Back to announcement
Checklist Pengungkapan Lapkeu Desember 2024_PPJ.pdf
Financial statement Text extracted PLANSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 93
Page 1
Page 1 of 93
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan
Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan
Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi
Perusahaan Efek (Peraturan No. VIII.G.17).
2. Tanda (√) diisi pada kolom ‘Ada’ apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi
persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom ‘Keterangan’
ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas laporan keuangan.
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang
diharuskan maka tanda (√) diisi pada kolom ‘Tidak Ada’ dengan menambahkan
keterangan alasannya pada kolom keterangan.
4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib
memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka tanda (√) diisi pada kolom ‘N/A’.
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan
keuangan dan Akuntan (untuk laporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
Bidang Usaha Jasa
Jenis penawaran Umum Saham
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Nama Kantor Akuntan Publik KAP Heliantono dan Rekan KAP Heliantono dan Rekan
Nama Partner Andiek Nugroho., SE., Ak., Andiek Nugroho., SE., Ak.,
MAk., CA., CPA MAk., CA., CPA
Opini Akuntan Tanpa Modifikasian Tanpa Modifikasian
Catatan tentang Opini (jika ada) - -
* disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan.
Page 2
Page 2 of 93
Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang “Tanggung √
Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan”
Pemenuhan Peraturan No.VIII.A.2 tentang “Independensi √
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”
Data Keuangan Penting Dalam Rupiah
Periode laporan keuangan 31 Desember 2024 31 Desember 2023
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 14.534.752.332 12.368.445.625
Laba (rugi) bruto 3.568.233.619 2.278.703.256
Laba (rugi) usaha/operasional 1.826.411.451 857.174.391
EBITDA
Laba (rugi) Bersih periode berjalan (615.308.145) (1.328.869.965)
Laba (rugi) komprehensif (620.032.759) (1.325.821.484)
Laba Per saham (dasar) (0,69) (1,48)
Laba Per saham (dilusian) - -
Laporan Posisi keuangan
Jumlah Aset 86.511.768.372 87.013.146.316
Jumlah Aset Lancar 3.378.672.776 2.239.628.760
Jumlah Aset Tidak Lancar 83.133.095.596 84.773.517.556
Jumlah Liabilitas 27.181.452.091 27.062.797.281
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 26.935.670.091 25.260.341.077
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 245.782.000 291.426.730
Jumlah Ekuitas 59.330.316.278 59.950.349.035
Modal Disetor 71.736.767.680 71.736.767.680
Penghasilan Komprehensif Lain (19.156.710.421) (18.541.402.278)
Rasio Keuangan*
Rasio Lancar (%) 12,54% 8,86%
ROA (0,71%) (1,52%)
ROE (1,04%) (2,21%)
Ebitda thd pendapatan (%) 25,47% 22,72%
*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan
seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat
diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik
wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industri apabila
pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami
laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu
pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.17 tentang
Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
Page 3
Page 3 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Laporan Keuangan Terdiri dari:
1 Laporan posisi keuangan pada √
akhir periode
2 Laporan laba rugi komprehensif √
selama periode
3 Laporan perubahan ekuitas selama √
periode
4 Laporan arus kas selama periode √
5 Laporan posisi keuangan pada √
awal periode komparatif yang
disajikan saat Perusahaan
menerapkan suatu kebijakan
akuntansi secara retrospektif atau
membuat penyajian kembali pos-
pos laporan keuangan atau ketika
Perusahaan mereklasifikasi pos-
pos dalam laporan keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan √
Ketentuan Umum
1.
Perusahaan wajib menyajikan catatan
atas laporan keuangan dengan urutan
sebagai berikut:
a. gambaran umum Perusahaan; √
b. dasar penyusunan laporan
keuangan dan ikhtisar kebijakan √
akuntansi signifikan yang
diterapkan;
c. informasi tambahan untuk pos-pos
yang disajikan dalam laporan
posisi keuangan, laporan laba rugi √
komprehensif, laporan perubahan
ekuitas dan laporan arus kas,
sesuai dengan urutan penyajian
laporan dan penyajian masing-
masing pos; dan
d. pengungkapan lainnya yang antara
lain meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan
oleh SAK yang tidak disajikan
√
di bagian manapun dalam
laporan keuangan; dan
2) informasi yang tidak disajikan
di bagian manapun dalam
laporan keuangan, tetapi √
informasi tersebut relevan
untuk memahami laporan
keuangan.
2. Perusahaan wajib menyatakan dalam
bentuk nilai atau persentase untuk √
menjelaskan adanya bagian dari suatu
jumlah, tidak menggunakan kata
“sebagian”.
3. Perusahaan wajib mengungkapkan
dalam penjelasan masing-masing pos √
mengenai Aset yang dijaminkan,
nama pihak yang menerima jaminan,
dan alasan dijaminkan.
Dalam hal Aset Perusahaan
Page 4
Page 4 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
4. diasuransikan, wajib diungkapkan
jenis dan nilai aset yang diasuransikan, √
nilai pertanggungan asuransi, dan
risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila
tidak diasuransikan wajib
diungkapkan alasannya.
Unsur-unsur Catatan Atas Laporan
Keuangan
Gambaran Umum Perusahaan Catatan No.1
1.
Hal-hal yang harus diungkapkan,
antara lain:
a. Pendirian perusahaan
1) Riwayat ringkas perusahaan; √
2) Nomor dan tanggal akta pendirian √
serta perubahan terakhir, pengesahan
dari instansi yang berwenang, dan
nomor serta tanggal Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar √
Perusahaan dan yang sedang
dijalankan pada periode pelaporan;
4) Tempat kedudukan perusahaan dan √
lokasi utama kegiatan usaha;
5) Tanggal mulai beroperasinya √
perusahaan secara komersial. Dalam
hal perusahaan melakukan ekspansi
atau perampingan usaha secara
signifikan pada periode laporan yang
disajikan, wajib disebutkan saat
dimulainya operasi komersial dari
ekspansi atau perampingan usaha dan
kapasitas produksinya; dan
6) Nama entitas induk dan nama entitas √
induk terakhir dalam kelompok usaha
(ultimate parent of the group). Dalam
hal tidak dapat diungkapkan, wajib
disebutkan alasannya.
7) Khusus Industri Media √
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang
dimiliki.
8) Khusus Industri Jalan Tol √
Peraturan perundangan atau
keputusan pemerintah yang mendasari
penyelenggaraan jalan tol tersebut.
9) Khusus untuk Asuransi dan √
Pembiayaan
Izin bidang usaha dari Menteri
Keuangan atau Otoritas yang
berwenang.
10) Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, √
sebagai bank devisa (jika ada), serta
izin untuk menjalankan kegiatan
berdasarkan prinsip syariah (jika ada).
11) Khusus Industri Minyak dan Gas
Bumi dan Pertambangan Umum √
Area Eksplorasi dan
Eksploitasi/Pengembangan.
Page 5
Page 5 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Penjelasan mengenai area eksplorasi
dan eksploitasi Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi:
• Nama lokasi;
• Nama pemilik izin lokasi; √
• Tanggal perolehan izin
ekplorasi serta tanggal jatuh
temponya;
• Persentasi kepemilikan saham
Perseroan pada perusahaan
pemilik izin lokasi; dan
• Jumlah biaya eksplorasi yang
telah dibukukan sebagai Aset
Minyak dan Gas Bumi per
tanggal Laporan Posisi
Keuangan;
b) Area Eksploitasi/Pengembangan
meliputi: √
• Nama lokasi;
• Nama pemilik ijin lokasi;
• Tanggal perolehan ijin
eksploitasi serta tanggal jatuh
temponya;
• Persentasi kepemilikan saham
Perseroan pada perusahaan
pemilik ijin lokasi;
• Jumlah Cadangan Terbukti
(P1), keterangan tentang
pihak yang melakukan
sertifikasi, dan tanggal
sertifikasi;
• Jumlah produksi pada tahun
berjalan; dan
• Akumulasi jumlah produksi
sejak awal kegiatan
eksploitasi/pengembangan
oleh Perseroan hingga
tanggal laporan posisi
keuangan.
12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara lain: √
a) pelaksanaan kegiatan
pengusahaan hutan;
b) rincian luas areal sisa hutan yang
belum dikelola selama masa sisa
manfaat HPH; dan
c) sisa umur HPH.
b. Penawaran Umum Efek, yang harus
diungkapkan antara lain:
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif √
penawaran umum, termasuk
penawaran Efek yang diterbitkan di
luar Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang √
ditawarkan;
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan √
4) Tindakan perusahaan yang dapat √
mempengaruhi jumlah Efek yang
diterbitkan (corporate action) sejak
penawaran umum perdana sampai
dengan periode pelaporan terakhir.
Page 6
Page 6 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c. Struktur Perusahaan, entitas anak,
dan Entitas Bertujuan Khusus
(EBK)
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang √
dikendalikan baik secara langsung
maupun tidak langsung;
2) Tempat kedudukan; √
3) Jenis usaha; √
4) Tahun beroperasi secara komersial; √
5) Persentase kepemilikan dan proporsi √
hak suara (jika berbeda);
6) Total Aset; dan √
7) Informasi penting lainnya antara lain: √
a) sifat hubungan antara entitas induk
dan entitas anak, apabila entitas
induk tidak memiliki baik langsung
maupun tidak langsung melalui
entitas anak, lebih dari 50% (lima
puluh perseratus) hak suara yang
sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik √
langsung maupun tidak langsung
lebih dari 50% (lima puluh
perseratus) hak suara atau hak
suara potensial atas investee tidak
diikuti dengan pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari √
laporan keuangan entitas anak
apabila laporan keuangan tersebut
digunakan untuk menyusun laporan
keuangan konsolidasian dan
tanggal atau periode berbeda dari
tanggal laporan keuangan entitas
induk, dan alasan menggunakan
tanggal atau periode yang berbeda;
d) sifat dan luas setiap restriksi √
signifikan dalam kemampuan
entitas anak untuk mentransfer
dana ke entitas induk dalam bentuk
dividen tunai, atau pembayaran
kembali pinjaman atau uang muka;
e) suatu rincian yang menunjukkan √
dampak setiap perubahan bagian
kepemilikan entitas induk pada
entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya
Pengendalian atas ekuitas yang
dapat diatribusikan pada pemilik
entitas induk; dan
f) dalam hal hilangnya Pengendalian √
atas entitas anak, maka entitas
induk harus mengungkapkan:
(1) keuntungan atau kerugian
(jika ada) yang diakui dari
hilangnya Pengendalian, dan
porsi dari keuntungan atau
kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan
Page 7
Page 7 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
sisa investasi pada entitas
anak terdahulu dengan Nilai
Wajar pada tanggal
hilangnya Pengendalian;
(2) jumlah persentase √
kepemilikan yang dilepaskan;
(3) jumlah harga yang diterima; √
(4) bagian dari harga yang √
merupakan Kas dan Setara
Kas;
(5) jumlah Kas dan Setara Kas √
pada entitas anak atau bisnis
lainnya dimana Pengendalian
dilepaskan; dan
(6) jumlah Aset dan Liabilitas √
selain Kas dan Setara Kas
pada entitas anak atau bisnis
lainnya dimana Pengendalian
dilepaskan, yang
diikhtisarkan berdasarkan
kategori utamanya.
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan
komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama dan jabatan untuk masing- √ Catatan No. 1
masing anggota direksi, dewan
komisaris, dan komite audit;
2) Cakupan manajemen kunci; dan √ Catatan No. 1
3) Jumlah karyawan tetap pada masing- √ Catatan No. 1
masing akhir periode atau rata-rata
jumlah karyawan tetap selama periode
yang bersangkutan, secara konsolidasi
untuk Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan Catatan No. 1
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi √ Catatan No. 1
untuk terbit; dan
2) Pihak yang bertanggung jawab √
mengotorisasi laporan keuangan.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi
Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan
hal-hal sebagai berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap √ Catatan No. 2.a
SAK
Pernyataan ini merupakan pernyataan
bahwa laporan keuangan telah disusun
dan disajikan sesuai dengan SAK.
b. Dasar pengukuran dan Catatan No. 2.b
penyusunan laporan keuangan
1) Dasar pengukuran laporan keuangan √
yaitu berdasarkan biaya historis
(historical cost), biaya perolehan kini
(current cost), nilai realisasi neto (net
realizable value), Nilai Wajar (fair
Page 8
Page 8 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
value) atau jumlah yang dapat
dipulihkan berdasarkan SAK yang
berlaku.
2) Dasar penyusunan laporan keuangan, √
yaitu dasar akrual, kecuali untuk
laporan arus kas.
3) Mata uang fungsional dan mata uang
penyajian yang digunakan, meliputi: √
a) mata uang fungsional Perusahaan
dan entitas anak;
b) fakta dan alasan perubahan, √
apabila terdapat perubahan mata
uang fungsional Perusahaan
maupun kegiatan usaha asing yang
signifikan; dan
c) alasan perubahan mata uang √
penyajian (jika ada).
4) Alasan perubahan periode pelaporan √
(jika ada).
c. Penggunaan Pertimbangan,
Estimasi, dan Asumsi Signifikan
oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan √ Catatan No. 3
dalam ikhtisar kebijakan akuntansi
signifikan atau bagian lain dari catatan
atas laporan keuangan, pertimbangan
yang telah dibuat manajemen dalam
proses penerapan kebijakan akuntansi
dan memiliki dampak yang paling
signifikan terhadap jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan √
informasi tentang asumsi yang dibuat
mengenai masa depan, dan sumber
utama dari estimasi ketidakpastian lain
pada akhir periode pelaporan, yang
memiliki risiko signifikan yang
mengakibatkan penyesuaian material
terhadap jumlah tercatat Aset dan
Liabilitas dalam periode pelaporan
berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas √
sebagaimana dimaksud dalam angka
2), catatan atas laporan keuangan
memasukkan rincian atas sifat dan
jumlah tercatat pada akhir periode
pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu √ Catatan No. 2
Kebijakan akuntansi tertentu
merupakan kebijakan akuntansi
lainnya yang diterapkan dan relevan
untuk memahami laporan keuangan.
Kebijakan akuntansi tertentu meliputi,
tetapi tidak terbatas pada hal-hal
sebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan √
Konsolidasian, yang meliputi pos-
pos entitas induk dan entitas
anak;
Page 9
Page 9 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) dasar dan kapan suatu entitas √
anak dikonsolidasikan ke dalam
laporan keuangan entitas induk;
c) kebijakan akuntansi sehubungan √
dengan perubahan kepemilikan
tanpa kehilangan Pengendalian
atas entitas anak;
d) kebijakan akuntansi sehubungan √
dengan kehilangan Pengendalian
atas entitasanak;
e) kebijakan akuntansi sehubungan √
dengan pencatatan dan penyajian
kepentingan nonpengendali; dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan √
transaksi material antar entitas
yang dikonsolidasi telah
dieliminasi.
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam
kombinasi bisnis, termasuk
metode yang digunakan untuk
mengukur kepentingan
nonpengendali; √
b) pengakuan awal untuk goodwill; √
c) pengukuran setelah pengakuan √
awal untuk goodwill; dan
d) kebijakan lainnya yang relevan √
terkait dengan kombinasi bisnis
yang ada di Perusahaan, antara
lain:
(1) pembelian dengan diskon;
(2) akuisisi secara bertahap; dan
(3) imbalan kontinjensi.
3) Kas dan setara kas; Catatan No 4
Yang harus dijelaskan antara lain √
kebijakan dalam menentukan
komponen kas dan setara kas.
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Catatan No 2
Sukuk
Yang harus dijelaskan antara
lain:
(1) pengakuan awal instrumen
keuangan setiap kategori, √
termasuk perlakuan atas
biaya transaksi;
(2) pengukuran setelah
pengakuan awal instrumen √
keuangan setiap kategori;
(3) ketentuan saling hapus dari
instrumen keuangan; √
(4) metode yang digunakan untuk
menentukan Nilai Wajar
√
instrumen keuangan;
(5) metode perhitungan yang
digunakan untuk menentukan √
penurunan nilai dari aset
keuangan;
Page 10
Page 10 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(6) ketentuan penghentian
pengakuan instrumen
keuangan; √
(7) khusus instrumen keuangan
derivatif dan akuntansi
lindung nilai, selain
penjelasan sebagaimana
dimaksud dalam angka (1),
angka (2), angka (3), angka
(4), angka (5), dan angka
(6), wajib ditambahkan
penjelasan mengenai;
(a) ketentuan pemenuhan √
kriteria akuntansi
lindung nilai;
(b) klasifikasi lindung nilai
untuk tujuan akuntansi
lindung nilai atas √
instrumen keuangan
derivatif; dan
(c) perlakuan akuntansi √
lindung nilai untuk
tujuan akuntansi lindung
nilai.
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara
lain:
(1) klasifikasi dan reklasifikasi
investasi pada Sukuk; √
(2) pengakuan awal Sukuk;
√
(3) pengukuran setelah
pengakuan awal Sukuk; √
(4) Penyajian pendapatan sukuk; √
dan
√
(5) penyajian amortisasi biaya
transaksi.
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara
lain:
(1) pengakuan awal Sukuk; √
(2) pengukuran setelah √
pengakuan awal Sukuk;
√
(3) biaya transaksi penerbitan
Sukuk; √
(4) posisi penyajian Sukuk; dan √
(5) akad syariah yang digunakan.
5) Khusus Industri Perbankan
a) Giro Wajib Minimum
Yang harus dijelaskan antara lain
ketentuan mengenai jumlah giro √
wajib minimum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan
√
Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain
dasar penyajian Giro pada Bank
Indonesia dan Bank Lain.
c) Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain √
Yang harus dijelaskan antara lain
dasar penyajian Penempatan
Page 11
Page 11 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
pada Bank Indonesia dan Bank
Lain.
6) Piutang Reverse Repo √
Yang harus dijelaskan antara lain
unsur-unsur Piutang Reverse Repo,
metode pencatatan dan
pengukurannya.
7) Khusus Industri Perbankan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi
yang dimiliki; √
b) Pengakuan nilai pada investasi
untuk setiap kelompok Obligasi
√
Rekapitalisasi Pemerintah;dan
c) Dasar penyajian efek-efek dalam
laporan keuangan. √
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara
lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing
jenis kredit yang diberikan; √
(2) Dasar penyajian atas kredit; √
(3) Kebijakan manajemen dan √
pelaksanaan pengendalian
risiko portofolio kredit;
(4) Perlakuan akuntansi untuk √
kredit yang dibeli dari BPPN
(jika ada); dan
(5) Kebijakan bank akan agunan
√
kredit.
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain √
dasar penyajian atas
tagihan/kewajiban akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara
lain:
(1) Dasar penilaian dan
penyajian; √
(2) Perlakuan akuntansi atas nilai
realisasi piutang/pembiayaan √
yang diberikan dengan
saldo piutang/pembiayaan
yang tidak dapat ditagih;
dan
(3) Perlakuan akuntansi atas
√
keuntungan (kerugian) dari
realisasi penjualan agunan.
9) Khusus untuk Industri Pembiayaan
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang
pembiayaan konsumen; dan √
b) Dasar penilaian aset jika
perusahaan menarik kembali aset
√
pembiayaan konsumen dari
konsumennya.
Page 12
Page 12 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang
(dengan recourse atau tanpa √
recourse);
√
b) Penyajian transaksi anjak piutang;
c) Perlakuan akuntansi atas √
perbedaan antara harga
pengalihan dan jumlah bersih
piutang dialihkan; dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan
atas tagihan anjak
piutang(ditagihkan kembali ke
klien atau ditanggung oleh
perusahaan).
11) Sewa Catatan No. 2 m
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu
perjanjian mengandung suatu √
sewa;
b) kebijakan penentuan suatu sewa
merupakan sewa pembiayaan atau √
sewa operasi; dan
c) kebijakan akuntansi apabila
Perusahaan bertindak sebagai √
lessee dan/atau lessor.
