Back to announcement
Perubahan Lebih Dari 20 Persen Des 2024.pdf
Financial statement Text extracted BUKKSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Analisa dan Penjelasan Kenaikan dan Penurunan
pada Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2024 (Diaudit) dibandingkan
dengan Laporan Posisi Keuangan Per 31 Desember 2023 (Diaudit)
( disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain)
A. ASET
A1. Aset Lancar Selisih %
Per 31 Desember 2024 Rp. 2.374.403.322
Per 31 Desember 2023 Rp. 1.940.277.417 434.125.905 22,37%
A2. Aset Tidak Lancar
Per 31 Desember 2024 Rp. 6.778.255.408
Per 31 Desember 2023 Rp. 6.439.411.113 338.844.295 5,26%
A TOTAL ASET
Per 31 Desember 2024 Rp. 9.152.658.730
Per 31 Desember 2023 Rp. 8.379.688.530 772.970.200 9,22%
B LIABILITAS DAN EKUITAS
B1. LIABILITAS Selisih %
B1a. Liabilitas Jangka Pendek
Per 31 Desember 2024 Rp. 2.069.574.879
Per 31 Desember 2023 Rp. 1.932.999.447 136.575.432 7,07%
B1b. Liabilitas Jangka Panjang
Per 31 Desember 2024 Rp. 1.997.728.925
Per 31 Desember 2023 Rp. 1.912.561.974 85.166.951 4,45%
B1. Total Liabilitas
Per 31 Desember 2024 Rp. 4.067.303.804
Per 31 Desember 2023 Rp. 3.845.561.421 221.742.383 5,77%
B2. EKUITAS
Per 31 Desember 2024 Rp. 5.085.354.926
Per 31 Desember 2023 Rp. 4.534.127.109 551.227.817 12,16%
B TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS
Per 31 Desember 2024 Rp. 9.152.658.730
Per 31 Desember 2023 Rp. 8.379.688.530 772.970.200 9,22%
Page 2
Detail Rasio Per 31 Desember 2023 dibandingkan dengan saldo Per 31 Desember 2024
A. Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar
No. Keterangan Per 31 Desember 2023 Per 31 Desember 2024 %
Kas dan Setara Kas 504.103.549 228.259.945 -54,72%
Dana Yang Dibatasi Penggunaannya 11.642.757 163.468.104 1304,03%
Piutang Usaha 304.405.673 470.452.860 54,55%
Aset keuangan dari kontrak konsesi - 394.191.342 100.00%
Piutang Lain-Lain 1.073.047 2.516.418 134,51%
Persediaan 585.804.951 648.774.279 10,75%
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 273.252.776 258.105.739 -5,54%
Pajak Dibayar Dimuka 259.994.664 208.634.635 -19,75%
1.940.277.417 2.374.403.322 22,37%
Uang Muka 371.603.837 255.465.546 -31,25%
Piutang Lainnya Pihak Berelasi 1.750.000 3.160.998 80,63%
Pinjaman Direksi dan Karyawan 2.689.625 1.443.237 -46,34%
Aset keuangan dari kontrak konsesi 1.895.575.256 1.516.516.128 -20,00%
Penyertaan pada Entitas Asosiasi 3.234.439.569 3.886.238.102 20,15%
Aset Pajak Tangguhan-Bersih 60.087.828 44.544.656 -25,87%
Aset Tetap 865.867.718 1.061.710.918 22,62%
Aset Lain-Lain 6.165.003 9.175.823 48,84%
Goodwill 1.232.277 - -100,00%
6.439.411.113 6.778.255.408 5,26%
8.379.688.530 9.152.658.730 9,22%
B. Liabilitas
No. Keterangan Per 31 Desember 2023 Per 31 Desember 2024 %
Utang Bank 634.065.764 465.675.240 -26,56%
Utang Usaha 441.793.964 573.867.225 29,89%
Utang Lain-Lain 3.126.140 5.374.541 71,92%
Utang Pajak 46.899.534 54.572.113 16,36%
Uang Muka Pelanggan 144.489.235 111.770.378 -22,64%
Beban Masih Harus Dibayar 562.261.149 610.424.341 8,57%
Utang Jatuh Tempo Kurang Dari Satu Tahun
- Utang Bank 87.514.212 219.456.000 150,77%
- Utang Pihak Yang Berelasi - 18.227.019 100.00%
- Utang Sewa Pembiayaan 12.849.449 10.208.022 -20,56%
1.932.999.447 2.069.574.879 7,07%
Utang Kepada Pihak Berelasi 160.388.523 258.989.490 61,48%
Liabilitas Imbalan Kerja 80.090.964 10.035.618 -87,47%
Utang Jatuh Tempo Lebih Dari Satu Tahun
- Pinjaman Bank 1.648.865.993 1.715.300.210 4,03%
- Utang Lain-Lain 9.465.173 9.702.228 2,50%
- Utang Sewa Pembiayaan 13.751.321 3.701.379 -73,08%
1.912.561.974 1.997.728.925 4,45%
3.845.561.421 4.067.303.804 5,77%
Page 3
Berikut penjelasan atas rasio diatas (nilai penuh) :
1. Kas dan Setara Kas
Saldo Kas dan Setara Kas mengalami penurunan sebesar 54,72% dari sebesar Rp. 504,10 Milyar menjadi
Rp. 228,26 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pencairan deposito dalam mata uang rupiah pada Bank Mandiri
yang kemudian digunakan untuk membiayai pengerjaan proyek yang saat ini masih berlangsung, membayar utang
usaha yang telah jatuh tempo dan membiayai kegiatan operasional lainnya.
