Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK TAHUNAN
TAHUN BUKU 2025
PT HOTEL FITRA INTERNATIONAL TBK
I. UMUM
A. Waktu Penyelengaraan Paparan Publik diselenggarakan pada:
1. Hari/tanggal : Jumat, 26 Juni 2026
2. Pukul : 13.30-14.30 WIB
3. Tempat : online meeting melalui aplikasi zoom.
4. Agenda : Paparan Kinerja Perseroan tahun buku 2025 dan target ke depannya
B. Pelaksanaan Public Expose
1. Acara dibuka oleh MC, yang kemudian memperkenalkan Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan yang hadir;
2. Pemaparan Kinerja Perseroan;
3. Setelah penyampaian presentasi Public Expose Perseroan, acara dilanjutkan
dengan sesi tanya jawab.
C. Peserta dan Daftar Hadir Paparan Publik Perseroan dihadiri oleh 8 peserta (selain tim
manajemen Perseroan) yang hadir secara fisik. Peserta terdiri dari masyarakat umum
dan media massa.
II. TANYA JAWAB
Ringkasan tanya jawab adalah sebagai berikut:
A. Pertanyaan dari Abraham Sihombing (industry.co.id):
1. Setelah melakukan diversifikasi ke sektor tambang nikel, bagaimana proyeksi
pertumbuhan bisnis dan kontribusinya terhadap pendapatan perusahaan
dalam beberapa tahun ke depan?
2. Apakah sektor pertambangan akan menjadi lini bisnis utama perseroan ke
depan? Bagaimana arah dan keberlanjutan bisnis perhotelan yang selama ini
dijalankan perusahaan?
3. Sejauh mana strategi perseroan dalam membangun rantai bisnis terintegrasi
dari hulu hingga hilir di sektor pertambangan nikel?
Jawab:
1. Pasca akuisisi 50% PT Venturi Tambang Perkasa (VTP), pendapatan konsolidasi
Perseroan diproyeksikan tumbuh dari Rp92,2 miliar pada 2026 menjadi
Rp130,4 miliar pada 2030, dengan CAGR sekitar 9,1% per tahun. Sektor jasa
pertambangan nikel akan menjadi kontributor utama, menggantikan peran
bisnis perhotelan yang selama ini pendapatannya sangat terbatas.
2. Ya, jasa pertambangan nikel melalui VTP akan menjadi lini bisnis utama dan
inti dari model bisnis baru Perseroan ke depan. Sebagai bagian dari
transformasi ini, Perseroan telah melakukan divestasi 99,99% saham PT Bumi
Majalengka Permai (BMP) dan 99,96% saham PT Fitra Amanah Wisata (FAW) —
dua entitas yang menjalankan bisnis perhotelan dan wisata religi. Dengan
demikian, Perseroan akan beralih penuh menjadi investment holding company
berbasis jasa pertambangan, dan tidak lagi menjalankan bisnis perhotelan.
Page 2
3. Perseroan menargetkan membangun ekosistem terpadu dari sumber daya, jasa,
hingga perdagangan tambang secara bertahap dalam jangka panjang (lebih
dari 5 tahun). Saat ini VTP berperan di segmen jasa pertambangan (midstream
operasional, kontraktor alat berat), dengan rencana eksplorasi ke
perdagangan komoditas nikel dan turunannya, serta kemungkinan akuisisi aset
sumber daya mineral (IUP) di masa depan sebagai langkah menuju kepemilikan
upstream. Saat ini belum ada target IUP spesifik yang sedang dinegosiasikan.
B. Pertanyaan dari Daiz La Ode (stockwatch.id):
1. Apakah pertambangan akan menjadi lini bisnis utama perseroan? Bagaimana
dengan bisnis hotel?
2. Berapa total capex yang disiapkan Perseroan pada tahun ini? Sektor atau
proyek apa saja yang menjadi prioritas investasi dan bagaimana skema
pendanaannya?
3. Manajemen optimistis dapat membalikkan kinerja keuangan dari posisi rugi
menjadi laba melalui bisnis tambang. Faktor apa yang menjadi dasar keyakinan
tersebut dan kapan target profitabilitas diperkirakan tercapai?
Jawab:
1. Ya, saat ini rencana bisnis yang akan dijalankan oleh anak perusahaan adalah
jasa pertambangan terlebih dahulu. Hotel akan dijual kepada PT Pratama
Global Servindo (PGS).
2. Pada tahun 2026, prioritas utama belanja modal adalah penambahan 10 unit
dump truck untuk VTP dengan nilai sekitar Rp13 miliar, sebagai bagian dari
Tahap 1 strategi integrasi dan penguatan pondasi operasional. Skema
pendanaan mengandalkan kas hasil divestasi BMP & FAW (Rp67,9 miliar) yang
juga digunakan untuk mendanai akuisisi 50% VTP, sehingga capex tahun ini
tidak memerlukan pendanaan eksternal tambahan.
3. Keyakinan ini didasarkan pada kinerja VTP yang telah terbukti menghasilkan
laba sejak 2023, dengan kontrak jangka menengah-panjang yang terjamin
bersama klien utama PT PENTA, serta hasil Laporan Studi Kelayakan
independen oleh KJPP yang menyatakan rencana transaksi ini layak secara
finansial (IRR 40,05%, NPV Rp234,4 miliar). Target pembalikan dari rugi
menjadi laba diproyeksikan tercapai mulai tahun 2026, tahun pertama pasca
rencana transaksi diselesaikan.
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Venturi Tambang Perkasa
p.1
unresolved
org
PT Bumi Majalengka Permai
p.1
unresolved
org
PT Fitra Amanah Wisata
p.1
unresolved
org
PT Pratama Global Servindo
p.2
unresolved
org
PT PENTA
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.