Back to announcement
20250415_HUMI_Pengumuman RUPS_31875771_lamp5.pdf
RUPS notice Text extracted HUMISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 86
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
AKTIVITAS PENGELOLAAN KAPAL
(KBLI 52225)
PT HUMPUSS MARITIM INTERNASIONAL TBK
No. 00008/2.0113-03/BS-FS/06/0340/1/IV/2025
Tanggal: 11 April 2025
Page 2
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
AKTIVITAS PENGELOLAAN KAPAL
(KBLI 52225)
PT HUMPUSS MARITIM INTERNASIONAL TBK
No. 00008/2.0113-03/BS-FS/06/0340/1/IV/2025
Tanggal: 11 April 2025
Page 3
No. 00008/2.0113-03/BS-FS/06/0340/1/IV/2025 Bekasi, 11 April 2025
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Mangkuluhur City Tower One, Lantai 27
JL. Jend. Gatot Subroto Kav. 1-3
Jakarta 12930 – Indonesia
Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Aktivitas Pengelolaan Kapal
(KBLI 52225)
Dengan hormat,
PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/III/2025, tanggal
14 Maret 2025, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (atau selanjutnya disebut
“Perseroan” atau “HUMI”) yang bergerak di bidang usaha jasa kepelabuhan dan maritim
serta distribusi energi dan infrastruktur di Indonesia, telah menunjuk KJPP Syarif, Endang,
dan Rekan, sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024.
IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama Perusahaan : PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Bidang Usaha : Jasa Angkutan Laut dalam Negeri dan Angkutan Laut Perairan
Pelabuhan dalam Negeri
Alamat : Mangkuluhur City Tower One, Lantai 27, Jl. Jend. Gatot Subroto
Kav. 1-3 Jakarta 12930 – Indonesia
Telepon : +62-21 3950 6655
Website : https://www.humi.co.id/
Email : corpsec@humi.co.id
MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal, serta sebagai
syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK
No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.
i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/III/2025, tanggal 14
Maret 2025.
RUANG LINGKUP PENUGASAN
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
studi kelayakan.
c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
kami anggap relevan.
d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
duty).
ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
f. Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan
tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
periode tersebut.
ANALISIS KELAYAKAN
Analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha ini memenuhi
kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp14.941.220.000,-. Dengan demikian, hasil NPV
yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
memberikan keuntungan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 7,66923. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1
menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari
kegiatan usaha yang dilakukan.
Kemudian, dari analisis sensitivitas, menurunnya volume pendapatan merupakan faktor
yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
Dengan analisis keuangan tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.
iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal
adalah layak.
Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.
PENUTUP
Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
selanjutnya.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Digitally signed by Endang Sunardi
DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
Rekan Endang dan Rekan,
email=syarifendangdanrekan@gmail.com
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/III/2025, tanggal 14 Maret 2025;
2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2024, parameter dan data
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2024;
4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
Laporan Studi Kelayakan ini;
7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat
dipertanggungjawabkan;
8. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
pada Laporan Penilaian ini;
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.
v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Penanggung Jawab (.......................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK :: No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB :: No. 173/NB.122/STTD-P/2019
2. Meilindra Indriani, S.Si. Reviewer (........................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev. Staf Penilai (........................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Rachellina Noor Al Maghfira, S.Si. Tenaga Inspeksi (........................)
MAPPI : No. 22-A-11570
vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ................................................................................................................. x
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ xi
1 PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
1.2 Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
1.4 Latar Belakang...................................................................................................... 1
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 3
1.7 Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 4
1.8 Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 4
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
1.10 Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 5
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 5
2 INFORMASI UMUM ................................................................................................ 6
2.1 Profil Perseroan .................................................................................................... 6
2.1.1 Bidang Usaha Perseroan ....................................................................................... 7
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 7
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan ................................................ 7
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional Perseroan ............................................................. 7
2.1.5 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan ....................................................................... 8
2.1.6 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan ............................................................................. 12
2.2 Profil PT Energi Maritim Internasional ................................................................ 17
2.2.1 Bidang Usaha EMI ............................................................................................... 17
2.2.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham EMI ................................................. 18
2.2.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi EMI ........................................................ 18
2.2.4 Legalitas dan Izin Operasional EMI ..................................................................... 18
2.2.5 Kinerja Posisi Keuangan EMI ............................................................................... 19
2.2.6 Kinerja Laba (Rugi) EMI ....................................................................................... 20
2.3 Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 21
2.4 Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 21
2.5 Pasar yang Dituju ............................................................................................... 21
2.6 Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 22
2.7 Pola Bisnis .......................................................................................................... 22
2.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 22
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 23
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 23
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 23
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 23
vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
2.13 Aspek Lingkungan ............................................................................................. 24
2.14 Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 24
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 25
3 KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 26
3.1 Kondisi Pasar ..................................................................................................... 26
3.2 Pangsa Pasar ...................................................................................................... 31
3.3 Kesinambungan ................................................................................................. 40
3.4 Potensi Pasar ...................................................................................................... 41
3.5 Sasaran .............................................................................................................. 41
3.6 Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 42
3.7 Pesaing Usaha .................................................................................................... 42
3.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 42
4 KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 43
4.1 Kapasitas ........................................................................................................... 43
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 43
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 44
5 KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 46
5.1 Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 46
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk/Jasa ................................................ 46
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 47
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 48
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 48
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 48
6.3 Manajemen Risiko .............................................................................................. 48
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 50
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 50
7 KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 52
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 52
7.2 Modal Kerja ........................................................................................................ 52
7.3 Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 52
7.4 Biaya Operasional ............................................................................................... 52
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 53
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 53
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 56
7.8 Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 57
7.9 Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 58
7.10 Analisis Titik Impas ............................................................................................ 58
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 59
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 60
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 61
7.14 Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 64
7.15 Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 67
8 KESIMPULAN ....................................................................................................... 69
8.1 Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 69
viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
8.2 Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 70
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 71
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 71
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 72
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 73
ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 7
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (US$) ............................................................... 8
Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (US$) ..................................................................... 12
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 15
Tabel 5 Susunan Pemegang Saham EMI ........................................................................... 18
Tabel 6 Kinerja Posisi Keuangan EMI (Rp.000) ................................................................. 19
Tabel 7 Kinerja Laba (Rugi) EMI (Rp.000) ......................................................................... 20
Tabel 8 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 26
Tabel 9 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran ............... 27
Tabel 10 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Lapangan Usaha ...... 27
Tabel 11 Neraca Pembayaran Indonesia ........................................................................... 29
Tabel 12 Kunjungan Kapal dari DN dan LN di 25 Pelabuhan Strategis, 2022—2023 ........ 32
Tabel 13 Muat Barang DN pada 25 Pelabuhan Strategis (Ribu Ton), 2022—2023 ............ 33
Tabel 14 Bongkar Barang DN pada 25 Pelabuhan Strategis (Ribu Ton), 2022—2023 ....... 34
Tabel 15 Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri, Desember 2024 .............. 36
Tabel 16 Impor Menurut Moda Transportasi (Ribu Ton; US$Juta), 2022 dan 2023 ........... 38
Tabel 17 Impor Menurut Jenis dan Moda Transportasi (Ribu Ton; US$Juta), 2022 dan 2023
................................................................................................................................. 39
Tabel 18 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 52
Tabel 19 Biaya Operasional (Rp.000) ............................................................................... 53
Tabel 20 Struktur Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 53
Tabel 21 Struktur Beban Salary & Benefit ......................................................................... 54
Tabel 22 Struktur Beban Travelling .................................................................................. 55
Tabel 23 Struktur Beban Office Expenses ........................................................................ 55
Tabel 24 Struktur Beban Office Building .......................................................................... 56
Tabel 25 Struktur Beban Car Expenses ............................................................................ 56
Tabel 26 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 56
Tabel 27 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 57
Tabel 28 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 58
Tabel 29 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 59
Tabel 30 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 59
Tabel 31 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 60
Tabel 32 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 60
Tabel 33 Return on Investment ........................................................................................ 61
Tabel 34 Surat Utang Negara ........................................................................................... 63
Tabel 35 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 64
Tabel 36 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 64
Tabel 37 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 65
Tabel 38 Perhitungan PI ................................................................................................... 66
Tabel 39 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 66
Tabel 40 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 67
x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024 ................................... 28
Gambar 2 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 29
Gambar 3 Grafik Nilai Tukar Rupiah vs Negara Kawasan .................................................. 30
Gambar 4 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 30
Gambar 5 Inflasi Gabungan Kota di Provinsi .................................................................... 31
Gambar 6 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Dalam Negeri di Pelabuhan
Indonesia (Ribu Ton), 2009—2023 ................................................................. 35
Gambar 7 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Luar Negeri di Pelabuhan
Indonesia (Ribu Ton), 2009—2023 ................................................................. 35
Gambar 8 Kontribusi Nilai Ekspor menurut Moda Transportasi, 2022 dan 2023 .............. 36
Gambar 9 Komposisi Ekspor Komoditas Migas menurut Moda Transportasi, 2022 dan
2023 .............................................................................................................. 37
Gambar 10 Kontribusi Nilai Ekspor Nonmigas menurut Moda Transportasi, 2022 dan
2023 .............................................................................................................. 38
Gambar 11 Impor Indonesia Menurut Pelabuhan Bongkar Utama (US$Juta), 2022 dan 2023
...................................................................................................................... 40
Gambar 12 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................. 44
Gambar 13 Rencana Restrukturisasi Anak Usaha milik Entitas Anak Perseroan ................ 51
Gambar 14 Rencana Struktur Organisasi EMI ................................................................... 51
Gambar 15 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 68
xi
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Humpuss
Maritim Internasional Tbk (“Perseroan”) berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK)
No. 0013/SPK/MSE-03/ES/III/2025, tanggal 14 Maret 2025, sebagai Penilai
Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan
Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal.
1.2 Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Bidang Usaha : Jasa Angkutan Laut dalam Negeri dan Angkutan Laut
Perairan Pelabuhan dalam Negeri
Alamat : Mangkuluhur City Tower One, Lantai 27, Jl. Jend. Gatot
Subroto Kav. 1-3 Jakarta 12930 – Indonesia
Telepon : +62-21 3950 6655
Website : https://www.humi.co.id/
Email : corpsec@humi.co.id
1.4 Latar Belakang
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan” atau
“HUMI”) adalah sebuah Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka yang
didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 21, tanggal 20 September 2016, oleh
Martina, S.H., Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perseroan telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0042923.AH.01.01.Tahun 2016,
tanggal 28 September 2016.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, Perseroan bergerak dalam bidang layanan
aktivitas konsultasi manajemen, aktivitas holding, angkatan laut, aktivitas
penempatan tenaga kerja, penyediaan sumber daya manusia dan manajemen fungsi
sumber daya manusia, pendidikan lainnya dan kegiatan penunjang pendidikan. Saat
ini, kegiatan usaha utama yang dijalankan oleh Perseroan adalah bergerak dalam
bidang usaha jasa kepelabuhan dan maritim serta distribusi energi dan infrastruktur
di Indonesia. Perseroan telah memeroleh Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut
1
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
(SIUPAL) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan
No. AL.001/714/SP_SIUPAL/VII/2022, tanggal 1 Juli 2022. Perseroan telah
menjalankan kegiatan operasional secara komersial sejak September 2016.
Perseroan berencana melakukan restrukturisasi grup dengan mengambil alih anak
usaha dari entitas anak milik Perseroan bernama PT Energi Maritim Internasional (atau
selanjutnya disebut “EMI”).
EMI semula didirikan dengan nama PT HT Kotug Indonesia berdasarkan Akta Notaris
No. 191, tanggal 19 Desember 2013, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta
Pusat, dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui surat
keputusan No. AHU-01102.AH.01.01.Tahun 2014, tanggal 8 Januari 2014.
Selanjutnya nama perusahaan diubah menjadi PT Energi Maritim Internasional
berdasarkan Akta Notaris No. 56, tanggal 31 Maret 2020, oleh Arry Supratno, S.H.,
Notaris di Jakarta Pusat dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia melalui surat keputusan No. AHU-0027516.AH.01.02.Tahun 2020, tanggal
3 April 2020.
Anggaran Dasar EMI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris No. 12, tanggal 12 September 2023, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di
Jakarta Pusat, mengenai perubahan susunan direktur dan komisaris. Anggaran Dasar
tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum melalui
Surat No. AHU-AH.01.09-0164258, tanggal 18 September 2023.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan usaha EMI adalah
bidang jasa pengangkutan laut (pelayaran) dalam dan luar negeri. Namun, sampai
dengan tanggal studi kelayakan, yaitu 31 Desember 2024, EMI belum memulai
operasi secara komersial.
Restrukturisasi grup dan pengambilalihan EMI menjadi entitas anak Perseroan
bertujuan untuk memperkuat integrasi dan efisiensi fokus antara kegiatan usaha
utama Perseroan yaitu jasa angkutan laut dengan kegiatan usaha penunjang
Perseroan dalam mengelola kapal milik grup Perseroan. Oleh karena itu, diperlukan
studi kelayakan untuk penambahan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal
yang ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang
mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2020”).
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan
Kapal serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
2
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan
perbankan ataupun kepentingan lainnya.
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan periode 31 Desember 2022, 2021,
dan 2020 No. 01963/2.1032/AU.1/06/1814-1/1/VI/2023, tanggal 30 Juni
2023, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Daniel CPA, dari Kantor Akuntan
Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang
material;
2. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan periode 31 Desember 2023
No. 00468/2.1032/AU.1/06/11294-3/1/III/2024, tanggal 30 Maret 2024, yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Said Amru, dari Kantor Akuntan Publik
Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang
material;
3. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024,
No. 00497/2.1032/AU.1/06/1294-4/1/III/2025, tanggal 28 Maret 2025 yang
telah diaudit oleh Said Amru dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro
& Surja dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
4. Laporan Keuangan EMI per 31 Desember 2022 dan 2021,
No. 00070/2.0937/AU.1/05/1858-1/1/IV/2025, tanggal 10 April 2025 yang
telah diaudit oleh Alfian Hardiansyah Nugroho, S.E., Ak., CA,, CPA. dari Kantor
Akuntan Publik Effendy & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material;
5. Laporan Keuangan EMI per 31 Desember 2023 dan 2022,
No. 00071/2.0937/AU.1/05/1858-2/1/IV/2025, tanggal 10 April 2025 yang
telah diaudit oleh Alfian Hardiansyah Nugroho, S.E., Ak., CA,, CPA. dari Kantor
Akuntan Publik Effendy & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material;
6. Laporan Keuangan EMI per 31 Desember 2024 dan 2023,
No. 00072/2.0937/AU.1/05/1858-3/1/IV/2025, tanggal 10 April 2025 yang
telah diaudit oleh Alfian Hardiansyah Nugroho, S.E., Ak., CA,, CPA. dari Kantor
Akuntan Publik Effendy & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang
material;
7. Proyeksi Keuangan untuk tahun 2025 sampai dengan 2029;
8. Legalitas Perseroan;
9. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan
Bapak Taufik Agustono dari divisi Business Development;
10. Representation Letter No. 073/DU-HUMI/IV/2025, tanggal 10 April 2025,
sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan
Kegiatan Usaha KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal.
3
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
1.7 Prosedur yang Digunakan
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
1. Kajian Kelayakan Pasar;
2. Kajian Kelayakan Teknis;
3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis;
4. Kajian Kelayakan Model Manajemen; dan
5. Kajian Kelayakan Keuangan.
1.8 Ruang Lingkup Penugasan
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu Aktivitas Pengelolaan Kapal.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
Profesional; dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
• Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam studi kelayakan.
• Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
4
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
1.10 Kualifikasi Penilai
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
terjadi selama periode tersebut.
5
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
2 INFORMASI UMUM
2.1 Profil Perseroan
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan” atau
“HUMI”) adalah sebuah Perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka yang
didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 21, tanggal 20 September 2016, oleh
Martina, S.H., Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perseroan telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0042923.AH.01.01.Tahun 2016,
tanggal 28 September 2016. Sesuai dengan Akta Notaris No. 112, tanggal 13 April
2023, oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., di Jakarta Barat, Perseroan
mengubah Anggaran Dasarnya terkait penawaran umum perdana saham kepada
masyarakat dan menyetujui perubahan status perusahaan menjadi Perusahaan
Terbuka. Perseroan juga menyetujui perubahan nama menjadi PT Humpuss Maritim
Internasional Tbk, yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU.AH.01.03-0054862, tanggal
14 April 2023.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta Notaris No. 10, tanggal 14 Juni 2024, oleh Notaris Dr. Putra
Hutomo, S.H., M.Kn., di Jakarta Selatan, mengenai perubahan Pasal 17 ayat 5
Anggaran Dasar Perseroan serta memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi
Perseroan dengan hak substitusi. Anggaran Dasar tersebut telah diterima dan
tercatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum melalui Surat No. AHU-AH.01.03-
0153250, tanggal 21 Juni 2024.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, Perseroan bergerak dalam bidang layanan
aktivitas konsultasi manajemen, aktivitas holding, angkatan laut, aktivitas
penempatan tenaga kerja, penyediaan sumber daya manusia dan manajemen fungsi
sumber daya manusia, pendidikan lainnya dan kegiatan penunjang pendidikan. Saat
ini, kegiatan usaha utama yang dijalankan oleh Perseroan adalah bergerak dalam
bidang usaha jasa kepelabuhan dan maritim serta distribusi energi dan infrastruktur
di Indonesia. Perseroan telah memeroleh Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut
(SIUPAL) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan
No. AL.001/714/SP_SIUPAL/VII/2022, tanggal 1 Juli 2022. Perseroan telah
menjalankan kegiatan operasional secara komersial sejak September 2016.
