Back to announcement
Checklist_Pengungkapan_Laporan_Keuangan_Dec_2024.pdf
Financial statement Text extracted MBSSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 92
Page 1
Page 1 of 92
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan
Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).
2. Tanda (√) diisi pada kolom ‘Ada’ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom ‘Keterangan’
ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda √) diisi pada kolom ‘Tidak Ada’ dengan menambahkan keterangan
alasannya pada kolom keterangan.
4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (√) diisi pada kolom ‘N/A’.
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk
Bidang Usaha Jasa pelayaran angkutan barang-barang curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
Jenis penawaran Umum Efek Perusahaan
Tahun Tahun
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Nama Kantor Akuntan Publik Gani Sigiro & Gani Sigiro &
Handayani Handayani
Nama Partner Tagor Sidik Sigiro Tagor Sidik Sigiro
Opini Akuntan Wajar tanpa Wajar tanpa
pengecualian pengecualian
Catatan tentang Opini (jika ada) - -
* disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan.
Page 2
Page 2 of 92
Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung Jawab √
Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi Akuntan √
Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”
Data Keuangan Penting (dalam IDR)
Tahun Tahun
Periode laporan keuangan 31 Desember 2024 31 Desember 2023
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 830.544.188.125 964.020.091.013
Laba kotor 274.515.340.884 293.634.308.703
(Rugi) laba usaha/operasional 201.002.859.246 214.749.772.099
EBITDA 352.639.177.212 411.185.638.762
Laba (rugi) Bersih periode berjalan 295.644.140.189 375.906.314.944
Laba (rugi) komprehensif 297.292.491.879 319.061.385.216
(Laba) rugi Per saham (dasar) 168,81 214,56
Laba Per saham (dilusian) - -
Laporan Posisi keuangan
Jumlah Aset 3.994.058.624.702 3.808.801.999.176
Jumlah Aset Lancar 2.383.325.964.342 2.497.525.980.456
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.610.732.660.360 1.311.276.018.720
Jumlah Liabilitas 446.845.415.736 558.881.282.089
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 191.529.578.487 192.370.121.489
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 255.315.837.249 366.511.160.600
Jumlah Ekuitas 3.547.213.208.966 3.249.920.717.087
Modal Disetor 175.002.663.900 175.002.663.900
Saldo Laba 1.634.354.032.088 1.338.931.287.363
Page 3
Page 3 of 92
Rasio Keuangan*
Rasio Lancar (%) 1.244% 1.298%
ROA 0,07 0,10
ROE 0,08 0,12
Ebitda thd pendapatan (%) 42% 43%
*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan
pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industri apabila pengungkapan
tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.17 tentang
Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode √ Halaman 1-2
2 Laporan laba rugi komprehensif selama periode √ Halaman 3
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode √ Halaman 4
4 Laporan arus kas selama periode √ Halaman 5
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan saat √ Halaman 43-47
Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau
membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan
mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan √ Halaman 6 - 85
Ketentuan Umum
1. Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan keuangan dengan urutan sebagai √ Laporan keuangan perusahaan telah
berikut: sesuai dengan ketentuan tersebut.
a. gambaran umum Perusahaan;
Page 4
Page 4 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan
yang diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan,
laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas,
sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing-masing pos; dan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian
manapun dalam laporan keuangan; dan
2) informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan,
tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.
2. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk menjelaskan
adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata “sebagian”.
Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing pos mengenai
3.
Aset yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan.
Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai aset yang
4. diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan
wajib diungkapkan alasannya.
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan
1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:
a. Pendirian perusahaan
1) Riwayat ringkas perusahaan; √ Catatan 1.a.
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari instansi √ Catatan 1.a.
yang berwenang, dan nomor serta tanggal Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan pada √ Catatan 1.a.
periode pelaporan;
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha; √ Catatan 1.a.
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal perusahaan √ Catatan 1.a.
melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan pada periode laporan
yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau
perampingan usaha dan kapasitas produksinya; dan
Page 5
Page 5 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate √ Catatan 1.c.&31
parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan alasannya.
7) Khusus Industri Media √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki. pelayaran angkutan barang-barang
curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
8) Khusus Industri Jalan Tol √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari penyelenggaraan pelayaran angkutan barang-barang
jalan tol tersebut. curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang. pelayaran angkutan barang-barang
curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
10) Khusus untuk Industri Perbankan √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin untuk pelayaran angkutan barang-barang
menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada). curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan. pelayaran angkutan barang-barang
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi : curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
a) Area Eksplorasi, meliputi:
pelabuhan yang menunjang jasa
Nama lokasi; pelayaran
Nama pemilik izin lokasi;
Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya;
Page 6
Page 6 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin
lokasi;dan
Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas
Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan;
b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi:
Nama lokasi;
Nama pemilik ijin lokasi;
Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya;
Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin lokasi;
Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang melakukan
sertifikasi, dan tanggal sertifikasi;
Jumlah produksi pada tahun berjalan; dan
Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan eksploitasi/pengembangan
oleh Perseroan hingga tanggal laporan posisi keuangan.
12) Khusus Industri Kehutanan √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan; curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat HPH;
pelabuhan yang menunjang jasa
dan
pelayaran
c) sisa umur HPH.
b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran Efek √ Catatan 1.b.
yang diterbitkan di luar Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan; √ Catatan 1.b.
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √ Catatan 1.b.
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan √ N/A
(corporate action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan periode pelaporan
terakhir.
c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus (EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
Page 7
Page 7 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung maupun √ Catatan 1.c.
tidak langsung;
2) Tempat kedudukan; √ Catatan 1.c.
3) Jenis usaha; √ Catatan 1.c.
4) Tahun beroperasi secara komersial; √ Catatan 1.c.
5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda); √ Catatan 1.c.
6) Total Aset; dan √ Catatan 1.c.
7) Informasi penting lainnya antara lain:
a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas anak, apabila entitas induk tidak (a)√ (a)&(b)Seluruh entitas anak yang
memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari 50% dimiliki Perseroan meliputi 50%
(lima puluh perseratus) hak suara yang sah; kepemilikan atau lebih dan
b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung lebih dari 50% seluruhnya dalam pengendalian
(b)√
(lima puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas investee tidak Perusahaan
diikuti dengan pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan (c)Periode pelaporan seluruh
keuangan tersebut digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasian (c)√ entitas anak sama dengan entitas
dan tanggal atau periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas induk, dan induk
alasan menggunakan tanggal atau periode yang berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk (d)√ (d)Tidak terdapat kondisi tersebut
mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau pembayaran pada Perusahaan di periode
kembali pinjaman atau uang muka; berjalan
e) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan
entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya Pengendalian (e)√ (e) Catatan 1.c.
atas ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk; dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk harus (f)√ (f) Tidak terdapat kondisi tersebut
mengungkapkan:
pada Perusahaan di periode
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya Pengendalian,
berjalan
dan porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada
pengakuan sisa investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar pada
tanggal hilangnya Pengendalian;
(2) jumlah persentase kepemilikan yang dilepaskan;
(3) jumlah harga yang diterima;
(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas;
Page 8
Page 8 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana
Pengendalian dilepaskan; dan
(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau
bisnis lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang diikhtisarkan
berdasarkan kategori utamanya.
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota direksi, dewan komisaris, dan komite √ Catatan 1.a.
audit;
2) Cakupan manajemen kunci; dan √ Catatan 1.a. manajemen kunci
Perusahaan meliputi Dewan
Komisaris dan Dewan Direksi
3) Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir periode atau rata-rata jumlah √ Catatan 1.a.
karyawan tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk
Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit; dan √ Catatan 38
2) Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan. √ Catatan 38
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun dan √ Catatan 3.a.
disajikan sesuai dengan SAK.
b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis (historical cost),
biaya perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net realizable value), Nilai √ Catatan 3.b., 3.j.
Wajar (fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku.
2) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk laporan arus √ Catatan 3.b.
kas.
3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:
Page 9
Page 9 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak; (a)√ (a)Catatan 3.e.
b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang fungsional (b)√ (b) Catatan 3.e.
Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan; dan (c)√ (c) Catatan 3.e.
c) alasanperubahan mata uang penyajian (jika ada).
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada). √ Tidak terdapat kondisi tersebut
c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan atau
bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang telah dibuat
manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang √ Catatan 5
paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan;
2) Perusahaanharus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai
masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material √ Catatan 5
terhadap jumlah tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), catatan
atas laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah tercatat pada akhir √ Catatan 5
periode pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan akuntansi lainnya yang diterapkan
dan relevan untuk memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu
meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos-pos entitas
induk dan entitas anak;
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
entitas induk;
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa kehilangan √
Catatan 3.c.
Pengendalian atas entitas anak;
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendalian atas
entitasanak;
Page 10
Page 10 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian kepentingan
nonpengendali; dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang
dikonsolidasi telah dieliminasi.
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain: (a)Catatan 3.d
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode yang (a)√
digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali; 2b-d, Tidak terdapat kondisi
b) pengakuan awal untuk goodwill; (b)√ tersebut yang material pada
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwill; dan (c)√ Perusahaan dalam periode berjalan
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang ada di (d)√
Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon;
(2) akuisisi secara bertahap; dan
(3) imbalan kontinjensi.
3) Kas dan setara kas;
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan dalam menentukan komponen kas dan √ Catatan 3.i
setara kas.
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1)pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori, termasuk perlakuan
atas biaya transaksi;
(2)pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori; (1)-(6) (1)-(6)
(3)ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan; √ Catatan 3.g &3.h
(4)metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar instrumen keuangan;
(5)metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan penurunan nilai dari
aset keuangan;
(6)ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan;
(7)khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, selain
penjelasan sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka (3), √
angka (4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan mengenai;
Page 11
Page 11 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai; (7) Tidak terdapat kondisi tersebut
(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai atas pada Perusahaan dalam periode
instrumen keuangan derivatif; dan berjalan
(c) perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai.
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada Sukuk;
(2) pengakuan awal Sukuk;
√ Tidak terdapat kondisi tersebut
(3) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk;
pada Perusahaan dalam periode
(4) Penyajian pendapatan sukuk; dan berjalan
(5) penyajian amortisasi biaya transaksi.
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Sukuk;
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk; √ Tidak terdapat kondisi tersebut
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk; pada Perusahaan dalam periode
(4) posisi penyajian Sukuk; dan berjalan
(5) akad syariah yang digunakan.
5) Khusus Industri Perbankan
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan mengenai jumlah giro wajib Perusahaan bergerak di bidang jasa
minimum. pelayaran angkutan barang-barang
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain curah terutama batubara,
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia dan transhipment dan pengoperasian
√
Bank Lain. pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.
Page 12
Page 12 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
6) Piutang Reverse Repo Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang Reverse Repo, metode √ pada Perusahaan dalam periode
pencatatan dan pengukurannya. berjalan
7) Khusus Industri Perbankan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus dijelaskan antara lain: √ curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki;
pelabuhan yang menunjang jasa
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitalisasi pelayaran
Pemerintah;dan
c) Dasar penyajian efek-efek dalam laporan keuangan.
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang diberikan; √
(2) Dasar penyajian atas kredit;
(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendalian risiko portofolio Perusahaan bergerak di bidang jasa
kredit; pelayaran angkutan barang-barang
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada); dan curah terutama batubara,
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit. transhipment dan pengoperasian
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi pelabuhan yang menunjang jasa
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas tagihan/kewajiban √ pelayaran
akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar penilaian dan penyajian;
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai realisasi piutang/pembiayaan yang diberikan √
dengan saldo piutang/pembiayaan yang tidak dapat ditagih; dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjualan
agunan.
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Piutang Pembiayaan Konsumen pelayaran angkutan barang-barang
Page 13
Page 13 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain: √ curah terutama batubara,
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen; dan transhipment dan pengoperasian
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan konsumen pelabuhan yang menunjang jasa
dari konsumennya. pelayaran
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse); Tidak terdapat kondisi tersebut
b) Penyajian transaksi anjak piutang; √ pada Perusahaan dalam periode
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah bersih berjalan
piutang dialihkan; dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan kembali ke
klien atau ditanggung oleh perusahaan).
