Back to announcement
20250327_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31871858_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 37
Page 1
Nomor : S-0815/DIR/SMF/III/2025 Jakarta, 27 Maret 2025 Lampiran : 1 set Kepada Yth. Otoritas Jasa Keuangan Gedung Soemitro Djojohadikusumo Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta 10710 UP : Direktorat Pengelolaan Investasi Perihal : Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BMRI01 Periode yang berakhir 31 Desember 2024 Merujuk Pasal 49 POJK.23/POJK.04/2014 tanggal 19 November 2014 tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan, bersama ini kami sampaikan: 1. Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BMRI01 periode yang berakhir 31 Desember 2024. 2. Copy bukti publikasi Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BMRI01 periode yang berakhir 31 Desember 2024 yang diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2025 di harian berskala nasional Investor Daily. Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) Ditandatangani secara elektronik oleh : Ditandatangani secara elektronik oleh : Heliantopo Harya Narendra Direktur Bisnis Kepala Divisi Manajemen Kredit Tembusan : Direktorat Pengawasan Lembaga Keuangan Khusus - Otoritas Jasa Keuangan "Layanan Pengaduan Pemangku Kepentingan dan Whistle Blowing System: Apabila terdapat pegawai SMF yang menerima/meminta gratifikasi dan suap dapat dilaporkan melalui https://wbs.smf-indonesia.co.id/ dan/atau terdapat keluhan dapat disampaikan melalui surat elektronik stakeholder.care@smf-indonesia.co.id."
Page 2
13 IKLAN KAMIS, 27 MARET 2025
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK MANDIRI 01 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 06
(EBA-SP SMF-BMRI01) (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2024 2023 2024 2023 2024 2023 2024 2023
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 8.384.804.094 9.847.007.015 Bunga 5.046.085.779 9.045.284.337 Kas dan Setara Kas 45.416.395.544 46.000.248.337 Pendapatan Bunga 32.605.414.769 44.810.641.474
Rekening Titipan 186.335.440 498.489.250 Denda Keterlambatan 54.496.151 90.007.525 Rekening Titipan 1.539.196.661 4.402.418.074 Pendapatan Denda Keterlambatan 565.361.505 698.483.378
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 28.284.557.259 53.026.609.046 Jumlah Pendapatan Investasi 5.100.581.930 9.135.291.862 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 174.264.760.185 249.936.468.539 Jumlah Pendapatan Investasi 33.170.776.274 45.509.124.852
Pajak Dibayar di Muka 146.229.177 296.799.844 Piutang Bunga 80.156.712 -
Beban Investasi
Aset Pajak Tangguhan 48.622.843 63.858.748 Piutang Lain-lain 125.607.414 1.427.951.512 Beban Investasi
Bunga EBA Kelas A 407.472.801 3.028.903.317
Pajak Dibayar di Muka 546.569.577 546.569.577
Jumlah Aset 37.050.548.813 63.732.763.903 Beban Jasa Penunjang 1.102.184.526 1.360.910.238 Beban Bunga Kelas A 11.449.555.456 17.516.765.722
Aset Pajak Tangguhan 240.228.004 180.091.965
Beban Lain-lain 23.254.772 23.322.672 Beban Jasa Penunjang 9.117.982.042 11.855.017.047
Liabilitas dan Aset Bersih Jumlah Aset 222.212.914.097 302.493.748.004 Beban Penyisihan Piutang 273.345.631 363.342.404
Jumlah Beban Investasi 1.532.912.099 4.413.136.227
Liabilitas Liabilitas dan Aset Bersih Lain-lain 246.595.431 12.864.000
Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Utang Bunga - 132.512.881 Liabilitas Jumlah Beban Investasi 21.087.478.560 29.747.989.173
Penyisihan (Pemulihan) Piutang KPR (69.254.112) 187.450.661
Utang Pajak 62.791.855 83.693.251 Utang Bunga Kelas A 835.690.768 1.352.919.786
Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain (69.254.112) 187.450.661
Biaya yang Masih Harus Dibayar 219.132.666 255.789.897 Utang Pajak 1.477.780.820 317.778.046 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 12.083.297.714 15.761.135.679
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A - 15.418.434.792 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.636.923.943 4.534.704.974 Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.041.111.280 1.519.900.349
Utang Lain-lain 252.494.704 614.678.512 Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 132.241.176.448 214.088.405.556
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Pajak Kini (409.493.643) (753.502.256) Utang Lain-lain 3.044.788.990 4.402.418.074
Jumlah Liabilitas 534.419.225 16.505.109.333 Pajak Kini (2.431.114.958) (3.296.990.520)
Pajak Tangguhan (15.235.905) 41.239.145 Jumlah Liabilitas 138.640.548.306 221.681.421.811 Pajak Tangguhan 60.136.039 79.935.329
Aset Bersih Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak Aset Bersih Jumlah Beban Pajak Penghasilan (2.370.978.919) (3.217.055.191)
Penghasilan (424.729.548) (712.263.111) Sertifikat EBA-SP Kelas B 54.266.543.015 54.266.543.015
Sertifikat EBA-SP Kelas B 32.574.246.293 43.500.134.976 Laba Tahun Berjalan 9.712.318.795 12.544.080.488
Saldo Laba 3.941.883.295 3.727.519.594 Laba Periode Berjalan 3.212.194.395 3.822.441.863 Saldo Laba 29.305.822.776 26.545.783.178
Jumlah Aset Bersih 36.516.129.588 47.227.654.570 Penghasilan Komprehensif Lain - - Jumlah Aset Bersih 83.572.365.791 80.812.326.193 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 37.050.548.813 63.732.763.903 Laba Komprehensif Periode Berjalan 3.212.194.395 3.822.441.863 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 222.212.914.097 302.493.748.004 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 9.712.318.795 12.544.080.488
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset 2024 2023 Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset 2024 2023
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2023 43.500.134.976 3.962.162.925 47.462.297.901 Saldo Per 1 Januari 2023 54.266.543.015 21.056.353.282 75.322.896.297
Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 24.880.560.011 42.454.138.645 Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 75.398.362.723 100.136.369.790
Penyesuaian - (2.779.932) (2.779.932) Penerimaan bunga dan denda keterlambatan 4.978.447.209 90.007.525 Penerimaan bunga dan denda KPR 33.302.795.716 44.616.017.036
Dividen/Bunga Sertifikat
Saldo Per 1 Januari 2023 Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 52.880.609 77.511.669 Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 1.090.167.944 940.181.788
Penerimaan restitusi pajak - (19.476.411) Pembayaran jasa penunjang (9.596.771.111) (12.893.752.842)
setelah penyesuaian 43.500.134.976 3.959.382.993 47.459.517.969 Kelas B (Catatan 12) - (7.054.650.592) (7.054.650.592)
Pembayaran jasa penunjang (1.138.841.757) (1.424.924.695) Pembayaran pajak (1.271.112.184) (4.423.368.931)
Distribusi EBA-SP Kelas B Pembayaran pajak (279.824.372) (810.069.098) Pembayaran lain-lain (246.595.431) (1.381.412.119)
(Catatan 10) - (4.054.305.262) (4.054.305.262) Pembayaran lain-lain (23.254.772) (807.200) Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 12.544.080.488 12.544.080.488
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Laba Komprehensif Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 98.676.847.657 126.994.034.722
Saldo Per 31 Desember 2023 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193
Periode Berjalan - 3.822.441.863 3.822.441.863 Aktivitas Operasi 28.469.966.928 40.366.380.435
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Saldo Per 31 Desember 2023 43.500.134.976 3.727.519.594 47.227.654.570 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pembayaran pokok EBA-SP Kelas A (81.847.229.108) (101.913.015.586)
Pembayaran pokok utang EBA-SP Kelas A (15.418.434.792) (34.893.715.250) Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (11.966.784.474) (18.160.799.361)
Saldo Per 1 Januari 2024 43.500.134.976 3.727.519.594 47.227.654.570 Pembayaran pokok utang EBA-SP Kelas B (10.925.888.683) - Pembayaran distribusi kepada pemegang
Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (539.985.682) (3.328.795.414) Saldo Per 1 Januari 2024 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193
Distribusi EBA-SP Kelas B EBA-SP Kelas B (6.952.279.197) (7.054.650.592)
Pembayaran bunga EBA-SP Kelas B (2.997.830.694) (4.057.085.194) Pembayaran Utang Lain-lain 1.505.592.329 (5.507.293.151)
(Catatan 10) - (2.997.830.694) (2.997.830.694) Penerimaan/(pembayaran) utang lain-lain (50.029.998) 47.254.999 Dividen/Bunga Sertifikat
Pembayaran Pokok Sertifikat Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Kelas B (10.925.888.683) - (10.925.888.683) Kelas B (Catatan 12) - (6.952.279.197) (6.952.279.197) Aktivitas Pendanaan (99.260.700.450) (132.635.758.690)
Aktivitas Pendanaan (29.932.169.849) (42.232.340.859)
Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (583.852.793) (5.641.723.968)