Perseroan berdomisili di Mangkuluhur City Tower One, Lantai 27, Jl. Jend. Gatot
Subroto Kav. 1-3, Jakarta ,12930, Indonesia.
6
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
2.1.1 Bidang Usaha Perseroan
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, Perseroan bergerak dalam bidang layanan
aktivitas konsultasi manajemen, aktivitas holding, angkatan laut, aktivitas
penempatan tenaga kerja, penyediaan sumber daya manusia dan manajemen fungsi
sumber daya manusia, pendidikan lainnya dan kegiatan penunjang pendidikan. Saat
ini, kegiatan usaha utama yang dijalankan oleh Perseroan adalah bergerak dalam
bidang usaha jasa kepelabuhan dan maritim serta distribusi energi dan infrastruktur
di Indonesia.
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan
Rincian pemegang saham Perseroan dan persentase kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah
% Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham
Kepemilikan (Rp.000)
(Lembar)
1 PT Humpuss Intermoda Tbk 13.805.175.000 76,50% 1.380.517.500
2 PT Humpuss Transportasi Kimia 1.533.945.000 8,50% 153.394.500
3 Koperasi Karyawan Bhakti Samudera 330.000 0,00% 33.000
4 Masyarakat 2.707.000.000 15,00% 270.700.000
Total 18.046.450.000 100,00% 1.804.645.000
Setara dengan US$ 120.391.095
Sumber: Manajemen Perseroan
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
Susunan pengurus Perseroan per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Abdul Rachim Sofyan
Komisaris Independen : Daryono
Dewan Direksi:
Direktur Utama : Tirta Hidayat
Direktur : Dedi Hudayana
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional Perseroan
Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:
7
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
• Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 21, tanggal 20 September 2016, oleh
Martina, S.H., Notaris di Jakarta dan disahkan melalui Surat Keputusan No. AHU-
0042923.AH.01.01.Tahun 2016, tanggal 28 September 2016;
• Akta No. 10, tanggal 14 Juni 2024, oleh Notaris Dr. Putra Hutomo, S.H., M.Kn.,
di Jakarta Selatan, dan telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum melalui Surat No. AHU-AH.01.03-0153250, tanggal 21 Juni 2024;
• Nomor Induk Berusaha (NIB): No. 9120108231814; dan
• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 80.905.129.5-067.000.
2.1.5 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan
Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan dalam lima
tahun terakhir, berdasarkan data Laporan Keuangan audited per 31 Desember 2020,
31 Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember 2024
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (US$)
2024 2023 2022 2021 2020
URAIAN
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 41.139.250 41.373.913 23.600.640 15.568.141 20.591.404
Deposito berjangka 3.599.090
Piutang usaha 28.871.380 20.294.729 9.141.076 12.170.848 10.481.364
Pihak ketiga 27.087.013 13.065.248 7.545.673 7.953.638 7.514.553
Pihak berelasi 1.784.367 7.229.481 1.595.403 4.217.210 2.966.811
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 139.688 9.900.624 140.331 2.089.727 30.872
Persediaan 7.173.522 4.823.036 3.813.341 3.487.044 3.581.949
Pajak dibayar di muka 1.262.093 1.747.739 685.511 633.206 669.088
Aset keuangan lancar lainnya - - - 3.220.903 -
Aset dimiliki untuk dijual - - 18.564.326 - -
Aset lancar lainnya 1.372.361 1.601.898 1.503.396 1.308.197 751.233
Jumlah Aset Lancar 83.557.384 79.741.939 57.448.621 38.478.066 36.105.910
ASET TIDAK LANCAR
Dana yang dibatasi 3.172.513 1.335.908 3.236.843 696.442 128.035
penggunaannya
Estimasi tagihan pajak - - - 33.906 -
Piutang kepada pihak berelasi 21.104.536 19.810.523 8.236.684 6.681.255 4.805.777
Pinjaman kepada pihak berelasi 9.722.000 9.722.000 9.722.000 9.722.000 14.998.890
Aset hak-guna - neto 41.690.694 38.507.004 9.658.684 26.446.570 21.363.910
Aset tetap - neto 123.118.403 105.618.759 110.674.459 117.415.290 126.102.907
Aset derivatif - - - - 5.741.915
Investasi di entitas asosiasi 14.364.628 13.015.181 13.477.835 7.269.075 -
Aset pajak tangguhan 203.510 116.047 97.604 102.094 81.425
Goodwill 742.565 778.499 762.910 841.078 850.857
Uang jaminan 383.992 476.743 - - -
Aset tidak lancar lainnya 2.473.107 2.609.895 837.033 2.711.469 3.368.264
Jumlah Aset Tidak Lancar 216.975.948 191.990.559 156.704.052 171.919.179 177.441.980
TOTAL ASET 300.533.332 271.732.498 214.152.673 210.397.245 213.547.890
8
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
2024 2023 2022 2021 2020
URAIAN
Audited Audited Audited Audited Audited
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha 21.329.273 21.009.278 8.478.677 8.975.872 5.502.571
Pihak ketiga 11.288.671 13.195.183 5.070.111 7.114.216 4.469.646
Pihak berelasi 10.040.602 7.814.095 3.408.566 1.861.656 1.032.925
Utang Lain-lain
Pihak ketiga 1.456.066 72.704 105.325 849.751 456.623
Utang dividen 222.707 - - - 576.180
Utang Pajak 841.837 507.904 476.613 2.890.775 1.392.480
Liabilitas imbalan kerja jangka 8.494 13.760 40.956 29.894 36.323
pendek
Beban akrual 8.748.281 9.764.987 6.864.269 7.051.408 7.906.120
Pendapatan ditangguhkan 34.834 26.699 67.255 70.164
Uang muka dari pelanggan:
Pihak ketiga - 227.198 977.300 633.231 1.837.351
Pihak berelasi 406.069 1.907.063 - -
Pinjaman bank jangka pendek 3.127.662 1.889.702 4.386.706 1.892.903 1.914.912
Bagian lancar atas liabilitas
jangka panjang:
Pinjaman dari pemegang - - - 3.765.793 1.279.018
saham
Pinjaman dari pihak ketiga - - 155.947 - -
Liabilitas sewa 6.508.002 5.320.993 1.517.168 7.929.708 21.738.393
Utang pembiayaan konsumen 147.087 74.032 - - -
Pinjaman bank jangka panjang 10.563.650 5.120.775 2.336.405 4.581.279 2.517.754
Liabilitas yang terkait langsung - - 19.343.554
dengan aset dimiliki untuk
dijual
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 53.359.128 44.036.167 46.616.682 38.667.869 45.227.889
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang, setelah
bagian tidak lancar:
Pinjaman dari pemegang - - - 1.565.303 3.524.663
saham
Pinjaman dari pihak ketiga 19.442.397 19.442.397 19.286.450 19.442.397 19.905.144
Liabilitas sewa 23.247.598 25.240.846 7.151.952 23.403.359 1.619.276
Utang pembiayaan konsumen 245.896 256.804 - - -
Pinjaman bank jangka panjang 28.737.044 15.776.545 1.754.497 1.772.941 3.497.837
Utang kepada pihak-pihak - - - 24.816.017 34.629.266
berelasi
Liabilitas imbalan kerja jangka 2.060.080 2.006.465 1.411.709 1.007.460 731.807
panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 73.733.015 62.723.057 29.604.608 72.007.477 63.907.993
JUMLAH LIABILITAS 127.092.143 106.759.224 76.221.290 110.675.346 109.135.882
EKUITAS
Modal saham 120.391.500 120.391.095 102.615.795 12.945.704 12.945.704
Tambahan Modal Disetor (51.084.818) (51.085.223) (47.268.142) (5.835.253) (5.835.253)
9
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
2024 2023 2022 2021 2020
URAIAN
Audited Audited Audited Audited Audited
Selisih transaksi ekuitas dengan 9.965.041 9.965.041 7.832.520 (444.455) (444.455)
kepentingan nonpengendali
Penghasilan komprehensif lain:
Selisih kurs (3.557.706) (1.624.308) (1.881.268) (9.005) 75.012
Pengukuran kembali imbalan 80.454 (22.559) (35.116) (54.513) (63.701)
pasti
Bagian laba neto dari entitas 2.291.179 1.567.876 1.891.792
asosiasi
Ekuitas entitas yang bergabung 68.786.259 80.439.701
Saldo Laba
Ditentukan penggunaannya 10.000
Belum ditentukan 73.534.539 63.213.217 52.798.955 3.962.051 1.634.417
penggunaannya
Total Ekuitas yang dapat 151.630.189 142.405.139 115.954.536 79.350.788 88.751.425
Diatribusikan kepada Pemilik
Entitas Induk
Kepentingan Nonpengendali 21.811.000 22.568.135 21.976.847 20.371.111 15.660.583
JUMLAH EKUITAS 173.441.189 164.973.274 137.931.383 99.721.899 104.412.008
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 300.533.332 271.732.498 214.152.673 210.397.245 213.547.890
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Pada periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 aset HUMI
tercatat mengalami perkembangan yang positif. Berikut ini adalah deskripsi rinci
perkembangan aset HUMI dari 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember
2024.
- Total aset pada tahun 2021 adalah sebesar US$210,40 juta, mengalami
penurunan sebesar 1,48% dari total aset pada tahun 2019 yang tercatat sebesar
US$213,55 juta. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya nilai
perolehan kapal dan kapal tunda pada bagian aset tetap dari sebesar US$207,46
juta pada tahun 2020 menjadi sebesar US$201,55 juta pada tahun 2021.
- Total aset pada tahun 2022 adalah sebesar US$214,15 juta mengalami
peningkatan sebesar 1,78% dari total aset pada tahun 2021 yang tercatat sebesar
US$210,40 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
kas dan setara kas dari sebesar US$15,57 juta pada tahun 2021, menjadi sebesar
US$23,60 juta pada tahun 2022, serta adanya pencatatan akun aset dimiliki
untuk dijual sebesar US$18,56 juta pada sisi aset lancar di tahun 2022.
- Total aset pada 31 Desember 2023 adalah sebesar US$271,73 juta, mengalami
peningkatan yang cukup signifikan sebesar 26,89% dari total aset pada tahun
2022 yang tercatat sebesar US$214,15 juta. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh peningkatan aset tetap pada sisi aset tidak lancar yang semula
tercatat sebesar US$156,70 juta pada tahun 2022 menjadi sebesar US$191,99
juta pada tahun 2023.
10
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
- Total aset pada 31 Desember 2024 adalah sebesar US$300,53 juta, meningkat
sebesar 10,60% dari total aset pada 31 Desember 2023 yang tercatat sebesar
US$271,73 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan
aset tetap yang pada 31 Desember 2024 tercatat menjadi sebesar US$123,12
juta pada sisi aset tidak lancar.
Selama 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, liabilitas HUMI
mengalami perkembangan yang fluktuatif dengan rincian sebagai berikut.
- Total liabilitas pada tahun 2021 adalah sebesar US$110,68 juta mengalami
peningkatan sebesar 1,41% dari total liabilitas pada tahun 2020 yang tercatat
sebesar US$109,14 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan akun liabilitas sewa pada sisi liabilitas jangka panjang yang semula
tercatat sebesar US$1,62 juta pada tahun 2020, menjadi sebesar US$23,40 juta
pada tahun 2021.
- Total liabilitas pada tahun 2022 adalah sebesar US$76,22 juta, mengalami
penurunan yang cukup signifikan sebesar 31,13% dari total liabilitas pada tahun
2021 yang tercatat sebesar US$110,68 juta. Penurunan tersebut terutama
disebabkan oleh menurunnya utang kepada pihak-pihak berelasi yang semula
tercatat sebesar US$24,82 juta pada tahun 2021, menjadi sebesar nihil pada
tahun 2022 pada sisi liabilitas jangka panjang.
- Total liabilitas pada 31 Desember 2023 adalah sebesar US$106,76 juta,
mengalami peningkatan sebesar 40,06% dari total liabilitas pada tahun 2022
yang tercatat sebesar US$76,22 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
oleh peningkatan akun liabilitas sewa pada sisi liabilitas jangka panjang yang
semula tercatat sebesar US$7,15 juta pada tahun 2022, menjadi sebesar
US$25,24 juta pada tahun 2023.
- Total liabilitas pada 31 Desember 2024 adalah sebesar US$127,09 juta
mengalami peningkatan sebesar 19,05% dari total liabilitas pada tahun 2023
sebesar yang tercatat sebesar US$106,76 juta. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh peningkatan akun pinjaman bank jangka panjang yang semula
tercatat sebesar US$15,78 juta pada 31 Desember 2023, menjadi sebesar
US$28,74 juta pada 31 Desember 2024.
Pada 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, ekuitas HUMI
cenderung mencatatkan perkembangan positif yang dengan rincian sebagai berikut:
- Ekuitas HUMI pada tahun 2021 adalah sebesar US$99,72 juta, mengalami
penurunan sebesar 4,49% dari jumlah ekuitas pada tahun 2020 yang tercatat
sebesar US$104,41 juta. Penurunan ekuitas terutama disebabkan oleh
menurunnya akun ekuitas entitas yang bergabung yang semula tercatat sebesar
US$80,44 juta pada tahun 2020, menjadi sebesar US$68,79 juta pada tahun
2021.
- Ekuitas HUMI pada tahun 2022 adalah sebesar US$137,93 juta, mengalami
peningkatan sebesar 38,32% dari jumlah ekuitas pada tahun 2021 yang tercatat
11
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
sebesar US$99,72 juta. Peningkatan ekuitas terutama disebabkan oleh
peningkatan modal saham disetor yang semula sebesar US$12,95 juta pada
tahun 2021, menjadi sebesar US$102,62 juta pada tahun 2022.
- Ekuitas HUMI pada 31 Desember 2023 adalah sebesar US$164,97 juta,
mengalami peningkatan sebesar 19,61% dari jumlah ekuitas pada tahun 2022
yang tercatat sebesar US$137,93 juta. Peningkatan ekuitas terutama
disebabkan oleh meningkatnya tambahan modal disetor dari masyarakat
menjadikan akun modal saham yang semula tercatat sebesar US$102,62 juta
pada tahun 2022, menjadi sebesar US$120,39 juta pada tahun 2023.
- Ekuitas HUMI pada 31 Desember 2024 adalah sebesar US$173,44 juta,
meningkat sebesar 5,13% dari jumlah ekuitas pada 31 Desember 2023 yang
tercatat sebesar US$164,97 juta. Peningkatan ekuitas terutama disebabkan oleh
meningkatnya saldo laba yang semula tercatat sebesar US$63,21 juta pada 31
Desember 2023, menjadi sebesar US$73,54 juta pada 31 Desember 2024.
2.1.6 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan
Kinerja Laba (Rugi) Perseroan selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut.
Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (US$)
2024 2023 2022 2021 2020
URAIAN
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan Neto 127.681.245 106.381.904 91.532.123 66.593.098 69.083.553
Beban Pokok Pendapatan (96.513.325) (77.234.659) (64.921.309) (58.897.661) (46.237.210)
Laba Bruto 31.167.920 29.147.245 26.610.814 7.695.437 22.846.343
Beban usaha (12.718.354) (14.372.005) (11.345.742) (16.679.662) (10.449.010)
Beban umum dan (13.957.468) (13.686.469) (10.068.068) (8.413.415) (5.627.094)
administrasi
Penghasilan usaha neto - 2.032.018 1.144.629 2.364.069 1.077.649 2.006.664
lainnya
Beban usaha neto - lainnya (792.904) (1.830.165) (3.641.743) (9.343.896) (6.828.580)
Laba Usaha 18.449.566 14.775.240 15.265.072 (8.984.225) 12.397.333
Penghasilan keuangan (3.511.321) (556.504) (2.925.263) (3.134.103) (1.869.990)
Laba Sebelum Pajak Final dan 14.938.245 14.218.736 12.339.809 (12.118.328) 10.527.343
Pajak Penghasilan
Beban Pajak Final (1.615.709) (1.103.454) (944.657) (739.048) (845.031)
Laba sebelum Pajak 13.322.536 13.115.282 11.395.152 (12.857.376) 9.682.312
Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (264.503) (425.852) (450.616) (178.719) (203.955)
Neto
Laba Neto Periode Berjalan 13.058.033 12.689.430 10.944.536 (13.036.095) 9.478.357
12
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
2024 2023 2022 2021 2020
URAIAN
Audited Audited Audited Audited Audited
Penghasilan Komprehensif
Lain
Pos-pos yang akan
direklasifikasi laba rugi
Selisih kurs penjabaran (1.933.398) 256.960 (1.631.868) (84.017) (53.921)
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi laba rugi
Bagian laba (rugi) neto dari 852.952 (381.977) 6.632.594 (4.310.520) -
entitas asosiasi
Pengukuran kembali atas 106.469 5.342 13.459 19.586 19.362
program imbalan pasti
Pajak penghasilan terkait (3.456) 7.215 (4.572) (1.306) (6.471)
Jumlah Penghasilan (977.433) (112.460) 5.009.613 (4.376.257) (41.030)
komprehensif lain
Total Laba Komprehensif 12.080.600 12.576.970 15.954.149 (17.412.352) 9.437.327
Periode Berjalan
Total Laba Neto Periode
Berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Entitas induk 11.517.108 10.414.262 7.521.794 (13.646.866) 7.148.409
Non-pengendali 1.540.925 2.275.168 3.422.742 610.771 2.329.947
Total 13.058.033 12.689.430 10.944.536 (13.036.095) 9.478.356
Total Laba Komprehensif
Lain Periode Berjalan yang
dapat diatribusikan
kepada:
Entitas induk 10.410.026 10.359.862 11.523.253 (17.369.306) 7.107.379
Non-pengendali 1.670.574 2.217.108 4.430.896 (43.046) 2.329.947
Total 12.080.600 12.689.430 15.954.149 (17.412.352) 9.437.326
Laba per Saham 0,0006 0,0006 0,0007 0,0071 0,0052
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Dari sisi Pendapatan, HUMI mencatatkan perkembangan yang cenderung positif dari
tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, sebagaimana dirinci sebagai
berikut.
