Back to announcement
20250327_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31871882_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 36
Page 1
Nomor : S-0830/DIR/SMF/III/2025 Jakarta, 27 Maret 2025 Lampiran : 1 set Kepada Yth. Direksi PT Bursa Efek Indonesia Stock Exchange Building, Tower I Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190 U.P : Bapak I Gede Nyoman Yetna Setia, Direktur Penilaian Perusahaan Perihal : Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN07 Periode yang berakhir 31 Desember 2024 Berdasarkan Ketentuan III.1.1.5.1. Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi yang mengatur batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Interim, bersama ini kami sampaikan: 1. Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN07 periode yang berakhir 31 Desember 2024. 2. Copy bukti publikasi Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN07 periode yang berakhir 31 Desember 2024 yang diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2025 di harian berskala nasional Investor Daily. Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) Ditandatangani secara elektronik oleh : Ditandatangani secara elektronik oleh : Heliantopo Harya Narendra Direktur Bisnis Kepala Divisi Manajemen Kredit "Layanan Pengaduan Pemangku Kepentingan dan Whistle Blowing System: Apabila terdapat pegawai SMF yang menerima/meminta gratifikasi dan suap dapat dilaporkan melalui https://wbs.smf-indonesia.co.id/ dan/atau terdapat keluhan dapat disampaikan melalui surat elektronik stakeholder.care@smf-indonesia.co.id."
Page 2
13 IKLAN KAMIS, 27 MARET 2025
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK MANDIRI 01 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 06
(EBA-SP SMF-BMRI01) (EBA-SP SMF-BTN06)
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2024 2023 2024 2023 2024 2023 2024 2023
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 8.384.804.094 9.847.007.015 Bunga 5.046.085.779 9.045.284.337 Kas dan Setara Kas 45.416.395.544 46.000.248.337 Pendapatan Bunga 32.605.414.769 44.810.641.474
Rekening Titipan 186.335.440 498.489.250 Denda Keterlambatan 54.496.151 90.007.525 Rekening Titipan 1.539.196.661 4.402.418.074 Pendapatan Denda Keterlambatan 565.361.505 698.483.378
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 28.284.557.259 53.026.609.046 Jumlah Pendapatan Investasi 5.100.581.930 9.135.291.862 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 174.264.760.185 249.936.468.539 Jumlah Pendapatan Investasi 33.170.776.274 45.509.124.852
Pajak Dibayar di Muka 146.229.177 296.799.844 Piutang Bunga 80.156.712 -
Beban Investasi
Aset Pajak Tangguhan 48.622.843 63.858.748 Piutang Lain-lain 125.607.414 1.427.951.512 Beban Investasi
Bunga EBA Kelas A 407.472.801 3.028.903.317
Pajak Dibayar di Muka 546.569.577 546.569.577
Jumlah Aset 37.050.548.813 63.732.763.903 Beban Jasa Penunjang 1.102.184.526 1.360.910.238 Beban Bunga Kelas A 11.449.555.456 17.516.765.722
Aset Pajak Tangguhan 240.228.004 180.091.965
Beban Lain-lain 23.254.772 23.322.672 Beban Jasa Penunjang 9.117.982.042 11.855.017.047
Liabilitas dan Aset Bersih Jumlah Aset 222.212.914.097 302.493.748.004 Beban Penyisihan Piutang 273.345.631 363.342.404
Jumlah Beban Investasi 1.532.912.099 4.413.136.227
Liabilitas Liabilitas dan Aset Bersih Lain-lain 246.595.431 12.864.000
Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Utang Bunga - 132.512.881 Liabilitas Jumlah Beban Investasi 21.087.478.560 29.747.989.173
Penyisihan (Pemulihan) Piutang KPR (69.254.112) 187.450.661
Utang Pajak 62.791.855 83.693.251 Utang Bunga Kelas A 835.690.768 1.352.919.786
Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain (69.254.112) 187.450.661
Biaya yang Masih Harus Dibayar 219.132.666 255.789.897 Utang Pajak 1.477.780.820 317.778.046 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 12.083.297.714 15.761.135.679
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A - 15.418.434.792 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.636.923.943 4.534.704.974 Biaya yang Masih Harus Dibayar 1.041.111.280 1.519.900.349
Utang Lain-lain 252.494.704 614.678.512 Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 132.241.176.448 214.088.405.556
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Pajak Kini (409.493.643) (753.502.256) Utang Lain-lain 3.044.788.990 4.402.418.074
Jumlah Liabilitas 534.419.225 16.505.109.333 Pajak Kini (2.431.114.958) (3.296.990.520)
Pajak Tangguhan (15.235.905) 41.239.145 Jumlah Liabilitas 138.640.548.306 221.681.421.811 Pajak Tangguhan 60.136.039 79.935.329
Aset Bersih Jumlah (Manfaat)/Beban Pajak Aset Bersih Jumlah Beban Pajak Penghasilan (2.370.978.919) (3.217.055.191)
Penghasilan (424.729.548) (712.263.111) Sertifikat EBA-SP Kelas B 54.266.543.015 54.266.543.015
Sertifikat EBA-SP Kelas B 32.574.246.293 43.500.134.976 Laba Tahun Berjalan 9.712.318.795 12.544.080.488
Saldo Laba 3.941.883.295 3.727.519.594 Laba Periode Berjalan 3.212.194.395 3.822.441.863 Saldo Laba 29.305.822.776 26.545.783.178
Jumlah Aset Bersih 36.516.129.588 47.227.654.570 Penghasilan Komprehensif Lain - - Jumlah Aset Bersih 83.572.365.791 80.812.326.193 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 37.050.548.813 63.732.763.903 Laba Komprehensif Periode Berjalan 3.212.194.395 3.822.441.863 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 222.212.914.097 302.493.748.004 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 9.712.318.795 12.544.080.488
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset 2024 2023 Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset 2024 2023
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2023 43.500.134.976 3.962.162.925 47.462.297.901 Saldo Per 1 Januari 2023 54.266.543.015 21.056.353.282 75.322.896.297
Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 24.880.560.011 42.454.138.645 Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 75.398.362.723 100.136.369.790
Penyesuaian - (2.779.932) (2.779.932) Penerimaan bunga dan denda keterlambatan 4.978.447.209 90.007.525 Penerimaan bunga dan denda KPR 33.302.795.716 44.616.017.036
Dividen/Bunga Sertifikat
Saldo Per 1 Januari 2023 Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 52.880.609 77.511.669 Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 1.090.167.944 940.181.788
Penerimaan restitusi pajak - (19.476.411) Pembayaran jasa penunjang (9.596.771.111) (12.893.752.842)
setelah penyesuaian 43.500.134.976 3.959.382.993 47.459.517.969 Kelas B (Catatan 12) - (7.054.650.592) (7.054.650.592)
Pembayaran jasa penunjang (1.138.841.757) (1.424.924.695) Pembayaran pajak (1.271.112.184) (4.423.368.931)
Distribusi EBA-SP Kelas B Pembayaran pajak (279.824.372) (810.069.098) Pembayaran lain-lain (246.595.431) (1.381.412.119)
(Catatan 10) - (4.054.305.262) (4.054.305.262) Pembayaran lain-lain (23.254.772) (807.200) Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 12.544.080.488 12.544.080.488
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Laba Komprehensif Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 98.676.847.657 126.994.034.722
Saldo Per 31 Desember 2023 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193
Periode Berjalan - 3.822.441.863 3.822.441.863 Aktivitas Operasi 28.469.966.928 40.366.380.435
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Saldo Per 31 Desember 2023 43.500.134.976 3.727.519.594 47.227.654.570 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pembayaran pokok EBA-SP Kelas A (81.847.229.108) (101.913.015.586)
Pembayaran pokok utang EBA-SP Kelas A (15.418.434.792) (34.893.715.250) Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (11.966.784.474) (18.160.799.361)
Saldo Per 1 Januari 2024 43.500.134.976 3.727.519.594 47.227.654.570 Pembayaran pokok utang EBA-SP Kelas B (10.925.888.683) - Pembayaran distribusi kepada pemegang
Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A (539.985.682) (3.328.795.414) Saldo Per 1 Januari 2024 54.266.543.015 26.545.783.178 80.812.326.193
Distribusi EBA-SP Kelas B EBA-SP Kelas B (6.952.279.197) (7.054.650.592)
Pembayaran bunga EBA-SP Kelas B (2.997.830.694) (4.057.085.194) Pembayaran Utang Lain-lain 1.505.592.329 (5.507.293.151)
(Catatan 10) - (2.997.830.694) (2.997.830.694) Penerimaan/(pembayaran) utang lain-lain (50.029.998) 47.254.999 Dividen/Bunga Sertifikat
Pembayaran Pokok Sertifikat Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Kelas B (10.925.888.683) - (10.925.888.683) Kelas B (Catatan 12) - (6.952.279.197) (6.952.279.197) Aktivitas Pendanaan (99.260.700.450) (132.635.758.690)
Aktivitas Pendanaan (29.932.169.849) (42.232.340.859)
Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (583.852.793) (5.641.723.968)
Laba Komprehensif Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.462.202.921) (1.865.960.424)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 9.712.318.795 9.712.318.795
