Back to announcement
Checklist Pengungkapan Lapkeu Des 2024 revisi.pdf
Financial statement Text extracted KBLMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 93
Page 1
Page 1 of 93
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan
Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan
Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi
Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).
2. Tanda (√) diisi pada kolom ‘Ada’ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi
persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom ‘Keterangan’
ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang
diharuskan maka tanda (√) diisi pada kolom ‘Tidak Ada’ dengan menambahkan
keterangan alasannya pada kolom keterangan.
4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib
memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (√) diisi pada kolom ‘N/A’.
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan
keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Kabelindo Murni Tbk.
Bidang Usaha Industri Kabel Listrik dan Telekomunikasi
Jenis penawaran Umum Saham
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Nama Kantor Akuntan Publik KAP Kanaka Puradireja, KAP Kanaka Puradireja,
Suhartono Suhartono
Nama Partner Patricia, CPA Patricia, CPA
Opini Akuntan Tanpa Modifikasian Tanpa Modifikasian
Catatan tentang Opini (jika ada) - -
* disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan.
Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung √
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi √
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”
Page 2
Page 2 of 93
Data Keuangan Penting Dalam Rupiah
Periode laporan keuangan 31 Desember 2024 31 Desember 2023
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 1.988.595.338.562 1.648.518.772.825
Laba (rugi) bruto 138.109.463.950 90.148.560.042
Laba (rugi) usaha/operasional 100.993.471.060 42.109.127.004
EBITDA 123.195.083.506 76.630.903.882
Laba (rugi) Bersih periode berjalan 77.374.869.238 30.765.969.026
Laba (rugi) komprehensif 166.013.210.611 29.057.698.898
Laba Per saham (dasar) 69,08 27.47
Laba Per saham (dilusian) -
Laporan Posisi keuangan
Jumlah Aset 1.891.149.003.560 1.597.442.418.776
Jumlah Aset Lancar 710.325.443.579 554.786.273.446
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.180.823.559.981 1.042.656.145.329
Jumlah Liabilitas 469.346.689.838 332.693.315.665
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 446.505.291.752 312.057.359.270
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 22.841.398.086 20.635.956.395
Jumlah Ekuitas 1.421.802.313.722 1.264.749.103.111
Modal Disetor 211.400.000.000 211.400.000.000
Saldo Laba 301.357.114.168 232.264.622.657
Rasio Keuangan*
Rasio Lancar (%) 159,09% 177,78%
ROA 4,09% 1,93%
ROE 5,44% 2,43%
Ebitda thd pendapatan (%) 6,20% 4,65%
*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan
seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat
diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik
wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industri apabila
pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami
laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu
pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.17 tentang
Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada √
akhir periode
2 Laporan laba rugi komprehensif √
selama periode
3 Laporan perubahan ekuitas selama √
periode
4 Laporan arus kas selama periode √
5 Laporan posisi keuangan pada √
awal periode komparatif yang
Page 3
Page 3 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
disajikan saat Perusahaan
menerapkan suatu kebijakan
akuntansi secara retrospektif atau
membuat penyajian kembali pos-
pos laporan keuangan atau ketika
Perusahaan mereklasifikasi pos-
pos dalam laporan keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan √
Ketentuan Umum
1.
Perusahaan wajib menyajikan catatan
atas laporan keuangan dengan urutan
sebagai berikut:
a. gambaran umum Perusahaan;
b. dasar penyusunan laporan
keuangan dan ikhtisar kebijakan
akuntansi signifikan yang
diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos
yang disajikan dalam laporan
posisi keuangan, laporan laba rugi
komprehensif, laporan perubahan
ekuitas dan laporan arus kas,
sesuai dengan urutan penyajian
laporan dan penyajian masing-
2. masing pos; dan
d. pengungkapan lainnya yang antara
lain meliputi:
3.
1) informasi yang dipersyaratkan
oleh SAK yang tidak disajikan
4. di bagian manapun dalam
laporan keuangan; dan
2) informasi yang tidak disajikan
di bagian manapun dalam
laporan keuangan, tetapi
informasi tersebut relevan
untuk memahami laporan
keuangan.
Perusahaan wajib menyatakan dalam
bentuk nilai atau persentase untuk
menjelaskan adanya bagian dari suatu
jumlah, tidak menggunakan kata
“sebagian”.
Perusahaan wajib mengungkapkan
dalam penjelasan masing-masing pos
mengenai Aset yang dijaminkan,
nama pihak yang menerima jaminan,
dan alasan dijaminkan.
Dalam hal Aset Perusahaan
diasuransikan, wajib diungkapkan
jenis dan nilai aset yang diasuransikan,
nilai pertanggungan asuransi, dan
risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan wajib
diungkapkan alasannya.
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan
Keuangan
1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan,
Page 4
Page 4 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
antara lain:
a. Pendirian perusahaan
1) Riwayat ringkas perusahaan; √ Catatan 1.a
2) Nomor dan tanggal akta pendirian √ Catatan 1.a
serta perubahan terakhir, pengesahan
dari instansi yang berwenang, dan
nomor serta tanggal Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar √ Catatan 1.a
Perusahaan dan yang sedang
dijalankan pada periode pelaporan;
4) Tempat kedudukan perusahaan dan √ Catatan 1.a
lokasi utama kegiatan usaha;
5) Tanggal mulai beroperasinya √ Catatan 1.a
perusahaan secara komersial. Dalam
hal perusahaan melakukan ekspansi
atau perampingan usaha secara
signifikan pada periode laporan yang
disajikan, wajib disebutkan saat
dimulainya operasi komersial dari
ekspansi atau perampingan usaha dan
kapasitas produksinya; dan
6) Nama entitas induk dan nama entitas √ Tidak terdapat pemegang
induk terakhir dalam kelompok usaha saham yang secara
(ultimate parent of the group). Dalam mayoritas
hal tidak dapat diungkapkan, wajib
disebutkan alasannya.
7) Khusus Industri Media √
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang
dimiliki.
8) Khusus Industri Jalan Tol √
Peraturan perundangan atau
keputusan pemerintah yang mendasari
penyelenggaraan jalan tol tersebut.
9) Khusus untuk Asuransi dan √
Pembiayaan
Izin bidang usaha dari Menteri
Keuangan atau Otoritas yang
berwenang.
10) Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, √
sebagai bank devisa (jika ada), serta
izin untuk menjalankan kegiatan
berdasarkan prinsip syariah (jika ada).
11) Khusus Industri Minyak dan Gas
Bumi dan Pertambangan Umum √
Area Eksplorasi dan
Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi
dan eksploitasi Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi:
• Nama lokasi;
• Nama pemilik izin lokasi;
• Tanggal perolehan izin
ekplorasi serta tanggal jatuh
temponya;
• Persentasi kepemilikan saham
Perseroan pada perusahaan
pemilik izin lokasi; dan
• Jumlah biaya eksplorasi yang
telah dibukukan sebagai Aset
Page 5
Page 5 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Minyak dan Gas Bumi per
tanggal Laporan Posisi
Keuangan;
b) Area Eksploitasi/Pengembangan
meliputi:
• Nama lokasi;
• Nama pemilik ijin lokasi;
• Tanggal perolehan ijin
eksploitasi serta tanggal jatuh
temponya;
• Persentasi kepemilikan saham
Perseroan pada perusahaan
pemilik ijin lokasi;
• Jumlah Cadangan Terbukti
(P1), keterangan tentang
pihak yang melakukan
sertifikasi, dan tanggal
sertifikasi;
• Jumlah produksi pada tahun
berjalan; dan
• Akumulasi jumlah produksi
sejak awal kegiatan
eksploitasi/pengembangan
oleh Perseroan hingga
tanggal laporan posisi
keuangan.
12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain: √
a) pelaksanaan kegiatan
pengusahaan hutan;
b) rincian luas areal sisa hutan yang
belum dikelola selama masa sisa
manfaat HPH; dan
c) sisa umur HPH.
b. Penawaran Umum Efek, yang harus
diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif √ Catatan 1.c
penawaran umum, termasuk
penawaran Efek yang diterbitkan di
luar Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang √ Catatan 1.c dan 1.d
ditawarkan;
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √ Catatan 1.c dan 1.d
4) Tindakan perusahaan yang dapat √ Catatan 1.c dan 1.d
mempengaruhi jumlah Efek yang
diterbitkan (corporate action) sejak
penawaran umum perdana sampai
dengan periode pelaporan terakhir.
c. Struktur Perusahaan, entitas anak,
dan Entitas Bertujuan Khusus
(EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang √
dikendalikan baik secara langsung
maupun tidak langsung;
2) Tempat kedudukan; √
3) Jenis usaha; √
Page 6
Page 6 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
4) Tahun beroperasi secara komersial; √
5) Persentase kepemilikan dan proporsi √
hak suara (jika berbeda);
6) Total Aset; dan √
7) Informasi penting lainnya antara lain: √
a) sifat hubungan antara entitas induk
dan entitas anak, apabila entitas
induk tidak memiliki baik langsung
maupun tidak langsung melalui
entitas anak, lebih dari 50% (lima
puluh perseratus) hak suara yang
sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik √
langsung maupun tidak langsung
lebih dari 50% (lima puluh
perseratus) hak suara atau hak
suara potensial atas investee tidak
diikuti dengan pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari √
laporan keuangan entitas anak
apabila laporan keuangan tersebut
digunakan untuk menyusun laporan
keuangan konsolidasian dan
tanggal atau periode berbeda dari
tanggal laporan keuangan entitas
induk, dan alasan menggunakan
tanggal atau periode yang berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi √
signifikan dalam kemampuan
entitas anak untuk mentransfer
dana ke entitas induk dalam bentuk
dividen tunai, atau pembayaran
kembali pinjaman atau uang muka;
e) suatu rincian yang menunjukkan √
dampak setiap perubahan bagian
kepemilikan entitas induk pada
entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya
Pengendalian atas ekuitas yang
dapat diatribusikan pada pemilik
entitas induk; dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian √
atas entitas anak, maka entitas
induk harus mengungkapkan:
(1) keuntungan atau kerugian
(jika ada) yang diakui dari
hilangnya Pengendalian, dan
porsi dari keuntungan atau
kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan
sisa investasi pada entitas
anak terdahulu dengan Nilai
Wajar pada tanggal
hilangnya Pengendalian;
(2) jumlah persentase √
kepemilikan yang dilepaskan;
(3) jumlah harga yang diterima; √
(4) bagian dari harga yang √
merupakan Kas dan Setara
Page 7
Page 7 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Kas;
(5) jumlah Kas dan Setara Kas √
pada entitas anak atau bisnis
lainnya dimana Pengendalian
dilepaskan; dan
(6) jumlah Aset dan Liabilitas √
selain Kas dan Setara Kas
pada entitas anak atau bisnis
lainnya dimana Pengendalian
dilepaskan, yang
diikhtisarkan berdasarkan
kategori utamanya.
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan
komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing- √ Catatan 1.b
masing anggota direksi, dewan
komisaris, dan komite audit;
2) Cakupan manajemen kunci; dan √ Catatan 1.b
3) Jumlah karyawan tetap pada masing- √ Catatan 1.b
masing akhir periode atau rata-rata
jumlah karyawan tetap selama periode
yang bersangkutan, secara konsolidasi
untuk Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi √ Catatan 1.e
untuk terbit; dan
2) Pihak yang bertanggung jawab √ Catatan 1.e
mengotorisasi laporan keuangan.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi
Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan
hal-hal sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap √ Catatan 3.a
SAK
Pernyataan ini merupakan pernyataan
bahwa laporan keuangan telah disusun
dan disajikan sesuai dengan SAK.
b. Dasar pengukuran dan
penyusunan laporan keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan √ Catatan 3.b
yaitu berdasarkan biaya historis
(historical cost), biaya perolehan kini
(current cost), nilai realisasi neto (net
realizable value), Nilai Wajar (fair
value) atau jumlah yang dapat
dipulihkan berdasarkan SAK yang
berlaku.
2) Dasar penyusunan laporan keuangan, √ Catatan 3.b
yaitu dasar akrual, kecuali untuk
laporan arus kas.
3) Mata uang fungsional dan mata uang Catatan 3.b
penyajian yang digunakan, meliputi: √
a) mata uang fungsional Perusahaan
dan entitas anak;
b) fakta dan alasan perubahan, √
apabila terdapat perubahan mata
Page 8
Page 8 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
uang fungsional Perusahaan
maupun kegiatan usaha asing yang
signifikan; dan
c) alasan perubahan mata uang √
penyajian (jika ada).
4) Alasan perubahan periode pelaporan √
(jika ada).
c. Penggunaan Pertimbangan,
Estimasi, dan Asumsi Signifikan
oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan √ Catatan 4
dalam ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan atau bagian lain dari catatan
atas laporan keuangan, pertimbangan
yang telah dibuat manajemen dalam
proses penerapan kebijakan akuntansi
dan memiliki dampak yang paling
signifikan terhadap jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan √ Catatan 4
informasi tentang asumsi yang dibuat
mengenai masa depan, dan sumber
utama dari estimasi ketidakpastian lain
pada akhir periode pelaporan, yang
memiliki risiko signifikan yang
mengakibatkan penyesuaian material
terhadap jumlah tercatat Aset dan
Liabilitas dalam periode pelaporan
berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas √ Catatan 4
sebagaimana dimaksud dalam angka
2), catatan atas laporan keuangan
memasukkan rincian atas sifat dan
jumlah tercatat pada akhir periode
pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Kebijakan akuntansi tertentu
merupakan kebijakan akuntansi
lainnya yang diterapkan dan relevan
untuk memahami laporan keuangan.
Kebijakan akuntansi tertentu meliputi,
tetapi tidak terbatas pada hal-hal
sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan √
Konsolidasian, yang meliputi pos-
pos entitas induk dan entitas
anak;
b) dasar dan kapan suatu entitas √
anak dikonsolidasikan ke dalam
laporan keuangan entitas induk;
c) kebijakan akuntansi sehubungan
dengan perubahan kepemilikan
tanpa kehilangan Pengendalian
atas entitas anak;
d) kebijakan akuntansi sehubungan √
dengan kehilangan Pengendalian
atas entitasanak;
e) kebijakan akuntansi sehubungan √
dengan pencatatan dan penyajian
kepentingan nonpengendali; dan
Page 9
Page 9 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan √
transaksi material antar entitas
yang dikonsolidasi telah
dieliminasi.
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam
kombinasi bisnis, termasuk
metode yang digunakan untuk
mengukur kepentingan
nonpengendali; √
b) pengakuan awal untuk goodwill; √
c) pengukuran setelah pengakuan √
awal untuk goodwill; dan
d) kebijakan lainnya yang relevan √
terkait dengan kombinasi bisnis
yang ada di Perusahaan, antara
lain:
(1) pembelian dengan diskon;
(2) akuisisi secara bertahap; dan
(3) imbalan kontinjensi.
3) Kas dan setara kas; Catatan 3g
Yang harus dijelaskan antara lain √
kebijakan dalam menentukan
komponen kas dan setara kas.
4) Instrumen Keuangan √ Untuk poin no. 7 tidak ada
a) Instrumen Keuangan selain intrumen keuangan
Sukuk derivatif dan lindung nilai
Yang harus dijelaskan antara Catatan 3.e
lain: Untuk poin no. 4 Catatan
(1) pengakuan awal instrumen 3.f
keuangan setiap kategori,
termasuk perlakuan atas
biaya transaksi;
(2) pengukuran setelah
pengakuan awal instrumen
keuangan setiap kategori;
(3) ketentuan saling hapus dari
instrumen keuangan;
(4) metode yang digunakan untuk
menentukan Nilai Wajar
instrumen keuangan;
(5) metode perhitungan yang
digunakan untuk menentukan
penurunan nilai dari aset
keuangan;
(6) ketentuan penghentian
pengakuan instrumen
keuangan;
(7) khusus instrumen keuangan
derivatif dan akuntansi
lindung nilai, selain
penjelasan sebagaimana
dimaksud dalam angka (1),
angka (2), angka (3), angka
(4), angka (5), dan angka
(6), wajib ditambahkan
penjelasan mengenai;
(a) ketentuan pemenuhan
Page 10
Page 10 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
kriteria akuntansi
lindung nilai;
(b) klasifikasi lindung nilai
untuk tujuan akuntansi
lindung nilai atas
instrumen keuangan
derivatif; dan
(c) perlakuan akuntansi
lindung nilai untuk
tujuan akuntansi lindung
nilai.
b) Investasi pada Sukuk √
Yang harus dijelaskan antara
lain:
(1) klasifikasi dan reklasifikasi
investasi pada Sukuk;
(2) pengakuan awal Sukuk;
(3) pengukuran setelah
pengakuan awal Sukuk;
(4) Penyajian pendapatan sukuk;
dan
(5) penyajian amortisasi biaya
transaksi.
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara
√
lain:
(1) pengakuan awal Sukuk;
(2) pengukuran setelah
pengakuan awal Sukuk;
(3) biaya transaksi penerbitan
Sukuk;
(4) posisi penyajian Sukuk; dan
(5) akad syariah yang digunakan.
5) Khusus Industri Perbankan √
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain
ketentuan mengenai jumlah giro
wajib minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan
Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain
dasar penyajian Giro pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.
c) Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain
dasar penyajian Penempatan
pada Bank Indonesia dan Bank
Lain.
6) Piutang Reverse Repo √
Yang harus dijelaskan antara lain
unsur-unsur Piutang Reverse Repo,
metode pencatatan dan
pengukurannya.
Page 11
Page 11 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
7) Khusus Industri Perbankan √
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi
yang dimiliki;
b) Pengakuan nilai pada investasi
untuk setiap kelompok Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah;dan
c) Dasar penyajian efek-efek dalam
laporan keuangan.
8) Khusus Industri Perbankan √
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara
lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing
jenis kredit yang diberikan;
(2) Dasar penyajian atas kredit;
(3) Kebijakan manajemen dan
pelaksanaan pengendalian
risiko portofolio kredit;
(4) Perlakuan akuntansi untuk
kredit yang dibeli dari BPPN
(jika ada); dan
(5) Kebijakan bank akan agunan
kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain
dasar penyajian atas
tagihan/kewajiban akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara
lain:
(1) Dasar penilaian dan
penyajian;
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai
realisasi piutang/pembiayaan
yang diberikan dengan
saldo piutang/pembiayaan
yang tidak dapat ditagih;
dan
(3) Perlakuan akuntansi atas
keuntungan (kerugian) dari
realisasi penjualan agunan.
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan √
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang
pembiayaan konsumen; dan
b) Dasar penilaian aset jika
perusahaan menarik kembali aset
pembiayaan konsumen dari
konsumennya.
10) Anjak Piutang √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang
(dengan recourse atau tanpa
recourse);
b) Penyajian transaksi anjak piutang;
c) Perlakuan akuntansi atas
perbedaan antara harga
Page 12
Page 12 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
pengalihan dan jumlah bersih
piutang dialihkan; dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan
atas tagihan anjak
piutang(ditagihkan kembali ke
klien atau ditanggung oleh
perusahaan).
11) Sewa √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu
perjanjian mengandung suatu
sewa;
b) kebijakan penentuan suatu sewa
merupakan sewa pembiayaan atau
sewa operasi; dan
c) kebijakan akuntansi apabila
Perusahaan bertindak sebagai
lessee dan/atau lessor.
