Skip to content
Back to announcement

20250410_PSAB_Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi_31874577_lamp1.pdf

Other Text extracted PSAB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
                       Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2025/IV/031 tanggal 10 April 2025
        Perihal Laporan Aktivitas Eksplorasi Pertambangan Periode Triwulan I Tahun 2025

Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3.2 Peraturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor
I-E Tanggal 19 Juli 2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi sebagaimana telah
diubah berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tentang
Perubahan Peraturan I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami
sampaikan laporan aktivitas eksplorasi di lingkungan anak-anak perusahaan dari PT J
Resources Asia Pasifik Tbk untuk periode bulan Januari, Februari dan Maret (“Triwulan I”)
tahun 2025:

1. PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM)
   1.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan I tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi masih berlangsung
        pada Blok Bakan di Desa Bakan, Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan, Kabupaten
        Bolaang Mongondow dan Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah,
        Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

   1.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh senior geologist, geologist dan field assistant
        dari JRBM dan dibantu oleh kru lapangan dari karyawan kontraktor lokal dari CV.
        Tri Bersaudara, yang diawasi secara langsung oleh Superintendent Brownfield
        Exploration.

   1.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan I tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi dilakukan di area Bukit
        Berkah, Main Ridge dan Upper Tobayagan, dimana kegiatan yang dilakukan adalah
        melanjutkan kegiatan pengeboran dan pemetaan geologi permukaan dengan
        pengambilan contoh batuan dengan metode puritan dan dengan pengambilan data
        geofisika. Seluruh kegiatan eksplorasi yang dilakukan bertujuan untuk mencari
        area baru dan potensi penambahan sumber daya.

        Seperti yang telah disampaikan dalam laporan eksplorasi sebelumnya, metode
        geologi yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan detail dengan analisa
        geokimia bagi seluruh contoh dari lapangan, serta survey geofisika dengan
        menggunakan metode geolistrik IPDD–Dipole-Dipole juga dilakukan, dimana
        metode tersebut bertujuan untuk pengukuran resistivity dan chargebility untuk
        menafsirkan kondisi geologi di bawah permukaan untuk meningkatkan akurasi
        target pengeboran. Analisa spektral dengan metode SWIR (short wave infra red),
                                                                                   Page 1 of 5
Page 2
    dimana analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui jenis mineral lempung dan
    oksida besi pada batu yang didapat.

1.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
     Pada periode Triwulan I tahun 2025 ini kegiatan pengeboran masih dilanjutkan,
     dimana sebanyak 43 lubang pengeboran telah diselesaikan dan 1 lubang masih
     dalam proses pengeboran, dengan total kedalaman pengeboran adalah 5.654,10
     meter. Pengeboran lubang BBD1820 dilakukan untuk mengkonfirmasi
     kemenerusan mineralisasi di bagian selatan Bukit Berkah dengan bagian utara Busa
     sekaligus pengeboran infill untuk mengkonfirmasi kemenerusan mineralisasi ke
     arah barat pada updip hole MRD1818 dan downdip lubang BSD1809. Dari lubang
     bor BBD1820 terkonfirmasi bahwa masih ditemukannya kemenerusan zona
     mineralisasi di kedalaman yang lebih dalam. Penambahan zona mineralisasi ini
     cukup tebal dengan kadar yang cukup signifikan pada kedalaman yang lebih dalam,
     serta batuan yang masih termasuk kedalam batuan teroksidasi sedang hingga kuat.