Periode Berjalan - 3.212.194.395 3.212.194.395 Kas dan Setara Kas pada Awal Periode 9.847.007.015 11.712.967.439 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 46.000.248.337 51.641.972.305
Saldo Per 31 Desember 2024 32.574.246.293 3.941.883.295 36.516.129.588 Kas dan Setara Kas pada Akhir Periode 8.384.804.094 9.847.007.015 Saldo Per 31 Desember 2024 54.266.543.015 29.305.822.776 83.572.365.791 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 45.416.395.544 46.000.248.337
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Mandiri Nomor 1 Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Nomor
(“EBA-SP SMF-BMRI01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BMRI01 per 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus 06 (“EBA-SP SMF-BTN06”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN06 per 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus
kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 27 Maret 2025 Jakarta, 27 Maret 2025
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Tjandraningrum
Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Executive Vice President Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Vice President
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 07 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 08
(EBA-SP SMF-BTN07) (EBA-SP SMF-BTN08)
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2024 2023 2024 2023 2024 2023 2024 2023
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 19.676.042.316 17.495.781.465 Pendapatan Bunga 47.926.182.279 60.357.731.090 Kas dan Setara Kas 19.747.385.144 16.595.814.496 Pendapatan Bunga 66.867.712.332 39.093.633.814
Rekening Titipan 5.521.293.838 7.290.092.514 Pendapatan Denda Keterlambatan 446.992.133 446.624.049 Rekening Titipan 6.768.023.725 8.665.866.969 Pendapatan Denda Keterlambatan 594.860.214 350.501.375
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 286.224.132.719 372.821.515.460 Jumlah Pendapatan Investasi 48.373.174.412 60.804.355.139 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 440.308.674.754 542.014.983.613 Jumlah Pendapatan Investasi 67.462.572.546 39.444.135.189
Piutang Lain-lain 933.634.091 1.019.120.496 Piutang Lain-lain - 4.688.514.597
Beban Investasi Beban Investasi
Aset Pajak Tangguhan 130.768.970 53.407.521 Aset Pajak Tangguhan 178.743.841 513.519
Beban Bunga 23.408.691.079 31.163.717.384 Beban Bunga 30.823.008.336 9.625.720.005
Jumlah Aset 312.485.871.934 398.679.917.456 Beban Jasa Penunjang 23.870.752.760 18.370.453.298
Beban Jasa Penunjang 10.082.182.155 15.370.261.133 Jumlah Aset 467.002.827.464 571.965.693.194
Beban Lain-lain 23.758.173 252.900
Liabilitas dan Aset Bersih Beban Penyisihan Piutang 594.404.411 242.761.458
Liabilitas dan Aset Bersih Jumlah Beban Investasi 54.717.519.269 27.996.426.203
Liabilitas Beban Lain-lain 143.170.327 1.573.400
Liabilitas
Utang Bunga 263.124.662 357.271.363 Jumlah Beban Investasi 34.228.447.972 46.778.313.375 Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Utang Bunga 290.531.452 367.146.672 Penyisihan Piutang KPR (810.137.829) (2.334.175)
Utang Pajak 1.004.206.433 3.077.743.680 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 14.144.726.440 14.026.041.764 Utang Pajak 1.138.534.208 2.320.515.282
Biaya yang Masih Harus Dibayar 721.689.029 834.177.682 Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain (810.137.829) (2.334.175)
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan Biaya yang Masih Harus Dibayar 822.288.577 1.157.236.827
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 246.038.644.517 334.071.924.481 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 11.934.915.448 11.445.374.811
Pajak Kini (3.066.045.678) (3.112.064.120) Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 393.200.458.289 496.890.232.093
Utang Lain-lain 5.957.293.840 7.726.092.514
Pajak Tangguhan 77.361.449 53.407.521 Utang Lain-lain 6.768.023.725 8.699.169.869 Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Jumlah Liabilitas 253.984.958.481 346.067.209.720 Pajak Kini (2.685.544.400) (2.320.515.282)
Jumlah (Beban) Pajak Penghasilan (2.988.684.229) (3.058.656.599) Jumlah Liabilitas 402.219.836.251 509.434.300.743
Pajak Tangguhan 178.230.322 513.519
Aset Bersih Laba Tahun Berjalan 11.156.042.211 10.967.385.165 Jumlah Manfaat/(Beban)
Aset Bersih
Sertifikat EBA-SP Kelas B 47.500.001.416 47.500.001.416 Pajak Penghasilan (2.507.314.078) (2.320.001.763)
Penghasilan Komprehensif Lain - - Sertifikat EBA-SP Kelas B 55.200.020.055 55.200.020.055
Saldo Laba 11.000.912.037 5.112.706.320
Saldo Laba 9.582.971.158 7.331.372.396 Laba Tahun Berjalan 9.427.601.370 9.125.373.048
Jumlah Aset Bersih 58.500.913.453 52.612.707.736 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 11.156.042.211 10.967.385.165
Jumlah Aset Bersih 64.782.991.213 62.531.392.451 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 312.485.871.934 398.679.917.456 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 467.002.827.464 571.965.693.194 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 9.427.601.370 9.125.373.048
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH (Dalam Rupiah) LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023 Untuk Tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 dan 2023
2024 2023
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset Arus kas dari Aktivitas Operasi Sertifikat Saldo Laba Jumlah Aset
Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 86.002.978.330 98.308.179.078 2024 2023
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 48.343.896.092 60.017.957.481
Arus kas dari Aktivitas Operasi:
Saldo Per 1 Januari 2023 47.500.001.416 416.583.676 47.916.585.092 Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 709.169.136 530.520.820 Saldo Per Tanggal Efektif - - -
Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 105.584.685.627 -
Penerimaan Lain-lain - - Penerimaan Bunga dan Denda KPR 66.923.326.680 34.538.832.464
Penyesuaian Pendapatan Setoran Sertifikat EBA-SP Kelas B 55.200.020.055 - 55.200.020.055
Pembayaran aset piutang KPR (594.404.411) - Penerimaan Bunga Jasa Giro dan Deposito 539.245.866 216.788.128
dan Beban - (1.640.012.383) (1.640.012.383) Pembayaran Jasa Penunjang (10.194.670.808) (16.211.363.509)
Distribusi EBA-SP Pembayaran Jasa Penunjang (11.412.120.283) (4.679.443.034)
Pembayaran Pajak (5.139.582.925) (85.801.100) Pembayaran Pajak (3.867.525.474) -
Saldo Per 1 Januari 2023 Pembayaran Lain-lain (143.170.327) (15.423.400) Kelas B (Catatan 11) - (1.794.000.652) (1.794.000.652)
Pembayaran Piutang KPR - (542.017.317.788)
Setelah Penyesuaian 47.500.001.416 (1.223.428.707) 46.276.572.709 Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Pembayaran Lain-Lain (12.817.338.900) (21.065.084.784)
Laba Komprehensif
Aktivitas Operasi 118.984.215.087 142.544.069.370 Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Disitribusi Kepada Pemegang Periode Berjalan - 9.125.373.048 9.125.373.048
EBA-SP Kelas B - (4.631.250.138) (4.631.250.138) Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Aktivitas Operasi 144.950.273.516 (524.441.863.667)
Pembayaran Pokok EBA-SP Kelas A (88.033.279.964) (118.428.075.519) Saldo Per 31 Desember 2023 55.200.020.055 7.331.372.396 62.531.392.451 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan:
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 10.967.385.165 10.967.385.165 Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas B (23.502.837.780) (31.483.939.077) Penerimaan EBA-SP Kelas A - 496.890.232.093
Saldo Per 31 Desember 2023 47.500.001.416 5.112.706.320 52.612.707.736 Pembayaran Distribusi kepada Pemegang Penerimaan Utang EBA-SP Kelas B - 55.200.020.055
EBA-SP Kelas B (5.267.836.494) (4.631.250.138) Pembayaran Pokok Utang EBA-SP Kelas A (103.689.773.804) -
Penerimaan dari Utang Lain-lain 2 435.800.000 Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (30.899.623.556) (9.258.573.333)
Saldo Per 1 Januari 2024 55.200.020.055 7.331.372.396 62.531.392.451 Pembagian Dividen EBA-SP Kelas B (7.176.002.608) (1.794.000.652)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Saldo Per 1 Januari 2024 47.500.001.416 5.112.706.320 52.612.707.736 Penerimaan Utang Lain-lain (33.302.900) -
Aktivitas Pendanaan (116.803.954.236) (154.107.464.734)
Distribusi EBA-SP
Distribusi Kepada Pemegang Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kelas B (Catatan 11) - (7.176.002.608) (7.176.002.608)
EBA-SP Kelas B - (5.267.836.494) (5.267.836.494) Aktivitas Pendanaan (141.798.702.868) 541.037.678.163
Kas dan Setara Kas 2.180.260.851 (11.563.395.364)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 9.427.601.370 9.427.601.370 Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas 3.151.570.648 16.595.814.496
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 11.156.042.211 11.156.042.211 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 17.495.781.465 29.059.176.829
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 16.595.814.496 -
