Skip to content
Back to announcement

20250327_INTP_Public Expose_31871849_lamp4.pdf

Other Text extracted INTP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 8

Page 1 OCR 0.912
-
&
na
a
s3

NTP j1

LAPORAN HASIL PAPARAN PUBLIK
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
(“Indocement”)

REPORT OF THE PUBLIC EXPOSE
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
(“Indocement”)

Hari/Tanggal
Waktu
Manajemen

: Selasa, 25 Maret 2025
1 14.00 —16.00 WIB
1) Christian Kartawijaya
Direktur Utama
2) Sunnira Ly - Direktur
3) Oey Marcos — Direktur
4) Dani Handajani — Corporate
Secretary
David Kumala - Investor
Relations
: 105 orang (Publik: 46 orang,
Investor: 35 orang, dan Media:
24 orang)
Susunan 2. Pembukaan dan Perkenalan
Acara IL Presentasi Paparan Publik
II. Sesi Tanya Jawab
IV. Penutup

5)

Total Peserta

Paparan Publik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
(the “Perseroan”) dilaksanakan secara hybrid melalui
sarana aplikasi Microsoft Teams dengan link sebagai
berikut:
https://indocement.webex.com/indocement/onstage/g.

Day/Date
Waktu

1 Tuesday, 25 March 2025
1 2PM-—4 PM Western
Indonesian Time
: 1) Christian Kartawijaya -
President Director
2) Sunnira Ly - Director
3) Oey Marcos — Director
4) Dani Handajani -Corporate
Secretary
David Kumala - Investor
Relations
: 105 persons (Public: 46
persons, Investor: 35 persons,
dan Media: 24 persons)
1 IL Opening & Introduction
II. Public Expose Presentation
IU. Ouestion and Answer
IV. Closing

Management

5)

Total
Participants

Agenda

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (the
“Company”) Public Expose was held hybrid by
using the Microsoft Teams with the following link
application:

https://indocement.webex.com/indocement/onstage/

php?MTID-e92c740a2498ca57d69def5f092c58b3

g.php?MTID-e92c740a2498ca57d69def5sff092c58

b3

I. Pembukaan dan Perkenalan
MC membuka acara dan Corporate Secretary
memperkenalkan anggota Direksi Indocement yang
hadir pada acara Paparan Publik.

II. Presentasi Paparan Publik

Direksi Indocement melakukan presentasi Paparan
Publik yang meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Tinjauan Pasar
- Posisi Pasar Indocement
- Perkembangan Pasar Semen
- Pertumbuhan Volume Semen
- Porsi Pasar Semen dan Pertumbuhannya
- Pasar Jawa-Luar Jawa dan Pasar Kantong
Curah

I. Opening and Introduction

MC open the session and Corporate Secretary
introduced Member of the Board who attend the
Public Expose session.

1. Public Expose presentation:

The Board of Directors describe the summary of

the Company's operation highlights as follows:

1. Market Overview

- Indocement Market Positioning

- Cement Market Evolution

- Cement Volume Development

- Cement Market Portion & Growth

- Jaya-Outside Java & Bag-Bulk Markcts

Ll —

hn
Page 2 OCR 0.938
2. Kinerja Keuangan
- Laporan Keuangan
- Neraca Keuangan dan Indikator Keuangan
Utama

3. Kinerja Operasional dan Strategi
- Pengurangan Emisi dan Jejak Lingkungan
- Kampanye Pemasaran
- Tinjauan ke Depan

4. Human Capital, Good Works, dan Penghargaan

5. Tanya Jawab

(Materi presentasi terlampir)

2. Financial Performance
- Financial Result
- Balance Sheet & Key Financial Indicators

3. Operational Performance
- Emission & Environmental Footprint
Reduction
- Marketing Campaign
- Outlook

4. Human Capital, Good Works & Awards

5. Guestion and Answer

(Presentation material as attached)