12) Persediaan : √ Catatan 3.h
yang harus dijelaskan antara lain
mengenai kebijakan akuntansi yang
digunakan dan rumusan biaya yang
digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan √
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi,
antara lain: kewajiban kepada
negara, pemeliharaan sarana dan
pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi
pembebanan ke biaya produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan √
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis
tanaman sebagai persediaan,
tanaman belum
menghasilkan, atau tanaman
telah menghasilkan;
(2) Dasar penilaian dan
pengukuran;
(3) Kebijakan akuntansi
reklasifikasi tanaman belum
menghasilkan ke tanaman
telah menghasilkan;
(4) Metode penyusutan dan masa
manfaat tanaman yang
disusutkan; dan
(5) Kebijakan akuntansi biaya
pinjaman.
c) Khusus Industri Peternakan √
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah
menghasilkan :
(a) Metode penilaian;
(b) Metode amortisasi
(deplesi); dan
(c) Cadangan kematian atau
metode penghapusan
Page 13
Page 13 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
langsung, jika ada.
(2) Hewan ternak dalam
pertumbuhan (belum
menghasilkan) :
(a) Metode penilaian; dan
(b) Perkiraan waktu yang
dibutuhkan untuk dapat
berpindah menjadi
hewan ternak telah
menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap; √ Catatan 3. I
b) pengukuran setelah pengakuan √ Catatan 3. i
awal Aset Tetap;
c) pengelompokan Aset Tetap; √ Catatan 3. i
d) metode penyusutan yang √ Catatan 3. i
digunakan;
e) kapitalisasi biaya yang terkait √ Catatan 3. i
dengan Aset Tetap;
f) estimasi umur manfaat dan tarif √ Catatan 3. I
penyusutan;
g) penghentian pengakuan; √ Catatan 3. I
h) nilai residu; dan √ Catatan 3. I
i) pernyataan bahwa manajemen √ Catatan 3. i
telah mengkaji ulang atas estimasi
umur ekonomis, metode
penyusutan, dan nilai residu pada
setiap akhir periode pelaporan.
14) Investasi pada Entitas Asosiasi √
Yang harus dijelaskan antara lain
metode yang digunakan untuk
mencatat investasi pada asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura √
Bersama
Yang harus dijelaskan antara lain
metode yang digunakan untuk
mencatat bagian partisipasi dalam
Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dari bentuk kerjasama;
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap
jenis aset dan liabilitas yang
timbul; dan
c) Sistem pembagian hasil, jika ada.
17) Aset Tak Berwujud √
Yang harus dijelaskan antara lain :
a) pengakuan awal Aset
Takberwujud;
b) pengukuran setelah pengakuan
awal Aset Takberwujud;
c) umur manfaat tidak terbatas atau
terbatas, dan apabila umur
manfaat terbatas, diungkapkan
tarif amortisasi yang digunakan
Page 14
Page 14 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dan umur manfaatnya;
d) sumber terjadinya Aset
Takberwujud;
e) metode amortisasi yang
digunakan;
f) penghentian pengakuan Aset
Takberwujud; dan
g) riset dan pengembangan (jika
ada).
18) Aset tidak lancar atau kelompok √
Lepasan yang dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan
kondisi suatu aset tidak lancar
diklasifikasikan sebagai aset yang
dimiliki untuk dijual; dan
b) pengukuran aset tidak lancar
atau kelompok lepasan yang
dimiliki untuk dijual.
19) Properti Investasi : √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi;
b) pengukuran setelah pengakuan
awal Properti Investasi;
c) metode penyusutan yang
digunakan, khusus untuk model
biaya;
d) estimasi umur manfaat dan/atau
tarif penyusutan untuk model
biaya; dan
e) penghentian pengakuan Properti
Investasi.
20) Khusus Industri Gas dan Minyak √
Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan
untuk menentukan jumlah tercatat
bruto;
b) Kriteria kapitalisasi biaya,
penurunan nilai (impairment) dan
penilaian kembali aset (revaluasi);
c) Metode penyusutan dan amortisasi
yang digunakan;
d) Masa manfaat atau tarif
penyusutan dan amortisasi yang
digunakan; dan
e) Pertanggungan Asuransi.
21) Penurunan Nilai Aset √ Catatan 3.j
Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan peristiwa dan kondisi
yang mengindikasikan
kemungkinan terjadinya
penurunan nilai; dan
b) kebijakan akuntansi pengakuan
penurunan nilai aset nonkeuangan
dan pembalikannya.
Page 15
Page 15 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
22) Khusus Industri Perbankan √
Liabilitas Segera
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan
b) Dasar penyajian dari masing-
masing kategori simpanan.
Simpanan dari bank lain
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari
bank lain; dan
b) Dasar penyajian simpanan dari
bank lain.
Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dan jenis-jenis surat
berharga yang diterbitkan; dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi
atau diskonto.
23) Provisi √
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kondisi provisi yang harus diakui;
dan
b) dasar penentuan nilai provisi.
24) Utang Repo √
Yang harus dijelaskan antara lain
unsur-unsur Utang Repo, metode
pencatatan dan pengukurannya.
25) Khusus Industri Gas dan Minyak √
Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan
dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas
pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH
yang ditangguhkan;
c) Metode penyusutan prasarana
PLH; dan
d) Tabel yang memuat penjelasan
tentang:
(1) Lokasi penambangan;
(2) Saldo awal untuk masing-
masing lokasi;
(3) Penambahan dan
Pengurangan untuk masing-
masing lokasi penambangan;
dan
(4) Saldo akhir untuk masing-
masing lokasi penambangan.
26) Khusus Industri Pertambangan √
Umum
Biaya Eksplorasi dan
Page 16
Page 16 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang
Ditangguhkan atas kegiatan
eksplorasi yang masih berjalan
dengan penjelasan mengenai
jangka waktu kontrak untuk Area
of Interest yang bersangkutan;
b) Biaya Eksplorasi yang
Ditangguhkan atas kegiatan
eksplorasi yang sudah
menemukan adanya Cadangan
Terbukti dengan penjelasan
bahwa amortisasinya baru akan
dilaksanakan pada saat
dimulainya produksi;
c) Dasar penentuan
ditangguhkannya biaya
pengembangan dan kapitalisasi
biaya pekerjaan konstruksi dan
prasarana; dan
d) Metode amortisasi dan
penyusutan yang dipergunakan
dengan penjelasan jangka waktu
perijinan penambangan, taksiran
umur ekonomis tambang dan
dasar perhitungan amortisasi.
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan
dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas
pembebanan biaya PLH;
b) Metode amortisasi atas biaya PLH
yang ditangguhkan; dan
c) Metode penyusutan prasarana
PLH.
27) Pengakuan Pendapatan Catatan 3.l
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode
pengakuan pendapatan serta √
dasar pengukuran yang
digunakan berdasarkan jenis
pendapatan yang ada; dan
(2) dalam hal terdapat transaksi √
hubungan keagenan,
kebijakan pengakuan
pendapatan dan penjualan
dari hubungan keagenan
serta beban terkait.
b) Pengakuan pendapatan dan √
Beban dengan menggunakan
metode persentase
penyelesaian
Yang harus dijelaskan antara lain
metode yang diterapkan untuk
menentukan tahap penyelesaian
suatu kontrak.
c) Khusus Industri Asuransi √
(1) Pengakuan pendapatan
premi
Penjelasan yang harus
Page 17
Page 17 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
ditambahkan antara
lain:
(a) Tarif yang digunakan
dalam perhitungan
premi yang belum
merupakan pendapatan;
(b) Kebijakan akuntansi
untuk transaksi
reasuransi prospektif
dan retroaktif; dan
(c) Penyajian pendapatan
premi dalam laporan
laba rugi.
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus
ditambahkan antara
lain:
(a) Kelompok beban klaim
dalam bentuk: klaim
yang disetujui, klaim
dalam proses
penyelesaian, klaim
yang terjadi namun
belum dilaporkan dan
beban penyelesaian
klaim; dan
(b) Penyajian beban klaim
dalam laporan laba rugi.
d) Khusus Industri Real Estate √
Kapitalisasi dan metode alokasi
biaya proyek
pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi
ke proyek pengembangan
Real Estat;
(2) Unsur biaya yang dialokasikan
sebagai beban proyek;
(3) Penyisihan atas realisasi
pendapatan pada masa
mendatang lebih rendah dari
nilai tercatat proyek;
(4) Metode alokasi biaya yang
telah dikapitalisasi ke setiap
unit Real Estat;
(5) Biaya yang direvisi dan
direalokasi akibat perubahan
mendasar pada estimasi kini;
dan
(6) Unsur biaya yang diakui
sebagai beban pada saat
terjadinya.
28) Program Loyalitas Pelangan √
Yang harus dijelaskan antara
lainkebijakan terkait program loyalitas
pelanggan
29) Transaksi dan Saldo dalam mata Catatan 3.c
uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) ketentuan dalam penjabaran
transaksi dan saldo dalam mata
uang asing;
b) perlakuan akuntansi selisih kurs √ Catatan 3.c
yang timbul dari penjabaran aset
dan liabilitas moneter; dan
Page 18
Page 18 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) referensi dan kurs yang digunakan √ Catatan 3.c
untuk menjabarkan transaksi dan
saldo dalam mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Catatan 3.d
Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) Dasar penetapan Pihak-pihak
berelasi;
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi √ Catatan 3.d dan 26
dalam Laporan Keuangan; dan
31) Hibah Pemerintah √
Yang harus dijelaskan antara
lainkebijakan akuntansi tentang
metode penyajian dalam laporan
keuangan.
32) Pajak Penghasilan Catatan 3.m
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk √
mengukur pajak kini dan pajak
tangguhan;
b) ketentuan mengenai saling hapus; √ Catatan 3.m
c) pengakuan dan pengukuran aset √ Catatan 3.m
pajak tangguhan; dan
d) metode yang digunakan dalam √ Catatan 3.m
menilai aset (liabilitas) pajak
tangguhan.
33) Imbalan Kerja Catatan 3.k
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan √
kepada karyawan;
b) deskripsi umum mengenai jenis √ Catatan 3.k
program imbalan pascakerja yang
diselenggarakan oleh Perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan √ Catatan 3.k
dalam mengakui keuntungan dan
kerugian aktuarial; dan
d) pengakuan keuntungan dan √ Catatan 3.k
kerugian untuk curtailment dan
penyelesaian.
34) Saham Treasuri √
Yang harus dijelaskan antara lain
metode pengakuan dan pengukuran
atas pembelian, penjualan, atau
pembatalan saham treasuri.
35) Pembayaran Berbasis Saham √
Yang harus dijelaskan antara
lainkebijakan akuntansi untuk
transaksi pembayaran berbasis saham
yang diselesaikan melalui instrumen
ekuitas dan/atau diselesaikan melalui
Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi- √
reorganisasi;
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset √
dan Liabilitas; dan
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih √
hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.
Catatan: Berlaku untuk kuasi
reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.
Page 19
Page 19 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
37) Biaya Pinjaman √
Yang harus dijelaskan antara
lainkondisi yang mengharuskan biaya
pinjaman dikapitalisasikan sebagai
bagian dari biaya perolehan aset
kualifikasian.
38) Segmen Operasi √
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
yang digunakan oleh manajemen
untuk mengidentifikasikan Segmen
Operasi.
39) Laba (Rugi) per saham √ Catatan 3.n
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
perhitungan laba (rugi) per saham
dasar dan laba (rugi) per saham
dilusian.
3. Pengungkapan atas Pos-Pos
Laporan Keuangan
a. Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) unsur Kas dan Setara Kas pada √ Catatan 5
pihak berelasi dan pihak ketiga;
b) rincian jumlah penempatan di √ Catatan 5
bank berdasarkan nama bank
serta jenis mata uang asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual √ Catatan 5
dari Setara Kas selama periode
pelaporan; dan
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas √ Catatan 5
yang signifikan yang tidak dapat
digunakan oleh kelompok usaha
disertai pendapat manajemen.
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas √
Yang harus diungkapkan adalah
rincian jumlah kas berdasarkan
jenis mata uang.
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian jumlah Giro pada √
Bank Indonesia berdasarkan
jenis mata uang (nilai
dalam mata uang original);
dan
(2) Ketentuan Giro Wajib √
Minimum (GWM) menurut
BI dan posisi GWM bank
pada saat periode
pelaporan.
c) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara
lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank
Lain berdasarkan jenis mata
uang;
Page 20
Page 20 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) Jumlah penyisihan penurunan √
nilai;
(2) Perubahan penyisihan selama √
periode berjalan untuk
masing-masing giro;
(3) Rincian jumlah Giro pada √
Bank Lain berdasarkan
pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan
pihak ketiga;
(4) Tingkat suku bunga rata-rata √
per tahun; dan
(5) Pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah
penyisihan penurunan nilai.
d) Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian jumlah penempatan √
berdasarkan jenis dan mata
uang;
(2) Rincian penempatan √
berdasarkan yang
mengalami penurunan nilai
(impaired) dan tidak
mengalami penurunan nilai
(unimpaired);
(3) Jangka waktu (rata-rata atau √
per kelompok);
(4) Jumlah penyisihan penurunan √
nilai dan mutasi selama
periode berjalan;
(5) Rincian jumlah penempatan √
berdasarkan pihak yang
mempunyai hubungan
istimewa dan pihak ketiga;
(6) Tingkat suku bunga rata-rata √
per tahun;
(7) Jumlah dana yang diblokir √
dan alasannya;
(8) Jumlah dana yang tidak dapat
dicairkan pada bank
bermasalah, bank beku
operasi atau likuidasi
termasuk tingkat
kemungkinan diterimanya
kembali dana tersebut
berdasarkan informasi dari
otoritas yang berwenang;
dan
(9) Pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah
penyisihan penurunan nilai.
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan √ Catatan 6
antara pihak ketiga dan pihak
berelasi;
b) jumlah piutang menurut debitur; √ Catatan 6
Page 21
Page 21 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) jumlah piutang menurut mata √ Catatan 6
uang;
d) alasan dan dasar pembentukan √ Catatan 6
cadangan kerugian penurunan
nilai;
e) jumlah cadangan kerugian √ Catatan 6
penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan √ Catatan 6
kecukupan jumlah cadangan atau
keyakinan manajemen atas
ketertagihan piutang apabila tidak
dibentuk cadangan;
g) piutang yang dijaminkan, nama √
pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan;
h) jumlah diamortisasi dengan √
menggunakan metode suku bunga
efektif; dan
i) informasi keterlibatan
berkelanjutan atas piutang yang
ditransfer, meliputi:
(1) jumlah yang ditransfer, beban √
bunga, retensi, jatuh tempo,
dan ikatan penting lain yang
diatur dalam perjanjian; dan
(2) jaminan yang diberikan (bila √
ada).
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan
mengenaiantara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan √
tertanggung dan asuradur;
(2) Jumlah piutang berdasarkan √
jenis asuransi; dan
(3) Jumlah piutang premi yang √
diperkenankan dalam
perhitungan solvabilitas.
b) Piutang Koasuransi √
Tambahan pengungkapan
mengenaiantara lain:
(1) Jumlah berdasarkan ko-
asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis
asuransi; dan
(3) Jumlah piutang koasuransi
yang diperkenankan dalam
perhitungan solvabilitas.
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan
mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan √
reasuradur;
(2) Jumlah piutang atau utang √
reasuransi yang
disalinghapuskan;
dan
(3) Jumlah piutang reasuransi √
yang diperkenankan
dalam perhitungan
solvabilitas.
Page 22
Page 22 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan
mengenai antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang √
kepada pihak berelasi dan
pihak ketiga;
(2) Jumlah piutang menurut jenis √
investasi;
(3) Jumlah piutang menurut mata √
uang; dan
(4) Jumlah piutang yang √
diperkenankan dalam
perhitungan solvabilitas.
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan
Konsumen
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Jumlah piutang menurut dan √
jenis obyek pembiayaan
(contoh: kendaraan
bermotor, elektronik,
rumah, dan lain-lain);
(2) Rincian umur dari angsuran √
pembiyaan konsumen;
(3) Bagian pinjaman yang √
dibiayai bank-bank
sehubungan dengan
transaksi kerja
(4) sama pembiayaan bersama,
penunjukan selaku
pengelola piutang,
penerusan pinjaman dan
pengambilalihan piutang
apabila perusahaan
membagi risiko tidak
tertagihnya piutang
tersebut dengan bank-bank
dalam rangka transaksi di
atas;
(5) Pendapatan pembiayaan
konsumen yang belum
diakui;
(6) Nilai dan jenis jaminan yang
diserahkan oleh pelanggan
atas piutang pembiayaan
konsumen yang diberikan
berdasarkan objek
pembiayaan;
(7) Tingkat suku bunga rata-rata
per tahun; dan
(8) Piutang pembiayaan
konsumen yang dialihkan
dan atau digunakan sebagai
jaminan atas utang.
b) Tagihan Anjak Piutang √
Yang harus diungkapkan antara
lain:
Page 23
Page 23 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) Jumlah tagihan anjak
piutang tanpa recourse dan
dengan recourse, beserta
jumlah utang retensi anjak
piutang dan pendapatan
anjak piutang (tanpa
recourse) serta pendapatan
anjak piutang tangguhan
(dengan recourse); dan
(2) Pengungkapan mengenai
tingkat bunga, jatuh tempo
dan jumlah piutang yang
diperoleh serta ikatan
penting yang diatur dalam
perjanjian anjak piutang.
c) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan √
pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(2) rekonsiliasi antara investasi √
sewa bruto dan nilai kini
piutang pembayaran sewa
minimum pada akhir periode
pelaporan. Di samping itu,
lessor mengungkapkan
investasi sewa bruto dan nilai
kini piutang pembayaran
sewa minimum pada akhir
periode pelaporan, untuk
setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun
sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun
(3) pendapatan keuangan yang √
belum diterima;
(4) nilai residu yang tidak dijamin √
yang diakru sebagai manfaat
lessor;
(5) akumulasi penyisihan piutang √
tidak tertagih atas
pembayaran sewa minimum;
(6) rental kontinjen yang diakui √
sebagai pendapatan dalam
periode; dan
(7) penjelasan umum isi √
perjanjian sewa lessor yang
material.
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) jumlah agregat pembayaran √
sewa minimum masa depan
dalam sewa operasi yang
tidak dapat dibatalkan
untuk setiap periode
berikut;
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun
sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun
(2) total rental kontinjen yang √
diakui sebagai pendapatan
pada periode; dan
Page 24
Page 24 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) penjelasan umum isi √
perjanjian sewa lessor.
6) Khusus Kontrak Konstruksi √
√
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah piutang dari masing- √
masing kontrak konstruksi; dan
b) Pendapat manajemen akan √
kemungkinan tertagihnya piutang
retensi.
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini
antara lain tagihan bruto dari setiap
kontrak konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut,
juga harus dirinci dalam bentuk tabel
yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
c) kerugian yang terjadi; dan √
d) pekerjaan yang sudah ditagih √
(termin).
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah √
Efek yang ditransaksikan;
b) Tanggal dan harga dilakukannya √
pembelian dan penjualan kembali
Efek;
c) Nama pihak/counterparty; √
d) Lokasi Efek jaminan; √
e) Tingkat bunga piutang reverse √
repo;
f) Cadangan kerugian penurunan nilai √
(jika ada); dan
g) Mutasi cadangan kerugian √
penurunan nilai (jika ada).