- Pendapatan pada tahun 2021 tercatat sebesar US$66,59 juta mengalami
penurunan sebesar 3,60% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$69,08 juta.
Penurunan ini disebabkan oleh gejolak pandemi Covid-19 yang menyebabkan
kinerja Perseroan menurun.
- Pendapatan pada tahun 2022 tercatat sebesar US$91,53 juta, mulai kembali
mengalami peningkatan yaitu sebesar 37,45% dari tahun sebelumnya yang
sebesar US$66,59 juta.
13
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
- Pendapatan pada 31 Desember 2023 tercatat sebesar US$106,38 juta mengalami
peningkatan sebesar 16,22% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$91,53 juta.
- Pendapatan pada 31 Desember 2024 tercatat sebesar US$127,68 juta atau
meningkat setara 20,02% dari akhir tahun sebelumnya yang sebesar US$106,38
juta.
Selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024, laba (rugi) kotor HUMI
tercatat mengalami perkembangan yang fluktuatif dengan rincian sebagai berikut.
- Beban pokok pendapatan pada tahun 2021 sebesar US$58,90 juta mengalami
peningkatan sebesar 27,38% dari tahun 2020 yang sebesar US$46,24 juta.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh penyusutan aset hak guna
sebesar US$11,96 juta. Sehingga pada tahun 2021 laba kotor tercatat sebesar
US$7,70 juta atau mengalami penurunan sebesar 66,32% dari tahun 2020 yang
mencatatkan laba kotor sebesar US$22,85 juta.
- Beban pokok pendapatan pada tahun 2022 sebesar US$64,92 juta mengalami
peningkatan sebesar 10,23% dari tahun 2021 yang sebesar US$58,90 juta.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan pembelian bahan bakar pada
tahun tersebut sebesar US$12,75 juta. Sehingga pada tahun 2022 laba kotor
tercatat sebesar US$26,61 juta atau mengalami peningkatan sebesar 245,80%
dari tahun 2021 yang hanya mencatatkan laba kotor sebesar US$7,70 juta.
- Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar US$77,23 juta mengalami
peningkatan sebesar 18,97% dari tahun 2022 yang sebesar US$64,92 juta.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan biaya sewa kapal
pada tahun tersebut sebesar US$16,66 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Sehingga pada tahun 2023 laba kotor tercatat sebesar US$29,15 juta atau
mengalami peningkatan dari tahun 2022 yang mencatatkan laba kotor sebesar
US$26,61 juta.
- Beban pokok pendapatan pada 31 Desember 2024 sebesar US$96,51 juta atau
setara dengan peningkatan sebesar 24,96% dari tahun 2023 yang sebesar
US$77,23 juta. Sehingga pada 31 Desember 2024 laba kotor tercatat sebesar
US$31,17 juta atau setara dengan peningkatan sebesar 6,93% dari tahun
sebelumnya yang sebesar US$29,15 juta.
Selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 HUMI tercatat mengalami
perkembangan laba (rugi) usaha yang fluktuatif dengan rincian sebagai berikut.
- Beban usaha pada tahun 2021 sebesar US$16,68 juta mengalami peningkatan
sebesar 59,63% dari tahun 2020 yang sebesar US$10,45 juta. Atas peningkatan
beban usaha, maka pada tahun 2021 HUMI mencatatkan rugi usaha sebesar
US$8,98 juta atau menurun sebesar 172,47% dari tahun sebelumnya yang
mencatatkan laba sebesar US$12,40 juta.
- Beban usaha pada tahun 2022 sebesar US$11,35 juta mengalami penurunan
31,98% dari tahun 2021 yang sebesar US$16,68 juta. Atas penurunan beban
usaha dan meningkatnya laba kotor, maka pada tahun 2022 HUMI mencatatkan
14
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
laba usaha sebesar US$15,27 juta atau meningkat sebesar 269,91% dari tahun
sebelumnya yang mencatatkan rugi sebesar US$8,98 juta.
- Beban usaha pada tahun 2023 sebesar US$14,37 juta mengalami kenaikan
sebesar 26,67% dari tahun 2022 yang sebesar US$11,35 juta. Atas peningkatan
beban usaha dan meningkatnya laba kotor, maka pada tahun 2023 HUMI
mencatatkan laba usaha sebesar US$14,76 juta meskipun setara dengan
penurunan sebesar 3,21% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan
laba usaha sebesar US$15,27 juta.
- Beban usaha pada 31 Desember 2024 sebesar US$12,72 juta atau setara dengan
penurunan sebesar 11,51% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$14,37. Maka
pada 31 Desember 2024 HUMI mencatatkan laba usaha sebesar US$18,45 juta
atau setara dengan peningkatan 24,80% dibandingkan tahun sebelumnya yang
mencatatkan laba usaha sebesar US$14,78 juta.
Setelah diakumulasi dengan pendapatan atau biaya lain-lain serta manfaat (beban)
pajak penghasilan, laba (rugi) tahun berjalan dari tahun 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 yang dicatatkan HUMI mengalami perkembangan yang fluktuatif
dengan rincian sebagai berikut:
- Pada tahun 2021 rugi tahun berjalan tercatat sebesar US$13,04 juta atau
mengalami penurunan yang sangat dalam dari tahun 2020 yang mencatat laba
tahun berjalan sebesar US$9,48 juta atau setara dengan penurunan sebesar
237,54%.
- Pada tahun 2022 HUMI kembali mulai mencatatkan laba tahun berjalan sebesar
US$10,94 juta atau mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar
183,96% dari tahun 2021 yang mencatatkan rugi sebesar US$13,04 juta.
- Pada tahun 2023 laba tahun berjalan tercatat sebesar US$12,69 juta atau
mengalami peningkatan sebesar 15,94% dari tahun 2022 yang mencatatkan laba
sebesar US$10,94 juta.
- Pada 31 Desember 2024 laba tahun berjalan tercatat sebesar US$13,06 juta atau
setara dengan peningkatan sebesar 2,90% dari tahun sebelumnya yang
mencatatkan laba tahun berjalan sebesar US$12,69 juta.
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020 Rerata
A. LIQUIDITY (%)
Current Ratio 156,59% 181,08% 123,24% 99,51% 79,83% 128,05%
Quick Ratio 131,21% 140,04% 70,24% 71,74% 68,70% 96,38%
Working Capital To Total Assets 10,05% 13,14% 5,06% -0,09% -4,27% 4,78%
B. ACTIVITY
Total Assets Turnover (X) 0,42 0,39 0,43 0,32 0,32 0,38
Inventory Turnover (X) 13,45 16,01 17,02 16,89 12,91 15,26
Average Days Inventory (Day) 27,13 22,79 21,44 21,61 28,28 24,25
Account Receivable Turnover (X) 4,42 5,24 10,01 5,47 6,59 6,35
Average Collection Period (Day) 82,53 69,63 36,45 66,71 55,38 62,14
Working Capital Turnover (X) 4,23 2,98 8,45 -350,85 -7,57 -68,55
15
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Uraian 2024 2023 2022 2021 2020 Rerata
C. SOLVABILITY (%)
Total Debt to Equity Ratio 73,28% 64,71% 55,26% 110,98% 104,52% 81,75%
Total Debt to Asset Ratio 42,29% 39,29% 35,59% 52,60% 51,11% 44,18%
Long Term Debt To Equity Ratio 42,51% 38,02% 21,46% 72,21% 61,21% 47,08%
D. RENTABILITY (%)
Gross Profit Margin 24,41% 27,40% 29,07% 11,56% 33,07% 25,10%
Operating Profit Margin 14,45% 13,89% 16,68% -13,49% 17,95% 9,89%
Net Profit Margin 10,23% 11,93% 11,96% -19,58% 13,72% 5,65%
Rate of Return on Investment 4,34% 4,67% 5,11% -6,20% 4,44% 2,47%
Rate of Return on Equity 7,53% 7,69% 7,93% -13,07% 9,08% 3,83%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Rasio Likuiditas
Selama periode 2020—2024, rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio
dan quick ratio adalah sebesar 128,05% dan 96,38%. Sementara itu untuk working
capital to total assets ratio memiliki rata-rata sebesar 4,78%. Hal ini menunjukkan
bahwa Perseroan memiliki aset lancar yang bersifat likuid untuk membayar seluruh
utang jangka pendeknya.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset-
aset yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata
perputaran aset adalah sebanyak 0,38 kali, yang menunjukkan bahwa kemampuan
Perseroan untuk menghasilkan penjualan dari total aset yang dimiliki masih cukup
rendah, karena total aset yang dimiliki tidak menghasilkan penjualan yang lebih
besar dari jumlah aset. Rasio ini mengindikasikan bahwa efektivitas penggunaan
aset oleh Perseroan masih perlu ditingkatkan agar dapat menghasilkan pendapatan
yang lebih optimal.
Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah debt to equity ratio (DER)
menunjukkan besarnya porsi utang terhadap ekuitas dalam pembiayaan
perusahaan, sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas
terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-
rata DER sebesar 81,75%, yang berarti bahwa Perseroan memiliki ketergantungan
terhadap utang yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan ekuitasnya untuk
membiayai operasionalnya. Sementara itu, rata-rata DAR adalah sebesar 44,18%,
yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki risiko keuangan di tingkat
menengah karena masih memiliki ketergantungan terhadap pembiayaan aset
melalui utang.
16
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Rasio Rentabilitas
Rasio Rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
menghasilkan sebuah laba. Selama periode 2020—2024, rata-rata gross profit
margin sebesar 25,10%. Gross profit margin merupakan perbandingan laba kotor
dengan besarnya tingkat pendapatan. Sementara itu rata-rata net profit margin
sebesar 5,65%. Net profit margin merupakan rasio yang membandingkan antara
laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari pendapatan bersih.
Selama periode 2020—2024, rata-rata tingkat balikan terhadap total investasi (ROI)
adalah sebesar 2,47%, menunjukkan bahwa Perseroan memberikan keuntungan dan
dapat menghasilkan laba bersih yang cukup kecil dari total investasi yang dilakukan.
Selain itu, rata-rata tingkat balikan terhadap ekuitas (ROE) tercatat sebesar 3,83%,
yang juga menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan sejumlah kecil laba
bersih atau keuntungan dari jumlah ekuitas yang diinvestasikan.
2.2 Profil PT Energi Maritim Internasional
PT Energi Maritim Internasional (atau selanjutnya disebut “EMI”) semula didirikan
dengan nama PT HT Kotug Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 191, tanggal 19
Desember 2013, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta Pusat, dan telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui surat keputusan
No. AHU-01102.AH.01.01.Tahun 2014, tanggal 8 Januari 2014. Selanjutnya nama
perusahaan diubah menjadi PT Energi Maritim Internasional berdasarkan Akta
Notaris No. 56, tanggal 31 Maret 2020, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta
Pusat dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui surat
keputusan No. AHU-0027516.AH.01.02.Tahun 2020, tanggal 3 April 2020.
Anggaran Dasar EMI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta Notaris No. 12, tanggal 12 September 2023, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris
di Jakarta Pusat, mengenai perubahan susunan Direksi dan Komisaris. Anggaran
Dasar tersebut telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
melalui Surat No. AHU-AH.01.09-0164258, tanggal 18 September 2023.
EMI berdomisili di Mangkuluhur City Tower One, Lantai 27, Jl. Jend. Gatot Subroto
Kav. 1, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.
2.2.1 Bidang Usaha EMI
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan usaha EMI adalah
bidang jasa pengangkutan laut (pelayaran) dalam dan luar negeri. Namun, sampai
dengan tanggal studi kelayakan, yaitu 31 Desember 2024, EMI belum memulai
operasi secara komersial.
17
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
2.2.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham EMI
Rincian pemegang saham EMI dan persentase kepemilikannya pada tanggal 31
Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 5 Susunan Pemegang Saham EMI
Saham yang
ditempatkan dan % Jumlah
Nama Pemegang Saham
disetor Kepemilikan (Rp.000)
(Lembar)
1 PT Humpuss Transportasi Curah 10.700 82,00 10.700.000
2 PT OTS Internasional 1.275 9,00 1.275.000
3 PT PCS Internasional 1.225 9,00 1.225.000
Total 13.200 100,00 13.200.000
Sumber: Manajemen Perseroan
2.2.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi EMI
Susunan pengurus EMI per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris : Tirta Hidayat
Dewan Direksi:
Direktur : Dedi Hudayana
2.2.4 Legalitas dan Izin Operasional EMI
Dokumen perizinan usaha dan legalitas lainnya yang telah dimiliki EMI lain:
• Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 191, tanggal 19 Desember 2013, oleh
Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta Pusat, dan telah disahkan melalui Surat
Keputusan No. AHU-01102.AH.01.01.Tahun 2014, tanggal 8 Januari 2014;
• Akta No. 56, tanggal 31 Maret 2020, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di Jakarta
Pusat, dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui
surat keputusan No. AHU-0027516.AH.01.02.Tahun 2020, tanggal 3 April
2020;
• Akta No. 12, tanggal 12 September 2023, oleh Arry Supratno, S.H., Notaris di
Jakarta Pusat, dan telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan
Hukum melalui Surat No. AHU-AH.01.09-0164258, tanggal 18 September
2023;
• Nomor Induk Berusaha (NIB): No. 0220005731015; dan
• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 66.162.697.8-063.000.
18
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
2.2.5 Kinerja Posisi Keuangan EMI
Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja EMI dalam lima tahun
terakhir, berdasarkan data laporan keuangan audited per 31 Desember 2020,
31 Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember
2024.
Tabel 6 Kinerja Posisi Keuangan EMI (Rp.000)
2024 2023 2022 2021 2020
URAIAN
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET LANCAR
Kas & bank 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000
Deposito berjangka - - - - -
Piutang usaha
Pihak ketiga - - - - -
Pihak berelasi - - - - -
Persediaan - - - - -
Piutang lainnya – pihak berelasi 13.200.000 13.200.000 13.200.000 - -
Pajak dibayar di muka - - - - -
Aset lancar lainnya - - - - -
Jumlah Aset Lancar 13.220.000 13.220.000 13.220.000 20.000 20.000
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap – neto - - - - -
Piutang pihak-pihak berelasi - - - 18.710.000 13.200.000
Jumlah Aset Tidak Lancar - - - 18.710.000 13.200.000
TOTAL ASET 13.220.000 13.220.000 13.220.000 18.730.000 13.220.000
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha
Pihak ketiga - - - - -
Pihak berelasi - - - - -
Utang pajak - - - - -
Utang lainnya - pihak berelasi 20.000 20.000 20.000 5.530.000 20.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 20.000 20.000 20.000 5.530.000 20.000
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang lease - - - - -
Utang bank jangka panjang - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
JUMLAH LIABILITAS 20.000 20.000 20.000 5.530.000 20.000
EKUITAS
Modal saham 13.200.000 13.200.000 13.200.000 13.200.000 13.200.000
Akumulasi defisit - - - - -
Laba (Rugi) periode berjalan - - - - -
19
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
2024 2023 2022 2021 2020
URAIAN
Audited Audited Audited Audited Audited
JUMLAH EKUITAS 13.200.000 13.200.000 13.200.000 13.200.000 13.200.000
TOTAL LIABILITAS DAN 13.220.000 13.220.000 13.220.000 18.730.000 13.220.000
EKUITAS
Sumber: Laporan Keuangan EMI
Total aset pada periode 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp18,73 miliar,
mengalami peningkatan sebesar 41,68% dari total aset pada tahun 2020 yang
tercatat sebesar Rp13,22 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh
meningkatnya piutang pihak berelasi pada bagian aset tidak lancar. Selanjutnya,
total aset pada periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2024
tercatat stagnan sebesar Rp13,22 miliar yang terdiri dari kas dan bank sebesar
Rp20,00 juta, dan piutang lain pihak berelasi sebesar Rp13,20 miliar.
Total liabilitas pada periode 31 Desember 2021 tercatat sebesar Rp5,53 miliar yang
merupakan utang lain pihak berelasi, mengalami peningkatan dari total liabilitas
pada tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp20,00 juta. Selanjutnya, total liabilitas
pada periode 31 Desember 2022 sampai dengan 31 Desember 2024 tercatat
stagnan sebesar Rp20,00 juta yang merupakan utang lain pihak berelasi pada
bagian liabilitas lancar.
Total ekuitas pada periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
tercatat stagnan sebesar Rp13,20 miliar yang merupakan modal saham.
2.2.6 Kinerja Laba (Rugi) EMI
Kinerja Laba (Rugi) EMI selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut.