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa; √ Catatan 3.o
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa pembiayaan atau sewa operasi;
dan
c) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak sebagai lessee dan/atau lessor.
12) Persediaan
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan dan √ Catatan 3.j
rumusan biaya yang digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan
HTI Dalam Pengembangan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus dijelaskan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara, √ curah terutama batubara,
pemeliharaan sarana dan pra-sarana. transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi.
Page 14
Page 14 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Khusus Industri Perkebunan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tanaman Perkebunan pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus dijelaskan antara lain: curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai persediaan, tanaman belum
pelabuhan yang menunjang jasa
menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan; √ pelayaran
(2) Dasar penilaian dan pengukuran;
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasilkan ke tanaman
telah menghasilkan;
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan; dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman.
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain: Perusahaan bergerak di bidang jasa
(1) Hewan ternak telah menghasilkan : pelayaran angkutan barang-barang
(a) Metode penilaian; √ curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
(b) Metode amortisasi (deplesi); dan pelabuhan yang menunjang jasa
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada. pelayaran
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian; dan
(b) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi
hewan ternak telah menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap;
c) pengelompokan Aset Tetap;
d) metode penyusutan yang digunakan;
√ Catatan 3.m., 5.b.
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap;
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan;
g) penghentian pengakuan;
h) nilai residu; dan
i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis,
metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode pelaporan.
Page 15
Page 15 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
14) Investasi pada Entitas Asosiasi Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat investasi √ pada Perusahaan dalam periode
pada asosiasi. berjalan
15) Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat bagian √ Tidak terdapat kondisi tersebut
partisipasi dalam Ventura Bersama. pada Perusahaan dalam periode
berjalan
16) Pola Kerjasama
Yang harus dijelaskan antara lain: √ Tidak terdapat kondisi tersebut
a) Kriteria dari bentuk kerjasama; pada Perusahaan dalam periode
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul; dan
berjalan
c) Sistem pembagian hasil, jika ada.
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain :
a) pengakuan awal Aset Takberwujud;
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Takberwujud; √ √ Jumlah aset tak berwujud entitas
c) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat terbatas, (a) – (f) (g) berada di bawah 5% dari total aset
diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya; entitas
d) sumber terjadinya Aset Takberwujud;
e) metode amortisasi yang digunakan;
f) penghentian pengakuan Aset Takberwujud; dan
g) riset dan pengembangan (jika ada).
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain: √ Catatan 3.l
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu aset tidak lancar diklasifikasikan
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual; dan
b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.
19) Properti Investasi :
Yang harus dijelaskan antara lain: Tidak terdapat kondisi tersebut
pada Perusahaan dalam periode
a) pengakuan awal Properti Investasi; √ berjalan
b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi;
Page 16
Page 16 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya;
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya; dan
e) penghentian pengakuan Properti Investasi.
20) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain: Perusahaan bergerak di bidang jasa
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto; √ pelayaran angkutan barang-barang
b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai (impairment) dan penilaian kembali curah terutama batubara,
aset (revaluasi); transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
c) Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan;
pelayaran
d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan; dan
e) Pertanggungan Asuransi.
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya
penurunan nilai; dan √ Catatan 3.n
b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan dan
pembalikannya.
22) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian liabilitas segera. pelayaran angkutan barang-barang
Simpanan Nasabah curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
Yang harus dijelaskan antara lain:
pelabuhan yang menunjang jasa
a) Penjelasan atas simpanan; dan √ pelayaran
b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori simpanan.
Simpanan dari bank lain
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain; dan
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.
Surat Berharga yang Diterbitkan
Page 17
Page 17 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang diterbitkan; dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.
23) Provisi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan √ Catatan 3.p
b) dasar penentuan nilai provisi.
24) Utang Repo Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang Repo, metode pencatatan dan √ pada Perusahaan dalam periode
pengukurannya. berjalan
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain: Perusahaan bergerak di bidang jasa
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH; pelayaran angkutan barang-barang
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; √ curah terutama batubara,
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan
transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
pelayaran
(1) Lokasi penambangan;
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi penambangan;
dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan.
26) Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang masih berjalan Perusahaan bergerak di bidang jasa
dengan penjelasan mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of Interest yang pelayaran angkutan barang-barang
bersangkutan; curah terutama batubara,
Page 18
Page 18 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan eksplorasi yang sudah √ transhipment dan pengoperasian
menemukan adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa amortisasinya pelabuhan yang menunjang jasa
baru akan dilaksanakan pada saat dimulainya produksi; pelayaran
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan kapitalisasi biaya
pekerjaan konstruksi dan prasarana; dan
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka
waktu perijinan penambangan, taksiran umur ekonomis tambang dan dasar
perhitungan amortisasi.
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; dan
c) Metode penyusutan prasarana PLH.
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain: (1) Catatan 3.q
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran yang (1)√
digunakan berdasarkan jenis pendapatan yang ada; dan (2)Tidak terdapat kondisi tersebut
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan pada Perusahaan dalam periode
(2)√
pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait. berjalan
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode persentase
penyelesaian √ Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan pada Perusahaan dalam periode
tahap penyelesaian suatu kontrak. berjalan
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan
pendapatan;
Perusahaan bergerak di bidang jasa
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif dan
retroaktif; dan pelayaran angkutan barang-barang
(c) Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi. √ curah terutama batubara,
Page 19
Page 19 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Beban Klaim transhipment dan pengoperasian
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain: pelabuhan yang menunjang jasa
(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim dalam pelayaran
proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan
beban penyelesaian klaim; dan
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi.
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain: Perusahaan bergerak di bidang jasa
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat; √ pelayaran angkutan barang-barang
(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek;
curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
(3) Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari
pelabuhan yang menunjang jasa
nilai tercatat proyek;
pelayaran
(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real Estat;
(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada estimasi
kini; dan
(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya.
28) Program Loyalitas Pelangan Tidak terdapat kondisi tersebut pada
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait program loyalitas pelanggan √ Perusahaan dalam periode berjalan
29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang asing;
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan liabilitas √ Catatan 3.e; catatan 4 dan catatan
moneter; dan 34
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan saldo dalam
mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi; √ Catatan 3.f dan catatan 31
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan; dan
31) Hibah Pemerintah Tidak terdapat kondisi tersebut
√ pada Perusahaan dalam periode
berjalan
Page 20
Page 20 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode penyajian
dalam laporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak tangguhan; √ 32(a)
b) ketentuan mengenai saling hapus; √ Catatan 3.s dan catatan 27, 28
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan; dan 32(b-d)
d) metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak tangguhan.
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan;
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang diselenggarakan √ Catatan 3.r dan catatan 30
oleh Perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan kerugian
aktuarial; dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtailment dan penyelesaian.
34) Saham Treasuri Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas pembelian, √ pada Perusahaan dalam periode
penjualan, atau pembatalan saham treasuri. berjalan
35) Pembayaran Berbasis Saham Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi untuk transaksi pembayaran √ pada Perusahaan dalam periode
berbasis saham yang diselesaikan melalui instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan berjalan
melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi; Tidak terdapat kondisi tersebut
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas; dan √ pada Perusahaan dalam periode
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas. berjalan
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman √
Yang harus dijelaskan antara lainkondisi yang mengharuskan biaya pinjaman N/A
dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian.
Page 21
Page 21 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
38) Segmen Operasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen untuk √ Catatan 3.u dan catatan 32
mengidentifikasikan Segmen Operasi.
39) Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar dan √ Catatan 3.t dan catatan 29
laba (rugi) per saham dilusian.
3. Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan
a. Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga;
b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis mata
uang asing; √ Catatan 6
c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode pelaporan; dan
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan
oleh kelompok usaha disertai pendapat manajemen. d.√
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis mata uang. curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
b) Giro pada Bank Indonesia Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
curah terutama batubara,
(1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang (nilai √
transhipment dan pengoperasian
dalam mata uang original); dan
Page 22
Page 22 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi GWM bank pelabuhan yang menunjang jasa
pada saat periode pelaporan. pelayaran
c) Giro pada Bank Lain Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang; curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai; (1)-(5)√
pelabuhan yang menunjang jasa
(2) Perubahan penyisihan selama periode berjalan untuk masing-masing giro; pelayaran
(3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga;
(4) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai.
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang;
(2) Rincian penempatan berdasarkan yang mengalami penurunan nilai Perusahaan bergerak di bidang jasa
(impaired) dan tidak mengalami penurunan nilai (unimpaired); pelayaran angkutan barang-barang
(3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok); curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
pelabuhan yang menunjang jasa
(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai hubungan (d)(1)- pelayaran
istimewa dan pihak ketiga; (9)√
(6) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; √
(7) Jumlah dana yang diblokir dan alasannya;
(8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan pada bank bermasalah, bank beku
operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya kembali
dana tersebut berdasarkan informasi dari otoritas yang berwenang; dan
(9) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai.
3) Piutang Usaha
Page 23
Page 23 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) jumlah piutang menurut debitur;
c) jumlah piutang menurut mata uang;
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai; (a)-(f) (a)-(f)
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan √ Catatan 7
nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan
manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan;
g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan
dijaminkan;
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif; dan
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer, meliputi: (g)-(i)
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan ikatan penting √
lain yang diatur dalam perjanjian; dan
(2) jaminan yang diberikan (bila ada).
4) Khusus Industri Asuransi √
a) Piutang Premi √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain: pelayaran angkutan barang-barang
curah terutama batubara,
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur;
transhipment dan pengoperasian
(2) Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi; dan pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. pelayaran
b) Piutang Koasuransi √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain: pelayaran angkutan barang-barang
curah terutama batubara,
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur; transhipment dan pengoperasian
(2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
c) Piutang Reasuransi √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
Page 24
Page 24 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur; curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang disalinghapuskan; dan pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan pelayaran
solvabilitas.
d) Piutang Hasil Investasi √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
curah terutama batubara,
(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga; transhipment dan pengoperasian
(2) Jumlah piutang menurut jenis investasi; pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
(3) Jumlah piutang menurut mata uang; dan
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
(1) Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh: kendaraan curah terutama batubara,
bermotor, elektronik, rumah, dan lain-lain); transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(2) Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen;
pelayaran
(3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi
kerja
(4) sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengelola piutang, Perusahaan bergerak di bidang jasa
penerusan pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila perusahaan pelayaran angkutan barang-barang
membagi risiko tidak tertagihnya piutang tersebut dengan bank-bank dalam √ curah terutama batubara,
rangka transaksi di atas; transhipment dan pengoperasian
(5) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui; pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
(6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang
pembiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek pembiayaan;
(7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
(8) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan sebagai
jaminan atas utang.
Page 25
Page 25 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Tagihan Anjak Piutang √
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse, beserta
jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak piutang (tanpa
recourse) serta pendapatan anjak piutang tangguhan (dengan recourse); dan
(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah piutang
yang diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam perjanjian anjak √
piutang.
c) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain: √
(1) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(2) rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran
sewa minimum pada akhir periode pelaporan. Di samping itu, lessor
mengungkapkan investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran
sewa minimum pada akhir periode pelaporan, untuk setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun
(3) pendapatan keuangan yang belum diterima;
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor;
(5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran sewa
minimum;
(6) rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan dalam periode; dan
(7) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor yang material.
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain: √
(1) jumlah agregat pembayaran sewa minimum masa depan dalam sewa operasi
yang tidak dapat dibatalkan untuk setiap periode berikut;
Page 26
Page 26 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun
(2) total rental kontinjen yang diakui sebagai pendapatan pada periode; dan
(3) penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor.
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain: √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak konstruksi; dan pelayaran angkutan barang-barang
curah terutama batubara,
b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya piutang retensi.
transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan √
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain tagihan bruto dari setiap kontrak Perusahaan bergerak di bidang jasa
konstruksi. pelayaran angkutan barang-barang
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu : curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
a) biaya kontrak yang terjadi; pelabuhan yang menunjang jasa
b) laba yang diakui; pelayaran
c) kerugian yang terjadi; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan; √ Tidak terdapat kondisi tersebut
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek; pada Perusahaan dalam periode
berjalan
c) Nama pihak/counterparty;
d) Lokasi Efek jaminan;
e) Tingkat bunga piutang reverse repo;
Page 27
Page 27 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada); dan
g) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada).