Laba Komprehensif Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.462.202.921) (1.865.960.424)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 9.712.318.795 9.712.318.795
Periode Berjalan - 3.212.194.395 3.212.194.395 Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 9.847.007.015 11.712.967.439 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 46.000.248.337 51.641.972.305
Saldo Per 31 Desember 2024 32.574.246.293 3.941.883.295 36.516.129.588 Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 8.384.804.094 9.847.007.015 Saldo Per 31 Desember 2024 54.266.543.015 29.305.822.776 83.572.365.791 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 45.416.395.544 46.000.248.337
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Mandiri Nomor 1 Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Nomor
(“EBA-SP SMF-BMRI01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BMRI01 per 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus 06 (“EBA-SP SMF-BTN06”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN06 per 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus
kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 27 Maret 2025 Jakarta, 27 Maret 2025
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Tjandraningrum
Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Executive Vice President Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Vice President
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 07 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 08
(EBA-SP SMF-BTN07) (EBA-SP SMF-BTN08)
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2024 2023 2024 2023 2024 2023 2024 2023
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 19.676.042.316 17.495.781.465 Pendapatan Bunga 47.926.182.279 60.357.731.090 Kas dan Setara Kas 19.747.385.144 16.595.814.496 Pendapatan Bunga 66.867.712.332 39.093.633.814
Rekening Titipan 5.521.293.838 7.290.092.514 Pendapatan Denda Keterlambatan 446.992.133 446.624.049 Rekening Titipan 6.768.023.725 8.665.866.969 Pendapatan Denda Keterlambatan 594.860.214 350.501.375
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 286.224.132.719 372.821.515.460 Jumlah Pendapatan Investasi 48.373.174.412 60.804.355.139 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 440.308.674.754 542.014.983.613 Jumlah Pendapatan Investasi 67.462.572.546 39.444.135.189
Piutang Lain-lain 933.634.091 1.019.120.496 Piutang Lain-lain - 4.688.514.597
Beban Investasi Beban Investasi
Aset Pajak Tangguhan 130.768.970 53.407.521 Aset Pajak Tangguhan 178.743.841 513.519
Beban Bunga 23.408.691.079 31.163.717.384 Beban Bunga 30.823.008.336 9.625.720.005
Jumlah Aset 312.485.871.934 398.679.917.456 Beban Jasa Penunjang 23.870.752.760 18.370.453.298
Beban Jasa Penunjang 10.082.182.155 15.370.261.133 Jumlah Aset 467.002.827.464 571.965.693.194
Beban Lain-lain 23.758.173 252.900
Liabilitas dan Aset Bersih Beban Penyisihan Piutang 594.404.411 242.761.458
Liabilitas dan Aset Bersih Jumlah Beban Investasi 54.717.519.269 27.996.426.203
Liabilitas Beban Lain-lain 143.170.327 1.573.400
Liabilitas
Utang Bunga 263.124.662 357.271.363 Jumlah Beban Investasi 34.228.447.972 46.778.313.375 Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Utang Bunga 290.531.452 367.146.672 Penyisihan Piutang KPR (810.137.829) (2.334.175)
Utang Pajak 1.004.206.433 3.077.743.680 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 14.144.726.440 14.026.041.764 Utang Pajak 1.138.534.208 2.320.515.282
Biaya yang Masih Harus Dibayar 721.689.029 834.177.682 Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain (810.137.829) (2.334.175)
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan Biaya yang Masih Harus Dibayar 822.288.577 1.157.236.827
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 246.038.644.517 334.071.924.481 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 11.934.915.448 11.445.374.811
Pajak Kini (3.066.045.678) (3.112.064.120) Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 393.200.458.289 496.890.232.093
Utang Lain-lain 5.957.293.840 7.726.092.514
Pajak Tangguhan 77.361.449 53.407.521 Utang Lain-lain 6.768.023.725 8.699.169.869 Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Jumlah Liabilitas 253.984.958.481 346.067.209.720 Pajak Kini (2.685.544.400) (2.320.515.282)
Jumlah (Beban) Pajak Penghasilan (2.988.684.229) (3.058.656.599) Jumlah Liabilitas 402.219.836.251 509.434.300.743
Pajak Tangguhan 178.230.322 513.519
Aset Bersih Laba Tahun Berjalan 11.156.042.211 10.967.385.165 Jumlah Manfaat/(Beban)
Aset Bersih
Sertifikat EBA-SP Kelas B 47.500.001.416 47.500.001.416 Pajak Penghasilan (2.507.314.078) (2.320.001.763)
Penghasilan Komprehensif Lain - - Sertifikat EBA-SP Kelas B 55.200.020.055 55.200.020.055
Saldo Laba 11.000.912.037 5.112.706.320
Saldo Laba 9.582.971.158 7.331.372.396 Laba Tahun Berjalan 9.427.601.370 9.125.373.048
Jumlah Aset Bersih 58.500.913.453 52.612.707.736 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 11.156.042.211 10.967.385.165
Jumlah Aset Bersih 64.782.991.213 62.531.392.451 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 312.485.871.934 398.679.917.456 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 467.002.827.464 571.965.693.194 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 9.427.601.370 9.125.373.048
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH (Dalam Rupiah) LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
2024 2023
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset Arus kas dari Aktivitas Operasi Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset
Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 86.002.978.330 98.308.179.078 2024 2023
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 48.343.896.092 60.017.957.481
Arus kas dari Aktivitas Operasi:
Saldo Per 1 Januari 2023 47.500.001.416 416.583.676 47.916.585.092 Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 709.169.136 530.520.820 Saldo Per Tanggal Efektif - - -
Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 105.584.685.627 -
Penerimaan Lain-lain - - Penerimaan Bunga dan Denda KPR 66.923.326.680 34.538.832.464
Penyesuaian Pendapatan Setoran Sertifikat EBA-SP Kelas B 55.200.020.055 - 55.200.020.055
Pembayaran aset piutang KPR (594.404.411) - Penerimaan Bunga Jasa Giro dan Deposito 539.245.866 216.788.128
dan Beban - (1.640.012.383) (1.640.012.383) Pembayaran Jasa Penunjang (10.194.670.808) (16.211.363.509)
Distribusi EBA-SP Pembayaran Jasa Penunjang (11.412.120.283) (4.679.443.034)
Pembayaran Pajak (5.139.582.925) (85.801.100) Pembayaran Pajak (3.867.525.474) -
Saldo Per 1 Januari 2023 Pembayaran Lain-lain (143.170.327) (15.423.400) Kelas B (Catatan 11) - (1.794.000.652) (1.794.000.652)
Pembayaran Piutang KPR - (542.017.317.788)
Setelah Penyesuaian 47.500.001.416 (1.223.428.707) 46.276.572.709 Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Pembayaran Lain-Lain (12.817.338.900) (21.065.084.784)
Laba Komprehensif
Aktivitas Operasi 118.984.215.087 142.544.069.370 Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Disitribusi Kepada Pemegang Periode Berjalan - 9.125.373.048 9.125.373.048
EBA-SP Kelas B - (4.631.250.138) (4.631.250.138) Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Aktivitas Operasi 144.950.273.516 (524.441.863.667)
Pembayaran Pokok EBA-SP Kelas A (88.033.279.964) (118.428.075.519) Saldo Per 31 Desember 2023 55.200.020.055 7.331.372.396 62.531.392.451 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan:
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 10.967.385.165 10.967.385.165 Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas B (23.502.837.780) (31.483.939.077) Penerimaan EBA-SP Kelas A - 496.890.232.093
Saldo Per 31 Desember 2023 47.500.001.416 5.112.706.320 52.612.707.736 Pembayaran Distribusi kepada Pemegang Penerimaan Utang EBA-SP Kelas B - 55.200.020.055
EBA-SP Kelas B (5.267.836.494) (4.631.250.138) Pembayaran Pokok Utang EBA-SP Kelas A (103.689.773.804) -
Penerimaan dari Utang Lain-lain 2 435.800.000 Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (30.899.623.556) (9.258.573.333)
Saldo Per 1 Januari 2024 55.200.020.055 7.331.372.396 62.531.392.451 Pembagian Dividen EBA-SP Kelas B (7.176.002.608) (1.794.000.652)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Saldo Per 1 Januari 2024 47.500.001.416 5.112.706.320 52.612.707.736 Penerimaan Utang Lain-lain (33.302.900) -
Aktivitas Pendanaan (116.803.954.236) (154.107.464.734)
Distribusi EBA-SP
Distribusi Kepada Pemegang Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kelas B (Catatan 11) - (7.176.002.608) (7.176.002.608)
EBA-SP Kelas B - (5.267.836.494) (5.267.836.494) Aktivitas Pendanaan (141.798.702.868) 541.037.678.163
Kas dan Setara Kas 2.180.260.851 (11.563.395.364)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 9.427.601.370 9.427.601.370 Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas 3.151.570.648 16.595.814.496