Tabel 7 Kinerja Laba (Rugi) EMI (Rp.000)
2024 2023 2022 2021 2020
URAIAN
Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan Usaha - - - - -
Beban Pokok Pendapatan - - - - -
Laba Bruto - - - - -
Beban usaha - - - - -
Laba Usaha - - - - -
Pendapatan (beban) di luar - - - - -
usaha
Laba (Rugi) Sebelum Pajak - - - - -
Pajak - - - - -
Laba Tahun Berjalan - - - - -
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
20
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, EMI belum menjalankan kegiatan
operasi komersialnya sehingga EMI mencatatkan pendapatan dan laba tahun
berjalan sebesar nihil.
2.3 Produk dan Layanan Perseroan
Saat ini, kegiatan Perseroan dan entitas anaknya terutama mencakup pengiriman
gas alam cair (“LNG”), minyak mentah, bahan bakar minyak, bahan kimia, peti
kemas, batu bara serta kargo laut lainnya. Selain itu, Perseroan dan entitas anaknya
juga menyediakan anak buah kapal, jasa manajemen kepada pemilik-pemilik kapal,
jasa keruk, dan jasa penyimpanan regasifikasi terapung.
Selanjutnya, Perseroan berencana untuk memperkuat integrasi dan efisiensi
aktivitas pengelolaan kapal yang akan dijalankan oleh entitas anak usahanya yaitu
EMI setelah dilakukannya restrukturisasi grup.
2.4 Teknologi yang Digunakan
Perseroan mengadopsi teknologi canggih yang digunakan untuk meningkatkan
efisiensi, keselamatan, dan akurasi operasional pengelolaan kapal, di antaranya
adalah:
1) Fleet Management System, yaitu sistem terintegrasi yang memantau dan
mengelola armada kapal secara real time dalam melacak posisi kapal
menggunakan GPS, mengatur jadwal pelayaran, konsumsi bahan bakar, dan
laporan performa kapal;
2) Computerized Maintenance Management System , yaitu teknologi perencanaan
dan pencatatan perawatan rutin kapal dan mesin untuk memastikan perawatan
dilakukan sesuai jadwal dalam mencegah kerusakan dan mengoptimalkan masa
pakai komponen;
3) Crew Management Software, yaitu aplikasi untuk mengelola data kru kapal, data
sertifikasi, jadwal rotasi, pelatihan dan logistik bagi kru kapal;
4) Marine Procurement System, yaitu sistem digital untuk pengadaan suku cadang
kapal, air bersih, bahan bakar, dan kebutuhan logistik lainnya secara real time;
dan
5) Ship Agency Management Software, yaitu aplikasi untuk menunjuk dan
mengelola agen kapal secara digital, termasuk komunikasi dengan pelabuhan,
pengurusan dokumen, dan layanan darat.
2.5 Pasar yang Dituju
Pasar yang dituju Perseroan adalah mengelola kapal-kapal yang dimiliki oleh grup
Perseroan. Pada tahun-tahun operasional berikutnya, setelah memiliki pengalaman
21
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
dan portofolio dalam mengelola kapal, melalui anak usahanya Perseroan akan
menawarkan jasa pengelolaan kapalnya kepada pihak ketiga.
2.6 Pesaing dan Persaingan
Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
dan strategi perusahaan dalam industri dan sektor serupa di pasar modal dan
industri. Saat ini, beberapa pesaing yang memiliki bidang usaha yang sama dengan
Perseroan dalam industri pengelolaan kapal adalah sebagai berikut:
1. PT Wintermar Offshore Marine Tbk;
2. PT Buana Lintas Lautan Tbk;
3. PT Sillo Maritime Perdana Tbk;
4. PT Jasa Armada Indonesia Tbk;
5. PT Samudera Indonesia Ship Management; dan
6. PT Synergy Marine Indonesia.
2.7 Pola Bisnis
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, pola bisnis utama yang akan dilakukan
Perseroan dalam aktivitas pengelolaan kapal adalah manajemen kapal penuh atas
dasar kontrak dengan ship owner. Perseroan melalui anak usahanya yaitu EMI dapat
memberikan jasa sebagai pengelola penuh dari seluruh aspek operasional kapal,
termasuk teknis, pemeliharaan, rekrutmen kru kapal, pengurusan dokumen, dan
penyediaan logistik. Di samping itu, Perseroan dapat menangani hanya/beberapa
aspek tertentu sesuai kebutuhan yang disepakati bersama ship owner untuk
mencapai efisiensi operasional dan biaya pada pengelolaan kapal.
2.8 Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang dapat dilakukan dalam pengelolaan kapal milik grup
Perseroan meliputi pendekatan business to business dengan menawarkan layanan
manajemen kapal terintegrasi dengan anak usaha dan afiliasi dalam grup, sehingga
menciptakan efisiensi operasional dan standarisasi kualitas. Selain itu, promosi
dapat dilakukan melalui partisipasi dalam forum industri maritim, publikasi kinerja
layanan, serta pemanfaatan digital marketing untuk menampilkan portofolio kapal
dan keunggulan operasional. Strategi ini dapat membangun citra Perseroan dan EMI
sebagai mitra andal dalam pengelolaan kapal, sekaligus memperluas basis klien dari
internal hingga memasuki pasar eksternal.
22
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan akan menjalankan
aktivitas pengelolaan kapal melalui anak usahanya yaitu EMI. Kebutuhan operasional
yang perlu dipenuhi dalam menjalankan kegiatan usaha ini di antaranya adalah:
1) Tenaga ahli yang berpengalaman dalam industri maritim atau jasa angkutan laut
dengan pemahaman regulasi nasional dan internasional;
2) Sistem manajemen kapal berbasis digital untuk monitoring kapal secara real
time;
3) Jaringan mitra seperti agen kapal, galangan kapal, pemasok spare part kapal,
dan penyedia logistik kapal;
4) Legal compliance yaitu pemenuhan regulasi, dokumen legal, sertifikat, lisensi,
dan standar pengelolaan kapal lainnya secara nasional maupun internasional;
dan
5) Sarana komunikasi baik berupa radio, GPS tracking, atau dashboard status untuk
memantau secara real time.
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, sampai dengan tanggal 31
Desember 2024, Perseroan memiliki 48 orang karyawan, sedangkan EMI belum
memiliki karyawan karena belum menjalankan kegiatan operasi komersialnya.
Perseroan akan mengalokasikan sebagian karyawannya untuk dimutasi sebagai
karyawan EMI, juga akan melakukan rekrutmen karyawan untuk mengisi posisi pada
divisi teknis marine, safety/QHSE, finance (yang terdiri dari procurement, keuangan,
dan accounting), legal, dan human capital (yang termasuk karyawan darat dan
karyawan laut). Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan keterampilan
para karyawan dengan berbagai program pelatihan yang disusun berdasarkan posisi
dan tugas yang dilakukan.
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual
Sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki Hak Atas
Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan kegiatan
usaha baru. Menurut keterangan manajemen Perseroan, setelah mendapatkan
perizinan usaha, Perseroan akan segera mengurus dan mendaftarkan HAKI atau
legalitas yang terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru.
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait
Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan
proyek kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
23
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
1. Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang
Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
2. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan
atas PMK No. 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan
NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta
Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi
Instansi Pemerintah.
3. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
Kegiatan Usaha.
4. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
5. Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia.
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
2.13 Aspek Lingkungan
Tanggung jawab Perseroan di bidang lingkungan hidup tercermin dari komitmen
untuk mencegah segala bentuk pencemaran lingkungan. Hal ini diwujudkan dengan
menyelenggarakan operasional yang ramah lingkungan, dengan mengelola limbah
kapal (limbah cair (sewage) maupun oil-water separator) sesuai standar dan tidak
membuangnya laut melainkan ke fasilitas pelabuhan, mencegah terjadinya
tumpahan minyak dan bahan berbahaya ke laut, mematuhi standar dan regulasi
lingkungan internasional, mengedukasi awak kapal mengenai tanggung jawab
lingkungan dan memberi pelatihan prosedur penanganan limbah, emisi, dan
tumpahan, serta melakukan audit dan pelaporan lingkungan secara berkala.
2.14 Faktor Risiko Utama
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan berpotensi menghadapi beberapa risiko
yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan. Beberapa risiko utama yang dihadapi
Perseroan antara lain:
1. Risiko persaingan usaha;
2. Risiko operasional;
3. Risiko ketergantungan pada klien dari grup;
4. Risiko perubahan regulasi dan kepatuhan;
5. Risiko keselamatan dan tanggung jawab hukum; dan
6. Risiko keuangan dan fluktuasi ekonomi.
Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian
akibat potensi risiko utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang
efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko yang sesuai.
24
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak
memerlukan biaya pendirian maupun biaya investasi (capex), sehingga Perseroan
akan melakukan pendanaan yang bersumber dari kas yang tersedia.
25
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
3 KELAYAKAN PASAR
3.1 Kondisi Pasar
Perkembangan Ekonomi Global
Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar
keuangan global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat
dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan
domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang mendorong peningkatan
produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah
dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas,
sementara ekonomi India masih tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas.
Sejalan dengan itu, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%.
Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan
tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak pada menguatnya ekspektasi
penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih
ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek
maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan geopolitik yang
meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi
investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar
AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia.
Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam
memitigasi dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Tabel 8 Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: Bank Indonesia
26
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Kondisi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Tabel 9 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia
Tabel 10 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen berdasarkan Lapangan
Usaha
Sumber: Bank Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah
dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah
prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi
maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan
sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7—5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi
diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor
diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-
negara mitra dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah,
27
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
khususnya golongan menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya
ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama,
dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas
produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank
Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran
4,7—5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8—5,6%.
Gambar 1 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan III 2024
Sumber: Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat
2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang
kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan
baja. Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan
diprakirakan dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.
Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran
masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik dengan SBN dan SRBI masing-
masing saja mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal
tahun 2025 (sampai 13 Januari 2025). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir
Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan
pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar
negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
bulan impor. Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan
surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan
yang terjaga dalam isaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca
transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan
28
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang
lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.
Tabel 11 Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia *Angka sementara; **Angka sangat sementara
Gambar 2 Grafik Neraca Perdagangan
Sumber: Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi,
didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap
dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00%
(ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap
dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya,
seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah
sebesar 1,20%; 1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap
mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan
kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing
yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta
prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah
29
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai
tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.
Gambar 3 Grafik Nilai Tukar Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi
Gambar 4 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy).
Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy)
sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk
mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu,
kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan
pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi
pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai
daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank
30
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi
nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.
Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank
Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen
memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan
2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut
mendorong pertumbuhan ekonomi.
Gambar 5 Inflasi Gabungan Kota di Provinsi
Sumber: Bank Indonesia
3.2 Pangsa Pasar
Secara umum, kegiatan pelabuhan terdiri dari bongkar muat barang, kunjungan
kapal, dan keberangkatan serta kedatangan penumpang, untuk pelayaran dalam
negeri maupun luar negeri.
Dibandingkan tahun 2022, volume bongkar muat barang untuk pelayaran dalam
negeri pada 2023 mengalami penurunan sebesar 0,47% untuk bongkar dan
meningkat 3,27% untuk muat barang. Sementara itu pada pelayaran luar negeri,
volume bongkar muat barang masing-masing mengalami peningkatan sebesar
17,94% dan 10,00%.
Kunjungan kapal di pelabuhan Indonesia pada tahun 2023 mencapai 984,57 ribu
unit atau naik 10,07% dibanding tahun 2022. Dengan volume total 1.968,89 juta
31
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
gross tonase (GT), maka rata-rata GT kapal yang berkunjung ke pelabuhan di
Indonesia mencapai 2,00 ribu GT atau turun 3,38% dibanding tahun 2022.
Tabel 12 Kunjungan Kapal dari DN dan LN di 25 Pelabuhan Strategis, 2022—2023
Unit (000) GT
Provinsi Pelabuhan
2022 2023 2022 2023
1. Aceh 1. Lhokseumawe 465 397 1.947 1.898
2. Sumatera Utara 2. Belawan 3.638 3.900 39.119 39.103
3. Sumatera Barat 3. Teluk Bayur 1.854 1.886 11.609 12.101
4. Riau 4. Dumai 3.618 3.722 34.012 37.137
5. Pekanbaru 1.569 1.708 618 673
5. Sumatera Selatan 6. Palembang 6.131 7.067 19.606 22.746
6. Lampung 7. Panjang 5.598 3.233 33.443 32.991
7. Kepulauan Riau 8. Tanjung Pinang 17.612 20.009 4.064 4.690
9. Batam 72.541 99.624 45.183 47.270
8. DKI Jakarta 10. Tanjung Priok 13.454 13.679 138.279 146.384
9. Jawa Tengah 11. Tanjung Emas 3.720 3.983 26.791 27.773
10. Jawa Timur 12. Tanjung Perak 12.832 13.692 100.425 118.126
11. Banten 13. Banten 18.571 18.265 120.614 132.637
12. Bali 14. Benoa 1.011 2.285 2.819 5.789
13. Nusa Tenggara Timur 15. Tenau 1.018 361 2.305 537
14. Kalimantan Barat 16. Pontianak 2.454 2.719 6.880 13.706
15. Kalimantan Selatan 17. Banjarmasin 40.559 32.962 143.875 139.248
16. Kalimantan Timur 18. Balikpapan 11.761 12.662 76.955 89.263
19. Samarinda 26.204 23.273 53.766 71.489
17. Sulawesi Utara 20. Bitung 2.973 2.926 11.440 12.819
18. Sulawesi Selatan 21. Makassar 4.263 4.803 33.488 36.865
19. Maluku 22. Ambon 3.335 3.247 17.183 16.370
20. Papua Barat 23. Sorong 1.982 953 14.066 7.900
21. Papua 24. Jayarura 609 638 3.959 4.322
25. Biak 930 1.062 3.415 4.053
Total 25 Pelabuhan Strategis 258.703 279.057 945.861 1.025.890
Total Seluruh Pelabuhan 894.480 984.569 1.851.225 1.968.888
Pelabuhan Strategis
Sebagian besar kegiatan Pelabuhan dilakukan di 25 pelabuhan strategis yang
terletak di 21 provinsi. Kegiatan Pelabuhan tersebut mencakup kegiatan angkutan
barang dan penumpang untuk pelayaran dalam negeri maupun pelayaran luar
negeri. Pelabuhan strategis terdiri dari Pelabuhan Lhokseumawe, Belawan, Teluk
Bayur, Dhumai, Pekanbaru, Palembang, Panjang, Tanjung Pinang, Batam, Tanjung
Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Banten, Benoa, Tenau, Pontianak, Banjarmasin,
Balikpapan, Samarinda, Bitung, Makassar, Ambon, Sorong, Jayapura dan Biak.
Pada tahun 2023, Komposisi bongkar dan muat barang dalam negeri di 25
pelabuhan strategi terhadap total masing-masing mencapai 40,34% dan 17,91%.
Sedangkan komposisi bongkar dan muat barang luar negeri di Pelabuhan strategis
barang luar negeri di Pelabuhan strategis masing-masing mencapai 74,12% dan
28,41%.
32
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Dalam tabel, ditunjukkan perkembangan volume muat dan bongkar barang
pelayaran dalam negeri di 25 pelabuhan strategis tahun 2022 dan 2023. Di antara
25 pelabuhan tersebut, terdapat empat Pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Belawan,
Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Makassar yang perlu dicermati.
Total volume barang dimuat pada pelayaran dalam negeri di 25 pelabuhan strategis
pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 4,48% dibanding tahun 2022.
Peningkatan volume muat barang terjadi di tiga pelabuhan utama. Pelabuhan
Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar, mengalami peningkatan volume muat
barang masing-masing sebesar 4,70%, 3,68% dan 4,31%.
Peningkatan volume barang dimuat juga terjadi di Dumai (7,73%), Panjang (59,50%),
Tanjung Pinang (50,85%), Batam (87,12%), Benoa (1.833,33%), Tenau Kupang
(25,60%), Pontianak (15,37%), Banjarmasin (6,44%), Balikpapan (7,16%), Samarinda
(93,26%), Bitung (16,16%), Ambon (2,50%), dan Jayapura (71,69%).
Tabel 13 Muat Barang DN pada 25 Pelabuhan Strategis (Ribu Ton), 2022—2023
Muat
Provinsi Pelabuhan
2022 2023
1. Aceh 1. Lhokseumawe 83 54
2. Sumatera Utara 2. Belawan 3.314 3.167
3. Sumatera Barat 3. Teluk Bayur 3.629 2.215
4. Riau 4. Dumai 660 711
5. Pekanbaru - -
5. Sumatera Selatan 6. Palembang 1.251 1.170
6. Lampung 7. Panjang 1.349 2.153
7. Kepulauan Riau 8. Tanjung Pinang 118 178
9. Batam 1.731 3.239
8. DKI Jakarta 10. Tanjung Priok 14.093 14.755
9. Jawa Tengah 11. Tanjung Emas 232 165
10. Jawa Timur 12. Tanjung Perak 13.142 13.625
11. Banten 13. Banten 11.104 10.450
12. Bali 14. Benoa 3 58
13. Nusa Tenggara Timur 15. Tenau 125 157
14. Kalimantan Barat 16. Pontianak 1.321 1.524
15. Kalimantan Selatan 17. Banjarmasin 3.416 3.636
16. Kalimantan Timur 18. Balikpapan 1.146 1.228
19. Samarinda 1.143 2.209
17. Sulawesi Utara 20. Bitung 959 1.114
18. Sulawesi Selatan 21. Makassar 3.894 4.062
19. Maluku 22. Ambon 280 287
20. Papua Barat 23. Sorong 200 128
21. Papua 24. Jayapura 332 570
25. Biak 537 76
Total 25 Pelabuhan Strategis 64.062 66.931
Total Seluruh Pelabuhan 361.969 373.808
Sumber: BPS
33
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Volume bongkar barang dalam negeri di 25 pelabuhan strategis pada tahun 2023
mengalami penurunan sebesar 6,52% dibanding tahun 2022. Jika dirinci menurut
empat Pelabuhan utama, penurunan terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak sebesar
0,39%. Pelabuhan lain yang mengalami penurunan volume bongkar barang yaitu
Pelabuhan Teluk Bayur (36,94%), Palembang (10,84%), Panjang (14,28%), Tanjung
Emas (0,56%), Banten (18,98%), Ambon (0,84%), Sorong (27,10%), Jayapura (48,77%),
dan Biak (83,76%).