12) Persediaan : √ Catatan No. 7
yang harus dijelaskan antara lain
mengenai kebijakan akuntansi yang
digunakan dan rumusan biaya yang
digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi,
antara lain: kewajiban kepada √
negara, pemeliharaan sarana dan
pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain: √
Biaya perolehan, mutasi
pembebanan ke biaya produksi.
b) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
√
(1) Dasar klasifikasi untuk jenis
tanaman sebagai persediaan,
tanaman belum
menghasilkan, atau tanaman
telah menghasilkan;
(2) Dasar penilaian dan
√
pengukuran; √
(3) Kebijakan akuntansi
reklasifikasi tanaman belum
menghasilkan ke tanaman
telah menghasilkan; √
(4) Metode penyusutan dan masa
manfaat tanaman yang
disusutkan; dan √
(5) Kebijakan akuntansi biaya
pinjaman.
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Page 13
Page 13 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah
menghasilkan :
√
(a) Metode penilaian; √
(b) Metode amortisasi
(deplesi); dan
(c) Cadangan kematian atau √
metode penghapusan
langsung, jika ada.
(2) Hewan ternak dalam
pertumbuhan (belum
menghasilkan) :
(a) Metode penilaian; dan √
(b) Perkiraan waktu yang
dibutuhkan untuk dapat √
berpindah menjadi
hewan ternak telah
menghasilkan.
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap; √ Catatan No. 9
b) pengukuran setelah pengakuan √ Catatan No. 9
awal Aset Tetap;
c) pengelompokan Aset Tetap; √ Catatan No. 9
d) metode penyusutan yang √ Catatan No. 9
digunakan;
e) kapitalisasi biaya yang terkait √ Catatan No. 9
dengan Aset Tetap;
f) estimasi umur manfaat dan tarif √ Catatan No. 9
penyusutan;
g) penghentian pengakuan; √ Catatan No. 9
h) nilai residu; dan √ Catatan No. 9
i) pernyataan bahwa manajemen √ Catatan No. 9
telah mengkaji ulang atas estimasi
umur ekonomis, metode
penyusutan, dan nilai residu pada
setiap akhir periode pelaporan.
14) Investasi pada Entitas Asosiasi √
Yang harus dijelaskan antara lain
metode yang digunakan untuk
mencatat investasi pada asosiasi.
15) Bagian partisipasi dalam Ventura √
Bersama
Yang harus dijelaskan antara lain
metode yang digunakan untuk
mencatat bagian partisipasi dalam
Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dari bentuk kerjasama;
√
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap
jenis aset dan liabilitas yang √
timbul; dan
c) Sistem pembagian hasil, jika ada. √
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain :
a) pengakuan awal Aset
Page 14
Page 14 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Takberwujud; √
b) pengukuran setelah pengakuan
√
awal Aset Takberwujud;
c) umur manfaat tidak terbatas atau
terbatas, dan apabila umur √
manfaat terbatas, diungkapkan
tarif amortisasi yang digunakan
dan umur manfaatnya;
d) sumber terjadinya Aset
Takberwujud;
e) metode amortisasi yang √
digunakan; √
f) penghentian pengakuan Aset
Takberwujud; dan
g) riset dan pengembangan (jika √
ada). √
18) Aset tidak lancar atau kelompok
Lepasan yang dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan √
kondisi suatu aset tidak lancar
diklasifikasikan sebagai aset yang
dimiliki untuk dijual; dan
b) pengukuran aset tidak lancar √
atau kelompok lepasan yang
dimiliki untuk dijual.
19) Properti Investasi :
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi;
√
b) pengukuran setelah pengakuan
awal Properti Investasi; √
c) metode penyusutan yang √
digunakan, khusus untuk model
biaya;
d) estimasi umur manfaat dan/atau √
tarif penyusutan untuk model
biaya; dan
e) penghentian pengakuan Properti √
Investasi.
20) Khusus Industri Gas dan Minyak
Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan
untuk menentukan jumlah tercatat
bruto; √
b) Kriteria kapitalisasi biaya, √
penurunan nilai (impairment) dan
penilaian kembali aset (revaluasi);
c) Metode penyusutan dan amortisasi √
yang digunakan;
d) Masa manfaat atau tarif √
penyusutan dan amortisasi yang
digunakan; dan
e) Pertanggungan Asuransi. √
21) Penurunan Nilai Aset
Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan peristiwa dan kondisi
Page 15
Page 15 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
yang mengindikasikan √
kemungkinan terjadinya
penurunan nilai; dan
b) kebijakan akuntansi pengakuan √
penurunan nilai aset nonkeuangan
dan pembalikannya.
22) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
√
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan; dan
√
b) Dasar penyajian dari masing-
masing kategori simpanan. √
Simpanan dari bank lain
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari
bank lain; dan √
b) Dasar penyajian simpanan dari √
bank lain.
Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dan jenis-jenis surat
√
berharga yang diterbitkan; dan
b) Perlakuan akuntansi atas premi √
atau diskonto.
23) Provisi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kondisi provisi yang harus diakui;
dan √
b) dasar penentuan nilai provisi. √
24) Utang Repo √
Yang harus dijelaskan antara lain
unsur-unsur Utang Repo, metode
pencatatan dan pengukurannya.
25) Khusus Industri Gas dan Minyak
Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan
dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas
pembebanan biaya PLH;
√
b) Metode amortisasi atas biaya PLH √
yang ditangguhkan;
c) Metode penyusutan prasarana
PLH; dan √
d) Tabel yang memuat penjelasan
tentang:
(1) Lokasi penambangan; √
(2) Saldo awal untuk masing-
√
masing lokasi;
(3) Penambahan dan √
Pengurangan untuk masing-
masing lokasi penambangan;
Page 16
Page 16 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dan √
(4) Saldo akhir untuk masing-
masing lokasi penambangan.
26) Khusus Industri Pertambangan
Umum
Biaya Eksplorasi dan
Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang
Ditangguhkan atas kegiatan
√
eksplorasi yang masih berjalan
dengan penjelasan mengenai
jangka waktu kontrak untuk Area
of Interest yang bersangkutan;
√
b) Biaya Eksplorasi yang
Ditangguhkan atas kegiatan
eksplorasi yang sudah
menemukan adanya Cadangan
Terbukti dengan penjelasan
bahwa amortisasinya baru akan
dilaksanakan pada saat
dimulainya produksi;
c) Dasar penentuan √
ditangguhkannya biaya
pengembangan dan kapitalisasi
biaya pekerjaan konstruksi dan
prasarana; dan
d) Metode amortisasi dan √
penyusutan yang dipergunakan
dengan penjelasan jangka waktu
perijinan penambangan, taksiran
umur ekonomis tambang dan
dasar perhitungan amortisasi.
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup Tangguhan/
Penyisihan Liabilitas Pengelolaan
dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas
pembebanan biaya PLH; √
b) Metode amortisasi atas biaya PLH √
yang ditangguhkan; dan
c) Metode penyusutan prasarana √
PLH.
27) Pengakuan Pendapatan Catatan No. 2 o
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode
pengakuan pendapatan serta √
dasar pengukuran yang
digunakan berdasarkan jenis
pendapatan yang ada; dan
(2) dalam hal terdapat transaksi √
hubungan keagenan,
kebijakan pengakuan
pendapatan dan penjualan
dari hubungan keagenan
serta beban terkait.
b) Pengakuan pendapatan dan √
Beban dengan menggunakan
metode persentase
penyelesaian
Yang harus dijelaskan antara lain
metode yang diterapkan untuk
Page 17
Page 17 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
menentukan tahap penyelesaian
suatu kontrak.
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan
premi
Penjelasan yang harus
ditambahkan antara
lain:
(a) Tarif yang digunakan √
dalam perhitungan
premi yang belum
merupakan pendapatan;
(b) Kebijakan akuntansi
untuk transaksi
√
reasuransi prospektif
dan retroaktif; dan √
(c) Penyajian pendapatan
premi dalam laporan
laba rugi.
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus
ditambahkan antara
lain:
(a) Kelompok beban klaim
dalam bentuk: klaim
yang disetujui, klaim
dalam proses √
penyelesaian, klaim
yang terjadi namun
belum dilaporkan dan
beban penyelesaian
klaim; dan
√
(b) Penyajian beban klaim
dalam laporan laba rugi.
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi
biaya proyek
pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi
ke proyek pengembangan
√
Real Estat;
(2) Unsur biaya yang dialokasikan
sebagai beban proyek; √
(3) Penyisihan atas realisasi √
pendapatan pada masa
mendatang lebih rendah dari
nilai tercatat proyek;
(4) Metode alokasi biaya yang
telah dikapitalisasi ke setiap √
unit Real Estat;
(5) Biaya yang direvisi dan
direalokasi akibat perubahan √
mendasar pada estimasi kini;
dan
(6) Unsur biaya yang diakui
√
sebagai beban pada saat
terjadinya.
28) Program Loyalitas Pelangan √
Yang harus dijelaskan antara
lainkebijakan terkait program loyalitas
pelanggan
29) Transaksi dan Saldo dalam mata
uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain: √
Page 18
Page 18 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) ketentuan dalam penjabaran
transaksi dan saldo dalam mata
uang asing;
b) perlakuan akuntansi selisih kurs √
yang timbul dari penjabaran aset
dan liabilitas moneter; dan
c) referensi dan kurs yang digunakan √
untuk menjabarkan transaksi dan
saldo dalam mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Catatan No. 24
Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain: √
a) Dasar penetapan Pihak-pihak
berelasi;
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi √ Catatan No. 24
dalam Laporan Keuangan; dan
31) Hibah Pemerintah √
Yang harus dijelaskan antara
lainkebijakan akuntansi tentang
metode penyajian dalam laporan
keuangan.
32) Pajak Penghasilan Catatan No. 13.c
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk √
mengukur pajak kini dan pajak
tangguhan;
b) ketentuan mengenai saling hapus; √ Catatan No. 13.c
c) pengakuan dan pengukuran aset √ Catatan No. 13.c
pajak tangguhan; dan
d) metode yang digunakan dalam √ Catatan No. 13.c
menilai aset (liabilitas) pajak
tangguhan.
33) Imbalan Kerja Catatan No. 15
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan √
kepada karyawan;
b) deskripsi umum mengenai jenis √ Catatan No. 13.c
program imbalan pascakerja yang
diselenggarakan oleh Perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan √ Catatan No. 13.c
dalam mengakui keuntungan dan
kerugian aktuarial; dan
d) pengakuan keuntungan dan √ Catatan No. 13.c
kerugian untuk curtailment dan
penyelesaian.
34) Saham Treasuri √
Yang harus dijelaskan antara lain
metode pengakuan dan pengukuran
atas pembelian, penjualan, atau
pembatalan saham treasuri.
35) Pembayaran Berbasis Saham √
Yang harus dijelaskan antara
lainkebijakan akuntansi untuk
transaksi pembayaran berbasis saham
yang diselesaikan melalui instrumen
ekuitas dan/atau diselesaikan melalui
Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi- √
reorganisasi;
Page 19
Page 19 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset √
dan Liabilitas; dan
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih √
hasil revaluasi Aset dan Liabilitas.
Catatan: Berlaku untuk kuasi
reorganisasi sebelum 1 Januari 2013.
37) Biaya Pinjaman √
Yang harus dijelaskan antara
lainkondisi yang mengharuskan biaya
pinjaman dikapitalisasikan sebagai
bagian dari biaya perolehan aset
kualifikasian.
38) Segmen Operasi √
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
yang digunakan oleh manajemen
untuk mengidentifikasikan Segmen
Operasi.
39) Laba (Rugi) per saham √ Catatan No.23
Yang harus dijelaskan antara lain dasar
perhitungan laba (rugi) per saham
dasar dan laba (rugi) per saham
dilusian.
3. Pengungkapan atas Pos-Pos
Laporan Keuangan
a. Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) unsur Kas dan Setara Kas pada √ Catatan No.4
pihak berelasi dan pihak ketiga;
b) rincian jumlah penempatan di √ Catatan No.4
bank berdasarkan nama bank
serta jenis mata uang asing;
c) kisaran suku bunga kontraktual √ Catatan No.4
dari Setara Kas selama periode
pelaporan; dan
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas √ Catatan No.4
yang signifikan yang tidak dapat
digunakan oleh kelompok usaha
disertai pendapat manajemen.
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas √
Yang harus diungkapkan adalah
rincian jumlah kas berdasarkan
jenis mata uang.
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian jumlah Giro pada √
Bank Indonesia berdasarkan
jenis mata uang (nilai
dalam mata uang original);
dan
(2) Ketentuan Giro Wajib √
Minimum (GWM) menurut
BI dan posisi GWM bank
pada saat periode
pelaporan.
Page 20
Page 20 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Giro pada Bank Lain √
Yang harus diungkapkan antara
lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank
Lain berdasarkan jenis mata
uang;
(1) Jumlah penyisihan penurunan √
nilai;
(2) Perubahan penyisihan selama √
periode berjalan untuk
masing-masing giro;
(3) Rincian jumlah Giro pada √
Bank Lain berdasarkan
pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan
pihak ketiga;
(4) Tingkat suku bunga rata-rata √
per tahun; dan
(5) Pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah
penyisihan penurunan nilai.
d) Penempatan pada Bank
Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian jumlah penempatan √
berdasarkan jenis dan mata
uang;
(2) Rincian penempatan √
berdasarkan yang
mengalami penurunan nilai
(impaired) dan tidak
mengalami penurunan nilai
(unimpaired);
(3) Jangka waktu (rata-rata atau √
per kelompok);
(4) Jumlah penyisihan penurunan √
nilai dan mutasi selama
periode berjalan;
(5) Rincian jumlah penempatan √
berdasarkan pihak yang
mempunyai hubungan
istimewa dan pihak ketiga;
(6) Tingkat suku bunga rata-rata √
per tahun;
(7) Jumlah dana yang diblokir √
dan alasannya;
(8) Jumlah dana yang tidak dapat
dicairkan pada bank
bermasalah, bank beku √
operasi atau likuidasi
termasuk tingkat
kemungkinan diterimanya
kembali dana tersebut
berdasarkan informasi dari
otoritas yang berwenang;
dan
(9) Pendapat manajemen akan
√
kecukupan jumlah
penyisihan penurunan nilai.
Page 21
Page 21 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan √ Catatan No. 5
antara pihak ketiga dan pihak
berelasi;
b) jumlah piutang menurut debitur; √ Catatan No. 5
c) jumlah piutang menurut mata √
uang;
d) alasan dan dasar pembentukan √
cadangan kerugian penurunan
nilai;
e) jumlah cadangan kerugian √
penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan √
kecukupan jumlah cadangan atau
keyakinan manajemen atas
ketertagihan piutang apabila tidak
dibentuk cadangan;
g) piutang yang dijaminkan, nama √
pihak yang menerima jaminan, dan
alasan dijaminkan;
h) jumlah diamortisasi dengan √
menggunakan metode suku bunga
efektif; dan
i) informasi keterlibatan
berkelanjutan atas piutang yang
ditransfer, meliputi:
(1) jumlah yang ditransfer, beban √
bunga, retensi, jatuh tempo,
dan ikatan penting lain yang
diatur dalam perjanjian; dan
(2) jaminan yang diberikan (bila √
ada).
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi √
Tambahan pengungkapan
mengenaiantara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan
tertanggung dan asuradur;
(2) Jumlah piutang berdasarkan
jenis asuransi; dan
(3) Jumlah piutang premi yang
diperkenankan dalam
perhitungan solvabilitas.
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan
mengenaiantara lain:
(1) Jumlah berdasarkan ko-
asuradur; √
(2) Jumlah menurut jenis √
asuransi; dan
(3) Jumlah piutang koasuransi
yang diperkenankan dalam
√
perhitungan solvabilitas.
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan
mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan √
reasuradur;
Page 22
Page 22 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Jumlah piutang atau utang √
reasuransi yang
disalinghapuskan; √
dan
(3) Jumlah piutang reasuransi √
yang diperkenankan
dalam perhitungan √
solvabilitas.
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan
mengenai antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang √
kepada pihak berelasi dan
pihak ketiga;
(2) Jumlah piutang menurut jenis √
investasi;
(3) Jumlah piutang menurut mata √
uang; dan
(4) Jumlah piutang yang √
diperkenankan dalam
perhitungan solvabilitas.
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan
Konsumen
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Jumlah piutang menurut dan
jenis obyek pembiayaan √
(contoh: kendaraan
bermotor, elektronik,
rumah, dan lain-lain);
(2) Rincian umur dari angsuran √
pembiyaan konsumen;
(3) Bagian pinjaman yang √
dibiayai bank-bank √
sehubungan dengan
transaksi kerja √
(4) sama pembiayaan bersama,
penunjukan selaku
pengelola piutang,
penerusan pinjaman dan
pengambilalihan piutang
apabila perusahaan
membagi risiko tidak
tertagihnya piutang
tersebut dengan bank-bank
dalam rangka transaksi di
atas;
√
(5) Pendapatan pembiayaan
konsumen yang belum
diakui;
(6) Nilai dan jenis jaminan yang √
diserahkan oleh pelanggan
atas piutang pembiayaan
konsumen yang diberikan
berdasarkan objek
pembiayaan;
(7) Tingkat suku bunga rata-rata
per tahun; dan √
(8) Piutang pembiayaan
konsumen yang dialihkan √
dan atau digunakan sebagai
jaminan atas utang.
b) Tagihan Anjak Piutang
Page 23
Page 23 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Jumlah tagihan anjak
piutang tanpa recourse dan √
dengan recourse, beserta
jumlah utang retensi anjak
piutang dan pendapatan
anjak piutang (tanpa
recourse) serta pendapatan
anjak piutang tangguhan
(dengan recourse); dan
(2) Pengungkapan mengenai
√
tingkat bunga, jatuh tempo
dan jumlah piutang yang
diperoleh serta ikatan
penting yang diatur dalam
perjanjian anjak piutang.
c) Piutang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian jumlah berdasarkan √
pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(2) rekonsiliasi antara investasi √
sewa bruto dan nilai kini
piutang pembayaran sewa
minimum pada akhir periode
pelaporan. Di samping itu,
lessor mengungkapkan
investasi sewa bruto dan nilai
kini piutang pembayaran
sewa minimum pada akhir
periode pelaporan, untuk
setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun
sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun
(3) pendapatan keuangan yang √
belum diterima;
(4) nilai residu yang tidak dijamin √
yang diakru sebagai manfaat
lessor;
(5) akumulasi penyisihan piutang √
tidak tertagih atas
pembayaran sewa minimum;
(6) rental kontinjen yang diakui √ √
sebagai pendapatan dalam
periode; dan
(7) penjelasan umum isi √
perjanjian sewa lessor yang
material.
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara √
lain:
(1) jumlah agregat pembayaran √
sewa minimum masa depan
dalam sewa operasi yang
tidak dapat dibatalkan
untuk setiap periode
berikut;
(a) kurang dari satu tahun √
(b) lebih dari satu tahun √
sampai lima tahun
(c) lebih dari lima tahun √
Page 24
Page 24 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) total rental kontinjen yang √
diakui sebagai pendapatan
pada periode; dan
(3) penjelasan umum isi √
perjanjian sewa lessor.
6) Khusus Kontrak Konstruksi √
√
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah piutang dari masing- √
masing kontrak konstruksi; dan
b) Pendapat manajemen akan √
kemungkinan tertagihnya piutang
retensi.
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini
antara lain tagihan bruto dari setiap
kontrak
konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut,
juga harus dirinci dalam bentuk tabel
yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
c) kerugian yang terjadi; dan √
d) pekerjaan yang sudah ditagih √
(termin).
8) Piutang Reverse Repo √
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah √
Efek yang ditransaksikan;
b) Tanggal dan harga dilakukannya √
pembelian dan penjualan kembali
Efek;
c) Nama pihak/counterparty; √
d) Lokasi Efek jaminan; √
e) Tingkat bunga piutang reverse √
repo;
f) Cadangan kerugian penurunan nilai √
(jika ada); dan
g) Mutasi cadangan kerugian √
penurunan nilai (jika ada).
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat √
diambilalih;
b) Selisih antara nilai realisasi bersih √
atas agunan yang diambilalih
dengan saldo piutang yang tidak
tertagih; dan
c) Laba atau rugi yang timbul, √
termasuk biaya-biaya yang timbul
setelah pengambilalihan agunan
tersebut.