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 11.156.042.211 11.156.042.211 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 17.495.781.465 29.059.176.829
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 16.595.814.496 -
Saldo Per 31 Desember 2024 47.500.001.416 11.000.912.037 58.500.913.453 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 19.676.042.316 17.495.781.465 Saldo Per 31 Desember 2024 55.200.020.055 9.582.971.158 64.782.991.213 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 19.747.385.144 16.595.814.496
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Nomor Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
7 (“EBA-SP SMF-BTN07) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN07 per 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus Nomor 08 (“EBA-SP SMF-BTN08”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN08 per 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan
kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 27 Maret 2025 Jakarta, 27 Maret 2025
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Heliantopo Tjandraningrum Heliantopo Arie Sus Miyanti
Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Vice President Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Executive Vice President
Page 3
EFEK BERAGUN ASET
BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
BANK MANDIRI 01
(EBA-SP SMF-BMRI01)
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2024 dan 2023
Page 4
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
Daftar isi
Halaman
Surat Pernyataan Penerbit (PT Sarana Multigriya Finansial (Persero))
Surat Pernyataan Bank Kustodian (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk)
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun–tahun yang Berakhir
31 Desember 2024 dan 2023
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Aset Bersih 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan Atas Laporan Keuangan 5
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Registered Pubiic Accountants
Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
dengan peristiwa atau kondisiyang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Entitas
untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu
ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke
pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai,
harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada
bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa
depan dapat menyebabkan Entitas tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain,
ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap
defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami
menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan
oleh karenanya menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami,
kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika,
dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan
dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan
diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut.
Glorius Maftinus Sinaga
Nomor lzin Akuntan Publik: AP.1157
Jakarta, 27 Marel2025
Page 11
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
Aset
Kas dan Setara Kas 2.c, 2.d, 2.g, 3, 17 8.384.804.094 9.847.007.015
Rekening Titipan 2.c, 2.g, 4, 17 186.335.440 498.489.250
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 2.c, 5, 17 28.284.557.259 53.026.609.046
Pajak Dibayar di Muka 2.f, 16.a 146.229.177 296.799.844
Aset Pajak Tangguhan 2.f, 16.d 48.622.843 63.858.748
Jumlah Aset 37.050.548.813 63.732.763.903
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas
Utang Bunga 2.c, 2.g, 6, 17 - 132.512.881
Utang Pajak 2.f, 16.b 62.791.855 83.693.251
Biaya yang Masih Harus Dibayar 2.c, 2.g, 7, 17 219.132.666 255.789.897
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 1, 2.c, 2.g, 8, 17 - 15.418.434.792
Utang Lain-lain 2.c, 2.g, 9, 17 252.494.704 614.678.512
Jumlah Liabilitas 534.419.225 16.505.109.333
Aset Bersih
Sertifikat EBA-SP Kelas B 1, 2.c, 2.g, 10, 17 32.574.246.293 43.500.134.976
Saldo Laba 3.941.883.295 3.727.519.594
Jumlah Aset Bersih 36.516.129.588 47.227.654.570
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 37.050.548.813 63.732.763.903
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
1
Page 12
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
Pendapatan Investasi
Bunga 2.e, 2.g, 11, 17 5.046.085.779 9.045.284.337
Denda Keterlambatan 2.e, 11, 17 54.496.151 90.007.525
Jumlah Pendapatan Investasi 5.100.581.930 9.135.291.862
Beban Investasi
Bunga EBA Kelas A 2.e, 2.g, 12, 17 407.472.801 3.028.903.317
Beban Jasa Penunjang 2.e, 2.g, 13, 17 1.102.184.526 1.360.910.238
Beban Lain-lain 2.e, 2.g, 14, 17 23.254.772 23.322.672
Jumlah Beban Investasi 1.532.912.099 4.413.136.227
Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Penyisihan (Pemulihan) Piutang KPR 2.e, 2.g, 15 (69.254.112) 187.450.661
Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain (69.254.112) 187.450.661
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.636.923.943 4.534.704.974
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Pajak Kini 2.f, 16.c (409.493.643) (753.502.256)
Pajak Tangguhan 2.f, 16.d (15.235.905) 41.239.145
Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak
Penghasilan (424.729.548) (712.263.111)
Laba Tahun Berjalan 3.212.194.395 3.822.441.863
Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 3.212.194.395 3.822.441.863
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
2
Page 13
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Sertifikat EBA-SP Jumlah Aset
Kelas B Saldo Laba Bersih
Saldo Per 1 Januari 2023 43.500.134.976 3.962.162.925 47.462.297.901
Penyesuaian - (2.779.932) (2.779.932)
Saldo Per 1 Januari 2023
setelah penyesuaian 43.500.134.976 3.959.382.993 47.459.517.969
Distribusi EBA-SP Kelas B (Catatan 10) - (4.054.305.262) (4.054.305.262)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 3.822.441.863 3.822.441.863
Saldo Per 31 Desember 2023 43.500.134.976 3.727.519.594 47.227.654.570
Saldo Per 1 Januari 2024 43.500.134.976 3.727.519.594 47.227.654.570
Distribusi EBA-SP Kelas B (Catatan 10) - (2.997.830.694) (2.997.830.694)
Pembayaran Pokok Sertifikat Kelas B (10.925.888.683) - (10.925.888.683)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 3.212.194.395 3.212.194.395
Saldo Per 31 Desember 2024 32.574.246.293 3.941.883.295 36.516.129.588
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
3
Page 14
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan piutang kredit
pemilikan rumah 24.880.560.011 42.454.138.645
Penerimaan bunga dan
denda keterlambatan 4.978.447.209 90.007.525
Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 52.880.609 77.511.669
Penerimaan restitusi pajak 16.a 296.799.844 (19.476.411)
Pembayaran jasa penunjang (1.138.841.757) (1.424.924.695)
Pembayaran pajak (576.624.216) (810.069.098)
Pembayaran lain-lain (23.254.772) (807.200)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 28.469.966.928 40.366.380.435
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran pokok utang EBA-SP
Kelas A (15.418.434.792) (34.893.715.250)
Pembayaran pokok utang EBA-SP
Kelas B (10.925.888.683) -
Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (539.985.682) (3.328.795.414)
Pembayaran bunga EBA-SP Kelas B (2.997.830.694) (4.057.085.194)
Penerimaan/(pembayaran) utang lain-lain (50.029.998) 47.254.999
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (29.932.169.849) (42.232.340.859)
Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.462.202.921) (1.865.960.424)
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 9.847.007.015 11.712.967.439
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 8.384.804.094 9.847.007.015
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
4
Page 15
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Mandiri 01 (EBA-
SP SMF-BMRI01), yang selanjutnya disebut "Entitas" diterbitkan oleh Penerbit, PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero) – (“SMF”), berdasarkan Akta Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BMRI01
No. 41 tanggal 14 Juni 2016 dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H.,
Notaris di Jakarta sebagaimana diubah dengan akta No. 28 tanggal 26 Juli 2016, di hadapan notaris
yang sama. EBA-SP merupakan efek hasil sekuritisasi atas kumpulan tagihan dari portofolio Kredit
Pemilikan Rumah (KPR) yang terpilih (Kumpulan Tagihan) yang dibeli dari Bank Mandiri (Kreditur
Asal) sejumlah Rp500.000.134.976 (lima ratus miliar seratus tiga puluh empat ribu sembilan ratus
tujuh puluh enam Rupiah) oleh Pembeli (“SMF”) dan diserahkan kepada serta ditatausahakan oleh
Bank Kustodian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – (“BRI”).