Saldo Per 31 Desember 2024 47.500.001.416 11.000.912.037 58.500.913.453 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 19.676.042.316 17.495.781.465 Saldo Per 31 Desember 2024 55.200.020.055 9.582.971.158 64.782.991.213 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 19.747.385.144 16.595.814.496
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Nomor Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
7 (“EBA-SP SMF-BTN07) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN07 per 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus Nomor 08 (“EBA-SP SMF-BTN08”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN08 per 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan
kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 27 Maret 2025 Jakarta, 27 Maret 2025
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Heliantopo Tjandraningrum Heliantopo Arie Sus Miyanti
Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Vice President Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan Executive Vice President
Page 3
EFEK BERAGUN ASET
BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
BANK TABUNGAN NEGARA 07
(EBA-SP SMF-BTN07)
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2024 dan 2023
Page 4
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
Daftar Isi
Halaman
Surat Pernyataan Penerbit (PT Sarana Multigriya Finansial (Persero))
Surat Pernyataan Bank Kustodian (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk)
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2024 dan 2023
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2024 dan 2023
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Aset Bersih 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan Atas Laporan Keuangan 5
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
Aset
Kas dan Setara Kas 2c, 2d, 3, 18, 19 19.676.042.316 17.495.781.465
Rekening Titipan 2c, 4, 18, 19 5.521.293.838 7.290.092.514
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 2c, 5, 18, 19 286.224.132.719 372.821.515.460
Piutang Lain-lain 2c, 6, 18, 19 933.634.091 1.019.120.496
Aset Pajak Tangguhan 2c, 2f, 17c 130.768.970 53.407.521
Jumlah Aset 312.485.871.934 398.679.917.456
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas
Utang Bunga 2c, 18, 19 263.124.662 357.271.363
Utang Pajak 2c, 17a 1.004.206.433 3.077.743.680
Biaya yang Masih Harus Dibayar 2c, 2g, 8, 18, 19 721.689.029 834.177.682
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 2c, 2g, 9, 18, 19 246.038.644.517 334.071.924.481
Utang Lain-lain 2c, 2g, 10, 18, 19 5.957.293.840 7.726.092.514
Jumlah Liabilitas 253.984.958.481 346.067.209.720
Aset Bersih
Sertifikat EBA-SP Kelas B 11, 18 47.500.001.416 47.500.001.416
Saldo Laba 11.000.912.037 5.112.706.320
Jumlah Aset Bersih 58.500.913.453 52.612.707.736
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 312.485.871.934 398.679.917.456
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
1
Page 12
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
Pendapatan Investasi
Pendapatan Bunga 2e, 2g, 12, 18 47.926.182.279 60.357.731.090
Pendapatan Denda Keterlambatan 2e, 2g, 12, 18 446.992.133 446.624.049
Jumlah Pendapatan Investasi 48.373.174.412 60.804.355.139
Beban Investasi
Beban Bunga 2e, 13, 18 23.408.691.079 31.163.717.384
Beban Jasa Penunjang 2e, 14, 18, 20 10.082.182.155 15.370.261.133
Beban Penyisihan Piutang 2e, 2h, 18 594.404.411 242.761.458
Beban Lain-lain 2e, 16, 18 143.170.327 1.573.400
Jumlah Beban Investasi 34.228.447.972 46.778.313.375
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 14.144.726.440 14.026.041.764
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Pajak Kini 2f, 17b (3.066.045.678) (3.112.064.120)
Pajak Tangguhan 2f, 17c 77.361.449 53.407.521
Jumlah (Beban) Pajak Penghasilan (2.988.684.229) (3.058.656.599)
Laba Tahun Berjalan 11.156.042.211 10.967.385.165
Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 11.156.042.211 10.967.385.165
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
2
Page 13
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Sertifikat EBA-SP Jumlah Aset
Kelas B Saldo Laba Bersih
Saldo Per 1 Januari 2023 47.500.001.416 416.583.676 47.916.585.092
Penyesuaian Pendapatan dan Beban - (1.640.012.383) (1.640.012.383)
Saldo Per 1 Januari 2023
Setelah Penyesuaian 47.500.001.416 (1.223.428.707) 46.276.572.709
Disitribusi Kepada Pemegang EBA-SP
Kelas B - (4.631.250.138) (4.631.250.138)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 10.967.385.165 10.967.385.165
Saldo Per 31 Desember 2023 47.500.001.416 5.112.706.320 52.612.707.736
Saldo Per 1 Januari 2024 47.500.001.416 5.112.706.320 52.612.707.736
Distribusi Kepada Pemegang EBA-SP
Kelas B - (5.267.836.494) (5.267.836.494)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 11.156.042.211 11.156.042.211
Saldo Per 31 Desember 2024 47.500.001.416 11.000.912.037 58.500.913.453
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
3
Page 14
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2024 2023
Arus kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 86.002.978.330 98.308.179.078
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 48.343.896.092 60.017.957.481
Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 709.169.136 530.520.820
Penerimaan Lain-lain - -
Pembayaran aset piutang KPR (594.404.411) -
Pembayaran Jasa Penunjang (10.194.670.808) (16.211.363.509)
Pembayaran Pajak (5.139.582.925) (85.801.100)
Pembayaran Lain-lain (143.170.327) (15.423.400)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 118.984.215.087 142.544.069.370
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Pokok EBA-SP Kelas A (88.033.279.964) (118.428.075.519)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas B (23.502.837.780) (31.483.939.077)
Pembayaran Distribusi kepada Pemegang
EBA-SP Kelas B (5.267.836.494) (4.631.250.138)
Penerimaan dari Utang Lain-lain 2 435.800.000
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (116.803.954.236) (154.107.464.734)
Kenaikan (Penurunan) Bersih
Kas dan Setara Kas 2.180.260.851 (11.563.395.364)
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 17.495.781.465 29.059.176.829
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 19.676.042.316
37.171.823.781 17.495.781.465
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
4
Page 15
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Tabungan
Negara 07 (EBA-SP SMF-BTN07), yang selanjutnya disebut "Entitas" diterbitkan oleh Penerbit,
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) – (“SMF”), berdasarkan akta perjanjian penerbitan
EBA-SP SMF-BTN07 No. 07 tanggal 26 Oktober 2022 antara PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie
Handari Adi Warsito, SH. Notaris di Jakarta. EBA-SP SMF-BTN07 merupakan efek hasil
sekuritisasi atas kumpulan tagihan dari portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terpilih
(Kumpulan Tagihan) yang dibeli dari Bank Tabungan Negara (Kreditur Asal) sejumlah
Rp500.000.001.416 (lima ratus miliar seribu empat ratus enam belas Rupiah) yang bersama-sama
diwakili oleh Wali Amanat dan Penerbit serta ditatausahakan oleh Bank Kustodian,
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
EBA-SP SMF-BTN07 diterbitkan dalam 2 (dua) kelas yaitu EBA-SP SM-BTN07 Kelas A dengan
total nilai nominal sebesar Rp452.500.000.000 (empat ratus lima puluh dua miliar lima ratus juta
Rupiah) mewakili nilai 90,50% (sembilan puluh koma lima nol persen) dari keseluruhan Jumlah
Pokok Terutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final Holding Period dengan tingkat
bunga tetap sebesar 7,70% (tujuh koma tujuh nol persen) per tahun dan EBA-SP SMF-BTN07
Kelas B dengan total nominal sebesar Rp47.500.001.416 (empat puluh tujuh miliar lima ratus
Rupiah) mewakili 9,50% (sembilan koma lima nol persen) dari keseluruhan Jumlah Pokok
Rp500.000.001.416 (lima ratus miliar seribu empat ratus enam belas vrupiah). Terutang atas
Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final Holding Period. Tanggal Jatuh Tempo Final
EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A jatuh pada tanggal 7 Januari 2034. Pemegang EBA-SP SMF-BTN07
Kelas A berhak untuk mendapatkan pembayaran bunga setiap 3 (tiga) bulan sekali pada Tanggal
Pembayaran. Bersamaan dengan itu dilakukan juga pembayaran pokok atas EBA-SP SMF-BTN07
Kelas A sesuai dengan Urutan Prioritas Pembayaran.
EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A diklasifikasikan sebagai Efek bersifat utang berarus kas tetap,
sedangkan Kelas B diklasifikasikan sebagai Efek bersifat ekuitas berarus kas tidak tetap. EBA-SP
SMF-BTN07 Kelas A dan EBA-SP SMF-BTN07 Kelas B dapat dipindahtangankan. Hanya EBA-SP
SMF-BTN07 Kelas A yang akan ditawarkan kepada publik, dan dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia. EBA-SP SMF-BTN07 dikeluarkan dalam satuan nominal pokok terutang Rp1
(satu Rupiah) sebagai bukti hak milik bersama secara proporsional yang tidak terbagi atas
Kumpulan Tagihan.
EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A telah mendapatkan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Eksekutif OJK S-1126/PM.21/2022
tanggal 19 Desember 2022 untuk ditawarkan kepada publik. EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A
merupakan sertifikat tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo EBA Kelas A yang diterbitkan atas
nama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti kepesertaan untuk kepentingan
pemegang EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A.
Entitas memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan nomor 61.484.871.1-019.000.
5
Page 16
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
2.a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan
Laporan keuangan Entitas telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), serta Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya dan ketentuan akuntansi
lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual,
kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan
laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing
akun tersebut.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, dibulatkan dan
disajikan dalam mata uang Rupiah (Rp), sebagai mata uang fungsional Entitas kecuali bila
dinyatakan secara khusus.
2.c. Instrumen Keuangan
Entitas mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas
keuangan berdasarkan PSAK 109. PSAK 109 membahas klasifikasi, pengukuran dan penghentian
pengakuan dari aset dan liabilitas keuangan, memperkenalkan aturan baru untuk akuntansi lindung
nilai dan model penurunan nilai baru untuk aset keuangan.
1) Aset Keuangan
Pengukuran aset keuangan diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: biaya perolehan yang
diamortisasi, diukur pada nilai wajar melalui laba rugi/Fair Value Through Profit or Loss
(FVTPL), dan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain/Fair Value
through Other Comprehensive Income (FVOCI). Klasifikasi aset keuangan tersebut
berdasarkan model bisnis dan karakteristik arus kas kontraktualnya.
Aset keuangan dapat diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi jika dimiliki
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual (hold to collect) dan menghasilkan arus
kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
pokok terutang (Solely Payments of Principal and Interest – SPPI). Jumlah pokok adalah
nilai wajar dari aset keuangan saat pengakuan awal, sedangkan bunga merupakan imbalan
untuk nilai waktu atas uang, risiko kredit terkait jumlah pokok terutang pada periode waktu
tertentu, dan risiko serta biaya peminjaman standar dan marjin laba.
Kategori aset tersebut membutuhkan penilaian persyaratan kontraktual pada saat
pengakuan awal untuk menentukan apakah kontrak mengandung persyaratan yang dapat
mengubah waktu atau jumlah dari arus kas yang tidak konsisten dengan persyaratan SPPI.
Penilaian persyaratan kontraktual mempertimbangkan:
Kejadian kontinjensi yang akan mengubah jumlah dan waktu arus kas
Fitur leverage
Persyaratan pelunasan dipercepat atau perpanjangan fasilitas
Aset dapat dijual dari portofolio hold to collect ketika terjadi peningkatan risiko kredit.
Penghentian dengan alasan lain diperkenankan dengan frekuensi penjualan yang tidak
signifikan.
6
Page 17
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan berupa instrumen utang dimana tujuan model bisnis dicapai dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset (hold to collect and sell) dan memiliki
arus kas SPPI, diklasifikasikan sebagai FVOCI. Laba rugi yang belum direalisasi
ditangguhkan pada pendapatan komprehensif lain sampai aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
Penurunan Nilai
Dalam mengestimasi kerugian akibat penurunan nilai, Entitas telah menerapkan PSAK 109
dengan menggunakan model Expected Credit Loss (ECL). Model ECL berlaku untuk
instrumen keuangan yang tidak diukur dengan FVTPL, yaitu:
Aset keuangan yang merupakan instrumen utang
Kontrak jaminan yang diberikan
Komitmen pinjaman yang diberikan
Terdapat dua cara pengukuran estimasi menurut model ECL yaitu secara life time atau
selama 12 bulan. Estimasi kerugian penurunan nilai Debitur atau kelompok Debitur dihitung
menggunakan model ECL life time. Kondisi tertentu yang dihitung menggunakan model ECL
12 bulan yaitu:
Efek investasi utang yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan
Instrumen keuangan lain (selain piutang sewa guna usaha) yang risiko kreditnya tidak
meningkat signifikan sejak penerbitan awal
Pinjaman yang dikategorikan mengalami penurunan nilai adalah pinjaman yang memiliki hari
tunggakan lebih dari 180 hari dan pinjaman yang direstrukturisasi. Suatu instrumen
dianggap tidak lagi mengalami gagal bayar jika tidak lagi memenuhi kriteria gagal bayar
tersebut. Estimasi membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan terjadinya
wanprestasi, dari rasio kerugian yang terkait dan koreksi gagal bayar antar pihak. Entitas
mengukur risiko kredit menggunakan Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD),
dan Exposure at Default (EAD).
ECL ditentukan dengan memproyeksikan PD, LGD, dan EAD untuk setiap bulan ke depan
dan untuk setiap eksposur individu atau segmen kolektif. Ketiga komponen dikalikan dengan
kemungkinan eksposur selama life time, yang kemudian didiskontokan kembali ke tanggal
pelaporan dan dijumlahkan. Tingkat diskonto yang digunakan adalah suku bunga efektif atau
rata-rata suku bunga efektif.
PD life time ditentukan dengan mempertimbangkan profil jatuh tempo dari titik pengakuan
awal sampai sepanjang umur pinjaman. Profil jatuh tempo didasarkan pada data historis
yang diamati dan diasumsikan sama untuk semua aset dalam suatu portofolio dan peringkat
kreditnya. EAD 12 bulan dan life time ditentukan berdasarkan profil pembayaran yang
diharapkan, yang bervariasi berdasarkan jenis produk.
Aset Keuangan yang dicatat pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi,
Entitas pertama kali menentukan secara individual apakah terdapat bukti objektif mengenai
penurunan nilai atas aset keuangan yang signifikan secara individual atau secara kolektif
untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.
Jika Entitas menentukan tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai atas aset
keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau
tidak, maka Entitas memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang
memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok
tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu
kerugian penurunan nilai diakui atau terus diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan
nilai secara kolektif.
7
Page 18
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2) Liabilitas Keuangan
Pengakuan Awal dan Pengukuran
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau
utang dan pinjaman. Entitas menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat
pengakuan awal.
Pengakuan awal liabilitas keuangan dicatat pada nilai wajar, dalam hal utang dan pinjaman,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pada tanggal laporan
posisi keuangan, Entitas memiliki liabilitas keuangan.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Utang dan pinjaman diukur setelah pengakuan awal dengan metode harga perolehan
diamortisasi menggunakan tingkat bunga efektif.
Penghentian Pengakuan
Sebuah liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas yang ditetapkan
dalam kontrak tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dan pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda atau bila
persyaratan dan liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi.
3) Lainnya
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan
tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan
aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada akhir periode
pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian yang di ijinkan oleh PSAK 113 seperti dengan mengacu pada
transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arm's length transaction); mengacu
kepada nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama; analisa arus kas
yang didiskonto atau model penilaian lainnya.
2.d. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas mencakup kas dan bank.
2.e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dari Kredit Pemilikan Rumah dan penempatan pada deposito diakui secara
akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal dan tingkat bunga yang berlaku yang
memperhitungkan hasil efektif aset tersebut.
Pendapatan denda keterlambatan diakui pada saat diterima oleh Entitas dan beban diakui pada
saat terjadinya secara akrual.
8
Page 19
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.f. Pajak Penghasilan
EBA berbentuk surat partisipasi adalah subjek pajak yang diperlakukan sebagai persekutuan,
kongsi atau firma. Objek pajak penghasilan Entitas diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal
Pajak No. KEP-147/PJ/2003 Tanggal 13 Mei 2003 tentang Pajak Penghasilan atas penghasilan
yang diterima atau diperoleh Entitas dan para investornya, serta ketentuan pajak yang berlaku.
Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada penghasilan yang diterima oleh Entitas. Sedangkan
pembayaran imbal hasil yang dibayarkan Entitas kepada Pemegang EBA dengan arus kas tetap
merupakan objek pajak penghasilan final.
Perhitungan pajak penghasilan Entitas mengikuti ketentuan pajak penghasilan badan. Sementara
imbal hasil yang dibayarkan kepada para pemegang EBA dengan arus kas tidak tetap bukan
merupakan objek pajak.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh dikurangi
dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan pada periode yang
bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan tidak diakui karena tidak terdapat perbedaan temporer yang berdampak terhadap
pengakuan aset atau liabilitas tangguhan.
Beban pajak penghasilan terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak final yang dicatat dalam
laporan laba rugi. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto dari aktivitas
operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku.
Pajak penghasilan final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan
laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak
diakui adanya aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda
dengan dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau
liabilitas pajak tangguhan.
Pajak penghasilan tidak final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit dari aktivitas operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul
dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer boleh
dikurangkan serta rugi fiskal yang belum terkompensasi, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal
laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (apabila ada) disajikan di dalam laporan posisi keuangan atas
dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
9
Page 20
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.g. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai
adalah sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 224 "Pengungkapan pihak-pihak berelasi".