10) Piutang Dividen dan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain √
rincian jenis dan jumlah tagihan
dividen, bunga, dan denda kepada
pihak lain.
11) Piutang Lain-Lain
Yang harus diungkapkan antara lain: Catatan No. 6
a) Rincian jenis dan jumlah piutang; √
b) Jumlah Cadangan Kerugian √
Page 25
Page 25 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Penurunan Nilai (CKPN); dan
c) Pendapat manajemen atas √
kecukupan jumlah penyisihan.
12) Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan
untuk aset keuangan lainnya yang
bersifat lancar maupun tidak lancar.
a) Pengelompokkan aset keuangan √
lainnya sesuai klasifikasi yang
dipisahkan antara pihak ketiga
dan pihak berelasi.
b) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) nilai tercatat aset keuangan √
untuk setiap kelompok dan
rincian investasinya;
(2) laba atau rugi neto pada √
setiap kelompok aset
keuangan berdasarkan
klasifikasi, baik yang
disajikan pada pos
pendapatan komprehensif
lainnya maupun yang diakui
sebagai laba atau rugi
periode berjalan;
(3) total pendapatan bunga yang √
dihitung menggunakan
metode suku bunga efektif
untuk aset keuangan selain
yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi;
(4) biaya perolehan termasuk √
jumlah premium dan diskonto
yang belum diamortisasi,
untuk Efek dimiliki hingga
jatuh tempo;
(5) peringkat Efek utang berikut √
nama pemeringkat (jika ada).
(6) uraian tentang alasan √
diambilnya keputusan
menjual untuk aset keuangan
yang diklasifikasikan dimiliki
hingga jatuh tempo;
(7) jika terdapat reklasifikasi aset √
keuangan, maka wajib
diungkapkan:
(a) jumlah yang
direklasifikasi ke dan
dari setiap kategori;
(b) alasan reklasifikasi; dan √
(c) sisa investasi dalam √
kelompok dimiliki hingga
jatuh tempo yang telah
direklasifikasi dalam
kelompok tersedia untuk
dijual.
(8) jumlah tercatat aset √
keuangan yang dijaminkan
sebagai agunan untuk
Liabilitas atau liabilitas
kontinjensi serta syarat dan
kondisi yang terkait dengan
penjaminan tersebut;
(9) jumlah penurunan nilai atas √
aset keuangan (jika ada),
termasuk mutasinya,
dipisahkan antara aset
keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset
keuangan yang tidak
mengalami penurunan nilai,
Page 26
Page 26 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
serta dipisahkan antara
penurunan nilai yang dihitung
secara kolektif dan individual,
termasuk beban penurunan
nilai yang diakui dalam laba
rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan √
(kerugian) yang belum
direalisasi atas investasi yang
tersedia untuk dijual yang
direklasifikasi menjadi dimiliki
hingga jatuh tempo.
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara √
pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) kisaran suku bunga kontraktual √
selama periode pelaporan;
c) jenis dan jumlah deposito dalam √
mata uang asing; dan
d) hal-hal lain yang dapat √
mempengaruhi kualitas pencairan
deposito tersebut.
14) Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama √
penerbit dan akad syariah;
b) tujuan model usaha yang √
digunakan;
c) jumlah investasi yang √
direklasifikasikan, jika ada, dan
penyebabnya; dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang √
diukur pada biaya perolehan.
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai √
pasar efek berdasarkan jenis;
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi √
pembayaran bunga;
c) Tingkat suku bunga rata-rata per √
tahun; dan
d) Informasi penting lainnya. √
16) Khusus Unit Penyertaan
Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai
antara lain:
a) Rincian unit penyertaan reksadana
dan Nilai Aset Bersih; dan
b) laba atau rugi neto berdasarkan √
klasifikasi, baik yang disajikan
pada pos pendapatan √
komprehensif lainnya maupun
yang diakui sebagai laba atau rugi
periode berjalan
17) Khusus Wesel Tagih √
Page 27
Page 27 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Tambahan pengungkapan
mengenaiantara lain, pihak penerbit,
kisaran tingkat bunga, jatuh tempo,
jenis mata uang, dan uraian tentang
sifat dan asal terjadinya (dari transaksi
usaha atau lainnya).
18) Khusus Industri Asuransi √
Tambahan pengungkapan mengenai
aset-aset yang menjadi dana jaminan.
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain
rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut √
jenis mata uang;
b) Tingkat suku bunga. √
20) Khusus Industri Perbankan
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit
berdasarkan jenis, mata uang, √
sektor ekonomi dan jangka
waktu serta kolektibilitas;
b) Jumlah cadangan kerugian √
penurunan nilai dan mutasi
selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah kredit √
berdasarkan pihak berelasi dan
pihak ketiga;
d) Rasio kredit usaha kecil √
terhadap jumlah kredit yang
diberikan;
e) Tingkat suku bunga rata-rata √
per tahun;
f) Rincian kredit bermasalah √
berdasarkan sektor dan jumlah
cadangan penghapusan
menurut ketentuan Bank
Indonesia;
g) Rasio kredit bermasalah √
terhadap jumlah Aset keuangan
dan rasio jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai Aset
keuangan yang telah dibentuk
terhadap jumlah minimum
cadangankerugian penurunan
nilai Aset keuangan sesuai
ketentuan Bank Indonesia;
h) Jumlah kredit yang √
direstrukturisasi berdasarkan
jenis dan kolektibilitas;
i) Jumlah dan persentase bagian √
bank atas kredit sindikasi baik
selaku pimpinan, agen, atau
anggota sindikasi;
j) Ikhtisar pembelian kredit dari √
BPPN berdasarkan periode
pembelian, jika ada;
k) Pendapat manajemen akan √
ketaatan bank terhadap Batas
Maksimum Pemberian Kredit
(BMPK) yang ditetapkan oleh
Bank Indonesia;
l) Pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah cadangan √
kerugian penurunan nilai.
Page 28
Page 28 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tagihan dan √
liabilitas berdasarkan pihak,
mata uang, dan jatuh tempo;
b) Untuk tagihan akseptasi √
diungkapkan kolektibilitas,
jumlah cadangan penghapusan
dan mutasi selama periode
berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan √
liabilitas berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga;
d) Pendapat manajemen akan √
kecukupan jumlah cadangan
kerugian penurunan nilai tagihan
akseptasi
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) total jumlah tercatat √ Catatan No. 7
persediaan dan jumlah nilai
tercatat menurut klasifikasi
yang sesuai bagi
Perusahaan;
(2) jumlah tercatat persediaan √ Catatan No. 7
yang dicatat dengan Nilai
Wajar dikurangi biaya untuk
menjual;
(3) jumlah persediaan yang √ Catatan No. 7
diakui sebagai beban
selama periode berjalan;
(4) jumlah setiap penurunan √ Catatan No. 7
nilai yang diakui sebagai
pengurang jumlah
persediaan yang diakui
sebagai beban dalam
periode berjalan;
(5) jumlah dari setiap √
pemulihan dari setiap
penurunan nilai yang diakui
sebagai pengurang jumlah
persediaan yang diakui
sebagai beban dalam
periode berjalan;
(6) kondisi atau peristiwa √
penyebab terjadinya
pemulihan nilai persediaan
yang diturunkan;
(7) dalam hal terdapat √
kapitalisasi biaya pinjaman
untuk persediaan yang
memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka
diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman √
yang dikapitalisasi
selama periode
berjalan; dan
(ii) tarif kapitalisasi yang √
digunakan untuk
menentukan jumlah
biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi.
(8) persediaan yang √
dijaminkan, nama pihak
Page 29
Page 29 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
yang menerima jaminan,
dan alasan dijaminkan; dan
(9) jenis dan nilai persediaan √
yang diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi,
dan risiko yang ditutup
serta pendapat manajemen
atas kecukupan
pertanggungan asuransi,
apabila tidak diasuransikan
wajib diungkapkan
alasannya.
b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai
tercatat persediaan menurut
klasifikasi yang harus
diungkapkan antara lain:
1) Makanan dan minuman; √
2) Perlengkapan; dan √
3) Barang Dagangan. √
c) Khusus Industri Real Estat √
Tambahan pengungkapan antara
lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat √
persediaan menurut
klasifikasi:
(a) Tanah Matang; √
(b) Unit Bangunan; dan √
(c) Unit Bangunan dalam √
Penyelesaian.
(2) Jumlah biaya perolehan √
aset Real Estat yang
pengikatan jual belinya
telah berlaku namun
penjualannya belum diakui,
termasuk jumlah utang
terkait yang akan dialihkan,
bila ada.
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara
lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses √
perizinan;
(2) Jumlah biaya bunga dan √
rugi kurs yang dikapitalisasi
ke tanah untuk
pengembangan; dan
(3) Proporsi tanah yang √
dijadikan jaminan utang.
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara
lain:
(1) Materi program : lokal, impor √
(media televisi);
Page 30
Page 30 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) Buku, kertas koran, barang √
pra cetak (media cetak);
(3) Barang promosi dan barter √
(media cetak); dan
(4) Bahan persediaan lain yang
sesuai dengan industrinya.
f) Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara
lain:
(1) Obat-obatan; √
(2) Perlengkapan medis √
(disposable); dan
(3) Persediaan lainnya √
g) Khusus Industri Peternakan
(1) Pengungkapan jumlah
tercatat dan nilai tercatat
menurut klasifikasi tertentu,
seperti hewan ternak
menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia √
untuk Dijual; dan
(b) Hewan Ternak dalam √
Pertumbuhan.
(2) Hewan Ternak Produksi -
Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan
antara lain:
(a) Total jumlah tercatat √
dan nilai tercatat
menurut klasifikasi
hewan ternak telah
menghasilkan dan
hewan ternak belum
menghasilkan;
(b) Rekonsiliasi saldo awal √
dan akhir hewan ternak
tiap kelompok selama
paling tidak 2 tahun
terakhir;
(c) Nilai amortisasi (deplesi) √
atas hewan ternak telah
menghasilkan;
(d) Pendapat manajemen √
atas kecukupan jumlah
penyisihan atau
penghapusan persediaan
yang mati atau hilang;
(e) Nilai hewan ternak yang √
diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi
dan risiko yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi √
untuk wabah penyakit,
perlu dibuat cadangan
kematian atau metode
penghapusan langsung;
(g) Pendapat manajemen √
atas kecukupan nilai
pertanggungan
asuransi; dan
Page 31
Page 31 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(h) Nilai hewan ternak yang √
dijaminkan dan nama
pihak yang menerima
jaminan.
23) Pajak Dibayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurut jenis dan jumlah √ Catatan No. 13 a
masing-masing pajaknya; dan
b) uraian mengenai jumlah restitusi √
pajak yang diajukan dan
statusnya.
24) Biaya Dibayar Dimuka
Yang harus diungkapkan antara lain √ Catatan No. 8
rincian menurut jenis dan jumlah.
25) Aset tidak lancar atau kelompok
lepasan yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki
untuk dijual atau kelompok
√
lepasan;
(2) uraian fakta dan keadaan dari
√
penjualan, atau yang mengarah
kepada pelepasan yang
diharapkan, serta cara dan waktu
pelepasan;
(3) kerugian penurunan nilai atau
keuntungan pemulihan √
penurunan nilai;
(4) dalam hal aset yang dimiliki
√
untuk dijual belum dapat
direalisasikan dalam satu tahun,
diungkapkan peristiwa atau
keadaan yang dapat
memperpanjang periode
penyelesaian penjualan menjadi
lebih dari satu tahun;
(5) dalam hal dapat diterapkan,
segmen yang dilaporkan dari
aset yang dimiliki untuk dijual √
dan kelompok lepasan disajikan
sesuai dengan SAK yang berlaku;
dan
(6) dalam hal aset yang
diklasifikasikan sebagai aset
yang dimiliki untuk dijual atau
kelompok lepasan dihentikan
pengklasifikasiannya,
diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu
nilai yang lebih rendah
antara:
i. jumlah tercatat aset √
tersebut sebelum aset
atau kelompok lepasan
diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual,
disesuaikan dengan
penyusutan, amortisasi
atau penilaian kembali
yang telah diakui apabila
aset atau kelompok
Page 32
Page 32 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
lepasan tersebut tidak
diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual; dan
ii. jumlah terpulihkan pada
saat tanggal keputusan
untuk tidak menjual;
√
(b) uraian fakta dan keadaan
yang mengarah kepada
keputusan tersebut; dan
(c) dampaknya terhadap hasil √
operasi untuk periode
tersebut dan periode sajian
sebelumnya.
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain :
√
a) rincian jenis, nama pihak
berelasi, dan jumlah piutang; √
b) alasan dan dasar pembentukan
cadangan kerugianpenurunan
nilai serta penjelasan terjadinya
piutang pihak berelasi tersebut;
c) jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai, beban cadangan
kerugian penurunan nilai secara √
individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang;
d) pendapat manajemen akan
kecukupan jumlah cadangan √
kerugian penurunan nilai; dan
e) dalam hal piutang berelasi non
usaha disajikan dalamaset lancar, √
hal tersebut harus dibuktikan
serta diungkapkan alasannya.
27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harusdiungkapkan antara lain:
a) nama entitas asosiasi; √
b) persentase kepemilikan dan √
penjelasan adanya pengaruh
signifikan, beserta alasannya;
c) nilaitercatat dan Nilai Wajar
√
investasi dalam entitas asosiasi
yang kuotasi harganya tersedia;
d) ringkasan informasi keuangan
entitas asosiasi termasuk jumlah
agregat Aset, Liabilitas, √
pendapatan, dan laba atau rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh
signifikan walaupun Perusahaan
memiliki lebih dari 20% (dua
puluh perseratus) hak suara atau
hak suara potensial investee √
secara langsung atau tidak
langsung;
f) akhir periode pelaporan dari
laporan keuangan entitas asosiasi,
√
ketika laporan keuangan tersebut
digunakan dalam menerapkan
metode ekuitas dan tanggal atau
periode yang berbeda dengan
Perusahaan, dan alasan
menggunakan tanggal atau periode
yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap
pembatasan signifikan atas √
kemampuan entitas asosiasi untuk
mentransfer dana kepada
Perusahaan;
h) bagian rugi entitas asosiasi yang
tidak diakui dan alasannya,
Page 33
Page 33 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
apabila Perusahaan menghentikan √
pengakuan bagiannya atas rugi
entitas asosiasi, baik untuk
periode terjadinya kerugian
tersebut maupun secara kumulatif;
i) bagian atas liabilitas kontinjensi
entitas asosiasi yang terjadi
bersama-sama dengan investor √
lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi
karena investor berkewajiban
bersama-sama untuk semua atau √
sebagian Liabilitas entitas asosiasi;
dan
k) ringkasan informasi keuangan
entitas asosiasi, secara individual
atau dalam kelompok, yang tidak
dicatat dengan menggunakan
metode ekuitas termasuk total √
Aset, total Liabilitas, Pendapatan,
dan laba atau rugi.
28) Khusus Industri Konstruksi √
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jaminan yang diberikan dan
jumlah jaminan tersebut serta kontrak
konstruksi yang mensyaratkan adanya
jaminan tersebut.
29) Khusus Industri Kehutanan
HTI dan HTI dalam pengembangan
Berupabiaya yang ditangguhkan dalam
pelaksanaan pembangunan HTI, yang
disajikan sebagai berikut: √
a) Saldo awal;
√
b) Penyisihan periode berjalan;
c) Realisasi yang dilakukan selama √
periode berjalan; dan √
d) Saldo akhir.
30) Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak
penyelenggaraan harus
mengungkapkan hal-hal berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil √
tol;
(b) Masa hak bagi hasil tol dan √
amortisasinya;
(c) Perubahan hak bagi hasil tol
selama periode berjalan; dan √
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama
operasi dalam pelaksanaan ke hak √
bagi hasil tol.
31) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah
menghasilkan
(1) Rincian nilai tercatat dan √
akumulasi penyusutan
menurut jenis tanaman;
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal
tahun dan akhir tahun √
tanaman untuk setiap
Page 34
Page 34 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
kelompok selama paling
sedikit 2 tahun terakhir; √
(3) Status tanah yang digunakan
untuk menanam;
√
(4) Nilai tanaman telah
menghasilkan berdasarkan
area/lokasi penanaman;
(5) Perbandingan saldo tanaman √
belum menghasilkan selama
paling sedikit 2 tahun; dan
(6) Tanaman yang dijaminkan. √
b) Untuk tanaman belum
menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum
menghasilkan sebagai berikut
:
(a) Saldo awal
√
i. Tambahan tahun
√
berjalan
ii. Biaya langsung
(b) Jumlah kapitalisasi biaya
pinjaman, dan rugi kurs
dalam hal terjadi
depresiasi luar biasa
√
i. Pengurangan tahun
berjalan
ii. Jumlah yang
direklasifikasi ke √
tanaman telah
menghasilkan
√
(c) Pengurangan lainnya
(d) Saldo akhir; √
(2) Nilai tanaman dalam
Perkebunan Inti Rakyat / √
Perkebunan Inti Plasma yang
menjadi milik perusahaan
(inti) dan tanaman yang
bukan milik perusahaan
(perkebunan
rakyat/perkebunan plasma);
dan √
(3) Cadangan kerugian yang
mungkin timbul pada plasma.
32) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi – Berumur
Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengelompokan hewan ternak √
dalam pertumbuhan (belum
menghasilkan) dan hewan ternak
telah menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir
hewan ternak tiap kelompok √
selama paling tidak 2 tahun
terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas
hewan ternak telah menghasilkan; √
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok
berdasarkan lokasi/area √
peternakan;
√
e) Kondisi hewan ternak;
f) Persentase kematian selama tiga
tahun terakhir; √
g) Nilai hewan ternak yang
diasuransikan, nilai pertanggungan √
asuransi dan risiko yang ditutup;
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah
Page 35
Page 35 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
penyakit, perlu dibuat cadangan √
kematian atau metode
penghapusan langsung;
√
i) Nilai cadangan kematian atau
metode penghapusan langsung,
jika ada;
j) Pendapat manajemen atas √
kecukupan nilai cadangan
kematian, jika ada; dan
√
k) Nilai hewan ternak yang
dijaminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan.
33) Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) model pengukuran setelah
pengakuan awal yang √
digunakan, model Nilai
Wajar atau model biaya;
(2) metode dan asumsi
signifikan yang diterapkan √
dalam menentukan Nilai
Wajar dari Properti
Investasi;
(3) pernyataan bahwa
penentuan Nilai Wajar
didukung oleh bukti pasar
√
atau lebih banyak
berdasarkan faktor lain
karena sifat properti
tersebut dan keterbatasan
data pasar yang dapat
diperbandingkan;
(4) nama Penilai, tanggal
penilaian, dan tanggal √
laporan penilaian terakhir;
(5) jumlah yang diakui dalam
laba rugi untuk:
(a) penghasilan sewa dari
√
Properti Investasi;
(b) beban operasi langsung
yang terjadi baik dari
Properti Investasi yang √
menghasilkan maupun
yang tidak menghasilkan
penghasilan sewa
selama periode
tersebut; dan
(c) perubahan kumulatif
dalam Nilai Wajar yang √
diakui dalam laba rugi
atas penjualan Properti
Investasi dari
sekelompok aset yang
menggunakan model
biaya ke kelompok aset
yang menggunakan
model Nilai Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah √
pembatasan atas realisasi
dari Properti Investasi atau
pembayaran penghasilan
dan hasil pelepasan; dan
(7) kewajiban kontraktual
untuk membeli,
membangun atau √
mengembangkan Properti
Investasi atau untuk
perbaikan, pemeliharaan
Page 36
Page 36 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
atau peningkatan.
b) Khusus untuk Properti Investasi
yang menggunakan model Nilai
Wajar, selain pengungkapan
sebagaimana dimaksud dalam
huruf (a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah
tercatat Properti Investasi √
pada awal dan akhir
periode dengan
menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan
reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian
terhadap Properti Investasi
disesuaikan secara
signifikan untuk tujuan
pelaporan keuangan, maka
Perusahaan harus
mengungkapkan
rekonsiliasi antara penilaian
tersebut dan penilaian yang
telah disesuaikan yang
dilaporkan dalam laporan
keuangan, dengan
menunjukkan secara
terpisah:
(a) jumlah agregat dari
pengakuan kewajiban √
sewa yang telah
ditambahkan kembali;
dan
(b) penyesuaian signifikan √
lain.
c) Khusus untuk Properti Investasi
yang menggunakan model biaya,
selain pengungkapan
sebagaimana dimaksud dalam
huruf a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:
(1) umur manfaat; √
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat √
bruto dan akumulasi
penyusutan Properti
Investasi pada awal dan
akhir periode dengan
menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan
reklasifikasi;
(3) jumlah penyusutan untuk √
masing-masing periode
penyajian dan alokasi
beban penyusutan;
(4) jumlah rugi penurunan nilai
yang diakui, dan jumlah
pemulihan rugi penurunan √
nilai, selama satu periode
sesuai SAK yang berlaku;
(5) transfer ke dan dari √
persediaan dan properti
yang digunakan sendiri;
dan
√
(6) Nilai Wajar Properti
Investasi.