EBA-SP ini diterbitkan dalam 2 (dua) kelas yaitu EBA-SP Kelas A yang terdiri dari Seri A1 dengan
total nilai nominal sebesar Rp103.500.000.000 (seratus tiga miliar lima ratus juta Rupiah) mewakili
20,70% (dua puluh koma tujuh nol persen) dari keseluruhan Jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan
Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,60% (delapan koma
enam nol persen) per tahun dan Seri A2 dengan total nilai nominal sebesar Rp353.000.000.000 (tiga
ratus lima puluh tiga miliar Rupiah) mewakili 70,60% (tujuh puluh koma enam nol persen) dari
keseluruhan Jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final dengan
tingkat bunga tetap sebesar 9,10% (sembilan koma satu nol persen) per tahun, dan EBA-SP Kelas
B dengan total nominal sebesar Rp43.500.134.976 (empat puluh tiga miliar lima ratus juta seratus
tiga puluh empat sembilan ratus tujuh puluh enam Rupiah) mewakili 8,70% (delapan koma tujuh nol
persen) dari keseluruhan Jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off
Final. Tanggal Jatuh Tempo Final EBA-SP Kelas A dengan total nilai Rp456.500.000.000 (empat
ratus lima puluh enam lima ratus juta Rupiah) jatuh pada tanggal 27 Oktober 2029, namun
diperkirakan akan lunas lebih awal karena Kumpulan Tagihan mempunyai rata-rata tertimbang jatuh
tempo (weighted average life) adalah 8,19 tahun. Rata-rata tertimbang jatuh tempo (weighted
average life) Seri A1 adalah 3,0 tahun dan Seri A2 adalah 5,0 tahun. Pemegang EBA-SP Kelas A
berhak untuk mendapatkan pembayaran bunga setiap 3 (tiga) bulan sekali pada Tanggal
Pembayaran. Bersamaan dengan itu dilakukan juga pembayaran pokok atas EBA-SP Kelas A sesuai
dengan Urutan Prioritas Pembayaran. EBA-SP Kelas A diklasifikasikan sebagai Efek bersifat utang
berarus kas tetap, sedangkan Kelas B diklasifikasikan sebagai Efek bersifat ekuitas berarus kas
tidak tetap. EBA-SP Kelas A dan EBA-SP Kelas B dapat dipindahtangankan. Hanya EBA-SP Kelas
A yang akan ditawarkan kepada publik, dan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. EBA-SP
dikeluarkan dalam satuan nominal pokok terutang Rp1 (satu Rupiah) sebagai bukti hak milik secara
proporsional yang tidak terbagi atas Kumpulan Tagihan. EBA-SP Kelas A telah mendapatkan surat
pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan No. S-431/D.04/2016 tanggal 19 Agustus 2016 untuk
ditawarkan kepada publik. EBA-SP SMF-BMRI01 Kelas A merupakan sertifikat tanpa warkat, kecuali
Sertifikat Jumbo EBA Kelas A yang diterbitkan atas nama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
sebagai bukti kepesertaan untuk kepentingan pemegang EBA-SP Kelas A.
Entitas memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 76.464.752.5-064.000.
5
Page 16
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
2. a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan
Laporan keuangan Entitas telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), serta Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya dan ketentuan akuntansi
lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
2. b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual,
kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan
laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing
akun tersebut.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, dibulatkan dan
disajikan dalam mata uang Rupiah (Rp), yang juga sebagai mata uang fungsional Entitas kecuali
bila dinyatakan secara khusus.
2. c. Instrumen keuangan
Entitas mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan , jika dan
hanya jika, Entitas menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pada
saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Entitas mengukur pada nilai wajarnya.
Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai
wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut.
Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan
liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.
Aset keuangan Entitas diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (Solely Payments
of Principal and Interest – SPPI) dari jumlah pokok terutang.
6
Page 17
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif
atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan
penurunan nilainya.
Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui
di laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau
direklasifikasi.
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian
untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan
jumlahnya atau tidak sering.
ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
(‘’FVTOCI’’)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (Solely Payments
of Principal and Interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian diakui
dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan
keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi.
Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
iii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (‘’FVTPL’’)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam
laba rugi.
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI,
sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Entitas dapat menetapkan pilihan yang tidak
dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan
untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI.
Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan
komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.
7
Page 18
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk
derivatif yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
b) Liabilitas keuangan yang timbul Ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
diterapkan.
c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku
bunga dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen
selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
1) Jumlah penyisihan kerugian; dan
2) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 115.
Saat pengakuan awal Entitas dapat membuat penetapan yang tak terbatalkan untuk
mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar
atau jika penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
a) Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran atau
pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari
pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau
liabilitas dengan dasar yang berbeda-beda; atau
b) Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi
investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas
kelompok tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Entitas.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Entitas menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Entitas
menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia
instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam
melakukan penilaian, Entitas membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan
terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling
hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum
dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan
atau kebangkrutan Entitas atau pihak lawan.
8
Page 19
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus
kas yang berasal dari aset berakhir, atau Entitas mentransfer aset keuangan dan secara
substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain.
Jika Entitas tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan
manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Entitas mengakui
keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang
mungkin harus dibayar. Jika Entitas memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat
kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Entitas masih mengakui aset keuangan dan juga
mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas yang lain pada keadaan
yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas yang ada yang secara
substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai
penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan perbedaan nilai
tercatat masing-masing diakui dalam laba rugi.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan)
dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode
yang relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen
keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh
jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Entitas mengestimasi arus kas dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut,
seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan
kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang
dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak
terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lain.
Reklasifikasi
Entitas mereklasifikasi aset keuangan ketika Entitas mengubah tujuan model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan, maka Entitas menerapkan reklasifikasi secara
prospektif dari tanggal reklasifikasi. Entitas tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian
(termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui sebelumnya.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan
diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi
sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat Entitas
9
Page 20
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL menjadi kategori
pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal reklasifikasi menjadi
jumlah tercatat bruto yang baru.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal
reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan
komprehensif lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak
disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan
sebaliknya, yaitu keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan
diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi.
Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar aset keuangan
pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti
halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Penyesuaian ini mempengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak mempengaruhi
laba rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan
pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL
menjadi kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Sama
halnya, ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI menjadi
kategori pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan
atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal
reklasifikasi.
Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Entitas saat ini
memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan
pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan
pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap
keseluruhan pengukuran nilai wajar:
a) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1);
b) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk
aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2);
c) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).
10
Page 21
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Entitas sebisa mungkin menggunakan data
pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi
secara langsung, Entitas menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan
memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Entitas pada akhir periode pelaporan
dimana perpindahan terjadi.
2) Liabilitas Keuangan
Pengakuan Awal dan Pengukuran
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau utang dan pinjaman.