Sementara itu terdapat beberapa Pelabuhan yang mengalami peningkatan volume
bongkar barang yaitu Pelabuhan Lhokseumawe (19,75%), Dumai (3,41%), Tanjung
Pinang (27,51%), Batam (5,46%), Benoa (62,85%), Tenau Kupang (6,06%), Pontianak
(11,79%), Banjarmasin (6,97%), Balikpapan (8,75%), Samarinda (8,01%), dan Bitung
(8,52%).
Tabel 14 Bongkar Barang DN pada 25 Pelabuhan Strategis (Ribu Ton), 2022—2023
Bongkar
Provinsi Pelabuhan
2022 2023
1. Aceh 1. Lhokseumawe 319 382
2. Sumatera Utara 2. Belawan 7.892 8.878
3. Sumatera Barat 3. Teluk Bayur 3.801 2.397
4. Riau 4. Dumai 1.877 1.941
5. Pekanbaru - -
5. Sumatera Selatan 6. Palembang 1.208 1.077
6. Lampung 7. Panjang 2.010 1.723
7. Kepulauan Riau 8. Tanjung Pinang 567 723
9. Batam 8.521 8.986
8. DKI Jakarta 10. Tanjung Priok 13.881 16.029
9. Jawa Tengah 11. Tanjung Emas 4.086 4.063
10. Jawa Timur 12. Tanjung Perak 17.758 17.688
11. Banten 13. Banten 60.163 48.744
12. Bali 14. Benoa 716 1.166
13. Nusa Tenggara Timur 15. Tenau 297 315
14. Kalimantan Barat 16. Pontianak 1.807 2.020
15. Kalimantan Selatan 17. Banjarmasin 3.358 3.592
16. Kalimantan Timur 18. Balikpapan 1.658 1.803
19. Samarinda 4.194 4.530
17. Sulawesi Utara 20. Bitung 2.442 2.650
18. Sulawesi Selatan 21. Makassar 4.707 4.923
19. Maluku 22. Ambon 829 822
20. Papua Barat 23. Sorong 668 487
21. Papua 24. Jayapura 1.999 1.024
25. Biak 825 134
Total 25 Pelabuhan Strategis 145.583* 136.097
Total Seluruh Pelabuhan 338.900* 337.314
Sumber: BPS
Secara umum, Perkembangan kegiatan bongkar muat barang dalam negeri pada
periode 2009—2023 sejalan dengan perkembangan kegiatan bongkar muat barang
luar negeri. Pada Periode 2009—2023, kegiatan bongkar muat barang dalam negeri
34
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
maupun luar negeri menunjukkan perkembangan yang cukup fluktuatif. Volume
bongkar barang dalam negeri berkisar antara 221,68 juta ton hingga 410,06 juta
ton, sementara itu volume bongkar muat barang luar negeri berada pada kisaran
44,92 juta ton hingga 144,64 juta ton untuk bongkar barang dan pada kisaran
145,12 juta ton hingga 510,70 juta ton untuk muat barang.
Gambar 6 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Dalam Negeri di
Pelabuhan Indonesia (Ribu Ton), 2009—2023
Sumber: BPS
Gambar 7 Perkembangan Bongkar Muat Barang Pelayaran Luar Negeri di Pelabuhan
Indonesia (Ribu Ton), 2009—2023
Sumber: BPS
Jumlah barang yang diangkut sampai dengan Desember 2024 mencapai 34,1 juta
ton atau naik 2,35% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah
barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang sebesar 21,2%, Tanjung Priok
sebesar 20,15%, Tanjung Perak sebesar 7,48%, dan Balikpapan sebesar 1,94%.
Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Makassar
sebesar 6,10%. Jumlah barang yang diangkut selama Januari–Desember 2024
mencapai 379,2 juta ton atau naik 1,45% dibandingkan dengan periode yang sama
35
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
tahun 2023. Peningkatan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan
Balikpapan sebesar 18,37%, Tanjung Priok sebesar 6,76%, Tanjung Perak sebesar
4,01%, dan Makassar sebesar 2,55%. Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang
diangkut terjadi di Pelabuhan Panjang sebesar 6,9%.
Tabel 15 Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri, Desember 2024
Sumber: BPS
Ekspor dan Impor Moda Transportasi Laut
Ekspor Indonesia pada tahun 2023 mencapai US$258,77 miliar atau turun 11,28%
dibanding tahun 2022. Sebanyak 94,86% dari total nilai ekspor Indonesia tahun
2023 dimuat dengan menggunakan moda transportasi laut. Jika dibandingkan
tahun 2022 nilai turun 11,91%, namun berat ekspornya naik sebesar 8,73%
mencapai 697.623,7 ribu ton.
Gambar 8 Kontribusi Nilai Ekspor menurut Moda Transportasi, 2022 dan 2023
Sumber: BPS
36
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Secara garis besar, ekspor Indonesia terbagi menjadi dua jenis komoditas, yaitu
migas dan nonmigas. Komoditas nonmigas memiliki peranan sebesar 94,52% dan
mencapai nilai US$ 275,69 miliar terhadap total nilai ekspor tahun 2022, sedangkan
komoditas migas memiliki peranan sebesar 5,48% dan nilainya mencapai US$16,00
miliar. Dilihat dari pertumbuhannya nilai ekspor migas dan nonmigas tahun 2023
masing-masing mengalami penurunan yaitu sebesar 0,48% atau dari US$15.998,2
juta menjadi US$15.921,9 juta dan 11,91% atau dari US$275.691,4 juta menjadi
US$242.852,5 juta jika dibandingkan tahun sebelumnya. Moda transportasi dari
komoditas nonmigas yang mengalami penurunan yaitu moda transportasi laut
sebesar 12,79% atau dari nilai US$265.702,2 juta menjadi US$231.718,7 juta.
Komoditas ekspor migas Indonesia sebagian besar diangkut menggunakan moda
transportasi laut. Nilai ekspor migas yang diangkut dengan moda transportasi laut
pada tahun 2023 tercatat sebesar US$13,75 miliar (86,37%) atau mengalami
kenaikan sebesar 6,17% dibandingkan tahun 2022. Sedangkan berat ekspor migas
yang melalui moda transportasi laut naik 19,50% dari 19.446,2 ribu ton tahun 2022
menjadi 23.238,4 ribu ton tahun 2023. Negara tujuan utama ekspor migas yang
menggunakan moda transportasi laut pada tahun 2023 adalah Tiongkok sebesar
US$2,61 miliar dengan berat 4,5 juta ton, Malaysia sebesar US$2,16 miliar dengan
berat 3,5 juta ton dan Singapura sebesar US$2,09 miliar dengan berat 3,8 juta ton.
Gambar 9 Komposisi Ekspor Komoditas Migas menurut Moda Transportasi, 2022
dan 2023
Sumber: BPS
Ekspor komoditas nonmigas melalui moda transportasi laut tercatat US$231,72
miliar pada tahun 2023, mengalami penurunan sebesar 12,79% dibandingkan tahun
sebelumnya. Berbeda dengan nilainya, berat ekspor komoditas nonmigas melalui
moda transportasi laut mengalami kenaikan 8,39% dari 622.185,4 ribu ton pada
tahun 2022 menjadi 674.385,3 ribu ton pada tahun 2023. Negara tujuan utama
ekspor nonmigas dengan moda transportasi laut pada tahun 2023 antara lain
Tiongkok sebesar US$61,56 miliar dengan berat 259,9 juta ton, Amerika Serikat
37
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
sebesar US$22,34 miliar dengan berat 6,1 juta ton, dan India sebesar US$19,62
miliar dengan berat 121,6 juta ton.
Gambar 10 Kontribusi Nilai Ekspor Nonmigas menurut Moda Transportasi, 2022
dan 2023
Sumber: BPS
Selama tahun 2023 total impor Indonesia mengalami penurunan 6,55%, dari
US$237.447,1 juta menjadi US$221.886,2 juta. Transportasi laut masih menjadi
moda utama dalam kegiatan pengangkutan barang impor. Sebanyak 90,66% barang
impor Indonesia masuk menggunakan moda transportasi laut atau senilai
US$201.151,5 juta. Nilai tersebut mengalami penurunan 6,82% dibandingkan tahun
2022. Meskipun nilai impornya mengalami penurunan namun berat barang impor
melalui laut justru meningkat 8,28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tabel 16 Impor Menurut Moda Transportasi (Ribu Ton; US$Juta), 2022 dan 2023
Sumber: BPS
38
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Impor minyak dan gas bumi (migas) selama tahun 2023 senilai US$35.830,5 juta,
mengalami penurunan 11,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara
beratnya justru mengalami peningkatan sebesar 9,22%. Hal ini mencerminkan
adanya penurunan harga migas di pasar internasional. Sebagian besar komoditas
migas diangkut menggunakan moda transportasi laut dengan peranan 99,97% dari
total impor migas 2023 atau senilai US$35.819,3 juta.
Tabel 17 Impor Menurut Jenis dan Moda Transportasi (Ribu Ton; US$Juta), 2022
dan 2023
Sumber: BPS
Senada dengan komoditas migas, perkembangan impor nonmigas memiliki arah
yang serupa. Impor nonmigas tahun 2023 mengalami penurunan 5,57%
dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai US$186.055,7 juta atau berperan
83,85%. JIka nilainya mengalami penurunan, berat impornya justru mengalami
peningkatan sebesar 7,63%. Peningkatan berat ini dipicu oleh peningkatan berat
impor menggunakan moda transportasi laut. Impor menggunakan moda
transportasi laut selama tahun 2023 senilai US$165.332,2 juta atau sebesar 88,86%
dari total impor nonmigas. Nilai tersebut menurun 5,85% dibandingkan tahun
sebelumnya.
Aktivitas impor Indonesia tahun 2023 sebagaimana tahun sebelumnya masih
bergantung pada beberapa pelabuhan utama di Pulau Jawa. Kegiatan impor barang
di kawasan Indonesia Timur umumnya masuk melalui pelabuhan di Jakarta,
Surabaya, ataupun Batam. Pelabuhan laut masih menjadi sarana utama penunjang
39
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
perdagangan internasional di Indonesia. Hal ini merupakan hal yang wajar karena
Indonesia merupakan negara maritim sehingga memiliki banyak pelabuhan laut
yang menjadi pintu keluar-masuk barang ekspor maupun impor. Pada 2023
pelabuhan Tanjung Priok masih menjadi pelabuhan laut utama masuknya barang
impor dibandingkan pelabuhan lainnya.
Seiring dengan penurunan impor pada tahun 2023, masing-masing pelabuhan
bongkar utama juga mengalami penurunan nilai impor, kecuali Tanjung Perak dan
Batu Ampar. Kegiatan bongkar barang impor Indonesia sebagian besar masih
bertumpu pada pelabuhan utama Tanjung Priok. Tahun 2023 nilai impor Indonesia
yang dibongkar di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 37,36% atau senilai
US$82.894,1 juta. Nilai tersebut menurun 7,32% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelabuhan bongkar utama selanjutnya adalah Pelabuhan Tanjung Perak dengan nilai
US$18.998,4 juta atau 8,56%, meningkat 2,83% dari tahun sebelumnya.
Gambar 11 Impor Indonesia Menurut Pelabuhan Bongkar Utama (US$Juta), 2022
dan 2023
Sumber: BPS
3.3 Kesinambungan
Industri transportasi kapal laut di Indonesia menunjukkan prospek kesinambungan
yang kuat, ditandai dengan peningkatan aktivitas pelabuhan secara umum pada
tahun 2023. Meskipun volume bongkar barang dalam negeri mengalami sedikit
penurunan sebesar 0,47%, volume muat barang meningkat 3,27%, mencerminkan
peran penting sektor ini dalam distribusi logistik nasional. Untuk pelayaran luar
negeri, pertumbuhan lebih signifikan terlihat dengan peningkatan bongkar dan
muat masing-masing sebesar 17,94% dan 10,00%. Kunjungan kapal juga meningkat
10,07% secara nasional, menandakan tingginya mobilitas angkutan laut.
Keberadaan 25 pelabuhan strategis yang menopang mayoritas aktivitas pelayaran,
khususnya pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, dan
Belawan, semakin memperkuat struktur jaringan transportasi laut Indonesia. Tren
peningkatan volume muat barang di sejumlah pelabuhan strategis dan
40
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
pertumbuhan pelayaran luar negeri menjadi indikator positif bahwa pengelolaan
kapal sebagai unit bisnis memiliki potensi berkelanjutan dan strategis dalam
mendukung konektivitas serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan adanya kesinambungan kegiatan pelabuhan yang tetap aktif dan
menunjukkan pertumbuhan positif pada beberapa indikator utama seperti
kunjungan kapal dan volume muat barang, peluang bisnis dalam usaha pengelolaan
kapal menjadi semakin menjanjikan. Kenaikan jumlah kunjungan kapal sebesar
10,07% pada tahun 2023 mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan
operasional kapal, termasuk pengelolaan armada, logistik pelayaran, hingga
layanan perawatan dan pengawakan kapal. Selain itu, pertumbuhan volume muat
barang, khususnya di pelabuhan-pelabuhan strategis seperti Tanjung Priok,
Tanjung Perak, dan Makassar, menunjukkan bahwa permintaan jasa pengangkutan
laut terus tumbuh. Hal ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk
mengembangkan layanan pengelolaan kapal yang efisien, andal, dan terintegrasi
guna mendukung kelancaran arus logistik nasional maupun internasional.
3.4 Potensi Pasar
Potensi pasar dari aktivitas pengelolaan kapal di Indonesia sangat besar, seiring
dengan pertumbuhan sektor logistik dan industri maritim yang semakin vital dalam
mendukung perdagangan domestik maupun internasional. Aktivitas industri
sebelumnya, seperti peningkatan kunjungan kapal dan volume muat barang di
pelabuhan, mencerminkan lonjakan kebutuhan terhadap layanan pengelolaan kapal
secara menyeluruh, mulai dari manajemen operasional, pemeliharaan, penyediaan
awak kapal, hingga pengelolaan rute dan efisiensi bahan bakar. Pasar ini tidak hanya
mencakup kapal niaga dan kargo, tetapi juga kapal tanker, kapal curah, hingga
kapal pendukung industri energi. Dalam konteks ini, Perseroan memiliki posisi yang
strategis untuk menangkap peluang tersebut. Dengan pengalaman dan
infrastruktur yang dimiliki Perseroan di bidang pengangkutan energi dan logistik
laut, dapat memperluas lini bisnisnya melalui layanan ship management yang
profesional dan terintegrasi. Selain itu, dengan kemampuan Perseroan dalam
mengelola kapal tanker dan koneksi dengan industri energi, Perseroan berpotensi
menjadi pemain utama dalam pasar pengelolaan kapal, khususnya untuk segmen
kapal yang melayani kebutuhan industri energi, bahan kimia, dan logistik industri
berat lainnya. Dengan demikian, Perseroan tidak hanya memperkuat posisinya di
sektor pengelolaan kapal, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas
sumber daya manusia di industri maritim Indonesia.
3.5 Sasaran
Sasaran Perseroan dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini melalui anak
usahanya yaitu EMI adalah mengelola kapal-kapal yang dimiliki oleh grup. Pada
41
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
tahun-tahun operasional berikutnya, setelah memiliki pengalaman dan portofolio
dalam mengelola kapal, melalui anak usahanya Perseroan akan menawarkan jasa
pengelolaan kapalnya kepada pihak ketiga.
3.6 Potensi Nilai Pasar
Dari Penambahan Kegiatan Usaha baru ini, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp1,83 miliar
pada tahun 2025, Rp1,67 miliar pada tahun 2026, Rp1,47 miliar pada tahun 2027,
Rp1,27 miliar pada tahun 2028, dan sebesar Rp1,05 miliar pada tahun 2029.
3.7 Pesaing Usaha
Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
dan strategi perusahaan dalam industri dan sektor serupa di pasar modal dan
industri. Saat ini, beberapa pesaing yang memiliki bidang usaha yang sama dengan
Perseroan dalam industri pengelolaan kapal adalah sebagai berikut.
1. PT Wintermar Offshore Marine Tbk;
2. PT Buana Lintas Lautan Tbk;
3. PT Sillo Maritime Perdana Tbk;
4. PT Jasa Armada Indonesia Tbk;
5. PT Samudera Indonesia Ship Management; dan
6. PT Synergy Marine Indonesia.
3.8 Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang dapat dilakukan dalam pengelolaan kapal milik grup
Perseroan meliputi pendekatan business to business dengan menawarkan layanan
manajemen kapal terintegrasi dengan anak usaha dan afiliasi dalam grup, sehingga
menciptakan efisiensi operasional dan standarisasi kualitas. Selain itu, promosi
dapat dilakukan melalui partisipasi dalam forum industri maritim, publikasi kinerja
layanan, serta pemanfaatan digital marketing untuk menampilkan portofolio kapal
dan keunggulan operasional. Strategi ini dapat membangun citra Perseroan dan EMI
sebagai mitra andal dalam pengelolaan kapal, sekaligus memperluas basis klien dari
internal hingga memasuki pasar eksternal.