2. Dana Yang Dibatasi Penggunaannya
Saldo Dana Yang Dibatasi Penggunaannya mengalami peningkatan sebesar 1304,03% dari sebesar
Rp. 11,64 Milyar menjadi Rp. 163,47 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya penempatan deposito yang dibatasi
penggunannya sebesar Rp. 75.52 Milyar dari sebesar Rp. 11,64 Miliar yang salah satunya merupakan deposito di
PT Bank Mandiri atas dana cadangan DSRA untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga dari limit KMK Transaksional
sesuai dengan Perjanjian Kredit terakhir dan deposito yang digunakan sebagai jaminan kepada PT Bank Mandiri
sehubungan dengan permohonan Kredit Angunan Surat Berharga (KASB) Perusahaan.
Selain itu peningkatan dikarenakan rekening yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp. 87,95 Milyar dari sebesar
Rp. 0 yang merupakan dana dalam bentuk rekening bank yang dimiliki di PT Bank Mandiri digunakan sebagai
jaminan cadangan Debt Service Reserve Account (DSRA) untuk 1 (satu) kali kewajiban bunga triwulanan dan
1 (satu) kali angsuran triwulanan maksimal pada saat efektif fasilitas sampai dengan fasilitas kredit lunas.
3. Piutang Usaha
Saldo Piutang Usaha mengalami peningkatan sebesar 54,55% yang disebabkan adanya piutang atas penjualan
bulan Desember yang belum jatuh tempo baik konstruksi maupun non konstruksi. Adapun peningkatannya
sebesar Rp. 166.047 Juta dari sebesar Rp. 304.405 Juta menjadi Rp. 470.452 Juta.
4. Aset Keuangan Dari Kontrak Konsesi - Aset Lancar
Kenaikan saldo Aset keuangan dari kontrak konsesi sebesar 100,00% atau setara dengan Rp. 394,19 Milyar dari
semula sebesar Rp. 0 Milyar menjadi Rp. 394,19 Milyar. Merupakan nilai aset keuangan untuk proyek konsesi
Penggantian dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, antara Entitas Anak –
PT Baja Titian Utama dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Republik Indonesia selama 12 tahun terhitung sejak tanggal efektif, berdasarkan perjanjian Kerjasama Pemerintah
dengan Badan Usaha (KPBU) No.12/PKS/Db/2021 dan No.001/PTBTU-DIR/XII/2021, yang telah diklasifikasikan
sebagai aset keuangan sebagai hasil penerapan ISAK 112. Masa kerjasama adalah selama 12 Tahun terhitung sejak
tanggal efektif dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2034, yang terdiri dari target penyelesaian masa konstruksi
selama 2 tahun dan masa layanan selama 10 tahun. Masa Layanan dapat diperpanjang dan/atau ditambah sesuai
kententuan dalam kontrak.
5. Piutang lain-lain
Kenaikan saldo Piutang Lain-Lain sebesar 134,51% dari saldo sebelumnya atau dari sebesar Rp. 1,07 Milyar
menjadi sebesar Rp. 2,51 Milyar. Hal ini dikarenakan penambahan pinjaman oleh pihak ketiga lainnya yang bukan
dalam transaksi usaha dan akan dikembalikan dalam jangka pendek.