Entitas menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Pengakuan awal liabilitas keuangan dicatat pada nilai wajar, dalam hal utang dan pinjaman,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pada tanggal laporan
posisi keuangan, Entitas memiliki liabilitas keuangan.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Utang dan pinjaman diukur setelah pengakuan awal dengan metode harga perolehan
diamortisasi menggunakan tingkat bunga efektif.
Penghentian Pengakuan
Sebuah liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas yang ditetapkan
dalam kontrak tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dan pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda atau bila
persyaratan dan liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi.
3) Lainnya
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai bersihnya disajikan
dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas
keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada akhir periode
pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian yang diizinkan oleh PSAK 113 seperti dengan mengacu
pada transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arm's length transaction);
11
Page 22
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
mengacu kepada nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama; analisa
arus kas yang didiskonto atau model penilaian lainnya.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada akhir periode
pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
2. d. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas mencakup kas, bank, dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam
waktu tiga bulan atau kurang.
2. e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dari piutang Kredit Pemilikan Rumah dan penempatan pada deposito diakui
secara akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal dan tingkat bunga yang berlaku yang
memperhitungkan hasil efektif aset tersebut.
Pendapatan denda keterlambatan diakui pada saat diterima oleh Entitas dan beban diakui pada saat
terjadinya secara akrual.
2. f. Pajak Penghasilan
EBA berbentuk Surat Partisipasi adalah subjek pajak yang diperlakukan sebagai persekutuan,
kongsi atau firma. Objek pajak penghasilan Entitas diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal
Pajak No. KEP-147/PJ/2003 Tanggal 13 Mei 2003 tentang Pajak Penghasilan atas penghasilan yang
diterima atau diperoleh Entitas dan para investornya, serta ketentuan pajak yang berlaku. Objek
pajak penghasilan terbatas hanya pada penghasilan yang diterima oleh Entitas. Sedangkan
pembayaran imbal hasil yang dibayarkan Entitas kepada Pemegang EBA dengan arus kas tetap
merupakan objek pajak penghasilan final.
Perhitungan pajak penghasilan Entitas mengikuti ketentuan pajak penghasilan badan. Sementara
imbal hasil yang dibayarkan kepada para pemegang EBA dengan arus kas tidak tetap bukan
merupakan objek pajak.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh dikurangi
dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan pada periode yang
bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan tidak diakui karena tidak terdapat perbedaan temporer yang berdampak terhadap
pengakuan aset atau liabilitas tangguhan.
Beban pajak penghasilan terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak final yang dicatat dalam laporan
laba rugi. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto dari aktivitas operasi kena
pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak penghasilan final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan laba
12
Page 23
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak diakui
adanya aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda
dengan dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau
liabilitas pajak tangguhan.
Pajak penghasilan tidak final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit dari aktivitas operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul
dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer boleh dikurangkan
serta rugi fiskal yang belum terkompensasi, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan.
Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (apabila ada) disajikan di dalam laporan posisi keuangan atas
dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
2. g. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai adalah
sesuai dengan yang diatur dalam PSAK No. 224 “Pengungkapan pihak-pihak berelasi“.
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Entitas (sebagai entitas pelapor), yang
meliputi:
a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana
entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor;
13
Page 24
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (a); atau
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2014 Pasal 13, diatur bahwa Penerbit dilarang
memiliki hubungan berelasi dengan Kreditur Asal, Bank Kustodian, dan/atau Wali Amanat; serta
Kreditur Asal dilarang memiliki hubungan berelasi dengan Bank Kustodian dan/atau Wali Amanat,
kecuali hubungan berelasi yang terjadi kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah, baik
langsung maupun tidak langsung.
Semua transaksi dan saldo atas dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, apakah yang
dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi normal yang sama dengan pihak yang
tidak berelasi, diungkapkan dalam laporan keuangan.
2. h. Sumber Estimasi Ketidakpastian dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting
Penyusunan laporan keuangan EBA-SP mengharuskan Penerbit dan Bank Kustodian untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari
pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir
periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan
berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan
liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. EBA-SP mendasarkan asumsi dan
estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi utama
berkaitan dengan masa mendatang serta sumber utama ketidakpastian estimasi lain pada tanggal
laporan posisi keuangan, yang memiliki risiko signifikan menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku berikutnya.
1. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
sepanjang kegiatan usaha normal. EBA-SP mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan
tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian termasuk
penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal dari data pasar yang
bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak
tersedia, pertimbangan Penerbit dan Bank Kustodian diperlukan untuk menentukan nilai wajar.
Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan masukan model seperti volatilitas
untuk transaksi derivatif yang berjangka waktu panjang dan tingkat diskonto, tingkat pelunasan
dipercepat, dan asumsi tingkat gagal bayar.
14
Page 25
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh Penerbit dan Bank Kustodian dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi EBA-SP yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas. Berdasarkan PSAK 239 yang sesuai dengan kebijakan akuntansi EBA-SP
SMF-BMRI01 seperti diungkapkan pada Catatan 2.c.
Klasifikasi aset keuangan dalam PSAK 239 dapat diukur melalui biaya perolehan diamortisasi,
nilai wajar penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
Aset keuangan diukur melalui biaya perolehan diamortisasi meliputi kas, giro pada bank, efek-
efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, pinjaman yang diberikan dan pembiayaan/piutang
Syariah, pendapatan bunga dan marjin yang masih akan diterima, tagihan akseptasi, efek,
dan aset lain-lain;
Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain meliputi efek-
efek dan penyertaan saham;
Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (FTVPL) meliputi aset keuangan
dalam kelompok diperdagangkan dan tagihan derivative tidak terkait lindung nilai.
3. Kas Dan Setara Kas
Akun ini merupakan rekening giro milik Entitas yang terdapat di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang dikelola oleh Bank Kustodian per 31 Desember 2024
dan 2023 dengan rincian sebagai berikut:
Bank 2024 2023
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Rekening Koleksi 1.799.198.252 3.492.349.354
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Pokok 2.582.948.292 2.737.761.152
Rekening Bunga 334.393.212 673.304.448
Rekening Pajak 3.668.086.705 2.943.592.061
Rekening Koleksi 177.633 -
Jumlah Kas dan Setara Kas 8.384.804.094 9.847.007.015
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
4. Rekening Titipan
Rekening Titipan merupakan rekening-rekening yang terdapat di BRI yang dibentuk oleh pihak
Pendukung Kredit dan Kreditur Asal. Saldo rekening titipan per 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
sebagai berikut:
2024 2023
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Dana Cadangan 61.452.522 374.603.792
Rekening Dana Transisi Penyedia Jasa 124.882.918 123.885.458
Jumlah Rekening Titipan 186.335.440 498.489.250
15
Page 26
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rekening dana cadangan adalah jumlah dana yang tersedia di dalam rekening koran. Apabila terdapat
perbedaan dengan nilai dana cadangan di utang lain-lain (Catatan 9), maka selisih tersebut adalah dana
cadangan yang belum dipulihkan kembali ke rekening dana cadangan.
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
5. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah merupakan aset Kredit Pemilikan Rumah yang dibeli dari PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk berdasarkan Akta Jual Beli No. 21 tanggal 11 November 2016 antara Penerbit
(“SMF”) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Jumlah piutang secara terus menerus akan menurun sesuai dengan pelunasan pokok utang dari Kredit
Pemilikan Rumah yang dilakukan oleh para Debitur dengan saldo per 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Piutang Kredit Kepemilikan Rumah 28.505.570.180 53.316.876.079
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 221.012.921 290.267.033
Jumlah - Bersih 28.284.557.259 53.026.609.046
Rincian Piutang KPR berdasarkan tingkat kolektibilitas yaitu:
2024 2023
Kolektabilitas 1 (Lancar) 22.105.517.280 42.921.489.587
Kolektabilitas 2 (1 - 90 hari) 1.642.591.772 4.256.130.617
Kolektabilitas 3 (91 - 120 hari) 311.752.763 174.099.338
Kolektabilitas 4 (121 - 180 hari) 141.340.227 218.956.157
Kolektabilitas 5 (>180 hari) 4.304.368.138 5.746.200.380
28.505.570.180 53.316.876.079
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 221.012.921 290.267.033
Jumlah - Bersih 28.284.557.259 53.026.609.046
Rincian piutang KPR berdasarkan sisa waktu jatuh tempo (Remained Term to Maturity – RTM) yaitu:
2024 2023
Hingga 1 tahun 5.498.569.347 5.559.747.235
1 - 2 tahun 14.915.421.440 13.515.904.642
2 - 3 tahun 6.184.546.788 24.952.475.574
3 - 4 tahun 618.228.922 8.419.347.744
4 - 5 tahun - 869.400.884
Lebih dari 5 tahun 1.288.803.683 -
28.505.570.180 53.316.876.079
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 221.012.921 290.267.033
Jumlah - Bersih 28.284.557.259 53.026.609.046
16
Page 27
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian yang dibentuk telah memadai
untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang usaha.