9) Agunan Yang Diambil Alih √ Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain: pada Perusahaan dalam periode
berjalan
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih;
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih dengan saldo
piutang yang tidak tertagih; dan
c) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya yang timbul setelah
pengambilalihan agunan tersebut.
10) Piutang Dividen dan Bunga √ Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan dividen, bunga, pada Perusahaan dalam periode
dan denda kepada pihak lain. berjalan
11) Piutang Lain-Lain Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain: pada Perusahaan dalam periode
berjalan
a) Rincian jenis dan jumlah piutang; √
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN); dan
c) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan.
12) Aset Keuangan Lainnya Tidak ada aset keuangan lain selain
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat lancar yang telah diungkapkan dalam
maupun tidak lancar. laporan keuangan
a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara (a)√
pihak ketiga dan pihak berelasi.
b) Yang harus diungkapkan antara lain: (b)√
(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian investasinya;
(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan
klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif lainnya
maupun yang diakui sebagai laba atau rugi periode berjalan;
Page 28
Page 28 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga
efektif untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi;
(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium dan diskonto yang belum
diamortisasi, untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo;
(5) peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada). √ Tidak ada aset keuangan lain selain
(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset keuangan Yang telah diungkapkan dalam
yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo; laporan keuangan
(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori;
(b) alasan reklasifikasi; dan
(c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang telah
direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk dijual.
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang dijaminkan sebagai agunan untuk √ Tidak ada aset keuangan lain selain
Liabilitas atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait yang telah diungkapkan dalam
dengan penjaminan tersebut; laporan keuangan
(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk mutasinya,
dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dan aset
keuangan yang tidak mengalami penurunan nilai, serta dipisahkan antara
penurunan nilai yang dihitung secara kolektif dan individual, termasuk beban
penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas
investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi dimiliki
hingga jatuh tempo.
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; √ (a)-(c) Catatan 6
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan; √
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing; dan √
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito tersebut. √ (d) Tidak ada hal-hal yang dapat
mempengaruhi kualitas pencairan
deposito.
Page 29
Page 29 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
14) Khusus Investasi pada Sukuk Tidak terdapat kondisi tersebut
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: pada Perusahaan dalam periode
berjalan
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah;
b) tujuan model usaha yang digunakan; √
c) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, dan penyebabnya; dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya perolehan.
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Tidak terdapat kondisi tersebut
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain: pada Perusahaan dalam periode
berjalan
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis;
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga; √
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan
d) Informasi penting lainnya.
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih; dan Tidak terdapat kondisi tersebut
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik yang disajikan pada pos √ pada Perusahaan dalam periode
pendapatan komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi berjalan
periode berjalan
17) Khusus Wesel Tagih √ Tidak terdapat kondisi tersebut
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, pihak penerbit, kisaran tingkat bunga, pada Perusahaan dalam periode
jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (dari berjalan
transaksi usaha atau lainnya).
Page 30
Page 30 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
18) Khusus Industri Asuransi √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang menjadi dana jaminan. pelayaran angkutan barang-barang
curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan: √ Tidak terdapat kondisi tersebut
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang; pada Perusahaan dalam periode
berjalan
b) Tingkat suku bunga.
20) Khusus Industri Perbankan
Kredit √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan jangka curah terutama batubara,
waktu serta kolektibilitas; transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
b) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai dan mutasi selama periode pelayaran
berjalan;
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan;
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
f) Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan
penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia;
g) Rasio kredit bermasalah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah
cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang telah dibentuk
terhadap jumlah minimum cadangankerugian penurunan nilai Aset keuangan
sesuai ketentuan Bank Indonesia;
h) Jumlah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik selaku pimpinan,
agen, atau anggota sindikasi;
Page 31
Page 31 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
j) Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian, jika ada; Perusahaan bergerak di bidang jasa
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum √ pelayaran angkutan barang-barang
Pemberian Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia; curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
l) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan pelabuhan yang menunjang jasa
nilai. pelayaran
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain: pada Perusahaan dalam periode
berjalan
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh √
tempo;
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibilitas, jumlah cadangan
penghapusan dan mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak
ketiga;
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan
nilai tagihan akseptasi
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut
klasifikasi yang sesuai bagi Perusahaan;
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar dikurangi biaya (1),(3), (2) √ (1),(3),(4)
untuk menjual; (4)
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan; √ Catatan 8
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah
persediaan yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan;
Page 32
Page 32 of 92
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui
sebagai pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam (5)√ Tidak terdapat pemulihan atas
periode berjalan; penurunan nilai persediaan
(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang
diturunkan;
(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan √ Tidak terdapat kondisi tersebut
(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pada Perusahaan dalam periode
pinjaman yang layak dikapitalisasi. berjalan
(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan; dan
(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi,
dan risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan √ Tidak terdapat kondisi tersebut
pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan pada Perusahaan dalam periode
alasannya. berjalan
b) Khusus Industri Perhotelan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang √ pelayaran angkutan barang-barang
harus diungkapkan antara lain: curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
(1) Makanan dan minuman;
pelabuhan yang menunjang jasa
(2) Perlengkapan; dan pelayaran
(3) Barang Dagangan.
c) Khusus Industri Real Estat √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tambahan pengungkapan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi: curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
(a) Tanah Matang;
Pelabuhan yang menujang jasa
(b) Unit Bangunan; dan pelayaran
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian. √
Page 33
Page 33 of 92
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah
berlaku namun penjualannya belum diakui, termasuk jumlah utang terkait
yang akan dialihkan, bila ada.
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan; √
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah untuk
pengembangan; dan
(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang.
e) Khusus Industri Media Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tambahan pengungkapan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
curah terutama batubara,
(1) Materi program : lokal, impor (media televisi); √
transhipment dan pengoperasian
(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak); pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
(3) Barang promosi dan barter (media cetak); dan
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan industrinya. √
f) Khusus Industri Rumah Sakit Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tambahan pengungkapan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
curah terutama batubara,
(1) Obat-obatan; √
transhipment dan pengoperasian
(2) Perlengkapan medis (disposable); dan pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Persediaan lainnya pelayaran
g) Khusus Industri Peternakan Perusahaan bergerak di bidang jasa
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi tertentu, √ pelayaran angkutan barang-barang
seperti hewan ternak menjadi: curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual; dan
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan.
Page 34
Page 34 of 92
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi hewan ternak
telah menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan;
(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama √
paling tidak 2 tahun terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
(d) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau
penghapusan persediaan yang mati atau hilang;
(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan √
risiko yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode penghapusan langsung;
(g) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan asuransi; dan √
(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima
jaminan.
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain: (a)√ (a) Jumlah pajak dibayar dimuka
a) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing pajaknya; dan entitas berada di bawah 5% dari
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang diajukan dan statusnya. total aset entitas
(b)√ (b)Tidak terdapat kondisi tersebut
pada Perusahaan dalam periode
berjalan
24) Biaya Dibayar Dimuka
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis dan jumlah. √ Jumlah Biaya Dibayar Dimuka
entitas berada di bawah 5% dari
total aset entitas
25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan; (1)√ (1) Catatan 9
Page 35
Page 35 of 92
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan (2-6)Tidak terdapat kondisi
yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan; tersebut pada Perusahaan dalam
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai; (2-6)√ periode berjalan
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam satu
tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang periode
penyelesaian penjualan menjadi lebih dari satu tahun;
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimiliki
untuk dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK yang berlaku;
dan
(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau
kelompok lepasan dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, disesuaikan dengan
penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakui apabila
aset atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual; dan
ii. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual;
(b) uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut; dan
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan periode
sajian sebelumnya.
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha (a) Catatan 31
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang; (a)√
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai serta
penjelasan terjadinya piutang pihak berelasi tersebut; (b) – (e) Jumlahnya tidak material,
c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan tidak melebihi 5% dari total aset.
nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan √
nilai; dan
e) dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan dalam aset lancar, hal tersebut
harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya.
27) Investasi pada Entitas Asosiasi √ Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harusdiungkapkan antara lain: pada Perusahaan dalam periode
a) nama entitas asosiasi;
berjalan
Page 36
Page 36 of 92
b) persentase kepemilikan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta
alasannya;
c) nilaitercatat dan Nilai Wajar investasi dalam entitas asosiasi yang kuotasi
harganya tersedia;
d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasuk jumlah agregat Aset,
Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih dari
20% (dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial investee secara
langsung atau tidak langsung;
f) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika laporan
keuangan tersebut digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan tanggal atau
periode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal atau
periode yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas asosiasi
untuk mentransfer dana kepada Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan alasannya, apabila Perusahaan
menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi, baik untuk periode
terjadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif;
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-sama dengan
investor lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena investor berkewajiban bersama-sama
untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asosiasi; dan
k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara individual atau dalam
kelompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas termasuk total
Aset, total Liabilitas, Pendapatan, dan laba atau rugi.
28) Khusus Industri Konstruksi Perusahaan bergerak di bidang jasa
Jaminan pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumlah √ curah terutama batubara,
jaminan tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan transhipment dan pengoperasian
tersebut. pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
29) Khusus Industri Kehutanan Perusahaan bergerak di bidang jasa
HTI dan HTI dalam pengembangan pelayaran angkutan barang-barang
Berupabiaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI, yang disajikan curah terutama batubara,
sebagai berikut: √ transhipment dan pengoperasian
Page 37
Page 37 of 92
a) Saldo awal; pelabuhan yang menunjang jasa
b) Penyisihan periode berjalan; pelayaran
c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan; dan
d) Saldo akhir.
30) Khusus Industri Jalan Tol Perusahaan bergerak di bidang jasa
Hak Bagi Hasil Tol pelayaran angkutan barang-barang
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal berikut: curah terutama batubara,
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol; √ transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya;
pelayaran
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan; dan
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol.
31) Khusus Industri Perkebunan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tanaman Perkebunan pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain: curah terutama batubara,
a) Untuk tanaman telah menghasilkan transhipment dan pengoperasian
(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurut jenis tanaman; (a)-(b)√ pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk setiap
kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir;
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam;
(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/lokasi penanaman;
(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling sedikit 2
tahun; dan
(6) Tanaman yang dijaminkan.
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut :
(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan
ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi
depresiasi luar biasa
i. Pengurangan tahun berjalan
Page 38
Page 38 of 92
ii. Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir;
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat / Perkebunan Inti Plasma yang
menjadi milik perusahaan (inti) dan tanaman yang bukan milik perusahaan
(perkebunan rakyat/perkebunan plasma); dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma.
32) Khusus Industri Peternakan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Hewan Ternak Produksi – Berumur Panjang pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain: curah terutama batubara,
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan transhipment dan pengoperasian
hewan ternak telah menghasilkan; pelabuhan yang menunjang jasa
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak pelayaran
√
2 tahun terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan;
e) Kondisi hewan ternak;
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir;
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko
yang ditutup;
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau
metode penghapusan langsung;
i) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada;
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada; dan
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan.