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Entitas (sebagai entitas
pelapor), yang meliputi:
a) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:
I. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
II. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
III. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
I. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
II. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
III. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
IV. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga.
V. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor
juga berelasi dengan entitas pelapor.
VI. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf (a); atau
VII. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2014 pasal 13, diatur bahwa Penerbit dilarang
memiliki hubungan berelasi dengan Kreditur Asal, Bank Kustodian, dan/atau Wali Amanat, serta
Kreditur Asal dilarang memiliki hubungan berelasi dengan Bank Kustodian dan/atau Wali Amanat,
kecuali hubungan berelasi yang terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah,
baik langsung maupun tidak langsung.
Semua transaksi dan saldo atas dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, apakah yang
dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi normal yang sama dengan pihak yang
tidak berelasi, diungkapkan dalam laporan keuangan.
2.h. Sumber Estimasi Ketidakpastian dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting
Penyusunan laporan keuangan EBA-SP SMF-BTN07 mengharuskan Penerbit dan Bank Kustodian
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan
dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada
akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. EBA-SP SMF-BTN07
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
disusun. Asumsi utama berkaitan dengan masa mendatang serta sumber utama ketidakpastian
10
Page 21
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
estimasi lain pada tanggal laporan posisi keuangan , yang memiliki risiko signifikan menyebabkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku berikutnya.
1. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
sepanjang kegiatan usaha normal. EBA-SP SMF-BTN07 mengakui liabilitas atas pajak
penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan
badan.
Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi
keuangan tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik
penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal
dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa
diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan Penerbit dan Bank Kustodian diperlukan untuk
menentukan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan
masukan model seperti volatilitas untuk transaksi derivatif yang berjangka waktu panjang dan
tingkat diskonto, tingkat pelunasan dipercepat, dan asumsi tingkat gagal bayar.
2. Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh Penerbit dan Bank Kustodian dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi EBA-SP SMF-BTN07 yang memiliki pengaruh paling signifikan atas
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan .
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas. Berdasarkan PSAK 109 yang sesuai dengan kebijakan akuntansi EBA-SP
SMF-BTN07 seperti diungkapkan pada Catatan 2.c.
Klasifikasi aset keuangan dalam PSAK 109 dapat diukur melalui biaya perolehan diamortisasi,
nilai wajar penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
Aset keuangan diukur melalui biaya perolehan diamortisasi meliputi kas dan giro pada
bank;
Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain;
Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (FTVPL).
11
Page 22
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
3. Kas dan Setara Kas
Akun ini merupakan rekening giro yang terdapat di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang dikelola oleh Bank Kustodian per 31 Desember 2024 dan
2023 dengan rincian sebagai berikut:
2024 2023
Bank
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Rekening Koleksi 9.062.081.248 12.002.470.422
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Rekening Bunga 10.600.472.700 5.473.632.507
Rekening Pokok 13.488.368 19.678.536
Jumlah 19.676.042.316 17.495.781.465
Pada tahun 2024 entitas menempatkan deposito dengan rate sebesar 5,10% sampai dengan
6,40%.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
4. Rekening Titipan
Akun ini merupakan rekening titipan yang terdapat di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang dibentuk
oleh pihak Pendukung Kredit dan Kreditur Asal. Rekening titipan per 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
2024 2023
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Rekening Dana Cadangan 5.326.960.209 7.097.012.350
Rekening Dana Transisi Penyedia Jasa 194.333.630 193.080.164
Jumlah 5.521.293.839 7.290.092.514
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
5. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah (Piutang KPR) merupakan aset Kredit Pemilikan Rumah yang
dibeli dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan Akta Jual Beli No. 48 tanggal
26 Oktober 2022 dan yang dibeli dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berdasarkan Akta
Jual Beli No. 48 tanggal 26 Oktober 2022.
12
Page 23
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Jumlah piutang secara terus menerus akan menurun sesuai dengan pelunasan pokok utang dari
Kredit Pemilikan Rumah yang dilakukan oleh para Debitur, saldo piutang kredit pemilikan rumah
per 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 287.061.298.588 373.064.276.918
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 837.165.869 242.761.458
Jumlah - Bersih 286.224.132.719 372.821.515.460
Rincian Piutang KPR berdasarkan tingkat kolektabilitasnya yaitu:
2024 2023
Kolektabilitas 1 (Lancar) 231.050.823.707 311.263.237.110
Kolektabilitas 2 (1-90 Hari) 32.557.818.744 43.200.253.877
Kolektabilitas 3 (91-120 Hari) 2.617.865.120 4.035.585.547
Kolektabilitas 4 (121-180 Hari) 3.701.284.088 3.640.125.451
Kolektabilitas 5 (>180 Hari) 17.133.506.929 10.925.074.933
287.061.298.588 373.064.276.918
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 837.165.869 242.761.458
Jumlah - Bersih 286.224.132.719 372.821.515.460
Rincian Piutang KPR berdasarkan sisa waktu jatuh tempo (remained term of maturity) yaitu:
2024 2023
Hingga 1 Tahun 1.811.420.209 3.928.894.126
1 - 2 Tahun 17.004.387.081 4.547.511.289
2 - 3 Tahun 33.124.357.360 26.232.126.507
3 - 4 Tahun 140.408.610.752 45.928.584.689
4 - 5 Tahun 69.069.426.384 160.725.533.341
Lebih dari 5 Tahun 25.643.096.802 131.701.626.966
287.061.298.588 373.064.276.918
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 837.165.869 242.761.458
Jumlah - Bersih 286.224.132.719 372.821.515.460
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian yang dibentuk telah
memadai untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang KPR.
13
Page 24
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
6. Piutang Lain-lain
Piutang lain-lain merupakan piutang atas penerimaan pokok dan denda keterlambatan kredit
pemilikan rumah dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk per 31 Desember 2024 dan 2023
sebesar Rp933.634.091 dan Rp1.019.120.496.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
7. Utang Bunga
Utang bunga merupakan bunga terutang kepada Pemegang Sertifikat Efek Beragun Aset
Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A per 31 Desember 2024 dan 2023 sebesar Rp263.124.662 dan
Rp357.271.363.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
8. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
Akun ini merupakan biaya yang masih harus dibayar per 31 Desember 2024 dan 2023 dengan
rincian sebagai berikut:
2024 2023
Utang Biaya Penyedia Jasa 554.762.201 722.698.296
Utang Biaya Audit 100.000.000 26.700.000
Utang Pendukung Kredit 22.445.934 29.177.541
Utang Biaya Kustodian 16.834.441 21.883.150
Utang Biaya Penerbit 16.834.456 21.883.159
Utang Wali Amanat 7.770.000 7.770.000
Utang Biaya Agen Pembayar 3.041.997 4.065.536
Jumlah 721.689.029 834.177.682
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
9. Utang Sertifikat EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A
Utang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank
Tabungan Negara 07 kelas A merupakan instrumen keuangan bersifat liabilitas kepada pemegang
sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank
Tabungan Negara 07 kelas A. Utang ini dikenakan bunga sebesar 7,70% (tujuh koma tujuh nol
persen) per tahun untuk pemegang sertifikat kelas A.
14
Page 25
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian utang sertifikat EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A per 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
sebagai berikut:
2024 2023
PT Sarana Multigriya Finansial 92.181.140.315 125.163.796.957
DPLK Bank Rakyat Indonesia- Pendapatan Tetap 40.779.885.832 55.371.037.207
Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia 27.186.590.554 36.914.024.804
Dana Pensiun Bank Mandiri 21.749.272.443 29.531.219.843
Dana Pensiun Bank Tabungan Negara 16.311.954.333 22.148.414.883
Perorangan 12.487.233.318 16.955.198.539
YKP. Bank Tabungan Negara 10.874.636.222 14.765.609.923
PT. P3IEI 5.437.318.110 7.382.804.960
PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) 5.437.318.110 7.382.804.960
PT Asuransi Ciputra Indonesia 2.718.659.056 3.691.402.481
Dana Pensiun Bank Banten dan Jabar - Prog.
Manf. Lain 2.718.659.056 3.691.402.481
PT. Asuransi Binagriya Upakara 2.718.659.056 3.691.402.481
Dana Pensiun GPIB 2.718.659.056 3.691.402.481
Dana Pensiun BPD Jabar 2.718.659.056 3.691.402.481
Jumlah 246.038.644.517 334.071.924.481
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
10. Utang Lain-Lain
Utang lain-lain merupakan akun yang digunakan untuk mencatat dana cadangan dari Pendukung
Kredit dan dana transisi penyedia jasa dari Penyedia Jasa per 31 Desember 2024 dan 2023
dengan rincian sebagai berikut:
2024 2023
Dana Cadangan 5.762.960.210 7.533.012.350
Dana Transisi - Penyedia Jasa 194.333.630 193.080.164
Jumlah 5.957.293.840 7.726.092.514
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
11. Sertifikat EBA-SP SMF-BTN07 Kelas B
Sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B merupakan instrumen bersifat
ekuitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B,
dimana pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Menutup kekurangan, bila ada, untuk keperluan pajak, biaya-biaya senior atau jasa
pendukung, imbalan jasa penyedia jasa, dan bunga EBA-SP SMF-BTN07 kelas A.
b. Pokok EBA-SP SMF-BTN07 kelas A sampai dibayar penuh seluruhnya.