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat √
diambilalih;
b) Selisih antara nilai realisasi bersih √
atas agunan yang diambilalih
dengan saldo piutang yang tidak
tertagih; dan
c) Laba atau rugi yang timbul, √
termasuk biaya-biaya yang timbul
setelah pengambilalihan agunan
tersebut.
10) Piutang Dividen dan Bunga √
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jenis dan jumlah tagihan
dividen, bunga, dan denda kepada
pihak lain.
11) Piutang Lain-Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jenis dan jumlah piutang; √ Catatan 7
b) Jumlah Cadangan Kerugian √
Penurunan Nilai (CKPN); dan
c) Pendapat manajemen atas √ Catatan 7
kecukupan jumlah penyisihan.
Page 25
Page 25 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
12) Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan
untuk aset keuangan lainnya yang
bersifat lancar maupun tidak lancar.
a) Pengelompokkan aset keuangan √
lainnya sesuai klasifikasi yang
dipisahkan antara pihak ketiga
dan pihak berelasi.
b) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) nilai tercatat aset keuangan √
untuk setiap kelompok dan
rincian investasinya;
(2) laba atau rugi neto pada √
setiap kelompok aset
keuangan berdasarkan
klasifikasi, baik yang
disajikan pada pos
pendapatan komprehensif
lainnya maupun yang diakui
sebagai laba atau rugi
periode berjalan;
(3) total pendapatan bunga yang √
dihitung menggunakan
metode suku bunga efektif
untuk aset keuangan selain
yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi;
(4) biaya perolehan termasuk √
jumlah premium dan diskonto
yang belum diamortisasi,
untuk Efek dimiliki hingga
jatuh tempo;
(5) peringkat Efek utang berikut √
nama pemeringkat (jika ada).
(6) uraian tentang alasan √
diambilnya keputusan
menjual untuk aset keuangan
yang diklasifikasikan dimiliki
hingga jatuh tempo;
(7) jika terdapat reklasifikasi aset √
keuangan, maka wajib
diungkapkan:
(a) jumlah yang
direklasifikasi ke dan
dari setiap kategori;
(b) alasan reklasifikasi; dan √
(c) sisa investasi dalam √
kelompok dimiliki hingga
jatuh tempo yang telah
direklasifikasi dalam
kelompok tersedia untuk
dijual.
(8) jumlah tercatat aset √
keuangan yang dijaminkan
sebagai agunan untuk
Liabilitas atau liabilitas
kontinjensi serta syarat dan
kondisi yang terkait dengan
penjaminan tersebut;
(9) jumlah penurunan nilai atas √
aset keuangan (jika ada),
termasuk mutasinya,
dipisahkan antara aset
keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset
keuangan yang tidak
mengalami penurunan nilai,
serta dipisahkan antara
penurunan nilai yang dihitung
secara kolektif dan individual,
termasuk beban penurunan
Page 26
Page 26 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
nilai yang diakui dalam laba
rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan √
(kerugian) yang belum
direalisasi atas investasi yang
tersedia untuk dijual yang
direklasifikasi menjadi dimiliki
hingga jatuh tempo.
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara √ Catatan 5
pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) kisaran suku bunga kontraktual √ Catatan 5
selama periode pelaporan;
c) jenis dan jumlah deposito dalam √
mata uang asing; dan
d) hal-hal lain yang dapat √
mempengaruhi kualitas pencairan
deposito tersebut.
14) Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama √
penerbit dan akad syariah;
b) tujuan model usaha yang √
digunakan;
c) jumlah investasi yang √
direklasifikasikan, jika ada, dan
penyebabnya; dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang √
diukur pada biaya perolehan.
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai √
pasar efek berdasarkan jenis;
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi √
pembayaran bunga;
c) Tingkat suku bunga rata-rata per √
tahun; dan
d) Informasi penting lainnya. √
16) Khusus Unit Penyertaan √
Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
a) Rincian unit penyertaan reksadana
dan Nilai Aset Bersih; dan
b) laba atau rugi neto berdasarkan
klasifikasi, baik yang disajikan
pada pos pendapatan
komprehensif lainnya maupun
yang diakui sebagai laba atau rugi
periode berjalan
17) Khusus Wesel Tagih √
Tambahan pengungkapan
mengenaiantara lain, pihak penerbit,
kisaran tingkat bunga, jatuh tempo,
jenis mata uang, dan uraian tentang
Page 27
Page 27 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
sifat dan asal terjadinya (dari transaksi
usaha atau lainnya).
18) Khusus Industri Asuransi √
Tambahan pengungkapan mengenai
aset-aset yang menjadi dana jaminan.
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain
rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut √
jenis mata uang;
b) Tingkat suku bunga. √
20) Khusus Industri Perbankan √
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit
berdasarkan jenis, mata uang,
sektor ekonomi dan jangka
waktu serta kolektibilitas;
b) Jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai dan mutasi
selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah kredit √
berdasarkan pihak berelasi dan
pihak ketiga;
d) Rasio kredit usaha kecil √
terhadap jumlah kredit yang
diberikan;
e) Tingkat suku bunga rata-rata √
per tahun;
f) Rincian kredit bermasalah √
berdasarkan sektor dan jumlah
cadangan penghapusan
menurut ketentuan Bank
Indonesia;
g) Rasio kredit bermasalah √
terhadap jumlah Aset keuangan
dan rasio jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai Aset
keuangan yang telah dibentuk
terhadap jumlah minimum
cadangankerugian penurunan
nilai Aset keuangan sesuai
ketentuan Bank Indonesia;
h) Jumlah kredit yang √
direstrukturisasi berdasarkan
jenis dan kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian √
bank atas kredit sindikasi baik
selaku pimpinan, agen, atau
anggota sindikasi;
j) Ikhtisar pembelian kredit dari
BPPN berdasarkan periode
pembelian, jika ada;
k) Pendapat manajemen akan
ketaatan bank terhadap Batas
Maksimum Pemberian Kredit
(BMPK) yang ditetapkan oleh
Bank Indonesia;
l) Pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai.
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan √
liabilitas berdasarkan pihak,
Page 28
Page 28 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mata uang, dan jatuh tempo;
b) Untuk tagihan akseptasi √
diungkapkan kolektibilitas,
jumlah cadangan penghapusan
dan mutasi selama periode
berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan √
liabilitas berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
d) Pendapat manajemen akan √
kecukupan jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai tagihan
akseptasi
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) total jumlah tercatat √ Catatan 8
persediaan dan jumlah nilai
tercatat menurut klasifikasi
yang sesuai bagi
Perusahaan;
(2) jumlah tercatat persediaan √ Catatan 8
yang dicatat dengan Nilai
Wajar dikurangi biaya untuk
menjual;
(3) jumlah persediaan yang √ Catatan 21
diakui sebagai beban
selama periode berjalan;
(4) jumlah setiap penurunan √ Catatan 8
nilai yang diakui sebagai
pengurang jumlah
persediaan yang diakui
sebagai beban dalam
periode berjalan;
(5) jumlah dari setiap √
pemulihan dari setiap
penurunan nilai yang diakui
sebagai pengurang jumlah
persediaan yang diakui
sebagai beban dalam
periode berjalan;
(6) kondisi atau peristiwa √
penyebab terjadinya
pemulihan nilai persediaan
yang diturunkan;
(7) dalam hal terdapat √
kapitalisasi biaya pinjaman
untuk persediaan yang
memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka
diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman √
yang dikapitalisasi
selama periode
berjalan; dan
(ii) tarif kapitalisasi yang √
digunakan untuk
menentukan jumlah
biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi.
(8) persediaan yang √
dijaminkan, nama pihak
yang menerima jaminan,
dan alasan dijaminkan; dan
(9) jenis dan nilai persediaan √ Catatan 8
yang diasuransikan, nilai
Page 29
Page 29 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
pertanggungan asuransi,
dan risiko yang ditutup
serta pendapat manajemen
atas kecukupan
pertanggungan asuransi,
apabila tidak diasuransikan
wajib diungkapkan
alasannya.
b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai
tercatat persediaan menurut
klasifikasi yang harus
diungkapkan antara lain:
(1) Makanan dan minuman; √
(2) Perlengkapan; dan √
(3) Barang Dagangan. √
c) Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara
lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat
persediaan menurut
klasifikasi:
(a) Tanah Matang; √
(b) Unit Bangunan; dan √
(c) Unit Bangunan dalam √
Penyelesaian.
(2) Jumlah biaya perolehan √
aset Real Estat yang
pengikatan jual belinya
telah berlaku namun
penjualannya belum diakui,
termasuk jumlah utang
terkait yang akan dialihkan,
bila ada.
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara
lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses √
perizinan;
(2) Jumlah biaya bunga dan √
rugi kurs yang dikapitalisasi
ke tanah untuk
pengembangan; dan
(3) Proporsi tanah yang √
dijadikan jaminan utang.
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara
lain:
(1) Materi program : lokal, impor √
(media televisi);
(2) Buku, kertas koran, barang √
pra cetak (media cetak);
Page 30
Page 30 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) Barang promosi dan barter √
(media cetak); dan
(4) Bahan persediaan lain yang √
sesuai dengan industrinya.
f) Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara
lain:
(1) Obat-obatan; √
(2) Perlengkapan medis √
(disposable); dan
(3) Persediaan lainnya √
g) Khusus Industri Peternakan
(1) Pengungkapan jumlah
tercatat dan nilai tercatat
menurut klasifikasi tertentu,
seperti hewan ternak
menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia √
untuk Dijual; dan
(b) Hewan Ternak dalam √
Pertumbuhan.
(2) Hewan Ternak Produksi -
Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan
antara lain:
(a) Total jumlah tercatat √
dan nilai tercatat
menurut klasifikasi
hewan ternak telah
menghasilkan dan
hewan ternak belum
menghasilkan;
(b) Rekonsiliasi saldo awal √
dan akhir hewan ternak
tiap kelompok selama
paling tidak 2 tahun
terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) √
atas hewan ternak telah
menghasilkan;
(d) Pendapat manajemen √
atas kecukupan jumlah
penyisihan atau
penghapusan persediaan
yang mati atau hilang;
(e) Nilai hewan ternak yang √
diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi
dan risiko yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi √
untuk wabah penyakit,
perlu dibuat cadangan
kematian atau metode
penghapusan langsung;
(g) Pendapat manajemen √
atas kecukupan nilai
pertanggungan
asuransi; dan
(h) Nilai hewan ternak yang √
dijaminkan dan nama
pihak yang menerima
Page 31
Page 31 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
jaminan.
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah √ Catatan 12a
masing-masing pajaknya; dan
b) uraian mengenai jumlah restitusi √ Catatan 12e
pajak yang diajukan dan
statusnya.
24) Biaya Dibayar Dimuka
Yang harus diungkapkan antara lain √
rincian menurut jenis dan jumlah.
25) Aset tidak lancar atau kelompok √
lepasan yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki
untuk dijual atau kelompok
lepasan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari
penjualan, atau yang mengarah
kepada pelepasan yang
diharapkan, serta cara dan waktu
pelepasan;
(3) kerugian penurunan nilai atau
keuntungan pemulihan
penurunan nilai;
(4) dalam hal aset yang dimiliki
untuk dijual belum dapat
direalisasikan dalam satu tahun,
diungkapkan peristiwa atau
keadaan yang dapat
memperpanjang periode
penyelesaian penjualan menjadi
lebih dari satu tahun;
(5) dalam hal dapat diterapkan,
segmen yang dilaporkan dari
aset yang dimiliki untuk dijual
dan kelompok lepasan disajikan
sesuai dengan SAK yang berlaku;
dan
(6) dalam hal aset yang
diklasifikasikan sebagai aset
yang dimiliki untuk dijual atau
kelompok lepasan dihentikan
pengklasifikasiannya,
diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu
nilai yang lebih rendah
antara:
i. jumlah tercatat aset
tersebut sebelum aset
atau kelompok lepasan
diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual,
disesuaikan dengan
penyusutan, amortisasi
atau penilaian kembali
yang telah diakui apabila
aset atau kelompok
lepasan tersebut tidak
diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual; dan
Page 32
Page 32 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
ii. jumlah terpulihkan pada
saat tanggal keputusan
untuk tidak menjual;
(b) uraian fakta dan keadaan
yang mengarah kepada
keputusan tersebut; dan
(c) dampaknya terhadap hasil
operasi untuk periode
tersebut dan periode sajian
sebelumnya.
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha √
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jenis, nama pihak
berelasi, dan jumlah piutang;
b) alasan dan dasar pembentukan
cadangan kerugianpenurunan
nilai serta penjelasan terjadinya
piutang pihak berelasi tersebut;
c) jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang;
d) pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai; dan
e) dalam hal piutang berelasi non
usaha disajikan dalamaset lancar,
hal tersebut harus dibuktikan
serta diungkapkan alasannya.
27) Investasi pada Entitas Asosiasi √
Yang harusdiungkapkan antara lain:
a) nama entitas asosiasi;
b) persentase kepemilikan dan
penjelasan adanya pengaruh
signifikan, beserta alasannya;
c) nilaitercatat dan Nilai Wajar
investasi dalam entitas asosiasi
yang kuotasi harganya tersedia;
d) ringkasan informasi keuangan
entitas asosiasi termasuk jumlah
agregat Aset, Liabilitas,
pendapatan, dan laba atau rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh
signifikan walaupun Perusahaan
memiliki lebih dari 20% (dua
puluh perseratus) hak suara atau
hak suara potensial investee
secara langsung atau tidak
langsung;
f) akhir periode pelaporan dari
laporan keuangan entitas asosiasi,
ketika laporan keuangan tersebut
digunakan dalam menerapkan
metode ekuitas dan tanggal atau
periode yang berbeda dengan
Perusahaan, dan alasan
menggunakan tanggal atau periode
yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap
pembatasan signifikan atas
kemampuan entitas asosiasi untuk
mentransfer dana kepada
Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang
tidak diakui dan alasannya,
apabila Perusahaan menghentikan
pengakuan bagiannya atas rugi
entitas asosiasi, baik untuk
Page 33
Page 33 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
periode terjadinya kerugian
tersebut maupun secara kumulatif;
i) bagian atas liabilitas kontinjensi
entitas asosiasi yang terjadi
bersama-sama dengan investor
lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi
karena investor berkewajiban
bersama-sama untuk semua atau
sebagian Liabilitas entitas asosiasi;
dan
k) ringkasan informasi keuangan
entitas asosiasi, secara individual
atau dalam kelompok, yang tidak
dicatat dengan menggunakan
metode ekuitas termasuk total
Aset, total Liabilitas, Pendapatan,
dan laba atau rugi.
28) Khusus Industri Konstruksi √
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jaminan yang diberikan dan
jumlah jaminan tersebut serta kontrak
konstruksi yang mensyaratkan adanya
jaminan tersebut.
29) Khusus Industri Kehutanan √
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupabiaya yang ditangguhkan dalam
pelaksanaan pembangunan HTI, yang
disajikan sebagai berikut:
a) Saldo awal;
b) Penyisihan periode berjalan;
c) Realisasi yang dilakukan selama
periode berjalan; dan
d) Saldo akhir.
30) Khusus Industri Jalan Tol √
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak
penyelenggaraan harus
mengungkapkan hal-hal berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil
tol;
(b) Masa hak bagi hasil tol dan
amortisasinya;
(c) Perubahan hak bagi hasil tol
selama periode berjalan; dan
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama
operasi dalam pelaksanaan ke hak
bagi hasil tol.
31) Khusus Industri Perkebunan √
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah
menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan
akumulasi penyusutan
menurut jenis tanaman;
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal
tahun dan akhir tahun
tanaman untuk setiap
kelompok selama paling
sedikit 2 tahun terakhir;
Page 34
Page 34 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) Status tanah yang digunakan
untuk menanam;
(4) Nilai tanaman telah
menghasilkan berdasarkan
area/lokasi penanaman;
(5) Perbandingan saldo tanaman
belum menghasilkan selama
paling sedikit 2 tahun; dan
(6) Tanaman yang dijaminkan.
b) Untuk tanaman belum
menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum
menghasilkan sebagai berikut
:
(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun
berjalan
ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya
pinjaman, dan rugi kurs
dalam hal terjadi
depresiasi luar biasa
i. Pengurangan tahun
berjalan
ii. Jumlah yang
direklasifikasi ke
tanaman telah
menghasilkan
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir;
(2) Nilai tanaman dalam
Perkebunan Inti Rakyat /
Perkebunan Inti Plasma yang
menjadi milik perusahaan
(inti) dan tanaman yang
bukan milik perusahaan
(perkebunan
rakyat/perkebunan plasma);
dan
(3) Cadangan kerugian yang
mungkin timbul pada plasma.
32) Khusus Industri Peternakan √
Hewan Ternak Produksi – Berumur
Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak
dalam pertumbuhan (belum
menghasilkan) dan hewan ternak
telah menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir
hewan ternak tiap kelompok
selama paling tidak 2 tahun
terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas
hewan ternak telah menghasilkan;
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok
berdasarkan lokasi/area
peternakan;
e) Kondisi hewan ternak;
f) Persentase kematian selama tiga
tahun terakhir;
g) Nilai hewan ternak yang
diasuransikan, nilai pertanggungan
asuransi dan risiko yang ditutup;
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah
penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode
Page 35
Page 35 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
penghapusan langsung;
i) Nilai cadangan kematian atau
metode penghapusan langsung,
jika ada;
j) Pendapat manajemen atas
kecukupan nilai cadangan
kematian, jika ada; dan
k) Nilai hewan ternak yang
dijaminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan.
33) Properti Investasi √
a) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) model pengukuran setelah
pengakuan awal yang
digunakan, model Nilai
Wajar atau model biaya;
(2) metode dan asumsi
signifikan yang diterapkan
dalam menentukan Nilai
Wajar dari Properti
Investasi;
(3) pernyataan bahwa
penentuan Nilai Wajar
didukung oleh bukti pasar
atau lebih banyak
berdasarkan faktor lain
karena sifat properti
tersebut dan keterbatasan
data pasar yang dapat
diperbandingkan;
(4) nama Penilai, tanggal
penilaian, dan tanggal
laporan penilaian terakhir;
(5) jumlah yang diakui dalam
laba rugi untuk:
(a) penghasilan sewa dari
Properti Investasi;
(b) beban operasi langsung
yang terjadi baik dari
Properti Investasi yang
menghasilkan maupun
yang tidak menghasilkan
penghasilan sewa
selama periode
tersebut; dan
(c) perubahan kumulatif
dalam Nilai Wajar yang
diakui dalam laba rugi
atas penjualan Properti
Investasi dari
sekelompok aset yang
menggunakan model
biaya ke kelompok aset
yang menggunakan
model Nilai Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah
pembatasan atas realisasi
dari Properti Investasi atau
pembayaran penghasilan
dan hasil pelepasan; dan
(7) kewajiban kontraktual
untuk membeli,
membangun atau
mengembangkan Properti
Investasi atau untuk
perbaikan, pemeliharaan
atau peningkatan.
b) Khusus untuk Properti Investasi √
Page 36
Page 36 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
yang menggunakan model Nilai
Wajar, selain pengungkapan
sebagaimana dimaksud dalam
huruf (a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah
tercatat Properti Investasi
pada awal dan akhir
periode dengan
menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan
reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian
terhadap Properti Investasi
disesuaikan secara
signifikan untuk tujuan
pelaporan keuangan, maka
Perusahaan harus
mengungkapkan
rekonsiliasi antara penilaian
tersebut dan penilaian yang
telah disesuaikan yang
dilaporkan dalam laporan
keuangan, dengan
menunjukkan secara
terpisah:
(a) jumlah agregat dari
pengakuan kewajiban
sewa yang telah
ditambahkan kembali;
dan
(b) penyesuaian signifikan
lain.
c) Khusus untuk Properti Investasi √
yang menggunakan model biaya,
selain pengungkapan
sebagaimana dimaksud dalam
huruf a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) umur manfaat;
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat
bruto dan akumulasi
penyusutan Properti
Investasi pada awal dan
akhir periode dengan
menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan
reklasifikasi;
(3) jumlah penyusutan untuk
masing-masing periode
penyajian dan alokasi
beban penyusutan;
(4) jumlah rugi penurunan nilai
yang diakui, dan jumlah
pemulihan rugi penurunan
nilai, selama satu periode
sesuai SAK yang berlaku;
(5) transfer ke dan dari
persediaan dan properti
yang digunakan sendiri;
dan
(6) Nilai Wajar Properti
Investasi.