HI, Ringkasan Sesi Tanya Jawab

III. Summary Ouestion and Answer:

Robin Sutanto, Mandiri Sekuritas

1. Apa strategi utama Indocement dalam kombinasi
merek yang bersaing tahun ini?

semen curah
infrastruktur

2. Bagaimana prospek penjualan
mengingat penurunan anggaran
sebesar 3592?

3. Bagaimana proyeksi biaya transportasi per ton
dengan potensi penerapan regulasi ODOL?

Robin Sutanto, Mandiri Sekuritas

1. What is Indocement's main strategy in the
competitive brand mix this year?

2. What is the outlook for bulk sales considering
the 3596 reduction in the infrastructure budget?

3. What is the transportation cost per ton projection
given the potential implementation of the ODOL
regulation?

Andre Andika Bagus, Mandiri Investasi

Menindaklanjuti pertanyaan Robin, anda menyebutkan
bahwa regulasi ODOL dapat meningkatkan biaya
transportasi hingga 2 kali lipat. Apakah asumsi ini
berdasarkan penerapan regulasi ODOL yang berjalan
10094 tahun ini, atau apakah penerapan parsial tetap
akan menyebabkan peningkatan biaya hingga 2 kali
lipat?

Andre Andika Bagus, Mandiri Investasi

Following up on Robin's guestion, you mentioned
that the ODOL regulation could double
transportation costs. Is this assumption based on the
regulation being fully enforced this year, or would
partial implementation still resulted in double
increase in costs?

Page 3 OCR 0.925
Jawaban:

Bapak Christian:

l.

Tahun 2024, Indocement masih menggunakan
Semen Rajawali sebagai fighting brand dengan
ruang lingkup nasional dan untuk semen jempolan
hanya sedikit di beberapa kota. Tingkatan kelas
semen kami, Semen Tiga roda di kelas premium
secara nasional, Semen Bosowa adalah semen
premium di Sulawesi, Semen Grobogan adalah
semen premium di Jawa Tengah. Diantara fier
premium ini, Indocement juga menjual fighting
brand yang lebih murah yaitu Semen Rajawali dan
dibawah Semen Rajawali ada Semen Jempolan.
Untuk persentase fighting brand ini tetap kami jaga
kurang lebih di 20-25.

Terkait prospek penjualan semen curah di tengah
pengurangan — anggaran infrastruktur oleh
pemerintah, — pada — kenyataannya — proyek
infrastruktur yang mendapatkan dana pinjaman
dari pihak asing ataupun untuk proyek yang sudah
berjalan dari tahun lalu tetap berlanjut, seperti
pembangunan MRT, jalan tol, akses jalan menuju
pelabuhan, trans Sumatra, dil.

Namun saat ini Indocement tetap menanti cakupan
dari dana infrastruktur yang dipotong 35Y4 ini. Hal
ini berefek pada penjualan semen curah kami, dan
ini berpotensi adanya shifting penjualan, dimana
semen kantong akan dijual lebih banyak
dibandingkan semen curah. Namun, jika
pembangunan 3 juta rumah jadi direalisasikan,
dengan perhitungan 1 rumah memerlukan 3 ton
semen, maka untuk proyek ini akan membutuhkan
total kurang lebih 9 juta ton dan hal ini akan
menghasilkan 15Yo persen pertumbuhan bagi
semen. Perhitungan lainnya jika 1 rumah hanya
butuh 1 ton semen, maka pertumbuhan tetap terjadi
sekitar 5Y4. dan hal ini sudah cukup baik.

Indocement berharap setelah Lebaran akan ada
pertumbuhan, kurang lebih 1-296, namun kembali
lagi hal ini tergantung pada berapa juta rumah yang
akan direalisasikan — pada 2025, guna
menyeimbangi pengurangan anggaran
infrastruktur dari pemerintah.

Answer:
Bapak Christian:

1. In 2024, Indocement will continue to use Semen
Rajawali as its fighting brand on a national scale,
while Semen Jempolan is only available in a few
cities. Our cement product tiers are as follows:
Semen Tiga Roda is our premium brand
nationwide, Semen Bosowa is the premium
cement brand in Sulawesi, and Semen Grobogan
is the premium brand in Central Java. Among
these premium tiers, Indocement also sells more
affordable fighting brands, namely Semen
Rajawali, with Semen Jempolan positioned
below it. We aim to maintain the fighting brand
share at around 20-25746.

