku cadang kapal yang
                  dibutuhkan untuk operasional dan perawatan serta memastikan ketersediaan
                  suku cadang tersedia tepat waktu.




                                                                                        44
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             3.   Pengadaan logistik operasional
                  EMI akan menangani pengadaan logistik termasuk air bersih, bahan bakar, dan
                  kebutuhan operasional lainnya untuk mendukung pelayaran dan aktivitas laut
                  lainnya.


             4.   Penunjukan agen kapal (ship agency)
                  EMI akan menunjuk agen kapal di berbagai pelabuhan untuk mengatur
                  dokumen pelayaran, koordinasi pelabuhan, serta urusan keluar-masuk kapal
                  (port clearance dan ship services).


             5.   Rekrutmen dan manajemen kru kapal
                  EMI akan bertanggung jawab melakukan rekrutmen untuk mencari, dan
                  menempatkan kru kapal yang kompeten dan tersertifikasi, termasuk melakukan
                  rotasi pekerja, kontrak kerja, dan mengadakan pelatihan kru kapal.




                                                                                          45
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      5      KELAYAKAN POLA BISNIS

      5.1    Keunggulan Kompetitif


              Berdasarkan pengalaman Perseroan sebagai perusahaan yang menyediakan jasa
              pelayaran dan maritim serta distribusi energi dan infrastruktur di Indonesia
              Perseroan dinilai memiliki keunggulan dalam menjalankan manajemen dan sistem
              operasional yang kompeten untuk melakukan ekspansi usaha. Keunggulan
              kompetitif yang dimiliki Perseroan diuraikan sebagai berikut:
             •   Perseroan merupakan salah satu pelaku usaha pelayaran dan jasa maritim
                 terintegrasi yang telah beroperasi sejak lama, dengan fokus pada pengangkutan
                 energi seperti gas alam cair (LNG), bahan bakar minyak (BBM), dan bahan kimia
                 cair. Dengan pengalaman puluhan tahun, Perseroan telah menjalin kerja sama
                 strategis jangka panjang dengan berbagai perusahaan energi besar nasional dan
                 internasional, termasuk Pertamina, BP, dan perusahaan migas lainnya.
             •   Berdasarkan kinerja keuangan, Perseroan menunjukkan tren pertumbuhan yang
                 positif. Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba
                 bersih dalam beberapa tahun terakhir. Dengan struktur keuangan yang sehat
                 dan efisiensi biaya operasional yang baik, Perseroan memiliki kapasitas untuk
                 membiayai ekspansi usaha secara organik maupun melalui kerja sama strategis.
             •   Perseroan memiliki armada kapal milik sendiri yang dikelola secara profesional
                 melalui anak usaha, yaitu PT Humpuss Transportasi Kimia dan PT PCS
                 Internasional. Armada ini terdiri dari berbagai jenis kapal tanker seperti
                 chemical tanker, gas tanker, dan oil tanker. Keberadaan armada sendiri
                 memungkinkan pengendalian penuh atas kualitas layanan dan efisiensi
                 operasional, serta memberikan fleksibilitas dalam melayani berbagai rute dan
                 klien.
             •   Perseroan telah memiliki jaringan layanan yang tersebar di berbagai wilayah
                 nasional dan internasional, termasuk pelayaran domestik dan internasional ke
                 negara-negara Asia seperti Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Selain itu,
                 Perseroan juga mulai memperkuat lini bisnis jasa manajemen kapal dan logistik
                 energi, serta mulai memanfaatkan teknologi digital dalam optimalisasi
                 monitoring armada dan efisiensi operasional.


      5.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk/Jasa


              Kemungkinan pesaing untuk meniru bidang usaha ini cukup besar dan menjadi
              risiko yang melekat pada kegiatan bisnis Perseroan. Kemampuan pesaing untuk
              meniru memang tidak dapat dihindari, sehingga membuat kegiatan usaha dalam
              bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh
              Perseroan diantaranya sebagai berikut:
             •   Meningkatkan kualitas dan diversifikasi layanan;
             •   Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan intelektual;




                                                                                            46
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             •   Melakukan inovasi layanan secara berkelanjutan;
             •   Memperkuat loyalitas klien terhadap layanan Perseroan;
             •   Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam manajemen dan
                 operasional Perseroan.


      5.3    Kemampuan untuk Menciptakan Nilai


              Perseroan memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai melalui berbagai aspek
              dalam operasional bisnisnya, termasuk menyediakan produk dan layanan yang
              berkualitas tinggi dan andal, inovasi produk dan layanan berkelanjutan, serta
              strategi pemasaran dan distribusi yang efektif. Dengan keunggulan kompetitif yang
              sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yang diantaranya:
             1. Efisiensi operasional dan pemanfaatan pengalaman
                 Perseroan memiliki tim manajemen dan operasional yang berpengalaman dalam
                 pengelolaan armada kapal. Pengalaman ini menjadi dasar bagi terciptanya
                 efisiensi dalam operasional kapal, termasuk perencanaan, pemeliharaan, dan
                 manajemen awak kapal.
             2. Kualitas layanan dan keselamatan operasional yang terjamin
                 Perseroan menerapkan standar tinggi dalam pengelolaan armada kapal,
                 termasuk kepatuhan terhadap peraturan nasional dan internasional seperti
                 International Safety Management (ISM) Code dan regulasi dari International
                 Maritime Organization (IMO). Komitmen terhadap keselamatan dan kualitas
                 layanan ini dapat menambah kepercayaan klien dan mendukung reputasi jangka
                 panjang Perseroan di sektor pelayaran.
             3. Hubungan bisnis dan jaringan kemitraan yang kuat
                 Perseroan, memiliki jaringan hubungan bisnis yang luas dengan pemilik kapal,
                 operator pelayaran, dan pelaku industri energi serta logistik. Jaringan ini
                 menjadi nilai tambah dalam menjangkau lebih banyak klien dan memperluas
                 cakupan layanan pengelolaan kapal secara nasional.
             4. Sinergi dalam grup usaha
                 Dengan restrukturisasi EMI menjadi anak usaha langsung Perseroan, akan
                 tercipta sinergi yang lebih baik antar unit usaha di dalam grup HUMI, termasuk
                 pengelolaan kapal yang terintegrasi dengan kegiatan logistik dan distribusi
                 energi yang telah lebih dahulu dikuasai Perseroan.




                                                                                            47
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

      6.1    Ketersediaan Tenaga Kerja


              Sumber daya manusia yang berkualitas baik dan memiliki pengetahuan serta
              keterampilan yang cakap merupakan modal penting bagi Perseroan. Strategi dan
              tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh Perseroan juga bergantung kepada
              kemampuan mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki. Berdasarkan
              informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, Perseroan
              memiliki 48 orang karyawan, sedangkan EMI belum memiliki karyawan karena
              belum menjalankan kegiatan operasi komersialnya. Perseroan akan mengalokasikan
              sebagian karyawannya untuk dimutasi sebagai karyawan EMI, juga akan melakukan
              rekrutmen karyawan untuk mengisi posisi pada divisi teknis marine, safety/QHSE,
              finance (yang terdiri dari procurement, keuangan, dan accounting), legal, dan
              human capital (yang termasuk karyawan darat dan karyawan laut). Perseroan
              berkomitmen untuk terus meningkatkan keterampilan para karyawan dengan
              berbagai program pelatihan yang disusun berdasarkan posisi dan tugas yang
              dilakukan. Hal ini untuk memastikan karyawan dilengkapi dengan kemampuan yang
              baik dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta memaksimalkan potensi,
              kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dari masing-masing karyawan.