6. Uang Muka
Penurunan saldo Uang Muka sebesar 31,25% dari semula Rp. 371,60 Milyar menjadi sebesar Rp. 255,46 Milyar
karena adanya laporan realisasi pos uang muka investasi (penyertaan saham) milik Entitas Anak - PT Bukaka Mega
Investama ke PT Kerinci Merangin Hydro.
7. Piutang Lainnya Pihak Berelasi
Kenaikan saldo Piutang Lainnya Pihak Berelasi sebesar 80,63% atau setara dengan Rp. 1,41 Milyar karena adanya
transaksi setoran modal beberapa Entitas Anak yang belum direalisasikan.
Page 4
8. Pinjaman Direksi dan Karyawan
Penurunan saldo Pinjaman Direksi dan Karyawan sebesar 46,34% dari semula Rp. 2,68 Milyar menjadi sebesar
Rp. 1,44 Milyar karena adanya pembayaran dari pihak direksi dan karyawan.
9. Aset Keuangan Dari Kontrak Konsesi - Aset Lancar
Penurunan saldo Aset keuangan dari kontrak konsesi sebesar 20,00% atau setara dengan Rp. 379,06 Milyar dari
semula sebesar Rp. 1.895,57 Milyar menjadi Rp. 1.516,51 Milyar. Merupakan nilai aset keuangan untuk proyek
konsesi Penggantian dan/atau Duplikasi Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, antara Entitas Anak –
PT Baja Titian Utama dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat
Republik Indonesia selama 12 tahun terhitung sejak tanggal efektif, berdasarkan perjanjian Kerjasama Pemerintah
dengan Badan Usaha (KPBU) No.12/PKS/Db/2021 dan No.001/PTBTU-DIR/XII/2021, yang telah diklasifikasikan
sebagai aset keuangan sebagai hasil penerapan ISAK 112. Masa kerjasama adalah selama 12 Tahun terhitung sejak
tanggal efektif dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2034, yang terdiri dari target penyelesaian masa konstruksi
selama 2 tahun dan masa layanan selama 10 tahun. Masa Layanan dapat diperpanjang dan/atau ditambah sesuai
kententuan dalam kontrak.
10. Penyertaan pada Entitas Asosiasi
Peningkatan saldo Penyertaan pada Entitas Asosiasi sebesar 20,15% atau sebesar Rp. 615,79 Milyar karena
adanya peningkatan modal oleh Entitas Anak-PT Bukaka Mega Investama di Perusahaan Asosiasi yaitu PT Kerinci
Merangin Hidro sebesar Rp. 400 Milyar sehingga kepemilikan Perusahaan di PT Kerinci Merangin Hidro menjadi
sebesar 48,92%. Perusahaan juga melakukan penambahaan penyertaan saham ke PT Bumi Mineral Sulawesi
sebesar Rp. 90 Milyar dengan kepemilikan Perusahaan menjadi sebesar 30,00% serta Perusahaan melakukan
penambahan penyertaan kepada PT Bukaka Mandiri Sejahtera sebesar Rp. 2,375 Milyar sehingga kepemilikan
perusahaan menjadi sebesar 47,50%.
11. Aset Pajak Tangguhan
Penurunan saldo Aset Pajak Tangguhan sebesar 25,87% atau sebesar Rp 15,54 Milyar karena adanya transaksi
imbalan kerja dan pemulihan, pencadangan penghapusan piutang usaha dan penyusutan aset tetap.
12. Aset Tetap
Peningkatan Aset Tetap sebesar 22,62% dari semula Rp. 865,86 Milyar menjadi sebesar Rp. 1.061,71 Milyar
merupakan penambahan harga perolehan aset tetap sebesar Rp. 314,99 Milyar dari semula Rp. 80,51 Milyar.
Penambahan harga perolehan atas tanah, mesin dan peralatan, kendaraan bermotor, peralatan kantor sebesar
dan aset dalam pelaksanaan.
13. Aset Lain-Lain
Kenaikan saldo Aset Lain-Lain sebesar 48,84% atau sebesar Rp 3,01 Milyar karena adanya peningkatan atas
setoran jaminan yang merupakan bank garansi dan jaminan atas barang.
14. Goodwill
Penurunan saldo Goodwill sebesar 100% atau setara dengan Rp. 1,23 Milyar sebelumnya adalah transaksi atas
Entitas Anak PT Bukaka Mandiri Sejahtera, dikarenakan kepemilikan saham Perusahaan di PT Bukaka Mandiri
Sejahtera terdilusi dari 95% menjadi 47,50% di Juni Tahun 2024. PT Bukaka Mandiri Sejahtera tidak
dikonsolidasikan sejak tanggal berhentinya terdilusi saham.