33) Properti Investasi
a) Yangharusdiungkapkan antara lain:
(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model Nilai Tidak terdapat kondisi tersebut
Wajar atau model biaya; pada Perusahaan dalam periode
(2) metode dan asumsi signifikan yang diterapkan dalam menentukan Nilai √ berjalan
Wajar dari Properti Investasi;
(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar atau
lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut dan
keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan;
Page 39
Page 39 of 92
(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal laporan penilaian terakhir;
(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:
(a) penghasilan sewa dari Properti Investasi;
(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi yang
menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan sewa
selama periode tersebut; dan
(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakui dalam laba rugi atas
penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang menggunakan
model biaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti
Investasiatau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan; dan
(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan
Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan.
b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai Wajar, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan secara
signifikan untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus
Tidak terdapat kondisi tersebut
mengungkapkan rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan penilaian yang
√ pada Perusahaan dalam periode
telah disesuaikan yang dilaporkan dalam laporan keuangan, dengan
berjalan
menunjukkan secara terpisah:
(a) jumlah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah
ditambahkan kembali; dan
(b) penyesuaian signifikan lain.
c) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) umur manfaat;
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti
Investasi pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi;
(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi
beban penyusutan;
Page 40
Page 40 of 92
(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan rugi
penurunan nilai, selama satu periode sesuai SAK yang berlaku;
(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri; dan
(6) Nilai Wajar Properti Investasi.
d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan,
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan;
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak;
(3) estimasi saat penyelesaian;
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian;
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti Investasi
dalam proses pembangunan dan pengembangan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti investasi
yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi.
34) Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan (a) : Catatan 12,13
kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa pembiayaan; (a)-(d) (b) - (d) : Catatan 12
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Aset Tetap pada √
awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan (e) – (g) Tidak terdapat kondisi
reklasifikasi; tersebut pada Perusahaan dalam
c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban periode berjalan.
penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui dalam laba rugi
dan ekuitas (jika ada);
e) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap;
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami
penurunan nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi, (e)-(g)
apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi komprehensif; √
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
Page 41
Page 41 of 92
(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila Aset
Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasian;
(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir;
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai
Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut dicatat
dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan prubahan
selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada
para pemegang saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus diungkapkan
antara lain: 2,4&6 h (1), (3),(5) Catatan 12
(1) rincian Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan; √
(1), h (2),(4) & (6) Tidak terdapat
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak;
(3),(5), kondisi tersebut pada Perusahaan
(3) estimasi saat penyelesaian; dalam periode berjalan
√
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada);
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap dalam
pembangunan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi
kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi.
i) Pengungkapan lainnya antara lain: √ (1)
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara;
(2)√ i (1) (3) & (4) Tidak terdapat kondisi
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan penuh dan tersebut pada Perusahaan dalam
masih digunakan; √ (3)
periode berjalan
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual;
i (2) Catatan 12
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila berbeda (4)√
secara material dari jumlah tercatat; (5)√
i (5) Catatan 12
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap yang
dihentikan pengakuannya; (6)√
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar diungkapkan jenis (7)√
Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan;
Page 42
Page 42 of 92
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan menurut jenis i (6) (7) (8) Tidak terdapat kondisi
Aset Tetap; (8)√ tersebut pada Perusahaan dalam
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai atau (9)√ periode berjalan
pemulihan penurunan nilai; i (10) Catatan 12
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerima jaminan i (9) Catatan 18
dan alasan penjaminan; dan (10)√
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi,
dan risiko yang ditutup, serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan agar diungkapkan
alasannya.
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Aset Minyak dan Gas Bumi pelayaran angkutan barang-barang
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas bumi) curah terutama batubara,
Yang harus diungkapkan antara lain: transhipment dan pengoperasian
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti; operated acreage, unoperated acreage, pelabuhan yang menunjang jasa
sumur dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor, pelayaran
kendaraan, sumur dan peralatan serta fasilitas dalam pengerjaan;
(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang :
(a) Lokasi penambangan;
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi;
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing lokasi
penambangan; dan
(d) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih kepada
Regulator terkait, perlu penjelasan kolektabilitas tagihan tersebut dalam bentuk
tabel analisa umur tagihan.
36) Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain: (a),(b),(c),(f) Jumlahnya tidak
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi; √ (a) material, tidak melebihi 5% dari
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan laba rugi √ (b) total aset.
komprehensif;
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset Takberwujud √ (c) (d),(e),(g),(h),(i),(j) Tidak terdapat
pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan kondisi tersebut pada Perusahaan
reklasifikasi; dalam periode berjalan
Page 43
Page 43 of 92
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria √ (d)
aset kualifikasian, maka harus diungkapkan:
(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman
yang layak dikapitalisasi;
e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan dan √ (e)
penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur manfaat tidak
terbatas;
√ (f)
f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset
Takberwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan;
g) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya diakui
pada Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan: √ (g)
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-aset tersebut;
(2) jumlah tercatatnya; dan
(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau model
revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya dibatasi √ (h)
dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk Liabilitas; √ (i)
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset Takberwujud; √ (j)
j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian);
(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir;
(3) jumlah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluasi;
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai
Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut
dicatat dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan
selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus kepada
para pemegang saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Perusahaan bergerak di bidang jasa
Tangguhan/Penyisihan Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan pelayaran angkutan barang-barang
Hidup Tangguhan curah terutama batubara,
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang : transhipment dan pengoperasian
Page 44
Page 44 of 92
(1) Saldo awal; √ pelabuhan yang menunjang jasa
(2) Penambahan dan pengurangan; pelayaran
(3) Saldo akhir.
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkanantara lain: pelayaran angkutan barang-barang
(1) rincian biaya perolehan aset eksplorasi dan evaluasi per area of interest yang curah terutama batubara,
mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir; dan √ transhipment dan pengoperasian
(2) Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan arus kas pelabuhan yang menunjang jasa
investasi yang timbul dari eksplorasi dan evaluasi pertambangan. pelayaran
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang. Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan: √ curah terutama batubara,
(a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup.
pelayaran
(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (1)
biaya pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan penjelasan
mengenai perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata-
ratanya;
(3) Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah Penutup (bila ada);
(4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan √
masa produksi, meliputi penjelasan :
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya produksi,
dan
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (jika
ada), terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan
asumsi utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai
tersebut.
Page 45
Page 45 of 92
d) Biaya Pengembangan Tangguhan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain : pelayaran angkutan barang-barang
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan selama tahun curah terutama batubara,
berjalan dengan menunjukkan: transhipment dan pengoperasian
(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan; pelabuhan yang menunjang jasa
(b) Saldo awal;
pelayaran
(c) Penambahan/pengurangan;
(d) Amortisasi, dan
(e) Saldo akhir.
√
(2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan
yang masih berjalan;
(3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan
pengembangan tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak dapat
dipulihkan;
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana
terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:
(a) Alasan terjadinya penundaan;
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi; dan
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi bila ada,
terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi
utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.
(5) Apabila terdapat lebih dari satu Area of Interest, maka harus
diungkapkan rincian dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tiap-tiap
Area of Interest.
b. Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; (a)-(b) (a)-(b)
b) jumlah utang usaha menurut mata uang; dan √ Catatan 14
c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos-pos yang (c)Tidak terdapat kondisi tersebut
berhubungan. (c )√ pada Perusahaan dalam periode
berjalan
Page 46
Page 46 of 92
2) Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan provisi
jangka panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode;
(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan;
(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada provisi selama periode
bersangkutan;
(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah yang belum
digunakan;
√ Tidak terdapat kondisi tersebut
(5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadi pada Perusahaan dalam periode
karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto; berjalan
(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya arus
keluar sumber daya ekonomi;
(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana
dimaksud dalam angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan
mengungkapkan asumsi utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa
depan; dan
(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan
jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut.
3) Beban akrual Catatan 16
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban yang √
belum jatuh tempo.
4) Khusus Industri Perbankan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Liabilitas Segera pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain: √ curah terutama batubara,
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang; dan transhipment dan pengoperasian
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban. pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
5) Utang Repo Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain: pada Perusahaan dalam periode
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada transaksi √ berjalan
repo;
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek.
Page 47
Page 47 of 92
6) Khusus Kontrak Konstruksi Perusahaan bergerak di bidang jasa
Utang Bruto kepada Pelanggan pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain liabilitas bruto dari setiap kontrak curah terutama batubara,
konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel √ transhipment dan pengoperasian
yaitu : pelabuhan yang menunjang jasa
a) biaya kontrak yang terjadi; pelayaran
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang dialami; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).
7) Khusus Industri Perbankan Perusahaan bergerak di bidang jasa
a) Simpanan Nasabah pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang curah terutama batubara,
mengungkapkan: transhipment dan pengoperasian
(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu; √ pelabuhan yang menunjang jasa
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; pelayaran
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito;
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya diblokir atau
dijaminkan; dan
(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu; curah terutama batubara,
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
pelayaran
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito; dan
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya, misalnya
diblokir atau dijaminkan.
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa Perusahaan bergerak di bidang jasa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan pelayaran angkutan barang-barang
Page 48
Page 48 of 92
Yang harus diungkapkan antara lain : curah terutama batubara,
(1) Rincian berdasarkan program asuransi; √ transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan;
pelayaran
(3) Rincian berdasarkan mata uang;
(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan.
b) Utang Klaim Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga; curah terutama batubara,
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung; √ transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi; dan
pelayaran
(4) Jumlah utang menurut mata uang.
c) Estimasi Klaim Retensi Sendiri Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
(1) Jumlah menurut jenis asuransi; √ curah terutama batubara,
(2) Jumlah menurut tertanggung; transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Jumlah menurut mata uang; dan
pelayaran
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan.
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
(1) Jumlah menurut program asuransi; curah terutama batubara,
(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan; √ transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Pemisahan antara premi yang belum merupakan pendapatan kepada pihak
pelayaran
berelasi dan pihak ketiga;
(4) Metode perhitungan yang digunakan; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan.
e) Utang Koasuransi (rewrite) Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: √ pelayaran angkutan barang-barang
Page 49
Page 49 of 92
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga; curah terutama batubara,
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur; transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; dan
pelayaran
(4) Jumlah menurut umur utang.
f) Utang Reasuransi √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga; curah terutama batubara,
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur; transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Jumlah menurut jenis mata uang;
pelayaran
(4) Jumlah menurut umur utang; dan
(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan.
g) Utang Komisi Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur; √ curah terutama batubara,
(2) Jumlah menurut jenis mata uang; dan transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Jumlah menurut jenis asuransi.
pelayaran
h) Titipan Premi Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi. √ pelayaran angkutan barang-barang
curah terutama batubara, transhipment
dan pengoperasian pelabuhan yang
menunjang jasa pelayaran
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan: pelayaran angkutan barang-barang
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham; √ curah terutama batubara,
(2) Dasar perhitungan; dan transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Saldo menurut usia.
pelayaran
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek √ Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya. pada Perusahaan dalam periode
berjalan
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain: Catatan 15
Page 50
Page 50 of 92
a) jenis dan jumlahnya; dan (a) √
b) informasi mengenai ketetapan pajak. Tidak terdapat kondisi tersebut
pada Perusahaan dalam periode
(b) √ berjalan
11) Khusus Industri Pembiayaan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Kewajiban Anjak Piutang pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain: √ curah terutama batubara,
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan recourse; dan transhipment dan pengoperasian
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan jatuh tempo serta pelabuhan yang menunjang jasa
ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang. pelayaran
12) Khusus Kontrak Konstruksi Perusahaan bergerak di bidang jasa
Uang Muka Kontrak pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima. √ curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
13) Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas liabilitas jangka panjang sesuai
dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang sebagaimana √ Catatan 18
diatur dalam Checklist ini.
14) Liabilitas Keuangan Lainnya Tidak ada liabilitas keuangan lain
a) Yang harus diungkapkan antara lain: selain yang telah diungkapkan dalam
(1) Pengungkapan untuk liabilitas keuangan lainnya berlaku untuk liabilitas laporan keuangan
keuangan lainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang dipisahkan √
antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) nilai tercatat liabilitas keuangan untuk setiap kategori;
(b) laba atau rugi neto pada setiap liabilitas keuangan; dan
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang
Yang harus diungkapkan antara lain :
Page 51
Page 51 of 92
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan penyelesaian
utang; √
(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak
penghasilan yang terkait;
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang diakui
selama periode tersebut; dan
(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang yang
telah direstrukturisasi.
15) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Perusahaan bergerak di bidang jasa
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh pelayaran angkutan barang-barang
Tempo dalam Satu Tahun √ curah terutama batubara,
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
16) Khusus Industri Pertambangan Umum Perusahaan bergerak di bidang jasa
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang pelayaran angkutan barang-barang
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun √ curah terutama batubara,
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya. transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
17) Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual. Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang pada Perusahaan dalam periode
dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset √ berjalan
tidak lancar atau kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang; √ Tidak terdapat kondisi tersebut
b) jumlah utang menurut mata uang; dan pada Perusahaan dalam periode
c) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan. berjalan
Page 52
Page 52 of 92
19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan jenis mata (a)-(b), (c)-(e) Catatan 18
uang;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan; (f) Laporan arus kas
c) tanggal jatuh tempo;
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan; √ (c)
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk jumlah dan
tujuan perolehannya;
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-masing fasilitas
pinjaman;
(a)-(b)
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
(d)-(i)
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default); √
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan; (g)-(i)Catatan 18
i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian dividen,
pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru; dan
j) pengungkapan informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga jangka panjang
yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal
laporan posisi keuangan tetapi tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka √ (j)
panjang, antara lain adalah: (j)Tidak terdapat kondisi tersebut
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya; dan pada Perusahaan dalam periode
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal kesepakatan, berjalan
jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan persyaratan penting.
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi sewa (lessor)
pada tanggal laporan posisi keuangan; (a)-(c) Catatan 17
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal (a)-(c)√ (d), b(3),
laporan posisi keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu wajib mengungkapkan (e)-(f) √
total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi
keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap periode berikut:
(1) sampai dengan satu tahun;
Page 53
Page 53 of 92
(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun; dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun.
c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease) masa depan yang
diperkirakan akan diterima dari kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan
(non-cancellable sublease) pada tanggal laporan posisi keuangan;
e) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan beserta amortisasinya sehubungan
dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen;
(2) ada tidaknya klausul-klausul yang berkaitan dengan opsi perpanjangan atau
pembelian dan eskalasi beserta syarat-syaratnya; dan
(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa.
21) Khusus Industri Perbankan Perusahaan bergerak di bidang jasa
a) Surat Berharga yang Diterbitkan pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain: curah terutama batubara,
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu; transhipment dan pengoperasian
√ pelabuhan yang menunjang jasa
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
pelayaran
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun;
(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat;
(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan;
(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus dipenuhi, dan
persyaratan penting lainnya (Debt Covenance);
(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenanceatas surat
berharga yang diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan mata uang;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang
dijaminkan, dan persyaratan penting lainnya(debt covenance);
(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance;
Page 54
Page 54 of 92
(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau
pihak lain dengan tingkat imbalan yang lebih rendah dari tingkat bunga
pasar maka manajemen mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan
dampaknya terhadap laba bersih.
√
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibilitas;
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan;
(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan kontinjensi
menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank pada saat periode
pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan nilai
komitmen dan kontinjensi.
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi Perusahaan bergerak di bidang jasa
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain : curah terutama batubara,
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan: transhipment dan pengoperasian
(1) Saldo awal;
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
(2) Penyisihan yang dibentuk;
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan
(4) Saldo akhir. √
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan;
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan liabilitas bersyarat lainnya
sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan;
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material, misalnya
beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos
yang terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan Pengurangan ;
(3) Saldo akhir.
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Page 55
Page 55 of 92
a) imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis program.
(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan pasti yang
menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama periode berjalan yang
dapat diatribusikan ke dalam:
(a) biaya jasa kini;
(1)-(3)Catatan 30,
(b) biaya bunga;
Perhitungan imbalan pasca kerja
(c) iuran oleh peserta program; Perusahaan dihitung secara tahunan
(d) keuntungan dan kerugian aktuarial; (1)-(3) 2(h) √ oleh KKA Riana & Rekan, aktuaris
(e) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan independen. Pengungkapan lengkap
√
mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian; disajikan dalam laporan keuangan
(f) imbalan yang dibayarkan;
tahunan. Untuk laporan keuangan
tengah tahunan Perusahaan
(g) biaya jasa lalu;
membukukan cadangan biaya
(h) kombinasi bisnis; imbalan kerja berdasarkan estimasi
(i) curtailment; dan terdekat dari perhitungan aktuaris
(j) penyelesaian. sebelumnya.
(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari
program yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan dari
program yang seluruhnya atau sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program serta saldo
awal dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai
(4) Tidak terdapat kondisi tersebut
dengan SAK menunjukkan secara terpisah, dampak selama periode yang
pada Perusahaan dalam periode
dapat diatribusikan pada setiap: (4)√ berjalan
(a) hasil yang diharapkan dari aset program;
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial;
(c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan
mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian;
(d) iuran oleh pemberi pekerja;
(e) iuran oleh peserta program;
(f) imbalan yang dibayarkan;
(g) kombinasi bisnis; dan
(h) penyelesaian;
(5) rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam
butir (2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir
Page 56
Page 56 of 92
(4) atas Aset dan Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan, (5)Tidak terdapat kondisi tersebut
paling kurang mengungkapkan: (5)√ pada Perusahaan dalam periode
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui dalam laporan berjalan
posisi keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan;
(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan oleh batasan
dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak penggantian
yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK; dan
(e) jumlah lainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan;
(6) √ 6(d), (e),
(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal-hal berikut dan nama pos
(h) √
dimana hal tersebut termasuk:
(a) biaya jasa kini;
(6 - 7)Catatan 30
(b) biaya bunga;
Perhitungan imbalan pasca kerja
(c) hasil yang diharapkan dari aset program;
Perusahaan dihitung secara tahunan
(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai oleh KKA Riana & Rekan, aktuaris
Aset sesuai dengan SAK; independen. Pengungkapan lengkap
(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih metode disajikan dalam laporan keuangan
koridor 10% (sepuluh per seratus); tahunan. Untuk laporan keuangan
(f) biaya jasa lalu; tengah tahunan Perusahaan
(g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan penyelesaiannya; dan
membukukan cadangan biaya
imbalan kerja berdasarkan estimasi
(h) dampak dari batasan dalam SAK;
terdekat dari perhitungan aktuaris
(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang akan sebelumnya.
diakui segera dalam saldo laba, meliputi: 7(a) √ 7(b) √
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial; dan
(b) dampak dari batasan dalam SAK;
(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui pada
(9)Tidak terdapat kondisi tersebut
pendapatan komprehensif lain, dalam hal Perusahaan mengakui keuntungan
pada Perusahaan dalam periode
dan kerugian dalam pendapatan komprehensif lain sesuai dengan SAK;
berjalan
(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai Wajar
(8) √
total aset program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang
mencakup, namun tidak terbatas pada, instrumen ekuitas, instrumen utang,
properti, dan seluruh aset lain;
(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk: (9)√
(a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan; dan
Page 57
Page 57 of 92
(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan;
(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat
pengembalian yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk (10)-(12) (10)-(12)Tidak terdapat kondisi
dampak kategori utama dari aset program; √ tersebut pada Perusahaan dalam
(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas setiap hak periode berjalan
penggantian yang diakui sebagai Aset;
(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir periode pelaporan
dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin
antara persentase dan variabel lainnya, termasuk:
13)catatan 30
(a) tingkat diskonto;
(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk
periode yang disajikan dalam laporan keuangan; 13 (a)-(d),
(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan dalam (f)√
laporan keuangan pada setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam indeks atau
variabel tertentu lainnya dalam masa program formal atau konstruktif 13 (e)
sebagai dasar untuk kenaikan imbalan masa depan);
(e) tingkat tren biaya kesehatan; dan
(f) asumsi material lain yang digunakan dalam aktuaria;
(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat tren
biaya kesehatan yang diasumsikan pada: (14)Tidak terdapat kondisi tersebut
(a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya kesehatan pada Perusahaan dalam periode
pascakerja periodik neto; dan berjalan
(b) akumulasi kewajiban imbalan pascakerja untuk biaya kesehatan.
(14)√
(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan inflasi yang tinggi,
wajib diungkapkan dampak persentase kenaikan atau penurunan
tingkat tren biaya kesehatan yang diasumsikan dari makna yang serupa
dengan satu angka persentase dalam lingkungan inflasi yang rendah.
(15) Tidak terdapat kondisi tersebut
(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun sebelumnya dari:
pada Perusahaan dalam periode
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai Wajar aset program dan surplus berjalan
atau defisit pada program; dan
(b) penyesuaian yang timbul pada: (15)√
(i) liabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari
liabilitas program pada akhir periode pelaporan; dan
(ii) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari aset
program pada akhir periode pelaporan;
Page 58
Page 58 of 92
(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal,
dari iuran yang diharapkan akan dibayar dalam program selama periode
tahunan dimulai setelah periode pelaporan;
(17) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko antar entitas
sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual atau kebijakan tertulis untuk pembebanan biaya
imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti itu;
(16)-(17)Tidak terdapat kondisi
(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya imbalan pasti neto sesuai
tersebut pada Perusahaan dalam
SAK, maka Perusahaan mengungkapkan:
periode berjalan
(i) informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat program imbalan pasti dan dampak keuangan atas
perubahan program selama periode tersebut; (16)-(17)
(ii) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai dengan huruf √
a) butir (1) mencakup penjelasan praktik informal yang
menimbulkan kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran
kewajiban imbalan pasti; dan
(iii) jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk periode sesuai
SAK informasi tentang program secara keseluruhan disyaratkan
sesuai dengan butir (1), butir (2), butir (3), butir (4), butir (9),
butir (13), butir (14), dan butir (16) serta butir ii.
b) Iuran Pasti √
Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pastiharus mengungkapkan
jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran pasti.
√
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan kerja jangka (b)-(d)Tidak terdapat kondisi
panjang lainnya. tersebut pada Perusahaan dalam
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja periode berjalan
√
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada).
Page 59
Page 59 of 92
24) Utang Obligasi Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain: pada Perusahaan dalam periode
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah dan mata berjalan
uang asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa
tempat obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya; √
b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan;
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default); dan
h) persyaratan penting lainnya.
25) Sukuk Tidak terdapat kondisi tersebut
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang √ pada Perusahaan dalam periode
digunakan. berjalan
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: √
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksisyariah yang digunakan;
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari;
(c) nilai nominal;
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah);
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah bagi
hasil (untuk Sukuk mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata cara pembagian dan/atau pembayaran imbalan
atau bagi hasil;
(g) jangka waktu;
(h) tujuan penerbitannya; dan
(i) persyaratan penting lain;
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan;
(4) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
Page 60
Page 60 of 92
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; √
(6) jaminan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada);
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan
Publik dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya
restrukturisasi Sukuk dan kondisi default).
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku bunga
kontraktual selama periode pelaporan
b) tujuan perolehannya;
c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi; Tidak terdapat kondisi tersebut
d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi √ pada Perusahaan dalam periode
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi berjalan
default);
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
f) persyaratan penting lainnya.
27) Obligasi Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo,
jadwal pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi konversi
dicatatkan, dan tujuan penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio konversi,
harga pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya, dan
penalti;
√ (a)-(h) Tidak terdapat kondisi tersebut
c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi dikonversikan, dengan memperhatikan
pada Perusahaan dalam periode
tingkat konversi atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling
berjalan
menguntungkan dari sudut pandang pemegang obligasi konversi;
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya;
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek;
f) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
g) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan;
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan (jika ada);
Page 61
Page 61 of 92
28) i) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi (i)-(m)√ (i-m)Tidak terdapat kondisi tersebut
default); pada Perusahaan dalam periode
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui penawaran berjalan
umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli;
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi;
l) keberadaan fitur derivatif melekat; dan
m) persyaratan penting lainnya
c. Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara lain:
(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode; (a)-(1)√ (a)-(1) Catatan 19
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, (a)-(2),(3),(b) Tidak terdapat
termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal; a-(2)&(3) kondisi tersebut pada Perusahaan
dan dan (b) dalam periode berjalan
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak √
penjualan saham, termasuk jumlah dan persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas;
c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan
persentase kepemilikan, yaitu: (c)catatan 19
(c )√
(1) Pemegang saham yang memiliki 5% (lima perseratus) atau lebih;
(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham; dan
(3) Pemegang saham lainnya; d)√
d) Dalam hal terjadi perubahan modalsaham dalam periode berjalan: (d)Tidak terdapat kondisi tersebut
(1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut, pada Perusahaan dalam periode
seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, persetujuan berjalan
dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS);
(2) Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio, saldo
laba, penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa
Page 62
Page 62 of 92
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue dan private placement),
pelaksanaan waran, serta konversi obligasi; dan
(3) Tujuan perubahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi,
penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal;
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek, agar (e )√ (e )seluruh saham Perusahaan telah
disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada Bursa dicatatkan di Bursa Efek (catatan 1b)
Efek.