42
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
4 KELAYAKAN TEKNIS
4.1 Kapasitas
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan akan menjalankan lini
usaha aktivitas pengelolaan kapal dengan standar pemeliharaan internasional,
melalui anak usahanya yaitu EMI. Berdasarkan wawancara Penilai dengan
Manajemen Perseroan, rencana kapasitas dan kemampuan operasional EMI dalam
mengelola kapal adalah paling banyak delapan (8) kapal per tahunnya pada tahap
awal proyeksi, kemudian akan ditingkatkan sesuai dengan permintaan pasar.
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Bahan Baku Mentah
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak membutuhkan
bahan baku mentah karena akan menjalankan jasa aktivitas pengelolaan kapal.
Pekerja
Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024,
Perseroan memiliki 48 orang karyawan, sedangkan EMI belum memiliki karyawan
karena belum menjalankan kegiatan operasi komersialnya. Perseroan akan
mengalokasikan sebagian karyawannya untuk dimutasi sebagai karyawan EMI, juga
akan melakukan rekrutmen karyawan untuk mengisi posisi pada divisi teknis
marine, safety/QHSE, finance (yang terdiri dari procurement, keuangan, dan
accounting), legal, dan human capital (yang termasuk karyawan darat dan karyawan
laut). Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan keterampilan para
karyawan dengan berbagai program pelatihan yang disusun berdasarkan posisi dan
tugas yang dilakukan. Hal ini untuk memastikan karyawan dilengkapi dengan
kemampuan yang baik dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta
memaksimalkan potensi, kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dari masing-
masing karyawan.
Tenaga Ahli
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan telah memiliki tenaga
ahli profesional dalam bidang perkapalan. Menurut informasi dari manajemen,
tenaga ahli profesional yang dimiliki Perseroan terdiri dari chief engineer onboard
ship serta marine QS-SHE expert.
43
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional
Proses operasional rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan yang akan
dijalankan melalui EMI digambarkan dalam alur sebagai berikut:
Gambar 12 Alur Operasional Kegiatan Perseroan
Penjadwalan perawatan
kapal dan mesin
Manajemen spare part
kapal
Penunjukan oleh ship Pengadaan logistik
owner company operasional
Penunjukan agen kapal
(ship agency)
Rekrutmen dan
manajemen kru kapal
Sumber: Manajemen Perseroan
Penunjukan oleh ship owner company
Ship owner (pemilik kapal) menunjuk EMI sebagai pihak yang bertanggung jawab
untuk mengelola operasi dan perawatan kapal.
1. Penjadwalan perawatan kapal dan mesin
EMI akan menyusun jadwal rutin perawatan untuk memastikan kapal dan mesin
dalam kondisi optimal, meminimalkan risiko kerusakan, serta memperpanjang
umur operasional kapal.
2. Manajemen spare part kapal
EMI akan mengelola pengadaan dan penggantian suku cadang kapal yang
dibutuhkan untuk operasional dan perawatan serta memastikan ketersediaan
suku cadang tersedia tepat waktu.
44
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
3. Pengadaan logistik operasional
EMI akan menangani pengadaan logistik termasuk air bersih, bahan bakar, dan
kebutuhan operasional lainnya untuk mendukung pelayaran dan aktivitas laut
lainnya.
4. Penunjukan agen kapal (ship agency)
EMI akan menunjuk agen kapal di berbagai pelabuhan untuk mengatur
dokumen pelayaran, koordinasi pelabuhan, serta urusan keluar-masuk kapal
(port clearance dan ship services).
5. Rekrutmen dan manajemen kru kapal
EMI akan bertanggung jawab melakukan rekrutmen untuk mencari, dan
menempatkan kru kapal yang kompeten dan tersertifikasi, termasuk melakukan
rotasi pekerja, kontrak kerja, dan mengadakan pelatihan kru kapal.
45
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
5 KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1 Keunggulan Kompetitif
Berdasarkan pengalaman Perseroan sebagai perusahaan yang menyediakan jasa
pelayaran dan maritim serta distribusi energi dan infrastruktur di Indonesia
Perseroan dinilai memiliki keunggulan dalam menjalankan manajemen dan sistem
operasional yang kompeten untuk melakukan ekspansi usaha. Keunggulan
kompetitif yang dimiliki Perseroan diuraikan sebagai berikut:
• Perseroan merupakan salah satu pelaku usaha pelayaran dan jasa maritim
terintegrasi yang telah beroperasi sejak lama, dengan fokus pada pengangkutan
energi seperti gas alam cair (LNG), bahan bakar minyak (BBM), dan bahan kimia
cair. Dengan pengalaman puluhan tahun, Perseroan telah menjalin kerja sama
strategis jangka panjang dengan berbagai perusahaan energi besar nasional dan
internasional, termasuk Pertamina, BP, dan perusahaan migas lainnya.
• Berdasarkan kinerja keuangan, Perseroan menunjukkan tren pertumbuhan yang
positif. Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba
bersih dalam beberapa tahun terakhir. Dengan struktur keuangan yang sehat
dan efisiensi biaya operasional yang baik, Perseroan memiliki kapasitas untuk
membiayai ekspansi usaha secara organik maupun melalui kerja sama strategis.
• Perseroan memiliki armada kapal milik sendiri yang dikelola secara profesional
melalui anak usaha, yaitu PT Humpuss Transportasi Kimia dan PT PCS
Internasional. Armada ini terdiri dari berbagai jenis kapal tanker seperti
chemical tanker, gas tanker, dan oil tanker. Keberadaan armada sendiri
memungkinkan pengendalian penuh atas kualitas layanan dan efisiensi
operasional, serta memberikan fleksibilitas dalam melayani berbagai rute dan
klien.
• Perseroan telah memiliki jaringan layanan yang tersebar di berbagai wilayah
nasional dan internasional, termasuk pelayaran domestik dan internasional ke
negara-negara Asia seperti Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Selain itu,
Perseroan juga mulai memperkuat lini bisnis jasa manajemen kapal dan logistik
energi, serta mulai memanfaatkan teknologi digital dalam optimalisasi
monitoring armada dan efisiensi operasional.
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk/Jasa
Kemungkinan pesaing untuk meniru bidang usaha ini cukup besar dan menjadi
risiko yang melekat pada kegiatan bisnis Perseroan. Kemampuan pesaing untuk
meniru memang tidak dapat dihindari, sehingga membuat kegiatan usaha dalam
bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh
Perseroan diantaranya sebagai berikut:
• Meningkatkan kualitas dan diversifikasi layanan;
• Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan intelektual;
46
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
• Melakukan inovasi layanan secara berkelanjutan;
• Memperkuat loyalitas klien terhadap layanan Perseroan;
• Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam manajemen dan
operasional Perseroan.
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Perseroan memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai melalui berbagai aspek
dalam operasional bisnisnya, termasuk menyediakan produk dan layanan yang
berkualitas tinggi dan andal, inovasi produk dan layanan berkelanjutan, serta
strategi pemasaran dan distribusi yang efektif. Dengan keunggulan kompetitif yang
sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yang diantaranya:
1. Efisiensi operasional dan pemanfaatan pengalaman
Perseroan memiliki tim manajemen dan operasional yang berpengalaman dalam
pengelolaan armada kapal. Pengalaman ini menjadi dasar bagi terciptanya
efisiensi dalam operasional kapal, termasuk perencanaan, pemeliharaan, dan
manajemen awak kapal.
2. Kualitas layanan dan keselamatan operasional yang terjamin
Perseroan menerapkan standar tinggi dalam pengelolaan armada kapal,
termasuk kepatuhan terhadap peraturan nasional dan internasional seperti
International Safety Management (ISM) Code dan regulasi dari International
Maritime Organization (IMO). Komitmen terhadap keselamatan dan kualitas
layanan ini dapat menambah kepercayaan klien dan mendukung reputasi jangka
panjang Perseroan di sektor pelayaran.
3. Hubungan bisnis dan jaringan kemitraan yang kuat
Perseroan, memiliki jaringan hubungan bisnis yang luas dengan pemilik kapal,
operator pelayaran, dan pelaku industri energi serta logistik. Jaringan ini
menjadi nilai tambah dalam menjangkau lebih banyak klien dan memperluas
cakupan layanan pengelolaan kapal secara nasional.
4. Sinergi dalam grup usaha
Dengan restrukturisasi EMI menjadi anak usaha langsung Perseroan, akan
tercipta sinergi yang lebih baik antar unit usaha di dalam grup HUMI, termasuk
pengelolaan kapal yang terintegrasi dengan kegiatan logistik dan distribusi
energi yang telah lebih dahulu dikuasai Perseroan.
47
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Sumber daya manusia yang berkualitas baik dan memiliki pengetahuan serta
keterampilan yang cakap merupakan modal penting bagi Perseroan. Strategi dan
tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh Perseroan juga bergantung kepada
kemampuan mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki. Berdasarkan
informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, Perseroan
memiliki 48 orang karyawan, sedangkan EMI belum memiliki karyawan karena
belum menjalankan kegiatan operasi komersialnya. Perseroan akan mengalokasikan
sebagian karyawannya untuk dimutasi sebagai karyawan EMI, juga akan melakukan
rekrutmen karyawan untuk mengisi posisi pada divisi teknis marine, safety/QHSE,
finance (yang terdiri dari procurement, keuangan, dan accounting), legal, dan
human capital (yang termasuk karyawan darat dan karyawan laut). Perseroan
berkomitmen untuk terus meningkatkan keterampilan para karyawan dengan
berbagai program pelatihan yang disusun berdasarkan posisi dan tugas yang
dilakukan. Hal ini untuk memastikan karyawan dilengkapi dengan kemampuan yang
baik dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta memaksimalkan potensi,
kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dari masing-masing karyawan.
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual
Sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki Hak Atas
Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan kegiatan
usaha baru. Menurut keterangan manajemen Perseroan, setelah mendapatkan
perizinan usaha, Perseroan akan segera mengurus dan mendaftarkan HAKI atau
legalitas yang terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru.
6.3 Manajemen Risiko
Dalam menjalankan kegiatan usaha baru melalui anak usahanya yaitu EMI, terdapat
sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Kegiatan usaha baru ini mencakup aktivitas
pengelolaan kapal yang melibatkan aspek operasional, teknis, hukum, dan
keuangan. Risiko utama yang mungkin dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Risiko Persaingan Usaha
Industri pengelolaan kapal merupakan sektor yang kompetitif, padat modal,
dan memerlukan keahlian teknis tinggi. Terdapat berbagai perusahaan yang
telah memiliki reputasi dan pengalaman panjang dalam bidang ini. Salah satu
tantangan utama adalah bagaimana Perseroan dapat menyesuaikan layanan
dengan standar industri serta menawarkan efisiensi, fleksibilitas, dan
keandalan kepada pemilik kapal. Oleh karena itu, inovasi layanan, peningkatan
48
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
sumber daya manusia, serta adopsi teknologi manajemen armada yang terkini
perlu menjadi fokus agar mampu bersaing secara berkelanjutan.
2. Risiko Operasional
Pengelolaan kapal merupakan kegiatan kompleks yang melibatkan banyak
aspek, seperti manajemen teknis, perawatan rutin, keselamatan pelayaran, dan
keandalan jadwal. Risiko dapat muncul dari kesalahan manusia, kerusakan
peralatan, atau gangguan logistik. Apabila tidak ditangani dengan baik, hal ini
dapat menimbulkan keterlambatan layanan, pembengkakan biaya, hingga
kerugian reputasi. Untuk meminimalkan risiko ini, Perseroan perlu menerapkan
prosedur operasional baku, program pelatihan yang berkelanjutan, serta sistem
pemantauan dan inspeksi berkala terhadap kapal yang dikelola.
3. Risiko Ketergantungan pada Klien dari Grup
Di tahap awal, kegiatan pengelolaan kapal berpotensi masih sangat bergantung
pada permintaan internal dari grup usaha. Ketergantungan yang tinggi ini dapat
membatasi pertumbuhan apabila tidak segera diikuti oleh ekspansi pasar ke
klien eksternal. Diversifikasi portofolio pelanggan perlu segera dilakukan untuk
memperluas pangsa pasar, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi risiko
keberlangsungan usaha jika terdapat perubahan strategi dalam grup.
4. Risiko Perubahan Regulasi dan Kepatuhan
Perubahan dalam regulasi dan kebijakan pemerintah dapat memengaruhi
proses produksi, distribusi dan pemasaran produk. Oleh karena itu, Perseroan
perlu memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, proaktif dalam
memantau perubahan regulasi dan beradaptasi dengan perubahan tersebut
untuk memenuhi persyaratan yang baru.
5. Risiko Keselamatan dan Tanggung Jawab Hukum
Kegiatan pengelolaan kapal memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan awak
kapal, kapal, muatan, serta dampak lingkungan seperti tumpahan minyak atau
limbah. Kegagalan dalam menjaga standar keselamatan dapat berujung pada
sanksi hukum, klaim asuransi, atau kerugian finansial. Untuk itu, penerapan
sistem manajemen keselamatan (Safety Management System) sesuai ISM Code,
sertifikasi awak kapal, serta asuransi menyeluruh menjadi langkah penting
dalam mengelola risiko ini.
6. Risiko Keuangan dan Fluktuasi Ekonomi
Perubahan kondisi ekonomi seperti inflasi dan depresiasi mata uang dapat
memengaruhi terutama dalam kegiatan pengelolaan kapal yang berisiko
terhadap fluktuasi harga bahan bakar, biaya logistik, perawatan teknis, serta
ketidakpastian kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi struktur biaya dan
margin keuntungan Perseroan. Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan perlu
49
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
melakukan manajemen keuangan yang konservatif, melakukan pengendalian
biaya yang ketat, dan melakukan pengembangan strategi kontrak jangka
menengah hingga panjang dengan klien untuk menjaga stabilitas arus kas dan
profitabilitas Perusahaan.
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Perseroan telah memiliki pengalaman dan keberhasilan yang baik dalam industri
pelayaran dan maritim Indonesia untuk mengelola usaha dalam skala ekonomi yang
besar, sehingga Perseroan juga memiliki kapasitas dan kemampuan yang baik untuk
menambah aktivitas lini bisnisnya. Dengan rekam jejak panjang di industri maritim,
telah terbukti mampu mengelola berbagai jenis armada dan layanan yang kompleks
secara profesional. Skala usaha yang besar juga memberikan keunggulan dalam
efisiensi biaya, daya tawar terhadap pemasok, serta optimalisasi sumber daya
manusia dan logistik.
Selain itu, restrukturisasi grup yang dilakukan melalui pengambilalihan anak usaha,
yang akan menjalankan aktivitas pengelolaan kapal yaitu EMI, semakin memperkuat
efisiensi operasional dan integrasi layanan dalam satu lini bisnis yang lebih
terfokus. Langkah strategis ini memungkinkan Perseroan memberikan layanan
pengelolaan kapal secara menyeluruh mulai dari operasional teknis, perawatan
mesin, penyediaan logistik, hingga manajemen kru secara lebih kompetitif dan
berdaya saing tinggi di pasar.
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Dalam menganalisis kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, penting untuk
memahami bagaimana struktur organisasi yang ada mendukung pencapaian dari
Penambahan Kegiatan Usaha baru.
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan
berencana untuk melakukan restrukturisasi grup dengan mengambil alih anak
usaha dari entitas anak Perseroan yaitu PT Humpuss Transportasi Curah (HTC)
pemilik dari PT Energi Maritim Internasional (EMI). Setelah dilakukan
pengambilalihan, maka kepemilikan saham Perseroan atas EMI menjadi sebesar
99,00%, dan EMI akan dioperasionalkan menjadi perusahaan yang bergerak dalam
aktivitas pengelolaan.
50
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Gambar 13 Rencana Restrukturisasi Anak Usaha milik Entitas Anak Perseroan
Sebelum Sesudah
HUMI HUMI
99% 99% 99%, Matrans 1%
HTC HTC EMI
81,06%, OTSI 9,66%,
PCSI 9,22%
EMI
Sumber: Manajemen Perseroan
Rencana struktur organisasi EMI setelah dilakukannya rekrutmen secara bertahap
untuk menjalankan kegiatan usaha pada bidang pengelolaan kapal adalah sebagai
berikut.
Gambar 14 Rencana Struktur Organisasi EMI
Sumber: Manajemen Perseroan
51
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
7 KELAYAKAN KEUANGAN
Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
ataupun tidak.
Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal berikut: kebutuhan
investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
investasi, dan analisis sensitivitas.
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs)
Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak
memerlukan biaya pendirian maupun biaya investasi (capex), sehingga Perseroan
akan melakukan pendanaan yang bersumber dari kas yang tersedia.
7.2 Modal Kerja
Proyeksi Modal Kerja tahun 2025—2029 adalah sebagai berikut:
Tabel 18 Modal Kerja (Rp.000)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
PERHITUNGAN MODAL KERJA
Aset Lancar 404.050 808.100 808.100 808.100 808.100
Hutang Lancar (113.111) (79.378) (75.878) (72.272) (68.557)
Modal Kerja 290.939 728.722 732.222 735.828 739.543
Perubahan Modal Kerja 290.939 437.783 3.500 3.606 3.715
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan atas adanya penambahan KBLI baru, modal kerja
yang dibutuhkan pada tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 berturut-turut
adalah sebesar Rp290,94 juta, Rp728,72 juta, Rp732,22 juta, Rp735,83 juta, dan
Rp739,54 juta.