    Dari hasil analisis assay, didapatkan 4 zona mineralisasi di lubang BBD1820. Zona
    pertama 26.70m @0.18 g/t AuFA, 0.15 g/t AuCN dari 47.20-73.90m yang
    berkorelasi dengan batuan breksi diatrem yang menerobos tuf andesitik yang
    masuk dalam alterasi kuarsa masif/kuarsa vuggy-argilik lanjutan dan secara umum
    teroksidasi secara utuh serta pirit yang tersebar secara lokal. Pada zona kedua
    10.70m @0.15 g/t AuFA, 0.10 g/t AuCN dari 101.40-112.10m yang didominasi oleh
    litologi tuf andesitik dengan breksi sesar dan breksi diatrem terdapat secara lokal
    serta alterasinya berupa masif kuarsa-argilik lanjutan. Zona ketiga terdiri dari
    breksi diatrem yang berada di zona sesar, sehingga terbentuk breksi sesar dengan
    7.00m @0.42 g/t AuFA, 0.36 g/t AuCN dari 112.10-119.10m yang cukup intens
    rekahan yang diisi oleh jarosit dan alterasinya argilik lanjutan-masif kuarsa. Zona
    keempat didominasi oleh breksi diatrem yang menerobos tuf andesitik dan tuf
    breksi andesitik dengan 47.20m @0.25 g/t AuFA, 0.14 g/t AuCN dari 119.10-
    166.30m, ditemukan juga clay gouge dan teroksidasi secara utuh hingga oksidasi
    lemah, pada zona ini berkembang alterasi masif kuarsa/kuarsa vuggy-argilik
    lanjutan pada breksi diatrem, alterasi argilik lanjutan pada tuf breksi andesitik,
    alterasi masif kuarsa pada tuf andesitik dan alterasi kuarsa vuggy pada breksi
    hidrotermal.

    Selain itu, pengeboran pada lubang MRD1827 dilakukan untuk mendeliniasi
    kemenerusan mineralisasi kearah timur (downdip) lubang BBD1814. Lubang
    MRD1827 ini merupakan lubang bor paling timur. Hasil pada lubang bor tersebut
    menunjukkan tubuh silika yang tebal dan cukup bulky, dengan kadar Au yang cukup
                                                                               Page 2 of 5
Page 3
    signifikan. Dari pengeboran lubang MRD1827 terkonfirmasi ada kemenerusan
    mineralisasi dari lubang BBD1814, yaitu berupa tubuh silika dari kedalaman
    109,50–179,10 meter yang secara umum terdiri dari litologi tuf dasitik dan tuf
    breksi dasitik yang diterobos oleh breksi diatrem dan terbagi menjadi 5 zona
    mineralisasi.

    Pada periode ini dilakukan juga pengeboran pada lubang BBD1844, dimana
    pengeboran tersebut bertujuan untuk mendeliniasi kemungkinan kemenerusan
    mineralisasi yang dapat disambungkan antara Main Ridge dan Bukit Berkah, serta
    mengkonfirmasi kemenerusan tubuh silika di bagian barat hasil dari channel
    sampling. Kemenerusan tubuh silika ini didapatkan mengikuti topografi, namun
    masih perlu dipastikan seberapa tebal zona mineralisasinya, sehingga pengeboran
    selanjutnya yang menargetkan updip dan downdip menjadi perlu dan menarik
    untuk dilakukan. Sedangkan, pengeboran pada lubang MRD1850 bertujuan untuk
    mendeliniasi potensi mineralisasi dari arah selatan antara MRD1825 dan MRD1841
    dan juga untuk memastikan updip ektensi dari MRD1260.

1.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan II tahun 2025 adalah sebagai
     berikut:
      Melakukan pengeboran di area Upper Tobayagan.
      Melanjutkan analisis ASD pada contoh batuan inti maupun contoh batuan hasil
        pemetaan lapangan dan melakukan studi komprehensif untuk membuat zona
        BOCO-BOMO, serta mineralisasi pada breksi di area Main Ridge.
      Kegiatan IP dan survei geofisika resistivity di area Upper Tobayagan untuk
        melihat indikasi kemenerusan dari tubuh silika dari hasil pengeboran terbaru.
      Melanjutkan perluasan bangunan coreshed untuk menambah area
        penyimpanan batuan inti lubang bor tahun 2025 dan program skeletonize
        sebagai prioritas kedua.

1.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari JRBM untuk periode Triwulan I tahun 2025 adalah sebesar
     USD709,253.




                                                                             Page 3 of 5
Page 4
2. PT Arafura Surya Alam (ASA)
   2.1. Area Aktivitas Eksplorasi
        Aktivitas eksplorasi ASA dilakukan di daerah Doup, Desa Kotabunan, Kecamatan
        Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.