2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor;
b) Uraian sumber agio saham; (a)-(c),(e) (a)-(c),(e) Catatan 20
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas; √
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor;
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya;
f) Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali, antara (d),(f)√ (d),(f)Tidak terdapat kondisi
lain: tersebut pada Perusahaan dalam
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi; periode berjalan
(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas-entitas yang
bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi;
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau
dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut;
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah
imbalan yang terjadi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara
nilai tercatat tersebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan atau
diterima; dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan yang telah dilaporkan
sebelumnya untuk periode yang disajikan kembali;
(b) Ikhtisar jumlah tercatat Aset dan Liabilitas entitas atau bisnis yang
dikombinasikan;
(c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi; dan
(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan setelah disajikan kembali.
Page 63
Page 63 of 92
3) Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain: √ pada Perusahaan dalam periode
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang (a)-(c) berjalan
meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan;
(2) Nama entitas anak; dan
(3) Nama pihak yang bertransaksi;
b) Perhitungan selisih transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian; dan
c) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan investasi pada saat hilangnya
Pengendalian.
4) Saham Treasuri Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain: pada Perusahaan dalam periode
a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan modal √ berjalan
disetor; (a)-(e)
b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah lembar dan nilai saham treasuri
yang diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang digunakan sebagai pengurangan modal
disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta selisih antara
harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri; dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada); √ (b) √(a) (b) dan (c) Laporan Perubahan
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang Ekuitas Konsolidasian Halaman 4
terkait; dan √ (c)
c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap pos
cadangan.
6) Waran Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain: pada Perusahaan dalam periode
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran; √ berjalan
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran; (a)-(e)
Page 64
Page 64 of 92
c) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa);
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya; dan
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan masing-masing √ Komprehensif Lain Konsolidasian &
komponen pendapatan komprehensif lainnya. Laporan perubahan ekuitas
(halaman 3 & 4)
8) Kepentingan Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali √ Laporan Posisi Keuangan
atas ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara Konsolidasian
langsung atau tidak langsung pada entitas induk. Catatan 22
d. Laba Rugi Komprehensif
1) Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode,
termasuk pendapatan yang berasal dari:
(1) Penjualan barang; (a)-(c)
(2) Penjualan jasa; (a)-(c) Catatan 23
(3) Bunga; √
(4) Royalti; dan/atau
(5) Dividen;
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama;
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10% (sepuluh
perseratus) dari pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup
(d)√ (d) Catatan 23&31
dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan
terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
Page 65
Page 65 of 92
e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara lain:
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam (e)-(f) (e),(f)Tidak terdapat kondisi
periode berjalan; √ tersebut pada Perusahaan dalam
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang periode berjalan
diakui dalam periode berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan laba/rugi yang diakui sampai
tanggal pelaporan;
(b) Jumlah uang muka yang diterima; dan
(c) Jumlah retensi;
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-masing sebagai
Aset dan Liabilitas;
f) Dalam hal Perusahaan memiliki transaksi hubungan keagenan, diungkapkan
secara terpisah, antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan;
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari transaksi
keagenan dengan pendapatan lainnya; dan
(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan
sebagai prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara lain terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto;
(b) Retur/rabat/diskon terkait; dan
(c) Total pendapatan neto.
2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator Perusahaan bergerak di bidang jasa
Ketentuan Tarif pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain: curah terutama batubara,
a) Dasar ketentuan tarif; transhipment dan pengoperasian
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif; √ pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
c) Masa berlaku tarif; (a)-(e)
d) Besaran tarif; dan
Page 66
Page 66 of 92
e) Perjanjian lain yang terkait.
3) Khusus Industri pembiayaan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
a) Pendapatan pembiayaan konsumen; curah terutama batubara,
b) Pendapatan anjak piutang; dan √ transhipment dan pengoperasian
c) Pendapatan sewa. pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
4) Khusus Industri Rumah Sakit Perusahaan bergerak di bidang jasa
Terdiri dari: pelayaran angkutan barang-barang
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat jalan dan curah terutama batubara,
penunjang medis, √ transhipment dan pengoperasian
Rincian pengurang pendapatan, antara lain: pelabuhan yang menunjang jasa
a) Restitusi; pelayaran
b) Subsidi tidak mampu; dan
c) Selisih perhitungan klaim.
5) Khusus Industri Transportasi Perusahaan bergerak di bidang jasa
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi; curah terutama batubara,
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi; √ transhipment dan pengoperasian
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi; pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan; dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksi, feri,
tanker dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan
armada tersebut.
6) Khusus Industri Telekomunikasi Perusahaan bergerak di bidang jasa
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa pelayaran angkutan barang-barang
telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerjasama √ curah terutama batubara,
dengan pihak lain. transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
7) Khusus Industri Asuransi: Perusahaan bergerak di bidang jasa
Page 67
Page 67 of 92
Pendapatan Premi pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok premi √ curah terutama batubara,
bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan) premi yang belum merupakan transhipment dan pengoperasian
pendapatan untuk setiap jenis asuransi. pelabuhan yang menunjang jasa
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku (PSAK 36 dan 62) pelayaran
8) Khusus Industri Jalan Tol: Perusahaan bergerak di bidang jasa
Pendapatan pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain: √ curah terutama batubara,
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa transhipment dan pengoperasian
lain, dan rincian pendapatan kerjasama operasi; pelabuhan yang menunjang jasa
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruas jalan tol, maka pelayaran
pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus diungkapkan.
9) Khusus Industri Perbankan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Pendapatan Bunga pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain: curah terutama batubara,
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada : √ transhipment dan pengoperasian
a) Obligasi Pemerintah; pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang diakui;
c) Efek-efek; dan
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain.
10) Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi yang dirinci: √ (a) (a)Perusahaan bergerak di bidang
(1) Biaya bahan baku; jasa
(2) Biaya tenaga kerja; dan
(3) Biaya overhead
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan; (b)tidak ada vendor yang nilai
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 10% (sepuluh perseratus) √ (b) pembeliannya melebihi 10% dari
dari pendapatan; dan pendapatan. Catatan 24
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang dijual. (c) Catatan 24
√(c)
11) Khusus Industri Rumah Sakit Perusahaan bergerak di bidang jasa
Beban Departementalisasi/Beban Operasional pelayaran angkutan barang-barang
Page 68
Page 68 of 92
Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban departementalisasi: √ curah terutama batubara,
a) Beban bahan; transhipment dan pengoperasian
b) Beban jasa pelayanan; pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
c) Beban pegawai;
d) Beban penyusutan sarana medis;
e) Beban pemeliharaan sarana;
f) Beban asuransi; √
g) Beban langganan daya dan jasa;
h) Beban depresiasi.
12) Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian (a)-(d) Perusahaan bergerak di
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok (a)√ bidang jasapelayaran angkutan
klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi barang-barang curah terutama
sendiri untuk setiap jenis asuransi. batubara, transhipment dan
pengoperasian pelabuhan yang
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
menunjang jasa pelayaran
Yang harus diungkapkan antara lain:
sahaan bergera
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya : klaim
k di bidang jasa
jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian. (b)√
curah te
c) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok (c)√
pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi.
d) Hasil Investasi (d)√
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurut jenis investasi.
13) Khusus Industri Perhotelan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Beban Departementalisasi pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain: curah terutama batubara,
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban departementalisasi; √ transhipment dan pengoperasian
b) Gaji dan beban pegawai lainnya; dan pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen lainnya.
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu
antara lain: 14(b), (c) 14(a)
Page 69
Page 69 of 92
a) Beban penjualan; √ √ Catatan 25
b) Beban distribusi; dan
c) Beban umum dan administrasi.
15) Khusus Industri Perbankan Perusahaan bergerak di bidang jasa
a) Beban Bunga pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga berdasarkan curah terutama batubara,
kelompok produk/jasa utama. √ transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
b) Beban Provisi dan Komisi
pelayaran
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan
utan barang-barang
komisi berdasarkan kelompok produk/jasa utama.
pelayaran
16) Khusus Industri Pembiayaan Perusahaan bergerak di bidang jasa
BebanKerugian Penurunan Nilai pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai untuk √ curah terutama batubara,
masing-masing akun Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan transhipment dan pengoperasian
Piutang Sewa Pembiayaan. pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
17) Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya. (a),(b),(c)1a (a),(b),(c)1a laporan laba rugi dan
b) rincian dan jumlah Beban lainnya. √ penghasilan komprehensif lain,
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi : halaman 3
(1) biaya pinjaman meliputi:
(a) beban keuangan yang dihitung dengan menggunakan metode suku bunga
efektif;
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK yang
berlaku; dan (c)1(b), (c)1(b),(c),&2 Tidak terdapat
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang kondisi tersebut pada Perusahaan
(c),&2
selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap bunga; dalam periode berjalan
√
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan
meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia untuk dijual;
(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada Nilai Wajar melalui
laba rugi; dan
Page 70
Page 70 of 92
(c)amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk
lindung nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura Bersama meliputi : √(d) (d)Tidak terdapat kondisi tersebut
(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas asosiasi dan/atau Ventura pada Perusahaan dalam periode
Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; dan berjalan
(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan, yang
diungkapkan secara terpisah.
18) Khusus Industri Perbankan Perusahaan bergerak di bidang jasa
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset √ curah terutama batubara,
keuangan. transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat-surat √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis. curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-surat Berharga dan Obligasi Rekapitalisasi √ Perusahaan bergerak di bidang jasa
Pemerintah pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis. curah terutama batubara,
transhipment dan pengoperasian
pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran.
19) Pendapatan Komprehensif Lain (a),(b),(d),(e) Tidak terdapat kondisi
Yang harus diungkapkan antara lain: tersebut pada Perusahaan dalam
a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Takberwujud; (a),(b),(d), periode berjalan
b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti; (e)√
c) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan; (c )√ (c) laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain halaman 3
d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual;
e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam rangka
lindung nilai arus kas; dan
Page 71
Page 71 of 92
bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan/atau Ventura
Bersama.