Page 37
Page 37 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Khusus untuk Properti Investasi
dalam proses pembangunan dan
pengembangan, Yang harus
diungkapkan antara lain:
(1) rincian Properti Investasi
dalam proses
pembangunan dan √
pengembangan;
(2) persentase jumlah tercatat √
terhadap nilai kontrak;
(3) estimasi saat penyelesaian; √
(4) hambatan kelanjutan
√
penyelesaian;
(5) jumlah pengeluaran yang
diakui dalam jumlah √
tercatat Properti Investasi
dalam proses
pembangunan dan
pengembangan; dan
(6) dalam hal terdapat
kapitalisasi biaya pinjaman
untuk properti investasi
yang memenuhi kriteria
aset kualifikasian, maka
wajib diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman
yang dikapitalisasi
√
selama periode
berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang
digunakan untuk √
menentukan jumlah
biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi.
34) Aset Tetap Catatan No. 9
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap √
wajib diungkapkan secara
terpisah berdasarkan kepemilikan
aset yaitu aset pemilikan langsung
dan/atau aset sewa pembiayaan;
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto
√
dan akumulasi penyusutan Aset
Tetap pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan
reklasifikasi;
c) jumlah penyusutan untuk masing-
masing periode penyajian dan √
alokasi beban penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah √
yang dijurnal balik yang diakui
dalam laba rugi dan ekuitas (jika
ada);
e) jumlah komitmen kontraktual √
dalam perolehan Aset Tetap;
f) jumlah kompensasi dari pihak √
ketiga untuk Aset Tetap yang
mengalami penurunan nilai,
hilang, atau dihentikan yang
dimasukkan dalam laba rugi,
apabila tidak diungkapkan secara
terpisah pada laporan laba rugi
komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan
pada jumlah revaluasian, yang √
harus diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi
(Tanggal Penilaian);
Page 38
Page 38 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(2) tanggal efektif persetujuan dari
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) √
apabila Aset Tetap untuk
perhitungan pajak
menggunakan jumlah
revaluasian;
(3) nama Penilai dan tanggal √
laporan penilaian terakhir;
(4) metode dan asumsi signifikan √
yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap √
Aset Tetap seandainya aset
tersebut dicatat dengan model
biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi √
penurunan nilai, yang
menunjukkan prubahan selama
periode dan pembatasan-
pembatasan distribusi saldo
surplus kepada para pemegang
saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam
proses pembangunan, yang harus
diungkapkan antara lain:
√
(1) rincian Aset Tetap yang sedang
dalam pembangunan;
(2) persentase jumlah tercatat √
terhadap nilai kontrak;
(3) estimasi saat penyelesaian; √
(4) hambatan kelanjutan
penyelesaian (jika ada); √
(5) jumlah pengeluaran yang
diakui dalam jumlah tercatat √
aset tetap dalam
pembangunan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi
biaya pinjaman untuk aset
yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka wajib
diungkapkan:
(a) jumlah biaya pinjaman
yang dikapitalisasi selama √
periode berjalan; dan
(b) tarif kapitalisasi yang √
digunakan untuk
menentukan jumlah biaya
pinjaman
yang layak dikapitalisasi.
i) Pengungkapan lainnya antara lain:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap √
yang tidak dipakai sementara;
(2) jumlah tercatat bruto dari √
setiap Aset Tetap yang telah
disusutkan penuh dan masih
digunakan;
(3) jumlah tercatat Aset Tetap √
yang dihentikan dari
penggunaan aktif dan tidak
diklasifikasikan sebagai
tersedia untuk dijual;
(4) dalam hal model biaya √
digunakan, Nilai Wajar Aset
Tetap apabila berbeda secara
material dari jumlah tercatat;
Page 39
Page 39 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(5) nilai buku, hasil penjualan √
neto, keuntungan (kerugian)
dari Aset Tetap yang
dihentikan pengakuannya;
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap √
yang berasal dari hibah, agar
diungkapkan jenis Aset, nilai
tercatat, dan tanggal
perolehan;
(7) perubahan estimasi masa guna √
dan/atau metode penyusutan
menurut jenis Aset Tetap;
(8) Kondisi atau peristiwa yang √
menyebabkan terjadinya
penurunan nilai atau pemulihan
penurunan nilai;
(9) Jumlah aset tetap yang
dijadikan jaminan, nama pihak √
yang menerima jaminan dan
alasan penjaminan; dan
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang
diasuransikan, nilai √
pertanggungan asuransi, dan
risiko yang ditutup, serta
pendapat manajemen atas
kecukupan pertanggungan
asuransi, apabila tidak
diasuransikan agar
diungkapkan alasannya.
35) Khusus Industri Minyak dan Gas
Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang
memiliki kegiatan hulu minyak dan gas
bumi)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya,
seperti; operated acreage,
√
unoperated acreage, sumur dan
peralatan serta fasilitas yang
berhubungan, peralatan kantor,
kendaraan, sumur dan peralatan
serta fasilitas dalam pengerjaan;
(2) Tabel yang memuat penjelasan
tentang :
(a) Lokasi penambangan; √
(b) Saldo awal untuk masing- √
masing lokasi;
(c) Penambahan dan
√
Pengurangan untuk masing-
masing lokasi penambangan;
dan
(d) Saldo akhir untuk masing- √
masing lokasi penambangan
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan
√
Gas Bumi tersebut mengandung
hak tagih kepada Regulator terkait,
perlu penjelasan kolektabilitas
tagihan tersebut dalam bentuk
tabel analisa umur tagihan.
36) Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap
jenis Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan √
akumulasi amortisasi; √
b) alokasi jumlah amortisasi Aset
Page 40
Page 40 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Takberwujud ke dalam pos laporan
laba rugi komprehensif;
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto √
dan akumulasi amortisasi Aset
Takberwujud pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan
penambahan, pengurangan, dan
reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi
biaya pinjaman untuk aset yang
memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka harus
diungkapkan:
1. jumlah biaya pinjaman yang √
dikapitalisasi selama periode
berjalan; dan
2. tarif kapitalisasi yang √
digunakan untuk menentukan
jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi;
e) jumlah tercatat Aset dan faktor
signifikan yang mendukung √
penentuan dan penilaiannya untuk
Aset Takberwujud yang dinilai
dengan umur manfaat tidak
terbatas;
f) penjelasan atas jumlah tercatat
√
dan sisa periode amortisasi dari
setiap Aset Takberwujud yang
material terhadap laporan
keuangan Perusahaan;
g) Aset Takberwujud yang diperoleh
melalui Hibah Pemerintah dan
awalnya diakui pada Nilai Wajar
sesuai SAK yang berlaku,
diungkapkan:
(1) Nilai Wajar pada pengakuan √
awal atas aset-aset tersebut;
(2) jumlah tercatatnya; dan √
(3) Aset tersebut diukur setelah √
pengakuan awal dengan
model biaya atau model
revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat
Aset Takberwujud yang
kepemilikannya dibatasi dan √
jumlah tercatat Aset Takberwujud
yang menjadi jaminan untuk
Liabilitas;
i) nilai komitmen kontraktual untuk √
akuisisi Aset Takberwujud;
j) Aset Takberwujud disajikan pada
jumlah revaluasian, diungkapkan:
√
(1) tanggal efektif revaluasi
(Tanggal Penilaian);
(2) nama Penilai dan tanggal √
laporan penilaian terakhir; √
(3) jumlah tercatat Aset
Takberwujud yang
direvaluasi;
(4) metode dan asumsi signifikan √
yang digunakan dalam
mengestimasi Nilai Wajar
aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap
Aset Takberwujud seandainya
Aset tersebut dicatat dengan √
model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi
penurunan nilai, yang
menunjukkan perubahan √
selama periode dan
pembatasan-pembatasan
Page 41
Page 41 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
distribusi saldo surplus
kepada para pemegang
saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak
Bumi dan Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan √
Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan/Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara
lain tabel yang memuat
penjelasan tentang :
(1) Saldo awal; √
(2) Penambahan dan √
pengurangan;
(3) Saldo akhir. √
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkanantara
lain:
(1) rincian biaya perolehan aset
eksplorasi dan evaluasi per
√
area of interest yang
mencakup saldo awal,
penambahan dan
pengurangan, dan saldo
akhir; dan
(2) Jumlah aset, liabilitas,
penghasilan dan beban, √
arus kas operasi, dan arus
kas investasi yang timbul
dari eksplorasi dan evaluasi
pertambangan.
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi
Tangguhan: pengupasan
tanah tambang.
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Kebijakan akuntansi √
sehubungan dengan:
(a) Metode pembebanan
biaya pengupasan
tanah, dan
(b) Metode perhitungan √
Rasio Rata-Rata Tanah
Penutup.
(2) Jumlah Biaya Pengupasan
Tanah yang Ditangguhkan √
yang terdiri dari (1) biaya
pengupasan awal, (2) biaya
pengupasan lanjutan
dengan penjelasan
mengenai perbedaan antara
rasio aktual tanah menutup
terhadap rasio rata-
ratanya;
(3) Perubahan atas Rasio Rata-
√
Rata Tanah Penutup (bila
ada);
(4) Biaya Pengupasan Tanah
yang Ditangguhkan dimana √
terjadi penundaan masa
produksi, meliputi
penjelasan :
Page 42
Page 42 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(a) Alasan terjadinya √
penundaan; √
(b) Amortisasi belum
diperhitungkan karena
belum dimulainya
produksi, dan
(c) Jumlah penurunan
(write down) akibat √
dilakukannya evaluasi
(jika ada), terhadap
biaya yang
ditangguhkan
tersebut, serta metode
dan asumsi utama
yang dipergunakan
dalam menghitung
penurunan nilai
tersebut.
d) Biaya Pengembangan
Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi dan
Pengembangan Tangguhan
selama tahun berjalan
dengan menunjukkan:
(a) Lokasi eksplorasi dan √
pengembangan; √
(b) Saldo awal; √
(c) Penambahan/pengurang
an; √
(d) Amortisasi, dan
(e) Saldo akhir. √
(2) Biaya pengembangan yang √
ditangguhkan atas kegiatan
pengembangan yang masih
berjalan;
(3) Penjelasan apabila terjadi
penghapusan biaya √
eksplorasi dan
pengembangan tangguhan
yang menurut penelaahan
manajemen tidak dapat
dipulihkan;
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan
pengembangan yang
ditangguhkan dimana terjadi
penundaan masa produksi,
meliputi penjelasan:
(a) Alasan terjadinya
penundaan;
√
(b) Amortisasi belum √
diperhitungkan karena
belum dinilainya
produksi; dan
(c) Jumlah penurunan √
(write down) akibat
dilakukannya evaluasi
bila ada, terhadap biaya
yang ditangguhkan
tersebut, serta metode
dan asumsi utama yang
dipergunakan dalam
menghitung penurunan
nilai tersebut. √
(5) Apabila terdapat lebih dari
satu Area of Interest, maka
harus diungkapkan rincian
dari Biaya Eksplorasi yang
Ditangguhkan untuk tiap-tiap
Page 43
Page 43 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Area of Interest.
b. Liabilitas
1) Utang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah utang usaha yang √ Catatan 11
dipisahkan antara pihak ketiga dan
pihak berelasi;
b) jumlah utang usaha menurut mata √ Catatan 11
uang; dan
c) jaminan yang diberikan oleh √ Catatan 11
Perusahaan dengan menunjuk pos-
pos yang berhubungan.
2) Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi
berlaku untuk provisi jangka √
pendek dan provisi jangka
panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) nilai tercatat pada awal dan √
akhir periode;
(2) provisi tambahan dalam √
periode bersangkutan;
(3) jumlah yang terjadi dan √
dibebankan pada provisi
selama periode
bersangkutan;
(4) jumlah yang dibatalkan
selama periode bersangkutan √
atas jumlah yang belum
digunakan;
(5) peningkatan selama periode
yang bersangkutan, dalam √
nilai kini, yang terjadi karena
berlalunya waktu dan
dampak dari setiap
perubahan tingkat diskonto;
(6) uraian mengenai karakteristik √
kewajiban dan perkiraan saat
terjadinya arus keluar
sumber daya ekonomi;
(7) indikasi ketidakpastian waktu
atau jumlah arus keluar √
sebagaimana dimaksud
dalam angka(6). Dalam hal
diperlukan, Perusahaan
mengungkapkan asumsi
utama yang mendasari
prakiraan peristiwa masa
depan; dan
(8) jumlah estimasi penggantian
yang akan diterima dengan √
menyebutkan jumlah Aset
yang telah diakui untuk
estimasi penggantian
tersebut.
3) Beban akrual √ Catatan 12
Yang wajib diungkapkan antara lain
jenis dan jumlah dari unsur utama
beban yang belum jatuh tempo.
4) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan √
mata uang; dan
b) Uraian mengenai sifat masing-
masing kewajiban. √
Page 44
Page 44 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
5) Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah
Efek yang dijual Perusahaan pada
√
transaksi repo;
b) Tanggal dan harga dilakukannya
pembelian dan penjualan kembali √
Efek.
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini
antara lain liabilitas bruto dari setiap
kontrak konstruksi. Dalam penjelasan
tagihan tersebut, juga harus dirinci
dalam bentuk tabel
yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi; √
b) laba yang diakui; √
c) kerugian yang dialami; dan √
d) pekerjaan yang sudah ditagih √
(termin).
7) Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian tiap jenis simpanan
yang mengungkapkan:
(1) Rincian berdasarkan mata
uang, dan jangka waktu; √
(2) Rincian jumlah simpanan √
berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata
per tahun; √
(4) Jumlah amortisasi pada tahun √
berjalan untuk sertifikat
deposito;
√
(5) Rincian simpanan bermasalah
berdasarkan statusnya,
misalnya diblokir atau
dijaminkan; dan
(6) Pemberian fasilitas istimewa √
kepada pemilik rekening giro.
b) Simpanan dari Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, √
mata uang, dan jangka
waktu;
(2) Rincian jumlah simpanan
berdasarkan pihak berelasi √
dan pihak ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata-rata √
per tahun;
(4) Jumlah amortisasi pada tahun
berjalan untuk sertifikat √
deposito; dan
(5) Rincian simpanan bermasalah
berdasarkan jenis dan
√
statusnya, misalnya diblokir
atau dijaminkan.
8) Khusus Industri Asuransi
Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis
Page 45
Page 45 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) Rincian berdasarkan √
program asuransi; √
(2) Rincian berdasarkan jenis
pertanggungan;
√
(3) Rincian berdasarkan mata
uang;
(4) Dasar perhitungan dan
asumsi aktuaris; dan √
(5) Rekonsiliasi jumlah pada √
awal dan akhir periode yang
memperlihatkan
penambahan dan
pengurangan.
b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Pemisahan antara utang
klaim kepada pihak berelasi √
dan pihak ketiga;
(2) Jumlah utang klaim √
berdasarkan tertanggung;
(3) Jumlah utang klaim √
menurut jenis asuransi; dan
(4) Jumlah utang menurut
mata uang. √
c) Estimasi Klaim Retensi
Sendiri
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Jumlah menurut jenis √
asuransi;
(2) Jumlah menurut √
tertanggung;
√
(3) Jumlah menurut mata
uang; dan
(4) Jumlah estimasi klaim yang √
sudah terjadi namun belum
dilaporkan.
d) Premi yang belum merupakan
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara
lain:
√
(1) Jumlah menurut program
asuransi;
√
(2) Jumlah menurut jenis
pertanggungan; √
(3) Pemisahan antara premi
yang belum merupakan
pendapatan kepada pihak
berelasi dan pihak ketiga;
√
(4) Metode perhitungan yang
digunakan; dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada √
awal dan akhir periode yang
memperlihatkan
penambahan dan
pengurangan.
e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara
lain:
√
(1) Pemisahan antara utang
Page 46
Page 46 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
klaim kepada pihak berelasi
dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan ko- √
asuradur;
√
(3) Jumlah menurut jenis mata
uang; dan
(4) Jumlah menurut umur utang. √
f) Utang Reasuransi
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Pemisahan antara utang
klaim kepada pihak berelasi √
dan pihak ketiga;
(2) Jumlah berdasarkan
reasuradur; √
√
(3) Jumlah menurut jenis mata
uang;
(4) Jumlah menurut umur √
utang; dan
(5) Jumlah utang atau piutang
reasuransi yang √
disalinghapuskan.
g) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Jumlah berdasarkan √
tertanggung dan asuradur;
(2) Jumlah menurut jenis mata √
uang; dan
(3) Jumlah menurut jenis √
asuransi.
h) Titipan Premi √
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian menurut jenis
asuransi.
i) Hak Laba Pemegang Polis
Yang Belum Dibagikan
Yang harus diungkapkan:
(1) Tanggal dan hasil
keputusan rapat pemegang
√
saham;
√
(2) Dasar perhitungan; dan
√
(3) Saldo menurut usia.
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka √
Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain
jenis dan jumlahnya.
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis dan jumlahnya; dan √ Catatan 13.b
b) informasi mengenai ketetapan √
pajak.
11) Khusus Industri Pembiayaan
Kewajiban Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah liabilitas anjak piutang √
dalam rangka anjak piutang
dengan recourse; dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang √
retensi anjak piutang, dan jatuh
tempo serta ikatan penting lainnya
yang diatur dalam perjanjian anjak
piutang.
Page 47
Page 47 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
12) Khusus Kontrak Konstruksi √
Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain
jumlah uang muka kontrak yang
diterima.
13) BagianLancar atas Liabilitas √
Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain
bagian lancar atas liabilitas jangka
panjang sesuai dengan pengungkapan
utang bank dan lembaga keuangan
jangka panjang sebagaimana diatur
dalam Checklist ini.
14) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Pengungkapan untuk
liabilitas keuangan lainnya
√
berlaku untuk liabilitas
keuangan lainnya yang
bersifat jangka pendek dan
jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib
mengelompokkan sesuai √
klasifikasi yang dipisahkan
antara pihak ketiga dan
pihak berelasi;
(3) Yang harus diungkapkan
antara lain: √
(a) nilai tercatat liabilitas
keuangan untuk setiap
kategori; √
(b) laba atau rugi neto
pada setiap liabilitas
keuangan; dan
(c) kejadian penting
lainnya antara lain √
kepatuhan Perusahaan
dalam memenuhi
persyaratan dan
kondisi utang
(misalnya
restrukturisasi utang
dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat
restrukturisasi Utang
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) Penjelasan tentang pokok- √
pokok perubahan
persyaratan dan
penyelesaian utang;
(2) Jumlah keuntungan atas
restrukturisasi utang dan
dampak pajak penghasilan √
yang terkait;
(3) Jumlah keuntungan atau √
kerugian bersih atas
pengalihan aset yang diakui
selama periode tersebut;
dan
(4) Jumlah utang kontinjen
yang dimasukkan dalam √
nilai tercatat utang yang
telah direstrukturisasi.
15) Khusus Industri Gas dan Minyak √
Bumi
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup yang
Page 48
Page 48 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jenis dan jumlahnya.