Perubahan cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang kredit kepemilikan rumah merupakan
pemulihan yang diakibatkan dari nilai RTM tidak lebih dari 4 tahun, sebagai berikut:
2024 2023
Saldo Awal 290.267.033 102.816.372
Penambahan (Pengurangan) (69.254.112) 187.450.661
Saldo Akhir 221.012.921 290.267.033
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
6. Utang Bunga
Utang bunga merupakan bunga terutang kepada Pemegang Sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk
Surat Partisipasi Kelas A per 31 Desember 2024 dan 2023 sebesar nihil dan Rp132.512.881.
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
7. Biaya yang Masih Harus Dibayar
Akun ini merupakan biaya yang masih harus dibayar per 31 Desember 2024 dan 2023 dengan rincian
sebagai berikut :
2024 2023
Jasa Penyedia Jasa 78.399.569 113.965.332
Jasa Audit 110.000.000 110.000.000
Jasa Kustodian 13.537.172 13.537.174
Jasa Pendukung Kredit 2.731.894 4.941.304
Jasa Wali Amanat 8.614.567 8.614.565
Jasa Penerbit 2.048.920 3.705.979
Jasa Agen Pembayar 3.800.544 1.025.543
Jumlah Biaya yang Masih Harus Dibayar 219.132.666 255.789.897
Lihat Catatan 17, pihak berelasi
8. Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A
Utang sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas A merupakan instrumen keuangan
bersifat liabilitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas A.
Utang ini dikenakan bunga sebesar 8,6% per tahun untuk pemegang sertifikat kelas A1 dan 9,10%
per tahun untuk pemegang sertifikat kelas A2.
17
Page 28
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian utang sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas A2 per 31 Desember 2024
dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Dapen Bank Mandiri - 6.114.959.974
Dapen Bank Mandiri Dua - 2.839.088.560
Dapen Telkom - 1.528.739.994
Koperasi Kesehatan Pegawai
& Pensiunan Bank Mandiri - 1.528.739.994
PT Bank Mandiri Taspen Pos - 1.091.957.139
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
Bank Rakyat Indonesia - 917.243.996
Dapen Bank Mandiri Satu - 436.782.855
Dapen Bank Mandiri Tiga - 436.782.855
Dapen Otoritas Jasa Keuangan - 218.391.427
Dapen Bank Tabungan Negara - 218.391.427
Dapen Bank Mandiri Empat - 87.356.571
Jumlah Utang Sertifikat Kelas A2 - 15.418.434.792
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
9. Utang Lain-Lain
Utang lain-lain merupakan akun yang digunakan untuk mencatat dana cadangan dari Pendukung
Kredit dan dana transisi penyedia jasa dari Penyedia Jasa per 31 Desember 2024 dan 2023 dengan
rincian sebagai berikut:
2024 2023
Dana cadangan - Pendukung Kredit 127.611.786 490.793.055
Dana transisi - Penyedia Jasa 124.882.918 123.885.457
Jumlah Utang Lain-lain 252.494.704 614.678.512
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
10. Sertifikat EBA-SP Kelas B
Sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B merupakan instrumen bersifat ekuitas
kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B, dimana
pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Menutup kekurangan, bila ada, untuk keperluan pajak, biaya-biaya senior atau jasa pendukung,
imbalan jasa penyedia jasa, bunga EBA kelas A.
b. Pokok EBA kelas A sampai dibayar penuh seluruhnya.
c. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sesuai dengan jumlah maksimum ambang batas
rekening cadangan
18
Page 29
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian setoran Sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B per 31 Desember
2024 dan 2023 dengan rincian pemegang EBA-SP sebagai berikut:
2024 2023
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 14.074.111.317 25.000.000.000
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 18.500.134.976 18.500.134.976
Jumlah Utang Sertifikat Kelas B 32.574.246.293 43.500.134.976
Bunga Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B, dibayarkan kepada pemegang sertifikat
yang pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Pajak
b. Biaya-biaya senior
c. Bunga EBA kelas A
d. Imbalan jasa penyedia jasa
e. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang batas
rekening cadangan
f. Menutup tagihan yang tertunggak selama 3 periode dan tagihan tertunggak yang belum
tergantikan
g. Pembayaran kembali rekening koleksi pokok yang digunakan untuk menutup kekurangan
pembayaran bunga
h. Imbalan jasa pendukung kredit
i. Hasil investasi atas dana dalam rekening cadangan kepada pendukung kredit
j. Membayar biaya pendukung kredit atas tiap jumlah yang dikeluarkan dari rekening cadangan
umum melebihi jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan
k. Biaya-biaya junior
Bunga Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Kelas B untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp2.997.830.694 dan
Rp4.054.305.262.
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
11. Pendapatan Investasi
Pendapatan investasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pendapatan Bunga
Bunga KPR 4.993.205.170 8.967.772.668
Bunga Jasa Giro 52.880.609 60.510.025
Bunga Deposito - 17.001.644
5.046.085.779 9.045.284.337
Pendapatan Denda Keterlambatan 54.496.151 90.007.525
Jumlah Pendapatan Investasi 5.100.581.930 9.135.291.862
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
19
Page 30
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
12. Beban Bunga EBA Kelas A
Beban bunga Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Kelas A untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp407.472.801 dan
Rp3.028.903.317.
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
13. Beban Jasa Penunjang
Beban Jasa Penunjang untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Jasa Penyedia Jasa 497.152.471 707.652.091
Jasa Kustodian 146.519.999 146.520.000
Jasa Audit 160.000.001 160.000.000
Jasa Wali Amanat 93.240.001 93.240.000
Jasa Pemeringkat 83.250.000 83.250.000
Jasa Pendukung Kredit 41.184.033 68.721.392
Jasa Penerbit 30.888.021 51.541.041
Jasa Listing 27.750.000 27.785.714
Jasa Registrar 11.100.000 11.100.000
Jasa Agen Pembayar 11.100.000 11.100.000
Jumlah Beban Jasa Penunjang 1.102.184.526 1.360.910.238
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
14. Beban Investasi - Lain-lain
Akun ini merupakan biaya administrasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 dan 2023 dengan rincian sebagai berikut:
2024 2023
Beban Jasa Iklan 22.505.472 22.505.472
Beban Transaksi 709.300 807.200
Materai 40.000 10.000
Jumlah Beban Lain-lain 23.254.772 23.322.672
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
15. Beban (Pemulihan) Piutang KPR
Akun ini merupakan beban (pemulihan) kerugian kredit ekspektasian atas piutang KPR untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
(Rp69.254.112) dan Rp187.450.661.
20
Page 31
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
16. Perpajakan
a. Pajak Dibayar di Muka
Pajak dibayar di muka merupakan lebih bayar atas pajak penghasilan badan (PPh Pasal 28A) per
31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp146.229.177 dan Rp296.799.844.