Page 37
Page 37 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Khusus untuk Properti Investasi √
dalam proses pembangunan dan
pengembangan, Yang harus
diungkapkan antara lain:
(1) rincian Properti Investasi
dalam proses
pembangunan dan
pengembangan;
(2) persentase jumlah tercatat
terhadap nilai kontrak;
(3) estimasi saat penyelesaian;
(4) hambatan kelanjutan
penyelesaian;
(5) jumlah pengeluaran yang
diakui dalam jumlah
tercatat Properti Investasi
dalam proses
pembangunan dan
pengembangan; dan
(6) dalam hal terdapat
kapitalisasi biaya pinjaman
untuk properti investasi
yang memenuhi kriteria
aset kualifikasian, maka
wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman
yang dikapitalisasi
selama periode
berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang
digunakan untuk
menentukan jumlah
biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi.
34) Aset Tetap Catatan 9
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap √
wajib diungkapkan secara
terpisah berdasarkan kepemilikan
aset yaitu aset pemilikan langsung
dan/atau aset sewa pembiayaan;
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto √
dan akumulasi penyusutan Aset
Tetap pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan
reklasifikasi;
c) jumlah penyusutan untuk masing- Catatan 9
masing periode penyajian dan √
alokasi beban penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah √ Catatan 9
yang dijurnal balik yang diakui
dalam laba rugi dan ekuitas (jika
ada);
e) jumlah komitmen kontraktual √
dalam perolehan Aset Tetap;
f) jumlah kompensasi dari pihak √
ketiga untuk Aset Tetap yang
mengalami penurunan nilai,
hilang, atau dihentikan yang
dimasukkan dalam laba rugi,
apabila tidak diungkapkan secara
terpisah pada laporan laba rugi
komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan Catatan 9
pada jumlah revaluasian, yang √
harus diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi
(Tanggal Penilaian);
Page 38
Page 38 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) tanggal efektif persetujuan dari √
Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
apabila Aset Tetap untuk
perhitungan pajak
menggunakan jumlah
revaluasian;
(3) nama Penilai dan tanggal √ Catatan 9
laporan penilaian terakhir;
(4) metode dan asumsi signifikan √ Catatan 3.i dan 9
yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap √ Catatan 9
Aset Tetap seandainya aset
tersebut dicatat dengan model
biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi √
penurunan nilai, yang
menunjukkan perubahan
selama periode dan
pembatasan-pembatasan
distribusi saldo surplus kepada
para pemegang saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam
proses pembangunan, yang harus
diungkapkan antara lain:
(1) rincian Aset Tetap yang sedang Catatan 9
dalam pembangunan; √
(2) persentase jumlah tercatat
terhadap nilai kontrak; Catatan 9
√
(3) estimasi saat penyelesaian; Catatan 9
√
(4) hambatan kelanjutan Catatan 9
√
penyelesaian (jika ada);
(5) jumlah pengeluaran yang
√
diakui dalam jumlah tercatat
aset tetap dalam
pembangunan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi
√
biaya pinjaman untuk aset
yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman
yang dikapitalisasi selama
periode berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang
digunakan untuk
menentukan jumlah biaya
pinjaman
yang layak dikapitalisasi.
i) Pengungkapan lainnya antara lain:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap √
yang tidak dipakai sementara;
(2) jumlah tercatat bruto dari Catatan 9
setiap Aset Tetap yang telah √
disusutkan penuh dan masih
digunakan;
(3) jumlah tercatat Aset Tetap √
yang dihentikan dari
penggunaan aktif dan tidak
diklasifikasikan sebagai
tersedia untuk dijual;
(4) dalam hal model biaya √
digunakan, Nilai Wajar Aset
Tetap apabila berbeda secara
material dari jumlah tercatat;
Page 39
Page 39 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) nilai buku, hasil penjualan Catatan 9
neto, keuntungan (kerugian) √
dari Aset Tetap yang
dihentikan pengakuannya;
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap √
yang berasal dari hibah, agar
diungkapkan jenis Aset, nilai
tercatat, dan tanggal
perolehan;
(7) perubahan estimasi masa guna √
dan/atau metode penyusutan
menurut jenis Aset Tetap;
(8) Kondisi atau peristiwa yang √
menyebabkan terjadinya
penurunan nilai atau pemulihan
penurunan nilai;
(9) Jumlah aset tetap yang
dijadikan jaminan, nama pihak √
yang menerima jaminan dan
alasan penjaminan; dan
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang Catatan 9
diasuransikan, nilai √
pertanggungan asuransi, dan
risiko yang ditutup, serta
pendapat manajemen atas
kecukupan pertanggungan
asuransi, apabila tidak
diasuransikan agar
diungkapkan alasannya.
35) Khusus Industri Minyak dan Gas √
Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang
memiliki kegiatan hulu minyak dan gas
bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya,
seperti; operated acreage,
unoperated acreage, sumur dan
peralatan serta fasilitas yang
berhubungan, peralatan kantor,
kendaraan, sumur dan peralatan
serta fasilitas dalam pengerjaan;
(2) Tabel yang memuat penjelasan
tentang :
(a) Lokasi penambangan;
(b) Saldo awal untuk masing-
masing lokasi;
(c) Penambahan dan
Pengurangan untuk masing-
masing lokasi penambangan;
dan
(d) Saldo akhir untuk masing-
masing lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan
Gas Bumi tersebut mengandung
hak tagih kepada Regulator terkait,
perlu penjelasan kolektabilitas
tagihan tersebut dalam bentuk
tabel analisa umur tagihan.
36) Aset Tak Berwujud √
Yang harus diungkapkan untuk setiap
jenis Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan
akumulasi amortisasi;
b) alokasi jumlah amortisasi Aset
Page 40
Page 40 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Takberwujud ke dalam pos laporan
laba rugi komprehensif;
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto
dan akumulasi amortisasi Aset
Takberwujud pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan
reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi
biaya pinjaman untuk aset yang
memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka harus
diungkapkan:
(1) jumlah biaya pinjaman yang
dikapitalisasi selama periode
berjalan; dan
(2) tarif kapitalisasi yang
digunakan untuk menentukan
jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi;
e) jumlah tercatat Aset dan faktor
signifikan yang mendukung
penentuan dan penilaiannya untuk
Aset Takberwujud yang dinilai
dengan umur manfaat tidak
terbatas;
f) penjelasan atas jumlah tercatat
dan sisa periode amortisasi dari
setiap Aset Takberwujud yang
material terhadap laporan
keuangan Perusahaan;
g) Aset Takberwujud yang diperoleh
melalui Hibah Pemerintah dan
awalnya diakui pada Nilai Wajar
sesuai SAK yang berlaku,
diungkapkan:
(1) Nilai Wajar pada pengakuan
awal atas aset-aset tersebut;
(2) jumlah tercatatnya; dan
(3) Aset tersebut diukur setelah
pengakuan awal dengan
model biaya atau model
revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat
Aset Takberwujud yang
kepemilikannya dibatasi dan
jumlah tercatat Aset Takberwujud
yang menjadi jaminan untuk
Liabilitas;
i) nilai komitmen kontraktual untuk
akuisisi Aset Takberwujud;
j) Aset Takberwujud disajikan pada
jumlah revaluasian, diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi
(Tanggal Penilaian);
(2) nama Penilai dan tanggal
laporan penilaian terakhir;
(3) jumlah tercatat Aset
Takberwujud yang
direvaluasi;
(4) metode dan asumsi signifikan
yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar
aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap
Aset Takberwujud seandainya
Aset tersebut dicatat dengan
model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi
penurunan nilai, yang
menunjukkan perubahan
selama periode dan
pembatasan-pembatasan
Page 41
Page 41 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
distribusi saldo surplus
kepada para pemegang
saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak
Bumi dan Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup √
Tangguhan/Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara
lain tabel yang memuat
penjelasan tentang :
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan
pengurangan;
(3) Saldo akhir.
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi √
Yang harus diungkapkanantara
lain:
(1) rincian biaya perolehan aset
eksplorasi dan evaluasi per
area of interest yang
mencakup saldo awal,
penambahan dan
pengurangan, dan saldo
akhir; dan
(2) Jumlah aset, liabilitas,
penghasilan dan beban,
arus kas operasi, dan arus
kas investasi yang timbul
dari eksplorasi dan evaluasi
pertambangan.
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi √
Tangguhan: pengupasan
tanah tambang.
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Kebijakan akuntansi
sehubungan dengan:
(a) Metode pembebanan
biaya pengupasan
tanah, dan
(b) Metode perhitungan
Rasio Rata-Rata Tanah
Penutup.
(2) Jumlah Biaya Pengupasan
Tanah yang Ditangguhkan
yang terdiri dari (1) biaya
pengupasan awal, (2) biaya
pengupasan lanjutan
dengan penjelasan
mengenai perbedaan antara
rasio aktual tanah menutup
terhadap rasio rata-
ratanya;
(3) Perubahan atas Rasio Rata-
Rata Tanah Penutup (bila
ada);
(4) Biaya Pengupasan Tanah
yang Ditangguhkan dimana
terjadi penundaan masa
produksi, meliputi
penjelasan :
Page 42
Page 42 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) Alasan terjadinya
penundaan;
(b) Amortisasi belum
diperhitungkan karena
belum dimulainya
produksi, dan
(c) Jumlah penurunan
(write down) akibat
dilakukannya evaluasi
(jika ada), terhadap
biaya yang
ditangguhkan
tersebut, serta metode
dan asumsi utama
yang dipergunakan
dalam menghitung
penurunan nilai
tersebut.
d) Biaya Pengembangan √
Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan
Pengembangan Tangguhan
selama tahun berjalan
dengan menunjukkan:
(a) Lokasi eksplorasi dan
pengembangan;
(b) Saldo awal;
(c) Penambahan/pengurang
an;
(d) Amortisasi, dan
(e) Saldo akhir.
(2) Biaya pengembangan yang
ditangguhkan atas kegiatan
pengembangan yang masih
berjalan;
(3) Penjelasan apabila terjadi
penghapusan biaya
eksplorasi dan
pengembangan tangguhan
yang menurut penelaahan
manajemen tidak dapat
dipulihkan;
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan
pengembangan yang
ditangguhkan dimana terjadi
penundaan masa produksi,
meliputi penjelasan:
(a) Alasan terjadinya
penundaan;
(b) Amortisasi belum
diperhitungkan karena
belum dinilainya
produksi; dan
(c) Jumlah penurunan
(write down) akibat
dilakukannya evaluasi
bila ada, terhadap biaya
yang ditangguhkan
tersebut, serta metode
dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam
menghitung penurunan
nilai tersebut.
(5) Apabila terdapat lebih dari
satu Area of Interest, maka
harus diungkapkan rincian
dari Biaya Eksplorasi yang
Ditangguhkan untuk tiap-tiap
Page 43
Page 43 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Area of Interest.
b. Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah utang usaha yang √ Catatan 10
dipisahkan antara pihak ketiga dan
pihak berelasi;
b) jumlah utang usaha menurut mata √ Catatan 10
uang; dan
c) jaminan yang diberikan oleh √
Perusahaan dengan menunjuk pos-
pos yang berhubungan.
2) Provisi √
a) Pengungkapan untuk provisi
berlaku untuk provisi jangka
pendek dan provisi jangka
panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) nilai tercatat pada awal dan
akhir periode;
(2) provisi tambahan dalam
periode bersangkutan;
(3) jumlah yang terjadi dan
dibebankan pada provisi
selama periode
bersangkutan;
(4) jumlah yang dibatalkan
selama periode bersangkutan
atas jumlah yang belum
digunakan;
(5) peningkatan selama periode
yang bersangkutan, dalam
nilai kini, yang terjadi karena
berlalunya waktu dan
dampak dari setiap
perubahan tingkat diskonto;
(6) uraian mengenai karakteristik
kewajiban dan perkiraan saat
terjadinya arus keluar
sumber daya ekonomi;
(7) indikasi ketidakpastian waktu
atau jumlah arus keluar
sebagaimana dimaksud
dalam angka(6). Dalam hal
diperlukan, Perusahaan
mengungkapkan asumsi
utama yang mendasari
prakiraan peristiwa masa
depan; dan
(8) jumlah estimasi penggantian
yang akan diterima dengan
menyebutkan jumlah Aset
yang telah diakui untuk
estimasi penggantian
tersebut.
3) Beban akrual √ Catatan 12
Yang wajib diungkapkan antara lain
jenis dan jumlah dari unsur utama
beban yang belum jatuh tempo.
4) Khusus Industri Perbankan √
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan
mata uang; dan
b) Uraian mengenai sifat masing-
masing kewajiban.
Page 44
Page 44 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
5) Utang Repo √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah
Efek yang dijual Perusahaan pada
transaksi repo;
b) Tanggal dan harga dilakukannya
pembelian dan penjualan kembali
Efek.
6) Khusus Kontrak Konstruksi √
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini
antara lain liabilitas bruto dari setiap
kontrak konstruksi. Dalam penjelasan
tagihan tersebut, juga harus dirinci
dalam bentuk tabel
yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi;
b) laba yang diakui;
c) kerugian yang dialami; dan
d) pekerjaan yang sudah ditagih
(termin).
7) Khusus Industri Perbankan √
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian tiap jenis simpanan
yang mengungkapkan:
(1) Rincian berdasarkan mata
uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan
berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata
per tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun
berjalan untuk sertifikat
deposito;
(5) Rincian simpanan bermasalah
berdasarkan statusnya,
misalnya diblokir atau
dijaminkan; dan
(6) Pemberian fasilitas istimewa
kepada pemilik rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain √
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis,
mata uang, dan jangka
waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan
berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata
per tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun
berjalan untuk sertifikat
deposito; dan
(5) Rincian simpanan bermasalah
berdasarkan jenis dan
statusnya, misalnya diblokir
atau dijaminkan.
8) Khusus Industri Asuransi √
Kerugian dan Jiwa
Page 45
Page 45 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Kewajiban Manfaat Polis
Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) Rincian berdasarkan
program asuransi;
(2) Rincian berdasarkan jenis
pertanggungan;
(3) Rincian berdasarkan mata
uang;
(4) Dasar perhitungan dan
asumsi aktuaris; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada
awal dan akhir periode yang
memperlihatkan
penambahan dan
pengurangan.
b) Utang Klaim √
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Pemisahan antara utang
klaim kepada pihak berelasi
dan pihak ketiga;
(2) Jumlah utang klaim
berdasarkan tertanggung;
(3) Jumlah utang klaim
menurut jenis asuransi; dan
(4) Jumlah utang menurut
mata uang.
c) Estimasi Klaim Retensi √
Sendiri
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Jumlah menurut jenis
asuransi;
(2) Jumlah menurut
tertanggung;
(3) Jumlah menurut mata
uang; dan
(4) Jumlah estimasi klaim yang
sudah terjadi namun belum
dilaporkan.
d) Premi yang belum merupakan √
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Jumlah menurut program
asuransi;
(2) Jumlah menurut jenis
pertanggungan;
(3) Pemisahan antara premi
yang belum merupakan
pendapatan kepada pihak
berelasi dan pihak ketiga;
(4) Metode perhitungan yang
digunakan; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada
awal dan akhir periode yang
memperlihatkan
penambahan dan
pengurangan.
e) Utang Koasuransi (rewrite) √
Yang harus diungkapkan antara
Page 46
Page 46 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
lain:
(1) Pemisahan antara utang
klaim kepada pihak berelasi
dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan ko-
asuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata
uang; dan
(4) Jumlah menurut umur utang.
f) Utang Reasuransi √
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Pemisahan antara utang
klaim kepada pihak berelasi
dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan
reasuradur;
(3) Jumlah menurut jenis mata
uang;
(4) Jumlah menurut umur
utang; dan
(5) Jumlah utang atau piutang
reasuransi yang
disalinghapuskan.
g) Utang Komisi √
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Jumlah berdasarkan
tertanggung dan asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis mata
uang; dan
(3) Jumlah menurut jenis
asuransi.
h) Titipan Premi √
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian menurut jenis
asuransi.
i) Hak Laba Pemegang Polis
Yang Belum Dibagikan √
Yang harus diungkapkan:
(1) Tanggal dan hasil
keputusan rapat pemegang
saham;
(2) Dasar perhitungan; dan
(3) Saldo menurut usia.
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka √
Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain
jenis dan jumlahnya.
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis dan jumlahnya; dan √ Catatan 11.b
b) informasi mengenai ketetapan √ Catatan 11.e
pajak.
11) Khusus Industri Pembiayaan √
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah liabilitas anjak piutang
dalam rangka anjak piutang
dengan recourse; dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang
retensi anjak piutang, dan jatuh
tempo serta ikatan penting lainnya
Page 47
Page 47 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
yang diatur dalam perjanjian anjak
piutang.
12) Khusus Kontrak Konstruksi √
Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain
jumlah uang muka kontrak yang
diterima.
13) BagianLancar atas Liabilitas √
Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain
bagian lancar atas liabilitas jangka
panjang sesuai dengan pengungkapan
utang bank dan lembaga keuangan
jangka panjang sebagaimana diatur
dalam Checklist ini.
14) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara √
lain:
(1) Pengungkapan untuk
liabilitas keuangan lainnya
berlaku untuk liabilitas
keuangan lainnya yang
bersifat jangka pendek dan
jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib
mengelompokkan sesuai
klasifikasi yang dipisahkan
antara pihak ketiga dan
pihak berelasi;
(3) Yang harus diungkapkan
antara lain:
(a) nilai tercatat liabilitas
keuangan untuk setiap
kategori;
(b) laba atau rugi neto
pada setiap liabilitas
keuangan; dan
(c) kejadian penting
lainnya antara lain
kepatuhan Perusahaan
dalam memenuhi
persyaratan dan
kondisi utang
(misalnya
restrukturisasi utang
dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat √
restrukturisasi Utang
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) Penjelasan tentang pokok-
pokok perubahan
persyaratan dan
penyelesaian utang;
(2) Jumlah keuntungan atas
restrukturisasi utang dan
dampak pajak penghasilan
yang terkait;
(3) Jumlah keuntungan atau
kerugian bersih atas
pengalihan aset yang diakui
selama periode tersebut;
dan
(4) Jumlah utang kontinjen
yang dimasukkan dalam
nilai tercatat utang yang
telah direstrukturisasi.
15) Khusus Industri Gas dan Minyak √
Bumi
Page 48
Page 48 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup yang
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jenis dan jumlahnya.