15
Page 26
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sesuai dengan jumlah maksimum ambang batas
rekening cadangan.
Rincian setoran Sertifikat EBA-SP SMF-BTN07 per 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
2024 2023
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 41.500.000.000 41.500.000.000
PT Asuransi Binagriya Upakara 3.000.001.416 3.000.001.416
Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN 3.000.000.000 3.000.000.000
Jumlah 47.500.001.416 47.500.001.416
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
12. Pendapatan Investasi
Pendapatan investasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pendapatan Bunga
Bunga KPR 47.217.013.143 59.827.210.270
Bunga Deposito 358.308.218 229.724.927
Bunga Jasa Giro - Rekening Bunga 187.212.558 94.513.564
Bunga Jasa Giro - Rekening Pokok 163.648.360 206.282.329
47.926.182.279 60.357.731.090
Pendapatan Denda Keterlambatan KPR 446.992.133 446.624.049
Jumlah 48.373.174.412 60.804.355.139
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
13. Beban Bunga EBA-SP Kelas A
Beban bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebesar Rp23.408.691.079 dan
Rp31.163.717.384.
Lihat catatan 18, pihak berelasi.
16
Page 27
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
14. Beban Jasa Penunjang
Beban jasa penunjang untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Penyedia jasa 7.418.517.590 8.801.301.744
Pemulihan Penyedia Jasa 1.239.279.617 4.941.107.601
Pendukung Kredit 307.197.103 404.549.040
Audit 233.300.000 110.000.000
Penerbit 230.397.828 303.411.780
Kustodian 230.397.828 296.936.780
Jasa pemeringkat 194.250.000 194.250.000
Wali Amanat 93.240.000 102.352.741
Listing BEI 88.996.761 115.671.929
Iklan 22.505.472 51.958.656
Agen Pembayar 12.999.956 17.295.863
Registrar KSEI 11.100.000 31.424.999
Jumlah 10.082.182.155 15.370.261.133
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
15. Beban Penyisihan Piutang
Akun ini merupakan beban penyisihan piutang kredit pemilikan rumah untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 sebesar Rp594.404.441 dan Rp242.761.458.
16. Beban Lain-lain
Akun ini merupakan akun atas beban administrasi pada rekening pokok dan bunga serta beban
pajak deposito dan beban pajak jasa giro untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 adalah sebesar Rp143.170.327 dan Rp1.573.400.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
17. Perpajakan
a. Utang Pajak
2024 2023
PPh 25 256.121.135 4.290.055
PPh 29 748.085.298 3.073.453.625
Jumlah 1.004.206.433 3.077.743.680
17
Page 28
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komersial
dengan estimasi laba fiskal adalah sebagai berikut:
2024 2023
Laba Bersih Sebelum Pajak Penghasilan 14.144.726.440 14.026.041.764
Beda Temporer:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 594.404.411 242.761.458
Beda Tetap:
Penghasilan yang Pajaknya Bersifat Final (709.169.136) (530.520.820)
Biaya Mendapat, Menagih, Memelihara
Penghasilan yang Pajaknya Bersifat Final 634.159.267 407.463.680
Laba Kena Pajak 14.664.120.982 14.145.746.082
Laba Kena Pajak - Dibulatkan 14.664.120.000 14.145.746.000
Beban Pajak Penghasilan
Dengan Fasilitas 160.060.942 -
Tanpa Fasilitas 2.905.984.736 3.112.064.120
3.066.045.678 3.112.064.120
Dikurangi Kredit Pajak Penghasilan (2.317.960.380) (38.610.495)
Taksiran Kurang Bayar Pajak Badan 748.085.298 3.073.453.625
c. Pajak Tangguhan
Rincian dari pajak tangguhan per 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024
Dikreditkan ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 53.407.521 77.361.449 130.768.970
Jumlah Aset Pajak
Tangguhan 53.407.521 77.361.449 130.768.970
2023
Dikreditkan ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian - 53.407.521 53.407.521
Jumlah Aset Pajak
Tangguhan - 53.407.521 53.407.521
18
Page 29
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
18. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi
Kepemilikan : EBA-SP SMF-BTN07 berelasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk. Namun secara aktivitas operasional masing-masing pihak
bebas mandiri (independen)
Pemegang : PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan PT Bank Tabungan Negara
Sertifikat EBA-SP (Persero) Tbk
SMF-BTN07
Kelas A dan B
Jenis Transaksi : Pihak Berelasi Sifat Hubungan
PT Bank Tabungan Negara sebagai penyedia jasa
(Persero) Tbk
PT Sarana Multigriya Finansial sebagai penerbit dan pendukung
(Persero) kredit
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai wali amanat
Saldo akun-akun pada laporan posisi keuangan per 31 Desember 2024 dan 2023 dengan pihak
berelasi adalah sebagai berikut:
2024 2023
Kas dan Setara Kas 19.676.042.316 17.495.781.465
Rekening Titipan 5.521.293.838 7.290.092.514
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 286.224.132.719 372.821.515.460
Piutang Lain-lain 933.634.091 1.019.120.496
Biaya yang Masih Harus Dibayar 601.812.576 834.177.682
Utang Bunga Kelas A 263.124.662 357.271.363
Utang Lain-lain 5.957.293.840 7.726.092.514
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 92.181.140.315 125.163.796.957
Sertifikat EBA-SP kelas B 41.500.000.000 41.500.000.000
Distribusi kepada Pemegang EBA Kelas B 5.267.836.494 4.121.540.532
Jumlah transaksi dengan pihak berelasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pendapatan Investasi - Bunga 47.926.182.279 60.357.731.090
Pendapatan Investasi - Denda Keterlambatan 446.992.133 446.624.049
Beban Investasi - Bunga EBA-SP Kelas A 32.982.656.642 12.371.886.359
Beban Jasa Penunjang 9.211.832.863 10.530.783.732
19
Page 30
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
19. Manajemen Risiko Keuangan
a. Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah potensi kerugian yang terjadi karena tidak terbayarnya kewajiban pokok
dan bunga yang menjadi hak pemegang EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A. Kumpulan Tagihan
yang disekuritisasi merupakan portofolio tagihan kredit perumahan, sehingga terdapat potensi
kerugian apabila terjadi kegagalan pembayaran angsuran dari Debitur KPR. Dengan demikian
sumber utama dari resiko kredit adalah kemauan dan kemampuan dari debitur KPR untuk
memenuhi kewajibannya. Dalam hal telah terjadi tagihan macet, maka terdapat potensi
kerugian yang mungkin timbul karena hasil likuidasi Properti Dibiayai tidak dapat memenuhi
sisa kewajiban terutang Debitur.
EBA-SP SMF-BTN07 melakukan perhitungan cadangan kerugian kredit ekspektasian
menggunakan model Expected Credit Loss (ECL) yang diambil dari total outstanding
tunggakan dikalikan dengan tingkat kerugian atau Loss Given Default (LGD) dan Probability
Default (PD). Probability of Default (PD) diambil dari rata-rata persentase Net Performing Loan
(NPL), sedangkan Loss Given Default (LGD) diambil dari perkalian antara total outstanding
dengan nilai kini estimasi kerugian. Pinjaman yang dikategorikan mengalami penurunan nilai
adalah pinjaman yang memiliki hari tunggakan lebih dari 180 hari dan pinjaman yang
direstrukturisasi.
b. Konsentrasi Geografis atas Properti Dibiayai
Risiko ini terjadi apabila properti dibiayai terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu. Apabila
daerah tersebut mengalami bencana alam atau perubahan kondisi geografis yang
menyebabkan penurunan nilai ekonomis dari properti dibiayai, maka terdapat potensi kerugian
apabila Debitur KPR wanprestasi dan hasil likuidasi penjualan properti dibiayai tidak
mencukupi sisa kewajiban terutang.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang terjadi karena ketidakmampuan melakukan
penjualan kembali EBA-SP SMF-BTN07 kelas A di pasar sekunder. Selain itu, risiko likuiditas
bagi Entitas adalah risiko kerugian yang timbul karena Entitas tidak memiliki arus kas yang
cukup untuk memenuhi liabilitasnya. Rasio Likuiditas Entitas per 31 Desember 2024 dan 2023
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Liabilitas Keuangan
Utang Bunga 263.124.662 357.271.363
Biaya yang Masih Harus Dibayar 721.689.029 834.177.682
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 246.038.644.517 334.071.924.481
Utang Lain-lain 5.957.293.840 7.726.092.514
Jumlah Liabilitas Keuangan 252.980.752.048 342.989.466.040
20
Page 31
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2024 2023
Aset keuangan
Kas dan Setara Kas 19.676.042.316 17.495.781.465
Rekening Titipan 5.521.293.838 7.290.092.514
Piutang - Kredit Pemilikan Rumah 286.224.132.719 372.821.515.460
Piutang Lain-lain 933.634.091 1.019.120.496
312.355.102.964 398.626.509.935
Surplus 59.374.350.916 55.637.043.895
d. Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah potensi kerugian yang terjadi karena perubahan harga EBA-SP
SMF-BTN07 Kelas A dalam perdagangan di pasar sekunder. Besarnya kerugian risiko pasar
direalisasikan pada saat terjadi penjualan oleh pemegang EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A atau
pada periode penutupan tahun buku.