Entitas menerima Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-
00152/SKPPKP/KPP.3010/2024 tanggal 28 Juni 2024 tentang Pengembalian Pendahuluan
Kelebihan Pembayaran Pajak sebesar Rp296.799.844 atas masa Pajak 2023.
b. Utang Pajak
Rincian Utang Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 per 31 Desember 2024 dan 2023 sebesar
Rp62.791.855 dan Rp83.693.251.
c. Pajak Kini
Taksiran pajak penghasilan untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Laba bersih sebelum pajak 3.636.923.943 4.534.704.974
Beda Temporer:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (69.254.112) (187.450.661)
Beda tetap:
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (52.880.609) (77.511.670)
Biaya mendapat, menagih, memelihara
penghasilan yang pajaknya bersifat final 709.300 807.200
(121.425.421) (264.155.131)
Laba/(rugi) kena pajak 3.515.498.522 4.270.549.843
Laba/(rugi) kena pajak - dibulatkan 3.515.498.000 4.270.549.000
Beban Pajak Penghasilan:
Dengan fasilitas 363.915.915 268.496.964
Tanpa fasilitas 45.577.728 485.005.292
Beban Pajak Penghasilan 409.493.643 753.502.256
Kredit Pajak Penghasilan (555.722.820) (1.050.302.100)
Taksiran Kurang/(Lebih) Bayar Pajak Badan (146.229.177) (296.799.844)
d. Aset Pajak Tangguhan
Rincian aset pajak tangguhan per 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024
Dikreditkan
(Dibebankan)
Saldo awal ke Laba Rugi Saldo akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 63.858.748 (15.235.905) 48.622.843
Jumlah Aset/(Liabilitas)
Pajak Tangguhan 63.858.748 (15.235.905) 48.622.843
21
Page 32
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2023
Dikreditkan
(Dibebankan)
Saldo awal ke Laba Rugi Saldo akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 22.619.602 41.239.145 63.858.748
Jumlah Aset/(Liabilitas)
Pajak Tangguhan 22.619.602 41.239.145 63.858.748
17. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi
Kepemilikan : EBA-SP berelasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk, karena dimiliki oleh Negara Republik
Indonesia. Namun, secara aktivitas operasional masing-masing pihak bebas
mandiri (independen).
Pemegang : Dana Pensiun Bank Mandiri, Dana Pensiun Telkom, PT Bank Mandiri Taspen
Sertifikat Kelas Pos, Dapen Bank Mandiri Tiga, Dapen Otoritas Jasa Keuangan, Koperasi
A dan Kelas B Kesehatan Pegawai & Pensiunan Bank Mandiri, Dapen Bank Mandiri Empat,
Dapen Bank Mandiri Satu, Dapen Bank Mandiri Dua, Dapen Bank Tabungan
Negara, Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat Indonesia
Jenis transaksi : Pihak Berelasi Sifat Hubungan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Jasa Penyedia Jasa
PT Sarana Multigriya Finansial Jasa Manajemen/Penerbit, Jasa
(Persero) Pendukung Kredit
PT Bank Rakyat Indonesia Wali Amanat
(Persero) Tbk
Rincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi pada laporan keuangan per
31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Kas dan Setara Kas 8.384.626.461 9.847.007.015
Rekening Titipan 186.335.440 498.489.250
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 28.284.557.259 53.026.609.046
Biaya yang Masih Harus Dibayar 83.180.383 122.612.615
Utang Lain-lain 252.494.704 614.678.512
Sertifikat EBA-SP Kelas B 32.574.246.293 43.500.134.976
22
Page 33
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah transaksi dengan pihak berelasi pada laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir 31
Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pendapatan Investasi- Bunga 4.993.205.170 8.967.772.668
Beban Investasi-Bunga EBA Kelas A 407.472.801 3.028.903.317
Beban Investasi-Jasa Penunjang 569.224.525 827.914.524
Beban Investasi-Beban lain-lain 709.300 807.200
Pembayaran Jasa Penunjang 570.669.576 789.927.344
18. Manajemen Risiko Keuangan
a. Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah potensi kerugian yang terjadi karena tidak terbayarnya kewajiban pokok dan
bunga yang menjadi hak pemegang EBA-SP kelas A. Kumpulan Tagihan yang disekuritisasi
merupakan portofolio tagihan kredit perumahan, sehingga terdapat potensi kerugian apabila
terjadi kegagalan pembayaran angsuran dari Debitur KPR. Dengan demikian sumber utama dari
risiko kredit adalah kemauan dan kemampuan dari Debitur KPR untuk memenuhi kewajibannya.
Dalam hal telah terjadi tagihan macet, maka terdapat potensi kerugian yang mungkin timbul
karena hasil likuidasi Properti Dibiayai tidak dapat memenuhi sisa liabilitas terutang Debitur.
b. Konsentrasi Geografis atas Properti Dibiayai
Risiko ini terjadi apabila Properti Dibiayai terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu. Apabila
daerah tersebut mengalami bencana alam atau perubahan kondisi geografis yang menyebabkan
penurunan nilai ekonomis dari Properti Dibiayai, maka terdapat potensi kerugian apabila Debitur
KPR wanprestasi dan hasil likuidasi penjualan Properti Dibiayai tidak mencukupi sisa kewajiban
terutang.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang terjadi karena ketidakmampuan melakukan
penjualan kembali EBA-SP kelas A di pasar sekunder. Selain itu, risiko likuiditas bagi Entitas
adalah risiko kerugian yang timbul karena Entitas tidak memiliki arus kas yang cukup untuk
memenuhi liabilitasnya. Rasio Likuiditas Entitas per 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Liabilitas keuangan
Utang Bunga - 132.512.881
Biaya yang Masih Harus Dibayar 219.132.666 255.789.897
Utang Lain-lain 252.494.704 614.678.512
Utang Sertifikat EBA-SP - 15.418.434.792
471.627.370 16.421.416.082
Aset keuangan
Kas dan Setara Kas 8.384.804.094 9.847.007.015
Rekening Titipan 186.335.440 498.489.250
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 28.284.557.259 53.026.609.046
36.855.696.793 63.372.105.311
Surplus/(Defisit) 36.384.069.423 46.950.689.229
23
Page 34
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah potensi kerugian yang terjadi karena perubahan harga EBA-SP SMF-BMRI01
kelas A dalam perdagangan di pasar sekunder. Besarnya kerugian risiko pasar direalisasikan
pada saat terjadi penjualan oleh pemegang EBA-SP SMF-BMRI01 kelas A atau pada periode
penutupan tahun buku.
e. Risiko Pelunasan Dipercepat (Prepayment Risk)
Prepayment risk atau risiko pelunasan lebih awal adalah potensi pemegang EBA-SP SMF-
BMRI01 kelas A kehilangan kesempatan mendapatkan pendapatan bunga karena pembayaran
pokok yang dipercepat oleh Debitur KPR, dan pelaksanaan opsi Clean-up Call oleh penyedia jasa.
f. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah potensi kerugian yang terjadi karena kelemahan aspek-aspek yuridis di
dalam perjanjian, pelaksanaan likuidasi jaminan dan penatausahaan EBA-SP SMF-BMRI01 kelas
A, termasuk sehubungan adanya perselisihan di antara para pihak yang terlibat dalam transaksi
sekuritisasi EBA-SP SMF-BMRI01 kelas A.
g. Risiko Operasional
Risiko Operasional adalah potensi kerugian yang terjadi karena kegagalan ataupun kesalahan
sistem dan prosedur dalam melakukan penatausahaan EBA-SP SMF-BMRI01 yang dilakukan
oleh Penerbit, Wali Amanat, Bank Kustodian dan Penyedia Jasa.