16) Khusus Industri Pertambangan √
Umum
Bagian Penyisihan untuk
Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jenis dan jumlahnya.
17) Liabilitas terkait aset atau √
kelompok lepasan yang dimiliki
untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain
liabilitas terkait aset atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual
sesuai dengan dan dapat digabung
dengan pengungkapan aset tidak
lancar atau kelompok lepasan yang
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha √
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi,
jenis, dan jumlah utang;
b) jumlah utang menurut mata
uang; dan
c) jaminan yang diberikan dengan
menunjuk pos-pos yang
berhubungan.
19) Utang Bank dan Lembaga
Keuangan Jangka Panjang √
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan
nama bank/lembaga keuangan
dan jenis mata uang;
b) kisaran suku bunga kontraktual
selama periode pelaporan;
c) tanggal jatuh tempo;
d) jumlah bagian yang akan jatuh
tempo dalam waktu 12 (dua
belas) bulan;
e) penjelasan tentang fasilitas
pinjaman yang diperoleh,
termasuk jumlah dan tujuan
perolehannya;
f) pembayaran yang dilakukan pada
periode berjalan untuk masing-
masing fasilitas pinjaman;
g) kejadian penting lainnya antara
lain kepatuhan Perusahaan
dalam memenuhi persyaratan
dan kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi
default);
h) jaminan yang diberikan dengan
menunjuk pos-pos yang
berhubungan;
i) persyaratan lain yang penting,
seperti adanya pembatasan
pembagian dividen, pembatasan
rasio tertentu, dan/atau
Page 49
Page 49 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
pembatasan perolehan utang
baru; dan
j) pengungkapan informasi
sehubungan dengan liabilitas
berbunga jangka panjang yang
akan jatuh tempo dalam jangka
waktu 12 (dua belas) bulan sejak
tanggal laporan posisi keuangan
tetapi tetap diklasifikasikan
sebagai liabilitas jangka panjang,
antara lain adalah:
(1) nama bank/lembaga
keuangan dan jumlahnya;
dan
(2) ringkasan perjanjian lama dan
baru, yang meliputi tanggal
kesepakatan, jangka waktu
pinjaman, tanggal jatuh
tempo, dan persyaratan
penting.
20) Utang Sewa Pembiayaan √
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah neto nilai tercatat untuk
setiap kelompok aset dan
pemberi sewa (lessor) pada
tanggal laporan posisi keuangan;
b) rekonsiliasi antara total
pembayaran sewa minimum di
masa depan pada tanggal laporan
posisi keuangan, dengan nilai
kininya. Selain itu wajib
mengungkapkan total
pembayaran sewa minimum di
masa depan pada tanggal laporan
posisi keuangan, dan nilai
kininya, untuk setiap periode
berikut:
(1) sampai dengan satu tahun;
(2) lebih dari satu tahun sampai
5 (lima) tahun; dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun.
c) pembayaran sewa kontinjen
yang diakui sebagai beban pada
periode tersebut;
d) total pembayaran minimum
sewa-lanjut (sublease) masa
depan yang diperkirakan akan
diterima dari kontrak sewa-lanjut
yang tidak dapat dibatalkan (non-
cancellable sublease) pada
tanggal laporan posisi keuangan;
e) keuntungan atau kerugian yang
ditangguhkan beserta
amortisasinya sehubungan
dengan transaksi penjualan dan
penyewaan kembali (sale and
leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian
sewa yang material, antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa
kontinjen;
(2) ada tidaknya klausul-klausul
yang berkaitan dengan opsi
perpanjangan atau
pembelian dan eskalasi
beserta syarat-syaratnya;
dan
(3) pembatasan-pembatasan
yang ditetapkan dalam
perjanjian sewa.
21) Khusus Industri Perbankan √
Page 50
Page 50 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Surat Berharga yang
Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis,
mata uang, dan jangka
waktu;
(2) Rincian jumlah berdasarkan
pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-
rata per tahun;
(4) Rincian berdasarkan
peringkat efek dan
perusahaan pemeringkat;
(5) Jumlah amortisasi pada
tahun berjalan;
(6) Ringkasan perjanjian yang
meliputi tanggal
kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tanggal jatuh
tempo, kewajiban yang
harus dipenuhi, dan
persyaratan penting lainnya
(Debt Covenance);
(7) Pendapat manajemen
tentang pemenuhan Debt
Covenanceatas surat
berharga yang diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak,
jenis, dan mata uang;
(2) Rincian jumlah berdasarkan
pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(3) Ringkasan perjanjian yang
meliputi tanggal
kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tingkat bunga,
tanggal jatuh tempo, nilai
Aset bank yang dijaminkan,
dan persyaratan penting
lainnya(debt covenance);
(4) Pendapat manajemen
terkait pemenuhan debt
covenance;
(5) Apabila bank menerima
dana atau fasilitas pinjaman
dari pemerintah atau pihak
lain dengan tingkat imbalan
yang lebih rendah dari
tingkat bunga pasar maka
manajemen
mengungkapkan mengenai
fasilitas tersebut dan
dampaknya terhadap laba
bersih.
c) Estimasi Kerugian Komitmen
dan Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis,
mata uang, dan
Page 51
Page 51 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
kolektibilitas;
(2) Rincian jumlah berdasarkan
pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(3) Jumlah penyisihan
penurunan nilai dan mutasi
selama periode berjalan;
(4) Ketentuan minimum
penyisihan penurunan nilai
komitmen dan kontinjensi
menurut BI dan posisi
penyisihan penghapusan
bank pada saat periode
pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah
penyisihan penurunan nilai
komitmen dan kontinjensi.
22) Khusus Industri Gas dan Minyak √
Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama
tahun berjalan dengan
menunjukkan:
(1) Saldo awal;
(2) Penyisihan yang dibentuk;
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan
(4) Saldo akhir.
b) Kegiatan PLH yang telah
dilaksanakan dan yang sedang
berjalan;
c) Liabilitas bersyarat sehubungan
dengan PLH dan liabilitas
bersyarat lainnya sebagaimana
diatur dalam standar akuntansi
keuangan;
d) Apabila dalam pos ini terdapat
komponen biaya yang sifatnya
material, misalnya beban
penutupan tambang, maka
perusahaan dapat menyajikannya
dalam pos yang terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan
tentang:
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan
Pengurangan ;
(3) Saldo akhir.
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka
Panjang
a) imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) gambaran umum mengenai √ Catatan 3.k
jenis program.
(2) rekonsiliasi saldo awal dan
√ Catatan 14
akhir dari nilai kini kewajiban
imbalan pasti yang
menunjukkan secara terpisah,
pengaruhnya selama periode
berjalan yang dapat
diatribusikan ke dalam:
(a) biaya jasa kini; √
(b) biaya bunga; √
(c) iuran oleh peserta
Page 52
Page 52 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
program; √
(d) keuntungan dan
√
kerugian aktuarial;
(e) perubahan kurs mata
uang asing pada
program yang diukur
dengan mata uang yang √
berbeda dengan mata
uang penyajian;
(f) imbalan yang
dibayarkan; √
(g) biaya jasa lalu; √
(h) kombinasi bisnis; √
(i) curtailment; dan
√
(j) penyelesaian.
(3) analisis kewajiban imbalan
√
pasti terhadap jumlah yang
dihasilkan dari program yang
seluruhnya tidak didanai dan
jumlah yang dihasilkan dari √
program yang seluruhnya
atau sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan
akhir dari Nilai Wajar aset
program serta saldo awal dan
akhir dari setiap hak
penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai dengan
SAK menunjukkan secara
terpisah, dampak selama
periode yang dapat
diatribusikan pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan √
dari aset program;
(b) keuntungan dan √
kerugian aktuarial;
(c) perubahan kurs mata
uang asing pada √
program yang diukur
dengan mata uang yang
berbeda dengan mata
uang penyajian;
(d) iuran oleh pemberi
pekerja; √
(e) iuran oleh peserta
program; √
(f) imbalan yang √
dibayarkan;
(g) kombinasi bisnis; dan √
(h) penyelesaian; √
(5) rekonsiliasi nilai kini
kewajiban imbalan pasti
sebagaimana dimaksud dalam
butir (2) dan Nilai Wajar aset
program sebagaimana
dimaksud dalam butir (4)
atas Aset dan Liabilitas
yang diakui dalam laporan
posisi keuangan, paling
kurang mengungkapkan:
(a) keuntungan dan
kerugian aktuarial neto √
yang tidak diakui dalam
laporan posisi
keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang
tidak diakui dalam √
laporan posisi
keuangan;
(c) setiap jumlah yang tidak √
diakui sebagai Aset,
dikarenakan oleh
Page 53
Page 53 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
batasan dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir
√
periode pelaporan dari
setiap hak penggantian
yang diakui sebagai
Aset sesuai dengan
SAK; dan
(e) jumlah lainnya yang √
diakui dalam laporan
posisi keuangan;
(6) total beban yang diakui di
laba rugi untuk setiap hal-hal √
berikut dan nama pos dimana
hal tersebut termasuk:
(a) biaya jasa kini; √
(b) biaya bunga; √
(c) hasil yang diharapkan
√
dari aset program;
(d) hasil yang diharapkan
dari setiap hak
penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai √
dengan SAK;
(e) keuntungan dan
kerugian aktuarial, jika
Perusahaan memilih √
metode koridor 10%
(sepuluh per seratus);
(f) biaya jasa lalu;
(g) dampak dari √
curtailment terutama
terkait dengan
penyelesaiannya; dan √
(h) dampak dari batasan √
dalam SAK;
(7) jumlah total yang diakui
dalam pendapatan
komprehensif lain yang akan
diakui segera dalam saldo
laba, meliputi:
(a) keuntungan dan
√
kerugian aktuarial; dan
√
(b) dampak dari batasan
dalam SAK;
(8) jumlah kumulatif dari
keuntungan dan kerugian
aktuarial yang diakui pada √
pendapatan komprehensif
lain, dalam hal Perusahaan
mengakui keuntungan dan
kerugian dalam pendapatan
komprehensif lain sesuai
dengan SAK;
(9) persentase atau jumlah
setiap kategori utama yang √
merupakan Nilai Wajar total
aset program, untuk setiap
kategori utama dari aset
program, yang mencakup,
namun tidak terbatas pada,
instrumen ekuitas, instrumen
utang, properti, dan seluruh
aset lain;
(10) jumlah yang mencakup
Nilai Wajar aset program
untuk:
(a) setiap kategori instrumen
keuangan milik √
Perusahaan; dan
(b) setiap properti atau Aset √
lain yang digunakan oleh
Page 54
Page 54 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Perusahaan;
(11) penjelasan atas dasar yang √
digunakan untuk menentukan
tingkat pengembalian yang
diharapkan atas Aset secara
keseluruhan, termasuk
dampak kategori utama dari
aset program;
√
(12) imbal hasil aktual atas aset
program, serta imbal hasil
aktual atas setiap hak
penggantian yang diakui
sebagai Aset;
(13) Asumsi aktuarial utama yang
digunakan sampai pada akhir
periode pelaporan dan
diungkapkan dalam ukuran
yang absolut dan tidak hanya
sebagai marjin antara
persentase dan variabel
lainnya, termasuk:
(a) tingkat diskonto; √
(b) tingkat imbal hasil yang
diharapkan atas setiap √
aset program untuk
periode yang disajikan
dalam laporan
keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang
diharapkan untuk √
periode yang disajikan
dalam laporan keuangan
pada setiap hak
penggantian yang diakui
sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji
yang diharapkan (dan
perubahan dalam indeks
atau variabel tertentu √
lainnya dalam masa
program formal atau
konstruktif sebagai
dasar untuk kenaikan
imbalan masa depan);
(e) tingkat tren biaya √
kesehatan; dan
(f) asumsi material lain
yang digunakan dalam
aktuaria; √
(14) dampak kenaikan atau
penurunan satu angka
persentase dalam tingkat tren
biaya kesehatan yang
diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat √
dan komponen biaya
bunga dari biaya
kesehatan pascakerja
periodik neto; dan
(b) akumulasi kewajiban
imbalan pascakerja
√
untuk biaya kesehatan.
(c) Dalam hal program
dioperasikan dalam
lingkungan inflasi yang
tinggi, wajib √
diungkapkan dampak
persentase kenaikan
atau penurunan tingkat
tren biaya kesehatan
yang diasumsikan dari
makna yang serupa
dengan satu angka
persentase dalam
Page 55
Page 55 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
lingkungan inflasi yang
rendah.
(15) Jumlah periode tahunan
saat ini dan periode empat
tahun sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban
imbalan pasti, Nilai √
Wajar aset program dan
surplus atau defisit pada
program; dan
(b) penyesuaian yang
timbul pada:
(i) liabilitas program
dinyatakan sebagai
jumlah atau √
persentase dari
liabilitas program
pada akhir periode
pelaporan; dan
(ii) aset program
dinyatakan sebagai √
jumlah atau
persentase dari
aset program pada
akhir periode
pelaporan;
(16) estimasi terbaik pemberi
kerja, segera setelah dapat
ditentukan secara andal, dari
iuran yang diharapkan akan √
dibayar dalam program
selama periode tahunan
dimulai setelah periode
pelaporan;
(17) khusus untuk program
imbalan pasti yang membagi
risiko antar entitas
sepengendali, wajib
diungkapkan sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual √
atau kebijakan tertulis
untuk pembebanan
biaya imbalan pasti neto
atau bukti bahwa tidak
ada kebijakan seperti
itu;
(b) dalam hal Perusahaan
mencatat alokasi biaya
imbalan pasti neto
sesuai SAK, maka
Perusahaan
mengungkapkan:
(i) informasi yang
memungkinkan
pengguna laporan √
keuangan untuk
mengevaluasi sifat
program imbalan
pasti dan dampak
keuangan atas
perubahan
program selama
periode tersebut;
(ii) pengungkapan
gambaran umum
jenis program √
sesuai dengan
huruf a) butir (1)
Page 56
Page 56 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mencakup
penjelasan praktik
informal yang
menimbulkan
kewajiban
konstruktif
termasuk dalam
pengukuran
kewajiban imbalan
pasti; dan
(iii) jika Perusahaan
mencatat iuran
yang terutang
untuk periode √
sesuai SAK
informasi tentang
program secara
keseluruhan
disyaratkan sesuai
dengan butir (1),
butir (2), butir
(3), butir (4),
butir (9), butir
(13), butir (14),
dan butir (16)
serta butir ii.
b) Iuran Pasti
Perusahaan yang
menyelenggarakan program
√
iuran pastiharus mengungkapkan
jumlah yang diakui sebagai
beban untuk program iuran pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang
Lainnya
Yang harus diungkapkan paling √
kurang jenis dan jumlah imbalan
kerja jangka panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak
Kerja
Yang harus diungkapkanantara
lain:
(1) iuran program dan jumlah √
pesangon pemutusan kontrak
kerja; dan
(2) penjelasan mengenai
liabilitas kontinjen (jika ada). √
24) Utang Obligasi √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai
nominal dan nilai tercatat dalam
rupiah dan mata uang asing,
tanggal jatuh tempo, jadwal
pembayaran bunga, suku bunga,
bursa tempat obligasi dicatatkan,
dan tujuan penerbitannya;
b) peringkat dan nama Perusahaan
Pemeringkat Efek;
c) jumlah bagian yang akan jatuh
tempo dalam waktu 12 (dua
belas) bulan;
d) nama Wali Amanat dan
keterkaitan usaha dengan
Perusahaan;
Page 57
Page 57 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) jaminan serta pembentukan dana
untuk pelunasan utang pokok
obligasi dengan menunjuk pos-
pos yang berhubungan, jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan
dalam Kontrak Perwaliamanatan;
g) kejadian penting lainnya antara
lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi
default); dan
h) persyaratan penting lainnya.
25) Sukuk √
a) Perusahaan wajib
mengelompokkan Sukuk
berdasarkan akad syariah yang
digunakan.
b) Perusahaan harus
mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan
utama dalam penerbitan Sukuk,
termasuk:
(a) ringkasan akad syariah
dan skema
transaksisyariah yang
digunakan;
(b) Aset, manfaat, atau
aktivitas yang
mendasari;
(c) nilai nominal;
(d) besaran imbalan (untuk
Sukuk ijarah);
(e) prinsip pembagian hasil
usaha, dasar bagi hasil,
dan besaran nisbah bagi
hasil (untuk Sukuk
mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata
cara pembagian
dan/atau pembayaran
imbalan atau bagi hasil;
(g) jangka waktu;
(h) tujuan penerbitannya;
dan
(i) persyaratan penting
lain;
(2) peringkat dan nama
Perusahaan Pemeringkat Efek;
(3) bursa tempat Sukuk
dicatatkan;
(4) jumlah bagian yang akan
jatuh tempo dalam waktu 12
(dua belas) bulan;
(5) nama Wali Amanat dan
keterkaitan usaha dengan
Perusahaan;
(6) jaminan dengan menunjuk
pos-pos yang berhubungan
(jika ada);
(7) pembatasan yang
dipersyaratkan dalam Kontrak
Perwaliamanatan; dan
(8) kejadian penting lainnya
antara lain kepatuhan Emiten
atau Perusahaan Publik dalam
Page 58
Page 58 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
memenuhi persyaratan dan
kondisi Sukuk (misalnya
restrukturisasi Sukuk dan
kondisi default).
26) Utang Subordinasi √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat ikatan,
jangka waktu, jenis mata uang,
dan kisaran suku bunga
kontraktual selama periode
pelaporan
b) tujuan perolehannya;
c) persyaratan terkait dengan
pelunasan utang subordinasi;
d) kejadian penting lainnya antara
lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi
default);
e) pembatasan yang dipersyaratkan
dalam Kontrak Perwaliamanatan;
dan
f) persyaratan penting lainnya.