      6.2    Manajemen Kekayaan Intelektual


             Sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki Hak Atas
             Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan kegiatan
             usaha baru. Menurut keterangan manajemen Perseroan, setelah mendapatkan
             perizinan usaha, Perseroan akan segera mengurus dan mendaftarkan HAKI atau
             legalitas yang terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru.


      6.3    Manajemen Risiko

             Dalam menjalankan kegiatan usaha baru melalui anak usahanya yaitu EMI, terdapat
             sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Kegiatan usaha baru ini mencakup aktivitas
             pengelolaan kapal yang melibatkan aspek operasional, teknis, hukum, dan
             keuangan. Risiko utama yang mungkin dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut:


             1.   Risiko Persaingan Usaha
                  Industri pengelolaan kapal merupakan sektor yang kompetitif, padat modal,
                  dan memerlukan keahlian teknis tinggi. Terdapat berbagai perusahaan yang
                  telah memiliki reputasi dan pengalaman panjang dalam bidang ini. Salah satu
                  tantangan utama adalah bagaimana Perseroan dapat menyesuaikan layanan
                  dengan standar industri serta menawarkan efisiensi, fleksibilitas, dan
                  keandalan kepada pemilik kapal. Oleh karena itu, inovasi layanan, peningkatan




                                                                                             48
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                  sumber daya manusia, serta adopsi teknologi manajemen armada yang terkini
                  perlu menjadi fokus agar mampu bersaing secara berkelanjutan.


             2.   Risiko Operasional
                  Pengelolaan kapal merupakan kegiatan kompleks yang melibatkan banyak
                  aspek, seperti manajemen teknis, perawatan rutin, keselamatan pelayaran, dan
                  keandalan jadwal. Risiko dapat muncul dari kesalahan manusia, kerusakan
                  peralatan, atau gangguan logistik. Apabila tidak ditangani dengan baik, hal ini
                  dapat menimbulkan keterlambatan layanan, pembengkakan biaya, hingga
                  kerugian reputasi. Untuk meminimalkan risiko ini, Perseroan perlu menerapkan
                  prosedur operasional baku, program pelatihan yang berkelanjutan, serta sistem
                  pemantauan dan inspeksi berkala terhadap kapal yang dikelola.


             3.   Risiko Ketergantungan pada Klien dari Grup
                  Di tahap awal, kegiatan pengelolaan kapal berpotensi masih sangat bergantung
                  pada permintaan internal dari grup usaha. Ketergantungan yang tinggi ini dapat
                  membatasi pertumbuhan apabila tidak segera diikuti oleh ekspansi pasar ke
                  klien eksternal. Diversifikasi portofolio pelanggan perlu segera dilakukan untuk
                  memperluas pangsa pasar, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi risiko
                  keberlangsungan usaha jika terdapat perubahan strategi dalam grup.


             4.   Risiko Perubahan Regulasi dan Kepatuhan
                  Perubahan dalam regulasi dan kebijakan pemerintah dapat memengaruhi
                  proses produksi, distribusi dan pemasaran produk. Oleh karena itu, Perseroan
                  perlu memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, proaktif dalam
                  memantau perubahan regulasi dan beradaptasi dengan perubahan tersebut
                  untuk memenuhi persyaratan yang baru.


             5.   Risiko Keselamatan dan Tanggung Jawab Hukum
                  Kegiatan pengelolaan kapal memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan awak
                  kapal, kapal, muatan, serta dampak lingkungan seperti tumpahan minyak atau
                  limbah. Kegagalan dalam menjaga standar keselamatan dapat berujung pada
                  sanksi hukum, klaim asuransi, atau kerugian finansial. Untuk itu, penerapan
                  sistem manajemen keselamatan (Safety Management System) sesuai ISM Code,
                  sertifikasi awak kapal, serta asuransi menyeluruh menjadi langkah penting
                  dalam mengelola risiko ini.


             6.   Risiko Keuangan dan Fluktuasi Ekonomi
                  Perubahan kondisi ekonomi seperti inflasi dan depresiasi mata uang dapat
                  memengaruhi terutama dalam kegiatan pengelolaan kapal yang berisiko
                  terhadap fluktuasi harga bahan bakar, biaya logistik, perawatan teknis, serta
                  ketidakpastian kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi struktur biaya dan
                  margin keuntungan Perseroan. Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan perlu




                                                                                               49
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                  melakukan manajemen keuangan yang konservatif, melakukan pengendalian
                  biaya yang ketat, dan melakukan pengembangan strategi kontrak jangka
                  menengah hingga panjang dengan klien untuk menjaga stabilitas arus kas dan
                  profitabilitas Perusahaan.


      6.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen


              Perseroan telah memiliki pengalaman dan keberhasilan yang baik dalam industri
              pelayaran dan maritim Indonesia untuk mengelola usaha dalam skala ekonomi yang
              besar, sehingga Perseroan juga memiliki kapasitas dan kemampuan yang baik untuk
              menambah aktivitas lini bisnisnya. Dengan rekam jejak panjang di industri maritim,
              telah terbukti mampu mengelola berbagai jenis armada dan layanan yang kompleks
              secara profesional. Skala usaha yang besar juga memberikan keunggulan dalam
              efisiensi biaya, daya tawar terhadap pemasok, serta optimalisasi sumber daya
              manusia dan logistik.


              Selain itu, restrukturisasi grup yang dilakukan melalui pengambilalihan anak usaha,
              yang akan menjalankan aktivitas pengelolaan kapal yaitu EMI, semakin memperkuat
              efisiensi operasional dan integrasi layanan dalam satu lini bisnis yang lebih
              terfokus. Langkah strategis ini memungkinkan Perseroan memberikan layanan
              pengelolaan kapal secara menyeluruh mulai dari operasional teknis, perawatan
              mesin, penyediaan logistik, hingga manajemen kru secara lebih kompetitif dan
              berdaya saing tinggi di pasar.


      6.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen


              Dalam menganalisis kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, penting untuk
              memahami bagaimana struktur organisasi yang ada mendukung pencapaian dari
              Penambahan Kegiatan Usaha baru.


              Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan
              berencana untuk melakukan restrukturisasi grup dengan mengambil alih anak
              usaha dari entitas anak Perseroan yaitu PT Humpuss Transportasi Curah (HTC)
              pemilik   dari   PT   Energi     Maritim   Internasional   (EMI).   Setelah   dilakukan
              pengambilalihan, maka kepemilikan saham Perseroan atas EMI menjadi sebesar
              99,00%, dan EMI akan dioperasionalkan menjadi perusahaan yang bergerak dalam
              aktivitas pengelolaan.




                                                                                                  50
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                 Gambar 13 Rencana Restrukturisasi Anak Usaha milik Entitas Anak Perseroan


                     Sebelum                                             Sesudah



                          HUMI                                              HUMI


                                 99%                               99%             99%, Matrans 1%




                           HTC                                    HTC              EMI


                                  81,06%, OTSI 9,66%,
                                      PCSI 9,22%


                           EMI



              Sumber: Manajemen Perseroan


              Rencana struktur organisasi EMI setelah dilakukannya rekrutmen secara bertahap
              untuk menjalankan kegiatan usaha pada bidang pengelolaan kapal adalah sebagai
              berikut.