19. Nilai Wajar Liabilitas Keuangan
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
keuangan yang tercatat pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dengan rincian sebagai berikut:
2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 8.384.804.094 8.384.804.094
Rekening Titipan 186.335.440 186.335.440
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 28.284.557.259 28.284.557.259
Jumlah 36.971.782.347 36.971.782.347
Liabilitas Keuangan
Biaya yang Masih Harus Dibayar 219.132.666 219.132.666
Utang Lain-lain 252.494.704 252.494.704
Jumlah 471.627.370 471.627.370
24
Page 35
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 9.847.007.015 6.354.657.661
Rekening Titipan 498.489.250 498.489.250
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 53.026.609.046 55.907.097.814
Piutang Bunga - 602.247.308
Jumlah 63.372.105.311 63.362.492.033
Liabilitas Keuangan
Utang Bunga 132.512.881 132.512.881
Biaya yang Masih Harus Dibayar 255.789.897 255.789.897
Utang Lain-lain 614.678.512 614.678.512
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A2 15.418.434.792 15.471.059.914
Jumlah 16.421.416.082 16.474.041.204
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dan setiap
golongan instrumen keuangan Entitas:
a. Kas dan Setara Kas serta Rekening Titipan
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo
dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah mencerminkan
nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
b. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah dilakukan penilaian kembali atas nilai wajarnya menggunakan
pendekatan pendapatan, dimana terdapat penurunan nilai dan nilai tercatat.
c. Piutang Bunga
Piutang bunga merupakan piutang bunga yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan
sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan
tersebut.
d. Utang Bunga, Biaya yang Masih Harus Dibayar, Utang Lain-Lain
Seluruh kewajiban keuangan diatas merupakan kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo
dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan
nilai wajar dari liabilitas keuangan tersebut.
e. Utang Sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A
Utang sertifikat Efek Beragun Aset Surat Partisipasi kelas A dinilai dengan menggunakan model
penilaian yang dilakukan oleh lembaga penilai surat berharga independen, dengan harga bersih
A2 per 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebesar 0% dan 103,485295%
20. Perjanjian dan Kejadian Penting
a. Perjanjian Induk Sekuritisasi Tagihan KPR PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tanggal 14 Juni 2016
antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Kreditur Asal dan Penyedia Jasa, PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) selaku Penerbit dan Pendukung Kredit, dan PT Bank Rakyat
25
Page 36
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali Amanat dan Bank Kustodian. Masing-masing pihak
menerangkan bahwa:
1) Kreditur Asal adalah bank yang mempunyai ijin usaha dengan kegiatan utamanya antara lain
memberikan kredit untuk pembelian properti dan kredit konsumtif beragun properti, dan
kreditur asal telah membuat perjanjian kredit dengan para nasabahnya ("Debitur").
2) Kreditur Asal bermaksud melakukan sekuritisasi dalam jumlah sebanyak-banyaknya
Rp500.000.000.000 (lima ratus miliar Rupiah) atas tagihan-tagihan milik Kreditur asal
terhadap para Debiturnya.
3) Penerbit, Wali Amanat, Bank Kustodian dan Pendukung Kredit setuju terlibat dalam transaksi
sekuritisasi sesuai dengan fungsinya masing-masing.
b. Perjanjian Penyediaan Jasa tanggal 25 Juli 2016 antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
selaku Wali Amanat dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Penyedia Jasa menerangkan
bahwa peran PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai penyedia jasa (servicer) dalam transaksi
EBA-SP-SMF-BMRI01 antara lain:
1) Mengumpulkan pembayaran pokok dan bunga dari Debitur ke dalam Rekening EBA-SP yang
dibuka di Penyedia Jasa atas nama EBA-SP-SMF-BMRI01 dan tiap bulan mentransfer dana
yang terkumpul dalam Rekening EBA-SP-SMF-BMRI01 ke Rekening Koleksi yang dibuka di
Bank Kustodian.
2) Jika terjadi Penurunan Peringkat Penyedia Jasa berdasarkan evaluasi Lembaga Pemeringkat,
maka Penyedia Jasa berkewajiban untuk mentransfer dana yang terkumpul dalam Rekening
EBA-SP-SMF-BMRI01 ke Rekening Koleksi secara harian.
3) Bertindak selaku kuasa dari Wali Amanat dan/atau Bank Kustodian yang merepresentasikan
kepentingan para Pemegang EBA-SP akan menyimpan Dokumentasi Kredit dengan baik dan
aman, menyediakan jasa, mengatur dan mengumpulkan tagihan dengan baik, tertib, dan
profesional, serta dalam menjalankan tugasnya diperlakukan sama dengan tagihan yang
dimiliki Penyedia Jasa.
4) Mengelola kebijakan asuransi yang berkaitan dengan Kumpulan Tagihan yang dialihkan
kepada Bank Kustodian, baik asuransi jiwa maupun asuransi kebakaran, termasuk menerima
pembayaran dari klaim asuransi.
5) Mengirimkan laporan bulanan yang disebut Sertifikat Penyedia Jasa kepada Penerbit, Bank
Kustodian, Wali Amanat, Pendukung Kredit dan Lembaga Pemeringkat.
6) Jika terjadi gagal bayar/wanprestasi oleh Debitur, maka Penyedia Jasa melakukan
pendaftaran/balik nama Hak Tanggungan ke atas nama Wali Amanat (bilamana diperlukan
dalam rangka eksekusi terhadap Properti Dibiayai) dan melakukan eksekusi terhadap agunan
kredit (Properti Dibiayai).
c. Perjanjian Pendukung Kredit tanggal 26 Juli 2016 antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menerangkan bahwa, PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) bersedia bertindak sebagai Pendukung Kredit dalam transaksi penerbitan EBA-SP
dengan menyediakan dana tidak kurang dari jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan
ke dalam rekening cadangan. Dana tersebut wajib disetorkan oleh Pendukung Kredit ke dalam
rekening cadangan paling lambat pada tanggal penutupan.
d. Perjanjian Penjaminan Emisi Efek tanggal 28 Juli 2016 antara PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero), PT Mandiri Sekuritas dan PT CIMB Securities Indonesia tentang penunjukan PT Mandiri
Sekuritas dan PT CIMB Securities Indonesia sebagai Penjamin Emisi Efek oleh Penerbit.
26
Page 37
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
e. Surat penunjukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebagai penyedia jasa Wali Amanat
terkait Sekuritisasi EBA-SP KPR Bank Mandiri PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
No. S-812/DIR/SMF/VI/2016 yang menerangkan ruang lingkup pekerjaan Wali Amanat.
f. Surat penunjukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebagai penyedia jasa Bank
Kustodian terkait Sekuritisasi EBA-SP KPR Bank Mandiri PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
No. S813/DIR/SMF/VI/2016 yang menerangkan ruang lingkup pekerjaan Bank Kustodian.
21. Reklasifikasi Akun
Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut,
telah reklasifikasi untuk mengikuti penyajian laporan keuangan tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Rincian reklasifikasifikasi akun-akun tersebut adalah
sebagai berikut:
2024
Sebelum Sesudah
Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain
Biaya Jasa Penunjang:
Jasa iklan Laporan Keuangan 22.505.472 -
Materai 40.000 -
Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain
Beban Lain-lain - 22.545.472
22. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Sampai dengan tanggal penyajian laporan keuangan, tidak terdapat peristiwa setelah tanggal
pelaporan yang signifikan.
23. Tanggung Jawab dan Penerbitan Laporan Keuangan
Penerbit dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang
diselesaikan pada tanggal 27 Maret 2025.
27
Names mentioned 29 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Arif
p.2 ×4
unresolved
person
Executive Vice
· Direktur
p.2
unresolved
person
Vice
· Direktur
p.2
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.15 ×2
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.15
unresolved
org
Bank Mandiri Dua
p.28 ×2
unresolved
org
Koperasi Kesehatan Pegawai
p.28
unresolved
org
PT Bank Mandiri Taspen
p.28
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat Indonesia
p.28 ×2
unresolved
org
Bank Mandiri Satu
p.28 ×2
unresolved
org
Bank Mandiri Tiga
p.28 ×2
unresolved
org
Bank Mandiri Empat
p.28 ×2
unresolved
org
Dana Pensiun Bank Mandiri
p.32
unresolved
org
Dana Pensiun Telkom
p.32
unresolved
org
PT Bank Mandiri Taspen Sertifikat Kelas
p.32
unresolved
org
Koperasi A
p.32
unresolved
org
Wali Amanat (Persero) Tbk
p.32
unresolved
org
Indonesia (Persero) Tbk
p.36
unresolved
org
Bank Kustodian. Masing-masing
p.36
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.