2. Regarding the sales outlook for bulk cement
amid the infrastructure budget reduction by
government, infrastructure projects funded by
foreign loans or those that started last year are
still ongoing—such as MRT construction, toll
roads, harbour roads, and the Trans-Sumatra
project.

At this point, Indocement is still monitoring the
detail information on the 3546 infrastructure
budget cut. This could lead to a shift in bulk
sales, whereby bag cement sales may increase
compared to bulk cement. However, if the
government successfully implements its plan to
build 3 million houses, this would generate
significant demand for cement. If each house
reguires 3 tons of cement, the total demand
would reach 9 million tons, leading to an estimate
1545 growth in cement sales. If cach house
reguires only 1 ton of cement, the industry would
still see around 546 growth, which is still
promising.

Indocement expects a 1-296 growth in sales after
Eid. However, the actual growth will depend on
how many houses the goverament successfully
realizes in 2025 to compensate for the decline in
infrastructure funding.

Page 4 OCR 0.928
KEMg
INDOCEMENY
Ma ara

PE-Report-25 M

inTP 4

&

3. Terkait Over Dimession Over Loading (ODOL),
hal ini salah satu yang penting karena saat ini
ODOL bukan hanya dihadapi oleh pabrikan
semen, namun oleh pabrikan lainnya seperti
pabrikan baja atau komoditas lainnya. Indocement
berharap pemerintah bijaksana untuk
mengeluarkan peraturan dan implementasi
kebijakan yang jelas. Karena tidak mungkin jika
industri harus menambah kurang lebih 2-2,4 kali
untuk banyaknya truk dan supir dari yang sudah
ada, dan apakah jalanan di Jawa kuat dan sanggup
menampung hal ini. Saat ini Indocement dengan
asosiasi sedang berdiskusi dan berkomunikasi
dengan kementerian terkait dan menunggu
kebijakan Pemerintah. Jika hal ini dijalankan maka
akan meningkatkan kapasitas transportasi per ton,
dan jika ODOL diberlakukan maka akan ada
inflasi yang bertambah, kemacetan yang semakin
parah, peningkatan pengadaan truk yang sangat
besar ditengah kondisi ekonomi negara saat ini dan
adanya peningkatan biaya transportasi yang harus
diimbaskan ke harga semen. Hal ini harus
dipikirkan secara bijaksana oleh regulator agar
industri tetap dapat bertahan di kondisi seperti ini.

3. Regarding the Over Dimension Over Loading
(ODOL) regulation, this is a critical issue not
only for the cement industry but also for other
seciors, such as steel manufacturers and
commodity producers. Indocement hopes that the
government will implement a clear and well-
balanced policy. If ODOL is fullyimplemented,
the industry would need to increase the number
of trucks and drivers by 2 to 2.4 times. This raises
key concerns such as, are Java's roads capable of
handling such a significant increase in truck
volume, would this not worsen traffic congestion
and increase inflation, the need for massive truck
procurement comes at a time when the economy
is under pressure. The rise in transportation costs
would have to be passed on to cement prices,
affecting the industry and consumers alike.
Indocement, along with industry associations, is
in active discussions with the relevant ministries
to seek clarity on this regulation. The
government must carefully consider its
implementation to ensure that industries can
sustainably operate under the current economic
conditions.

Pambudi, Investor

Adakah transaksi konsinyasi Perseroan yang
menyebabkan laba Perseroan tetap meningkat?

Pambudi, Investor

Are there any consignment transactions in the
Company that cause the Company's profits to
increase?

Jawaban:
Bapak Sunnira:

Kinerja keuangan kami mulai membaik pada kuartal
kedua di semester kedua, dibandingkan dengan kuartal
1 secara year-on-year. Pada periode ini, kami juga
mencapai volume tertinggi. Dikombinasikan dengan
langkah-langkah strategis yang telah kami terapkan, hal
ini menghasilkan kinerja yang lebih baik di paruh kedua
tahun ini.

Kami juga berhasil menjual sebidang tanah, yang
berdampak positif terhadap posisi keuangan kami.