16) Khusus Industri Pertambangan √
Umum
Bagian Penyisihan untuk
Pengelolaan dan Reklamasi
Lingkungan Hidup yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian jenis dan jumlahnya.
17) Liabilitas terkait aset atau √
kelompok lepasan yang dimiliki
untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain
liabilitas terkait aset atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual
sesuai dengan dan dapat digabung
dengan pengungkapan aset tidak
lancar atau kelompok lepasan yang
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual.
Liabilitas Jangka Panjang
18) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi,
jenis, dan jumlah utang; √
b) jumlah utang menurut mata √
uang; dan
c) jaminan yang diberikan dengan
menunjuk pos-pos yang √
berhubungan.
19) Utang Bank dan Lembaga Catatan 14
Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara lain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan
√
nama bank/lembaga keuangan
dan jenis mata uang;
b) kisaran suku bunga kontraktual √
selama periode pelaporan;
c) tanggal jatuh tempo;
√
d) jumlah bagian yang akan jatuh
√
tempo dalam waktu 12 (dua
belas) bulan;
√
e) penjelasan tentang fasilitas
pinjaman yang diperoleh,
termasuk jumlah dan tujuan
perolehannya; √
f) pembayaran yang dilakukan pada
periode berjalan untuk masing-
masing fasilitas pinjaman; √
g) kejadian penting lainnya antara
lain kepatuhan Perusahaan
dalam memenuhi persyaratan
dan kondisi utang (misalnya √
restrukturisasi utang dan kondisi
default);
h) jaminan yang diberikan dengan
menunjuk pos-pos yang
berhubungan;
i) persyaratan lain yang penting, √
seperti adanya pembatasan
pembagian dividen, pembatasan
rasio tertentu, dan/atau
pembatasan perolehan utang
baru; dan
Page 49
Page 49 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
j) pengungkapan informasi
sehubungan dengan liabilitas
berbunga jangka panjang yang
akan jatuh tempo dalam jangka
waktu 12 (dua belas) bulan sejak
tanggal laporan posisi keuangan
tetapi tetap diklasifikasikan
√
sebagai liabilitas jangka panjang,
antara lain adalah:
(1) nama bank/lembaga
keuangan dan jumlahnya;
dan
√
(2) ringkasan perjanjian lama dan
baru, yang meliputi tanggal
kesepakatan, jangka waktu
pinjaman, tanggal jatuh
tempo, dan persyaratan
penting.
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah neto nilai tercatat untuk
setiap kelompok aset dan
pemberi sewa (lessor) pada √
tanggal laporan posisi keuangan;
b) rekonsiliasi antara total
pembayaran sewa minimum di √
masa depan pada tanggal laporan
posisi keuangan, dengan nilai
kininya. Selain itu wajib
mengungkapkan total
pembayaran sewa minimum di
masa depan pada tanggal laporan
posisi keuangan, dan nilai
kininya, untuk setiap periode
berikut:
(1) sampai dengan satu tahun;
(2) lebih dari satu tahun sampai
5 (lima) tahun; dan
(3) lebih dari 5 (lima)tahun.
c) pembayaran sewa kontinjen
yang diakui sebagai beban pada √
periode tersebut;
d) total pembayaran minimum
sewa-lanjut (sublease) masa √
depan yang diperkirakan akan
diterima dari kontrak sewa-lanjut
yang tidak dapat dibatalkan (non-
cancellable sublease) pada
tanggal laporan posisi keuangan;
e) keuntungan atau kerugian yang
ditangguhkan beserta
amortisasinya sehubungan √
dengan transaksi penjualan dan
penyewaan kembali (sale and
leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian √
sewa yang material, antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa
kontinjen;
(2) ada tidaknya klausul-klausul
yang berkaitan dengan opsi
perpanjangan atau √
pembelian dan eskalasi
beserta syarat-syaratnya;
dan
(3) pembatasan-pembatasan
yang ditetapkan dalam √
perjanjian sewa.
21) Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang
Diterbitkan
Page 50
Page 50 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, √
mata uang, dan jangka
waktu;
√
(2) Rincian jumlah berdasarkan
pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(3) Tingkat suku bunga rata- √
rata per tahun;
√
(4) Rincian berdasarkan
peringkat efek dan
perusahaan pemeringkat;
(5) Jumlah amortisasi pada
tahun berjalan;
√
(6) Ringkasan perjanjian yang
√
meliputi tanggal
kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tanggal jatuh
tempo, kewajiban yang
harus dipenuhi, dan
persyaratan penting lainnya
(Debt Covenance);
(7) Pendapat manajemen
tentang pemenuhan Debt
Covenanceatas surat √
berharga yang diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian berdasarkan pihak,
jenis, dan mata uang; √
(2) Rincian jumlah berdasarkan √
pihak berelasi dan pihak
ketiga;
(3) Ringkasan perjanjian yang
meliputi tanggal
√
kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tingkat bunga,
tanggal jatuh tempo, nilai
Aset bank yang dijaminkan,
dan persyaratan penting
lainnya(debt covenance);
(4) Pendapat manajemen
√
terkait pemenuhan debt
covenance;
(5) Apabila bank menerima
dana atau fasilitas pinjaman
dari pemerintah atau pihak √
lain dengan tingkat imbalan
yang lebih rendah dari
tingkat bunga pasar maka
manajemen
mengungkapkan mengenai
fasilitas tersebut dan
dampaknya terhadap laba
bersih.
c) Estimasi Kerugian Komitmen
dan Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian berdasarkan jenis, √
mata uang, dan
kolektibilitas;
(2) Rincian jumlah berdasarkan √
pihak berelasi dan pihak
Page 51
Page 51 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
ketiga;
(3) Jumlah penyisihan √
penurunan nilai dan mutasi
selama periode berjalan;
(4) Ketentuan minimum
penyisihan penurunan nilai √
komitmen dan kontinjensi
menurut BI dan posisi
penyisihan penghapusan
bank pada saat periode
pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan √
kecukupan jumlah
penyisihan penurunan nilai
komitmen dan kontinjensi.
22) Khusus Industri Gas dan Minyak √
Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama
tahun berjalan dengan
menunjukkan:
(1) Saldo awal; √
(2) Penyisihan yang dibentuk; √
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan
√
(4) Saldo akhir.
√
b) Kegiatan PLH yang telah
dilaksanakan dan yang sedang
berjalan; √
c) Liabilitas bersyarat sehubungan
dengan PLH dan liabilitas
√
bersyarat lainnya sebagaimana
diatur dalam standar akuntansi
keuangan;
d) Apabila dalam pos ini terdapat
komponen biaya yang sifatnya
material, misalnya beban √
penutupan tambang, maka
perusahaan dapat menyajikannya
dalam pos yang terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan
tentang:
(1) Saldo awal; √
(2) Penambahan dan √
Pengurangan ;
√
(3) Saldo akhir.
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka
Panjang Catatan 15
a) imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) gambaran umum mengenai
jenis program. √
(2) rekonsiliasi saldo awal dan
akhir dari nilai kini kewajiban
imbalan pasti yang
√
menunjukkan secara terpisah,
pengaruhnya selama periode
berjalan yang dapat
diatribusikan ke dalam:
√
(a) biaya jasa kini;
(b) biaya bunga; √
(c) iuran oleh peserta √
program;
(d) keuntungan dan
kerugian aktuarial; √
(e) perubahan kurs mata
Page 52
Page 52 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
uang asing pada
program yang diukur √
dengan mata uang yang
berbeda dengan mata
uang penyajian;
(f) imbalan yang √
dibayarkan;
(g) biaya jasa lalu; √
(h) kombinasi bisnis; √
(i) curtailment; dan √
(j) penyelesaian. √
(3) analisis kewajiban imbalan
pasti terhadap jumlah yang
dihasilkan dari program yang √
seluruhnya tidak didanai dan
jumlah yang dihasilkan dari
program yang seluruhnya
atau sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan
akhir dari Nilai Wajar aset
program serta saldo awal dan
akhir dari setiap hak
√
penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai dengan
SAK menunjukkan secara
terpisah, dampak selama
periode yang dapat
diatribusikan pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan √
dari aset program;
(b) keuntungan dan √
kerugian aktuarial;
(c) perubahan kurs mata
uang asing pada
program yang diukur
dengan mata uang yang √
berbeda dengan mata
uang penyajian;
(d) iuran oleh pemberi
√
pekerja;
(e) iuran oleh peserta
program; √
(f) imbalan yang √
dibayarkan;
(g) kombinasi bisnis; dan √
(h) penyelesaian; √
(5) rekonsiliasi nilai kini
kewajiban imbalan pasti
sebagaimana dimaksud dalam
butir (2) dan Nilai Wajar aset
program sebagaimana
dimaksud dalam butir (4)
atas Aset dan Liabilitas
yang diakui dalam laporan
posisi keuangan, paling
kurang mengungkapkan:
(a) keuntungan dan √
kerugian aktuarial neto
yang tidak diakui dalam
laporan posisi
keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang
√
tidak diakui dalam
laporan posisi
keuangan;
(c) setiap jumlah yang tidak
diakui sebagai Aset, √
dikarenakan oleh
batasan dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir
√
periode pelaporan dari
setiap hak penggantian
Page 53
Page 53 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
yang diakui sebagai
Aset sesuai dengan
SAK; dan
(e) jumlah lainnya yang
diakui dalam laporan
posisi keuangan;
(6) total beban yang diakui di √
laba rugi untuk setiap hal-hal
berikut dan nama pos dimana
hal tersebut termasuk:
(a) biaya jasa kini;
√
(b) biaya bunga;
(c) hasil yang diharapkan √
dari aset program; √
(d) hasil yang diharapkan
√
dari setiap hak
penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai
dengan SAK;
(e) keuntungan dan √
kerugian aktuarial, jika
Perusahaan memilih
metode koridor 10%
(sepuluh per seratus);
(f) biaya jasa lalu; √
(g) dampak dari √
curtailment terutama
terkait dengan
penyelesaiannya; dan
(h) dampak dari batasan
dalam SAK; √
(7) jumlah total yang diakui
dalam pendapatan
komprehensif lain yang akan
diakui segera dalam saldo
laba, meliputi:
(a) keuntungan dan √
kerugian aktuarial; dan
(b) dampak dari batasan
dalam SAK; √
(8) jumlah kumulatif dari
keuntungan dan kerugian
aktuarial yang diakui pada
√
pendapatan komprehensif
lain, dalam hal Perusahaan
mengakui keuntungan dan
kerugian dalam pendapatan
komprehensif lain sesuai
dengan SAK; √
(9) persentase atau jumlah
setiap kategori utama yang
merupakan Nilai Wajar total
aset program, untuk setiap
kategori utama dari aset √
program, yang mencakup,
namun tidak terbatas pada,
instrumen ekuitas, instrumen
utang, properti, dan seluruh
aset lain;
(10) jumlah yang mencakup
Nilai Wajar aset program
untuk:
(a) setiap kategori instrumen √
keuangan milik
Perusahaan; dan
(b) setiap properti atau Aset √
lain yang digunakan oleh
Perusahaan;
(11) penjelasan atas dasar yang
digunakan untuk menentukan
tingkat pengembalian yang
√
Page 54
Page 54 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
diharapkan atas Aset secara
keseluruhan, termasuk
dampak kategori utama dari
aset program;
(12) imbal hasil aktual atas aset
program, serta imbal hasil √
aktual atas setiap hak
penggantian yang diakui
sebagai Aset;
(13) Asumsi aktuarial utama yang
digunakan sampai pada akhir √
periode pelaporan dan
diungkapkan dalam ukuran
yang absolut dan tidak hanya
sebagai marjin antara
persentase dan variabel
lainnya, termasuk:
(a) tingkat diskonto; √
(b) tingkat imbal hasil yang √
diharapkan atas setiap
aset program untuk
periode yang disajikan
dalam laporan
keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang
diharapkan untuk √
periode yang disajikan
dalam laporan keuangan
pada setiap hak
penggantian yang diakui
sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji
yang diharapkan (dan √
perubahan dalam indeks
atau variabel tertentu
lainnya dalam masa
program formal atau
konstruktif sebagai
dasar untuk kenaikan
imbalan masa depan);
(e) tingkat tren biaya
kesehatan; dan √
(f) asumsi material lain
yang digunakan dalam
aktuaria; √
(14) dampak kenaikan atau
penurunan satu angka
persentase dalam tingkat tren
biaya kesehatan yang
diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat √
dan komponen biaya
bunga dari biaya
kesehatan pascakerja
periodik neto; dan
√
(b) akumulasi kewajiban
imbalan pascakerja
untuk biaya kesehatan.
(c) Dalam hal program
dioperasikan dalam
lingkungan inflasi yang
tinggi, wajib
diungkapkan dampak
√
persentase kenaikan
atau penurunan tingkat
tren biaya kesehatan
yang diasumsikan dari
makna yang serupa
dengan satu angka
persentase dalam
lingkungan inflasi yang
rendah.
√
(15) Jumlah periode tahunan
saat ini dan periode empat
Page 55
Page 55 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tahun sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban
imbalan pasti, Nilai
Wajar aset program dan √
surplus atau defisit pada
program; dan
(b) penyesuaian yang
timbul pada:
(i) liabilitas program
dinyatakan sebagai
√
jumlah atau
persentase dari
liabilitas program
pada akhir periode
pelaporan; dan
(ii) aset program
dinyatakan sebagai √
jumlah atau
persentase dari
aset program pada
akhir periode
pelaporan;
(16) estimasi terbaik pemberi
kerja, segera setelah dapat
ditentukan secara andal, dari √
iuran yang diharapkan akan
dibayar dalam program
selama periode tahunan
dimulai setelah periode
pelaporan;
(17) khusus untuk program
imbalan pasti yang membagi √
risiko antar entitas
sepengendali, wajib
diungkapkan sebagai berikut:
(a) perjanjian kontraktual
atau kebijakan tertulis
untuk pembebanan √
biaya imbalan pasti neto
atau bukti bahwa tidak
ada kebijakan seperti
itu;
(b) dalam hal Perusahaan
mencatat alokasi biaya
imbalan pasti neto √
sesuai SAK, maka
Perusahaan
mengungkapkan:
(i) informasi yang
memungkinkan
pengguna laporan
keuangan untuk √
mengevaluasi sifat
program imbalan
pasti dan dampak
keuangan atas
perubahan
program selama
periode tersebut;
(ii) pengungkapan
gambaran umum
√
jenis program
sesuai dengan
huruf a) butir (1)
mencakup
penjelasan praktik
informal yang
menimbulkan
kewajiban
Page 56
Page 56 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
konstruktif
termasuk dalam
pengukuran
kewajiban imbalan
pasti; dan
(iii) jika Perusahaan
mencatat iuran
yang terutang √
untuk periode
sesuai SAK
informasi tentang
program secara
keseluruhan
disyaratkan sesuai
dengan butir (1),
butir (2), butir
(3), butir (4),
butir (9), butir
(13), butir (14),
dan butir (16)
serta butir ii.
b) Iuran Pasti
Perusahaan yang
menyelenggarakan program √
iuran pastiharus mengungkapkan
jumlah yang diakui sebagai
beban untuk program iuran pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang
Lainnya
√
Yang harus diungkapkan paling
kurang jenis dan jumlah imbalan
kerja jangka panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak
Kerja
Yang harus diungkapkanantara
lain:
(1) iuran program dan jumlah
pesangon pemutusan kontrak √
kerja; dan
(2) penjelasan mengenai
liabilitas kontinjen (jika ada).
√
24) Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai
nominal dan nilai tercatat dalam
rupiah dan mata uang asing, √
tanggal jatuh tempo, jadwal
pembayaran bunga, suku bunga,
bursa tempat obligasi dicatatkan,
dan tujuan penerbitannya;
b) peringkat dan nama Perusahaan
√
Pemeringkat Efek;
c) jumlah bagian yang akan jatuh
√
tempo dalam waktu 12 (dua
belas) bulan;
d) nama Wali Amanat dan
keterkaitan usaha dengan √
Perusahaan;
e) jaminan serta pembentukan dana
untuk pelunasan utang pokok
obligasi dengan menunjuk pos- √
pos yang berhubungan, jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan √
dalam Kontrak Perwaliamanatan;
Page 57
Page 57 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
g) kejadian penting lainnya antara √
lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi
default); dan
√
h) persyaratan penting lainnya.
25) Sukuk
a) Perusahaan wajib √
mengelompokkan Sukuk
berdasarkan akad syariah yang
digunakan.
b) Perusahaan harus √
mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan
utama dalam penerbitan Sukuk,
termasuk:
(a) ringkasan akad syariah
dan skema √
transaksisyariah yang
digunakan;
(b) Aset, manfaat, atau
√
aktivitas yang
mendasari;
(c) nilai nominal; √
(d) besaran imbalan (untuk √
Sukuk ijarah);
(e) prinsip pembagian hasil
usaha, dasar bagi hasil,
√
dan besaran nisbah bagi
hasil (untuk Sukuk
mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata
cara pembagian
√
dan/atau pembayaran
imbalan atau bagi hasil;
(g) jangka waktu; √
(h) tujuan penerbitannya; √
dan
(i) persyaratan penting √
lain;
(2) peringkat dan nama √
Perusahaan Pemeringkat Efek;
(3) bursa tempat Sukuk
dicatatkan; √
(4) jumlah bagian yang akan
jatuh tempo dalam waktu 12 √
(dua belas) bulan;
(5) nama Wali Amanat dan
keterkaitan usaha dengan
√
Perusahaan;
(6) jaminan dengan menunjuk
pos-pos yang berhubungan
(jika ada); √
(7) pembatasan yang
dipersyaratkan dalam Kontrak
√
Perwaliamanatan; dan
(8) kejadian penting lainnya
antara lain kepatuhan Emiten
atau Perusahaan Publik dalam √
memenuhi persyaratan dan
kondisi Sukuk (misalnya
restrukturisasi Sukuk dan
kondisi default).
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
Page 58
Page 58 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) nama kreditur, sifat ikatan,
jangka waktu, jenis mata uang,
√
dan kisaran suku bunga
kontraktual selama periode
pelaporan
b) tujuan perolehannya;
√
c) persyaratan terkait dengan
pelunasan utang subordinasi; √
d) kejadian penting lainnya antara
lain kepatuhan Perusahaan dalam √
memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi
default);
√
e) pembatasan yang dipersyaratkan
dalam Kontrak Perwaliamanatan;
dan √
f) persyaratan penting lainnya.