e. Risiko Pelunasan Dipercepat (Prepayment Risk)
Prepayment risk atau risiko pelunasan lebih awal adalah potensi pemegang EBA-SP
SMF-BTN07 Kelas A kehilangan kesempatan mendapatkan pendapatan bunga karena
pembayaran pokok yang dipercepat oleh debitur KPR, dan pelaksanaan opsi Clean-up Call
oleh penyedia jasa.
f. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah potensi kerugian yang terjadi karena kelemahan aspek-aspek yuridis
didalam perjanjian, pelaksanaan likuidasi jaminan dan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN07,
termasuk sehubungan adanya perselisihan di antara para pihak yang terlibat dalam transaksi
sekuritisasi EBA-SP SMF-BTN07.
g. Risiko Operasional
Risiko Operasional adalah potensi kerugian yang terjadi karena kegagalan ataupun kesalahan
sistim dan prosedur dalam melakukan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN07 yang dilakukan
oleh Penerbit, Wali Amanat, Bank Kustodian dan Penyedia Jasa.
20. Reklasifikasi Akun
Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut, telah reklasifikasi untuk mengikuti penyajian laporan keuangan tanggal 31 Desember
2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Rincian reklasifikasi akun-akun
tersebut adalah sebagai berikut:
2023
Sebelum Sesudah
Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain
Registrar KSEI 17.574.999 31.424.999
Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain
Beban Lain-lain:
Beban admin bank 1.573.400 1.573.400
Beban tahunan 13.850.000 -
21
Page 32
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
21. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
keuangan yang tercatat per 31 Desember 2024 dan 2023 dengan rincian sebagai berikut:
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 19.676.042.316 19.676.042.316
Rekening Titipan 5.521.293.839 5.521.293.839
Piutang - Kredit Pemilikan Rumah 286.224.132.719 286.224.132.719
Piutang lain-lain 933.634.091 933.634.091
Jumlah 312.355.102.965 312.355.102.965
Liabilitas Keuangan
Utang Bunga 263.124.662 263.124.662
Biaya yang Masih Harus Dibayar 721.689.029 721.689.029
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 246.038.644.517 247.457.003.174
Utang Lain-lain 5.957.293.840 5.957.293.840
Jumlah 252.980.752.048 254.399.110.705
2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 17.495.781.465 17.495.781.465
Rekening Titipan 7.290.092.514 7.290.092.514
Piutang - Kredit Pemilikan Rumah 372.821.515.460 372.821.515.460
Piutang Lain-lain 1.019.120.496 1.019.120.496
Jumlah 398.626.509.935 398.626.509.935
Liabilitas Keuangan
Utang Bunga 357.271.363 357.271.363
Biaya yang Masih Harus Dibayar 834.177.682 834.177.682
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 334.071.924.481 337.724.543.297
Utang Lain-lain 7.726.092.514 7.726.092.514
Jumlah 342.989.466.040 346.642.084.856
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dan setiap
golongan instrumen keuangan entitas:
a. Kas dan Setara Kas serta Rekening Titipan
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
b. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang kredit pemilikan rumah dilakukan penilaian kembali atas nilai wajarnya menggunakan
pendekatan pendapatan, dimana terdapat penurunan nilai dan nilai tecatat. Penurunan nilai
22
Page 33
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
tersebut untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 sebesar
Rp286.224.132.719 dan Rp372.821.515.460
c. Piutang Bunga, Piutang Lain-lain
Piutang bunga dan piutang lain-lain merupakan piutang yang akan jatuh tempo dalam waktu
12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah mencerminkan nilai
wajar dari aset keuangan tersebut.
d. Utang Bunga, Biaya Yang Masih Harus Dibayar, Utang Lain-lain
Seluruh kewajiban keuangan diatas merupakan kewajiban jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
e. Utang Sertifikat EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A
Utang sertifikat efek beragun aset berbentuk surat partisipasi kelas A dinilai dengan
menggunakan model penilaian yang dilakukan oleh lembaga Penilai Harga Efek Indonesia
(PHEI) atau biasa dikenal sebagai Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), dengan harga
bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
sebesar 100,576478% dan 102,06%.
22. Perjanjian Penting
a. Perjanjian Induk Sekuritisasi Nomor: 270/PIS/EBA-SP-SMF-BTN07/X/2022 dibuat pada
tanggal 26 Oktober 2022, oleh dan antara:
1) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Kreditur Asal dan Penyedia Jasa,
2) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penerbit dan Pendukung Kredit, serta
3) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian, selanjutnya
bersama-sama disebut Para Pihak.
EBA-SP SMF-BTN07 akan diterbitkan menurut Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN07
dalam bentuk satu Sertifikat Jumbo EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A dan Sertifikat EBA-SP
SMF-BTN07 Kelas B, pada Tanggal Penutupan, setelah syarat-syarat pendahuluan telah
dipenuhi. EBA-SP SMF-BTN07 Kelas A ditawarkan kepada umum melalui penawaran umum,
sedangkan EBA-SP SMF-BTN07 Kelas B tidak ditawarkan kepada umum.
b. Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN07 Nomor: 47 tanggal 26 Oktober 2022
menerangkan penunjukan Wali Amanat dan Bank Kustodian kepada PT Bank Mandiri
(Perseo) Tbk. Tugas pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan pemegang EBA-SP
SMF-BTN07 berdasarkan perjanjian penerbitan EBA-SP SMF-BTN07 ini dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, dan tugas-tugas lainnya.
Tugas pokok Bank Kustodian adalah bertindak untuk kepentingan pemegang EBA-SP
MF-BTN07 sebagai pemilik Bersama atas Kumpulan Tagihan, menyimpan Hasil Koleksi, dan
mendistribusikan Hasil Koleksi berdasarkan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN07 ini
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tugas-tugas lainnya.
c. Perjanjian Penyedia Jasa Nomor: 308/PPJ/EBA-SP-SMF-BTN07/XII/2022 tertanggal
23 Desember 2022 antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Wali Amanat dan PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk selaku Penyedia Jasa menerangkan bahwa peran PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Penyedia Jasa dalam transaksi EBA-SP SMF-
BTN07 antara lain:
1) Menyimpan dan memelihara Dokumentasi Kredit termasuk berkas Utang.
2) Mengatur atau mengurus penagihan harian dan akumulasi hasil koleksi, termasuk
menagih pembayaran yang telah lewat waktu dari Debitur, menurut prosedur penagihan
yang umum berlaku terhadap Penyedia Jasa.
23
Page 34
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
3) Menyimpan hasil koleksi dalam suatu rekening pada Penyedia Jasa yang wajib dibuka
paling lambat pada tanggal cut-off final yang diberi nama Rekening EBA-SP
SMF-BTN07, terpisah dari semua dana milik Penyedia Jasa.
4) Memindahkan hasil koleksi sejak tanggal cut-off final holding period sampai dengan
tanggal penutupan ke dalam Rekening EBA-SP SMF-BTN07, paling lambat 5 (lima) hari
kerja setelah tanggal penutupan.
5) Melaksanakan eksekusi Properti Dibiayai sesuai dengan prosedur umum Penyedia Jasa.
6) Memelihara catatan harian dari hasil koleksi dalam sistem komputer Penyedia Jasa
sehingga jumlah hasil koleksi dapat diidentifikasikan setiap waktu.
7) Sesudah tanggal cut-off final holding period, mentransfer hasil koleksi sampai dengan hari
terakhir dari tiap periode koleksi sebelumnya ke Rekening Koleksi yang dibuka atas nama
Wali Amanat untuk kepentingan para pemegang EBA-SP SMF-BTN07.
8) Memelihara kelangsungan polis asuransi kebakaran mengenai Properti Dibiayai dan
asuransi jiwa para Debitur.