   2.2. Pihak yang Melakukan Eksplorasi
        Kegiatan eksplorasi di Doup dilakukan oleh seluruh karyawan ASA dan sejumlah
        karyawan harian lepas dari PT Tribers.

   2.3. Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
        Pada periode Triwulan I tahun 2025 ini, kegiatan eksplorasi yang dilakukan adalah
        pemetaan di area South Bukaka dan Bakan Patende, melanjutkan studi analisa
        sulfur, serta melakukan kegiatan studi korelasi antara mineral sulfur (“S”) dan
        mineral emas (“Au”).

   2.4. Hasil Aktivitas Eksplorasi
        Pada periode Triwulan I tahun 2025, tim geologi melakukan pemetaan geologi
        detail sepanjang 1,75 km dari arah hulu hingga hili dari Sungai Togolu yang terletak
        di area South Bukaka dan dari hasil pemetaan tersebut tim geologi belum
        menemukan bukti yang mengindikasikan adanya anomali batuan yang
        mengandung Au yang signifikan di area tersebut. Selain itu, tim geologi juga
        melakukan pemetaan di area Bakan Patende, dimana pada area ini ditemukan
        batuan eksotik mock out yang mengandung Au yang cukup signifikan dan material
        batuan mock out tersebut telah memberikan hasil uji labolatorium sebesar 1,82g/t
        Au. Dari hasil pengamatan di area Bakan Patende, teramati adanya sekuen dari
        endapan batuan SST-SSH dan endapan channel batu pasir konglomeratan dengan
        bidang pengendapan yang terukur sebesar N3450E/500. Mineralisasi yang
        terdapat di dalam batu pasir konglomeratan tersebut berupa fragmen dacite,
        andesite, batu pasir dengan matriks berupa material karbonan kerukuran pasiran,
        dengan alterasi lempungan kuat hingga sedang, mineralisasi terdiri dari dariy
        pyrite 1% dan oksidasi 1-3% terutama di dalam matriks.

       Selain itu kegiatan studi terkait dengan kandungan sulfur (S) terutama dari pulp
       sample pengeboran juga masih dilanjutkan pada periode ini. Seperti yang telah
       disampaikan pada laporan sebelumnya bahwa terdapat 2 fokus dalam pencarian
       sampel untuk pemodelan sulfur di area Doup, yang pertama adalah untuk
       menyempurnakan typical section PND-07 dan BTG-07 dan kedua untuk mengisi
       data-data lama yang dahulu tidak dilakukan analisis sulfur guna pembuatan blok
       model sulfur. Sampai dengan periode Triwulan I ini, total sebanyak 1.113 sampel
                                                                                    Page 4 of 5
Page 5
    telah terkirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian ICP-Sulfur, yaitu
    sebanyak 734 sampel dari area Benteng dan sebanyak 379 sampel dari area
    Panang.

    Pada periode ini dilakukan juga studi korelasi antara mineral sulfur dan mineral
    emas, dimana sulfur berdasarkan analisa ICP memiliki korelasi kuat dengan kadar
    emas, jika kadar emas diklasifikasikan berdasarkan jangkauan (range) dan
    berdasarkan rerata berbobot (weight average) untuk Au dan S pada jangkauan
    tersebut, Au dan S memiliki korelasi linear yang kuat.

2.5. Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan II tahun 2025 adalah sebagai
     berikut:
      Melakukan pengeboran konfirmasi di area Panang dan Benteng.
      Melanjutkan kegiatan pemetaan di area Bakan Patende.
      Melanjutkan studi korelasi antara mineral sulfur dan mineral emas.

2.6. Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari ASA untuk periode Triwulan I tahun 2025 adalah sebesar
     USD87,454.




                                                                            Page 5 of 5

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.84 MB
Published10 Apr 2025
Pages5
Characters11,384
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org J Resources Asia Pasifik Tbk p.1 ×2
linked org PT Arafura Surya Alam p.4
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved org PT J Resources Bolaang Mongondow p.1
unresolved org PT Tribers. p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result