27) Obligasi Konversi √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai
nominal dan nilai tercatat, tanggal
jatuh tempo, jadwal pembayaran
bunga, suku bunga, bursa
tempat obligasi konversi
dicatatkan, dan tujuan
penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan
konversi, antara lain meliputi
rasio konversi, harga
pelaksanaan, hak konversi
sebelum jatuh tempo serta
persyaratannya, dan penalti;
c) dampak dilusi apabila seluruh
obligasi dikonversikan, dengan
memperhatikan tingkat konversi
atau harga pelaksanaan (exercise
price) yang paling
menguntungkan dari sudut
pandang pemegang obligasi
konversi;
d) jumlah obligasi yang telah
dikonversikan dan dampak
dilusinya;
e) peringkat dan nama Perusahaan
Pemeringkat Efek;
f) jumlah bagian yang akan jatuh
tempo dalam waktu 12 (dua
belas) bulan;
g) nama Wali Amanat dan
keterkaitan usaha dengan
Perusahaan;
h) jaminan serta pembentukan dana
untuk pelunasan utang pokok
obligasi dengan menunjuk pos-
pos yang berhubungan (jika ada);
i) kejadian penting lainnya antara
lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi
default);
j) dalam hal Perusahaan
menerbitkan obligasi konversi
Page 59
Page 59 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tanpa melalui penawaran umum,
wajib diungkapkan tujuan
penerbitan dan nama pembeli;
k) komponen Liabilitas dari obligasi
konversi;
l) keberadaan fitur derivatif
melekat; dan
m) persyaratan penting lainnya
c. Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
1) Modal Saham Catatan 15
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara
lain: √
(1) Rekonsiliasi jumlah saham
beredar pada awal dan
akhir periode;
(2) Hak, keistimewaan, dan √
pembatasan yang melekat
pada setiap jenis saham,
termasuk pembatasan atas
dividen dan pembayaran
kembali atas modal; dan
(3) Saham yang dicadangkan √
untuk penerbitan dengan
hak opsi dan kontrak
penjualan saham, termasuk
jumlah dan persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan √ Catatan 17
tujuan setiap pos cadangan
dalam ekuitas;
c) Susunan pemegang saham Catatan 15
dengan mengungkapkan jumlah
lembar saham dan persentase
kepemilikan, yaitu: √
(1) Pemegang saham yang
memiliki 5% (lima
perseratus) atau lebih;
(2) Nama direktur dan komisaris √
yang memiliki saham; dan
(3) Pemegang saham lainnya; √ Catatan 15
d) Dalam hal terjadi perubahan
modal saham dalam periode
berjalan:
(1) Keputusan yang berhubungan
dengan perubahan modal √
saham tersebut, seperti
pengesahan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia,
persetujuan dan/atau
pemberitahuan Menteri
terkait, dan keputusan
Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS);
(2) Sumber peningkatan modal
saham, antara lain dari √
kapitalisasi agio, saldo
laba, penerbitan saham
baru dari Penawaran Umum
dengan dan/atau tanpa Hak
Page 60
Page 60 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Memesan Efek Terlebih
Dahulu (right issue dan
private placement),
pelaksanaan waran, serta
konversi obligasi; dan
(3) Tujuan perubahan modal √
saham, antara lain dalam
rangka ekspansi,
penyelesaian pinjaman,
atau pemenuhan kecukupan
modal;
e) Dalam hal hanya sebagian √ Catatan 15
saham Perusahaan yang
dicatatkan di Bursa Efek, agar
disebutkan jumlah saham yang
dicatatkan dan yang tidak
dicatatkan pada Bursa Efek.
2) Tambahan Modal Disetor
(Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal √ Catatan 16
disetor;
b) Uraian sumber agio saham; √
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas
berdasarkan penerbitan Efek
ekuitas; √
d) Uraian mengenai sifat dan asal
selisih kurs atas modal disetor; √
e) Uraian mengenai sifat dan asal
tambahan modal disetor lainnya;
√
f) Pengungkapan untuk selisih nilai
transaksi dengan entitas
sepengendali, antara lain:
(1) Nama dan penjelasan √
tentang entitas atau bisnis
yang berkombinasi;
(2) Penjelasan mengenai
hubungan sepengendali dari
entitas-entitas yang
bertransaksi dan bahwa
hubungan tersebut tidak
bersifat sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi;
(4) Operasi atau kegiatan bisnis
yang telah diputuskan untuk
dijual atau dihentikan akibat
kombinasi bisnis tersebut;
(5) Kepemilikan entitas atau
bisnis yang dialihkan serta
jenis dan jumlah imbalan
yang terjadi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang
dikombinasikan atau dialihkan
serta selisih antara nilai
tercatat tersebut dengan
jumlah imbalan yang
diserahkan atau diterima; dan
(7) Penyajian kembali laporan
keuangan yang memberikan
informasi antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka
laporan keuangan yang
telah dilaporkan
sebelumnya untuk
periode yang disajikan
kembali;
(b) Ikhtisar jumlah tercatat
Page 61
Page 61 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Aset dan Liabilitas
entitas atau bisnis yang
dikombinasikan;
(c) Dampak penyesuaian
kebijakan akuntansi;
dan
(d) Ikhtisar angka-angka
laporan keuangan
setelah disajikan
kembali.
3) Selisih Transaksi dengan Pihak √
Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan
kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan
persentase kepemilikan;
(2) Nama entitas anak; dan
(3) Nama pihak yang
bertransaksi;
b) Perhitungan selisih transaksi
perubahan kepemilikan tanpa
hilangnya Pengendalian; dan
c) Jumlah yang direalisasi ke laba
rugi atas pelepasan investasi pada
saat hilangnya Pengendalian.
4) Saham Treasuri √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian
kembali saham, pelepasan, atau
pengurangan modal disetor;
b) Tanggal atau periode perolehan
serta jumlah lembar dan nilai
saham treasuri yang diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham
treasuri yang digunakan sebagai
pengurangan modal disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham
treasuri yang dilepaskan kembali
serta selisih antara harga
perolehan dengan harga
pelepasan saham treasuri; dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan
nilai saham treasuri.
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian √
periode yang lalu (jika ada);
b) Perubahan saldo laba pada √ Catatan 17
periode bersangkutan dan
persetujuan RUPS yang terkait;
dan
c) Saldo laba yang ditentukan √ Catatan 17
penggunaannya, sifat, dan
tujuan setiap pos cadangan.
6) Waran √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis waran dan harga pelaksanaan
dari masing-masing waran;
b) dasar penentuan Nilai Wajar
waran;
Page 62
Page 62 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) nilai waran yang belum dan tidak
dilaksanakan (kadaluwarsa);
d) jumlah waran yang diterbitkan dan
beredar serta dampak dilusinya;
dan
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan
penerbitan waran.
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya √ Laporan laba rugi dan
Yang harus diungkapkan antara lain penghasilan komprehensif
keterangan mengenai perubahan lainnya
masing-masing komponen pendapatan
komprehensif lainnya.
8) Kepentingan Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian bagian pemegang saham √
nonpengendali atas ekuitas masing-
masing entitas anak yang tidak dapat
diatribusikan secara langsung atau
tidak langsung pada entitas induk.
d. Laba Rugi Komprehensif
1) Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan
dari pendapatan yang diakui
selama periode, termasuk Catatan 19
pendapatan yang berasal dari:
(1) Penjualan barang; √
(2) Penjualan jasa; √
(3) Bunga; √ Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif
lain
(4) Royalti; dan/atau √
(5) Dividen; √
diungkapkan secara terpisah
berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok √ Catatan 19
produk/jasa utama;
c) Nama pihak pembeli dan jumlah √ Catatan 19
nilai penjualan yang melebihi 10%
(sepuluh perseratus) dari
pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal √
dari pertukaran barang atau jasa
yang tercakup dalam setiap
kategori signifikan dari
pendapatan (jika ada), yang
diungkapkan terpisah berdasarkan
pihak berelasi dan pihak ketiga;
e) Khusus untuk kontrak konstruksi, √
diungkapkan antara lain:
(1) Pendapatan kontrak
konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan
kontrak yang diakui
sebagai pendapatan
dalam periode berjalan;
(b) Metode yang digunakan
untuk menentukan
pendapatan kontrak
yang diakui dalam
periode berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan
Page 63
Page 63 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
untuk menentukan
tahap penyelesaian
kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses
penyelesaian pada tanggal
akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya
yang terjadi dan
laba/rugi yang diakui
sampai tanggal
pelaporan;
(b) Jumlah uang muka yang
diterima; dan
(c) Jumlah retensi;
(3) Jumlah tagihan dan utang
bruto kepada pemberi kerja,
masing-masing sebagai Aset
dan Liabilitas;
f) Dalam hal Perusahaan memiliki √
transaksi hubungan keagenan,
diungkapkan secara terpisah,
antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan
dari hubungan keagenan;
(2) Pendapatan komisi yang
diperoleh Perusahaan sebagai √
agen dari transaksi keagenan
dengan pendapatan lainnya;
dan
(3) Perincian dari komponen √
pendapatan neto yang
diperoleh Perusahaan sebagai
prinsipal dari transaksi
keagenan, yang antara lain
terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto;
(b) Retur/rabat/diskon
terkait; dan
(c) Total pendapatan neto.
2) Khusus Industri yang Tarifnya √
Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Dasar ketentuan tarif;
b) Objek atau aktivitas yang
dikenakan tarif;
c) Masa berlaku tarif;
d) Besaran tarif; dan
e) Perjanjian lain yang terkait.
3) Khusus Industri pembiayaan √
Rincian jumlah berdasarkan kelompok
produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan
konsumen;
b) Pendapatan anjak piutang; dan
c) Pendapatan sewa.
4) Khusus Industri Rumah Sakit √
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang
lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat
jalan dan penunjang medis,
Rincian pengurang pendapatan, antara
lain:
a) Restitusi;
Page 64
Page 64 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Subsidi tidak mampu; dan
c) Selisih perhitungan klaim.
5) Khusus Industri Transportasi √
Rincian jumlah dari kelompok
produk/jasa utama antara lain:
a) Rincian pendapatan bersih jasa
transportasi;
b) Rincian pendapatan usaha dari
jasa penyewaan alat transportasi;
c) Rincian pendapatan usaha dari
jasa ekspedisi;
d) Rincian pendapatan usaha dari
keagenan; dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan
sesuai dengan jenisnya armada
(bus, taksi, feri, tanker dan
pesawat udara) dengan ketentuan
memisahkan atas dasar
kepemilikan armada tersebut.
6) Khusus Industri Telekomunikasi √
Rincian pendapatan usaha antara lain
pendapatan usaha jasa interkoneksi,
jasa telekomunikasi sendiri, jasa
telekomunikasi yang dilaksanakan
melalui kerjasama dengan pihak lain.
7) Khusus Industri Asuransi: √
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok premi bruto, premi
reasuransi, dan penurunan (kenaikan)
premi yang belum merupakan
pendapatan untuk setiap jenis
asuransi.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK
yang berlaku (PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol: √
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian
pendapatan jasa tol sendiri,
rincian pendapatan jasa lain, dan
rincian pendapatan kerjasama
operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak
penyelenggaraan sejumlah ruas
jalan tol, maka pendapatan usaha
untuk setiap ruas jalan tol
tersebut harus diungkapkan.
9) Khusus Industri Perbankan √
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri
dari dan tidak terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah;
b) Kredit, dengan pengungkapan
tambahan untuk provisi dan
komisi yang diakui;
c) Efek-efek; dan
d) Penempatan pada Bank Indonesia
dan Bank lain.
Page 65
Page 65 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur,
diungkapkan beban pokok √ Catatan 20
produksi yang dirinci:
(1) Biaya bahan baku;
(2) Biaya tenaga kerja; dan √ Catatan 20
(3) Biaya overhead √ Catatan 20
ditambah dan dikurangi saldo awal
dan akhir persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai √ Catatan 20
pembelian yang melebihi 10%
(sepuluh perseratus) dari
pendapatan; dan
c) Untuk industri jasa, diungkapkan √
beban pokok berdasarkan pada
jasa yang dijual.
11) Khusus Industri Rumah Sakit √
Beban Departementalisasi/Beban
Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain,
rincian beban departementalisasi:
a) Beban bahan;
b) Beban jasa pelayanan;
c) Beban pegawai;
d) Beban penyusutan sarana medis;
e) Beban pemeliharaan sarana;
f) Beban asuransi;
g) Beban langganan daya dan jasa;
h) Beban depresiasi.
12) Khusus Industri Asuransi: √
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian dan jumlah
berdasarkan kelompok klaim bruto,
klaim reasuransi, dan kenaikan
(penurunan) estimasi klaim retensi
sendiri untuk setiap jenis asuransi.
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa √
Yang harus diungkapkan antara
lain:
Rincian dan jumlah beban menurut
jenis klaim dan manfaat,
diantaranya : klaim jatuh tempo,
klaim nilai tunai, dan klaim
kematian.
c) Komisi Neto √
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian dan jumlah
berdasarkan kelompok pendapatan
komisi dan beban komisi untuk
setiap jenis asuransi.
d) Hasil Investasi √
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian dan jumlah menurut
jenis investasi.
13) Khusus Industri Perhotelan √
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban
departementalisasi;
Page 66
Page 66 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Gaji dan beban pegawai lainnya;
dan
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban
departemen lainnya.
14) Beban Usaha Catatan 21
Yang harus diungkapkan rincian sifat
beban berdasarkan kategori fungsinya,
yaitu antara lain: √
a) Beban penjualan;
b) Beban distribusi; dan √
c) Beban umum dan administrasi. √
15) Khusus Industri Perbankan √
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian jumlah beban bunga
berdasarkan kelompok produk/jasa
utama.
b) Beban Provisi dan Komisi √
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian jumlah beban beban
provisi dan komisi berdasarkan
kelompok produk/jasa utama.
16) Khusus Industri Pembiayaan √
Beban Kerugian Penurunan Nilai
Yang harus diungkapkan antara lain
jumlah beban kerugian penurunan nilai
untuk masing-masing akun Piutang
Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak
Piutang, dan Piutang Sewa
Pembiayaan.
17) Pendapatan dan Beban Lainnya Laporan laba rugi dan
Yang harus diungkapkan antara lain : penghasilan komprehensif
a) rincian dan jumlah Pendapatan √ lain
lainnya.
b) rincian dan jumlah Beban lainnya. √ Catatan 22
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi : Catatan 23
(1) biaya pinjaman meliputi:
(a) beban keuangan yang √
dihitung dengan
menggunakan metode
suku bunga efektif;
(b) beban keuangan dalam √
sewa pembiayaan yang
diakui sesuai SAK yang
berlaku; dan
(c) selisih kurs yang berasal √
dari pinjaman dalam
mata uang asing
sepanjang selisih kurs
tersebut diperlakukan
sebagai penyesuaian
terhadap bunga;
(2) biaya keuangan lainnya yang √
terjadi dari transaksi
instrumen keuangan meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari
kuotasi atas investasi
tersedia untuk dijual;
(b) rugi neto dari instrumen
keuangan yang diakui
pada Nilai Wajar melalui
laba rugi; dan
(c) amortisasi
premi/diskonto kontrak
berjangka yang
bertujuan untuk lindung
Page 67
Page 67 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari √
Entitas Asosiasi dan/atau Ventura
Bersama meliputi :
(1) bagian laba rugi dari masing-
masing entitas asosiasi
dan/atau Ventura Bersama
yang dicatat dengan
menggunakan metode
ekuitas; dan
(2) bagian laba rugi dari entitas
asosiasi dari operasi yang
dihentikan, yang diungkapkan
secara terpisah.
18) Khusus Industri Perbankan √
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai
atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian jumlah berdasarkan
jenis aset keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari √
kenaikan (penurunan) nilai
surat-surat berharga dan
Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian jumlah berdasarkan
jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan √
Surat-surat Berharga dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian jumlah berdasarkan
jenis.
19) Pendapatan Komprehensif Lain √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi
Aset Tetap maupun Aset
Takberwujud;
b) keuntungan dan kerugian aktuarial
atas program manfaat pasti;
c) selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan;
d) keuntungan (kerugian) dari aset
keuangan tersedia untuk dijual;
e) bagian efektif dari keuntungan dan
kerugian instrumen lindung nilai
dalam rangka lindung nilai arus
kas; dan
bagian pendapatan komprehensif
lain dari entitas asosiasi dan/atau
Ventura Bersama.
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan)
pajak yang terdiri dari: √ Catatan 11.c
(1) beban (penghasilan) pajak
kini;
(2) penyesuaian yang diakui
pada periode atas pajak kini √
yang berasal dari periode
lalu;
Page 68
Page 68 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) jumlah beban (penghasilan) √ Catatan 11.c dan 11.d
pajak tangguhan yang
berasal dari perbedaan
temporer dan
pembalikannya;
(4) jumlah beban (penghasilan)
pajak tangguhan terkait √ Catatan 11.d
dengan perubahan tarif
pajak atau penerapan
peraturan perpajakan yang
baru;
(5) jumlah manfaat yang
berasal dari rugi pajak √
yang tidak diakui
sebelumnya atau perbedaan
temporer suatu periode lalu
yang digunakan untuk
mengurangi beban pajak
kini dan beban pajak
tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan
yang disebabkan oleh √
penurunan atau pembalikan
penurunan sebelumnya atas
aset pajak tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan) √
terkait dengan perubahan
kebijakan akuntansi dan
kesalahan yang
diperhitungkan dalam
laporan laba rugi
komprehensif, dikarenakan
tidak dapat diperlakukan
secara retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak √
tangguhan terkait dengan
transaksi yang dibebankan atau
dikreditkan langsung ke ekuitas;
c) jumlah pajak penghasilan terkait √
dengan setiap komponen
pendapatan komprehensif lain,
kecuali untuk bagian pendapatan
komprehensif lain dari entitas
asosiasi dan/atau Ventura
Bersama;
d) penjelasan hubungan antara
beban (penghasilan) pajak dan
laba akuntansi dalam satu atau √ Catatan 11.c
kedua bentuk berikut ini:
(1) rekonsiliasi antara beban
(penghasilan) pajak dan
hasil perkalian laba
akuntansi dengan tarif pajak
yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar
perhitungan
tarif pajak yang berlaku;
atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak √
efektif rata-rata dan tarif
pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar
perhitungan tarif pajak yang
berlaku
Page 69
Page 69 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) penjelasan mengenai perubahan √ Catatan 11.g
tarif pajak yang berlaku dan
perbandingan dengan tarif pajak
yang berlaku pada periode
akuntansi sebelumnya;
f) jumlah (dan batas waktu
penggunaan, jika ada) perbedaan √
temporer yang dapat
dikurangkan dan rugi pajak
belum dikompensasi yang tidak
diakui sebagai aset pajak
tangguhan dalam laporan
keuangan;
g) jumlah agregat perbedaan
temporer yang terkait dengan √
investasi pada entitas anak,
cabang, entitas asosiasi, dan
bagian partisipasi dalam Ventura
Bersama atas liabilitas pajak
tangguhan yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan √ Catatan 11.c
perhitungan beban pajak kini
dengan cara sebagai berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut
akuntansi;
(2) ditambah/dikurangi koreksi √ Catatan 11.c
positif atau negatif (dirinci);
dan
(3) laba kena pajak; √ Catatan 11.c
i) perhitungan beban dan liabilitas √ Catatan 11.c
pajak kini dengan menerapkan
tarif pajak sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan
pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena √ Catatan 11.c
pajak hasil rekonsiliasi menjadi
dasar dalam pengisian SPT
Tahunan PPh Badan;
k) setiap jenis
perbedaan temporer dan setiap √
jenis rugi pajak yang belum
dikompensasi:
(1) jumlah aset dan liabilitas
pajak tangguhan yang
diakui pada laporan posisi
keuangan untuk periode
sajian; dan
(2) jumlah beban (penghasilan)
pajak tangguhan yang √
diakui dalam laba rugi,
apabila jumlah tersebut
tidak terlihat dari
perubahan jumlah aset atau
liabilitas pajak tangguhan
yang diakui dalam laporan
posisi keuangan;
l) beban pajak terkait dengan √
operasi yang dihentikan:
(1) keuntungan atau kerugian
atas penghentian; dan
(2) laba rugi dari kegiatan √
normal atas operasi yang
dihentikan selama periode,
bersama dengan jumlah
terkait untuk setiap periode
Page 70
Page 70 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
sajian;
m) jumlah konsekuensi pajak √
penghasilan atas dividen kepada
pemegang saham Perusahaan
yang diusulkan atau diumumkan
sebelum Laporan Keuangan
Diotorisasi untuk Terbit namun
tidak diakui sebagai Liabilitas
dalam laporan
keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada √
jumlah pengakuan untuk aset
pajak tangguhan praakuisisi
apabila Perusahaan adalah pihak
pengakuisisi dalam suatu
kombinasi bisnis;
o) peristiwa atau perubahan
keadaan yang menyebabkan √
manfaat pajak
tangguhan wajib diakui apabila
manfaat pajak tangguhan yang
diperoleh dari
kombinasi bisnis tidak diakui
pada tanggal akuisisi tetapi
diakui setelah tanggal akuisisi;
dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan √
alasan atau bukti yang
mendukung pengakuan atas aset
pajak tangguhan, apabila:
(1) penggunaan aset pajak
tangguhan bergantung pada
kondisi laba kena pajak
mendatang lebih besar dari
laba pembalikan perbedaan
temporer kena pajak yang
telah ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian
pada periode kini atau
periode sebelumnya yang
mengakibatkan diakuinya
aset pajak tangguhan
terkait.