                                       Gambar 14 Rencana Struktur Organisasi EMI




              Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                51
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      7       KELAYAKAN KEUANGAN

              Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
              ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
              didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
              ataupun tidak.


              Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal berikut: kebutuhan
              investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
              investasi, dan analisis sensitivitas.

      7.1    Biaya Pendirian (Start Up Costs)

              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak
              memerlukan biaya pendirian maupun biaya investasi (capex), sehingga Perseroan
              akan melakukan pendanaan yang bersumber dari kas yang tersedia.


      7.2    Modal Kerja


              Proyeksi Modal Kerja tahun 2025—2029 adalah sebagai berikut:


                                          Tabel 18 Modal Kerja (Rp.000)
                        Keterangan              2025      2026       2027       2028       2029
               PERHITUNGAN MODAL KERJA
                  Aset Lancar                  404.050    808.100    808.100    808.100    808.100
                  Hutang Lancar               (113.111)   (79.378)   (75.878)   (72.272)   (68.557)
               Modal Kerja                     290.939    728.722    732.222    735.828    739.543
               Perubahan Modal Kerja           290.939    437.783      3.500      3.606      3.715
             Sumber: Proyeksi Keuangan


              Berdasarkan proyeksi keuangan atas adanya penambahan KBLI baru, modal kerja
              yang dibutuhkan pada tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 berturut-turut
              adalah sebesar Rp290,94 juta, Rp728,72 juta, Rp732,22 juta, Rp735,83 juta, dan
              Rp739,54 juta.


      7.3    Sumber Pembiayaan


              Sumber pembiayaan terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah berasal
              dari kas Perseroan yang tersedia.


      7.4    Biaya Operasional

              Biaya operasional pada tahun 2025—2029 diproyeksikan seperti tabel di bawah ini:




                                                                                                  52
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                      Tabel 19 Biaya Operasional (Rp.000)
                       Uraian           2025              2026         2027         2028             2029

               Salary & benefit       2.299.050          6.516.315    6.711.804    6.913.159       7.120.553
               Travelling               364.500          1.555.200    1.601.856    1.649.912       1.699.409
               Office Expenses              27.000         54.000       56.700           59.535       62.512
               Office Building          162.000           324.000      333.720       343.732         354.044
               Car Expenses                 36.450         72.900       75.087           77.340       79.660
               Total                  2.889.000          8.522.415    8.779.167    9.043.676       9.316.177


              Pada tahun 2025, beban operasional Perseroan diproyeksikan sebesar Rp2,89
              miliar. Beban ini meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp9,32 miliar pada tahun
              2029.

      7.5    Biaya Bahan Baku Mentah

              Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak membutuhkan
              bahan baku mentah karena akan menjalankan jasa aktivitas pengelolaan kapal.


      7.6    Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan


              Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan.


              Kurs USD


              Nilai tukar US$1 (Satu Dolar Amerika Serikat) menjadi Rupiah Indonesia
              diasumsikan sebesar Rp16.162,- dan diasumsikan tetap selama masa proyeksi.


              Waktu Operasional


             Periode proyeksi dimulai pada bulan Juli tahun 2025 hingga akhir tahun 2029.
             Jumlah hari operasional pada tahun proyeksi pertama yaitu 2025 diasumsikan
             selama enam bulan atau 132 hari dalam setahun, kemudian untuk tahun-tahun
             selanjutnya diasumsikan selama 264 hari dalam setahun dan diasumsikan tetap
             selama masa proyeksi.


             Struktur Pendapatan


             Pendapatan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut.


                                       Tabel 20 Struktur Pendapatan (Rp.000)
                                                Jumlah
                 Keterangan        Satuan                    2025      2026       2027      2028      2029
                                                 unit
               Fee/vessel
               Vessel TBA 1       US$/bulan          1        5.000     5.000     5.000      5.000     5.000




                                                                                                             53
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                                         Jumlah
                  Keterangan             Satuan                          2025      2026         2027      2028     2029
                                                           unit
               Vessel TBA 2             US$/bulan           1             5.000        5.000     5.000     5.000    5.000
               Vessel TBA 3             US$/bulan           1             5.000        5.000     5.000     5.000    5.000
               Vessel TBA 4             US$/bulan           1             5.000        5.000     5.000     5.000    5.000
               Vessel TBA 5             US$/bulan           1             5.000        5.000     5.000     5.000    5.000
               Vessel TBA 6             US$/bulan           1             5.000        5.000     5.000     5.000    5.000
               Tug Boat (HTC)           US$/bulan          10             2.500        2.500     2.500     2.500    2.500
               Oil vessels
               Vessel TBA 1             US$                              30.000    60.000       60.000    60.000   60.000
               Vessel TBA 2             US$                              30.000    60.000       60.000    60.000   60.000
               Vessel TBA 3             US$                              30.000    60.000       60.000    60.000   60.000
               Vessel TBA 4             US$                              30.000    60.000       60.000    60.000   60.000
               Vessel TBA 5             US$                              30.000    60.000       60.000    60.000   60.000
               Vessel TBA 6             US$                              30.000    60.000       60.000    60.000   60.000
               Tug Boat (HTC)           US$                          150.000 300.000 300.000 300.000 300.000
             Sumber: Proyeksi Keuangan


              Struktur Biaya


             a.   Licences
                  Terdapat beban lisensi/izin yang diasumsikan sebesar Rp100,00 juta atau
                  setara dengan US$6.187 pada tahun proyeksi 2025.


             b.   Administration & general
                  Beban umum dan administrasi pada tahun 2025—2029 terdiri dari salary &
                  benefit, travelling, office expenses, office building, dan car expenses.

                  Beban salary & benefit untuk tahun proyeksi 2025—2029 diproyeksikan
                  sebagai berikut.


                                              Tabel 21 Struktur Beban Salary & Benefit
                               Uraian             Satuan          2025          2026       2027          2028      2029

                    Director                       US$            32.576        67.107         69.121    71.194    73.330
                    Secretary                      US$             6.515        13.031         13.421    13.824    14.239
                    DPA/CSO                        US$            10.859        21.718         22.369    23.040    23.731
                    VP QS-SHE                      US$            19.003        38.006         39.146    40.320    41.530
                    VP operation                   US$            19.003        38.006         39.146    40.320    41.530
                    VP Finance                     US$                   -      19.003         19.573    20.160    20.765
                    AVP QS-SHE                     US$            13.574        27.147         27.961    28.800    29.664
                    AVP Marine                     US$            13.574        27.147         27.961    28.800    29.664
                    AVP Technical                  US$            13.574        27.147         27.961    28.800    29.664
                    AVP Crewing                    US$            13.574        27.147         27.961    28.800    29.664
                    AVP Purchasing                 US$                   -      27.147         27.961    28.800    29.664
                    AVP Finance                    US$                   -      13.574         13.981    14.400    14.832
                    Superintendent Marine          US$                   -      24.432         25.165    25.920    26.698




                                                                                                                          54
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                              Uraian          Satuan   2025       2026      2027      2028      2029