7.3 Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah berasal
dari kas Perseroan yang tersedia.
7.4 Biaya Operasional
Biaya operasional pada tahun 2025—2029 diproyeksikan seperti tabel di bawah ini:
52
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Tabel 19 Biaya Operasional (Rp.000)
Uraian 2025 2026 2027 2028 2029
Salary & benefit 2.299.050 6.516.315 6.711.804 6.913.159 7.120.553
Travelling 364.500 1.555.200 1.601.856 1.649.912 1.699.409
Office Expenses 27.000 54.000 56.700 59.535 62.512
Office Building 162.000 324.000 333.720 343.732 354.044
Car Expenses 36.450 72.900 75.087 77.340 79.660
Total 2.889.000 8.522.415 8.779.167 9.043.676 9.316.177
Pada tahun 2025, beban operasional Perseroan diproyeksikan sebesar Rp2,89
miliar. Beban ini meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp9,32 miliar pada tahun
2029.
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak membutuhkan
bahan baku mentah karena akan menjalankan jasa aktivitas pengelolaan kapal.
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan
Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan.
Kurs USD
Nilai tukar US$1 (Satu Dolar Amerika Serikat) menjadi Rupiah Indonesia
diasumsikan sebesar Rp16.162,- dan diasumsikan tetap selama masa proyeksi.
Waktu Operasional
Periode proyeksi dimulai pada bulan Juli tahun 2025 hingga akhir tahun 2029.
Jumlah hari operasional pada tahun proyeksi pertama yaitu 2025 diasumsikan
selama enam bulan atau 132 hari dalam setahun, kemudian untuk tahun-tahun
selanjutnya diasumsikan selama 264 hari dalam setahun dan diasumsikan tetap
selama masa proyeksi.
Struktur Pendapatan
Pendapatan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut.
Tabel 20 Struktur Pendapatan (Rp.000)
Jumlah
Keterangan Satuan 2025 2026 2027 2028 2029
unit
Fee/vessel
Vessel TBA 1 US$/bulan 1 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
53
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Jumlah
Keterangan Satuan 2025 2026 2027 2028 2029
unit
Vessel TBA 2 US$/bulan 1 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Vessel TBA 3 US$/bulan 1 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Vessel TBA 4 US$/bulan 1 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Vessel TBA 5 US$/bulan 1 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Vessel TBA 6 US$/bulan 1 5.000 5.000 5.000 5.000 5.000
Tug Boat (HTC) US$/bulan 10 2.500 2.500 2.500 2.500 2.500
Oil vessels
Vessel TBA 1 US$ 30.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Vessel TBA 2 US$ 30.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Vessel TBA 3 US$ 30.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Vessel TBA 4 US$ 30.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Vessel TBA 5 US$ 30.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Vessel TBA 6 US$ 30.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Tug Boat (HTC) US$ 150.000 300.000 300.000 300.000 300.000
Sumber: Proyeksi Keuangan
Struktur Biaya
a. Licences
Terdapat beban lisensi/izin yang diasumsikan sebesar Rp100,00 juta atau
setara dengan US$6.187 pada tahun proyeksi 2025.
b. Administration & general
Beban umum dan administrasi pada tahun 2025—2029 terdiri dari salary &
benefit, travelling, office expenses, office building, dan car expenses.
Beban salary & benefit untuk tahun proyeksi 2025—2029 diproyeksikan
sebagai berikut.
Tabel 21 Struktur Beban Salary & Benefit
Uraian Satuan 2025 2026 2027 2028 2029
Director US$ 32.576 67.107 69.121 71.194 73.330
Secretary US$ 6.515 13.031 13.421 13.824 14.239
DPA/CSO US$ 10.859 21.718 22.369 23.040 23.731
VP QS-SHE US$ 19.003 38.006 39.146 40.320 41.530
VP operation US$ 19.003 38.006 39.146 40.320 41.530
VP Finance US$ - 19.003 19.573 20.160 20.765
AVP QS-SHE US$ 13.574 27.147 27.961 28.800 29.664
AVP Marine US$ 13.574 27.147 27.961 28.800 29.664
AVP Technical US$ 13.574 27.147 27.961 28.800 29.664
AVP Crewing US$ 13.574 27.147 27.961 28.800 29.664
AVP Purchasing US$ - 27.147 27.961 28.800 29.664
AVP Finance US$ - 13.574 13.981 14.400 14.832
Superintendent Marine US$ - 24.432 25.165 25.920 26.698
54
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Uraian Satuan 2025 2026 2027 2028 2029
Superintendent Technical US$ - 24.432 25.165 25.920 26.698
Finance Executive US$ - 8.144 8.388 8.640 8.899
Total 142.250 403.187 415.283 427.742 440.574
Pertumbuhan
Director Growth 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Secretary Growth 0,00% 3,00% 3,00% 3,00%
DPA/CSO Growth 0,00% 3,00% 3,00% 3,00%
VP QS-SHE Growth 0,00% 3,00% 3,00% 3,00%
VP operation Growth 0,00% 3,00% 3,00% 3,00%
VP Finance Growth 3,00% 3,00% 3,00%
AVP QS-SHE Growth 0,00% 3,00% 3,00% 3,00%
AVP Marine Growth 0,00% 3,00% 3,00% 3,00%
AVP Technical Growth 0,00% 3,00% 3,00% 3,00%
AVP Crewing Growth 0,00% 3,00% 3,00% 3,00%
AVP Purchasing Growth 3,00% 3,00% 3,00%
AVP Finance Growth 3,00% 3,00% 3,00%
Superintendent Marine Growth 3,00% 3,00% 3,00%
Superintendent Growth 3,00% 3,00% 3,00%
Technical
Finance Executive Growth 3,00% 3,00% 3,00%
Admin Non Class Growth 3,00% 3,00% 3,00%
certification
Sumber: Proyeksi Keuangan
Beban travelling untuk tahun proyeksi 2025—2029 diproyeksikan sebagai
berikut.
Tabel 22 Struktur Beban Travelling
Uraian Satuan 2025 2026 2027 2028 2029
Travelling US$ 22.553 96.226 99.112 102.086 105.148
Travelling Growth 3,00% 3,00% 3,00%
Beban office expenses untuk tahun proyeksi 2025—2029 diproyeksikan
sebagai berikut.
Tabel 23 Struktur Beban Office Expenses
Uraian Satuan 2025 2026 2027 2028 2029
Printing, paper, ATK US$ 418 835 877 921 967
Electricity US$ 1.253 2.506 2.631 2.763 2.901
Total 1.671 3.341 3.508 3.684 3.868
Printing, paper, ATK Growth 5,00% 5,00% 5,00%
Electricity Growth 5,00% 5,00% 5,00%
Beban office building untuk tahun proyeksi 2025—2029 diproyeksikan sebagai
berikut.
55
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Tabel 24 Struktur Beban Office Building
Uraian Satuan 2025 2026 2027 2028 2029
Space rent US$ 10.024 20.047 20.648 21.268 21.906
Space rent Growth 3,00% 3,00% 3,00%
Beban car expenses untuk tahun proyeksi 2025—2029 diproyeksikan sebagai
berikut.
Tabel 25 Struktur Beban Car Expenses
Uraian Satuan 2025 2026 2027 2028 2029
Parking fee US$ 2.255 4.511 4.646 4.785 4.929
Parking fee Growth 3,00% 3,00% 3,00%
Beban Bunga Bank
Beban bunga bank terdiri dari hutang bank KI dan hutang bank KMK yang masing-
masing sebesar 9,05% dan 8,79%.
Tarif Pajak
Pajak penghasilan badan (PPh Badan) diproyeksikan sebesar 22,00% dan
diasumsikan tetap selama masa proyeksi.
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2025—2029 ditunjukkan pada tabel
berikut ini.
Tabel 26 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
Aset Lancar 1.941.789 3.580.771 5.049.718 6.312.242 7.362.106
Aset Tidak Lancar 12.000.000 12.000.000 12.000.000 12.000.000 12.000.000
TOTAL ASET 13.941.789 15.580.771 17.049.718 18.312.242 19.362.106
LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek 113.111 79.378 75.878 72.272 68.557
Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
Ekuitas 13.828.679 15.501.393 16.973.840 18.239.970 19.293.549
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 13.941.789 15.580.771 17.049.718 18.312.242 19.362.106
Sumber: Proyeksi Keuangan
56
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Selama tahun 2025—2029, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada
tahun 2025, total aset diproyeksikan sebesar Rp13,94 miliar hingga menjadi
sebesar Rp19,36 miliar pada tahun 2029. Total aset diproyeksikan mengalami rata-
rata pertumbuhan sebesar 8,58% per tahunnya.
Pada tahun 2025—2029 total liabilitas diproyeksikan mengalami penurunan. Pada
tahun 2025 total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp113,11 juta hingga
menjadi sebesar Rp68,56 juta di tahun 2029.
Total ekuitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun
2025, total ekuitas diproyeksikan sebesar Rp13,83 miliar hingga menjadi sebesar
Rp19,29 miliar pada tahun 2029.
7.8 Proyeksi Laba (Rugi)
Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2025—2029 ditunjukkan pada tabel berikut
Tabel 27 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan 5.333.460 10.666.920 10.666.920 10.666.920 10.666.920
Beban Pokok Penjualan (100.000) - - - -
Laba (Rugi) Kotor 5.233.460 10.666.920 10.666.920 10.666.920 10.666.920
Beban Usaha (2.889.000) (8.522.415) (8.779.167) (9.043.676) (9.316.177)
Laba (Rugi) Usaha - EBITDA 2.344.460 2.144.505 1.887.753 1.623.244 1.350.743
Beban Penyusutan & Amortisasi - - - - -
Pendapatan (Beban) Lain-lain - - - - -
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 2.344.460 2.144.505 1.887.753 1.623.244 1.350.743
Pajak Badan (515.781) (471.791) (415.306) (357.114) (297.163)
Laba (Rugi) Bersih 1.828.679 1.672.714 1.472.447 1.266.130 1.053.579
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama tahun 2025—2029, total penjualan diproyeksikan mengalami kenaikan.
Pada tahun 2025, total penjualan diproyeksikan sebesar Rp5,33 miliar yang
kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp10,67 miliar pada tahun
2029.
Setelah diakumulasi dengan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
dan pajak final, Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari
penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp1,83 miliar pada tahun 2025, Rp1,67
miliar pada tahun 2026, Rp1,47 miliar pada tahun 2027, Rp1,27 miliar pada tahun
2028, dan sebesar Rp1,05 miliar pada tahun 2029.
57
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
7.9 Proyeksi Arus Kas
Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2025—2029 ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 28 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Usaha 4.929.410 9.858.820 9.858.820 9.858.820 9.858.820
Penerimaan Piutang - 404.050 808.100 808.100 808.100
Pembayaran Kepada Supplier (100.000) - - - -
Penerimaan dari (pembayaran untuk) 113.111 (33.733) (3.500) (3.606) (3.715)
operasi lainnya
Biaya Operasional (2.889.000) (8.522.415) (8.779.167) (9.043.676) (9.316.177)
Pajak Final (515.781) (471.791) (415.306) (357.114) (297.163)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
1.537.739 1.234.931 1.468.947 1.262.524 1.049.864
(UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Capital Expenditures, CAPEX - - - - -
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI - - - - -
(UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Modal Sendiri - I - - - - -
Modal Sendiri - MK - - - - -
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI - - - - -
(UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS 1.537.739 1.234.931 1.468.947 1.262.524 1.049.864
KAS AWAL TAHUN 0 1.537.739 2.772.671 4.241.618 5.504.142
KAS AKHIR TAHUN 1.537.739 2.772.671 4.241.618 5.504.142 6.554.006
Sumber: Proyeksi Keuangan
Arus kas atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan terus
meningkat. Kas dan setara kas pada awal periode tahun 2025 adalah Rp1,54 miliar
yang kemudian pada akhir periode proyeksi tahun 2029 menjadi sebesar Rp6,55
miliar.
7.10 Analisis Titik Impas
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
Total Biaya Tetap
BEP =
(1- (Total Biaya Variabel))
Penjualan
58
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
adalah sebagai berikut:
Tabel 29 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)
Tahun Penjualan Variable Cost Fixed Cost BEP
2025 5.333.460 100.000 2.889.000 2.944.202
2026 10.666.920 - 8.522.415 8.522.415
2027 10.666.920 - 8.779.167 8.779.167
2028 10.666.920 - 9.043.676 9.043.676
2029 10.666.920 - 9.316.177 9.316.177
BEP Rata-rata 7.721.128
BEP Rata-rata (%) 77,90%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Dari hasil perhitungan BEP, apabila Perseroan ingin mencatatkan keuntungan, maka
Perseroan harus mencatatkan penjualan di tahun 2025 sebesar Rp5,33 miliar, tahun
2026 sebesar Rp10,67 miliar, tahun 2027 sebesar Rp10,67 miliar, tahun 2028
sebesar Rp10,67 miliar, dan tahun 2029 sebesar Rp10,67 miliar. Sehingga rata-rata
BEP Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru selama periode proyeksi
adalah sebesar Rp7,72 miliar.
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas
Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.
Tabel 30 Analisis Likuiditas
Working Capital to
Tahun Current Ratio Quick Ratio
Total Assets Ratio
2025 1716,72% 1716,72% 13,12%
2026 4511,04% 4511,04% 22,47%
2027 6655,06% 6655,06% 29,17%
2028 8734,02% 8734,02% 34,08%
2029 10738,66% 10738,66% 37,67%
Average 6471,10% 6471,10% 27,30%
Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari rasio likuiditas setelah
adanya penambahan kegiatan usaha.
59
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.
Tabel 31 Analisis Solvabilitas
Tahun Debt to Equity Ratio Debt to Assets Ratio
2025 0,82% 0,81%
2026 0,51% 0,51%
2027 0,45% 0,45%
2028 0,40% 0,39%
2029 0,36% 0,35%
Average 0,51% 0,50%
Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya penurunan dari rasio solvabilitas, hal ini
dikarenakan adanya penyelesaian kewajiban setelah adanya penambahan kegiatan
usaha.
Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini.
Tabel 32 Analisis Profitabilitas
Tahun Operating Profit Margin Net Profit Margin
2025 43,96% 34,29%
2026 20,10% 15,68%
2027 17,70% 13,80%
2028 15,22% 11,87%
2029 12,66% 9,88%
Average 21,93% 17,10%
Dari tabel di atas diketahui bahwa dari penambahan kegiatan usaha baru
memberikan dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana
selama tahun-tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit
margin masing-masing sebesar 21,93% dan 17,10%.
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi
Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan
60
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.
Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan.
Tabel 33 Return on Investment
Laba Bersih Total Investasi
Tahun ROI
(Rp.000) (Rp.000)
2025 1.828.679 13.941.789 13,12%
2026 1.672.714 15.580.771 10,74%
2027 1.472.447 17.049.718 8,64%
2028 1.266.130 18.312.242 6,91%
2029 1.053.579 19.362.106 5,44%
Average 8,97%
Rasio ROI Perseroan pada tahun 2025—2029 diproyeksikan akan meningkat setiap
tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan.
Perseroan diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 8,97%.
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto
Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
dihitung dengan rumus sebagai berikut:
WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)
Keterangan:
WACC = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
modal)
Kd Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
Ke = The required rate of return (biaya ekuitas)
T = Tax rate (tarif pajak)
% Debt = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
struktur kapital)
% Equity = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
struktur kapital)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
akan digunakan dalam Penilaian.
61
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Cost of Debt (tingkat biaya hutang)
Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
• Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
yang akan digunakan yaitu sebesar 9,05%.
• Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).
Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
Kd = i x ((1-T)
Kd = 9,05% x (1-22,00%) = 7,06%
Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
(Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
Ke = Rf + (Rp x β) + Rs
Keterangan:
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
β = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar
Rs = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan
Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
(most active government bond).
62
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan rata-rata yield
adalah sebesar 7,09%. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
bebas risiko (Rf).
Tabel 34 Surat Utang Negara
Bond Maturity Yield
FR0103 15-Jul-35 7,0232%
FR0098 15-Jun-38 7,0888%
FR0097 15-Jun-43 7,0999%
FR0102 15-Jul-54 7,1080%
FR0105 15-Jul-64 7,1225%
Rata-rata 7,0885%
Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI,
12 Desember 2024
Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.
Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging.
Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
suatu perusahaan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2025,
diprediksi market risk premium adalah sebesar 6,87%.
Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Oilfield Svcs/Equip per Januari 2025
yaitu rata-rata sebesar 0,87.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:
63
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Tabel 35 Biaya Modal untuk Ekuitas
Keterangan Biaya Modal untuk Ekuitas
Biaya Modal untuk Ekuitas
a. Risk Free Rate ( Rf ) 7,09%
b. Risk Premium Ekuitas ( Rm ) 6,87%
c. β (Beta) 0,87
c. Specific Risk 0,00%
Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM 13,07%
Credit Default Spread 1,89%
Biaya Modal untuk Ekuitas 11,19%
Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
spread sebesar 1,89%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
penilaian Perseroan menjadi 11,19%.
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
sebesar 9,84% seperti pada tabel berikut.
Tabel 36 Weighted Average Cost of Capital
Jenis Modal Biaya Modal Bobot Tertimbang
Cost of Debt ( Kd = i x (1-T)) 7,06% 32,59% 2,30%
Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta 13,56% 67,41% 7,54%
Weighted Average Cost of Capital (WACC) 9,84%
7.14 Analisis Kelayakan Proyek
a. Net Present Value (NPV)
NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
menghasilkan NPV positif maka proyek ini layak dikerjakan apabila
menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.