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Catatan 24
Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain : √
a) jumlah yang digunakan sebagai
pembilang dalam penghitungan
laba per saham dasar dan dilusian,
dan rekonsiliasi jumlah tersebut
terhadap laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada entitas induk
untuk periode tersebut. Rekonsiliasi
tersebut mencakup dampak
individual dari setiap jenis
instrumen yang mempengaruhi laba
per saham;
b) jumlah rata-rata tertimbang saham √ Catatan 24
biasa yang digunakan sebagai
penyebut dalam penghitungan laba
per saham dasar dan dilusian, dan
rekonsiliasi penyebut tersebut.
Rekonsiliasi tersebut mencakup
dampak individual dari setiap jenis
Page 71
Page 71 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
instrumen yang mempengaruhi laba
per saham;
c) instrumen (termasuk saham yang
dapat diterbitkan secara kontinjen) √
yang berpotensi mendilusi laba per
saham dasar di masa depan,
namun tidak dimasukkan dalam
penghitungan laba per saham
dilusian karena instrumen tersebut
bersifat antidilutif untuk periode
sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa
atau transaksi instrumen berpotensi √
saham biasa, selain yang dihitung
sesuai dengan SAK yang berlaku,
yang terjadi setelah periode
pelaporan dan akan secara
signifikan mengubah jumlah saham
biasa atau instrumen berpotensi
saham biasa yang beredar pada
akhir periode tersebut seandainya
transaksi dimaksud terjadi sebelum
akhir periode pelaporan; dan
e) laba per saham dasar dan dilusian √
untuk operasi yang dihentikan.
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai
transaksi atau saldo dengan
pihak berelasi, yang jumlahnya: √
(1) lebih dari Rp
1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah) untuk
transaksi dengan orang
atau anggota keluarga
terdekat; dan/atau
(2) lebih dari 0,5% (nol koma Catatan 25
lima perseratus) dari modal √
disetor untuk transaksi
dengan entitas berelasi.
b) terkait dengan transaksi dengan √
orang atau anggota keluarga
terdekat meliputi nama, sifat dan
hubungan dengan pihak berelasi
serta informasi tentang transaksi
dan saldo dengan pihak
dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan
entitas berelasi meliputi sifat dan
hubungan dengan pihak-pihak
berelasi serta informasi mengenai
transaksi dan saldo, termasuk
komitmen, yang diperlukan untuk
memahami potensi dampak
hubungan tersebut dalam laporan
keuangan, paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta
persentasenya terhadap total √ Catatan 25
pendapatan dan beban
terkait;
(2) jumlah saldo beserta
persentasenya terhadap total
Aset atau Liabilitas,
Page 72
Page 72 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
termasuk komitmen, dan:
(a) persyaratan dan
ketentuannya, √
termasuk apakah
terdapat jaminan, dan
sifat imbalan yang
akan diberikan, untuk
penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang
diberikan atau
diterima; √
(3) jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai, beban
cadangan kerugian
penurunan nilai secara
individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang terkait √
dengan jumlah saldo piutang
usaha dan piutang pihak
berelasi non-usaha; dan
(4) alasan dan dasar
pembentukan cadangan
kerugian penurunan nilai, √
jika dilakukan pembentukan;
d) pengungkapan yang disyaratkan Catatan 25
sebagaimana dimaksud dalam
huruf a) dan b) dilakukan
secara terpisah untuk masing-
masing kategori berikut:
√
(1) entitas induk;
(2) entitas dengan pengendalian √
bersama atau Pengaruh
Signifikan terhadap entitas;
(3) entitas anak;
√
(4) entitas asosiasi;
(5) Ventura Bersama dimana √
entitas merupakan venturer;
(6) personil manajemen kunci √
dari entitas pelapor atau
entitas induknya; dan
√
(7) pihak-pihak berelasi lainnya.
e) seluruh kompensasi yang Catatan 25
diberikan kepada masing-masing
anggota atau kelompok direksi,
komisaris, pemegang saham
utama yang juga sebagai
karyawan, dan manajemen kunci
lainnya untuk masing-masing
kategori berikut: √
(1) imbalan kerja jangka
pendek;
(2) imbalan pascakerja; √
(3) imbalan kerja jangka √
panjang lainnya;
(4) pesangon pemutusan √
kontrak kerja; dan
(5) pembayaran berbasis √
saham.
f) untuk entitas berelasi dengan
pemerintah : √
(1) nama entitas berelasi
dengan pemerintah dan
sifat hubungannya dengan
Perusahaan;
Page 73
Page 73 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) sifat dan jumlah setiap √
transaksi yang secara
individual signifikan; dan
(3) untuk transaksi lainnya √
yang secara kolektif, tetapi
tidak secara individual,
signifikan, indikasi secara
kuantitatif atau kualitatif
atas luasnya transaksi
tersebut.
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata
Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud √ Catatan 27.a
adalah mata uang selain mata
uang fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara Catatan 27.a
lain: √
(1) rincian aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang
asing serta ekuivalennya
dalam mata uang fungsional;
(2) posisi neto dari aset dan √ Catatan 27.a
liabilitas moneter dalam
mata uang asing;
(3) rincian kontrak valuta √
berjangka dan ekuivalen
dalam mata uang fungsional;
(4) jumlah selisih kurs yang Laporan laba rugi dan
diakui dalam laba rugi, √ penghasilan komprehensif
kecuali untuk selisih kurs lain
yang timbul pada instrumen
keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi;
dan
(5) selisih kurs neto diakui √
dalam pendapatan
komprehensif lain dan
diakumulasikan dalam
komponen ekuitas yang
terpisah, serta rekonsiliasi
selisih kurs tersebut pada
awal dan akhir periode.
24) Penurunan Nilai Aset √
Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai
yang diakui atau dibalik selama
periode tertentu untuk suatu aset
individual, termasuk goodwill atau
suatu unit penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang
mengindikasikan pengakuan
atau pembalikan rugi
penurunan nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai
yang diakui dalam laba rugi
selama periode tersebut dan
unsur laporan laba rugi
komprehensif yang
didalamnya tercakup rugi
penurunan nilai;
(3) jumlah pembalikan rugi
penurunan nilai yang diakui
dalam laba rugi selama
periode tersebut dan unsur
laporan laba rugi
Page 74
Page 74 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
komprehensif yang di
dalamnya tercakup rugi
penurunan nilai yang dibalik;
(4) goodwill yang telah diakui rugi
penurunan nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai
atas aset revaluasian yang
diakui dalam pendapatan
komprehensif lain selama
periode tersebut; dan
(6) jumlah pembalikan rugi
penurunan nilai atas aset
revaluasian yang diakui
dalam pendapatan
komprehensif lain selama
periode tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana
dimaksud dalam angka (1)
dilakukan untuk setiap kelompok
aset.
25) Perubahan Estimasi Akuntansi,
Perubahan Kebijakan Akuntansi,
dan Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) sifat dan alasan perubahan √
estimasi akuntansi;
(2) jumlah perubahan estimasi
yang berdampak pada
√
periode berjalan; dan
(3) perkiraan dampak estimasi
pada periode mendatang.
Dalam hal jumlah dampak
pada periode mendatang √
tidak praktis, fakta tersebut
harus diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) sifat dari perubahan √
kebijakan akuntansi;
(2) alasan penerapan kebijakan √
akuntansi baru memberikan
informasi yang andal dan
relevan;
(3) jumlah penyesuaian untuk
periode berjalan dan setiap
periode lalu sajian:
(a) setiap pos laporan √
keuangan yang
terpengaruh; dan
(b) laba per saham dasar
dan dilusian;
(4) jumlah penyesuaian yang √
terkait dengan periode-
periode sebelum periode
yang disajikan. Dalam hal
tidak praktis dilakukan,
maka diungkapkan
alasannya; dan √
(5) keadaan yang membuat
Page 75
Page 75 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
penerapan retrospektif tidak
praktis untuk suatu periode
tertentu atau untuk
periode-periode sebelum
periode-periode tersebut
disajikan dan tanggal √
dimulainya perubahan
kebijakan akuntansi.
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) sifat dari kesalahan periode
lalu; √
(2) jumlah koreksi untuk setiap
periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan
keuangan; dan
(b) laba per saham dasar
dan dilusian;
(3) jumlah koreksi pada awal √
periode sajian paling awal;
dan
√
(4) keadaan yang membuat
penerapan retrospketif tidak
praktis dilakukan dan
penjelasan mengenai cara
dan waktu dilakukannya
koreksi apabila penyajian
kembali retrospektif tidak
praktis.
26) Kombinasi Bisnis √
a) Perusahaan harus mengungkapkan
hal-hal sebagai berikut untuk
setiap kombinasi bisnis yang
terjadi selama periode pelaporan,
yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang
pihak yang diakuisisi;
(2) tanggal akuisisi;
(3) biaya terkait akuisisi, di luar
biaya penerbitan Efek utang
dan Efek ekuitas, periode
berjalan, dan akumulasinya
untuk masing-masing
kombinasi bisnis;
(4) persentase kepentingan
ekuitas berhak suara yang
diperoleh;
(5) alasan utama untuk
kombinasi bisnis dan
penjelasan tentang cara pihak
pengakuisisi memperoleh
Pengendalian atas pihak yang
diakuisisi;
(6) penjelasan kualitatif tentang
faktor yang membentuk
goodwill yang diakui;
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal
akuisisi atas total imbalan
yang dialihkan dan Nilai
Page 76
Page 76 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Wajar tanggal akuisisi untuk
setiap kelompok utama
imbalan;
(8) kesepakatan imbalan
kontinjensi dan aset
indemnifikasi:
(a) jumlah yang diakui
pada tanggal akuisisi;
(b) penjelasan tentang
kesepakatan dan dasar
penentuan jumlah
pembayaran; dan
(c) estimasi kisaran hasil
(tidak didiskonto)
atau, jika apabila
kisaran tidak dapat
diestimasikan maka
fakta dan alasan
mengapa kisaran
tersebut tidak dapat
diestimasikan. Dalam
hal jumlah maksimum
pembayaran tidak
terbatas, maka pihak
pengakuisisi
mengungkapkan fakta
tersebut;
(9) Perusahaan harus
mengungkapkan piutang
yang diperoleh
berdasarkan kelompok
utama piutang, misalnya
pinjaman yang diberikan,
sewa pembiayaan langsung,
dan kelompok piutang lain,
yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang;
(b) jumlah piutang bruto
kontraktual; dan
(c) estimasi terbaik pada
tanggal akuisisi atas
jumlah arus kas
kontraktual yang
diperkirakan tidak
tertagih;
(10) jumlah yang diakui pada
tanggal akuisisi untuk setiap
kelompok utama Aset yang
diperoleh dan Liabilitas
yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi
yang diakui pada Nilai
Wajar:
(a) uraian mengenai
karakteristik kewajiban
dan perkiraan saat
arus keluar sumber
daya ekonomi terjadi;
(b) indikasi ketidakpastian
saat atau jumlah arus
keluar tersebut. Dalam
hal diperlukan,
Perusahaan harus
Page 77
Page 77 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mengungkapkan
asumsi utama yang
mendasari prakiraan
peristiwa masa depan;
dan
(c) jumlah estimasi
penggantian yang
akan diterima dengan
menyebutkan jumlah
Aset yang telah diakui
untuk estimasi
penggantian tersebut;
(12) dalam hal liabilitas
kontinjensi tidak diakui
karena Nilai Wajarnya tidak
dapat diukur secara andal,
maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana
dimaksud dalam angka
33 huruf b) angka (4)
terkait perikatan dan
kontijensi; dan
(b) alasan Liabilitas tidak
dapat diukur secara
andal;
(13) dalam hal pembelian dengan
diskon:
(a) jumlah keuntungan
yang diakui dan pos
dalam laporan laba
rugi komprehensif
dimana keuntungan
tersebut diakui; dan
(b) penjelasan tentang
alasan transaksi
tersebut menghasilkan
keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis
dimana pihak pengakuisisi
memiliki kurang dari 100%
(seratus perseratus) dari
kepentingan ekuitas pihak
yang diakuisisi pada tanggal
akuisisi:
(a) jumlah dari
kepentingan
nonpengendali pada
pihak yang diakuisisi,
yang diakui pada
tanggal akuisisi dan
dasar pengukurannya;
dan
(b) teknik penilaian dan
input model utama
yang digunakan dalam
penentuan nilai
tersebut, untuk setiap
kepentingan
nonpengendali pada
pihak yang diakuisisi
yang diukur pada Nilai
Wajar;
(15) dalam hal suatu kombinasi
Page 78
Page 78 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
bisnis yang dilakukan
secara bertahap:
(a) Nilai Wajar pada
tanggal akuisisi atas
kepentingan ekuitas
pihak yang diakuisisi
yang dimiliki oleh
pihak pengakuisisi
segera sebelum
tanggal akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan
atau kerugian yang
diakui sebagai hasil
dari pengukuran
kembali Nilai Wajar
dari kepentingan
ekuitas pada pihak
yang diakuisisi yang
dimiliki oleh pihak
pengakuisisi sebelum
kombinasi bisnis dan
pos dalam laporan
laba rugi komprehensif
untuk mengakui
keuntungan atau
kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan
laba atau rugi dari
pihak yang diakuisisi
sejak tanggal akuisisi
yang dimasukkan
dalam laporan laba
rugi komprehensif
pada periode
pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba
atau rugi dari entitas
hasil penggabungan
untuk periode
pelaporan berjalan
seolah-olah tanggal
akuisisi untuk semua
kombinasi bisnis yang
terjadi selama tahun
berjalan telah
diperhitungkan sejak
awal periode
pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang
terjadi pada periode sekarang dan
periode sebelumnya, Perusahaan
yang menjadi pihak pengakuisisi
wajib mengungkapkan informasi
berikut untuk setiap kombinasi
bisnis yang material atau secara
kolektif material:
(1) dalam hal akuntansi awal
untuk kombinasi bisnis
belum selesai untuk Aset,
Liabilitas, kepentingan
Page 79
Page 79 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
nonpengendali tertentu atau
jenis imbalan dan jumlah
yang diakui dalam laporan
keuangan kombinasi bisnis
sehingga ditentukan hanya
bersifat penyisihan, maka
diungkapkan:
(a) alasan akuntansi awal
untuk kombinasi bisnis
belum selesai;
(b) Aset, Liabilitas,
kepentingan ekuitas
atau jenis imbalan
yang akuntansi
awalnya belum
selesai; dan
(c) sifat dan jumlah dari
setiap penyesuaian
periode pengukuran
yang diakui selama
periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan
setelah tanggal akuisisi
sampai dengan Perusahaan
mendapatkan, menjual atau
kehilangan hak atas aset
imbalan kontinjensi, atau
sampai dengan Perusahaan
menyelesaikan liabilitas
imbalan kontinjensi atau
liabilitas tersebut dibatalkan
atau lewat waktu, maka
diungkapkan:
(a) setiap perubahan
dalam jumlah yang
diakui, termasuk
setiap perbedaan yang
timbul selama
penyelesaian;
(b) setiap perubahan
dalam kisaran hasil
(tidak didiskonto) dan
alasan perubahan
tersebut; dan
(c) teknik penilaian dan
input model utama
yang digunakan untuk
mengukur imbalan
kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang
diakui dalam kombinasi
bisnis, jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai
tercatat goodwill pada
awal dan akhir periode
pelaporan;
(5) jumlah dan penjelasan dari
setiap keuntungan atau
kerugianyang diakui pada
periode pelaporan yang:
(a) terkait dengan aset
teridentifikasi yang
diperoleh atau liabilitas
yang diambil-alih
Page 80
Page 80 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dalam kombinasi bisnis
pada periode
pelaporan berjalan
atau periode pelaporan
sebelumnya; dan
(b) ukuran, sifat, atau
kejadian relevan yang
diungkapkan untuk
memahami laporan
keuangan Perusahaan
hasil penggabungan;
c) pernyataan kesesuaian dengan
peraturan Bapepam dan LK dalam
pelaksanaan transaksi kombinasi
bisnis; dan
d) Perusahaan harus mengungkapkan
hal-hal berikut secara keseluruhan,
sehubungan dengan perolehan
atas entitas anak dan unit bisnis
lainnya selama suatu periode:
(1) jumlah harga yang
dibayarkan;
(2) bagian dari harga yang
merupakan Kas dan Setara
Kas;
(3) jumlah Kas dan Setara Kas
pada entitas anak atau
bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh; dan
(4) jumlah aset dan liabilitas
selain Kas dan Setara Kas
pada entitas anak atau
bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh,
diikhtisarkan berdasarkan
kategori utamanya.
27) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain : Catatan 28
a) pengungkapan pada level segmen;
(1) informasi umum, yang terdiri
dari:
(a) faktor-faktor yang √
digunakan oleh
manajemen untuk
mengidentifikasi segmen
dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa
yang menghasilkan √
pendapatan dari setiap
segmen dilaporkan;
(2) informasi mengenai laba atau
rugi segmen, termasuk √
pendapatan dan beban
tertentu, aset segmen, dan
liabilitas segmen dari segmen
dilaporkan, serta dasar
pengukurannya;
(3) rekonsiliasi dari total
pendapatan segmen, ukuran √
laba atau rugi segmen
dilaporkan, aset segmen,
liabilitas segmen, dan unsur
segmen material lainnya
Page 81
Page 81 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
terhadap jumlah yang terkait
dalam laporan keuangan
Perusahaan;
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan √
eksternal untuk setiap produk
dan jasa atau setiap
kelompok produk dan jasa
yang serupa.
(2) Informasi wilayah geografis √
(a) Pendapatan dari
pelanggan eksternal
yang diatribusikan
kepada:
i. negara domisili
Perusahaan; dan
ii. semua negara asing
secara total dimana
Perusahaan
memperoleh
pendapatan. Dalam
hal pendapatan dari
suatu negara asing
secara individual
jumlahnya material,
pendapatan tersebut
diungkapkan secara
terpisah, termasuk
dasar pengatribusian
pendapatannya
kepada negara
tersebut secara
individual.
(b) Aset tidak lancar selain
instrumen keuangan,
aset pajak yang
ditangguhkan, aset
imbalan pascakerja, dan
hak yang terjadi akibat
kontrak asuransi yang
berlokasi di:
i. negara domisili
Perusahaan; dan
ii. semua negara asing
secara total dimana
Perusahaan memiliki
aset. Dalam hal aset
dari suatu negara
asing secara
individual jumlahnya
material, maka aset
tersebut
diungkapkan secara
terpisah.
(3) Informasi pelanggan utama √
Dalam hal pendapatan dari
transaksi dengan pelanggan
eksternal tunggal mencapai
10% (sepuluh perseratus)
atau lebih dari pendapatan
konsolidasi, Perusahaan harus
mengungkapkan:
(a) fakta;
(b) total pendapatan dari
Page 82
Page 82 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
setiap pelanggan; dan
(c) identitas segmen yang
melaporkan pendapatan
tersebut.