                   Superintendent Technical    US$            -    24.432    25.165    25.920    26.698
                   Finance Executive           US$            -     8.144     8.388     8.640     8.899
                   Total                               142.250    403.187   415.283   427.742   440.574
                   Pertumbuhan
                   Director                   Growth                3,00%     3,00%     3,00%     3,00%
                   Secretary                  Growth                0,00%     3,00%     3,00%     3,00%
                   DPA/CSO                    Growth                0,00%     3,00%     3,00%     3,00%
                   VP QS-SHE                  Growth                0,00%     3,00%     3,00%     3,00%
                   VP operation               Growth                0,00%     3,00%     3,00%     3,00%
                   VP Finance                 Growth                          3,00%     3,00%     3,00%
                   AVP QS-SHE                 Growth                0,00%     3,00%     3,00%     3,00%
                   AVP Marine                 Growth                0,00%     3,00%     3,00%     3,00%
                   AVP Technical              Growth                0,00%     3,00%     3,00%     3,00%
                   AVP Crewing                Growth                0,00%     3,00%     3,00%     3,00%
                   AVP Purchasing             Growth                          3,00%     3,00%     3,00%
                   AVP Finance                Growth                          3,00%     3,00%     3,00%
                   Superintendent Marine      Growth                          3,00%     3,00%     3,00%
                   Superintendent             Growth                          3,00%     3,00%     3,00%
                   Technical
                   Finance Executive          Growth                          3,00%     3,00%     3,00%
                   Admin Non Class            Growth                          3,00%     3,00%     3,00%
                   certification
                  Sumber: Proyeksi Keuangan


                  Beban travelling untuk tahun proyeksi 2025—2029 diproyeksikan sebagai
                  berikut.


                                              Tabel 22 Struktur Beban Travelling
                              Uraian          Satuan   2025       2026      2027      2028      2029

                   Travelling                  US$      22.553     96.226    99.112   102.086   105.148
                   Travelling                 Growth                          3,00%     3,00%     3,00%


                  Beban office expenses untuk tahun proyeksi 2025—2029 diproyeksikan
                  sebagai berikut.


                                          Tabel 23 Struktur Beban Office Expenses
                              Uraian          Satuan   2025       2026      2027      2028      2029

                   Printing, paper, ATK        US$        418        835       877       921       967
                   Electricity                 US$       1.253      2.506     2.631     2.763     2.901
                   Total                                 1.671      3.341     3.508     3.684     3.868
                   Printing, paper, ATK       Growth                          5,00%     5,00%     5,00%
                   Electricity                Growth                          5,00%     5,00%     5,00%


                  Beban office building untuk tahun proyeksi 2025—2029 diproyeksikan sebagai
                  berikut.




                                                                                                       55
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                           Tabel 24 Struktur Beban Office Building
                             Uraian          Satuan    2025           2026        2027           2028         2029

                      Space rent              US$          10.024     20.047         20.648       21.268      21.906
                      Space rent             Growth                                   3,00%        3,00%       3,00%


                   Beban car expenses untuk tahun proyeksi 2025—2029 diproyeksikan sebagai
                   berikut.


                                            Tabel 25 Struktur Beban Car Expenses
                             Uraian          Satuan    2025           2026        2027           2028         2029

                      Parking fee             US$           2.255      4.511          4.646        4.785        4.929
                      Parking fee            Growth                                   3,00%        3,00%       3,00%


               Beban Bunga Bank


               Beban bunga bank terdiri dari hutang bank KI dan hutang bank KMK yang masing-
               masing sebesar 9,05% dan 8,79%.


               Tarif Pajak


               Pajak penghasilan badan (PPh Badan) diproyeksikan sebesar 22,00% dan
               diasumsikan tetap selama masa proyeksi.


      7.7    Proyeksi Posisi Keuangan


             Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2025—2029 ditunjukkan pada tabel
             berikut ini.


                                      Tabel 26 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
                      Keterangan                2025           2026           2027             2028          2029

               ASET
               Aset Lancar                     1.941.789      3.580.771      5.049.718        6.312.242     7.362.106
               Aset Tidak Lancar              12.000.000    12.000.000     12.000.000     12.000.000       12.000.000
               TOTAL ASET                     13.941.789    15.580.771     17.049.718     18.312.242       19.362.106


               LIABILITAS & EKUITAS
               Liabilitas Jangka Pendek         113.111         79.378         75.878           72.272        68.557
               Liabilitas Jangka Panjang               -               -              -               -              -
               Ekuitas                        13.828.679    15.501.393     16.973.840     18.239.970       19.293.549
               TOTAL LIABILITAS & EKUITAS     13.941.789    15.580.771     17.049.718     18.312.242       19.362.106
             Sumber: Proyeksi Keuangan




                                                                                                                     56
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Selama tahun 2025—2029, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada
             tahun 2025, total aset diproyeksikan sebesar Rp13,94 miliar hingga menjadi
             sebesar Rp19,36 miliar pada tahun 2029. Total aset diproyeksikan mengalami rata-
             rata pertumbuhan sebesar 8,58% per tahunnya.


              Pada tahun 2025—2029 total liabilitas diproyeksikan mengalami penurunan. Pada
             tahun 2025 total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp113,11 juta hingga
             menjadi sebesar Rp68,56 juta di tahun 2029.


             Total ekuitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun
             2025, total ekuitas diproyeksikan sebesar Rp13,83 miliar hingga menjadi sebesar
             Rp19,29 miliar pada tahun 2029.


      7.8    Proyeksi Laba (Rugi)


             Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2025—2029 ditunjukkan pada tabel berikut


                                        Tabel 27 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)

                           Keterangan            2025          2026          2027          2028          2029

               Penjualan                        5.333.460    10.666.920    10.666.920    10.666.920    10.666.920
               Beban Pokok Penjualan            (100.000)             -             -             -             -
               Laba (Rugi) Kotor                5.233.460    10.666.920    10.666.920    10.666.920    10.666.920
               Beban Usaha                     (2.889.000)   (8.522.415)   (8.779.167)   (9.043.676)   (9.316.177)
               Laba (Rugi) Usaha - EBITDA       2.344.460     2.144.505     1.887.753     1.623.244     1.350.743
               Beban Penyusutan & Amortisasi            -             -             -             -             -
               Pendapatan (Beban) Lain-lain             -             -             -             -             -
               Laba (Rugi) Sebelum Pajak        2.344.460     2.144.505     1.887.753     1.623.244     1.350.743
               Pajak Badan                      (515.781)     (471.791)     (415.306)     (357.114)     (297.163)
               Laba (Rugi) Bersih               1.828.679     1.672.714     1.472.447     1.266.130     1.053.579
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Selama tahun 2025—2029, total penjualan diproyeksikan mengalami kenaikan.
             Pada tahun 2025, total penjualan diproyeksikan sebesar Rp5,33 miliar yang
             kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp10,67 miliar pada tahun
             2029.


              Setelah diakumulasi dengan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
             dan pajak final, Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari
             penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp1,83 miliar pada tahun 2025, Rp1,67
             miliar pada tahun 2026, Rp1,47 miliar pada tahun 2027, Rp1,27 miliar pada tahun
             2028, dan sebesar Rp1,05 miliar pada tahun 2029.




                                                                                                                57
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      7.9       Proyeksi Arus Kas


                Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2025—2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini.