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri dari:
(1) beban (penghasilan) pajak kini; (a.1) √ (a.1) Catatan 28
(2) penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari (a.2-7) √ (a.2-7)peraturan perpajakan yang
periode lalu; berlaku untuk Perusahaan adalah
(3) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan pajak final. Catatan 27.
temporer dan pembalikannya;
(4) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan tarif
pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru;
(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya
atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang digunakan untuk
mengurangi beban pajak kini dan beban pajak tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau pembalikan
penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan perubahan kebijakan akuntansi
dan kesalahan yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi komprehensif,
dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi yang dibebankan
atau dikreditkan langsung ke ekuitas; (b),(c ) (b),(c) peraturan perpajakan yang
berlaku untuk Perusahaan adalah
c) jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan √
pajak final
komprehensif lain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari
entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama;
d) penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi dalam (d),(e),(i),(j)
satu atau kedua bentuk berikut ini: (d),(e),(i),(j) Catatan 28
√
(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian laba
akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar
perhitungan tarif pajak yang berlaku; atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku,
dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku;
e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan (f),(g) peraturan perpajakan yang
dengan tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya; berlaku untuk Perusahaan adalah
(f), (g) pajak final dan tidak terdapat
Page 72
Page 72 of 92
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang dapat √ perubahan tarif pajak dengan
dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak diakui sebagai aset periode sebelumnya
pajak tangguhan dalam laporan keuangan;
g) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait dengan investasi pada entitas (h) √
anak, cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama atas
liabilitas pajak tangguhan yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi;
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci); dan
(3) laba kena pajak;
i) perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam
pengisian SPT Tahunan PPh Badan;
(k)√ (k)peraturan perpajakan yang
k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang belum
berlaku untuk Perusahaan adalah
dikompensasi:
pajak final
(1) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi
keuangan untuk periode sajian; dan
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam laba rugi,
apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau
liabilitas pajak tangguhan yang diakui dalam laporan posisi keuangan; (l)-(m)
l) beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan: (l)-(m)Tidak terdapat kondisi
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian; dan tersebut pada Perusahaan dalam
√ periode berjalan, peraturan
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama periode,
perpajakan yang berlaku untuk
bersama dengan jumlah terkait untuk setiap periode sajian;
Perusahaan adalah pajak final
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang saham
Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan Keuangan
Diotorisasi untuk Terbit namun tidak diakui sebagai Liabilitas dalam laporan
keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak tangguhan (n)-(p)Tidak terdapat kondisi
praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam suatu (n)-(p) tersebut pada Perusahaan dalam
kombinasi bisnis; periode berjalan, peraturan
o) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan perpajakan yang berlaku untuk
√
wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dari kombinasi Perusahaan adalah pajak final
bisnis tidak diakui pada tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal akuisisi; dan
Page 73
Page 73 of 92
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung pengakuan
atas aset pajak tangguhan, apabila:
(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi laba kena pajak
mendatang lebih besar dari laba pembalikan perbedaan temporer kena
pajak yang telah ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya
yang mengakibatkan diakuinya aset pajak tangguhan terkait.
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per saham (a)√ a)Catatan 29
dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi yang
dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk periode tersebut. Rekonsiliasi
tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham;
(b)√ (b)Catatan 29
b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai penyebut dalam
penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi penyebut
tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis
instrumen yang mempengaruhi laba per saham; (c)-(e)√ (c)-(e)Tidak terdapat kondisi
c) instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang tersebut pada Perusahaan dalam
berpotensi mendilusi laba per saham dasar di masa depan, namun tidak periode berjalan
dimasukkan dalam penghitungan laba per saham dilusian karena instrumen
tersebut bersifat antidilutif untuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi saham biasa,
selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku, yang terjadi setelah periode
pelaporan dan akan secara signifikan mengubah jumlah saham biasa atau
instrumen berpotensi saham biasa yang beredar pada akhir periode tersebut
seandainya transaksi dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan; dan
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan.
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang
jumlahnya:
(1) lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk transaksi dengan
orang atau anggota keluarga terdekat; dan/atau (a)-(b) (a)-(b) Catatan 31
(2) lebih dari 0,5% (nol koma lima perseratus) dari modal disetor untuk
√
transaksi dengan entitas berelasi.
Page 74
Page 74 of 92
b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat meliputi
nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi serta informasi tentang transaksi
dan saldo dengan pihak dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan hubungan
dengan pihak-pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saldo,
termasuk komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi dampak
hubungan tersebut dalam laporan keuangan, paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan
beban terkait;
(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau Liabilitas,
termasuk komitmen, dan:
(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan, dan
sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian; dan c.(1) √ c.(2) √ c(1),c(2) Catatan 23, 31
(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima;
(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang
terkait dengan jumlah saldo piutang usaha dan piutang pihak berelasi non-
usaha; dan
(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, jika
(c.3-4)Tidak terdapat kondisi
dilakukan pembentukan;
(c.3-4) √ tersebut pada Perusahaan dalam
d) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) dan b) periode berjalan
dilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut:
(1) entitas induk;
(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan terhadap
entitas; (1) √
(2) √ (1)-(2) Catatan 31
(3) entitas anak;
(4) entitas asosiasi;
(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer; (3) √
(3)transaksi dengan entitas anak
(6) personil manajemen kunci dari entitas pelapor atau entitas induknya; dan sudah dieliminasi
(4)-(7) √
(7) pihak-pihak berelasi lainnya.
e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau (4)-(7)Tidak terdapat kondisi
kelompok direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai tersebut pada Perusahaan dalam
karyawan, dan manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori berikut: periode berjalan
(1) imbalan kerja jangka pendek;
(2) imbalan pascakerja;
Page 75
Page 75 of 92
(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya; (e)√ (e) Tidak terdapat kondisi tersebut
(4) pesangon pemutusan kontrak kerja; dan pada Perusahaan dalam periode
berjalan
(5) pembayaran berbasis saham.
f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah :
(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan
Perusahaan;
(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual signifikan; dan (f)√ (f) Tidak terdapat kondisi tersebut
pada Perusahaan dalam periode
(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara individual, berjalan
signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas luasnya transaksi
tersebut.
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara lain: (a),(b.1-2) (a),(b.1-2) Catatan 34
(1) rincian aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing serta ekuivalennya
dalam mata uang fungsional; √
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing;
(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang fungsional; (b.3-4) √ (b.3-4)Tidak terdapat kondisi
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali untuk selisih kurs tersebut pada Perusahaan dalam
yang timbul pada instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui periode berjalan
laba rugi; dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan (b.5) laporan laba rugi dan
(b.5)
diakumulasikan dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta rekonsiliasi penghasilan komprehensif lain
selisih kurs tersebut pada awal dan akhir periode. √
halaman 3 dan laporan perubahan
ekuitas halaman 4
24) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama periode tertentu Tidak terdapat kondisi tersebut
untuk suatu aset individual, termasuk goodwill atau suatu unit penghasil kas: √ pada Perusahaan dalam periode
(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau pembalikan rugi berjalan
penurunan nilai;
Page 76
Page 76 of 92
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama periode
tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang didalamnya tercakup
rugi penurunan nilai;
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama
periode tersebut dan unsur laporan laba rugi komprehensif yang di dalamnya
tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik;
(4) goodwill yang telah diakui rugi penurunan nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut; dan
(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui
dalam pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk setiap
kelompok aset.
25) Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan
Periode Lalu (a.1)
a) Perubahan Estimasi Akuntansi √
Yang harus diungkapkan antara lain : (a.2) & a.1 Catatan 5
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi; (a.3)
(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan; dan √ a.2 & a.3 Tidak ada perubahan
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang. Dalam hal jumlah estimasi akuntansi pada tahun
dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus berjalan.
diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi;
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi yang √ Tidak ada perubahan kebijakan
andal dan relevan; akuntansi pada tahun berjalan.
(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan dan setiap periode lalu sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan yang terpengaruh; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-periode sebelum periode
yang disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka diungkapkan
alasannya; dan
Page 77
Page 77 of 92
(5) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk suatu
periode tertentu atau untuk periode-periode sebelum periode-periode
tersebut disajikan dan tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi.
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain : √ Tidak terdapat kondisi tersebut
(1) sifat dari kesalahan periode lalu; pada Perusahaan dalam periode lalu
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan; dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian;
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal; dan
(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan dan
penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila
penyajian kembali retrospektif tidak praktis.
26) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut untuk setiap kombinasi
bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi;
(2) tanggal akuisisi;
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas,
periode berjalan, dan akumulasinya untuk masing-masing kombinasi bisnis;
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh;
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak Tidak terdapat kondisi tersebut
pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi; pada Perusahaan dalam periode
(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwill yang diakui; berjalan
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total imbalan yang dialihkan dan √
Nilai Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama imbalan;
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:
(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi;
(b) penjelasan tentang kesepakatan dan dasar penentuan jumlah
pembayaran; dan
(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila kisaran tidak
dapat diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut
tidak dapat diestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum pembayaran
tidak terbatas, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta
tersebut;
Page 78
Page 78 of 92
(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh berdasarkan
kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa
pembiayaan langsung, dan kelompok piutang lain, yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang;
(b) jumlah piutang bruto kontraktual; dan
(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas kontraktual
yang diperkirakan tidak tertagih;
(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama Aset
√
yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajar:
(a) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus
keluar sumber daya ekonomi terjadi;
(b) indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut. Dalam
hal diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan
(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan
jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut;
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui karena Nilai Wajarnya tidak
dapat diukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b) angka (4)
terkait perikatan dan kontijensi; dan
(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal;
(13) dalam hal pembelian dengan diskon:
(a) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam laporan laba rugi
komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui; dan
(b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan
keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki kurang dari
100% (seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi
pada tanggal akuisisi:
(a) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi,
yang diakui pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya; dan
(b) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan dalam
penentuan nilai tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali
pada pihak yang diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar;
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap:
Page 79
Page 79 of 92
(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi segera sebelum tanggal
akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui sebagai hasil dari
pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekuitas pada pihak
yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum
kombinasi bisnis dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif untuk
mengakui keuntungan atau kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi dari pihak yang diakuisisi sejak
tanggal akuisisi yang dimasukkan dalam laporan laba rugi
komprehensif pada periode pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba atau rugi dari entitas hasil penggabungan untuk
periode pelaporan berjalan seolah-olah tanggal akuisisi untuk semua
kombinasi bisnis yang terjadi selama tahun berjalan telah
diperhitungkan sejak awal periode pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada periode sekarang dan periode
sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib mengungkapkan
informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif
material:
(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk Aset,
Liabilitas, kepentingan nonpengendali tertentu atau jenis imbalan dan
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga
ditentukan hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan:
(a) alasan akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai;
(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis imbalan yang akuntansi
awalnya belum selesai; dan
(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesuaian periode pengukuran yang
diakui selama periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan Perusahaan
mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset imbalan kontinjensi,
atau sampai dengan Perusahaan menyelesaikan liabilitas imbalan
kontinjensi atau liabilitas tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka
diungkapkan:
(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, termasuk setiap
perbedaan yang timbul selama penyelesaian;
Page 80
Page 80 of 92
(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan alasan
perubahan tersebut; dan
(c) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan untuk
mengukur imbalan kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir periode
pelaporan;
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugianyang diakui
pada periode pelaporan yang:
(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau liabilitas yang
diambil-alih dalam kombinasi bisnis pada periode pelaporan berjalan
atau periode pelaporan sebelumnya; dan
(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk
memahami laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan;
c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam dan LK dalam pelaksanaan
transaksi kombinasi bisnis; dan
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan,
sehubungan dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama
suatu periode:
(1) jumlah harga yang dibayarkan;
(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas;
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh; dan
(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau
bisnis lainnya apabila Pengendalian diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan
kategori utamanya.
27) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen;
(1) informasi umum, yang terdiri dari:
(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk mengidentifikasi (a) √ (a) Catatan 32
segmen dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa yang menghasilkan pendapatan dari setiap segmen
dilaporkan;
Page 81
Page 81 of 92
(2) informasi mengenai laba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan beban
tertentu, aset segmen, dan liabilitas segmen dari segmen dilaporkan, serta
dasar pengukurannya;
(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran laba atau rugi segmen
dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen material lainnya
terhadap jumlah yang terkait dalam laporan keuangan Perusahaan;
(b.1)√ (b.1) Catatan 32
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau setiap
kelompok produk dan jasa yang serupa. (b.2)√ (b.2)sebagian besar operasional
Group masih terpusat di Kalimantan
(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada:
i. negara domisili Perusahaan; dan
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memperoleh
pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu negara asing secara
individual jumlahnya material, pendapatan tersebut diungkapkan
secara terpisah, termasuk dasar pengatribusian pendapatannya
kepada negara tersebut secara individual.
(b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang
ditangguhkan, aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat
kontrak asuransi yang berlokasi di:
i. negara domisili Perusahaan; dan
(3)catatan 23, 32
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki aset.
Pendapatan diungkapkan
Dalam hal aset dari suatu negara asing secara individual jumlahnya
(b.3)√ berdasarkan pelanggan eksternal
material, maka aset tersebut diungkapkan secara terpisah.
tunggal yang mencapai 10% atau
(3) Informasi pelanggan utama lebih dari pendapatan konsolidasi,
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal tunggal dan total pendapatan juga
mencapai 10% (sepuluh perseratus) atau lebih dari pendapatan konsolidasi, diungkapkan berdasarkan segmen
Perusahaan harus mengungkapkan: operasi secara terpisah
(a) fakta;
(b) total pendapatan dari setiap pelanggan; dan
(c) identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut.