15. Utang Bank
Penurunan saldo Utang Bank sebesar 26,56% atau setara dengan Rp. 168,39 Milyar dari sebesar
Rp. 634,06 Milyar menjadi Rp. 465,67 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran atas pinjaman baik milik
Induk Perusahaan maupun Entitas Anak Perusahaan.
16. Utang Usaha
Peningkatan saldo Utang Usaha sebesar 29,89% atau setara dengan Rp. 132,07 Milyar dari sebesar
Rp. 441,79 Milyar menjadi Rp 573,86 Milyar dikarenakan adanya pengakuan utang kepada pihak ketiga setelah
uang muka proyek atau progress pekerjaan diterima oleh Perusahaan.
Page 5
17. Utang Lain-Lain
Kenaikan saldo Utang Lain-Lain sebesar 71,92% atau setara dengan Rp. 2,24 Milyar dari sebesar Rp. 3,12 Milyar
menjadi Rp 5,37 Milyar. Hal dikarenakan adanya penambahan pinjaman dari pihak ketiga lainnya yang bukan
dalam transaksi usaha dan akan bayarkan dalam jangka pendek.
18. Uang Muka Pelanggan
Penurunan Uang Muka Pelanggan sebesar 22,64% atau setara dengan Rp. 32,71 Milyar dari sebesar
Rp. 144,48 Milyar menjadi Rp. 111,77 Milyar karena adanya adanya realisasi progress uang muka atas beberapa
proyek seperti Proyek Transmisi Proyek PLTA Kerinci, Proyek proyek transmisi PLN, Proyek Garbarata dan Proyek
lainnya.
19. Utang Bank - jangka Pendek
Kenaikan saldo Utang Bank - Jangka Pendek sebesar 150,77% atau setara dengan Rp. 131,94 Milyar dari semula
sebesar Rp. 87,51 Milyar menjadi Rp. 219,45 Milyar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan pinjaman baru dari
Entitas Anak-PT Baja Titian Utama pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
20 Utang Pihak Yang Berelasi
Kenaikan saldo Utang kepada Pihak Berelasi sebesar 100,00% atau sebesar Rp. 18,22 Miliar. Hal ini dikarenakan
adanya hutang pihak yang berelasi yang jatuh temponya dalam 1 tahun atas penerimaan utang dari pihak berelasi
dari PT Malea Energy yang digunakan untuk penambahan penyertaan saham di PT Bumi Mineral Sulawesi.
21. Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Pendek)
Penurunan utang sewa pembiayaan sebesar 20,56% atau setara dengan Rp. 2,64 Milyar karena pembayaran
cicilan kepada pihak leasing (BNI Multifinance dan Mandiri Tunas Finance, serta beberapa pihak leasing lainnya)
atas pembelian aset tetap.
22. Utang kepada Pihak Berelasi
Kenaikan saldo Utang kepada Pihak Berelasi sebesar 61,48% atau sebesar Rp. 98,60 Miliar. Hal ini dikarenakan
adanya hutang pihak yang berelasi yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun atas penambahan penerimaan utang
dari pihak berelasi dari PT Malea Energy yang digunakan untuk penambahan penyertaan saham di PT Bumi
Mineral Sulawesi.
23. Liabilitas Imbalan Kerja
Penurunan saldo Liabilitas Imbalan Kerja sebesar 87,47% atau setara dengan Rp. 70,05 Milyar dari sebesar Rp.
80,09 Milyar menjadi Rp. 10,03 Milyar dikarenakan adanya realisasi pembayaran pesangon karyawan yang sudah
memasuki masa pensiun.
24. Utang Sewa Pembiayaan (Jangka Panjang)
Penurunan utang sewa pembiayaan sebesar 73,08% atau setara dengan Rp. 10,04 Milyar karena pembayaran
cicilan kepada pihak leasing (BNI Multifinance dan Mandiri Tunas Finance, serta beberapa pihak leasing lainnya)
atas pembelian aset tetap.
Demikian penjelasan kami atas terjadinya deviasi antara Saldo per 31 Desember 2024 dengan Saldo per 31 Desember
2023 yang melebihi 20% sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-E Ketentuan angka III.1.4.
Terima kasih
Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Baja Titian Utama
p.3 ×3
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
PT Kerinci Merangin Hidro
p.4 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.