                                          Tabel 28 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
                          Keterangan                   2026           2027           2028          2029          2030

            ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Penerimaan Usaha                          4.929.410      9.858.820      9.858.820     9.858.820     9.858.820
            Penerimaan Piutang                                -        404.050        808.100       808.100       808.100
            Pembayaran Kepada Supplier                (100.000)                -            -             -              -
            Penerimaan dari (pembayaran untuk)          113.111        (33.733)        (3.500)       (3.606)       (3.715)
            operasi lainnya
            Biaya Operasional                        (2.889.000)    (8.522.415)    (8.779.167)   (9.043.676)   (9.316.177)
            Pajak Final                               (515.781)      (471.791)      (415.306)     (357.114)     (297.163)
            ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
                                                      1.537.739      1.234.931      1.468.947     1.262.524     1.049.864
            (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
            Capital Expenditures, CAPEX                       -                -            -             -              -
            ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI                      -                -            -             -              -
            (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
            ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
            Modal Sendiri - I                                 -                -            -             -              -
            Modal Sendiri - MK                                -                -            -             -              -
            ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI                      -                -            -             -              -
            (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
            KENAIKAN (PENURUNAN) KAS                  1.537.739      1.234.931      1.468.947     1.262.524     1.049.864
            KAS AWAL TAHUN                                    0      1.537.739      2.772.671     4.241.618     5.504.142
            KAS AKHIR TAHUN                           1.537.739      2.772.671      4.241.618     5.504.142     6.554.006
         Sumber: Proyeksi Keuangan


                Arus kas atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan terus
                meningkat. Kas dan setara kas pada awal periode tahun 2025 adalah Rp1,54 miliar
                yang kemudian pada akhir periode proyeksi tahun 2029 menjadi sebesar Rp6,55
                miliar.


      7.10      Analisis Titik Impas


                Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
                memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
                dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
                apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.


                BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
                                                           Total Biaya Tetap
                                          BEP    =
                                                      (1- (Total Biaya Variabel))
                                                                   Penjualan



                                                                                                                    58
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
             masing-masing      periode     selama    masa    proyeksi.        Nilai   BEP     dalam    rupiah
             mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
             BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             adalah sebagai berikut:


                                Tabel 29 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)
                   Tahun           Penjualan           Variable Cost           Fixed Cost          BEP

                   2025                5.333.460             100.000             2.889.000        2.944.202
                   2026              10.666.920                        -         8.522.415        8.522.415
                   2027              10.666.920                        -         8.779.167        8.779.167
                   2028              10.666.920                        -         9.043.676        9.043.676
                   2029              10.666.920                        -         9.316.177        9.316.177
                                                                              BEP Rata-rata       7.721.128
                                                                           BEP Rata-rata (%)           77,90%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Dari hasil perhitungan BEP, apabila Perseroan ingin mencatatkan keuntungan, maka
             Perseroan harus mencatatkan penjualan di tahun 2025 sebesar Rp5,33 miliar, tahun
             2026 sebesar Rp10,67 miliar, tahun 2027 sebesar Rp10,67 miliar, tahun 2028
             sebesar Rp10,67 miliar, dan tahun 2029 sebesar Rp10,67 miliar. Sehingga rata-rata
             BEP Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru selama periode proyeksi
             adalah sebesar Rp7,72 miliar.


      7.11   Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas


             Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
             rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
             kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.


                                            Tabel 30 Analisis Likuiditas
                                                                                         Working Capital to
                      Tahun                 Current Ratio         Quick Ratio
                                                                                         Total Assets Ratio
                       2025                       1716,72%                  1716,72%                   13,12%
                       2026                       4511,04%                  4511,04%                   22,47%
                       2027                       6655,06%                  6655,06%                   29,17%
                       2028                       8734,02%                  8734,02%                   34,08%
                       2029                      10738,66%                 10738,66%                   37,67%
                      Average                     6471,10%                  6471,10%                   27,30%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari rasio likuiditas setelah
             adanya penambahan kegiatan usaha.




                                                                                                           59
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
             dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
             panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.


                                            Tabel 31 Analisis Solvabilitas
                             Tahun               Debt to Equity Ratio    Debt to Assets Ratio
                             2025                               0,82%                    0,81%
                             2026                               0,51%                    0,51%
                             2027                               0,45%                    0,45%
                             2028                               0,40%                    0,39%
                             2029                               0,36%                    0,35%
                            Average                             0,51%                    0,50%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya penurunan dari rasio solvabilitas, hal ini
             dikarenakan adanya penyelesaian kewajiban setelah adanya penambahan kegiatan
             usaha.


             Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
             dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
             penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
             besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
             gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
             usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini.


                                        Tabel 32 Analisis Profitabilitas
                           Tahun               Operating Profit Margin       Net Profit Margin
                            2025                                43,96%                    34,29%
                            2026                                20,10%                    15,68%
                            2027                                17,70%                    13,80%
                            2028                                15,22%                    11,87%
                            2029                                12,66%                      9,88%
                           Average                              21,93%                    17,10%


             Dari tabel di atas diketahui bahwa dari penambahan kegiatan usaha baru
             memberikan dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana
             selama tahun-tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit
             margin masing-masing sebesar 21,93% dan 17,10%.

      7.12   Tingkat Imbal Balik Investasi


             Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
             yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
             Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan



                                                                                                    60
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
             seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
             dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.


             Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan.


                                         Tabel 33 Return on Investment
                                         Laba Bersih        Total Investasi
                         Tahun                                                  ROI
                                            (Rp.000)           (Rp.000)
                         2025                   1.828.679        13.941.789           13,12%
                         2026                   1.672.714        15.580.771           10,74%
                         2027                   1.472.447        17.049.718            8,64%
                         2028                   1.266.130        18.312.242            6,91%
                         2029                   1.053.579        19.362.106            5,44%
                        Average                                                        8,97%


             Rasio ROI Perseroan pada tahun 2025—2029 diproyeksikan akan meningkat setiap
             tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan.
             Perseroan diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 8,97%.


      7.13   Penetapan Tingkat Diskonto


             Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
             dihitung dengan rumus sebagai berikut:


                                  WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)


              Keterangan:
             WACC       = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
                            modal)
             Kd             Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
             Ke         = The required rate of return (biaya ekuitas)
             T          = Tax rate (tarif pajak)
             % Debt     = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
                            struktur kapital)
             % Equity   = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
                            struktur kapital)


             Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
             akan digunakan dalam Penilaian.




                                                                                               61
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Cost of Debt (tingkat biaya hutang)

             Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:

             • Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
                  yang akan digunakan yaitu sebesar 9,05%.

             • Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
                  korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).

             Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
             debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

             Kd = i x ((1-T)

             Kd = 9,05% x (1-22,00%) = 7,06%


             Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)

             Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
             (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
             bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
             sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:


                                            Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
                                             Ke = Rf + (Rp x β) + Rs


             Keterangan:
             Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
             Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
             Rp       = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
             β        = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                        responsivitas    pengembalian      perusahaan     terhadap    pergerakan
                        pengembalian portofolio pasar
             Rs       = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan


             Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:


             Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
             dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
             instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
             (most active government bond).




                                                                                               62
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan rata-rata yield
             adalah sebesar 7,09%. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
             bebas risiko (Rf).


                                            Tabel 34 Surat Utang Negara
                            Bond                         Maturity                   Yield
               FR0103                                   15-Jul-35                           7,0232%
               FR0098                                  15-Jun-38                            7,0888%
               FR0097                                  15-Jun-43                            7,0999%
               FR0102                                   15-Jul-54                           7,1080%
               FR0105                                   15-Jul-64                           7,1225%
                                       Rata-rata                                            7,0885%
             Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI,
                        12 Desember 2024


             Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
             risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.


             Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
             pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging.


             Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
             dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.


             Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
             Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
             mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
             suatu perusahaan.


             Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2025,
             diprediksi market risk premium adalah sebesar 6,87%.


             Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
             Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
             dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Oilfield Svcs/Equip per Januari 2025
             yaitu rata-rata sebesar 0,87.


             Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:




                                                                                                 63
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                            Tabel 35 Biaya Modal untuk Ekuitas
                                        Keterangan                         Biaya Modal untuk Ekuitas

                      Biaya Modal untuk Ekuitas
                      a.    Risk Free Rate ( Rf )                                               7,09%
                      b.    Risk Premium Ekuitas ( Rm )                                         6,87%
                       c.   β (Beta)                                                             0,87
                       c.   Specific Risk                                                       0,00%
                      Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM                                           13,07%
                      Credit Default Spread                                                     1,89%
                      Biaya Modal untuk Ekuitas                                                11,19%


             Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
             memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
             yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
             spread sebesar 1,89%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
             penilaian Perseroan menjadi 11,19%.


             Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
             yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
             sebesar 9,84% seperti pada tabel berikut.


                                       Tabel 36 Weighted Average Cost of Capital
                              Jenis Modal                       Biaya Modal         Bobot       Tertimbang

              Cost of Debt ( Kd = i x (1-T))                           7,06%         32,59%              2,30%
              Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta             13,56%         67,41%              7,54%
                              Weighted Average Cost of Capital (WACC)                                    9,84%


      7.14   Analisis Kelayakan Proyek


              a. Net Present Value (NPV)
                 NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
                 setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
                 tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
                 investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
                 akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
                 menghasilkan          NPV    positif   maka      proyek   ini   layak   dikerjakan    apabila
                 menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.

                                                            𝑇
                                                                    𝐶𝐹𝑡
                                                  𝑁𝑃𝑉 = ∑                  − 𝐶𝐹0
                                                                  (1 + 𝑟)𝑡
                                                            𝑡−1




                                                                                                           64
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                    NPV          :    Net Present Value
                    CFt          :    arus kas pada periode t
                    CF0          :    arus kas investasi awal pada periode 0
                    r            :    tingkat diskonto


                 Berikut adalah perhitungan NPV dari Rencana penambahan kegiatan usaha:


                                        Tabel 37 Perhitungan NPV (Rp.000)

                                      Keterangan                           FCFF         PV FCFF

                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                     2025                                                   1.537.739    1.399.963
                     2026                                                   1.234.931    1.023.553
                     2027                                                   1.468.947    1.108.428
                     2028                                                   1.262.524      867.311
                     2029                                                   1.049.864      656.602
                     Terminal Value                                        15.806.055    9.885.362
                   NPV                                                                  14.941.220
                 Discount Factor = 9,84%

              b. Profitability Index (PI)
                 PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
                 investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
                 didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
                 pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
                 berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
                 (satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
                 apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
                 proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
                 lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
                 tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
                 suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).

                                                            ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
                                                    𝑃𝐼 =
                                                            ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )

                    PI           :    Profitability Index
                    CFI          :    nilai kini seluruh arus kas masuk
                    CFo          :    nilai kini seluruh arus kas keluar


                 Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana penambahan kegiatan usaha:




                                                                                                   65
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




                                                        Tabel 38 Perhitungan PI
                                                                                               PV FCFF
                                                    Keterangan
                                                                                               (Rp.000)
                     Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                          Arus kas masuk                                                        17.181.542
                          Arus kas keluar                                                       (2.240.323)
                     PI                                                                            7,66923


              Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
              kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut.


                                       Tabel 39 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
                                                           2025        2026        2027        2028         2029
                  Keterangan                TOTAL
                                                            0,50        1,50        2,50        3,50          4,50
         EBITDA                         9.350.704         2.344.460   2.144.505   1.887.753   1.623.244    1.350.743


         CASH OUT FLOW
         - Tax                         (2.057.155)        (515.781)   (471.791)   (415.306)   (357.114)    (297.163)
         +/- Working Capital                (739.543)     (290.939)   (437.783)     (3.500)     (3.606)       (3.715)
         TOTAL                         (2.796.698)        (806.721)   (909.574)   (418.806)   (360.720)    (300.878)


         NET CASH FLOW                  6.554.006         1.537.739   1.234.931   1.468.947   1.262.524    1.049.864
         Terminal value (3,00%)                                                                           15.806.055
         Discount factor (9,84%)                           0,91040     0,82883     0,75457     0,68697      0,62542
         DISCOUNTED CASH FLOW          14.941.220         1.399.963   1.023.553   1.108.428    867.311    10.541.964


         PROCEED                                          1.537.739   2.772.671   4.241.618   5.504.142    6.554.006


         PRESENT VALUE KAS MASUK       17.181.542         2.134.404   1.777.439   1.424.448   1.115.113   10.730.138
         PRESENT VALUE KAS KELUAR (2.240.323)             (734.441)   (753.886)   (316.020)   (247.802)    (188.174)



         NET PRESENT VALUE, NPV        14.941.220
         PROFITABILITY INDEX, PI             7,66923




              • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                   NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp14.941.220.000,-. Dengan demikian,
                   hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
                   dikerjakan karena memberikan keuntungan.


              • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                   PI yang diperoleh adalah sebesar 7,66923. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                   dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                   keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.




                                                                                                               66
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      7.15   Analisis Sensitivitas


              Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
              maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:


              −   Volume pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%,
                  5,00%, 7,50%, dan 10,00%.
              −   Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                  7,50%, dan 10,00%.
              −   Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                  7,50%, dan 10,00%.


             Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
             sebesar Rp14,94 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
             pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp4,39 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana struktur
             biaya naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp5,88
             miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount rate, dimana
             discount rate naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp13,20 miliar.


                                   Tabel 40 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
                                                     KONDISI                  PERUBAHAN KONDISI
                       Keterangan
                                                    NORMAL        2,50%       5,00%       7,50%       10,00%
                  1.   PENDAPATAN TURUN
                       Net Present Value (NPV)      14.941.220 12.303.223    9.665.226   7.027.228   4.389.231
                       Return On Investment (ROI)       7,93%       6,96%       5,92%       4,80%       3,60%
                       Profitability Index (PI)       7,66923     7,07219     6,33403     5,39799     4,17218
                       BEP
                       a. Rp.000                     7.721.128   7.721.416   7.721.721   7.722.041   7.722.381
                       b. % terhadap pendapatan        77,90%      79,91%      82,02%      84,24%      86,59%
                  2.   STRUKTUR BIAYA NAIK
                       Net Present Value (NPV)      14.941.220 12.675.938 10.410.657     8.145.375   5.880.094
                       Return On Investment (ROI)       7,93%       7,11%       6,25%       5,33%       4,36%
                       Profitability Index (PI)       7,66923     7,08293     6,40143     5,59951     4,64216
                       BEP
                       a. Rp.000                     7.721.128   7.914.444   8.107.775   8.301.121   8.494.481
                       b. % terhadap pendapatan        77,90%      79,86%      81,81%      83,76%      85,72%
                  3.   DISCOUNT RATE NAIK
                       Net Present Value (NPV)      14.941.220 14.461.757 14.014.103 13.595.165 13.202.238
                       Return On Investment (ROI)       7,93%       7,93%       7,93%       7,93%       7,93%
                       Profitability Index (PI)       7,66923     7,48829     7,31955     7,16182     7,01405
                       BEP
                       a. Rp.000                     7.721.128   7.721.128   7.721.128   7.721.128   7.721.128
                       b. % terhadap pendapatan        77,90%      77,90%      77,90%      77,90%      77,90%




                                                                                                            67
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




              Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
              terlihat seperti pada grafik di bawah ini.