Answer:
Bapak Sunnira:

Our financial performance has started to improve in
02 of the second semester, compared to 91 year-on-
year. This is also where we achieved our best
volume. When combined with the measures we
implemented, it contributed to better results in the
second half of the year.

We also suecessfully sold a piece of land, which had
a positive impact on our financial position.

n
Page 5 OCR 0.935
PE-Report-25 Mar 25-INTP |5
METE
Bapak Christian: Bapak Christian:

Semester kedua lebih baik, kuartal 4 terutama untuk
industri semen selalu tergantung dengan musim,
dimana kita tahu teorinya, kuartal 1 dan kuartal 2 hasil
rendah, kuartal 3 hasil mulai naik, dan kuartal 4 adalah
puncak tertinggi untuk hasil di bulan Oktober dan
November. Teori ini merupakan fakta yang terjadi di
lapangan. Biasanya di kuartal 4 Indocement bisa
menaikkan harga produk dan ini membuat laba lebih
baik.

Hal penting lainnya, tahun ini juga Indocement telah
berhasil menjual tanah milik anak usaha Indocement
yaitu CCIE yang merupakan bekas lahan tambang
dengan nilai yang cukup baik, dan hal ini menambah
profit Indocement sekitar Rp117 miliar.

The second half of the year is usually better,
especially 04, as the cement industry follows a
seasonal pattern. Typically, we see 01-02 lower
results, 03 results start to improve and 04 the peak,
with the highest sales in October and November.
This pattern is based on actual market behaviour. 04
is also when Indocement can increase product prices,
leading to higher profitability.

Another significant event this ycar was
Indocement's successful sale of land owned by its
subsidiary, CCIE (ex guarry land) at a good
valuation, contributing approximately Rp117 billion
to profits.

Indra Cahya, Macguarie Sekuritas

Bapak Christian dan tim Indocement. Selamat atas hasil
FY24 meskipun menghadapi tantangan ekonomi dan
industri yang sulit. Terkait dengan pembelian kembali
saham, bagaimana pandangan Anda mengenai relaksasi
terbaru dari OJK? Meskipun INTP baru saja
menyelesaikan pembelian kembali saham, Tingkat arus
kas Perusahaan tampaknya tetap sehat.

1. Apakah ada kemungkinan untuk melakukan
pembelian kembali saham lagi?

2. Jika tidak, apakah ada tekanan dari belanja

Indra Cahya, Macguarie Sekuritas

Bapak Christian and Indocement team.
Congratulation on FY24 result despite tough
economic and industry backdrop. Regarding share
buyback, what are your thoughts about recent OJK.
relaxation. While INTP has just concluded share
buyback, your cash generation level would remain
healthy.

1. Any chance for another buyback,
2. If not, any capex pressure, or

3. Perhaps higher dividend?

modal (Capex)?
3. Atau mungkin ada peluang untuk dividen yang
lebih tinggi?
Jawaban: Answer:
Bapak Sunnira: Bapak Sunnira: |

Terkait pembelian kembali saham, saat ini Indocement
tidak berencana melakukan pembelian kembali saham
tambahan, karena kami telah mencapai batas aksi
korporasi.

Regarding share buybacks, Indocement has no plan
for any further buybacks at the moment, as we have
reached the corporate action limit.

Page 6 OCR 0.937
PE-Report-25 Mar 25-INTP (6
Menang
Bapak Christian: Bapak Christian:

Untuk cash, saat ini cash yang ada digunakan untuk
CAPEX tahunan yang sangat terbatas di angka Rp1-1,2
triliun.

Pembelian kembali saham, Indocement telah membeli
kembali saham sekitar 9Yo dan jika dihitung dengan
pemegang saham utama kita kurang lebih sudah 60Y4,
sehingga kami rasa pembelian kembali saham ini
cukup.

Terkait penggunaan cash untuk hal Jain, akan dilihat
kembali, biasanya Indocement akan membayarkan
dividen dan akan diputuskan pada RUPS bulan Mei
mendatang.

Regarding cash, our available cash is mainly
allocated for annual capital expenditures (CAPEX),
which remain limited to around IDR 1-1.2 trillion.