28) Operasi yang Dihentikan Tidak terdapat kondisi tersebut
a) Yang harus diungkapkan antara lain: (a)-(b)√ pada Perusahaan dalam periode
berjalan
Page 82
Page 82 of 92
(1) uraian tentang alasan operasi dihentikan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada
pelepasan yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan
liabilitas operasi yang dihentikan; dan
(3) pengaruh dari operasi yang dihentikan terhadap segmen yang dilaporkan
dari aset tidak lancar atau kelompok lepasan disajikan sesuai SAK yang
berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba (rugi) operasi yang
dihentikan, antara lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif meliputi:
(a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari operasi yang
dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait; dan
(b) laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilai Wajar setelah
dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok
lepasan yang terkait dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan dari operasi yang dihentikan; dan
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi yang
dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk.
29) Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat Tidak terdapat kondisi tersebut
a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan (a)-(c) √ pada Perusahaan dalam periode
tujuannya, yaitu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung nilai), berjalan
seperti untuk tujuan spekulasi;
b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak instrumen derivatif dalam kelompok
klasifikasi lindung nilai dan kelompok non lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam bentuk
valuta, bunga, komoditas atau lain-lain;
(2) pihak lawan transaksi (counterparties);
(3) tanggal jatuh tempo;
(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal laporan posisi
keuangan;
(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan;
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas yang dilindung nilai; dan
Page 83
Page 83 of 92
(7) persyaratan penting lainnya.
c) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif dan
(2) strategi untuk mencapai tujuan tersebut;
(3) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi lindung nilai, termasuk
penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabilitas dan jenis transaksi yang
dilindung nilai; dan
(4) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung nilai,
disebutkan tujuannya.
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan liabilitas keuangan
antara lain:
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara yang √ Tidak terdapat kondisi tersebut
memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam laporan pada Perusahaan dalam periode
posisi keuangan; dan berjalan
b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Nilai
Wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan.
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan dibayarkan
sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk: (a)-(d)Tidak terdapat kondisi
(1) periode pelaporan, dan tersebut pada Perusahaan dalam
(2) periode sebelumnya; periode berjalan
c) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau dideklarasikan setelah (a)-(d)
periode pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan dan √
tidak diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik pada akhir periode pelaporan; dan
d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain: pada Perusahaan dalam periode
(a)-(d)√ berjalan
Page 84
Page 84 of 92
a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan jumlah liabilitas kontinjensi
lainnya secara terpisah;
b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya dalam
Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya;
c) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama yang signifikan
dan bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian bersama entitas; dan
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendalian bersama entitas, agar
ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya; dan
(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, liabilitas jangka pendek,
liabilitas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura Bersama.
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan manajemen dan (1.a)√ Catatan 33
teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian;
ii. periode berlakunya perikatan;
iii. dasar penentuan kompensasi dan denda;
iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan; dan
v. pembatasan-pembatasan lainnya;
(b) kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan dana di masa (1.b)√ (1.b)Tidak terdapat kondisi
yang akan datang, seperti: pembangunan pabrik, perjanjian pembelian, tersebut yang signifikan pada
ikatan untuk investasi, diungkapkan: Perusahaan dalam periode
i. pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian; berjalan.
ii. periode berlakunya perikatan;
iii. nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi; dan
iv. sanksi-sanksi;
(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan: (2)√ (2) Tidak terdapat kondisi
(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang dipisahkan tersebut pada Perusahaan dalam
antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak yang dijamin; periode berjalan
(b) latar belakang dikeluarkannya jaminan;
(c) periode berlakunya jaminan; dan
Page 85
Page 85 of 92
(d) nilai jaminan; (3-4) Tidak terdapat kondisi
(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, cerukan bank; tersebut pada Perusahaan dalam
dan (3-4)√ periode berjalan
(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan-batasannya.
b) Kontinjensi b(1-4)Tidak terdapat kondisi
Yang harus diungkapkan antara lain : tersebut pada Perusahaan dalam
b(1-4)√ periode berjalan.
(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang terkait;
(b) jumlah yang diperkarakan;
(c) latar belakang, isi dan status perkaradan pendapat hukum (legal
opinion); dan
(d) dampak keuangan;
(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misalnya
masalah lingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat tentang peraturan dan
estimasi dampak keuangannya;
(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan:
(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta jumlah
pokok dan denda atau bunganya; dan
(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak (keberatan atau
banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain:
(a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi;
(b) estimasi dari dampak keuangannya;
(c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu
arus keluar sumber daya; dan
(d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga.
34) Khusus Industri Perkebunan Perusahaan bergerak di bidang jasa
Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain: curah terutama batubara,
a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma; (a)-(f)√ transhipment dan pengoperasian
b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama; pelabuhan yang menunjang jasa
pelayaran
c) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan;
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam kerjasama;
Page 86
Page 86 of 92
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama; dan
f) Isi perubahan perjanjian, jika ada.
35) Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna
laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul dari
instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk, namun √ Catatan 35
tidak terbatas pada risiko sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang belum
jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh
tempo pada akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai;
(2) risiko likuiditas, antara lain:
(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif dan nonderivatif
yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang bertujuan untuk
pemahaman terhadap periode arus kas; dan
(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas;
(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenis risiko pasar
dimana entitas terdampak pada akhir periode pelaporan, yang menunjukkan
dampak perubahan pada variabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut
terhadap laba rugi dan ekuitas; dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan
kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis risiko yang timbul dari
instrumen keuangan.
36) Khusus Industri Perbankan Perusahaan bergerak di bidang jasa
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio) pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain: curah terutama batubara,
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal laporan √ transhipment dan pengoperasian
posisi keuangan; pelabuhan yang menunjang jasa
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia; dan pelayaran
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR.
b) Posisi Devisa Neto Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain: pelayaran angkutan barang-barang
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurut jenis mata uang pada √ curah terutama batubara,
tanggal laporan posisi keuangan; transhipment dan pengoperasian
Page 87
Page 87 of 92
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia; pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto. pelayaran
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum √
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas
dana pihak ketiga di bank.
d) Aktivitas Fiduciary √
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing-masing aktivitas fiduciaryyang
meliputi jasa kustodian, wali amanat, pengelolaan investasi dan reksadana.
37) Kuasi-Reorganisasi Perusahaan bergerak di bidang jasa
Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan kuasi-reorganisasi yang pelayaran angkutan barang-barang
meliputi: curah terutama batubara,
a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam laporan posisi keuangan dan jumlah transhipment dan pengoperasian
tersebut disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-reorganisasi; √ pelabuhan yang menunjang jasa
b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham pelayaran
setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di masa
mendatang;
c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah kuasi-
reorganisasi;
d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih penilaian Aset dan liabilitas
sebelum digunakan untuk mengeliminasi defisit; dan
e) Keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi pada akun saldo laba
dalam laporan posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi-
reorganisasi.
38) Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan dalam
mengelola permodalannya, termasuk:
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal;
(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan untuk (a)-(c) (a)-(c)Catatan 35
memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak eksternal; dan √
(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengelola permodalannya;
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikelola sebagai modal;
Page 88
Page 88 of 92
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya; (d-e) Tidak terdapat kondisi
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari pihak (d)√ tersebut pada Perusahaan
eksternal (jika ada); dan (e)√ dalam periode berjalan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak eksternal,
apabila terjadi ketidakpatuhan.
39) Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain : Tidak terdapat kondisi tersebut
Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan √ pada Perusahaan dalam periode
Kas dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kas. berjalan
Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset secara kredit atau sewa
pembiayaan, akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi modal.
40) Pembayaran Berbasis Saham Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain : pada Perusahaan dalam periode
a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka berjalan
pendek ataupun jangka panjang;
b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham yang √
ada pada suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan umum setiap perjanjian,
seperti kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan
metode penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap
kelompok opsi saham;
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang harga
saham pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi
saham yang beredar pada akhir periode;
f) penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal sebagai
berikut:
(1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang Nilai Wajar
opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi tentang bagaimana
Nilai Wajar tersebut diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar instrumen ekuitas tersebut pada
tanggal pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilai Wajar
tersebut untuk instrumen ekuitas lain yang diberikan selama suatu periode
(yaitu selain opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi Perusahaan
dalam suatu periode dan terhadap posisi keuangannya.
Page 89
Page 89 of 92
41) Khusus Industri Asuransi: Perusahaan bergerak di bidang jasa
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas pelayaran angkutan barang-barang
Yang harus diungkapkan antara lain : curah terutama batubara,
(1) Analisis Kekayaan; √ transhipment dan pengoperasian
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas; pelabuhan yang menunjang jasa
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi; pelayaran
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan; dan
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah Perusahaan bergerak di bidang jasa
Hal-hal yang harus diungkapkan: pelayaran angkutan barang-barang
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah; √ curah terutama batubara,
b) Jenis Akad Asuransi Syariah; transhipment dan pengoperasian
c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi Syariah;
pelabuhan yang menunjang jasa
dan pelayaran
d) Zakat.
43) Informasi Penting Lainnya Tidak terdapat kondisi tersebut
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari: pada Perusahaan dalam periode
a) Kontrak reasuransi;
berjalan
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya; √
c) Rasio keuangan penting;
d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting; dan
e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau kelangsungan hidup
perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan : Perusahaan bergerak di bidang jasa
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu); pelayaran angkutan barang-barang
b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan iuran curah terutama batubara,
wajib lainnya; √ transhipment dan pengoperasian
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman pelabuhan yang menunjang jasa
kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman tanah pelayaran
kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya;
Page 90
Page 90 of 92
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada periode
berjalan dan akumulasinya; dan
f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :
(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya; dan
(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumulasinya.
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah periode pelaporan tentang
kondisi yang ada pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan
memutakhirkan pengungkapan kondisi tersebut sesuai dengan informasi terkini;
dan contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas untuk Catatan 37
√
menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporan keuangannya, atau untuk
mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material setelah periode
pelaporan, maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misalnya:
(1) tanggal terjadinya;
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa estimasi
tersebut tidak dapat dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang
Terkait dengan Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait
dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang
harus diungkapkan antara lain:
√ Catatan 2
a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut;
b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan
akuntansi;
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan; dan
Page 91
Page 91 of 92
d) pembahasan mengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas
laporan keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tidak
dapat diketahui atau diestimasi secara wajar.
47) Reklasifikasi √ Tidak terdapat kondisi tersebut
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasifikasian pos-pos dalam pada Perusahaan dalam periode
laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain: berjalan
(1) sifat reklasifikasi;
(2) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang direklasifikasi;
dan
(3) alasan reklasifikasi.
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut; dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasifikasi.
48) Hibah Pemerintah √ Tidak terdapat kondisi tersebut
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal pada Perusahaan dalam periode
sebagai berikut: berjalan
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan indikasi
bentuk lain dari bantuan pemerintah; dan
b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas bantuan
pemerintah yang telah diakui.
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain √ Entitas menggunakan Standar
a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun laporan keuangan dengan Akuntansi Keuangan yang berlaku
menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi persyaratan di Negara Indonesia
otoritas pasar modal di negara lain atau dalam rangka penawaran Efek di negara
lain.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK dengan standar akuntansi di negara lain;
(2) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan beserta
penjelasannya; dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi komprehensif
beserta penjelasannya.
Page 92
Page 92 of 92
c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di negara lain
untuk melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang berlaku di
negara tersebut, maka pengungkapan tersebut wajib ditambahkan dalam laporan
keuangan.
50) Informasi Penting Lainnya √ Tidak ada informasi penting lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari peristiwa atau yang harus diungkap dalam laporan
keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti peristiwa/keadaan keuangan.
yang mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan.
Jakarta, 26 Maret 2025,
Susan Faustine
Direktur
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bapepam-LK
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.5 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.11 ×13
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.41
unresolved
org
KKA Riana & Rekan
p.55 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.61
unresolved
org
Bapepam
p.80 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.