                                                  Gambar 15 Analisis Sensitivitas
                             16.000.000

                             14.000.000

                             12.000.000
              NPV (Rp.000)




                             10.000.000

                              8.000.000

                              6.000.000

                              4.000.000

                              2.000.000

                                     0
                                           NORMAL        2,50%        5,00%         7,50%       10,00%
                                     PENDAPATAN TURUN       STRUKTUR BIAYA NAIK      DISCOUNT RATE NAIK

             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Dari analisis sensitivitas di atas, menurunnya volume pendapatan merupakan faktor
             yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.




                                                                                                          68
Page 82
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




      8       KESIMPULAN

      8.1    Kajian Kelayakan Pasar


             Dari Kajian Kelayakan Pasar, industri transportasi kapal laut di Indonesia
             menunjukkan prospek kesinambungan yang kuat, ditandai dengan peningkatan
             aktivitas pelabuhan secara umum pada tahun 2023. Meskipun volume bongkar
             barang dalam negeri mengalami sedikit penurunan sebesar 0,47%, volume muat
             barang meningkat 3,27%, mencerminkan peran penting sektor ini dalam distribusi
             logistik nasional. Untuk pelayaran luar negeri, pertumbuhan lebih signifikan terlihat
             dengan peningkatan bongkar dan muat masing-masing sebesar 17,94% dan
             10,00%. Kunjungan kapal juga meningkat 10,07% secara nasional, menandakan
             tingginya mobilitas angkutan laut. Keberadaan 25 pelabuhan strategis yang
             menopang mayoritas aktivitas pelayaran, khususnya pelabuhan utama seperti
             Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, dan Belawan, semakin memperkuat
             struktur jaringan transportasi laut Indonesia. Tren peningkatan volume muat barang
             di sejumlah pelabuhan strategis dan pertumbuhan pelayaran luar negeri menjadi
             indikator positif bahwa pengelolaan kapal sebagai unit bisnis memiliki potensi
             berkelanjutan dan strategis dalam mendukung konektivitas serta pertumbuhan
             ekonomi nasional. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan jasa pengangkutan laut
             terus tumbuh, sehingga membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk
             mengembangkan layanan pengelolaan kapal dalam merespon lonjakan kebutuhan
             terhadap layanan pengelolaan kapal secara menyeluruh, mulai dari manajemen
             operasional, pemeliharaan, penyediaan awak kapal, hingga pengelolaan rute dan
             efisiensi bahan bakar. Pasar ini tidak hanya mencakup kapal niaga dan kargo, tetapi
             juga kapal tanker, kapal curah, hingga kapal pendukung industri energi. Dalam
             konteks ini, Perseroan memiliki posisi yang strategis untuk menangkap peluang
             tersebut.


             Dengan pengalaman dan infrastruktur yang dimiliki Perseroan di bidang
             pengangkutan energi dan logistik laut, dapat memperluas lini bisnisnya melalui
             layanan ship management yang profesional dan terintegrasi. Selain itu, dengan
             kemampuan Perseroan dalam mengelola kapal tanker dan koneksi dengan industri
             energi, Perseroan berpotensi menjadi pemain utama dalam pasar pengelolaan
             kapal, khususnya untuk segmen kapal yang melayani kebutuhan industri energi,
             bahan kimia, dan logistik industri berat lainnya. Dengan demikian, Perseroan tidak
             hanya memperkuat posisinya di sektor pengelolaan kapal, tetapi juga berkontribusi
             pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di industri maritim Indonesia.


             Sasaran Perseroan dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini melalui anak
             usahanya yaitu EMI adalah mengelola kapal-kapal yang dimiliki oleh grup. Pada
             tahun-tahun operasional berikutnya, setelah memiliki pengalaman dan portofolio
             dalam mengelola kapal, melalui anak usahanya, Perseroan akan menawarkan jasa



                                                                                               69
Page 83
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             pengelolaan kapal kepada pihak ketiga. Strategi pemasaran yang dapat dilakukan
             dalam pengelolaan kapal milik grup Perseroan meliputi pendekatan business to
             business dengan menawarkan layanan manajemen kapal terintegrasi dengan anak
             usaha dan afiliasi dalam grup, sehingga menciptakan efisiensi operasional dan
             standarisasi kualitas.


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan dalam industri dan sektor serupa di pasar modal dan
             industri. Saat ini, beberapa pesaing yang memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan dalam industri pengelolaan kapal adalah sebagai berikut.
             1. PT Wintermar Offshore Marine Tbk;
             2. PT Buana Lintas Lautan Tbk;
             3. PT Sillo Maritime Perdana Tbk;
             4. PT Jasa Armada Indonesia Tbk;
             5. PT Samudera Indonesia Ship Management; dan
             6. PT Synergy Marine Indonesia.


             Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.


      8.2    Kajian Kelayakan Teknis


             Dari Kajian Kelayakan Teknis, dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini,
             Perseroan akan menjalankan lini usaha aktivitas pengelolaan kapal dengan standar
             pemeliharaan internasional, melalui anak usahanya yaitu EMI. Berdasarkan
             wawancara     Penilai    dengan   Manajemen   Perseroan,   rencana   kapasitas   dan
             kemampuan operasional EMI dalam mengelola kapal adalah paling banyak delapan
             (8) kapal per tahunnya pada tahap awal proyeksi, kemudian akan ditingkatkan
             sesuai dengan permintaan pasar. Secara teknis, setelah Perseroan melalui EMI
             ditunjuk oleh ship owner company, kegiatan operasional dalam aktivitas
             pengelolaan kapal dapat terdiri dari: 1) penjadwalan perawatan kapal dan mesin; 2)
             manajemen spare part kapal; 3) pengadaan logistik operasional; 4) penunjukan
             agen kapal (ship agency); serta 5) rekrutmen dan manajemen kru kapal. Perseroan
             telah memiliki tenaga ahli profesional dalam bidang perkapalan yang berkaitan
             dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini. Menurut informasi dari
             manajemen, tenaga ahli profesional yang dimiliki Perseroan terdiri dari chief
             engineer onboard ship serta marine QS-SHE expert. Selain itu, Perseroan
             berkomitmen untuk terus meningkatkan keterampilan para karyawan dengan
             berbagai program pelatihan yang disusun berdasarkan posisi dan tugas yang
             dilakukan. Hal ini untuk memastikan karyawan dilengkapi dengan kemampuan yang
             baik dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta memaksimalkan potensi,
             kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dari masing-masing karyawan.




                                                                                              70
Page 84
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.


      8.3    Kajian Kelayakan Pola Bisnis


             Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, pengalaman Perseroan sebagai perusahaan yang
             menyediakan jasa pelayaran dan maritim serta distribusi energi dan infrastruktur di
             Indonesia Perseroan dinilai memiliki keunggulan dalam menjalankan manajemen
             dan sistem operasional yang kompeten untuk melakukan ekspansi usaha.
             Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan di antaranya adalah sebagai berikut:
             1) Perseroan telah berdiri sejak lama sebagai salah satu pelaku usaha pelayaran dan
             jasa maritim terintegrasi yang berpengalaman dalam menjalin kerja sama strategis
             jangka panjang dengan berbagai perusahaan energi besar dan nasional serta
             internasional; 2) Kinerja keuangan Perseroan menunjukkan tren pertumbuhan yang
             positif, sehingga menunjukkan adanya struktur keuangan yang sehat dan efisiensi
             biaya operasional yang baik dan dapat membiayai ekspansi usaha secara organik
             maupun melalui kerja sama strategis; 3) Perseroan memiliki armada kapal milik
             sendiri yang dikelola secara profesional melalui anak usaha. Kepemilikan ini
             memungkinkan pengendalian penuh atas kualitas layanan dan efisiensi operasional,
             serta memberikan fleksibilitas dalam melayani berbagai rute dan klien; dan 4)
             Perseroan mulai memperkuat lini bisnis jasa manajemen kapal dan logistik energi,
             serta mulai memanfaatkan teknologi digital dalam optimalisasi monitoring armada
             dan efisiensi operasional.


             Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga
             membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya
             mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah 1) Meningkatkan
             kualitas dan diversifikasi layanan; 2) Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan
             intelektual; 3) Melakukan inovasi layanan secara berkelanjutan; 4) Memperkuat
             loyalitas klien terhadap layanan Perseroan; dan 5) Meningkatkan kompetensi
             sumber daya manusia dalam manajemen dan operasional Perseroan.


             Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.


      8.4    Kajian Kelayakan Model Manajemen


             Dari kelayakan model manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024,
             Perseroan memiliki 48 orang karyawan, sedangkan EMI belum memiliki karyawan
             karena belum menjalankan kegiatan operasi komersialnya. Perseroan akan
             mengalokasikan sebagian karyawannya untuk dimutasi sebagai karyawan EMI, juga
             akan melakukan rekrutmen karyawan untuk mengisi posisi pada divisi teknis
             marine, safety/QHSE, finance (yang terdiri dari procurement, keuangan, dan



                                                                                             71
Page 85
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




             accounting), legal, dan human capital (yang termasuk karyawan darat dan karyawan
             laut).


             Sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki Hak Atas
             Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan kegiatan
             usaha baru.


             Risiko utama yang mungkin dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut.
             1.   Risiko persaingan usaha;
             2.   Risiko operasional;
             3.   Risiko ketergantungan pada klien dari grup;
             4.   Risiko perubahan regulasi dan kepatuhan;
             5.   Risiko keselamatan dan tanggung jawab hukum; dan
             6.   Risiko keuangan dan fluktuasi ekonomi.


             Perseroan telah memiliki pengalaman dan keberhasilan yang baik dalam industri
             pelayaran dan maritim Indonesia untuk mengelola usaha dalam skala ekonomi yang
             besar, sehingga Perseroan juga memiliki kapasitas dan kemampuan yang baik untuk
             menambah aktivitas lini bisnisnya. Dengan rekam jejak panjang di industri maritim,
             telah terbukti mampu mengelola berbagai jenis armada dan layanan yang kompleks
             secara profesional. Skala usaha yang besar juga memberikan keunggulan dalam
             efisiensi biaya, daya tawar terhadap pemasok, serta optimalisasi sumber daya
             manusia dan logistik.


             Selanjutnya, restrukturisasi grup yang dilakukan melalui pengambilalihan anak
             usaha, yang akan menjalankan aktivitas pengelolaan kapal yaitu EMI, semakin
             memperkuat efisiensi operasional dan integrasi layanan dalam satu lini bisnis yang
             lebih terfokus. Langkah strategis ini memungkinkan Perseroan memberikan layanan
             pengelolaan kapal secara menyeluruh mulai dari operasional teknis, perawatan
             mesin, penyediaan logistik, hingga manajemen kru secara lebih kompetitif dan
             berdaya saing tinggi di pasar.


             Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.


      8.5    Kajian Kelayakan Keuangan


              Dari Kajian Kelayakan Keuangan, Perseroan tidak memerlukan biaya pendirian
              maupun biaya investasi (capex), sehingga Perseroan akan melakukan pendanaan
              yang bersumber dari kas yang tersedia. Perseroan diproyeksikan mencatatkan
              tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp1,83 miliar
              pada tahun 2025, Rp1,67 miliar pada tahun 2026, Rp1,47 miliar pada tahun 2027,
              Rp1,27 miliar pada tahun 2028, dan sebesar Rp1,05 miliar pada tahun 2029.



                                                                                            72
Page 86
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk




              Analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha ini
              memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.


             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp14.941.220.000,-. Dengan demikian,
                hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
                dikerjakan karena memberikan keuntungan.


             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                PI yang diperoleh adalah sebesar 7,66923. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                keuntungan dari kegiatan usaha yang dilakukan.


              Kemudian, dari analisis sensitivitas, menurunnya volume pendapatan merupakan
              faktor yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.


              Dengan   analisis   keuangan   tersebut,   maka   dapat   kami   simpulkan   bahwa
              Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.


      8.6    Kesimpulan Studi Kelayakan


             Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
             Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
             disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu
             Aktivitas Pengelolaan Kapal adalah layak.




                                                                                              73

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.67 MB
Published15 Apr 2025
Pages86
Characters246,860
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 54 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org HUMPUSS MARITIM INTERNASIONAL TBK · Nama Perusahaan p.1 ×279
linked org Humpuss Intermoda Tbk p.20 ×2
linked org PT Humpuss Transportasi Kimia p.20 ×3
linked person Abdul Rachim Sofyan p.20
linked — Humpuss Transportasi p.31 ×2
linked org Wintermar Offshore Marine Tbk p.35 ×8
linked org Buana Lintas Lautan Tbk p.35 ×8
linked org Sillo Maritime Perdana Tbk p.35 ×8
linked org Jasa Armada Indonesia Tbk p.35 ×6
linked org Samudera Indonesia p.35 ×3
possible person Gatot Subroto p.3 ×5
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×5
possible person Martina · Notaris p.14 ×5
possible person Dedi Hudayana p.20 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.37
unresolved org KJPP Syarif p.3 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.3
unresolved org ENDANG & REKAN p.6 ×2
unresolved org REKAN Endang Sunardi p.6
unresolved org KJPP Syarif Rekan p.6
unresolved org Endang dan Rekan p.6 ×2
unresolved person Endang Sunardi p.8
unresolved person Meilindra Indriani p.8
unresolved person Toyib Efendi p.8
unresolved person Rachellina Noor Al Maghfira p.8
unresolved org PT Energi Maritim Internasional p.9 ×6
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Syarif p.14 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan No. AL. p.15 ×2
unresolved org PT HT Kotug Indonesia p.15 ×2
unresolved person Arry Supratno · Notaris p.15 ×17
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.15 ×5
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.16 ×2
unresolved person Alfian Hardiansyah Nugroho p.16 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Effendy & Rekan p.16 ×3
unresolved person Taufik Agustono p.16
unresolved org KJPP p.18
unresolved person Christina Dwi Utami p.19
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19
unresolved person Dr. Putra Hutomo p.19 ×4
unresolved org Koperasi Karyawan Bhakti Samudera p.20
unresolved — Setara dengan US$ p.20
unresolved org PT Humpuss Transportasi Curah p.31 ×2
unresolved org PT OTS Internasional p.31
unresolved org PT PCS Internasional p.31
unresolved org PT Samudera Indonesia Ship Management p.35 ×3
unresolved org Menteri Keuangan p.37
unresolved org Bank Indonesia p.39 ×17
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia p.41
unresolved org Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai p.42
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Gambar p.43
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Indeks Harga Konsumen p.43
unresolved org PT PCS Internasional. Armada p.59
unresolved org Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko p.76
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.76

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result