On share buybacks, Indocement has repurchased
around 94 of shares. Including our majority
shareholder, our total holding is now approximately
60Y4a, which we believe is sufficient.

For other uses of cash, we will reassess as needed.
Usually, Indocement will distribute dividends, and
the final decision will be made during the AGM in
May.

Jerry, BRI Danareksa

Hai Pak Christian dan tim INTP, selamat atas hasil yang
| baik. Saya ingin bertanya, apakah pabrik Grobogan
sudah mencapai efisiensi yang setara dengan pabrik
terbaik anda di Citereup? Apakah kita bisa
mengharapkan penghematan biaya lebih lanjut dari
Grobogan?

Jerry, BRI Danareksa

Hi Pak Christian and INTP team, congrats for good
result. Just wondering, is Grobogan plant already
achieve efficiency on par with your best Citeureup
plant? Can we expect further cost saving from
Grobogan?

Jawaban:
Bapak Christian:

Pada 2024 sangat spesial karena Kompleks Pabrik
Grobogan fully integrated dengan kapasitas produksi
2,6 juta ton, dan sebagaimana yang kami sampaikan
dalam RUPS bahwa Kompleks Pabrik Grobogan akan
menjadi game changer, karena Indocement memiliki
pangsa pasar yang besar di Jawa Tengah, dan produksi
dari Kompleks Pabrik Cirebon yang dipindahkan ke
Kompleks Pabrik Grobogan sekitar | juta ton semen,
hal ini mengakibatkan penghematan biaya transportasi
sampai 100 ribu—150 ribu/ton semen. Efisiensi ini
membuat Profil and Loss (PNL) Indocement lebih sehat
dan akan mengingkatkan EBITDA.

Tahun 2025, Indocement berhasil meningkatkan
EBITDA sebesar 146 dan ini sebagian dikontribusi
karena adanya biaya logistik yang lebih murah karena
bantuan pasokan produksi dari Kompleks Pabrik
Grobogan.

Answer:
Bapak Christian:

The year 2024 is very special because the Grobogan
Plant is now fully integrated, with a production
capacity of 2.6 million tons. As we mentioned in the
AGM, the Grobogan Plant is expected to be a game
changer, as Indocement has a significant market
share in Central Java. By shifting approximately 1
million tons of cement production from the Cirebon
Plant to the Grobogan Plant, we have achieved
transportation cost savings of 100 thousand-—150
thousand/ton of cement. This efficiency has
improved Indocement's Profit and Loss (PNL)
profile, leading to a healthier financial structure and
an increase in EBITDA.

In 2025, Indocement successfully increased
EBITDA by 156, partly due to lower logistics costs
resulting from Grobogan's production supply.

Page 7 OCR 0.939
"P7

.
te
a
8
Ka

Produksi Kompleks Pabrik Grobogan juga dapat lebih
efisien jika fasilitas AFAM kita telah dijalankan
seluruhnya, karena saat ini belum berjalan sempurna.
Sebagaimana lokasi Kompleks Pabrik Grobogan yang
ada disekitar persawahan padi dan jagung ini membuat
bonggol jagung dan sekam padi bisa digunakan sebagai
bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Pembelian
bahan bakar alternatif ini menguntungkan petani
sekitar, karena bahan-bahan tersebut dapat dijual ke
Indocement sehingga tidak hanya dibakar saja ketika
selesai panen.

Dan saat ini penggunaan AFAM di Kompleks Pabrik
Grobogan hanya 144 di 2024, dan rencananya untuk
2025 dapat menggunakan AFAM sekitar 896 di
semester 2 dan bisa meningkatkan sekitar 20Y6 sampai
dengan akhir 2025. Hal ini membuat efisiensi
Kompleks Pabrik Grobogan akan bisa lebih baik.

The Grobogan Factory could become even more
efficient once our AFAM (Alternative Fucl and Raw
Material) facilities are fully operational, as they are
not yet running at full capacity. Given the plant's
location near rice and corn fields, we can use corn
cobs and rice husks as alternative fuel to replace
coal. This initiative benefits local farmers, as they
can sell these materials to Indocement instead of
burning them after harvest.