28) Operasi yang Dihentikan √
a) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) uraian tentang alasan
operasi dihentikan;
(2) uraian fakta dan keadaan
dari penjualan, atau yang
mengarah kepada
pelepasan yang diharapkan,
cara, dan waktu pelepasan
dari aset dan liabilitas
operasi yang dihentikan;
dan
(3) pengaruh dari operasi yang
dihentikan terhadap segmen
yang dilaporkan dari aset
tidak lancar atau kelompok
lepasan disajikan sesuai
SAK yang berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas
informasi terkait dengan laba
(rugi) operasi yang dihentikan,
antara lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal
yang disajikan dalam
laporan laba rugi
komprehensif meliputi:
(a) pendapatan, beban,
dan laba atau rugi
sebelum pajak dari
operasi yang
dihentikan dan beban
pajak penghasilan
yang terkait; dan
(b) laba atau rugi yang
diakui dalam
pengukuran ke Nilai
Wajar setelah
dikurangi biaya untuk
menjual atau
pelepasan aset atau
kelompok lepasan
yang terkait dengan
operasi yang
dihentikan dan beban
pajak penghasilan
yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat
diatribusikan pada aktivitas
operasi, investasi dan
pendanaan dari operasi
yang dihentikan; dan
(3) jumlah penghasilan dari
operasi yang dilanjutkan
dan operasi yang dihentikan
yang dapat diatribusikan
pada pemilik entitas induk.
29) Instrumen Derivatif selain √
Derivatif Melekat
a) Perusahaan wajib
mengelompokkan instrumen
derivatif sesuai dengan
tujuannya, yaitu untuk lindung
nilai atau tujuan lainnya (non
Page 83
Page 83 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
lindung nilai), seperti untuk
tujuan spekulasi;
b) Perusahaan yang memiliki atau
menerbitkan instrumen derivatif
wajib mengungkapkan untuk
setiap kontrak instrumen
derivatif dalam kelompok
klasifikasi lindung nilai dan
kelompok non lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari
transaksi, berupa transaksi
berjangka dalam bentuk
valuta, bunga, komoditas
atau lain-lain;
(2) pihak lawan transaksi
(counterparties);
(3) tanggal jatuh tempo;
(4) nilai keseluruhan kontrak
dan Nilai Wajar pada
tanggal laporan posisi
keuangan;
(5) beban atau Pendapatan
pada periode pelaporan;
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas
yang dilindung nilai; dan
(7) persyaratan penting
lainnya.
c) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Hal-hal yang diperlukan
untuk memahami tujuan
transaksi derivatif dan
strategi untuk mencapai
tujuan tersebut;
(2) Kebijakan manajemen risiko
untuk setiap klasifikasi
lindung nilai, termasuk
penjelasan mengenai Aset
dan/atau Liabilitas dan jenis
transaksi yang dilindung
nilai; dan
(3) Bagi instrumen yang tidak
dimaksudkan sebagai suatu
lindung nilai, disebutkan
tujuannya.
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan Catatan 26 dan 27.a
Yang harus diungkapkan untuk setiap
kelompok aset keuangan dan liabilitas
keuangan antara lain:
√
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset
dan Liabilitas tersebut dengan
cara yang memungkinkan untuk
dapat diperbandingkan dengan
nilai tercatat dalam laporan posisi
keuangan; dan
b) hierarki, metode, dan asumsi √
signifikan yang digunakan dalam
menentukan Nilai Wajar aset
keuangan dan liabilitas keuangan.
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah dividen dan dividen per
saham yang telah dideklarasikan √ Catatan 18
dan dibayarkan sebagai distribusi
kepada pemilik pada periode
pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk: √ Catatan 12
(1) periode pelaporan, dan
(2) periode sebelumnya;
Page 84
Page 84 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) jumlah dividen dan dividen per √ Catatan 18
saham yang diusulkan atau
dideklarasikan setelah periode
pelaporan tetapi sebelum tanggal
penyelesaian laporan keuangan
dan tidak diakui sebagai Liabilitas
kepada pemilik pada akhir periode
pelaporan; dan
d) jumlah dividen preferen kumulatif √
yang tidak diakui.
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura √
Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah agregat dari liabilitas
kontinjensi dengan jumlah
liabilitas kontinjensi lainnya
secara terpisah;
b) jumlah agregat dari komitmen
modal terkait dengan bagian
partisipasinya dalam Ventura
Bersama secara terpisah dari
komitmen lainnya;
c) daftar dan penjelasan bagian
partisipasi dalam Ventura
Bersama yang signifikan dan
bagian partisipasi kepemilikan
dalam pengendalian bersama
entitas; dan
d) dalam hal Ventura Bersama
diakui dalam pengendalian
bersama entitas, agar
ditambahkan pengungkapan
tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan
untuk mengakui bagian
partisipasinya; dan
(2) jumlah agregat setiap aset
lancar, aset tidak lancar,
liabilitas jangka pendek,
liabilitas jangka panjang,
penghasilan dan beban
yang terkait dengan bagian
partisipasinya dalam
Ventura Bersama.
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa,
keagenan dan distribusi, √
bantuan manajemen
dan teknis, royalti, dan
lisensi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang
terkait dalam
perjanjian;
ii. periode berlakunya
perikatan;
iii. dasar penentuan
kompensasi dan
denda;
iv. jumlah beban atau
Page 85
Page 85 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
pendapatan pada
periode pelaporan;
dan
v. pembatasan-
pembatasan
lainnya;
(b) kontrak atau perjanjian √
yang memerlukan
penggunaan dana di
masa yang akan datang,
seperti: pembangunan
pabrik, perjanjian
pembelian, ikatan untuk
investasi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang
terkait dalam perjanjian;
ii. periode berlakunya
perikatan;
iii. nilai keseluruhan,
mata uang, dan bagian
yang telah direalisasi;
dan
iv. sanksi-sanksi;
(2) pemberian jaminan atau √
garansi, diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang
dijamin dan yang
menerima jaminan,
yang dipisahkan antara
pihak berelasi dan pihak
ketiga untuk pihak yang
dijamin;
(b) latar belakang
dikeluarkannya jaminan;
(c) periode berlakunya
jaminan; dan
(d) nilai jaminan;
(3) fasilitas kredit yang belum √
digunakan, misalnya fasilitas
L/C, cerukan bank; dan
(4) uraian mengenai sifat, jenis, √
jumlah dan batasan-
batasannya.
b) Kontinjensi √
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) perkara atau sengketa
hukum, diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang
terkait;
(b) jumlah yang
diperkarakan;
(c) latar belakang, isi dan
status perkaradan
pendapat hukum (legal
opinion); dan
(d) dampak keuangan;
(2) Peraturan Pemerintah yang
berdampak terhadap
Perusahaan, misalnya
masalah lingkungan hidup,
Page 86
Page 86 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
diungkapkan uraian singkat
tentang peraturan dan
estimasi dampak
keuangannya;
(3) kemungkinan liabilitas pajak
tambahan:
(a) jenis ketetapan atau
tagihan pajak, jenis
pajak, tahun pajak serta
jumlah pokok dan denda
atau bunganya; dan
(b) sikap Perusahaan
terhadap ketetapan atau
tagihan pajak
(keberatan atau
banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya,
yang diungkapkan antara
lain:
(a) karakteristik aset atau
liabilitas kontinjensi;
(b) estimasi dari dampak
keuangannya;
(c) indikasi tentang
ketidakpastian yang
terkait dengan jumlah
atau waktu arus keluar
sumber daya; dan
(d) kemungkinan
penggantian oleh pihak
ketiga.
34) Khusus Industri Perkebunan √
Perkebunan Inti Rakyat dan
Plasma
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Isi perjanjian kerjasama
IR/Plasma;
b) Pihak-pihak yang terkait dalam
kerjasama;
c) Lokasi aset dan jangka waktu
pengelolaan;
d) Hak dan liabilitas dari masing-
masing pihak dalam kerjasama;
e) Ketentuan tentang perbahan
perjanjian kerjasama; dan
f) Isi perubahan perjanjian, jika ada.
35) Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan
informasi yang memungkinkan
para pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat dan luas
risiko yang timbul dari instrumen
keuangan, serta kebijakan dalam
pengelolaan risiko, termasuk,
namun tidak terbatas pada risiko
sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain √ Catatan 27.b
ikhtisar analisis umur aset
keuangan yang belum jatuh
tempo atau tidak mengalami
penurunan nilai dan yang
lewat jatuh tempo pada akhir
periode pelaporan tetapi tidak
mengalami penurunan nilai;
Page 87
Page 87 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) risiko likuiditas, antara lain: Catatan 27.c
(a) analisis jatuh tempo
untuk liabilitas keuangan √
derivatif dan
nonderivatif yang
menunjukkan sisa jatuh
tempo kontraktual yang
bertujuan untuk
pemahaman terhadap
periode arus kas; dan
(b) deskripsi mengenai cara √
Perusahaan mengelola
risiko likuiditas;
(3) risiko pasar, antara lain √ Catatan 27.a
analisis sensitivitas untuk
setiap jenis risiko pasar
dimana entitas terdampak
pada akhir periode pelaporan,
yang menunjukkan dampak
perubahan pada variabel
risiko yang relevan pada
tanggal tersebut terhadap
laba rugi dan ekuitas; dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki
oleh Perusahaan. √
b) Pengungkapan sebagaimana Catatan 27
dimaksud dalam huruf a) terdiri √
dari pengungkapan kualitatif dan
pengungkapan kuantitatif untuk
setiap jenis risiko yang timbul dari
instrumen keuangan.
36) Khusus Industri Perbankan √
a) Rasio Kecukupan Modal
(Capital Adequacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian perhitungan dan
jumlah rasio kecukupan
modal pada tanggal laporan
posisi keuangan;
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan
peraturan Bank Indonesia; dan
(3) Aspek khusus yang mendasari
perhitungan CAR.
b) Posisi Devisa Neto √
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian perhitungan dan
posisi devisa neto menurut
jenis mata uang pada tanggal
laporan posisi keuangan;
(2) Posisi devisa neto maksimum
berdasarkan peraturan Bank
Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari
perhitungan posisi devisa
neto.
c) Jaminan Pemerintah terhadap √
Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara
lain dasar hukum yang melandasi
jaminan atas dana pihak ketiga di
bank.
Page 88
Page 88 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Aktivitas Fiduciary √
Yang harus diungkapkan antara
lain uraian masing-masing
aktivitas fiduciaryyang meliputi
jasa kustodian, wali amanat,
pengelolaan investasi dan
reksadana.
37) Kuasi-Reorganisasi √
Yang harus diungkapkan antara lain
uraian mengenai kegiatan kuasi-
reorganisasi yang meliputi:
a) Jumlah saldo negatif yang
dieliminasi dalam laporan posisi
keuangan dan jumlah tersebut
disajikan selama tiga tahun
berurutan sejak kuasi-
reorganisasi;
b) Status going concern perusahaan
dan rencana manajemen dan
pemegang saham setelah kuasi-
reorganisasi yang
menggambarkan prospek usaha di
masa mendatang;
c) Penyajian laporan posisi keuangan
sebelum, pada saat dan sesudah
kuasi-reorganisasi;
d) Rincian dari jumlah yang
membentuk akun selisih penilaian
Aset dan liabilitas sebelum
digunakan untuk mengeliminasi
defisit; dan
e) Keterangan tentang tanggal
terjadinya kuasi-reorganisasi pada
akun saldo laba dalam laporan
posisi keuangan untuk jangka
waktu 10 tahun ke depan sejak
kuasi-reorganisasi.
38) Pengelolaan Modal Catatan 16
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan,
kebijakan, dan proses Perusahaan
dalam mengelola permodalannya,
termasuk: √
(1) deskripsi tentang bagian yang
dikelola sebagai modal;
(2) sifat persyaratan dan
implementasinya dalam hal
Perusahaan diharuskan untuk
memenuhi persyaratan
permodalan yang disyaratkan
oleh pihak eksternal; dan
(3) cara Perusahaan memenuhi
tujuannya dalam mengelola
permodalannya;
b) ringkasan data kuantitatif tentang
bagian yang dikelola sebagai
modal;
c) setiap perubahan pada angka a)
dan angka b) dari periode
sebelumnya;
d) pernyataan atas kepatuhan
Page 89
Page 89 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
terhadap setiap persyaratan
permodalan dari pihak eksternal
(jika ada); dan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan
persyaratan permodalan dari pihak
eksternal, apabila terjadi
ketidakpatuhan.
39) Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain : √
Transaksi pada aktivitas investasi dan
pendanaan yang tidak memerlukan
penggunaan Kas dan Setara Kas yang
tidak termasuk dalam laporan arus
kas.
Transaksi tersebut antara lain berupa
perolehan Aset secara kredit atau sewa
pembiayaan, akuisisi melalui
penerbitan saham, dan konversi utang
menjadi modal.
40) Pembayaran Berbasis Saham √
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas
pembayaran berbasis saham baik
untuk jangka pendek ataupun
jangka panjang;
b) penjelasan mengenai setiap jenis
perjanjian pembayaran berbasis
saham yang ada pada suatu
periode, termasuk syarat dan
ketentuan umum setiap
perjanjian, seperti kondisi
vesting, jangka waktu maksimum
atas opsi yang diberikan, dan
metode penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang
harga eksekusi opsi saham untuk
setiap kelompok opsi saham;
d) untuk opsi saham yang
dieksekusi selama periode, rata-
rata tertimbang harga saham
pada tanggal eksekusi atau
selama periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-
rata tertimbang sisa umur
kontrak untuk opsi saham yang
beredar pada akhir periode;
f) penentuan Nilai Wajar dengan
mengungkapkan paling kurang
hal-hal sebagai berikut:
(1) opsi yang diberikan selama
suatu periode, rata-rata
tertimbang Nilai Wajar
opsi tersebut pada tanggal
pengukuran dan informasi
tentang bagaimana Nilai
Wajar tersebut diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata
tertimbang nilai wajar
instrumen ekuitas tersebut
pada tanggal pengukuran,
dan informasi tentang
pengukuran Nilai Wajar
Page 90
Page 90 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tersebut untuk instrumen
ekuitas lain yang diberikan
selama suatu periode (yaitu
selain opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran
berbasis saham terhadap laba
rugi Perusahaan dalam suatu
periode dan terhadap posisi
keuangannya.
41) Khusus Industri Asuransi: √
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan
Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan;
(2) Perhitungan batas tingkat
solvabilitas;
(3) Batas tingkat solvabilitas yang
harus dipenuhi;
(4) Tingkat solvabilitas yang
dicapai perusahaan per
tanggal pelaporan; dan
(5) Jumlah investasi yang
diperkenankan dalam
perhitungan solvabilitas.
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha √
Program Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas
pendirian unit Asuransi Syariah;
b) Jenis Akad Asuransi Syariah;
c) Rincian Aset, Liabilitas,
Pendapatan, Beban, dan Laba
Usaha Unit Asuransi Syariah; dan
d) Zakat.
43) Informasi Penting Lainnya √
Yang harus diungkapkan antara lain
sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi;
b) Perjanjian penting dan ikatan
lainnya;
c) Rasio keuangan penting;
d) Pendapatan, beban dan hasil
underwriting; dan
e) Peristiwa atau keadaan yang
mempengaruhi kinerja atau
kelangsungan hidup perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan : √
a) Rincian volume penjualan kayu
bulat (jenis kayu);
b) Pemenuhan liabilitas terhadap
negara seperti DR, IHH, BPPHH,
IHPH dan iuran wajib lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang
berhubungan dengan pelaksanaan
penanaman kembali hutan alam
(TPTI, pembinaan dan
perlindungan hutan, penanaman
tanah kosong dan usaha lainnya
Page 91
Page 91 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan
sehubungan pelaksanaan Bina
desa hutan dan biayanya;
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi
anggaran dan penanaman pada
periode berjalan dan
akumulasinya; dan
f) Sehubungan dengan
pembangunan sarana dan
prasarana :
(1) Realisasi pembangunan jalan
dan jembatan serta
pemeliharaannya; dan
(2) Jenis jalan yang dibangun
pada periode berjalan dan
akumulasinya.
45) Peristiwa Setelah Periode
Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima
informasi setelah periode
pelaporan tentang kondisi yang
ada pada akhir periode
√
pelaporan, maka Perusahaan
memutakhirkan pengungkapan
kondisi tersebut sesuai dengan
informasi terkini; dan
contoh peristiwa setelah periode
pelaporan yang mensyaratkan
entitas untuk menyesuaikan
jumlah yang diakui dalam
laporan keuangannya, atau untuk
mengakui peristiwa yang
sebelumnya tidak diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa
nonpenyesuai yang material
setelah periode pelaporan, maka
Perusahaan mengungkapkan √
uraian peristiwa, misalnya:
(1) tanggal terjadinya;
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak
keuangan, atau pernyataan
dan alasan bahwa estimasi
tersebut tidak dapat dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar
Akuntansi Keuangan dan
Peraturan yang Terkait dengan
Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum
menerapkan suatu SAK dan/atau
peraturan yang terkait dengan
aktivitas Perusahaan, yang telah
diterbitkan tetapi belum efektif
berlaku, Yang harus diungkapkan
antara lain:
√ Catatan 2
a) judul SAK dan jenis peraturan
baru tersebut;
b) sifat dari perubahan yang belum √ Catatan 2
Page 92
Page 92 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
berlaku efektif atau perubahan
kebijakan akuntansi;
c) tanggal penerapan SAK dan √ Catatan 2
peraturan baru tersebut
disyaratkan; dan
d) pembahasan mengenai dampak √ Catatan 2
penerapan awal SAK dan
peraturan baru atas laporan
keuangan atau pernyataan
manajemen bahwa dampak
tersebut tidak dapat diketahui
atau diestimasi secara wajar.
47) Reklasifikasi √
a) Dalam hal Perusahaan mengubah
penyajian atau pengklasifikasian
pos-pos dalam laporan
keuangan, maka Perusahaan
harus mengungkapkan antara
lain:
(1) sifat reklasifikasi;
√
(2) jumlah masing-masing pos
atau gabungan beberapa
pos yang direklasifikasi; dan
(3) alasan reklasifikasi.
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah
komparatif tidak praktis untuk
dilakukan, maka Perusahaan
harus mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi
jumlah tersebut; dan
(2) sifat penyesuaian yang akan
dilakukan jika jumlah
tersebut direklasifikasi.
48) Hibah Pemerintah √
Setiap Hibah Pemerintah yang
diterima, Perusahaan harus
mengungkapkan hal-hal sebagai
berikut:
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah
yang diakui dalam laporan
keuangan dan indikasi bentuk lain
dari bantuan pemerintah; dan
b) kondisi yang belum terpenuhi dan
kontinjensi lain yang melekat atas
bantuan pemerintah yang telah
diakui.
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan √
Standar Akuntansi di Negara Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi
Perusahaan yang menyusun
laporan keuangan dengan
menggunakan standar akuntansi
selain SAK untuk memenuhi
persyaratan otoritas pasar modal
di negara lain atau dalam rangka
penawaran Efek di negara lain.
b) Yang harus diungkapkan antara
lain:
Page 93
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Patricia
p.1 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.4 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10 ×13
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.38
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.59
unresolved
org
Bapepam
p.80 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.