27) Obligasi Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai
nominal dan nilai tercatat, tanggal √
jatuh tempo, jadwal pembayaran
bunga, suku bunga, bursa
tempat obligasi konversi
dicatatkan, dan tujuan
penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan
konversi, antara lain meliputi √
rasio konversi, harga
pelaksanaan, hak konversi
sebelum jatuh tempo serta
persyaratannya, dan penalti;
c) dampak dilusi apabila seluruh
obligasi dikonversikan, dengan √
memperhatikan tingkat konversi
atau harga pelaksanaan (exercise
price) yang paling
menguntungkan dari sudut
pandang pemegang obligasi
konversi;
d) jumlah obligasi yang telah
dikonversikan dan dampak √
dilusinya;
e) peringkat dan nama Perusahaan √
Pemeringkat Efek;
f) jumlah bagian yang akan jatuh
√
tempo dalam waktu 12 (dua
belas) bulan; √
g) nama Wali Amanat dan
keterkaitan usaha dengan
Perusahaan;
h) jaminan serta pembentukan dana
untuk pelunasan utang pokok
obligasi dengan menunjuk pos- √
pos yang berhubungan (jika ada);
i) kejadian penting lainnya antara
lain kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan √
kondisi utang (misalnya
restrukturisasi utang dan kondisi
default);
j) dalam hal Perusahaan
menerbitkan obligasi konversi √
tanpa melalui penawaran umum,
wajib diungkapkan tujuan
penerbitan dan nama pembeli;
√
k) komponen Liabilitas dari obligasi
konversi;
l) keberadaan fitur derivatif √
melekat; dan
Page 59
Page 59 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
m) persyaratan penting lainnya
c. Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk
1) Modal Saham Catatan No.16
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi setiap jenis saham, antara
lain: √
(1) Rekonsiliasi jumlah saham
beredar pada awal dan
akhir periode;
(2) Hak, keistimewaan, dan √
pembatasan yang melekat
pada setiap jenis saham,
termasuk pembatasan atas
dividen dan pembayaran
kembali atas modal; dan
(3) Saham yang dicadangkan √
untuk penerbitan dengan
hak opsi dan kontrak
penjualan saham, termasuk
jumlah dan persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan √ Catatan No.16
tujuan setiap pos cadangan
dalam ekuitas;
c) Susunan pemegang saham Catatan No.16
dengan mengungkapkan jumlah
lembar saham dan persentase
kepemilikan, yaitu: √
(1) Pemegang saham yang
memiliki 5% (lima
perseratus) atau lebih;
(2) Nama direktur dan komisaris √
yang memiliki saham; dan
(3) Pemegang saham lainnya; √ Catatan No.16
d) Dalam hal terjadi perubahan
modal saham dalam periode
berjalan:
(1) Keputusan yang berhubungan
dengan perubahan modal
saham tersebut, seperti √
pengesahan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia,
persetujuan dan/atau
pemberitahuan Menteri
terkait, dan keputusan
Rapat Umum Pemegang
Saham (RUPS);
(2) Sumber peningkatan modal
saham, antara lain dari
kapitalisasi agio, saldo √
laba, penerbitan saham
baru dari Penawaran Umum
dengan dan/atau tanpa Hak
Memesan Efek Terlebih
Dahulu (right issue dan
private placement),
pelaksanaan waran, serta
konversi obligasi; dan
Page 60
Page 60 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) Tujuan perubahan modal √
saham, antara lain dalam
rangka ekspansi,
penyelesaian pinjaman,
atau pemenuhan kecukupan
modal;
e) Dalam hal hanya sebagian √
saham Perusahaan yang
dicatatkan di Bursa Efek, agar
disebutkan jumlah saham yang
dicatatkan dan yang tidak
dicatatkan pada Bursa Efek.
2) Tambahan Modal Disetor
(Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah tambahan modal √ Catatan 17
disetor;
b) Uraian sumber agio saham; √
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas √
berdasarkan penerbitan Efek
ekuitas;
d) Uraian mengenai sifat dan asal √
selisih kurs atas modal disetor;
e) Uraian mengenai sifat dan asal
tambahan modal disetor lainnya;
√
f) Pengungkapan untuk selisih nilai
transaksi dengan entitas
sepengendali, antara lain:
(1) Nama dan penjelasan
tentang entitas atau bisnis √
yang berkombinasi;
(2) Penjelasan mengenai
hubungan sepengendali dari
entitas-entitas yang √
bertransaksi dan bahwa
hubungan tersebut tidak
bersifat sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi;
(4) Operasi atau kegiatan bisnis √
yang telah diputuskan untuk
dijual atau dihentikan akibat
√
kombinasi bisnis tersebut;
(5) Kepemilikan entitas atau
bisnis yang dialihkan serta √
jenis dan jumlah imbalan
yang terjadi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang
dikombinasikan atau dialihkan
serta selisih antara nilai √
tercatat tersebut dengan
jumlah imbalan yang
diserahkan atau diterima; dan
(7) Penyajian kembali laporan
keuangan yang memberikan
informasi antara lain:
(a) Ikhtisar angka-angka
laporan keuangan yang √
telah dilaporkan
sebelumnya untuk
periode yang disajikan
kembali;
(b) Ikhtisar jumlah tercatat
Aset dan Liabilitas √
entitas atau bisnis yang
dikombinasikan;
(c) Dampak penyesuaian
kebijakan akuntansi; √
Page 61
Page 61 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dan
(d) Ikhtisar angka-angka √
laporan keuangan
setelah disajikan
kembali.
3) Selisih Transaksi dengan Pihak
Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan
kepemilikan tanpa hilangnya
Pengendalian yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan √
persentase kepemilikan;
(2) Nama entitas anak; dan √
(3) Nama pihak yang √
bertransaksi;
b) Perhitungan selisih transaksi
perubahan kepemilikan tanpa √
hilangnya Pengendalian; dan
c) Jumlah yang direalisasi ke laba √
rugi atas pelepasan investasi pada
saat hilangnya Pengendalian.
4) Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian
√
kembali saham, pelepasan, atau
pengurangan modal disetor;
b) Tanggal atau periode perolehan √
serta jumlah lembar dan nilai
saham treasuri yang diperoleh;
c) Tanggal dan jumlah saham
treasuri yang digunakan sebagai √
pengurangan modal disetor;
d) Tanggal dan jumlah saham
treasuri yang dilepaskan kembali
serta selisih antara harga √
perolehan dengan harga
pelepasan saham treasuri; dan
e) Akumulasi jumlah lembar dan
nilai saham treasuri. √
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian √
periode yang lalu (jika ada);
b) Perubahan saldo laba pada √
periode bersangkutan dan
persetujuan RUPS yang terkait;
dan
c) Saldo laba yang ditentukan √
penggunaannya, sifat, dan
tujuan setiap pos cadangan.
6) Waran Catatan No. 16
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis waran dan harga pelaksanaan √
dari masing-masing waran;
b) dasar penentuan Nilai Wajar √
waran;
c) nilai waran yang belum dan tidak
√
dilaksanakan (kadaluwarsa);
d) jumlah waran yang diterbitkan dan
beredar serta dampak dilusinya; √
dan
Page 62
Page 62 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan
penerbitan waran.
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya √
Yang harus diungkapkan antara lain
keterangan mengenai perubahan
masing-masing komponen pendapatan
komprehensif lainnya.
8) Kepentingan Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian bagian pemegang saham √
nonpengendali atas ekuitas masing-
masing entitas anak yang tidak dapat
diatribusikan secara langsung atau
tidak langsung pada entitas induk.
d. Laba Rugi Komprehensif
1) Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan
dari pendapatan yang diakui
selama periode, termasuk √ Catatan 18
pendapatan yang berasal dari:
(1) Penjualan barang;
(2) Penjualan jasa; √
(3) Bunga; √
(4) Royalti; dan/atau √
(5) Dividen; √
diungkapkan secara terpisah
berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok √
produk/jasa utama;
c) Nama pihak pembeli dan jumlah √
nilai penjualan yang melebihi 10%
(sepuluh perseratus) dari
pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal
dari pertukaran barang atau jasa
yang tercakup dalam setiap √
kategori signifikan dari
pendapatan (jika ada), yang
diungkapkan terpisah berdasarkan
pihak berelasi dan pihak ketiga;
e) Khusus untuk kontrak konstruksi,
diungkapkan antara lain:
(1) Pendapatan kontrak
konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan √
kontrak yang diakui
sebagai pendapatan
dalam periode berjalan;
(b) Metode yang digunakan
untuk menentukan √
pendapatan kontrak
yang diakui dalam
periode berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan
√
untuk menentukan
tahap penyelesaian
kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses
penyelesaian pada tanggal
akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya √
Page 63
Page 63 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
yang terjadi dan
laba/rugi yang diakui
sampai tanggal
pelaporan;
(b) Jumlah uang muka yang
√
diterima; dan
√
(c) Jumlah retensi;
(3) Jumlah tagihan dan utang
bruto kepada pemberi kerja, √
masing-masing sebagai Aset
dan Liabilitas;
f) Dalam hal Perusahaan memiliki √
transaksi hubungan keagenan,
diungkapkan secara terpisah,
antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan
dari hubungan keagenan;
(2) Pendapatan komisi yang
diperoleh Perusahaan sebagai √
agen dari transaksi keagenan
dengan pendapatan lainnya;
dan
(3) Perincian dari komponen
pendapatan neto yang
diperoleh Perusahaan sebagai
prinsipal dari transaksi
keagenan, yang antara lain
terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto;
(b) Retur/rabat/diskon √
terkait; dan √
(c) Total pendapatan neto. √
2) Khusus Industri yang Tarifnya
Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Dasar ketentuan tarif; √
b) Objek atau aktivitas yang √
dikenakan tarif;
√
c) Masa berlaku tarif;
√
d) Besaran tarif; dan √
e) Perjanjian lain yang terkait.
3) Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok
produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan √
konsumen;
√
b) Pendapatan anjak piutang; dan
√
c) Pendapatan sewa.
4) Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang
lainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat
jalan dan penunjang medis,
Rincian pengurang pendapatan, antara
lain:
a) Restitusi;
√
b) Subsidi tidak mampu; dan
√
c) Selisih perhitungan klaim. √
5) Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok
Page 64
Page 64 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
produk/jasa utama antara lain:
a) Rincian pendapatan bersih jasa √
transportasi;
b) Rincian pendapatan usaha dari √
jasa penyewaan alat transportasi;
c) Rincian pendapatan usaha dari √
jasa ekspedisi;
d) Rincian pendapatan usaha dari √
keagenan; dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan √
sesuai dengan jenisnya armada
(bus, taksi, feri, tanker dan
pesawat udara) dengan ketentuan
memisahkan atas dasar
kepemilikan armada tersebut.
6) Khusus Industri Telekomunikasi √
Rincian pendapatan usaha antara lain
pendapatan usaha jasa interkoneksi,
jasa telekomunikasi sendiri, jasa
telekomunikasi yang dilaksanakan
melalui kerjasama dengan pihak lain.
7) Khusus Industri Asuransi: √
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain
rincian dan jumlah berdasarkan
kelompok premi bruto, premi
reasuransi, dan penurunan (kenaikan)
premi yang belum merupakan
pendapatan untuk setiap jenis
asuransi.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK
yang berlaku (PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan Tol:
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian
pendapatan jasa tol sendiri, √
rincian pendapatan jasa lain, dan
rincian pendapatan kerjasama
operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak
penyelenggaraan sejumlah ruas √
jalan tol, maka pendapatan usaha
untuk setiap ruas jalan tol
tersebut harus diungkapkan.
9) Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri
dari dan tidak terbatas pada : √
a) Obligasi Pemerintah;
√
b) Kredit, dengan pengungkapan
tambahan untuk provisi dan
komisi yang diakui;
c) Efek-efek; dan √
d) Penempatan pada Bank Indonesia √
dan Bank lain.
10) Beban Pokok Penjualan Catatan No. 19
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur,
diungkapkan beban pokok
produksi yang dirinci:
Page 65
Page 65 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) Biaya bahan baku; √
(2) Biaya tenaga kerja; dan √
(3) Biaya overhead √
ditambah dan dikurangi saldo awal
dan akhir persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai √
pembelian yang melebihi 10%
(sepuluh perseratus) dari
pendapatan; dan
c) Untuk industri jasa, diungkapkan √
beban pokok berdasarkan pada
jasa yang dijual.
11) Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi/Beban
Operasional
Yang harus diungkapkan antara lain,
rincian beban departementalisasi:
√
a) Beban bahan;
√
b) Beban jasa pelayanan;
√
c) Beban pegawai;
√
d) Beban penyusutan sarana medis; √
e) Beban pemeliharaan sarana; √
f) Beban asuransi; √
g) Beban langganan daya dan jasa; √
h) Beban depresiasi. √
12) Khusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian dan jumlah
berdasarkan kelompok klaim bruto, √
klaim reasuransi, dan kenaikan
(penurunan) estimasi klaim retensi
sendiri untuk setiap jenis asuransi.
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara
lain:
Rincian dan jumlah beban menurut √
jenis klaim dan manfaat,
diantaranya : klaim jatuh tempo,
klaim nilai tunai, dan klaim
kematian.
c) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara
√
lain rincian dan jumlah
berdasarkan kelompok pendapatan
komisi dan beban komisi untuk
setiap jenis asuransi.
d) Hasil Investasi
√
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian dan jumlah menurut
jenis investasi.
13) Khusus Industri Perhotelan
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah unsur-unsur beban
√
departementalisasi;
√
b) Gaji dan beban pegawai lainnya;
dan
√
c) Rincian jumlah unsur-unsur beban
Page 66
Page 66 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
departemen lainnya.
14) Beban Usaha Catatan No. 20
Yang harus diungkapkan rincian sifat
beban berdasarkan kategori fungsinya,
yaitu antara lain: √
a) Beban penjualan;
b) Beban distribusi; dan √
c) Beban umum dan administrasi. √
15) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara √
lain rincian jumlah beban bunga
berdasarkan kelompok produk/jasa
utama.
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara √
lain rincian jumlah beban beban
provisi dan komisi berdasarkan
kelompok produk/jasa utama.
16) Khusus Industri Pembiayaan √
Beban Kerugian Penurunan Nilai
Yang harus diungkapkan antara lain
jumlah beban kerugian penurunan nilai
untuk masing-masing akun Piutang
Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak
Piutang, dan Piutang Sewa
Pembiayaan.
17) Pendapatan dan Beban Lainnya Catatan No. 21 dan 22
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan √
lainnya.
b) rincian dan jumlah Beban lainnya. √
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:
(a) beban keuangan yang √
dihitung dengan
menggunakan metode
suku bunga efektif;
(b) beban keuangan dalam √
sewa pembiayaan yang
diakui sesuai SAK yang
berlaku; dan
(c) selisih kurs yang berasal √
dari pinjaman dalam
mata uang asing
sepanjang selisih kurs
tersebut diperlakukan
sebagai penyesuaian
terhadap bunga;
(2) biaya keuangan lainnya yang
terjadi dari transaksi
instrumen keuangan meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari √
kuotasi atas investasi
tersedia untuk dijual;
(b) rugi neto dari instrumen
√
keuangan yang diakui
pada Nilai Wajar melalui
laba rugi; dan
(c) amortisasi
premi/diskonto kontrak √
berjangka yang
bertujuan untuk lindung
nilai.
Page 67
Page 67 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari
Entitas Asosiasi dan/atau Ventura
Bersama meliputi :
(1) bagian laba rugi dari masing-
masing entitas asosiasi
√
dan/atau Ventura Bersama
yang dicatat dengan
menggunakan metode
ekuitas; dan
(2) bagian laba rugi dari entitas
√
asosiasi dari operasi yang
dihentikan, yang diungkapkan
secara terpisah.
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai
atas Aset Keuangan √
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian jumlah berdasarkan
jenis aset keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari √
kenaikan (penurunan) nilai
surat-surat berharga dan
Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian jumlah berdasarkan
jenis.
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan √
Surat-surat Berharga dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara
lain rincian jumlah berdasarkan
jenis.
19) Pendapatan Komprehensif Lain Catatan No. 15
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi √
Aset Tetap maupun Aset
Takberwujud;
b) keuntungan dan kerugian aktuarial √
atas program manfaat pasti;
c) selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan; √
d) keuntungan (kerugian) dari aset √
keuangan tersedia untuk dijual;
e) bagian efektif dari keuntungan dan √
kerugian instrumen lindung nilai
dalam rangka lindung nilai arus
kas; dan
bagian pendapatan komprehensif
lain dari entitas asosiasi dan/atau
Ventura Bersama.
20) Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan)
pajak yang terdiri dari: √ Catatan No. 13c
(1) beban (penghasilan) pajak
kini;
(2) penyesuaian yang diakui
pada periode atas pajak kini √
yang berasal dari periode
lalu;
(3) jumlah beban (penghasilan) √
pajak tangguhan yang
berasal dari perbedaan
temporer dan
pembalikannya;
Page 68
Page 68 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(4) jumlah beban (penghasilan)
pajak tangguhan terkait √
dengan perubahan tarif
pajak atau penerapan
peraturan perpajakan yang
baru;
(5) jumlah manfaat yang
berasal dari rugi pajak
yang tidak diakui √
sebelumnya atau perbedaan
temporer suatu periode lalu
yang digunakan untuk
mengurangi beban pajak
kini dan beban pajak
tangguhan;
(6) beban pajak tangguhan
yang disebabkan oleh √
penurunan atau pembalikan
penurunan sebelumnya atas
aset pajak tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasilan) √
terkait dengan perubahan
kebijakan akuntansi dan
kesalahan yang
diperhitungkan dalam
laporan laba rugi
komprehensif, dikarenakan
tidak dapat diperlakukan
secara retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak √
tangguhan terkait dengan
transaksi yang dibebankan atau
dikreditkan langsung ke ekuitas;
c) jumlah pajak penghasilan terkait
dengan setiap komponen √
pendapatan komprehensif lain,
kecuali untuk bagian pendapatan
komprehensif lain dari entitas
asosiasi dan/atau Ventura
Bersama;
d) penjelasan hubungan antara √
beban (penghasilan) pajak dan
laba akuntansi dalam satu atau
kedua bentuk berikut ini:
(1) rekonsiliasi antara beban
(penghasilan) pajak dan
hasil perkalian laba
akuntansi dengan tarif pajak
yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar
perhitungan
tarif pajak yang berlaku;
atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak
efektif rata-rata dan tarif √
pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar
perhitungan tarif pajak yang
berlaku
e) penjelasan mengenai perubahan √
tarif pajak yang berlaku dan
perbandingan dengan tarif pajak
yang berlaku pada periode
akuntansi sebelumnya;
Page 69
Page 69 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
f) jumlah (dan batas waktu √
penggunaan, jika ada) perbedaan
temporer yang dapat
dikurangkan dan rugi pajak
belum dikompensasi yang tidak
diakui sebagai aset pajak
tangguhan dalam laporan
keuangan;
g) jumlah agregat perbedaan
temporer yang terkait dengan √
investasi pada entitas anak,
cabang, entitas asosiasi, dan
bagian partisipasi dalam Ventura
Bersama atas liabilitas pajak
tangguhan yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan √
perhitungan beban pajak kini
dengan cara sebagai berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut
akuntansi;
(2) ditambah/dikurangi koreksi √
positif atau negatif (dirinci);
dan
(3) laba kena pajak; √
i) perhitungan beban dan liabilitas √
pajak kini dengan menerapkan
tarif pajak sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan
pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena √
pajak hasil rekonsiliasi menjadi
dasar dalam pengisian SPT
Tahunan PPh Badan;
k) setiap jenis perbedaan temporer √
dan setiap jenis rugi pajak yang
belum dikompensasi:
(1) jumlah aset dan liabilitas
pajak tangguhan yang
diakui pada laporan posisi
keuangan untuk periode
sajian; dan
(2) jumlah beban (penghasilan) √
pajak tangguhan yang
diakui dalam laba rugi,
apabila jumlah tersebut
tidak terlihat dari
perubahan jumlah aset atau
liabilitas pajak tangguhan
yang diakui dalam laporan
posisi keuangan;
l) beban pajak terkait dengan √
operasi yang dihentikan:
(1) keuntungan atau kerugian
atas penghentian; dan
(2) laba rugi dari kegiatan √
normal atas operasi yang
dihentikan selama periode,
bersama dengan jumlah
terkait untuk setiap periode
sajian;
m) jumlah konsekuensi pajak √
penghasilan atas dividen kepada
pemegang saham Perusahaan
yang diusulkan atau diumumkan
sebelum Laporan Keuangan
Page 70
Page 70 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
Diotorisasi untuk Terbit namun
tidak diakui sebagai Liabilitas
dalam laporan
keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada √
jumlah pengakuan untuk aset
pajak tangguhan praakuisisi
apabila Perusahaan adalah pihak
pengakuisisi dalam suatu
kombinasi bisnis;
o) peristiwa atau perubahan
keadaan yang menyebabkan √
manfaat pajak
tangguhan wajib diakui apabila
manfaat pajak tangguhan yang
diperoleh dari
kombinasi bisnis tidak diakui
pada tanggal akuisisi tetapi
diakui setelah tanggal akuisisi;
dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan √
alasan atau bukti yang
mendukung pengakuan atas aset
pajak tangguhan, apabila:
(1) penggunaan aset pajak
tangguhan bergantung pada
kondisi laba kena pajak
mendatang lebih besar dari
laba pembalikan perbedaan
temporer kena pajak yang
telah ada; dan
(2) entitas mengalami kerugian
pada periode kini atau
periode sebelumnya yang
mengakibatkan diakuinya
aset pajak tangguhan
terkait.