Currently, AFAM utilization at the Grobogan
Factory is only 1Y4 in 2024. However, by the second
half of 2025, we aim to increase it to 845, with a
target of 20” by the end of 2025. This will further
enhance efficiency at the Grobogan Factory.

Aurellia Setiabudi, BNI Sekuritas

Bapak Christian, Bapak Sunnira, dan tim:

Selamat atas hasil yang kuat di tahun buku 2024. Boleh

saya bertanya:

1. Apa faktor utama yang menyebabkan penurunan
biaya bahan baku dan biaya pabrikasi per ton di
kuartal 4 tahun 2024, meskipun ada penurunan
volume 000?

2. Apa panduan keuangan untuk 2025 dalam hal
pangsa pasar, pertumbuhan pendapatan, dan margin
EBITDA?

3. Jadi, regulasi ODOL belum sepenuhnya diterapkan,

Aurellia Setiabudi, BNI Sekuritas

Dear Bapak Christian, Bapak Sunnira, and the
team, Congratulations on the strong Financial Year
2024 results. May I ask:

1. What were the key drivers behind the lower raw
materials and manufacturing overhead cost per
ton in 4024, despite the lower 000 volume?

2. What is the financial guidance for 2025 in terms
of market share, revenue growth, and EBITDA
margin?

3. So, the ODOL regulation has not been fully
implemented yet?

ya Pak?
Jawaban: Answer:
Bapak Sunnira: Bapak Sunnira:

1. Secara keseluruhan, biaya kami ini disebabkan oleh
penggunaan AFAM dan optimisasi biaya. Ini juga
terkait dengan poin kedua, yaitu insentif volume.

2. Untuk pangsa pasar kami, pertumbuhan pendapatan
sesuai dengan proyeksi 2025, namun kami masih
memantau pasar untuk melihat bagaimana
permintaan berkembang. Kami sedang menavigasi
lingkungan yang menantang, meskipun ada
pertumbuhan, kami tetap perlu memperhatikan
kondisi yang ada.

2. Regarding our market share, revenue growth

1. Overall, our costs are driven by the use of AFAM
and cost optimization. This is also related to the
second point, which is volume incentives.

aligns with the 2025 projection, but we are still
monitoring the market to see how demand
develops. We are navigating a challenging
environment, and while there is growth, we still
need to pay attention to the existing conditions.

x
Page 8 OCR 0.917
PE-Report-25 Mar 25-INTP (8
| Bapak Christian: Bapak Christian:

2. Kami berencana untuk mempertahankan margin
EBITDA di 20Y6. Ini adalah panduan yang dapat
kami sampaikan, namun pencapaian atau target ini
sangat bergantung pada perilaku kompetitor tahun
ini.

Untuk pertumbuhan penjualan — domestik,
diharapkan bisa mencapai H-2”6 dalam skenario
optimis, dan flat sebagai skenario minimal. Ini
adalah perkiraan untuk 2025.

3. Terkait ODOL sudah dijawab di sesi 1.

2. We plan to maintain the EBITDA margin at 2046.
This is the guidance we can provide, but the
achievement or target is highly dependent on the
competitors behaviour this year.

For domestic sales growth, we expect it to reach
H1-246 in an optimistic scenario, and flat as the
minimal scenario. This is the estimate for 2025.

3. Regarding ODOL, it has been answered in
session 1.

1V.PENUTUP - oleh MC

IV. CLOSING — by MC

Demikian laporan Paparan Publik kami sampaikan,
terima kasih.

Jakarta, 25 Maret 2025
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

We hereby submit our Public Expose report, thank
you.

Jakarta, 25 March 2025
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.69 MB
Published27 Mar 2025
Pages8
Characters21,632
Text sourceOCR
OCR confidence0.929

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. p.1 ×17
linked person Christian Kartawijaya p.1 ×2
linked person Sunnira Ly p.1 ×2
linked person Oey Marcos p.1 ×2
linked org Mandiri Sekuritas p.2 ×2
linked org BNI Sekuritas p.7 ×2
possible person Christian p.3 ×16
unresolved person Sunnira p.4 ×8

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result