9) Melakukan segala upaya terbaik yang diperlukan untuk menjaga kualitas kredit dari para
Debiturnya, dan
10) Tugas-tugas lain yang akan ditentukan di kemudian hari (bila ada) atas kesepakatan
bersama.
d. Perjanjian Pendukung Kredit Nomor: 271/PPK/EBA-SP SMF-BTN07/X/2022 pada tanggal 26
Oktober 2022 antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat atau
Bank Kustodian, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bertindak sebagai Pendukung
Kredit menerangkan bahwa:
1) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bersedia untuk menyediakan dana tidak kurang
dari jumlah Maksimum Ambang Batas Rekening Cadangan ke dalam Rekening Cadangan
sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN07.
2) Dana tidak kurang dari jumlah Maksimum Rekening Cadangan Tambahan ke dalam
Rekening Cadangan Tambahan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan
EBA-SP SMF-BTN07.
Dana tersebut wajib disetorkan oleh Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan paling
lambat pada Tanggal Penutupan. Kelebihan dana di atas Jumlah Maksimum Ambang Batas
Rekening Cadangan yang berubah sehubungan dengan pembayaran-pembayaran pada tiap
Tanggal Pembayaran wajib dikembalikan kepada Pendukung Kredit sesuai dengan Urutas
Prioritas Pembayaran. Pendukung Kredit menyadari dan memahami risiko tidak diterimanya
pengembalian secara penuh dari Bank Kustodian atas nama EBA-SP SMF-BTN07 atas dana
yang disetorkan Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan dalam hal terjadinya
kegagalan pembayaran oleh para Debitur atas Kumpulan Tagihan. Pendukung Kredit dengan
ini membebaskan Bank Kustodian dari segala tanggung jawab sehubungan dengan risiko
tersebut.
e. Perjanjian Pendaftaran EBA-SP SMF-BTN07 di KSEI Nomor: SP-002/EBASP/KSEI/1022
dibuat pada tanggal 26 Oktober antara 2022 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dengan
PT Sarana Multigriya Finansial sebagai Penerbit Efek yang selanjutnya disebut Para Pihak.
Para pihak menerangkan bahwa KSEI adalah perseroan yang menjalankan kegiatan usaha
sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam Undang-
Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Selanjutnya, Penerbit Efek bermaksud
untuk mendaftarkan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipan yang akan didaftarkan di
KSEI.
f. Perjanjian Agen Pembayaran Nomor: 50 tanggal 28 Oktober 2022 antara
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Wali
Amanat menerangkan bahwa sesuai dengan Peraturan KSEI yang mengatur ketentuan
layanan jasa kustodian sentral ditetapkan bahwa pelaksanaan pembayaran penghasilan,
24
Page 35
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
bunga, pokok dan hak-hak lain berupa dana dilaksanakan oleh KSEI selaku Agen
Pembayaran.
g. Perjanjian Pengelolaan Administrasi Nomor: SP-002/PA-EBASP/KSEI/1022 tanggal
26 Oktober 2022 antara PT Kustodian Sentral Efek dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
selaku Bank Kustodian menerangkan bahwa Bank Kustodian ditunjuk untuk
mengadministrasikan EBA-SP SMF-BTN07 oleh Penerbit Efek, sehingga Bank Kustodian
wajib membuat perjanjian dengan KSEI terkait dengan pelaksanaan administrasi
EBA-SP SMF-BTN07 yang disimpan dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya
sehubungan dengan kewajiban Bank Kustodian antara lain untuk melakukan
menyelenggarakan administrasi dan pembukuan dalam rangka penitipan dan penatausahaan
terkait EBA-SP SMF-BTN07 yang terdaftar di KSEI, maka Bank Kustodian wajib memenuhi
ketentuan, persyaratan, dan prosedur yang ditetapkan oleh KSEI.
h. Perjanjian Pendahuluan Pencatatan EBA-SP SMF-BTN07 Nomor: SP00001/BEI.PP3/10/2022
tanggal 26 Oktober 2022 antara PT Bursa Efek Indonesia dengan PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero) menerangkan bahwa PT Sarana Multigriya Finansial bermaksud untuk
mencatatkan EBA-SP SMF-BTN07 di Bursa Efek Indonesia.
i. Perjanjian Pemberian Porsi Pemulihan Tagihan EBA-SP SMF-BTN07 Nomor: 309/PPT/EBA
SP-SMF-BTN07/XII/2022 tanggal 26 Oktober 2022 antara PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) sebagai Penerbit, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dan PT
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Penyedia Jasa. Penerbit, Wali Amanat dan
Penyedia Jasa menerangkan bahwa untuk mengapresiasi usaha dan prestasi Penyedia Jasa
dalam melakukan pembinaan, pengurusan dan pengelolaan Kumpulan Tagihan sehingga
mendukung diperolehnya imbal hasil yang diharapkan Pemegang EBA-SP SMF-BTN07 kelas
B, maka Pemegang EBA-SM SMF-BTN077 kelas B dalam hal ini diwakili oleh Wali Amanat
dan Penerbit sepakat untuk memberikan penghargaan (reward) bagi Penyedia Jasa berupa
Porsi Pemulihan Tagihan.
j. Akta Jual Beli Nomor: 49 tanggal 26 Oktober 2022 bahwa PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) sebagai Penjual dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Bank Kustodian dan
Wali Amanat yang bertidak untuk mewakili kepentingan para Pemegang EBA-SP SMF-BTN07
untuk selanjutnya disebut Pembeli. Selanjutnya Penjual dan Pembeli bersama-sama akan
disebut Para Pihak. Para Pihak menerangkan bahwa:
1) Penjual membeli dan menerima pengalihan Kumpulan Tagihan dari PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk selaku Kreditur Asal melalui Akta Jual Beli (Tahap 1) tertanggal
27 Desember 2019 Nomor 64 dan Akta Jual Beli (Tahap 1) tertanggal 29 Desember 2020
Nomor 89.
2) Kumpulan Tagihan termasuk dokumen-dokumen Surat Kuasa Membebankan Hak
Tanggungan (SKMHT), Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan Sertifikat Hak
Tanggungan (SHT) tidak diperiksa secara keseluruhan, tetapi hanya berdasarkan
pemeriksaan atas sejumlah sampel Dokumentasi Pembiayaan sebagaimana dinyatakan
dalam Laporah Hasil Uji Tuntas dari Segi Hukum tertanggal 26 Oktober 2022.
3) Bahwa untuk melaksanakan jual beli atas Kumpulan Tagihan, para pihak telah sepakat
untuk menandatangani Akta Jual Beli ini.
k. Akta Jual Beli Nomor: 48 tanggal 26 Oktober 2022 menjelaskan bahwa PT Bank Tabungan
Negara (Persero) sebagai Penjual, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai
Pembeli (selanjutnya Penjual dan Pembeli bersama-sama akan disebut Para Pihak) telah
dibuat Perjanjian KPR dalam bentuk standar perjanjian yang memenuhi Kriteria Seleksi.
Berdasarkan Perjanjian Induk dan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN07, Penjual telah
sepakat menjual Kumpulan Tagihan kepada Pembeli sesuai dengan format Akta Jual Beli
25
Page 36
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 07 (EBA-SP SMF-BTN07)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2024 dan 2023 Serta Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
yang dilampirkan pada Lampiran 3 Perjanjian Induk. Kumpulan Tagihan, termasuk dokumen-
dokumen SKMHT, Akta Pemberian Hak Tanggungan, dan Sertifikat Hak Tangguhan, tidak
diperiksa secara keseluruhan, tetapi hanya berdasarkan pemeriksaan atas sejumlah sampel
Dokumentasi Pembiayaan sebagaimana dinyatakan dalam Laporan Hasil Uji Tuntas dari Segi
Hukum tertanggal 26 Oktober 2022. Selanjutnya untuk melaksanakan jual beli atas Kumpulan
Tagihan, Para Pihak sepakat untuk menandatangani Akta Jual Beli ini.
23. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Sampai dengan tanggal penyajian laporan keuangan, tidak terdapat peristiwa setelah tanggal
pelaporan yang signifikan.
24. Tanggung Jawab dan Penerbitan Laporan Keuangan
Penerbit dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan
keuangan yang diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2025.
26
Names mentioned 29 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Stock Exchange Building
p.1
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna Setia
p.1
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Arif
p.2 ×4
unresolved
person
Executive Vice
· Direktur
p.2
unresolved
person
Vice
· Direktur
p.2
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.15 ×2
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.15
unresolved
org
Bank Rakyat Indonesia- Pendapatan Tetap
p.25
unresolved
org
Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia
p.25
unresolved
org
Dana Pensiun Bank Mandiri
p.25
unresolved
org
Dana Pensiun Bank Tabungan Negara
p.25
unresolved
org
PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)
p.25
unresolved
org
PT Asuransi Ciputra Indonesia
p.25
unresolved
org
Dana Pensiun Bank Banten
p.25
unresolved
org
PT. Asuransi Binagriya Upakara
p.25 ×2
unresolved
org
Dana Pensiun GPIB
p.25
unresolved
org
Dana Pensiun BPD Jabar
p.25
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN
p.26
unresolved
org
PT Bank Tabungan Negara Sertifikat EBA-SP
p.29
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.34 ×3
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek
p.35
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.