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Catatan No. 23
Dilusian
Yang harus diungkapkan antara lain : √
a) jumlah yang digunakan sebagai
pembilang dalam penghitungan
laba per saham dasar dan dilusian,
dan rekonsiliasi jumlah tersebut
terhadap laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada entitas induk
untuk periode tersebut. Rekonsiliasi
tersebut mencakup dampak
individual dari setiap jenis
instrumen yang mempengaruhi laba
per saham;
b) jumlah rata-rata tertimbang saham √
biasa yang digunakan sebagai
penyebut dalam penghitungan laba
per saham dasar dan dilusian, dan
rekonsiliasi penyebut tersebut.
Rekonsiliasi tersebut mencakup
dampak individual dari setiap jenis
instrumen yang mempengaruhi laba
per saham;
c) instrumen (termasuk saham yang √
dapat diterbitkan secara kontinjen)
yang berpotensi mendilusi laba per
saham dasar di masa depan,
namun tidak dimasukkan dalam
Page 71
Page 71 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
penghitungan laba per saham
dilusian karena instrumen tersebut
bersifat antidilutif untuk periode
sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa
atau transaksi instrumen berpotensi √
saham biasa, selain yang dihitung
sesuai dengan SAK yang berlaku,
yang terjadi setelah periode
pelaporan dan akan secara
signifikan mengubah jumlah saham
biasa atau instrumen berpotensi
saham biasa yang beredar pada
akhir periode tersebut seandainya
transaksi dimaksud terjadi sebelum
akhir periode pelaporan; dan
e) laba per saham dasar dan dilusian √
untuk operasi yang dihentikan.
22) Transaksi Pihak Berelasi Catatan No. 24
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai
transaksi atau saldo dengan
pihak berelasi, yang jumlahnya:
(1) lebih dari Rp √
1.000.000.000,00 (satu
miliar rupiah) untuk
transaksi dengan orang
atau anggota keluarga
terdekat; dan/atau
(2) lebih dari 0,5% (nol koma
lima perseratus) dari modal √
disetor untuk transaksi
dengan entitas berelasi.
b) terkait dengan transaksi dengan
orang atau anggota keluarga
terdekat meliputi nama, sifat dan √
hubungan dengan pihak berelasi
serta informasi tentang transaksi
dan saldo dengan pihak
dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan
entitas berelasi meliputi sifat dan
hubungan dengan pihak-pihak
berelasi serta informasi mengenai
transaksi dan saldo, termasuk
komitmen, yang diperlukan untuk
memahami potensi dampak
hubungan tersebut dalam laporan
keuangan, paling kurang:
(1) jumlah transaksi beserta
persentasenya terhadap total √
pendapatan dan beban
terkait;
(2) jumlah saldo beserta
persentasenya terhadap total
Aset atau Liabilitas,
termasuk komitmen, dan:
(a) persyaratan dan
ketentuannya, √
termasuk apakah
terdapat jaminan, dan
sifat imbalan yang
akan diberikan, untuk
penyelesaian; dan
(b) rincian garansi yang √
diberikan atau
diterima;
Page 72
Page 72 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) jumlah cadangan kerugian
penurunan nilai, beban √
cadangan kerugian
penurunan nilai secara
individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang terkait
dengan jumlah saldo piutang
usaha dan piutang pihak
berelasi non-usaha; dan
(4) alasan dan dasar √
pembentukan cadangan
kerugian penurunan nilai,
jika dilakukan pembentukan;
d) pengungkapan yang disyaratkan
sebagaimana dimaksud dalam
huruf a) dan b) dilakukan
secara terpisah untuk masing-
masing kategori berikut:
√
(1) entitas induk;
(2) entitas dengan pengendalian √
bersama atau Pengaruh
Signifikan terhadap entitas;
(3) entitas anak;
√
(4) entitas asosiasi;
(5) Ventura Bersama dimana √
entitas merupakan venturer;
(6) personil manajemen kunci √
dari entitas pelapor atau
entitas induknya; dan
√
(7) pihak-pihak berelasi lainnya.
e) seluruh kompensasi yang Catatan No. 15
diberikan kepada masing-masing
anggota atau kelompok direksi,
komisaris, pemegang saham √
utama yang juga sebagai
karyawan, dan manajemen kunci
lainnya untuk masing-masing
kategori berikut:
(1) imbalan kerja jangka
pendek;
(2) imbalan pascakerja; √
(3) imbalan kerja jangka √
panjang lainnya;
(4) pesangon pemutusan √
kontrak kerja; dan
(5) pembayaran berbasis √
saham.
f) untuk entitas berelasi dengan
pemerintah :
(1) nama entitas berelasi
dengan pemerintah dan √
sifat hubungannya dengan
Perusahaan;
(2) sifat dan jumlah setiap √
transaksi yang secara
individual signifikan; dan
(3) untuk transaksi lainnya √
yang secara kolektif, tetapi
tidak secara individual,
signifikan, indikasi secara
Page 73
Page 73 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
kuantitatif atau kualitatif
atas luasnya transaksi
tersebut.
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata
Uang Asing
√
a) Mata uang asing yang dimaksud
adalah mata uang selain mata
uang fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara
lain: √
(1) rincian aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang
asing serta ekuivalennya
dalam mata uang fungsional;
(2) posisi neto dari aset dan √
liabilitas moneter dalam
mata uang asing;
(3) rincian kontrak valuta √
berjangka dan ekuivalen
dalam mata uang fungsional;
(4) jumlah selisih kurs yang
diakui dalam laba rugi, √
kecuali untuk selisih kurs
yang timbul pada instrumen
keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi;
dan
(5) selisih kurs neto diakui √
dalam pendapatan
komprehensif lain dan
diakumulasikan dalam
komponen ekuitas yang
terpisah, serta rekonsiliasi
selisih kurs tersebut pada
awal dan akhir periode.
24) Penurunan Nilai Aset
Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai
yang diakui atau dibalik selama
periode tertentu untuk suatu aset
individual, termasuk goodwill atau
suatu unit penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang
mengindikasikan pengakuan √
atau pembalikan rugi
penurunan nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai
√
yang diakui dalam laba rugi
selama periode tersebut dan
unsur laporan laba rugi
komprehensif yang
didalamnya tercakup rugi
penurunan nilai;
√
(3) jumlah pembalikan rugi
penurunan nilai yang diakui
dalam laba rugi selama
periode tersebut dan unsur
laporan laba rugi
komprehensif yang di
dalamnya tercakup rugi
penurunan nilai yang dibalik;
√
(4) goodwill yang telah diakui rugi
penurunan nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai
atas aset revaluasian yang √
Page 74
Page 74 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
diakui dalam pendapatan
komprehensif lain selama
periode tersebut; dan
(6) jumlah pembalikan rugi
penurunan nilai atas aset
revaluasian yang diakui
dalam pendapatan √
komprehensif lain selama
periode tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana
dimaksud dalam angka (1)
dilakukan untuk setiap kelompok √
aset.
25) Perubahan Estimasi Akuntansi,
Perubahan Kebijakan Akuntansi,
dan Kesalahan Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara
lain : √
(1) sifat dan alasan perubahan
estimasi akuntansi;
(2) jumlah perubahan estimasi √
yang berdampak pada
periode berjalan; dan
(3) perkiraan dampak estimasi
pada periode mendatang.
Dalam hal jumlah dampak √
pada periode mendatang
tidak praktis, fakta tersebut
harus diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) sifat dari perubahan √
kebijakan akuntansi;
(2) alasan penerapan kebijakan √
akuntansi baru memberikan
informasi yang andal dan
relevan;
(3) jumlah penyesuaian untuk
periode berjalan dan setiap
periode lalu sajian:
(a) setiap pos laporan √
keuangan yang
terpengaruh; dan √
(b) laba per saham dasar
dan dilusian;
(4) jumlah penyesuaian yang
terkait dengan periode-
periode sebelum periode
√
yang disajikan. Dalam hal
tidak praktis dilakukan,
maka diungkapkan
alasannya; dan
(5) keadaan yang membuat
penerapan retrospektif tidak
Page 75
Page 75 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
praktis untuk suatu periode √
tertentu atau untuk
periode-periode sebelum
periode-periode tersebut
disajikan dan tanggal
dimulainya perubahan
kebijakan akuntansi.
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) sifat dari kesalahan periode
lalu; √
(2) jumlah koreksi untuk setiap
periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan
keuangan; dan √
(b) laba per saham dasar
dan dilusian; √
(3) jumlah koreksi pada awal
periode sajian paling awal;
dan
√
(4) keadaan yang membuat
penerapan retrospketif tidak
√
praktis dilakukan dan
penjelasan mengenai cara
dan waktu dilakukannya
koreksi apabila penyajian
kembali retrospektif tidak
praktis.
26) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan
hal-hal sebagai berikut untuk
setiap kombinasi bisnis yang
terjadi selama periode pelaporan,
yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang
√
pihak yang diakuisisi;
(2) tanggal akuisisi;
√
(3) biaya terkait akuisisi, di luar
√
biaya penerbitan Efek utang
dan Efek ekuitas, periode
berjalan, dan akumulasinya
untuk masing-masing
kombinasi bisnis;
(4) persentase kepentingan √
ekuitas berhak suara yang
diperoleh;
(5) alasan utama untuk
kombinasi bisnis dan
√
penjelasan tentang cara pihak
pengakuisisi memperoleh
Pengendalian atas pihak yang
diakuisisi;
(6) penjelasan kualitatif tentang
faktor yang membentuk √
goodwill yang diakui;
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal
akuisisi atas total imbalan
√
yang dialihkan dan Nilai
Wajar tanggal akuisisi untuk
setiap kelompok utama
Page 76
Page 76 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
imbalan;
(8) kesepakatan imbalan
kontinjensi dan aset
indemnifikasi:
(a) jumlah yang diakui √
pada tanggal akuisisi;
(b) penjelasan tentang √
kesepakatan dan dasar
penentuan jumlah
pembayaran; dan
(c) estimasi kisaran hasil
(tidak didiskonto)
atau, jika apabila
kisaran tidak dapat √
diestimasikan maka
fakta dan alasan
mengapa kisaran
tersebut tidak dapat
diestimasikan. Dalam
hal jumlah maksimum
pembayaran tidak
terbatas, maka pihak
pengakuisisi
mengungkapkan fakta
tersebut;
(9) Perusahaan harus
mengungkapkan piutang
yang diperoleh
berdasarkan kelompok
utama piutang, misalnya
pinjaman yang diberikan,
sewa pembiayaan langsung,
dan kelompok piutang lain,
yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang;
(b) jumlah piutang bruto √
kontraktual; dan √
(c) estimasi terbaik pada √
tanggal akuisisi atas
jumlah arus kas
kontraktual yang
diperkirakan tidak
tertagih;
(10) jumlah yang diakui pada
tanggal akuisisi untuk setiap
kelompok utama Aset yang √
diperoleh dan Liabilitas
yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi
yang diakui pada Nilai
Wajar:
(a) uraian mengenai
karakteristik kewajiban
dan perkiraan saat
√
arus keluar sumber
daya ekonomi terjadi;
(b) indikasi ketidakpastian
saat atau jumlah arus
keluar tersebut. Dalam √
hal diperlukan,
Perusahaan harus
mengungkapkan
asumsi utama yang
Page 77
Page 77 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
mendasari prakiraan
peristiwa masa depan;
dan
(c) jumlah estimasi
penggantian yang
√
akan diterima dengan
menyebutkan jumlah
Aset yang telah diakui
untuk estimasi
penggantian tersebut;
(12) dalam hal liabilitas
kontinjensi tidak diakui
karena Nilai Wajarnya tidak
dapat diukur secara andal,
maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana
dimaksud dalam angka √
33 huruf b) angka (4)
terkait perikatan dan
kontijensi; dan
(b) alasan Liabilitas tidak
dapat diukur secara
√
andal;
(13) dalam hal pembelian dengan
diskon:
(a) jumlah keuntungan
yang diakui dan pos √
dalam laporan laba
rugi komprehensif
dimana keuntungan
tersebut diakui; dan
(b) penjelasan tentang √
alasan transaksi
tersebut menghasilkan
keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis
dimana pihak pengakuisisi
memiliki kurang dari 100%
(seratus perseratus) dari
kepentingan ekuitas pihak
yang diakuisisi pada tanggal
akuisisi:
(a) jumlah dari
√
kepentingan
nonpengendali pada
pihak yang diakuisisi,
yang diakui pada
tanggal akuisisi dan
dasar pengukurannya;
dan
(b) teknik penilaian dan
input model utama
yang digunakan dalam √
penentuan nilai
tersebut, untuk setiap
kepentingan
nonpengendali pada
pihak yang diakuisisi
yang diukur pada Nilai
Wajar;
(15) dalam hal suatu kombinasi
bisnis yang dilakukan
Page 78
Page 78 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
secara bertahap:
(a) Nilai Wajar pada
tanggal akuisisi atas √
kepentingan ekuitas
pihak yang diakuisisi
yang dimiliki oleh
pihak pengakuisisi
segera sebelum
tanggal akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan
atau kerugian yang
diakui sebagai hasil
dari pengukuran
√
kembali Nilai Wajar
dari kepentingan
ekuitas pada pihak
yang diakuisisi yang
dimiliki oleh pihak
pengakuisisi sebelum
kombinasi bisnis dan
pos dalam laporan
laba rugi komprehensif
untuk mengakui
keuntungan atau
kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan
laba atau rugi dari
pihak yang diakuisisi
√
sejak tanggal akuisisi
yang dimasukkan
dalam laporan laba
rugi komprehensif
pada periode
pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba
atau rugi dari entitas
hasil penggabungan
untuk periode
pelaporan berjalan
seolah-olah tanggal √
akuisisi untuk semua
kombinasi bisnis yang
terjadi selama tahun
berjalan telah
diperhitungkan sejak
awal periode
pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang
terjadi pada periode sekarang dan
periode sebelumnya, Perusahaan
yang menjadi pihak pengakuisisi
wajib mengungkapkan informasi
berikut untuk setiap kombinasi
bisnis yang material atau secara
kolektif material:
(1) dalam hal akuntansi awal
untuk kombinasi bisnis
belum selesai untuk Aset, √
Liabilitas, kepentingan
nonpengendali tertentu atau
jenis imbalan dan jumlah
yang diakui dalam laporan
keuangan kombinasi bisnis
sehingga ditentukan hanya
Page 79
Page 79 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
bersifat penyisihan, maka
diungkapkan:
(a) alasan akuntansi awal √
untuk kombinasi bisnis
belum selesai;
(b) Aset, Liabilitas, √
kepentingan ekuitas
atau jenis imbalan
yang akuntansi
awalnya belum
selesai; dan
(c) sifat dan jumlah dari √
setiap penyesuaian
periode pengukuran
yang diakui selama
periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan
setelah tanggal akuisisi
sampai dengan Perusahaan
mendapatkan, menjual atau
kehilangan hak atas aset
imbalan kontinjensi, atau
sampai dengan Perusahaan
menyelesaikan liabilitas
imbalan kontinjensi atau
liabilitas tersebut dibatalkan
atau lewat waktu, maka
diungkapkan:
(a) setiap perubahan √
dalam jumlah yang
diakui, termasuk
setiap perbedaan yang
timbul selama
penyelesaian;
(b) setiap perubahan
dalam kisaran hasil √
(tidak didiskonto) dan
alasan perubahan
tersebut; dan
(c) teknik penilaian dan
input model utama
√
yang digunakan untuk
mengukur imbalan
kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang √
diakui dalam kombinasi
bisnis, jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai
tercatat goodwill pada √
awal dan akhir periode
pelaporan;
(5) jumlah dan penjelasan dari
setiap keuntungan atau
kerugianyang diakui pada
periode pelaporan yang:
(a) terkait dengan aset √
teridentifikasi yang
diperoleh atau liabilitas
yang diambil-alih
dalam kombinasi bisnis
pada periode
pelaporan berjalan
atau periode pelaporan
Page 80
Page 80 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
sebelumnya; dan
(b) ukuran, sifat, atau
kejadian relevan yang √
diungkapkan untuk
memahami laporan
keuangan Perusahaan
hasil penggabungan;
c) pernyataan kesesuaian dengan
peraturan Bapepam dan LK dalam √
pelaksanaan transaksi kombinasi
bisnis; dan
d) Perusahaan harus mengungkapkan
hal-hal berikut secara keseluruhan,
sehubungan dengan perolehan
atas entitas anak dan unit bisnis
lainnya selama suatu periode:
√
(1) jumlah harga yang
√
dibayarkan;
(2) bagian dari harga yang
merupakan Kas dan Setara
Kas;
(3) jumlah Kas dan Setara Kas
pada entitas anak atau
bisnis lainnya apabila √
Pengendalian diperoleh; dan
(4) jumlah aset dan liabilitas
selain Kas dan Setara Kas
pada entitas anak atau
√
bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh,
diikhtisarkan berdasarkan
kategori utamanya.
27) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada level segmen;
(1) informasi umum, yang terdiri
dari:
(a) faktor-faktor yang
digunakan oleh √
manajemen untuk
mengidentifikasi segmen
dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa √
yang menghasilkan
pendapatan dari setiap
segmen dilaporkan;
(2) informasi mengenai laba atau
rugi segmen, termasuk √
pendapatan dan beban
tertentu, aset segmen, dan
liabilitas segmen dari segmen
dilaporkan, serta dasar
pengukurannya;
(3) rekonsiliasi dari total
pendapatan segmen, ukuran √
laba atau rugi segmen
dilaporkan, aset segmen,
liabilitas segmen, dan unsur
segmen material lainnya
terhadap jumlah yang terkait
dalam laporan keuangan
Perusahaan;
Page 81
Page 81 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan
eksternal untuk setiap produk √
dan jasa atau setiap
kelompok produk dan jasa
yang serupa.
(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari
pelanggan eksternal
yang diatribusikan
kepada:
i. negara domisili √
Perusahaan; dan
ii. semua negara asing
secara total dimana
Perusahaan √
memperoleh
pendapatan. Dalam
hal pendapatan dari
suatu negara asing
secara individual
jumlahnya material,
pendapatan tersebut
diungkapkan secara
terpisah, termasuk
dasar pengatribusian
pendapatannya
kepada negara
tersebut secara
individual.
(b) Aset tidak lancar selain
instrumen keuangan,
aset pajak yang
ditangguhkan, aset
imbalan pascakerja, dan
hak yang terjadi akibat
kontrak asuransi yang
berlokasi di:
i. negara domisili √
Perusahaan; dan
ii. semua negara asing
secara total dimana
Perusahaan memiliki √
aset. Dalam hal aset
dari suatu negara
asing secara
individual jumlahnya
material, maka aset
tersebut
diungkapkan secara
terpisah.
(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hal pendapatan dari
transaksi dengan pelanggan
eksternal tunggal mencapai
10% (sepuluh perseratus)
atau lebih dari pendapatan
konsolidasi, Perusahaan harus
mengungkapkan:
(a) fakta; √
(b) total pendapatan dari √
setiap pelanggan; dan
(c) identitas segmen yang
melaporkan pendapatan √
Page 82
Page 82 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
tersebut.
28) Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) uraian tentang alasan √
operasi dihentikan;
(2) uraian fakta dan keadaan
dari penjualan, atau yang √
mengarah kepada
pelepasan yang diharapkan,
cara, dan waktu pelepasan
dari aset dan liabilitas
operasi yang dihentikan;
dan
(3) pengaruh dari operasi yang
√
dihentikan terhadap segmen
yang dilaporkan dari aset
tidak lancar atau kelompok
lepasan disajikan sesuai
SAK yang berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas
informasi terkait dengan laba
(rugi) operasi yang dihentikan,
antara lain:
(1) analisa atas jumlah tunggal
yang disajikan dalam √
laporan laba rugi
komprehensif meliputi:
(a) pendapatan, beban,
dan laba atau rugi
sebelum pajak dari √
operasi yang
dihentikan dan beban
pajak penghasilan
yang terkait; dan
(b) laba atau rugi yang
diakui dalam √
pengukuran ke Nilai
Wajar setelah
dikurangi biaya untuk
menjual atau
pelepasan aset atau
kelompok lepasan
yang terkait dengan
operasi yang
dihentikan dan beban
pajak penghasilan
yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat
diatribusikan pada aktivitas
√
operasi, investasi dan
pendanaan dari operasi
yang dihentikan; dan
(3) jumlah penghasilan dari
operasi yang dilanjutkan
dan operasi yang dihentikan √
yang dapat diatribusikan
pada pemilik entitas induk.