𝑇
𝐶𝐹𝑡
𝑁𝑃𝑉 = ∑ − 𝐶𝐹0
(1 + 𝑟)𝑡
𝑡−1
64
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
NPV : Net Present Value
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Berikut adalah perhitungan NPV dari Rencana penambahan kegiatan usaha:
Tabel 37 Perhitungan NPV (Rp.000)
Keterangan FCFF PV FCFF
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
2025 1.537.739 1.399.963
2026 1.234.931 1.023.553
2027 1.468.947 1.108.428
2028 1.262.524 867.311
2029 1.049.864 656.602
Terminal Value 15.806.055 9.885.362
NPV 14.941.220
Discount Factor = 9,84%
b. Profitability Index (PI)
PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
(satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
𝑃𝐼 =
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )
PI : Profitability Index
CFI : nilai kini seluruh arus kas masuk
CFo : nilai kini seluruh arus kas keluar
Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana penambahan kegiatan usaha:
65
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Tabel 38 Perhitungan PI
PV FCFF
Keterangan
(Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
Arus kas masuk 17.181.542
Arus kas keluar (2.240.323)
PI 7,66923
Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut.
Tabel 39 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan TOTAL
0,50 1,50 2,50 3,50 4,50
EBITDA 9.350.704 2.344.460 2.144.505 1.887.753 1.623.244 1.350.743
CASH OUT FLOW
- Tax (2.057.155) (515.781) (471.791) (415.306) (357.114) (297.163)
+/- Working Capital (739.543) (290.939) (437.783) (3.500) (3.606) (3.715)
TOTAL (2.796.698) (806.721) (909.574) (418.806) (360.720) (300.878)
NET CASH FLOW 6.554.006 1.537.739 1.234.931 1.468.947 1.262.524 1.049.864
Terminal value (3,00%) 15.806.055
Discount factor (9,84%) 0,91040 0,82883 0,75457 0,68697 0,62542
DISCOUNTED CASH FLOW 14.941.220 1.399.963 1.023.553 1.108.428 867.311 10.541.964
PROCEED 1.537.739 2.772.671 4.241.618 5.504.142 6.554.006
PRESENT VALUE KAS MASUK 17.181.542 2.134.404 1.777.439 1.424.448 1.115.113 10.730.138
PRESENT VALUE KAS KELUAR (2.240.323) (734.441) (753.886) (316.020) (247.802) (188.174)
NET PRESENT VALUE, NPV 14.941.220
PROFITABILITY INDEX, PI 7,66923
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp14.941.220.000,-. Dengan demikian,
hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
dikerjakan karena memberikan keuntungan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 7,66923. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
66
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
7.15 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:
− Volume pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%,
5,00%, 7,50%, dan 10,00%.
− Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
sebesar Rp14,94 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
Rp4,39 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana struktur
biaya naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp5,88
miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount rate, dimana
discount rate naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
Rp13,20 miliar.
Tabel 40 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
KONDISI PERUBAHAN KONDISI
Keterangan
NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
1. PENDAPATAN TURUN
Net Present Value (NPV) 14.941.220 12.303.223 9.665.226 7.027.228 4.389.231
Return On Investment (ROI) 7,93% 6,96% 5,92% 4,80% 3,60%
Profitability Index (PI) 7,66923 7,07219 6,33403 5,39799 4,17218
BEP
a. Rp.000 7.721.128 7.721.416 7.721.721 7.722.041 7.722.381
b. % terhadap pendapatan 77,90% 79,91% 82,02% 84,24% 86,59%
2. STRUKTUR BIAYA NAIK
Net Present Value (NPV) 14.941.220 12.675.938 10.410.657 8.145.375 5.880.094
Return On Investment (ROI) 7,93% 7,11% 6,25% 5,33% 4,36%
Profitability Index (PI) 7,66923 7,08293 6,40143 5,59951 4,64216
BEP
a. Rp.000 7.721.128 7.914.444 8.107.775 8.301.121 8.494.481
b. % terhadap pendapatan 77,90% 79,86% 81,81% 83,76% 85,72%
3. DISCOUNT RATE NAIK
Net Present Value (NPV) 14.941.220 14.461.757 14.014.103 13.595.165 13.202.238
Return On Investment (ROI) 7,93% 7,93% 7,93% 7,93% 7,93%
Profitability Index (PI) 7,66923 7,48829 7,31955 7,16182 7,01405
BEP
a. Rp.000 7.721.128 7.721.128 7.721.128 7.721.128 7.721.128
b. % terhadap pendapatan 77,90% 77,90% 77,90% 77,90% 77,90%
67
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
terlihat seperti pada grafik di bawah ini.
Gambar 15 Analisis Sensitivitas
16.000.000
14.000.000
12.000.000
NPV (Rp.000)
10.000.000
8.000.000
6.000.000
4.000.000
2.000.000
0
NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
PENDAPATAN TURUN STRUKTUR BIAYA NAIK DISCOUNT RATE NAIK
Sumber: Proyeksi Keuangan
Dari analisis sensitivitas di atas, menurunnya volume pendapatan merupakan faktor
yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
68
Page 82
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
8 KESIMPULAN
8.1 Kajian Kelayakan Pasar
Dari Kajian Kelayakan Pasar, industri transportasi kapal laut di Indonesia
menunjukkan prospek kesinambungan yang kuat, ditandai dengan peningkatan
aktivitas pelabuhan secara umum pada tahun 2023. Meskipun volume bongkar
barang dalam negeri mengalami sedikit penurunan sebesar 0,47%, volume muat
barang meningkat 3,27%, mencerminkan peran penting sektor ini dalam distribusi
logistik nasional. Untuk pelayaran luar negeri, pertumbuhan lebih signifikan terlihat
dengan peningkatan bongkar dan muat masing-masing sebesar 17,94% dan
10,00%. Kunjungan kapal juga meningkat 10,07% secara nasional, menandakan
tingginya mobilitas angkutan laut. Keberadaan 25 pelabuhan strategis yang
menopang mayoritas aktivitas pelayaran, khususnya pelabuhan utama seperti
Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, dan Belawan, semakin memperkuat
struktur jaringan transportasi laut Indonesia. Tren peningkatan volume muat barang
di sejumlah pelabuhan strategis dan pertumbuhan pelayaran luar negeri menjadi
indikator positif bahwa pengelolaan kapal sebagai unit bisnis memiliki potensi
berkelanjutan dan strategis dalam mendukung konektivitas serta pertumbuhan
ekonomi nasional. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan jasa pengangkutan laut
terus tumbuh, sehingga membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk
mengembangkan layanan pengelolaan kapal dalam merespon lonjakan kebutuhan
terhadap layanan pengelolaan kapal secara menyeluruh, mulai dari manajemen
operasional, pemeliharaan, penyediaan awak kapal, hingga pengelolaan rute dan
efisiensi bahan bakar. Pasar ini tidak hanya mencakup kapal niaga dan kargo, tetapi
juga kapal tanker, kapal curah, hingga kapal pendukung industri energi. Dalam
konteks ini, Perseroan memiliki posisi yang strategis untuk menangkap peluang
tersebut.
Dengan pengalaman dan infrastruktur yang dimiliki Perseroan di bidang
pengangkutan energi dan logistik laut, dapat memperluas lini bisnisnya melalui
layanan ship management yang profesional dan terintegrasi. Selain itu, dengan
kemampuan Perseroan dalam mengelola kapal tanker dan koneksi dengan industri
energi, Perseroan berpotensi menjadi pemain utama dalam pasar pengelolaan
kapal, khususnya untuk segmen kapal yang melayani kebutuhan industri energi,
bahan kimia, dan logistik industri berat lainnya. Dengan demikian, Perseroan tidak
hanya memperkuat posisinya di sektor pengelolaan kapal, tetapi juga berkontribusi
pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di industri maritim Indonesia.
Sasaran Perseroan dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini melalui anak
usahanya yaitu EMI adalah mengelola kapal-kapal yang dimiliki oleh grup. Pada
tahun-tahun operasional berikutnya, setelah memiliki pengalaman dan portofolio
dalam mengelola kapal, melalui anak usahanya, Perseroan akan menawarkan jasa
69
Page 83
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
pengelolaan kapal kepada pihak ketiga. Strategi pemasaran yang dapat dilakukan
dalam pengelolaan kapal milik grup Perseroan meliputi pendekatan business to
business dengan menawarkan layanan manajemen kapal terintegrasi dengan anak
usaha dan afiliasi dalam grup, sehingga menciptakan efisiensi operasional dan
standarisasi kualitas.
Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
dan strategi perusahaan dalam industri dan sektor serupa di pasar modal dan
industri. Saat ini, beberapa pesaing yang memiliki bidang usaha yang sama dengan
Perseroan dalam industri pengelolaan kapal adalah sebagai berikut.
1. PT Wintermar Offshore Marine Tbk;
2. PT Buana Lintas Lautan Tbk;
3. PT Sillo Maritime Perdana Tbk;
4. PT Jasa Armada Indonesia Tbk;
5. PT Samudera Indonesia Ship Management; dan
6. PT Synergy Marine Indonesia.
Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.
8.2 Kajian Kelayakan Teknis
Dari Kajian Kelayakan Teknis, dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini,
Perseroan akan menjalankan lini usaha aktivitas pengelolaan kapal dengan standar
pemeliharaan internasional, melalui anak usahanya yaitu EMI. Berdasarkan
wawancara Penilai dengan Manajemen Perseroan, rencana kapasitas dan
kemampuan operasional EMI dalam mengelola kapal adalah paling banyak delapan
(8) kapal per tahunnya pada tahap awal proyeksi, kemudian akan ditingkatkan
sesuai dengan permintaan pasar. Secara teknis, setelah Perseroan melalui EMI
ditunjuk oleh ship owner company, kegiatan operasional dalam aktivitas
pengelolaan kapal dapat terdiri dari: 1) penjadwalan perawatan kapal dan mesin; 2)
manajemen spare part kapal; 3) pengadaan logistik operasional; 4) penunjukan
agen kapal (ship agency); serta 5) rekrutmen dan manajemen kru kapal. Perseroan
telah memiliki tenaga ahli profesional dalam bidang perkapalan yang berkaitan
dengan rencana penambahan kegiatan usaha ini. Menurut informasi dari
manajemen, tenaga ahli profesional yang dimiliki Perseroan terdiri dari chief
engineer onboard ship serta marine QS-SHE expert. Selain itu, Perseroan
berkomitmen untuk terus meningkatkan keterampilan para karyawan dengan
berbagai program pelatihan yang disusun berdasarkan posisi dan tugas yang
dilakukan. Hal ini untuk memastikan karyawan dilengkapi dengan kemampuan yang
baik dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta memaksimalkan potensi,
kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dari masing-masing karyawan.
70
Page 84
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis
Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, pengalaman Perseroan sebagai perusahaan yang
menyediakan jasa pelayaran dan maritim serta distribusi energi dan infrastruktur di
Indonesia Perseroan dinilai memiliki keunggulan dalam menjalankan manajemen
dan sistem operasional yang kompeten untuk melakukan ekspansi usaha.
Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan di antaranya adalah sebagai berikut:
1) Perseroan telah berdiri sejak lama sebagai salah satu pelaku usaha pelayaran dan
jasa maritim terintegrasi yang berpengalaman dalam menjalin kerja sama strategis
jangka panjang dengan berbagai perusahaan energi besar dan nasional serta
internasional; 2) Kinerja keuangan Perseroan menunjukkan tren pertumbuhan yang
positif, sehingga menunjukkan adanya struktur keuangan yang sehat dan efisiensi
biaya operasional yang baik dan dapat membiayai ekspansi usaha secara organik
maupun melalui kerja sama strategis; 3) Perseroan memiliki armada kapal milik
sendiri yang dikelola secara profesional melalui anak usaha. Kepemilikan ini
memungkinkan pengendalian penuh atas kualitas layanan dan efisiensi operasional,
serta memberikan fleksibilitas dalam melayani berbagai rute dan klien; dan 4)
Perseroan mulai memperkuat lini bisnis jasa manajemen kapal dan logistik energi,
serta mulai memanfaatkan teknologi digital dalam optimalisasi monitoring armada
dan efisiensi operasional.
Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga
membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya
mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah 1) Meningkatkan
kualitas dan diversifikasi layanan; 2) Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan
intelektual; 3) Melakukan inovasi layanan secara berkelanjutan; 4) Memperkuat
loyalitas klien terhadap layanan Perseroan; dan 5) Meningkatkan kompetensi
sumber daya manusia dalam manajemen dan operasional Perseroan.
Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen
Dari kelayakan model manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2024,
Perseroan memiliki 48 orang karyawan, sedangkan EMI belum memiliki karyawan
karena belum menjalankan kegiatan operasi komersialnya. Perseroan akan
mengalokasikan sebagian karyawannya untuk dimutasi sebagai karyawan EMI, juga
akan melakukan rekrutmen karyawan untuk mengisi posisi pada divisi teknis
marine, safety/QHSE, finance (yang terdiri dari procurement, keuangan, dan
71
Page 85
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
accounting), legal, dan human capital (yang termasuk karyawan darat dan karyawan
laut).
Sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki Hak Atas
Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan kegiatan
usaha baru.
Risiko utama yang mungkin dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut.
1. Risiko persaingan usaha;
2. Risiko operasional;
3. Risiko ketergantungan pada klien dari grup;
4. Risiko perubahan regulasi dan kepatuhan;
5. Risiko keselamatan dan tanggung jawab hukum; dan
6. Risiko keuangan dan fluktuasi ekonomi.
Perseroan telah memiliki pengalaman dan keberhasilan yang baik dalam industri
pelayaran dan maritim Indonesia untuk mengelola usaha dalam skala ekonomi yang
besar, sehingga Perseroan juga memiliki kapasitas dan kemampuan yang baik untuk
menambah aktivitas lini bisnisnya. Dengan rekam jejak panjang di industri maritim,
telah terbukti mampu mengelola berbagai jenis armada dan layanan yang kompleks
secara profesional. Skala usaha yang besar juga memberikan keunggulan dalam
efisiensi biaya, daya tawar terhadap pemasok, serta optimalisasi sumber daya
manusia dan logistik.
Selanjutnya, restrukturisasi grup yang dilakukan melalui pengambilalihan anak
usaha, yang akan menjalankan aktivitas pengelolaan kapal yaitu EMI, semakin
memperkuat efisiensi operasional dan integrasi layanan dalam satu lini bisnis yang
lebih terfokus. Langkah strategis ini memungkinkan Perseroan memberikan layanan
pengelolaan kapal secara menyeluruh mulai dari operasional teknis, perawatan
mesin, penyediaan logistik, hingga manajemen kru secara lebih kompetitif dan
berdaya saing tinggi di pasar.
Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan
Dari Kajian Kelayakan Keuangan, Perseroan tidak memerlukan biaya pendirian
maupun biaya investasi (capex), sehingga Perseroan akan melakukan pendanaan
yang bersumber dari kas yang tersedia. Perseroan diproyeksikan mencatatkan
tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp1,83 miliar
pada tahun 2025, Rp1,67 miliar pada tahun 2026, Rp1,47 miliar pada tahun 2027,
Rp1,27 miliar pada tahun 2028, dan sebesar Rp1,05 miliar pada tahun 2029.
72
Page 86
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk
Analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha ini
memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp14.941.220.000,-. Dengan demikian,
hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
dikerjakan karena memberikan keuntungan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 7,66923. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari kegiatan usaha yang dilakukan.
Kemudian, dari analisis sensitivitas, menurunnya volume pendapatan merupakan
faktor yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
Dengan analisis keuangan tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan
Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 52225 yaitu
Aktivitas Pengelolaan Kapal adalah layak.
73
Names mentioned 54 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×2
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.3
unresolved
org
ENDANG & REKAN
p.6 ×2
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.6
unresolved
org
KJPP Syarif Rekan
p.6
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.6 ×2
unresolved
person
Endang Sunardi
p.8
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.8
unresolved
person
Toyib Efendi
p.8
unresolved
person
Rachellina Noor Al Maghfira
p.8
unresolved
org
PT Energi Maritim Internasional
p.9 ×6
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.14 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan No. AL.
p.15 ×2
unresolved
org
PT HT Kotug Indonesia
p.15 ×2
unresolved
person
Arry Supratno
· Notaris
p.15 ×17
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.15 ×5
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.16 ×2
unresolved
person
Alfian Hardiansyah Nugroho
p.16 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Effendy & Rekan
p.16 ×3
unresolved
person
Taufik Agustono
p.16
unresolved
org
KJPP
p.18
unresolved
person
Christina Dwi Utami
p.19
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.19
unresolved
person
Dr. Putra Hutomo
p.19 ×4
unresolved
org
Koperasi Karyawan Bhakti Samudera
p.20
unresolved
—
Setara dengan US$
p.20
unresolved
org
PT Humpuss Transportasi Curah
p.31 ×2
unresolved
org
PT OTS Internasional
p.31
unresolved
org
PT PCS Internasional
p.31
unresolved
org
PT Samudera Indonesia Ship Management
p.35 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.37
unresolved
org
Bank Indonesia
p.39 ×17
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia
p.41
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai
p.42
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Gambar
p.43
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Indeks Harga Konsumen
p.43
unresolved
org
PT PCS Internasional. Armada
p.59
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
p.76
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.76
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.