29) Instrumen Derivatif selain
Derivatif Melekat
a) Perusahaan wajib
mengelompokkan instrumen
derivatif sesuai dengan
tujuannya, yaitu untuk lindung √
nilai atau tujuan lainnya (non
lindung nilai), seperti untuk
tujuan spekulasi;
b) Perusahaan yang memiliki atau √
menerbitkan instrumen derivatif
wajib mengungkapkan untuk
setiap kontrak instrumen
Page 83
Page 83 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
derivatif dalam kelompok
klasifikasi lindung nilai dan
kelompok non lindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari √
transaksi, berupa transaksi
berjangka dalam bentuk
valuta, bunga, komoditas
atau lain-lain;
√
(2) pihak lawan transaksi
(counterparties);
(3) tanggal jatuh tempo; √
(4) nilai keseluruhan kontrak
dan Nilai Wajar pada
tanggal laporan posisi √
keuangan;
(5) beban atau Pendapatan √
pada periode pelaporan;
(6) pos Aset dan/atau Liabilitas
yang dilindung nilai; dan √
(7) persyaratan penting √
lainnya.
c) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Hal-hal yang diperlukan
untuk memahami tujuan
transaksi derivatif dan √
strategi untuk mencapai
tujuan tersebut;
(2) Kebijakan manajemen risiko
untuk setiap klasifikasi √
lindung nilai, termasuk
penjelasan mengenai Aset
dan/atau Liabilitas dan jenis
transaksi yang dilindung
nilai; dan
(3) Bagi instrumen yang tidak
dimaksudkan sebagai suatu √
lindung nilai, disebutkan
tujuannya.
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan Catatan No. 27 c
Yang harus diungkapkan untuk setiap
kelompok aset keuangan dan liabilitas
keuangan antara lain:
√
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset
dan Liabilitas tersebut dengan
cara yang memungkinkan untuk
dapat diperbandingkan dengan
nilai tercatat dalam laporan posisi
keuangan; dan
b) hierarki, metode, dan asumsi √
signifikan yang digunakan dalam
menentukan Nilai Wajar aset
keuangan dan liabilitas keuangan.
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah dividen dan dividen per
saham yang telah dideklarasikan √
dan dibayarkan sebagai distribusi
kepada pemilik pada periode
pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk: √
(1) periode pelaporan, dan
(2) periode sebelumnya;
c) jumlah dividen dan dividen per √
saham yang diusulkan atau
dideklarasikan setelah periode
pelaporan tetapi sebelum tanggal
penyelesaian laporan keuangan
Page 84
Page 84 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
dan tidak diakui sebagai Liabilitas
kepada pemilik pada akhir periode
pelaporan; dan
d) jumlah dividen preferen kumulatif √
yang tidak diakui.
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura
Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah agregat dari liabilitas
kontinjensi dengan jumlah
liabilitas kontinjensi lainnya
√
secara terpisah;
b) jumlah agregat dari komitmen
modal terkait dengan bagian √
partisipasinya dalam Ventura
Bersama secara terpisah dari
komitmen lainnya;
c) daftar dan penjelasan bagian
partisipasi dalam Ventura √
Bersama yang signifikan dan
bagian partisipasi kepemilikan
dalam pengendalian bersama
entitas; dan
d) dalam hal Ventura Bersama
diakui dalam pengendalian
bersama entitas, agar
ditambahkan pengungkapan
tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan
√
untuk mengakui bagian
partisipasinya; dan
(2) jumlah agregat setiap aset
lancar, aset tidak lancar,
liabilitas jangka pendek,
liabilitas jangka panjang,
√
penghasilan dan beban
yang terkait dengan bagian
partisipasinya dalam
Ventura Bersama.
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan Catatan No. 25
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa,
keagenan dan distribusi,
bantuan manajemen
dan teknis, royalti, dan
lisensi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang √
terkait dalam
perjanjian;
ii. periode berlakunya
perikatan; √
iii. dasar penentuan
kompensasi dan √
denda;
iv. jumlah beban atau
√
pendapatan pada
periode pelaporan;
dan
v. pembatasan-
√
pembatasan
lainnya;
Page 85
Page 85 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(b) kontrak atau perjanjian
yang memerlukan
penggunaan dana di
masa yang akan datang,
seperti: pembangunan
pabrik, perjanjian
pembelian, ikatan untuk
investasi, diungkapkan:
i. pihak-pihak yang
terkait dalam perjanjian; √
ii. periode berlakunya
perikatan; √
iii. nilai keseluruhan,
mata uang, dan bagian √
yang telah direalisasi;
dan
iv. sanksi-sanksi; √
(2) pemberian jaminan atau
garansi, diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang
dijamin dan yang
menerima jaminan, √
yang dipisahkan antara
pihak berelasi dan pihak
ketiga untuk pihak yang
dijamin;
(b) latar belakang √
dikeluarkannya jaminan;
(c) periode berlakunya √
jaminan; dan
(d) nilai jaminan; √
(3) fasilitas kredit yang belum √
digunakan, misalnya fasilitas
L/C, cerukan bank; dan
(4) uraian mengenai sifat, jenis, √
jumlah dan batasan-
batasannya.
b) Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara
lain :
(1) perkara atau sengketa
hukum, diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang √
terkait; √
(b) jumlah yang
diperkarakan;
(c) latar belakang, isi dan √
status perkaradan
pendapat hukum (legal
opinion); dan
(d) dampak keuangan; √
(2) Peraturan Pemerintah yang
berdampak terhadap
Perusahaan, misalnya
masalah lingkungan hidup, √
diungkapkan uraian singkat
tentang peraturan dan
estimasi dampak
keuangannya;
(3) kemungkinan liabilitas pajak
tambahan:
(a) jenis ketetapan atau
tagihan pajak, jenis √
pajak, tahun pajak serta
jumlah pokok dan denda
atau bunganya; dan
Page 86
Page 86 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(b) sikap Perusahaan
terhadap ketetapan atau √
tagihan pajak
(keberatan atau
banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya,
yang diungkapkan antara
lain:
(a) karakteristik aset atau √
liabilitas kontinjensi;
(b) estimasi dari dampak √
keuangannya;
(c) indikasi tentang
ketidakpastian yang √
terkait dengan jumlah
atau waktu arus keluar
sumber daya; dan
(d) kemungkinan
penggantian oleh pihak √
ketiga.
34) Khusus Industri Perkebunan
Perkebunan Inti Rakyat dan
Plasma
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Isi perjanjian kerjasama √
IR/Plasma;
b) Pihak-pihak yang terkait dalam √
kerjasama;
c) Lokasi aset dan jangka waktu
pengelolaan; √
d) Hak dan liabilitas dari masing- √
masing pihak dalam kerjasama;
e) Ketentuan tentang perbahan √
perjanjian kerjasama; dan
f) Isi perubahan perjanjian, jika ada. √
35) Manajemen Risiko Keuangan Catatan No. 27
a) Perusahaan harus mengungkapkan
informasi yang memungkinkan
para pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat dan luas
risiko yang timbul dari instrumen
√
keuangan, serta kebijakan dalam
pengelolaan risiko, termasuk,
namun tidak terbatas pada risiko
sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain
ikhtisar analisis umur aset
keuangan yang belum jatuh
tempo atau tidak mengalami
penurunan nilai dan yang
lewat jatuh tempo pada akhir
periode pelaporan tetapi tidak
mengalami penurunan nilai;
(2) risiko likuiditas, antara lain:
(a) analisis jatuh tempo
untuk liabilitas keuangan √
derivatif dan
nonderivatif yang
menunjukkan sisa jatuh
tempo kontraktual yang
bertujuan untuk
pemahaman terhadap
periode arus kas; dan √
(b) deskripsi mengenai cara
Perusahaan mengelola
risiko likuiditas;
Page 87
Page 87 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(3) risiko pasar, antara lain √
analisis sensitivitas untuk
setiap jenis risiko pasar
dimana entitas terdampak
pada akhir periode pelaporan,
yang menunjukkan dampak
perubahan pada variabel
risiko yang relevan pada
tanggal tersebut terhadap
laba rugi dan ekuitas; dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki
oleh Perusahaan. √
b) Pengungkapan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a) terdiri √
dari pengungkapan kualitatif dan
pengungkapan kuantitatif untuk
setiap jenis risiko yang timbul dari
instrumen keuangan.
36) Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal
(Capital Adequacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian perhitungan dan
jumlah rasio kecukupan √
modal pada tanggal laporan
posisi keuangan;
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan
√
peraturan Bank Indonesia; dan
(3) Aspek khusus yang mendasari
√
perhitungan CAR.
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) Rincian perhitungan dan
posisi devisa neto menurut √
jenis mata uang pada tanggal
laporan posisi keuangan;
(2) Posisi devisa neto maksimum
berdasarkan peraturan Bank √
Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari
perhitungan posisi devisa √
neto.
c) Jaminan Pemerintah terhadap
Liabilitas Pembayaran Bank Umum √
Yang harus diungkapkan antara
lain dasar hukum yang melandasi
jaminan atas dana pihak ketiga di
bank.
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara
lain uraian masing-masing √
aktivitas fiduciaryyang meliputi
jasa kustodian, wali amanat,
pengelolaan investasi dan
reksadana.
37) Kuasi-Reorganisasi √
Yang harus diungkapkan antara lain
uraian mengenai kegiatan kuasi-
reorganisasi yang meliputi:
Page 88
Page 88 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Jumlah saldo negatif yang √
dieliminasi dalam laporan posisi
keuangan dan jumlah tersebut
disajikan selama tiga tahun
berurutan sejak kuasi-
reorganisasi;
b) Status going concern perusahaan
dan rencana manajemen dan
pemegang saham setelah kuasi- √
reorganisasi yang
menggambarkan prospek usaha di
masa mendatang;
c) Penyajian laporan posisi keuangan
sebelum, pada saat dan sesudah
√
kuasi-reorganisasi;
d) Rincian dari jumlah yang
membentuk akun selisih penilaian
Aset dan liabilitas sebelum √
digunakan untuk mengeliminasi
defisit; dan
e) Keterangan tentang tanggal
terjadinya kuasi-reorganisasi pada √
akun saldo laba dalam laporan
posisi keuangan untuk jangka
waktu 10 tahun ke depan sejak
kuasi-reorganisasi.
38) Pengelolaan Modal Catatan No.16
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) informasi kualitatif tentang tujuan,
kebijakan, dan proses Perusahaan
dalam mengelola permodalannya,
termasuk:
(1) deskripsi tentang bagian yang
dikelola sebagai modal; √
(2) sifat persyaratan dan
implementasinya dalam hal √
Perusahaan diharuskan untuk
memenuhi persyaratan
permodalan yang disyaratkan
oleh pihak eksternal; dan
(3) cara Perusahaan memenuhi
√
tujuannya dalam mengelola
permodalannya;
b) ringkasan data kuantitatif tentang √
bagian yang dikelola sebagai
modal;
c) setiap perubahan pada angka a)
dan angka b) dari periode √
sebelumnya;
d) pernyataan atas kepatuhan
√
terhadap setiap persyaratan
permodalan dari pihak eksternal
(jika ada); dan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan √
persyaratan permodalan dari pihak
eksternal, apabila terjadi
ketidakpatuhan.
39) Transaksi Nonkas √
Yang harus diungkapkan antara lain :
Transaksi pada aktivitas investasi dan
pendanaan yang tidak memerlukan
Page 89
Page 89 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
penggunaan Kas dan Setara Kas yang
tidak termasuk dalam laporan arus
kas.
Transaksi tersebut antara lain berupa
perolehan Aset secara kredit atau sewa √
pembiayaan, akuisisi melalui
penerbitan saham, dan konversi utang
menjadi modal.
40) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas
pembayaran berbasis saham baik
untuk jangka pendek ataupun √
jangka panjang;
b) penjelasan mengenai setiap jenis
perjanjian pembayaran berbasis
saham yang ada pada suatu
√
periode, termasuk syarat dan
ketentuan umum setiap
perjanjian, seperti kondisi
vesting, jangka waktu maksimum
atas opsi yang diberikan, dan
metode penyelesaian;
c) jumlah dan rata-rata tertimbang
harga eksekusi opsi saham untuk
√
setiap kelompok opsi saham;
d) untuk opsi saham yang
dieksekusi selama periode, rata-
rata tertimbang harga saham √
pada tanggal eksekusi atau
selama periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-
rata tertimbang sisa umur
kontrak untuk opsi saham yang
√
beredar pada akhir periode;
f) penentuan Nilai Wajar dengan
mengungkapkan paling kurang
hal-hal sebagai berikut:
(1) opsi yang diberikan selama
suatu periode, rata-rata √
tertimbang Nilai Wajar
opsi tersebut pada tanggal
pengukuran dan informasi
tentang bagaimana Nilai
Wajar tersebut diukur; dan
(2) jumlah dan rata-rata
tertimbang nilai wajar
instrumen ekuitas tersebut
√
pada tanggal pengukuran,
dan informasi tentang
pengukuran Nilai Wajar
tersebut untuk instrumen
ekuitas lain yang diberikan
selama suatu periode (yaitu
selain opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran
berbasis saham terhadap laba √
rugi Perusahaan dalam suatu
periode dan terhadap posisi
keuangannya.
41) Khusus Industri Asuransi: √
Page 90
Page 90 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan
Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan; √
(2) Perhitungan batas tingkat √
solvabilitas;
(3) Batas tingkat solvabilitas yang √
harus dipenuhi;
(4) Tingkat solvabilitas yang
dicapai perusahaan per √
tanggal pelaporan; dan
(5) Jumlah investasi yang
diperkenankan dalam √
perhitungan solvabilitas.
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha
Program Asuransi Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas
pendirian unit Asuransi Syariah; √
b) Jenis Akad Asuransi Syariah; √
√
c) Rincian Aset, Liabilitas,
Pendapatan, Beban, dan Laba
Usaha Unit Asuransi Syariah; dan
√
d) Zakat.
43) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain
sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi; √
b) Perjanjian penting dan ikatan √
lainnya;
c) Rasio keuangan penting; √
d) Pendapatan, beban dan hasil
underwriting; dan √
e) Peristiwa atau keadaan yang √
mempengaruhi kinerja atau
kelangsungan hidup perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan :
a) Rincian volume penjualan kayu √
bulat (jenis kayu);
b) Pemenuhan liabilitas terhadap √
negara seperti DR, IHH, BPPHH,
IHPH dan iuran wajib lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang
berhubungan dengan pelaksanaan √
penanaman kembali hutan alam
(TPTI, pembinaan dan
perlindungan hutan, penanaman
tanah kosong dan usaha lainnya
untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan √
sehubungan pelaksanaan Bina
desa hutan dan biayanya;
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi
anggaran dan penanaman pada
√
periode berjalan dan
akumulasinya; dan
f) Sehubungan dengan
pembangunan sarana dan
prasarana :
Page 91
Page 91 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
(1) Realisasi pembangunan jalan
dan jembatan serta √
pemeliharaannya; dan
(2) Jenis jalan yang dibangun
pada periode berjalan dan √
akumulasinya.
45) Peristiwa Setelah Periode
Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) dalam hal Perusahaan menerima
informasi setelah periode √
pelaporan tentang kondisi yang
ada pada akhir periode
pelaporan, maka Perusahaan
memutakhirkan pengungkapan
kondisi tersebut sesuai dengan
informasi terkini; dan
contoh peristiwa setelah periode
pelaporan yang mensyaratkan
entitas untuk menyesuaikan
jumlah yang diakui dalam
laporan keuangannya, atau untuk
mengakui peristiwa yang
sebelumnya tidak diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa
nonpenyesuai yang material √
setelah periode pelaporan, maka
Perusahaan mengungkapkan
uraian peristiwa, misalnya:
(1) tanggal terjadinya;
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak
keuangan, atau pernyataan
dan alasan bahwa estimasi
tersebut tidak dapat dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar
Akuntansi Keuangan dan
Peraturan yang Terkait dengan
Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum
menerapkan suatu SAK dan/atau
peraturan yang terkait dengan
aktivitas Perusahaan, yang telah
diterbitkan tetapi belum efektif
berlaku, Yang harus diungkapkan
antara lain:
√ Catatan 2
a) judul SAK dan jenis peraturan
baru tersebut;
b) sifat dari perubahan yang belum √ Catatan 2
berlaku efektif atau perubahan
kebijakan akuntansi;
c) tanggal penerapan SAK dan √ Catatan 2
peraturan baru tersebut
disyaratkan; dan
d) pembahasan mengenai dampak √ Catatan 2
penerapan awal SAK dan
peraturan baru atas laporan
keuangan atau pernyataan
manajemen bahwa dampak
tersebut tidak dapat diketahui
atau diestimasi secara wajar.
Page 92
Page 92 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
47) Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah
penyajian atau pengklasifikasian
pos-pos dalam laporan
keuangan, maka Perusahaan
harus mengungkapkan antara
lain:
√
(1) sifat reklasifikasi;
(2) jumlah masing-masing pos
√
atau gabungan beberapa
pos yang direklasifikasi; dan
(3) alasan reklasifikasi.
√
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah
komparatif tidak praktis untuk
dilakukan, maka Perusahaan
harus mengungkapkan:
(1) alasan tidak mereklasifikasi
jumlah tersebut; dan
(2) sifat penyesuaian yang akan
dilakukan jika jumlah
tersebut direklasifikasi.
48) Hibah Pemerintah
Setiap Hibah Pemerintah yang
diterima, Perusahaan harus
mengungkapkan hal-hal sebagai
berikut:
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah
yang diakui dalam laporan √
keuangan dan indikasi bentuk lain
dari bantuan pemerintah; dan
b) kondisi yang belum terpenuhi dan
kontinjensi lain yang melekat atas √
bantuan pemerintah yang telah
diakui.
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan
Standar Akuntansi di Negara Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi
√
Perusahaan yang menyusun
laporan keuangan dengan
menggunakan standar akuntansi
selain SAK untuk memenuhi
persyaratan otoritas pasar modal
di negara lain atau dalam rangka
penawaran Efek di negara lain.
b) Yang harus diungkapkan antara
lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK √
dengan standar akuntansi
di negara lain;
(2) rekonsiliasi pos-pos yang
√
berbeda untuk laporan
posisi keuangan beserta
penjelasannya; dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang
√
berbeda untuk laporan laba
rugi komprehensif beserta
penjelasannya.
Page 93
Page 93 of 93
No Keterangan Ada Tidak N/A Keterangan
c) Dalam hal Perusahaan
dipersyaratkan oleh otoritas √
pasar modal di negara lain untuk
melakukan pengungkapan
tambahan mengikuti ketentuan
yang berlaku di negara tersebut,
maka pengungkapan tersebut
wajib ditambahkan dalam
laporan keuangan.
50) Informasi Penting Lainnya √
Yang harus diungkapkan antara lain
sifat, jenis, jumlah dan dampak dari
peristiwa atau keadaan tertentu yang
mempengaruhi kinerja perusahaan,
seperti peristiwa/keadaan yang
mempengaruhi kelangsungan hidup
perusahaan.
Jakarta, 24 Maret 2025 Mengetahui,
Andiek Nugroho., SE., Ak., MAk., CA.,
Antonyo Hartono Tanujaya CPA
Direktur Utama Izin Akuntan Publik No. AP.1664
Names mentioned 13 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Heliantono dan Rekan
p.1 ×2
unresolved
org
Heliantono
p.1 ×2
unresolved
person
Andiek Nugroho.
p.1 ×3
unresolved
person
MAk.
p.1 ×3
unresolved
org
Bapepam-LK
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.4 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10 ×12
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.38
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.59
unresolved
org
Bapepam
p.80 ×2
unresolved
person
Izin Akuntan Publik No. AP.
· Direktur Utama
p.93
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.